Posted in Angst, BL, Drama, Family, Romance, Series, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 21

Tentang Kamu – Part 21

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
INI PANJANG dan membosankan

^_^
.

.

.

.
” Umma Arggh!!!!…Please…tolong…Arggh!!! Kyu…”

Suara parau itu membuat Sungmin dan Heachul yang kebetulan bersama menjadi panik dan segera berbalik arah menuju apaterment putranya. Beberapa kali mengetuk pintu tak ada kunjung jawaban hingga terpaksa Heachul memanggil penjaga untuk membuka pintunya. Betapa terkejutnya melihat Kyuhyun dengan lemas tertidur di lantai dengan kaki yang penuh dengan darah segar.

” Argh!!!!”

” Kyunnieee…..”

Panik! Pasti dan segera penjaga memanggil ambulan.
.
.
.
Semua tertunduk ketika suara wanita paru baya itu menangis pilu. Bahkan dia sudah dua kali pingsan dan hampir di rawat bila dia tak bersikeras menunggu menanatunya di depan UGD. Lampu merah itu sudah menyala dari tiga jam lalu, tapi sampai detik ini suster masih mondar-mandir tanpa penjelasan. Heachul hanya mampu melipat kedua tangannya berdoa pada sang pencipta semoga tak terjadi apa pun pada anak bungsunya. Ketika dia melihat sekujur tubuh anaknya penuh dengan darah dan matanya terpejam erat, sungguh dia hampir pingsan namun dia lebih tegar dari Sungmin walau hatinya hancur. Menangis… dia tak bisa hanya terdiam dengan pandangan kosong. Bagaimana pun itu putranya… dia yang melahirkan dengan taruhan nyawa. Hangeng hanya mampu menggegam tangan erat istrinya. Dia begitu tahu bagimana istrinya…terlihat kuat dan tegar namun begitu rapuh. Heachul menyandarkan kepalanya di dada suaminya dengan penuh kasih sayang Hangeng membelai rambutnya. Memberikan ketenangan bahwa semua akan baik-baik saja. Changmin dan Hyukjae hanya saling menatap melihat dua wanita paru baya itu begitu terpukul dengan keguguran sahabatnya. Bahkan Hyukjae pun siap memundurkan jadwal pertunangannya.

” Sebenarnya di mana Siwon?’ Changmin hanya menggelangkan kepala ketika temannya itu melontarkan pertanyaan yang dia juga tak tahu jawabannya.

” Aku sudah meninggalkan pesan untuk Jessika. Semoga dia segera kembali…” jawab Changmin penuh permohonan.

Semua sudah menghubungi Siwon namun tak ada satu pesan atau telepon yang di angkat pria bermarga Choi itu. Ketika Changmin dan Hyukjae berusaha mendatangi kantornya, pria berlesung pipi itu sedang ada urusan di luar kantor. Bahkan tak ada yang tahu dia dimana? Kemana Siwon sebenarnya?
.
.
.
.
.

Siwon tersenyum menatap sesuatu dalam tangannya. Sempurna, satu kata yang dia pikirkan sejak dalam perjalanan menuju hotel tempat dia akan menunjungi rekan kerjanya. Dia menekan angka menunju kamar yang telah di sms padanya. Kalau tidak demi kontrak kerja dia tak akan repot-repot datang ke sini.

” Siwon-sii…” Siwon hanya menununduk ketika pintu kamar hotel terbuka. ” Mianhae… aku sedang tak enak badan jadi sedkit merepotkanmu…” ucap Liu wen dengan wajah lemas.

” Tak apa. Hmm…”

” Oh..ya masuklah dulu aku akan mengambil dokumennya.”

” Tak apa aku menunggu disini saja. ”

Liu wen pun mengangguk lalu semenit kemudian tiba-tiba tubuhnya tumbang membuat Siwon spontan menangkapnya. ” Ahh…Gomawo. Tiba-tiba semua terasa gelap.” ucapnya. Siwon pun memapang wanita itu menunju sofa dan mengambilkan segelas air putih.

” Minumlah dulu!!!” liu pun menuruti apa yang di perintahkan Siwon. ” Dimana kau menyimpan dokumen itu. Biar aku mengambilnya sendiri.’ ucap lancang Siwon.

” Kenapa harus terburu-buru? Buatlah dirimu nyaman dulu. Aku membuatmu datang kemari sedangkan aku tahu kau begitu sibuk.”

” Tak apa. Dimana kau menaruhnya? Aku harus pergi sekarang.”

” Siwon-sii tak bisakah kau disini sampai sodaraku datang. Aku…”

” Aku punya hal yang harus aku kerjakan.”

” Tak bisakah kau tinggal sebentar. Aku tidak ingin sendirian. Bagaimana bila aku tiba-tiba pingsan. Tak ada seseorang pun disini… Ku mohon.”

” Mianhae… tapi… bagaimana pemikiran orang bila kita hanya berdua di dalam kamar hotel sampai begitu lama dengan statusku tentunya…”

Liu pun berdiri merangkul leher Siwon dan mengecup bibir joker itu dengan napsu. Siwon membeku sejenak sebelum mendorong Liu sampai terjatuh di sofa kembali. ” Apa yang kau lakukan?” sentaknya penuh kemarahan.

” Apakah rasanya begitu berbeda? Ciuman ini. Bukanlah rasanya sama? Aku atau pun istrimu. Apa kau tak menyukainya?”

” Aku tak paham mengapa kau melakukan hal ini. Bukan kau berasal dari keluarga terpandang.”

” Aku hanya ingin merasakan sebuah tantangan hidup. Bagaimana rasanya berdiri di antara jurang dan pulau yang indah.”

” Apa kau sudah gila?”

” Bahkan pertama kali kita berjumpa di China. Aku sudah merasa pantas di dekatmu. Kau tahu kita jauh lebih serasi di dunia bisnis bila bersama. Kau memilik tangan dingin, bukan tidak mungkin perusahanmu akan maju pesat dan meraja di dunia. Aku lebih bisa mendampingimu daripada dia.”

” Aku tak tahu apa yang kau bicarakan. Kita bicarakan ini lagi setelah kau sembuh saja. Aku pergi.”

” Siwon-sii…” Siwon menghentikan langkahnya, ” Cepat atau lambat kau akan merasakan kesamaan kita.”

Siwon tersenyuman meremehkan, “Kesamaan? Bahkan aku tidak hanya mencari harta dan kekuasaan, tapi aku mencari kenyamanan dalam hidup. Hidup ini bukan hanya untuk berbisnis dan uang. ”

” Apa kau pikir Kyuhyun bukan sedang berbisnis denganmu? Sekarang kau di budakkan keluarga Cho untuk membangkitkan kembali perusahaan yang terancam bangkrut. Lalu apa itu bukan pasangan bisnis?” Siwon menatap dengan mata melalang, “Bukan itu jual beli. K-a-u membeli putranya…”

PLAKSS!!!

” Tutup mulutmu. Dia jauh lebih berharga dari padamu.”

Liu Wen memengai sudut bibirnya yang berdarah karna tamparan Siwon, ” Wae? Bukan aku bicara dengan kenyataaan. Kau saja yang buta… dia hanya memanfaaatkan tubuhnya untuk kelancaran bisnis keluarganya. Dia tak bisa melakukan apa-apa selaian hanya menjual tubuhnya… Apa itu kau sebut berharga?”

Siwon kembali mengangkat tangnnya namun dia rungkan. Siwon tertawa kecil,” Mengapa kau membuang-buang waktu seperti ini?” Liu merubah ruwat wajahnya menjadi kesal, ” Bukan setelah kau berpikir seperti itu. Kau harusnya menyadari usahamu hanya sia-sia belakang?”

Liu pun tersenyum meremehkan, ” Belajarlah menjadi pandai, bukan menjadi pecundang bodoh. Kau pikir dia akan selamanya di sisihmu? Setelah hartamu hahis kau akan di tendang keluar.”

” Begitukah? sayangnya aku lebih mengenal istriku luar dalam. Nona liu wen-sii kenapa kau menjalani hidupmu dengan begitu murahan? Bahkan kau rela merendahkan harga dirimu dan bicara kotor tentang orang lain untuk mendapatkan sesuatu yang jelas bukan menjadi hakmu?”

” Aku hanya ingin berusaha mendapatkan takdirku? Apa aku salah berusaha mencapai sampai titik akhir? Mulai sekarang aku akan menujukan lebih jelas keberadaaanku dan berusaha untuk mendapatkamu.”

” Kau hanya membuang-buang waktu saja. Karna apa yang kau katakan sama sekali tak mempengaruhiku…” Siwon pun berjalan meninggalkan Liu Wen yang tercengah dengan mata memanas, “Ah… kau perlu ingat bagaimana perusahaanku meraja…jadi cukup kau tahu bagaimana akhirnya bila kau berani mengusikku…” lalu setelah itu Siwon benar-benar pergi. Liu hanya mengigit pipi dalamnya karna kesal.

” Eonni… kau tak apa?’ Jiwon berlari menghampirinya ketika suara kakaknya benar-benar hilang.

” Ini semua belum berakhir.” ucapnya sambil mengepalkan tangannya. Jiwon hanya menatap takut.
.
.
.
.
.

Lampu operasi pun padam dan beberapa dokter bermunculan dengan senyuman lega. Sungmin dan Heachul yang berlari menghampiri pertama kali.

” Syukurlah nyonya Choi mampu melewati masa kritisnya.” ucap dokter Kang. Kibum tersenyum lega ketika usahanya tak sia-sia. Darahnya terasa terkuras namun berujung bahagia. ” Tapi dia masih belum sadarkan diri. Kondisinya masih cukup lemah dan perlu banyak istirahat. Kami akan segera memindahkan Nyonya Choi ke ruang perawatan setelah selesai mengantikanya baju.”

Dua wanita paru baya bernafas lega dengan bibir mengucapkan syukur. Kibum sontak memeluk ayahnya dengan senyuman sedangkan yang lain memejakam kan sejenak karna rasa lega di hati.

” Saya permisi dulu…”

” Terima kasih dokter Kang.” Heachul menatap sahabatnya lalu mereka saling melempar senyuman sebelum melabuhkan pelukan.

Sekarang mereka bisa bernafas lega. Demi Tuhan jantung mereka hampir berhenti berdetak. Mereka kembali duduk untuk menunggu Kyuhyun selesai dan di pindahkan ke kamar rawat. Tak lama terlihat pria berjas hitam berlarian di koridor dengan wajah panik.

” Dimana istriku?” dengan nafas yang hampir putus dia berusaha berkata. Dan…

PLAAAAKS!!!

Sontak semua berdiri. Kangin segera menghampiri istrinya, “Darimana saja kau?” teriaknya dengan penuh emosi.

” Sayang ini masih di rumah sakit. Kendalikan dirimu.” Kangin berusaha menenangkan istrinya.

” Umma… kau boleh memukulku bahkan membunuhku tapi nanti. Sekarang beri tahu aku dimana istriku..” pinta Siwon dengan wajah panik.

” Dia akan segera keluar. Sebenarnya kau darimana saja?” sentak Sungmin.

” Ponselku hilang dan aku baru tahu dari Jessica bila…Kyu…” Siwon sontak berlari menghampiri kereta dorong yang baru keluar dari UGD. ” Baby… Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana…??” Siwon membelai wajah pucat istrinya.

” Siwon…” Hangeng menarik menantunya, “Biar Kyuhyun di pindahkan dulu ke kamar rawat baru kita bicara.” dan perawat pun kembali mendorong keretanya.
.
.
.
.

Semua masih membisu ketika Siwon terus menciumi telapak tangan istrinya yang tak terbalut selang infus. Dua jam telah berlalu dan Kyuhyun belum sadarkan diri. Mata hitam itu begitu sayut menatap istrinya terbaring lemas dengan wajah pucat. Dia begitu terpukul ketika mendengar penjelasan dari keluarganya soal kondisi istri dan calon anaknya. Siwon begitu tertampar keras, semua sudah dia siapkan dengan matang. Bahkan ansuransi untuk calon anaknya. Dia mengusap wajahnya kasar dan menghela nafas menatap keluarganya.

” Sampai kapan dia akan memejamkan mata?” tanya dengan nada khawatir.

“. Kita semua juga sedang menunggu,nak. Bukan kau saja.” Kangin menepuk pundak putranya dengan tegas. Dia sejak tadi menemani putranya yang begitu emosi mendengar tentang kondisi yang terjadi dengan istrinya. ” Sekarang kau hanya tinggal berdoa saja. Semua Kyuhyun baik-baik saja.” Siwon kembali terfokus pada istrinya.
.
.
.
.
Siwon masih terus terjaga ketika semua anggota keluarganya terlelap tidur. Changmin dan Hyukjae memutuskan pulang ketika melihat ruangan itu begitu sesak. Siwon masih terus menatap istrinya yang terlelap dengan damai. Sampai berlahan kedua mata itu terbuka.

” Aneh sekali…” keluhnya.

” Kyuhyun..akhirnya kau tersadar. Bagian mana yang sakit? Bilang padaku?” Siwon terlihat girang melihat istrinya membuka matanya.

Kyuhyun bergerak gelisah dengan melihat sekeliling, ” Dimana aku? Kenapa ada ini di tanganku?” Kyu hendak melepaskan jarum infus dari tangannya.

” Jangan bergerak sembarangan dulu… kau ada di rumah sakit.” Siwon membelai wajah Kyuhyun yang lesu dan pucat. “Syukurlah akhirnya kau sudah bangun.”

Kyuhyun masih menatap sekitar, ” Kenapa aku bisa sampai disini? Aku…argh!! perutku sakit sekali… kenapa seluruh tubuhku sakit sekali sampai tak ada tenaga sedikit pun?”

Heachul mengusap matanya ketika samar-samar dia mendengar orang bicara. Dia segera bangun dan menatap ranjang putranya, “Kyunnie…Kyunnie sayang… kau sudah sadar…” Heachul berlari menghampiri ranjang anaknya. Kyuhyun berusaha bangun namun di tahan oleh ibunya, “Jangan banyak bergerak dulu… kembalilah berbaring sayang…” namun Kyu tetap keras kepala. Heachul tersenyum lega putranya akhirnya sadar.

” Umma apa yang terjadi denganku?” Heachul menundukan wajah. Dia tak tahu harus mulai darimana? Dia tahu…putranya pasti terpukul dengan kejadian ini. ” Umma…kenapa diam saja? Kenapa perutku terasa nyeri. Bagaimana ke adaan kandunganku?”

” Kyunnie…”

” Umma… bicaralah yang jelas!!!” Kyuhyun mulai terbalut emosi.

” Baby…” Siwon berusaha menarik perhatian istrinya. ” Kita bicarakan itu nanti…yang terpenting pulihkan dulu kondisi kesehatanmu.” Siwon menatap menyakinkan.

” Jangan menyelaku…” sentaknya lalu kembali terfokus pada ibunya, “Umma… jelaskan apa yang terjadi?” karna teriakan Kyuhyun semua terbangun menatap iba pada pria cantik yang sedang menunggu jawaban dari ibunya.

” Kyu, semua sudah berusaha… tapi…”

” Jadi…” Heachul hanya mampu menundukan kepala ketika putranya begitu terluka dengan jawabanya. Kyu menatap wajah suaminya dengan ganas, “Semua salahmu!!! Bila kau datang tepat waktu dan memilihku…anakku masih disini…” Kyu memukul Siwon dengan keras membuat dia hanya terdiam dengan menitihkan air mata. Dia tak melawan namun Heachul menahannya, ” Bila kau tak pergi dengan wanita itu, ini tak akan terjadi… Kenapa kau lakukan ini padaku…” Kyu terus memukulnya dengan isakan. Siwon hanya memejamkan mata menahan sakit tubuhnya dan juga hati. Tiba-tiba saja tubuh Kyuhyun melemah dan pingsan dalam pelukan Siwon.

” Kyuhyun…” semua berteriak tak hanya Siwon yang terus menepuk-nepuk pipi istrinya.
.
.
.
.

“Kondisinya masih belum stabil. Lebih baik hindarkan dengan pikiran yang menekan.” dokter Kang menepuk pundak Siwon sebelum meninggalkan ruangan.

Tak ada yang bisa Siwon lakukan selain menunggu kembali istrinya yang pingsan. Dia tak tahu apalagi yang harus dia lakukan agar istrinya mengerti? Dia begitu paham bagaimana perasaan Kyuhyun yang begitu mendambakan anak dalam kandungannya. Semua hanya mampu berdoa semoga semua baik-baik saja. Hanya itu…
.
.
.
.
” Ikutlah makan bersama kami. Disini ada suster yang akan menunggunya.” Sungmin membelai lengan putra.

Siwon hanya tersenyum lalu meraih tangan ibunya dan mengecup punggung tangan itu dengan sayang,” Kalian makan saja dulu. Biar aku yang menjaga Kyuhyun.” Siwon menoleh ke arah ranjang kecil itu lalu kembali tersenyum walau jujur hatinya hancur, ” Aku tak ingin dia mencariku…kalian makanlah dulu!! Aku akan disini menjaganya.” kukuhnya.

‘ Kau nyakin nak. Kau juga sama dengan kami. Sejak kemarin kau belum makan apa pun.” Hangeng terlihat khawatir dengan menantunya.

” Appa tak perlu khawatir. Pergilah!! Aku baik-baik saja. Jangan buat diri kalian sakit. Kyu akan memarahiku.”

Kalimat itu membuat keluarga besar itu memutuskan keluar dari kamar rawat Kyuhyun menuju ke kantin rumah sakit. Dua nyonya besar itu tak ingin pergi lama-lama, hingga mereka memutuskan untuk makan di kantin rumah sakit. Siwon kembali duduk menatap wajah istrinya yang masih terpejam.

” Masih tak ingin membuka matamu?’ kata Siwon sambil membelai wajah pucat istrinya. Ya sejak lima belas menit yang lalu pria manis itu sudah bangun namun dia enggan membuka mata. Kyu mendengus kesal karna tak bisa membohongi suaminya. Siwon begitu hafal tentangnya, lalu dia berlahan membuka matanya. Dia masih terdiam tanpa berniat menatap wajah suaminya. ” Apa sebegitu menyebalkan wajahku, hingga kau tak ingin melihatku Baby…”

” Bisa berhenti memanggilku seperti itu.” kali ini Kyu menatap siwon dengan mata yang mulai berderai air mata, ” Aku bukan babymu lagi.” Siwon membeku.

Siwon menghela nafas, ” Mianhae…karna tak bisa berada disampingmu ketika kondisi sulit…baby…”

” Bukan sudah aku bilang berhenti memanggilku baby…aku bukan lagi babymu… ” Siwon terpaku menatap istrinya menatap menyalang ke arahnya.

” Kau baik-baik saja.”

” Tentu saja tidak. Bagimana aku baik-baik saja setelah aku kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupku…sesuatu yang aku impikan sejak lama.” sentaknya.

“Bukan kau saja yang merasakannya. Aku juga merasakannya. Jadi…jangan terlalu bersedih…karna aku memahami semua.”

” Kau tidak memahaminya…” air mata Kyuhyun mulai mengalir deras, ” kau bukan aku…”

” Choi Kyuhyun, apa terjadi sesuatu?’

Kyu menghapus air matanya lalu mengalihkan pandangan ke depan, ” Kemana kau saat itu?” Siwon masih terdiam menatap istrinya, ” Kenapa kau diam? Sebenarnya kemana kau saat aku menghubungimu…”

” Ponselku…”

” Hilang…” potong Kyuhyun dengan cepat. Siwon mengangguk cepat. Kyuhyun tersenyum sinis, ” Sampai kapan kau berbohong. Bukan kau bersamanya.” Siwon terdiam, ” Benar bukan? Kenapa kau begitu jahat padaku…”

” Kau bicara apa? aku tak mengerti. Sungguh!! Kemana arah pembicaraan ini.” Kyu hanya mengegam selimutnya dengan erat. Dia tak bisa lagi untuk tak menangis dan meraung. Sakit!! Ini lebih sakit daripada yang dia rasakan. Orang yang dia cintainya melukainya.

” Ku mohon…Pergilah!!!”

” Kyu, sebenarnya apa yang kau bicarakan?’ Siwon meraih tangan istrinya dan mendekapnya dengan erat namun Kyu sontak melepaskan paksa.

” Kyu…” suara wanita paru baya itu membuat Kyu segera menghapus air matanya dan tersenyum lebar, ” kau sudah bangun sayang.” dia mengangguk mengabaikan Siwon yang masih menatapnya dengan penuh tanya.
.
.
.
.
.
Siwon masih setia disamping istrinya walau dia masih belum mau bicara dengannya. Dia tak terlalu perduli dengan penolakan istrinya, yang dia pikirkan adalah terus di dekat istrinya. Hari ini hanya Siwon yang berjaga dan kedua orang tua mereka pulang untuk beristirahat. Siwon masih setia duduk disamping istrinya.

” Kyunnie…” Suara itu membuyarkan lamunan Kyuhyun. Dia tersenyum sambil melentangkan kedua tangan.

” Hyukjae…” Hyuk pun segera memeluknya dan membelai pipi pucat itu, ” Mana Changmin…?”

” Dia masih di jalan membelikan pesananmu.” jawab Hyukjae. “kau makanlah dulu. Aku akan menjaga Kyunnie.” tawarnya. Siwon mengelengkan kepala, ” Di luar ada Donghae dan Yunho Hyung. Makanlah!! Aku akan menjaga istrimu.”

Siwon pun berjalan mendekati istrinya, ” Kau tak apa aku tinggal?’ Kyu mengalihkan pandangan.

” Bukan urusanku.”

” Bila kau tak memberikan ijin aku tak akan pergi.”

” Sudah aku bilang itu bukan urusanku. Kau pergi saja. Aku tak perduli.”

Siwon menghela nafas lalu kembali tersenyum dengan membelai rambut istrinya dengan sayang, “Hubungi aku bila kau perlu sesuatu. Aku takkan lama.” Siwon hendak mencium kening istrinya namun Kyu buru-buru menghindar. Siwon hanya tersenyum miris, ” Hyuk…”

” Aku akan menjaganya.” Siwon pun sejenak menatap istrinya sebelum benar-benar keluar dari ruangan. Setelah pintu tertutup sempurna, ” Kau benar-benar memusuhinya? ” Kyu hanya terdiam, ” Hey, tak bisakah kau memaafkan suamimu sekarang?’

” Memaafkannya? aku tak berniat.”

Hyukjae menatap sahabatnya, ” Bagaimana kau bisa memutuskan begitu mudah hubungan yang kalian bina selama ini. Kalian ahh…ani kau begitu mudah mengambil kesimpulan tanpa meminta penjelasan padanya.”

” Berhenti membicarakannya. Sebenarnya kau di pihak siapa? Aku atau dia?”final! Hyukjae terdiam sampai Changmin datang membawa makan yang di inginkan Kyuhyun.
.
.
.
.
.

Kibum baru selesai mengurus keberangkatannya ke Kanada berhenti ketika menatap Jiwon yang baru terlihat batang hidungnya setelah menghilang beberapa hari. Nyonya Choi menatap putri bungsunya.

” Darimana saja kau?”

” Umma…kenapa kau menatapku seperti itu pencuri. Aku baru pulang berlibur. Wae?” jawabnya dengan santai.

” Kau sedang asik bersantai sedangkan di rumah sedang berduka?’ Sungmin hampir tersulut emosi.

” Siapa yang meninggal?” jawab Jiwon dengan santai.

” Calon keponakanmu. kau tak tahu bila Kyuhyun keguguran.”

” Ahh…salahnya sendiri dia tak hati-hati.”

” Mwo?”

” Dia terjatuh dimana? pasti karna polah pecicilan dia sampai harus seperti itu. Untung saja…”

Sungmin ingin sekali menampar putri kecilnya, ” Darimana kau belajar bicara kasar seperti itu?” sentaknya

” Umma…”

” Sudahlah!!! Jiwon kau jenguk dulu kakak iparmu. Kami akan mengurus masalah ini dulu…’ kangin berusaha meredam.

” Masalah apa? Apa ada masalah dengan perusahaan?”

” Bukan. Hasil tes sudah muncul dan terlihat ada obat pengugur di dalam tubuh Kyuhyun. Kita sedang memprosesnya dan mencari tahu siapa yang menaruh obat itu.”

” Obat?” Jiwon terlihat kebinggungan. ” Obat apa? Apa obat pencuci perut?”

” Bukan. Tapi obat pengugur kandungan. Kyu mengkonsumsinya secara berlebihan dan menurut peyelidik ada pada susu yang dia minum.” Jiwon membulatkan mata ketakutan dan Kibum dapat melihatnya.

” Umma…appa..aku permisi dulu…” Jiwon langsung berlari tanpa memperdulikan tatapan curiga padanya.

” Yah!! Jiwonnie…” panggil Sungmin ketika putri kecilnya berlari meninggalnnya.
.
.
.
.
.
Jiwon berhenti di sebuah hotel mewah dan berjalan menuju Restoran. Terlihat wanita cantik dengan baju minim sedang menikamti makan siangnya. Jiwon pun berlari kecil.

” Eonnie…”

” Hai sayang. Ada apa? Kenapa kau ingin bertemu denganku. Aku sampai harus menunda penerbanganku ke China sayang…”

‘ Mianhae eonnie.” Jiwon pun duduk di depannya.

‘ Sebenarnya ada apa?’

Jiwon terlihat gugup dengan mengigit bibirnya, ‘ eonnie…’

” Hmmm…’ Liu Wen menatap gadis di depannya dengan wajah santai.

‘ sebenarnya obat apa yang kau berikan pada kyunnie oppa. dia…dia keguguran…’ ucapnya dengan nada sedikit gemetar.

‘ Bukan itu bagus?” jawabnya dengan santai lalu menyesap kopinya, ” Bukan itu ke inginan kita sayang.Ini akan lebih mudah melancarkan jalan rencana kita.” dia menaruh cangkirnya lalu tersenyum tipis.

” Jadi… itu…be-nar obat penggugur kandungan.” Liu mengangguk, ” Bukan kau bilang itu hanya obat pencuci perut lalu…” dia terlihat panik dan kebinggungan.

” Kau tenang saja. Untuk apa kau mengkasiani seorang pengemis murahan yang hanya bisa menjual tubuhnya untuk kepentingan keluarganya. Dia pantas mendapatkannya. Bila kau lemah…kau yang akan berlahan disingkirkan pengemis itu…”

” Tapi tidak…”

SREETT!!! PLAAKKSSS!!!

Jiwon membeku ketika seseorang tiba-tiba menamparnya begitu keras. Liu Wen segera berdiri menatap menyalang namun gadis ini tak gentar.

” Kau bilang kami pengemis?” teriak Kibum dengan lantang membuat semua orang yang ada di situ menatap dengan penuh tanya.

” Siapa kau?’ Liu berteriak di hadapan Kibum.

” Eonnie…” Jiwon terlihat panik segera berdiri, ” Kenapa Eonnie ada disini?”

” kau mengenalnya?’ Liu wen menatap dua orang wanita itu dengan bergantian.

” Aku tak berpikir kau sepicik ini. Demi Tuhan…kau yang melakukannya?”

” Eonnie..ini semua salah paham. A-aku…”

” Bagaimana seseorang yang aku anggap adik berbuat sebegitu kejamnya. Bukan Kyu juga menyanyaimu…bahkan ketika kau kabur dari rumah dia selalu bertengkar dengan suaminya hanya untuk membawamu pulang…kau begitu tega melakukannya?”

” Eonnie…” lirih dan tersirat penyesalan.

” Kau pikir kami hanya inginkan hartamu? Sheesh! Kau terlalu berpikir sempit. Ah…ternyata keluargaku tak perlu mencari-cari pelakunya.” Kibum pun berjalan meninggalkan Jiwon yang terpaku.

Gadis itu pun tersadar lalu berlari meraih pergelangan tangan Kibum, ” Cho Kibum-sii…” lalu Jiwon menghadang jalan gadis itu, ” Tolong dengarkan aku.”

” Aku tidak mau mendengarnya.”

“Paling tidak dengarkan dulu bagaimana sebenarnya?”

” Tidak mau.”

” Ku mohon…jangan pergi seperti ini!! Semua akan jadi salah paham.”

” Aku tidak perduli dengan urusanmu. Cepat menyingkir!! Karna aku akan langsung mendatangi kantor polisi.” Kibum pun segera berjalan meninggalkan Jiwon yang terdiam.

” Apa yang harus aku lakukan? Apa? Oppa aku membunuhku sebelum aku masuk kantor polisi…” gumamnya dengan ketakutan.
.
.
.
.
.
Kibum sudah kesal setengah mati ketika kedua orang tuanya tak bisa di hubungi. Dia melajukan mobilnya dengan cepat menuju ruamh sakit. Sedangkan Kyu terus merengek meminta pulang ke rumah orang tuanya, tapi Siwon tak mengijinkan istrinya pulang sebelum kondisinnya benar-benar telah pulih. Kini Siwon menemui Dokter untuk meminta keterangan pada dokter tentang kondisi istrinya.

“Jangan bicara sembarangan…” Hangeng langsung menarik putrinya keluar ketika Hechul hanya terdiam dengan dua bola mata yang membulat.

” Appa…mana mungkin aku berbohong?’ Kibum terus menyakinkan kedua orang tuanya. Heachul pun berdiri dan menatap putranya masih tertidur karna kelelahan merengek tadi. Dia pun berjalan mengikuti suami dan putrinya. Setelah suara pintu tertutup mata terpejam itu melinangkan air mata. Dia mengepalkan kedua tangannya. Dadanya terasa sakit dan kepalanya berkunang-kunang. Kyuhyun menangis tersedu-sedu sampai tak bisa bicara. Kyuhyun berdiri bersandar di punggung ranjang dengan tatapan kosong.

” Baby…kau sudah bangun sayang? Dimana umma dan appa? Kau sendirian?’ Siwon melontarkan pertanyaan bertubi-tubi tapi Kyuhyun hanya terdiam, ” Kyu… aku harus pergi ke kantor…ada sesuatu yang harus aku tangani. Kau tak apa aku tinggal…mianhae…” Kyu masih tak bersuara. ” Bila kau tak memberikan izin aku tak akan pergi…” Siwon kembali menarik kursi dan duduk di samping ranjang. ” Kenapa tak rebahan saja? Aku sudah bicara dengan dokter, bila kau besok kesehatanmu sudah membaik lusa kita pulang. Kau senang?” Siwon meraih jemari Kyuhyun dan mengecupnya, “Sampai kapan kau mendiamkanku? Ini hampir satu minggu dan kau belum bersuara sama sekali untukku.” Siwon menghels nafas dalam dengan menatap istrinya, ” Baby…”

“Drrttt Drrrttt!!!”

Suara ponsel Siwon pun berbunyi. Kyu sempat meliriknya. “Hallo..Hmm…tunda saja…iya Tunda. Aku tak bisa meninggalkan rumah sakit…”

” Pergi saja.” suara itu membuat percakapan Siwon dan penelpon berhenti. Siwon menatap istrinya dengan senyuman tipis.

” Aku berangkat sekarang. Siapkan semua materinya. Hmm.. ok.” Siwon segera menutup telponya lalu menatap istrinya, “Kau mengijinkanku pergi…” Siwon membelai rambut coklat itu lalu mengecup keningnya, ” Aku akan segera kembali. Tunggu aku..” Siwon mengacak rambut istrinya lalu segera berdiri.

” Tak usah kembali.”

Siwon hanya tersenyum, ” Aku akan membawa PSPmu dan beberapa keperluanmu. Tidurlah!!!” Siwon pun mengambil kunci mobilnya lalu segera keluar.

Kyu menundukan kepala. ” Kyu…” panggil Kibum.

” Nunna…bawa aku pergi…”

” Mwo?” mata hitam itu membulat sempurna mendengar permintaan adiknya.
.
.
.
.
.
Sepulang dari rapat, Siwon menyempatkan diri untuk mengambil PSP dan beberapa barang kesayangan istrinya. Dia juga membeli makanan dan bunga untuknya. Dia melajukan mobilnya dengan cepat, berharap kali ini akan baik-baik saja. Sesekali dia mencium bunga mawar yang dia beli ketika berjalan di lorong rumah sakit dan…

” Kyu..” Siwon tercekat ketika melihat suster sedang membereskan kamar istrinya, ” Dimana istriku?”

” Nyonya Choi sudah keluar dari beberapa jam yang lalu?” jawab suster itu.

” Mwo?” Siwon menjatuhkan bunga itu lalu mengambil ponselnya. Namun sial!! tak satu pun telponya di angkat. Dia berjalan keluar dengan cepat berusaha menghubungi mertuanya namun ” Dimana kau?” gumananya terus menghubungi mereka.
.
.
.
.

Kyuhyun masih cukup lemas dan pucat. Sejak dalam perjalanan dia hanya terdiam menatap keluar jendela. Kibum pun hanya mampu menggegam tangannya sebagai sumber kekuatanan. Nyonya Cho hanya menoleh dan sesekali menatap suaminya yang sibuk dengan jalan.

” Dia terus menghubungimu.” ucap Kibum sambil menunjukan ponselnya.

” Matikan saja ponselnya.” ucapnya tanpa melihat ke arah kakaknya.

” Bukan kemana kita pergi dia akan menemukan kita.” Heachul mulai angkat bicara.

” Aku tahu. Jadi biarkan saja dia mencariku… itu pun bila dia masih berniat.”

” Kyu…”

” Aku ingin tidur. Bagunkan aku bila kita sudah sampai.”

Kibum hanya mengangkat bahunya menatap ibunya. Kyu pun memejamkan mata walau sebenarnya dia tak mengkantuk sama sekali. Dia hanya ingin menghindari perdebatan dengan ibunya.
.
.
.
.
.

Kibum memapang adiknya sampai ke dalam kamar sedangkan kedua orang tuanya membawakan barang-barang milik anaknya.

” Villa ini memang tak pernah di tempati tapi disini ada penjaga yang selalu membersihkan satu minggu sekali. temanku bilang kita boleh tingga selama yang kita inginkan.” Kibum menjelaskan sambil mengatur selimut adiknya.

” Sampai kita akan berangkat ke Kanada.” sahut Kyuhyun.

Kibum pun mengangguk dengan sebilas senyuman, “Kau lapar? Aku akan tanya Ahjumma dimana ada pasar?’ Kyu mengelengkan kepala, ” Istirahatlah!! Waktu makan malam aku akan membangunkanmu.” mereka bertiga pun meninggalkan Kyuhyun sendiri. Pria manis itu tak langsung memejamkan mata. Dia membuka selimutnya dan menatap perut datarnya. Dia kembali menangis namun tanpa suara.
.
.
“Kau nyakin akan membawanya?” pertanyaan Hangeng menghentikan langkah kaki Kibum dan istrinya.

” Dia yang meminta appa. Lagi pula disana aku akan tinggal dengan temanku. Setelah menerima gaji aku akan menyewa tempat. Appa…”

” Aku hanya khawatir pada kalian.” Hangeng berjalan menuruni tangga dengan cepat.

” Sayang…kau nyakin akan bekerja disana? Bukan butikmu sedang maju pesat.” tanya Heachul sambil membelai rambut panjang putrinya.

” Aku ingin membantu keuangan keluarga. Disana aku akan di gaji besar. Umma…untuk apa aku sekolah tinggi bila harus berakhir menjadi perancang. Aku akan baik-baik saja. Begitu pula Kyuhyun… dia pria yang kuat.” Heachul memeluk putrinya dan menepuk pundaknya. ” Aku akan membayar semua utang keluarga kita.” gumam Kibum dan Heachul hanya mengangguk.
.
.
.
.

” Nunna…”

” Hmm…” Kibum menatap adiknya.

” Ada suara mobil datang?” Kibum pun menaruh ponselnya dan berusaha melihat ke luar jendela. ” Apa appa dan umma kembali? Bukan mereka sudah sampai di bandara?’ Tiba-tiba saja Hangeng mendapat telpon dari perusahaan di China dan Nyonya Cho menemaninya.

” Kau tunggu dulu di sini. Jangan keluar!!” Kibum pun segera keluar kamar dan turun ke bawah. Dia melangkahkan kaki dengan cepat ketika suara ketukan pintu terdengar seperti dobrakan. ” Kau berniat menghancurkan pintu ini?” sentak Kibum ketika pertama kali membuka daun pintu.

” Dimana istriku?” Siwon sontak masuk ke dalam tanpa permisi.

Kibum menghadang jalan Siwon, ” Untuk apa kau mencarinya?” tanya Kibum.

” Dimana dia? kenapa kalian begitu gegabah. Kau tahu sendiri bila kondisinya tak stabil. Dimana dia? Kyu..Kyunie sayang…” teriak Siwon.

” Dia tak akan keluar. Dia tak ingin bertemu denganmu lagi.” Siwon menatap kakak iparnya dengan wajah bertanya, ” Dia membencimu…”

” Biarkan aku menemui dia dulu…” Siwon kembali akan berjalan namun Kibum menghandang jalannya lagi.

” Untuk apa? menyakiti dia lagi? Apa tak cukup parah kau dan keluargamu melukainya.”

” Apa yang kau bicarakan?”

” Sheesh!” Kibum melipat tangan di dada, ” Apa tak cukup kau merencana pembunuhan pada calon keponakanku?”

” Kau bicara apa aku tak paham! Menyingkir…” namun Kibum tetap menghalangi langkah Siwon, ” Nunna ku mohon… biarkan aku bertemu dengan dia… biar aku bicara dengan dia. Dia masih istriku.”

” Pergilah!! Jangan ganggu keluarga kami lagi. Apa tak cukup dengan kami melepas Jiwon. Kami akan membayar lunas semua hutang keluarga kami tapi lepaskan Kyunnie… lepaskan dia. Bila semua penghinaaan ini akan menghujaninya, sejak dulu aku akan menetang hubungan kalian…aku terlalu polos dan bodoh membiarkan adikku terlihat begitu hina di depan publik. Jadi aku mohon lepaskan dia!! Ku mohon…keluarga kami tak akan lepas tanggung jawab… tapi lepaskan Kyuhyun. Dia sudah cukup menderita.”

” Kenapa aku harus melepaskan dia? Penghinaan apa? Aku akan melindungi dia. Aku tak akan melepaskan dia. Kau tahu sendiri bagaimana aku mencintainya…”

Kibum tertawa, ” kau mencintainya? Lalu apa yang kau lakukan di hotel bersama wanita itu? kau tak mengangkat telponya sama sekali ketika Kyuhyun kesakitan. Dia pria bodoh.. kenapa tak menghungiku saja atau keluarganya. Kenapa dia harus menunggu pria bejat sepertimu. Dan…dan begitu manisnya adikmu merencanakan pembunuhannya. Dia dengan santainya menaruh obat penggugur kandungan. Ya Tuhan…ADIKKU HAMPIR MATI…da kau masih mengkatakan kau melindungi?”

“Mwo? ” Siwon sedkit lingluh mendengar penjelesan kakak iparnya, ” Nunna…aku kesana hanya untuk mengambil dokumen bukan…”

” Terserah! Pergilah! Aku tak mau mendengar penjelasanmu. Jadi pergilah!!” usir Kibum dengan mendorong Siwon namun pria berlesung pipi itu tak terima tetap menerjang wanita itu dan Kibum pun terjatuh di lantai. Siwon terkejut, dia tak berniat kasar pada kakak iparnya.

” Nunna…” teriak Kyuhyun sambil berlari menuruni tangga. Siwon langsung mengulurkan tanganya tapi Kibum menampiknya dengan kasar. Sungguh Siwon tak sengaja berbuat kasar pada kakak iparnya.

” Apa yang kau lakukan? ” bentak Kyuhyun ” Kau tak apa nunna?” Kyuhyun jongkok.

” Sudah aku bilang jangan keluar.” sentak Kibum.

Kyuhyun sontak berdiri lalu menarik tangan Siwon menjauhi kakaknya, ” Kau ingin kemana?” Siwon menahan Kyuhyun dan menariknya untuk menatapnya.

” Bukan kau ingin bicara. Kita bicara di luar.”

” Di luar dingin. Kita bicara di dalam saja. Dimana kamarmu?”

” Kau tak punya hak untuk mengaturku. Kita bicara atau kau pergi dengan tanpa bicara.”

Final. Siwon terdiam dan mengangguk, ” Kenakan jasku.” Kyu tak menjawab namun dia diam ketika Siwon menaruh jasnya di punggungnya. Dia kembali berjalan meninggalkan Siwon yang lagi-lagi menghela nafas. Kyu membuka pintu dengan kasar dan membiarkannya terbuka. Siwon masih membuntutinya. “Bicara disini saja.” Kyu menghentikan langkahnya di anak tangga nomer tiga dari atas.

Kyu menggepalkan erat dua tangannya. Dia sedikit gugup. ” Bisa kita akhiri ini…”

” Apa?” Siwon meraih pundak Kyu dan menatap istrinya dengan penuh tanya, ” Apa?” ulangnya lagi. Kyu hanya diam dan gugup. ” Kyu…”

Kyu mengigit bibirnya, ” Bisa kita hentikan. Aku lelah. Aku membenci kondisi ini. Ini tak akan mungkin berakhir dengan mudah. Kau tahu…aku bagai itik buruk rupa yang di nikahi pangeran tampan. Demi Tuhan… ini tak seperti yang ku bayangkan…Mereka semakin hari semakin menyakiti keluargaku…” Kyu menatap Siwon dengan tajam. ” Kita tak akan mampu melaluinya…kita tak akan sanggup…aku benar-benar lelah sekarang. Mungkin Tuhan berkata lain tentang kita…”

Siwon mencengkeram kedua pundak Kyuhyun dengan kuat, “Sudah ku bilang jangan di dengarkan… kau cukup melihat ku…”

” Bagaimana aku hanya melihatmu bila mereka-mereka mulai menyakiti keluargaku…bahkan membunuh…aku tak tahu lagi…bila kita terus bersama…bukan anakku saja..mungkin seluruh keluargaku…”

” Kau bicara apa?”

” Jiwon…” Siwon terdiam, ” Aku berjanji akan melunasi hutang keluargaku bila kau takut ketika kita berpisah dan aku juga akan segera mengurus semuanya..iya semua… kau hanya tinggal menunggu hasilnya.” Siwon masih terdiam membuat Kyu salah tingkah. ” Aku masuk dulu…” Kyu pun berjalan melintasi Siwon dengan menundukan kepala. Namun Siwon segera menahan pergelangan Kyuhyun dan menariknya dalam pelukannya. ” Siwon…” pria itu memeluknya dengan erat. Kyu berusaha mendorongnya, ” Siwon..lepaskan!” Kyu hanya memejamkan mata menikmati pelukan itu. Siwon mencium tekuk Kyuhyun berulang-ulang. ” Siwon..ku mohon lepaskan aku!” Kyu berusaha mendorong pria yang mendekapnya itu tapi dia pun lemah tak mampu menolaknya.

” Apa benar Jiwon pelakunya?” Kyu membulatkan mata ketika Siwon mengucapkan itu. Namun pria cantik itu memutuskan diam, ” Jawab!!” sentak Siwon.

” Siwon. Semua sudah tak penting lagi buatku. Aku akan melupakan semua.” Kyu sedikit memberontak melepaskan pelukan Siwon yang membuatnya lemah. bahkan kini dia ingin menangis.

” Aku akan membunuhnya !!” Siwon sontak melepaskan pelukan Kyuhyun. Kyu hanya diam membeku menatap Siwon melakukan mobilnya dengan kencang. Dia masih berdiri disini walau bayangan Siwon sudah menghilang.

” Kyunnie…” panggil Kibum.

” Nunna…Wonnie tak akan benar-benar membunuhnya…” Kyu mengucapkan dengan pandangan kosong. Kibum hanya menatap adiknya.
.
.
.
.
.
.
Siwon membuka pintu utama dengan begitu keras membuat seisi rumah mendengar kedatanganya. Pria itu berjalan dengan cepat melewati anak tangga menunju kamar adiknya. Pikiranya kalut. Dia mendobrak pintu adiknya dan melempar selimut tebal itu kelantai. Jiwon ketakutan melihat mata merah kakaknya menatap sinis ke arahnya.

” Oppa…” dengan kasar dan sinis Siwon menarik rambut panjang adiknya lalu menyeretnya ke bawah. Jiwon berteriak kesakitan namun Siwon tetap menariknya, ” Oppa mianhae…” tangisan adiknya tak lagi dia dengar.

Sungmin dan Kangin buru-buru keluar kamar ketika mendengar jeritan anaknya. Bahkan pembantu. ” Siwon…” sentak Kangin ketika melihat putranya menarik rambut adiknya samapi ke tepi tangga. Jiwon terlihat kesakitan dan memohon ampun. ” Apa kau sudah gila? Itu adikmu…” sentak ayahnya lagi namun Siwon masih setia menggema rambut adiknya.

” Aku akan membunuhnya.” ucapnya dingin sambil menatap adiknya.

” Oppa..mianhae…” Jiwon melipat kedua tangannya memohon ampun. ” Oppa aku benar-benar tidak sengaja. Dia menjebakku…” rengeknya namun Siwon masih nenatap sinis.

” Siwon sebenarnya ada apa?’ tanya sungmin.

” Tanyakan pada putri tercintamu. Dia akan merasakannya juga…” teriak Siwon.

” Jiwonnie sebenarnya ada apa?” Sungmin bertanya sambil berjalan mendekati kedua anaknya.

” Umma mianhae…Jeongmal mianhae. Aku tak tahu bila itu adalah obat pengugur kandungan…Umma…” Jiwon menangis menatap memohon kepada ibunya. Sungmin hanya tercengo. Siwon kembali menarik rambutnya. Pria itu seperti kerasukan setan. Jiwon pun meronta-ronta memohon ampun namun pria itu masih terus menamparnya.

” Siwon hentikan..” Kangin berusaha memisahkan kedua anaknya sedangkan Sungmin masih terdiam.

“PLAAAKKSS!!”

Siwon melepaskan adiknya dan dia duduk meringkuk di lantai dengan deraian air mata. Kangin berusaha menolong putrinya dan menjauhkan dari jangkauan Siwon. Pelayan pun berlarian mencari obat dan air hangat untuk nona mudanya. Kangin kembali menghampiri anak dan istrinya namun… Sungmin sudah terkapar di lantai sedangkan Siwon sudah berlari keluar rumah. Kangin hanya mengusap wajahnya dengan kasar dan mengangkat istrinya masuk ke kamar.
.
.
.
.

Setiap hari Siwon datang mengkunjunginya namun selama satu minggu ini Kyu tetap tak mau menemuinya. Segala cara Siwon lakukan namun Kyuhyun tetap tak pernah keluar. Selama itu Kyu juga tak bisa tidur dengan baik. Pikiranya melayang kemana-mana.

” Apa kau tidur dengan baik?’ ucapan Kibum membuat Kyuhyun terbangun dari laumanannya. Dia hanya mengangguk dengan senyuman tipis, ” Berapa tahun kita menjadi kakak adik?’ kibum duduk di tepi ranjang adiknya.

” Huh?”

” Kau masih memikirkannya?” Kyuhyun hanya terdiam, “Kyuhyun…”

” Huh?”

” Mungkin ini akan terasa sulit, tapi akhirnya akan menjadi lebih baik. Jadilah kuat. Arrachi?”

” Pasti.’ Kyuhyun mengangguk. Walau dalam hatinya dia tak nyakin akan baik-baik saja.
.
.
.
.
.
Siwon terlihat kacau dengan botol-botol minuman berakohol itu. Hidupnya kacau balau. Makan tak teratur, semakin gila kerja. Setiap selesai mabuk dia akan mengketuk rumah Kyuhyun sambil berteriak-teriak memanggil namanya. Bila lelah dia akan kembali ke mobil dan dua pengawal pribadinya akan menghantarkan kembali ke kota setelah dia jatuh pingsan.

” Siwon…” Donghae menepuk pundak Siwon yang tertidur di meja bar. ” Sampai kapan kau seperti ini?’ Siwon tak menjawab hanya berusaha berdiri dari tempat duduknya walau sempoyongan, ” Siwon…”

” Lepaskan!!!” sentak Siwon dengan menampik bantuan Donghae.

” Untuk apa kau menghabiskan semua minuman ini. Bukan berusaha untuk mengejarnya lagi.”

” Dia sudah membenciku.”

“Apa kau akan membiarkan semua berakhir begitu saja? Kau harusnya pergi ke Kyuhyun dan berusaha mendapatkan maaf walau harus berlutut sekali pun.”

” Aku sudah berusaha memohon…tapi kau lihat apa yang terjadi? bahkan ekspresi wajahnya terlihat begitu dingin.”

” Jadi, kau mau menyerah begitu saja?’

‘ Aku tidak tahu.”

” Why? Why don’t you want to?’

“You’re asking why?” Siwon menatap teman baiknya, ” Karena aku mencintainya.” Donghae terdiam menatapnya, ” Karena aku, dia begitu banyak mengalami sakit. Tapi sekarang, mungkin dia bisa tersenyum bila tak bersamaaku.”

” Itu seperti alasan karena terlalu lemah untuk merenggut hatinya kembali. Kau berpura-pura menerima dan menangisi kepedihanmu dengan alkohol itu adalah kata lain dari pengecut.”

” Ku mohon berhenti, Lee Donghae.”

” Lalu kapan kau akan berhenti membuat dirimu begitu menyedihkan?” Siwon menengguk minumanya lalu berdiri meninggalkan teman baiknya. Pria bermarga Lee itu hanya mampu menatap kepergian teman baiknya itu. Di temani kedua pengawal yang sengaja di sewa ayahnya Siwon sampai di apatermentnya dengan selamat. Tiba di depan pintu perutnya terasa mual dan ingin mutah. Pria berlesung pipi itu berlari menuju kamar mandi tanpa melepas alas kakinya. Tubuhnya lemas dan tak bertenaga. Siwon kembali memutahkan isi perutnya walau hanya berisi air. Kepalanya terasa pusing dan berkunang-kunang, dengan tenaga yang tersiasa dia berusaha merangkak menuju ranjangnya.

” Kyu..Kyunnie…” dia terus merancau hingga dia benar-benar tertidur.
.
.
.
.
” Kau nyakin?” Kyu mengangguk dengan cepat, ” Apa tak sebaiknya kita buat lagi saja.”

” Itu akan memakan waktu. lagi pula ini sudah masuk jam kerja. Aku nyakin dia di kantor.”

” Apa tak perlu aku temani?” Kyu mengelengkan kepala lalu segera turun dari mobil dan berjalan menuju gedung yang pernah menjadi tempat tinggalnya.

Kaki Kyu sedikit bergetar ketika mendekati tempat yang sudah menjadi bagian hidupnya.Dia berlahan menekan kode apatermen dengan hati-hati takut bila Siwon mengantinya. Pintu terbuka dan berlahan pria manis itu berjalan masuk. Matanya menyusuri tempat itu, terlihat kotor dan berantakan. Dia mulai kembali berjalan menatap dapur yang tak terlihat seperti rumah. Banyak bungkus mie dan kaleng bir. Demi Tuhan dia ingin menangis. Karna tak kuat dia berjalan mendekati kamarnya.

DEG!

Bayangan itu!! Ketika dia menjerit sakit terlintas di ingatannya. Kyu mengelengkan kepala dan segera membuka lemari mengambil beberapa baju dan paspor tentunya.

“CEKLEEKK!!”

Pintu kamar mandi terbuka membuat Kyu sedkit terkejut. Siwon terdiam sesaat dan melupaan mual di perutnya. Dia berusaha tersenyum melihat orang yang paling dia rindukan ada didepanya. Dunia terasa kembali berputar.

” Kau kembali…” Siwon berjalan sempoyonga ketika mendekati istrinya. Kyu terasa tak bisa bergerak. Terdiam sampai Siwon sempurna memeluknya. ” Aku tahu kau akan kembali…” terlepas dari rasa terkejutnya Kyu mendorong Siwon hingga tersungkur di lantai.

” Mianhae…aku lancang masuk ke rumahmu…aku akan pergi sekarang…”

” Kyu…” Kyu menghentikan langkahnya. Siwon berusaha berdiri, ” Aku tahu. Bila kealahan keluargaku tidak bisa di ampuni. Tapi tak bisakah kau memaafkanku.” lirih dan begitu lemah.

” Ani. Aku tidak mau memaafkanmu.” Siwon terdiam ketika Kyu berbalik dan menatapnya, ” Aku tidak bisa memaafkanmu.” tegasnya.

” Aku mencoba untuk mengalihan perasaank pada sesuatu hal yang lain. Namun semakin aku berusaha melupankanmu hatiku semakin sakit dan terluka. Apa aku begitu menyedihkan?” Kyu ingin menangis namun dia berusaha tak menatap Siwon. ” Kau tahu…Hari ini, aku sudah merencanakan liburan yang menyenangkan. Untuk kita berdua. tapi…” Kyu mengigit bibirnya. Dia begitu ingat hari ini adalah ulang tahun suaminya. Karna itu dia kemari.

” Mianhae…ini yang terbaik.”

” Apakah kau bodoh? Bagaimana mungkin ini adalah yang terbaik.” Siwon tertawa, ” Setelah apa yang kita lalui bersama, kau bilang berpisah adalah jalan terbaik. Aku selalu berusaha untuk berada di bawahmu. Meski itu terlihat bodoh dan konyol. Jika itu bisa membuat kau tetap disisiku aku akan tetap melakukannya.”

” Jeongmal mianhae.”Kyu menundukan wajahnya, ” Siwon aku harus pergi sekarang. Nunna menungguku di bawah.”

” Apa berbagi nafas denganku begitu menyesakkan?” Siwon beteriak.

” Bukan…tapi…tapi aku harus segera pergi…Aku harus menyiapkan keperluanku…” Kyu berusaha menjelaskan.

Siwon mulai merasakan mual yang begitu hebat. Rasa sakitnya…begitu menyiksa. ” Pergilah!!”

Kyu mengigit bibirnya lalu berjalan selangkah mendekati suaminya lalu mengecup bibir joker itu cukup lama. ” Selamat Ulang tahun…” Kyu pun mengucapkan dengan memejamkan mata dan tak dasar bila Siwon sudah terjatuh pingsan. ” Wonnie…”

“Drrrtt!!! Drrttt!!!”

Ponsel Kyuhyun terus berdering menambah kepanikannya. Dia pun segera mengakat telponya.
.
.
.

” Nunna…Wonnie…” Kyuhyun sudah menangis tersedu-sedu ketika Siwon sudah masuk dalam UGD. ” Ottokhae…??”

” Sebentar lagi keluarganya akan datang, lalu kita pergi.”

‘ Nunna…”

‘” Wae?”

” Biarkan aku disini?’

” Mworago? Mi cheo sseo?”

” Aniyo. Biarkan aku menemaninya.”

” Tapi… tidak. Kita akan pergi ke Kanada sekarang juga.” paksa Kibum sambil menarik Kyuhyun menjauh dari UGD.

” Nunna…ku mohon…”

” Tidak…” Kibum tetap menarik adiknya. Kyuhyun hanya menangis tersendu-sedu.

TBC

Huwwaaa…panjang dan pastinya membosankan…
begitu lama baru bisa post sekarang dan semoga masih ada yang mengharapkan kehadirannya…
tingggalkan kesan kalian…jangan lupa komentar…
mianhae…Jeongmal mianhae… bila ada yang tak suka sama jalan ceritaku yang pasaran dan di ulang-ulang…
heheheh saya pun sedang belajar. Mian bila mengkecewaakan…

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

51 thoughts on “Tentang Kamu – part 21

  1. Kok jdi tambah rumit bgni, knp baby kyu harus berpisah dgn siwonie…..
    Baby kyu maafkan siwonie dan kembalilah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s