Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Romance, Series, WonKyu Story

All For You – Chapter 8

12243186_1674668562772702_6870064419319079047_n

All For You – Chapter 8

By. ssiihee

Siwon & Kyuhyun

Romance,  family, smooth, fluff & drama

BL, DLDR, OOC, AU, NC17

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang! (==)

..::..::..

AFY

ssiihee©2016

Totally Reserved

..::..::..

Pagi ini udara terasa lebih dingin dari biasanya. Wajar saja musim gugur perlahan mulai pergi dan berganti dengan musim dingin. Udara hangat menguap berganti dengan hembusan angin yang mulai sanggup membuat tubuh menggigil. Orang-orang dengan pakaian tebal mulai berlalu lalang mengantisipasi diri dari cuaca yang mulai tidak bersahabat.

Namun bagi Siwon semua itu tidak sebanding dengan keadaannya saat ini. Pria tampan itu tidak memperdulikan hembusan angin yang menusuk kulitnya saat ia keluar dari rumahnya hanya dengan coat hitam dengan kaos tipis berwarna putih yang melapisi tubuhnya.

Sejak dirinya membuka mata yang seingatnya baru terpejam menjelang pagi, Siwon tidak sempat memikirkan untuk membuat dirinya tetap hangat. Siwon hanya memikirkan bahwa ia harus segera ke rumah sakit dan menemui Kyuhyun. Walau Siwon masih tidak tahu bagaimana dirinya bisa menghadap Kyuhyun nanti. Namun setidaknya Siwon harus berada dekat dengan Kyuhyun.

Saat tiba di rumah sakit Siwon seperti melihat Seungmi berdiri di depan receptionist. Namun Siwon sedang tidak ingin menemui siapapun selain Kyuhyun. Lagipula dirinya memang tidak terlalu menyukai gadis itu sehingga ia berlalu tanpa menghiraukannya.

Saat sampai di kamar Kyuhyun, Siwon mendapati bahwa pemuda itu masih terlelap. Wajar saja ini masih sangat pagi. Bahkan sesungguhnya sekarang belum waktunya jam besuk namun siapa yang berani melawan Choi Siwon saat ayahnya adalah pemegang saham terbesar di rumah sakit ini.

Siwon menarik kursi perlahan dan duduk di sisi ranjang Kyuhyun. Kemudian Siwon meraih tangan kanan Kyuhyun dan mengusapnya lembut lalu membawanya ke bibirnya. Siwon mengecup setiap ruas jari Kyuhyun kemudian menatap intens pemuda yang wajahnya pucat itu.

Siwon memejamkan matanya sesaat melihat bibir Kyuhyun yang pucat. Padahal kemarin bibir itu masih tersenyum bahagia. Semburat pink masih menghiasi pipi chubby Kyuhyun. Namun saat ini Kyuhyun justru terkulai lemas di ranjang rumah sakit. Sungguh bukan hadiah yang menyenangkan atas pesta pernikahannya.

Siwon bangun dan mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun. Mengusap perlahan pipi kanan Kyuhyun sebelum mengecup dahi pemuda itu perlahan.

“Mianhae.” Bisiknya lirih.

Kemudian Siwon beridiri dan menarik selimut Kyuhyun agar pemuda itu tetap hangat meskipun kamarnya di lengkapi dengan penghangat ruangan. Sebelum keluar Siwon sempat menatap Kyuhyun lama. Berharap pemuda itu segera membuka matanya. Namun mengingat bahwa Siwon tidak tahu apa yang akan ia katakan jika Kyuhyun sadar maka Siwon segera beranjak meninggalkan kamar Kyuhyun. Siwon terlalu takut bertatap muka dengan Kyuhyun jadi dirinya akan menunggu di luar.

..::WonKyu::..

“Ada yang bisa kami bantu nona?”

Seungmi menghirup nafas pelan dan mendekatkan dirinya pada meja receptionist. Ia tahu bahwa ini masih pagi dan jam besuk mungkin belum di buka. Namun Seungmi tidak bisa menahan dirinya untuk datang dan mengetahui lebih lanjut bagaimana keadaan Kyuhyun.

“Apa aku bisa tahu di mana pasien bernama Cho Kyuhyun di rawat? Aku ingin mejengungknya.”

“Jam besuk belum di mulai jadi anda harus menunggu terlebih dahulu. Sebentar saya akan mengeceknya.”

Seungmi tersenyum dan mengangguk. Ia memperhatikan sekeliling rumah sakit yang sangat besar itu kemudian kembali menatap wanita dengan pakaian berwarna baby blue itu.

“Maaf nona tapi tidak ada pasien yang bernama Cho Kyuhyun dalam data kami.” Ucap wanita bernametag Park Yumi itu.

“Benarkah? Ah kalau Choi Kyuhyun?” Tanya Seungmi lagi. Ia melupakan fakta bahwa Kyuhyun kemungkinan tidak menggunakan marganya lagi untuk urusan dokumen.

“Choi Kyuhyun?” Wanita itu menatap Seungmi kemudian tersenyum pelan. “Kalau boleh tahu apa hubungan anda dengan Choi Kyuhyun dan bisa sebutkan nama anda?”

Mulut Seungmi membentuk hurur O tanda ia terkejut dengan pertanyaan wanita di depannya.

“Aku temannya. Han Seungmi atau Samantha.” Jawabnya pelan.

Wanita didepannya kemudian seperti mengecek sesuatu di dalam komputernya. Kemudian ia kembali menatap Seungmi.

“Mohon maaf Seungmi-ssi. Nama anda tidak ada dalam daftar nama kunjungan untuk tuan Choi Kyuhyun.”

Mwo?!” Seungmi terlihat terkejut dengan situasi yang saat ini terjadi. “Maksud anda aku tidak bisa menjenguk Kyuhyun? Bagaimana bisa?”

“Seperti itulah prosedurnya. Kami menerima perintah untuk tidak sembarangan menerima kunjungan untuk tuan Choi Kyuhyun atau memberi informasi apapun tentangnya. Jadi mohon anda mengerti.”

Seungmi tidak bisa berkata-kata. Ia menghembuskan nafas kekesalannya kencang. Kemudian berjalan menjauhi receptionist itu sebelum ia melakukan hal yang akan membuat situasi menjadi kacau.

..::WonKyu::..

Kyuhyun tersenyum menatap ibu mertuanya saat wanita itu membantunya untuk kembali berbaring. Nyonya Choi kemudian menaikan ranjang Kyuhyun agar posisinya nyaman. Ia baru saja membantu Kyuhyun untuk makan dan meminum obatnya.

“Siwon hyung masih belum datang.” Gumannya lirih. Gurat sedih terlihat jelas di wajah Kyuhyun.

Nyonya Choi menghela nafas dan mengusap pipi Kyuhyun pelan. “Tenang saja umma akan berbicara padanya.” Kyuhyun mengangguk. “Kau tau bukan Siwon belum menemuimu bukan karena dia tidak senang kau sudah sadar.” Lanjut nyonya Choi.

Ne umma. Aku terkadang tidak mengerti dengan jalan pikiran Siwon hyung.”

Nyonya Choi tertawa kecil. “Itu karena dia terlalu mencintaimu. Sudah istirahatlah. Umma akan membujuk Siwon.”

Setelah mengatakan hal itu nyonya Choi meninggalkan kamar Kyuhyun untuk menemui Siwon namun ternyata putranya tidak ada di luar. Sejak Kyuhyun sadar Siwon tidak pergi kemanapun. Putranya hanya duduk di ruang tunggu.

Nyonya Choi baru saja akan menghubungi putranya saat tiba-tiba saja suaminya menelpon.

Yeobo. Kau bersama Siwon?” Nyonya Choi berjalan ke ujung lorong dan berdiri di pinggir sebuah jendela besar.

Ne. Dia bersamaku. Kami ada sedikit urusan. Bagaimana dengan Kyuhyun?”

“Dia baik-baik saja. Hanya perlu istirahat karena tubuhnya masih lemah.”

“Syukurlah. Kau jagalah Kyuhyun dengan baik. Aku akan berbicara dengan Siwon agar menemui Kyuhyun.”

Nyonya Choi mengangguk kecil namun mengingat suaminya tidak dapat melihatnya ia kembali berbicara.

“Baiklah. Lalu bagaimana perkembangan kasus ini? Siapapun itu kau harus menghukumnya yeobo. Beraninya dia menyakiti putraku.” Suara nyonya Choi terdengar sangat geram. Sampai saat ini saja dirinya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi kemarin.

“Tentu saja. Kita biacarakan setelah keadaan Kyuhyun membaik. Untuk saat ini biar aku yang mengurus semuanya.”

Ne. Aku merasa bersalah karena tidak bisa menjaga mereka dengan baik. Aku…”

“Ssstt..” Suara tuan Choi menghentikan ucapan wanita yang terlihat sangat sedih itu. “Ini bukan salahmu dan kau sudah melakukannya dengan baik. Berhenti menyalahkan dirimu juga. Anak-anak tidak akan suka. Kau harus kuat sayang.”

Nyonya Choi menghirup nafas dan menghembuskannya pelan untuk menenangkan dirinya. “Ne. Terima kasih yeobo. Aku mencintaimu.”

Terdengar suara tawa kecil dari tuan Choi. “Ne. Aku juga mencintaimu. Ku hubungi lagi nanti. Annyeong.”

Annyeong.” Nyonya Choi memasukan ponsel ke dalam tasnya saat suaminya sudah memutus sambungan telpon mereka.

Nyonya Choi kemudian kembali ke kamar Kyuhyun untuk melihat apa yang sedang menantunya lakukan. Ternyata Kyuhyun kembali tertidur setelah meminum obat. Terlihat seorang suster sedang memeriksa infus kemudian membereskan kamar Kyuhyun.

Suster itu tersenyum saat tatapannya bertemu dengan nyonya Choi. Kemudian tanpa banyak bicara ia keluar membawa sisa dari makanan Kyuhyun. Kemudian nyonya Choi mendudukan dirinya di sofa dan mengambil sebuah majalah. Ia akan menjaga Kyuhyun sampai Siwon datang dan menemui Kyuhyun.

.

.

.

“Apa yang kau inginkan?”

Jinra bertanya langsung saat duduk di hadapan Seungmi yang tiba-tiba saja menghubunginya dan meminta untuk bertemu dengannya. Jinra sudah menolak namun Seungmi bukanlah gadis yang mudah ditangani. Jadi tanpa basa basi ia langsung bertanya mengenai apa yang diinginkan gadis licik tersebut.

Seungmi tertawa pelan dan mengibaskan rambut panjangnya ke samping. “Santai saja. Kau tidak ingin minum dulu?”

Jinra mendengus kasar dan menyandarkan tubuhnya. Lalu melipat kedua tangannya di dada tanda ia menunggu Seungmi untuk berbicara. Seungmi memutar mata bosan kemudian meminum kopinya pelan.

“Baiklah karena kau sepertinya terlihat buru-buru aku langsung saja. Kau tahu bagaimana keadaan Kyuhyun?”

Jinra tertawa pelan. “Waeyo? Kau menyesal ulah mu salah sasaran?”

Mwo? Apa maksudmu.”

Lagi Jinra mendengus kasar melihat tingkah gadis licik di hadapannya. “Jangan pura-pura bodoh. Aku tahu kau yang melakukannya. Aku mungkin tidak punya bukti untuk menuduhmu. Tapi percayalah Seungmi-ssi kau salah mencari musuh. Kau pikir keluarga Choi tidak akan menemukanmu? Saat itu tiba aku akan mengatakan semuanya.”

Seungmi menggeram kesal karena memang ucapan Jinra benar adanya. Hanya saja saat ini bukan itu yang ingin ia dengar.

“Terserah dengan apa yang kau ucapkan. Saat ini aku hanya ingin tahu bagaimana keadaan Kyuhyun.”

Jinra kembali tertawa. “Bagaimana bisa aku tahu Seungmi-ssi?.

“Kau sekretarisnya Siwon. Kau pasti mendengarnya dari pria itu.”

“Kalaupun aku tahu aku tidak akan memberitahumu. Lagipula bukannya kau pintar menggunakan cara licik. Mengapa tidak kau gunakan otak pintarmu itu Seungmi-ssi.”

“Kau…”

“Atau kau sebenarnya takut menghadapi kenyataan bahwa keluarga Choi jauh dari apa yang kau pikirkan S.E.U.N.G.M.I.-SSI.” Jinra menatap Seungmi dengan tatapan merendahkan dan mengejek, membuat mata gadis itu melotot kesal.

“Dengar, aku tidak takut apapun. Kau lihat saja saat dimana aku menghancurkan Choi Siwon dan merebut Kyuhyun kembali.”  Ucap Seungmi dengan nada penuh keyakinan.

Jinra menatap Seungmi dalam. Gadis di depannya benar-benar gila. “Silahkan lakukan apapun yang ingin kau lakukan. Namun pastikan kau tidak salah orang Seungmi-ssi. Kau baru saja menyakiti orang yang kau bilang sangat kau cintai. Jangan sampai kau menyesal nantinya.”

Jinra berdiri dan berbalik namun sebelum melangkah ia kembali menatap Seungmi. “Dan satu lagi. Menyakiti Siwon tidak akan membuat Kyuhyun menjadi milikmu. Saat kau menghancurkan orang yang Kyuhyun cintai maka dia juga akan hancur. Jadi pikirkan apa kau benar-benar mencintai Kyuhyun atau kau hanya terobsesi padanya.”

Tentu saja Jinra tau kata-katnya yang terakhirlah yang benar-benar menggambarkan gadis ular di depannya. Seperti yang Jinra katakan pada gadis itu. Bahwa Jinra tidak akan diam saja. Seungmi telah benar-benar membuatnya kesal. Jadi akan Jinra pastikan bahwa gadis itu akan menerima hukumannya.

.

.

.

Kyuhyun tertawa mendengar celotehan Heerin mengenai masa lalu mereka. Gadis itu datang saat Kyuhyun selesai menikmati makan malamnya. Sebelumnya Donghae juga sudah datang menjenguknya. Pria itu bahkan tidak henti bertanya apa dirinya baik-baik saja. Sementara itu Siwon sama sekali belum terlihat. Pria menyebalkan itu benar-benar membuatnya kesal.

Heerin menyadari perubahan wajah Kyuhyun yang menjadi sendu. Pemuda itu memang tertawa dengan segala ucapannya namun Heerin menyadari bahwa matanya tidak benar-benar bahagia.

“Tenang saja. Aku yakin Siwon akan segera menemuimu. Berikan dia sedikit waktu.” Ucap Heerin saat ia mendudukan dirinya di tepi ranjang Kyuhyun.

Kyuhyun hanya mengangguk dan menggenggam tangan Heerin saat gadis itu meraih tangannya.

“Kau tahu Siwon sangat mencintaimu. Jadi dia tidak akan mungkin tidak menemuimu. Seperti yang kukatakan. Siwon butuh waktu untuk menghilangkan perasaan bersalahnya.”

“Aku tahu. Terima kasih Rin-ah.” Kyuhyun menarik tubuh Heerin dan memeluknya. Betapa ia merindukan pelukan dari sahabatnya itu.

Heerin selalu menjadi tempat Kyuhyun bercerita. Gadis itu selalu mendengarkannya dengan baik kemudian memberikan masukan-masukan yang bermanfaat bagi Kyuhyun. Gadis itu juga yang dengan setia mendengarkan keluh kesahnya saat Senior High School. Terutama masalah hubungannya dengan Siwon. Jadi kehadiran Heerin benar-benar menbantunya.

“Kau tahu Kyuhyun-ah. Aku akan selalu ada untukmu. Hanya kau sahabat terbaikku dan aku tidak menyesal bertemu denganmu walaupun harus mengalami hal sulit. Jadi jangan ragu untuk menemuiku dan mengatakan apa yang kau rasakan. Aku akan mendengarkannya dengan baik.”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya. “Aku tahu. Kau memang yang terbaik. Aku menyayangimu.”

Ne. Sudah malam aku harus pulang.” Heerin melihat jam si pergelangan tangannya. “Tenang saja aku akan mengunjungimu lagi. Jadi sebaiknya sekarang kau istirahat.”

Kyuhyun mengangguk lalu sekali lagi memeluk Heerin. “Ne. Hati-hati. Kabari aku jika kau sudah sampai.”

Heerin tersenyum kemudian meninggalkan kamar Kyuhyun. Setelah Heerin pergi Kyuhyun menguap perlahan. Kyuhyun mengantuk tapi dia tidak ingin tidur sebelum Siwon datang jadi Kyuhyun akan menunggu pria itu.

Sejam berlalu dan Siwon belum muncul juga dan tidak ada tanda-tanda pria itu akan datang. Karena bosan dan kantuknya hilang karena terlalu lama di tahan akhirnya Kyuhyun bangun dan berjalan ke kamar mandi. Sekembalinya Kyuhyun dari kamar mandi sayup Kyuhyun mendengar sesuatu dari luar kamarnya. Perlahan Kyuhyun berjalan ke arah pintu dan membukanya sedikit hingga ia bisa melihat punggung ibunya dan Siwon yang terduduk dengan tangan menutup wajahnya.

..::WonKyu::..

“Kau tidak bisa seperti ini Siwon. Kyuhyun menunggumu. Sejak dia sadar kau yang dia tunggu. Percalah pada umma, ini bukan salahmu. Tidak ada satupun di sini yang menyalahkanmu atas semua yang terjadi. Begitu juga dengan Kyuhyun. Jangan menyiksa dirimu sendiri.”

Siwon mengusap wajahnya kasar. Ucapan ibunya memang benar. Ini bukan salahnya hanya saja dirinya merasa kecewa pada dirinya sendiri.

Umma tahu kau sangat ingin bertemu dengannya. Jadi umma mohon kau temui Kyuhyun. Umma tunggu sampai besok karena mungkin sekarang Kyuhyun sudah tertidur.” Nyonya Choi menghela nafas menatap putranya yang sedikit kacau. Lalu mendekatinya dan mengusap pundaknya perlahan.

“Sebelum tidur makanlah sesuatu, umma dengar dari appa mu kau tidak menghabiskan makan siang mu dengan benar. Dan umma yakin pagi tadi kau pun tidak memakan apapun. Umma tidak ingin kau sakit.”

Ne.” Siwon menjawab pelan walau ia tidak yakin dapat melaksanakan apa yang dikatakan ibunya.

Umma akan keluar sebentar tunggu disini sampai umma kembali jika kau masih tidak berniat menemui Kyuhyun.”

Siwon mengangkat wajah dan menatap ibunya dengan senyum kecil di bibirnya. Lalu ia mengangguk dan mengambil tangan ibunya lalu mengecupnya.

“Terima kasih umma.”

Nyonya Choi hanya tersenyum kemudian perlahan meninggalkan Siwon sendiri. Hingga punggung ibunya menghilang dari pandangannya barulah Siwon menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata. Tiba-tiba saja tubuhnya terasa sangat lelah namun matanya tidak merasa mengantuk sama sekali.

Posisi Siwon tidak berubah selama beberapa menit. Ia bahkan tidak menyadari ada langkah pelan seseorang yang mendekatinya. Siwon masih memejamkan matanya sampai ia merasakan tangan hangat seseorang yang menyentuh keningnya. Siwon tersenyum berpikir ibunya telah kembali. Namun betapa terkejutnya Siwon saat ia membuka mata wajah Kyuhyun lah yang ia lihat.

“Baby.” Siwon menegakan tubuhnya dan menatap wajah Kyuhyun intens. Siwon masih tidak percaya akhirnya dirinya dapat bertatap muka dengan wajah yang sangat ia rindukan.

“Tubuhmu hangat hyung sepertinya kau demam.” Kyuhyun berucap pelan dengan senyum kecil dibibirnya.

“Aku tidak apa-apa. Kau istirahatlah ini sudah malam. Ku antar kau ke kamarmu.” Siwon berdiri lalu menarik tangan Kyuhyun namun pemuda itu melepasnya.

“Baby a-aku…”

“Apa hanya itu yang ingin kau katakan?” Kyuhyun menatap Siwon dengan tatapan terluka. “Tidakkah kau ingin memeluku, menciumku atau apapun selain menyuruhku tidur dan membuat aku tidak bisa melihat wajahmu lebih lama?”

Siwon tidak tahan dan akhirnya menarik tubuh Kyuhyun ke dalam pelukannya. Tangan kanan Siwon melingkari punggung pemuda itu sementara tangan kirinya melingkari pinggang Kyuhyun mendekap erat tubuh yang Siwon rasa sedikit mengecil.

Kyuhyun mendekap erat tubuh Siwon dan mengubur wajahnya pada perpotongan leher Siwon. Menghirup aroma tubuh Siwon yang seketika membuatnya tenang.

Mianhae aku…”

“Berhenti. Jangan bicara apapun. Malam ini aku tidak akan melepaskanmu. Aku hanya ingin bersamamu. Aku tidak ingin mendengar alasan apapun mengapa kau tidak ingin menemuiku.” Kyuhyun mengeratkan pelukannya. “Aku merindukanmu.” Lanjutnya pelan.

Siwon tersenyum dan mengecup leher Kyuhyun pelan. Untuk beberapa saat mereka tetap dalam posisi yang sama hingga Siwon teringat bahwa Kyuhyun harus istirahat. Siwon melepaskan pelukan mereka lalu dengan cepat menggendong Kyuhyun.

“Kau harus istirahat.” Kyuhyun hanya tersenyum dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Siwon.

Siwon membaringkan tubuh Kyuhyun di ranjangnya kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh Kyuhyun. Namun Siwon melihat Kyuhyun menggeser tubuhnya ke pinggir kemudian menepuk sisi yang kosong di sebelahnya. Siwon menaikkan alis meskipun ia dengan pasti tahu maksud Kyuhyun.

“Bukankah sudah kukatakan aku tidak akan melepaskanmu malam ini. Naiklah atau kau mau melihatku terjaga sepanjang malam?”

Siwon tertawa pelan lalu menyusul Kyuhyun naik keranjang. Memiringkan tubuhnya menghadap Kyuhyun. Pemuda itu otomatis mendekatkan tubuhnya lalu memeluk Siwon. Membenamkan wajahnya pada dadang bidang dan hangat suaminya. Siwon menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua sebelum kemudian memeluk Kyuhyun erat.

“Nyaman sekali.” Guman Kyuhyun pelan membuat Siwon tersenyum. Ia mengusap punggung Kyuhyun pelan.

“Bukankah sudah kukatakan sebelumnya, tidak apa jika kau tidak ingin bersamaku lagi. Tapi setidaknya izinkan aku agar tetap bisa melihatmu walau kau tidak menganggapku ada.”

Siwon menarik nafas pelan untuk menemukan suaranya yang tiba-tiba saja menghilang. Ada sesuatu yang menampar hatinya mendengar Kyuhyun nengatakan hal seperti itu.

“Kau akan terluka jika seperti itu dan akan sangat menyakitkan untukku melihatmu terluka. Jadi aku tidak akan kemana-kemana mulai sekarang dan kau tidak akan bisa pergi kemanapun.” Siwon mengeratkan pelukannya dan mengecup puncak kepala Kyuhyun.

“Jangan bersikap seperti itu lagi. Apapun yang terjadi kita harus menghadapinya bersama. Jangan memikulnya sendiri karena aku akan merasa tidak berguna. Setidaknya aku bisa memelukmu kapanpun kau membutuhkannya.”

“Hem. Aku tahu. Tempat ternyamanku adalah berada dalam pelukanmu.” Siwon menghela nafas pelan. “Ja tidurlah sayang. Aku tidak ingin kondisimu menurun.”

“Aku baik-baik saja hyung. Bahkan jauh lebih baik sekarang.” Siwon terkekeh pelan. Kemudian suasana menjadi hening. Siwon terus mengusap punggung Kyuhyun hingga ia merasakan nafas istrinya mulai teratur.

Siwon kembali mengecup puncak kepala Kyuhyun seraya berbisik. “Good night and I love you.” Kemudian Siwon memejamkan mata dengan wajah penuh kelegaan dan senyum kecil di bibirnya.

Nyonya Choi yang telah kembali mengulas senyum bahagia melihat putra-putranya dari balik pintu yang ia buka sedikit. Bukan ingin mengintip hanya saja ia hendak melihat Kyuhyun saat menemukan bahwa menantunya sudah berada dalam pelukan putranya. Perlahan nyonya Choi menutup pintu dan berbalik. Ia lalu meninggalkan kamar Kyuhyun dengan wajah penuh kelegaan.

“Melihat mereka aku jadi merindukan suamiku. Yeobo tunggu aku ne.” Gumannya pelan.

.

.

.

“Kau yakin sudah lebih baik sayang?”

Kyuhyun memutar matanya mendengar ucapan Siwon. Entah sudah ke berapa kalinya pria itu menanyakan hal yang sama.

“Kau dengar sendiri hyung bahwa aku bisa istirahat dirumah.” Kyuhyun sudah mengatakan hal itu juga berulang kali.

“Tapi…”

Perkataan Siwon terhenti saat Kyuhyun mengecup bibirnya. “Aku baik-baik saja dan akan merasa jauh lebih baik jika berada di rumahku sendiri.”

Siwon yang sedang duduk di ranjang memeluk Kyuhyun yang berdiri di depannya. Ia menyadari bahwa sikapnya berlebihan. Hanya saja Siwon benar-benar tidak bisa berhenti untuk mengkhawatirkan Kyuhyun.

Mianhae.”

Annie. Tidak perlu minta maaf. Aku tahu kau terlalu mencintaiku. Tapi aku benar-benar baik-baik saja. Percayalah.”

Arraso. Mari kita pulang. Tapi berjanjilah kau akan istirahat dan jangan melakukan apapun.”

Kyuhyun tidak langsung menjawab ucapan Siwon hanya saja karena pria itu masih tetap menatapnya dengan menunggu sebuah jawaban akhirnya Kyuhyun menganggukan kepalanya.

Ne Siwon-ssi.”

Siwon tertawa dan mengecup bibir Kyuhyun pelan. Sebuah ciuman manis yang mereka bagi sebagai bentuk saling mengasihi hingga waktu harus memisahkan mereka.

“Bagaimana dengan kasusnya?”

Kyuhyun bertanya saat Siwon membantunya untuk duduk bersandar pada ranjang kamar mereka. Siwon menaikan selimut hingga pinggang Kyuhyun kemudian duduk di sisi ranjang menghadapnya.

Appa sedang menanganinya. Kau tidak perlu memikirkan hal itu.”

“Bagaiamana bisa aku tidak memikirkan bahwa di luar sana ada seseorang yang ingin menyakitimu.” Suara Kyuhyun terdengar kesal. Ia kemudian menghela nafas pelan.

“Aku sempat bersyukur bahwa aku yang meminumnya. Jika sampai itu terjadi kepadamu, aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan melihatmu terluka.”

Siwon menarik tangan Kyuhyun dan menggenggamnya erat. “Kau sudah lihat bagaimana aku menjadi gila melihatmu terkulai lemas. Jadi aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi. Aku akan menghukum siapapun orang yang berani mengganggu kehidupan kita.”

Kyuhyun membalas genggaman tangan Siwon dan menatap mata pria yang sangat ia cintai. “Gomawo hyung untuk semuanya.”

“Sama-sama. Istirahatlah. Aku akan memberitahumu saat makan malam tiba.”

Kyuhyun hanya mengangguk dan membaringkan tubuhnya. Ia tersenyum saat Siwon menaikan selimut hingga dada kemudian memberikan sebuah kecupan pada dahi dan bibirnya.

..::WonKyu::..

Seharian ini Siwon benar-benar tidak beranjak meninggalkan Kyuhyun. Saat pemuda itu terlelap Siwon hanya akan duduk di ranjang memandangi wajah pemuda yang sangat dicintainya. Hal itu Siwon lakukan berjam-jam dan ia sama sekali tidak merasa bosan. Siwon baru beranjak ketika ibunya datang membawakan makanan.

Kyuhyun masih tertidur bahkan sampai nyonya Choi pulang. Wanita itu bersikeras melarang Siwon membangunkan Kyuhyun jadi ia hanya melihat menantunya sekilas kemudian pergi setelah menata makanan ke dalam kulkas dan memberitahu Siwon untuk menghangatkannya saat Kyuhyun bangun.

Menjelang sore Kyuhyun terbangun dan meminta Siwon membantunya membersihkan diri. Siwon dengan sabar membantu Kyuhyun. Ia bahkan bersikeras menyuapi Kyuhyun di ranjang walaupun Kyuhyun menolak. Namun pada akhirnya pria itulah yang menang. Setelah membereskan semuanya. Siwon kemudian membersihkan dirinya kemudian menyusul Kyuhyun ke ranjang.

“Haruskah aku minum obat? Aku baik-baik saja hyung.” Kyuhyun merajuk saat Siwon memberikan beberapa pil berwarna-warni ke arahnya.

“Sayang ini demi kesehatanmu. Ku mohon.” Hanya itu yang bisa Siwon katakan. Sesungguhnya ia tidak tahan melihat Kyuhyun merajuk seperti itu.

Arraso. Ini yang terakhir.” Kyuhyun mengambil pil dari tangan Siwon lalu memakannya satu per satu di bantu Siwon yang memberikan segelas air putih.

Setelah itu keduanya berbaring diranjang dengan saling memeluk. Siwon beberapa kali mengecup kepala Kyuhyun sementara tangan kanannya mengusap punggung istrinya. Kyuhyun tersenyum kecil dalam diamnya, menikmati detak jantung Siwon yang begitu menenangkan. Kyuhyun sangat merindukan suaminya.

Hyung.”

“Hem?”

Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk menatap Siwon dengan intens. Sebuah tatapan harap yang tanpa kata-kata Siwon sudah dapat mengartikannya. Ia menghela nafas pelan. Akan susah membujuk Kyuhyun tanpa melukai perasaan.

“Tapi kau baru keluar dari rumah sakit baby.”

Hyunggg…” Kyuhyun menggigit bibir bawahnya dan menatap Siwon dengan mata bulatnya.

Tentu saja Siwon kalah. Mana mungkin ia tidak tergoda jika Kyuhyun menatapnya seperti itu. “Arraso. Kau harus mengatakannya jika kau merasa lelah?”

“Tidak akan.” Jawab Kyuhyun mantap.

Siwon tertawa pelan mendengar keyakinan Kyuhyun. Namun ia juga tidak bisa menjanjikan dirinya dapat berhenti. Perlahan Siwon merubah posisi mereka. Hingga kini ia hampir menindih Kyuhyun.

Siwon tersenyum kecil menikmati wajah Kyuhyun yang menatapnya sayu dengan mulut setengah terbuka. Perlahan tangan kanannya mengusap pipi yang merona dan Kyuhyun memejamkan matanya menikmati panas tangan Siwon di permukaan kulitnya.

Nafas pemuda itu mulai tidak tertatur hanya dengan sebuah sentuhan. Sepertinya Kyuhyun benar-benar merindukan sentuhan Siwon hingga tubuhnya bereaksi dengan cepat. Tidak ingin membuat Kyuhyun menunggu Siwon mendekatkan wajahnya, menghembuskan nafasnya perlahan membuat Kyuhyun membuka matanya.

Kyuhyun tersenyum manis dan menyentuh wajah Siwon dihapannya. “Choi Siwon. Sentuh aku dengan seluruh nafas dan cintamu.”

Kemudian Kyuhyun kembali memejamkan matanya saat kehangatan menyapu bibirnya. Mengecupnya beberapa kali, menghisapnya perlahan kemudian melumatnya dengan penuh kelembutan. Balasan yang sama Kyuhyun berikan hingga akhirnya Siwon mulai menciumnya dengan cepat dan penuh hasrat.

Kedua tangan Kyuhyun melingkari leher Siwon. Menekanya untuk memperdalam ciuman mereka. Ciuman yang tidak pernah berubah sama sekali rasanya. Ciuman yang akan selalu membuat mereka menginginkan satu sama lain.

Entah berapa lama keduanya berciuman yang jelas bibir Kyuhyun terlihat merah dan bengkak saat Siwon memberikan waktu untuk bernafas dengan mencium seluruh wajah Kyuhyun dengan lembut.

Tangan kanan Siwon bergerak menyusup dibalik piyama Kyuhyun, mencari sepasang puting yang menunggu untuk dijamah. Erangan Kyuhyun tertahan saat Siwon kembali menciumnnya bersamaan dengan tangannya yang bermain pada puting yang mulai menegang.

Sungguh hal itu bukanlah sesuatu yang bisa Kyuhyun tahan. Tubuhnya bergerak gelisah menahan gelombang yang bergerak cepat dalam tubuhnya yang memanas. Membangkitkam seluruh syaraf dan mempercepat aliran darahnya menuju satu titik. Siwon benar-benar membawanya pada surga dunia.

Siwon masih tidak melepaskan bibir Kyuhyun. Pemuda dibawahnya benar-benar mampu membuatnya kehilangan kontrol diri. Ditambah Siwon memang belum menyentuh Kyuhyun sejak seminggu sebelum pesta pernikahan mereka. Jadi Siwon juga sangat menginginkan Kyuhyun.

Bibir Siwon mulai meninggalkan bibir merah Kyuhyun dan membiarkan pemuda itu mengeluarkan desahannya. Suara yang sanggup membuat Siwon bahagia mendengarnya. Bibirnya mulai bergerak mengecup leher putih Kyuhyun sementara tangan kanannya membuka kancing piyama Kyuhyun kemudian melebarkannya agar Siwon dengan bebas memandang dua buah puting yang terlihat begitu menggoda. Namun mereka harus bersabar karena Siwon masih ingin bermain dengan leher Kyuhyun dan memberi tanda kepemilikannya.

Sementara itu Kyuhyun hanya mampu membuka tutup matanya dan mulutnya tidak berhenti mengeluarkan suara-suara erotis. Kecupan-kecupan Siwon pada leher dan sekitaran dadanya terasa sangat nyaman dan menyenangkan. Namun Kyuhyun merasakan perasaan lain. Sebuah rasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya setiap kali Siwon menyentuhnya. Perasaan yang membuat matanya sulit sekali di buka dan tubuhnya juga terasa sangat lelah padahal ini baru pemanasan. Tidak biasanya seperti ini. Kyuhyun masih merasa bingung dengan dirinya sendiri hingga pada akhirnya kegelapaan merenggut kesadarannya.

Siwon masih mengecup dan menghisap kulit Kyuhyun hingga menimbukan rona kemerahan. Saat bibirnya bergerak ke arah puting Kyuhyun Siwon sempat mengangkat wajahnya karena tidak mendengar suara Kyuhyun. Siwon menegakan kepalanya untuk dapat melihat dengan jelas wajah Kyuhyun.

“Baby.” Panggil Siwon pelan.

Siwon mengusap pipi Kyuhyun pelan dan merasakan nafas pemuda itu sudah teratur. Kyuhyun bahkan menggerakan kepalanya untuk mencari posisi nyaman. Siwon tertawa pelan menyadari apa yang sedang terjadi.

Aigo. Siapa yang tadi sangat yakin mengatakan tidak akan lelah.” Siwon menggelengkan kepala lalu beranjak dari tubuh Kyuhyun.

Siwon kemudian mengecup dahi Kyuhyun dan mulai mengancingkan kembali piyama Kyuhyun.

“Sekarang bukan waktunya kita berjumpa.” Ucapnya saat melihat puting Kyuhyun yang belum sempat ia sapa dengan mulutnya.

Siwon kembali tertawa pelan menyadari tingkah konyolnya. Ia lalu mengecup sepasang puting itu sebelum mengaitkan kancing atas piyama Kyuhyun.

Kyuhyun tertidur di tengah aktifitas panas mereka. Pengaruh obat dan juga tubuh Kyuhyun yang sepertinya belum pulih sepenuhnya membuatnya kelelahan. Siwon kemudian membenarkan posisi tubuh Kyuhyun agar istrinya nyaman kemudian menyelimutinya. Lalu mengecup dahi Kyuhyun sebelum Siwon meninggalkannya untuk mnyelesaikan urusan dengan tubuhnya. Lalu kemudian menyusul Kyuhyun untuk memeluknya.

..::WonKyu::..

Kyuhyun menguap pelan dan mengerjapkan matanya. Merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku kemudian menatap sekeliling kamarnya. Jendela kamar sudah terbuka membuat angin pagi menyelinap masuk dan menyentuh permukaan kulit pemuda yang masih enggan beranjak dari tempat tidur. Kyuhyun kembali menguap dan menarik selimutnya kembali namun kemudian ia menyadari bahwa Siwon sudah tidak ada di sampingnya. Mungkin suaminya sudah bangun dan sedang olah raga pagi.

Kyuhyun terdiam sejenak merasakan ada sesuatu yang terlupakan. Ingatannya kemudian melesat kembali pada kegiatan yang ia lakukan bersama Siwon semalam. Kyuhyun mengerjap dan menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Pakaiannya masih lengkap dan Kyuhyun tidak merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Itu berarti.

“Aish!”

Ia tertidur.

Kyuhyun segera melompat dari ranjang dan keluar dari kamarnya. Kemudian ia turun ke lantai 1 menggunakan lift. Saat sampai di bawah ia bisa melihat punggung Siwon yang berada di dapur. Kyuhyun segera berlari dan menubruk punggung Siwon. Kyuhyun memeluk Siwon erat dari belakang.

Hyuunggg.” Suara manja Kyuhyun menggema membuat Siwon sedikit tertawa.

Wae baby. Kau menginginkan sesuatu untuk sarapanmu?” Tanya Siwon tanpa berbalik.

Annie. Kenapa tidak membangunkanku?” Kyuhyun semakin menyusupkan wajahnya pada punggung Siwon. Menghirup aroma khas suaminya.

Siwon tertawa pelan dan berbalik memeluk Kyuhyun. “Mana mungkin. Kau terlihat sangat nyenyak.”

“Tapi kau pasti merasa sakit.”

Siwon menyentuh hidung Kyuhyun dengan hidungnya. “Aku bisa mengatasinya.” Siwon memeluk erat Kyuhyun. “Kau tahu, aku sangat bersyukur melihat kau kembali tersenyum. Rasanya tidak ada hal lain lagi yang kuinginkan.”

“Terima kasih hyung.” Hanya kata itu yang bisa Kyuhyun ucapkan. Karena rasanya beribu kata indah yang ia ucapkan tidak akan sebanding dengan nyatanya cinta Siwon untuknya.

“Sekarang duduklah. Aku sudah membuatkan sarapan untukmu.” Siwon berusaha melepaskan pelukannya namun Kyuhyun justru menggelengkan kepala dan mengeratkan rangkulannya.

Waeyo? Ada yang kau inginkan?”

Kyuhyun mengangkat wajah dan menatap Siwon dengan mata bulatnya. “Morning kiss.”

Siwon tertawa pelan dan mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun. Kedua tangan pemuda itu telah mengalung pada leher Siwon. Menekan tengkuk pria itu agar segera menciumnya.

“Kau tidak sabaran.”

“Tentu saja. Semalam aku gagal memilikimu.”

Siwon kembali tertawa dan memutar tubuh Kyuhyun bersandar pada meja dapur. Kemudian mengangkat tubuhnya agar Kyuhyun duduk di sana sehingga Siwon bisa menatap wajah Kyuhyun tepat di atas wajahnya.

“Jadi apa aku harus bolos ke kantor hari ini?”

Kyuhyun menangkup wajah Siwon dan mengecup bibir pria itu sekilas. “Ku kira kau tidak akan ke kantor, aku masih sakit.”

“Kau masih sakit?” Kyuhyun mengangguk-anggukan kepalanya. “Aigo mau aku menemanimu?” Kyuhyun mengangguk lagi. “Kalau begitu beri aku ciuman yang banyak.”

Kyuhyun memicingkan mata. Bukankah sebelumnya ia yang meminta morning kiss. Namun Kyuhyun akhirnya tertawa dan mencium cepat bibir Siwon berkali-kali. Hingga entah diciuman yang keberapa Kyuhyun berhenti dan menatap Siwon yang tersenyum padanya.

Hingga akhirnya giliran Siwon yang mencium bibir tebal itu. Menyesap dan melumatnya perlahan. Hingga akhirnya semakin lama berubah semakin cepat dan dalam. Ciuman yang penuh dengan cinta dan gairah itu berakhir ketika Siwon teringat bahwa Kyuhyun harus meminum obatnya.

“Kau harus sarapan setelah itu minum obat.”

Kyuhyun dengan nafas tersenggalnya menyatukan dahinya dengan dahi Siwon. “Ne. Choi Siwon yang tampan.”

Kemudian sekali lagi Siwon mengecup bibir Kyuhyun lalu menurunkan tubuh pemuda itu, membawanya menuju meja makan.

“Aku ingin berenang hyung.”

“Kau baru keluar dari rumah sakit sayang dan sudah mau musim dingin.”

“Tapi aku baik-baik saja.”

“Aku tahu, tapi tetap saja kau tidak boleh berenang.”

“Bagaimana jika berenang bersama?”

Annie.”

“Bercinta seharian?”

“Baiklah.”

“Setelah itu berenang.”

Annie, kau tidak boleh berenang.”

“Baiklah. Bercinta didalam kolam renang?”

“….”

Hyung.”

”….”

”Aku tidak akan pakai apapun, dan berjemur sepertinya juga menyenangkan, matahari masih bersinar walau tidak terik.”

“…”

“Bagaimana?”

Arraso.”

“Yey!!! Saranghae Choi Siwon.”

.

.

.

TBC

Note:

Anyyeong… aku datang lagi dengan FF nista… karena lagi semangat dan moodnya lancar untuk FF ini kemungkinan akan update ini terus… COL entahlah udah setengah jalan masih ilang2an moodnya… thankyu buat yang masih mau baca… banyak yang ngira Kyu udah tau tentang racun tapi tidak seperti itu… heheheheheh

*maaf jarang bales koments, sebenernya bingung sih mau bales gimana /alesan*

Jangan lupa ikut kontes WKc yah… gugu nungguin tuh hihihihi jangan mau kalah sama yang lain…

tararengkyu~~~

Last but not least

Keep Spreading WonKyu Love and annyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

32 thoughts on “All For You – Chapter 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s