Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Romance, Series, WonKyu Story

All For You – Chapter 7

12243186_1674668562772702_6870064419319079047_n

All For You – Chapter 7

By. ssiihee

Siwon & Kyuhyun

Romance,  family, smooth, fluff & drama

BL, DLDR, OOC, AU,

 Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang! (==)

..::..::..

AFY

ssiihee©2016

Totally Reserved

..::..::..

 

Suasana ballroom di sebuah hotel berbintang lima itu terlihat sibuk. Salah satu hotel terbesar di Seoul milik kerajaan Choi itu menerima kehormatan sebagai tempat berlangsungnya pesta pernikahan pewaris tunggal keluarga mereka. Meja dan kursi telah tersusun dengan rapih berbalut penutup berwarna putih dengan kombinasi Pink dan Hijau muda. Jejeran mawar berwarna serupa telah mempercantik meja dan di setiap sudut ruangan. Diujung ballroom yang dapat menampung ribuan orang itu terdapat sebuah panggung yang telah dilengkapi dengan pengiring music terbaik di Seoul lengkap dengan sebuah Grand Piano yang berdiri dengan anggun di sudut panggung menunggu jari-jari berbakat menyentuhnya. Sementara di atas panggung terdapat sebuah layar raksasa. Puluhan kamera telah siap merekam setiap moment yang akan terkenang sepanjang masa.

Pelayan hilir mudik menyiapkan hidangan dari cheff terbaik. Tim keamanan telah bersiap diposisi masing-masing memastikan acara berlangsung dengan aman. Sementara beberapa orang yang bertugas sebagai coordinator terlihat sibuk memastikan semuanya telah siap sebelum acara dimulai puluhan menit ke depan. Para penerima tamu juga telah siap menjamu tamu-tamu kehormatan yang sudah dapat dipastikan memiliki peranan cukup penting bagi Kerajaan Choi maupun Korea Selatan

Sementara itu masih digedung yang sama, disebuah kamar yang tidak kalah besar, seorang pemuda terduduk diatas ranjang dengan kepala tertunduk. Jari tangannya yang terlihat lentik memainkan sebuah cincin yang melingkar dijari manisnya. Seorang wanita yang sepertinya bertugas membantunya menyiapkan diri terlihat berdiri diujung ruangan. Seolah mengerti bahwa sang pengantin membutuhkan waktunya sendiri tanpa terganggu oleh siapapun. Meskipun ia sendiri sudah diperintahkan untuk tidak meninggalkan pemuda itu sendirian. Maka yang bisa wanita itu lakukan hanya menunggu.

“Kyuhyun-ah.”

Pemuda itu mengangkat wajahnya dan menatap wanita yang telah menjadi bagian terpenting dalam hatinya. Wanita itu tersenyum lembut, membuat hatinya tenang seketika. Perasaan gugup yang menghantuinya sejak ia memasuki lebih tepatnya sejak ia menginjakkan kedua kakinya di hotel milik keluarga suaminya menguap bersama dengan senyum di bibirnya. Kyuhyun berdiri dan memeluk ibu mertuanya erat. Sementara nyonya Choi mengusap pundak Kyuhyun mencoba menenangkan menantunya.

“Kau gugup?”

Kyuhyun tidak menjawab namun nyonya Choi sudah pasti mengetahuinya. Tidak ada pengantin yang tidak gugup di hari pernikahannya.

“Saat Siwon hyung membawaku ke altar aku tidak segugup ini. Aku memikirkan bagaimana jika mereka tidak menyukaiku? Bagaimana jika mereka pikir aku tidak pantas untuk Siwon hyung?”

Nyonya Choi mengusap pipi Kyuhyun lembut. “Tidak ada orang yang tidak akan iri melihatmu menjadi pendamping Siwon. Kau hanya perlu memikirkan bahwa Siwon mempercayakan dirinya padamu. Untuk menghabiskan hidupnya hanya bersamamu. Memilihmu untuk dimiliki jiwa dan raga. Menjadikanmu sumber kebahagiannya. Kau yang ia jadikan tempat mengadu atas setiap kesedihannya dan memberikan seluruh kebahagiannya padamu.”

Mata Kyuhyun mulai berair mendengar penuturan ibu mertuanya. Kyuhyun berharap orang tuanya di surga mengamini setiap kata yang terucap dari wanita dihadapannya.

“Mungkin diluar sana banyak wanita yang lebih cantik dan sepadan dengan Siwon atau bahkan mungkin ada pemuda lain yang jauh lebih baik. Namun Siwon memilihmu maka kaulah kesempurnaannya. Siwon menerima setiap kelebihan dan kekuaranganmu itulah yang coba kita sebut sempurna. Siwon mencintaimu Kyuhyun-ah. Umma menjamin setiap kata yang umma ucapkan.”

Sekali lagi nyonya Choi memeluk Kyuhyun yang menyembunyikan wajahnya pada pundak wanita yang lebih pendek darinya.

“Terima kasih umma. Maafkan aku bersikap seperti ini.”

Annie kau tidak perlu meminta maaf. Umma mengerti. Jika kau mencintai Siwon maka berikan seluruh hidupmu padanya seperti ia memberikan seluruh hidupnya padamu. Kau tahu memberi dan memberi. Bukan hanya menerima. Karena kau akan memberi maka kau akan berusaha melakukan yang terbaik. Umma tahu kau bisa.”

Nyonya Choi menatap Kyuhyun yang tersenyum penuh terima kasih. Sebuah sinar kini memancar dari dua bola mata karamel yang sempat mendung tertutup awan.

Ja. Biarkan umma membantumu bersiap.”

“Jangan coba memberikan make up lagi umma. Itu menjengkelkan.” Kyuhyun mempoutkan bibirnya mengingat saat penata rias menempelkan berbagai krim pada wajahnya.

Waeyo? Itu bagus, kau akan terlihat lebih cantik bukan?” Nyonya Choi tertawa pelan lalu menarik Kyuhyun untuk duduk kembali di meja rias.

Nyonya Choi mengambil spons dan memoles wajah Kyuhyun dengan sedikit bedak. Wanita itu sempat memandang wajah Kyuhyun cukup lama, membuat wajah pemuda di depannya sedikit berwarna. Hal yang membuat Kyuhyun jauh terlihat lebih cantik dari kebanyakan gadis yang nyonya Choi temui.

Nyonya Choi tersenyum dan meminta Kyuhyun berdiri. Wanita yang masih terlihat cantik dan gagah di usianya itu lalu memandang seorang assitent yang di beri tugas menemani Kyuhyun. Mengerti dengan arti tatapan nyonya Choi, ia melangkah dan mengambil sebuah jas yang tergantung rapih di sudut lain kamar tersebut dan memberikannya kepada nyonya Choi.

“Mari kita lihat. Umma memilihnya sendiri karena merasa sangat cocok untukmu.”

Kyuhyun tersenyum dan mengangkat sedikit kedua tangannya agar memudahkan ibunya. Nyonya Choi berputar dan mengaitkan 1 kancing tuxedo berwarna putih yang tentu saja terlihat fit di tubuh Kyuhyun. Kemudian kedua tangan itu memeriksa dasi kupu-kupu yang terlihat unik dengan benang sedikit menjuntai membuatnya terlihat seperti syal.

Mata nyonya Choi mulai berair melihat sosok indah di depannya. Kyuhyun sendiri berusaha mengontrol emosinya. Ia tidak ingin merusak kerja keras penata rias karena merusak wajahnya dengan air mata. Jika ibunya masih hidup suasananya pasti akan seperti ini bahkan jauh lebih emosional. Namun Kyuhyun berusaha memberikan senyum terbaik di salah satu hari terindah dalam kehidupannya.

“Kau mungkin tidak suka jika umma mengatakam kau sangat cantik. Tapi percayalah Kyuhyun-ah, kau sangat indah. Umma tidak yakin putra umma yang bodoh itu dapat mengendalikan dirinya.”

Kyuhyun tertawa dan memeluk tubuh nyonya Choi pelan. “Gomawo umma. Aku menyayangimu.”

Sementara itu di kamar lain ada sosok yang sudah tidak sabar ingin melihat pengantinnya. Tentu saja Siwon tidak perlu menunggu Kyuhyun di altar karena mereka sudah menikah. Mereka akan keluar bersama dan menyambut tamu undangan. Acara sudah di mulai beberapa menit yang lalu. Dan ia tahu saat ini ibunya sedang berada di kamar Kyuhyun.

Siwon sudah meminta agar kamar tunggu mereka di gabung. Namun hal itu di tentang keras oleh ibunya. Entahlah Siwon hanya mengikuti apa yang ibunya inginkan. Sejauh ini konsep pernikahannya bisa Siwon terima dan ia sangat berterima kasih kepada ibunya yang dengan senang hati mengurus segalanya.

“Sampai kapan kau berputar-putar seperti itu?”

Siwon berbalik dan menatap ibunya yang menggelengkan kepala.

“Bagaimana Kyuhyun?”

Nyonya Choi menaikan alis. “Tentu saja dia sangat baik. Kau bersiaplah untuk jatuh cinta kembali padanya.”

“Aku merasakannya setiap saat umma.” Siwon tersenyum lebar kepada ibunya. “Jatuh cinta padanya lagi dan lagi.”

Nyonya Choi hanya menggelengkan kepala dan mengambil jas berwarna putih gading yang tergantung lalu membantu Siwon memakainya. Nyonya Choi melakukan hal yang sama pada Siwon. Merapihkan dasi kupu-kupu berwarna hitam yang melingkar dengan pas lalu mengaitkan kancing jas yang juga ia pilihkan. Nyonya Choi berterima kasih pada semua orang yang membantunya. Mungkin ada baiknya ia memberikan hadiah extra kepada mereka pikir nyonya Choi.

Setelah semuanya tepat pada posisinya, nyonya Choi menangkup wajah Siwon dan menatap putra satu-satunya. Ia tidak sempat melakukan hal seperti ini saat Siwon menikah dengan Kyuhyun. Walaupun nyonya Choi tahu bahwa putranya ini sudah menikah dan hidup bahagia dengan Kyuhyun, namun nyonya Choi berharap Siwon putra satu-satunya mendapatkan hal baik lagi di masa depannya.

“Terima kasih umma.”

Nyonya Choi tersenyum. “Untuk?”

Siwon ikut tersenyum. “Untuk semua hal terbaik yang kau berikan untukku. Kau memberiku banyak namun aku belum membalasnya sedikitpun.”

Annie. Umma tidak mengharapkan apapun. Hanya melihatmu bahagia itu sudah cukup. Kau akan merasakannya ketika nanti kau menjadi orangtua. Dan umma berharap kau melakukannya dengan baik karena itu berarti kebanggaan bagi kami karena berhasil mendidikmu.”

Siwon memeluk erat ibunya. Rasanya baru kemarin ibunya mengantarkannya masuk ke taman kanak-kanak untuk belajar dan sekarang Siwon diantar ibunya untuk memulai hidup baru dengan orang yang telah dipilihnya sebagai teman hidupnya. Siwon berharap ia dapat mencintai Kyuhyun dan hidup bersamanya serta membesarkan anak-anak mereka seperti orangtuanya. Mereka benar-benar panutan bagi Siwon dan ia berharap dapat membahagiakan orang tuanya.

Ja! Ayo kita keluar Kyuhyun pasti sudah menunggu.” Nyonya Choi mengalungkan tangannya pada tangan kanan Siwon dan menarik putranya keluar.

Siwon berjalan dengan senyum bahagia di wajahnya. Matanya memancarkan cahaya yang benar-benar akan membuat setiap orang yang melihatnya ikut tersenyum merasakan kebahagiannya.

Setelah mereka tiba di depan pintu kamar Kyuhyun nyonya Choi sedikit menarik Siwon menahan putranya menyerbu masuk. Siwon menatap ibunya dengan tatapan bingung namun tidak bertanya. Dirinya mengikuti gerakan ibunya untuk mundur beberapa langkah dan berdiri di depan pintu. Hal itu membuat kerja jantung Siwon meningkat menanti Kyuhyun yang berada di dalam.

Semakin lama suara degup jantungnya semakin terasa dan tiba-tiba saja Siwon merasa gugup. Gugup menunggu cintanya. Siwon tidak sabar untuk mengatakan pada dunia bahwa Kyuhyunlah pemiliknya dan pemuda itu miliknya.

Suara derit dari handle pintu yang ditarik seketika membuat Siwon kembali fokus. Waktu berjalan melambat saat sedikit demi sedikit pintu terbuka menampilkan dua pasang kaki. Perlahan Siwon menarik pandangannya ke atas. Ke wajah yang masih tertunduk dan perlahan terangkat menatapnya.

Saat dua bola matanya bertemu dengan iris karamel Kyuhyun, saat penglihatannya merekam lukisan Tuhan dihadapannya, Siwon merasa dirinya perlahan mulai terserap pada keindahan sosok Kyuhyun. Wajah Kyuhyun terlihat beribu kali lebih cantik, bola matanya yang bulat semakin terlihat indah dengan bulu mata lentiknya. Kulit putih pucatnya lebih bersinar dari biasanya, memancarkan kebahagiaan yang membuat hati Siwon menghangat dan bibir merah merekah yang Siwon tahu tanpa polesan lain.

Andai hari ini bukan hari pasta pernikahannya, juga tidak ada orangtuanya, Siwon mungkin akan menyekap Kyuhyun bersamanya hanya untuk memandangi wajah itu dengan beberapa ciuman manis yang mereka bagi berdua. Siwon kembali jatuh cinta pada Kyuhyun entah untuk yang ke berapa kalinya.

Sementara itu Kyuhyun mengeratkan kaitan tangan kirinya pada lengan kanan tuan Choi saat akhirnya matanya bersiborok dengan mata kelam Siwon. Pria didepannya jauh lebih tampan membuat Kyuhyun merasa terhisap oleh pesona suaminya. Rasa hangat menyebar keseluruh tubuh Kyuhyun saat Siwon tersenyum tulus padanya. Dan Kyuhyun yakin wajahnya kini memerah saat ia membaca gerakan bibir Siwon yang mengatakan bahwa dirinya cantik. Untuk hari ini Kyuhyun akan mengijinkan siapapun yang akan mengatakan bahwa dirinya cantik, indah atau apapun. Ini adalah hari bahagianya jadi Kyuhyun tidak akan merusaknya.

“Nah Siwon.”

Suara tuan Choi membuyarkan lamunan Siwon dan Kyuhyun. Siwon menatap ayahnya bersiap mendengarkan apapun yang akan pria itu katakan.

“Hari ini, aku mewakili Kyuhyun appa yang sudah bahagia di surga sana untuk mengantarkan Kyuhyun pada pria pilihannya. Pada kau yang ia anggap akan menjadi teman hidupnya hingga kematian menjadi jarak bagi kalian. Aku menyerahkan Kyuhyun pada Choi Siwon untuk ia cintai dan ia bahagiakan hingga Kyuhyun menutup mata. Tolong cintai setiap kelebihan dan kekurangannya. Jika sesuatu terjadi padanya dan itu karena kau Choi Siwon, maka appa lah yang akan mengambilnya kembali dan dapat appa pastikan kau tidak akan pernah bisa mengambilnya lagi. Karena appa begitu menyayanginya.”

Kyuhyun menatap tuan Choi. Ia tidak meragukan sama sekali kasih sayang yang terpancar dari ayah mertuanya itu. Kyuhyun ingin memeluknya namu tertahan saat tangan kanannya di ambil dan tuan Choi menarik tangan kiri Siwon lalu mengaitkan tangan kanan Kyuhyun pada lengan Siwon.

Appa.” Ucap Siwon dan Kyuhyun bersamaan.

Appa berharap kalian bahagia.”

Tidak ada kata lain terucap. Kyuhyun dan Siwon saling memandang. Begitu juga dengan tuan dan nyonya Choi yang sudah berdiri bersisihan. Berhadapan dengan putra mereka.

Kajja sebaiknya kita keluar sekarang.” Nyonya Choi melirik jam tangannya. Kemudian berbalik bersama tuan Choi. Mereka berdua berjalan bersama saat nyonya Choi mengaitkan tangan kanannya pada lengan suaminya.

Sementara itu Siwon dan Kyuhyun masih saling menatap dengan pandangan kagum satu sama lain. Siwon mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun dan tersenyum.

“Boleh aku menciummu?” Sebelum Kyuhyun sempat mejawab Siwon sudah menempelkan bibirnya pada bibir Kyuhyun. Mengecup bibir merah itu dengan sebuah ciuman manis dari sebuah rasa kagum.

Kyuhyun tersenyum saat Siwon melepaskan bibirnya. Rasanya ribuah kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya. Membuatnya tergelitik karena telalu bahagia.

“Aku mencintaimu. Choi Kyuhyun.”

Nado. Choi Siwon.”

Setelah itu dengan bahagia mereka melangkahkan kaki untuk menyambut semua orang yang datang untuk mendoakan mereka. Untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka berdua. Membagikan cinta yang menyebar dan membuat semua orang ikut merasa kebahagian Siwon dan Kyuhyun.

..::WonKyu::..

Ballroom yang sebelumnya terlihat sibuk kini terlihat ramai karena hampit tamu sudah hadir. Mereka saling bercengkrama sambil menikmati makanan dan minuman yang di hidangkan pelayan yang terlihat ikut bersemangat. Tamu-tamu penting sudah menduduki kursi yang sudah di siapkan. Tuan Choi menyambut mereka dengan penuh hormat karena mereka bersedia meluangkan waktu untuk pesta yang diadakan secara mendadak.

Semua rekan bisnis Siwon juga hadir dan juga teman-teman Kyuhyun dan Siwon baik dari Senior High School maupun saat mereka di perguruan tinggi. Semuanya terlihat menikmati acara dengan hiburan dari beberapa musisi kenalan Siwon dan Kyuhyun.

Semuanya menikmati acara dan juga makanan yang dihidangkan. Dan saat MC mengumumkan bahwa sang pengantin akan hadir ditengah-tengah mereka semua terlihat antusias dan menunggu bintang dari acara ini.

Tiba-tiba layar besar yang berada di atas panggung menampilkan wajah Siwon dan Kyuhyun yang masuk dari pintu depan. Semua orang memutar kepala mereka kebelakang untuk melihat langsung sang pengantin.

Siwon dan Kyuhyun berjalan dengan pelan di atas karpet merah yang digelar dari arah pintu masuk ke arah panggung. Wajah Siwon terlihat jauh lebih tampan karena senyum penuh kebahagiannya. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum dengan wajah memerah dan sesekali menunduk saat beberpa orang memandangnya dengan kagum. Selama perjalanan Kyuhyun terus berdoa agar ia tidak melakukan hal-hal yang akan mempermalukan dirinya dan keluarganya.

Rileks love. Ini acara kita, kau harus menikmatinya.” Siwon berbisik saat ia merasa Kyuhyun begitu tegang. Siwon juga sempat mencium ujung pelipis Kyuhyun membuat para tamu hanya bisa ber-oh dan ber-ah ria.

Kyuhyun hanya tersenyum dengan wajah sedikit terkejut dengan aksi Siwon. Ia membuang tatapannya kesamping dan melihat Heerin yang melambaikan tangan padanya. Kyuhyun semakin tersenyum bahagia melihat teman-temannya. Ia juga melihat Sam bersama teman-temannya yang datang dari Paris.

Saat mereka sampai di tengah-tengah panggung dan berdiri di sisi orang tua mereka dan sang MC. Kyuhyun menarik nafas pelan saat merasakan semua tatapan tertuju padanya. Namun saat melihat senyum Siwon padanya Kyuhyun merasa tenang. Pria di sampingnya ini begitu mencintainya dan Kyuhyun tidak perlu takut.

“Karena sang pengantin sudah berada disini bagaimana jika kita mendengar sedikit cerita bagaimana kisah mereka di mulai.” Park Jungsoo yang bertindak sebagai MC meminta Siwon memberikan beberapa kata.

Siwon menundukan kepalanya singkat dan menerima mic yang disodorkan kepadanya. Ia menatap Kyuhyun sekilas lalu menatap seluruh tamu dengan penuh keyakinan. Siwon menggenggam erat tangan Kyuhyun dan menunjukannya pada semua orang.

“Seperti yang kalian tahu kami sudah menikah. Jadi aku harap kalian berhenti memandang Kyuhyun dengan tatapan penuh harap. Dia milikku dan aku miliknya.” Semua orang tertawa pelan mendengar ucapan pertama Siwon. Begitu juga dengan orangtua mereka.

“Tidak banyak yang ingin aku katakan. Aku Choi Siwon ingin berterima kasih kepada kedua orangtuaku atas restu yang sudah mereka berikan dan menyiapkan semuanya hingga acara ini berlangsung dengan sangat meriah. Kepada semua orang yang sudah bersedia datang dan mendoakan kebahagiaan kami. Dan tentu saja aku ingin berterima kasih pada Choi Kyuhyun.” Siwon berdiri menghadap Kyuhyun yang wajahnya terlihat jauh lebih cantik karena perasaan bahagianya.

“Begitu banyak kata yang ingin aku sampaikan padamu. Namun aku tahu semua orang disini akan mengatakan bahwa aku terlalu cheesy.” Semua orang tertawa. “Tapi satu yang ingin aku katakan padamu Kyuhyun dan aku harap semua orang mendengarnya.”

Siwon mengecup tangan Kyuhyun dan menatap lurus kepada pemuda itu. “Aku mencintaimu. Aku mencintaimu.  Dan aku sangat mencintaimu. Terima kasih telah menerimaku dengan segenap hatimu. Aku telah berjanji dihadapan tuhan dan kini dihadapan semua orang bahwa aku akan menjagamu. Kebahagianmu adalah prioritasku. Dan kesediahanmu adalah hal utama yang harus aku jauhkan. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.”

Siwon dengan cepat memberikan mic kepada staff di belakangnya lalu menarik pinggang Kyuhyun agar merapat padanya. Kemudian Siwon mencium Kyuhyun dengan sebuah ciuman yang dalam diiringi dengan tatapan terkejut dari semua undangan yang disusul oleh tepuk tangan meriah. Mengaminkan setiap untai doa dan harapan keduanya.

Setelah itu acara berlanjut dengan Siwon dan Kyuhyun yang mulai menyapa para tamu yang ingin mengucapkan selamat. Diiringi dengan sebuah lagu dari Yesung dan Ryeowook teman sekolah Kyuhyun dulu. Tuan dan nyonya Choi juga melakukan hal yang sama dengan Kyuhyun.

“Kyunnie!”

Kyuhyun tersenyum dan memeluk Heerin yang sudah lama tidak ia lihat. Terakhir saat gadis itu menginap dirumahnya.

Chukae. Ah kau sangat cantik.” Heerin kembali memeluk Kyuhyun kemudian memeluk Siwon. “Aku berdoa semoga kebahagian selalu menyertai kalian.”

Ne. Gomawo Rin-ah. Ah iya kau datang dengan siapa, aku melihat seseorang bersamamu. Kekasihmu?” Kyuhyun tertawa melihat wajah Heerin yang sedikit memerah. “Jadi kapan aku akan menyusulku?”

“Aish. Kami belum lama saling mengenal.”

“Kau pikir berapa lama kami mengenal dan kemudian menikah?” Siwon ikut menggoda Heerin.

“Eiyy itu karena kau yang gila Choi Siwon.”

“Salahkan temanmu ini yang membuatku tergila-gila hingga aku tidak bisa berpaling.” Siwon memeluk Kyuhyun dan mencium pipi istrinya.

Heerin hanya berdecak melihat kelakuan pasangan dihadapannya. Namun Heerin bahagia melihat sinar kebahagian menyelimuti kedua sahabatnya.

“Baiklah kita lanjutkan nanti. Aku yakin kalian harus menemui yang lain. Sampai nanti Kyunnie.”

Ne. Hubungi aku nanti.”

Heerin sekali lagi memeluk Kyuhyun lalu berlalu mencari seseorang.

Kyuhyun hanya tertawa pelan lalu terkejut karena Siwon sedang memandangnya intens. “Waeyo?”

Annie. Hanya saja kau sangat cantik. Aku ingin acara ini cepat-cepat berakhir dan aku bisa menikmati mu hanya untukku.”

“Yaks Choi Siwon aku mendengarnya.” Sebuah suara terdengar dari belakang membuat Siwon dan Kyuhyun berbalik.

“Tidak bisakah kalian sedikit menahannya. Aigo aku sudah sakit mata melihat senyum bahagia kalian. Jadi tidak perlu mendengar kata-kata seperti itu.” Donghae bersungut lalu menjabat tangan Siwon seperti yang biasa mereka lakukan. Kemudian mereka saling berpelukan dengan tawa pelan.

Donghae lalu memeluk Kyuhyun erat. “Jika ia menyakitimu datanglah padaku. Aku akan dengan senang hati akan merusak wajah tampannya.”

“Itu tidak akan terjadi.” Sela Siwon.

Gomawo hyung. Kau sendirian?” Tanya Kyuhyun.

“Kau meremehkanku?” Kyuhyun tertawa.

“Ku pikir kau datang bersama Jinra.” Kata Siwon.

“Yah kau tahu kami tidak seperti itu. Aku datang bersama seseorang. Hanya saja ia ada keperluan dan pulang duluan jadi hanya menitipkan selamat kepada kalian.”

Siwon dan Kyuhyun mengangguk. Setelah berbincang cukup lama Donghae meninggalkan mereka berdua untuk menemui tuan dan nyonya Choi. Siwon dan Kyuhyun kembali melanjutkan menemui teman-teman dan rekan bisnis mereka. Kyuhyun juga bertemu Sam yang hari ini terlihat berbeda. Gadis itu terlihat jauh lebih tenang dari biasanya. Namun Kyuhyun tidak ingin menghiraukannya.

Acara berlanjut dengan pesta dansa dan sang MC meminta sang pengantin untuk membukanya. Siwon dengan senang hati menarik Kyuhyun lalu meletakan kedua tangannya pada pinggang Kyuhyun dan menarik tubuh istrinya merapat. Kyuhyun memilih melingkarkan kedua tangannya pada leher Siwon. Ini acara milik mereka berdua jadi keduanya tidak harus berdansa seperti kebanyakan pesta.

Lampu di ballroom seketika padam, hanya ada sebuah lampu sorot yang menerangi Siwon dan Kyuhyun sehingga semua pandangan kini hanya tertuju pada mereka. Saat musik mulai mengalun perlahan Siwon mulai membawa Kyuhyun kedalam sebuah gerakan dansa kecil. Bersamaan dengan itu layar besar di panggung menampilkan foto-foto Siwon dan Kyuhyun sejak mereka kecil sampai sekarang. Hal yang juga membuat Siwon dan Kyuhyun sedikit terkejut. Ibu mereka pasti special menyiapkan semuanya.

Siwon dan Kyuhyun terus berdansa hingga beberapa tamu mulai mengiringi mereka. Keduanya sama sekali tidak merasa canggung membagi ciuman dan kecupan satu sama lain. Hari ini milik mereka berdua jadi Siwon dan Kyuhyun akan menikmatinya.

“Sebenarnya kapan acara ini berakhir?” Bisik Kyuhyun.

“Waeyo? Kau sudah bosan?”

Annie. Aku hanya ingin berdua denganmu dan melakukan hal lain yang lebih menyenangkan.”

Siwon tertawa pelan. “Hal lain? Seperti apa?”

“Haruskah aku menjawabnya?” Siwon tertawa dan mengecup bibir Kyuhyun. “Kau tidak tahu apa yang umma lakukan padaku selama beberapa hari ini kan.”

Ne. Untuk itulah aku sangat kesal karena ia memonopolimu dan tidak membiarkan kita tidur satu kamar.” Siwon tanpa sadar mempoutkan bibirnya membuat Kyuhyun tertawa dan menghadiahkan Siwon sebuah kecupan.

Tentu saja Kyuhyun tahu bagaimana perasaan Siwon. Nyonya Choi menyandera Kyuhyun dan memberikan pemuda itu perawatan kulit terbaik layaknya calon pengantin wanita lain. Awalnya Kyuhyun menolak namun melihat wajah kecewa ibunya Kyuhyun akhirnya membiarkan ibunya melakukan hal yang diinginkannya. Untuk itu Kyuhyun ingin memberikannya pada Siwon. Kyuhyun ingin menghabiskan satu malam hanya untuk bercinta dengan Siwon. Hanya memikirkannya saja membuat wajah Kyuhyun menghangat.

“Simpan apapun yang sedang kau pikirkan saat ini.” Ucapan Siwon membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

Kemudian ponsel Kyuhyun bergetar membuat keduanya berhenti. Kyuhyun melihat ID penelpon yang ternyata dosennya saat di Paris. Kyuhyun menatap Siwon yang kemudian mengangguk memberikan ijin. Kyuhyun tersenyum lalu menyingkir ke tempat yang lebih sunyi sementara Siwon berjalan ke arah orang tua mereka. Namun ia bertemu seseorang dan akhirnya sedikit berbincang. Kemudian seorang pelayan berjalan kearahnya dan menawarkan minuman. Siwon menyadari bahwa dirinya haus lalu mengambil segelas minuman.

Saat hendak meminumnya Kyuhyun menghampirinya. Siwon mengurungkan niatnya dan tersenyum pada Kyuhyun.

“Ada masalah?” Tanya Siwon.

Kyuhyun menggeleng dan mengambil gelas di tangan Siwon. “Boleh untukku?”

“Tentu saja. Kau lelah? Kita bisa pergi jika kau lelah.”

Annie. Aku baik-baik saja. Lagipula bagaiman bisa kita meninggalkan tamu-tamu panting itu.”

Siwon menarik tubuh Kyuhyun agar merapat padanya. “Mereka akan mengerti.”

Kyuhyun tertawa dan memeluk Siwon dengan menyandarkan kepalanya pada pundak suaminya. Siwon mengusap pinggung Kyuhyun lembut. Cukup lama mereka seperti itu hingga Siwon merasa berat pada tubuhnya. Apa Kyuhyun tertidur.

“Kau bilang tidak lelah tapi kau tertidur begiu saja.” Siwon menepuk pundak Kyuhyun pelan. Suara gelas yang terjatuh dari tangan Kyuhyun membuat Semua orang mengalihkan perhatian pada keduanya.

Siwon menarik tubuh Kyuhyun agar dapat melihat wajahnya. Namun betapa terkejutnya Siwon saat melihat mulut Kyuhyun berbusa dengan wajah pucat.

“Sayang!” Siwon berteriak kencang membuat kedua orang tuanya menghampiri mereka dan terkejut melihat kondisi Kyuhyun.

Tubuh Siwon merosot dengan Kyuhyun dalam pelukannya. Pikiran dan tubuhnya tiba-tiba saja lumpuh melihat Kyuhyun terkulai dihadapannya. Semua tamu terlihat terkejut dengan apa yang terjadi.

“Siapkan mobil!” Teriak tuan Choi. Tidak beberapa lama seorang menghampiri tuan Choi dan mengatakan kalau semuanya sudah siap.

“Kita harus membawanya ke rumah sakit.” Ucap tuan Choi cepat. Namun Siwon hanya terdiam dengan memeluk Kyuhyun. “Choi Siwon!”

Siwon terperanjat dan menatap ayahnya. “Appa… Kyuhyun…”

Donghae yang melihat dengan kecemasan diwajahnya segera mengambil tubuh Kyuhyun dan menggendongnya. Lalu berlari menuju mobil. “Aku akan membawanya.”

Nyonya Choi segera berlari mengikuti Donghae. Sementara Siwon masih dalam keadaan shock hingga tuan Choi harus membantu tubuh putranya agar dapat berdiri.

“Sadarlah jika kau tidak ingin kehilangan Kyuhyun.” Ucapan tuan Choi perlahan membuat Siwon kembali menginjak bumi.

Siwon menatap ayahnya lalu segera berlari meskipun sempat terjatuh karena tubuhnya terasa lemas. Tuan Choi lalu memanggil assistentnya meminta ia menghandle semuanya. Setelah itu tuan Choi menghubungi pihak rumah sakit agar bersiap saat menantunya tiba di rumah sakit. Setelah itu ia menyusul kerumah sakit.

..::WonKyu::..

Siwon terduduk dibangku lorong rumah sakit dengan kepala tertunduk. Posisinya tidak berubah sejak Kyuhyun di pindahkan ke ruang rawat satu jam lalu. Ingatannya berputar pada ucapan dokter saat mereka berhasil menyelematkan Kyuhyun.

“Tuan Choi Kyuhyun sudah melewati masa kritisnya. Kami berhasil mengeluarkan semua racun dalam tubuhnya. Beruntung ia cepat di bawa ke rumah sakit hingga kami dapat mengentikan racun itu menyebar ke seluruh tubuhnya dan merusak organ-organ penting lain. Jika terlambat sedikit saja mungkin kita bisa kehilangan tuan Choi Kyuhyun.”

Kehilangan Kyuhyun.

Kata-kata itu seperti pukulan bagi Siwon bahwa dirinya gagal melindungi Kyuhyun. Bagaimana bisa Siwon gagal melindungi istrinya sendiri bahkan di hari pesta pernikahan mereka. Bahkan saat Kyuhyun berada didekatnya. Andai saja Siwon dapat lebih melindungi Kyuhyun. Jika waktu dapat diputar Siwon rela menukar dirinya. Siwon berharap dirinya lah yang saat ini terkulai lemas. Siwon rela asalkan Kyuhyun baik-baik saja.

Siwon mengangkat kepalanya dan mengusap wajahnya kasar. Sebanyak apapun ia memikirkannya ia tidak dapat berhenti untuk menyalahkan dirinya sendiri. Siwon bahkan tidak tahu bagaimana nanti dirinya harus menghadap Kyuhyun. Siwon baru saja dengan lantang menyatakan bahwa ia akan melindungi Kyuhyun dengan segenap jiwa dan raganya namun yang terjadi justru sebaliknya. Siwon membiarkan Kyuhyun terluka didepan matanya.

“Siwon-ah.”

Siwon menoleh kesamping melihat ayahnya duduk disebelahnya. Entah mengapa Siwon merasa pria itu terlihat semakin tua. Ayahnya pasti mengkhawatirkan Kyuhyun juga. Lihatlah Choi Siwon, kau bahkan masih membuat orangtuamu mengkhawatirkanmu di hari tua mereka.

Appa tahu apa yang sedang kau pikirkan saat ini.” Suara tuan Choi yang pelan tetap terdengar jelas dilorong rumah sakit yang sepi karena mereka berada di lantai VIP.

Siwon masih terduduk dengan menatap kedua tangannya. Saat ini dirinya membutuhkan seseorang agar dirinya tidak melakukan tindakan hal bodoh.

“Tapi percuma saja jika kau menyalahkan dirimu terus menerus, keadaan tidak akan berubah. Ini adalah teguran sekaligus pengingat bahwa kau harus lebih berhati-hati lagi.”

Tuan Choi menyandarkan tubuhnya dan menghela nafas. Istrinya sedang menjaga Kyuhyun meskipun dokter mengatakan untuk saat ini Kyuhyun tidak akan sadar. Jadi ia membiarkannya.

“Masalah ini sudah appa tangani. Kau hanya perlu fokus menjaga Kyuhyun.”

Siwon kembali mengusap wajahnya lalu menyandarkan tubuhnya. “Bagaimana perkembangannya?”

Tuang Choi mengehela nafas pelan. “Istirahatlah. Kita bicarakan hal ini nanti. Appa akan memberitahumu.”

“Pastikan orang-orang appa mengerjakannya dengan baik.” Sahut Siwon pelan.

“Tentu saja. Bukan hanya hanya kau yang marah. Akan appa pastikan ia mendapatkan balasan setimpal.”

Ucapan tegas tuan Choi itu mengakhiri percakapan diantara dua pria beda generasi itu. Setelah itu Siwon kembali terduduk sendiri karena ayahnya memutuskan pulang untuk beristirahat. Tuan Choi meminta Siwon untuk pulang bersamanya ke kediaman keluarga Choi namun Siwon menolak dan mengatakan bahwa ia akan melihat Kyuhyun sebelum pulang. Kenyataannya pria itu masih terduduk dengan posisi sama untuk beberapa jam kedepan.

.

.

.

Plak.

Suara tamparan dan sesuatu yang membentur meja dengan keras memenuhi sebuah kamar dengan cahaya temaram. Disusul sebuah tendangan bertubi-tubi pada sepasang kaki dari seorang gadis yang meringkuk disudut ruangan dengan pelipis memar karena benturan pada meja.

“Sudah ku katakan untuk melalukannya dengan baik. Tapi kenapa yang terjadi seperti ini.” Teriak gadis lain yang berdiri menjulang.

Kembali gadis itu melayangkan tendangan kepada gadis yang terdiam menahan sakit di sekujut tubuhnya.

“Kau bodoh? Jawab aku. Bagaiman bisa kau membuat Kyuhyunku meminumnya hah?”

Gadis dengan mata merah dan rambut berantakan kembali berteriak kencang. Nafasnya tersenggal menahan kekesalan.

Mianhae Seungmi-ssi, aku….” Gadis disudut meja itu menghentikan ucapannya saat gadis yang ia panggil Seungmi menarik rambutnya kencang.

“Ya!” Seungmi kembali menarik rambut gadis dihadapannya. “Sudah ku katakan bukan, bahwa kau harus memastikan Choi Siwon meminumnya. Tapi apa yang kau lakukan? Kyuhyun meninumnya.” Seungmi membenturkan kepala gadis di depannya ke dinding.

“Kau hampir membuat Kyuhyun mati. Kau dengar. Kau menyakiti orang yang ku cintai. Kau memang brengsek.” Seungmi kembali membenturkan kepala gadis itu berkali-kali ke dinding.

“Aku mencintai Kyuhyun. Kau hanya perlu menyingkirkan Choi Siwon. Aku membayarmu mahal tapi apa yang kau lakukan? Kau memang pantas mati.”

Gadis malang itu hanya bisa pasrah merasakan kepalanya berdenyut karena benturan. Ia tidak yakin apakah setelah ini ia masih bisa bernafas. Harusnya dirinya tidak menyanggupi permintaan wanita gila di hadapannya. Harusnya dirinya tidak terbujuk dengan uang yang gadis itu tawarkan kepadanya. Harusnya dirinya tahu bahwa ia mencoba membunuh pewaris keluarga Choi hanya karena membutuhkan uang. Bahkan kini ia dalam masalah besar, karena keluarga Choi tidak akan membiarkannya lolos. Ia menyesal.

Gadis itu mengerjapkan matanya pelahan. Membuka matanya saat ini merupakan hal tersulit yang ia harus lakukan. Hingga akhirnya ia kembali merasakan hantaman keras di kepalanya dan merasakan sesuatu yang basah mengalir di sela-sela kulit lehernya. Apa pada akhirnya dirinya akan mati di tangan gadis gila ini. Entahlah yang jelas saat kegelapan mulai merenggut kesadarannya gadis itu sudah tidak dapat merasakan tubuhnya lagi. Tubuhnya terkulai lemas dengan hembusan nafas pelan.

“Dasar tidak berguna.”

Seungmi melepaskan cengkaramannya dan berdiri memandang tubuh didepannya yang sudah terkulai. Sebelum pergi ia sempat kembali menendang tubuh gadis itu kemudian keluar dan mengunci ruangan yang merupakan salah satu kamar di apartementnya.

Seungmi berjalan ke dapur dan mengambil gelas lalu mengisinya dengan air. Kemudian ia meminumnya perlahan, saat tiba-tiba ingatannya kembali saat Kyuhyun terkulai dengan wajah pucat, kekesalan Seungmi kembali mencuat. Dengan cepat ia melemparkan gelas di tangannya dan bernasip seperti cermin yang hancur sebelumnya.

Harusnya Seungmi melakukannya sendiri. Harusnya dirinya tidak mengandalkan gadis bodoh itu. Persetan dengan tim keamanan yang membuat Seungmi tidak bisa bertindak sesuai rencananya. Persetan dengan semua senyum yang orang-orang itu berikan untuk Kyuhyun dan Siwon. Seungmi membenci semua orang yang berbahagia atas pernikahan keduanya. Sangat membencinya.

Seungmi menendang kursi di depannya dan meninggalkan dapur dengan wajah merah. Kekesalan masih terlihat di wajahnya namun ia harus merapihkan dirinya. Seungmi harus mencari tahu bagaimana keadaan Kyuhyun saat ini. Terakhir yang ia tahu saat dirinya mengikuti mereka ke rumah sakit Kyuhyun sudah di pindahkan ke ruang rawat. Seungmi harus memastikan sendiri bahwa Kyuhyun baik-baik saja atau gadis itu harus membayarnya.

.

.

.

TBC

Note:

Hollllllaaaaaa ketemu lagi dengan cerita gaje saya…

Gak banyak cincong, sorry for typos, sorry buat cerita gaje dan ide murahannya,,, saya tidak tega membuat pudding menderita… T_____T

Jangan lupa ikutan kontes wkc ada gugu yg lg duduk manis untuk kalian bawa pulang….

Jangan lupa komentnya… jadi aku tahu masih ada penghuni WKc,,, soalnya sedih juga liat track koment di semua postingan WKc.. kalian sedang hiatus kah? Cerita disini gak ada yang baguskah? Gak ada nafsu karena kurang moment? Atau sudah insyaf? Lol

Aku masih gini-gini ajah,,, masih gila sama wonkyu,,, kangen banget sampe nangis2… hahahahah *curcol*

Dan yang jelas blog ini akan tetap jalan menemani kalian yang tak terlihat mungkin sampai OTP kita balik… hehehehehe

Last but not least…

See u next time and keep spreading WonKyu Love!!!

Annyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

32 thoughts on “All For You – Chapter 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s