Posted in BL, Drama, Family, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – Part 20

Tentang Kamu – Part 20

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
INI PANJANG dan membosankan

^_^
.
.
.
.

Siwon mengecup kening istrinya cukup lama sebelum membelai wajah cantiknya. Pria itu mengeliat pelan dan tersenyum ketika melihat wajah tampan suaminya begitu dekat dengannya.

” Kau tak ingin bangun sayang?’ Kyu mengelengkan kepala, ” Bukan pagi ini kita ada janji dengan umma dan appa.” Kyu berlahan membuka mata. ” Kau ingin mengkecewakan mereka” lagi hanya gelengkan namun kali ini Kyu meraba wajah tampan suaminya. ” Wae?”

” Ani. Hanya entah kenapa kau begitu tampan.” Kyu tersenyum lalu sedkit mengangkat kepalanya untuk memberikan kecupan di bibir joker itu. ” Kau sudah tahu dimana Jiwon?” spontan wajah senang Siwon berubah masam. Pria itu lebih baik berdiri dan berjalan menuju lemari pakean. Kyu memplout bibirnya dan menyibak selimutnya. ” Wonnie..”

“Bisakah pagi ini kita tak membahas itu? Kita baru saja berdamai. Kau tahu dia juga perlu pelajaran…bila kau terus memanjakannya…”

” Baiklah-baiklah” Kyu menghentikan Siwon. Dia tak ingin ribut seperti tempo hari. Kyu serba salah dengan sikap keras kepala suaminya. ” Terserah kau saja. Aku akan mandi.” Kyu mengambil handuk lalu berjalan ke arah kamar mandi.
.
.
.
.
.
” Umma kenapa harus di tempat mahal seperti ini?” keluah Kyu ketika di ajak di tempat yang cukup elit di korea. Nyonya Choi tak ingin kalah dengan ratu inggris yang membelikan barang mahal dan bermerk ternama dengan harga jutaan won.

” bahkan aku tak kalah kayanya dengan ratu inggis menantuku. Jadi tak apa bila kita sedkit merogoh kocek lebih dalam untuk cucu pertamaku.” Sungmin masih sibuh memilih warna untuk tempat tidur calon cucunya.

Kyu bergelayut manja pada ibu mertunya, ” Umma…” rengeknya dan dua pria tampan itu hanya menatap dengan sebilas senyuman.

” Uhmmm…”

” Apa tak sayang? Coba pikirkan…ini hanya untuk beberapa bulan. Setelah dia tumbuh dewasa barang-barang ini tak akan ada gunanya. Lagi pula dia masih kecil dan tak tahu itu barang bagus atau bukan. Asal bukan barang bekas itu sudah bagus umma.”

Sungmin menatap dengan serius. Dia perlu tanya dengan Heachul. Apa dia melahirkan putra kembar? Tapi dia ingat benar Heachul hanya melahirkan satu putra, ” Bagaimana pun itu adalah bentuk perduliku pada dia.” bantah Sungmin.

” Umma menyanyainya?”

” Keurom. Kau meragukannya?’

” Ani. Hanya saja bila umma menyanyainya….” ucap Kyu mengantung lalu menarik tangan ummanya untuk menyentuh perutnya,” Ini adalah bentuk perduli yang dia butuhkan umma. Berkomunikasi dengannya adalah cara yang terbaik untuk menujukan kasih sayang. Bukan hanya barang. Kita beli yang wajar saja dan setelah itu kita makan. Dia ingin makan Kalguksoo dan es krim. Sisanya cukup di simpan karna dia akan bertambah besar dan kita akan semakin banyak membutuhkan biaya lebih besar lagi.”

Sungmin tersenyum lalu membelai wajah pucat menantunya. Dia menghela nafas lalu menatap suaminya. Kangin hanya mengangkat bahunya dengan senyuman lebar, ” Baiklah!!! Kau menang menantuku sayang… sekarang kita pergi dan membeli semua keperluanmu dan segera pergi makan. Aku tak ingin cucuku kelaparan.” Kyu tersenyum lebar lalu memeluk Sungmin.

” Gomawo umma.” Kyu mengedipkan mata menatap Siwon yang hanya melipat di dada. Lalu mulutnya bergerak mengucapkan ‘Saranghae…” dan Kyu menjawab dengan ‘Nado’.
.
.
.
.
.

Kyu melahap rebusan kimchi dengan lahap. Dia bahkan hampir menghabiskan satu piring nasi. Napsu makannya bertambah ketika usia kandungnnya menginjak empat bulan. Kontrol terakhir menyatakan kandungnya sehat dan bayi mereka perempuan. Kyu tertawa membayangkan bagaimana wajah putrinya nanti tapi dia harus bersabar lima bulan lagi.

” Wonnie kira-kira semua barang-barang itu kapan sampainya?” tanya Kyu ketika selesai menghabiskan kuah sup Kimchinya. Siwon hanya tersenyum menjulurkan tanganya membersihkan bibir istrinya.

” Entahlah!!!” jawabnya.

Kyu sedkit berpikir, ” Bukan itu bisa langung datang. Padahal aku sudah mulai membereskan tempat gameku. Wonnie nanti warna dindingnya kita ganti ya?” Kyu begitu antusias dengan kamar calon bayi mereka.

Lagi Siwon hanya sebagai penikmat wajah manis itu terlihat gembira menyambut calon bayi mereka. ” Kau hanya cukup bersabar saja sayang. sekarang habiskan makannmu lalu kita akan melihar drama favoritmu…” Kyu hanya memplout bibirnya lalu kembali melahap makannya.
.
.
.
.
Selesai memotong buah-buahan Kyu membawanya ke kamar. Siwon menutup buku tebalnya dan menyikap selimut untuk istrinya dan dengan senang hati pria cantik itu menyndarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Kyu melahap potongan buah apel walau matanya masih tertuju pada layar kaca. Siwon hanya terdiam membelai perut Kyuhyun yang mulai terasa membuncit.

” Aku suka dengan sikap dewasamu…” bisiknya lalu memberikan kecupa bertubi-tubi di rambut coklat istrinya.

Kyu menaruh garpu itu di piring lalu menatap suaminya. Siwon sedkit terkejut dengan sikap spontan istrinya, ” Jadi kau tak suka dengan sikapku yang dulu..?” tanyanya.

Siwon tersenyum lalu menarik kembali istrinya untuk bersandar di dadanya, ” Padahal aku tak bicara seperti itu, tapi tetap saja kau berpikir seperti itu.” ucapnya.

Kyu kembali mengambil buah kiwi lalu memakannya, ” Tapi ucapanmu sendiri yang membuatku salah paham tuan Choi.” omelnya.

” Ah…baiklah aku minta maaf.” final. Semua kembali hening. Hanya suara TV yang meramaikan ruangan itu.

” Wonnie…”

” Hmm…”

” Sebenarnya…hmm..kau tahu Jiwon dimana?” tersirat rasa takut yang mendalam ketika Kyu mengucapkannya.

” Dia menginap di hotel bersama temannya.” jawabnya singkat.

” Oh..” Kyu mengigit bibirnya. Dia tahu suaminya tak suka membahas itu. “Lalu kau tahu siapa temannya itu…Ehmm…mungkin kita…”

” Dia yang memilih pergi bukan appa atau umma yang mengusirnya. Jadi tak ada acara bujuk membujuk karna dia sudah cukup dewasa.”

Kyu kembali menatap suaminya. ” Jiwon pasti suka mendengar calon ponakannya adalah perempuan. Aku ingin segera memberi tahunya. tapi…” Kyu menunduk memainkan jarinya, ” Sejak dua hari yang lalu dia tak membalas pesanku.” Kyu menatap suaminya kembali, ” Tak apa kan bila yang tua mengalah. Tak ada salahnya kau membujuk dia kembali. Aku hanya takut dia terpengaruh dunia luar. Kau mengerti maksudku bukan … Dia masih muda dan labil. Bicaralah!!! Kau kakaknya.” Kyu meraih tangan suaminya lalu membelai punggung tangan itu dengan lembut.

Siwon menghela nafas berat. Dia menarik satu tangannya lalu membelai wajah istrinya, ” Kadang aku heran. Kau tak memiliki sesuatu untuk di tonjolkan tapi kau mampu menyihir orang di sisimu untuk menuruti perintahmu.” Kyu tersenyum tipis, ” Akan ku coba.” kali ini pelukan yang menjadi gerakan spontan Kyuhyun.
.
.
.
.
.
Kyu berlari memasuki kediaman keluarga Choi dengan semangat. Pasalnya setelah mendapat sms dari suaminya bila Jiwon sudah kembali dia langsung berlari kemari. Kyu menghampiri Jiwon yang sedang asik membaca majalan wanita di ruang tengah.

” Jiwonnie…” Kyu ingin melabuhkan pelukan namun gadis itu menghindar.

” Oppa…kenapa kemari?’ ketus dan dingin. Kyu masih membeku di tempat. ” Umma sedang ada pertemuan dengan teman-temannya. Mereka sedang asik melakukan arisan berlian. Appa…dia di ruang kerja.” Jiwon pun menaruh majalahnya dengan kasar lalu berjalan menuju tangga. Kyu masih terdiam. Dia tak tahu apa kesalahannya? Kenapa adik iparnya bersikap dingin padanya? Padahal terakhir mereka bertemu gadis itu masih bersikap manja.

” Jiwonnie…” lirih dan tersirat kesakitan. Jiwon sempat menghentikan langkahnya. Tak tega melihat wajah kecewa kakak iparnya. Namun ketika dia mengingat ucapan wanita itu membuat darahnya kembali naik.
.
.
.
.
” Eonnie…” Jiwon sedkit berlari memasuki kafe yang sering dia gunakan untuk bertemu wanita ini. ” Mianhae…jalannya begitu macet dan tadi aku sedkit kesulitan mencari taksi.” keluhnya sambil menarik kursi.

” Jadi mobilmu belum di kembalikan?” Jiwon mengelengkan kepala. Wanita itu tersenyum tipis, ” Apa perlu aku meminjamkan mobilku? Aku punya satu mobil di sini…pinjamlah!!!” tawarnya.

” Tidak perlu. Aku akan semakin terpojokkan. Kemarin saja umma dan appa sempat mendiamkanku.” Jiwon menundukan kepala.

Wanita itu menyeringai, ” Minumlah!!! Aku sengaja memesankan lebih dahulu. Ahh…hari ini temani aku belanja ya?” Jiwon menataap wanita itu dengan mata berbinar. ” Aku akan mentraktirmu…” Jiwon mengangguk dengan semangat.

” Hanya eonnilah yang baik padaku…gomawo…” wanita itu hanya tersenyum tipis.

” Bukan ini akan nampak lebih mudah…” batin wanita itu.
.
.
.
.
.
.
.
Sejak tadi Kyu hanya mengaduk-aduk makan siang. Otaknya melayang kemana-mana sampai membuat napsu makannya menghilang.

” Ada apa?” Siwon menatap istrinya dengan khawatir. Sejak makan pagi Kyu lebih banyak diam. Dia hanya mengeleng lalu kembali mengaduk-aduk makanannya. ” Apa kau tidak suka makannya? Aku akan pesankan yang lain.”

” Anio….anio Wonnie hanya saja… Wonnie…kau tahu Jiwon sedkit berubah?” Kyu menaruh sumpitnya lalu menatap suaminya.

” Berubah. Berubah bagaimana?”

” Entahlah!!”

” Kau bertengkar dengannya?” Siwon menatap wajah istrinya dengan serius.

” Tidak. Sudahlah!!! Lupakan saja.” Kyu kembali mengambil sumpitnya lalu melahap makanannya. Siwon masih setia menatap istrinya. ” Kau mau daging?” Siwon hanya tersenyum dan membuka mulutnya.
.
.
.
.
.
.
” Berubah? Berubah bagaimana? menjadi doraemon?”

Pletak!!!

Satu pukulan mendarat cantik di kepala Changmin ketika suasana serius itu di hancurkan karna pertanyaan bodohnya. Hyukjae kembali terfokus pada Kyu.

” Siwon tahu?’ Kyu mengelengkan kepala. ” Bukan kau juga harus bicara dengannya? Itu aneh…bukan Jiwon terlihat begitu dekat denganmu..” Hyukjae terlihat berpikir.

Kyu menghela nafas lalu menatap keluar jendela dengan wajah masam. ” Aku tidak tahu.” jawabnya.

” Apa kau melakukan kesalahan?” sambung Changmin. Kyu mengelengkan kepala, ” Lalu kenapa dia jadi ketus dan tak mau berada di dekatmu. Itu aneh. Coba tanyakan saja…” Kyu menatap sahabatnya itu, ” Tak ada salahnya bukan? Cobalah!!!” Kyu menunduk dan mulai berpikir tentang saran sahabatnya itu.
.
.
.
.
.
Kyu duduk dengan gelisah. Pasalnya Jiwon belum juga datang. Ini sudah lebih dari satu jam dia menunggu di kafe dengan semua pesanan makannan kesukaan gadis itu. Dia sudah beberapa kali mengirimkan pesan namun tak satu pun di balas. Kyu masih terus menunggu walau perutnya sudah sangat lapar.

” Jiwonnie…” Kyuhyun berdiri menyambut adik iparnya yang berjalan menuju tempatnya. ” Lama sekali. Apa jalanan macet? Kau membuat oppa ngawatir.” namun sayang wajah dinginlah yang dia dapatkan.

” Ada apa?”

Kyu masih berusaha tersenyum, ” Makanlah!!! Aku sudah memesankan semua makanan kesukaanmu. Kau pasti sangat sibuk kuliah tapi aku mengggu waktu istirahatmu. Mianhae…” kata Kyuhyun dengan panjang lebar.

” Sebenarnya ada apa oppa memanggilku? Asal oppa tahu sampai harus buru-buru menyelesaikan makan siangku dengan eonni dan kau hanya bicara tak penting.” ketusnya.

Kyu mengaruk lengannya. Ada yang sakit di dalam dirinya, ” Jeongmal? Mianhae… harusnya oppa memilih waktu yang tepat.” Kyu menunduk memainkan jarinya. Jiwon mulai merasa dirinya kejam. Namun…

” Sebenarnya ada apa?”

” Oh..” Kyu mengangkat kepalanya, ” Oppa…oppa…”

” Wae?” sentak Jiwon.

Mata Kyu memanas, ” Oppa hanya merasa kalau…kau sedikit berubah. Kau sedikit mengindariku beberapa minggu ini…kenapa? Apa Oppa melakukan kesalahan?” Kyu berusaha menatap adik iparnya.

” Oppa ingin tahu?” Kyu mengangguk, ” Karna aku membencimu.” ucapnya dengan nada dingin dan ketus.

” Wae? Apa aku melakukan kesalahan?”

” Ya.” Jiwon melipat tangan di dada.

“Aku benar-benar tak tahu apa salahku? Tapi bila itu membuatmu tak senang aku minta maaf.”

” Pergi dari kehidupan keluargaku dan oppaku.”

“Mworago?” Kyu terkejut dengan ucapan Jiwon barusan, ” Mi cheo sseo?” ucapan Kyu sedikit meninggi.

” Anie. Hanya saja instingku mengkatakan kau lebih baik tak ada di antara keluargaku..terutama oppaku. Menurutmu aku tak tahu apa yang sudah kau rencanakan dengan keluargamu. Kau sengaja mengoda oppaku…entah!!! Kadang aku juga berpikir bagaimana Siwon oppa begitu tergila-gila denganmu…Tapi sekarang kau harus lebih berhati-hati karna aku tak akan tinggal diam ketika kau menghancurkan keluargaku. Ini bukan hanya sekerdar acaman karna aku akan benar-benar memisahkan kalian. Kau tak pantas untuk oppaku ada yang jauh lebih kata pantas…bukan hanya menjual tubuhmu. Sekarang kau puas mendengar jawabanku?” Kyu hanya terdiam menatap adik iparnya bahkan dia tak sadar pipi cubbynya sudah basah karna air mata. “Sekarang apa yang seharusnya aku katakan sudah aku katakanan.” Jiwon mendorong kursinya lalu berdiri.

” Apa kau pikir aku seburuk itu?”

” Lalu apa? Bukan itu kenyataan…”

“Kau merendahkanku? Lalu kenapa waktu itu kau mendukungku.”

” Bila tahu itu rencanamu aku tak akan mendukungmu. Untung ada eonnie yang baik menyadarkaku. Dia akan lebih baik di keluargaku. Kau tahu? Dia bukan manusia rendahan sepertimu… yang memanfaatkan kebaikan orang tuaku dan oppaku untuk kelancaran bisnis.”

” Lalu apa kalimat yang tepat untuk eonniemu itu? Perusak? Rumput liar.” Jiwon membulatkan mata tak terima orang yang di anggap baik itu di hina.

Jiwon tertawa meremehkan, ” Kau hanya takut.” ledeknya.

” Ani. Untuk apa aku takut.” Kyu mengambil tas punggungnya lalu mengenakannya, ” Bila aku takut mungkin aku tak akan berani menatapmu. Cukup kau catatan dalam otakmu…aku bukan orang yang kau pikirkan. Namun bila itu memang yang ada dalam otak cantikmu…buktikan!!! aku tak pernah takut.” Kyu melangkah di samping Jiwon, ” Kau boleh katakan apa pun tentangku tapi tidak tentang keluargaku.” Kyuhyun pun berjalan melintasi Jiwon yang hanya terpaku dengan ucapan Kyuhyun barusan. Dia menundukan kepala. Namun tiba-tiba ada yang memengang bahunya.

” Dia ingin menantangmu…” bisiknya tepat di daun telinga Jiwon. Gadis itu mengenggam tangannya kuat-kuat. Dia akan membalasnya.
.
.
.
.
.
Kyuhyun menatap makan malam dengan rapi namun sayang baru saja suaminya menghubunginya bila hari ini dia akan makan malam dengan Jiwon. Itu cukup membuat kecewa Kyuhyun akhir-akhir ini. Dia tak tahu harus bicara atau protes bagimana? karna alasan makan malam bisnis menjadi jawaban. Air mata itu mengalir dengan deras di pipi cubbynya. Selesai makan dia pun langsung mengosok gigi dan tertidur tanpa berniat melihat drama favoritnya.

Tengah malam dia merasakan sudah ada yang memeluk pinggangnya. Kyu hanya melirik sekilas wajah damai suaminya lalu melepas tangan itu dari pinggangnya dan beranjak turun untuk mengambil air putih. Pria cantik itu duduk di conter dapur sambil menuangkan air putih di gelas dan meneguknya berlahan. Dia menghapus air matanya lalu berjalan pelan menunju sofa dengan menghela nafas. Dia duduk dengandiam. Jujur dia mengantuk namun pikiranya melarangnya kembali ke kamar sebagai ucapan protes karna sikap acuh suaminya akhir-akhir ini. Pada akhirnya dia menyalakan TVnya dan mulai merebahkan tubuhnya. Dia mendekap perutnya.

” Sayang apa umma boleh cemburu…aniya… Appa bekerja untuk kita. Ahh…” Dia kembali menghela nafas. ” Apa yang Jiwon rencanakan? Dia tak akan mungkin merencanakan hal jahat untuk menyakiti kita. Mungkin dia hanya kesal saja.” gumamanya lalu karna lelah dia pun berlahan memejamkan mata setelah beberapa kali menguap.

Siwon yang merasa kehilangan kehangatan dalam tubuhnya spontan pria itu membuka mata mencari seseorang yang harusnya tidur di sampingnya dan tepat orang yang di peluknya menghilang. Dia mengusap wajahnya dan berjalan menuju kamar mandi namun nihil pria itu tak ada disana. Dia pun segara berlari keluar kamar dan mendapati istrinya tertidur di sofa dengan TV yang menyala.

” Apa yang dia lakukan disini?” gumamanya sambil meraih remote TV dan mematikannya. Dia duduk di meja menatap wajah lelah istrinya. Siwon mengecup kening istrinya lalu berlahan mengangkat tubuh yang semakin berat itu namun tiba-tiba mata itu terbuka sebelum dia terangkat sempurna,”Mianhae…aku membuatmu bangun?” tanya Siwon. Kyu buru-buru bangun dan merapikan pyamanya. ” Kenapa kau tidur disini?” tanya Siwon dengan serius.

Kyu merapikan rambutnya, ” Hanya ingin melihat TV.” dia pun bangkit dari tempat duduknya.

” Atau benda mati itu yang melihatmu…”

” Kapan kau pulang?” Kyu berjalan menuju dapur untuk kembali minum tanpa memperhatikan ledekan suamianya.

Siwon berjalan di belakangnya, ” Cukup malam. Tadi ban mobilku tiba-tiba kempes dan aku menumpang di mobil rekan binisku.” ceritanya.

Kyu berbalik menatap Siwon, ” Siapa?” selidiknya.

” Huh?” Siwon sedikit linglung.

” Siapa? kau menumpang mobil siapa Siwon-sii?”

” Baby…”

” Wae? ada yang kau sembunyikan?”

” Aniya. Apa yang aku harus sembunyikan darimu?” jawabnya.

” Dengan sikapmu yang seperti ini semakin memperjelas atas kecurigaanku…”

” Kecurigaan? Baby…kau mulai tak percaya denganku?”

” Kau yang membuatku seperti itu? Jadi…”

“Aku menumpah mobil Liu Wen-ssi. Di situ juga ada Jiwon. Jadi apa yang kau curigakan?” tegasnya.

” Oh…” Kyu meletakan gelas kaca itu dengan kasar lalu berjalan menuju kamar.

” Choi Kyuhyun…kau tidak sedang cemburu bukan… aku juga tak tahu kenapa mobilku rusak… dan ketika itu…”

” Kau sedang makan malam bersamanya…terus apa salahnya menumpah mobilnya padahal masih banyak ribuan taksi berkeliaran di jalan…” cercanya.

Siwon terdiam menatap istrinya, ” Baby…” Siwon mencengkeram erat kedua bahu istrinya. ” Aku hanya panik. Aku juga mengkhawatirkanmu bila tak cepat pulang. Jadi aku tak berpikir panjang.”

” Apa kau lupa fungsi ponsel?” Kyu melipat tangan di dada, “Oke…kali ini aku memaafkanmu…’ Kyu mendorong tubuh suaminya.

” Memang aku melakukan apa? Aku tidak berselingkuh…kita bertemu dengan tidak sengaja… dan Jiwon mengundangnya duduk bersama hanya untuk ramah tamah…” jelas Siwon yang masih tak terima dengan pandangan curiga istrinya namun Kyu terus berjalan menuju kamar mereka.

Kyu menyikap selimut lalu menata bonekahnya di tengah, ” Aku lelah…dan ingin tidur…kita bicara besok saja.” ucapnya dengan santai lalu menarik selimut itu sebatas dada.

” Kau memasang perisai?” Siwon dengan kasar menarik bonekah besar itu lalu membuangnya ke lantai, ” Aku tidak salah…jadi aku tidak suka kau memvonis aku seperti itu…” tegasnya. Kyu pun bangkit lalu hendak beranjak dari tempat tidur, ” Kau mau kemana lagi?”

” Tidur.” Kyu memungut bonekahnya lalu berjalan keluar kamar dengan pintu yang di tutup keras. Siwon hanya menghela nafas lalu kembali mengikuti istrinya. Siwon melihat Kyu menata bonekah besar itu sebagai alas kepalanya.

” Tidur di dalam apa kau tak kasihan dengan baby kita? Aku akan tidur di ruang kerjaku…jadi cepat tidur di dalam…” selesai bicara Siwon berjalan menuju tempat kerjanya sedangkan Kyu masih terdiam di sofa menghapus air matanya.
.
.
.
.
Siwon merasakan pegal di seluruh badanya. Sofa di ruang kerjanya sangat kecil dan sempit membuatnya tak leluasa bergerak. Dia merenggangkan tubuhnya lalu berjalan keluar ruangan itu dengan mata yang masih mengkantuk. Matanya membulat sempurna ketika tahu istrinya masih tidur di sofa depan TV.

” Bahkan dia tak mendengarkan ucapanku.” gumamanya. Dia memejamkan mata sekilas lalu mengusap wajahnya lalu berjalan menuju kamar untuk mandi. Selesai mengenakan kemeja, pria berlesung pipi itu menuju ke dapur hanya untuk membuat adonan waffel dan kopi. Dia masih menatap istrinya yang tak bergerak sama sekali. Tidur jam berapa istrinya?

Selesai dengan masakannya Siwon berjalan menghampiri istrinya. Dia mengulurkan tangannya untuk mengoyangkan tubuh istrinya, ” Baby…kau tak ingin bangun?” bisiknya tepat di depan wajah istrinya. Kyu berjalan membuka matanya lalu mengkerucutkan bibirnya ketika merasa tidurnya terganggu, “Selamat pagi…” sebuah kecupan di bibirnya membuat Kyu terkejut membuka matanya.

” Kenapa kau menciumku?’ protesnya.

” Karna aku ingin menciumu…” jawabnya dengan santai lalu menyentil hidung mancung istrinya.

” Tapi aku tak mengijinkanmu menciumku.”

” Itu bukan urusanku…” Siwon pun berdiri lalu menarik tangan istrinya untuk bangun, ” Kau mulai jadi pembangkang. Aku sudah bilang tidur di dalam kau mengabaikannya. Sekarang pergi mandi lalu kita sarapan…” ucap Siwon sambil mendorong istrinya masuk ke dalam kamar mandi, ” Cepatlah!!! Atau aku akan memandikanmu?’ Siwon mengedipkan matanya dengan genit dan itu membuat Kyuhyun kesal. Dia pun menutup pintu dengan kasar sampai menimbulkan bunyi yang keras. Siwon tersenyum. Dia tahu istrinya pasti akan malu setiap kali Siwon mengodanya.
.
.
.
.
Selesai mengunakan kemeja biru muda tanpa bawahan pria cantik itu berjalan keluar kamar dengan lamban. Dia melihat suaminya sedang sibuk dengan waffelnya. Aromanya sangat menusuk. Kyu paling suka dengan waffel butter buatan suaminya. Dengan tambahan Cinnamon sugar, madu dan coklat. Kyu mengigit bibirnya ketika membayangkan coklat yang ikut meleleh dalam mulutnya. Dia menghela nafas sambil memengai perutnya. Siwon mengetahui kehadirannya. Dia tersenyum membuat jantung Kyuhyun tiba-tiba berdebar kencang.

” Kau sudah selesai. Kemarilah!!! Ini sudah hampir jadi…” terlihat siwon buru-buru menungkan coklat ke dalam mangkuk kecil. “Mianhae… aku sedang tak berniat masak. tak apa kan kita sarapan dengan ini? Atau kau ingin sarapan dengan yang lain?” Kyu tak menjawab hanya langsung menarik satu kursi lalu duduk dengan tenang. Siwon masih terdiam menatap istrinya lalu menghela nafas sebelum menuangkan susu dalam gelas istrinya,” Mau aku suapi?” tawarnya ketika Kyu sama sekali tak menyentuh waffelnya. Dia mengeleng cepat. Kyu berlahan mengambil pisau dan garpu lalu memotong waffel itu tanpa berniat memakannya. ” Bila kau tak selera aku akan memasakan yang lain untukmu?” Siwon terlihat khawatir.

” Kenapa kau berisik sekalin Tuan Choi Siwon.” sentaknya dengan kesal lalu setelah itu melayap potongan waffel dengan rakus.

” Kuyah yang benar. Aku tak ingin pencernaanmu terganggu.” Kyu hanya melepar tatapan menusuk, ” Aku hanya memperingatkan.” jawabnya cuek lalu tersenyum tipis sambil menyesap kopinya.
.
.
.
Kyu memberesakan peralatan makan mereka dan mencucinya sedangkan Siwon sibuk memilih dasinya. Pria itu melirik pintu kamarnya, biasanya istrinya akan menghampirinya. Namun kemana dia? Siwon buru-buru keluar dan mencari keberadaan istrinya. Dia tersenyum ketika melihat istrinya sedang mencuci piring mereka. Dia melingkarkan tangannya di pinggang istrinya lalu mengecup tengkuknya.

” Apa kau masih marah?’ bisiknya lembut di dekat daun telinga istrinya. Kyu tak berniat menjawab, ” Baby…” rengeknya.

” Menjauh dariku…”

” Sepertinya itu permintaan mustahil.” Siwon mengeratkan pelukan lalu mengecup pipi gembil istrinya. ” saranghae…”

” Tuan Choi…” sentaknya ketika merasakan tangan jahil siwon pada tubuhnya.

” Hmm…” pria itu masih menikmati aroma tubuh istrinya.

” Singkirkan tanganmu…” Kyu berusaha melepas kedua tangan Siwon dari tubuhnya.

” Tidak bisa. Ada permintaan lain?”

” Jangan menyetuhku atau menciumku…”

” Permintaan konyol.” Siwon menarik istrinya untuk menatapnya. ” Kau boleh minta apa pun, asal jangan permintaan konyol itu?”

” Cih!! Apa perduliku? Cepat menyingkir!!!” Kyu memukul dada Siwon dengan keras namun pria itu begitu keras kepala. Siwon masih terdiam sampai dia lelah dan mengedong Kyuhyun tak perduli seberapa dia memberontak. Merebahkan dalam ranjang lalu mengkuncinya dalam pelukannya.

” Kau yang memaksaku berbuat seperti ini…” bisiknya dengan sinis.
.
.
.
.
Ponsel Siwon sejak tadi terus berdering namun sayang pria berlesung pipi itu masih nyaman memeluk istri tercintanya.

” Angkat atau buang ponsel busukmu itu. Dia brisik dan menganggu tidurku..” omel kyuhyun dengan mata terpejam. Sungguh dia lelah. Suaminya begitu sialan pikirnya.

” Baiklah nyonya Choi yang terhormat…” Siwon terpaksa melepaskan kedua tangannya dari tubuh istrinya hanya untuk meraih ponselnya yang dari tadi berdering tiada hentinya. ” Sudah!!! Kemarilah lagi…” Siwon menyamankan tubuhnya dan menelentakan tangan kirinya untuk menjadi batal istrinya namun…

” Jangan mengangguku…” sentaknya membuat Siwon mengerutkan keningnya. Istrinya akan selalu seperti itu…

” Baby…”

” Ussttttt!!! berisik!!! Kau sudah menghancurkan rencanaku berkencan dengan kedua temanku dan sekarang kau ingin menghancurkan tidur cantikku Tuan muda Choi yang terhormat…” omel Kyu dengan mata terpejam.

” Bukan lebih menarik bila berkencan denganku sayang?” tak ada jawaban dari istrinya” Ahh…Mianhae Jongmal Mianhae…Sebenarnya kau ingin kemana? Bolehkan orang yang menyebalkan ini mengetahuinya..”

Kyu terpaksa membuka mata lalu membalik tubuhnya menghadap suaminya, ” Hyukjae akan bertunangan satu minggu lagi…dan aku perlu baju Tuan Choi yang terhormat…Kau mengkacaukannya…”

Siwon tertawa lalu mencolek hidung mancung istrinya,”Jadi aku pengkacau? Bukan lebih sempurna bila kau melakukannya denganku sayang…”

Kyu tertawa meremehkan lalu kembali memeluk gulingnya, ” Tuan Choi lebih baik kau pergi bekerja. Aku benar-benar lelah.” ucapnya lalu semua kembali hening. Siwon terus menatap istrinya sampi bener-benar terdengar dengkuran halus dari bibir plumnya.

Siwon memenahai letak rambut istrinya lalu memberikan kecupan di kening istrinya. Cukup lama namun tak mengusik tidur istrinya, ” Saranghae…” bisiknya sebelum bergegas turun dari ranjang mengambil kemeja dan celana pendeknya.
.
.
.
.
.

Kyuhyun mengusap wajahnya yang masih mengkantuk. Rasanya dia sudah tertidur lama namun tubuhnya masih terasa pegal. Pria cantik itu melirik kesebelah kanannya namun suaminya benar-benar meninggalkannya. Dia memplout bibirnya. Dia mengeratkan selimut tebalnya lalu berjalan keluar untuk mengambil air putih tanpa repot-repot mengenakan bajunya. Dia begitu haus sejak tadi. Tenggorokannya begitu kering dan seakan mencengkiknya.

” Harusnya aku tak menyuruhnya bekerja…” gerutunya sambil membuka pintu kamar mereka. Bibir yang awalnya mengkerucut imut itu berubah menjadi sebilas senyuman menawan. Suaminya tidak benar-benar meninggalknnya. Kyu memberatakan rambutnya kembali lalu sedkit membasahai bibirnya. Dia berjalan ke arah dapur untuk melakukan pemikiran pertamanya lalu berjalan dengan pelan menuju ruang Tv yang terlihat suaminya sibuk dengan berapa file di tangannya. Siwon menyadari kehadirannya lalu tersenyum tipis.

” Kau sudah bangun?”

” Belum. Aku tidur sambil berjalan.” ketusnya lalu berjalan dengan sesekali membenahi selimutnya.

” Kenapa tak langsung mandi dan gunakan bajumu. Kau bisa masuk angin bila tak segera mengenakan bajumu.” Siwon menatap istrinya kerepotan dengan ujung selimut yang dia selipkan di lipatan selimut.

” Apa perdulimu?’ jawabnya lagi.

” Kemarilah!!!” siwon menepuk sofa.

” Tidak mau.” tolaknya namun kakinya tetap melangkah mendekati suaminya. Dan HOP.. pria cantik itu duduk dengan sedkit kasar di pangkuan suaminya.

” Baby…” rintih Siwon ketika merasakan pahanya akan patah bila menahan beban berat itu. Kyu tersenyum. ” Kau benar-benar ingin mematahkan kakiku sayang…”kini kedua tangan siwon melingkar di pinggang istrinya.

” Aku lebih suka mematahkan yang lainnya.” ucapnya nyaris seperti bisikan tepat di wajah suaminya. Siwon hanya terdiam dengan mata tajamnya dan Kyu sedkit mengodanya dengan tatapan polos dan bibir ranum yang sengaja dia basahi dengan air liur.

” Kau belum jera nyonya Choi…”

” Jera…?” dia sengaja menyerakan suara seksinya terkesan seperti desahan manja.

” Mungkin bila umma tak menghubungiku satu jam yang lalu mungkin kau akan tahu akibatnya.” jawab Siwon sambil mencuri kecupan di bibir plum itu.

” Umma…” Kyu menatap serius wajah suaminya lalu…

” Ehmm…” Siwon mengangguk lalu tersenyum tipis.

Ting…tong…

Suara bel rumahnya membuat Kyu membulatkan matanya. ” Yah!!! kenapa kau tak bilang bila umma akan datang?” dia sedikit panik dan sontak berdiri dari pangkuan suaminya.

” Bukan kau baru bangun sayang jadi bagaimana caraku memberitahumu…”

” Yah!!! Yah!!! Lalu bagimana ini? Bahkan aku… Ottokhe…” Kyu panik sendiri bahkan selimutnya nyaris terlepas ketika dia buru-buru berjalan.

” Siapa suruh mengunakan selimut panjang seperti itu…?’ Siwon segera menghampiri istrinya yang kesulitan berjalan. Bel rumah terus berbunyi membuat Siwon mengangkat istrinya ala pengantin.

” Aku seperti ini juga untuk mengodamu..” cicitnya membuat semakin gemas suaminya dan kecupan itu menjadi penyalurnya.

” Bahkan tanpa kau seperti ini saja aku sudah ingin memakanmu setiap hari sayang…” jawab Siwon.

” Pembual. kau bakan lebih suka dengan pekerjaanmu.”

” Kau selalu cemburu dengan pekerjaanku atau itu hanya alasanmu saja. Padahal ketika aku menatap file file itu aku berharap segera menyelesaikannya dan berlari ke arahmu.” Kyu melingkarkan kedua tanganya di leher suaminya lalu mememberikan kecupan mengairahkan tanpa perduli bel itu terus berbunyi.

” Kau selalu membuat khawatir…bila suatu saat kau akan meninggalkanku sendiri di sini…” Kyu menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.

Siwon menurunkannya lalu memeluknya dengan erat. ” Demi Tuhan… bila aku bisa bernafas tanpamu…berarti Tuhan memberikan keajaiban…” ucapnya sambil memeluk punggung telanjang itu. Kyu pun membalas pelukan itu seakan dia lupa akan ada hari esok. Suara ketukan pintu semakin kencang. Mungkin Nyonya Choi Sungmin akan segera menghancurkan pintu kayu itu. Siwon menoleh lalu tersenyum kecil, ” Cepat mandilah!!! Kau tak ingin ibu mertuamu akan membunuh suamimu bukan?” candanya dan Kyu hanya mengangguk dengan segera berjalan menuju kamar mandi.
.
.
.

” Anak sialan!!! kau tak tahu ini berat bodoh!!!” umpat Sungmin.

” Mianhae umma…” Siwon merebut kantung belanjaan ibunya. ” Tadi aku masih di kamar mandi.”

Sungmin melirik tajam putranya, ” Oh… tapi tak ada satu pun anggota tubuhmu yang basah…ahh… hanya bibirnya saja…” Siwon kelimpungan membersihkan bibirnya lalu menaruh kantung belanjaan itu di conter dapur, ” Dimana menantuku? Apa dia masih tak enak badan?’

” Dia sedang mandi.”

” Kau membangunkannya.”

” Ani umma. Dia emang terbangun sendiri.”

Sungmin melipat tangan di dada, ” Lalu kenapa kau tidak berangkat ke kantor?” selidik ibunya.

” Huh?” Siwon mengaruk kepalanya, ” I..itu karna aku sedang tak enak badan …”

” Sebenarnya kau atau menantuku yang sedang tak enak badan?” hardik Sungmin dengan padangan menusuk.

” Umma…”

” Kau merajuk Siwon?” Siwon hanya berdecak kesal ketika ibunya mulai mengodanya. ” Jadi?’

” Apa lagi? Bukan kau sudah tahu sendiri apa jawabannya nyonya Choi Sungmin-sii terhormat.”

” Wah!!! Jadi kau membuat menantuku kelelahan!!! dasar anak kurang ajar, Bagimana bila menantuku dan cucuku kelehanan. Demi Tuhan!!! tahan dirimu…” umpat Sungmin sambil mengambil spatula. Siwon sudah melindungi kepalanya dengan kedua tangannya. Tapi….

” Umma…” suara merdu itu menghentikan gerakan Sungmin. Wanita paru baya itu menurunkan spatulanya dan berjalan menuju menantunya dengan ruwat wajah khawatir. ” Umma kau datang…”

” Kau baik-baik sayang?” Kyu mengangguk, ” Apa Siwon melukaimu?” tanya Sungmin sambil meneliri seluruh anggota tubuh menantunya.

” Umma…Demi Tuhan aku bukan spikopat.” sela Siwon tak terima ketika ibunya bertanya seperti itu.

” Kau duduk saja. Umma akan memasakan sesuatu untukmu sayang…” Sungmin tak memperdulikan pembelaan putranya dan menarik menantunya untuk duduk lalu wanita paru baya itu mulai memakai arponya. ” Kau harus makan banyak nanti.” Kyu hanya mengangguk lalu memopang dagu melihat lihai tangan ibu mertuanya menyentuh bahan masakan. Siwon hanya berkaca pinggang dengan wajah kesal. Bila seperti ini dia seperti anak tiri.

” Sebenarnya siapa anak kandungnya..” gumam Siwon sambil melipat tangan di dada.
.
.
.
.
.

” Sejak tadi oppa tak mengangkat telponya unnie. Bahkan dia tak datang ke kantor. Entah kemana dia?” Jiwon mengeluh pada wanita di depannya.

Liu Wen meraih tangan gadis itu, ” Mungkin dia sibuk sayang. Jangan terlalu di paksa. Nanti Siwon oppa akan curiga.” katanya dengan senyuman tipis.

” Tapi aku sudah muak melihatnya selalu jadi ratu di keluargaku. Ihhh…itu menjijikan…sejak dia hamil umma lebih memperhatikannya.”

” Itu wajar bukan? Karna itu adalah cucu pertama keluarga Choi.”

” Tapi aku tak ingin penerus keluarga Choi lahir dari pria sialan itu.”

Liu tersenyum licik dan mengenggam tangan Jiwon dengan kuat, ” Ahh…benar juga… bila ibunya penipu bagaimana anak nanti? Mungkin dia akan mengambil juga bagian anakmu.” Jiwon membulatkan matanya.

” Lalu aku harus bagaimana eonni?” Liu wen mengenggam tangan Jiwon. Berusaha menenangkan gadis itu.

” Jangan terlalu di pikirkan dulu… sekarang coba pikirkan dulu bagaimana cara agar kakakmu datang ke ulang tahunku tanpa istrinya.”
.
.
.
.
.
Seharian ini Kyuhyun selalu bersama ibu mertuanya. Belajar merajut sepatu kecil untuk calon bayinya. Siwon hanya tersenyum kecil melihat interaksi kedua orang yang paling dia sayang di dunia ini. Jarang sekali mertua dan menantu bisa berdamai. Hingga malam tiba, sebenarnya Nyonya Choi enggan sekali pulang. Namun pada akhirnya dia tetap pergi karna Tuan Choi Kangin menjemputnya dengan wajah merajuk.

Kyu keluar dari kamar mandi selesai mengosok gigi dan menganti pakean tidur. Terlihat Siwon baru masuk kamarnya dan menaruh ponselnya di narkas dekat ranjang mereka. Siwon melontarkan senyum sambil meraih baju tidur yang sudah di siapakan istrinya. Kyu pun melirik pintu kamar mandi yang baru saja tertutup sempurna. Pria cantik itu berjalan cepat menuju tepi ranjang, meraih ponsel putih itu dan mengecek panggilan sampai kotak pesan. Tak lama terdengar pesan masuk setelah satu kali panggilan masuk.
.
.

From : Jiwon
”Oppa…kenapa tak membalas pesanku? Bahkan telponku kau abaikan sejak tadi pagi. Wae? Apa ada yang melarangmu? Oppa… pokoknya jadikan aku pasanganmu ketika kau datang di ulang tahun liu wen-sii eonnie… arrasso?”
.
.
Kyu memplout bibirnya ketika membaca pesan masuk itu. Dia hanya menghela nafas ketika lagi-lagi ada panggilan masuk dengan nama yang sama. Kyu hanya memperhatikannya dengan wajah masam.

” Siapa yang menghubungiku?’ sontak Kyu menaruh ponsel Siwon dengan kasar lalu pura-pura memainkan kukunya. Siwon berjalan menghampiri istrinya dan berlutut mengeggam kedua tangan Kyu. ” Wae? Ada yang menganggu pikiranmu?”

” Annie.” Kyu memalingkan wajah dan menarik kedua tangannya.

Siwon menghela nafas lalu mengecup perut Kyuhyun dari luar baju. Kyu pun menunduk melihatnya. ” Lalu kenapa kau melihat ponselku?”

” Siapa?” wajah Kyu sedkit menengang, ” Oh… apa aku tak boleh menyentuhnya? Ya sudah… aku tak akan menyentuhkan.. aku juga memiliki ponsel lebih bangus.. minggir…” Kyu mendorong suaminya, ” Aku akan mencuci tangannku…” ucapnya kesal.

Siwon hanya terkekeh lagi masih dalam posisi semula. Dia menatap dengan pandangan bertanya membuat Kyu grogi dan mengalihkan pandangannya. ” Kau tak pernah berubah. Bila kau mencurigaiku kau akan mengambil ponselku dan meneliti semuanya. Apa kau tak pernah berpikir bisa saja aku sudah menghapus semua pesannya?”

Kyu membulatkan matanya, ” Jadi kau sudah menghapusnya?” tanyanya.

Siwon tertawa lalu mencangkup wajah istrinya dengan sedkit kasar karna Kyu sempat menolaknya. “Jadi benar kau mencurigaiku?” Kyu kembali memasang wajah cuek dan acuh, ” Ahh… ternyata istriku bisa cemburu juga. Manisnya? Kali ini siapa yang kau curigai sayang?”

” Minggir!!! Aku ingin tidur…”

” Bagaimana bila kita bertukar ponsel saja. Euhmm? Bukan hal itu bisa membuatmu tenang…?” tak ada tanggapan dari Kyu dia hanya berusaha lepas dari kelungkuangan suaminya. ” Baby…”

” Mirggir Tuan Choi… aku ingin tidur…”

” Baiklah!!! Kau memang ingin di hukum lagi ya…”

” Yah!!! Yah!!! Wonnie… aku lelah!!!” Kyu berusha meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.

” Persetan.” Siwon mulai membuka kancing bajunya.

” Wonniee….” kali ini dengan sedkit renggean dan tangisan. Kakinya pun menendang-nendang seperti anak kecil merajuk.

CUP!!!

Kyu hanya mengedipkan mata dengan pandangan polos. Dia mengigit bibirnya, ” Kau melukaiku dengan sikap tak percayamu. Kau selalu dingin dan angkuh namun kau menyimpan kecurigaan-kecurigaan… padahal sudah jelas bila aku mencintaimu…”

” Aku…aku…bukan maksudku…ah…sudahlah!!!” Kyu menunduk dengan wajah bersalah. Siwon merauh tubuh itu lalu memeluknya dengan erat. Tanpa berkata apa pun. Hingga lelah dan mereka membaringkan tubuh mereka, terlelap sampai pagi menjelang.
.
.
.
.
.
.

“Ini nona Cytotec dan Misoprostol yang Anda pesan.” pelayan apotek itu memberikan dua tablet ke arah wanita muda itu.

” Terima kasih.” wanita itu mengelurkan beberapa lembar 100 won lalu pergi dengan senyuman tipis.
.
.
.
.
.
Kyu sejenak menatap suaminya yang tertidur nyaman di sampingnya. Berlahan jemari lentik itu membelai rambut hitam milik suaminya. Dia tersenyum lalu mendekat berlahan mengecup keningnya. Dia berlahan melepaskan pelukan suaminya dan beranjak turun menuju kamar mandi.

Pagi ini pria cantik itu sedang berkutat dengan ponselnya. Dia membaca resep waffel yang baru saja dia cari dari google. Dia sedikit kerepotan ketika harus memecah telur agar tak pecah bersama kulitnya. Ini sudah setengah jam dan dia belum melakukan apa pun. Tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya, mengecup leher jenjangnya.

” Sejak kapan istriku begitu mengemaskan?” Kyu masih terdiam mencoba mengaduk adona Waffel yang nyaris selesai.

” Mandilah!!! Ini akan segera selesai.” ucapnya sambil melirik cetakan waffel yang mulai terlihat hangat.

” Bahkan kau menyeduh kopi untukku?”

” Bukan setiap hari seperti itu…”

” Hanya saat kau tak malas bukan?’ skakmat. Kyuhyun terdiam memasukan adonan Waffel dalam cetakan lalu menutupnya.

” Apakah aku harus bolos kerja lagi?”

” Wonnie…” Siwon tertawa. ” Cepat mandi. Aku sudah menyiapkan bajumu hari ini. Jangan terlalu sering bolos kerja. kau tahu sekarang tanggung jawabmu bertambah. Menjadi seorang Ayah…”

Siwon tersenyum, ” Berikan aku ciuman selamat pagi. Setelah itu aku akan pergi mandi.”

Kyu mengigit bibirnya lalu membalik tubuhnya dan memberikan kecupan singkat.

” Hanya seperti itu. Bahkan itu tak mampu membuatku berjalan satu langkah darimu…”

Kyu menghentkan kakinya dengan kesal lalu kembali membalik badan dan mengalungkan kedua tanganya di leher Siwon. Ciuman selamat pagi yang cukup panjang sampai….

” Omo…” Kyu langsung melepaskan ciumannya dan berbalik melihat waffelnya sudah hangus. ” Ya…ya…ini semua karna kau…” omel Kyu sambil mematikan kompornya. Siwon tertawa lalu menjulurkan lidah. ” Yah!!! kau mau kemana? bantu aku membuatnya lagi…”

” Bukan kau ingin menjadi istri yang baik? Lakukan sendiri aku akan mandi.”

” Yah!!! Yah!!!…” namun Siwon sudah menghilang dari balik pintu. Kyu hanya memplout bibirnya. Tak lama terdengar ketukan pintu, dengan wajah kesal pria cantik itu membuka pintu. Di layar terlihat wajah kesal Jiwon yang terus menekan bel masuk. Kyu menghela nafas sebelum menekan tombol buka.

” Di mana oppa?” ketusnya tanpa emperdulikanya yang berdiri di depannya, ” Kau tuli?” Jiwon menghentikan langkahnya menatap sinis pada kakak iparnya, ” Dimana Siwon oppa? Apa kau yang melarang dia membalas pesanku?” kali ini gadis cantik itu berkaca pinggang dengan angkuhnya.

Kyu menarik nafas pelan lalu berjalan melintasi Jiwon dengan santai, ” Wonnie ada di kamar mandi dan aku tak pernah melarang suamiku membalas pesan dari siapa pun itu.”Kyu menuangkan susu dalam gelas lalu menengguknya sebelum kembali ke dapur untuk membereskannya. Niatnya membuat sarapan sirnah. Dia mengambil dua mangkuk dari laci.

” Kyuhyun oppa… ku harap kau tak akan ikut dalam acara nanti malam atau…”

” Atau apa?’ potong Kyuhyun.

” Akan aku bongkar kedok busukmu di depan keluargaku. Jadi bila kau ingin menjadi seseorang yang manis… keluarlah berlahan sebelum aku tendang.”

Kyu memejamkan mata berusaha menetralkan amarahnya. Dia tak ingin terpancing emosi. ” Aku ingin tahu bagaimana kau akan menendangku? sedangkan semua tuduhanmu hanya hayalanmu….”

Jiwon berjalan mendekati meja makan ketika Kyu mulai sibuk mencari pelaralan makan dan kotak serelnya. Dia mengelurakan plastik kecil yang berisi 6 butir obat. Dia menyeringai ketika pil putih masuk dalam cairan berawarna putih itu.

” Kita buktikan saja. Siapa yang benar di antara kita?” Jiwon menatap angkuh kakak iparnya lalu pergi tanpa menunggu Siwon keluar.

Kyu mengepalkan kedua tangannya. Dia berjalan dengan kedua mangkuk dan membantingkan lalu tanpa sadar dia menengguk segelas susu itu sampai habis.
.
.
.
” Kau sudah memasukan semua?” Jiwon mengangguk senang, ” Bagus. Setelah ini kita tunggu di kantor oppamu untuk melanjutkan misi selanjutnya.” Jiwon tersenyum senang ketika mobil hitam itu berlalu meninggalkan apaterment kakaknya.
.
.
.
.
” Apa kau akan pergi sekarang?” Kyu berjalan menghampiri suaminya yang sibuk dengan jasnya. Kyu menyentuh perutnya yang sedikit mulas.

” Kau kenapa?’ Siwon buru-buru menghampiri istrinya yang sedkit pucat.

” Entahlah!!! Apa kau baik-baik saja?”

” huh?”

” Mungkin waffelku sedkit beracun.” pikirnya.

” Kau ini…” Siwon menjotorkan kepala istrinya lalu mengambil tas kerjanya. Kyu memplout bibirnya. Perutnya benar-benar mulas dan sakit. Bahkan tanpa Siwon sadar Kyu mengelurkan keringan dingin. ” Aku harus berangkat pagi-pagi…” Siwon mencium kening istrinya lalu berlanjut ke bibir mungilnya.

” Selesai dengan pekerjaanmu cepatlah pulang… sepertinya aku keracunan makananku sendiri.” rengeknya manja. Siwon mengangguk lalu segera melesat keluar kamar.
.
.
.
.
Sesamapainya di kantor Siwon cukup terkejut adiknya sudah ada di ruangannya. Namun pria berlesung pipi itu langsung menuju meja kerjanya dan mulai menyalakan komputernya.

” Oppa…”

Siwon menatap adiknya dengan wajah datar, ” Wae?” lalu dia kembali fokus dengan lembaran lembaran kertas di mejanya. ” Aku sibuk. Jadi cepat katakan ada apa?”

” Oppa…kenapa kau jadi sedingin itu.” rengeknya.

” Sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan Kyunnie. Bila kau belum mau menjelaskan aku akan tetap bersikap seperti ini.”

” Apa dia mengadu?”

” Tidak. Tapi aku bisa lihat sendiri siapmu dengannya berubah. Jiwon…”

” Oppa…”

Siwon menghela nafas. ” Bila kita berujung dengan pertengkaran lebih baik kita akhiri saja. Aku harus cepat pulang… jadi jangan menganggu pekerjaaanku.”

Jiwon menghentakan kakinya dengan kesal. ” Aku hanya kesal karna Kyunnie oppa tak membujukku waktu itu… ”

” Hanya itu…”

Jiwon mengembungkan pipi, ” Lalu kau ingin jawaban seperti apa? Sekarang aku pijam ponselmu…pulsaku habis dan aku harus menghubungi seseorang…”

Siwon mengelurkan ponselnya lalu memberikan pada Jiwon. Dia kembali fokus dengan pekerjaaan ketika Jiwon sibuk dengan ponselnya.
.
.
.
.

Kyu semakin merasa sakit di perutnya. Seperti perutnya berputar-putar dan begitu perih. Bahkan kini keringat dingin mulai dari keningnya. Dia pun pergi ke kamar mandi setelah dua jam meringkuk di ranjang. Tiba-tiba terasa basah di bawah tubuhnya. Dia merangkah menuju ke kamar mandi dan…

” Ya Tuhan….” Kyu menjerit ketika melihat kakinya penuh darah dan terlihat di celana dalam seperti gumpalan daging merah. Tubuhnya lemas dan matanya mulai kabur. Dia meyeret tubuhnya keluar kamar mandi dan darah tercetak jelas di lantai. Tangan menggapai narkas dengan susah payah. Perutmu semakin sakit dan dia berteriak-teriak sendiri menahan sakit.

” Yass!!! Angkat…” Kyu kesal beberapa kali menghubungi suaminya namun tak ada jawaban. Ini ke enam kalinya tanpa henti dia menghubungi suaminya namun. ” Argh!!!!” dia meremas perutnya dan semakin banyak darah yang keluar. ” Ya Tuhan!!! Ku Mohon…” Dia menyadarkan kepalanya di tepi ranjang berharap suaminya segera mengakat telponya. Dan…” Wonnie…sakit…” hening tak ada jawaban. ” Wonnie…” dengan nafas tersengal-sengal dan pandanganya mulai kabur. Wajahnya penuh keringat. ” Wonnie…”

” Mianhae…tapi Siwon oppa sedang mandi? Ada apa?”

” Kau siapa? Bagaimana ponsel suamiku ada padamu…?'”

” Aku?” wanita itu tertawa, ” Menurutmu aku siapa? Lebih baik kau hubungi yang lain kami sedang sibuk…kau tahu bukan setiap malam dia harus menemanimu…bahkan kemarin malam dia harus pulang untuk menemanmu…aku hanya punya kesempatan di pagi hari kau juga ingin mengambilnya. Kau sungguh tak punya perasaan…”

” YAH!!! BERHENTI BICARA OMONG KOSONG LIU WEN-SII …SEKARANG PANGGILKAN SUAMIKU…’ teriak Kyu dengan sisa tenaga yang ada.

” Siwonnie oppa… ada telepon untukmu… Kau dengar sendiri … dia tak menjawab…”

” YAH!!! CEPATLAH!!! KU MOHON… AKU BENAR-BENAR MEMBUTUHKAN DIA…DEMI TUHAN…DEMI ANAK KAMI…AKU…ARGH!!!!” Kyu merebas perutnya dan darag sudah mengalir.

” Berdoa saja semoga ada orang yang akan menolongmu. Suamimu hahhaha…dia begitu hebat pagi ini…bila pun dia akan kehilangan anak itu…jangan khawatir keluarga Choi akan mendapatkan penggantinya…bahkan dia adalah seorang pria…Ahh..Kyuhyun-sii aku tutup…dan satu lagi berhenti menghubunginya.”

” YAH!!!! LIU WEN-SII…ARGH!!!!” dia hampir kehabisan tenaga. Kepalanya berkunang-kunang dan… ” TUHAN SELAMATKAN ANAKKU…” rintihnya dan pandangannya mulai mengabur. ” Wonnie…”
.
.
.
TBC

HAI…LAMA JUGA YA…. AKHIRNYA SAYA KEMBALI DENGAN CERITA GAJE ALA WULWUL…
DEMI TUHAN SAMPAI PUSING BUAT CARI ISPIRASI CERITA INI… HAHAHAH SALAHKAN DADDY YANG PERGI SATU BULAN TANPA MEMBERIKAN SATU MOMENT WONKYU DAN SALAHKAN MOMMY YANG UDAH SEPERTI MAYAT HIDUP TTP SAJA GAK MAU DATANG DI KELULUSAN DADDY…
ABAIKAN KELUHAN SAYA…
SEMOGA MASIH INGAT PART SELANJUTNYA…
DAN SEMOGA MASIH ADA YANG BERNIAT KOMENTAR…
SEMOGA LANJUT PART KE 21 LEBIH CEPAT PAI..PAI…
TEBAR CINTA WONKYU…

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

44 thoughts on “Tentang Kamu – Part 20

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s