Posted in BL, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

Only Hope (Sequel)

Author : Han Eun Kyo a.k.a Kyo051096

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun

Genre :  Romance

Rated : T a.k.a remaja

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka dan BigHit entertaiment. Ide dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.

Warning : YAOI! JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, alur membosankan, DON’T LIKE DON’T READ! Please don’t bash the pairing!

Note : Buat yang minta sequel /emang ada? Dan special buat Vira Eonnie yang ulangtahun, ciee~ nambah tua /dirajam

Only Hope

Sequel

WonKyu

Han Eunkyo

Present

HAPPY READING

 

Hai hyung~ Selamat sekarang kau sudah menyandang status suami dan mempunyai istri yang cantik. Tapi aku hanya bisa memberimu ucapan selamat. Aku tidak mampu untuk turut bahagia dengan ini. Maaf hyung. Sepertinya aku mengingkari janjiku. Aku rasa aku tidak akan pernah rela melihatmu menikahi orang lain. Namun aku turut berdoa untuk kebahagiaanmu hyung. Semoga pernikahanmu berjalan dengan lancar hingga maut memisahkan kalian. Aku mencintaimu, Choi Siwon.

.

.

.

“ANDWAE!”

Siwon bangun dengan napas terengah. Lalu namja tampan itu menatap sekelilingnya.

‘Ini… kamarku?’

“Hyung! Ada apa? Kau mimpi buruk? Kenapa teriak?” Kyuhyun mencerca Siwon dengan banyak pertanyaan sambil berjalan cepat menuju Siwon yang masih terduduk di atas ranjang.

Siwon hanya menatap Kyuhyun heran. Tak lama kemudian namja tampan itu memeluk Kyuhyun erat.

“E-eh?”

“Biarkan seperti ini. Sebentar saja” bisik Siwon, membuat Kyuhyun bungkam dengan rona merah yang menghiasi pipinya.

.

.

.

“Ada apa sih, hyung?”

“…”

Kyuhyun menggaruk tengkuknya gugup. Ditatap Siwon sedaritadi membuatnya tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

Siang itu Siwon dan Kyuhyun menonton TV bersama di apartemen mereka. Dua namja itu bersahabat sudah lama, maka membeli sebuah apartemen merupakan pilihan keduanya agar bisa selalu bersama –lebih tepatnya Siwon yang memutuskan hal itu-.

‘Dia mencintaiku dan aku akan menikah bulan depan dengan yeojachinguku. Itu faktanya. Saat pernikahanku ia akan tertabrak truk yang dikemudikan supir yang mabuk dan meninggalkanku selamanya. Itu… benarkah hanya mimpi? Tapi kenapa…’

“Wonnie hyung-“

“Kau menyukaiku?”

Kyuhyun menatap Siwon kaget. “Mwo?”

“Apa yang kau rasakan padaku? Kau menyukaiku?” Siwon menatap Kyuhyun serius.

“Aku-”

Ting Tong

Kyuhyun menghembuskan napas lega. Bel pintu menyelamatkannya.

“Aku saja yang buka” ucap Kyuhyun lalu melesat meninggalkan Siwon.

.

.

.

Kyuhyun menatap sepasang kekasih –yang bulan depan akan menjadi suami istri- didekatnya dengan tatapan miris.

‘Setidaknya jangan bermesraan dihadapanku’

Didekatnya Hyuna sedang memeluk lengan Siwon dengan manja. Namun Siwon mengacuhkannya. Siwon sedaritadi sibuk dengan pikirannya.

“Oppa? Apa yang kau pikirkan?”

“A-ah, tidak. Tidak ada”

Siwon menatap Kyuhyun yang menundukkan kepalanya.

Ia tahu. Ia tahu dengan baik jika Kyuhyun menyukai –mencintai-nya. Ia tahu jauh sebelum mimpi itu singgah di tidur lelapnya. Namun dalam hatinya Kyuhyun benar-benar telah menempati posisi sahabat, tidak bisa lebih dari itu.

Siwon sudah berusaha untuk membalas perasaan Kyuhyun namun tidak bisa. Ia tetap menganggap Kyuhyun sebagai sahabatnya.

‘Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa mencintainya tapi aku tidak mau kehilangannya’

.

.

.

“Cepatlah Siwonnie! Aku sudah menunggumu daritadi disini. Lama sekali sih!”

Siwon hanya terkekeh mendengar suara Kyuhyun di telepon. Namun sesaat kemudian ia tersentak.

‘Mengapa sama seperti mimpi itu?’

Siwon menggelengkan kepalanya. Lalu berjalan mendekati Kyuhyun.

“Aigoo bawel sekali, Kyunnie sayang. Lihatlah ke belakang! Aku dibelakangmu sekarang”

“Lama! Seperti yeoja saja” rutuknya.

Siwon hanya terkekeh pelan sambil mengacak surai cokelat namja didepannya.

“Ayo” Namja yang memiliki lesung pipi itu menggenggam jemari Kyuhyun lalu berjalan pelan menuju butik yang menjual berbagai macam Tuxedo tak jauh dari tempat mereka berdiri.

.

.

.

Kyuhyun menatap Siwon sebal.

“Wae?”

“Gaun Hyuna itu warna putih gading, hyung. Bukankah kesepakatannya tuxedomu juga warna putih? Kenapa kau membeli yang hitam? Bodoh” rutuk Kyuhyun.

“Dan untuk apa kau membelikanku tuxedo warna putih? Aku sudah punya tuxedo untuk pernikahanmu dan aku tidak mau yang warna putih, hyung. Kelihatannya seperti aku yang akan menikah dengan calon istrimu!”

Siwon hanya tertawa pelan.

“Kalau kau tidak memakai tuxedo yang kubelikan, aku tidak akan menganggapmu sahabat lagi, sayang”

‘Hanya sahabat?’

“Baiklah baiklah, Tuan Choi” ucap Kyuhyun terpaksa.

.

.

.

Langit di malam ini sangat indah. Disebuah bangku taman, terlihat dua orang namja yang tengah memandangi bintang-bintang yang bertaburan sangat banyak di langit.

“Indah sekali ya” ucap Siwon membuka pembicaraan.

“Ne” Kyuhyun tersenyum tipis.

“Wah, ada bintang jatuh! Ayo buat permintaan!” seru Siwon heboh. Tak lama kemudian ia memejamkan matanya –mungkin tengah mengucapkan permintaannya dalam hati-.

Kyuhyun menatap Siwon sendu.

‘Aku hanya punya satu permintaan. Kuharap kau bahagia, hyung’

Siwon membuka matanya perlahan, lalu menoleh untuk menatap Kyuhyun yang masih menatapnya.

“Eh? Kau tidak buat permintaan, sayang?”

“Sudah kok”

“Apa permintaannya? Cepat katakan padaku!”

Kyuhyun terkekeh pelan. “Rahasia~”

“Yak!”

“Hahaha”

“Bagaimana denganmu?”

“Rahasia~”

“Aish!” Kyuhyun memukul pundak Siwon.

‘Kuharap jalan yang aku pilih benar’

.

.

.

Kyuhyun menatap namja tampan –yang semakin tampan saat mengenakan tuxedo hitamnya- dihadapannya.

“Kau tidak gugup sama sekali, hyung?” Tanya Kyuhyun heran.

Siwon hanya tersenyum kecil.

“Memangnya harus gugup?” tanyanya balik.

Kyuhyun mencibir pelan, “Aigoo aigoo”

“Sudah waktunya, Won”

Serempak Siwon dan Kyuhyun menoleh kearah ibu Siwon yang membuka pintu tiba-tiba.

“Ne, eomma. Aku akan keluar sebentar lagi”

Ibu Siwon berjalan mendekati Kyuhyun, lalu mengelus pelan surai namja itu dengan senyum lebar.

Kyuhyun menyerngit. Kan Siwon yang akan menikah, mengapa ia yang diberi senyuman lebar?

‘Ah, apakah ini senyum perpisahan?’

Beberapa saat kemudian Ibu Siwon lalu meninggalkan anak dan sahabat anaknya dalam ruangan mempelai pria.

Kyuhyun mengabaikan rasa herannya. Kini mengalihkan perhatiannya ke Siwon yang berjalan kearah cermin, memerhatikan penampilannya dari atas kebawah.

“Kau sudah tampan, hyung. Sangat tampan” ucap Kyuhyun, memeluk Siwon dari belakang sambil menangis dalam diam.

Siwon menggenggam jemari Kyuhyun yang bertaut didepan perutnya. Lalu tersenyum tipis.

“Maafkan aku” ujar Siwon, membalikkan badannya dan membawa Kyuhyun kedalam pelukannya.

“Maafkan aku, sayang” ucapnya lagi dengan lembut.

“Bodoh! Jangan panggil aku dengan panggilan ‘sayang’ lagi! Kau sudah menikah, aku tidak mau istrimu salah paham” ucap Kyuhyun pelan.

“Aku mencintaimu, hyung”

Siwon hanya tersenyum tipis. Ia mengelus surai Kyuhyun dengan lembut.

‘Maaf karena aku sudah yakin atas pilihan ini’

.

.

.

Semua undangan bertepuk tangan dengan meriah saat Siwon berjalan ke altar, menunggu calon istrinya menghampirinya untuk mengucapkan janji pernikahan. Tak terkecuali namja bersurai cokelat yang duduk di barisan bangku paling belakang.

Kyuhyun menghapus airmatanya –yang tanpa ia sadari mengalir- dengan cepat, takut orang lain melihatnya.

Hanya tinggal menunggu calon istri Siwon. Lalu mereka mengucapkan janji suci. Maka berakhirlah sudah semuanya.

‘Kuharap kau bahagia, hyung. Maaf aku tidak bisa menemanimu sampai akhir. Aku tidak akan sanggup melihatmu bahagia dengan orang lain’

Baru saja Kyuhyun akan beranjak dari tempat duduknya, namun diurungkannya karena ucapan Siwon yang membuanya kaget.

“Mwo?”

“Apa yang kau tunggu? Cepatlah, semua undangan sudah menunggu kita”

Kyuhyun menatap Siwon dengan pandangan heran, bingung, tak percaya –semuanya bercampur jadi satu-.  Lalu ia semakin heran saat mendapati para undangan yang bertepuk tangan heboh dan menyuruhnya naik ke altar.

“Hah?”

Otaknya masih belum dapat memproses semua ini. Semuanya terjadi dengan cepat. Siwon yang menarik tangannya menaiki altar dan menyematkan bunga di kantung depan tuxedonya.

Siwon tersenyum lebar. “Saat ini aku memang belum bisa membalas perasaanmu. Tapi aku akan mencoba sebisaku. Dengan menikahimu kuharap aku bisa dengan cepat mencintaimu. Setidaknya ini jauh lebih baik daripada melihatmu tergeletak bersimbah darah dan meninggalkanku selamanya” ucap Siwon panjang.

Kyuhyun yang masih dalam mode blank nya hanya menjawab ‘Aku bersedia’ saat ucapan janji suci itu ditanyakan padanya. Bahkan ia tidak bereaksi apapun ketika Siwon menarik lembut wajahnya dan mengecup bibirya selama beberapa detik.

Tepuk tangan riuh kembali terdengar. Cukup untuk menyadarkan Kyuhyun yang saat ini tengah menangis –entah kenapa- sambil menggenggam erat jemari Siwon.

Siwon membawa Kyuhyun ke pelukannya.

“Tolong bantu aku untuk membalas perasaanmu. Jangan pernah menyerah untukku”

Kyuhyun mengangguk cepat. “Ne. Tentu aku akan membantumu hyung. Terimakasih telah mencoba membalas perasaanku. Aku mencintaimu, hyung” ucap Kyuhyun lalu mengeratkan pelukannya pada Siwon.

“Aigoo jangan bermesraan dulu Kyunnie, Won. Setidaknya jangan dihadapan para tamu seperti ini” sindir Ibu Kyuhyun, berjalan mendekati Siwon dan Kyuhyun bersama dengan Ayah Kyuhyun, Ayah Siwon dan Ibu Siwon.

“Mungkin Kyuhyunie terlalu sedih, sampai tidak membaca nama yang tertera di undangan pernikahan” ledek Ayah Siwon yang disetujui ketiga orang lainnya.

“M-mwo? Tapi… Hyuna?”

“Aku dan orangtuaku sudah menyelesaikannya dengan keluarga Hyuna. Semuanya sudah beres. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan” jelas Siwon.

Kyuhyun tersenyum lebar. Mimpi apa ia semalam? Kenyataan yang terjadi sekarang sangat berbeda dengan pemikirannya.

“Terimakasih banyak hyung” ucapnya sambil memeluk Siwon.

.

.

.

Saat ini Siwon dan Kyuhyun tengah menatap langit dari balkon apartemen mereka.

Kyuhyun tersenyum tipis saat Siwon melingkarkan lengannya untuk memeluk Kyuhyun dari belakang.

“Aku masih tidak percaya hyung. Ini benar-benar seperti mimpi” ungkap Kyuhyun.

‘Well, bicara tentang mimpi seharusnya kau berterimakasih pada mimpi buruk itu, sayang’ batin Siwon geli.

“Aku mencintaimu, hyung. Sangat sangat mencintaimu”

“Aku-“

“Tidak perlu menjawabnya sekarang hyung. Jawablah setelah kau benar-benar merasakan hal yang sama padaku. Aku akan berjuang agar kau mencintaiku hyung”

Siwon terkekeh gemas. “Aku tahu. Aku tahu. Tapi aku ingin mengatakan sesuatu yang lain sebenarnya”

“Oh ya? Hyung ingin mengatakan apa?” Kyuhyun memejamkan matanya saat ia merasa Siwon memeluknya erat.

“Tadi aku sedikit berkonsultasi dengan Donghae. Ia mengusulkan sesuatu. Katanya usulnya ini bisa –setidaknya- membuatku beberapa persen mencintaimu”

“Eung? Apa usulnya?” Kyuhyun menolehkan kepalanya ke belakang, menatap langsung ke mata Siwon.

Siwon mendekatkan bibirnya ke telinga Kyuhyun, lalu berbisik.

“Bercinta”

Kyuhyun membulatkan matanya kaget.

“MWO? Aish! Mesum sekali” ujarnya menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya.

Siwon tergelak. Ia tidak menyangka menggoda –dalam artian kotor- ‘sahabat’nya ini menyenangkan.

Siwon membalikkan tubuh Kyuhyun lalu menatap matanya dalam.

“Kau tidak mau?” tanyanya ambigu.

“Hah?”

“Kupikir malam ini akan menyenangkan. Tapi kau tidak mau, jadi-“

“Siapa bilang tidak mau?” Kyuhyun menutup mulutnya saat dengan spontan ia berkata seperti itu.

Siwon mengembangkan seringaiannya.

“Jadi kau mau?” godanya.

“Aish! Molla!” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya kesal.

Siwon tersenyum lalu menggendong Kyuhyun ala bridal style kedalam kamar mereka.

Biarlah malam ini menjadi saksi bisu penyatuan cinta mereka. Semoga saja Siwon bisa membalas perasaan Kyuhyun tanpa menunggu waktu lama. Hehe.

.

.

.

-END-

 

Done~

 

Hehe. Tadinya mau bikin nc sekalian tapi ga bisa bikin nc /ketawa nista

Aduh sequelnya begini amat ya~ Bingung mau bikin gimana lagi huwee~

Mohon Review nya…

Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.

Wanna review?

Terimakasih sudah membaca~ \^O^/

GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *

Salam hangat yeosaeng nya Kyuhyun dan Siwon noona nya Kyuhyun.

Han EunKyo

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Only Hope (Sequel)

  1. Q kira nggak ada sequelnya…akhirnya happy end, walau siwon belum bisa membalas perasaan kyu..
    Sequelnya kurang panjang…harusnya buat sampai siwon bener2 cinta mati sama kyu hehehe..

  2. Ooohh jadi itu cuma mimpi,,dikirain memang benar² terjadi keclkaan..

    Akhir nya pilihan won memang tepat👍. Walaupun belum bisa mencintai kyu, tapi dia mau belajar semua nya bersama² ☺☺
    Tunggu cerita selanjut nya..

  3. Haaaaahhhhh…ternyata mimpiiii…fyiiiiuuuhhh😥😥😥😥 untung saja….
    Kan aku sedih kalo mereka ndak bersatu…
    Tapi pegimane ceritane kok bisa terakhirnya kyu yg jadi pasangan ama won..apa memang dari awal ortu wonkyu ndak keberatan kalo mereka bersatu..
    Trus apa yg dikatakan siwon ketika kyuhyun mau pergi keluar dari tempat pernikahan…apa terpotong ya…
    Kurang panjang…😄😄😄😄
    Itu kan siwon masi menganggap kyuhyun sahabat walaupun katanya kalo mereka bobo sama #plaks…akan muncul cinta…kapan won jadi cinta ama kyu nya…penasaran…😄😄😄

  4. Hadeuhhh puing puing ^o^ baca neh ff sambil ngemil sampe keselek pas bagian “make luv” haizz 😀 mantap perasaan ser ser di perut hahaha… TOP deh miss 😀 Buat lg ya miss 😉 oh iya miss kl lg wamil gt pas hari off misal sabtu mgu tetep gak boleh terlibat urusan SM yah? 🙂

  5. syukurlah jd happy ending dan wonkyu akhirnya menikah
    hmm sepertinya harus berterima kasih juga sama mimpi nya wondad ya hihihi…

  6. heheheh di squelnya trnyata happy ending… seneng bacanya…. so sweet juga klu kayak gitu,.. tidak ada halangan sama sekali. langsung ke altar bersama… seneng juga lihatnya…. semoga mreka cepey di berikan momongan hehheh…

    makasi eonni… dan selalu semangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s