Posted in Angst, BL, Brothership, Drama, Family, Genre, Hurt, Romance, Sad, Series, WonKyu Story

Circle of Love – Take 9

col.jpg

Circle of Love – Take 9

By: -ssiihee-

Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Cho Jinra (OC)

Romance, angst, family, BL, OOC, AU, PG 15

 

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

 

Don’t Like, don’t read!

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!

(= ̄▽ ̄=)

 

***

CoL

ssiihee©2015

Totally Reserved

***

Siwon menghela nafas memandang dokumen yang berserakan dimeja kerjanya. Langit sudah gelap dan nampaknya hujan akan turun menembus pekatnya malam. Sudah hampir seminggu dirinya bekerja hingga larut bahkan beberapa kali melewatkan makan malam. Siwon tengah menangani kerja sama dengan salah satu pihak Jepang. Jika kerja sama ini berhasil maka kemungkinan keuangan Choi Group akan sedikit terbantu dan Siwon akan berusaha agar keuangan perusahaanya bisa kembali normal hingga dirinya bisa membujuk ayahnya untuk tidak melanjutkan perjodohan dirinya dengan Jinra.

Siwon tahu orangtuanya menjodohkannya dengan Jinra bukan hanya karena Cho Group akan membantu keuangan perusahaan namun karena hubungan baik dengan keluarga itu dan juga karena mereka menyukai Jinra. Begitu juga dengan dirinya yang tidak menolak karena berpikir pilihan orang tuanya mungkin saja bisa jadi yang terbaik bagi dirinya. Namun semua itu sebelum Siwon menyadari perasaaannya pada Kyuhyun. Siwon bahkan tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan membuat dua saudara kembar itu berselisih paham. Siwon benar-benar merasa dirinya adalah pendosa terbesar.

Siwon mengusap wajahnya kasar. Mengingat Kyuhyun membuat dirinya merindukan pemuda manis itu. Sejak Kyuhyun keluar dari rumah sakit mereka sama sekali belum bertemu. Walaupun setiap harinya Siwon selalu menghubungi Kyuhyun atau melakukan video call tetap saja, itu tidak dapat meredakan perasaan rindunya. Siwon ingin merasakan Kyuhyun dalam dekapannya.

Arloji dipergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 9 malam. Bergelung dalam selimut tebal ditengah hujan dan udara dingin sepertinya akan sangat menyenangkan. Memikirkannya saja membuat Siwon mengantuk dan merasakan lelah pada sekujur tubuhnya. Siwon bergegas mengambil jas, kunci mobil juga ponselnya lalu segera meninggalkan gedung kantornya yang sepi. Hanya beberapa sekuriti yang terlihat berkeliling dan menyapanya saat Siwon bertemu dengan mereka.

Dari kantor ke apartemennya Siwon hanya membutuhkan waktu 20 menit. Saat sampai di apartementnya yang gelap dan hanya diterangi lampu kecil yang berasal dari akuarium didekat dapur Siwon langsung masuk ke kamarnya tanpa menyalakan lampu ruang tengah. Kunci mobil, dompet dan ponsel diletakan di meja kecil dalam kamarnya yang juga hanya diterangi lampu tidur yang temaram.

Siwon langsung menuju kamar mandi untuk mambasuh tubuhnya agar lebih segar dan nyaman. Dia keluar dengan handuk yang melilit pinggangnya sementara kedua tangannya sibuk membasuh kepalanya dengan handuk kecil agar cepat kering.

Saat Siwon mengangkat kepala dan menatap ranjangnya, dia dikejutkan dengan seseorang yang sedang duduk menyandar. Tubuhnya tertutup selimut dan hanya memperlihatkan kepalanya saja. Siwon mengerjapkan mata menyadari sepasang mata yang menatapnya intens.

“Astaga, Baby! Kau mengagetkanku!” Siwon berjalan mendekat dan duduk dipinggir ranjang.

“Kau baru pulang, Hyung?” Kyuhyun mengeluarkan suaranya pelan. Namun dari suaranya Siwon tahu bahwa pemuda itu sudah lama menunggunya.

“Sudah lama?” Akhirnya Siwon memutuskan bertanya. Kyuhyun hanya menggangguk ketika Siwon meraih tangan kanannya dan menciumnya. “Mengapa tidak menghubungiku?”

“Apa kau selalu pulang selarut ini?” Bukan menjawab Kyuhyun justru melontarkan pertanyaan lain.

Siwon tersenyum lalu menarik Kyuhyun kedalam pelukannya walupun pemuda itu sedikit memberontak. Pada akhirnya Kyuhyun hanya bisa menyandarkan kepalanya pada bahu polos Siwon mengingat pria itu hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.

“Hem. Banyak yang harus kulakukan.”

“Kau pasti lelah.” Kyuhyun mengecup bahu telanjang Siwon dan mengeratkan pelukannya.

“Sudah pasti. Namun melihat dan memelukmu membuat semuanya hilang seketika.”

Kyuhyun tersenyum dan merenggangkan pelukan untuk menatap Siwon. “Sudah makan?”

“Bagaimana bisa kau ada disini?” Siwon kembali menanyakan sebuah pertanyaan disaat dirinya harus menjawab sebuah pertanyaan.

Kyuhyun menghela nafas pelan dan menyentuh pipi kanan Siwon. “Aku bertemu Heechul Hyung. Dia meminta izin kepada orangtuaku bahwa aku akan menginap. Setelah itu dia membuangku kesini.”

Siwon tertawa pelan. Ia meyakini bahwa hal yang dikatakan Kyuhyun benar. Pria itu pasti bosan mendengarnya mengakatakan bahwa dirinya merindukan Kyuhyun setiap hari.

“Sekarang jawab pertanyaaku. Apa kau sudah makan?” Melihat Siwon yang sepertinya tidak akan menjawab dan hanya menatapnya membuat Kyuhyun menghela nafas pelan. “Jangan mengabaikan kesehatanmu. Sekarang ganti bajulah. Aku akan menyiapkan sesuatu.”

Kyuhyun tersenyum dan mendorong tubuh Siwon menjauh karena sepertinya pria itu tidak akan bergerak. Kemudian Kyuhyun menggerakan tubuhnya ke dapur untuk menghangatkan makanan yang dia buat selama menunggu Siwon pulang dan menatanya kembali di meja makan. Kyuhyun tersenyum saat sepasang tangan melingkar di pinggangnya dan hembusan nafas hangat menerpa belakang telinga dan lehernya.

“Aku merindukanmu,” bisik Siwon.

“Nado, Hyung. Kajja kutemani kau makan.” Kyuhyun melepaskan rangkulan tangan Siwon dan menarik pria itu untuk duduk di meja makan. Sementara dirinya duduk di samping Siwon.

Siwon menikmati makan malamnya yang terlambat dalam diam. Kyuhyun sendiri memilih membungkam mulutnya dan membantu Siwon mengambil beberapa lauk. Terkadang Siwon mengarahkan sendok kearah Kyuhyun namun pemuda itu menggelengkan kepala karena sebelum dia sudah makan di apartement Heechul.

“Bagaimana kesehatanmu?” Siwon bertanya saat dia membantu Kyuhyun membereskan meja makan dan mencuci piring dan gelas.

“Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja.”

“Benarkah?”

Kyuhyun berdiri menghadap Siwon dan menangkup wajah Siwon dengan tangannya yang masih penuh dengan busa sabun cuci piring.

“Ya! Hentikan. Kau akan menghancurkan wajah tampanku.” Siwon tidak mau kalah. Dia memeluk Kyuhyun dengan tangannnya yang basah. Kyuhyun menggeliat berusaha melepaskan diri namun tentu saja Siwon jauh lebih kuat.

“Bajuku basah, Hyung!” Kyuhyun tertawa karena Siwon terus membasahi tangan kanannya kemudian kembali memeluk Kyuhyun.

“Kau yang memulai jadi rasakan.”

Siwon menampung air keran di tangan kanannya lalu membasahi wajah Kyuhyun membuat pemuda itu mengernyit dingin. Pada akhirnya keduanya saling menyiramkan air ke tubuh masing-masing, membuat pakaian dan lantai basah karena ulah keduanya. Mereka melupakan fakta bahwa diluar sedang hujan dan udara yang dingin. Namun semuanya terasa menguap ketika perasaan rindu yang mereka rasakan satu sama lain tercurahkan dengan cara sederhana.

Kyuhyun tersenyum manis ketika Siwon memandangnya intens. Sesekali Kyuhyun memejamkan matanya merasakan nafas hangat Siwon yang wajahnya hanya berjarak 1 inch. Siwon menyentuh pipi kanan Kyuhyun pelan lalu mengusap bibir kekasihnya yang sedikit pucat dan bergetar karena kedinginan. Hingga akhirnya pemuda itu memejamkan matanya saat bibir Siwon yang juga terasa dingin mengecupnya dan seketika memberikan rasa hangat yang menenangkan.

Siwon mencium Kyuhyun lembut, penuh kerinduan dengan balasan yang sama. Kyuhyun menikmati semua sentuhan Siwon yang begitu ia rindukan. Siwon memiringkan wajahnya untuk mencari posisi yang lebih nyaman untuk meraup semua manis dari bibir Kyuhyun. Hisapan dan lumatan bibir keduanya berjalan sinkron satu sama lain, menciptakan sebuah harmoni yang hanya mereka miliki berdua. Rasanya sudah lama sekali keduanya tidak berciuman seperti ini. Jika mereka tidak membutuhkan udara, maka ciuman itu akan tetap berlanjut.

“Aku mencintaimu.” Siwon menempelkan keningnya pada kening Kyuhyun hingga mempertemukan hidung keduanya. Bibirnya masih berada dekat dengan bibir pemuda itu.

Kyuhyun membuka matanya dan menatap mata Siwon yang berada tepat didepan wajahnya. Nafasnya masih tersenggal. “Nado.

Siwon mengecup bibir Kyuhyun cukup lama kemudian mengecup dahi pemuda itu sebelum menarik tubuh Kyuhyun kedalam pelukannya. Kyuhyun tersenyum manis saat menyandarkan kepalanya pada perpotongan leher Siwon. Tangannya mendekap erat pinggang Siwon sementara kedua tangan pria itu melingkari punggungnya memberikan rasa hangat yang membuat Kyuhyun mengantuk.

“Hey, kau harus ganti baju.” Siwon mencium rambut Kyuhyun saat merasakan berat walau tubuh kekasihnya. Sepertinya  kekasihnya mulai memejamkan mata. “Kau akan sakit jika seperti ini. Atau kau mau aku menggatikan pakaianmu?”

Siwon tertawa pelan merasakan sebuah cubitan pada pinggangnya. Dia sedikit memundurkan tubuhnya lalu membungkuk dan melingkarkan tangannya pada kedua tumit Kyuhyun yang menatapnya bingung. Pemuda itu bahkan tidak sempat memberikan protes saat tiba-tiba saja Siwon mengangkat tubuhnya dan menggendongnya bridal style.

Hyung!” pekik Kyuhyun.

“Sssttt diamlah.”

Siwon membawa Kyuhyun ke kamarnya lalu mendudukan kekasihnya di ranjang. Dia masuk ke kamar mandi dan membuka lemari pakaiannya. Siwon mengambil sebuah handuk dan sepasang piyama berwarna Baby Blue lalu kembali ke kamar dan memberikannya pada Kyuhyun. Kemudian mengusap wajah Kyuhyun pelan dengan handuk tersebut.

“Ganti bajulah. Aku tidak ingin kau sakit.” Siwon tersenyum dan mengecup dahi Kyuhyun. “Aku akan ganti baju di kamar mandi. Kau gantilah disini setelah itu kita bisa tidur bersama.”

Kyuhyun hanya menggangguk dan menatap punggung Siwon yang menghilang dibalik pintu kamar mandi. Kyuhyun memandang sepasang piyama ditangannya lalu dengan cepat memakainya. Pakaiannya yang basah dia letakan pada keranjang pakaian kotor di kamar Siwon. Setelahnya dia segera naik ke ranjang dan menyamankan posisinya.

Kyuhyun meraih ponselnya dan melihat sebuah pesan dari ibunya. Bibirnya menyunggikan sebuah senyuman saat membalasnya. Dia sedikit kecewa karena tidak ada pesan lain yang masuk. Kyuhyun berharap dapat menemukan kekhawatiran Jinra padanya. Biasanya kakak perempuannya itu selalu panik jika dirinya tidak pulang atau menginap ditempat lain. Tapi kali ini sepertinya gadis itu mungkin tidak peduli. Sebenarnya apa yang kau harapkan Cho Kyuhyun? Inner Kyuhyun.

Pada akhirnya Kyuhyun hanya dapat menghela nafas dan meletakan ponselnya di nakas saat melihat Siwon naik ke ranjang. Pria itu tersenyum lembut dan membaringkan tubuhnya di sisi kanan Kyuhyun lalu merentangkan tangannya memberi tanda agar kekasihnya mendekat. Tanpa ragu Kyuhyun menggeser tubuhnya merapat pada Siwon. Dia meletakan kepalanya di atas lengan kiri Siwon dan mengubur wajahnya pada dada bidang pria itu.

Siwon mengecup kepala Kyuhyun lalu meletakan tangan kanannya pada pinggang Kyuhyun, mendekap kekasihnya erat, menepis jarak yang akan membuat keduanya merindu satu sama lain.

“Aku sangat bahagia kau ada disini, Sayang.” Siwon menghela nafas dan kembali mengecup puncak kepala Kyuhyun. “Rasanya sangat berat hanya dapat mendengar suaramu tanpa bisa merasakan kehadiranmu. Aku sangan merindukanmu.” Siwon mengeratkan pelukannya membuat Kyuhyun menggerakan kepalanya mencari posisi ternyaman.

Saat merasakan tidak ada jawaban atau balasan dari Kyuhyun Siwon menjauhkan wajahnya agar dapat melihat wajah kekasihnya yang ternyata sudah memejamkan mata dan terlelap. Siwon tidak dapat menahan senyumannya lalu sekali lagi mengecup puncak kepala kekasihnya.

Have a nice dream, Love.”

“Have a nice dream, Hyung.”

***

Jinra memadang pintu kamar Kyuhyun dengan tatapan menerawan. Ibunya mengatakan bahwa adiknya bermalam di tempat Kim Heechul. Namun Jinra mengenal pria itu cukup baik bahwa Heechul bukanlah tipe orang yang dengan mudah membiarkan seseorang bermalam dirumahnya sekalipun itu teman baiknya.

Jadi Jinra sudah dapat memastikan bahwa saat ini mereka sedang bersama. Tidak perlu menyebutkannya karena hanya dengan mengingat bahwa mereka sedang menghabiskan waktu berdua membuat sesuatu memukul dadanya dengan keras.

Helaan nafas berat terdengar dari mulut gadis itu dan dia memutuskan untuk masuk kamar dan istirahat. Saat Jinra membaringkan dirinya di ranjang, dia meraih ponsel dan memutarnya di tangannya. Jinra sedang memikirkan apakah ia perlu mengirimi Kyuhyun pesan.

Bagaimana jika pikirannya salah, bagaimana jika sebenarnya Kyuhyun sedang bersembunyi di suatu tempat. Jinra menarik nafas kencang kemudian menghembuskannya dengan kasar. Diletakan ponselnya diatas nakas lalu Jinra menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dari dinginnya malam sebelum kemudian memejamkan mata.

***

Choi Heerin menghembuskan nafasnya kasar dan memainkan ponsel di tangan kanannya. Senyumnya melebar saat lensa matanya yang sedikit mengabur membaca balasan pesan dari seseorang. Orang itu pasti sangat marah sampai menggunakan capslock pada semua ketikannya.

”Hey kau!” Heerin menunjuk seorang bartender didepannya. “Berikan aku segelas lagi! Kau tau jika dia datang aku pasti langsung diseret pulang.”

Bartender itu hanya menggelengkan kepalanya dan memberikan segelas minuman yang Heerin bahkan sudah tidak ingat apa namanya. Gadis didepannya ini sudah minum sejak 30 menit yang lalu, wajar jika saat ini dirinya sudah mulai kehilangan kesadarannya.

Heerin tersenyum melihat gelas dihadapannya dengan mata bersinar. “Aigo, aku haus sekali!” racaunya.

Heerin meraih gelas itu dan hendak meminumnya. Namun sebelum gelas itu sampai diujung bibirnya seseorang sudah menarik paksa tangannya dan mengambil gelas tersebut.

“Choi Heerin!”

Kim Heechul berdiri disamping Heerin yang tubuhnya sedikit terhuyung dan bisa jatuh kapan saja, dengan wajah penuh kemarahan. Dirinya begitu terkejut saat mendapat pesan mengenai keberadaan gadis itu.

Aigo, kenapa kau cepat sekali. Apa kau terbang hem? Atau kau bisa menghilang?” Heerin tertawa dan menatap Heechul dengan mengerjapkan matanya, sementara tangannya mendorong tubuh pria itu.

Annie. Aku akan melakukan apapun dengan cepat jika itu untukmu.” Heechul mengatakan hal itu sambil menarik tubuh Heerin agar gadis itu berdiri. Dia hanya tersenyum saat mendengar Heerin merespon dengan kekehan kecil.

“Untuk itulah aku memanggilmu. Kau selalu yang terbaik!” Heerin memberikan dua ibu jarinya untuk Heechul.

“Hem. Kau hanya memangilku jika dalam keadaan seperti ini,” jawab Heechul sambil berusaha agar tubuh gadis dihadapannya tetap berdiri.

Jinja?” Heerin tertawa dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Kim Heechul. “Aku lupa. Mianhae, Oppa.”

“Tsk. Bahkan dia hanya memangilku oppa saat mabuk,” ujar Heechul pada dirinya sendiri.

Tidak mau berlama-lama akhirnya Heechul memutuskan untuk menggendong Heerin dan membawa gadis itu ke apartementnya dan pekerjaan itu bukannlah hal yang mudah karena gadis itu terus saja meracau dan tidak bisa diam. Jika gadis di hadapannya ini bukan Choi Heerin, Heechul pasti sudah meninggalkannya di hotel.

Aigo, mengapa kau bisa mabuk.” Heechul membaringkan tubuh Heerin di atas ranjannya lalu melepaskan jaket dan juga sepatu gadis itu. Kemudian Heechul meraih ponselnya dan menelpon kediaman Choi, namun belum sempat nada tersambung dia segera mematikannya.

Aigo bagaimana bisa aku jadi bodoh.” Heechul lalu mercari ponsel Heerin dan membukanya. Saat melihat kunci layar dengan cepat Heechul mengetikan sesuatu dan ponsel gadis itu terbuka.

“Lihatlah, bukankah aku sangat mengenalmu,” ujar Heechul.

Ini memang bukan kali pertama namun melihat gadis itu tidak mengganti password ponselnya bahkan setelah dirinya dapat menebak dengan tepat membuat Heechul senang. Kemudian dia segera mengetikan pesan kepada ibu gadis itu. Mengatakan bahwa Heerin menginap di apartement Siwon.

Bagus sekali hari ini Kim Heechul telah berbohong kepada dua orangtua sekaligus. Katakanlah dia berkata jujur bahwa, memang Kyuhyun menginap di apartementnya dan Heerin menginap di apartement Siwon, namun karena suatu hal mereka bertukar tempat hingga kini Kyuhyun bersama Siwon dan dirinya bersama Heerin. Ya mari menganggapnya seperti itu.

Heechul melangkah masuk kembali kedalam kamarnya dan menemukan Heerin sudah terlelap. Beruntunglah gadis itu tidak memuntahkan isi perutnya jika tidak maka Heechul akan membiarkan Heerin tidur di kamar mandi sekalipun dirinya mencintai gadis itu.

Helaan nafas kembali terdengar dari mulut Heechul saat dia duduk dipinggir ranjang dan menarik selimut untuk membuat Heerin hangat. Heechul lalu menyentuh pipi Heerin dan merapikan rambut yang menutupi mata yang sedang terpenjam itu. Heechul dapat menebak mengapa Heerin bisa mabuk seperti ini.

“Apa kau benar-benar mengkhawatirkan oppa mu yang bodoh itu?” Heechul menatap Heerin dalam. Dirinya tahu beberapa hari ini Heerin beberapa kali menanyakan hal yang berhubungan dengan pasangan sesama jenis.

“Aku hanya ingin bisa memahami, Siwon Oppa.”

 

Heerin akan mengatakan hal itu setiap Heechul menanyakan mengapa gadis itu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan pasangan sesama jenis. Sepertinya Heerin benar-benar mengkhawatirkan kakaknya.

Sekali lagi Heechul mengusap wajah Heerin dan mengecup kening gadis itu lalu kembali meraih ponselnya. Heechul harus mengirim pesan pada Siwon sehingga jika keluarganya menanyakan tentang Heerin Siwon dapat menjawabnya dengan tepat. Meskipun Heechul yakin bahwa Siwon pasti tahu bahwa adiknya bersamanya karena Heerin hanya akan menemuinya jika dia sedang tidak bisa pulang ke rumahnya.

Gadis itu akan ke apartementnya bahkan ketika hubungannya dengan kekasihnya berakhir, meskipun Heerin tahu bahwa Heechul memiliki perasaan kepadanya. Seperti itulah Choi Heerin, dan entah mengapa Heechul benar-benar tidak bisa mengabaikan gadis itu.

.

.

.

Siwon mengerjapkan matanya perlahan dan menyadari ada sosok lain dalam dekapannya. Gurat senyum terlukis di wajahnya melihat wajah Kyuhyun yang damai dalam dekapannya. Perlahan Siwon menarik selimut untuk membuat Kyuhyun tetap  hangat, dan dia menepuk-nepuk punggung Kyuhyun saat pemuda itu menggeliat tanda bahwa dirinya terganggu. Siwon tersenyum dan mengecup dahi Kyuhyun membuat pemuda itu semakin menyusupkan wajahnya pada leher Siwon.

“Sepertinya tidurmu nyenyak,” bisik Siwon. Untuk beberapa menit Siwon tidak bergerak sama sekali. Dia hanya mengecup dahi dan kepala Kyuhyun berulang kali dan mengeratkan pelukannya.

Rasanya Siwon tidak ingin hari ini berlalu dengan cepat. Dia masih sangat merindukan Kyuhyun. Mereka berdua akan susah memiliki waktu seperti ini dan Siwon berharap waktu akan berhenti saat ini juga, membiarkannya memiliki Kyuhyun hanya untuknya.

Terlalu lama memikirkan kebersamaannya dengan Kyuhyun, Siwon tidak menyadari bahwa pemuda dalam dekapannya sudah mengerjapkan mata dan menatapnya intens.

“Hey, kau sudah bangun? Apa aku mengganggumu?” Siwon menatap Kyuhyun yang sejak tadi memandanginya.

“Hem. Annie. Kau sudah lama bangun?”

Annie. Tidurmu nyenyak?”

Kyuhyun mengangguk dan memajukan wajahnya untuk mengecup bibir Siwon yang sedikit terkejut karena tindakkannya.

“Selamat pagi, Choi Siwon.”

Siwon tersenyum dan mengecup dahi Kyuhyun. “Selamat pagi Cho Kyuhyun dan terima kasih untuk morning kiss-nya.”

“Itu untukmu, lalu mana untukku?”

Siwon tersenyum lebar lalu merubah posisi mereka sehingga kini dirinya berada di atas tubuh Kyuhyun yang hanya bisa tertawa kecil. Kyuhyun lalu menggunakan tangan kanannya untuk menutup mulutnya.

“Aku lupa belum sikat gigi.”

Siwon menggelengkan kepala dan menarik tangan Kyuhyun dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya dia gunakan untuk menahan tubuhnya agar tidak menindih Kyuhyun sepenuhnya.

“Bukan masalah untukku.”

Siwon menundukan wajahnya hingga hanya berjarak beberapa inchi dari wajah Kyuhyun yang terlihat lebih berwarna karena sepertinya pemuda itu menahan malu. Mata Siwon menatap ke dalam mata hitam Kyuhyun, saling menyampaikan perasaan mereka satu sama lain, dan hanya mereka berdua yang dapat mengerti bahasa non verbal yang mereka gunakan.

Saranghae,” bisik Siwon sebelum mengecup bibir Kyuhyun lama.

Kyuhyun memejamkan mata merasakan bibir Siwon bersentuhan dengan bibirnya. Meciptakan rasa hangat yang melelehkan sesuatu di dalam hatinya. Kyuhyun mulai menyadari seberapa besar dirinya mencintai pria di atasnya itu.

Nado.” Kyuhyun membuka mata saat Siwon mengangkat bibirnya dengan jarak hanya beberapa inchi.

Siwon menyentuh pipi kanan Kyuhyun dengan ibu jarinya. Mengusap sudut bibir Kyuhyun sebelum kemudian kembali mencium Kyuhyun. Kali ini lebih dalam dan penuh perasaan. Kyuhyun kembali memejamkan matanya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Siwon, menarik kepala kekasihnya agar lebih dalam menciumnya.

Siwon dengan lembut menghisap bibir atas dan bawah Kyuhyun, memberikan beberapa kecupan hingga Kyuhyun membuka belah bibirnya dan membiarkan lidah Siwon mengembara. Memburu langit-langit dan deretan gigi putih Kyuhyun yang berjejer rapih dan tentu saja lidah Kyuhyun yang menyambut undangan lidah Siwon untuk berdansa bersama.

Morning kiss yang Siwon berikan kali ini lebih dalam dan penuh perasaan. Jika saja keduanya tidak membutuhkan oksigen mereka akan terus berciuman seperti itu hingga keduanya lelah. Walau sepertinya tidak ada kata lelah bagi mereka berdua. Siwon kembali menatap wajah Kyuhyun dalam. Pemuda itu masih memejamkan mata dengan mulut yang sedikit terbuka dan nafas yang tidak beraturan.

Senyum kecil terlukis di bibir Siwon saat Kyuhyun membuka mata dan bertemu pandang dengan mata kelam kekasihnya. Kyuhyun kembali memejamkann mata saat kekasihnya mengecup dahi Kyuhyun cukup lama, turun ke kedua matanya, lalu hidung dan juga pipinya dan terakhir kembali mengecup bibirnya. Kyuhyun tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari Siwon. Walaupun sudah beberapa kali pria itu melakukannya Kyuhyun tetap menyukainya dan akan selalu sangat menyukainya.

“Aku mencintaimu,” ucap Siwon sebelum kembali mengecup bibir Kyuhyun singkat. “Aku mencintaimu, Kyuhyun.” Sebuah kecupan lain Siwon berikan. “Sangat mencintaimu.”

Kyuhyun tersenyum saat Siwon kembali mengecup bibirnya lalu menatap matanya. Kyuhyun menangkup wajah Siwon dengan kedua tangannya lalu mengangkat kepalanya untuk mengecup bibir Siwon beberapa kali.

Nado, nado, nado. Aku juga mencintaimu dengan seluruh nafasku.”

***

Choi Heerin memukul kecil kepalanya yang terasa pusing. Dia mengerjapkan mata dan mengenali ruangan yang sangat familiar baginya. Heerin menghembuskan nafas dan kembali menjatuhkan kepalanya di atas bantal empuk dan menarik selimut hingga dadanya.

“Tentu saja aku disini,” ujarnya.

“Kau sudah sadar oeh?” Kim Heechul masuk ke kamar dengan segelas teh hangat dan memberikannya kepada Heerin.

“Hem…” jawab Heerin singkat saat menerima gelas yang diberikan Heechul dan meminumnya perlahan.

Heerin selalu seperti itu ketika dia mabuk dan terbangun di apartement Kim Heechul. Bagaimanapu Heerin masih punya rasa malu karena selalu merepotkan pria cantik itu.

Keheningan terjadi di antara keduanya. Heechul seperti biasa juga tidak akan menanyakan atau menkonfirmasi apapun sebelum gadis yang masih berbaring di ranjangnya itu yang berbicara.

Mianhae. Kau pasti…”

“Tidak masalah. Dan aku sudah punya kasur cadangan, jadi kalau yang ingin kau tanyakan tentang aku yang tidur di sofa kau tidak perlu mengkhawatirkannya.” Seperti biasa suara Kim Heechul terdengar ceria.

Heerin menatap pria yang sedang memakai apron berwarna Pink dengan gambar dua gadis berpakaian biru dan merah muda di depannya penuh terima kasih. Lagi-lagi dirinya menyusahkan Kim Heechul.

“Oh baiklah, jangan menatapku seperti itu. Aku sudah tahu kau sangat berterima kasih. Kau tahu aku akan melakukannya sekalipun kau tidak memintanya. Kim Heechul tidak mungkin berkata tidak untuk Choi Heerin. Kau sudah tahu hal itu.” Kim Heechul mengatakan hal itu dengan nada ceria, seolah sikap Heerin selama ini padanya tidak mengganggunya sama sekali.

“Kau memakai apron, apa kau sedang masak?” Heerin menunjuk apron berwarna Pink bergambar tokoh film Frozen.

“Masak?” Heechul terlihat bingung. Namun kemudian matanya membulat saat mengingat apa yang sedang dia lakukan. “Ah benar aku sedang masak!” Heechul segera bergegas meninggalkan Heerin yang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah pria itu.

Heerin meletakan gelas yang diberikan Heechul di nakas. Kemudian meraih ponselnya yang tergeletak disana. Tepat saat dia akan membuka kunci ponsel nama kakaknya tertera pada panggilan masuk.

Oppa.”

“Kau sudah lebih baik? Apa masih pusing?”

Heerin tersenyum kecil saat mendengar pertanyaan kakaknya. Tentu saja Kim Heechul pasti sudah mengatur semuanya.

Annie. Aku baik-baik saja.”

“Syukurlah. Umma baru saja menelpon, aku mengatakan bahwa kau akan menghubunginya saat sudah bangun.”

Heerin bangun dari ranjang dan berjalan kearah jendela. “Ok. Aku akan menghubunginya.”

Kemudian keduanya terdiam hingga akhirnya Siwon yang memecahkan keheningan.

“Tidak ada yang ingin kau katakan?”

Annie. Aku bisa menyelesaikannya.”

“Hyung.”

Heerin menggigit kuku jarinya mendengar suara yang sangat dia kenali. “Apa Kyuhyun Oppa bersamamu?”

Tidak ada jawaban sampai Heerin mendengar sebuah helaan nafas dari kakaknya. “Ne. Mianhae.”

Oppa.

“Rin-ah, Oppa…”

“Dengar, sudah kukatakan bahwa aku baik-baik saja. Apapun yang bisa membuatmu bahagia aku akan menerimanya. Aku hanya butuh waktu untuk membiasakan diri. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku sudah besar, Oppa. Bahkan aku sudah bisa membuat seseorang menungguku.”

Terdengar tawa pelan Siwon. Kakaknya pasti tahu maksud dari ucapannya. “Dia bisa mendengarmu.”

“Siapa? Heechul? Tenang saja, dia sedang di dapur. Entahlah membuat apa yang jelas oppa doakan saja adik cantikmu ini akan baik-baik saja setelah memakannya.”

“Hei. Kim Heechul pria yang baik.”

Heerin menyipitkan matanya. “Aish. Jangan memulainya, Oppa. Sudahlah aku akan menelpon Umma. Sampaikan salamku pada Kyuhyun Oppa.”

“Ne.”

Heerin baru akan menutup ponselnya saat suara Siwon terdengar kembali.

Rin-ah, Oppa menyayangimu.”

Ne. Aku juga menyayangimu, Oppa.”

***

“Bagaimana dengan Heerin?” Kyuhyun bertanya saat dia melihat Siwon memasukan ponselnya ke dalam saku.

Siwon menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya dan mengecup kepala Kyuhyun pelan. ”Dia baik-baik saja. Selama ada Heechul Hyung maka dia akan baik-baik saja.”

Hyung, bagaimana jika sebenarnya Heerin tidak menyukai ide jika kita bersama?”

Siwon menatap Kyuhyun dan mengusap dahi pemuda itu lalu mengecupnya penuh sayang membuat Kyuhyun memejamkan matanya sejenak.

“Heerin tipe gadis yang akan mengatakan apa yang dia sukai dan tidak.  Kalaupun dia menjauh, biasanya dia butuh waktu untuk memikirkannya. Jadi kau tidak perlu khawatir.”

Kyuhyun mengangguk dan memeluk Siwon erat. Pernah dirinya berpikir untuk meyerah karena dia tidak ingin meyakiti orang-orang yang menyayanginya. Terutama jika dirinya mengingat Jinra. Namun membayangkan Siwon terluka karena dirinya  lebih menyakitkan bagi Kyuhyun, maka dia akan bertahan demi Siwon.

***

Kyuhyun sedang mengeringkan rambutnya saat tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dan sosok satu-satunya gadis yang sangat dia rindukan berdiri di ambang pintu, sedikit ragu melangkahkan kakinya lebih dalam.

“Makan malam sudah siap, Umma memintaku memanggilmu.” Jinra berdiri kaku dihadapan Kyuhyun.

Helaan nafas pelan terdengar dari bibir Kyuhyun. Dia menatap Jinra yang menghindari tatapannya. “Ne, aku akan segera turun.”

Jinra mengangguk dan berbalik namun gerakan langkahnya terhenti saat tiba-tiba saja punggungnya ditabrak oleh sosok lain dibelakangnya. Sepasang tangan melingkari tubuhnya dan dia sangat tahu pemiliknya.

Jinra tidak berani bergerak, kakinya terpaku sementara kedua tangannya terkulai lemas. Kehangatan yang Jinra sadari sangat ia rindukan mulai menyebar diseluruh tubuhnya. Menyelubungi tubuhnya dengan rasa familiar yang sudah dikenalnya sejak mereka dilahirkan.

Seketika dirinya berharap waktu akan berhenti saat itu juga membiarkan Jinra menikmati moment berharga bersama kekasih abadinya.

Kyuhyun memeluk erat Jinra dari belakang. Mengubur wajahnya pada leher kakaknya bagai anak kucing yang bermanja pada induknya. Dirinya begitu merindukan gadis itu. Hal yang terjadi belakangan ini benar-benar membuatnya jauh dari Jinra. Konsekuensi dari pilihannya. Oleh karena itu Kyuhyun mengambil tindakan, dirinya tidak peduli bagaimana reaksi Jinra. Namun Kyuhyun yakin saudara kembarnya itu merasakan hal yang sama.

“Aku merindukanmu, Nunna.” Kyuhyun berbisik pelan dan dalam membuat gadis itu menghela nafas dan merilekskan tubuhnya dalam pelukan Kyuhyun.

”Aku juga merindukanmu, Kyunnie.”

.

.

.

Tbc

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

21 thoughts on “Circle of Love – Take 9

  1. scene kissingnya membuat q ikut melayang bersama.mereka heheh…
    jinra masih gak ngakui klu dia juga merindukan adik kecilnya…
    bagus banget eonn…
    semoga eonn update ff trus lanjutannya akan di tunggu banget.. semangat yahhh eonn…
    gomawo..

  2. dingin2 gini disuguhi moment Wonkyu yg manis2 gmanaaa gitu,jdi pgn makan es krim *lha
    hahaha
    duuh ~ full bgt Wonkyu nya,jdi gabosen bacanya kkk ~
    udh HeeRin trima aja perasaan HeeChul biar nnti kan ga kepikiran trs sma masalah WonKyu biar WonKyu nya tenang jg wkwk
    kasian sbenernya sma JinRa,cinta nya malah direbut sma adiknya *plakk* tpi yaa namanya jg cinta,yaa mau gmana lg kkk ~
    smoga aja JinRa nemuin pengganti Siwon ya,biar dia sedih berkepanjangan hoho
    btw ~ ditunggu FF All For You nyaaaaa!! aku nunggu bgt FF itu huks
    keep fighting buat lanjutin FF nya ya unnie 😀

  3. Waw banyak moment wonkyu nya jadi puas baca nya… 🙂
    Ide heechul memang briliant, bisaa berbohong dalam sekali waktu…hehe..
    Heerin memang hanya butuh waktu, semoga aja bisa menerima oppa nya bersama kyu 😀
    Kasian sama kyu dan jinra, satu rumah tapi jarang tegur sapa sama kyu..

  4. Aaahhh akhir’a kyu sama jinra mulai baikan juga.sedih liat dua sodara itu harus saling menjauh.
    Smpet khwatir pas liat kyu tiba” muncul d apartemen’a siwon.kirain dia berniat jauhin won dn itu sbgi tnda perpisahan.nyata’a bukan.
    Smoga wonkyu kuat.walo apapun yg trjadi mrka g boleh pisah dan saling jauh.udah sejauh ini,mrka hrs lbih berjuang lagi.apalagi satu halangan besar juga sdh mulai pupus.dgn kembali’a sikap hangat jinra ke kyu bisa d bilang dia udh mulai terima hubngn wonkyu.
    Tinggal halangan terbesar lain’a yaitu dr pihak kedua orang tua trutama Tuan Choi.

  5. Rindunya Siwon akhirnya tersampaikan krn Kyu dah nunggu diapartemennya. Sweet bgt sih kalo dah berduaaan😍😍😍. Heerin kyknya msh bingung sm tindakannya apakah ngijinin Siwon sm Kyu atau mementang mrk, akhirnya dia milih mabuk deh untung aja slalu ada Heechul yg bs nampung Heerin kalo lg galau kyk gini. Jinra kyknya jg dah rindu bgt sm Kyu begitu jg sebaliknya. Moga2 kedepannya hubungan Kyu & Jinra dah membaik ya. Kan g enak kalo berantem sm kembaran sendiri. Lanjut ya thor👍👍👍

  6. yappp suka banget moment wonkyu y,kiss scene y buat aku senyum2 sendiri.Siwon bener2 romantis ,smoga jinra bisa merelakan siwon dan wonkyu bisa bersama.

  7. seneng deh dipart ini soalny wonkyu kissing an mulu bkin saya snyum2 sndri…

    uda jinra baikan aja sma babykyu bukankah kau juga merindukan kebrsamany.,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s