Posted in Angst, BL, Oneshoot, Romance

Sky of Love

By. Ryupyo & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun and Changmin

Genre : Romance, angst

Rate : T

 

Sky of Love

“Apa ini Abojie?” mengangkat sebuah map sembari ia meletakkannya kembali ke atas meja.

“Bukalah”

Dengan wajah yang menatap curiga kepada abojie nya, Kyuhyun atau bernama lengkap Cho Kyuhyun pun akhirnya membuka map yang berada di meja yang menghadap ke arahnya, dengan perlahan ia pun membukanya. Terdapat foto dua orang namja tampan yang sedang terduduk dengan baju lengkap ala militernya.

“Apa maksudnya ini, Abojie?”

“Mereka adalah pengawalmu mulai besok”

Mworago?

“Heum.. tidak ada lagi kata bantahan Kyuhyun”

“Tapi Abojie, aku sudah dewasa. Aku bisa menjaga diriku sendiri, tanpa perlu pengawasan khusus. Aku tahu mana yang baik dan buruk untukku sendiri”

Abojie tahu, tetapi kau tetaplah anakku. Akan banyak cara untuk menjatuhkanku dan itu bisa saja melalui dirimu Kyuhyun.”

Kyuhyun hanya bisa menatap datar ke arah Cho Younghwan Abojie nya, sebagai seorang anak Perdana Menteri sudah barang tentu, Kyuhyun harus bisa menyesuaikan diri akan adanya pengawalan khusus untuknya. Semenjak ayahnya terpilih, memang sudah dalam beberapa bulan ini kehidupan Kyuhyun terlalu mengikuti banyak aturan yang berlaku.

“Aku tahu.. aku tidak bisa mendapatkan pilihan untuk berkata tidak”

“Baguslah kalau kau mengerti, abojie harus kembali kerja. Kita akan bertemu saat makan malam nanti, belajar lah dengan baik, anakku”

Sepeninggal Younghwan, Kyuhyun hanya bisa terduduk. Ia tidak menyalahkan bahwa kini abojie mengambil sikap untuk mengabdikan diri pada negara, hanya saja di satu sisi ia pun merindukan sosok abojie yang tidak sekaku bahkan sesibuk sekarang ini.

“Aku merindukan dirimu, eomonim..

.

.

.

“Selamat pagi tuan muda”

Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar dan di kejutkan dengan dua namja berbadan tegap yang tentu lebih tinggi darinya berdiri di depan pintu. Menyambut Kyuhyun, yang ia tau bahwa kedua namja ini akan menjadi pengawal pribadinya, sesuai dengan apa yang abojienya katakan kemarin pagi.

“Kalian adalah..”

“Perkenalkan saya tuan muda, saya bernama Shim Changmin dan dia rekan saya bernama Choi Siwon, kami berdua akan bertugas untuk menjaga anda selama 24 jam penuh. Apapun yang ingin anda lakukan maka kami akan membantunya.”

“Kau terlalu formal, tapi tidak apa – apa..”

Kyuhyun tersenyum melihat Changmin yang juga memberikan senyuman kepadanya, sedangkan saat ia melihat ke arah Siwon, namja itu hanya memberikan tatapan datar kepadanya, benar – benar tanpa ekspresi apapun.

“Menyebalkan” inner Kyuhyun saat melihat Siwon.

“Sebelum kalian mengantarku ke kampus, aku ingin mengunjungi makam eommonim, araseo

Siwon dan Changmin pun hanya menganggukkan kepalanya, lalu Kyuhyun segera berjalan meninggalkan keduanya. Ia menuju tangga untuk ke bawah tepatnya menuju ruang makan keluarga, inilah yang ia tak sukai, kesepian. abojienya sudah dipastikan telah berangkat menuju kantornya, andai sang eomonim masih berada bersama mereka mungkin kehidupan Kyuhyun tak akan sesepi ini.

“Kalian berdua”

“Baik, laksanakan perintah” yang segera menghadap Kyuhyun.

“Ck.. ini rumah, bukan di camp militer” Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan kembali ucapannya “Duduklah dan temani aku sarapan”.

Changmin maupun Siwon masih tidak bergeming dengan masih terdiam berdiri menatap Kyuhyun.

“Apa yang kalian lakukan? Cepatlah.. aku sudah sangat lapar dan aku ingin di temani makan, atau aku akan mengadukan kalian berdua pada abojie

Tanpa menunggu akhirnya kini Changmin dan Siwon pun terduduk manis di samping Kyuhyun, lalu dengan senangnya Kyuhyun pun menyajikan makanan di masing – masing piring milik Siwon maupun Changmin, yang sebelumnya Kyuhyun sudah meminta piring tambahan kepada asisten rumah tangganya.

“Jangan dilihat saja, makanlah.. kalau tidak, maka kita akan terlambat”

Dan lagi – lagi tanpa banyak membantah, Siwon dan Changmin pun mengikuti apa yang dikatakan Kyuhyun kepada mereka, sedangkan Kyuhyun sendiri tersenyum puas bagaimana kedua pengawalnya itu tidak terlalu banyak tingkah.

.

.

Setibanya di pemakaman Kyuhyun meminta kedua pengawal pribadinya itu untuk meninggalkannya seorang diri disana, ia membutuhkan ruang privacy. Disinilah dirinya berada di depan makam eomonim, setahun lalu eomonim meninggalkan dirinya dan juga abojie nya, dikarenakan terkena sakit kanker rahim. Kehidupan Kyuhyun tentu berubah drastis setelah ditinggalkan eomonim, karena kini abojienya semakin menyibukkan dirinya di dunia politik hingga baru beberapa bulan ini ia terpilih menjadi Perdana Menteri Korea.

Eomonim.. Kyuhyun datang..” Kyuhyun memberikan salam hormat dan setelahnya meletakkan bunga lili, bunga kesukaan sang eomonim.

“Apa kabarmu eomonim? Aku merindukanmu.. abojie kini semakin sibuk dengan kerjaannya, aku tidak menyalahkannya, hanya saja…” tanpa terasa air mata yang ditahannya itupun jatuh di pipi putihnya, “Aku merindukan kehangatannya… aku merindukan kasih sayang kalian…”.

Eomonim.. doakan agar aku selalu sehat agar aku bisa selalu menemani abojie, aku pamit dulu.. aku akan menjadi anak yang bisa membanggakan kalian berdua.. sampai berjumpa kembali eomonim..” Kyuhyun kembali membungkukan badannya, ia menghapus air matanya dan mengatur nafasnya dengan baik, ia tidak boleh terlihat lemah di depan kedua pengawalnya itu.

Tanpa Kyuhyun tahu, sebenarnya salah satu dari pengawalnya mengamatinya dari jauh. Dari binar matanya ia menangkap rasa kagum kepadanya. Dan ia segera mengalihkan kembali perhatiannya, setelah melihat Kyuhyun yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.

“Sudah selesai tuan muda?”

“Jangan panggil aku tuan muda, Changmin. Sepertinya usia kalian juga di atasku. Lebih baik aku memanggil kalian Hyung dan kalian memanggil namaku saja, tidak ada penolakan”

“Tetapi kami tidak bisa, tuan muda” kini Siwon yang berkata.

“Ck.. aku seakan sudah lebih tua dibanding kalian jika kalian memanggilku seperti itu.. baiklah lebih baik mulai hari ini kita akan melakukan perjanjian, jika kita sedang bertiga maka panggilan itu tidak berlaku sedangkan saat ada Abojie kalian boleh memanggilku tuan muda”

“Tapi…”

“Ck.. sampai kapan kita akan berdebat? Aku harus segera menuju kampusku” Kyuhyun pun berjalan mendahului para pengawalnya, ia hanya tersenyum penuh arti saat keduanya tidak melakukan penolakan lagi.

.

.

.

Kyuhyun baru saja menyelesaikan olah raga renangnya, ia hanya akan melakukan renang saat dirinya memang sedang membutuhkan penenangan diri seperti saat ini. Sudah seminggu ini ia selalu di temani oleh kedua pengawal tampannya. Tapi di antara keduanya, hanya Changmin yang terlihat hangat dan mudah bergaul dengannya sedangkan Siwon masih terlihat kaku bahkan seakan menjaga jarak dengannya.

Kini ia sedang duduk di kursi santai dekat kolam renangnya, ia melihat ke arah langit dimana kini bintang sedang menghiasi malam.

“Indahnya…” ucap Kyuhyun sembari binar matanya semakin menambah kesan cantik wajahnya.

“Kau jauh lebih indah, Kyuhyun-ssi” inner seseorang yang berada di belakangnya yang memang sedari tadi memperhatikannya.

Permalink gambar yang terpasang

“Tuan.. eum.. maksudku Kyuhyun-ssi, ini sudah malam lebih baik kau segera membersihkan diri dan ini juga sudah lewat makan malam mu” ucap Changmin yang kini sedang berdiri di sampingnya.

“Ah kau Changmin hyung, mengejutkanku saja.. baiklah.. baiklah aku akan segera membersihkan diriku, tetapi setelahnya kau harus menemaniku untuk makan malam, bagaimana?”

“Apa?”

“Kau tidak rusak pendengaran kan?” Changmin menggelengkan kepalanya “Kau harus menemaniku makan malam dan ingat tidak ada penolakan”

“Apa aku pernah menolakmu?” Changmin bersuara pelan yang tentu masih bisa Kyuhyun dengar.

Kyuhyun tersenyum manis “Maka itu jangan pernah menolakku”

Semua kejadian antara Changmin dan Kyuhyun, tentu dilihat oleh Siwon yang juga berada disana. Ia hanya tersenyum tersembunyi saat melihat keakraban keduanya.

Tetapi sebelum Kyuhyun akan pergi ke kamarnya “Oh iya Siwon hyung

“Ya Kyuhyun-ssi..”

“Apa aku bisa meminta tolong padamu?”

Siwon mendekatkan dirinya setelah Kyuhyun memintanya untuk mendekat kepadanya, Kyuhyun memintanya untuk mendekatkan telinganya di bibir Kyuhyun.

“Apa kau bisa untuk off dalam kerjaanmu?” Siwon menjauhkan tubuhnya, ia mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud dari kata Kyuhyun, lalu Kyuhyun memintanya untuk mendekat kembali “Aku hanya ingin makan malam berdua dengan Changmin hyung, bisakah?”

Siwon segera menegakkan badannya, ia tampak berpikir sebelum mengangguk patuh pada Kyuhyun. Setelahnya Siwon pun menghampiri Changmin, ntah apa yang dikatakan Siwon pada Changmin karena Kyuhyun dan mereka berjarak agak jauh, tetapi setelahnya ia bisa melihat Siwon yang tersenyum manis kepadanya dan pamit untuk pergi.

Kyuhyun masih berdiam di tempatnya, itu adalah senyuman Siwon yang pertama kalinya dilihat oleh Kyuhyun. Ntah mengapa senyum itu membuatnya tenang dan..

“Kyuhyun-ssi??”

“Ah Changmin hyung..”

“Kau tidak akan ke kamar mu?”

“Ah.. oh.. iya hahaha.. ya.. ya aku ke kamarku dulu, kau tunggulah di meja makan”

Kyuhyun segera menuju kamarnya, jantungnya berpacu dengan cepat. Ntah apa yang kini ia rasakan. Kyuhyun terus berlari kecil menuju kamarnya, hingga setelah ia sampai di kamarnya, yang pertama ia lakukan adalah menuju cerminnya dan melihat pantulan dirinya

“Apa yang aku rasakan?” Setelah mengatur nafasnya berulang kali, “Haahhh.. bodohnya aku.. Changmin hyung pasti sudah menunggu lama” ia pun bergegas menuju ke kamar mandi.

.

.

.

Kedekatan Kyuhyun dan Changmin semakin intens, terkadang ia meminta Changmin untuk menemaninya bermain games jika di rumah atau bahkan terkadang ia meminta untuk di antar membeli barang dari mulai buku atau bahkan pakaian. Siwon sendiri tetap selalu mengikuti kegiatannya mengawal Kyuhyun, tetapi saat Kyuhyun memintanya untuk memberikan waktu lebih bersama dengan Changmin maka Siwon yang memang adalah seorang pengawal hanya akan mengabulkan apapun keinginan dari atasannya.

Hingga kini Sudah memasuki bulan ke 5 dimana Siwon dan Changmin menjadi pengawal bahkan teman bagi Kyuhyun. Tetapi sudah dua hari ini, Siwon lebih sering meminta izin untuk menuju kantor kemiliterannya dan hal itu tentu dimanfaatkan Kyuhyun sebaik mungkin untuk bisa dekat dengan Changmin. Seperti hal nya saat ini, dimana Kyuhyun sedang menikmati waktu berduanya dengan Changmin.

Mereka berdua sedang berjalan – jalan di taman yang memang tidak jauh dari kediaman pribadi keluarga Cho.

“Kita duduk disana” Kyuhyun pun menarik lengan Changmin untuk mengikuti jalannya, hingga mereka kini berada di sebuah kursi panjang, dimana arah kursi itu bisa langsung melihat ke arah danau buatan disana.

“Pemandangannya indah bukan?” Changmin hanya mengangguk “Duduklah, sampai kapan kau akan berdiri seperti itu?”

“Baiklah…”

“Aku selalu senang saat berjalan – jalan di taman, eomonim biasanya akan mengajakku untuk duduk di bangku ini.. menurutnya udara di sini sangat lah segar dan itu baik untuk kesehatanmu. Tetapi setelah meninggal eomonim, aku sudah tidak pernah datang kembali kesini, kau tahu?? Ini pertama kalinya aku kembali kesini setelah eomonim meninggal” ujar Kyuhyun panjang lebar.

“Setelah kepergian eomonimabojie di sibukkan dengan kerjaan politiknya dan hingga ia kini menjabat sebagai perdana menteri, aku bahagia ia bisa sukses seperti ini. Hanya saja, aku pun baru menyadari bahwa aku pun masih membutuhkan dirinya. Hingga.. akhirnya aku bisa dipertemukan dengan kau dan juga Siwon hyung, aku senang karena aku tidak sendirian kembali. Aku bahagia..” ucapnya sembari melihat Changmin yang juga kini menatapnya.

“Kau dan Siwon hyung sudah baik menjagaku dan juga menyayangiku. Gomawoyo…”

Cheonmanayo.. itu adalah tugas kami”

Araseo… hanya saja aku ingin mengucapkan terima kasih.. dan juga..”

Changmin masih menatap Kyuhyun, hingga Kyuhyun bersemu merah “Kau sudah mengisi hari – hariku…” ucapnya yang setelah itu ia segera berdiri.

“Kita kembali pulang, aku sudah lelah” Kyuhyun menundukkan kepalanya, menyembunyikan semburat merah yang menghiasi pipinya. Sedangkan Changmin hanya mengikutinya dari belakang dan masih mencerna apa yang dikatakan oleh Kyuhyun.

.

.

.

Abojie.. ada apa memanggilku?”

“Ini.. surat pengunduran diri Choi Siwon”

Mworago?? Ada apa ini?”

“Choi Siwon ditarik oleh atasannya untuk kembali bertugas menjadi militer aktif, Siwon adalah salah satu militer yang handal dan sangat dibutuhkan Militer Korea Selatan saat ini”

“Maksud abojie?”

“Dia akan di tugaskan di perbatasan, Korut melancarkan agresi militernya dan Siwon akan membantu militer kita untuk menjaga negara ini”

“Dia akan berperang??”

Cho Younghwan hanya menganggukan kepalanya, “Aku harus kembali pergi, ada rapat mengenai rencana perlawanan perang. Kau lebih baik untuk hari ini berada di rumah saja, Changmin akan menjagamu” setelahnya ia pun pergi meninggalkan Kyuhyun yang termenung seorang diri.

“Dia tidak pamit kepadaku? Dan akan perang?” setitik air mata jatuh dari sudut mata Kyuhyun.

.

.

Di lain tempat.

Nampak seorang prajurit militer bernama Choi Siwon yang kini sedang membereskan barang – barangnya, ia sudah mendapatkan tugas untuk menjaga perbatasan negara yang saat ini sedang mendapatkan serangan dari musuh. Siwon memasukkan baju seperlunya dan tak lupa ia mengeluarkan kalung yang selama ini selalu dipakainya, membuka bandulnya yang berbentuk bulat tersebut, didalam ada foto kedua orang tuanya yang sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat 5 tahun yang lalu dan ada foto seseorang yang menghiasi hari – harinya selama 5 bulan belakangan ini. Foto yang ia ambil secara diam – diam saat seseorang itu tertidur pulas di mobil.

Ya.. seseorang itu adalah Cho Kyuhyun, putra Perdana Menteri. Seseorang yang di jaganya selama 24 jam penuh, yang akan tetapi saat ia meninggalkan tugas sebagai pengawal pribadi. Ia lupa untuk berpamitan dikarenakan atasan yang menghubunginya untuk segera bergabung dalam pasukan.

Appa.. Eomma.. doakan aku.. Kyuhyun-ah, bolehkah aku berkata seperti itu? Baik – baiklah dirimu, aku pasti merindukanmu.. semoga kau berbahagia dengan Changmin, mungkin sampai kapanpun kau tak akan mengetahuinya, jika aku mencintaimu.. sangat mencintaimu..” setelahnya Siwon pun menutup kembali dan memasukkan kalungnya ke dalam bajunya.

Kalung itu adalah jimat untuknya, kalung yang diberikan sang ibu sebelum pergi meninggalkan dirinya selamanya. Benda berharga yang akan selalu Siwon jaga.

“Kau sudah siap Siwon?”

“Siap, sudah.. laksanakan” ucapnya dengan suara lantang.

“Kita hanya berdua saja disini Siwon” seorang namja yang terlihat sudah berumur itupun mendekati Siwon.

“Kau sudah ku anggap sebagai anakku, aku berat melepasmu untuk pergi, walau negara membutuhkanmu aku berusaha untuk mencari solusinya, karena ini terlalu berbahaya walau kau pun sudah terlatih di daerah rawan konflik, aku mengkhawatirkanmu, nak..”

Ahjussi.. aku pasti akan baik – baik saja, terima kasih karena sudah merawatku semenjak kedua orang tuaku tiada. Aku sangat berhutang budi padamu”

“Tidak Siwon, sudah kewajibanku untuk menyayangimu.. kau adalah anak dari sahabatku, tentu kau juga adalah anakku..”

Seseorang yang dipanggil ahjussi oleh Siwon pun kini mensejajarkan tubuhnya dengan Siwon, membawanya menuju dekapannya. Seseorang yang sudah ia anggap sebagai ayahnya itu pun memeluknya dengan erat, Siwon sungguh beruntung di tengah keterpurukan ditinggal selamanya oleh kedua orang tuanya, sahabat ayahnya yang juga seorang militer menawarkan dirinya untuk merawatnya, merawat dirinya seperti merawat Changmin, anaknya sendiri.

“Hati – hatilah disana Siwon, kau harus kembali dengan selamat, araseo?

Siwon menganggukan kepalanya “Ne.. ahjussi“.

.

.

.

Hari – hari Kyuhyun masih berjalan dengan normal walau kini ada rasa yang kurang di dalam hidupnya, ntah mengapa Kyuhyun selalu merasakan sedih dan juga was – was saat melihat berita yang tayang di televisi dimana ia tahu bahwa kini Siwon sedang bertugas disana.

“Kyuhyun-ssi?”

Ne Changmin hyung ?”

“Ini sudah waktunya makan siang, lebih baik untuk makan terlebih dahulu. Kau bisa sakit jika seperti ini”

“Seperti ini?”

“Heum.. aku tau jika kau mengkhwatirkan Siwon hyung, bukan?”

“Maksudmu?”

Changmin pun menarik lengan Kyuhyun yang masih enggan beranjak di depan televisi untuk menuju ruang makan, mendudukannya di salah satu kursi yang ada disana dan menyiapkan makanan untuk Kyuhyun.

“Makanlah.. Siwon hyung akan bersedih jika kau sakit”

Tapi Kyuhyun tidak menolak apa yang sudah Changmin lakukan kepadanya, walau ia menyuapkan makanan ke mulutnya hatinya masih tidak tenang. Hingga suapan ke lima nya Kyuhyun pun menghentikkan kegiatan makanannya, lalu tanpa aba – aba Kyuhyun pun menarik Changmin menuju ke belakang rumah.

Disinilah mereka berada, di taman bunga yang di bangun oleh abojie Kyuhyun untuk mendiang istrinya dulu, yang masih di rawat oleh para asisten rumah tangga, demi menjaga tanaman yang tetap indah dan menyejukkan walau sang istri telah tiada.

“Changmin hyung

Ne..

“Kenapa?? kenapa kau berkata seperti itu?”

“Berkata seperti apa??”

“Apa maksudmu mengatakan mengenai Siwon hyung ? Aku tidak mengerti”

“Kau mengerti Kyuhyun-ssi, tetapi kau menyangkalnya”

“Maksudmu?”

“Kau menyukainya”

Mwo??

Changmin hanya tersenyum melihat Kyuhyun yang memandang penuh tanya kepadanya.

“Seberapa kuatnya kau menyembunyikan perasaanmu itu, semua orang akan tetap memahaminya”

“Tetapi aku tidak…”

“Kau salah mengartikan perasaanmu sendiri Kyuhyun-ssi, aku tau jika kita berdua dekat. Aku tau kau merasa nyaman bersamaku, tetapi tanpa kau ketahui sebenarnya kau tidak bisa jauh tanpa Siwon hyung

“Kenapa kau mengatakan seperti itu?”

“Kau akan mengerti dengan sendirinya mengenai perasaanmu sendiri, bukankah kini kau merasakan kesepian dan ada perasaan yang bahkan tak kau mengerti bukan?”

“…”

“Perasaan takut kehilangan..”

Setelah mengucapkan hal itu, Changmin pun hanya tersenyum lalu ia pun menepuk bahu Kyuhyun sebelum ia pergi meninggalkan Kyuhyun sendirian disana. Kyuhyun sendiri hanya bisa termenung memikirkan segala ucapan Changmin kepadanya.

.

.

.

Konflik di perbatasan semakin sulit dihindari, keadaan menjadi tak terkendali, serangan militer pun silih berganti dilancarkan. Siwon yang memang terpilih sebagai kapten mengambil barisan paling depan untuk membela negara, hingga tanpa bisa di hindari serangan lawan mengenai tempat persembunyiannya, sehingga Siwon pun terluka parah. Anak buah Siwon yang memang di selamatkan Siwon dari serangan itu berusaha menyelamatkannya untuk keluar dari daerah konflik.

Tepat dimana hari serangan militer lawan kepada negara yang membuat Siwon terluka parah, Kyuhyun mengirimkan surat kepada Siwon. Surat yang sepertinya tidak akan pernah Siwon baca. Surat yang tersimpan manis di atas meja Siwon, tanpa di ketahui sang pemiliknya yang kini terbaring lemah di ruang UGD.

Pemberitaan mengenai terjadinya serangan dapat di ketahui oleh Kyuhyun setelah ia seperti biasanya menonton televisi di temani Changmin, saat ia akan meminum tiba – tiba, Kyuhyun dikejutkan dengan pemberitaan mengenai adanya bom yang tepat mengenai markas bayangan dimana Siwon berada bersama anak buahnya untuk menjaga perbatasan.

“Changmin…”

“Kyuhyun… Kyuhyun-ssi..” tubuh Kyuhyun terkulai lemas di pelukan Changmin, ia tidak kuat melihat apa yang terjadi saat ini dan yang pasti Kyuhyun mengkhawatirkan keadaan Siwonnya.

“Semua akan baik – baik saja, kau harus kuat Kyuhyun” Changmin pun dengan segera membawa Kyuhyun menuju ke kamarnya dan tak lupa menghubungi dokter pribadi untuk memeriksa keadaan Kyuhyun.

.

.

.

Siwon masih terbaring lemah di Rumah Sakit International Seoul Hospital, Siwon dipindahkan dua hari yang lalu menuju Rumah Sakit ini dikarenakan Rumah Sakit di perbatasan yang memang tidak memiliki peralatan yang memadai. Terlihat kedua lengan dan kaki Siwon yang terbalut perban, luka bakarnya tidak terlalu parah hanya saja benturan di kepala Siwon menyebabkan pendarahan dan mengakibatkan Siwon terbaring koma.

Kyuhyun yang dari kemarin mengetahui bahwa Siwon dipindahkan dari Rumah Sakit perbatasan ke Rumah Sakit Seoul, kini sering mengunjungi Siwon. Mencoba memastikan bahwa keadaan Siwon baik – baik saja, walau tentu Kyuhyun tau keadaan Siwon jauh dari kata baik – baik saja.

“Kau bahkan belum mengetahui semuanya” ucap Kyuhyun diluar ruang perawatan yang dibatasi oleh dinding yang dibuat oleh kaca.

Kyuhyun menggemgam kuat surat yang ia kirimkan untuk Siwon, ya surat dari Kyuhyun dan juga barang – barang milik Siwon lainnya sudah dikembalikan ke Seoul.

“Apakah kau tidak ingin mengetahui… isi hatiku??” ucapnya kembali sarat akan kesedihan.

.

.

Sebulan sudah Siwon dirawat, perban – perbannya bahkan sudah dibuka, akan tetapi mata indah milik Siwon masih enggan menyapa dunia, Kyuhyun sendiri masih setia untuk datang tiap harinya walau hanya menjenguk tidak bisa lebih dari dua jam, tetapi Kyuhyun selalu akan datang dan datang menjenguk Siwonnya.

“Kapan kau akan membuka matamu, Siwon??”

“Bahkan kau tak tau bahwa kini gencatan senjata sudah dilakukan, kau telah berhasil menjaga negara kita, tak inginkah kau bersuka cita menyambutnya?”

“Apakah kau tidak ingin melihatku?”

Kyuhyun menghilangkan egonya, meruntuhkan pertahanannya dimana orang yang dicintainya kini hanya terbaring lemah. Tidak.. ia tidak ingin kembali kehilangan, Kyuhyun menggemgam tangan Siwon yang bebas dari selang infus, membawanya menuju pipinya. Menempelkannya sembari sesekali ia mengecupnya. Air mata sudah membanjiri pipi nya, ia menyusuri wajah Siwon dengan tangannya lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Siwon, membisikkan kata…

“Aku mencintaimu… aku mencintaimu…”

Kyuhyun larut dalam rasa sedihnya, hingga ia tak melihat bahwa tangan lainnya kini bergerak. Sampai tangan yang Kyuhyun genggam pun kini melakukan pergerakan dan tentu membuat Kyuhyun terkejut.

“Siwon…”

“Siwon.. kau kembali… kau kembali..” Kyuhyun pun dengan semangatnya berlari mencari keberadaan dokter, melupakan fungsi tombol yang berada di pinggir ranjang dimana tombol itu bisa langsung menghubungkan dirinya dengan suster dan dokter disana.

.

.

Siwon sudah membuka matanya kembali, menyapa dunia yang sudah tidak dilihatnya selama sebulan ini, terlebih ia pun tidak melihat bagaimana Kyuhyun yang selalu telaten merawatnya saat dirinya koma.

“Kyuhyun-ssi..”

“Kyuhyun… Kyuhyun tanpa sufix, hyung” Siwon pun hanya tersenyum mendengar permintaan Kyuhyun.

Gomawoyo

“Untuk?”

“Menjagaku…”

“Maka itu, jangan pernah membuatku cemas, jangan pernah tinggalkan aku..”

Mworago??

“Bacalah.. aku harus segera pergi.. ada makan malam bersama abojie, jika kau sudah sembuh maka aku ingin kau bisa bergabung makan malam denganku dan abojie, aku pergi”

Sepeninggal Kyuhyun, Siwon hanya termenung seorang diri.

“Apa maksudnya bergabung makan malam?” Siwon teringat akan surat yang diberikan Kyuhyun sebelum pergi, dengan perlahan ia pun membukanya dan membacanya.

***

Siwon hyung…

Apa kabarmu? Aku tidak menyangka bahwa kau mengambil keputusan untuk menjadi militer aktif agar bisa di tempatkan di daerah perbatasan.

Aku sungguh mengkhawatirkan keadaanmu disana…

Aku… aku tidak ingin terlalu banyak berkata…

Yang perlu kau tahu, cepatlah kembali dengan selamat karena aku mencintaimu…

-CKH-

***

Siwon tersenyum membaca surat dari Kyuhyun dan dengan segera ia mengambil Iphone nya menghubungi sahabat dan juga ayah angkatnya.

.

.

.

“Selamat pagi anakku..”

Abojie..”

“Ada yang membuatmu heran?”

“Eum.. apa ada sesuatu? Tidak seperti biasanya jika abojie sarapan denganku”

“Tidak ada, apa seorang abojie diharuskan membuat proposal agar bisa sarapan dengan anaknya sendiri?”

Kyuhyun hanya menatap penuh selidik kepada Cho Younghwan, tetapi tak lama…

“Ah sepertinya tamu kita sudah datang”

Cho Younghwan pun beranjak dari duduknya dan membuat Kyuhyun yang memang berada di seberang kursi ayahnya itu ikut berdiri, dengan gerakan slow motion ia melihat ke belakangnya. Kyuhyun dikejutkan dengan kehadiran Siwon yang duduk di kursi roda, Changmin dan juga seorang yang bisa Kyuhyun tebak adalah ayah dari Changmin. Kyuhyun sudah menegtahui kisah hidup Siwon dari cerita Changmin.

“Selamat datang dan lebih baik kita sarapan terdahulu sebelum membicarakannya” Younghwan dengan ramah menjamu tamunya. Kyuhyun sendiri yang tidak mengerti hanya bisa mengikuti apa yang abojienya pinta, yakni jangan banyak bertanya karena ia pun nanti akan mengetahuinya.

Setelah selesai sarapan, maka mereka bisa duduk bersantai di ruang keluarga. Siwon sesekali melihat ke arah Kyuhyun yang tentu Kyuhyun pun lakukan, saat mata mereka bertemu pandang maka hanya ada salah tingkah setelahnya.

“Ada maksud apa dengan kedatangan tamu istimewa ini?” ucap Younghwan membuka percakapan.

“Mungkin ada baiknya Siwon lah yang mengungkapkan mengenai apa maksud dengan memintaku untuk datang menemaninya kemari” ayah Changmin berucap menjelaskan.

Siwon pun hanya melihat kembali ke arah Kyuhyun sebelum akhirnya ia pun mengutarakan niatannya itu.

“Sebelumnya maafkan jika saya telah lancang datang ke mari, tapi semoga niat baik saya bisa diterima baik. Saya ingin melamar putra anda” Kyuhyun melebarkan matanya saat mendengar niatan Siwon ia tidak menyangka bahwa Siwon akan melamarnya dengan tanpa ada persiapan yang matang.

“Saya memang tidak sebanding dengan keluarga anda, akan tetapi saya berjanji akan membahagiakan putra anda, seperti hal nya tugas saya untuk melindungi negara ini dari musuh, maka saya pun akan berusaha selalu melindungi putra anda dan juga akan selalu membahagiakannya semampu saya” ucap Siwon mantap.

Hyung…” Kyuhyun hanya bisa dibuat terharu akan niatan Siwon, Younghwan yang memang sedari tadi melihat Kyuhyun tentu sangat mengerti putranya.

“Kau mencintainya Kyuhyun?”

Abojie…”

Abojie merestui kalian berdua, berbahagialah sayang… kau berhak berbahagia…” setelahnya Younghwan pun menarik tubuh Kyuhyun agar bisa dipeluknya.

Kebahagiaan ayah dan anak itu pun tak luput dari perhatian ketiga orang yang memang masih berada disana.

.

.

.

Pernikahan pun dilaksanakan setelah menjalani persiapan pernikahan yang memakan waktu 4 bulan lamanya, dikarenakan Kyuhyun yang memang ingin agar Siwon benar – benar pulih dengan kondisinya.

“Apakah kau Choi Siwon, bersedia menerima Cho Kyuhyun dalam suka dan duka, dalam sakit maupun sehat, dalam kaya ataupun miskin menjadi pendampingmu selamanya?”

“Ya saya bersedia”

“Apakah kau Cho Kyuhyun, bersedia menerima Choi Siown dalam suka dan duka, dalam sakit maupun sehat, dalam kaya atupun miskin menjadi pendampingmu selamanya?”

“Ya saya bersedia”

“Atas nama Tuhan, kalian resmi menjadi sepasang suami istri. Choi Siwon kau berhak untuk mencium pasanganmu, Choi Kyuhyun”

Kini mereka berdua saling berpandangan, Siwon menatap lurus menuju mata Kyuhyun mengantarkan rasa sayang dan juga kesungguhan, hingga Kyuhyun pun menutupkan matanya, seakan menerima apapun yang nantinya akan terjadi. Siwon semakin mendekatkan wajahnya hingga deru nafas dan terpaan hawa panas dari nafas Siwon pun mengenai wajah Kyuhyun.

Bibir mereka pun kini menempel sempurna, hanya sekedar kecupan di awal hingga tak lama lumatan – lumatan penyaluran rasa cinta pun mengalun indah. Riuh tepuk tangan membuat Siwon dan Kyuhyun sadar bahwa mereka masih di ruang publik, Siwon melepaskan tautannya dan membelai bibir Kyuhyun dengan ibu jarinya.

Saranghae..”

Nado saranghae…”

Siwon kembali memberikan kecupan di bibir Kyuhyunnya.

Acara pun berlanjut menuju halaman luar gereja, upacara ala militer pun harus di lakukan oleh kedua mempelai, setelah selesai melakukan upcara militer. Kyuhyun dikejutkan dengan parade jet di atas langit cerah, Kyuhyun hanya bisa menatap penuh takjub.

“For You… aku harap kau menyukainya”

Kyuhyun memandang Siwon penuh rasa cinta, ia membelai wajah Siwon dengan tangannya lalu menarik wajah Siwon dan mencium tepat di bibirnya.

“Thank you my husband..” Kyuhyun pun menyenderkan badannya di dada Siwon, melihat atraksi jet yang kini membentuk barisan dan membentukan kata I LOVE YOU.

Cinta memang tidak pernah bisa di tebak ia akan berlabuh dimana, terkadang juga cinta seakan memilih seseorang yang kita inginkan, tetapi sebenarnya cinta itu akan berlabuh dengan sendirinya kepada orang yang kita butuhkan.

-END-

note :

Hollaaa….

Kembali membawa FF untuk menemani malam minggu kalian semua…

ntah ini apa, sebenarnya ini adalah ide dari mba tetua ceceu ryu, yang saya kembangkan tanpa ekspektasi tinggi dan hasilnya ya…. memadai lah hahahaha…. semoga kalian suka ya… kalo gak juga gak apa2 lah hahaha…

teruntuk para wkc’ers makasih banyak untuk selalu menyempatkan diri mampir kesini…

admin semuanya… mari ramaikan kembali ff wk…

magui com.. cii, jojo, ang, dedek, twin sansan, anie, ulan, feny, rani.. semuanya… mari selalu ramaikan wks hahaha apalah apalah ini sampai jumpa di minggu depan ya…

Advertisements

52 thoughts on “Sky of Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s