Posted in Comfort, Genre, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

His Cure

His Cure

by: Siwonniesm

WonKyu

“Because I miss…”

Mata Kyuhyun tak juga teralihkan dari jalan Kota Seoul, bahkan Kyuhyun sudah tidak peduli lagi dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Leeteuk dan yang lainnya. Mereka masih sibuk membicarakan tentang ulah fans di acara fanmeeting yang baru berakhir sekitar dua puluh lima menit yang lalu. Beruntung Kyuhyun sudah cukup terlatih untuk memasang wajah berserinya meskipun suasana hatinya tidak sejalan dengan apa yang dia tampilkan saat itu. Itulah yang membuat aktivitas Kyuhyun menjadi berkali-kali lipat lebih melelahkan. Kyuhyun menghela nafas pelan sebelum menggigit bagian dalam mulutnya. Kyuhyun sama sekali tidak memiliki niatan untuk pulang ke dorm. Kyuhyun ingin pulang ke rumah orang tuanya, tapi Kyuhyun harus pergi ke Thailand untuk fanmeeting dan syuting iklan Mashita. Kyuhyun sedang menghindari semua tempat yang tidak mengingatkannya pada Siwon. Tapi adakah tempat semacam itu?

Choi Siwon.

Apa yang sedang dilakukan pria itu sekarang? Mata Kyuhyun menerawang sementara pikirannya membayang apa saja yang mungkin dilakukan oleh Siwon. Kyuhyun berdecih pelan, apa Siwon merindukannya seperti yang Kyuhyun rasakan sekarang? Apa Siwon mengingatnya seperti yang Kyuhyun lakukan sepanjang waktu, tidak terkecuali saat ini? Semua ini hanya menambah alasan yang membuat Kyuhyun tersiksa. Bahkan tanpa alasan yang jelas dada Kyuhyun terasa sesak dengan mata yang memanas.

Kyuhyun mengepalkan tangannya. Kyuhyun tidak boleh menangis. Tidak sekarang atau dua puluh satu bulan kedepan. Bahkan Kyuhyun tidak menangis untuk Siwon saat dia mengantar kepergian Siwon dan Changmin di Nonsan beberapa waktu lalu. Kyuhyun menangis untuk Changmin dipelukan Siwon. Setidaknya itulah kenyataan yang diketahui oleh Siwon. Kyuhyun tidak ingin menambah beban kepergian Siwon saat Nyonya Choi dan Jiwon tidak bisa berhenti menangis. Setidaknya, dengan begitu Kyuhyun bisa menjadi sumber kekuatan agar Siwon bisa pergi dengan lebih tenang dan tanpa beban. Saat Siwon mempercayakan Jiwon dan Bugsy pada Kyuhyun, dia harus bersikap jauh lebih kuat dari Jiwon, bukan?

Dan itu berarti, siksaan bagi Kyuhyun dimulai sejak detik pertama kaki Siwon memasuki camp pelatihannya dan Changmin. Kyuhyun tidak bisa mengeluarkan perasaannya yang sebenarnya, Kyuhyun harus menekan semua itu dan menahannya untuk dirinya sendiri. Bahkan member yang lain merasa heran dan takut saat Kyuhyun masih bisa tersenyum tulus kearah Siwon setelah mereka saling memeluk sebelum Siwon pergi. Dan Kyuhyun masih ingat bagaimana Tuan Choi menatapnya saat itu. Tapi Kyuhyun hanya menanggapi tatapan ibanya dengan sebuah senyuman. Tubuh Kyuhyun baik-baik saja, tapi tidak dengan hati dan pikirannya.

Hyung.” Kyuhyun memanggil Leeteuk yang duduk disebelahnya.

Seketika pembicaraan mereka langsung terhenti dan memusatkan perhatiannya kearah Kyuhyun. Baik Leeteuk dan yang lain memang dengan sengaja membiarkan Kyuhyun sibuk dengan dunianya sendiri, mereka tahu Kyuhyun membutuhkan waktu untuk dirinya dan waktu untuk menata perasaannya. Mungkin bagi mereka ini hanyalah sekedar wajib militer, tapi mereka sangat tahu, ini tidak akan mudah untuk Siwon dan Kyuhyun. Belum cukup semua perpisahan yang terjadi karena jadwal dan kesibukan masing-masing, sekarang mereka terpisah selama dua puluh satu bulan karena kewajiban negara. Tanpa sadar Ryeowook menghembuskan nafas yang sejak tadi dia tahan, Ryeowook sangat mengenal Kyuhyun dan ini pasti berat untuknya. Bahkan Ryeowook belum atau sama sekali tidak melihat Kyuhyun diam-diam menangis atau semacamnya seperti yang biasa dia lakukan saat Siwon berada diluar negeri atau saat mereka bertengkar hebat.

“Bolehkah aku tidak kembali ke dorm malam ini? Ada sebuah tempat yang sangat ingin aku datangi malam ini.”

“Kau mau kemana?” Tanya Leeteuk dengan wajah heran.

“Kalian akan tahu saat sudah tiba disana. Bisakah hyung?” Wajah Kyuhyun terlihat begitu memohon.

“Tentu saja, kami akan mengantarmu kesana.” Kangin langsung menyetujui tanpa mempedulikan wajah tidak terima dari Leeteuk.

“Tapi Kyuhyun harus ke Thailand besok pagi.”

Kangin langsung memasang wajah yang mengkerut sambil memberikan isyarat agar Leeteuk menyetujuinya. Sementara Heechul mengedipkan sebelah matanya kearah Leeteuk yang begitu tidak peka. Seharusnya saat melihat wajah Kyuhyun, Leteeuk sudah harus mengerti kenapa Kyuhyun sampai meminta hal semacam itu.

“Aku yakin Kyuhyun bisa pergi dari sana ke bandar besok pagi, ya kan Kyu?” Sela Ryeowook sambil mengedipkan matanya kearah Kyuhyun yang hanya dibalas dengan sebuah senyuman lemah sebelum mata Kyuhyun kembali menatap jalanan melalu jendela van.

“Bugsy.. Bugsy..” Jiwon kembali melemparkan bola kearah Bugsy yang terlihat sudah mulai bosan dengan permainan mereka.

Jiwon menghela nafas pelan sebelum mengangkat Bugsy dari lantai dan duduk disofa dengan Bugsy dipangkuannya. Suasana rumah ini jadi sedikit berbeda setelah kepergian Siwon. Dan Jiwon mulai merinduka Siwon dan semua hal yang menjengkelkan dari kakaknya itu lebih dari biasanya. Jiwon mengelus punggung Bugsy yang sudah hampir tertidur.

“Bugsy, kau tidak merindukan Siwon?” Ucap Jiwon sambil mencubit pipinya, membuat anjing itu mengerang pelan.

“Bug—“ Ucapan Jiwon terhenti saat dia mendengar suara bel.

Matanya melirik jam tangannya. Hampir tengah malam, siapa yang bertamu kemari tengah malam begini? Tidak mungkin ada fans Siwon yang menyelinap lagi, kan? Ya Tuhan. Jiwon meletakkan Bugsy diatas sofa dengan hati-hati sebelum berjalan kearah monitor untuk mengetahui siapa yang sedang berdiri didepan rumanya.

Kyuhyun. Apa yang dilakukannya disini?

Jiwon langsung berlari keluar secepat yang dia bisa untuk menjemputnya dipintu masuk. Bahkan Jiwon mengabaikan pertanyaan Nyonya Choi yang ingin mengetahui siapa tamu tengah malam mereka itu. Tidak biasanya Kyuhyun datang kemari. Karena Siwon dan Kyuhyun lebih sering menghabiskan waktu di apartemen mereka dari pada disini.

“Oppa. Apa yang kau lakukan disini?” Jiwon langsung menggamit lengan Kyuhyun tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun.

“Aku…”

“Sebaiknya kita masuk. Ayo!”

“Kyu.. Apa—Kemarilah!” Nyonya Choi merentangkan tangannya dan Kyuhyun tanpa ragu memeluknya dengan erat.

Jiwon menggigit bibir bawahnya saat mendengar Kyuhyun mulai terisak dan Nyonya Choi menangis dalam diam. Sebut saja dua orang yang menjadi bagian penting dalam hidup Siwon itu bersikap berlebihan karena bersikap seolah mereka tidak akan pernah bertemu lagi dengan Siwon. Tapi tetap saja ini berat untuk mereka, termasuk Siwon dan yang lain. Perasaan yang mereka rasakan sekarang berbeda dengan perasaan yang mereka rasakan saat Siwon pergi keluar negeri atau bermalam dilokasi syuting. Jiwon untuk kesekian kalinya menghela nafas panjang dan berjalan kearah Nyonya Choi dan Kyuhyun berdiri. Jiwon memeluk keduanya dengan erat seolah ingin menyalurkan kekuatan yang dia punya sekarang. Jiwon membiarkan Kyuhyun menangis sepuasnya dan membiarkan ibunya menangis untuk kesekian kalinya. Setidaknya berbagi akan lebih baik daripada hanya memendam semua beban sendiri.

“Ya Tuhan! Apa yang harus aku lakukan pada kalian?” Tiba-tiba saja suara Tuan Choi menghentikan aktivitas tiga orang yang masih terus berpelukan sejak tadi.

Tanpa melepaskan pelukan mereka, Jiwon, Kyuhyun dan Nyonya Choi menoleh kearah Tuan Choi yang berjalan kearah mereka. Kyuhyun berusaha keras meredam tangisannya, karena khawatir Tuan Choi akan memarahinya. Dan Jiwon hanya diam tanpa suara, terlalu bingung dengan suasana canggung yang ada. Tuan Choi menempelkan telunjuknya di kening Kyuhyun dengan lembut sebelum mengatakan sesuatu yang membuat Kyuhyun berhambur ke pelukan Tuan Choi.

“Aku senang kau tahu kemana tempat kau pergi saat perasaanmu tak bisa kau atasi lagi. Kemana kau harus mencari saat kau tidak bisa menemukan Siwon dan kemana kau harus bersandar saat tidak ada lagi bahu kokoh Siwon yang bisa meringankan semua bebanmu. Dan sekarang kau disini.”

Isakan Kyuhyun kembali kencang membuat Tuan Choi tertawa pelan. Nyonya Choi dan Jiwon pun ikut menertawakan Kyuhyun. Karena tangisan pilu Kyuhyun yang mereka dengar tadi berubah menjadi tangisan yang lebih terdengar seperti rengekan.

“Hey! Anak bodoh, berhentilah menangis. Kita akan bertemu lagi dengan Siwon dalam dua minggu.” Ucap Tuan Choi disela tawanya.

“Aku tidak akan bisa bertemu dengannya.”

“Kenapa begitu?”

“Terlalu rumit untuk dijelaskan.” Kyuhyun membebaskan diri dari pelukan Tuan Choi dengan wajah cemberut dan mata basah.

“Kau hanya perlu datang. Untuk masalah lain kau tenang saja.”

Kyuhyun mengangguk ragu. Wajah Kyuhyun memerah, saat kesadarannya kembali. Apa yang dia lakukan sebenarnya disini. Menangis seperti orang gila di rumah orang tua Siwon. Kyuhyun menundukkan wajahnya menghindari tatapan Nyonya Choi dan Tuan Choi. Kyuhyun pasti sudah gila. Kyuhyun mengutuk dirinya dalam hati, bagaimana bisa dia datang kemari hanya karena terlalu sedih dan terbawa perasaan.

“Baiklah, sebaiknya kau istirahat. Jiwon akan mengantarmu ke kamar Siwon.” Ujar Tuan Choi sambil menggamit lengan istrinya dan meninggalkan Jiwon dan Kyuhyun untuk kembali kekamar mereka.

Eumh.. Appa, maafkan aku. Dan terima kasih.” Kyuhyun tersenyum tulus kearah Tuan Choi dan Nyonya Choi yang membalas senyumannya sebelum melanjutkan langkah mereka menuju kamar.

Jiwon tersenyum geli melihat Kyuhyun yang semakin salah tingkah. Jiwon mengaitkan tangannya ke lengan Kyuhyun dan menariknya menuju tangga. Tapi langkah Jiwon terhenti saat mengingat Bugsy yang masih tertidur disofa. Jiwon perlahan menyerahkan Bugsy pada Kyuhyun agar hewan kesayangan Siwon itu tidak terbangun dari tidurnya. Bugsy menggeram pelan saat Kyuhyun mengecup puncak kepalanya.

“Kyu.. Terima kasih.” Ucapan Jiwon membuat Kyuhyun menoleh dengan tatapan bingung.

“Terima kasih untuk tetap terlihat kuat saat Siwon oppa akan pergi beberapa hari yang lalu.” Jiwon tersenyum lalu mengalihkan pandangannya untuk membuka pintu kamar Siwon.

“Itu bukan masalah. Karena itulah yang seharusnya aku lakukan.”

Jiwon membiarkan Kyuhyun masuk dan berdiri diambang pintu. Jiwon terus memandangi Kyuhyun yang pelan-pelan meletakkan Bugsy diatas ranjang lalu duduk dengan punggung bersandar dikepala ranjang. Kyuhyun menoleh kearah Jiwon dengan tangan yang terus membelai punggung Bugsy.

“Apa kau sangat merindukannya oppa?”

“Tidak. Tapi aku terlalu merindukannya.” Kyuhyun tertawa pelan.

Jiwon berdecih pelan.

“Tapi sekarang sudah tidak lagi menyesakkan. We have this cutie here.” Kyuhyun mempermainkan telinga Bugsy yang menggeliat karena tidurnya terganggu.

Jiwon berjalan mendekati Kyuhyun lalu memeluknya dan menepuk punggung Kyuhyun beberapa kali sambil memejamkan matanya. Jiwon mengerti sekarang, apa yang menjadi alasan hubungan Siwon dan Kyuhyun bisa bertahan sejauh ini. Jiwon melepaskan pelukan mereka setelah mencium pipi Kyuhyun dan berlari menuju pintu sebelum Kyuhyun sempat mengeluarkan protes.

“Ya!! Anak na-“

Thank you, oppa. Thank you for everything. For loving my brother endlessly.”

Lalu Jiwon menutup pintu kamar meninggalkan Kyuhyun membeku. Kyuhyun bisa merasakan ketulusan dari ucapan Jiwon yang membuat Kyuhyun tanpa sadar tersenyum dan merasa semua beban dipundaknya menghilang seketika. Kyuhyun menemukan tempat untuk membagi kerinduannya pada Siwon dan merasakan kasih sayang dari Siwon melalui orang tua dan adik perempuannya. Ini tidak terlalu buruk dan sepertinya akan lebih menyenangkan dari apa yang biasanya dibayangkan oleh para penulis fanfiction  tentang dirinya dan Siwon yang kebanyakan selalu menuliskan jika orang tua Siwon tidak menerima kehadirannya dan Tuan Choi selalu berusaha memisahkan mereka. Tch! Benar-benar menyebalkan!

Kyuhyun menggeleng karena pemikirannya sendiri. Sepertinya Kyuhyun harus berhenti membaca hal-hal semacam itu, lama kelamaan pikirannya akan teracuni oleh khayalan-khayalan itu. Kyuhyun menarik selimut dan bergelung di samping Bugsy. Setelah mencium Bugsy, Kyuhyun memejamkan matanya. At least but not last, he still have Bugsy on the other side of the bed. Although deep in his heart is still screaming for missing Siwon, he has Siwon’s family to be his cure.

Him..”

Hai hai hai hai

Udah lama ga kesini..

Maaf ya ga ada wonkyu moment di ff nya hahaha baru tadi sore bikinnya lol

Selamat membaca aja deh.. ssii unnie aku udah update ya hahaha ini buat kak lulu sm kak anie deh.. ssii unnie juga deh, nao unnie juga deh, indy unnie juga deh siapa lagi? Hahha❤❤

Vira unnie, kak ang, kak jo, suci unnie.. love love love deh haha❤

gaje? Iya makasih yaaa

Lot of love for WonKyu ❤

Regards

Siwonniesm

Advertisements

21 thoughts on “His Cure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s