Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Romance, Series, WonKyu Story

All For You – Chapter 6

All For You – Chapter 6

By. ssiihee

Siwon & Kyuhyun

Romance,  family, smooth, fluff & drama

BL, DLDR, OOC, AU, NC17

 

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang! (==)

..::..::..

AFY

ssiihee©2015

Totally Reserved

 

..::..::..

 

“Jam berapa sekarang Hyung?”

Kyuhyun mengangkat wajahnya perlahan dan menatap wajah Siwon didapannya. Tubuhnya sangat lelah setelah percintaan mereka yang sangat intens di pagi hari. Kyuhyun tertidur diatas tubuh suaminya. Siwon bahkan masih berada di dalam Kyuhyun.

Siwon tersenyum dan menyentuh pipi Kyuhyun yang kembali terpejam merasakan sentuhan hangat dari tangan kekar Siwon. “Ini sudah jam 9.”

Mwo?! Ahhh…” Kyuhyun yang terkejut mengangkat tubuhnya dan mengerang merasakan pergesekan di bagian bawah tubuhnya. “Kenapa tidak membangunkanku?”

Kyuhyun kembali membarinhkan tubuhnya di dada bidang Siwon yang masih tertawa kecil melihat kelakuan pria manis itu.

“Jika kau mengkhawatirkan umma dan appa, maka tenanglah.”

Kyuhyun mengangkat wajahnya untuk menatap Siwon. Dan ia kembali mendapatkan sentuhan tangan Siwon di kedua pipinya.

“Mereka sudah pulang mungkin 30 menit yang lalu. Begitu juga dengan Seungmi. Umma hanya mengatakan jika kau sudah bangun kau harus menghubunginya.”

Kyuhyun memajukan bibirnya. “Umma pasti ingin menggodaku.” Siwon tertawa membuat ia mendapat cubitan keras di lengannya.

Kyuhyun lalu kembali menegakan tubuhnya dengan pelan sehingga kini ia duduk di atas pinggang Siwon. Membawa Siwon kembali ke dalam tubuhnya lebih jauh. Kyuhyun merasakan sesuatu kembali membesar di dalam tubuhnya. Ia menggigit bibir bawahnya dan memicingkan matanya kepada Siwon yang tersenyum lebar dengan kedua tangannya yang dijadikan bantalan.

Hyung.

Waeyo? Aku tidak memintanya, ia akan otomatis seperti itu saat berada di dalam tubuhmu.” Kyuhyun memutar mata mendengar ucapan Siwon. “Ayolah baby.”

Kyuhyun ingin menghiraukan ajakan Siwon untuk kembali menuju puncak diantara koneksi tubuh mereka. Kyuhyun sudah lelah dan Kyuhyun ingin sekali membersihkan tubunnya yang lengket. Namun tubuhnya menghianatinya karena merespon dengan cepat sapaan Siwon di dalam tubuhnya. Kyuhyun menundukan wajahnya yang merona merasa malu pada Siwon.

Senyum penuh kemenangan tertera di wajah Siwon. Ia menarik tubuh Kyuhyun untuk kembali berbaring di atas tubuhnya. Lalu Siwon dengan cepat membalikan posisi mereka hingga Kyuhyun kini berada di bawah Siwon.

Kyuhyun tersenyum dan menangkup wajah Siwon dengan kedua tangannya. “Hanya 1 kali ok!”

Siwon terlihat berpikir. “Aku tidak janji.”

Mwo?! Aku mephhh…” Sebelum Kyuhyun menyelesaikan ucapannya Siwon telah kembali membungkam bibir Kyuhyun yang membengkak karena percintaan mereka sebelumnya. Namun Kyuhyun tidak dapat menolak dan hanya membalas setiap sentuhan Siwon dengan sisa tenaga yang ia miliki.

..::WonKyu::..

Perlahan Kyuhyun melepaskan kedua tangan Siwon yang memeluknya erat dari belakang berusaha untuk tidak membangunkan Siwon. Kemudian ia mendudukan dirinya dan menatap wajah Siwon dengan senyum kecil di bibirnya. Kyuhyun menaikan selimut untuk menutupi tubuh polos Siwon. Kyuhyun lalu melirik jam di nakas yang menunjukan pukul 10.30. Mereka kembali tertidur setelah percintaan yang entah untuk keberapa kalinya.

Kyuhyun lalu berdiri dan mengambil kaos Siwon yang tergeletak di lantai dan memakainya. Kaos itu cukup untuk menutupi tubuhnya hingga setengah paha. Kyuhyun mengambil ponselnya dan berjalan ke arah balkon lalu menyandarkan tubuhnya di sisi jendela.

“Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun tersenyum mendengar suara ibu mertuanya yang langsung mengangkat panggilannya pada nada pertama. “Ne, Umma.”

“Kau baru bangun?”

“Hemm. Mianhae tidak menemani kalian untuk sarapan. Aku tidak sopan.”

Annie. Umma mengerti.” Kyuhyun mendengar nada menggoda dalam tawa ibunya. “Lalu di mana Siwon?”

Kyuhyun melirik Siwon yang masih terlelap. “Siwon hyung masih tidur.”

“Oh.”

“Sebelumnya hyung bilang untuk menelpon umma jika aku sudah bangun.”

“Lalu?” Potong ibunya. Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Ibunya pasti sudah tahu apa yang terjadi.

“Aku baru bangun umma. Mianhae harusnya aku…” Kyuhyun menghentikan ucapannya saat mendengar ibunya tertawa. “Ummaaa…”

“Sudah umma bilang, umma mengerti Kyuhyun-ah. Umma hanya ingin mengatakan bahwa appa meminta kalian untuk ke rumah. Dia ingin membicarakan masalah resepsi pernikahan kalian. Kalian tidak melupakannya kan?”

Kyuhyun menggigit kuku jarinya pelan. Ia teringat pembicaraannya dengan Siwon beberapa hari lalu tentang resepsi pernikahan mereka yang baru bisa dilaksanakan setelah 5 tahun. Sebenarnya Kyuhyun tidak ingin melakukannya. Kyuhyun sudah bahagia dengan Siwon disisinya. Hanya saja Siwon bersikeras bahwa ia ingin mengenalkan Kyuhyun kepada semua orang sebagai istrinya.

Bahkan Kyuhyun masih tidak setuju dengan panggilan istri yang di tunjukan untuknya. Tapi itu bukan masalah penting saat ini. Kyuhyun hanya ingin melihat orang-orang yang ia sayangi bahagia. Jadi Kyuhyun akan melakukan apapun selama ia bisa melakukannya.

Annie. Tentu saja aku mengingatnya. Aku akan mengatakannya pada Siwon hyung.”

“Sebenarnya umma sudah menyiapkan semuanya jadi kalian hanya datang saja. Hanya saja umma ingin mendengar pendapat kalian dan apa yang kalian inginkan. Umma hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua.”

Kyuhyun tersenyum mendengar apa yang dikatakan ibunya. Mungkin ditengah kesibukan Kyuhyun dan Siwon, apa yang dilakukan ibunya menjadi keuntungan sendiri. Hanya saja Kyuhyun bisa membayangkan bagaimana jadinya resepsi pernikahannya jika semua diserahkan sesuai keinginan ibunya. Kyuhyun mengenal baik bagaimana nyonya Choi ketika ia menggunakan statusnya sebagai socialita. Bukan tidak mungkin seluruh Korea akan menyaksikan resepsi pernikahannya dengan Siwon.

Ne. Terima kasih umma. Aku benar-benar beruntung bisa bertemu kalian.” Kyuhyun menghentikan ucapannya saat ada sepasang tangan yang memeluknya dari belakang. Kyuhyun melirik Siwon yang menyandarkan kepalanya pada pundak kanan Kyuhyun. “Aku akan melihat dan memikirkannya bersama Siwon. Aku juga ingin umma bahagia.”

Arasso. Umma tunggu kedatangan kalian.”

Ne. Terima kasih umma.” Kyuhyun kemudian meletakan kedua tangannya di atas tangan Siwon setelah memastikan ibunya telah mengakhiri sambungan telpon mereka. Kyuhyun lalu menyandarkan tubuhnya pada Siwon.

“Apa yang umma katakan?” Siwon bertanya saat melihat Kyuhyun telah selesai berbicara dengan ibu mereka.

Kyuhyun menoleh ke arah Siwon sebentar lalu kembali menatap balkon. Ia menyandarkan tubuhnya pada Siwon dengan helaan nafas pelan.

“Tentang resepsi pernikahan kita.” Siwon hanya membentuk huruf o kecil pada mulutnya dan mengangguk perlahan. “Apa kita-kita benar-benar harus melakukannya?”

Waeyo? Kau tidak suka?” Siwon mengecup leher Kyuhyun pelan.

Annie. Hanya saja aku tidak ingin merepotkan umma dan appa walau mereka didukung orang-orang berpengalaman.”

Siwon tersenyum dan mengeratkan pelukannya. Ia mengecup kepala Kyuhyun pelan sebelum mengatakan pemikirannya.

“Tidak ada yang merasa direpotkan sayang. Orang tua manapun ingin yang terbaik untuk anaknya ketika mereka menikah. Tapi umma tidak akan melakukan sesuatu yang tidak kita sukai.”

Kyuhyun menunduk dengan memiringkan kepalanya ke kiri. Membiarkan Siwon mengecup leher dan pundaknya dengan leluasa. Kyuhyun sangat menyukai ketika Siwon menunjukan perasaanya. Kyuhyun merasa sangat dicintai dan ia semakin mencintai Choi Siwon.

“Aku tidak ingin hal ini membebanimu.” Siwon menghentikan kecupannya dan memutar tubuh Kyuhyun menghadapanya. Siwon lalu menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya dan mencium dahi pemuda manis yang langsung memejamkan matanya.

Kyuhyun tersenyum saat tatapannya beradu dengan tatapan Siwon. “Mana mungkin aku terbebani. Aku hanya terlalu merasa banyak dengan semua yang kau dan orangtuamu berikan. Namun aku bersyukur dan menikmatinya.”

Kyuhyun mengecup bibir Siwon. “Terima kasih karena telah mencintaiku.”

Siwon tersenyum dan menarik tubuh Kyuhyun ke dalam pelukannya. “Ne. Terima kasih juga mengijinkan aku mencintai dan memilikimu.”

.

.

.

“Rapat hari ini diadakan saat jam makan siang. Pihak Jepang mengatakan bahwa kali ini rapat akan santai. Semua bahan sudah saya siapkan, anda hanya perlu memeriksanya apakah semua sudah sesuai dengan kesepakatan dari rapat sebelumnya. Jika ada yang tidak sesuai maka saya akan segera merevisinya.”

Siwon menganggukan kepalanya mendengar penuturan Jinra sambil membuka dokumen yang gadis itu berikan kepadanya. Siwon lalu mengangkat wajah dan menatap seketarisnya.

“Baiklah akan ku baca. Kerja bagus Jinra-ah. Kau boleh kembali ke tempatmu.”

“Terima kasih Sajangnim.”

Jinra menundukan kepalanya singkat sebelum berbalik dan keluar dari ruangan Siwon. Tangannya sudah memegang hanlde pintu saat ia teringat sesuatu. Jinra berbalik dan kembali berdiri di depan meja kerja Siwon.

“Ada lagi?” Tanya Siwon melihat wajah Jinra yang terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu namun menahannya.

Jinra menghela nafas pelan. Gadis itu teringat pembicaraannya dengan wanita bernama Sam. Jinra ingin mengatakan pada Siwon bahwa ada seorang gadis gila yang mengejar Kyuhyun, namun ia tidak tahu harus menjawab apa jika atasannya itu bertanya mengapa Sam berbicara kepadanya. Otomatis Jinra harus mengatakan bahwa gadis itu mengatakan kepadanya bahwa Ia mengetahui perasaanya pada Siwon. Jinra harus memilih kata-kata yang pas jika ia tidak ingin Siwon mencurigainya.

Sajangnim, apa akhir-akhir ini ada seseorang yang membuat anda atau Kyuhyun-ssi tidak nyaman?”

Siwon mengerutkan alis. “Maksudmu?”

“Seperti mengancam atau sejenisnya. Atau mungkin anda merasa tidak nyaman dengan seseorang di sekitar anda.” Karena Siwon tidak mengatakan apapun Jinra melanjutkan ucapannya. “Beberapa hari lalu saya mendapat pesan bahwa ada seseorang yang akan mengganggu kehidupan anda.”

Untuk saat ini Jinra hanya dapat mengatakan hal itu. Setidaknya mungkin atasannya itu dapat berhati-hati mulai sekarang.

“Bisa kau tunjukannya pesannya. Aku akan melacaknya.” Jawab Siwon. Entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi.

“Ah itu.” Jinra menggigit bagian dalam pipinya. “Saya tidak sengaja menghapusnya.” Jinra menundukan wajahnya merasa bersalah membohongi atasannya.

Siwon menganggukan kepalanya. “Sebenarnya ada seseorang yang membuatku tidak nyaman. Hanya saja mungkin itu hanya orang iseng.” Jinra menatap atasannya. Itu bukan keisengan Sajangnim. “Tapi terima kasih sudah memberirahuku. Jika orang itu melakukannya lagi kau harus memberitahuku.”

Ne. Kalau begitu saya akan kembali bekerja.” Jinra menundukan kepalanya sekali lagi lalu keluar meninggalkan Siwon.

Siwon sedang memikirkan apa yang  dikatakan Jinra. Sebenarnya ia tidak dengan mudah mengatakan bahwa itu keisengan belaka. Selama ini tidak ada hal seperti itu terjadi. Tapi mengapa saat Kyuhyun kembali muncul seseorang yang akan menghancurkan kebahagiannya. Siwon menghela nafas. Bagaimanapun caranya ia harus meningkatkan keamanan Kyuhyun. Siwon juga tidak ingin membuat Kyuhyun khawatir.

Siwon menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan ia ambil untuk menjaga Kyuhyun. Seharusnya ia memeriksa bahan untuk rapat hanya saja Siwon membutuhkan waktu sebentar untuk sedikit saja menyusun rencana. Setidaknya hal itu akan membuatnya tenang.

Entah berapa lama Siwon seperti itu yang jelas Siwon baru membuka matanya saat ia menyadari ada orang lain di sekitarnya dan sedang memperhatikannya. Siwon pun membuka mata dan wajah Kyuhyun yang tersenyum lembut kepadanya membuat sudut-sudut bibirnya ikut melengkungkan senyum. Pemuda itu berdiri di sampingnya dan bersandar pada meja kerja Siwon.

“Ada masalah?” Kyuhyun masih tersenyum.

Saat ia masuk ke kantor Siwon, suaminya itu sedang memejamkan mata. Tidak ingin mengganggu maka ia memutuskan menunggu hingga Siwon bangun.

“Kapan kau sampai?” Siwon menegakan tubuhnya lalu berdiri di hadapan Kyuhyun. “Sudah lama?” Siwon menyentuh pipi Kyuhyun dengan tangan kanannya lalu mengecup bibir Kyuhyun membuat pipi pemuda manis itu berwarna.

Kemudian Siwon menarik tangan kanan Kyuhyun untuk duduk di sofa. Saat Siwon sudah mendudukan dirinya dan Kyuhyun hanya menatapnya, Siwon tersenyum lalu menepuk pahanya meminta Kyuhyun duduk diatasnya. Tentu saja pemuda itu menggeleng meski sudut bibirnya berkedut menahan senyum. Walau akhirnya Kyuhyun tetap duduk dipangkuan Siwon karena pria itu menariknya.

“Ah! Aku lupa memberitahumu, hari ini aku ada rapat saat makan siang. Mianhae kita tidak bisa makan siang bersama.”

Kyuhyun menyipitkan matanya. “Waktunya istirahat kau tetap bekerja?”

Siwon tertawa dan menarik kedua tangan Kyuhyun lalu mengecupnya. Kemudian kembali menatap Kyuhyun. “Ini rapat terakhir dan kau tenang saja aku akan tetap makan dengan baik.”

Arasso.” Kyuhyun menyentuh pipi Siwon dan menatap mata pria itu. “Aku hanya ingin kau hidup dengan baik.” Kyuhyun tersenyum dan teringat tujuan ia datang hari ini. “Ah dan satu lagi, hari ini aku datang karena aku juga mau memberitahumu bahwa aku tidak bisa makan siang denganmu.”

“Kau mau kemana?”

Kyuhyun menurunkan tangannya dan memainkan kancing baju Siwon dengan bibir sedikit mengerucut. “Seungmi meminta makan siang bersama.”

“Dan?” Kyuhyun mencubit pipi Siwon membuat pria itu tertawa. “Aku hanya bertanya karena sepertinya kau tidak menyukai ide Seungmi.”

“Aku bukan tidak menyukainya, hanya saja hari ini aku ingin bersamamu, tetapi kau juga ada rapat jadi sudahlah.” Kyuhyun beranjak dari pangkuan Siwon diikuti suaminya. “Aku akan pergi sekarang. Sampai jumpa di rumah.”

Ne. Telpon aku jika kau ingin ku jemput.”

Arasso.” Kyuhyun mengangguk. Sebelum pergi Siwon memeluknya Kyuhyun erat lalu keduanya tersenyum satu sama lain. “Aku pergi.” Kyuhyun mengecup bibir Siwon singkat sebelum akhirnya melangkah meninggalkan ruangan Siwon.

..::WonKyu::..

“Kau menyukainya? Mau kubelikan? Sudah lama aku tidak memberimu hadiah. Bagaimana?” Tanya Seungmi saat ia melihat Kyuhyun memegang sebuah jaket berwarna hitam.

“Hem. Annie. Sepertinya bagus untuk Siwon hyung. ” Senyum Seungmi menghilang mendengar jawaban Kyuhyun. Ah tentu saja, saat ini ia sedang jalan bersama seorang istri yang tentu saja akan memikirkan suaminya.

Seungmi hanya membentuk huruf o dibibirnya lalu mengekori Kyuhyun ke kasir untuk membayar belanjaan mereka. Setelah makan siang, lagi-lagi dengan sedikit pemaksaan Seungmi mengajak Kyuhyun jalan-jalan. Andaikan saja pria itu menjadi kekasihnya mungkin saja Seungmi akan mejadi gadis paling bahagia di muka bumi. Hanya saja meskipun hal itu belum terjadi Seungmi akan mewujudkannya.

“Kyuhyun-ah, apa kau tidak pernah memikirkannya?”

Kening Kyuhyun berkerut tidak mengerti apa yang Seungmi bicarakan. Mereka dalam perjalanan menuju parkiran. “Apa maksudmu. Bicaralah yang jelas.”

“Siwon.”

Kyuhyun menghentikan langkah dan menatap Seungmi. “Mwoya?”

“Ah maksudku. Apa kau tidak pernah memikirkan kemungkinan Siwon memiliki orang lain.”

Kyuhyun cukup terkejut dengan pertanyaan Seungmi. Tentu saja dirinya tidak pernah memikirkan hal itu karena ia selalu mempercayai Choi Siwon dan akan selamanya percaya.

“Aku hanya penasaran.” Lanjut Seungmi saat ia melihat ekspresi Kyuhyun. Bagaimanapun dirinya masih memikirkan jalan yang lebih baik membuat Kyuhyun meninggalkan Siwon.

“Dari ceritamu kalian menikah lima tahun lalu. Tidakkah kau pernah memikirkan ada gadis lain saat kau tidak bersamanya.” Seungmi mengangkat bahunya. “Seperti aku, kau tahu aku sebelumnya menyukaimu.”

Kyuhyun melangkahkan kakinya lagi dan memikirkan ucapan Seungmi. Memang benar bahwa dirinya tidak tahu apa ada kemungkinan hal seperti itu, mengingat Choi Siwon adalah pria yang diinginkan banyak wanita. Bisa saja suaminya lupa diri saat ia benar-benar merasa sendiri. Hanya memikirkan kemungkinan itu saja membuat sesuatu menekan hatinya. Kyuhyun memejamkan mata sejenak dan membuang pemikirannya. Ia percaya dengan Siwon. Kyuhyun baru akan mengatakan sesuatu pada Seungmi saat tiba-tiba saja ponselnya bordering. Kyuhyun membukannya dan tersenyum melihat ID penelpon.

Hyung.”

Seungmi mengerucutkan bibir mendengar senyuman dan suara ceria Kyuhyun.

Ne, aku sudah selesai. Ah baiklah aku akan menunggumu. Ne. Sampai jumpa. Nado saranghae.” Kyuhyun memasukan ponselnya ke dalam saku celananya dan menatap Seungmi.

“Sam, sepertinya aku tidak bisa pulang bersamamu. Siwon hyung dalam perjalanan kesini.”

“Ah. Baiklah. Sampai jumpa lagi Kyuhyun-ah.” Tanpa banyak bicara Seungmi meninggalkan Kyuhyun. Hari ini moodnya sedang baik dan ia tidak ingin merusaknya.

Kyuhyun memandang ujung sepatunya saat dirinya memutuskan untuk menunggu Siwon di Lobby. Sebuah tepukan dipundaknya membuat Kyuhyun berbalik dan memandang sosok yang tengah tersenyum kepadanya.

Hyung.”

Kyuhyun segera melemparkan tubuhnya pada Siwon membuat suaminya sedikit terkejut dengan tindakan Kyuhyun. Pemuda itu bahkan memeluk Siwon erat dan menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher Siwon. Kyuhyun bukanlah seseorang yang dengan mudah mengekspresikan perasaannya secara langsung, apalagi saat ini mereka sedang ditempat umum.

“Hey ada apa?” Siwon memaksa Kyuhyun menatapnya, namun pemuda itu hanya menundukan wajahnya dan kembali memeluk Siwon.

Siwon tersenyum kecil dan mengusap punggung Kyuhyun. Sebuah kecupan ia berikan pada helai rambut Kyuhyun. ”Kajja, sebaiknya kita pulang sebelum semua orang menjadikan kita tontonan gratis.”

Mendengar ucapan Siwon, Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dan memandang sekitarnya. Wajahnya seketika memerah menyadari bahwa beberapa orang disekitar mereka ternyeum memandang mereka. Siwon hanya tertawa pelan melihat tingkah Kyuhyun sebelum menarik tubuh Kyuhyun kesisinya dan membawa istrinya untuk pulang.

Siwon masih memperhatikan Kyuhyun saat mereka di mobil. Pemuda itu tidak melepas genggaman tangannya pada tangan kanannya. Siwon bahkan sudah berkali-kali menanyakan apakah sesuatu terjadi saat dirinya bersama Seungmi namun Kyuhyun hanya menjawab dengan gelengan kepala. Dan hal itu berlangsung sampai keduanya tiba halaman rumah mereka.

”Sayang, aku tidak bisa keluar jika kau terus memegangiku seperti ini.” Kyuhyun mengerjap dengan bibir membentuk huruf o lalu melepaskan tangan Siwon.

Senyum kecil menghiasi bibir Siwon saat dirinya memanjat keluar dan berputar untuk membukakan pintu mobil disisi penumpang. Kyuhyun tersenyum dan meraih tangan kanan Siwon lalu segera turun dan mendorong pintu mobil agar tertutup.

”Haruskah aku menggendong tuan putri yang hari ini terlihat sedikit lebih manja.” Candaan Siwon membuat Kyuhyun mempoutkan bibirnya.

Kyuhyun menarik tubuh Siwon kedalam rumah mereka dan suaminya hanya tertawa kecil. Mereka langsung menuju kamar dan saat keduanya sampai di kamar Kyuhyun tiba-tiba saja langsung mencium Siwon cepat. Hal yang lagi-lagi membuat pria itu terkejut dengan tingkah aneh Kyuhyun. Namun Siwon lebih memilih membalasnya dengan lebih intens dan menunjukan dominasinya, juga membiarkan Kyuhyun mengeluarkan apapun yang saat ini mengganggu pikirannya. Setelah itu Siwon akan menanyakan apa yang terjadi dengan istrinya saat ini.

Siwon dan Kyuhyun masih tetap dalam posisi sama untuk beberapa menit sampai akhirnya kebutuhan akan udara memaksa mereka memisahkan bibir satu sama lain. Siwon melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Kyuhyun menjaga agar tubuh pemuda itu tetap berdiri. Kemudian Siwon memberikan sebuah kecupan pada bibir istrinya sebelum tersenyum.

”Mau menceritakannya?”

Kyuhyun menunduk dan menyandarkan kepalanya pada bahu Siwon tidak berniat menjawab. Siwon hanya menghela nafas pelan dan mengusap punggung Kyuhyun agar membuat Kyuhyun tenang dari apapun yang sedang mengganggu pikirannya.

Hyung.”

“Hem?”

Make love to me.” Bisik Kyuhyun lirih namun terdengar di telinga Siwon.

Mwo?” Siwon melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun dengan wajah bingung.

Mendapat reaksi seperti itu membuat Kyuhyun memundurkan tubuhnya dan menyingkirkan tangan Siwon dari tubuhnya. Kekecewaan terlihat di mata bulatnya.

Waeyo? Kau tidak mau?”

Baby…”

Kyuhyun mengangkat tangannya meminta Siwon menghentikan apapun yang ingin pria itu katakan. “Aku mau mandi hyung. Kita lanjutkan nanti.”

Setelah mengatakan hal itu Kyuhyun berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Siwon dengan wajah bingung. Akhirnya Siwon menghela nafas dan melepaskan jasnya lalu melemparkannya ke ranjang. Siwon kemudian menggulung kedua lengan bajunya hingga sikut dan membuka dua kancing kemejanya kemudian menyusul Kyuhun ke kamar mandi.

Siwon masuk ke kamar mandi dan menemukan Kyuhyun sudah melepaskan celananya, memamerkan kaki jenjang dan putih mulus miliknya. Walaupun dalam keadaan bingung mengenai sikap Kyuhyun hal itu mampu membuat Siwon menelan ludahnya. Siwon mengerjapkan matanya lalu menghampiri Kyuhyun yang sibuk dengan kancing kemejanya.

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang sedang mencoba melepaskan kancing kemejanya yang sepertinya tersangkut. Wajah pemuda itu terlihat memerah karena kesal. Perlahan Siwon mengangkat kedua tangannya dan mengambil kedua tangan Kyuhyun.

“Biar aku yang melakukannya.” Ucap Siwon. Sedetik kemudian kancing yang mati-matian Kyuhyun lepaskan dapat dengan mudah Siwon lakukan.

Siwon tersenyum kecil dan mengangkat wajah Kyuhyun agar menatapnya. “Saat ini aku mencoba memahamimu.” Siwon menyingkirkan helai rambut Kyuhyun dan menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya.

“Aku memang sangat mencintaimu, tapi aku juga hanya manusia biasa yang tidak bisa membaca apa yang sedang kau pikirkan jika kau tidak mengatakannya. Namun aku akan menunggu sampai kau mau membagi semua yang menjadi beban pikiranmu kepadaku. Karena apa? Karena saat ini kita satu. Kau dan aku. Apa yang menjadi sedihmu akan menjadi sedihku. Karena aku mencintaimu Choi Kyuhyun.”

Siwon mengecup dahi Kyuhyun membuat pria itu memejamkan matanya sejenak. “Kau…” Kyuhyun membuka matanya dan menatap Siwon dengan mata bulatnya.

Siwon lalu tertawa dan selanjutnya mengangkat tubuh Kyuhyun ke dalam gendongannya. “Mari lepaskan kacing kemejamu yang lain.”

Kyuhyun tersenyum dan kemudian mengubur wajahnya yang memerah pada perpotongan leher Siwon. Sementara Siwon menghembuskan nafas lega melihat Kyuhyun tersenyum kembali. Membayangkan dirinya kehilangan senyum pemuda itu membuat Siwon yakin bahwa dirinya akan menjadi gila. Siwon akan melakukan apapun agar Kyuhyun bahagia dan dapat tersenyum manis.

Dua jam kemudian

Kyuhyun mengerjapkan matanya perlahan lalu mengangkat wajahnya hanya untuk menatap wajah Siwon yang sedang menatapnya intens. Kyuhyun menelan ludahnya untuk membasahi tenggorokannya yang kering.

“Jam berapa sekarang hyung?”

Siwon mengeratkan pelukannya dan menarik selimut yang menutupi tubuh polos keduanya. “Hampir jam 8.”

Mwo? Kenapa tidak membangunkanku? Sudah waktunya makan malam.”

Siwon mengecup dahi Kyuhyun. “Annie. Tidak apa-apa, kau pasti lelah tidurlah. Atau kau ingin mandi aku akan menyiapkan air hangat agar tubuhmu lebih segar. Bagaimana?”

Kyuhyun menatap Siwon cukup lama membuat Siwon takut apakah ucapannya salah. Bagaimanapun Kyuhyun dalam kondisi mood yang tidak baik. Siwon bahkan merasakan perbedaan yang sangat berbeda saat Kyuhyun merespon setiap sentuhannya pada percintaan mereka. Pemuda itu jauh lebih aktif dari biasanya.

Hyung.”

Ne Love.”

Kyuhyun memeluk tubuh Siwon lebih erat. “Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku, sekalipun kau menemukan orang lain yang bisa membuatmu jauh lebih bahagia.”

Siwon mengerutkan alis binggung. Ia lalu mengangkat tubuhnya agar dapat menatap Kyuhyun lebih leluasa. Dan Siwon melihat sebuah ketakutan di sorot mata Kyuhyun yang seketika membuat sesuatu menyayat hatinya.

“Hey, apa yang kau bicarakan?”

“Jangan pernah meninggalkan aku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidup tanpamu. Walaupun lima tahun sebelumnya kita berpisah namun aku tahu kau menungguku. Tapi aku tidak tahu jika kau mengacuhkanku bagaimana aku akan melanjutkan hidup, aku akan lupa caranya tersenyum dan aku akan lupa bagaimana rasanya bahagia. Jadi jangan pernah meninggalkan aku.”

Siwon menegakan tubuhnya dan menarik tubuh Kyuhyun agar duduk berhadapan dengannya. Siwon lalu mengecup bibir Kyuhyun berkali-kali hingga berujung pada sebuah ciuman panjang dan dalam dengan menyalurkan segenap perasaan yang ia miliki. Meyakinkan bahwa apapun yang sedang Kyuhyun rasakan saat ini tidak akan pernah terjadi. Bahwa Siwon tidak akan pernah meninggalkan Kyuhyun. Terlintas dalam pikirannya pun tidak.

Kyuhyun membuka matanya saat Siwon melepaskan ciuman mereka. “Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya bahwa hanya ada namamu dalan setiap tarikan nafasku. Hanya ada dirimu dalam setiap kata cinta yang aku ucapkan. Hanya ada senyummu dalam setiap langkahku. Hanya ada dirimu dalam setiap detak jangtungku. Bagaimana caranya agar kau tahu bahwa aku membutuhkan mu dalam setiap sudut kehidupanku. Bahwa aku butuh kehadiranmu agar dapat menjalani kehidupan ini. Bahwa aku ingin memenjaramu hingga kau hanya akan berada disisi ku selamanya sampai ragaku tidak  mampu lagi memelukmu bahkan jika aku mati aku ingin jiwaku tetap bersamamu. Katakan bagaimana caranya?”

Kyuhyun menatap mata Siwon yang memancarkan kesungguhan dan ia percaya dengan semua yang dikatakan pria di hadapannya. Tatapan Siwon kepadanya tidak pernah berubah sama seperti saat pria itu menemuinya untuk pertama kali. Tatapan yang membuat Kyuhyun berani mengambil langkah untuk mendekat kearah pria tampan itu.

Kyuhyun menundukan kepalanya dan mengusap wajahnya kasar. Choi Kyuhyun apa yang sudah kau lakukan? Bagaimana bisa kau bertingkah sepeti ini hanya karena ucapan seseorang yang bahkan tidak memiliki peranan penting dalam kehidupanmu. Bodoh.

“Maafkan aku hyung.” Kyuhyun mengangkat wajah dan menatap Siwon dengan penuh penyesalan. Siwon tersenyum dan menarik Kyuhyun ke dalam pelukanya.

Annie, aku yang seharusnya meminta maaf. Apa aku kurang memperhatikanmu sehingga kau berpikir bahwa aku akan meninggalkanmu?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Annie. Aku yang bodoh karena mendengarkan ucapan orang lain.”

“Mulai saat ini kau hanya boleh mendengarkan dan mempercayai ucapanku.” Siwon menatap wajah Kyuhyun yang tersenyum manis kepadanya. “Arasso.”

Kyuhyun mengecup bibir Siwon singkat. “Arraso tuan Choi.”

“Jangan bersikap seperti itu lagi, aku jadi seperti orang bodoh karena tidak tahu apa yang harus aku lakukan agar dapat membuatmu tesenyum.” Kyuhyun menganggukan kepalanya. “Tapi aku menyukai keaktifanmu saat bercinta dalam keadaan marah.”

Wajah Kyuhyun memerah mengingat apa yang ia lakukan. Siwon hanya tertawa kecil melihatnya.

Saranghae Choi Kyuhyun, jeongmal saranghae.”

Nado. Jeongmal saranghae Choi Siwon my love.”

“Ah, sebentar.” Siwon mengambil ponselnya yang tergeletak dinakas lalu menghubungin seseorang. Kyuhyun hanya memperhatikannya.

Umma, bisa tolong aku. Siapkan resepsi pernikahan kami dengan apapun yang umma inginkan. Akun akan menerimanya dengan senang hati. Ne tentu saja Kyuhyun setuju. Hem. Aku percaya dengan umma. Ne. Gomawo.”

Kyuhyun menatap Siwon bingung. “Kapan aku mengatakan bahwa aku setuju?”

Siwon tertawa dan menarik tubuh Kyuhyun agar duduk dalam pangkuannya. “Aku tahu apa yang akan umma lakukan dengan resepsi pernikahan kita. Apapun itu aku tidak peduli, asalkan aku bisa mengatakan pada semua orang bahwa aku milikmu dan hanya akan menjadi milikmu.”

Siwon lalu kembali memeluk Kyuhyun dan mengubur wajahnya pada perpotongan leher pemuda yang sedang terenyum itu. Kyuhyun mengecup kepala Siwon dan meraih ponsel Siwon yang tegeletak di ranjang lalu mengetikan sesuatu dan mengirimnya. Kemudian segera menghapusnya. Kemudian ponsel Siwon terlepas begitu saja dari tangannya saat dirinya merasakan sebuah sentuhan pada dadanya. Kyuhyun meletakan kedua tangannya pada pundak Siwon dan membiarkan Siwon melakukan apapun yang ingin ia lakukan. Sepertinya tidak ada makan malam untuk hari ini.

“Sam ini aku Kyuhyun. Aku ingin berterima kasih, karena ucapanmu tentang Siwon aku semakin mengetahui dan yakin bahwa Choi Siwon sangat mencintaiku dan aku sangat mencintainya. Aku tidak akan meninggalkannya dan priaku tidak akan pernah meninggalkanku. Sekali lagi terima kasih.”

 

..::WonKyu::..

Seungmi melangkahkan kakinya dengan santai dan senyum riang di wajahnya. Setelah mandi ia akan pergi tidur dan esok harinya mencari alasan agar dapat bertemu dengan Kyuhyun. Mungkin saja saat ini Kyuhyun sedang perang dengan Siwon, Seungmi tidak sabar untuk mendengar cerita lengkapnya. Aigo lihatlah dirinya terlalu berpikir jauh. Ia harus tetap menyusun rencana untuk kejutan di pesta pernikahan Kyuhyun dan Siwon. Jika pesta itu benar-benr dilaksanakan.

Seungmi tertawa dan melihat ponselnya yang berkedip tanda terdapat pesan masuk atau notifications. Seungmi mengambil ponselnya dan membaca sebuah pesan yang masuk. Wajahnya tiba-tiba saja berubah menjadi datar saat membaca tulisan yang tertera dilayar ponselnya. Genggaman tangan Seungmi pada ponselnya juga mengeras tanda kemarahan mulai menguasai dirinya. Dengan cepat dirinya melempar ponselnya ke depan dan menabrak sebuah cermin besar yang langsung hancur berserakan.

Seungmi mengepalkan kedua tangannya dan memandang dinding kamarnya yang penuh dengan foto-foto Kyuhyun. Geraman kesal terdengar dari bibirnya yang sedikit pucat sampai akhirnya ia berteriak kesal.

“Cho Kyuhyun kau miliku. Hanya miliku!”

..::WonKyu::..

Yeobo kau melihat buku jurnalku?” Nyonya Choi bertanya pada tuan Choi yang sedang memeriksa beberapa dokumen diruang kerjanya yang juga merupakan perpustakaan.

“Maksudmu buku berwarna Pink itu.”

Ne benar itu. Kau melihatnya? Aku mencatat semua rencana mengenai pesta pernikahan Siwon dan Kyuhyun di sana.”

Tuan Choi menatap istrinya yang terlihat tidak sabar. “Waeyo? Bukankah kita akan menunggu mereka untuk membicarakannya.”

“Tidak perlu. Siwon sudah menyerahkan semuanya padaku.” Jawab nyonya Choi.

Aigo dimana buku itu. Aku harus segera menelpon manager Min. desaigner Kang dan lain-lain. Aku juga harus memesan bunga dan kue. Akh aku belum menemukan yang terbaik. Dimana buku itu, aku akan mencarinya di kamar.”

Tuan Choi hanya tertawa kecil melihat semangat istrinya. Bisa dipastikan pesta tersebut akan berlangsung meriah meskipun dilaksakan lusa.

.

.

.

T.B.C

Note:

Apa ini??? Sedikit kegajean dari cerita abal… dan sejak awal aku udah bilang bahwa FF ini akan menyerempet ke hal-hal dewasa a.k.a ranjang-ranjangannya uri otp… #plakk

Aksi Sam akan kita lihat di chap depan…

Thankyu… ditunggu komentnya… hehehehe

Last but not least

See U next time and Keep spreading WonKyu love!!!

Anyeong~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

35 thoughts on “All For You – Chapter 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s