Posted in BL, Drama, Family, Romance, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 19

Tentang Kamu – Part 19

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
INI PANJANG dan membosankan

^_^
.
.
.
.

Siwon masih setia menatap istrinya yang terlelap di tangan kanannya. Membelai lembut wajah manisnya dengan sesekali menyisihkan anak-anak rambut yang menghalangi pandangan matanya.

” Selamat pagi sayang…” bisiknya lembut tepat di telinga istrinya. Kyuhyun mengejamkan mata berkali-kali lalu semakin mengeratkan pelukannya di tubuh sang suami.

” Morning Wonnie…” dia masih setia dengan memeluk pinggang suaminya dan mencium araoma tubuhnya.

” Apa kau lelah?” Kyu hanya mengeleng namun tak berniat membuka matanya, ” Apa aku menyakitimu?’ kali ini dia menadahkan wajahnya lalu mengecup joker itu sekilas.

” Kau melakukannya dengan lembut.” Kyuhyun menyadarkan kepalanya di dada suaminya sambil menulis sesuatu di dada telanjang itu, ” Aku merasa seperti pengantin baru yang baru saja melakukan bulan madu.” wajahnya merona merah dan tak berani menatap wajah suaminya. ” Ini memalukan…”

” Jinjja?’ Siwon meraba perut Kyuhyun yang sudah mulai membuncit, ” Apa ini yang dimaksud pengantin baru? perut buncit yang mengemaskan…” godanya.

” Yah!!!” Kyuhyun malu setelah mati lalu memukul dada Siwon dengan kuat.

Pria itu terkekeh, ” Tapi kau tetap tak berubah sayang…” Siwon menarik dagu istrinya lalu mengecupnya singkat, ” Sejak pertama kita bertemu sampai kau menjadi buncit…kau adalah priaku yang paling aku cintai seumur hidupku…Ahh…bahkan sejak kita menikah aku belum mengajakmu bulan madu. Mianhae…baby…Apa kita benar-benar perlu bulan madu baby?”

Kyuhyun hanya tersenyum kecil lalu meraba wajah suaminya, ” Percumah saja bila kita bulan madu namun yang kau pikir hanya pekerjaanmu.” protesnya.

Siwon menatap lelehan karamel itu dengan tajam, ” Jadi aku adalah suami yang jahat?” Kyuhyun mengangguk cepat. ” Ahh…setelah aku di tuduh selingkuh sekarang aku di nobatkan sebagai suami yang jahat. Baiklah!!! Istriku yang baik hati…bisakah kita mandi. Aku sangat lapar.” ucapnya sambi menarik hidung mancung istrinya.

” Tapi aku masih mengantuk. Kau makan dulu saja. Aku ingin tidur dulu…” Kyu melepaskan pelukannya lalu membungkungi suaminya.

” Baby…kasihan Choi Junior. Dia pasti sangat lapar dan lelah. Kita makan dulu lalu check out dan pulang ke rumah sayang…kau bisa tidur sepuasmu…” rayu Siwon sambil menciumi punggung Kyuhyun yang terexpos jelas. Kyuhyun hanya mengeliat tak suka namun Siwon tetap melakukannya.

” Wonnie..”

” Uhum!!!” Siwon semakin liar menciumi tengkuh istrinya.

” Wonnie…” rengeknya lagi dengan terus berusaha menyingkirkan wajah suaminya. Dia benar-benar mengantuk.

” Tidurlah!!! Aku akan melakukan urusanku sendiri.”

” Tapi urusanmu berhubungan denganku. Bagaimana aku bisa tidur?’ Kyu membalik badan menatap suaminya yang merasa terganggu karna kegiatannya terusik.

” Hanya itu yang membuatku melupakan rasa laparku. Jadi biar aku melakukan kegitanku dan kau tidurlah!!!”

” Kau mau mati?’ Kyuhyun memukul kepala Siwon denga keras ketika dia berusaha menciumnya lagi.

” Appo…kalau aku mati siapa yang akan menjadi ayah anakmu…”

” Aku sendiri. Aku bisa menjadi ayah dan ibu sekaligus.”

” Hahahha…kalau begitu siapa yang akan membiayai hidupmu?”

” Aku bisa bekerja.”

” Lalu siapa yang akan membuatmu berteriak?’

BLUSSSHHH!!!!

” YAH!!! kau…”

Siwon tertawa puas. Istrinya kalah telak kali ini. ” Kau ingin berteriak lagi baby…” dengan kelingan mengoda Siwon berusaha mendekati istrinya lagi.

” Yah!!! Berani mendekat ku potong bagian tubuhmu yang melintasi batas.” ancamnya.

Siwon hanya terkekeh, ” Aku ingin tahu bagaimana wajahmu ketika kau ingin memotongnya?’ godanya lagi.

Kyuhyun memberikan tatapan yang menusuk lalu menghela nafas ketika suaminya terdiam dengan dua lesung pipi yang menawan,” Baiklah!!! Aku mandi… ” kata Kyuhyun dengan wajah kesal dan jengkel. Dia benar-benar lelah dan mengantuk tapi suaminya selalu semaunya.

” Itu baru istriku…” Siwon mencolek ujung hidung Kyu dengan gemas, ” Mandilah!!! Aku akan memesan makanan.” Siwon meraih kemeja yang tergeletak di lantai lalu mengenakannya.

” Aku tidak mau makan di kamar. Kita makan di bawah saja.” Kyuhyun meraih selimutnya dan melilitkan di tubuhnya sedangkan Siwon sedang sibuk mengenakan celana.

” Okey. Kau mandi dahulu aku akan menelepon kantor.” Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu memplout bibirnya, ” Ada apa?”

” Benar bukan…”

” Huh?’ Siwon masih setia menatap istrinya.

” Sudahlah!!! Kau makan sendiri saja…aku akan pulang ke rumah umma…” Kyuhyun berjalan dengan sedkit menghentak hentakan kakinya.

” Aku salah apa….?’ Siwon kebinggungan dan mengekori istrinya. ” Baby…”

” Jangan perdulikanku!!!” teriaknya lalu menutup pintu kamar mandi dengan keras. Siwon mengkerutkan keningnya.
.
.
.

Siwon sejak tadi berusaha membujuk istrinya yang tiba-tiba tak mau bicara dengannya lagi. Apa salahnya lagi? Siwon menghadang jalannya, menariknya dalam pelukannya, dan bahkan mencuri singkat kecupan di bibit plum itu. Namun hati pria manis itu tak begetar tetap melangkahkan kaki dengan menikmati es krimnya. Kini dia duduk di taman di tengah kota. Kyuhyun menatap beberapa anak kecil berlarian di depannya. Kyuhyun tersenyum kecil sambil membelai perutnya.

” Suatu saat nanti aku akan seperti mereka. Berlari mengejar dan menyuruhnya untuk makan. Memarahi karna sikap cerobohnya. Ketika petang tiba aku akan menidurkannya tanpa menunggu ayahnya pulang…” Kyu melirik sekilas lalu kembali menatap pemandangan di depannya. Siwon pun mengambil duduk di sisihnya lalu merangkul pundak istrinya dengan erat, ” Dia akan lebih dekat denganku.”

Siwon terkekeh, ” Kau jahat sekali.” ucapnya dengan wajah memelas.

” Itu salahmu sendiri. Kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu dan melupakan kami. Jadi aku akan membuatnya semakin sayang denganku saja…”

Siwon menarik tubuh istrinya semakin mendekat di tubuhnya. Mempersempit jarak mereka, ” Melupakan kalian.Asal kau tahu…kau dan calon bayi kitalah yang menjadi semangatku ketika lelah.” Siwon menatap istrinya namun Kyu masih tersenyum kecil menatap anak kecil laki-laki bertubuh mungil berlarian kesana kemari sedangkan pengasuh dan ibunya kerepotan mengejar.

” Pembohong…kau begitu nyaman berjauhan denganku…tapi kau tak nyaman bila tak ada ponsel dan laptopmu.” Kyuhyun memplout bibirya.

Siwon mengecup pipi gembil itu, ” Jadi kau cemburu pada benda mati itu baby…”

” Aku hanya tak suka bila di dekatku yang kau pikirkan kantormu.” Kyuhyun memainkan jarinya, ” Aku tak apa bila kau selalu lembur, kadang sampai membawa pekerjaanmu di rumah. Tapi bisakah…kau meluangkan sedkit waktu hanya untuk menemaniku melihat drama, game, atau memeluku ketika aku belum tertidur. Kau itu juga seorang calon ayah…Tak apa bila itu hanya aku..tapi bagaimana anakmu kelak. Cinta itu bukan hanya masalah kau kaya atau miskin yang di butuhkan seorang anak adalah orang tua lengkap dengan penuh kasih sayang.” omelnya.

Siwon terdiam lalu mendekatkan wajahnya ke arah istrinya yang terlihat sedih. Mengecupnya singkat di bibir plumnya. Lalu mencangkup wajah bulat dan cantik itu, ” Apa…ini benar Choi Kyuhyunku? ”

” Kau menyebalkan!!!” Kyuhyun membuang muka ketika Siwon terkekeh. Kyuhyun berdiri seketika. Dia berlari kecil menghampiri anak kecil yang terjatuh tak jauh dari tempatnya duduk mengabaikan suaminya yang memanggilnya.

” Kau tak apa?’ Kyuhyun sontak jongkok dan membersihkan celana anak kecil itu. Anak itu terus menangis terseguk-seguk. ” Jangan menangis…” dia menghapus air mata itu dengan ibu jarinya. Namun tangisanya semakin deras. Kyuhyun mulai nampak berpikir dan pria cantik itu meraih sesuatu dari kantong mantelnya. ” Jjang…”

” Wow…i satang…” Kyuhyun mengangguk, ” Gomawo…”

” Nde.Jangan menangis lagi dan menurutlah pada ummamu sayang…agar kau tak terluka.. Ahh dan…setelah sampai di rumah jangan lupa mengosok gigimu. Arrachi?”

” Arraso hyung…”

Kyuhyun mengacak rambut anak itu dengan gemas lalu berdiri melihat dua wanita paru baya itu menghampirinya.

“Mianhae jadi merepotkan Anda.” wanita cantik itu menundukkan kepala.

” Ani. Tadi aku melihatnya terjatuh dan aku hanya ingin menolongnya.”

” Tapi sekali lagi terima kasih. Ayo!! Ki Jung ucapakan terima kasih.”

” Gomawo Hyung… Kau sangat cantik hyung mirip seperti umma…” lalu anak kecil itu kembali berlari meninggalkan Kyu yang terpaku karna pujiannya.

” Ahh…mianhae…dia begitu nakal. Saya permisi…” Kyu hanya menundukan kepala namun pandangannya tetap terpaku pada pria kecil itu.

” Terpesona?’

” huh?’ Kyu hanya menoleh sebentar ke arah suaminya lalu kembali menatap anak kecil itu, ” Wonnie…kenapa dia bilang Kyunnie cantik…”

Siwon memeluk pinggang istrinya, ” Karna kau memang cantik. Bahkan anak kecil pun tahu…” bisik Siwon tepat di daun telinga istrinya. ” Kita ini pasangan serasi…kau cantik dan aku tampan.”

Kyu melepaskan pelukan suaminya lalu mencangkup wajah tampan itu dan menatapnya begitu dalam, ” Mianhae…bukan maksudku membicarakan keburukanmu…tapi kau dan aku bahkan jauh dari kata sepadan. Aku lebih tampan dari kau Wonnie…jadi jangan merendah diri setelah aku memberitahukanmu sejujurnya…” ucap Kyu dengan serius lalu melepaskan cangkupan tanganya dan kembali melihat sekeliling. ” Harusnya aku yang lebih pantas menjadi seme..” gumamanya lirih.

Siwon tersenyum kecil, ” Hmm…jadi aku jelek. Lalu siapa yang bilang aku tampan…Huh?”

” Itu hanya kekilafan. Mungkin aku harus memperiksakan mataku lagi…” omel Kyu sambil berjalan meninggalkan suaminya. Siwon tertawa lalu mengekor di belakang istrinya.

” Ahh seme yang cantik… ” gumaman Siwon membuat Kyu menundukan kepala karna takut suaminya melihat wajah merahnya.
.
.
.
.
.
Kyuhyun begitu asik dengan dunianya sendiri. Duduk dengan bersadar di dada Siwon dengan selimut menutupi sepasang kaki mereka sambil sesekali suaminya itu menyuapinya buah. Siwon melingkarkan tangan kanannya diperut istrinya dan tangan kirinya sesekali mengecek email dari ponselnya. Kyuhyun tak mengizinkan suaminya menyentuh laptopnya sejak pulang dari check out tadi. Dia ingin berdua dengan suaminya tapi dia malah asik bermain game sendiri.

” Bisa kau lepas ponselmu? Kau tak membiarkan aku menyetuh pekerjaanku tapi disini kau mengabaikanku?’ ptotes Siwon.

” Kau juga tak berhenti mengecek ponselmu.”

” Oke. Aku akan menyimpan ponselku dan kau juga.” Kyuhyun menadahkan wajahnya lalu mengangguk mengiyakan. Siwon mengambil ponselnya dan menyimpanya di lemari dekat ranjangnya. Begitu pula Kyuhyun.

” Lalu kita akan melakukan apa?’ Kyuhyun kembali menyandarkan kepalanya di dada siwon sambil memainkan jarinya.

Siwon membelai rambut istrinya lalu mencium keningnya, ” Terserah. Aku hanya tak ingin kau berpikir bahwa aku suami jahat yang tega berselingkuh saat istrinya hamil.” jawabnya dengan santai.

Kyuhyun pun bangkit lalu memukul dada Siwon dan kembali ke posisi semula. Siwon tertawa kecil sambil melingkarkan kedua tangannya di perut istrinya. Mengusapnya pelan, ” Kau benar-benar bosan hidup.” gerutunya.

Siwon menarik dagu istrinya lalu mengecup bibir plum itu, ” Siapa yang bilang aku bosan hidup? Asal kau di sisiku aku tak pernah ingin memejamkan mata. Kau tahu itu baby…” bisiknya tetap di wajah istrinya membuat Kyuhyun memplout bibirnya. Siwon menciumnya lagi namun kali ini dengan sedikit gigitan. ” Sial!!! kau begitu mengoda…bolehkan aku memakanmu…”

Kyu sontak menjontorkan kepala Siwon menjauh dari wajahnya. Dia kembali menikmati detak jantung suaminya. Ini adalah moment yang paling Kyuhyun suka. Menghirup aroma tubuh suaminya dan mendengarkan detak jantungnya. ” Wonnie…”

” Hmm…”

” Apa besok kau ada waktu lagi?’ Siwon semakin mengeratkan pelukannya, ” Aku ingin pergi ke suatu tempat tapi bersamamu…bisa…”

” Kemana?’

” Kau akan tahu besok.” dia tersenyum manis. Siwon hanya menaikan satu alisnya lalu mengangguk mengiyakan.
.
.
.
.
Kyuhyun berjalan girang menuju bangunan tua yang menjadi sekolahnya dulu. Kyuhyun terus menarik suaminya menuju gerbang yang selalu di lintasinya setiap hari. Sepanjang jalan Kyu menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Changmin semasa sekolah menengah atas.

” Aku juga tak menyangka kita akan jadi sahabat. Hehehhe…bahkan kita merebutkan orang yang sama.” ceritanya. Sebenarnya Siwon mulai sedkit tak suka dengan arah pembicaraan istrinya sejak tadi karna itu jalannya melambat untuk menghilangkan emosinya. Lagi pula pemandangan tempat sekolah Kyuhyun cukup indah untuk di nikmati.

” Kyuhyun…Cho Kyuhyun…” sontak suara itu menghentikan waktu sejenak. Kyuhyun memutar tubuhnya. Suara itu masih sama dan dulu hal itu yang membuat jantungnya berdebar.

” Sunbaenim…”

Pria itu tersenyum menghampiri Kyuhyun, ” Ternyata benar kau. Aku hampir tak mengenalimu…kau lebih cantik sekarang…” pujinya. Kyuhyun merona hebat. Dulu hal ini yang selalu di inginkan tapi…

” Sunbae kenapa kau bisa disini?” terselip nada centil di suara pria cantik itu.

Pria itu tersenyum tipis, ” Sekarang aku bekerja disini…”

” Oh…” Kyu menyelipkan anak-anak rambutnya di sela daun kupingnya dengan wajah menunduk, ” Sunbae adalah anak donatur sudah pasti akan meneruskan aktifitas orang tuanya …”

” Nde. Ahh…kau sendiri kenapa kesini?”

” Aku…heheh..hanya rindu masa sekolah.”

” Kemana Changmin? Aku ingat kau selalu bersama pria itu.” Kyu memplout bibirnya. ” Bagaimana kabarnya? Apa dia juga sudah menikah sama sepertimu?”

” Sunbae tahu.” Kyu membulatkan mata terkejut.

Hyung Jon Heon tertawa, ” Bagaimana aku tak tahu bila kau menikahi anak seorang pembisnis korea yang terkenal.” Kyuhyun tersenyum tipis hampir saja melupakan bila dia memilik suami. ” Aku bahkan melihat kau kabur dari altar ketika suamimu hendak menciummu. Apa kau di jodohkan?’

Kyuhyun mengelengkan kepala, ” Heheheh ani..kami sudah pacaran lebih dari tiga tahun dan memutuskan menikah. Tapi ketika itu hehehe hanya ada salah paham…” jawabnya.

” Kau kemari dengan siapa?” Kyuhyun memukul kepalanya menoleh mencari suaminya. Sial!!! Siwon berdiri tak jauh dari tepatnya dengan wajah dingin. Kyuhyun menelan ludah, bagaimana dia bisa melupakan suaminya.

” Aku bersama suamiku…”

” Jinjja? Wahh!! Dimana dia?”

” Aku disini.” Kyuhyun segera menghampiri suaminya dan memeluk lenganya. Mungkin ini sedikit mengurangi marah suaminya.

” Ahh…Annyeonghaseyo.” Siwon pun menundukan kepala, ” Wahh…kau lebih tampan daripada yang di koran atau majalah bisnis.”

” Thanks you.” Siwon menjawabnya dengan nada dingin. Kyuhyun memplout bibirnya. ” Kyu bisa kita pulang sekarang…” pria cantik itu menadahkan wajah melihat suaminya yang berwajah dingin namun…

“Ahh…kenapa harus buru-buru. Kyunnie bagaimana bila kita makan di tempat biasa kita mengobrol semasa sekolah dulu? Kau masih ingat bukan kedai makan yang ada di belakang sekolah kita. Kau bisa memesan Sup bean paste kesukaanmu…” tawar Jinho. Kyuhyun mengangguk cepat. Sebenarnya inilah tujuhan awalnya datang kemari. “Ttarawa…” Jinho menarik tangan Kyuhyun untuk mengikutinya namun…

” Jamkka Man.” Kyuhyun melepaskan tangan sunbaenya, “Sunbae pergilah dulu nanti aku akan menyusul. Aku ingin kebelakang…” Kyu tersenyum manis membuat pria itu mengangguk setuju. Hyung Jon Heon pun berjalan lebih dahulu menyiksakan mereka berdua dengan aura yang menakutkan. “Wonnie…”

” Jadi dia…” Siwon melipat tangan di dada lalu memasang wajah datar.

” Wonnie… kenapa kau cemburu?’

” Siapa yang cemburu dengannya?”

” Lalu kenapa kau memasang wajah dingin seperti itu?”

” Karna aku kesal. Bila kau hanya ingin reuni dengan masa lalumu. Untuk apa mengajak aku? Kau ingin balas dendam?”

” Siapa yang balas dendam?” Kyuhyun menjawab dengan wajah menyalang.

” Lalu apa? kau sengaja membawa aku kesini dan mempertemukanku dengan dia? kau ingin memamerkan orang yang kau cintai?”

” Bukan kau yang ku cintai? untuk apa aku pamerkan. Apa ini belum cukup bukti?” Kyu menunjuk perutnya dengan mata yang mulai memerah. ” Dia hanya masa laluku. Kami bertemu juga bukan unsur kesengajaan tidak sepertimu yang memang sengaja bertemu dan bermesraan. Sedangkan aku…”

” Siapa yang bermesraan? Bukan sudah aku jelaskan bila dia hanya rekan kerja saja.”

” Dia juga hanya kakak kelasku saja.”

” Tapi dengan embel-embel cinta pertama.” sergah Siwon.

Kyuhyun terdiam, ” Lagi pula kau sudah jadi suamiku. Apa yang kau perlu khawatirkan?” Kyu menatap dengan wajah memelas.

” Kalau begitu kau tak perlu bekerja di kantorku hanya untuk mengawasiku…” Siwon meraih kedua lengan Kyu dan menatapnya dalam, ” Kau sudah jadi istriku. Apa yang kau khawatirkan?”

” Kau bertemu dengannya setiap hari. Mungkin dia bisa memanfaatkan moment itu sebagai jalan merebut hatimu. Dia hanya masa laluku dan kau masa depanku. Mau mengulang kata-kataku lagi. Yo…” Kyu terlihat kesal dan ingin melahap suaminya saja.

Siwon memejamkan mata lalu menghela nafas. Dia kembali berdiri tegap dan menatap dengan wajah dingin, ” Lalu sekarang apa maumu?” tanyanya.

” Kita makan bersama. Aku tak enak menolak ajakannya. Bagaimana pun dia kakak kelas yang aku kenal dengan baik. Dulu aku selalu kau paksa makan bersama Stella atau belajar bersama. Aku mau? Sekarang hanya sekali dan kau bilang akan menolak.”

Siwon hanya menarik nafas, ” Kenapa kita harus membahas Stella?’ Siwon menatap dngan tajam.

” Aku sudah lapar. Sekarang kita kesana.” Kyu menarik paksa suaminya menuju kedai kecil yang biasa dia datangi dulu.
.
.
.
Suasana cukup tegang walau makanan mereka pesan sudah datang. Siwon hanya mengaduk-aduk makannya tanpa berniat memakannya. Dia begitu marah melihat istrinya tersenyum ramah dengan pria itu.

” Siwon-sii apa makannya tak enak?” tanya Jinho.

Siwon tak berniat menjawab hanya menatapnya dengan sorotan yang tajam. “Dia tipe pria yang menjaga pola makannya. Dia tadi pagi sudah makan jadi dia mungkin masih kenyang?” sahut Kyuhyun.

” Wahh…itu berbeda sekali dengamu ya…” mereka tertawa lepas. Siwon semakin panas. ” Kau hobi sekali dengan makan dan dia begitu menjaga pola makannya. Wah… kalian bertolak belakang.” Kyu hanya tersenyum dengan melirik ke arah suaminya.

“Karna itu kita bisa bersama. Kita bisa mengisi dan memahami. Karna kita berbeda.” Siwon menyela dengan nada yang semakin ketus.

” Tapi kau selalu egois.” sambung Kyuhyun. ” Dia selalu semaunya…tak pernah memikirkan bagaimana pola pikirku.” Kyu mengkerucutkan bibirnya lalu kembali menikmati makannya. Siwon hanya mendesah lalu menengguk habis air putihnya.

” Siwon-sii aku dengar perusahanmu juga sudah mulai berkembang di Asia. Wahh…kau memang mewarisi bakat ayahmu.” Jinho mulai berbasa-basi ketika melihat wajah dingin Siwon.

” Tentu.” jawabnya dengan senyuman sinis. Kyu memplout bibirnya mendengar nada ketus dan dingin suaminya. Jinho hanya tersenyum lalu kembali menikmati makannya.

” Apa sunbae sudah menikah?” Kyuhyun berusaha mencari topik baru.

Jinho tertawa kecil sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal,”Aku belum menikah?’ jawabnya dengan malu.

” Jinjja? Wahh!!! Kau bohong sunbae. Bukan kau dulu idola dan banyak yang menyukaimu.” Kyuhyun terlihat penasaran dan atusias sedangkan Siwon mendengus kesal.

” Karna yang aku pilih sudah terpilih.” Kyu mengangguk-angguk sedangkan Siwon terdiam menatap tajam. ” Harusnya aku mengakuinya saja sejak dulu…aku pikir dia…akan menunggu…” Jinho mengaruk kepalanya.

” Sunbae…” panggil Kyuhyun lirih, ” Kau jangan menyerah!! Bukan banyak yang menyukaimu…jadi jangan khawatirkan jodohmu…” Kyu tersenyum sambil menunjukkan giginya. Jinho terdiam menatap dalam ke arah Kyuhyun. Cukup lama sebelum Siwon berdehem membuyarkan lamuan Jinho. Sedangkan Kyu menoleh menatap suaminya. Dia sejak tadi hanya terfokus pada makanan.

” Ahh…Kyunnie…aku harus kembali ke sekolah. Kali ini biar aku yang bayar. Siwon-sii sampai berjumpa lagi…” Jinho membungkukkan badan lalu buru-buru berlari meninggalkan kedai. Kyu hanya mengangguk lalu melirik suaminya yang terus menatapnya dengan tajam.
.
.
.
.
.
” Sejak tadi kenapa dia hanya diam saja?” tanya Changmin kepada Kyu.

” Aku juga tak tahu. Sepulang dari Jinan dia sudah seperti itu. ” jawab Kyu.

” Kalian baru dari Jinan?” Changmin terlihat terkejut, ” Kau bertemu dengan dia?” Kyu mengangguk dengan tersenyum tipis. ” Apa dia semakin tampan?” bisik Chwang di depan daun telinga Kyu.

” YAH!!! Bukan kau sudah punya Yunho hyung…’ teriaknya spontan.

” Ussttt!!!!” Chwang menutup mulut Kyu ketika semua menatap mereka berdua.

“Apa yang kalian bicarakan?” Hyunjae menatap penuh curiga sedangkan Siwon hanya menatap dengan wajah kesal.

” Wae? Wae?” Kyu membentak suaminya yang sejak tadi menatapnya dengan sinis. Siwon hanya memalingkan pandangan.

” Bukan kalian baru saja balikan? Kenapa jadi seperti ini lagi?” Chwang mengangguk mengiyakan.

” Aku juga tak tahu. Kali ini dia yang mendiamkanku.” jawab Kyuhyun dengan cuek. Siwon hanya melirik sekilas
.
.
.
Kyu menyeret Changmin dan Hyukjae ke arah kedai es krim favorit mereka, meninggalkan tiga pria tampan yang hanya mendeus kesal. Bila mereka tak mencintai pasangan mereka mungkin akan lebih baik kembali ke kantor dan bergulat dengan pekerjaan yang menumpuk. Kyu memakan dengan lahap es krim vanila yang dia pesan dengan porsi jumbo. Changmin dan Hyukjae hanya mengelengkan kepala. Dia tahu Kyu sedang kesal karna itu mereka membiarkan menikmati es krimnya.

” CHOI KYUHYUN…kau jorok dan itu menggangguku, cepat bersihkan bibirmu!!!” suara dingin itu menghentikan Kyuhyun melayap es krimnya. Semua sontak terdiam menatap dua manusia itu saling melempar tatapan tajam. Kyu mengigit sendok es krimnya lalu menjulurkan lidahnya membersihkan es krim di sekitar mulutnya. Siwon hanya tercengo lalu memalingkan wajah sebentar dan kembali menatap istrinya. Untung ini masih diluar mungkin…” Kau bisa menghentikan itu…kau sudah gila?”

” Nuguya? Kenapa kau ingin mengaturku…”

” Terserah!!!” Siwon mengebrak meja lalu berjalan keluar kedai dengan wajah emosi. Kyu hanya terdiam menunduk dengan wajah lemas. Kyu tersenyum kecut ketika Changmin menepuk pundaknya.
.
.
.
.
Kyu memukul pundaknya ketika sampai di rumah. Dia membawa beberapa kantung belanjaan dan menyimpanya di conter dapur. Dia melirik sekilas suaminya yang duduk di sofa tanpa berniat menyapanya. Kyu hanya mampu terdiam dan berjalan pelan menuju kamar mereka. Kyu memijat tengkuknya lalu berjalan menuju kamar mandi. Dia merendam tubuhnya dalam air hangat. Kyu mengusap rambutnya yang basah dengan handuk lalu dia tersenyum tipis melempar handuk itu di ranjang dan berjalan keluar dengan kemeja putih miliknya. Siwon memperhatikan istrinya yang mondar-mandir hanya menunakan kemeja putih tanpa bahwahan. Sial!!! Istrinya tahu kelemahanya. Dia hanya mampu menelan ludah ketika memperhatikan kaki jejang istrinya. Selesai memasak air Kyu mencari mangkuk di lemari tiba-tiba ada tangan yang meraihnya dan menjulurkan padanya. Kyu tersenyum tipis lalu membalik tubuhnya dengan santai.

” Masih ingat aku istrimu?’ sinis Kyuhyun. Siwon hanya menghela nafas lalu menatap tajam ke arah istrinya, ” Wae?” tanyanya.

” Bisa berhenti mempermainkanku.”

” Siapa yang mempermainkan Presedir Choi?”

” Nyonya Choi yang terhormat….”

” Mianhae. Siapa nyonya Choi? ” Kyu pura-pura berpikir, “Bisakah presedir menyingkir. Kau bisa lihat air itu sudah mendidih dan aku harus segera memasuk mienya.” Kyu mendorong bahu Siwon dengan telunjuknya lalu bergegas memasukan dua mie dalam panci. Kyu membiarkan kedua tangan itu melingkar di pinggangnya. ” Apa presedir Choi juga menginginkannya?” tanya Kyu dengan nada genit.

Siwon mengangguk, ” Aku lapar dan aku menginginkanmu…” bisiknya.

Kyu melepas tangan suaminya dan berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil dua buah telur. Dia menambahkan daun bawang yang sudah di potongnya sebelum memasukan dua buah telur.

” Aku tak suka kuning telurnya pecah.” Kyu hanya mengangguk. Dia mengambil Kimchi dan menaruhnya di piring. Siwon hanya menatapnya menyiapkan mangkuk dan supit. ” Aku ingin kopi.” perintahnya. Kyu hanya tersenyum manis sengaja mengoda suaminya. Dia mengambil dua buah cangkir lemari, spontan kaki jenjangnya semakin terexpos jelas ketika dia sedikit menaikan tumitnya.

” Satu cangkir expreso untuk presedir Choi yang terhormat.” Kyu menaruh cangkir itu di samping kanan suaminya lalu dia berjalan mengambil ramen yang sudah siap di hidangkan. Ketika Kyu hendak duduk tiba-tiba ada tangan yang menahannya. Siwon menepuk pahanya berulang-ulang.

” Huh?” Kyu pura-pura tak paham.

” Duduklah disini.”

” Apa tak ada kursi?”

” Jangan membuatku kesal. Kemarilah!!!” Siwon sedkit memaksa istrinya untuk duduk di pangkuannya. Kyu pun menurut terlihat dengan dia mencari posisi nyaman. ” Kau tahu bukan bila tadi siang aku cemburu?”

”Huh? Nuguya? Anda cemburu dengan siapa?” Kyu sengaja mengoda suamianya.

” Berhenti mengodaku. Kau ingin aku membunuh cinta pertamamu itu? Ahh…aku paling benci kau memasang wajah mengemaskan seperti itu. Seperti tak ingat ada mahkuk lain di dalam tubuhmu…”

Siwon mengusap pelan perut buncit Kyu. ” Kau merasakannya. Aku merasakan dia begitu hidup di dalam sini…”

” Karna dia memang hidup. Paboya!!!” Kyu memplout bibirnya, ” Jangan ulangi lagi?”

” Ulangi? Uhmm…bagian yang mana? Mengoda tuan Choi atau…” ucap Kyu mengantung.

” Kau memang mencari masalah…” Siwon menyeringai ketika istrinya kini duduk menghadapnya.

” Nae?” kini kening mereka saling menempel dan menafas mereka saling berpapasan. Tangan Siwon yang ada di pinggang istrinya kini mulai meraba ke atas, ” No…no… aku lapar!!! Kita lanjutkan kapan-kapan…” cegahnya lalu memberikan kecupa singkat pada bibir joker itu. Kyu memaksa melepaskan kedua tangan suaminya lalu menempatkan dirinya di samping. ” Wah…gara-gara kau sudah dingin…Hemmm!!! Tak apa…” Kyu mengambil mie dalam panci itu lalu menikamti, ” Aku jadi ingin sup Kimchi…” gumamnya sendiri.

” Mintahlah umma untuk membuatnya.” Kyu mengangguk lalu memasukan kimchi ke dalam mulutnya sampai penuh, ” Pelan-pelan sayang…” Kyu tak mengindahkan ucapan suaminya tetap memakan ramen itu dengan lahap.
.
.
.
.
” Kalian juga perlu belajar.”Hyukjae menyuguhkan sepiring kue kering di hadapan kedua temannya.

” Jangan mengurukiku hanya karna kau bisa membuat kue kering?” omel Changmin dengan meleyap semua kue kering yang tersisa.

” Aku bukan mengurui hanya saja itu cara mudah menyenangkan pasangan tanpa harus kita berhubungan badan. Kau tahu bukan Hae dan aku sudah bersahabat dari kecil karna itu aku lebih suka memanjakannya dengan caraku. Kau juga harus mencobanya Chwang…” Hyukjae menatap intens ke arah sahabatnya itu. Kyu masih terdiam. ” Apa kau tak ingin hidup serius?”

” Siapa yang tak ingin?” bantahnya.

” Buktinya kau menolak Yunho hyung ketika dia melamarmu. Kau memilih tinggal bersama tanpa hubungan? Chwang…” Hyukjae terdiam ketika Changmin memotong ucapannya.

” Kau tak lihat si gembul itu selalu bermasalah dengan hubungannya. Itu membuatku merinding…bagaimana nanti ketika kita sudah berkomitmen. Sekarang bila kita bertengkar dengan mudah kita kembali ke tempat masih-masih.”

‘ Apa kau ingin hidup seperti itu? bagaimana bila dia benar-benar pergi? Apa kau sudah siap? Bagaimana dengan wanita teman kerja itu? ”

” Dia akan kembali padaku…”

” Ketika kau mengajakanya berhubungan…” Changmin tersentak dengan ucapan Hyukjae. ” Cinta itu bukan ahh…kalian akan bosan lama-lama…” nasehatnya. Changmin hanya menunduk dengan wajah berpikir.

Kyu menoleh kekanan dan ke kiri, ” Kalian sedang membicarakan apa? kenapa wajah kalian begitu tegang?” tanya Kyuhyun dengan polos. Hyukjae hanya mengelengkan kepala, ternyata sejak tadi dia hanya di anggap radio butut oleh Kyuhyun.
.
.
.
.
Kyu menghabiskan air putih yang dia baru tuang di gelas kaca kemudian menaruhnya di conter dapur dan kembali ke suaminya.

” Molla…aku hanya mendengar dia takut saja menikah.” ucapnya sambil duduk disamping suaminya.

” Yunho juga menceritakan bila Changmin menunduhnya bermain dengan rekan kerjanya.” Siwon mengucapkanya sambil menatap e-mail yang baru saja masuk dalam laptopnya.

Kyu memopang dagunya, ” Apa kau juga melakukannya?”

TUKS!!!

“Awww…appo…” Kyu memengai kepalanya.

” Paboya…!!!”

” Yah!!! Siapa…siapa yang bodoh? kau itu yang bodoh…” omel kyuhyun sambil mengambil ponselnya dan memasang wajah jutek. ” Wonnie…”

” Hmm…”

“Kau suka waffel bukan?’ Siwon menatap langsung istrinya, ” Bila iya aku akan belajar membuatnya?” Siwon masih setia menatapnya, ” Wonnie…” rengeknya.

” Jangan melakukan hal yang berbahaya. Aku masih menyayangi nyawamu dan keselamat tempat tinggal kita…”

” Aku bukan ingin merakit bom.”

“Tapi apa yang kau lakukan itu lebih mengerikan..” bisiknya lalu mengecup singkat bibir plum itu. Kyu kesal setengah mati dan berdiri meninggalkan suaminya menuju kamarnya. Siwon hanya tersenyum tipis Dia tahu itu pasti dari hasil berkumpul dengan temannya tadi siang.
.
.
.
.
Sejak perutnya semakin buncit Kyu lebih suka mengunakan kemeja tanpa bawahan ketika dia berada di rumah. Begitu pula pagi ini. Dia mondar-mandir dengan seksinya membuat suaminya hanya menelan ludah. Siwon memutuskan mandi sebelum sarapan pagi bersama istrinya. Tak lama ada yang mengetuk pintu.

” Ya..tunggu sebentar…” dengan sedikit buru-buru Kyu membuka pintu rumahnya.

” Dimana Oppa?” Kyu tersentak dengan nada tinggi Jiwon. Dia tak pernah melihat wanita itu semarah itu.

” Sedang mandi. Masuklah!!!” Jiwon tanpa permisi langsung menerobos masuk ke dalam. Jiwon berdiri dengan angkuh menatap sekeliling rumah kakaknya, ” Kau sudah makan? Aku akan menambah piringnya.”

” Tak perlu Kyunnie oppa. Aku hanya ingin bicara dengan Siwon oppa…” tegasnya.

Tak lama Siwon keluar dengan baju kerjanya. Siwon menaruh jasnya di kursi meja makan. ” Kenapa kau kemari?” tanya Siwon sinis.

” Oppa…kau sungguh keteraluan…” teriak Jiwon.

” Di bagaian mana?’ tanya Siwon dengan santai.

” Aku sudah terima ketika kau sita kartu kreditku dan sekarang kau seenaknya memblokir ATMku. Lalu bagaimana aku hidup…” histerisnya.

” Bukan kau makan masih bersama umma dan appa.”

” Oppa…”

” Jiwon..kau sudah cukup dewasa untuk memahami apa yang aku lakukan. Dalam sehari kau bisa menghabiskan dua puluh juta won. Itu uang bukan daun kering yang kau pungut di jalan nona…terserah!!! Itu hukumanmu. Bila kau ingin mendapat uang jajan. Cobalah mencari pekerjaan!!!”

” Oppa…”

” Pulanglah!!!” perintah Siwon.

” Bagaimana aku mau pulang? Kunci mobilku pun kau ambil dan aku kemari hanya dengan dua ribu won dan itu tak cukup membayar taksi di bawah…” teriak Jiwon.

” Wonnie…” Kyuhyun berusaha menyela.

” Aku tak perlu pendapatmu. Duduk!!!” perinta Siwon muntlak. Kyu terdiam menatap iba adik iparnya. Jiwon pun kesal lalu berlari keluar rumah mereka dan Kyuhyun pun mengikutinya, ” CHOI KYUHYUN…” panggil Siwon.

” Jiwonnie…” panggil Kyuhyun sambil meraih lengan adik iparnya. Jiwon menghapus air matanya, ” Simpan ini…” Kyu mengambil semua uang dalam dompetnya dan satu kartu kredit ” Jangan menangis lagi…” Kyu mengahapus air mata Jiwon dengan ibu jarinya.

” Gomawo oppa…” Jiwon memeluk kakak iparnya dengan erat. Tiba-tiba…” Yah!!!” teriak Jiwon spontan ketika merasa uang dan kartu kredit di tangannya di ambil seseorang.

” Wonnie…” Kyuhyun menatap suaminya.

” Berani kau memberikan uang padanya. Aku pastikan dalam setengah jam fasilitasmu juga aku tarik.” Siwon berjalan meninggalkan istri dan adiknya. Kyuhyun menatap Jiwon dengan iba.

” Mianhae…hanya ini yang tersisa…” Kyu memberikan dua ratus lima puluh ribu won di tangan adiknya. Itu sisa dari uang yang di ambil suaminya. ” Cepat pergi!!! Aku tak ingin dia mengambil uang ini lagi…”

” Gomawo oppa…” Kyu mengangguk.
.
.
.
.
” Kau selalu bertindak semuamu…”

” Jangan ikut campur bila kau tak tahu masalahnya.” Siwon mengambil jasnya lalu mengenakannya.

” Bagimana pun itu adikmu?”

Siwon menghentikan langkahnya, ” Karna itu aku yang tahu siapa dia? Aku akan pulang terlambat. Jangan menungguku…tidurlah dulu.” Siwon mendekati istrinya lalu mengecup keningnya. Pria itu berlutut mencium perut Kyu dengan lembut, ” Jangan nakal ketika ayah tak di rumah. Jaga ibumu…” Siwon pun berdiri mengambil tas kerjanya dan meninggalkan Kyu yang masih terdiam di tempat.
.
.
.
.
Ini sudah satu minggu berlalu Jiwon tak pulang ke rumah. Gadis itu cukup kesal karna sampai sekarang belum ada anggota keluarganya yang mencarinya. Dia tahu sekali karna jaringan keluarganya cukup luas dan begitu mudahnya menemukan dia di hotel ini. Bahkan dia juga sengaja makan di luar agar salah satu ajudan ayahnya bisa melihatnya. Tapi…

” Kau lihat sendiri bukan?’ Jiwon menatap sekilas wanita itu lalu kembali terfokus pada pemndangan di depannya. ” Mereka memang sengaja tak mencarimu… itu pasti karna Kyuhyun yang melarangnya.” Jiwon terdiam.

” Tapi… aku tahu benar Kyuhyun oppa begitu baik dan sayang padaku…hanya saja…”

“Itu terserah pada pemikiranmu Jiwonnie. Eonnie hanya memberikan pendapat. Kau juga tahu bukan bagaimana krisinya keluarga Cho…penimpuan itu membuatnya rugi besar tapi setelah dia menikahkan putra sulungnya…semua berubah…” Jiwon mengggauk kepalanya mencoba berpikir. ” Bila dia menyayangimu…harusnya dia membujuk suaminya untuk mengembalikan semua fasilitasmu…bukan malah belanja dengan semua merk ternama. Kau juga tahu sendiri itu toko mahal dengan fasilitas ternama…” wanita itu sedkit menyeringai ketika Jiwon mulau terlihat menatap dengan sinis.

” Jadi…dia hanya ingin mengambil semua harta keluargaku…”

” Mungkin. Kau juga bisa lihat bagaimana dia memikat oppamu…” wanita itu sedikit membungkukan badan, ” Kau tak ingin kehilangan semua itu bukan?” bisiknya tepat di depan daun telinga Jiwon.

DEG!!!

Jiwon menatap wanita itu lalu mengepalkan tangan ketika melihat ibunya dengan senyumanan menawan memilihkan baju untuk menantunya. Dia terlupakan…apalagi terlihat kakak dan ayahanya menemaninya.

” Andwae…andwae…” Jiwon mengelengkan kepala dengan cepat lalu berjalan mundur dengan wajah ketakutan. Dia..dia tak ingin kehilangan keluaraganya. Tidak…apalagi dia sudah tahu apa rencana Kyuhyun…dia tak akan membiarkannya.

TBC

Uhh…lama juga gak update aku wkwkwkwk mianhae mood nulis tiba-tiba hilang dan harus bongkar pasang cerita padahal dan hampir selesai… terus jadinya agak sedkit gaje wkwkwk
mianhae bila aku menulis ceritanya gak kayak lain langsung percepat dalam proses kehamilan… heheheh Punya anak dan selalu happy…
aku juga gak tahu kenapa lebih suka menulis dengan sad daripada happy hahaha udah dari dulu suka nulis dengan karakter gt…
ada yang bilang kayak drama… hahahha tapi aku suka bgt nyiksa protagonisku… wkwkwkkwkw Itu jadi ciriku dalam buat cerita… wkwkwkkw…. okey selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya…aku menunggu… peluk cium *Wondad Kyumom
^_< Chup!!! Chup!!!

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

38 thoughts on “Tentang Kamu – part 19

  1. aigooo….wonkyu selalu saja ribut, tp untung saja mrk marahannya tdk trlalu parah
    siapa lg tu yg memprofokasi jiwon agar benci kyuhyun
    smga saja wonkyu bs tetap brtahan meski banyak yg menggangu hubungan mrk

  2. aigoo untung cepat baikan ya kkk..
    hmm siapa tuh yg memprofokasi jiwon iich jahat ..smoga jiwon gx termakan omongan tuh orang ..

  3. mudah”an aja kyu gak di apa”kan sama jiwon karna udh terhasut sama org yg jahat itu
    saya jadi takut deh klu kyu di tinggal sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s