Posted in BL, Drama, Family, Romance, wonkyu, WonKyu Story

Tentang kamu – part 18

Tentang Kamu – Part 18

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll

BL,Yaoi, Mpreg

Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,

cerita gaje namun asli hasil karya sendiri

INI PANJANG dan membosankan

^_^

.

.

.

.

Kyuhyun menangis tersedu-sedu sambil melempar batu kesungai. Kedua temanya hanya terdiam menyaksikan beruang kutub Oh..maaf salah Nyonya Choi melahap semua makanan yang dia pesan dari temannya. Kyuhyun belum bicara apa pun pada dua pria disampingnya itu.

” Ponselmu dari tadi berdering…” Changmin memberanikan diri bicara namun tiba-tiba Kyuhyun mengambilnya dan hendak membuangnya ke sungai, ” Jangan di buang…oke…” Chaming meraih ponsel itu dan mengembalikan di tasnya. Hyukjae mengambil nafas lalu melirik ke arah kekasihnya yang menjaga jarak. Hyukjae mengelengkan kepala ketika Donghae menanyakan bagaimana Kyuhyun?

” Pakailah jasku…” Hyukjae menyampirkan jas hitamnya di bahu Kyuhyun. Kali ini Kyuhyun tak menolak, ” Kau akan pulang ke rumahmu atau ke…”

” Aku mau ke luar negeri.” jawabnya.

” Mwo? Kemana?”

” Entah!!!” jawabnya dengan enteng.

” Lalu bagaimana dengan kandunganmu? Jangan melakukan perjalanan yang akan membahayakan janinmu…” Changmin berusaha menasehati.

” Lalu aku harus kemana?”

” Menginap saja di hotel tapi setiap dua hari atau tiga hari kau pindah jadi Siwon tak mudah menemukanmu…” Changmin membulatkan mata mendengar saran Hyunjae. Bukan membantu mereka rujuk. Kyuhyun mengangguk setuju.

” Kau gila?” bisik Changmin.

” Itu lebih baik daripada dia keluar negeri.” Changmin menganguk mengerti.

” Kalau begitu antarkan aku ke hotel…” rengek Kyuhyun pada dua sahabatnya. Changmin dan Hyukjae menyetujuinya.

” Gunakan hotel megah mertuamu. kau tahu Siwon tak akan berpikir sampai di situ.” saran Hyukjae kembali sambil mengedipkan mata ke arah changmin.

” Kalau begitu bawakan…” Kyuhyun mengulurkan barang-barangnya ke arah dua sahabatnya itu. Dengan sedikit mendesah pria itu hanya bisa mengangguk.

.

.

.

.

.

.

Choi Siwon seperti orang gila ketika mengelilingi kota seoul dengan mobilnya. Dimana istrinya? Dia sudah mencari dimana titik taksi itu berhenti namun ketika sampai disana hanya ada jejak sampah yang bertaburan kemana-mana. Orang suruhan Siwon belum menemukan di mana Kyuhyun karna pria itu masih berputar-putar. Siwon menatap ponselnya tak ada balasan atau kabar dimana istrinya sekarang. Siwon meremas rambutnya karna kesal dan otaknya tak mampu berpikir. Dia sudah datang dimana bisanya Kyuhyun datangin namun semua nihil. Sekarang tinggal bagaimana orang suruhanya bekerja.

.

.

.

.

.

Kyuhyun merendam tubuhnya dalam air hangat. Pegal dan pusingnya mulai berkurang karna aroma terapi yang dia pesan dari layana hotel bintang lima itu. Sebelumnya dia memesan banyak makan dan minuman untuk makan malamnya. Dia tersenyum bahagia ketika mendengar alunan musik yang sengaja dia nyalanan menemaninya ketika mandi. Dia memainkan bui namun matanya kembali memanas ketika mengingat kejadian tadi siang. Dia mengusap perutnya.

” Sayang…tak apa bila kau tak punya ayah…ibu akan selalu menyanyaimu…” ucapnya sambil membelai perut buncitnya.

.

.

.

.

.

PLAASSSKKK!!!!

Pria itu memengai pipinya yang pasti memerah karna tamparan keras itu, ” kau apakan menantuku? Ha…” Sungmin sudah gerah ketika mendengar tangisan menantunya di telepon namun setelah itu ponsel menantunya tak dapat di hubungi. ” Kau berselingkuh? Dulu kau bilang mencintainya…”

” Umma…”

” Jangan menyela anak brengsek!!!” umpat Sungmin sambil kembali melayangkan pukulan di kepala putranya.

” Tapi aku tak berselingkuh…”

” Benar umma…” Jiwon ikut membela kakaknya.

” Kau membela oppamu?”

” Tapi nonna liu memang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Jadi oppa hanya memapahnya setelah rapat…” jelas Jiwon.

” Kau mengenalnya juga…” Sungmin menatap putrinya.

Jiwon mengangguk, ” Waktu beberapa lalu aku, appa cho, dan appa sedang meninjau tempat pembangunan untuk proyek mereka. Kami sempat mengobrol dan aku tahu dia wanita baik.” cerita Jiwon. ” Umma aku juga mengenalnya tak mungkin oppa berselingkuh…”

Sungmin menatap bengis pada putranya, “Bila sampai kau tak bisa menemukan menantuku…aku pastikan kau akan berakhir di neraka Choi Siwon…” ancam ibunya.

” Aku sedang berusaha umma. Tadi aku mendapat kabar Kyuhyun mengambil uang di sekitar mall kita karna itu orang suruhanku sedang melacaknya.”

” Okey. Kali ini aku melepasmu tapi awas bila kau sampai terjadi sesutu pada menantuku dan calon cucuku…awas kau!!!” Sungmin pun berjalan meninggalkan rumah putranya di susul Jiwon yang mengekor di belakangnya. Siwon mengusap wajahnya kasar lalu menghela nafas sebelum berjalan gontai masuk ke dalam kamarnya. Sepi!! Dia memukul kepala bonekah milik istrinya lalu merebahkan tubuhnya dan meraih bonekah itu berusaha mencari bau milik istrinya.

.

.

.

.

Kyuhyun berusaha menutup rapat matanya. Dia sudah lelah menghitung domba dalam imajinasinya namun berakhir dengan rasa haus yang mendera. Dia berpikir akan cepat tidur tapi…

” .. 570 domba…571…ARGHH!!!! …” Kyuhyun kesal melempar semua bantal dan guling itu ke lantai. Dia mengacak rambut hingga kusut. Dia lelah namun apa? Dia tak bisa memejamkan mata. Pikirannya tertuju pada suaminya, dia ingin memeluk Siwonnya. Pada akhirnya Kyuhyun kembali menangis tersedu-sedu hingga lelah dan tak sadar dia tertidur.

.

.

.

.

Pagi harinya dia menghabiskan satu gelas susu coklat dan roti isi yang dia pesan dari layanan hotel. Kyuhyun mengayun-ayunkan kakinya sambil melihat acara Tv kesukaannya. Dia melirik onselnya yang sengaja dia matikan? Apa Siwon akan mencarinya? Dia merebahkan tubuhnya di ranjang lalu mematina Tvnya. Dia menatap langit-langit kamar hotel sambil membelai lembut perutnya.

” Apa ayahmu mencari kita sayang? Bukatinya dia tak mendobrak masuk ke kamar hotel. Ah…” Kyuhyun menutup rapat matanya ketika setetes air mata mulai membasahi pipinya.

.

.

.

.

Siwon memijat keningnya setelah habis memarahi assisten dan sekertarisnya. Dia tak tahu kenapa tak bisa mengkrontrol emosinya? Dia menatap foto pernikahannya lalu memejamkan mata.

” Entah kenapa setelah kita menikah semua semakin tak baik? Aku harus bagaimana sayang? kapan kita akan nyaman dengan kehidupan bersama kita? kau mudah sekali salah paham tanpa mau mendengarku. Ke egoisanmu membuatku sakit…” gumanya sambil membelai bingkai foto itu.

.

.

.

.

Kyuhyun duduk dengan santai hanya mengunakan bathrobe. Selesai mandi pagi pria cantik ini tak berniat kemana-mana. Sudah hamipr satu minggu aksi kabur dari rumahnya belum tercium oleh Siwon. Dia tersenyum licik karna dia mengunakan nama sahabatnya bukan dirinya sendiri. Dia menaikan kakinya ketika melihat ponselnya kembali bergetar padahal baru saja di nyalanan tapi Siwon sudah menghubunginya lagi. Apa jangan-jangan setiap menit dia sellau menghubunginya? Dia tersenyum kecil membayangkan wajah kebingungan suaminya? Tapi ketika ingatanya kembali pada insiden satu minggu yang lalu dia kembali menangis. Suaminya tak mencintainya lagi… dan Beginilah kehidupan baru Choi Kyuhyun. Bosan tidur di kamar hotel dia beberlanja sesuka hatinya. Dia membeli beberapa pasang baju lagi karna hampir semua bajunya sudah masuk lundry. Kyuhyun seperti burung yang keluar dari sangkar emasnya. Berdendang riang dengan banyak kantung belanjaannya. Dia pun sempat pergi kesalon untuk perawatan wajahnya. Dia mengusap perutnya yang buncit lalu berjalan-jalan untk menikmati jajanan. Dia seperti menemukan sayapnya kembali. Sedangkan Choi Siwon selalu uring-uriangan tak jelas. Pria berlesung pipi itu tak berniat melakukan pekerjaan apa pun? Dia hanya melamun dan terdiam memandangai foto pernikahannya. Dokumen-dokument itu hanya dia simpan di sampingnya. Sekarang dia hanya bos pemalas semua pekerjannya di serahkan pada asistennya. Siwon menghela nafas sebelum melihat ponselnya berdering. Dia berharap nama istrinyalah yang tertera tapi sayang itu hanya nomer dari orang suruhannya.

” Ada perkembangan lagi…?” nada ketus yang di keluarkan pria bermarga Choi itu. Dia mendengarkan dengan sesakma. ” Hmm…awasi saja dan kau kirim saja foto kegitaannya.” Siwon membulatkan mata, ” Mwo? tapi dia tak apa??’ Siwon menarik nafas lega setelah mendapatkan cerita detail tentang istrinya, ” Okey awasi saja aku akan melakukan tindakan.” Siwon mengenggam ponselnya dengan kuat setelah mendengar kabar istrinya kekelahan dan sempat kehilangan keseimbangan. Dia mendesah lalu mengambil telpon dan memasukan beberapa nomer. ” Selamat siang direktur Park…”

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun ingin sekali memberi es krim namun tak ada uang dalam dompetnya. Dia tak mungkin memberikan kartu kreditnya. Dia berjalan dengan cepat menunju tempat pengambilan uang. Dengan santai dia memasukan karti AtMnya dan membumbunhkan nomer pinnya namun setiap kali dia memecet nominal uangnya selalu gagal. Dia mengulanginya lagi tapi tetap dengan hasil yang sama. Dia membulatkan mata lalu meremas tas punggungnya dan berlari ke tepi jalan untuk mencari taksi. Dia tahu itu perbuatan suaminya. Matanya memanas. Apa-apa Choi Siwon itu? seenaknya melakukan hal sesuka hatinya Dia pria menyebalkan. Sesampainya di gedung megah dan tinggi itu Kyuhyun langsung berlari keluar dari taksi menunju elevator tanpa memperdulikan banyak kariawan yang melihat dan membungkuk hormat. Dia bahkan lupa sedang hamil.

” Selamat siang nyonya Choi…” Jessica menundukan kepala ketika Kyuhyun berdiri di hadapannya. Ketika Kyuhyun hendak masuk ke ruangan suaminya, ” Presedir sedang memimpin rapat..” Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu mengangguk kembali berlari menuruni satu lantai. Dia berjalan cepat menuju tempat ruangan yang biasa di di gunakan untuk rapat. Kyuhyun membuka pintu dengan keras. Semua orang disana sontak memperhatikannya. Siwon tersenyum kecil. Kyuhyun berjalan cepat dan melempat tas punggung itu di arah suaminya. Siwon dengan sigap menangkapnya.

” Yah!!! Kenapa kau memblokir ATm dan semua kartu kreditku ha…lihat sampai aku tidak bisa membayar uang taksi….” teriak Kyuhyun tanpa malu.

” Sepertinya kita harus menunda rapat kali ini. Selamat siang…” Siwon mengcapkannya sambil berdiri namun matanya masih tertuju pada pria manis itu. Semua kariawan berbodong-bondong keluar sambil menundukkan kepala ke arah Kyuhyun. Pria cantik itu berkaca pinggang setelah semua kariwan pergi meninggalkan tempat rapat. Siwon memasukan kedua telapak tanganya di saku celana dan duduk di sudut meja rapat sambil memperhatikan istrinya. ” Kau kemana saja selama satu minggu ini?” Siwon berkata lembut. ” Sebenarnya kau itu kabur atau hanya ingin menghabiskan uangku sayang? Kau tak terlihat patah hati?” goda Siwon.

” Bukan urusanmu. Sekarang jawab!!! kenapa kau memblokir semua kartuku…lihat!!! gara-gara ulahmu aku tak bisa membayar taksi…hiks…” Kyuhyun mulai menitihkan air mata. Siwon menghela nafas lalu berjalan mendekat, ” Jangan mendekat!!! Aku masih membencimu…” Siwon menghentikan langkahnya, ” Bahkan aku tak punya uang sepeser pun untuk makan….kau JAHAT!!! lalu bagaimana kau membayar kamar hotelku..hiks…aku tak bisa meminta uang pada umma…pasti dia akan menyuruhku pulang…hiks…dia tak percaya kalau kau selingkuh…” Kyuhyun pun jongkok menyembuyikan wajahnya. Siwon hanya menghela nafas.

” Baby aku memang tidak selingkuh…” Siwon berjalan mendekatinya lagi.

” BOHONG!!!” teriak Kyuhyun sambil mengakat kepalanya menatap suaminya yang berdiri tepat di hadapannya. ” Aku melihat sendiri kau memeluknya dengan erat atau mungkin bila aku tak disana kau akan menciumanya, membelai punggungnya.” Kyuhyun tersenyum miris.

” Sejak aku pertama kali melihatmu aku tak pernah berniat melepasmu, bahkan sekarang kau mengandung anakku aku semakin tak akan melepasmu…bagaimana aku bisa melihat wanita laian bila kau dengan rakus menguasahi hatiku…”

” Aku tak perduli. Cepat aktifkan…”

” Terserah!!!” Siwon mengangkat bahunya lalu kembali duduk di tepi meja memperhatikan istrinya yang jokong menatapnya, ” Kau tahu siapa aku bukan? Aku tak akan mengubah pendirianku. Kau pulang atau kau akan kehilangan semua fasilitasmu…”

Kyuhyun berdiri menatap angkuh pada suaminya, ” Baiklah!! Aku bisa meminta tolong orang lain.”

Siwon mengelangkan kepala lalu berdecak, ” Kau ingin mereka terlibat dan menanggung akibatnya?”

” Lalu kau ingin apa? Aku masuk penjara karna tak bisa membayar kamar hotel.”

” Pulang. Itu saja apa susahnya.” Siwon berjalan mendekati istrinya lalu mencengeram pundak pria cantik itu, ” Liu Wen hanya rekan kerja. Dia menjalin kerja sama dengan perusahan abeonim. Di China perusahanmu sedang mengalami perkembangan dan dia datang kemari itu melihat pekembangan kerja sama mereka. Dia terlalu lemah dengan fisiknya dan sering mengeluh sakit di kepalanya. Aku hanya memapahnya karna itu bau parfumnya menempel. Bila kau tak percaya tanyakan dengan appa, Jiwon atau Jessica. Sudah cukup satu minggu aku membiarkanmu bebas, bahkan kau mengabaikan kesehatanmu. Kau pikir aku tak tahu kau hampir pingsan tadi? Lihat lingkaran hitam dimatamu. Aku tahu kau pasti akan lebih mementingkan kekasih gilamu ketika malam. Baby…kau calon ibu… karna itu aku mengnonaktifkan kartu kreditmu.” Kyuhyun melepaskan tangan siwon dan kembali jongkok dan Siwon mengikutinya. ” Sampai kapan kau tidak mempercayaiku? Lihat kerjaku berantakan karna memikirkanmu. Bagimana aku bisa mencari uang…” Siwon mencangkup wajah pucat itu lalu memberikan kecupan sekilas di bibir istrinya.

PLAAKKSS!!!

Kyuhyun menampar pipi suaminya, ” Jangan menciumku aku masih membencimu…” teriaknya lalu berdiri menjahui suaminya menutupi dadanya kedua tangannya memasang wajah waspada seakan Siwon orang jahat yang akan melukainya.

Siwon melipat tangan di dada memasang wajah angkuh dan dingin,” Lalu kau ingin aku mengangkatmu dan menelentangkanmu di meja rapat ini baby…” senyuman mengoda membuat Kyuhyun membulatkan mata.

” YAH!!! JANGAN BICARA ANEH-ANEH DI DEPAN ANAKMU…” sentak Kyuhyun sambil memeluk perutnya yang masih belum terlihat namun sudah mulai membuncit.

Siwon terkekeh lalu memasukan telapak tangannya di saku celana berjalan pelan menuju istrinya yang masih memasang wajah waspada. Kyuhyun mengerjapkan mata dengan bibir ngekerucut lucu. Siwon semakin gemas mengoda pria cantik yang sudah resmi menjadi istrinya itu. Berjalan dan semakin memperkecil jarak mereka. Kyuhyun mengigit bibir bawahnya ketika pandangan suaminya sulit di artikan. Mengurungnya dengan kedua tangan kekar itu dan nafas Siwon menyapu wajah Kyuhyun membuat dia merona. Siwon semakin mendekat dan Kyuhyun hanya mampu memejamkan dengan dua tangan yang mengepal erat.

” Presdir Choi!!!!” Jessica tiba-tiba masuk mengejutkan mereka berdua. Kyuhyun sontak mendorong suaminya sedangan Siwon sendiri berdecak kesal lalu memasang wajah dingin ke arah sekertarisnya yang membeku di tempat, ” Mianhae presdir.” Jessica menundukan kepala, ” Saya akan kembali nanti…” Jessika buru-buru pergi namun suara Siwon menghentikanya.

” Ada apa?” dingin dan angkuh membuat Jessica semakin merinding takut. Akhir-akhir ini bosnya yang penyabar menjadi dingin dan angkuh membuatnya salah tingkah.

” Mianhae tapi assistern Mr. Jacson terus menghubungi saya soal rencana makan siang dengan Anda hari ini.”

Siwon mengusap wajahnya dengan kasar, ” Ya Tuhan!!!Kenapa aku bisa lupa. Okey. Bilang aku akan segera kesana.” ucapnya dengan nada tinggi.

” Baik. Saya undur diri.” Jessica menundukan kepala dan buru-buru pergi meninggalkan tempat itu.

Kyuhyun masih setia menatap suaminya yang mulai membereskan dokumennya, “Kita makan siang dengan klienku saja.” Siwon melirik dengan ujung matanya. ” Nanti kita mampir ke butik membeli baju untukmu…”

” Siapa yang mau ikut denganmu? Cepat aktifkan kartuku…” Kyuhyun merengek dengan nada kesal. Suaminya keras kepala. Bisanya apa yang menjadi keinginananya selalu di wujudkan. ” Aku lapar…” menunduk dengan suara lemas memainkan jaru-jarinya.

” Karna itu kita berangkat sekarang…” Siwon menatap istrinya.

” Sheiro!!! AKTIFKAN SEKARANG!!!”

” Nanti selesai kita makan. Sekarang cepat ambil tasmu. Kita keruanganku sebentar lalu berangkat.” Kyuhyun kembali jongkok, ” Baby…”

” Aku tak akan beranjak dari sini kalau kau belum mengaktifkan ATM dan kartu kreditku.” ancam Kyuhyun.

” Terserah!!! Bila kau tak mengikuti atauranku aku tak akan mengaktifkan semua.” Siwon pun berjalan meninggalkan ruangan itu dan membanting pintu dengan keras. Kyuhyun terkejut dan cukup takut melihat suaminya membanting pintu.

” Hiks…hiks…” Kyuhyun bersimpuh sambil menangis tersedu-sedu namun tetap tak beranjak dari tempatnya. ” Sejak Wonnie selingkuh, dia menjadi jahat denganku…hikz…hikz…”

.

.

.

.

.

Siwon membanting dokumen yang dia bawa di meja kerjanya. Dia kesal dengan sikap keras kepala istrinya. Harus bagaimana lagi membuat istrinya paham? Siwon berusaha sabar, bahkan dia membiarkanya menghabiskan uang tanpa menyeretnya pulang. Ini sudah satu minggu dan dia cukup kesal dengan keteledoran Kyuhyun tentang menjaga kesehatannya. Itu yang membuat Siwon melakukan hal ini. Dia membenci Kyuhyun sakit karna itu sama saja menyakitinya. Siwon mengusap wajahnya kasar lalu kembali berjalan cepat keluar ruangannya. Sejenak dia terpaku ketika sampai kembali di rungan rapat.

” Kenapa kau tidur di lantai…?” Siwon berteriak ketika melihat Kyuhyun meringkuk seperti janin dalam perut ibunya. Siwon pun menarik tangan Kyuhyun dengan kasar.

” Yaa!!…appo…” jerit Kyuhyun.

Siwon terdiam menatap Kyuhyun dengan mata sembabnya, ” Kenapa kau tidur di lantai?” geramnya. Kyuhyun tak menjawab hanya menunduk tak berani menatap manik hitam itu, ” Kenapa kau tak mengikutiku? Kenapa kau malah diam disini?’

” Wonnie jangan menatap Kyunnie seperti itu membuatku takut. Bila Wonnie tak mau mengatifkan tak apa? jangan membentak Kyunnie…Kyu akan pergi.”

Siwon mengacak rambutnya lalu mencengeram kedua lengan istrinya, ” Kau akan pergi ke mana? Ha…Aku tak tahu harus bagaimana menghadapi dirimu? Bila aku lemah kau semena-mena bila aku kasar kau menangis. Kyu…bisa kita hentikan ini semua? ” Kyuhyun mengangguk, ” Kau mengangguk untuk apa?”

” Menghentikan semua ini.’ cicitnya.

” Ya Tuhan…” Siwon mengusap wajahnya dengan kasar lalu kembali mencengkeram bahu Kyuhyun walau tak sekuat tadi,” Apa yang ingin kau hentikan Choi Kyuhyun?” pria cantik itu mengelengkan kepala dengan wajah berpikir. Siwon hanya mampu menghela nafas, “Kau mencintaiku?” Kyuhyun mengangguk cepat, “Tapi kenapa kau suka sekali membuatku cemas? mangacuhkanku dan tak pernah mempercayaiku? Itu yang ingin aku hentikan”

” Kyu tak pernah mengacukan Wonnie. Bukan itu pekerjaan Wonnie yang selalu lupa dengan Kyu bila sudah bekerja.” jawab Kyuhyun dengan santai.

Siwon menghela nafas lagi karna itu benar, ” Lalu kenapa Kyu tak protes ketika waktu itu mencium bau parfum orang lain? Bila kau bertanya aku akan menjawab dan menjelaskan semua.”

” Kyu takut.”

” Takut? Apa aku berwajah moster?’

Kyu mengeleng cepat, ” Tidak Wonnie tampan. Tapi Wonnie menakutkan ketika alisnya menyatu. Di tambah dengan bola hitamu..ih…mengerikan…Kyu takut…Setiap pulang kerja Wonnie selalu memasang wajah tegang. Kadang Wonnie suka berteriak-teriak ketika menghubungi seseorang belum lagi Siwon membanting kertas-kertas tak berdosa itu. Ihh…menakutkan…kau tahu itu bisa membuat orang mengira kau seorang mafia. Kau tampan ,kaya, dan mengerikan.” Kyuhyun mengucapkan dengan khas anak-anak lalu memasang mimik ketakutan.

Siwon terkekeh, “Kau terlalu banyak melihat drama.” Kyuhyun hanya memplout bibirnya ketika apa yang dia katakan hanyalah hayalan semata,”Kemarilah!!!”

“Huh?”

” Kemarilah!!!” Kyuhyun mendekat, ” Pejamkan matamu!!!”

” Huh?”

” Turuti saja.” Kyuhyun memejamkan mata lalu tak lama pria cantik itu merasakan kedua tangan kekar itu memeluknya. Siwon membelai punggung istrinya, ” Kau tahu!!! Bila memelukmu mampu mengobati rasa lelah dan amarahku.” Kyuhyun mengelengkan kepala, ” Karna itu jangan pernah tinggalkan aku…”

” Kyunnie tak ingin meninggalkan Siwon hanya saja kyu sedang marah dan kesal. Wonnie berselingkuh dan itu menyebalkan!!! Kyunnie mencintai Wonnie dengan sepenuh hati. Bahkan Kyunnie mau mengandung anak Wonnie tapi Wonnie menyebalkan!!! Wonnie selingkuh. Apa kurang Kyunnie? Kyu tahu bila Kyu tak cantik karna kyu tampan, tak seksi tapi kenapa harus membuat Kyu hamil kalau Siwon mau berselingkuh.”

Siwon tersenyum lalu mengecup rambut istrinya lalu melepaskan pelukan, ‘” Dengarkan Wonnie. Satu aku tak berselingkuh, dua aku menyanyaimu dan calon bayi kita. Ketiga kau sangat seksi dan mengemaskan.” Kyu tak menjawab dia hanya terdiam dengan wajah dingin, “Baiklah!!! Bila kau masih kesal aku akan memberikanmu waktu lagi untuk menenangkan diri. Aku akan mengaktifkan lagi ATM dan kartu kreditmu tapi ingat jangan terlalu lelah, makan yang teratur, jaga kesehatan dan jangan pernah mematikan ponselmu atau mengabaikan panggilanku…hum? Setelah ini kita langsung makan dan satu lagi besok ikut aku ke acara ulang tahun rekan binisku. Kau harus ikut.” Kyuhyun mengangguk lemah. Siwon mengambil ponselnya, ” Selamat siang direktur Park. Hmm ya saya Choi Siwon maaf menganggu Anda lagi direktur. Hahahhaha…ya…hmm saya selalu akan merepotkan Anda. Hahhaha…ye.. Tolong aktifkan semua kartu yang saya non aktifkan tadi. Hmm Ye…Ne…ye…Joesonghamnida…Ye..selamat siang…” Siwon mengakhiri teleponya lalu menatap istrinya.

” Gomawo…” Kyuhyun mengecup singkat bibir Siwon lalu berjalan melaluinya. Siwon hanya berkaca pinggang melihat istrinya berjalan mengambil tas punggungnya. Dia berjalan santai memaluinya. Muncul lipatan di kening Siwon. Apa-apan dia? Setelah selesai dia pergi begitu saja. OMG….dia memang pemain drama terbaik. Gumam Siwon dalam hati melihat istrinya dengan wajah datar melintasinya.

” Kau akan kemana?”

” Pergi!!”

” Bukan kau sudah berjanji akan makan?”

” IYa/” Siwon tersenyum lalu mengekori istrinya.

” Kita akan makan dimana? Tak apa bila kita makan siang dengan rekan kerjaku?”

Kyuhyun menghentikan langkahnya,berbalik menghadap suaminya dengan berkaca pinggang. ” Ck….ck…” Kyuhyun mengelangkan kepala, ” Aku tak bilang kita akan makan bersama bukan?”

Siwon menghela nafas dia hampir kehabisan kesabaran, ” Baby…” Kyuhyun hanya menjulurkan lidah lalu berjalan kembali meninggalkan Siwon. lagi dan lagi hanya helaan nafas yang terdengar. Pintu elevator terbuka dan Kyuhyun buru-buru keluar menuju loby. Siwon tak habis pikir dengan kelakukan istrinya. Kyuhyun keluar kembali dari taksi yang dia tumpangi dan berlari menghampiri Suaminya lagi. Siwon melentangkan tangan menyambut istrinya namun senyum itu memudar ketika Kyuhyun bukan memeluknya namun menadahkan tangan. ” Huh?”

” Aku tak punya uang untuk membayar taksi?’ Siwon tercengo, ” Wonnie…” Kyu menghentak-hentakan kakinya.

Siwon terkekeh, ” Tapi kau harus janji langsung pulang ke hotel dan tidak lupa makan siangmu?” Kyuhyun mengangguk dengan patuh seperti anak kecil yang meminta uang jajan kepada appanya. Siwon mengelurkan dompet dari saku celananya namun Kyuhyun buru-buru merebutnya, ” Baby…” protesnya tapi Siwon membiarkan istrinya mengambil uangnya sendiri.

Pria manis itu tersenyum puas ketika mengambil setengah dari isi dompet tebal suaminya. Siwon hanya mengelengkan kepala, ” Ini..” Kyuhyun mengulurkan dompetnya kembali lalu berlari menuju taksinya lagi. Siwon mengikutinya.

Siwon mengetuk jendela pintu supir taksi itu dan memberikan beberapa ribu Won kepada supir itu. ” Antarkan istriku ke hotel tempat dia menginap jangan mau bila dia menyuruhmu selain ke hotel itu. Ini…” kembali 100.000 won dia keluarkan dari dompetnya. Supir taksi itu mengangguk. Kyuhyun cemberut lalu mengambil paksa uang dari supir taksi itu lalu keluar dari mobil.

” Ambil kembali uang Anda tuan Choi karna saya memiliki uang sendiri.”

Siwon menghela nafas dengan senyuman tipis, ” Bukan itu juga kau ambil dari dompetku sayang? Lalu apa bedanya?”

” Jadi sekarang Wonnie peritungan denganku? ”

” Siapa yang perintungan denganmu baby? Tapi bukan benar…ahh… sudahlah!!! mana uangku…kau pu

” Kalau aku ingat….”

” Baby…” namun pria itu sudah berlari masuk taksi dan menyuruhnya berjalan sebelum Siwon menyusulnya.

Siwon hanya terdiam lalu mengambil ponselnya, ” Tetap ikuti dia. Kabari aku setiap kegiatannya…” lalu Siwon memutuskan hubungan telponya. Dia masih menunggu mobilnya datang karna dia sudah hangat terlambat datang ke acara makan siang dengan rekan bisnisnya.

.

.

.

.

.

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di ranjang setelah selesai makan siang di kamar hotelnya. Dia membelai-belai perut buncitnya.

” Daddymu masih mencintai mommy sayang….dia tidak berselingkuh..kau tahu bukan? semua orang bicara begitu…” Kyuhyun tersenyum girang sambil memeluk guling dan menciuminya.

.

.

.

Kyuhyun mengeliat ketika merasakan sebuah ciuman di kening dan bibirnya. Dia merasa mencium bau suaminya. Dia tersenyum kecil lalu kembali memeluk erat gulingnya. Tiba-tiba ada yang membelai rambutnya membuat dia semakin nyaman. Tapi terasa ada yang salah, dia sedang tak di rumah bagaimana? Dia berlahan membuka mata lalu mengusap-usapkan matanya agar memperjelas pandanganya.

” Kau sudah bangun?” ucapnya tetap di wajah istrinya. Kyuhyun masih mengangguk karn akesadaranya belum pulih 100%. ” Kalau begitu cepat mandi. Kita makan malam di luar.”

” Sebentar lagi!!!”Kyuhyun menendang-nendang ke segala arah ketika ketika merasa tidur cantiknya terusik.

” Kita akan memesankan es krim untuk dessert malam ini.” bisik Siwon dengan nada lembut membuat Kyuhyun melengkungkan senyuman dan berlahan membuka mata. Manik Coklat itu terbuka lebar dan seketika membulat sempurna ketika melihat siapa yang ada di jarak sedekat ini.

PLAAAKKSS!!!

Siwon hanya mampu meringis memenggi pipinya yang merah untuk kedua kalinya, ” YAH!!! KENAPA KAU BISA MASUK?” teriak Kyuhyun histeris.

Siwon menjauhkan tubuhnya lalu melipat tangan di dada, ” Kau lupa dimana kau menginap? Ini hotel mertuamu…” jawabnya dengan santai.

” Aku akan protes pada manajernya. Bisa-bisa memberikan kunci kamar hotel pada sembarangan orang. Ini hotel bintang lima atau abal-abal…” Kyuhyun segera merangkak turun dari ranjang untuk mengapai telpon. Siwon segera menahanya, ” Ya!!! Lepaskan!!!”

” Orang sembarangan ini suamimu. Lagi pula aku punya pengecualian khusus. Bila aku menunggumu membukakan pintu mungkin sampai besok pagi aku masih berdiri disana dengan tangan memerah karna kau tak akan mungkin membukanya.” Siwon berkaca pinggang dengan wajah kesal menatap istrinya.

” Tapi itu melanggar privasi. Kau menyebalkan!!!” Kyuhyun memalingkan wajahnya dengan kesal. ” Aku bilang masih kesal dan marah denganmu. Bukan kau memberikan aku waktu. Kau ingin melanggarnya?”

Siwon menghela nafas lalu berjalan mendekat, ” Bukan aku sudah jelaskan semua. Bila aku dan nona Liu wen tak ada hubungan apa pun kecuali rekan kerja.” Siwon menarik dagu istrinya untuk menatapnya. ” Jangan berpikiran macam-macam, lebih baik kita konsentrasi dengan calon bayi kita.” Siwon tersenyum menunjukan lesung pipinya.

Kyuhyun masih mengkerucutkan bibirnya, ” Tapi aku kan masih marah denganmu.” Kyuhyun menundukan kepala.

” Keadaanku sekarang ini benar-benar sial rupanya. Tadi pagi kau menamparku, tadi kau juga menamparku. Aku hanya merindukan istriku tapi dia hanya marah..marah..marah dan menunduhku selingkuh.” Kyuhyun melirik suaminya, ” Bahkan dia tak tahu…” kini Siwon duduk di tepi ranjang membelai lembut seprai putih itu dengan wajah sedih, “Aku tak pernah bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Hari-hariku kurang tidur tapi pagi aku harus kembali berkerja. Tak ada yang memijat pundakku, membuatkan kopi. Apa lebih baik aku…”

Kyuhyun memukul Siwon dengan bantal lalu turun dari ranjang, ” Ya sudah!!! Pergi saja. Temui selingkuhanmu…buat apa kau disini.” sentaknya lalu berjalan menajuhi Siwon.

Siwon tersenyum terkekeh lalu berlari mengejar istrinya. Menarik kedua bahu Kyuhyun untuk menatapnya, ” Mianhae!!! jangan marah lagi, anggap aku usil, dan cari masalah sendiri. Aku benar-benar minta maaf. Jangan marah lagi? Okey…” Siwon menundukan wajahanya berharap mampu melihat dengan jelas wajah Kyuhyunnya.

” Tapi aku tak bisa memaafkanmu…”

Siwon berlutut dan menempelkan daun telinganya di perut Kyuhyun, ” Baby…harus bagaimana lagi ayahmu ini meminta maaf…ibumu begitu keras kepala. Ayah benar-benar menyerah. Bila kau besar nanti kau harus membela ayah. Arrachi?’

” Yah!!! kenapa kau mengajari anakku seperti itu.” Kyuhyun menjauhkan wajah suaminya dari perutnya. ” Kau ingin anakku jadi pembangkang. Yo…”

” Apa aku salah lagi?’ Siwon berdiri dengan wajah lemas.

” Kau seolah membuatku menjadi ibu yang buruk.’

” Padahal aku tak mengkatakan seperti itu. Aku hanya ingin anakku membelaku…”

” Itu sama saja. Lagi pula itu anakku…”

” Baiklah!!!” Siwon berjalan mengambil jas putihnya lalu berjalan menghampiri istrinya, ” Lebih baik aku tak memanggumu dulu. Aku bicara apa pun akan salah. Aku pulang saja.” Siwon buru-buru berjalan menuju pintu.

” Sudah datang kenapa pulang?” Siwon menghentikan langkahnya lalu menyeringai sebelum berbalik menghadap Kyuhyun dengan wajah murung, “Kenapa kau jadi mudah marah? Emosimu begitu jelek?”

” Emosiku atau emosimu?” Siwon menyeringai.

” Tentu saja kau.”

Siwon menarik nafas dengan kasar lalu berjalan kembali mendekati istrinya, “Baiklah!!! Emosiku yang begitu buruk. Kau pemenangnya. Sekarang kau ingin apa untuk makan malamnya? Sebelum aku akan bertambah marah…”

” Aku tak mau makan.”

” Aku sedang tidak bertanya denganmu Nyonya Choi. Aku sedang bertanya dengan Choi Junior…’ Kyu memplout bibirnya, ” Baby…kau ingin makan apa?”Kyuhyun hanya menghentak-hentakan kakinya dengan kesal. Siwon terkekeh lalu berkaca pinggang menatap istrinya.”pemandangan yang begitu menarik.”

.

.

.

.

” Aku ingin sauteed fole gras with braised, beef stew, hmm…untuk hidangan penutupnya aku ingin souffle hmm…kau ingin apa lagi baby?” Siwon meraih telapak tangan Kyuhyun dan membelai punggung tangan itu dengan lembut. Kyuhyun mengelengkan kepala. Dia sebenarnya ingin makan di kamar hotel saja namun Siwon mengajaknya makan di restoran prancis. ” Baiklah!!! Itu saja.” Siwon menyerahkan buku menu, pelayan itu menunduk ramah sebelum meninggalkan meja mereka.

.

.

.

” kau tak menyukainya?” Siwon membersihkan noda saus di sudut bibir istrinya.

” Kenapa kita tak makan saja di hotel?” Kyuhyun kembali memotong daging pesananya lalu melayapnya.

” Memang kenapa? Aku hanya ingin mengajak istriku tercinta untuk makan di tempat yang mahal.”

” Wonnie…”

” Hmm…”

”Ehh…tidak jadi…” Kyuhyun mengaruk tengkuknya lalu kembali menikmati makan malamnya.

” Sebenarnya kau ingin membicarakan apa?”

” Ani.” Kyuhyun menundukan kepala. ” Wonnie aku sudah selesai…”

Tak lama menu penutup pun datang. Tak ada percakapan yang panjang namun malam itu berakhir sempurna.

.

.

.

” Kau tidak tidur di pelukanku?” Kyuhyun mengelengkan kepala sambil menata sisa bantal sebagai pembatas, ” Kau memasang perisai?”

” Itu hanya pembatas dan tidak akan membunuhmu.” Kyuhyun menarik selimutnya dan tidur membungkungi suaminya.

” Itu lebih tajam dari pada sebilas pisau?” namun sayang Kyuhyun tak mendengarkannya. Dia semakin merapatkan matanya berusaha untuk cepat tidur. Siwon masih menatap datar punggung itu. Satu jam…dua jam…Kyuhyun mulai terlihat gelisah. Entah atas dasar apa tubuhnya semakin ketengah memecah perisai yang dia buat sendiri. Siwon cukup terusik dengan bantal yang tiba-tiba berada di atas wajahnya. Dia membuka mata dan hendak protes namun ketika melihat istrinya menyamakan wajahnya di dadanya membuat dia tersenyum kemenangan. Siwon menarik kepala itu ke atas menjadikan lengan kekarnya sebagai bantal. Nyaman. Kyu semakin merapatkan tubuhnya.

.

.

.

Kyuhyun terbangun karna kecupan-kecupan kecil di keningnya. Dia semakin merapatkan pelukan di guling hangat itu? Dia tersenyum merapatkan penciumannya. Bau itu yang membuatnya tidur setiap malam. Tiba-tiba…

” Yah!!! Kenapa kau memelukku?’ Kyuhyun sontak menjerit ketika melihat suaminya memeluknya dengan erat.

Siwon masih malas untuk membuka mata. Dia masih ingin menikmati hari liburnya dengan memeluk istri tercintanya namun sayang itu hanya dalam angan ketika Kyuhyun terus memukul bahu dan lengannya.

” Aku sedang tidur. Apa yang kau mau?”

” Bagaimana kau bisa memelukku?” Siwon masih terdiam dengan mata terpejam, ” Yah!!! Bagaimana kau bisa memelukku?”

“Kau tiba-tiba saja datang padaku lalu kau menempelkan wajahmu di dadaku. Wae?”

“Mwo?”

” Seseorang sedang kedinginan aku hanya menghangatkannya. Apa yang salah? Lagi pula kau yang datang padaku aku tak memaksamu.” Kyuhyun masih memandang dengan wajah kesal, ” Kau tetap saja tak berubah baby…semarah apa pun kau akan tetap nyaman mencium bau badanku…hahahha…” Siwon tertawa puas mengoda istrinya di pagi hari. Siwon menatap istrinya yang tetap menatapnya dengan wajah serius. ” Kenapa kau menatapku seperti itu? Mengapa? Apa kau pikir aku yang menarikmu? Lagi pula kita suami istri yang sah. kau menatapku seolah aku baru saja merenggut keperawananmu…”

” Yah…” Kyuhyun kembali memukul suaminya dengan membabi buta sampai melukai pelipis Siwon.

.

.

.

” Kenapa kau lama-lama lebih mirip spikopat?” gerutu Siwon sambil menempelakn chu-chu bar di pelipisnya sambil sesekali melihat istrinya bermain dengan ayunan.

” Kau sendiri yang mencari masalah?’ Siwon hanya mengkerucutkan bibirnya, ” Wonnie jangan memasang wajah bodoh. Itu mengelikan.” Kyuhyun tersenyum kecil lalu kembali mengayunkan tubuhnya. Tiba-tiba Kyuhyun teringat sesuatu lalu menghentikan ayuanannya, ” Wonnie sebenarnya malam ini kita akan kemana?”

” Ke perayaan ulang tahun pernikah salah satu rekan bisnis. Wae?” Kyuhyun menglengekan kepala,” Tak perlu kesalon dulu.”

” Aku bukan yeoja.” sentaknya lalu kembali memainkan ayunanya.

Siwon tersenyum kecil sambil kembali menempelkan chu-chu bar itu di pelipisnya, ” Namun kau lebih manis dari yeoja.” gumanya.

.

.

.

.

Kyuhyun sedikit gugup karna ini pertama kalinya dia hadir di sebuah pesta sebagai nyonya Choi. Dia mengengam erat lengan suaminya seakan takut terjatuh. Siwon mulai menghampiri rekan bisnisnya dan memperkenalkan Kyuhyun secara resmi. Sedikit yang tahu wajah Choi Kyuhyun karna di repsepsi pernikahan mereka Kyuhyun pingsan.

” Bagiamana kalau kita berdansa?’ bisik Choi Siwon. Kyuhyun mengelengkan kepala, ” Kenapa kau tak mau?’

” Aku malu semua orang menatapku.” cicit Kyuhyun sambil memainkan jarinya.

” Karena kau cantik.” bisik Siwon manja membuat Kyuhyun tersipu malu. ” Lihat semua melihat iri ke arahku…hanya aku yang memiliki istri secantik kau…”

” Jangan merayu.” Kyuhyun mencubit pinggan Siwon lalu memukul lengannya.

” Bahkan aku tak merayu siapa pun? Aku bicara tentang kebenaran….” bisiknya membuat Kyuhyun semakin merona merah.

” Selamat malam Tuan Choi…” Siwon mengalihkan perhatian ke arah sumber suara itu. Kyuhyun pun memasang wajah masam lalu semakin menempel di dada Siwon.

” Ahh..Liu wen-sii…”Siwon sedikit membungkukkan badannya. ” Anda juga datang?”

“Ne. Wah…apa ini Istri Anda?”

“Annyeonghaseyo. Choi Kyuhyun imnida.” Kyuhyun berusaha berisikap ramah.

” Annyeong. Aku Liu wen…aku sering mendengar cerita tentang Anda dari Siwon oppa. Kau lebih cantik dari yang terlihat di foto.”

” Ahh…benarkah!!! Pasti dia menceritakan kejelekanku bukan?” ucapnya manja sambil mencubit dada Siwon.

Liu Wen hanya tersenyum kecut, ” Tidak. Tuan Choi sangat mencintai Anda.”

” Benarkah Wonnie?”

Siwon hanya merangkul pinggan Kyuhyun dengan posesif sambil menatap tajam ke arah istrinya, ” Apa kau tak merasakannya?”

Kyuhyun hanya tersenyum lalu mendekatkan bibirnya ke daun telinga suaminya,” Wonnie bukan kau ingin berdansa?” Siwon menatap istrinya lalu Kyuhyun tersenyum dengan tersipu malu.

” Maaf nona Liu Wen saya permisi dahulu…”

” Ahh..ye…” Liu wen menatap kemana arah mereka pergi. ” Kenapa Siwon oppa membawa istrinya? Sial!!! harusnya aku yang berdansa dengannya?” gumanya sambil menatap tajam ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun dan Siwon berdiri di sela-sela kursi dan meja yang tertata rapi di tengah acara. Suana remang-remang dengan alunan piano lembut membuat mereka terbawa suasana. Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya dan tanga kekar itu memeluk pinggang Kyuhyun dengan posesif. Mereka saling bertukar pandang tanpa berkedip. Jarak mereka semakin intim ketika Siwon tiba-tiba saja enciu bibir istrinya sekilas.

” Kau begitu cantik…” bisiknya lalu kembali Siwon menciumnya lebih dalam tanpa memperdulikan kini semua menatapnya dengan tajam.

” Kenapa kau menciumku di depan umum?”

” Wae? apa aku tak boleh mencium istriku…”

” Tapi ini bukan di rumah. Kau membuatku malu.”

Siwon memeluk istrinya namun tetap mengerakan tubuhnya dengan alunan musik yang seirama.

” Bisakah kita pulang. Aku benar-benar malu…” Kyuhyun menyembuyikan wajahnya di dada bidang suaminya.

Siwon pun mengangguk lalu menarik istrinya keluar gedung megah itu menuju parkiran. Kyuhyun masih tertunduk malu dengan sesekali menyentuh pipinya yang masih terasa panas.

” Kenapa?’ Siwon meraih salah satu tangan istrinya lalu mengecup punggung tangan itu dengan lembut.

” Kau membuatku malu…”

” Itu lagi…bukan kau sering membuatku malu juga sayang…hahahhaha kau mengemaskan?”

Kyuhyun menarik tangannya lalu memukul lengan suaminya, ” Aku membencimu….jadi tadi kau balas dendam..” Kyuhyun memalingkan wajahnya ke arah jendela lalu mengigit bibirnya.

Siwon begitu tertawa puas, ” Sebenarnya tidak namun kau begitu mengemaskan tadi membuatku ingin melayap bibirmu sayang…ahhh…mungkin efek kita baru berbaikan hahhahaha…” ingin rasanya Kyuhyun memukul kepala Siwon namun dia hanya mampu memejamkan mata membayangkan bagaimana orang menatap mereka.

.

.

.

.

Kyuhyun berjalan dengan kesal mendahului suaminya yang selalu mengodanya sepanjang jalan. Hello…bahkan tadi dia menikmatinya membuat Kyuhyun ingin menampar pipinya sendiri.

” Kau masih kesal sayang…”

” Argh!!!! jangan ingatkan aku dengan itu lagi…”

Siwon tertawa keras lalu melengkuh istrinya di dinding kamar hotel, ” Mau melanjutkan yang tadi?”

” Sirheo. Aku kesal padamu…” teriak Kyuhyun sambil mendorong-dorong tubuh suaminya menjauh. Namun bukan Siwon bila dia mudah menyerah. Pria berlesung pipi itu semakin mempersempit jarak mereka dan mulai menciumi tengkuk istriya, ” Ahh…wonnie…geli…menjauh..aku tak jadi memaafkanmu…”

” Jinjja? Tapi..” Siwon sengaja menghembuskan nafas di daun telinga istrinya membuat efek geli. Kyuhyun mengeratkan gengaman tangannya di bahu suaminya ketika tubuhnya mulai lemas karna sentuhan suaminya. ” Kau tak ingin tidur sayang…” bisiknya lirih semakin membuat merinding tubuhnya. Kyuhyun kini hanya bisa mengangguk pasrah. Dia sudah tak bisa berpikir lagi…suaminya memang pandai membuatnya terbuai. Siall!!! Kyuhyun sudah tak kuat berjalan. Siwon mengangkatnya ala penganti membawanya ke ranjang. ” Kita nikmati malam ini…” kembali ciuman panas terjadi dan Kyuhyun hanya bisa mendesah meremas kemaja suaminya. Bahkan sepatu mereka belum terlepas dari kakinya

TBC

Ahh akhirnya…akhirnya…dari tadi modem lemot setengah mati terpaksa gunakan ponsel..

mianhae…telat up datenya…

jangan lupa tinggalkan kOmentar kalian ya di tunggu…

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

44 thoughts on “Tentang kamu – part 18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s