Posted in BL, Drama, Family, Romance, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 17

Tentang Kamu – Part 17

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
INI PANJANG dan membosankan
^_^
.
.
.
.

” Kau menipuku…” teriak Kyuhyun kesal melihat suaminya kalah untuk kesekian kalinya. Ini hampir masuk jam makan malam namun mereka belum berhenti bermain game dan Kyuhyun selalu keluar sebagai pemenangnya.

” Menipu? Baby kau memang ahli dalam bermain game.” kilah Siwon dengan senyuman tipis di bibirnya.

” Kau menipuku. Bukan sudah aku ajari bagaimana memainkanya tapi kenapa tiba-tiba otaknya jadi lamban.” Kyuhyun berteriak frustaris. Suaminya sedang memperdaya dia.

” Sudahlah jangan banyak bicara. Aku mau hadiahku…” Siwon membuang Stik gamenya lalu mendekatkan wajahnya.

” Sirheo. Kau curang…” Kyuhyun memalingkan wajahnya.

” Baby..bukan perjanjian awal adalah kau akan mengambulkan permintaan yang kalah?”

” Harusnya tadi aku bilang yang kalah harus memberikan hadiah pada yang menang. Kau curang!!! Sejak tadi kau tak bermain serius.”

” Aku serius sayang.”

” Tidak.”

” Terserah yang terpenting sekarang mana hadiahku.”

” Tidak mau.” Kyuhyun melipat tangan di dada dengan angkuh membuat Siwon mendengus kesal.

” Jadi Kyunnie sayang mau ingkar janji?” Kyuhyun mengeleng pelan lalu memainkan jarinya, ” Lalu…”

” Lalu kapan Kyunnie yang kalah?”

” Kau ingin Wonnie memang?’ kembali hanya anggukan yang menjadi jawaban, ” Okey!!! Sekarang Wonnie kalah lalu Kyu ingin apa?” Kyuhyun hanya terdiam . ” Baby…” tiba-tiba Kyuhyun berdiri lalu duduk di pangkuan suaminya. Meletakan kedua tangan suaminya di pinggangnya lalu menyendarkan kepalanya di dada suaminya. Ini adalah tahap berbaya bagi Siwon. Karna tak mungkin bila istrinya tak meminta sesuatu yang kadang di luar pemikiranya, ” Ada apa? Aku mencium bau tak enak?’

Kyuhyun memplout bibirnya, ” Kyunnie tidak buang gas.” kesalnya.

Siwon terkekeh, ” Tapi bila kau sudah seperti ini pasti ujungnya gak enak?”

” Jadi Wonnie gak suka kalau aku duduk di pangkuanmu.”

Siwon mengeratkan pelukan lalu menaruh dagunya di pundak istrinya dan tersenyum tipis, ” Tapi bila kau sudah seperti ini pasti akan sulit itu berkata tidak sayang…”

” Sekarang Wonnie boleh minta hadiahnya? Wonnie ingin apa dari Kyunnie?” Kyuhyun semakin berlayut manja. ” Kau ingin aku menciumu atau kau yang menciumku?”

” Perasaanku semakin tidak enak. Sebenarnya apa yang kau inginkan baby?” Kyuhyun memplout bibirnya membuat Siwon mengecup singkat lalu kembali menatap istrinya.

” Wonnie Kyu bosan.”

” Bosan?” Siwon semakin mengeratkan pelukan. Benar bukan istrinya mulai mengeluh lagi? kali ini apa? jangan…jangan lagi.

” Changmin dan Hyukjae sudah bekerja. Kyu jadi tak punya teman.” keluahnya lagi dengan tangan yang memainkan jari suaminya, ” Setiap hari Kyu hanya duduk diam di rumah kalau tidak beramin ke ke rumah umma. Kyu bosan.” kali ini Kyuhyun menatap suaminya. Kyuhyun melingkarkan tangan di leher suaminya setelah melepas kedua tangan Siwon di perutnya. Kyu menempelkan kening mereka berdua lalu menatap serius dengan jarak yang begitu intim.

” Baby…”

” Kau juga sibuk bekerja.” cicitnya.

Siwon mengecup bibir plum itu, “Beberapa bulan lagi kau juga akan sibuk dengan calon baby kita sayang…”

” Tapi itu masih lama.”

” Jadi sekarang kau ingin apa?” Siwon penasaran dengan apa yang ada di otak cantik istrinya.

” Kyu ingin bekerja.”

” Mwo?’ teriak Siwon dengan spontan menjauhkan wajah mereka. ” Apa aku tak salah dengar?”

” Kenapa kau berteriak? kau membuatku terkejut.” teriak balik Kyuhyun. “Kyu serius. Apa tak ada lowongan pekerjaan di tempat Wonnie?”

” Tidak apa. Sebenarnya apa lagi sekarang? Ada orang yang mengkatakan kau harus bekerja?’ Kyuhyun mengelengkan kepala, ” Lalu kenapa kau ingin bekerja? Kalau hanya karna kau merasa uang bulanan yang aku berikan kurang akan aku tambah. Kau ingin berapa?”

” Bukan masalah uang tapi karna Kyu bosan dan ingin melakukan sesuatu? Kyu ingin bekerja saja.”

” Kau sedang hamil. Tidak kau tidak boleh bekerja.”

” Tapi banyak di luar sana yang bekerja walau dia sedang hamil.”

” Itu terserah mereka dan aku ingin kau di rumah.”

Kyuhyun memukul dada Siwon lalu berdiri, ” Terserah!!! kalau Wonnie tak memperbolehan Kyu bekerja Kyu akan tetap mencari pekerjaan tanpa seijin Wonnie…” Kyuhyun berkaca pinggang dengan wajah angkuh.

” Aku suamimu. Jadi kau harus menuruti kemauanku. Kau tidak boleh bekerja. Titik.” tegas Siwon, ” Sekarang kau mandilah!!! Aku akan memasak makan malam.” Siwon pun berdiri.

” Tidak mau.” Kyu masih bersikukuh dengan keinginannya.

” Terserah tapi aku tak akan mengijinkanya. Sekarang mandilah!!!’ Siwon berjalan meninggalkan istrinya yang hanya terdiam menatapnya. Kyuhyun mengambil bantal lalu melemparkan ke pintu setelah suaminya keluar.

” Aku membencimu…” teriaknya.
.
.
.
.
.

Siwon menaruh supnya di meja makan setelah semua selesai di masak. Kyuhyun melarang bibi Han datang dan meminta suaminya yang memasak untuknya. Siwon tersenyum kecil melihat tumpukan es krim di meja makan. Ini cara ampuh menbujuk istrinya selain belanja. Siwon melepas arponya lalu berjalan menuju kamarnya. Terlihat Kyuhyun tiduran dengan selimut yang menutupi wajahnya.

” Kau belum mau mandi sayang?’ Siwon duduk di tepi ranjang dan membelai gundukan itu. Tak ada jawaban. Bahkan Kyuhyun tak bergerak sama sekali. Siwon tersenyum dan membuka selimut itu dan menatap istrinya yang pura-pura tertidur.

“CHU…”

Siwon mengecup bibir plum itu dan membelai rambut istrinya, ” Hari ini aku membeli beberapa cup es krim dengan beberapa rasa dan kau boleh memakan sepuasmu.” bisik Siwon namun pria cantik itu masih belum mau membuka mata.” Baby…”

” Berisik!!!!” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon lalu membungkungi pria tampan yang berstatus suaminya itu.

Siwon hanya mendesah lalu membelai rambut coklat yang mulai memanjang. ” Kau kenapa lagi sayang?’ Siwon mulai merebahkan tubuhnya disamping istrinya dan memeluknya dari belakang mencium aroma tubuh istrinya yang seperti candu baginya. ” Makanlah aku akan mengabulkan apa pun yang kau mau?” Kyuhyun sontak bangun dengan ucapan final suaminya lalu tersenyum manis.

” Aku ingin bekerja.” Kyuhyun melipat tangan di dada.

” Akan aku pikirkan sekarang kau ganti baju lalu kita makan.” Kyu masih dengan posisi yang sama walau Siwon sudah berdiri dan merapikan bajunya, ” Apalagi? sudah aku katakan tadi akan aku pikirkan jadi cepat ganti baju dan cuci mukamu lalu kita makan.” Siwon berkaca pinggang melihat kelakuakn istrinya yang mirip seperti anak kecil saja.

” Aku butuh jawaban iya atau tidak itu saja.” tegas Kyuhyun yang ikut berkaca pinggang menirukan gaya angkuh suaminya.

” Okey. Kau boleh bekerja. PUAS!!!”

Kyuhyun memplout bibirnya, ” Kalau Wonnie tak suka tak usah membentak. Aku tak apa.” kali ini Kyuhyun berteriak mendengar suara keras suaminya.

” Memang kalau aku bilang tak boleh dan tak suka Kyunnie akan menurut.” Kyuhyun mengangguk cepat, ” Tapi tak mau makan atau bicara dengan aku bukan?” kembali Kyuhyun mengangguk.” Itu sama saja.”

” Tapi lebih baik Kyunnie saja yang marah daripada Wonnie.”

Siwonn terkekeh lalu kembali mendekati istrinya. Memeluknya dan mencium keningnya, ” Wonnie tidak marah dan Kyunnie jangan ngambek. Impaskan!!! Jadi sekarang kau ganti baju lalu kita makan malam. Aku tak mau dia dan kau kelaparan. jadi cepatlah!!!” Kyuhyun pun mengangguk semangat lalu segera turun dan berlari ke kamar mandi. Belum lama pintu tertutup dia membuka kembali berlari mengambil baju dan handuk. Siwon hanya tersenyum lalu keluar kamar menunggunya di meja makan.
.
.
.
.

Kyuhyun keluar dengan pyama biru bermotif pokadot berjalan cepat menuju meja makan. Dia mengambil sendok dan mencicip sup yang di buat suaminya.

” Selamat makan.” ucapnya girang.

” Bacalah doa dulu.” Kyuhyun memplout bibirnya lalu menunduk memanjatkan doa. Siwon tersenyum lalu melakukan hal yang sama.
.
.
.
Selesai dengan makan malam Kyuhyun duduk manis di sofa untuk menikmati drama kesukaanya dengan beberapa cemilan dan es krim tentunya. Sedangkan Siwon sibuk dengan alkitabnya sambil tiduran di paha istrinya.

” Wonnie…”

” Hmm…” gumananya namun pandangan matanya masih terfokus pada buku tebal itu.

” Kyu akan kerja dimana?’ tanyanya dengan pelan dengan sedikit melirik suaminya.

Siwon tersenyum kecil, ” Di perusahaanku. Ada apa?” jawab Siwon.

” Lalu aku akan di tempatkan dimana?” kini Kyuhyun berani menatap suaminya sambil memainkan rambut hitam kelam itu.

Siwon menutup bukunya dan membalas tatapan Kyuhyun, ” Menjadi asistenku.”

” Lalu bagaimana dengan asisten Kim. Kau tak memecatnya bukan?” Siwon mengelengkan kepala, ” Lalu kita akan berbagi tugas?” Siwon mengangguk. Kyuhyun tersenyum puas, ” Lalu apa tugasku?”

” Hmm…menjaga bayi ini tumbuh dengan sehat sampai dia lahir lalu merawatnya seumur hidup.” Kyuhyun memukul lengan suaminya dengan kesal sedangkan Siwon hanya terkekeh, ” Itu benar sayang…”

” Sudahlah!!! Minggir kau memang tak pernah serius…” Kyuhyun mendorong-dorong kepala suaminya namun Siwon masih belum mau bangkit.

” Lalu kau ingin pekerjaan yang bagaimana?”

” Pekerjaan yang sama denganmu tentunya.”

” Kau ingin mengantikanku.”

” Bukan.” Kyuhyun menundukan kepala. Siwon tersenyum lalu mengecup singkat bibir plum yang mengkerucut imut.

“Sekarang tidurlah!!! Sudah malam. Bukan besok kau harus kontrol ke dokter Kang.” Kyuhyun mengangguk namun tetap saja tak beranjak dari tempatnya. ” Baby…”

” Nanti dulu…ini masih seru…” Siwon hanya mengelengkan kepala dan kembali membuka alkitabnya lalu mencium perut buncit Kyuhyun.

” Saranghae…” bisiknya lalu mulai kembali membaca setiap kata yang tertulis dalam alkitab.
.
.
.
.
.
.

Siwon mendengus kesal ketka jam bekernya berbunyi. Rasanya dia baru saja tidur namun sudah harus kembali bangun. Dia mengapai-gapai sebelah kananya namun sudah kosong dan dingin. Kemana lagi istrinya? Dia melirik jam dindingnya namun masih cukup pagi untuk Choi Kyuhyun bangun, dengan malas pun dia mulai bangkit dan menyikirkan selimut yang cukup membuat malas begerak di cuaca yang memasuki musim dingin. Dia berjalan keluar dan melihat pemandangan mengejutkan.

” Morning Wonnieku sayang…” Kyuhyun langusng menghampiri suaminya dan mengkalungkan kedua tangannya di leher suaminya lalu memberikan ciuman sekilas di bibir joker itu. Kyuhyun tersenyum tipis membelai bulu lembut yang mulai tumbuh di sekeliling dagu suaminya, ” Segera bersihkan ini. Aku tak suka.” omel Kyuhyun namun masih dalam posisi yang sama.

” Bukan kita kontrol pukul sepuluh sayang kenapa kau sudah terlihat begitu seksi…” Siwon menyentil hidung mancung istrinya lalu kembali memberikan kecupan kecil di bibir manis itu.

” Bukan hari ini aku akan bekerja. Jadi aku bangun pagi.Tapi setelah mandi tadi aku lapar jadi membuat susu dan sereal.” jawab pria cantik itu sambil menatap suaminya.

” Bukan aku bilang masih pikirkan. Jadi kau belum bisa bekerja sekarang sayang tapi nanti…” Kyuhyun melepaskan rangkulan di leher suaminya lalu berjalan meninggalkan Siwon. Kyuhyun menghentakkan pantatnya dengan keras sambil meraih segelas susu coklat hangatnya. Dia sudah cukup senang pagi ini namun suaminya membuatnya kesal kembali. Siwon mengambil duduk di sebelah istrinya dan membelai wajah cantik itu dengan sayang, “Baby, bagaimana bila hari ini aku yang mengantarkanmu ke dokter? Hum?’

” Tidak usah. Aku sudah janji dengan sungmin umma.” Kyuhyun segera melahap sereal terakhirnya lalu berdiri membawa pring dan gelas kosngnya ke bak cucian. Siwon segera mengekor.

” Lalu aku kapan? Aku juga ingin tahu sayang…hari ini aku free jadi biar aku yang antar ya?’ bujuk Siwon. Namun pria cantik itu tak menjawab dia masih sibuk dengan urusan cuci piringnya. ” Baby…”

” Nanti aku pikirkan dulu.” Kyuhyun menarung gelas dan mangkuk itu di tempat piring basah lalu berjalan meninggalkan suaminya. Siwon mendesah kesal, istrinya sedang membalasnya. Kyuhyun masuk ke dalam kamar merebahkan tubuhnya diranjang menarik selimut sebatas dada lalu memejamkan mata ketika melihat Siwon datang dan menghampirinya.

” Kau tak menemaniku sarapan sayang?” Siwon duduk di tepi ranjang dengan wajah memelas.

” Mianhae…aku mengantuk Wonnie.” Kyuhyun merubah posisi tidurnya menjadi miring agar tak menatap wajah suaminya.

” Baiklah.” Siwon tahu istrinya sedang marah padanya tapi dia juga tak ingin istrinya kelelahan. Dia pun bangkit lalu berjalan menuju kamar mandi. Siwon hanya mendesah lemas, istrinya tak menyiapkan baju kerjanya, tak memasangkan dasi atau berteriak manja karna tak ingin sarapan pagi.

” Baby…” Siwon mendekati istrinya yang hanya berguling-guling di ranjang, “Aku pergi dulu…” Siwon mendekatkan wajahnya ingin mengecup kening istrinya namun Kyuhyun mengeliat.

” Hmm..hati-hati.” dingin dan acuh membuat Siwon hanya mengangguk lalu berjalan keluar kamar. Kyuhyun pun bangkit dan mengambil PSPnya. Sebenarnya dia sama sekali tak mengantuk tapi dia sedang kesal dengan suaminya. .
.
.
.
.
.
.
.
” Hmmm Ne. Aku tunggu umma.” Kyuhyun menutup ponselnya lalu segera berdiri memilih baju di lemari. Dia harus segera berdandan karna mertuanya akan menjemputnya untuk memperiksakan kandunganya. Kyuhyun memilih kaos biru dan celana pendek. Dia sedikit merapikan rambutnya sebelum mengambil tas. Kyuhyun berjalan keluar kamar menuju dapur hanya untuk mengambil susu segar dan menenuknya dengan cepat. Tak lama pintu utama terbuka membuat Kyuhyun menjengit. Siapa yang datang? Siwonkah? Seingatnya ibu mertuanya tak tahu pas apatermentnya. ” Umma…” Kyuhyun sontak berlari menghampiri ibu mertuanya namun senyuman itu memudar ketika melihat siapa yang di belakang ibu mertunya.

” kau sudah siap sayang?’ tanya Sungmin sambil tersenyum manis. Kyuhyun mengangguk cepat.

” Tunggu sebentar aku ganti baju dulu…” Siwon berjalan cepat menunju kamarnya.

Kyuhyun menatap suaminya berlalu di sampingnya, ” Umma…apa pak Kim sakit?” Sungmin mengelengkan kepala, ” Lalu kenapa Wonnie yang mengantar?” tanya lagi dengan nada manja tentunya.

” Dia ingin melihat perkembangan ini…” Sungmin menunjuk perut Kyuhyun lalu melempar senyuman, ” Bukan kau senang bila suamimu yang mengantar. Kau pernah mengeluh bukan suamimu terlalu sibuk.” Kyu memplout bibirnya lalu kembali menoleh ketika mendengar suara pintu kamar terbuka.

” Kita berangkat sekarang…” Siwon sudah nampak segar dengan baju yang senada dengan istrinya.

Siwon menghampiri istrinya namun Kyuhyun segera menghindar, ” Aku ambil tas dulu umma…” Kyuhyun berjalan menuju dapur untuk mengambil tasnya.

” Kalian sedang bertengkar sayang?’ bisik Sungmin. Siwon hanya mendesah. Istrinya masih mengacuhkannya.
.
.
.
.

Siwon masih terdiam ketika istrinya duduk di belakang bukan menemaninya di sampingnya.

” Aku bukan supir.” protes Siwon.

” Umma…sebenarnya Pak Kim kemana? Kenapa kita tak naik taksi saja. Itu lebih cepat…” keluh Kyuhyun manja. Dia tahu ibu mertunya lebih mencintainya daripda putra kandungnya. Berbeda dengan ibu kandungnya sendiri lebih suka membela suaminya.

” Siwon…” Sungmin hanya menatap putranya dengan tenang.

” Tapi umma…” Sungmin hanya menatapnya dan itu sudah menjadi keputusan telak agar Siwon menjalankan mobilnya tanpa protes, ” Baiklah!!! Nyonya-nyonya Choi…ingat ini tak gratis…” Siwon menatap istrinya dengan wajah dingin namun Kyuhyun tak perduli dia asik dengan ponselnya.
.
.
.
.
.
Kyuhyun membuka sedikit bajunya lalu dokter Kang mengoleskan sesutu seperti jelly di perutnya. Dia merinding geli. Siwon dan Sungmin menatap tajam ke layar yang menujukan dimana janin itu tersimpan. Kyu pun penasanan ikut melihat kesampingnya.

” Omo…Cucu Umma…” Sungmin begitu bahagia melihat calon cucunya tubuh sehat di dalam perut menantunya. Terlihat jelas bagaimana anggota tubuhnya namun sayang jenis kelaminya masih belum bisa di lihat karna tertutup badan si baby. Jari-jari mungilnya mulai terbentuk. Mata. Ya Tuhan Siwon hampir tak berkedip melihatnya. Menghela nafas lalu menatap istrinya. Ingin sekali Siwon langsung memeluknya dan mengucapkan terima kasih pada istrinya. Beberapa bulan lagi…ya tepatnya 5 bulan lagi dia akan di panggil ayah oleh janin itu. Siwon menarik nafas lalu tersenyum pada istrinya tapi sayang Kyuhyun tetap mengkerucutkan bibirnya lalu membuang muka.
.
.
.

” Jangan terlalu stress dan berpikiran yang berat. Apa kau sudah sering memberikan musik.” Kyuhyun mengangguk dengan semangat, ” Jangan makan sebarangan. kau tahu bukan itu juga dimana oleh janinmu…”

” Ne dokter Kang. Aku sudah menuruti apa pun yang dokter katakan. Sekarang aku juga rajin senam hamil dan juga minum vitamin.”

Sungmin menatap menantunya yang mulai berubah dewasa. ” Dokter Kang…kira-kira kita kapan bisa melihat kelaminnya?”

” Harusnya sudah terlihat namun karna si kecil masih malu jadi dia menutupinya. Berabarlah!!!” jawabnya.

” Umma…apa kau ingin cucu laki-laki?” Sungmin masih menatap serius, ” Jadi bila dia [erempuan umma tak akan sayang?”

” Kata siapa sayang?” Kyu masih setia dengan bibir mengerucut. Dia tak malu meski itu di depan dokter Kang. Tapi dokter paru baya itu sudah terbiasa dengan sikap manja pria cantik itu. ” Laki-laki atau permpuan itu sama saja sayang tak ada bedanya. Aku hanya penasaran jadi aku bisa…” Sungmin sontak menutup mulutnya dan memalingkan pandangan.

” Bisa apa umma?” Kyuhyun penasaran dengan ucapan mengantung mertuanya. ” Umma….” rengeknya.

” Sudahlah!!! Dokter Kang masih banyak pasien jadi kita keluar saja.” Siwon berusaha menengahinya.

” Kyuhyun jaga kesehatanmu…” Kyuhyun pun membungkukkan badan lalu berjalan menyusul ibu mertunya.
.
.
.
.
Kyuhyun menikamti makan siangnya dengan lahap. Stek daging menjadi menu utamanya dan es krim sebagai hidangn mencici mulut tentu saja setelah belanja kebutuhan sehari-hari mereka. Nyona Choi dengan senang hati menemani.

” Kalian tak mampir?’ tanya Sungmin ketika turun dari mobilnya. Kyuhyun mendongakan kepalanya di pintu mobil ketika dia akan mengangguk.

” Tidak umma. Kyuhyun pasti lelah. Jadi kita langsung pulang saja.” jawan Siwon. Kyu pun hanya merengut dan kembali duduk dengan tegap.

” Baiklah!!! lain kali kalian harus menginap.” Siwon pun mengangguk dan menutup kaca jendelanya lalu mulai melajukan mobilnya.

Siwon menoleh kebelakang,”Kau tidak ingin pindah duduk sayang?’ tanyanya dengan suara lembut. Kyuhyun hanya menggelengkan kepala namun pandanganya masih terfokus pada ponsel pintarnya. ” Kita langsung pulang atau kau ingin mampir ke suatu tempat sayang?’ kembali hanya gelengan kepala yang menjadi jawaban. Okey Siwon mati kutu. Istrinya sedang mendiamkannya.
.
.
.
.
.
Kyuhyun terlihat lemas dan tak bertenaga membawa barang belanjaanya. Siwon tak tega sebenarnya namun dia bersikeras membawanya sendiri.

” Tak ingin naik kepunggungku sayang?’ tawar Siwon ketika Kyuhyun hanya diam menyandarkan tubuhnya di dinding elavator. Kyuhyun mengelengkan kepalanya. ” Biar aku saja yang membawa barangmu.” kali ini Siwon sedikit memaksa karna dia benar-benar tak tega melihat Kyuhyun yang lemas. Namun Kyuhyu tetap menolaknya. Jadi pada akhirnya, Siwon tetap siaga di belakang pria cantik itu. Siwon membuka pintu rumah mereka dan menaruh belanjaan mereka di conter dapur. Kyuhyun pun langsung merebahkan tubuhnya di sofa.

” Jangan gantung kakimu. Kau akan lebih sakit.” Siwon pun menarikan kedua kaki Kyuhyun ke sofa lalu dia duduk di meja menatap istrinya yang menutup mata. ” Tidurlah dikamar sayang?’ Kyuhyun mengeleng lalu merubah posisi tidurnya menghadap punggung sofa. Siwon hanya menghela nafas lalu berdiri meningalkan istrinya dan mulai membereskan belanjaanya. Kyuhyun benar-benar tertidur nyenyak hingga tak sadar bila dia sudah berpindah ke ranjangnya. Siwon membelai wajah pucat itu lalu mencuri kecupan di bibirnya sebelum dia bergegas mandi.
.
.
.
.

” Hmm…okey. Siapkan semua. Hmm aku tak mau ada yang tertinggal. Okey!!!” Siwon menutup sambungan teleponya ketika melihat istrinya mulai mengeliat. ” Kau sudah bangun?” Siwon menghampiri istrinya lalu duduk tepi ranjang, ” Kau ingin apa untuk makan malamnya?” Siwon membelai wajah istrinya.

” Aku masih mengantuk.” Kyuhyun kembali menghindari sentuhan Siwon.

” Mau sampai kapan kau marah?”

” Aku tak marah.”

” Lalu apa? kau menghindariku sejak tadi.” Kyuhyun tak menjawab. ” Kita makan di luar bagimana? Lalu setelah itu kita ke pasar malam. Disana kau bisa membeli banyak gula kapas? Hum?”

” Aku lelah.”

Siwon hanya menghela nafas, ” Kalau begitu kita melihat film di rumah. Bagaimana?” Kyuhyun hanya mengeleng, ” Ayolah!!! Mungkin setelah ini aku akan sibuk dan jarang menemanimu. Kau tahu proyekku sudah deal dan aku sudah menyetujuinya. Pasti aku akan sering lembur. Apalagi perusahaanmu juga sedang maju pesat. Ada investor baru dan tertarik dengan sistem kerja kerja kita.” keluh siwon.

” Kalau begitu bekerjalah aku tak apa.” jawab Kyuhyun tanpa menatap suaminya. Hanya helaan nafas yang terdengar lalu kembali hening.
.
.
.
.
Suasana masih dingin walau ini sudah hampir malam. Siwon tetap sibuk dengan tabletnya dan Kyuhyun dengan gamenya. Meski sesekali siwon melirik ke arah Kyuhyun yang sama sekali tak lelah menatap layar tabletnya.

” Sayang kau tak lapar?” Siwon menyentuh rambut Kyuhyun lalu mengecup keningnya. Kyuhyun mengelengkan kepala, ” Tapi ini hampir malam. Bagaimana kita makan di luar saja?” tawar Siwon sambil menarik kepala istrinya untuk berlabuh di dadanya. Kyuhyun masih tak bergeming. Manik coklat itu masih terfokus dengan layar tabletnya. Siwon mengusap perut buncit Kyuhyun dengan lembut berharap dia merasakan keberadaannya sesuatu di dalam sana. Siwon mengecup rambut istrinya berulang-ulang. ” Baby…sampai kapan kau akan mendiamkanku?” Kyuhyun tak menjawab dia hanya melirik dari ekor matanya. Siwon sudah berulang kali menghela nafas, ” Kau tahu…aku hanya ingin terbaik buat kalian. Aku hanya tak ingin kau lelah. Apa aku salah? Namun apa? Kau tetap saja ingin menyusahkan dirimu sendiri. Bukan kau pernah bilang aku tak pernah tahu bagimana jadi kau…aku hanya ingin mengerti dirimu…seberapa pun aku tahu tentang kamu semua kau anggap kurang sayang…” Siwon semakin mengeratkan pelukannya dan kembali mencium kening istrinya, ” Aku mencintaimu…sangat…kau orang pertama yang membuatku gila dengan sikap dinginmu,kau membuatku selalu berpikir tentangmu…”

Kyuhyun menadahkan wajahnya lalu mengecup bibir joker itu dengan lembut. ” Aku hanya ingin melihatmu setiap saat…” cicitnya lalu menundukan kepala, ” Semakin hari semakin membuatku sesak dan tak tenang…” Siwon meraih dagu istrinya lalu kembali mengecup bibir plum itu, “Itulah alasanku…” Siwon tersenyum lalu memeluk erat tubuh istrinya.

” Sungguh aku bersyukur!!!” Kyuhyun kembali menadahkan wajahnya menatap penuh tanya, ” Aku harus berterima kasih pada Tuhan karna mengirimkan malaikat kecil ini.” Siwon kembali mengusap perut istrinya, ” Saranghae…saranghae Choi Kyuhyun…”

” Nado…nado saranghae Choi Siwon…” jawabnya lalu kembali menyamankan kepalanya di dada suaminya. ” Kapan kita makan?” cicitnya.

” Bukan kau bilang tak lapar.” Kyuhyun memukul dada Siwon dengan keras, ” Aww…appo….”

” Kau ingin anakmu kelaparan. Bukan tadi katamu kau bersyukur…” protes Kyuhyun namun itu membuat Siwon terkekeh geli dan melayangkan ciuman bertubu-tubu di kening istrinya.

” Kau ingin makan apa baby…”

” Aku ingin bubur daging.”

” Baiklah!!! Cepat ganti bajumu sana…kau bau…”

” Yah!!!” kembali Kyuhyun memukul suaminya. Mungkin itu akan menjadi hobi baru Choi Kyuhyun.
.
.
.
.
.
.
Kyuhyun memplout bibirnya ketika melihat suaminya disapa seorang wanita cantik dengan tinggi di atasnya. Wanita itu tersenyum dengan bibir merah merona. Bahkan Siwon pun sempat menyentuh pundaknya. Kyuhyun hanya mampu menatapnya dengan mata memanas. Entah kenapa rasa cemburunya begitu besar. Siwon membawa nampan berisi bubur mereka berdua menghampiri mejanya namun Kyuhyun hanya menatap mangkuk besar berisi makanan itu dengan wajah ditekuk.

” Kau menunggu lama. Mianhae…tadi aku bertermu dengan rekan bisnis. Ternyata dia juga sering membeli bubur disini.” Siwon tersenyum kecil sambil mengulurkan sendok ke arah Kyuhyun. ” Dia wanita hebat. Dia adalah putri tunggal namun tidak manja. Kau tahu dia sudah mampu mengembangkan perusahaan sampai ke asia. Aku salut.” ucapnya tanpa memperhatikan istrinya hanya mengaduk-aduk mankananya. ” Hmmm…kenapa?’ Siwon menatap istrinya yang tiba-tiba menaruh sendoknya dengan sedikit kasar.

” Aku ingin ke toilet.” Siwon hanya tersenyum kecil lalu kembali melahap buburnya.
.
.
Lima belas menit berlalu namun istrinya belum kembali. Siwon mulai resah dan berpikiran negatif. Dia takut terjadi sesuatu dengan istrinya. Dia melangkah cepat menuju kamar mandi namun nihil tak ada istrinya. Kemana dia? Apa ada toilet lain?

” Jeogiyo…apa kau melihat istriku?” Siwon bertanya pada salah satu pelayan, ” Dia tadi ke kamar mandi namun aku lihat kosong. Apa ada kamar mandi lain?”

” Tidak hanya itu kamar mandi disini. Kalau pria pucat yang duduk dengan Anda tadi…dia tak pergi ke kamar mandi namun dia keluar?’

” MWO?”

Siwon segera berlari mencari sekeliling rumah makan namun tak terlihat istrinya. Siwon mengambil ponselnya namun nihil istrinya tak menjawabnya.
.
.
.
.
.
“Mu seun illiseo?” Kyuhyun menenguk coklat panasnya. ” Bicaralah!!! Sejak tadi kau hanya makan saja.” kesalnya.

” Chwang….dugaanku benar. Dia selingkuh?”

” Siapa?’

” Siwon.”

” Darimana kau tahu?”

” Tadi aku melihatnya dengan seorang wanita dan dia dengan santainya memujinya di hadapanku.”

” Hanya seperti itu kau anggap selingkuh? Kyu…Yunho seribu kali membicarakan wanita yang ada di kantornya.” Changmin melipat tangan di dada. ” Kau terlalu banyak melihat drama.”

Kyuhyun melahap roti isi yang di hidangkan sahabatnya, ” Aku tak pernah mendengar dia membicarakan wanita atau pria lain di hadapanku dengan wajah sebahagia itu. Kau tahu tadi aku melihat dia menyentuh pundaknya. Wanita itu pemilik parfum yang sering aku cium.”

“Itu namanya belum bisa di anggap selingkuh.”

” Lalu…”

” Begini saja. kau coba datang diam-diam ke kantor suamimu dan cari tahu bagimana kelakuan dia di kantor. Bila memang dia sering bertemu dengan wanita itu…mungkin kau harus hati-hati. Bagaimana?” Kyuhyun nampak berpikir lalu mengangguk setuju.

” kau tak punya makan lagi? Aku benar-benar lapar…”

” Sebenarnya kau kemari mencari makanan atau ingin bercerita?”

” Keduanya bisa jadi. Aku baru berdamai dengan Siwon.”

” Kalian yang bertengkar kenapa aku jadi ikut terlibat.”

” Karna kau sahabatku. Chwang…”

” Tak ada. Hanya itu. Beruang itu belum memberikan aku uang bulan ini.”

” Bukan kau sudah bekerja. Kemana gajimu?”

” Kau ummaku? Kenapa jadi mengurusi kehidupanku. Di sini kau yang bermasalah bukan aku dan masalah uang itu jadi urasan pribadiku.”

” Lalu kenapa Yunho hyung harus menghidupimu. Kau bukan istrinya? Kenapa kalian tak menikah saja. jadi bila kau tak di beri uang bulanan kau bisa protes.”

” Kenapa kau jadi banyak bicara…? Aku belum mau menikah dengannya sebelum dia jadi direktur. kau tahu bukan itu cita-citaku…”

” Karna itu kau menidolakan suamiku?” Changmin menepuk keningnya lalu menatap dengan tajam ke arah sahabatnya.

” Tutup mulutmu atau ku lempar kau keluar rumahku.”

” Kau selalu berkata kasar padaku. Apa salahku?” Kyuhyun menundukkan kepala.

HENING!!! tak ada pembicaraan setelah itu.

Ting..Tong…

” Itu pasti suamimu…”

” Darimana kau tahu? Apa kau menghubunginya?”

” Tidak. tapi aku tahu dia akan datang ke mari pertama kali setelah menghubungi rumahnya dan rumahmu. Tunggu di sini.”

” Kenapa kau tak abaikan saja?”

” Ya..ya..ya..bila kau ingin pintu rumahku di ganti lalu aku akan mendapatkan protes dari tetangga karna onar yang dia buat suamimu…” Kyu hanya mengkerucutkan bibirnya.

” Dia bukan pembuat onar Chwang…”

” Lalu apa? Kau yang pembuat gaduh?” Kyu semakin memplout bibirnya. Temanya suka berkata seenaknya padanya.

Siwon berjalan cepat menghampiri istrinya yang masih menikmati coklat panasnya. Changmin hanya mampu mengelengkan kepala.

” Kenapa kau suka sekali membuatku cemas…?” Siwon terlihat kacau namun sayang Kyuhyun tak perduli. Dia hanya memainkan cangkirnya. ” Baby…”

“Chwang terima kasih untuk makan malamnya.” Kyuhyun pun berdiri mengambil tasnya lalu berjalan meninggalkan Siwon yang baru saja duduk disampingnya. ” Aku pulang dulu…” Kyuhyun mengenakan sepatunya. Siwon segera menyusulnya.

” Bukan kita baru berdamai sayang…” Siwon ikut masuk ketika pintu evalator terbuka. ” Kau kenapa lagi?” Siwon meraih tangan istrinya.

” Tak apa.” jawabnya namun tetap tak memandang suaminya.

” Lalu kenapa kau pergi tanpa sepengetahunku. Bila kau ingin pergi ke tempat Changmin tinggal bilang bukan? Aku tak akan melarangmu sayang…”

” Mianhae membuatmu cemas…”

Siwon memeluk istrinya dengan erat, ” Jangan lakukan lagi.”Siwon memejamkan mata merasa lega mampu menemukan istrinya.

” Kenapa tidak.” jawabnya.

” Baby…” sentak Siwon namun Kyuhyun tetap tak memperdulikannya.
.
.
.
.
.
Siwon benar-benar sibuk sseperti yang di ucapakan tempo hari. Dia berangkat pagi dan pulang ketika Kyuhyun sudah tertidur lelap. Ketika makan siang, dia hanya menyempatkan sms atau telepon istrinya. Sedangkan dia hanya makan roti isi yang dia beli di kantin kantornya. Siwon benar-benar tak punya waktu hanya untuk makan. Hari ini Nyonya Cho dan Nyony Choi sedang mencoba resep masakan. Sedangkan Choi Kyuhyun hanya terdiam di conter dapur sambil memopang dagu.

” Kemarilah bantu kami.” omel Heachul ketika melihat putra manisnya hanya terdiam memandanginya.

” Tidak mau. Aku lelah…” jawabnya sambil merebahkan kepalanya di conter dapur.

” Kenapa lagi dia?’ tanya Heachul pada Sungmin. Namun Nyonya Choi hanya mengelengkan kepala. ” Tak bisanya dia tak semangat. Apa dia berterngkar lagi?”

” Aku pikir juga begitu. Tapi tadi dia masih di antar Siwon.” jawab Sungmin.

” Ahjumma jangan membicarakanku…aku mendengar semua…” omel Kyuhyun yang masih merebahkan kepalanya.

” YAH!!!” Heachul ingin sekali memukulkan patula di kepala putranya.

” Wonnie selingkuh…”

“MWO???” kali ini dia wanita paru baya itu kembali berteriak histeris.

Kyuhyun mengangkat kepalanya lalu mengkerucutkan bibirnya, ” Jangan bicara sembarangan?” Heachul melepas arponnya lalu mematikan kompornya. sungmin pun melakukan hal yang sama.

” Kenapa umma masih mempercayai menantu umma…” Kyuhyun merengek dengan suara sumbang. Air matanya mulai mengalir deras, ” Aku sudah membuktikannya…” kali ini tangisanya semakin kencang.

Sungmin berlari mengambil air ketika Heachul menenangkannya, ” Minumlah dulu!!! Ceritakan pelan-pelan.” Sungmin mengulurkan segelas air putih itu lalu duduk disamping menantunya. Kyuhyun mulai menceritakan semua walau ada sedikit bumbu dalam ucapannya. Dua wanita itu mengerang kesal. Bagimana Siwon yang alim bisa melakukan hal itu ketika istrinya hamil?

” Kau ikuti saran Changmin. Bawakan dia makan siang tapi jangan memberitahunya bila kau ingin datang…” Heachul kembali ke dapur melanjutkan cara memasaknya.

” Iya. Kau di antar pak Kim. Sekarang tenangkan dirimu dulu. Umma buatakan coklat panas. Hum?” Kyuhyun tersenyum manis lalu mengangguk.
.
.
.
.
.
Kyuhyun membawa dua kotak besar di tangannya. Menurut sekertarisnya Siwon sedang ada rapat jadi Kyuhyun di suruh menunggu di dalam. Kyuhyun menaruh kotak makannya di meja lalu duduk di kursi kerja Siwon. Dia memainkan pulpen yang ada di sana sambil memandang keluar jendela. Siwon terlihat terburu-buru membawa masuk seorang wanita ke dalam kantornya dan tak memperdulikan sekertarisnya mengajaknya bicara.

” Kau sudah tak apa?’ Siwon bertanya.

” Tak apa tuan Choi. Terima kasih Anda begitu baik pada saya.” wanita itu merangkul Siwon dengan erat membuat Siwon hanya menepuk pundaknya sambil tersenyum cangggung.

Kyuhyun meremas tanganya sendiri lalu berjalan menghampiri meja dekat Siwon berdiri lalu melemparkan kotak makan itu membuat Siwon dan wnita itu terkejut.

” Jadi ini alasanmu kenapa aku tak boleh bekerja di kantormu? Agar kau bebas berselingkuh? Ha…” Kyuhyun pun langsung berlari meninggalkan Siwon. Spontan Siwon mendorong tubuh wanita itu hingga terjungkal di lantai. Kini dia berusaha mengejar istrinya namun pintu elevator sudah tertutup. Tak habis akal Siwon berlari menunju tangga darurat. Dia berharap mampu menjelaskan kepala istrinya bahwa semua yang di lihat tak seperti di otak cantiknya. Kyuhyun menghapus air matanya, kenapa tak ada yang percaya bahwa suaminya selingkuh. Semua berpikir suaminya adalah pria baik. Kyuhyun buru-buru keluar setelah pintu elevator terbuka. Dia tak menghampiri pak Kim namun berjalan menuju tepi jalan untuk mencari taksi. Siwon kembali terlambat taksi itu sudah berjalan ketika dia sampai.

” Choi Kyuhyun…” teriaknya namun percumah karna taksi itu sudah berjalan menjauh.

” Tuan Choi apa terkejar?” Siwon menoleh ke arah suara itu lalu menundukan kepala. ” Mianhae…”

” Itu bukan salah Anda Liu wen-sii.” jawabnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Tak pernah ada yang sadar bila wanita itu sedang menyeringai.

TBC…
Gak terlalu lama ya..maaf sekrang gak bisa setiap minggu up date…mungkin karna mood juga tapi selain itu juga banyak kerjaan numpuk dan masalah yang tak kunjung selesai. ( CurCol)
Hahahhaha walau WGM sudah berlalu dan hanya jadi kenangan namun entah kenapa aku masih suka bayangin wajah wanita itu. Mungkin saya jatuh cinta padanya wkwkwkwk dan ingin menjadikan dia tokoh antagonis saya. Mianhae…buat yang tak suka… Okey jangan lupa isi kontak komentar ya…karna hanya itu semangat saya… selamat membaca sahabat WonkyuCrop… *kecupBasahChoiSiwon

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

41 thoughts on “Tentang Kamu – part 17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s