Posted in BL, Drama, Family, Romance

Tentang Kamu – part 16

Tentang Kamu – Part 16

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
INI PANJANG dan membosankan
^_^
.
.
.
.

” Karna itu berkatalah dengan jujur? Apa kau menyesal menikah denganku. Apa karna aku memaksamu dan kau menyesal menikah terburu-buru denganku?”

” Apa kau benar-benar ingin mendengar apa alasanku?”

” Iya seberapa pun menyakitkannya aku akan menerimanya…”

” Aku…” Kyu terdiam. Menarik nafas sedalam-dalamnya, ” Aku…aku hanya ingin seperti yang lain. Sekolah, menjadi sarjana, lalu masih bebas. Umurku masih cukup muda itu menjalin sebuah pernikahan. Kau tahu bukan… aku..aku… juga masih punya cita-cita.”

” Walau kau sudah menikah denganku tapi kau masih bisa kuliah. Apa yang kau cita-citakan?”

” Tapi itu beda. Dalam hitungan beberapa bulan aku akan di panggil umma….” Kyu menundukkan kepala. ” Dan semua orang melarang aku menjadi manja…semua orang menyalahkanku, semua….bahkan umma. Dia bilang bila aku seperti ini terus aku akan kehilanganmu. Aku juga masih ingin bebas dan bernafas. Bahkan selama aku di rumah, mereka memaksa aku untuk segera pulang. Itu masih rumahku bukan?”Kyu tertunduk.

Siwon berjalan mendekati istrinya lalu meraih kedua telapak tangannya, ” Kau ingin apa? Aku akan membiayainya. Kau ingin butik, atau apa? Aku akan memberikan apa pun yang kau inginkan sayang…” ucap Siwon dengan serius.

” Tapi bukan itu yang aku inginkan.”

“Lalu apa? Kau ingin apa? Kau bisa katakan. Baby bahkan aku rela memutar otak untuk mengatasi perusahaan appamu. Aku tak meminta apa pun. Aku hanya ingin kau tersenyum untukku. Bila kau ingin kuliah, itu masalah gampang. Setelah bayi kita lahir kau mulai dengan kelas barumu. Aku akan tetap membantumu seperti biasa.” Siwon mengucapkannya dengan menggebu-gebu.

Kyu menarik tangannya, “Itulah alasannya.” Kyu terdiam,” Bahkan sekarang kau sudah sering membentakku…” keluh Kyuhyun.

” Itu karna aku terlalu tertekan. Kau tahu…hanya kau dan calon bayi kita yang membuat aku semangat. Walau lelah…aku tetap bertahan karna aku ingat ada kau dan calon bayi kita yang membuat aku bangkit. Bila kau berkata menyesal telah melewati semua ini itu sama saja menusuk seribu pisau di jantungku. Ku pikir dengan kita hidup bersama dan memiliki bayi seperti keinginan kita semua akan baik-baik.”

Kyu hanya memainkan jarinya, ” Aku juga ingin seperti itu…tapi..tapi…Sebenarnya bukan aku menyesal… tapi…” Kyu tak tahu harus berkata apa lagi. Dia juga tak mengerti. Menikah dan memiliki Siwon adalah keinginannya. Tapi ketika berpikir bahwa menjadi istri dan calon ibu dari anak Choi Siwon tak semudah di negeri dongeng. Dia sedikit ketakutan. ” Aku pikir menikah itu tentang dua orang yang saling mencintai. Tak ada yang lain. Tak perlu mendengar yang lain. Namun…ini lebih rumit. ” Kyu menunduk dengan memainkan jarinya, ” Ini melelahkan…Umma berkata aku harus menunggumu sampai pulang kerja lalu mengambil jas dan tas kerjamu. Menyiapkan air hangat, baju ganti dan juga makan malam. Kyunnie…” ucapnya mengantung lalu menatap suaminya sekilas kemudian menunduk kembali. ” Kyunnie belum mengerti…tapi masalahkanya Kyunnie sudah hamil jadi siap tak siap Kyunnie harus menjalankan…” Kyu semakin menunduk dalam melihat kakinya yang terus bergerak gelisah. ” Changmin juga bilang ini salahku kenapa aku cepat menikah. Harusnya aku menyelesaikan kuliahku, lalu mulai bekerja, berkencan dan setelah kita menikmati kehidupkan bebas kita baru memutuskan menikah.” lanjutnya.

Siwon memejamkan mata lalu menghela nafas, ” Jadi inti dari semua ini kau menyesal menikah denganku?”

” Bukan…”

” Lalu apa lagi kalau bukan menyesal. Apa kurang kebebasan yang aku berikan? Bahkan apapun yang kau inginkan aku kabulkan. Kau masih ingin memilih pria lain untuk mendampingimu? Kau ingin berpisah? Ha…” Siwon mulai terbalut emosi dan mengucapkan dengan nada ketus dan dingin.

“Aku tak pernah berpikir seperti itu. Kenapa kau berpikiran seperti itu?” Kyu memplout bibirnya. ” Tadi kau bilang ingin tahu, kini kau yang marah. Kau ini sebenarnya mau apa? Kau tak merasakan bagaimana rasanya menjadi aku? Menjadi Cho Kyuhyun…kau juga tak rasakan hamil dengan emosi yang tak stabil. Kau hanya mengeluh setiap aku manja. Bagaimana tiap pagi aku merasakan mutah sampai ingin mati, bagaimana lemasnya ketika kau tak bisa memasukan makanan apa pun dalam perutmu. Kau itu tak mengerti…karna aku yang di posisi tersudutkan…” teriak Kyuhyun ketika hatinya mulai kesal.

” Jadi kau ingin aku mengantikanmu. Itu lebih konyol daripada kau meminta berpisah.”

” Kenapa sejak tadi kau menyebut kata pisah? Apa kau ingin berpisah denganku? Ha…”

” Bukan kau yang memulai. Siapa yang menyesal menikah denganku?”

” Mwo?”

” Sudahlah!!! Aku lelah dan ingin tidur. Kau juga tidurlah!!! ” Siwon berjalan menuju kamarnya dan membanting pintu dengan kencang.

” YAH!!! CHOI SIWON…”
.
.
.
.
.
Cukup lama Siwon berendam sampai istrinya tertidur pulas. Siwon mengambil piama yang sudah di siapkan Kyuhyun. Pria berlesung pipi itu mendekati ranjang dan membelai lembut pipi bulat yang basah karna air mata. Dia memijat keningnya yang tiba-tiba terasa pusing. Dia mengecup kening istrinya sebelum berjalan keluar dengan sempoyongan. Meja makan sudah terhias beberapa makanan. Namun sayang napsu makannya menguap begitu mengingat perkengkaran dengan istrinya tadi. Dia menuju lemari pendingin mengambil air meneral meneguknya sambil menyandarkan tubuhnya di dinding. Sejenak memejamkan mata dia pun kembali berjalan menuju tempat kerjanya.
.
.
.
.
.
Kyuhyun terbangun dengan mata bengkak. Dia melihat kelambu kamarnya belum terbuka. Pria cantik itu menudukan kepala. Apa Siwon belum bangun? atau dia tak tidur di kamar?

” Kau sudah bangun?” Kyuhyun segera mengangkat wajahnya. Dia berpikir suaminya akan mendiamkannya karna pengakuannya semalam.

Kyuhyun tersenyum tipis lalu mengangguk, ” Apa bibi Han belum datang?”

Siwon mengelengkan kepala, ” Aku rasa belum? Kau sudah lapar?” Kyu mengangguk cepat, ” Akan aku buatkan susu hangat bagimana?” Kyu kembali mengangguk sebagai jawaban. ” Tunggu disini.” Siwon pun segera keluar kamar mereka.

Kyu mengusap perutnya, ” Untung ayah tidak marah sayang…” kembali senyuman manis terpantri di bibir plumnya.

Sepuluh menit berlalu Siwon kembali dengan segela susu dan pancake madu. Kyu segera duduk dan menerima nampan berisi makanan dengan antusias. “Makanlah!!” tiba-tiba senyuman di bibir Kyuhyun menghilang. Entah kenapa? Melihat wajah datar suaminya membuatnya merasa asing.

” Kau tak ikut makan?” cicit Kyuhyun. Siwon tersenyum lalu mengelengkan kepala.

” Kalau begitu aku tak jadi makan.” Kyuhyun menaruh nampan itu dengan kasar di narkas samping tempat tidur.

Siwon yang memilih dasi segera menghentikan kegiatanya lalu duduk tepi ranjang, ” Bukan kau lapar?” Siwon kembali menaruh nampan itu di pangkuan istrinya.

” Aku tak mau makan kalau kau juga tak makan.” Siwon hanya mengangguk lalu mulai memotong pancake itu menjadi kecil-kecil agar mudah di makan. Kyuhyun tersenyum kemenangan.

” Makanlah!!” Siwon mengulurkan sepotong pancake ke mulut istrinya.Namun ada yang lain dari suaminya pagi ini.
.
.
.
.
.
.
Kyuhyun sedang sibuk dengan pekerjaan barunya. Memandangi benang rajut dan buku petunjuknya. Sial!!! Sudah hampir dua jam dia membacanya namun tak satu helai pun menjadi satu bentuk. Heachul menghampiri putra cantiknya dengan segelas orange jus.

” Gomawo.” Kyuhyun segera menengguk sampai habis. Karna dia merasa haus.

” Apa benar kau menyesal menikah dengan Siwon?’ pertanyaan itu sontak menghentikan kegiatan Kyuhyun.

” Aku tak pernah bicara seperti itu. Apa Siwon mengandu?” selidik Kyuhyun.

” Sungmin menangis semalam di telpon lalu mengeluh tentang kau menyesal mengadung cucuknya. Apa kau sudah gila sayang? Bagimana kau bisa melakukan itu?”

” Umma aku tak menyesal mengadung anak ini. Kata siapa? Aku bahagia. Bahkan ketika Siwon belum tahu aku sudah berusaha mencari-cari tahu bagaimana menjaga kehamilan muda.”

” Tapi kau menyakitinya dengan perkataanmu itu. Kau tak lihat bagaimana kita bahagia tahu kau hamil. Lalu dengan mudah kau bicara bila seandainya kau tak menikah dengan cepat. Bahkan kau sampai sakit dan sekarang…” Heachul mulai mengebu-gebu ketika putranya tak ada rasa menyesal.

” Umma…”

” Seandainya Siwon tahu pasti dia akan sangat terluka.”

DEG!!!

Kyuhyun membulatkan mata lalu menunduk kembali berusaha sibuk dengan pekerjaanya. ” Harusnya kau bersyukur memilikinya. Kau tahu bukan dia pria baik yang mau menerimamu apa adanya. Dia rela memutar otak ketika perusahan appamu di abang bangkrut. Jangan kecewakan dia.” Heachul menepuk pundak putranya sebelum meninggalkanya sendiri.

Kyuhyun mengambil ponsel di tasnya dan tak ada satu sms atau telpon terhias di ponselnya. Dia hanya menghela nafas, ” Mungkin dia sibuk.” Kyuhyun mengangguk memantapkan hati dan pikirnya. Dia pun kembali bermain dengan benang rajutannya.
.
.
.
.
.

” Kau sudah pulang…” Kyuhyun menyambut suaminya pulang. Siwon hanya mengangguk dengan senyuman.

” Belum tidur.”

” Aku menunggumu pulang. Aku menyuruh Bibi Han untuk pulang lebih awal jadi makannya pasti sudah dingin. Apa perlu aku hangatkan?”

” Jangan terlalu lelah. Jaga kesehatan kandunganmu. Kau belum makan?” Kyu mengelengkan kepala, “Mwo? Kau membiarkan dia kelaparan…” ucapan Siwon sedikit dingin dan ketus.

Kyu mengaruk tengkuknya lalu tertawa kecil, ” Sebenarnya aku sudah makan sedikit sebelum pulang dari rumah umma karna aku ingin makan bersamamu…” jawabnya. Siwon menghela nafas lalu menaruh tasnya di sofa. Dia menggandeng Kyuhyun ke meja makan lalu menarik satu kursi dan mendudukannya. ” Apa tidak perlu di panaskan lagi?” tanya Kyuhyun. Siwon mengeleng lalu mengambil sendok dan mulai memasukan nasi dalam mulutnya, ” Hmm…aku juga sudah menyiapkan baju tidurmu di ranjang. Apa aku perlu menyiapkan air hangat sekarang?”

” Tidak perlu. Habis makan kau istrirahat saja. Ini sudah malam.” jawab Siwon.

” Tapi…aku juga belum mandi. Tubuhku lengket.” keluhnya sambil tertunduk memainkan sumpitnya.

” Kalau begitu mandilah dulu aku akan buatkan susu hangat.”

” Hmmm…bagaimana kalau kita mandi bersama?” Siwon menatap istrinya sekilas, ” Wonnie tidak mau?” Kyu sedikit kecewa ketika melihat Siwon terdiam.

” Terserah. Tapi habiskan makannmu dulu.” Kyu mengangguk antusias.

” Apa kau sibuk hari ini?”

” Tidak terlalu.” Siwon mengambil potongan daging lalu menaruhnya di mangkuk istrinya.

” Lalu kenapa kau tak menghubungi aku sama sekali?” Kyuhyun memberanikan menatap suaminya.

” Aku membaca di artikel bila makanan laut baik untuk kecerdasan otak. Makanlah yang banyak.” Siwon mengambilkan udang dan menaruhnya di mangkuk istrinya. Kyuhyun hanya menunduk lemas. Suaminya tak menangapi perkataannya.
.
.
.
Kyuhyun terus bergerak gelisah di atas ranjang. Selesai dengan acara kita mandi bersama belum juga mencairkan suasana dingin di antara mereka. Dia sekilas melihat suaminya lalu membungkungi lagi. Siwon pun terusik lalu segera duduk dan menatap istrinya.

” Bisakah kita tidur?” suara Siwon meninggi dengan wajah dingin. ” Bila kau ingin sesuatu katakan saja?”

” Mianhae…” Kyuhyun menarik selimutnya lalu menatap langit-langit kamarnya, ” Wonnie…”

” Hmm…”

” Mianhae aku tahu kau kecewa karna ucapanku …Tapi aku…”

” Ya Tuhan aku lupa ada file yang harus aku kirim ke asistenku…” potong Siwon sambil menepuk jidatnya.

” Oh…”

” Kau tidurlah dulu…aku akan segera kembali.” Kyuhyun hanya menangguk. Pria cantik itu hanya menghela nafas ketika Siwon pergi begitu saja tanpa mencium keningnya.
.
.
.
Siwon menyalakan laptopnya dan memandang wallpaper cukup lama. Dia tersenyum kecil menikmati wajah cantik istrinya. Sebenarnya tak ada file yang perlu di kirim namun Siwon hanya ingin menghindari pertengkaran yang semakin mempersulit keadaan. Dia memijat keningnya yang berdeyut sakit ketika pikirnya kembali bergulat dengan perkataan istrinya kemarin. Sakit? Pasti bagimana bisa istrinya berkata menyesal kala dia sedang mengandung anaknya.

Cklek!!!

Pintu terbuka menampakan istrinya dengan sebuah bonekah besar menatap dengan manik karamel miliknya. Siwon buru-buru membuka dokumen di salah satu folder, dia tak ingin Kyuhyn kecewa karna ketahuan berbohong.

“Ada apa? Kau ingin sesuatu?” Siwon pura-pura sibuk dengan laptopnya.

” Aniya. Aku hanya ingin menemanimu kerja.” jawab Kyuhyun dengan senyuman tipis. Pria cantik itu buru-buru duduk di sofa kerja suaminya sambil melihat sekeliling lalu kembali tersenyum.

” Kau akan sakit pinggang bila tidur di situ sayang…” Siwon khawatir itu akan melukai janin dan ibunya.

Kyuhyun tersenyum dan menjadikan bonekah kesayanganya sebagai bantal, “Tak apa. Lanjutkan saja pekerjaanmu…aku akan menemanimu sampai kau selesai.” Kyuhyun berusaha menyamankan perutnya lalu memejamkan mata.

Siwon menutup laptopnya, ” Kita kembali saja ke kamar.” pria berlesung pipi itu segera berdiri meninggalkan meja kerjanya.

Kyuhyun memplout bibirnya, ” Apa Wonnie tak suka Kyunnie temani? Tak apa bila memang begitu, aku akan kembali ke kamar.” Kyuhyun segera bangkit dan mengambil bonekahnya lalu berjalan mendahului suaminya.

” Baby…” Kyu menghentikan langkahnya lalu membalik badan berusaha tersenyum walau hatinya menagis, ” Bukan seperti itu…”

“Aku mengerti. Mungkin bila aku disitu akan menganggu konsentrasimu.” Kyuhyun tersenyum kecil menahan rasa sakit di perutnya, ” Aku kembali saja ke kamar. Benar juga katamu, aku bisa sakit pinggang.” Kyuhyun sedikit meringis karna perutnya begitu melilit. Keringat tiba-tiba menghiasi wajahnya. “Aku akan kembali ke kamar.” Kyuhyun segera melangkah keluar menuju kamarnya dan sekilas Siwon mampu melihat air matanya. Istrinya pandai menarik ulur hatinya. Kyu mengigit bibirnya berusaha menahan air mata dan sakit dalam waktu bersamaan. Dia segera mengambil vitamin dalam lemari lalu menelannya tanpa air. Kyuhyun mendudukan tubuhnya di tepi ranjang ketika merasa tak mampu lagi memopang tubuhnya. DIa tak ingin kejadian di rumahnya terulang. Dia mengusap perutnya berusaha menenangkan pikirannya. Kyuhyun mencintai buah hati mereka. Keringat membasaha keningnya.

CKLEK!!!

Kyunnie mengapus keringat di keningnya lalu segera merebahkan tubuhnya di ranjang. Siwon memandang wajah pucat itu semakin pucat dan basah karna keringat. ” Apa Kau sakit?” Kyu hanya menggelangkan kepala. Siwon masih terdiam menatap istrinya dengan serius. Kyu menyembunyikan rasa sakitnya. ” Masih tak ingin bicara? Kau ingin aku menjadi gila dan bodoh.,,?”

Pria cantik itu tak berani menatap mata suaminya. ” Aniya. Hanya… Bisa kau usap perutku…entah kenapa tiba-tiba begitu saja sakit.” pintanya. Siwon menarik nafas kasar lalu segera mengambil ponselnya. ” Aku tak perlu dokter. Aku mau kau?” Siwon mendesah. ” Ku mohon…” Siwon hampir kehabisan nafas. Sifatnya membuat istrinya kesakitan. Pria itu segera menghampiri Kyuhyun lalu menarinya dalam pelukknya. Tangan kanan menjadikan bantal istrinya dan tangan kiri membelai perutnya. ” Terima kasih…” cicitnya lalu menengelamkan wajahnya di dada suaminya.

” Ku mohon bicarakan apa pun yang kau rasakan padaku.” perkataan itu membuat Kyuhyun kembali membuka mata lalu mengangguk.

” Mianhae…aku hanya takut membuatmu kerepotan dan tak nyaman karna kemanjaanku.” Kyuhyun tersenyum kecil lalu kembali memejamkan mata menikmati rasa nyamannya.

” Bahkan sekarang kau ketakutan ketika bersamaku.Apa aku benar-benar membuatmu tertekan? Apa pernikahan ini membuatmu menjadi burung yang tersangkar?”

Kyu kembali membuka matanya lalu bangkit dan menatap suaminya, ” Aniya. Bukan seperti itu…aku hanya…” Siwon sontak berdiri, ” Wonnie…”

” Aku akan ke kamar mandi. Aku akan segara kembali.”

“Apa kau juga?” Siwon menghentikan langkah kakinya dan menatap wajah istrinya.”Bila semua menganggap cintaku palsu? Apa kau juga?”

” Kau bicara apa?”

“Benar juga kata Changmin. Harusnya aku meneruskan sekolahku hingga selesai baru menikah. Harusnya aku percaya jodoh tak akan lari kemana.” Kyuhyun menundukan kepala, ” Sekarang semua menganggap aku sebelah mata. Cho Kyuhyun yang selalu menjadi benalu untuk Choi Siwon.” Kyuhyun mengusap air matanya yang tak terkendalikan.

” Sebenarnya kau kenapa? Bisakah kau hentikan ini? Kau sama saja membunuhku berlahan bila kau terus mengulang kau menyesal menikah denganku Choi Kyuhyun…”

“Aku menyesal menikah denganmu bukan karna aku tak mencintaimu…bukan.. bukan…bahkan aku berani bersumpah aku…tidak memanfaatkan tubuhku untuk lencaran bisnis appaku…aku bersumpah!!! Tapi…tapi kenapa semua membicarakanku seperti itu? Apa kau juga sama? ” Kyuhyun menundukan kepala, “Harusnya aku yang ada ketika ayah membutuhkanku…harusnya aku lebih tahu bagaimana kondisi perusahan appa …tapi…Kau…kau yang adil di dalamnya bukan aku… .” ucapnya tanpa mampu melihat suaminya.

” Bukan itu sama saja. Kau istriku…dan itu perusahaan mertuaku…apa salah aku membantu? ”

“Tidak ada yang salah. Tapi…aku rasa harusnya aku berusaha. Orang tuaku menyekolahakanku untuk hal ini namun sejak ada kau…appa lebih mengandalkanmu.” Kyuhyun menatap suaminya sejenak, ” Sejak kita menikah perusahaan appa mulai membaik jauh dari waktu appa yang mengelolanya. Sedikit demi sedikit utang perusahaan mulai terbayar. Kau begitu hebat dan aku hanya benalu. Kini aku mengandung dan sudah pasti kau tak akan terlepas dariku…itu semakin membuat orang berpikir itu cara keluargaku memikatmu. ” Kyu mengigit bibirnya menahan air mata itu mengalir. “Kyuhyun mendesah. ” Bukan itu adalah tugasku sebagai putranya? Namun sayang aku hanya orang bodoh dan malas.” Kyu menunduk dengan senyuman kecut.

Siwon berjalan mendekat, ” Baby….” cicit Siwon.
” Ku mohon jangan mendekat…aku terlihat mengenaskan…” Kyunnie menghapus air matanya.

” Apa salah bila aku berusaha mempertahankan orang yang aku cintai?” Siwon berjalan mendekat dan mencakup wajah istrinya, ” Sudah aku bilang apa yang menjadi milikku adalah milikmu dan apa yang menjadi kewajibanmu adalah kewajibanku juga.” Siwon mengecup kening istrinya lalu membawanya dalam pelukannya. ” Siapa yang berani mengkatakan itu padamu?” Kyunnie masih memejamkan mata merasakan hangat dan detak jantung suaminya. ” Aku akan membunuh mereka…” lanjutnya dengan suara lirih.

” Bila kau membunuh mereka. Lalu siapa yang akan menajadi ayah anakku bodoh.” umpat Kyuhyun membuat Siwon terkekeh geli. ” Jangan banyak bicara…kau ingin aku menjanda dan membesarkan anak ini sedirian tanpa ayah.” lanjutnya sambil memukul dada bidang siwon dengan manja.

” Baiklah!!! Tapi asal kau tak katakan lagi bila kau menyesal menikah denganku…”

” Aku tak janji.” Kyuhyun melepaskan pelukan suaminya dan merapikan piamanya.

” Maksudnya?” wajah Siwon meradang. Kyuhyun tertawa puas sambil turun dari ranjang, ” Yah!!! Choi Kyuhyun kau mau kemana?”

” Mencari pria yang lebih kaya dan tampan darimu Wonnie…”

” Mwo?” Kyuhyun sudah berlari keluar kamar lebih dahulu. Mereka pun akhirnya saling mengejar seakan lupa beberapa menit lalu mereka masih salah paham. Siwon menghimpit Kyuhyun di dinding dapur dengan nafas tersengal-sengal. Mata mereka saling menatap satu sama lain. Tak lama Kyuhyun memejamkan mata ketika Siwon mulai mendekatkan wajahnya. Nafas mereka memburu setelah berlari mengitari rumah mereka dan berakhir dengan ciuman panas.

Kyu mendorong pelan tubuh Siwon darinya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya untuk mengambil nafas. Tubuhnya lemas, ” Aku lelah…dan hampir kehabisan nafas setiap kali kau menciumku…” keluhnya.

” Kau saja yang tak suka berolah raga.” Siwon mengusap rambut istrinya dengan lembut.

” Apa hubungannya?’ Kyu memukul dada Siwon dengan keras lalu mendorongnya. Pria cantik itu mengambil susu kotak dan menuangkannya dalam gelas, ” Kau saja yang terlalu bersemangat.” Kyuhyun mengabiskan susu dengan sekali teguk. Siwon tersenyum kecil lalu menarik dagu istrinya dan mengecup bibir atas istrinya, ” Apa yang kau lakukan?” Kyuhyun kembali memukul suaminya kali ini di lengan.

” Membersihkan bibirmu.”

” Lalu kenapa kau menciumku? Kau ingin jatahmu ku kurangi? Huh?”

” Baby…kau tahu bukan di sekitar sini tak ada tissue.Jadi itu adalah cara praktis untuk membersihkannya.”

” Kau bisa mengunakan tangan.”

” Aku tak ingin tanganku lengket.”

” Cukup memberitahu aku jadi biar aku lakukan sendiri.”

” Itu terlalu lama.” Siwon berkaca pinggang sambil menaikan satu alisnya dengan senyuman kecil.

” Kau hanya mencari kesempatan dalam kesempitan.”

” Bukan itu yang membuatmu berteriak.”

” YAH!!! KAU…” tiba-tiba wajah Kyuhyun merona merah.

” Kenapa dengan wajahmu?” goda Siwon.

” KAU INGIN TIDUR DI LUAR?” teriak Kyuhyun dengan emosi lalu segera berjalan ke kamar dan menutup pintunya dengan keras.

” Baby…” terlambat pria cantik itu telah mengkunci pintu kamarnya dan Sialnya kunci cadanganya ada di tas kerjanya. ” Baby…buka pintunya…” teriak Siwon sambil terus mengetuk pintunya berulang-ulang kali. Namun tak ada sahutan sama sekali. ” Tunggu balasanku Choi Kyuhyun…” gumam Siwon sambil berjalan menuju ruang kerjanya. Kyuhyun terkikik mendengar umpatan suaminya. Dia masih di balik pintu kamarnya.
.
.
.
.
.
.
” Hampir semua anak kampus.” jawab Changmin setelah kebungkamannya selama tiga puluh menit. Siwon punya banyak cara membuat dua teman istrinya bicara.

” Iya dan bila kau ingin membunuh mereka sama saja kau tutup kampus ini.” sambung Lee Hyuk Jae.

” Tapi karna itu istriku terluka?”

” Salahmu sendiri kenapa mengikat Kyuhyun dengan terburu-buru apalagi sampai membuatnya cepat hamil. Kau tahu sendiri banyak yang tak suka hubungan kalian. Wanita-wanita itu mampu membuat hal yang lebih mengerikan walau dia terlihat lemah.” ucap Changmin dengan serius.

” Kau tahu…aku lakukan itu karna takut dia meninggalkanku. Bahkan kau tahu bagaimana dia… dia tak berani berhubungan denganku pada awalnya…” Siwon menghela nafas lalu menyesap kopi hangatnya.

” BODOH!!’ umpat Hyukjae. Siwon menatap serius, ” Itu karna si bodoh Chang” Siwon masih setia menjadi pendengar, ” Dia mengkatakan bahwa melakukan pertama kali akan terasa sakit dan membuatnya tak bisa berjalan berhari-hari dan si lugu itu percaya begitu saja. Dia mengkatakan ketika malam sebelum kalian menikah.” Changmin hanya tersenyum lepas dengan polosnya.

Siwon hanya memijat keningnya, ” Jadi itu ulah kalian?” terdengar nada marah di kalimat tanya Siwon.

Changmin hanya memplout bibirnya, ” Bukankah sekarang kau sudah membuatnya hamil jadi itu sudah tak menjadi masalah bukan.’ jawab Changmin dengan gaya cuek.

” Tapi kau membuat hubungan kami sempat merenggang.”

“Kau saja yang berlebihan.” ketusnya.

” Berlebihan? Kau pikir suami mana yang tak berpikiran negatif ketika istrinya tak ingin melakukannya dengannmu?”

Changmin hanya menunduk, ” Mianhae…aku tak tahu bila si gembul akan ketakutan seperti itu. Tapi jangan katakan pada istrimu bila kami yang mengkatakan semua ini. Kau tahu bukan dia juga sama mengerikannya denganmu.” Hyukjae mengangguk menyetujui ucapan Changmin kali ini. Siwon hanya mengangguk lalu menyesap kopinya. Mereka berdua hanya bisa menghela nafas.
.
.
.
.
.
.

Kyuhyun berjalan dengan bersenadung ketika mengatarkan suaminya lari pagi. Di tanganya ada dua gula kapas yang akan di habiskan setelah dia sarapan. Siwon berkata akan membelikannya asalkan istri cantinya itu menghabiskan sarapannya pagi ini.

” Selamat pagi bibi Han.” sapa Kyuhyun.

” Selamat pagi nyonya. Apa ada sesuatu yang terjadi? Kenapa nyonya terlihat bahagia?” tanya bibi Han yang sedang menyiapkan sarapan mereka.

” Tak lihat dia membeli banyak gula kapas.” sambung Siwon dengan menarik satu kursi dan menikmati kopi paginya.

” Wonnie bau keringat. Mandi sana!! Kyunnie tak suka bau keringat Wonnie…” Kyuhyun mendorong suaminya agar tak terlalu dekat dengannya.

” Nanti saja. Wonnie sudah lapar.”

” Mandi.”

Siwon menghela nafas berat lalu segera berdiri, ” Morning kiss…” bisik Siwon. Kyu mengelengkan kepala, ” Wae?” protes Siwon.

” Ada bibi Han. Kyunnie malu. Nanti saja di kamar ya…” Kyunnie memasang wajah imut membuat Siwon semakin gemas saja.

” Kalau begitu kita berendam berdua saja.” tawar Siwon dengan keliangan mata mengoda.

” Wonnie saja. Kyu mau makan gula kapas.”

” No..No.. tadi Wonnie bilang apa?'”

” Kyunnie harus menghabiskan sarapan bukan? Iya nanti Kyu habiskan. Karna itu Wonnie cepat mandi.”

” Jadi kau tak boleh menyentuh makan manis itu sebelum kau menghabiskan sarapanmu.”

” Wonnie jahat.” sentak Kyuhyun lalu melipat tangannya di dada. Bibi Han hanya tersenyum kecil ketika menaruh panci berisi sup.

” Benar kata tuan muda Siwon. Nyonya harus habiskan nasi baru makan gula kapas itu.” sambung bibi Han.

” Kenapa bibi Han jadi membela Wonnie?” Kyuhyun tak suka melihat suaminya mendapatkan pembelaan.

” Karna itu memang seharusnya. Jadi…”

” Tapi Kyu gak mau makan nasi.”

” Oke. Tapi jangan harap kau menyetuh makan manis itu.” Siwon melipat tangan di dada dengan angkuhnya.

” Huwaa…Wonnie jahat!!! Aku akan adukan pada Sungmin Umma…” Kyuhyun pura-pura sedih namun tetap tak menggoyahkan keputusan suaminya.

” Lakukan sesukamu. Tapi kau akan lihat bagaimana makanan manis itu akan tergeletak disampah.”

Kyu memplout bibirnya lalu mengambil sendok dan mengambil nasi lalu memakannya. ” Kuyah makananmu sayang. Kau ingin bermasalah dengan percernaanmu…”

” Cerewet.” umpat pria cantik itu sambil mengambil sup panas di mangkuh kecilnya.

” Pelan-pelan.” Siwon mengambil alih mangku putih itu lalu mengambilkan sup dan menaruhnya di depan istrinya. ” Hati-hati masih panas.” Siwon sedikit was-was ketika Kyunnie begitu antusias dengan makannya pagi ini. Siwon mengambil sumpit dan menaruh udang di mangkuk istrinya. ” Kau mau cumi atau daging?”

” Aku bisa ambil sendiri.” jawabnya dengan mulut yang penuh dengan makannya.

” Telan dulu baru bicara.” Siwon membersihkan nasi di sekiar wajah istinya. Entahlah!! Kadang Siwon berpikir telah menikahi anak berusia lima tahun saja. ” Kyunnie makan sayurnya…”

” Kau sudah tahu aku benci makanan berwarna hijau itu…” bantah Kyhyun.

” Baby…jangan kekanak-kanakan. Kau ingin anakmu tubuh dengan sehat bukan? jadi makan atau kau tak akan mendapatkan gula kapasmu…”

” Kenapa sejak tadi kau mengancamku dengan itu?” Kyuhyun kesal tak sadar air matanya mengalir begitu saja.

Siwon sedikit merasa bersalah ketika melihat air mata istrinya., ” Mianhae….” Siwon mengusapkan air mata itu dengan ibu jarinya, “Sekarang Kyunnie makan lagi ya?” Kyuhyun hanya mengagguk lalu mengambil sayur itu dan menelannya bulat-bulat. Siwon tersenyum tipis lalu mengusap rambut coklat itu dengan sayang. ” Setelah ini minum susu dan vitaminmu…”

” Tapi Kyunnie bosan…”

” Tapi itu juga demi kebaikanmu.”

Kyu menunduk lemas, ” Tapi Kyu boleh makan es krim?”

” No. Makan siang saja.”

” Tapi es Krim juga baik untuk janinku…” rengeknya.

” Jangan mencari alasan. Cepat makan makananmu!!” Kyu hanya memplout bibirnya lalu kembali menikmati sarapannya.
.
.
.
.
Siwon sudah siap dengan kemeja biru laut dan dasi merah melingkar di lehernya. Aroma maskulin terpancar dari tubuh pemuda berlesung pipi itu. Kyuhyun mengigit bibirnya mengabaikan gula kapas yang mulai mencarir karna terkena udara.

” Mau membaginya denganku?” Kyuhyun menelan ludahnya kasar ketika wajah suaminya tepat di hadapannya. ” Baby…”

Kyuhyun melempar gula kapas itu di lantai lalu mengkalungkan kedua tangan di leher suaminya. Ada yang lebih mengoda dari makanan manis itu. Bibir joker yang dia raup dengan rakus. Siwon awalnya terkejut namun lama-lama dia melayani apa yang istrinya inginkan. Kyuhyun memejamkan mata dengan tangan yang bermain di kemeja suaminya.

” Ada apa?’ Siwon membersihkan sisa air liur di bibir istrinya.

” Wonnie tampan Kyunnie suka” jawab Kyuhyun dengan tersipu malu.

” Benarkah?” Kyu mengangguk dengan cepat, ” Siwon jadi malas kerja.”

” Kalau begitu Kyu ikut saja.” tawar istrinya. Siwon mengeleng cepat, ” Wae? Wonnie tak suka Kyu temani?”

” Bukan. Tapi Wonnie takut tak bisa kerja dengan tenang karna melihatmu. Tapi alasan utamanya adalah aku tak ingin kamu lelah. Nanti waktu pulang aku akan bawakan es krim?Hemm…” ucapnya sambil menarik dahu istrinya.

Kyu memplout bibirnya, ” Jadi waktu makan siang tak ada es krim?” Siwon mengelengkan kepala.

Kyu melipat tangan di dada, ” Baby… kau akan makan makan manis itu tanpa memperdulikan makan siangmu sayang…” Kyu masih terdiam tak menatap suaminya, ” Bibi Han akan memasakn sup kacang merah kesukaanmu…bukan dokter Kang bilang itu baik untukmu…agar nanti kau bisa melahirkan secara normal…” Siwon menundukan kepala agar bisa melihat wajah istrinya yang tertunduk, ” Baby…”Siwon menghela nafas lalu menarik istrinya dalam pelukannya, ” Baiklah!!! Kau boleh memakan satu cup es krim ukuran kecil. Tapi kau harus berjanji akan menghabiskan makan siangmu…dan bila sampai bibi Han melaporkan bila kau tak menghabiskan nasiku. Aku pastikan kau tak akan pernah memakan es krim lagi. Arrachi?”

” Arraso. Gomawo Wonnie…” Kyuhyun sontak tersenyum lebar lalu memeluk suaminya dengan erat. Siwon hanya mampu tersenyum tipis sambil membelai punggung istrinya.
.
.
.
.
.

Siwon begitu lelah hari ini hingga pulang kerja dia langsung tidur setelah makan tanpa menemani istrinya melihat drama kesukaannya. Tubuhnya hampir remuk namun pelukan hangat istrinya menjadi obat tidur tersendiri baginya. Tengah malam tiba-tiba tengorokanya terasa kering namun ketika tanganya mengagap sebelah kirinya terasa hampa dan kosong. Siwon sontak bangun. Kemana istrinya? Dia turun dari ranjang dan melihat ke kamar mandi namun nihil. Siwon berlari keluar kamar dengan jaket dan kunci mobil namun ketika sampai di luar kamar dia mendesah lega.

” Apa yang kau lakukan sayang?’ Kyuhyun terkejut dan menjatuhkan tutup pancinya. ” Kenapa kau tak membangunkanku?” Siwon menaruh jaket dan kunci mobilnya berjalan menghampiri istrinya.

” Aku lapar dan ingin ramen namun kenapa rasa aneh.” keluhnya sambil menundukan kepalanya memainkan jaru-jarinya.

Siwon tersenyum kecil, ” Kau terlalu banyak memasak airnya.” Kyuhyun mengangkat kepalanya. ” Bagaimana bila ku ajari kau?’ Kyuhyun tersenyum.
.
.
.
.
Kyuhyun kembali menyalakan api setelah mengisi panci kecilnya dengan setengah air.

” Cuci daun bawang ini.” perintah Siwon. Kyuhyun pun menurut dan mencucinya. ” Lalu potong menyerong?”

” Menyerong?” Kyuhyun mengaruk tengkuknya yang tak gatal sambil tersenyum malu.

Siwon pun berdiri dan mengambil alih daun bawang dan pisaunya, ” Begini…” Siwon memberikan contoh bagaimana mengiris daun bawangnya. ” Cobalah!!!” Kyuhyun pun mengangguk dan melakukan sesuai perintah suaminya. Setelah air mendidih Kyuhyun memasukan mie ke dalamnya. Dia masih menunggu sampai sedikit lunak. Tak lama Siwon memerintahkan memasukan bumbu dan daun bawang, ” Lalu terakhir masukan telur?”

” Masukan? Maksudmu seperti ini…” dengan bodohnya Kyuhyun akan memasukan telur berserta kulit ke dalam panci berisi ramen.

” Baby pecahkan dulu…kau juga ingin makan bersama cangkang telur itu.” Kyuhyun mengeleng cepat, ” Jadi pecahkan dulu…” Kyuhyun mengangguk lalu memcehkan telurnya dan…” Omo…ya Tuhan…. ” telur itu pecah dan berantakan di sekitar kompor. Kyuhyun hanya tersenyum. Siwon akhirnya kembali berdiri mengambil satu butir telur dan memukulkan pelan di tepi panci lalu membukanya berlahan di atas panci panas itu.

” Bagaimana kau melakukan itu?” tanya Kyuhyun dengan bodohnya. Siwon menatap istrinya, ” Aku sering melakukannya tapi berakhir di lantai? Kau kenapa bisa?”

” Karna aku cerdas?’

” Kau?’ Kyuhyun tertawa meremehkan, ” Jangan percaya diri Choi Siwon. Hanya karna kau bisa memasukan telur ke dalam panci dengan selamat kau katakan dirimu pandai? Wahh!!! Kau berlebihan suamiku…”

” Suami?” ulang Siwon.

BLUSSHH!!!

” Mwo?” Kyuhyun memalingkan wajahnya dan memainkan sumpitnya.

Siwon memajukan wajahnya membuat Kyuhyun mundur dan terhimpit di meja dapur, ” Bukan aku sudah mengajarimu masak? Jadi mana umpahku?” Siwon menatap wajah istrinya dengan serius.

” Aku tak punya uang. Kau belum memberikan uang bulanan.” jawab Kyuhyun dengan lantang.

” Aku sudah mentranfernya di rekeningmu.”

” Jeongmal? Hmm kalau begitu besok pagi aku akan mengeceknya lalu memberikan upah padamu.” Kyuhyun tersenyum lebar menampakan geretan giginya.

” Dirimu… aku mau dirimu…mudah bukan” bisiknya.

“Mworago?’ Kyuhyun terkejut dengan pernyataan suaminya itu. Bagaimana bisa suaminya berpikiran mesum di tengah malam seperti ini, ” Mi cheo ssoe? Aiihhhh!!!! Bagaimana kau… aahh…” Kyuhyun mendorong suaminya lalu berjalan mengambil sarung tangan dan mengangkat ramennya ke meja makan.

” Wajar bukan bila aku meminta upah atas usahaku?” Kyu berkaca pinggang, ” Wae? Bukan setiap aku menyuruhmu makan kau selalu meminta ini itu…lalu aku hanya meminta dirimu…” ucapnya santai sambil duduk di hadapan istrinya. Kyuhyun pura-pura tak mendengarnya dan asik dengan mie buatanya. ” Pelan-pelan itu masih panas sayang…” Siwon terlihat was-was ketika Kyuhyun mulai mengambil mie dalam piringnya.

” Jadi kau mulai peritungan…” Kyuhyun menatap suaminya.

” Bukan kau yang mengajariku. Aku meniru gayamu.” Siwon dengan santai mengucapkannya.

” Aku lapar dan malas berdebat denganmu.” Kyuhyun mulai memakan mienya dengan lahap.

” Aku juga mengantuk dan malas berdebat. Lagi pula aku hanya ingin kau menciumku bukan melepas bajumu sayang…”

Uhukkk!!!

Kyuhyun tersedak lalu berdiri mengambil air di lemari pendingin. ” Yah!!! Choi Siwon kenapa kau berkata frotal seperti itu…” wajah Kyuhyun kembali merona.

” Frotal bagaimana? itu wajar bukan? Bukan kita sering mandi bersama.”

” YAH!!!” teriak Kyuhyun sambil berlari kecil kembali ke meja makan dan mengambil sendok lalu memukulkannya di kepala Siwon.

” Baby…appo…” Siwon mengusap kepalanya,” Kenapa kau sekarang lebih sadis?”

” Diam atau aku akan memukul dengan tongkat kasti.” ancam Kyuhyun. Siwon hanya terdiam lalu memplout bibirnya, ” Jangan memasang wajah mengelikan.” sentak Kyuhyun namun tak membuat Siwon merubah wajahnya, ” Kau bisa ambil nanti selesai makan jadi jangan banyak bicara.” ucap Kyuhyun dengan suara lirih namun masih terdengar oleh Siwon.

” Jinjja?” Kyuhyun mengangguk tanpa berani menatap wajah suaminya. Siwon pun tersenyum girang bagai menang lotre jutaan Won. ” Meog-eo.”
.
.
.
.
.
.

Kyuhyun mengandeng tangan Siwon dengan erat. Hari ini Siwon sedikit bisa bernafas lega karna pekerjaanya hampir mendekati finis. Kyuhyun begitu girang menyambut ajakan makan siang di luar suaminya.

” Aku akan memesan banyak karna aku sangat lapar…” teriak girang Kyuhyun. Siwon hanya tersenyum mengekori istrinya yang mencari tempat duduk. ” Kenapa Changmin dan Hyukjae belum datang?” dia memplout bibirrnya karna melihat teman baiknya belum datang. ” Padahal aku sudah lapar.”

“Pesanlah dulu mereka akan mengerti.” Siwon membelai pipi pucat istrinya yang semakin membundar.

” Tak apa?” Siwon mengangguk setuju. Kyuhyun mengedarkan pandangan di sekeliling kafe untuk mencari tempat yang nyaman untuk mereka. Dia segera berjalan mendekati jendela besar yang langsung menampakan taman kecil.

” Selamat siang. Silahakan pilih menunya.” seorang pelayan wanita menulurkan buku menu makanan.

” Aku mau spaghetti saus bolognaise dengan extra daging. Hmmm…” Kyuhyun mengetuk-ketukan jarinya di bibir sambil membaca menu, ” Aku juga mau es krim coklat vanila dan lemon tea. Kau mau waffel dan espresso?” Kyuhyun menatap suaminya.

” Apa pun yang kau pilihkan.” Siwon meraih tangan kiri istrinya dan membelainya. Kyuhyun memplout bibirnya, ” Baiklah!!! Berikan aku menu yang sama seperti istriku tapi untuk minumnya aku meminta espresso.” Kyuhyun pun tersenyum lalu memberikan buku menu itu pada pelayan.

” Kenapa mereka lama sekali?” gerutu Kyuhyun sambil mengecek ponselnya.

” Kau tak suka makan berdua denganku?”

” Aniya Wonnie. Tapi bukan katamu mereka juga akan datang.” Siwon menjulurkan tanganya meraih wajah kyuhyun yang begitu mempesona untuknya, ” Wonnie…”

“Kenapa akhir-akhir ini kau sama sekali tak sabaran. Tunggulah!!! Bila lapar makanlah dulu”

” Wonnie…”

” Hmmm…”

” Apa kau menganti parfumu?’ Siwon mengeleng, ” Lalu kenapa kau bau parfum wanita? Apa kau berselingkuh?” teriak Kyuhyun sontak membuat semua penjuru kafe melihat ke arah mereka.

Siwon sontak berdiri dan duduk di dekat istrinya, ” Uuusssstttt!!! Kenapa berteriak? ini masih di tempat umum sayang…” Siwon meraih tangan istrinya.

” Wae? Apa kau malu ketahuan berselingkuh di saat aku hamil seperti ini?”

” Jangan menuduh sembarangan. Kita bicara lagi di rumah saja. Makanan kita datang…”

” Sirheo!!! Aku mau semua jelas sekarang.” Kyuhyun menampik tangan Siwon dan sedikit merenggangkan jaraknya.

” Silahkan nikmati.” seorang pelayan menatap menu yang mereka pilih tadi dan tersenyum mengoda pada Siwon. Mata Kyuhyun memanas melihat pemandangan itu. Inilah alasan kenapa Kyuhyun tak suka makan di luar sejak dia hamil. Dia benci cemburu.

” Terima kasih.” jawab Siwon dengan senyuman menawannya. Kyuhyun meremas tangaanya sendiri, ” Baby…kau ingin makan es krim sekarang atau pasta?” Kyuhyun masih diam. ” Baby jangan lagi…” Siwon menatap dengan wajah memelas, ” Baby…aku bosan tidur di sofa…ayolah!!! Aku hanya tak sengaja memeluknya ketika dia akan…Opps!!!” Siwon menutup mulutnya karna kelepasan bicara.

“MINGGIR!!!” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon lalu berjalan meninggalkan meninggalkan suaminya sendiri. Siwon mengusap wajahnya kasar. salahkan mulutnya yang lancang bicara.

” Baby…” Siwon berjalan mengekorinya.

” Kalian akan kemana?” tanya Changmin ketika melihat Kyuhyun keluar dengan wajah kesal.

” Aku sudah memesan makanan dan…” Siwon buru-buru mengambil uang dalam dompetnya, ” Ini…aku pergi dulu.” kata Siwon lalu kembali mengejar istrinya.

” Kenapa lagi dengan sentan kecil itu?’ Yunho menatap kekasihnya.

” Entahlah!!! Sejak hamil dia sering mencemaskan hal hal sepele. Bahkan kemarin dia bercerita kalau dia menduga Siwon selingkuh.” jawab Changmin.

” Sudahlah!!! Kita makan saja.” Donghae mengandeng kekasihnya masuk ke dalam kafe.
.
.
.
.
.
” Baby….” Siwon melanjukan mobilnya dengan pelan di samping istrinya yang sejak tadi jalan kaki. ” Baby dengarkan penjelasanku…” Siwon sedikit berteriak karna ucapannya tak di anggap sama sekali. ” Baby…apa kamu tak lelah sayang? Ini sudah cukup jauh.” namun tetap saja tak ada tanggapan. Siwon pun menghentikan mobilnya dan tutun menghadang langkah istrinya, ” Kau mau kemana? Huh? aku antar…” Siwon meraih kedua tangan istrinya lalu menunduk menatap wajah tertunduk itu, ” Lebih baik kau marah dan menyuruhku tidur si sofa daripada kau mendiamkanku. Aku bersumpah atas nama Tuhan…aku hanya mencintaimu…bagaimana aku bisa melihat wanita lain sayang…kau satu-satunya yang aku cintai….” ucap Siwon dengan nada serius.

” Tapi ini ketiga kalianya aku mencium bau parfum yang sama di tubuhmu. Bagimana aku tidak curiga?”

“Itu karna aku emang bertemu dengan orang yang sama. Kita menjalain kerja sama dengan perusahaan abonim jadi wajar bukan bila aku sering bertemu dengannya. Akhir-akhir ini dia sering sakit karna terlalu lelah bolak balik China Korea. Aku hanya memapahnya dan disana juga ada Jessica dan asisten Kim.”

” Tapi…tapi aku tak suka ada yang menyentuh milikku…” Kyuhyun tak berani menatap wajah suaminya.

Siwon tersenyum lalu menarik dagu Kyuhyun dan mengecupnya. Dia tak perduli ini masih di tempat umum,” Dia hanya menyentuhku tapi tak memiliki hati dan jiwaku. Apa gunanya? Kau tahu bukan setiap pulang kerja aku selalu mandi dan menghapus jejak siapa pun yang melekat di tubuhku lalu mengantikan dengan aromamu sayang…” Siwon membelai pipi cubby itu dengan ibu jarinya.

Kyuhyun mengigit bibirnya ketika merasakan wajahnya begitu dekat dengan suaminya, ” Wonnie apa kau masih ada pekerjaan?’

” Huh?’

” Kenapa kita tak pulang dan bersenang-senang?”

” Mogjeog?”

” Bagimana kalau kita main game? Lalu siapa yang kalah bisa meminta hadiah dari yang menang. Apa pun.” Kyuhyun mengaruh tengkuknya yang tak gatal lalu menampilkan senyum manisnya.

” Game…” Siwon nampak berpikir lalu menyeringai, ” Game…tapi Wonnie sedang tak berniat bermain game?” Kyuhyun memplout bibirnya membuat Siwon terkekeh, ” Kita langsung saja pada hadiahnya karna aku paling suka dengan endingnya…” bisik Siwon dengan suara bassnya membuat Kyuhyun tersipu malu di buatnya. Siwon sontak mengakat Kyuhyun dengan ala pengantin dan membawanya menuju mobil.

” Wonnie aku bisa jalan sendiri….” teriak Kyuhyun.

” Nanti akan ku buat tak bisa jalan…”

” YAH!!! WONNIE…”

Siwon pun terkekeh. Siwon menurunkan istrinya lalu membukakan pintu mobilnya, ” Silahkan tuan putri.” Siwon sedikit membungkuk dan setelah istrinya masuk dia masih sempat mencuri cium di bibir plum istrinya.

TBC
.
.
.
.
Akhirnya bisa lanjut juga….maaf ya….

GAK ADA HAL YANG BIKIN PENASARAN
TAPI KIRA-KIRA SIAPA YANG PEMILIK PARFUM ITU? APA AKAN MUNCUL KONFLIK LAGI ATAU TETAP HENING
TERGANTUNG MOOD AUTORNYA…NIAT BUAT WONKYU BERANTEM ATAU DAMAI
OKE MAAFKAN PENULIS ABAL-ABAL INI YANG LELET LANJUTNYA…MAKLUMLAH LAGI BANYAK MASALAH DAN KERJAAN
THANKS BUAT PARA PEMBACA YANG DENGAN SUKA RELA ISI KOLOM KOMENTAR DAN SEMOGA DI PART INI JUGA.

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

40 thoughts on “Tentang Kamu – part 16

  1. yg sabar ya siwon, sprtnya kyuhyun masih labil krna dia masih muda ditambah lagi dlm keadaan hamil. jadi mesti extra sabar utk menghadapinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s