Posted in BL, Drama, Family, Romance, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – Part 15

Tentang Kamu – Part 15

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
INI PANJANG dan membosankan
^_^
.
.
.
.
.
.

“Dia hanya kelelahan dan terlalu banyak pikiran. Lebih baik jauhkan di dari pikiran yang terlalu membebani karna itu bisa menganggu kondisi janinya. Jangan sampai hal ini terjadi lagi…itu membahayakan janinnya. Saya sudah menyuntikan obat penenang karna tiga hari ini sepertinya Choi Kyuhyun tidak tidur. Saya menulis resep vitamin dan penguat kandungan. Jaga pola makan dan pikirannya.” Dokter Kang memberikan lembaran kertas itu pada Siwon, ” Beruntunglah karna janin dalam perut istrimu begitu kuat. Jaga dia baik-baik.” Dokter Kang menepuk pundak Siwon lalu berjalan keluar kamar. Siwon ingin membenturkan kepalanya ke dinding ketika melihat wajah pucat dan bekeringat istrinya. Jeritan kesakitan dan rontaan itu membuatnya ingin menangis saja.

” Jadi ini yang kau anggap dewasa Choi Siwon? Aku hampir saja kehilangan cucuku…” sentak Sungmin.

” Umma…”

” Umma juga seperti itu waktu mengandung kau. Terbiasa manja. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, umma juga bisa dewasa. Hamil muda itu masih terlalu rawan untuk berpikir. Tak bisakah kau mengalah seperti biasa. Toh dia selalu kalah denganmu…apa susahnya berkata iya…” Sungmin yang terbelut emosi tak bisa mengkotrol suaranya. Siwon terdiam menunduk dalam. Dia tahu bagaimana Kyuhyun. Walau terlihat keras kepala tapi ketika Siwon berkata tidak lambat laun dia akan menuruti apa katanya.

Jiwon masih setia menyeka keringat di kening kakak iparnya. Sedangkan Kibum memungut baju dan celana yang masih terlihat darah segar.

” Sudahlah…istirahatlah!!! Aku sudah menyiapkan kamar tamu. Siwon kau juga…” Heachul sedikit mengurai ketegangan ibu dan anak itu. Siwon hanya mengangguk dan berjalan mendekati istrinya. SEdangkan Sungmin berjalan keluar dengan Heachul menuju kamar tamu.

” Oppa…” Jiwon seperti akan menangis lagi.

” Bisakah kau tinggalkan oppa sendiri bersama Kyunnie.” Jiwon pun menyeka air matanya lalu turun dari ranjang dan berjalan keluar dengan Kibum. Siwon duduk bersimpuh di lantai dan berulang kali mencium punggung tangan istrinya yang terhias selang infus. ” Mianhae baby… Jeongmal mianhae…” ketegaran Siwon kandas juga. Dia menangis.
.
.
.
.
Siwon masih terjaga sejak tadi malam. Sempat tadi dia tertidur dengan berdiri namun terbangun kembali karna suara rintihan sang istri dengan telaten dia mengusap perut Kyuhyun. Rasa kantuk itu terasa hilang ketika Kyuhyun mulai nyaman kembali dalam tidurnya. Siwon memijat keningnya. Ini sudah pukul enam pagi.Dia merengggangkan tubuhnya yang kaku karna duduk semalaman. Pusing pasti iya namun ini adalah tanggung jawabnya membuat istrinya sakit. Dia kembali menyakiti istrinya. Kedua lesung pipi itu terlihat di kedua pipinya melihat istrinya mulai mengeliat dan membuka mata. Siwon segera mendekatkan wajahnya membelai rambut coklat itu yang basah karna keringat.

” Dimana aku…?” kelopak matanya masih berat untuk membuka mata sempurna.

Siwon mendekatkan wajahnya di telinga istrinya, ” Kau masih di rumah…seperti keinginanmu sayang…” bisik Siwon dengan lembut. Kyu sedikit meringis kesakitan, ” Apa masih sakit?” Kyu mengangguk lemah. Siwon membelai rambut istrinya kembali sebelum mengecup keningnya. ” Mianhae…”

Pandangan mata Kyuhyun mulai sempurna,” Kenapa kau disini?’ teriaknya walau masih terdengar lemah.

“Menjagamu…mianhae aku kembali menyakitimu…” Siwon tersenyum dan masih setia membelai wajah pucat istrinya. Tubuh lemah Kyu berusaha berdiri namun ditahan oleh suaminya, ” Kau masih lemah..jangan bangun dulu…”

” Tapi aku tak mau melihatmu…aku membencimu…” jawabnya.

Bagai tertusuk ribuan pisau mendengar penolakan istrinya tapi Siwon hanya mampu menghela nafas, ” Masih belum bisa memaafkanku?” Kyu tak menjawab hanya mengubah posisi tidurnya menjadi membungkungi Siwon. Tangan Siwon masih membelai rambut istrinya, ” Mau sampai kapan marahnya?”

” Tidak tahu.” ketusnya. Kini Siwon merebahkan tubuhnya di samping istrinya lalu memeluk tubuh gempal itu, ” Jangan sentuh aku…” tolaknya.

” Kau ingin menghukumku lagi? Apa tak cukup tiga hari ini tidur tak memelukmu dan semalam kau membuatku mati ketakutan…”

” Bukan itu yang kau inginkan. Aku hanya parasit untukmu…”

” Choi Kyuhyun…”

” Kau bahagia bukan bila aku tak ada. Bahkan kau tak menjemputku…”

” Jadi sebenarnya kau ingin aku menjemputmu?” goda Siwon.

Kyu mengambil bantal lalu berdiri dan memukul suaminya, ” Pergi!!!” teriaknya dengan terus memukul suaminya. Siwon terkekeh dengan terus menepis pukulan istrinya. ” Pergi!!! Aku tak mau melihatmu…”

Siwon menahan kedua tangan yang terus memukulnya, ” Kau boleh memukulku sepuasnya tapi tidak sekarang. Kondisinmu masih lemah…aku tak mau terjadi apa-apa dengan bayi kita…terutama kau…” ucapnya dengan tegas dan penuh keyakinan. Kyu memplout bibirnya membuat mau tak mau Siwon mengecupnya sikat, ” Jangan sakit lagi!!! Aku minta maaf karna berkata kasar dan mengabaikanmu. Aku hanya ingin kau dewasa. Kau calon ibu dari anak kita.” Siwon menarik Kyu dalam pelukannya dan membuang bantal putih itu ke sampingnya, ” Kau tahu hidupku kacau tanpamu. Setiap hari aku berhenti di depan rumahmu. Menahan rindu tapi aku hanya ingin kau dewasa dan kembali menyiksa batinku. Aku ingin kau mengambil pemikiran positif Bukan mengambil keputusan karena emosi sayang. SEorang ibu itu seperti seorang pemimpin perusahaan. Bila kau salah mengambil keputusan maka ribuan kariawan akan kehilangan mata pencarian. ” Siwon semakin mengeratkan pelukannya. Kyu memainkan kancing kemeja suaminya dengan wajah di tekuk.

” Aku membencimu…” cicitnya. Siwon tersenyum kecil dan semakin mempererat pelukannya, ” Kau mau membuatku sesak nafas?” kembali kekehan itu menghiasi kamar Kyuhyun.
.
.
.
.
Siwon duduk bersandar di punggung ranjang dengan Kyu yang merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya. Tak henti tanganya membelai perut Kyu yang selalu mengeluh sakit.

” Apa masih sakit?’ Kyu tak menjawab hanya mengelengkan kepalanya. Siwon mencium pucuk rambut istrinya dan kembali melanjutkan aktifitasnya.

Kyu tiba-tiba bangkit dan menatap suaminya, ” Jangan berpikir aku sudah memaafkanmu….” ucapnya dengan serius. Siwon hanya menghela nafas lalu menarik kembali istrinya ke dalam pelukannya, ” Yah!!”

” Jangan terlalu banyak bergerak. Kau masih lemah. Apa kau ingin aku masakan bubur daging?”

” Tidak. Aku ingin kau melepaskan pelukanmu dan pergi dari kamarku.”

” Kau tidak ingin aku cium.”

Kyu mendorong kuat tubuh Siwon dan memasang wajah marah, ” Choi Siwon aku sedang tidak bercanda!” teriaknya.

” Aku juga sedang tak bercanda sayang…” Siwon menatap dengan wajah serius. ” Tapi bila itu memang tak membuatmu nyaman aku akan keluar.”

” Bagus. Itu lebih baik.” Siwon mengulurkan tangan membelai rambut Kyuhyun namun sayang Kyuhyun menghindarinya. Siwon menepati ucapannya. Dia turun dari ranjang dan berjalan kelura kamar. Kyu kembali memplout bibirnya ketika suaminya benar-benar meninggalkan kamarnya, ” Paling tidak dia tahu apa yang aku inginkan. Dia benar-benar egois. Okey aku tak butuh kau Choi Siwon…awas saja kalau dia berani kembali.” gumam Kyuhyun sambil kembali merebahkan tubuhnya di ranjang lalu menarik selimut sebatas dada. Lelehan karamel itu memerah sempurna, bahkan wajah pucatnya sudah berlinang air mata. Dia menangis tersedu-sedu. Terlalu lelah menangis membuatnya kembali tertidur.
.
.
.
.

Siwon kembali ke kamar istrinya dengan semangkuk bubur daging dan segelas susu hangat. Dia tersenyum kecil ketika susah payah dia membuka pintu kamar istrinya ternyata sang pemilik kamar terlelap tidur dengan memeluk guling. Dia pun berjalan pelan menaruh nampan itu di meja dekat ranjang. Dia membelai rambut coklat itu lalu berjalan menututup pintu. Hari ini terpaksa dia mengambil cuti walau sebenarnya ada beberapa pekerjaan yang harus dia lakukan. Kyuhyun mengeliat ketika hidungnya mencium bau sedap di sampingnya. Dia mengusap-usap matanya dan duduk mencari sumber bau itu.

” Kau sudah bangun? apa kau lapar sayang…?” Kyu menguap lalu kembali memasang wajah ketus.

” Kenapa kau kembali ke kamarku?” sentaknya.

” Karna kau mengigau namaku…” jawabnya dengan santai. Lelehan karamel itu membulat sempurna dan menutupi mulutnya sendiri. Siwon mengapai tangan kanan istrinya yang tak berhenti memukul bibirnya, ” Jangan sakiti dirimu…” Siwon menatap dengan wajah serius membuat jatung Kyu tiba-tiba berdebar. Berlahan Siwon mengecup bibir istrinya. ” Jangan memasang wajah seperti itu. Membuatku lupa bila kau sedang marah…” Siwon kini duduk di hadapannya. Dia mengigit bibirnya dengan rona merah terhias di pipi Cubbynya. ” Makanalah!!! Aku membuat sendiri untuk istri dan calon anakku…” Kyu mengangguk pelan tanpa melihat suaminya. Siwon bersila di hadapannya dan mengambil nampan itu lalu mulai mengambil sesuap dan menjulurkan ke bibir istrinya, ” Bagimana?”

” Tidak enak.” Siwon terkekeh, ” Apa yang kau tertawakan?” Kyu kembali mendadak kesal.

“Tidak…aku tak menertawakan apa pun?” elak Siwon.

” Pembohong…” Kyu memukul lengan suaminya.

Siwon mengaduh kesakitan namun kembali terkekeh membuat Kyu memplout bibirnya. Lagi… Siwon tak mampu menampik kecantikan istrinya. Sial!!! Dia bisa kalap. Pria berlesung pipi itu mengusap pipi gemil istrinya, ” Kapan kau akan pulang? Aku sangat merindukanmu.” tanyanya dengan serius. Kyu mempalingkan pandangan, ” Tak apa bila kau masih betah di sini…aku hanya ingin bertanya bukan memaksamu pulang…” lanjutnya dengan senyuman kecut.

” Aku tak tahu.” Kyu kembali menatap wajah suaminya. Siwon terdiam menatap lelehan karamel yang terpancar sayut, “Mungkin sedikit lebih lama.” lanjutnya.

” Baby…”

” Kenapa? Bukan kau lebih leluasa dan bebas bila aku tak ada disampingmu. Aku hanya orang yang selalu menganggu waktu kencanmu dengan pekerjaamu.” Kyu melipat tangan di dada. ” Kau bisa puas tanpa aku. Jadi nikmatilah…”

” Jadi kau masih marah…Ku pikir kau sudah melunak.”

” Iya dan sangat.” kali ini matanya memicing sinis dengan bibir yang mengkerucut.

Siwon menghela nafas berat, ” Makanlah dulu nanti kita lanjutkan bicaranya.” dengan santai Siwon mengambil sesuap bubur dan menjulurkan pada istrinya. ” Meog-eo!!” Kyu masih terdiam menatap suaminya, ” Tidak mau makan?’

” Kenapa aku harus menuruti ucapanmu?” sinisnya.

Siwon mencicip hasil masakannya sendiri,” Hmmm…matshida…kau akan mengabaikan makanan enak ini?”

” IYA…” teriak Kyuhyun tepat di telinga Siwon.

” Kau tak perlu bicara sekeras itu…aku tak tuli.” Siwon menatap istrinya dengan tajam. ” Kau ingin makan atau kau ingin aku bersikap kasar?”

” Mwo? Kau berani mengancam di rumahku sendiri?”

” Kenapa tidak? Aku akan lakukan hal apa pun agar kau makan dan meminum obatmu…”

Kyu memplout bibirnya, ” Aku membencimu…”teriaknya lagi.

” Terserah. Kau makan atau tidak? Jangan habiskan kesabaranku…”

” Pergi dari kamarku baru aku akan memakannya.”

Siwon menghela nafas walau di tak rela namun bagimana lagi, ” Baiklah!!! Habiskan dan minum susu serta obatnya.”

” Dasar pria cerewet.” umpatnya sambil mengambil nampan dari tangan suaminya.

Siwon segera berdiri dan mengecup singkat kening istrinya, ” Saranghae..” bisiknya lalu berlalu meninggalkan kamar istrinya.
.
.
.
Cukup lama Kyu menatap semangkuk bubur daging itu. Dia menghela nafas dan mulai sedikit demi sedikit menghabiskan bubur di mangkuk itu. Pria cantik itu mengusap perutnya lalu tersenyum menatap segelas susu. Dia membenci rasa susu ibu hamil itu tapi bila mengingat bagaimana dia hampir kehilanganya dengan beberapa tengak dia menghabiskannya. Pil-pil itu pun sudah menunggu untuk di telannya.

” Kau tahu..ini demimu sayang.Ibu membenci semua ini tapi karna kau ibu menelannya. Jadi kau harus tumbuh sehat.” Kyu mengusap perutnya lagi sebelum menelan pil itu dengan air putih.
.
.
.
Kyu mengusap rambutnya yang basah dengan handuk lalu berjalan di meja rias dan menatap wajahnya. Dia mulai mengusapkan lotion ke seluruh tubuhnya dan menatap wajah pucatnya di cermin. Dia melepas paksa infus yang terhias di tangan kirinya lalu memutuskan mandi.

” Kau sudah selesai makan?” suara bass itu hanya di tanggapi wajah datar istrinya, ” Kau menghabiskannya bukan membuangnya ke toilet bukan?” Kyu sontak berdiri ketika suaminya hendak merangkulnya. Siwon tersenyum kecut, ” Aku akan pergi ke kantor sebentar tadi Jessika menghubungiku ada tamu dari China yang harus segera kembali jadi dia mengajukan pertemuan mereka. Kau tak apa aku tinggal?” Siwon berjalan menghampiri Kyu yang memilih baju di lemarinya. Tak ada jawaban dia tetap sibuk dengan kegiatannya. ” Harum sekali istriku?” Kyu mengeliat ketika Siwon menyerang lehernya. ” Sampai kapan kau menghindariku?” Siwon berkaca pinggang menatap istrinya.

Kyu hanya diam dan merapikan baju tidurnya. ” Aku lelah, bisakah kau meninggalkan kamarku. Besok aku harus bangun pagi dan kontrol ke dokter Kang.” Kyu mulai menata tempat tidurnya.

Siwon menarik nafas dan membuangnya dengan kasar, ” Baiklah tuan putri. Aku akan mandi dan menemanimu tidur.” Siwon mulai melepas kancing bajunya. Ya sejak kemarin dia tak berganti baju atau pun mandi. Kyu mengambil bantal dan selimutnya, ” Kau mau kemana?’

” Ke kamar nunna. Wae?” Siwon buru-buru menuju pintu lalu mengkuncinya. ” YAH!!! kembalikan kuncinya.”

Siwon memasukan kuncinya di saku lalu berjalan mendekati istrinya. ” Aku takut tidur sendiri.” bisiknya.

Kyu memukul dada siwon, ” Itu urusanmu…” sentaknya. Siwon tersenyum tipis lalu menarik tangan istrinya dan merebahkannya, ” Choi Siwon…” teriaknya.

CHUP…

” Tidurlah. Aku sangat…sangat lelah. Besok ada beberapa laporan yang harus aku selesaikan. Mengantarkanmu ke dokter dan banyak lagi. Jadi biarkan aku memelukmu untuk menghilangkan rasa lelahku. Jam makan malam masih lama.”

” Yah!! Choi…” belum selesai Kyuhyun melanjutkan ucapannya bibirnya sudah terbungkap oleh bibir joker milik suaminya. Siwon menyeringai ketika Kyu terdiam pasrah. Kembali Choi Siwon keluar sebegai pemenangnya.
.
.
.
.
Kyu mengeliat dalam tidur. Malam yang panjang. Dia begitu tidur tenang malam ini. Hal yang paling di rindukan adalah mencium keringat Siwon dan sejak siang kemarin dia menikmatinya.

” Kau akan pergi?” Kyu baru bangun tidur ketika Siwon sudah selesai mandi dan mengunakan jas dengan rapi.

Pria berlesung pipi itu berjalan mendekati istrinya. ” Wae?”

” Ani. Hanya bertanya.” Kyu membungkungi suaminya. Siwon duduk di tepi ranjang istrinya dan membelai rambut coklat itu. ” Cepat pergi sana.” sentaknya sambil menampik tangan suaminya.

” Kenapa lagi sayang? Apa hormon kehamilan begitu menyebalkan.” keluh Siwon sambil merebahkan tubuhnya disamping istrinya tak perduli bajunya akan kusut. Menarik istrinya untuk menatapnya. Mengecup kelopak mata yang terlihat mengemaskan ketika terpejam. Hidung mancung dan pipi gembil membuatnya hanya menelan ludah. Bibir plum yang merah merona tanpa polesan perwarna bibir. Indah…mempesona sang penikmat. Siwon menelan ludah kasar. ” Lihatlah pergelangamu…kau sesuka hatimu melepas jarum infus…” Siwon berusaha mengalihkan pikirannya.

” Bisakah!!!” cicit Kyu dengan suara mendesah.

” Hmm…”

” Sungguh aku tak tahan…”

” Wae?”

” Wonnie…jangan menggodaku…” geramnya. Dia hampir malu setengah mati tapi Siwon membuatnya gila dengan tak pekanya.

” Apa tak apa? Aku…”

” Please…” wajah polos itu memohon. Siwon mengigit bibirnya. ” Wonnie…”

Pria berlesung pipi itu menatap jam dinding lalu kembali menatap istrinya, ” Tapi…”

” Aku berjanji akan tutup mulut rapat-rapat…hanya sebentar…”kini tangan Kyu sudah melalang buana membuat sang pemilik tubuh kekar itu hanya mendesah.

” Bagaimana dengan rapat hari ini?” Kyu memplout bibirnya, ” Baby…sungguh aku pun juga menginginkannya tapi aku tak bisa menunda rapat kali ini.” Siwon mati-matian menahan hasratnya.

Kyu dengan kasar mendorong suaminya dan berdiri. Dia berjalan dengan mengoda. Kaki jenjang yang mulus mengoda. Kyu membuka pintu kamarnya, ” Silangkah pergi Tuan Choi Siwon…”usir Kyuhyun.

Siwon sontak berdiri menghampiri istrinya namun Kyuhyun menghindar dan menuruni tangga dengan terburu-buru. Telihat appa Cho dan Nyonya Cho menyambut dengan senyuman tipis.

” Kau sudah sehat sayang…” tanya Hangeng.

” Sudah appa. Kata siapa aku sakit.” Kyu menghentak pantatnya dengan wajah masam.

” Kau kenapa lagi Kyunnie…” Kibum melirik Siwon yang berjalan mengekorinya dengan wajah binggung, ” Kalian tidak bertengkar lagi bukan?”

” Memang kalian pikir aku sudah baikkan.” sinis dan dingin.

Mereka bertiga hanya menghela nafas panjang dan kembali menikmati sarapan mereka tanpa memperdulikan perang dingin antara Kyu dan Siwon.
.
.
.
.
.
.

Siwon bersila di hadapan istrinya yang sejak tadi sibuk dengan gamenya. Satu minggu berlalu dan Kyu belum juga memaafknnya. Dia melihat bunga mawarnya berserakan di lantai dengan mengenaskan. Baju baru, bahkan kaset game di lempar keluar jendela balon dan entah apa lagi yang harus di kirim Siwon agar istrinya memaafkannya.

” Mau sampai kapan kau mendiamkanku?” Siwon mulai geram, ” Ini sudah tengah malam, atau kau ingin aku menyita PSPmu sayang…” Siwon meraih benda pipih hitam itu dengan kasar. Kyu hanya memplout bibirnya lalu merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh wajahnya. Siwon memeluknya. ” Baby…kau bisa sesak nafas…”

” Jangan menyentuh aku…” sentaknya namun tak menolak pelukan suaminya.

” Lalu aku harus memeluk siapa? Kau istriku sayang, apa aku harus memeluk sekertarisku? Itu lebih konyol dari…”

” Mwo? Jadi kau sering memeluk Jessica?”

” Ani. Maksudku…”

” Hiks..hiks…hiks..jadi karna aku gandut sekarang …hiks…kau jadi lebih memilih memeluknya. ”

” Mwo? Apa tadi bicara seperti itu? Baby…bukan bagimana pun kamu aku lebih menyukaimu. Selama ini aku tak pernah protes bila kau tambah gemuk dan bulat sayang. Karna aku mencintaimu apa adanya. Arra?”

” Jadi aku benar bertambah gemuk. Huwaaa….hikss….” tangisan Kyuhyun semakin kencang.

” Tok…tok…tok…”

” Kyunnie…Kyunnie sayang…” teriak Hangeng.

” Kau berlebihan. Biarkan dia menyelesaikan masalah sendiri.”

” Tapi dia masih putraku…”

” Dia juga putraku. Aku yang melahirkannya. Asal kau tahu itu jadi aku lebih berhak.” teriak Heachul dengan suara lantang. Tak lama pintu terbuka lebar. Membuat dia orang paru baya itu terkejut. ” Yah!!! Kalian membuatku jantungan saja…” sentak Heachul yang hampir mati karna terkejut.

” Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Kyuhyun tanpa dosa.

” Mwo? kau yang membuat kita sampai berdiri disini…” jawan Heachul dengan emosi.

” Umma kau akan cepat tua bila terus marah-marah tak jelas.” cetus Kyuhyun.

” Damm!!! Kau ini sebenarnya anak siapa? dasar anak kurang ajar.”

” Anak Appa.”

” Sial!!! Aku malas berurusan dengan dia. Ya Tuhan.., jaga kecantikanku.” Heachul bergumanam sendiri meninggalkan kamar Kyuhyun.

Sedangkan Hangeng dan Siwon hanya menghela nafas.

” Ya sudah kembali tidur…” kata Hangeng sebelum menyusul istrinya.

” Jadi appa kesini tak membelaku? Siwon selingkuh appa…” omel Kyuhyun dengan wajah sedih.

” Baby jangan bicara sembarangan…” Siwon meraih pundak Kyuhyun dan menatapnya dengan serius.

” Kalau dia selingkuh..pukuli saja sampai mati. Itu yang bisanya di lakukan di drama yang di lihat ummamu….” Hangeng berlalu meninggalkan menantu dan putranya.

” Appa menuruh kita tidur honey.” Siwon menatap istrinya.

” Aku akan tidur di kamar Nunna.”

Siwon menarik istrinya masuk ke kamar dan mengkuncinya. Merebahkan pria cantik itu di ranjang lalu mengkunci kedua kakinya dan memeluknya dengan rapat. Kyu yang terus memberontak tak di perdulikannya.

” Tidurlah!!” Siwon memejamkan mata pura-pura tak memperdulikan berontakan Kyuhyun. Hingga pria cantik itu lelah dan berhenti memberontak. Kyu menatap suaminya yang terpejam. Wajahnya tiba-tiba merona ketika mendapati suaminya membuka mata menatapnya. ” Apa aku begitu tampan sayang?”

” Diam Choi Siwon atau aku akan menendang tubuhmu yang melintas garis. Uummh?”

Siwon tertawa geli, ” Kau nyakin sayang?” goda Siwon

” Nyakin. Jadi jangan main main dengan Cho Kyuhyun…”

” Choi Kyuhyun sayang…” ralat Siwon.

” Ok. Choi Kyuhyun… jadi jangan main-main dengan dengan Choi Kyuhyun.” ucapnya dengan sinis.

Siwon mengecup bibir plum itu dengan lembut, ” Baiklah tuan putri hamba tidak akan berani. SEkarang istirahatlah karna besok kau akan sibuk.” ucapnya.

Kyu menatap suaminya dengan penuh tanda tanya, ” Sibuk?” Siwon mengangguk, ” Apa?”

” Kau lupa bila besok adalah hari ulang tahun perusahaanku sayang…” bisiknya. Kyu memutar otaknya, ” Hmm dan kau tak lupa bukan bila itu pertama kali kita bertemu…”

” Lupa. Karna kau lebih menyukai nunna daripada aku.”

Siwon melepaskan pelukannya dan menatapnya dengan tajam, ” Kau juga yang tak bersahabat ketika aku mendekatimu…” Siwon duduk bersila di ikuti oleh Kyuhyun.

” Kau lupa siapa yang membuatku kesal adalah dirimu.” Siwon terdiam membayangkan bagaimana mereka bertemu dan bertengkar. ” Siapa yang tak kesal ketika kau katakan aku gendut dan tak pantas di sebut pria.”

” Karna kau memang cantik.” elak Siwon.

” Aku tampan. Sudah aku bilang beberapa kali aku tampan dan bahkan kadar ketampananku melebihi dirimu…”

” Oh ya… lalu sekarang siapa yang mengandung ha… kau bukan? Jadi aku benar ketika pertama kali melihat kau adalah pria cantik.”

Kyu mengambil bantal dan memukul kepala suaminya, ” Ok. Aku kaui itu tapi selanjutnya kau yang mengodaku. Kau bilang aku gendut dan tak seperti nunna yang cantik di depan orang tuaku.”

” Kapan?”

Kyu memicingkan mata, ” Ck…waktu makan malam keluarga kita. Tepatnya satu bulan setelah pertemuan kita…”

Siwon mengaruk tengkuknya yang tak gatal ketika dia berteriak sinis waktu makan malam bersama. Kibum tertawa melihat mereka berdua berolok-olok ketika itu, ” Tapi karna itu aku jadi setiap hari memikirkanmu…”

” Bisa antar aku ke kamar mandi?”

” Huh?”

” Aku ingin muntah mendengarnya.” ketus Kyuhyun.

Siwon tersenyum, ” Muntahlah sesukamu sayang tapi jangan kau muntahkan rasa cintamu. Karna kau adalah orang yang spesial untukku…” Kyu tersipu malu.

” Diam kau.” Kyu kembali merebahkan tubuhnya namun membungkunginya.

Siwon pun ikut berbaring dan memeluk istrinya. ” Apa kau bahagia?”bisik Siwon.

“Tidak karna kau menyebalkan. Diamlah!!! Karna aku ingin tidur. Hmm semoga besok aku sempat ke salon dan membeli baju.” gumananya.

” Hai…padahal aku tadi sudah memilihkan baju terbaik tapi kau membuanganya.”

” Diam tuan Choi atau kau ingin tidur di lantai…” sentak Kyuhyu.

” OK..oke…” Siwon mengeratkan pelukannya.
.
.
.
.
.
” Nunna kenapa baju ini tak ada yang muat untukku…” keluh Kyuhyun dengan wajah cemberut.

” Salahmu sendiri. Tubuhmu semakin melar sayang…” Kibum memunguti baju yang di serakan oleh adik kandungnya.

” Aku sedang hamil. Bukan gendut?” Kyu memplout bibirnya.

” Oke alasan cukup klasik. ” Kyu kembali memilih-milih baju, ” Kyu…”

” Hmm…”

” Sebenarnya kau ingin baju seperti apa? Kau tak lihat butikku hampir hancur karnamu…”

” Suamiku akan membayarnya nunna…”

” Aku tahu suamimu kaya tapi kau tak lihat bagaimana pelangganku…” Kyu kembali duduk dan menatap kakaknya, ” Wae?”

” Nunna bila kau banyak bicara nanti kau akan cepat tua…”

” YAH!!!…kau adalah mahkluk yang paling menyebalkan…” teriak Kibum membuat semua penghuni buktiknya menatap ke arah mereka. “Ahh..mianhae…lanjutkan memilihnya.” Kyu tertawa menatap kakaknya. ” Ini semua karna kau setan kecil…”

” Ck..ck…”
.
.
.
.
.
” Wonnie kenapa appa choi banyak bicara…kapan makannya…” rengek Kyuhyun ketika Kangin sedang membicarakan bagaimana sejarah berdirinya perusahaannya itu.

” Sebentar lagi sayang… tahanlah!!!” Siwon mengenggam tangan istrinya.

” Tapi aku lapar Wonnie. Kau ingin kau mati.”

Siwon hanya memutar matanya dengan malas sebelum datang kemari pria cantik itu sudah makan mie ramen, ” Ini tak akan lama…” bisiknya kembali membuat Hangeng dan Heachul melirik sekilas.

” Kalau begitu belikan aku es krim.”

” Iya sayang. Setelah acara ini selesai aku akan membelikannya. Tapi kita pulang ke rumah ya…” rayu Siwon.

” Ani. Sekarang. Baby ingin sekarang….” rengeknya dengan suara yang cukup keras sampai membuat Kangin menghentikan ucapannya sekelias.

” Ada apa Wonnie…” Sungmin menatap anak dan menantunya.

” Umma Kyunnie ingin es krim namun Wonnie tak mau membelikan.” adu Kyuhyun dengan wajah polosnya.

” Siwon…”

” Baiklah!!!” Siwon segera berdiri dan berlari membuat sebagain tamu dan kariawan melihat bos mereka terlihat terburu-buru. Kyuhyun tersenyum kecil membuat Heachul melempar tatapan mematikan.

” Bahkan acara penting ini kau masih ingin membuat ulah…” sentak Heachul dengan suara sinis.

” Umma…” Kyu memplout bibirnya.

” Chullie sudahlah…kau juga pernah mengandung bukan.” bela Sungmin.

” Tapi tak merepotkan seperti dia…” bantah Heachul. Hangeng hanya terseyum lalu mengenggam tangan istrinya dengan lembut. Wanita paru baya itu hanya menghela nafas lalu kembali terfokus pada acara.
.
.
.
Tak lama Siwon kembali dengan sekantung es krim coklat dan Vanilla kesukaan istrinya. Kyu segera meraihnya dan membukanya layaknya anak kecil. Siwon tersenyum kecil.

” Kenapa kau lama sekali?” omel Kyu di sela menikamti es krim vanilanya.

” Benarkah? Aku tadi merasa berlari seperti supermen sayang…” jawab Siwon dengan senyuman kecil memperlihatkan lesung pipinya.

Kyu tiba-tiba merona, ” Wonnie tampan hari ini…” cicit Kyuhyun dengan menundukan kepala.

” Benarkah? Apa baby suka?” Kyu mengangguk, ” Kalau begitu nanti kita pulang ke rumah kita ya…” Kyu menatap suaminya.

” Tapi Kyu masih sebal dengan Wonnie…”

” Tapi bukan Wonnie tampan hari ini dan Wonnie juga sudah membelikan es krim.” bujuk Siwon. Kyu nampak berpikir, ” Besok Kyunnie boleh belanja atau makan sepuasnya asal Kyu juga harus menjaga kesehatan dan jangan terlalu lelah kasihan dengan baby kita…” Siwon mengusap perut Kyu dengan sayang.

” Tapi Wonnie janji akan sayang dengan Kyu…harus menutut apa kata Kyunnie…”

” Wonnie janji.” jawabnya dengan tegas. Kyu pun mengangguk dengan spontan Siwon langsung memeluknya, ” Gomawo baby…”

” Siwon jaga sikapmu…” sentak Kangin.

Siwon buru-buru melepas pelukannya dan menikmati makan yang sudah di sediakan. Semua anggota keluarga lainya tertawa melihat Siwon yang salah tingkah.

” Oppa…kau seperti anak sekolah yang jatuh cinta…” ledek Jiwon langsung di sambut gelak tawa dari Kibum.

” Ya..ya…kau tahu sendiri bagaimana setan kecil ini sudah menaklukan oppamu sayang…” sambung Kibum.

” Kalau dari pengheliatanku…Kyunnielah yang kalah telak dari Siwon…kau tak lihat adikmu begitu takut kehilangan suaminya.” kali ini Heachul memberikan pendapatnya.

” Tapi bukan kuda jantan ini juga begitu terpesona dengan setan kecilmu. Bagaimana putramu membuat putraku tak bisa tidur…” Sungmin tertawa geli melihat putranya urung-uringan karna makan malam bisnis itu.

” Umma jangan bongkar semua…” Siwon terlihat tak terima semua aibnya terbongkar.

” Minnie kau juga harus tahu bagaimana sikap putraku yang kalang kabut karna tak bertemu Siwon..” Hangeng mengingat bagimana putranya yang tiba-tiba sering rajin ke kantor hanya karna ingin bertemu Siwon yang sering bermain di kantornya.

” Appa…” Kyuhyun membanting sendoknya dan memplout bibirnya.

” Bukan itu benar sayang? Kau sering bilang pria itu menyebalkan tapi kau juga akan menatapnya tanpa berkedip bukan…” tambah Hangeng.

” Aku membenci appa…” rengeknya langsung di hadiahi kecupan di pipinya oleh suaminya.

” Yah!!! Choi Siwon…ini masih didepan umum…” Kyu memukul lengan suaminya ketika semua anggota keluarganya menegur suaminya. Semua tertawa tak memperdulikan para tamu memperhatikan meja mereka.
.
.
.
.
.

Kyu begitu kelehana karna acara semalam. Dia tertidur hampir tak bergerak dalam pelukan suaminya. Siwon tersenyum bahagia, akhirnya istrinya kembali pulang ke rumah mereka.

” Morning…”

” Morning Wonnie.”

” Apa masih sering mual?” Kyu mengelengkan kepala. ” Syukurlah…” Siwon kembali memeluk istrinya.
.
.
.
.

Siwon sedang mengupas jeruk untuk istrinya. Ini sudah buah ke empat pagi ini. Kyu melahapnya dengan buas.

” Selesaikan sarapanmu dulu baru nanti makan buahnya.” ucap Siwon melihat nasi di piring istrinya belum habis.

” Tapi aku ingin jeruk bukan nasi.” jawab Kyuhyun.

Siwon menaruh jeruknya lalu mengambil nasi dari pipingnya dan telur dadar, “Meog-eo.” perintah Siwon.

“Wonnie Kyunnie sudah kenyang…” jawabnya lalu kembali melahap jeruknya.

” Jangan mulai lagi. Sejak tadi kau hanya makan beberapa suap lalu mengambil jeruk sayang. Meog-eo…”

Kyu memplout bibir lalu menaruh buah jeruknya dengan kasar, ” Wonnie pembohong…baru tadi malam Wonnie berjanji akan sayang dengan Kyunnie tapi apa sekarang? Wonnie jahat dengan Kyuniie…” pria cantik itu terlihat marah dan ingin menangis dalam bersamaan.

” Mianhae…” Siwon sontak berdiri menghampiri istrinya.” Maafkan aku…” Kyuhyun tak menolak ketika Siwon menariknya ke dalam pelukannya. ” Aku terlalu khawatir denganmu…aku…mianhae…aku tahu ini terlalu berlebihan…” Siwon mengecup kening Kyuhyun dengan lembut. Kyu hanya mengangguk dan semakin menyamankan diri dalam pelukan suaminya.

” Kyunnie akan makan tapi Wonnie jangan marah lagi…” Siwon tersenyum kecil lalu mengangguk. ” Kyunnie mau daging yang banyak, Wonnie suapi ya…”

” Ne.”
.
.
.
.
.

Siwon melepas jas hitamnya dan menyampirkan di kursi kerjanya. Beberapa hari ini cukup berat karna banyaknya kontrak kerja dan juga panggilan ujian krispsinya. Lelah pasti karna istrinya tak pernah berhenti membiarkanya tenang. Setiap malam ada saja yang dia inginkan. Siwon memijat keningnya dan mengabaikan ketukan pintu sekertarisnya.

” Wonnie kenapa lama sekali?” Siwon sontak membuka mata ketika bukan suara seketarisnya melainkan…

” Bagaimana kau bisa kesini?” Siwon sontak berdiri menghampiri Kyuhyun.

” Mengunakan pintu kemana saja milik dorameon.” jawab Kyu santai.

Siwon hanya menghela nafas lalu mengecup bibi plum milik istrinya, ” Ada apa gerangan tuan putri datang singgah sana pangeran.” kata Siwon dengan keliangan mengoda.

” Kau selalu mengodaku…” Kyu sontak duduk di sofa coklat muda itu lalu dengan memplout bibirnya. ” Kau tahu Wonnie…” Siwon sontak ikut duduk di dekat istrinya, ” Kenapa hampir semua bajuku tak ada yang muat…”

” Pantas aku sedikit familiar dengan baju yang kau kenakan.”

” Cih!!! Ini juga karna semua bajuku tak ada yang bisa aku kancingkan. Lihat kenapa dadaku semakin besar ini pasti karna ulahmu…”

” Aku…” Siwon menunjuk dirinya sendiri, ” Kenapa aku lagi…?”

” Kalau bukan kau…siapa? Yunho Hyung Donghae?” Siwon hanya berdecak lalu menatap istrinya dengan serius, ” Heheheh… bercanda…WONNIEE..antar aku membeli baju…apalagi kau juga akan Wisuda jadi aku harus membeli baju terbaik…”

Siwon tersenyum dan membelai pipi gempal itu dengan sayang, ” Baiklah!!!” ucapnya dengan sedikit mendesah.

Kyu tersenyum semangat, ” Lalu sebelum pulang belikan aku es krim vanila dan Coklat.”
.
.
.
.
.
Disinilah sekarang mereka. Hampir dua jam mereka berputar-putar di mall.

” Sebenarnya kau ingin baju seperti apa baby?” Kyu tak menjawab hanya terdiam menatap suaminya, ” Baby…”

“Aku tak tahu…hanya ingin berputar-putar saja. Apa salah?”

Siwon hanya menghela nafas, ” Ada yang menganggu pikiranmu?” Kyu mengeleng walau sedikit ragu.

” Wonnie lihat wanita yang di depan kita.” Siwon mengikuti arah pandang istrinya lalu kembali menatap Kyuhyun, ” Dia selalu mengikuti kita sejak tadi kita datang…”

” Tenang saja. Tak akan ada yang bisa menyakitimu sayang ada aku disini…” Siwon menarik Kyu dalam dekapannya.

” Tapi dari tadi dia itu mengicarmu bukan aku…”

” Huh?”

” Menurut Wonnie masih cantik aku atau dia?”

” Hmm…tentu kamu sayang…” Siwon tersenyum kecil menyentil hidung mancung istrinya.

” Tapi aku tampan Wonnie…bukan cantik…” keluh Kyuhyun sambil memukul dada suaminya.

” Baiklah…baiklah cantik dia dan kau…” belum sampai Siwon selesai bicara.

PLAAKKSS!!!

” Wonnie jahat!!!” Kyuhyun langsung meninggalkan toko setelah semua melihat ke arah mereka. Siwon hanya mengaruk tengkuknya dan segera mengekor istrinya.

” Kyu….” Siwon berusaha menghentikan istrinya namun selalu di tepis ketika tangan Siwon meraih pergelangannya.

” Jangan kejar Kyunnie…bukan Kyunnie jelek…” Kyuhyun sudah menangis tersedu-sedu. Ingin sekali Siwon memukulkan kepalanya di tembok.

” Aku tak bermaksud seperti itu…sayang…”

“Kau bohong…”

Siwon menarik paksa istrinya untuk menatapnya tak perduli ini di depan umum, ” Kenapa setelah kita menikah… kita jadi sering bertengkar. Baby…bila aku menganggap wanita itu lebih cantik aku akan menikahinya bukan bertahan hidup denganmu. Kau tahu siapa yang aku cintai bukan? Jadi apa perlu aku berteriak pada dunia bahwa aku mencintaimu. Kenapa kau perduli mereka melihatmu kalau yang ada di mataku adalah kau. Bila aku tak mencintaimu…aku tak akan menemanimu belanja, aku akan marah bila kau selalu mempermalukanku di depan umum. Aku lelah bertengkar denganmu… aku berpikir mungkin setelah kita menikah kehidupan kita lebih harmonis tapi apa? Kau selalu saja memancing amarahku…kau sedang mengandung, jaga kondisimu…seberapa pun aku mengalah kau akan tetap menganggap aku salah.”

” Tapi aku tak suka milikku di sentuh orang lain.” final Siwon terdiam ketika mendengar jawaban Istrinya, ” Aku takut kau meninggalkanku…karna itu aku selalu mencari perhatianmu..apa salah? Kau tampan dan aku…aku hanya namja aneh..aku takut kau lebih memilih mereka yang memiliki tubuh cantik daripada aku…”

” Kita pulang saja. Ini masih di tempat umum…”

” Lalu bagimana es krimnya?”

” Huh?”

” Es Krim…” rengeknya sambil menghentak-hentan kakinya di lantai.

Siwon hanya menghela nafas lalu mengangguk.
.
.
.
.
.

Kyuhyun mengahabiskan empat cup es krimnya.

” kenapa kau selalu makan apa yang kau sukai sayang?”

” Aku lapar. Kau tak lihat aku memuntahkan semua makanku dan hanya es krim yang di mau baby…” jawab Kyu.

” Tapi minumlah susu dan Vitaminya.”

” No. Aku malas rasanya aneh dan tak enak.”

” Baby…”

” Ok. Aku akan meminumnya tapi nanti kau harus memelukku ketika tidur.”

” Tidak bisa sayang. Kau tahu bukan bila besok aku harus sidang…” Kyu memplout bibirnya, ” Baby jangan lagi…aku sudah tiga kali menunda sidang…”

” Tapi aku takut…tadi aku merasa melihat ada bayangan di sekitar jendela.”

” Jinjja?” Kyu mengangguk. Siwon segera berdiri dan melihat arah balkon. Tapi tak ada hal yang aneh. Dia kembali menutup pintu dan menguncinya. ” Tak ada apa-apa? Mungkin hanya imjinasimu saja. Tidurlah!!! Aku akan menemanimu…” Siwon menutup tirai dan tidur di samping istrinya.

” Gomawo…” Siwon hanya menjawab dengan mengecup kening istrinya.
.
.
.
.
.
Siwon terihat sibuk membereskan dokumen-dokumen untuk keperluan sidang Skripsinya, belum lagi setelah itu dia harus menghadiri rapat pembukaan cabang baru di jepang. Kepalanya hampir pecah. Belum lagi istrinya yang sejak semalam tidak bisa di tinggal. Bila dia terus menunda bagaimana dia bisa melanjutkan S2nya.

” Wonnie kenapa bangun pagi sekali…” tiba-tiba suara serak istrinya menghentikan kegiatannya. Siwon menelan ludah kasar. Dengan perut buncit Kyuhyun terlihat seksi dengan memerkan paha mulusnya. Dia sengaja hanya mengunakan kemeja putih.

” Kau sudah bangun…” Siwon berusaha mengabaikan keindahan itu karna dia ingat hari ini akan begitu sibuk. ” Kembalilah tidur ini masih cukup pagi…”

” Sirheo…” bantah Kyu dengan suara keras. Pria cantik itu berjalan mendekat dan duduk di sofa tempat kerja suaminya. Dia melipat kaki dengan anggun sambil membaca majalah yang ada di sekitarnya. ” Wonnie…”

” Hmm…”

“Bagimana kalau malam ini kita berkencan? Bukan selama menikah kita tak pernah berkencan lagi…” Kyuhyun menaruh majalahnya dan berjalan mendekati suaminya. Siwon hanya menghela nafas panjang, ” Kau tak mau?’

” Bukan aku tak mau. Tapi hari ini aku sangat sibuk. Bahkan aku berniat lembur di kantor karna banyak yang harus aku kerjakan. Kau tahu hari ini aku akan sidang dan nanti ada rapat tentang membukaan cabang di Jepang. Sampai sementara ini appa akan membantuku.” jelas Siwon. Kyu memplout bibirnya, ” Jangan mulai lagi. Aku akan mencarikan waktu untuk kencan kita bagaimana?’

Kyu hanya menunduk, ” Baiklah. ” Kyu berusaha tersenyum.

” Kau marah?”

“Aku tak ingin bertengkar denganmu lagi. Aku akan kembali tidur.” Kyu berjalan dengan lemas keluar dari ruang kerja suaminya.

” Kyu….” cicit Siwon namun pria cantik yang kini mengandung anaknya menghilang di balik pintu coklat itu. Siwon memanting tumpukan dokumen itu lalu mendesah.
.
.
.
.
.

Siwon bernafas lega ketika sidangnya berjalan cukup lancar. Walau dia awal dia cukup kacau karna wajah istrinya masih membanyanginya. Yunho, Changmin, Eunhyuk, dan Donghae tak kalah tegang namun mereka berhasil melaluinya. SEdangkan Kyu sejak tadi hanya menghela nafas sambil menikamti jus jeruknya.

“Ada apa sayang?” Sungmin menaruh kue yang baru selesai dia buat.

” Tak apa hanya sedang berpikir?”

” Berpikir?” Kyu mengangguk lalu kembali menikamti jus jeruknya, ” Tentang apa?”

” Kenapa aku harus buru-buru menikah?”

” Huh?”

” Anio. Hari ini dokter Kang memberikan banyak nasehat untukku. Katanya aku harus makan yang bergizi. Umma bisa memasakan aku udang atau makanan laut lainya… aku ingin dia cerdas…” ucap Kyu sambil mengusap perutnya.

” Pasti aku akan menyuruh bibi Han ke pasar lalu membelikan apa yang di inginkan menantu umma…” Sungmin pun ikut terseyum ketka Kyu melempar senyum walau selanjutnya di menunduk dan memasang wajah sendu lagi.
.
.
.
.
.
” Tada…ini semua makan sehat untukmu sayang…” Sungmi memberikan menaruh sup kacang merah di depan menantunya. Kyu tersenyum tipis lalu mulai memakan udang dan ikan yang tersaji di depannya. ” Bagaimana?”

” Gomawo umma ini semua sangat lezat.” jawab Kyu kembali menaikmati makannya.

” Siwon sering mengeluh bagimana kau pilih-pilih makanan. Apa itu benar?” Kyu mengangguk, ” Apa karna itu kau menyesal?”

Kyu menghela nafas, ” Menyesal? Maksud umma?” Kyu sebenarnya paham bahwa ibu mertunya mempertanyakan soal ucapannya tadi, ” Ya Tuhan…aku lupa bila tadi lupa.” Kyu segera berlari ke kamarnya. Sungmin hanya menunduk. Tak lama dia kembali membawa foto kecil. ” Tada…”

” Ini cucu umma…” Kyu mengangguk, ” Bagimana kondisinya?”

” Sangat baik umma. Lihat anggota tubuhnya mulai terlihat. Dia sudah memilik wajah lengkap dengan mata, mulut. Umma tahu dia juga sudah memilik tiga piluh dua bakal gigi permanen. Jika melihat bagian tanganya sudah tumbuh jari-jari mungil.”

” Apa kau sudah tahu jenis kelaminnya?” Sungmin mulai pensaran.

” Belum umma. Pada masa ini, organ intim belum terbentuk sempurna. Jadi bersabarlah.”

” Lain kali kau harus mengajak umma. Ahhh…umma benar-benar tak sabar…” Sungmin tersenyum sambil melihat foto USG cucunya.

” Dokter Kang juga memberikan ku ini. Katanya musik mampu merangsang otak pada janin.” ceritanya.

” Gomawo.”

” Untuk apa umma?”

” Karna kau sudah mau mengandung cucu umma.”

” Aku sendiri yang menginginkannya umma…” Kyuhyun memeluk ibu mertuanya dengan erat.

” Apa aku ketinggalan drama mertua dan menantu. Ayolah!!! sering kali drama mengkatakan mereka tak bisa akur tapi kenapa dengan oppa berbeda?” kata Jiwon sambil duduk di salah satu kursi. Kyu hanya tersenyum tipis sebelum menyerahkan hasil foto USG. ” Apa ini calon keponakannku?” Kyu mengangguk sebagai jawaban.
.
.
.
.
.

Kyu berjalan dengan lamban ketika pak Kim mengantarkannya pulang. Dia memainkan kantung makannya yang baru saja dia beli ketika perjalanan pulang tadi. Pria itu menekan beberapa angka lalu membuka pintunya. Dia kembali menutupnya dan menaruh kantung berjalannya di dekat conter dapur. Dia membuka lemari pendingin dan mengambil sebotol susu lalu menengguknya. Dia kembali pada kantung belanjanya dan menaruh es krimnya. Tubuhnya lengket dan dia perlu mandi. Lima belas menit merendam diri di air hangat membuatnya sedikit fres. Dia berjalan di ruang tengah dan menyalakan TV favoritnya.

” Kau belum tidur?” suara bass itu sedikit mengejutkan Kyuhyun karna sejak tadi sebenarnya dia tak fokus dengan apa yang dia lihat.

Kyu tersenyum tipis, ” Belum. Aku menunggumu.” Kyu berdiri dan menarih tas dan jas milik suaminya. Siwon terkejut dengan perlakuan itu. ” Kau sudah makan? Apa perlu aku siapakan air hangat?” Kyu berkata sambil berjalan menuju tempat kerja Siwon untuk menaruh tas kerjanya, ” Bagaimana sidang hari ini? Kau tak menghubungiku sama sekali.” keluhnya namun masih tetap dengan senyuman.

” Mianhae…” Siwon hanya mampu mengucapkan satu kata itu.

Kyu sudah masuk ke dalam kamar dan menyalakan air hangat. Mengambil piama tidur suaminya, ” Mandilah dulu baru aku sediakan makan malam. tadi umma membawakan aku beberapa makanan untukmu. Aku akan menghangatkan selagi kau mandi.” ucap Kyu sambil berjalan menyerahkan handuk kepada Siwon.

” Ada apa?”

” Huh?”

” Kenapa kau sedikit aneh?”

Kyu tersenyum, ” Bukan kau menyuruhku dewasa. Jadi aku berusaha menikmati peranku sebagai istri.” jawabnya lalu menundukan kepala meninggalkan Siwon.

Siwon segera berbalik, ” Apa kau tak bahagia hidup bersamaku? Apa benar kau menyesal menikah denganku? Apa kau terbebani karna bayi dalam perutmu?” Siwon sedikit meninggikan ucapannya.

” Kau bicara apa? Apa banyak masalah di kantor? Apa sidangmu tak berjalan dengan lancar?” bukan menjawab Kyu berbalik bertanya.

” Tak usah mengalihkan perhatian. Jawab pertanyaanku saja Choi Kyuhyun…?”

” Apa yang harus aku jawab? Semua pertanyaanmu itu koyol Wonnie. Jadi cepatlah mandi. Aku akan menghangatkan makan malammu.”

” Bukan hanya Umma tapi Changmin dan Hyukjae juga mengkatanya.”

” Mereka berdua hanya manusia bermulut lebar.”

” Lalu umma…”

” Katanya kau lelah bertengkar? Aku pun juga. Aku sudah cukup bahagia karna tadi dokter Kang bilang bila bayiku baik-baik saja. Jadi jangan bahas itu lagi…”

” Baby?”

” Mandilah!!!”

“Kau tahu aku mencintaimu.”

” Nado.”

” Karna itu berkatalah dengan jujur? Apa kau menyesal menikah denganku. Apa karna aku memaksamu dan kau menyesal menikah terburu-buru denganku?”

” Apa kau benar-benar ingin mendengar apa alasanku?”

” Iya seberapa pun menyakitkannya aku akan menerimanya…”

” Aku…”

TBC

Annyeong haseyo….
APA KABAR SEMUA? MIANHAE…AKU LAMA MENGHILANG DAN GAK UP DATE… MOOD LAGI KACAU KARNA SAKIT…

Semoga masih ingat ya jalan ceritanya… MIAN KLO HASILNYA GAK MAKSIMAL…
Jangan lupa tinggalkan komentar km ya…
dan terima kasih buat yang udah komentar cerita aku…

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

52 thoughts on “Tentang Kamu – Part 15

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s