Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Romance, Series, WonKyu Story

All For You – Chapter 5

All For You – Chapter 5

By. ssiihee

Siwon & Kyuhyun

Romance,  family, smooth, fluff & drama

BL, DLDR, OOC, AU, NC17

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang! (= ̄▽ ̄=)V

..::..::..

AFY

ssiihee©2015

Totally Reserved

..::..::..

.

Chapter 4

Sudahkah pernah Siwon katakan, bahwa saat dirinya terjaga di pagi hari dan mendapatkan Kyuhyun yang tertidur damai dalam pelukannya adalah hal paling membahagiakan baginya. Selama lima tahun hal inilah yang selalu ia inginkan. Menatap wajah Kyuhyun yang tertidur, membangunkan Kyuhyun dengan cara mengecup bibirnya atau hanya saling memandang dengan berpelukan.

Seperti sekarang saat Kyuhyun mengerjapkan matanya perlahan dan mengangkat wajahnya untuk menatap Siwon. Kyuhyun tersenyum manis menyadari Siwon sedang menatapnya intens. Dengan tangan kanannya Siwon mengangkat dagu Kyuhyun dan memajukan wajahnya. Mencuri sebuah kecupan manis yang mereka berdua bagi satu sama lain. Sungguh hal yang menyenangkan.

Morning baby.” Ucap Siwon saat ia melepaskan tautan bibir mereka.

Kyuhyun tersenyum manis. “Morning Hyung. Jam berapa sekarang?”

Siwon mendekap erat tubuh Kyuhyun dan menaikan selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.

“Jam 8. Waeyo? Kau ada acara?”

Kyuhyun mengangguk dan menguap kecil. “Ne. Aku akan bertemu umma. Dia mengatakan sudah menemukan tempat bagus untuk butikku.”

Kyuhyun memang berencana membuka sebuah butik untuk mengaplikasikan ilmu yang ia dapat selama di Paris. Saat ia menceritakannya pada Siwon dan kedua orang tuanya, mereka dengan semangat mengatakan akan membantu. Terutama ibu mertuanya. Dan terbukti ibunya itu mendapatakan sebuah tempat dalam waktu yang singkat.

“Benarkah?” Siwon terlihat kecewa dan Kyuhyun mendongakan wajah untuk menatap Siwon. Ia tidak akan pergi jika Siwon tidak menginginkannya.

“Waeyo? Kau tidak ingin aku pergi.”

Annie. Hanya saja ku pikir hari ini kita bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja. Dan mana mungkin aku melarangmu pergi dengan nyonya besar Choi.”

“Masih ada dua jam sebelum aku berangkat. Kau mau melakukan sesuatu?” Kyuhyun bertanya dengan semburat kemerahan menghiasi pipinya.

“Sesuatu? Seperti apa?” Tanya Siwon. Ia mengerti dengan perkataan Kyuhyun hanya saja Siwon ingin menggoda Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum manis dan tidak peduli bahwa saat ini Siwon sedang menggodanya.

“Seperti tadi malam.” Jawab Kyuhyun. Sengaja menggantung percakapan mereka. Ia senang menghabiskan waktu seperti saat ini bersama Siwon.

Senyum terkembang di bibir Siwon saat ia bergerak dan Kyuhyun mengikuti pergerakan tubuh suaminya dengan merubah posisi tubuhnya yang sebelumnya tidur menyamping menjadi berbaring dengan Siwon kini berada di atas tubuhnya.

“Aku tidak mengerti sayang, bisa kau jelaskan.” Ucap Siwon dengan sebuah kecupan di bibir Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan mata sejenak merasakan nafasnya yang mulai memburu hanya karena kecupan Siwon. Ia lalu menatap suaminya dan tersenyum. Kedua tangan Kyuhyun menangkup wajah Siwon agar mendekat hingga deru nafas mereka dapat terasa di wajah masing-masing.

“Aku ingin kau menyentuhku hyung. Seluruh tubuhku. Dengan kedua tangan dan bibirmu. Hingga meninggalkan jejak panas yang sangat aku sukai. Dan…” Jeda sejenak saat Kyuhyun merasakan pergesekan diantara tubuhnya dengan Siwon.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya dan tersenyum menatap Siwon yang masih menunggu kelanjutan ucapannya Kyuhyun.

I want feel you deep inside me.”  Lanjut Kyuhyun yang terdengar sangat erotis di telinga Siwon.

Siwon hanya tersenyum dan kembali mengecup bibir Kyuhyun. “Lalu kau ingin aku memulainya dari mana?”

Kyuhyun mengarahkan tatapan ke arah dadanya dengan kedua nipple yang sejak tadi berdenyut menanti bibir Siwon agar menempatkannya dalam mulut hangat Siwon dengan hisapan kuat yang akan selalu membuat Kyuhyun gila.

Of course. I love the twins so much.

Percakapan diantara keduanya berakhir dan hanya meninggalkan erangan dan desahan kenikmatan dunia yang membuat tubuh mereka panas karena membutuhkan satu sama lain. Hingga erangan panjang terdengar saat meraka mencapai puncak kenikmatan untuk yang ke sekian kalinya.

..::: WonKyu :::..

Kyuhyun tersenyum lebar dan melambaikan tangannya ke arah wanita paruh baya yang menunggunya di depan sebuah gedung berlantai empat. Ia berjalan pelan menghampiri ibu mertuanya. Tubuhnya masih terasa sensitif setelah percintaan panjang dengan Siwon.

Saat ia menghampiri nyonya Choi, ia membiarkan wanita itu memeluknya erat dan mencium pipinya.

Aigo, Kyuhyunie semakin terlihat cantik saat sedang bahagia.”

“Aku pria umma, tapi terima kasih. Putramu yang membuatku bahagia.”

Nyonya Choi melepas pelukannya. “Tentu saja. Jika Siwon berani menyakitimu jangan harap dia bisa hidup tenang.”

Kyuhyun hanya tertawa kecil melihat nyonya Choi yang Sepertinya lebih menyayanginya daripada putranya sendiri Choi Siwon. Kyuhyun lalu merangkul ibu mertuanya untuk masuk ke dalam gedung yang sejak pertama sudah membuat Kyuhyun penasaran.

Keduanya masuk dan melihat setiap lantainya. Gedung berlantai empat dikawasan Myeondong ini sangat cocok untuk usaha yang akan dijalankan Kyuhyun.

“Bagaimana? Kau suka?” Tanya nyonya Choi saat mereka berada di teras lantai 4.

“Tentu saja. Hanya saja ini terlalu berlebihan umma.

Annie. Ini hadiah kecil dari umma. Dengar…” Nyonya Choi mengambil tangan Kyuhyun dan menggenggamnya. “Kau sekarang bagian dari keluarga kami. Annie. Sejak dulu saat Siwon membawamu ke rumah kami kau sudah jadi bagian Choi. Jadi kau harus membiasakan diri untuk menerima apa yang kami berikan. Arasso?”

Kyuhyun hanya tersenyum dan dalam hati bersyukur bahwa Tuhan mengirimkannya kembali orang tua seperti tuan dan nyonya Choi. Ya. Mulai sekarang Kyuhyun harus hidup bahagia agar orang tuanya di surga dapat beristirahat dengan tenang.

Umma akan pakai lantai satu untuk café, jadi tamu yang datang bisa duduk-duduk menunggu di café bagaimana? Aigo umma sudah lama ingin melakukan hal ini. Bolehkan?”

“Tentu saja umma.”

“Kau bisa pakai ruangan ini untuk ruanganmu. Di sana ada kamar yang bisa kau gunakan jika kau lelah.” Nyonya Choi menunjuk sebuah pintu di sudut ruangan. “Dan kau ingin design seperti apa untuk butik mu? Katakan saja, appa punya banyak kenalan yang bisa membantumu.”

Kyuhyun tersenyum senang mendengar semangat ibu mertuanya. Seperti yang ia katakan sebelumnya bahwa keluarganya begitu antusias dengan rencananya. Lihatlah tuan Choi tidak mau kalah untuk bisa membantu putranya dan Kyuhyun akan menerimanya dengan senang hati.

Setelah puas melihat gedung keduanya memutuskan untuk berjalan-jalan dan mencari tempat makan siang. Mereka sampai di sebuah restoran dan segera memesan makanan. Keduanya makan dengan obrolan santai yang membuat keduanya tersenyum bahagia.

Setelah mengisi energi keduanya sepakat menghabiskan waktu mereka berdua dengan berbelanja di sebuah mall milik keluarga Choi. Seperti halnya Siwon, nyonya Choi juga sangat menginginkan hal seperti ini ia lakukan dengan Kyuhyun. Sebelumnya pernah, hanya saja tidak terlalu sering dan waktu lima tahun benar-benar membuat nyonya Choi merindukan putra manisnya.

Aigo, lihat Kyuhyun-ah bukankah ini sangat lucu.” Seru nyonya Choi saat ia melewati toko pakaian anak-anak. Ia menunjuk sebuah piyama berwarna baby blue yang terpajang di etalase toko.

Kyuhyun menghampiri nyonya Choi dan senyum manisnya hilang seketika saat melihat apa yang membuat ibunya terlihat sangat senang. Ia menggigit bibir bawahnya saat sesuatu menghentak hatinya. Nyonya Choi yang telah menatap Kyuhyun seolah tersadar bahwa ia telah menyakiti perasaan menantunya.

Umma tahu apa yang kau pikirkan. Maafkan umma, namun kau harus tahu bahwa umma menyayangimu lebih dari apa yang kau pikirkan.”

Kyuhyun menunduk, menghela nafas sejenak lalu menatap nyonya Choi. “Mianhae. Aku tidak bisa memenuhi harapan umma yang satu ini. Aku…”

“Sstt…” Nyonya Choi menyela ucapan Kyuhyun lalu mengusap pipi kanan Kyuhyun penuh sayang. “Jangan memikirkannya. Umma, appa dan juga Siwon mencintaimu tanpa syarat. Kau hanya perlu bahagia dan jangan memikirkan hal yang tidak perlu. Arasso?”

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Ia lalu memeluk nyonya Choi dan menghirup aroma seorang ibu yang sangat nyaman dan membuatnya damai.

Saat Kyuhyun melepaskan pelukannya, nyonya Choi tersenyum dan sekali lagi menyentuh pipi kanan Kyunyun dan menatap pemuda itu dengan penuh cinta yang tersirat di matanya. Keduanya tetap berada diposisi sama sampai seseorang menghampiri mereka.

“Kyuhyun-ah!”

Suara seorang gadis membuat nyonya Choi dan Kyuhyun menyadari di mana mereka berada. Kyuhyun cukup terkejut mengenali siapa gadis yang memanggilnya dengan sangat keras. Terlebih gadis itu langsung memeluknya dengan erat.

“Kupikir aku salah orang, ternyata itu benar. Kita memang jodoh. Senangnya.” Serunya lagi.

Ucapan gadis itu membuat nyonyai Choi mendelik tidak suka. Selain karena ucapannya, nyonya Choi juga tidak suka bagaimana gadis itu memeluk Kyuhyun dengan erat. Ia bahkan melingkarkan tangannya di leher menantunya. Nyonya Choi sangat tahu bahwa Kyuhyun tidak memiliki saudara. Jadi sudah di pastikan bahwa mereka hanya teman. Untuk sahabat Kyuhyun hanya punya Heerin yang benar-benar dekat dengannya.

Ne. Tapi bisa kau lepaskan aku Sam.” Jawab Kyuhyun merasa tidak nyaman dengan pelukan Seungmi.

“Ah ne.” Seungmi melepaskan pelukannya dan berdiri di samping Kyuhyun. Saat itulah ia menyadari keberadaan nyonya Choi.

“Seungmi kenalkan ini ummaku.” Seungmi tersenyum dan menundukan kepalanya.

Annyeong adjumma. Seungmi imnida.”

Ne. Kau pasti teman Kyuhyun.” Jawab nyonya Choi.

Ne. Kami berteman di Paris.”

Setelah perkenalan singkat mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk pulang. Dan entah bagaimana akhirnya, nyonya Choi yang sejak awal kurang menyukai Seungmi justru mengundang gadis itu untuk mampir ke rumah menantunya.

Saat ketiganya sampai di rumah Kyuhyun dan Siwon, nyonya Choi segera ke dapur untuk membuat sedikit makanan kecil sementara Kyuhyun mengganti pakaiannya. Jadilah Seungmi berkeliling rumah sendiri ke lantai dasar yang dindingnya dihiasi foto Siwon dan Kyuhyun. Hingga ia berdiri di depan sebuah figura besar di tengah ruangan yang menampilkan foto pernikahan Siwon dan Kyuhyun didepan sebuah gereja sederhana. Matanya fokus pada Kyuhyun yang tersenyum bahagia hingga akhirnya sesuatu berkilat di matanya. Tatapan itu berubah menjadi tatapan tajam sarat akan kebencian. Dua tangan yang berada disamping seketika mengepal menyalurkan amarah yang kapan saja bisa meledak.

“Sedang apa?”

Seungmi terkejut mendengar suara Kyuhyun dan segera berbalik menatap pria itu. Senyum lebar langsung terukir di bibirnya.

Annie. Kau terlihat manis.” Ucapnya menunjuk foto yang sebelumnya ia tatap.

Kyuhyun hanya memutar matanya karena bosan mendengar setiap orang yang mengatakan bahwa ia manis di foto itu. Hanya tuan Choi yang mengatakan ia tampan walau jauh lebih tampan Siwon.

“Duduklah.” Ucap Kyuhyun. Ia lalu menuju dapur untuk membantu ibunya. “Umma duduklah. Kau pasti lelah.”

Annie. Sudah selesai.” Jawab nyonya Choi. Ia membawa nampan berisi tiga gelas jus dan Kyuhyun membantu membawa buah yang telah di potong oleh ibunya.

“Kapan Siwon pulang sayang?” Tanya nyonya Choi saat ia meletakan segelas jus di meja dan duduk di kursi panjang. Seungmi sendiri duduk sendiri di ujung.

Kyuhyun mengecek ponselnya. Siwon memang sedang keluar rumah saat ia mengatakan bahwa ia akan pulang dengan nyonya Choi dan Seungmi. “Sebelum jam makan malam dia sudah pulang umma. Waeyo?”

“Bagaimana kalau kita memasak makan malam bersama? Kau tidak ada acara lain kan Seungmi-ssi?”

“Ah ne, tidak ada. Tapi apa tidak merepotkan?” Ucap Seungmi.

Annie. Kau bisa istirahat di kamar tamu sebelum jam makan malam” Jawab Kyuhyun yang dianggukan oleh Seungmi dan nyonya Choi.

Setelah mengantar Seungmi ke kamar tamu Kyuhyun lalu membantu ibunya di dapur untuk menyiapkan makan malam. Mereka berdua terlihat sangat kompak dan bahagia. Beberapa kali nyonya Choi berhasil membuat wajah Kyuhyun merah menahan malu. Sementara nyonya Choi hanya tertawa.

Umma benarkan Siwon sangat hebat di ranjang. Apa miliknya sangat besar? Karena appa juga sangat besar umma sangat terkejut saat pertama kali melihatnya.”

Umma!”

Nyonya Choi tertawa melihat wajah Kyuhyun yang memerah karena malu. Jika nyonya Choi bukan ibu mertuanya Kyuhyun sudah memukul kepala wanita itu dengan wajan di tangannya. Bagaimana bisa ibunya mengatakan hal seperti itu tanpa segan.

Arasso, arasso. Kau lanjutkan.” Nyonya Choi masih tertawa dan kini gemas melihat Kyuhyun menggembungkan pipinya kesal. Sangat menggemaskan. “Umma akan menelpon appa mu dulu.” Setelah mengatakan hal itu nyonya Choi meninggalkan Kyuhyun sendiri.

Kyuhyun hanya menghela nafas menghadapi ibu mertuanya lalu kembali fokus dengan supnya hingga pekerjaan kembali terganggu saat tiba-tiba saja ada sepasang tangan kekar melingkar dipingganganya. Kyuhyun tersenyum dan berusaha tetap fokus mengaduk sup didepannya.

“Kau sudah pulang?”

Ne. Aku merindukanmu.” Jawab Siwon yang memberikan beberapa kecupan di leher putih Kyuhyun membuat pemuda itu merinding seketika.

“Ada umma hyung.” Ucap Kyuhyun. Ia mematikan kompor dan berbalik menghapad Siwon. Pria itu langsung menunduk dan mencium bibir Kyuhyun saat pemuda itu akan mengeluarkan kata-katanya lagi. Memajukan tubuhnya dan menarik tubuh Kyuhyun dalam dekapannya.

Kyuhyun tidak dapat melakukan protes, yang bisa ia lakukan hanya membalas ciuman Siwon yang semakin lama semakin menuntut. Terkadang Kyuhyun tidak bisa mengimbangi ciuman agresif Siwon pada bibirnya. Kyuhyun bahkan pernah berpikir bahwa Siwon seperti ingin memakannya terlebih saat lidah suaminya itu menginvasi seluruh rongga dalam mulutnya. Kyuhyun hanya berusaha memberikan yang terbaik bagi Siwon, jika pria itu menyukainya Kyuhyun juga akan bahagia.

“Aku tidak pernah merasa cukup denganmu. Kau benar-benar membuatku gila Choi Kyuhyun.” Ucap Siwon saat ia melepaskan bibir mereka namun tidak menjauhkan wajahnya.

Siwon menyandarkan dahinya pada dahi Kyuhyun hingga ujung hidung mereka saling bersentuhan. Nafas hangat keduanya semakin membuat suasana panas disekitar mereka. Kyuhyun tersenyum dan menggerakan kedua tangannya yang semula mencengkram ujung kerah kemeja Siwon, melingkari leher Siwon. Kemudian Kyuhyun mengecup singkat bibir Siwon.

“Lalu apa yang harus aku lakukan tuan Choi? Haruskah aku melepas seluruh pakaianku disini?” Bisik Kyuhyun pelan.

Siwon memincingkan mata mendengar ucapan Kyuyun namun senyum terukir di bibirnya. Siwon lalu mengecup bibir Kyuhyun singkat.

“Sepertinya menyenangkan. Hanya saja aku tidak suka ada gangguan terlebih dari nyonya Choi.” Balas Siwon.

Seketika mata Kyuhyun membulat mendengar nama nyonya Choi. Seolah teringat bahwa mereka tidak sedang berdua. Siwon hanya menahan tawanya dan Kyuhyun menyadarinya. Kyuhun langsung mendorong tubuh Siwon dan memukul kepala suaminya cukup kencang.

“Dasar kuda pabbo. Kau mengerjaiku! Bagaimana…. bagaimana kalau umma melihatnya? Aigo aku bisa gila.”

Umma tidak mau melihatnya Kyuhyunnie. Hanya saja umma tidak sengaja melihatnya.” Nyonya Choi masuk ke dapur dengan senyum lebar diwajahnya. Sementara Siwon memilih menjauhi Kyuhyun yang kini wajahnya memerah menahan malu.

Aigo kalian berdua so sweet sekali.” Lanjut nyonya Choi yang semakin membuat Kyuhyun tidak bisa mengeluarkan kata-kata.

Kyuhyun hanya bisa memajukan bibirnya yang justru sangat terlihat imut di mata Siwon yang berdiri di seberang meja. Nyonya Choi tersenyum melihat Kyuhyun yang membalikan badan dan memilih menyiapkan Sup dan itu membuat Siwon segera meninggalkan dapur. Ia takut Kyuhyun khilaf dan menyiram kuah panas itu padanya. Walaupun Siwon yakin itu tidak akan terjadi.

“Kyuhyunnie, jika umma tidak ada apa kau benar-benar akan melepas seluruh pakainmu disini?”

Mwo?” Nyonya Choi menahan tawanya melihat wajah Kyuhyun yang semakin memerah. “Umma! Berhenti menggodaku atau aku akan kembali ke Paris.”

“Kau tidak akan melakukannya.”

Waeyo?”

“Karena umma akan menyuruh Siwon menyanderamu di kamar dan mungkin menyuruhnya membuatmu hamil dan….”

Mwo?? Umma!”

Nyonya Choi tertawa semakin kencang melihat Kyuhyun yang wajahnya semerah tomat dengan mata berkaca menahan kesal. Sepertinya kali ini ia kelewatan. Tapi kalaupun Kyuhyun merajuk, nyonya Choi akan melakukan apapun untuk membuat Kyuhyun kembali tersenyum.

Sementara Kyuhyun dan nyonya Choi berperang kata di dapur, ada sosok lain yang kini berdiri dengan tangan mengepal dibalik pintu kamarnya. Seungmi berniat membantu Kyuhyun saat ia tidak sengaja melihat Siwon sedang mencium Kyuhyun mesra. Saat itu ia bersembunyi hingga nyonya Choi yang sedang melihat kedua anaknya dengan wajah sumringah tidak menyadarinya.

Seungmi mengusap wajahnya kasar berusahan mengendalikan emosinya yang seketika memanas. Tidak ada yang boleh menyentuh Kyuhyunnya seperti itu. Termasuk Choi Siwon brengsek itu. Dan apa yang diucapkan wanita tua itu. Membuat Kyuhyum hamil? Dasar gila! Seungmi akan menyingkirkan Siwon dan sandainya Kyuhyun benar hamil, oh bahkan Seungmi tidak bisa membayangkannya ia pasti sudah gila. Seungmi menjambak rambutnya dan menatap bayangannya di cermin. Katakan ia gila karena berpikir bahwa Kyuhyun akan hamil, maka ia akan menyingkirkan anak itu. Tidak ada yang boleh memiliki Kyuhyun termasuk anak itu.

Seungmi berjalan mondar-mandir memikirkan apa yang harus ia lakukan. Seungmi harus seger bertindak untuk memisahkam Siwon dan Kyuhyun. Jika Jinra tidak bisa membantunya ia akan melakukakannya sendiri. Dasar gadis penakut. Seungmi masih berputar mengelilingi kamar itu dengan rambut berantakan saat suara ketukan pintu menyadarkannya. Ia segera merapikan penampilannya dan membuka pintu.

“Sam turunlah, makan malam sudah siap.” Ucap Kyuhyun saat pintu terbuka dengan senyum manis.

“Benarkah? Aigo aku merindukan masakanmu Kyuhyun-ah.” Ucap Seungmi riang. Ia berjalan keluar dan menutup pintu kamarnya. “Mian aku tidak membantu.”

Kyuhyun tertawa dan melepaskan rangkulan tangan Seungmi pada lengannya. Ia lalu berjalan dengan Seungmi yang mengekor dibelakangnya.

Di meja makan telah hadir tuan Choi yang duduk di ujung meja dengan nyonya Choi di sebelah kanannya. Sementara di sebelah kiri tuan Choi terdapat Siwon yang sedang berbicara serius. Kyuhyun mendudukan dirinya di samping Siwon sementara nyonya Choi yang melihat kehadiran mereka berdua, menepuk kursi sebelahnya mengisyaratkan Seungmi untuk duduk.

“Oh ada tamu?” Tanya tuan Choi saat menyadari kehadiran Seungmi.

Ne appa. Dia Seungmi temanku saat di Paris.” Jawab Kyuhyun.

Seungmi tersenyum dan menundukan kepalanya singkat. “Annyeonghasemnika, Han Seungmi Imnida.” Tuan Choi hanya mengangguk.

Setelah perkenalan singkat mereka makan dalam diam. Hanya terdengar suara sendok yang berdenting atau nyonya Choi yang menyuruh anak-anaknya makan dengan banyak. Siwon tidak banyak bicara. Ia hanya sibuk mengambil beberapa sayuran dari piring Kyuhyun dan memakannya membuat nyonya Choi yang melihatnya kesal.

“Siwon-ah jangan memakan sayuran Kyuhyun.” Seru nyonya Choi membuat Kyuhyun menatap ibunya.

“Dia tidak suka sayur umma, kau tahu.” Jawab Siwon yang kemudian meneguk minumannya.

“Kau ini.” Nyonya Choi menunjuk Kyuhyun dengan garpunya. “Sayuran itu bagus untuk kesehatan. Dan kau Siwon-ah.” Kali ini nyonya Choi menunjuk Siwon. Tuan Choi hanya diam membiarkan istrinya mengeluarkan aksinya. “Seharunya kau membujuk Kyuhyun memakan sayurannya. Kau bisa menyuapinya bukan memakannya. Arasso?”

Ne.” Jawab Siwon dan Kyuhyun bersamaan. Lebih baik mengiyakan daripada mendengar ocehan panjang ibunya.

“Nah makanlah.” Siwon mengarahkan sendoknya ke arah Kyuhyun. “Aku sedang membujukmu.” Lanjutnya dengan senyum jahil. Kyuhyun hanya mengembungkan pipinya lalu membuka mulutnya. Siwon tersenyum lalu menggerakan ibu jarinya untuk membersihkan sudut bibir Kyuhyun yang kotor karena suapannya.

Gomawo.” Ucap Kyuhyun dengan senyum manis.

Aigo lihatlah mereka manis sekali.” Nyonya Choi memandang gemas kedua putranya sementara Siwon dan Kyuhyun hanya tersenyum kaku menyadari mereka tidak sedang berdua.

Tuan Choi hanya tertawa pelan. Ia sangat tahu bagaimana sikap istrinya terhadapa putra dan menantunya. Seungmi yang duduk di hadapan Kyuhyun berusaha tersenyum saat nyonya Choi menggoda putranya. Ia harus menahan diri untuk tidak menghancurkan gelas yang sedang ia pegang di meja. Melihat Siwon memandang lembut Kyuhyun membuatnya semakin bertekad untuk menghancurkan Siwon. Setelah Siwon hancur Kyuhyun akan menatapnya. Kalaupun tidak maka Seungmi akan memaksanya. Benar. Jika Kyuhyun kali ini tak menurutinya maka Kyuhyun harus membayar segala rasa kesal yang selama ini ia rasakan.

“Seungmi-ah.”

Seungmi terlalu fokus dengan pikirannya hingga ia tidak menyadari Kyuhyun memanggilnya beberapa kali. Siwon memicingkan alis melihat gadis itu terdiam dengan tangan mencengkram erat gelasnya.

“Han Seungmi.”

Ne?”

Suara tegas Siwon membuat Seungmi tersadar bahwa semua orang kini menatapnya. Ia membasahi tenggorokannya dan tersenyum lebar.

“Ada apa? Apa makannanya tidak enak?” Tanya Kyuhyun.

Annie. Melihat kalian membuatku merindukan keluargaku. Aigo dan masakanmu selalu enak Kyuhyun-ah. Bahkan lebih enak dari yang terakhir ku makan di Paris.” Seungmi melanjutkan makanannya begitu juga dengan keluarga Choi lainnya.

Siwon yang sejak awal memang tidak begitu menyukai Seungmi hanya menaikan alis melihat tingkah gadis itu. Akhirnya makan malam selesai karena besok adalah hari minggu maka orang tua Siwon memutuskan menginap begitu juga Seungmi yang diminta menginap oleh Kyuhyun dan gadis itu hanya tersenyum ceria menyetujuinya.

..::: WonKyu :::..

“Bagaimana hasilnya?”

Kyuhyun yang sudah menyandarkan kepalanya di dada Siwon mendongakan kepalanya tidak mengerti ucapan suaminya. Mereka bersiap untuk tidur setelah bercengkrama dengan orang tuanya dan Seungmi. Siwon tersenyum dan semakin mengeratkan tubuh keduanya. Tangan kananya yang ia letakan di pinggang Kyuhyun terangkat dan mengusap pipi Kyuhyun.

“Gedung untuk butikmu.”

“Ah benar. Umma melakukan yang terbaik. Aku menyukainya.” Jawab Kyuhyun. Ia kembali menyusupkan wajahnya di dada Siwon dan mendengarkan detak jantung suaminya yang seperti lullabi. “Umma akan membuka cafe.”

“Ah akhirnya dia melakukannya.” Ujar Siwon. Ia teringat dengan salah satu keinginan ibunya. “Lalu bagaimana kalian bisa bertemu Seungmi?”

“Kami bertemu di Mall.” Kyuhyun menjawab dengan suara pelan. Siwon yang memahami bahwa Kyuhyun sudah lelah hanya tertawa kecil dan mengusap punggung Kyuhyun pelan.

“Tidurlah, kau pasti lelah.”

“Hem. Jalja hyung.”

Ne, jalja sayang.” Ucap Siwon dengan sebuah kecupan yang ia berikan di kepala Kyuhyun.

Keesokan paginya Siwon bangun dengan Kyuhyun tidak disisinya. Dengan malas Siwon mencoba mendudukan tubuhnya dan merenggangkan persendiannya. Matanya mengerjap merasakan sinar matahari yang masuk melalui jendela yang sudah terbuka. Semilir angin membuat Siwon sedikit menggigil dan ingin kembali mengubur dirinya dalam selimut. Namun ia justru memaksa tubuhnya berdiri dan berjalan keluar. Siwon lebih merindukan Kyuhyun.

Siwon turun ke lantai dasar dan mendapati Kyuhyun yang sedang berkutat di dapur. Pemuda itu sedang membelakanginya. Di mata Siwon, Kyuhyunnya saat ini terlihat sangat cantik membuatnya sedikit berlari seperti anak kecil yang menemukan ibunya telah pulang. Seperti biasa Siwon akan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kyuhyun lalu menyandarkan kepalanya di bahu pemuda itu. Kyuhyun yang menyadarinya hanya tersenyum dan tetap fokus dengan pekerjaanya menyiapkan sarapan.

“Kalau masih mengantuk kembalilah ke kamar hyung.” Ujar Kyuhyun saat Siwon tidak merubah posisinya dalam beberapa menit.

Annie. Tidak ada kau.”

Kyuhyun tertawa dan membiarkan Siwon tetap memeluknya dari belakang hingga akhirnya pekerjaannya mulai terganggu saat kedua tangan Siwon mulai bermain nakal mengelus perut dan dadanya. Kyuhyun juga merasakan serangan di lehernya yang kini terasa panas.

“Ini masih pagi hyung. Umma dan appa akan segera bangun. Dan aahh…” Kyuhyun tidak dapat menahan suaranya saat tangan kanan Siwon bergerak ke arah pusat tubuhnya.

Kyuhyun hanya pasrah saat Siwon memutar tubuh Kyuhyun menghadap pria itu. Kedua tangan Siwon melingkarkan di pinggang Kyuhyun lalu bergerak memijat kedua bokong Kyuhyun. Sementara bibirnya menjelajah leher putih mulus istrinya. Kyuhyun hanya bisa mengangkat kepalanya agar Siwon bisa leluasa. Kedua tangannya telah melingkar di leher Siwon karen tubuh Kyuhyun sudah melemas hanya untuk berdiri sendiri.

Pagi yang indah bagi keduanya dengan kegiatan intens yang mereka bagi bersama. Walau perasaan cemas menghantui Kyuhyun karena mereka tidak sedang berdua, namun Kyuhyun tidak menolak saat Siwon mengangkat tubuhnya dan mendudukan Kyuhyun di meja konter.

Beautifull.” Ucap Siwon saat ia menikmati wajah Kyuhyun yang terpejam merasakan sentuhannya.

Kyuhyun yang mendengarnya membuka mata dan tersenyum manis. Siwon lalu memeluk Kyuhyun dan mencium pundak pemuda itu.

I love you.” Bisik Siwon. Ia melepaskan pelukannya dan menatap wajah Kyuhyun yang hanya beberapa inchi darinya.

I love you too.” Balas Kyuhyun yang kembali memejamkan matanya saat Siwon menciumnya penuh kelembutan.

Keduanya masih berciuman untuk beberapa kali. Saling mengecup dan menghisap bibir lawannya walau Siwon mendominasi. Hingga akhirnya ciuman itu membawa mereka pada naluri lain. Naluri untuk saling menyentuh dan memberi kepuasan. Dimulai dari kedua tangan Siwon yang awalnya berada pada pinggang Kyuhyun kini telah bekerja melepas kancing piyama Kyuhyun satu persatu. Sementara Kyuhyun hanya mampu melingkarkan tangannya semakin erat pada leher Siwon.

Jejak bibir Siwon kini berubah alur dan mulai menuruni dagu Kyuhyun, meninggalkan bibir merah yang sedikit bengkak itu dalam kehampaan. Tubuh Kyuhyun merespon dengan cepat saat merasakan jejak panas menuruni lehernya. Kyuhyun melengkungkan tubuhnya dan memberikan Siwon akses yang lebih mudah. Ia melepaskan kedua tangannya dan memilih menggunakannya untuk berpegang di meja.

Bibir Siwon masih berlama-lama mencium dan mencumbu leher Kyuhyun melewati adam aplenya, lalu bahu polos Kyuhyun yang sudah tersingkap lalu turun dan berputar di sekitar dada putih mulus Kyuhyun dan terus seperti itu. Kyuhyun terduduk gelisah mengetahui bahwa Siwon tengah mempermainkannya dengan membiarkan kedua nipplenya yang kini terasa ngilu karena merindukan sentuhan panas dari bibir Siwon.

Hyunghhhhhh….eeenggghhhhh….

Siwon tersenyum dalam kegiatannya yang masih menciumi kedua area dada Kyuhyun. Siwon mengetahui apa yang Kyuhyun inginkan. Dengan senyum sejuta wattnya Siwon melirik nipple pink pucat Kyuhyun dan dengan pelan meniupnya, menghembuskan nafas panas yang langsung membuat Kyuhyun merinding dan semakin membusungkan tubuhnya. Kyuhyun sudah tidak peduli jika saat ini mereka akan bercinta di konter dapur.

Tidak mau menyiksa Kyuhyun lebih lama perlahan Siwon mulai menjilat-jilat nipple kanan Kyuhyun dengan ujung lidahnya yang justru membuat Kyuhyun semakin frustasi namun tidak lama karena Kyuhyun kemudian merasakan panas menggelitik di nipple kanannya. Rasa frustasi itu kini berganti dengan nikmat yang terdengar dari desahan pelan Kyuhyun.

Desahan yang membuat Siwon semangat untuk semakin membuat Kyuhyun melambung hingga pemuda itu mendesahkan namanya. Mulutnya bergerak lincah menghisap dan menggigit pelan nipple yang tertanam di dada Kyuhyun yang kini terlihat lebih berisi dari saat mereka bulan madu. Bukan hanya dada sebenarnya namun tubuh Kyuhyun juga. Siwon menyadari setiap perubahan yang terjadi pada setiap jengkal tubuh Kyuhyun. Sepertinya istrinya makan dengan baik.

Siwon masih berlama memanjakan nipple kanan Kyuhyun dalam mulutnya dan membiarkan nipple kiri Kyuhyun terasa semakin berdenyut. Hingga akhirnya telunjuk dan ibu jari tangan kanan Siwon tidak tega dan memberikan pijatan kecil pada nipple kiri Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum manis dalam desahannya. Bahagia dengan setiap perlakuan lembut Siwon yang semakin membuatnya mencintai pria tampan itu. Sekuat tenaga ia menggerakan kedua tangannya di tengah tubuhnya yang melemas lalu memeluk kepala Siwon pelan. Siwon mendongakan wajahnya tanpa melepas bibirnya untuk menatap Kyuhyun. Senyum manis masih tertera di bibir Kyuhyun yang perlahan menundukan kepalanya dan mencium dahi Siwon lembut lalu menatap pria itu dalam.

Love you so much Choi Siwon. And I want you. Now.” Bisik Kyuhyun.

Siwon tersenyum dan melepaskan bibir dan tangannya dari dada Kyuhyun lalu kembali berdiri dan memeluk Kyuhyun erat. Kyuhyun kembali melingkarkan kedua tangannya di leher Siwon sementara kedua kakinya menglingkari pinggang Siwon saat pria itu mengangkat tubuhnya menuju kamar mereka. Bercinta di konter meja makan mungkin sesuatu yang seru dan menantang. Namun Siwon tidak ingin tubuh Kyuhyun sakit sesudahnya. Keduanya terus berucap I love you sepanjang jalan menuju kamar mereka. Ciuman panas bahkan terjadi saat mereka berdua berada di lift hingga akhirnya suara pintu kamar yang tertutup kencang menjadi pertanda bahwa keduanya akan menghabiskan pagi yang cerah ini dengan percintaan panas.

..::: WonKyu :::..

Sepertinya bagi orang lain lantai dasar kediaman Choi Siwon dan Choi Kyuhyun yang di buat tanpa sekat menjadi petaka sendiri karena dengan mudahnya mereka menemukan pasangan itu sedang berliovey dovey bahkan hampir bercinta di dapur. Hal itu yang terjadi pada Seungmi pagi ini.

Niatnya yang ingin mengambil air minum karena haus justru membuatnya melihat hal yang semakin membuat tenggorokannya panas terbakar. Kembali Seungmi menyaksikan bagaimana Choi Siwon dengan mudah dapat menghujani tubuh Kyuhyun dengan ciumannya. Hal yang membuat kebenciannya akan pria itu meningkat tajam hingga kuku jarinya yang sedang berpegangan pada tangga memutih karena terlalu kencang menggenggam pagar tangga. Tentu saja Siwon dan Kyuhyun tidak menyadari Seungmi yang berdiri kaku di tangga lingkar yang berhadapan langsung dengan dapur.

Saat itu ia bahkan hampir saja menggerakan kakinya menuruni anak tangga selanjutnya karena sangat kesal dengan pasangan itu. Seungmi bersiap untuk membatalkan apapun rencana yang akan Siwon dan Kyuhyun lakukan. Bercinta di dapur mungkin. Hanya saja lagi-lagi wanita menyebalkan yang berstatus sebagai ibu dari Choi Siwon menghalangi langkahnya.

“Seungmi-ssii, bisa kau bantu aku?” Tanya nyonya Choi saat itu.

Seungmi berusaha mengontrol emosi dan ekspresi wajahnya sebelum berbalik menatap nyonya Choi dan tersenyum manis. “Ne.”

Sebelum keduanya naik ke lantai dua Seungmi sempat melihat nyonya Choi melirik Siwon dan Kyuhyun. Wanita tua itu tersenyum kecil sebelum melangkah naik. Seungmi tersenyum kecut membayangkan bahwa nyonya Choi mungkin berpikir bahwa ia tidak boleh mengganggu anak dan menantunya membuatkan cucu untuknya. Seungmi ingin sekali tertawa sepuasnya hanya saja ia masih harus bersabar hingga ia bisa menghancurkan seluruh keluarga Choi dan menjadikan Kyuhyun miliknya satu-satunya.

“Seungmi-ssii.”

Ne?”

Seungmi menoleh ke arah kanan di mana nyonya Choi berdiri di sampingnya. Sepertinya wanita itu sudah beberapa kali memanggilnya karena kini nyonya Choi menatapnya dengan alis berkerut bingung.

“Kau akan membuat tanamannya membusuk karena terlalu banyak air.”

“Oh?” Seungmi menyadari bahwa saat ia memikirkan cara menjauhkan bahkan memisahkan Siwon dari Kyuhyun ia sedang menyiram tanaman bersama nyonya Choi di halaman samping. Ia tersenyum kaku dan menundukan kepala. “Mianhae.”

“Ada yang sedang kau pikirkan?”

Annie.”

“Lalu apa kejadian di dapur mengganggumu?” Nyonya Choi terawa pelan. “Kau harus memakluminya. Mereka baru bertemu setelah lima tahun terpisah jadi seperti itulah.”

Seungmi hanya terdiam mendengar perkataan nyonya Choi dan kembali fokus dengan selang air di tangannya hingga akhirnya nyonya Choi kembali mengeluarkan suaranya. Tidak tahukan ia bahwa saat ini Seungmi sedang berpikir.

“Kapan pertama kali kau bertemu Kyuhyun?” Tanya nyonya Choi.

Seungmi terlihat berpikir sebelum menjawab pertanyaan nyonya Choi. “Ku rasa saat kami ditingkat tiga. Saat itu ada satu mata kuliah yang membuat kami satu kelas. Aku duduk di sebelah Kyuhyun dan ku rasa saat itu kami menjadi dekat lebih tepatnya karena aku yang terus berbicara padanya.” Seungmi tertawa kecil tanpa disadarinya.

Nyonya Choi menganggukan kepalanya. “Lalu apa kau mengetahui status Kyuhyun yang sudah menikah saat itu?”

“Tentu saja.” Jawab Seungmi cepat. “Kyuhyun sudah membuat banyak wanita termasuk aku patah hati.”

“Apa maksudmu? Kau pernah menyukai Kyuhyun?” Seungmi mengangguk membuat nyonya Choi hanya dapat menganggukan kepalanya menunggu perkataan Seungmi selanjutnya.

“Siapa yang tidak akan menyukai  Kyuhyuh. Dia tampan, pintar, baik dan ramah pada semua orang. Kyuhyun memang tidak pernah mengatakan prihal pernikahannya. Tapi sebagai teman terdekatnya aku mengetahui bahwa ada seseorang yang sangat penting dalam hidup Kyuhyun.” Ucap Seungmi. Ya. Seperti itulah pemikirannya saat itu sebelum akhirnya rasa cintanya berubah menjadi obsesi terpendam hingga saat ini.

“Lalu kau tidak apa-apa? Maksudku perasaanmu?” Tanya nyonya Choi.

“Tidak ada gadis yang tidak sakit hati saat di tolak cintanya adjumma.” Seungmi berkata dengan sedikit nada kesal yang dibuat-buat. “Hanya saja aku tidak ingin kehilangan seorang teman sebaik Kyuhyun untuk itulah aku masih bersamanya hingga sekarang.” Dan tentu saja Seungmi akan mendapatkan Kyuhyun ke depannya. Kyuhyun harus jadi miliknya.

“Oh begitukah.” Guman nyonya Choi. Ia menganggukan kepalanya tanda mengerti. Hanya saja ia tetap tidak terlalu suka cara Seungmi berinteraksi dengan Kyuhyun. Bagaimanapun sebagai seorang gadis ia tidak seharusnya memeluk pria seperti itu. Dan nyonya Choi yakin Kyuhyun sudah terlalu bosan hanya untuk meminta Seungmi tidak bersikap berlebih melihat gadis itu selalu heboh sendiri. Nyonya Choi juga berpikir bahwa ada baiknya ia membawa Seungmi ke kediaman putranya dan membuat gadis itu melihat dengan kepalanya sendiri bahwa Siwon dan Kyuhyun benar-benar saling mencintai satu lama lain. Agar gadis itu benar-benar membuang perasaannya pada Kyuhyun.

“Lalu apa kau sudah tahu bahwa dalam waktu dekat Siwon dan Kyuhyun akan mengadakan resepsi pernikahan mereka yang tertunda?”

Ne?”

“Sepertinya Kyuhyun belum memberitahumu.” Melihat Seungmi menatapnya bingung nyonya Choi melanjutkan ucapannya. “Mungkin karena memang baru direncanakan. Namun kemungkinan minggu ini akan mulai dipersiapkan.”

“Benarkah?”

Nyonya Choi tersenyum dan kembali memusatkan dirinya menyirami beberapa tanaman. “Siwon dan Kyuhyun menikah tepat sehari sebelum Kyuhyun berangkat ke Paris. Mereka hanya menikah di gereja tanpa kehadiran kami, kedua orang tuanya.” Nyonya Choi tersenyum mengingat Siwon membawa Kyuhyun pulang dengan status sebagai istrinya. “Jadi kami berencana untuk mengadakan pestanya sekarang. Sekaligus untuk mengenalkan Kyuhyun pada keluarga dan relasi bisnis Choi Grup.”

Nyonya Choi masih bercerita dan menganggap Seungmi mendengarkannya. Padahal pikiran gadis itu sedang memutar otak agar bisa mengambil kesempatan untuk menghancurkan Choi Siwon tepat di hari yang membahagiakan baginya. Ya. Seungmi akan mencoba peruntungannya kali ini. Gadis itu tersenyum sinis lalu memasang wajah senangnya saat nyonya Choi memanggilnya. Teruslah tersenyum wanita tua yang menyebalkan. Sebelum aku merenggut senyum itu darimu.

.

.

.

Note:

Annyeonghaseyo~~~~

Long time no see… hehehehehe

Masih ada yang ingat dengan cerita ini? Kalo gak ada yah gpp di baca ajah,,, hahahahahaha

Yup kali ini aku dateng bawa all for you… maaf karena sudah lama tidak Update, ugh aku baru dapet fee cerita ini lagi dan semoga chap selanjutnya bisa lebih cepat… *amin*

Dan untuk rate maafkan aku yang udah bikin dosa dengan cerita nista, padahal baru 3 hari lebaran… 😭😭😭😭😭

Mau di pw tapi NCnya juga nanggung, mau bablas tapi nanti malah makin banyak dosanya #plakk jd bonus deh,,, itung2 THR lebaran…

Dan salahkan Kyuhyun dan si twins yang sering banget eksis bikin aku  terobsesi memasukannya dalam setiap moment WonKyu… 😀😁😂😃😄😅 Aku bahkan sering merhatiin si emak ini dadanya sekel banget,,, wkwkwkwkwkw

Thanks buat unvir dan ryunee yg sudah memberikan ide hingga part ini jadi dan ibaratnya bikin aku nemuin jalan buat chap berikutnya… hehehehe

For COL aku belum dpt feel lagi,,, 😭😭😭 udah hampir setahun yah gak di updated, ,, huhuhuh

Udah ada sih part 8 tapi masih gak rela ngeluarinnya serasa masih ada yang kurang jd gak janji update cepet… mianhae… *bow*

Aku bukan author pengalaman, aku hanya nulis ketika aku mau dan ide ngembeng di kepala,,, kalo di paksa yg ada jd males,,, hehehehe

And karena masih suasana idul fitri maka aku mau minta maaf jika ada salah baik di sengaja ataupun tidak, maaf karena jarang bales koment,,, semoga kita semua kembali fitri dan menjadi manusia yg lebih baik lagi… karna jika hanya kata maaf maka bisa dilakukan setiap hari… hehehehe

Thanks buat yang udah baca dan koments,,, makasih buat readers yang selalu nyempatin waktu buat kemari… makasih buat unvir yg selalu jagain wkc,,, dan tetep semangat dukung wonkyu dengan cara kalian masing-masing… hehehehe

Last but not least

See u next time and keep spreading WonKyu Love!!!

Annyeong~~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

60 thoughts on “All For You – Chapter 5

  1. Seeing how jealous seungmi was so funny. I think, it’s a rare to find a girl who wants steal kyu in a wonkyu fic. Usually, they (antagonis side) just wanna steal siwon from kyu by seduce him.
    I’m so curious what will happen to them in a future. Keep writing ne😂

  2. All for you memang deh bener2 is the best banget :* :*
    Ga tau mw bilang apa lagi :* :*
    Aduh bener2 deh ya siwon itu pervert abis.. Tapi aku sangat2 suka :*
    Dan untuk seungmi sebaiknya dia menyerah krn wonkyu itu ga akn bs dipisahkan..
    Izin bc lg ya unii :^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s