Posted in BL, Drama, Family, Romance, Series

WonKyu and The Babies (Sungkyukwan)

wonkyu and the babies

By. Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

Genre : family, romance

Rate : K

 

For you….

 

 

WonKyu and The Babies (Sungkyukwan)

“Kau besok libur baby?”

Siwon menaiki ranjangnya dimana sang istri sedang berbaring menyamping yang sedari tadi matanya terus saja mengikuti segala aktitivitasnya saat berganti pakaian.

“Heum.. waeyo?”

“Ani.. aku ingin mengajak triplets ke suatu tempat dan aku ingin kau bersamaku.. bisakah?”

“Memangnya kemana? Bukankah besok triplets ada latihan taekwondo?” ujar Kyuhyun sembari membenarkan rambut Siwon yang menutupi mata.

“Kangin hyung ada urusan esok dan ia tak akan mengajar, untuk itu aku juga sekalian meminta izin agar triplets tidak masuk”

“Mencurigakan??” selidik Kyuhyun yang malah mendapatkan cubitan di hidung oleh Siwon dengan gemas. “Apo hyung..” rajuknya.

Siwon mencium hidung Kyuhyun sekilas, “Aku ingin mengajak triplets mengerti kebudayaan kita baby.. mereka akan semakin mengerti mengenai istilah formal dan informal dalam pergaulan”

“Mereka masih terlalu kecil hyung..”

“Karena itulah.. pendidikan kesopanan dari kecil lah yang akan terus melekat sampai tua nanti”

Kyuhyun hanya mengangguk menanggapinya dan setelahnya tersenyum, ia mengambil lengan kanan Siwon untuk dijadikannya bantalan kepalanya lalu menyusupkan kepalanya di ceruk leher Siwon.

“Aku mengikuti apapun kemauanmu hyung.. yang terbaik untuk mereka.. jaljayo..”

Siwon pun memeluk Kyuhyun dengan lengan bebas yang lainnya dan ikut memejamkan matanya menyusul Kyuhyun yang sudah mulai memasuki alam mimpi.

.

.

.

Di pagi yang cerah kediaman Choi tidak akan pernah sepi dengan kegiatannya, terlebih dengan ketiga anak kembarnya yang selalu aktif dari segala kegiatan. Kali ini Siwon akan membawa ketiga anaknya ke sekolah kepribadian. Bisa dikatakan sekolah yang di khususkan bagi anak – anak untuk mengenal lebih jauh mengenai bagaimana mereka bersikap dan juga bagaimana mengenai sejarah Korea.

“Little boys sudah siap??”

“Ciap daddy…”

“Thapi kita mau kemana daddy?” Daehan berdiam diri di tempatnya sebelum ia melangkah menuju Siwon dan Kyuhyun yang sudah menunggunya di dekat mobil.

“Ke suatu tempat yang pasti akan kau sukai, aegy..” Kyuhyun mencoba membujuk Daehan.

“Benalkah??” Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya dan kembali mengajak Daehan untuk segera memasuki mobil.

“Kajja..” Daehan pun dengan tersenyum langsung mendekati daddy dan mommy nya, ia segera menaiki mobil. Siwon pun dengan telatennya memasangkan seatbelt di kursi yang ia sulap menjadi kursi untuk per orangan agar anak – anaknya bisa nyaman duduk disana.

Dengan posisi Daehan dan Minguk di kursi tengah dan Manse duduk di kursi belakang sendirian, Kyuhyun pun langsung menaiki mobil setelah melihat ketiga anaknya sudah duduk rapih di tempatnya masing – masing.

“Lets go…”

.

.

.

“Mommy.. thami pake ini? aniyo..” Min Guk memprotes baju yang akan di pakainya.

“Min Guk-ah, kalau ingin sekolah maka harus memakai seragam ini”

“Aniyo mommy..” rajuknya dengan mata yang berkaca – kaca.

Daehan sendiri tanpa banyak protes sedang dipakaikan semacam hanbok yang dilakukan oleh daddy nya. Siwon sendiri sebenarnya agak kesulitan untuk memakaikannya dikarenakan ia juga terkadang memakainya dibantu oleh orang lain.

“Hyung.. biarkan aku yang memakaikannya, hyung coba untuk membujuk Min Guk” Kyuhyun pun menggantikan tugas Siwon untuk memakaikan baju untuk Daehan, Manse sendiri sedang betah – betahnya duduk di salah satu bangku yang ada di ruang ganti dengan asik menonton kartun pororo di Iphone Siwon.

Siwon mendekati Min Guk yang sedang menangis karena ia tidak menyukai memakai pakaian itu, ia merasa pasti akan kepanasan jika memakainya. “Cobalah memakainya dulu dan lihatlah Daehan, ia tidak menangis.. Cha.. kemarilah..” Siwon merentangkan kedua tangannya yang disambut Min Guk dengan memeluk Siwon dan menelusupkan kepalanya di dada Siwon.

“Kajja..” Siwon menggendong Min Guk untuk mendekati Kyuhyun, Daehan dan Manse.

“Anak – anak.. sebelum masuk, kalian boleh menonton dulu” lalu Siwon pun memegang Iphone nya untuk bisa dilihat ketiga anaknya, hingga kini Daehan, Min Guk dan juga Manse bisa duduk dengan rapih sembari Kyuhyun memakaikan baju kepada Manse dan setelahnya kepada Min Guk.

“Akhirnya selesai juga… sebentar lagi akan segera dimulai pembelajarannya, kajja..” Kyuhyun mengajak ketiga anaknya untuk segera memasuki kelas, disana sudah terdapat beberapa anak – anak yang juga akan mengikuti kelas.

“Lihatlah.. banyak teman – teman yang datang bukan?” Siwon pun memerintahkan ketiga anaknya untuk duduk dengan rapih di tempat yang sudah di sediakan. Ia pun bergegas mengajak Kyuhyun untuk duduk di tempat yang sudah disediakan bagi para orang tua siswa.

Hingga datanglah Songsaeniem yang akan mengajari anak – anak mereka duduk di tempatnya. Manse dan Min Guk sesekali melihat ke arah Siwon dan Kyuhyun hanya sekedar memastikan bahwa kedua orang tuanya masih tetap berada disana mengawasi mereka.

Saat pelajaran akan dimulai, Manse terlihat masih asik dengan bernyanyi yang bahkan Kyuhyun sendiri yang seorang penyanyi tidak mengetahui lagu apa yang dinyanyikan oleh Manse.

“Manse-yah.. pelajaran akan dimulai, bisakah kau untuk berhenti bernyanyi?” ujar Songsaenim dengan berusaha tetap tenang.  “Manse-yah…” kembali Songsaenim mencoba memanggil Manse agar memperhatikannya.

Tetapi Manse seakan tak memperdulikannya dan bahkan masih saja bernyanyi hingga Min Guk yang duduk disampingnya pun berusaha untuk memberitahukan bahwa Manse berisik di kelas dan memintanya untuk diam.

“Oh Gomawo Min Guk-ah kau sudah berusaha membuat Manse patuh di dalam kelas” Min Guk hanya tersenyum saat Songsaenim berterima kasih kepadanya, tetapi tak lama malah ia sendiri yang bertingkah dengan mengupil di dalam kelas “Andwae, Min Guk-ah..” Min Guk sendiri hanya tertawa menyikapinya.

Gangguan pun sudah selesai teratasi dan kembali Songsaenim melanjutkan pelajarannya “Kita akan mempelajari bagaimana cara bersikap jika sedang berbicara dengan orang tua dan bagaimana menjawab panggilan dari orang tua, serta bagaimana kalian bersikap kepada yang kaka dan juga kepada adik”

“Kita mulai dari Min Guk.. mari ke depan, berdiri di dekatku” pinta Songsaenim.

Min Guk yang merasa namanya di panggil pun langsung berdiri dan ia pun dengan kesopanannya membenarkan letak tempat duduknya sebelum ia pergi mendekati Songsaenim, Min Guk kini berdiri di samping Songsaenim dengan berdiri tegak.

“Baiklah Min Guk-ah, kita akan mencoba dengan bagaimana saat kau akan menyapa ketika orang tuamu telah terbangun. Tanyakan kepada Appa atau Eomma, jika mereka tidur dengan baik, dengan mengatakan apakah Appa/Eomma tidur dengan nyenyak?”

Tetapi ntah apakah Min Guk tidak mengerti, ia malah memberikan salamnya dengan membungkukkan badannya 90°. Songsaenim yang melihatnya hanya tersenyum menanggapinya, oh dirinya memang harus bersabar saat mengajari anak – anak tentunya.

“Aigoo… give up. Pekerjaan yang bagus, baksu..” semua anak – anak yang berada di kelas memberikan tepuk tangannya kepada Min Guk yang juga Min Guk ikut melakukannya dikarenakan mengikuti apa yang dilakukan oleh teman – teman sekelasnya.

“Kalau begitu mari pelajaran selanjutnya dimana kau akan menjawab saat Appa memanggilmu, ne.. Nah sekarang seakan – akan Appa sedang memanggilmu” Songsaenim berusaha membentuk suaranya dengan berat “Min Guk-ah..” Bukannya menjawab Min Guk malah mengikuti apa yang di ucapkan oleh Songsaenim.

“Min Guk-ah” Songsaenim yang mendengarnya hanya bisa terkejut dan tersenyum menanggapinya.

“Anieyo.. kau harus menjawabnya dengan mengucapkan Nde Abojie.. arachi?” Min Guk pun tersenyum sembari menutup mulutnya dan kembali Songsaenim mencoba memberikan pelajarannya “Min Guk-ah…”

“Min Guk-ah..” ucap Min Guk kembali.

Songsaenim yang tak lagi bisa menahan tawanya saat itu melepaskan tawanya, karena Min Guk bukannya menjawab panggilannya melainkan mengikuti apa yang ia ucapkan. “Baiklah… Min Guk-ah kau bisa kembali duduk”

“Sekarang giliran Daehan..” Daehan pun berdiri di samping Songsaenim seperti apa yang dilakukan oleh Min Guk tadi, “Jika Appa memanggilmu maka kau harus menjawab dengan Nde Abojie” Daehan hanya menganggukkan kepalanya.

“Daehan-ah..”

“Nde aboeji…” ucapnya dengan suara yang mengecil.

Ya.. berbeda dengan Min Guk, Daehan sebenarnya lebih cepat untuk menerima pembelajaran hanya saja ia memang termasuk tipe yang agak pemalu sama hal nya dengan Kyuhyun yang agak antipan kepada lingkungan baru.

“Ne.. kau belajar dengan baik Daehan.. kembali lah duduk. Selanjutnya mari kita belajar Manse-yah..” Manse pun dengan riangnya mendekati Songsaenim, “Sekarang giliranmu, saat bagaimana menyapa Appa saat memanggilmu, mengerti?” Manse pun menganggukkan kepalanya antusias.

“Baiklah, nanti jika Appa memanggilmu maka kau harus menjawab dengan Nde Aboeji, sudah mengerti?” Manse pun dengan meyakinkan menganggukan kepalanya tanda mengerti. “Mari kita mulai.. Manse-yah…”

“Manse-yah..” ulang Manse.

Songsaenim yang mendengarnya hanya bisa tertawa kembali, Manse dan Min Guk seakan salah pengertian mengenai apa yang sudah ia ucapkan tadi. “Anieyo.. kau seharusnya menjawab Nde Abojie, arachi. Mari sekali lagi kita mulai, Manse-yah..”

“Manse-yah..” ucapnya kembali yang akhirnya tidak bisa menutupi Songsaenim untuk ikut tertawa dengan murid lainnya yang melihat tingkah menggemaskan Manse.

******

Siwon dan Kyuhyun sendiri sedari tadi yang melihat ketiga anaknya hanya bisa tersenyum – senyum, bahkan Kyuhyun sesekali menutup mukanya saat Min Guk maupun Manse bukannya menjawab apa yang sudah Songsaenim ucapkan melainkan mengcopy ucapannya.

*****

“Baiklah kali ini Daddy mu akan memanggilmu ne.. dan kau harus menjawab sesuai dengan Songsaenim ucapkan, arachi?” Manse pun kembali menganggukan kepalanya.

“Manse-yah…” Siwon mencoba memanggil Manse sesuai dengan apa yang di katakan oleh Songsaenim.

“Nde abojie…” akhirnya Manse bisa menjawab sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Songsaenimnya.“Oh anak yang pintar” puji Songsaenim kepada Manse.

“Baiklah… kita lanjutkan kembali. Manse-yah.. selama ini kau selalu memanggil kedua saudaramu dengan hanya menggunakan nama?” Manse hanya menjawab denagan menganggukan kepalanya “Mulai saat ini berucaplah dengan kata Daehanie hyung.. ayo ucapkan..”

“Daehanie hyung guk (ucapan formal)” Daehan yang namanya dipanggil hanya melihat sekilas ke arah Manse.

“Akh.. kau pintar, sekarang giliran dengan Min Guk. Kau harus memanggilnya dengan Min Gukkie hyung, cha ucapkan”

“Min Gukkie hyeong…” Manse mengucapkan kembali apa yang telah di ucapkan oleh Songsaenimnya.

“Cha.. kau pintar sekali, baksu..” Semua anak – anak antusias memberikan tepuk tangannya untuk Manse dan kembali Manse duduk di tempatnya.

*****
Setelahnya Songsaenim memberikan pembelajaran dengan mencoba mengajarkan kepada anak – anak di dalam kelas untuk belajar menulis hangul kuno. (Jika dilihat seakan tulisan mandarin) Songsaenim memberikan tinta, pensil lukis serta kertas yang nantinya dijadikan untuk media menulis.

Songsaenim dengan telatennya memberikan pembelajaran satu persatu kepada murid – muridnya tidak terkecuali kepada triplets bahkan Daehan seakan tertarik untuk bisa menuliskan hangul kuno itu, Manse sendiri setelah Songsaenim meninggalkannya untuk mengajari yang lainnya lebih memilih untuk bermanja – manja kepada Kyuhyun dan Siwon, memang sedari tadi Manse seakan tidak terlalu tertarik dalam pembelajaran berbeda jika ia sedang belajar taekwondo.

Hingga kejahilan Min Guk pun muncul, Min Guk yang memang terkadang jahil akhirnya menyoret – nyoretkan tinta ke lantai, Songsaenim yang melihatnya hanya bisa memaklumi dan berusaha untuk membantu Min Guk kembali menulis, tetapi memang pada dasarnya Min Guk jahil saat Songsaenim sedang sibuk dengan murid lainnya akhirnya ia pun kembali melakukan apa yang sudah tadi tidak di izinkan oleh Songsaenim dengan mengkotori lantai.Songsaenim pun dengan tegas akhirnya mencoba menghukum Min Guk, ia dengan memegang seperti alat pemukul mencoba untuk menggretak Min Guk.

“Min Gukkie kenapa kau mengkotori lantai? Kau tak boleh melakukannya, Min Gukkie majulah kedepan. Cepatlah…” Min Guk dengan muka yang sudah seakan menangis pun langsung menuruti apa yang sudah Songsaenim katakan padanya, “Duduklah disini..” Min Guk dengan patuh langsung duduk dimana tadi Songsaenim memerintahkannya.

“Min Gukkie.. jika kau mengkotori lantai dan Eomma mu melihat maka ia akan kecewa karena ia pasti akan lelah untuk membersihkannya, jadi ku tak boleh melaukannya. Kau akan mengucapkan kata maaf atau tidak?” ucap Songsaenim tegas.

Tetapi Min Guk yang memang sedari tadi membendung air matanya di pelupuk matanya akhirnya Tak lama tak bisa membuat air mata itu tertahan hingga akhirnya ia hanya bisa menangis tersedu saat ia menyadari kesalahannya dan juga ketakutan karena kini ia dimarahi oleh Songsaenimnya.

*****

Di tempat para orang tua, Kyuhyun yang memang sedari tadi memperhatikan ketiga anaknya memang sempat gemas dengan tingkah Min Guk yang terkadang tidak mematuhi perintah Songsaenimnya, tapi ia pun tak tega saat melihat Min Guk di hukum di hadapannya. Ia ingin sekali berlari dan memeluknya hanya saja, ia tahu bahwa ini adalah suatu pendisiplinan agar Min Guk tidak lagi melakukan hal yang menurutnya menarik tetapi sebenarnya itu tidak baik.

“Hyung…”

“Tenanglah baby… triplets adalah jagoan kita, Min Guk memang harus di hukum, tetapi Songsaenim juga tidak akan menghukumnya dengan berat. Hanya suatu pendisiplinan saja..” Siwon berusaha menenangkan Kyuhyun dengan memeluknya dari samping.

Manse sendiri yang sedari tadi sebenarnya duduk di antara kaki Siwon dan Kyuhyun hanya bisa terdiam saat menyaksikan Min Guk yang duduk di depan dengan berusaha menahan tangisannya.

“Mommy..” Kyuhyun yang tahu bahwa Manse tidak suka jika Min Guk menangis oleh orang lain hanya memeluknya.

“Min Guk hyung hanya sedang di berikan arahan chagi, gwaenchana…”

“Thapi…” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya kepada Manse, ia  pun sendiri sebenarnya tidak tega tapi ia pun harus kuat demi anak – anaknya yang bisa disiplin dan menghargai mengenai kebersihan dalam kelas.

*****

“Okay Min Gukkie, kau menangis karena kau menyadari kesalahanmu begitu? Ayo sekarang bangunlah, lihat padaku. Kemarilah..” Min Guk pun mendekati Songsaenim dan duduk dipangkuannya “Uljima.. uljima.. gwaenchanayo.. lihat apa yang akan ku berikan kepadamu?” Songsaenim pun mengeluarkan permen dari sakunya.

“Lihatlah kau suka?” Min Guk pun yang sedari tadi menangis akhirnya menghentikan tangisannya “Ne.. ne uljima, mana tanganmu?” lalu Min Guk menengadahkan kedua tangannya.

“Aigo.. aigo.. lihatlah bahkan kedua tanganmu saat ini sangat kotor sekali, sudah sudah jangan menangis ne.. ini permenmu dan duduklah kembali” Min Guk pun akhirnya kembali duduk tetapi sebelum ia akan kembali ke tempatnya, ia sempat tersandung dengan bantalan tempat duduk. Bahkan Min Guk sempat akan menuju Siwon dan Kyuhyun duduk, begitulah Min Guk jika sedang menangis dipastikan akan meminta perlindungan kepada kedua orang tuanya.

“Min Guk-ah.. kembalilah duduk.. ayo kembalilah duduk” karena permintaan Songsaenim akhirnya Min Guk pun mengurungkan niatnya untuk menuju tempat Siwon dan Kyuhyun duduk, tetapi tangisannya masih tetap ada bahkan ia masih sesenggukan.

“Daehanie.. kemarilah.. berdiri dengan sopan” Daehan pun mendekati Songsaenim dan berdiri di sampingnya, tetapi yang menjadi penarik bagi Daehan adalah tongkat yang digunakan oleh Songsaenim sebenarnya ia pun ada rasa takut tetapi mungkin memang jiwa Daehan yang sebagai anak sulung maka ia harus berani.

“Berilah usapan halus kepada Min Guk di punggungnya, ucapkan dongsaeng uljima” Daehan yang diperintahkan oleh Songsaenim pun segera mengikuti permintaannya dan mendekati Min Guk yang masih saja menangis.

“Berilah pelukan dan ucapkan Uljima..

Daehan pun mencoba untuk mengelus punggung Min Guk dan memberikan pelukan kepada Min Guk “Uljima..” ucap Daehan dengan baiknya, ia pun mencoba menghapuskan air mata Min Guk. Setelah melakukannya Daehan pun kembali duduk di tempatnya semula.

“Anak pintar” puji Songsaenim kepada Daehan.Tak lama setelahnya terdengar suara menangis yang berasal dari Manse, sebagai anak kembar saat satu terluka maka yang lain pun akan merasakannya walaupun mereka bukan kembar identik tetapi ikatan batin mereka tetaplah kuat.

“Manse-yah.. uljima.. uljima..” Manse sendiri masih tetap saja menangis di dekat Siwon dan Kyuhyun duduk, sebenarnya saat tadi Min Guk di hukum oleh Songsaenim, Manse sudah ingin menangis, hanya saja ia menahannya. Tapi setelah melihat Min Guk yang dipeluk oleh Daehan membuat tangisan Manse menjadi pecah

.

.

.

Kini Choi fams pun kembali ke istana nya, Min Guk dan Manse sempat memprotes karena Kyuhyun maupun Siwon tidak ada yang datang membelanya saat Min Guk di hukum tadi. Tetapi dengan iming – iming makan ice cream akhirnya Min Guk dan Manse berhenti merajuk. Daehan sendiri tipikal anak yang memang tidak memikirkan apapun terlalu dalam dan ia tipe anak yang juga akan tetap menyukai apapun yang orang tua nya berikan kepadanya.

“Akhirnya anak – anak sudah tidur juga..” Kyuhyun memeluk Siwon dari belakang.

“Syukurlah..” jawab Siwon dengan menempatkan tangannya di atas tangan Kyuhyun.

Kini mereka sedang menikmati waktu berduanya di balkon kamarnya, semilir angin membuat keadaan menjadi dingin. Hingga Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya kepada Siwon.

“Jika dingin masuklah..”

“Bersamamu..”

“Ternyata bukan hanya anak – anak saja yang suka merajuk” Siwon membalikkan tubuhnya dan menyentil hidung Kyuhyun.

“Hyung..” Kyuhyun mempoutkan bibirnya.

“Aigoo cantiknya..”

“Aku tampan..”

“Heum… tapi tak setampan diriku..”

Siwon menggendong Kyuhyun ala pengantin, Kyuhyun hanya mengeratkan lengannya yang ia kaitkan di leher Siwon, menyusupkan kepalanya di dada Siwon, menutupi rona merah yang kini menghiasi wajahnya. Siwon dengan perlahan menidurkan Kyuhyun di ranjang. Ia pun setelahnya ikut menaiki ranjang mencari posisi yang nyaman dengan seperti biasanya menjadikan lengannya sebagai bantalan kepala Kyuhyun.

“Baby..”

“Ne hyung..”

“Aku senang.. kita kembali mendapatkan quality time untuk bersama – sama mengurusi triplets”

“Aku pun begitu..”

“Gomawo karena sudah selalu bersamaku.. gomawo karena kau sudah memberikan arti yang sempurna dalam hidupku”

“Nado.. jeongmal gomawo karena sudah memilihku untuk menjadi pendampingmu hyung..”

Siwon memberikan jarak agar ia bisa melihat wajah istrinya dengan lekat, mengikis jarak yang di patuhi oleh Kyuhyun dengan menutup kedua matanya. Hingga kini bibir kedua bisa saling mengeleminasi jarak dan merasakan rasa satu sama lainnya memberikan kesan cinta dan juga rasa kasih sayang.

-END-

note :

Gak tau ini apaaaaa???

Haduh bikin apapun ff awalnya berasa gimana endingnya juga berasa gimana?? maafkeun maafkeun.. gtw harus bilang apa lagi berasa ngblank aja bawaannya..

pokoknya makasih kepada semuanya yang sudah selalu ada di WKC dan membaca ff abal – abal saya,, hatur nuhun sangat kasadayana…

Thanks to Cii.. yang udh luangin waktu untuk poster ini, ku suka bgd thank U… kisseu kisseu… dan wkt itu cii blg pgn sungkyukwan kan? semoga suka y…

buat magui com. jojo, ang + dedek (heung heung heung…. feel buatnya selalu aja ngilang ntah kemana, maafkeun), twin sansan.. ka el, vie umma, anie, shila, steffy, yanti, rizka, umi, fariz… makasih untuk slalu spazzing wonkyu bersama2… makasih semuanya…

Advertisements

84 thoughts on “WonKyu and The Babies (Sungkyukwan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s