Posted in BL, Drama, Family, Romance, WonKyu Story

Tentang Kamu – Part 14

Tentang Kamu – Part 14

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
membosankan
Berikan cinta kalian dengan komentar
ttp bila ada salah kata atau bagimana jangan salahkan penulis ya???? SALAHKAN JARIKU YANG NAKAL nulis kok gak aturan… ^_^
.
.
.
.
.
.

” Apa ini?” tanya Siwon.

” A…aku..bisa jelaskan…itu…”

” JAWAB AKU CHOI KYUHYUN…” sentak Siwon dengan emosi.

” Itu…Umma ..”

” Siittt!!! Jadi cuma aku yang tak tahu…” Kyu menundukan kepala, ” Sial!!” Siwon berjalan keluar kamar. Kyu yang masih terlihat lemas berdiri mengikuti suaminya.

” Wonnie…” Siwon tetap tak menoleh kebelakang, ” Wonnie…” kali ini lebih keras dan akhirnya Siwon menghentikan langkanya dan menatap istrinya.

” Semarah apa pun kau padaku…ini juga tentang darah dagingku.” Siwon meremas hasil USG. ” Kau membuat aku menjadi manusia paling bodoh…Kau boleh menghukumku semaumu…meragukan perasaan cintaku tapi tidak menyembuyikan ini dariku.”

” Aku tahu…tapi kau juga yang membuatku kesal.” ucapnya dengan jujur.

“Aku? Bahkan aku sudah berulang kali meminta maaf…memohon. Kau benar-benar ingin aku cepat mati. Kau selalu seenaknya. Apa kau tak pernah berpikir tentang bagaimana perasaanku baby? Kau hanya memikirkan apa yang menurutmu baik. Tapi kau tak pernah berpikir bagaimana kesalnya aku…” Kyu terdiam mematung. ” Aku terlalu mencintaimu tapi bukan kau selalu membuatku cemas. Kau tahu usia kandungmu masih lima minggu. Bagimana kau bisa…Aiiisshhhh!!!”

” Wonnie…” Kyu tiba-tiba berlutut karna tubuhnya yang lemas.

Siwon sedikit cemas namun dia menahan langkah kakinya untuk menghampiri istrinya,” Kita hentikan pembicaraan ini. Aku tak ingin bertambah marah denganmu. Bersihkan dirimu aku akan memesan makan. ” Siwon berlalu meninggalkan Kyuhyun yang terpaku tak bergeming. Hanya butiran air mata yang mengalir di pipi cubbynya. Suaminya marah!!! Sangat marah.
.
.
.
Kyuhyun berjalan berlahan menuju meja makan. Siwon masih sibuk berkutat dengan tabletnya. Kembali sarapan pagi kali ini terasa dingin dan hampar. Siwon terlihat acuh dan tak memperdulikan istrinya yang hanya mengaduk-aduk makannya. Kyuhyun sesekali melirik suaminya.

” Wonnie…”

” Hmm…” gumam Siwon tanpa melihat istrinya.

” Aku tak suka makannya. Kau bisa pesankan yang lain.” kata Kyuhyun dengan bibir yang mengkerucut.

” Iya…” dingin dan acuh. Bahkan dia tak menghentikan mengetik sesuatu dari ponselnya.

Kyu membanting sendoknya lalu berjalan meninggalkan meja makan dengan wajah kesal. Siwon pun mendesah dan menaruh tabletnya. Dia melirik piring di depannya isinya masih utuh tak tersentuh. Siwon mengambil dompetnya melihat foto USG. Hanya terlihat rahim ibunya. Dia membelai dengan tersenyum kecil. Tuhan begitu sayang padanya, memberikan seorang yang dia cintai dan sekarang dia di percayai menjadi seorang ayah.

” Sayang…apa kau tahu ayah bahagia ketika kau hadir? Aku tak benar-benar marah dengan mommymu tapi ayah kesal karna tak diberi tahu lebih awal. Cepatlah besar sayang…’ gumamanya lirih sambil terus menatap hasil USG. Dia segera mengambil ponselnya dan memesan makanan kesukaan istrinya. Dia ingat istrinya akhir-akhir ini menyukai ayam goreng.
.
.
.
.
Siwon memberikan lembaran ribuan won kepada pengatar pesanannya tadi. Dia tersenyum menatap pintu kamar. Dia tahu sejak tadi istrinya menahan lapar. Dia berlahan membuka pintu kamar dan melihat istrinya memejamkan mata. Siwon tersenyum lalu berlutut di hadapan pria cantik itu. Iya mengulurkan tangan menghapus jejak-jejak air mata membasahi pipi pucat itu. Dia mencium kening istrinya begitu lama dan dalam, lalu berlanjut ke hidung dan berakhir si bibir plumnya. Pria cantik itu membuka mata lalu mengerucutkan bibirnya. Siwon tersenyum namun segera pria itu membungkunginya.

“Baby…kau masih kesal?” tak ada jawaban atau gerakan dari istrinya,”Entah kenapa aku tak pernah bisa lama marah padamu baby? Sepertimu yang begitu tahan mengacuhkanku.” ucapnya sebari duduk di tepi ranjang dan membelai lengan selembut proselin itu. ” Aku juga ingin melakukannya. Tapi kau tahu…ketika kau sudah menangis aku akan tetap kembali dalam satu detik.”

” BOHONG…” teriaknya lalu Kyu bangkit dan menarik satu batal lalu memukul suaminya dengan bertubi-tubi. ” Kau bohong… aku sudah menunggumu lama…tapi kau tak mengejarku…hiks…hiks… kau hanya berdusta dan pembual…kau hiks ..tak sungguh hiks…sayang padaku…kau..hikz tak bahagia denganku..hikz…” kali ini Kyu mengusap kedua matanya yang basah karna air mata. ” Wonnie…tak lagi mencintaiku dan bayi ini…hiks…” Kyu masih terus memukul suaminya.

” Apa ku tak berhak marah padamu sayang?”

” Hiks…hiks…tapi kau begitu menakutkan!!! Bahkan…hiks…aku …hiks…”

” Aku masih kesal padamu. Kau seenaknya merahasiakan ini. Kau tahu aku begitu khawatir ketika wajahmu pucat dan lemas. Sedangkan dirimu tak pernah mau menuturiku untuk pergi ke dokter. Siapa yang tak cemas baby? Sekarang aku bagai suami yang bodoh dan tolot. Ketika umma berkata untuk menjaga dan jangan terlalu lelah. Apa aku salah marah padamu sayang? Katakan!!! Ijinkan aku marah padamu, kesal, dan mengacuhkanmu.” Siwon terlihat putus asa. Kyu masih terisak dan kembali memukulnya.

” Walau aku mengacuhkanmu…hiks..hiks…aku tak pernah..hiks…terlihat dingin dan menakutkan.”

Lalu dia nekat memeluk istrinya dan mencium tengkuknya. ” Apa kau tak kasihan padaku?” Kyu menghentikan memukulnya lalu membalas pelukan suaminya.

” Kau yang selalu membuatku takut…”

” Dan itu membuatku terluka sayang…jangan menangis sayang itu membuatku sakit..”

” Tapi kau sudah membuatku menangis.” Kyu memukul punggung suaminya dengan keras.

“Mianhae… sekarang kita makan ya?” Kyu mengelengkan kepala, ” Baby…” Kyu mengerucutkan bibirnya.
.
.
.
.
Kini Siwon berbaring di sofa dengan kepala di paha istrinya. Dia begitu nyaman menempelkan wajahnya di perut isrinya. Membuat Kyu sedikit tak nyaman walau itu adalah suaminya.

” Wonnie…”

” Hmmm…”

” Kapan kau akan berhenti menciumi perutku? Aku tak nyaman.” cicitnya.

” Entah? Karna aku tak mungkin bosan. Kau konsentrasilah dengan apa yang kau lihat?”

” Bagimana mungkin? Aku geli…kenapa kau tak bekerja saja. Bukan kau terllau sering mengambil cuti.” Siwon menadahkan wajahnya menatap istrinya yang terlihat malu. Siwon tersenyum. ” Jangan menatapku…kau membuatku malu…”

” Lalu apa aku harus menciumu?”

” YAH!!!”

Siwon terkekeh lalu kembali menikmati aktifitasnya. ” Baby…apa kau dengar ayah?” Kyu memukul kepala Siwon, ” Aww…”

” Dia masih lima minggu dan belum ada nyawa. Bagimana kau bisa bicara dengannya.” ucap Kyuhyun.

” Jadi…”

” Tunggu sampai tiga bulan baru gumpalan darah itu bernyawa.”

” Jinjja?”

” Hmm…”

Siwon kini terlentang menatap wajah istrinya yang serius dengan TVnya. ” Baby…”

” Kau sedang memanggilku atau calon anakmu..” ketusnya.

” Keduanya.”

“Oke katakanlah.”

” Bila itu masih beberapa minggu kenapa perutmu sudah buncit?”

“PLETAK!!

Kembali pukulan melayang di kepala suaminya, ” YAH!!! APPOO!!! ”

” Bilang saja kalau aku gendut.” umpatnya.

Siwon bangkit lalu duduk bersila di depan istrinya, ” Dadamu juga semakin berisi sayang…” Kyu menatap suaminya dengan sinis, ” Aku nyakin kau yeoja yang terperangkap dalam tubuh namja.” goda Siwon.

” YAH!!! KAU…bukan kau sudah lihat…bahwa aku….” wajah Kyu mendadak merah merona.

” Melihat apa?”

Kembali Kyu memukul kepala Siwon, ” Diam!!! atau kau tak boleh menyentuh perutku…”

” Kau memang pandai mengancam baby…” Siwon mengusap kepalanya yang terus terkenal pukulan sayang dari istrinya lalu kembali tiduran di paha Kyuhyun.

” Wonnie…”

” Uhum!!” Siwon menadahkan wajahnya menatap Kyuhyun.

“Menurutmu bagaimana wajah anak kita nanti?” cicitnya.

Siwon tersenyum, ” Wajah? Bahkan itu masih belum membentuk gumpalan sayang?” Kyu memplout bibirnya membuat Siwon terkekeh, ” Hmmm…Aku berharap memiliki wajah mirip denganmu. Jadi aku memiliki dua baby dalam hidupku. Dengan wajah cantik dan manja.” jawabnya dengan mata yang berbinar ketika banyangan itu muncul dalam pikirannya.

” Kau mengodaku…” ucapnya terlihat kesal dengan jawaban suaminya.

Siwon mengelangkan kepala, ” Anya. Aku serius sayang. Jadi ketika kau merajuk masih ada baby lain yang akan aku peluk.” Siwon terkekeh dan semakin membuat Kyu kesal.

” Minggir!!!” Kyu mendorong tubuh Siwon sampai terjatuh di lantai. ” Kau akan menyesal…” Siwon kembali terkekeh dan melupakan sakit di pantatnya. Istrinya membuat hidupnya berwarna. ” Menyebalkan!!! bahkan dia memikirkan pengantiku…” gumamanya.
.
.
.
.
Perut Kyuhyun bergejolak hebat. Susu ibu hamil dan segala vitamin tak bisa membuatnya berhenti memutahkan semua yang dia telan. Setiap pagi muntah menjadi langganan setiap harinya. Siwon masih nyaman dengan dunia mimpinya. Karna setiap kali pria cantik itu mengalami morning sickness dia sudah terbiasanya menghadapinya sendiri.

” Oh My God…” Siwon mengutuk dirinya sendiri ketika dia mendengar suara Kyuhyun. Dia berlari keluar kamar karna Kyu selalu mengunakan kamar mandi luar.

”BRAKK!!!”

” Sittt!!! Kau tak punya mulut untuk memberi tahu penderitaanmu sayang…” Siwon tersulut emosi ketika melihat Kyu terduduk di lantai kamar mandi dengan wajah menghadap kloset. Kyu hanya menarik nafas dalam. Dia tak ada tenaga hanya untuk membalas ucapan kasar suaminya. Siwon terduduk dan membelai punggung istrinya, ” Kau benar-benar ingin menjadikanku suami terbodoh….” ucapnya dengan wajah penuh kekhawatiran. Kyu masih terus memutahkan air dari mulutnya. Pahit. Perutnya tak nyaman dan lemas. ” Kita akan ke dokter pagi ini…terserah kau mau membatah atau apa? Aku muak melihat kau menolak semua ucapanku…” Siwon masih setia memijat punggung istrinya.

” Won..nie…ini wajar untuk awal kehamilan…jangan berlebihan…” Kyuhyun berusaha berdiri tanpa bantuan Siwon.

Pria tampan itu dengan sigap membopong istrinya keluar dari kamar mandi menuju kamarnya. Kyu hanya menyandarkan kepalanya di dada suaminya. Tak ada tenaga hanya untuk mengkalungkan kedua tanganya di leher suaminya. Siwon ingin menangis ketika melihat keringat berjujuran deras dan wajah pucat istrinya. Siwon menidurkan istrinya lalu dia bersimpuh di lantai dekat ranjang lalu membelai lembut perut istrinya.

” Apa begitu sakit sayang? Mianhae…” cicit Siwon dengan wajah penuh kekhawatiran.

Kyuhyun tersenyum tipis dengan tangan yang berusaha membelai rambut hitam pekat itu. Namun Siwon meraih telapak tangan itu lalu menciumnya. ” Ini bukan salahmu…kenapa kau meminta maaf?'”

” Karna aku mencintaimu…” semburat merah terhias dipipi bulat itu. ” Jadilah kuat sayang…demi janin kita…” Kyu hanya mengangguk dengan senyuman tipis.
.
.
.

” Baby…” Siwon sedikit kesal dengan sifat Kyuhyun kali ini. Hampir setengah jam dia membujuk istrinya untuk makan. Namun nihil pria cantik itu selalu menampik sendok bubur yang di suapkan suaminya, ” Minimal cobalah sayang…”

“Wonnie aku bilang… aku sedang malas. Nanti saja.” Kyu tetap asik dengan PSPnya. Siwon membanting sendoknya lalu meraih PSP dari tangan Kyu dan membuangnya., ” Wonnie…apa yang kau lakukan?” Kyu sontak berdiri menatap tajam ke arah suaminya.

“Membuangnya…” jawabnya dengan tegas, ” Kau mengabaikan makananmu…aku membenci itu…kau tahu… aku berhak membuangnya.”

“Kata siapa? Kenapa bisa kau seenaknya…”

“Aku suamimu. Jadi aku berhak melakukan apa pun dan kau sedang mengandung anakku…” Siwon berjalan mendekati istrinya .

” Walau kau suamiku…kau tak berhak lakukan itu…”

” Kenapa kau marah? Aku bisa membelikannya lagi. Sekarang duduk dan habiskan sarapanmu.” Siwon duduk kembali dan bersikap angkuh.

” Aku membencinmu… ” Siwon sontak menoleh ke karah istrinya dengan manik mata yang membulat, “Aku tak mau bicara dengamu lagi.”

” Yah!!! Choi Kyuhyun berhenti kataku… Choi Kyuhyun …?” Siwon mengacak rambut hitamnya. Dia lupa bila PSP itu adalah segalanya untuk istrinya. Kenapa dia bisa lupa? Dia ingin membenturkan kepalanya di dinding.
.
.
.
.
“Salah siapa kau memecahkan benda keramat itu? Kau sendiri yang cari mati.” Changmin bergumam sepanjang jalan menunuju rumah Siwon.

” Diamlah!!! Kau semakin membuatku buruk.” sentak Siwon.

” Ingat ini tak gratis tuan Choi Siwon…” hardik Lee Hyuk Jae. Siwon hanya mengangguk pasrha. tak apalah bila dia harus membobol ATM asalkan istriinya memaafkannya.
.
.
.
” Gomawo…” Kyuhyun memeluk kedua sahabatnya. Dia sudah kenyang dan senang ketika melihat PSP barunya. ” Kalian memang sahabatku yang sempurna…” Changmin dan Enunhyuk hanya tersenyum kecil.

‘ Jangan lakukan lagi…ingat.” ancam Changmin, ” Bila kau sediri aku tak apa? Tapi ini tentang kandunganmu…calon keponakanku.” tegasnya.

” Arra..Arra…” Kyuhyun melahap Kimbabnya dengan rakus. ” Hai…apa Choi Siwon masih di luar?” cicitnya. Mereka mengangguk, ” Padahal aku ingin keluar…” ucapnya dengan mengkerucutkan bibirnya.

” Kau memang pandai membuat Siwon gila.” ucap Changmin dengan sinis. Kyu tak menjawab.
.
.
.
.
Setelah Changmin dan Hyukjae pulang, Siwon bergegas masuk ke dalam kamarnya. Dalam hati dia berdoa ‘ Semoga dia sudah melunak’. Siwon mengaruk tengkuknya dan berjalan menghampiri istrinya. Kyu pura-pura tak melihat dan tetap terfokus pada PSPnya.

” Baby…” tak ada jawaban. Siwon tetap berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang. “Eheemmm…” Kyu tetap tak perduli, ” Ku dengar dari Changmin bila ada kaset game terbaru. Dan aku dengar juga edisinya terbatas.” Kyu hanya melirik sekilas. Dia tahu soal itu. Dia juga ingin memilikinya. ” Dia meraih tangan Kyuhyun namun sontak pria cantik itu terjengit dan mengindarinya, ” Baby…”

” Jangan sakiti dia lagi…” ucapnya dengan memeluk PSPnya. Siwon Sweet Drop melihat kelakukan istrinya.

” Aku tak akan menyakitinya lagi.” Siwon mendekatkan tubuhnya ke arah istrinya, ” Aku berjanji…” kini Siwon sudah tepat di hadapan istrinya membelai tangan wajah pucat itu, ” Jangan marah lagi… ” Siwon membelai perut Kyu dengan lembut.

” Bukan kau yang suka marah…” protesnya.

” Itu karna kau tak menuruti apa kataku…”

” Jadi aku harus menuruti apa ucapmu…?”

” Kau sedang mengandung dan kau sama sekali tak memperhatikan kondisini bayi kita. Aku marah karna itu.”

” Tapi kau menghancurkan PSPku…” rengeknya.

” Oke. Aku kalah. Kau boleh menghukumku.” Siwon mengakat kedua tangannya.

” Kau tak boleh menyentuhku…” ucapnya dengan tegas.

Siwon mengangguk setuju, ” Oke. Tak masalah malam ini bukan? Tapi ingat kau tak boleh mengabaikan kesehatanmu.” Siwon tersenyum menapakan wajah tampanya.

” Siapa bilang semalam…” Siwon membulatkan mata.

” Andwae…” teriaknya hiteris.

” Terserah…” ucapnya angkuh. Sial!!! Siwon salah mengajukan syarat.
.
.
.
.
.
Kyu sedang menunggu suaminya di taman kampus. Siang ini ada perkulihanan namun sialnya suaminya ada rapat hingga dia datang sendiri sedangkan dua temannya meninggalkannya karna acara kencan.

” Benarkah kau sedang hamil?” Kyuhyun sontak menoleh ke arah suara tersebut dengan wajah terkejut.

” Ahh… Stella-sii.” Kyu mengeser posisi duduknya lalu tersenyum ke arah wanita cantik itu.

” Kau terlihat menawan.” ucapnya dengan lirih.

” Hmm..mianhae..aku tak datang ke rumah sakit ketika ayahmu sakit” Stella tersenyum ramah. ” Stella-sii…”

” Tak apa.” Stella segera memotong ucapan Kyuhyun. Hening.” Aku akan pergi ke Amerika.”

” Huh?”

” Tak ada lagi yang harus aku lakukan disini.” Stella memberanikan diri menatap Kyuhyun, ” Aku pikir Siwon berbohong tentang ke istimewaanmu. ” Kyuhyun tetap tercengah, “Kau memiliki rahim.” Kyuhyun tertunduk ketika Stella melanjutkan ucapannya. Wanita cantik itu menghela nafas. ” Kau berpikir aku benar-benar aneh bukan? Bagimana aku bisa mencintai pria secantik dirimu?”

” Stella-sii.”

” Ini bukan kemauanku. Ini bukan seperti aku. Semua berkata aku mencintai Siwon setelah Yonna menghilang. Asal kau tahu…aku tak bisa menghentikan perasaan ini ketika pertama kali aku melihatmu di acara perusahaan Siwon. Aku mencoba menyembunyikan perasaanku tak perduli aku terluka melihatmu menatap cinta pada Siwon asalkan aku bisa tetap disampingmu…” Kyuhyun meraih tangan Stella dengan lembut, ” Kyuhyun-sii…”

” Mianhae…aku tak bisa membalas perasanmu…. Tapi aku berterima kasih kau telah menjaga Siwon selama ini.” Stella masih terdiam, ” Dia begitu populer dan tampan tanpa kau sudah banyak wanita atau uke yang mengodanya.” Kyuhyun tersenyum tipis. ” Aku tahu perasaanmu karna aku dulu juga pernah menyukai seseorang dengan diam-diam. Itu menyakitkan ketika orang yang kau sukai mencintai orang lain tanpa melihatmu…”

Stella tersenyum tipis, ” Ahh…melegakan!!! Rasanya lebih nyaman bila kita berkata jujur dengan perasaan kita.” Stella kembali menatap Kyuhyun, ” Lebih baik aku segera pergi sebelum suami datang dan menendangku…” Kyuhyun terkekeh. ” Dah…” Kyuhyun menyentuh perutnya dan mengusapnya lembut. Dia terus menatap Stella sampai benar-benar menghilang.

Dan benar tak lama terlihat pria bertubuh tegap itu berlari dengan terburu-buru, ” Mianhae…” Siwon mengucapkan dengan nafas terengah-enggah.

Kyuhyun mengangkat tas punggungnya, ” Bagus. Aku tinggal menambah hukumanmu…” ucapnya dengan santai.

” Baby…aku sudah satu minggu tidur di sofa sayang. Bahkan tak ada ciuman selamat pagi…kau ingin menambah lagi…” rengek Siwon dengan mengekori istrinya.

Kyu menghentikan langkahnya dan melipat berkaca pinggang, ” Kau membuatku menunggu setengah jam tuan Choi dan aku udah ada janji dengan dokter Kang.”

” Iya..iya aku tahu. Tapi rapat sialan itu menahanku baby…Mengertilah!!!”

” Mengerti? Jadi aku yang tak mengerti di sini?”

Siwon menghela nafas berat, ” Okey.” Siwon mengangkat kedua tanganya ke atas. Dia tak ingin menambah marah istrinya dan juga hukumannya. Cukup sudah satu minggu ini punggungnya sakit. ” Aku minta maaf…”

” Bila tak tulus tak apa tak ucapkan maaf.”

Siwon memejamkan mata. Lebih sulit menghadapi Kyuhyun versi hamil. ” Demi Tuhan…aku tulus sayang. Apa aku perlu bersujud agar kau puas…?” Kyu mengelengkan kepala, ” Jadi kau akan memaafkanku?” Kyu mengangguk. Siwon tersenyum lalu berjalan mendekati istrinya namun kedua tangan Kyu menahan pria tampan itu memeluknya, ” Wae?”

” Aku memaafkanmu. Tapi tidak mengizinkan memelukku..”

” Baby…”

” Cepat!!! Karna dokter Kang akan mendaftarkanku untuk program senam hamil.” ucapnya dengan girang. Siwon hanya tersenyum tipis lalu berjalan mengikutinya.
.
.
.
.
.
.
Morning sickness tak bisa di hindarinya setiap pagi oleh pria cantik ini. Dia sudah cukup lelah dengan hormon yang menyiksa tubuhnya. Dia tak bisa lagi makan apa yang dia suka? Karna dia hanya bisa makan apa yang dia inginkan saja. Walau ini bukan bagian dari tradisi nyidam. Ini sudah berjalan dua bulan lebih.

” Wonnie…” Kyu merengek dari tadi ketika Siwon mengcuhkannya selama satu minggu ini.

” Apalagi?’ ucapnya dengan ketus. Bukan salah Siwon bersikap dingin. Kyu sedang menguji kesabaran suaminya.

” Aku ingin jus mangga. Kau bisa membelikanya.”

” Oke. Aku akan telpon pak Kim untuk membelikannya.” Siwon meraih ponselnya.

” Tapi baby ingin ayahnya yang membelikannya bukan pak Kim. Kau kenal ayahnya bukan?” Kyu memplout bibirnya.

” Baby, Please jangan manja. Apa bedanya? Kau ingin jus mangga. Rasaya akan sama saja sayang.” Siwon berusaha menekan emosiya.

” Tapi baby ingin ayahnya yang membelikannya.” kukuhnya.

” Baby…sejak tadi kau hanya mengangguku dengan permintaanmu…sedangkan smuanya kau hanya tumpuk menjadi sampah. Asal kau tahu sayang… aku ini sedang bekerja bukan bermain…ini juga demi perusaahan appamu. Ku mohon mengertilah!!!>”

” Jadi…kau anggap aku merepotkan? Menyusahkanmu? Aku juga tak ingin seperti ini. Ini…ini baby…yang mau…”

” Kau selalu saja mengatas namakan baby…baby..baby…sedangkan itu adalah kebiasaan manjamu…kau itu akan jadi ibu harusnya kau paham bagaimana mengajarkan anakmu sejak dalam kandungan.”

” Mwo?”

” Tidurlah!! Ini sudah malam. Jaga kesehatanmu. Lebih baik mulai sekarang bangun pagi..dan mulai berolah raga agar janinmu sehat.” tegasnya tanpa melihat istrinya sama sekali.

Kyu meremas jarinya berusaha menahan amarah. Tanpa berniat menjawab apa pun Kyuhyun keluar dari ruang kerja suaminya dengan pintu yang di tutup dengan keras. Siwon hanya bisa menghela nafas lalu mengambil ponselnya. Namun dia mendengar suara ribut di luar.

” Baby…” terlihat Kyuhyun sudah rapi dengan baju hangat dan tas rangselnya. ” Kau mau kemana?” Siwon menghadang jalan istrinya. Kyu hanya mendorng tubuh Siwon dan tetap berjalan, ” Jangan membuang waktu dengan sikap kekanak-kanakanmu. Aku sudah bekerja dan mengharusnya menjadi seorang pemimpin. Jadi aku sudah tak bisa lagi meladeni sikap manjamu…”

Kyu memutar tubuhnya dan menatap dengan tatapan menyalang, ” Kalau aku merepotkan kenapa kau menikahiku?” ucapnya dengan keras.

” Aku tak mau berdebat. Ini sudah malam. Kembalilah ke kamar dan tidur.” ucapnya dengan berjalan menuju pintu lalu mengkuncinya. ” Turuti apa ucapku karna aku suamimu…” Siwon kembali masuk ke dalam ruang kerjanya. ” Hallo..pak Kim..tolong belikan jus mangga dan kirimkan ke apatermen sekarang.” setelah itu Siwon memasukan ponselnya kembali ke saku. Kyu ingin menangis lalu berlari ke kamar dan membanting pintu dengan keras. Siwon sebenarnya mendengar namun mau bagimana lagi? Bila ini tidak demi perusahaan ayah mertuanya yang di abang krisis mungkin dia akan meninggalkan pekerjaan itu.

Setengah jam kemudian Pak Kim datang dengan dua gelas jus mangga pesanan tuanya. ” Terima kasih pak Kim. Maaf mengnggu waktu istirahat Anda.” ucap Siwon dengan sopan menerima dua gelas pesanan istrinya itu.

” Tidak apa tuan muda. Saya permisi.” Pak kim sedikit membungkukkan badan.

Segera Siwon menutup pintu dan kembali mengkuncinya. Dia berharap pintu kamarnya tidak di kunci. Dia berjalan menghamipiri istrinya yang masih bermain dengan selimutnya. Siwon menaruh dua gelas jus mangga itu di narkas lalu duduk di tepi ranjang dan membelai rambut istrinya.

” Minumlah dan segera tidur.” ucapnya dengan menampakkan dua lesung pipi menawan. Kyu tak menjawab. Siwon membungkukkan badan mencium kening dengan lama, ” Cepatlah tidur. Aku mencintaimu…” bisiknya. Tapi ketika Siwon ingin mengecup bibir plum itu Kyu melengos membuat pria itu kecewa. Dia hanya menarik nafas lalu segera bangkit dan membiarkan istrinya tertidur.

Setelah pintu tertutup Kyuhyun segera mengambil kembali PSP yang dia sembunyikan di balik selimutnya. SIAL!!! Siwon kembali mengambil PSPnya ketika pria itu mencium keningnya. Kyu mengambil batal milik suaminya lalu membuangnya.
.
.
.
Pukul empat pagi Siwon baru selesai dengan pekerjaanya. Dia segera mengirim email itu ke asistennya. Dia sedikit merenggangkan tubuh lalu berjalan menunju kamarnya. Dia tahu pasti istrinya akan membuang bantal dan guling miliknya. Dia terkekeh geli. Langkak kakinya terhenti ketika menyadari jus tak tersentuh sedikitpun. Bahkan ranjangnya di penuhi oleh tubuh dan bonekah kesayanganya. Pria itu berjalan mendekat lalu membenarkan posisi tidur istrinya dan mengambil bonekah besar itu. Dia menelentangan tangannya dan menaruh kepala istrinya di lengannya. Siwon mengecup kening itu dengan lembut.

” Mianhae… Jeongmal mianhae… baby.” ucapnya sebelum mereka sama sama terlelap dalam mimpi indah.
.
.
.
.
.
.
Siwon memijat tengkunya. Hampir satu minggu ini dia hanya tidur dua jam. Pria itu melihat ke arah sampingnya namun istrinya sudah bangun. Dia pun segera bangun dan membersihkan diri. Siwon merapikan kemeja dan dasinya. Dia berjalan keluar dan bibi Han sudah terlihat menyiapkan sarapan untuknya.

” Pagi Tuan muda…” sapa bibi Han sambil menyodorkan kopi hangat.

” Dimana istriku?” Siwon mengambil kopi hangatnya.

” Saya belum melihatnya pagi ini Tuan… saya pikir nyonya masih tidur.” mata hitam itu membulat sempurna.

” Sial!!!” Siwon segera kembali ke kamar dan tepat PSP hilang. Siwon mengambil ponselnya namun tak di jawab. ” Cari dimana keberadaan istriku…” Siwon mengacak rambutnya dengan geram.
.
.
.
.
Kyuhyun sedang menikmati roti isi dan susu coklatnya. Dia mengayun ayunkan kakinya dengan santai menantap sekeliling. Banyak anak kecil berkeliaran dengan sepasang orang tuanya. Dia mengusap perutnya dan tersenyum tipis. Dia kembali melahap roti isinya. Tiba-tiba ada seseorng yang duduk disampingnya.

” Wonnie…” pekiknya. Siwon masih terdiam dengan segelas kopi di tangannya. ” Kenapa kau ada disini?” tanyanya dengan nada sinis.

” Aku lapar. Bisa kau bagi roti isimu…” ucapnya tanpa menatap istrinya. melihatku?” Kyu tak menjawab dia mulai berdiri namun Siwon menahannya, ” Kau mau kemana lagi?”

” Maaf tuan tolong lepaskan tangan saya.”

Siwon hanya menghela nafas, ” Siapkan mobilnya…” Kyu menoleh ke arah belakangnya terlihat dua pria bertubuh besar. Kyu memeluk tubuh sendiri. ‘ HOP” Siwon mengedong Kyu ala pengantin tak perduli pria itu membemberontak turun dan memukul dadanya. Pria besar itu membuka pintu mobil lalu Siwon menaruh istrinya di dalam. Tak kehilangan akal Kyu langsung mengeser duduknya dan membuka satunya.

” Choi kyuhyun…” Siwon mengejar pria itu lalu kembali menariknya.

” Lepaskan!!! Lepaskan!!! Tolong!!! Ada orang ingin menculikku…tolong!!!” semua orang sontak berhenti dan melihat namun tak ada yang berani mendekat ketika pria-pria besar itu menatap mereka. ” YAH!!! LEPASKAN AKU….” Kyu berhasil melepaskan diri. ” Kenapa kau memperdulikanku? Bukan aku merepotkanmu? Jadi pergilah!!! Jangan urusi aku…” teriaknya di tepi jalan. Tak sedikit orang yang melihat.

” Bila kau sedang tidak mengandung anakku mungkin aku akan mengabaikanmu…membiarkanmu…tapi kau sedang bersama anakku.”

DEG!!!

Lelehan karamel itu membulat sempurna, ” Jadi sekarang masuk kedalam mobil karna aku sedang sibuk. Pagi ini aku harus menunda rapat karna ulahmu. Jadi masuk atau aku akan lebih bertindak kasar.” tegas Siwon. Kyu hanya membatu. Siwon memejamkan mata lalu kembali mengandeng tangan itu dengan lembut namun Kyu menolak. Pria cantik itu masuk ke dalam mobil, menghentkan pantatnya dengan kasar. Siwon pun menyusul lalu menatap istrinya. ” Jalan…” pria besar itu mengangguk. Siwon meraih tangan istrinya namun Kyu menolak dan menjauhkan posisi duduknya.
.
.
.
.

Siwon memaksa istrinya turun ketika sudah sampai di kantornya. Terlihat asisten dan sekertarisnya menunggu dengan wajah resah.

” Apa mereka sudah datang?” tanya Siwon sambil berjalan menuju pintu elevator.

” Baru saja presdir.” jawab asisten Park.

” Bagus.” menarik istrinya untuk berjalan di sampingnya. Kyu hanya memplout bibirnya. ” Jessika-sii antar istriku ke ruanganku. Pesankan juga makan siang untuk kami. Jangan lupa turuti apa pun permintaanya.” perintah Siwon ketika pintu elevator terbuka di lantai delapan. Tanpa sungkan Siwon mengecup kening istrinya, ” Tunggu aku di ruanganku. Aku akan segera kembali…” bisiknya. Namun Kyu masih diam tanpa memperdulikan suaminya. Siwon menyerahkan tas punggung istrinya ke dua pengawal. ” Jaga dia… jangan sampai pergi satu langkah dari ruanganku.” bisik Siwon lalu kembali mencium sekilas bibir plum itu sebelum benar-benar keluar dari pintu evevator.

Kyu menyilakan tangan di dada ketika melihat dua ajudan itu masih mengikutinya sampai masuk ke ruangan suaminya. Dia menghentakan patatnya dengan keras di sofa ketika dia memberontak keluar tapi para ajudan itu tak memperbolehkannya. Pria besar itu menyeramkan, bahkan Jessika tak bisa kerja dengan tenang. Dua jam kemudian pesanan makan siang datang. Suaminya berulang kali menulis pesan untuknya tapi tak satu pun di balas,

” Sial!!! Dia pikir aku tahanan… kenapa aku tak boleh pergi?” gerutunya. Kyu mengusap perutnya lalu menundukan kepala ketika mulai teringat ucapan suaminya.

” Bila kau sedang tidak mengandung anakku mungkin aku akan mengabaikanmu…membiarkanmu…tapi kau sedang bersama anakku.

” Jadi…dia tak mencintaiku…hanya anakku…” Kyu tertunduk lemas dan ingin sekali menangis. Kenapa dia jadi lebih cengeng sejak di nyatakan positif hamil. Tak lama pintu ruangan terbuka. Siwon terlihat senang karna hasil kerjanya tak sia-sia. Persahaan ayah mertuanya terselamatkan. Dia ingin memeluk istrinya karna itu setelah selesai rapat dia berlari menunju ruanganya.

” Baby…” Kyu menoleh dengan lemas. Siwon terlalu senang hingga tak menyadari wajah masam istrinya. Dia merebahkan tubuhnya di sofa dan kepalanya beralaskan paha istrinya. Siwon mencium perut istrinya, ” Terima kasih baby…kau membuat ayahnya lebih kuat.” Siwon menadahkan wajahnya namun, ” Kau kenapa baby? kau tak senang karna tender ku berhasil…” Kyu mengelengkan kepala, ” Masih marah…” kembali hanya gelengan kepala. Siwon pun duduk dan menatap istrinya, ” Maafkan aku sayang!!!” Siwon meraih kedua tangan istrinya, ” Apa aku terlalu kasar? Itu semua karna aku terlalu tegang. Appa menekannkan untuk segera menyelesaikan masalah peru…”

” Aku ingin pulang…” Siwon terdiam, ” Boleh?”

Siwon melepaskan kedua tangan istrinya, ” Aku lapar. Kau mau makan apa baby? Lihat disini…” kembali ucapan Siwon terpotong

” Mereka menakutkan!!! Mereka melarangku keluar. Aku ingin pulang…”

Siwon membanting sumpitnya membuat Kyu sontak menutupi kedua telinganya. Siwon melihat istrinya ketakutan hanya memejamkan mata.

” Terserah!!!” Siwon berdiri dan kembali ke meja kerjanya, ” Pak Kim a…”

” Aku sudah menghubungi appa untuk menjemputku…” potongnya lagi.

” Terserah!!!” Siwon membuka laptopnya dan kembali terfokus pada pekerjaanya.
.
.
.
.
Tak lama ayah mertuanya pun datang. Hangeng berterim kasih atas kerja keras menantunya sedangkan Kyu terdiam memeluk ayahnya dengan erat. Siwon hanya bisa tersenyum ketika ayah mertuanya membawa istrinya pergi. Siwon mulai menyibukan diri kembali dengan pekerjaanya. Ketika malam tiba rumah itu begitu sepi. Tak ada rengengan ketika dia pulang, tak ada pelukan, atau hanya ucapan selamat malam. Makanan yang di siapakn oleh bibi Han hanya terhias di meja makan tanpa niat di sentuh.

” Mulai besok bibi tak usah datang. Istriku sedang di rumah ibunya.” ucap Siwon dengan lemas.

” Saya tahu tuan. Tapi nyonya besar tetap menyuruh saya datang…”

” Aku akan jarang di rumah. jadi seminggu sekali saja untuk membersihkan rumah.”

” Baik tuan muda.”

Siwon kembali terdiam menatap kursi depannya. Baru dua hari namun rinduknya tak bisa dia kendalikan.
.
.
.
.

Kyu sedang berguling-guling di karpet depan TV. Dia sedang bernostagila dengan masa-masa bujangnya. Beramin video game dengan kue yan berserakan di lantai. SEtelah lelah semua di biarkan begitu saja. Heachul hanya mengelangkan kepala. Dia tahu putranya sedang ada masalah. Ya…dia sudah mendengar tentang ucapan siwon terhadapnya namun dia tahu pria cantik itu merindukannya suaminya. Lingkaran panda di matanya menjadi bukti.

” Kapan kau pulang?”

” Umma mengusirku..”

” Kau terlalu perasa. Aku hanya bertanya. Kau juga seorang yang bersuami. Tak baik pergi terlalu lama.” Heachul duduk disamping putranya.

” Aku sedang hamil muda dan tak baik bila aku tinggal sendiri. Jadi sampai bayi ini lahir lebih baik aku disini saja.” ucapnya dengan lantang, ” Umma aku ingin mie ramen. Buatkan ya…” Kyu sedang mengalihkan perhatian. Heachul hanya menghela nafas lalu mengangguk.

Tak lama muncul pria tiang listrik dengan senyuman changming membawa sekantung makanan.

” Darimana kau tahu aku di rumah? Apa…?” ucap Kyuhyun mengantung.

” Tadi aku bertemu Kibum nunna dan dia bilang kau di rumah. Apa kau sedang bertengkar dengan Siwon? Ada apa?’ Changmin duduk bersila di hadapan Kyuhyun dengan wajah serius.

” Diamlah!!! Jangan sebut namanya.” Kyuhyun terlihat kecewa karna dia pikir Siwon kembali mengirimkan Changmin untuk membujuknya. Nyatanya? Suaminya tak perduli lagi.

” Apa kau pikir Siwon menyuruhku?” tebak Changmin.

” Diam kau…atau kau ingin aku bunuh…”

” Dasar ratu iblis…kau hamil tetap saja sifat ibumu kau bawa…”

” Ehemm…” Changmin menatap horor ke belakangnya. Dia tersenyum bodoh ketika Nyonya Cho sudah berdiri di belakangnya dengan senampan minuman. Sedangkan Kyuhyun sendiri hanya terdiam.
.
.
.
.
.
” Kau meminta kunci bibi Han tapi lihat semua ini…” Sungmin mengomel sambil mengitari apatermen anaknya.

” Sudahlah Umma…” rengek Siwon.

Wanita paru baya itu berkaca pinggang, ” Kalau hidupmu kacau seperti ini, kenapa kau tak menjemputnya saja?” Sungmin merasa miris melihat tumpukan sampah hanya terlihat bungkus ramen dan kopi kaleng.

Siwon berjalan ke arah Kulkas dan mengambil sebotol susu dan menengguknya, ” BIar dia belajar dewasa. ” Sungmin melipat tangan di dada, ” Dia selalu sesukanya. Bila dia marah atau bosan akan mengancam semaunya. Dia selalu mengambil keputusan sesuai dengan pola pikirnya sendiri. Dia tak pernah meminta pendapatku…”

” Apa kau juga sudah dewasa?”

” Belum. tapi aku tahu mana tanggung jawabku dan bagaimana posisiku.”

” Siwon…”

” Umma aku ingin istriku menjadi dewasa. Aku tak penah menuntut apa pun darinya. Ini juga demi kebaikannya. Dia calon ibu dan bagimana anaknya akan menghargai bila ibunya saja tak bisa mengharagi dirinya sendiri.”

” Tapi dia sedang hamil Siwon. Bila kau terlalu keras aku takut itu menganggu janinnya.”

” Aku tahu.” Siwon menundukan kepala.

” Sedikitlah melunak.”

” Aku selalu mengalah umma tapi dia…”

Drrtttt…Drrrtttt…

Siwon menghentikan percakapannya dengan Ummanya dan mengangkat telpon dari ibu mertuanya.

” Mwo?” Sungmin terkejut dan menatap putranya yang berteriak.

TBC

Mianhae…lama hehehhe habis sakit jadi gak bisa lanjut heheh ini juga buatnya di ranjang sambil bersandar di ranjang. Klo kurang bagus harap maklum.
Maksih ya yang dah komenter…thanks you dech… maaf lum bisa balas…
Pokonya komentar kalian adalah semangat saya buat lanjut…
Selamat berpuasa…. buat yang menjalankan tentunya. TEBAR CINTA WONKYU

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

87 thoughts on “Tentang Kamu – Part 14

  1. kenapa siwonnya kayak jahat banget gitu deh sama kyu harusnya dia peka dong kyu kan lagi hamil jadi pasti ngidam yg aneh-aneh. nanti klo anaknya ileran gimana huu 😦

  2. Aigoooo apa llgi dengan baby mbul??
    Sabar ne siwonnie, kau hrus mengalah extra sabar untuk baby mbul mu
    Karena kyu itu gag bsa dikasari apa lgi dibentak
    Next^^

  3. hadeeh masalah lg deh
    kyumom manja makin manja tp gx masalah lah
    kata kata wondad itu loh iih wondad ko ngomong gitu sih kasihan kyumom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s