Posted in BL, Drama, Oneshoot, Romance

Heilige Liebe

Heilige Liebe

By. Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

Genre : drama, romance

Rate : K

Heilige Liebe

“Surprise….” confetti memenuhi seisi ruangan, bahkan ia tak tahu sejak jam berapa sahabat – sahabatnya itu mendesaign ruangan apartemen menjadi seperti sekarang ini.

Ada balon yang di pasang di sudut – sudut dinding, serta tak lupa hiasan lainnya khas pesta ulang tahun, Kyuhyun berjalan perlahan dimana sahabat – sahabatnya sedang berdiri sembari tersedianya kue ulang tahun yang menandakan bahwa usianya sudah lagi tak muda, melainkan kini menginjak angka 23 tahun. Usia yang sudah dibilang matang bagi namja seperti dirinya.

Akhirnya hari ini tiba, hyung…” inner Kyuhyun, sembari kembali melangkahkan kakinya mendekati sahabat sekaligus kaka angkatnya Changmin yang sedang memegang kue ulang tahun “Kau masih menungguku kan, hyung??” kembali ia mengatakan kata – kata itu didalam hatinya, sehingga kini ia tepat berada didepan Changmin.

Terdapat juga Jonghyun, Sunggyu, Suho dan Minho sahabat yang ia temui semenjak menginjakkan diri di kota Busan, saat Junior High School dulu. Suho memasangkan topi ulang tahun kepada Kyuhyun, tak lupa Minho pun dengan isengnya memasangkan kaca mata yang berbentuk seakan kue ulang tahun dengan lilin yang menghiasi, kaca mata yang unik.

“Make a wish, Kyu..” ucap Changmin yang di amini oleh yang lainnya.

Kyuhyun memandangi wajah sahabatnya itu satu persatu, ia pun dengan tersenyum kini memandang kue ulang tahunnya dengan lilin di atasnya yang masih tetap menyala, ia pun menundukkan kepalanya dan memejamkan mata, melantunkan sebuah pengharapan dari dulu hingga saat ini yang tak pernah berubah.

Terima kasih.. karena izinmu aku bisa bertahan hingga saat ini, terima kasih Tuhan.. karena aku bisa ditempatkan di suatu tempat dimana orang – orang menyayangi serta mencintaiku.. kini aku telah dewasa, kini aku telah mencapaikan pengharapanku maka itu.. izinkan aku bisa kembali kepadanya Tuhan, izinkan aku bisa mengabdikan diriku kepadanya Tuhan, izinkan aku bisa berbahagia dengannya, Tuhan… izinkanlah.. karena inilah waktunya, aamiin…

Setelah make a wish, Kyuhyun pun membuka matanya dan akhirnya meniupkan lilinnya itu hingga mati, “Gomawoyo…”

“Kita makan – makan….” seru Sunggyu antusias, sembari membawa Kyuhyun menuju ruang televisi dimana berbagai hidangan telah tersaji di atas meja.

“Kalian yang menyiapkannya?”

“Heum.. kau suka??” Jonghyun yang kini menjawabnya.

“Ya.. tentu saja, akh.. kembali aku harus berucap, gomawoyo…” seru Kyuhyun sembari memeluk sahabatnya itu satu persatu.

“Cha.. mari kita makan..” Minho sudah tidak sabaran lalu menuntun Kyuhyun untuk duduk, ia pun bergegas berjalan kembali dengan duduk dihadapan Kyuhyun dan mengambil fried chicken disana, mereka yang melihat hanya bisa tersenyum menanggapinya. Minho memang terkenal sebagai food monster.

“Chang.. kau tak makan?” Suho menarik Changmin untuk duduk disampingnya.

“Ya.. tentu saja, tapi bukankah seharusnya yang memakan terlebih dahulu adalah yang berulang tahun?” Changmin menghadapkan wajahnya ke arah Kyuhyun.

“Ck.. kau ini, makanlah.. kalau kalian makan akupun pasti akan makan bersama – sama”

“Baiklah kalo begitu.. kita makaaaaannn…” seru Suho senang.

Mereka pun larut dengan obrolan ringan. Mereka berenam adalah satu kelompok sahabat yang disatukan karena sama – sama menyukai game. Tetapi sebenarnya Changmin dan Kyuhyun sudah lebih dulu berkenalan dikarenakan orang tua Changmin sebelum meninggal dunia karena kecelakaan 7 tahun yang lalu, telah mengangkat Kyuhyun untuk menjadi anggota keluarga mereka. Orang tua Changmin tidak tega meninggalkan Kyuhyun yang pada waktu itu hidup terlantar di jalanan seorang diri dengan baju yang basah karena kehujanan.

Hingga akhirnya mereka memberikan nama marga Shim Kyuhyun kepadanya, menyekelohkannya hingga kini Kyuhyun telah lulus dan bekerja di perusahaan game ternama di kota Seoul, ya… 6 orang sahabat ini akhirnya hijrah ke ibu kota untuk kuliah dan akhirnya mereka pun seakan berjodoh dengan mendapatkan pekerjaan disana walau mereka berbeda perusahaan, oh ralat karena Changmin dan Kyuhyun bekerja satu perusahaan.

“Kyu..”

“Wae, Jong??”

“Sebenarnya aku ingin menanyakan ini sejak lama..” semua mata tertuju pada Jonghyun, bahkan Changmin terlihat was – was mendengar kelanjutan ucapan Jonghyun selanjutnya “Kenapa, kau selalu menolak untuk merayakan ulang tahunmu? Dan mengapa kau baru mau merayakannya di usia ke 23 tahun ini?” kini tatapan mereka tertuju pada Kyuhyun, terlihat juga kelegaan dari Changmin setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Jonghyun.

“Mengapa??” Kyuhyun berbalik bertanya. “Eum.. hanya ingin saja, menurutku usia 23 menandakan bahwa aku sudah dewasa, hanya keinginan dalam hati saja” Kyuhyun melanjutkannya dalam hati “Karena ini pun tanda bahwa aku harus kembali kepada seseorang…

“Sudahlah… lebih baik kita lanjutkan dengan bermain game saja sampai pagi, bagaimana? Lagi pula besok kan hari libur” usul Sunggyu.

“Ya.. ya.. aku setuju” Minho menganggukkan kepalanya berulang kali sembari mulutnya tetap dipenuhi dengan makanan.

“Yak!!! Habiskan dulu makananmu baru kau berbicara” Suho berujar marah melihat Minho yang tampak acuh saat dinasehati.

“Hahaha… sudahlah jangan bertengkar, aku berganti baju dulu kalau begitu..” Kyuhyun pun beranjak pergi menuju kamarnya untuk berganti baju, sedangkan yang lainnya kembali memfokuskan diri dengan makanannya, Changmin masih saja menatap punggung Kyuhyun hingga ia tak terlihat di balik pintu dan itu tentu saja dapat di amati oleh seorang Jonghyun.

.

.

.

“Kau sudah siap nak?”

“Ne.. Umma.. sebentar lagi aku akan ke bawah, aku hanya perlu merapihkan bajuku sedikit lagi”

“Ck.. Umma kan sudah bilang, seharusnya dari malam kau membereskannya”

Si namja tampan hanya tersenyum lalu memeluk Umma nya, “Ne… Umma ku tersayang, maafkan anakmu ini yang terlihat lamban, lebih baik Umma menunggu dibawah, kasihan Appa sendirian. Aku akan secepatnya membereskan barang – barangku”

“Baiklah kalau begitu, Umma kebawah duluan ya..”

Sepeninggal Ummanya, namja tampan itu mengeluarkan figura photo yang menampilkan sosok seorang namja cantik berusia 14 tahun yang terlihat tersenyum di kamera. “Akhirnya hari ini tiba, menunggumu ternyata membuatku semakin kuat. Hingga akhirnya aku telah membuktikannya.. aku sembuh, Kyunnie..”

Siwon, Choi. Namja tampan itu, mencium fotonya dan langsung memasukkannya di dalam tas ranselnya, lalu menutup juga kopernya. Ia hanya tak ingin membuat sang Umma nya kesal, hingga ia harus bergerak cepat untuk segera ke bawah dan kembali ke Negara asalnya, Korea Selatan.

***

Setelah menempuh perjalanan 5 jam Jepang – Korea, kini Siwon sudah kembali ke kediamannya. Istana Choi yang sudah sekitar 8 tahun lalu ia tinggalkan. Masih tetap sama, masih terlihat mewah dan juga asri. Walau tetap saja sunyi sepi, perasaan rindu yang ditahannya sejak lama menyeruak dalam hatinya.

“Mulai besok.. aku akan mencarimu, aku akan membawamu kembali kepadaku, Kyunnie..” ucapnya sebelum ia memasuki pintu istana kediaman Choi.

.

.

.

Semenjak pesta ulang tahun itu, Kyuhyun nampaknya sangat ceria dan selalu berseri. Ia terkadang bersenandung kecil jika menyendiri dan hal itu tak luput dari perhatian Changmin yang memang satu perusahaan dengannya bahkan satu apartemen dengannya.

“Sebenarnya ada apa denganmu, Kyu??” gumam Changmin.

Kyuhyun sendiri terlihat sedang menuntaskan pekerjaannya membuat game terbarunya yang nanti akan ia presentasikan dalam beberapa hari ke depan di depan perusahaan yang akan menjadi media partnernya.

“Kau kenapa Chang?” Kyuhyun yang saat itu akan mengambil minumannya, bisa melihat tak jauh Changmin sedang berdiri dengan menghadap ke arahnya, hanya saja tatapan matanya seakan kosong.

“Eh… akh.. anieyo.. hahaha” Changmin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Heung.. aneh sekali..” Kyuhyun pun akhirnya lebih memilih untuk kembali focus ke pekerjaannya.

***

“Hay Siwon… long time no see, chingu”

“Ck.. kau berlebihan Hyukie..”

“Hey.. apa yang berlebihan?? Aku hanya menyapamu”

“Tetapi tak perlu mengatakan kata chingu, menurutku seakan formal”

“Haish.. kau belum pernah berubah Siwon, kata – katapun kau selalu suka mengoreksinya” Siwon hanya mengedikkan bahunya lalu menduduki kursi yang kini akan menjadi kekuasaannya, ya.. menjadi direktur utama di perusahaan sang Appa.

“Kau akan langsung bekerja kah? Atau mungkin..”

“Ya.. saat kau melihatku datang ke kantor maka jawabannya adalah aku akan langsung bekerja Hyuk.. sudahlah, ada file yang harus pelajarikah?”

Eunhyuk sahabat Siwon sedari kecil itu hanya tersenyum memaklumi, ia memang sudah terlalu adat seorang Siwon yang memang pekerja keras, walau ia sempat dulu mengalami keterpurukan dan perlu waktu yang memang cukup lama menyembuhkannya. Ia pun sangat tahu apapun kejadian yang terjadi kepada kehidupan Siwon.

“Ini..” Eunhyuk memberikan berkas yang akan Siwon pelajari, karena sekitar dua hari lagi akan ada pertemuan antar dua perusahaan ini untuk melakukan dialog kerjasama “Kau harus mempelajarinya hanya dua hari, karena setelahnya kita akan datang ke perusahaan game itu dan ya.. jika menarik, maka kita akan bekerjasama dengan mereka” ucap Eunhyuk sembari mengangkat bahunya.

“Ck.. ya.. araseo, aku namja berusia 35 tahun. Aku terlalu mengerti akan hal ini Hyuk..”

“Hahaha.. ne… ne.. kalau begitu aku akan kembali ke ruanganku dan have a nice day sajangniem” guraunya sembari berlalu dari hadapan Siwon.

Siwon hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu “Gomawo Hyuk..” ujarnya ntah kepada siapa? Karena diruangan hanya ia yang berada disana.

.

.

.

Hari pertemuan pun tiba, Siwon sudah menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan salah satu klien perusahaannya. Ya.. ia ditemani oleh Eunhyuk, dikarenakan Siwon memang belum membutuhkan seorang asisten maka itu sebagai manager pemasaran Eunhyuk di ajak oleh Siwon untuk menemaninya melakukan meeting.

Ada perasaan gugup di hati Siwon ntah kenapa? Yang pasti perasaannya begitu tak tenang walaupun ada rasa juga yang membahagiakannya. Ia hanya mengira karena ini adalah pekerjaan pertamanya untuk mengurus masalah perusahaan dimana sudah 9 tahun ia tak lagi mengurus perusahaan di pusat karena ia lebih banyak di Jepang selain bekerja ia pun juga melakukan therapy.

Siwon disambut hangat oleh jajaran direksi perusahaan disana, ia pun langsung dibawa menuju ruang meeting yang memang sudah di isi sekitar 5 orang yang Siwon ketahui bahwa mereka adalah orang – orang yang bekerja di perusahaan Electronics Art itu. Tapi tatapan mata Siwon hanya tertuju kepada satu orang yang kini juga sedang menatapnya.

“Mata itu…” inner Siwon.

“Dia…” begitupun yang terjadi pada seorang Kyuhyun yang kini hanya bisa saling pandang terhadap Siwon, andai ia bisa… ia ingin sekali memeluknya.

“Mr. Choi.. silahkan”

Siwon masih saja terdiam mematung, Eunhyuk yang menyadarinya langsung menepuk lengan Siwon hingga kini kontak mata itu terputus dikarenakan Siwon melirik ke arah Eunhyuk.

“Duduklah..” pinta Eunhyuk seakan berbisik, yang langsung ditanggapinya dengan tersenyum kepada semua orang yang hadir disana dan berusaha duduk dengan wibawanya sebagai seorang direktur.

“Baiklah kita akan memulai meetingnya, perkenalkan Mr. Choi, kami adalah jajaran direksi dari perusahaan Electronics art dan yang akan memberikan presentasi adalah Shim Kyuhyun sebagai perancang game, kali ini”

Kyuhyun yang merasa namanya disebutpun menengadahkan kepalanya melihat satu persatu yang ada di dalam ruangan, mencoba mengatur nafasnya agar tetap stabil serta pandangannya masih lekat menatap Siwon, Changmin yang memang duduk di sebelah Kyuhyun pun menggemgam tangan Kyuhyun yang ada di kursi berusaha memberikan semangatnya.

“Semangat” Kyuhyun refleks menghadapkan wajahnya pada Changmin, Kyuhyun hanya membalas ucapan Changmin dengan tersenyum lalu setelah ia merasa sudah menguasai dirinya maka Kyuhyun pun berdiri dan berjalan menuju meja didepan, dimana laptop sudah menyala untuk segera mempresentasikan game buatannya itu.

***

“Jadi bagaimana Mr. Choi? Apa kau merasa tertarik dengan apa yang disampaikan oleh Kyuhyun-ssi? Menurut saya game ini bisa dinikmati oleh semua kalangan”

“Ya.. menurutku juga bagus, hanya saja…”

“Hanya saja??”

Siwon tersenyum “Baiklah.. dimana aku harus menandatangani kontrak kerjasama kita?”

Membuat semua orang yang berada disana merasa heran, bukankah tadi Siwon seakan merasa ada yang akan dipertanyakan? Mengapa tiba – tiba bisa berubah pikiran? Itulah yang dipikirkan oleh semua orang disana, hanya saja ini kesempatan besar bagi perusahaan maka tidak lama menyia – nyiakannya, manager produksi segera menyerahkan dokumen kerjasama untuk segera di tanda tangani oleh Siwon.

“Mulai hari ini kita bekerja sama, aku harap game ini bisa membuat semua orang merasa terhibur” ujar manager kepada Siwon yang hanya diaminkan dengan senyuman.

Pandangan mata Siwon masih tertuju pada Kyuhyun hingga akhirnya ia bisa menyuarakan apa yang sedari tadi ditahannya, “Kyuhyun-ssi…”

“Eum.. ne..”

“Ini jam makan siang, mungkin memang tidak baik. Tapi aku masih merasa ada yang perlu dibicarakan mengenai game ini, bisakah kita membahasnya sambil makan siang bersama?” ajaknya.

Kyuhyun memandang Changmin hingga ia kembali menatap Siwon dengan tersenyum manis “Baiklah.. aku akan bersiap dulu kalau begitu” Siwon tersenyum lega karena Kyuhyun tidak menolak permintaannya.

***

“Long time no see Kyunnie…”

Kyuhyun yang sedari tadi menundukkan kepalanya akhirnya menatap Siwon ragu, ia memang berharap bisa kembali bertemu dengan Siwon. Tetapi kini setelah dipertemukan, ia merasa ada sedikit penyesalan disana. Terlebih melihat Siwon saat ini.

“Hyung…”

“Ini semua berkatmu Kyunnie”

“Heum..”

Eunhyuk hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kisah yang mungkin akan kembali bersemi saat ini, “Sepertinya aku akan menjadi pengganggu untuk kalian berdua. Aku akan makan siang dengan kekasihku saja jika begitu. Happy lunch” Eunhyuk menepuk bahu Siwon sebelum ia pergi meninggalkannya.

Kini mereka kembali saling berpandangan, sudah tidak ada lagi siapapun disana yang ada hanya mereka berdua.

“Miannae…”

“No.. gwaenchana..”

“Tapi seharusnya saat itu aku..”

Siwon memegang tangan Kyuhyun yang berada di atas meja, meremasnya seakan mengatakan bahwa apapun yang terjadi di masa lalu jangan lagi di ungkit dan juga di sesali kembali karena yang berlalu sudahlah berlalu.

“Kyunnie.. please gwaenchana.. yang terpenting kita bisa bertemu kembali dan kita akan kembali mengukir kisah kita yang sempat tertunda”

“Semudah itu kah?” Kyuhyun menjawab pesimis.

“Maksudmu? Apa karena namja…”

“No.. bukan.. bukan seperti itu, hanya saja. Umma, apa dia akan bisa menerimaku kembali? Ini tak mudah hyung.. terlebih sudah 9 tahun lamanya”

“Kita pasti bisa… asal bersamamu, aku pasti bisa menjalaninya. Kita hadapi bersama” Siwon menghantarkan kekuatan kepada Kyuhyun yang akhirnya Kyuhyun pun mengangguk menyetujuinya, “Terima kasih sayang…” Siwon pun membawa tangan Kyuhyun dan membawa punggung tangannya untuk ia kecup.

Rona merah menjalar di kedua pipi chubby Kyuhyun, kembali ia merasakan diperlakukan sangat manis oleh Siwon dan ia selalu menyukainya.

“Hyung..”

“Heum..”

“Mengapa kau langsung tahu itu aku?” Kyuhyun menatap lekat pada Siwon.

“Namamu tak berubah Kyunnie, terlebih wajahmu pun tidak banyak berubah, matamu masih selalu bisa memikatku dan menjatuhkanku dalam jeratan cinta yang dalam untukmu” Ucapan Siwon, tentu membuat Kyuhyun kembali merah merona. “Lalu mengapa margamu…” lanjutnya kembali.

“Ceritanya panjang hyung, tetapi intinya keluarga Shim dengan baiknya mau mengangkatku menjadi anak, serta mereka menyekolahkanku dan ya… hingga kini aku bisa bekerja”

“Aku perlu berterima kasih kepada mereka”

“Mereka sudah meninggal dunia, dua tahun setelah aku bersama mereka menjadi bagian anggota keluarga Shim. Maka itulah selama ini aku hanya tinggal berdua dengan Changmin, anak tunggal dari keluarga Shim. Dialah yang selalu menjaga dan menemaniku..”

“Changmin menjagamu dengan baik”

“Ya… sangat baik. Tetapi aku tidak baik dengan meninggalkanmu pergi, hyung…”

“Gwaenchana… seperti yang kau lihat aku baik – baik saja”

“Seharusnya aku yang berada di sampingmu untuk menguatkanmu hyung”

“Karenamu lah aku seperti ini”

“Apa maksudmu hyung?”

“Aku belajar kembali berjalan untuk bisa menjadi seseorang yang pantas dan berguna untukmu, saat kau mengatakan bahwa kau ingin kembali bersekolah agar kau bisa dikatakan pantas bersanding denganku.. maka tekadku pun sama.. akupun berharap bisa menjadi seseorang yang pantas bersanding denganmu” Siwon tersenyum menenangkan setelahnya.

.

.

.

Semenjak pertemuan Kyuhyun dengan Siwon saat itu, kini Kyuhyun selalu nampak semakin ceria. Changmin sebenarnya curiga akan hal itu, hingga akhirnya ia pun mencoba kembali mencari mengenai masa lalu Kyuhyun. Sehingga tanpa sengaja ia melihat Kyuhyun bersama dengan Siwon di salah satu restoran, Changmin semakin merasakan hatinya sakit saat melihat tangan Kyuhyun bergelayut manja di lengan Siwon.

Hingga akhirnya ia pun kembali secara tak sengaja bertemu dengan Eunhyuk, sahabat sekaligus orang kepercayaan Siwon di perusahaan. Dari Eunhyuklah Changmin mengetahui bahwa Kyuhyun ternyata sudah menikah dengan Siwon.

Kini Kyuhyun berada di apartemen dengan semua sahabatnya tak terkecuali Changmin yang seakan mendakwa dirinya. Kyuhyun duduk di sofa dengan kelima sahabat lainnya berdiri di depan Kyuhyun.

“Kyu.. jadi selama ini kau membohongiku dan semuanya?” Changmin membuka suaranya, sebenarnya ia tak tega melihat Kyuhyun seperti ini, hanya saja ia butuh pengakuan Kyuhyun secara jelas.

“Maafkan aku Chang.. aku hanya..”

“Membutuhkan waktu?? Selama inikah Kyu??” ujar Changmin kecewa.

“Sudahlah Chang.. Mungkin masalah itu sangat berat makanya Kyuhyun tidak bisa berbicara kepada kita…” Suho memegang pundak Changmin menenangkannya.

“Maafkan aku… maafkan karena aku tak jujur kepada kalian semua.. aku pun tak ingin menutupinya selama ini, hanya saja.. aku terlalu larut dalam kehidupanku, walau aku tak melupakan jati diriku hanya saja aku selalu takut mengatakannya kepada kalian semua”

“9 tahun kau bersama dengan kami, apakah selama itu pula kau sudah menikah?? Menikah di usia sangat muda?” Sunggyu kini yang berucap.

“Ya.. aku menikah di usiaku yang menginjak 14 tahun, orang tuaku mengalami masalah dana yang tidak sedikit untuk menyembuhkan Umma ku dan saat itu tawaran datang hingga.. ya.. kini kalian tahu bahwa aku berstatus telah menikah. Aku.. aku masih punya harapan besar untuk kembali bersekolah, hingga akhirnya Siwon hyung mengizinkanku untuk meninggalkannya dan mengejar impianku..”

“Kau benar – benar meninggalkannya bukan karena dia.. karena yang ku dengar dulunya Siwon-ssi..” belum selesai Sunggyu melanjutkan ucapannya, Kyuhyun sudah lebih dulu memotongnya.

“Demi Tuhan.. aku tidak pernah terbesitkan sedikitpun meninggalkan Siwon hyung karena Siwon hyung lumpuh, hanya saja saat itu aku masih terlalu muda, usia kita terpaut 12 tahun jaraknya. Aku masih berharap mengejar cita – citaku, hanya itu yang terpikirkan olehku saat itu.. aku hanya berharap bisa menjadi seseorang yang pantas mendampinginya..”

“Apa orang tuamu, selama ini tidak mencarimu? Setidaknya kau adalah istri orang” Minho ikut mengeluarkan suaranya.

“Mereka meninggal dunia setelah sebulan aku menikah, mereka mengalami kecelakaan saat pulang ke rumah dari Seoul. Maka itu saat aku kabur, aku tidak tahu harus pergi kemana. Hingga akhirnya keluarga Shim menemukanku dan memberikanku kasih sayang mereka layaknya keluarga” kini Kyuhyun menatap wajah Changmin, wajah yang selalu menemaninya selama 9 tahun ini setiap harinya, seseorang yang ia sayangi sebagai keluarga terdekatnya.

“Suamimu… masih mengharapkanmu?” Minho kembali bertanya.

“Ya.. dia selalu menungguku selama 9 tahun ini. Aku telah bersalah kepadanya, seharusnya aku tak meninggalkannya saat itu untuk menggapai impianku kembali bersekolah dan melepaskan tanggung jawabku sebagai seorang istri. Aku yang seharusnya meragukan diriku untuk bisa kembali kepadanya atau tidak.. karena aku sudah menyakitinya”

“Jika begitu jangan kembali kepadanya Kyu.. jangan..” Changmin menatap lekat pada Kyuhyun.

Kyuhyun terkejut atas ucapan Changmin “Chang…” ia menutup mulutnya, mengapa Changmin berkata seolah dia tidak boleh untuk bersama kembali dengan cintanya.

“Chang.. apa yang kau katakan?” Jonghyun mencoba memiringkan tubuh Changmin agar bisa menghadapnya.

“Aku memintanya untuk tidak kembali dengan Siwon, apa itu salah?”

“Tetapi mereka sudah menikah” Jonghyun masih terus menatap Changmin, bagaimanapun ucapan Changmin salah.. Kyuhyun memang meragukan dirinya bisa bersatu kembali dengan Siwon, akan tetapi ucapan Changmin seakan membuat Kyuhyun bisa kembali terpuruk.

“Tetapi mereka pun sudah lama berpisah” ujar Changmin enteng, walau jelas terlihat ketakutan di sorot matanya.

“Tapi kami tak bercerai Chang” lirih Kyuhyun.

“Bukankah kau bisa bercerai dengannya? Pernikahanmu terjadi karena kau ingin membantu keluargamu kan? Jadi bukankah tidak ada cinta didalamnya?”

“Chang..” Suho kembali berusaha menenangkan Changmin.

“Kau salah Chang.. kau salah…” Kyuhyun menggelengkan kepalanya tanda tak setuju, kini air mata yang di tahannya, menetes membasahi kedua pipinya.

“Apanya yang salah Kyu, jelaskan padaku…”

“Kau salah.. aku memang membantu keluargaku dengan mengorbankan diriku untuk membantu mereka. Akan tetapi aku sudah mencintai Siwon hyung sejak pertama kali bertemu, maka itulah aku selalu menjaga cinta ini dan status ini untuknya..”

“Tapi aku mencintaimu Kyu… aku mencintaimu dari dulu hingga saat ini”

Kyuhyun terperangah akan penjelasan Changmin “Chang..”

“Aku mencintaimu.. apa kau tak pernah sedikitpun peka akan perasaanku? Tidak pernah kah Kyu?” Changmin kini berjalan menuju Kyuhyun dan berlutut agar ia bisa sejajar dengan Kyuhyun.

“Chang.. hentikan.. ini  bukan waktunya untuk seperti ini” Jonghyun memegang bahu Changmin agar ia tidak meneruskan ucapannya.

“Lalu kapan aku bisa mengatakannya Jong, katakan kapan aku bisa melakukannya? Hingga aku harus kehilangannya? Bersikap biasa saja padahal hatiku sakit?”

“Miannae…” Kyuhyun menatap dalam Changmin, ia benar – benar tidak peka akan perasaan Changmin selama ini, karena ia hanya terlalu memfokuskan bahwa cintanya hanya untuk Siwon bukan untuk yang lainnya.

“Bukan itu yang aku ingin dengar Kyu… bukan…”

“Chang.. sudahlah.. Minho, Sunggyu bawalah Kyuhyun ke kamar. Suho aku minta tolong buatkan minuman untuk Kyuhyun” Minho pun mengajak Kyuhyun untuk ikut bersamanya, Sunggyu hanya bisa menatap sedih melihat kedua sahabatnya menjadi seperti ini dikarenakan permasalahan cinta, sedangkan Suho hanya bisa terdiam, ia sendiri tak bisa melakukan apa – apa dan lebih memilih untuk menjalankan perintah Jonghyun.

Kini hanya ada Changmin dan juga Jonghyun disana, mereka duduk berhadapan dengan Changmin yang menatap kosong ke arah gelas yang dipegangnya, yang Jonghyun berikan kepadanya tadi.

“Chang.. aku sudah tahu perasaanmu kepada Kyuhyun sejak lama”

“Lalu..” jawab Changmin dengan masih memandang ke arah gelasnya.

“Aku tahu juga bahwa semua akan seperti ini. Aku memang tidak tahu mengenai pernikahan Kyuhyun, hanya saja… Kyuhyun tidak pernah mencintaimu”

“Kau mengatakan itu seakan – akan kau selalu memperhatikan kami berdua”

Jonghyun tersenyum “Ya.. aku memperhatikan kalian berdua, karena kalian berdua sahabatku.. Chang, mengertilah posisi Kyuhyun saat ini.. jangan memaksakan kehendakmu…”

“Tapi bagaimana dengan hatiku?” kini Changmin menyimpan gelasnya dan memfokuskan menghadap pada Jonghyun.

“Aku tahu ini menyakitimu, tapi jika kau memaksanyapun hasilnya akan tetap sama… Kyuhyun hanya menganggapmu seorang saudara tidak pernah lebih, aku yakin kau pun merasakannya kan, Chang?”

“Ini tidak mudah bagiku..” Changmin mengusap wajahnya kasar.

“Bagi Kyuhyun juga..”

“Maksudmu??”

“Kyuhyun harus menekan perasaan bahagianya bertemu kembali dengan suaminya, sedangkan di satu sisi ia juga menekan perasaan sedihnya karena tidak bisa membalas perasaanmu, jadi jika kau mengatakan ini tak mudah.. maka itu juga yang terjadi di posisi Kyuhyun”

“Lalu aku harus bagaimana? Merelakannya? Tidak semudah itu Jong..”

“Aku tahu.. tapi semua jawabannya ada dalam hatimu sendiri Chang, jika kau masih mau melihat senyuman Kyuhyun yang selalu kau katakan cantik itu kembali, maka kau harus bisa menekan perasaanmu sendiri, jangan membuatnya semakin rumit..”

.

.

.

3 hari telah berlalu setelah kejadian menegangkan di apartemen saat itu, keadaan Changmin dan Kyuhyun hanya akan terlihat baik dan biasa saja di dalam perusahaan, akan tetapi jika sudah kembali ke apartemen. Changmin akan berubah menjadi pendiam dan dia akan berusaha menghindar dari Kyuhyun.

Hingga akhirnya Changmin pun memutuskan sesuatu untuk merubah segalanya, ia pun menghampiri Kyuhyun yang kini sedang menghirup udara segar di malam hari. Changmin tahu malam ini udara dingin, maka itu ia membawakan sweater untuk Kyuhyun yang masih betah berlama – lama memandang langit di atas balkon.

Kyuhyun terkejut saat merasakan bahwa dirinya dipasangkan sweater “Chang…”

“Miannae…” ujar Changmin tanpa memandang Kyuhyun dan lebih memilih untuk berdiri di samping Kyuhyun sembari memandang langit sama seperti apa yang tadi Kyuhyun lakukan.

“Chang..”

“Maafkan aku yang telah membuatmu seakan tak nyaman dengan posisi ini”

“Harusnya aku yang minta maaf padamu..”

Changmin mengalihkan perhatiannya dengan kini menatap wajah Kyuhyun, ia mengangkat tangannya ragu untuk bisa mengelus pipi Kyuhyun. Terasa dingin, dikarenakan Kyuhyun mungkin sudah cukup lama berada di balkon.

“Mau bercerita padaku tentang semuanya?”

“…”

“Aku akan menjadi pendengar setia, sama seperti 9 tahun yang lalu. Aku kakamu bukan?”

Kyuhyun tersenyum lalu mendekatkan dirinya dan memeluk Changmin “Gomawo… gomawo…”

Flashback

“Umma aku masih terlalu muda untuk menikah”

Kyuhyun yang baru saja pulang dari sekolahnya dikejutkan dengan permintaan sang Umma yang memintanya untuk menikah muda saat itu, kegiatannya untuk makan siang pun terhenti.

“Tetapi ini untuk masa depanmu juga” Umma Cho masih berusaha membujuk Kyuhyun.

“Masa depan apa jika aku harus menikah di usiaku yang masih 14 tahun, bahkan aku harus memutuskan sekolahku” Kyuhyun meletakkan sendoknya dengan keras di atas piringnya.

“Kyu.. maafkan Appa… tapi jikapun kau tak mau melakukannya, terpaksa kau harus berhenti sekolah”

“Mengapa Appa??” Kyuhyun kini memandang sang Appa yang tertunduk lesu di kursinya.

“Perusahaan mengalami kebangkrutan dan Appa…. Appa harus dirumahkan, kini Appa menganggur, Appa tak punya keuangan kembali untuk membayar sekolahmu, terlebih Umma mu pun membutuhkan biaya pengobatan, jika kau menikah dengan anaknya keluarga Choi. Hidupmu akan terjamin Kyu, bahkan mungkin kau akan bisa terus bersekolah..”

“Appa… Umma… hiks” Kyuhyun mengusap wajahnya kasar, air mata itu mengalir dengan lancang membasahi wajahnya yang terlihat cantik untuk seukuran namja sepertinya.

“Maafkan Appa… Kyu.. Appa tak berguna” Appa Cho memukul – mukulkan kepalanya dengan tangannya, sedangkan Umma Cho hanya bisa menangis meratapi keadaan.

“Tidak Appa jangan lakukan itu.. Kyu akan membantu Appa dan Umma”

“Kyu…” jawab Umma Cho tak percaya.

“Demi kesehatan Umma, demi keluarga kita…”

***

Pernikahanpun dilaksanakan seminggu setelah pertemuan keluarga Choi dan Cho, tidak ada pesta besar – besaran, hanya ada beberapa tamu private dan tentu saja keluarga yang datang menghadiri. Siwon sendiri memang sudah jatuh hati kepada Kyuhyun yang saat itu baru satu kali ia temuinya, begitupun juga dengan Kyuhyun, hanya saja di usia nya yang terlalu dini maka ia merasa bahwa mungkin perasaan sukanya hanya karena merasa kasihan akan kondisi Siwon saat itu.

Tetapi tanpa di duganya perasaan cinta itupun tumbuh dengan seringnya kebersamaan mereka berdua, tetapi keinginan Kyuhyun untuk melanjutkan sekolah masih terus menjadi keinginan terbesarnya. Siwon yang mengetahuinya, sebenarnya bisa saja meminta kedua orang tuanya membawa guru private untuk mengajari Kyuhyun. Hanya saja ia merasa bahwa menikahi Kyuhyun pun ia sudah mengekangnya, mengapa ia harus terus mengekang kehidupan Kyuhyun padahal ia mencintainya?

Hingga akhirnya…

“Kyu.. apakah kau ingin kembali bersekolah?” tanya Siwon dimana kini mereka berdua sedang berada di kamar pribadi mereka.

“Hyung.. kenapa berkata seperti itu?” Kyuhyun yang baru saja membantu Siwon berbaring di ranjang dan menyelimuti kakinya akhirnya hanya bisa memandang Siwon dengan berbagai pertanyaan di pikirannya.

“Jika kau mau bersekolah… maka pergilah dari sini, aku akan membantumu kabur dari rumahku”

“Hyung…” ucapan Siwon, membuat Kyuhyun semakin merasakan keanehan. Tidak mungkin ia pergi, tapi ia juga masih ingin menyelesaikan pendidikannya hingga tuntas agar ia bisa menjadi seseorang yang pantas untuk mendampingi seorang Choi Siwon.

“Aku berkata bersungguh – sungguh…”

“Tapi…”

“Ini kesempatanmu untuk bisa bersekolah, pergilah ke Busan.. dan ambilah ini untuk bekalmu disana (Menyerahkan sejumlah uang kepada Kyuhyun) ntah mengapa aku hanya berpikiran bahwa Busan bisa menjadi tempat yang aman untukmu. Setelah impianmu terwujud maka aku akan mencarimu”

“Tapi hyung…”

“Tenanglah, aku yang akan bertanggung jawab disini. Tapi hanya satu pintaku…” Kyuhyun menunggu lanjutan dari ucapan Siwon “Jangan merubah hatimu untukku…”

Kyuhyun tersenyum “Ne… pasti.. gomawo hyung…”

“Berkemaslah… nanti malam kau bisa pergi dari sini” Siwon pun mendorong tubuh Kyuhyun yang sedari tadi duduk disampingnya untuk segera bergegas membereskan bajunya agar subuh ia bisa pergi dari rumahnya tanpa sepengetahuan siapapun.

Tetapi sebelum Kyuhyun mengikuti ucapan Siwon, ia pun memeluk Siwon dengan erat “Gomawo hyung… gomawo…” yang dibalas Siwon tak kalah erat memeluknya, ini adalah malam perpisahan dengan Kyuhyunnya. Setelah ini, maka ia harus rela menunggu Kyuhyun kembali kepadanya.

Flashback end

.

.

.

Siwon sudah bertekad akan kembali membawa Kyuhyun pulang ke kediamannya, bagaimanapun ia dan Kyuhyun masih terikat dalam suatu pernikahan yang sah. Maka setelah berbagai cara membujuk Kyuhyun dan juga dibantu oleh sahabat – sahabat Kyuhyun, akhirnya Kyuhyun mau kembali pulang bersama dengan Siwon.

Sepanjang perjalanan Kyuhyun hanya bisa duduk dengan gelisah, ia hanya tak tahu apa yang akan terjadi jika dirinya kembali berhadapan dengan Umma dan Appa Choi. Ia pun  tahu, cepat ataupun lambat ia harus kembali bersama dengan Siwon dan menghadapinya berdua, karena kesalahan ini terjadi dikarenakan dirinya juga.

“Kau kenapa Kyunnie?” Siwon sesekali melirik ke arah Kyuhyun walau ia pun harus berkonsentrasi menyetir.

“Ntahlah hyung, aku.. aku hanya.. aku..”

Siwon mengambil tangan Kyuhyun yang berada di pangkuannya lalu menggemgam erat, menyalurkan kekuatan kepadanya. “Ada aku yang akan selalu bersamamu..”

“Tapi…”

“Sssttt… tenanglah, kita hadapi ini bersama, ne…” Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan mengeratkan genggaman tangan mereka.

Kyuhyun sudah memprediksi semuanya akan terjadi, disinilah mereka berdua seakan diadili kembali hanya berbeda kini Kyuhyun bukan di adili oleh sahabat – sahabatnya melainkan oleh mertuanya dan disini pun ia sedang bersama dengan Siwon disampingnya yang tak pernah melepaskan genggaman tangannya kepada Kyuhyun.

“Umma…”

“Siwon… kau tak mengingat kesalahannya? Dia telah meninggalkamu..” Umma Choi menatap tajam ke arah Kyuhyun yang hanya dibalas oleh Kyuhyun dengan menundukkan kepalanya, ia tak sanggup menatap wajah Umma mertuanya, ia tahu disinilah dirinya yang bersalah.

“Tidak Umma.. aku yang memintanya meninggalkanku saat itu, usianya bahkan jauh dibawahku. Aku hanya tak ingin mengekangnya” Siwon masih mencoba agar sang Umma tidak menyalahkan terus menerus kepada Kyuhyun.

“Lalu kini apa Siwon? Kau memintanya kembali kepadamu? Apa masih pantas ia mendapatkan hak nya sebagai seorang istri, bahkan ia sudah meninggalkanmu selama 9 tahun lamanya??”

“Umma.. aku mohon..”

“Jangan memohon Siwon, seharusnya aku tak pernah menikahkanmu dengannya. Seorang namja miskin yang tidak tahu diri” Mendengar ucapan yang menyakiti hatinya, hanya bisa dibalas dengan air mata yang kini mulai kembali membasahi wajahnya, ntah sudah keberapa kalinya dalam sebulan ini ia menangisi akan kehidupannya.

“UMMA…”

“Siwon… kau berani membentak Umma?? Lihat yeobo, bahkan demi namja yang tak berharga ini, Siwon berani membantah kita”

“Dengarkan penjelasan mereka yeobo, tenanglah..” pinta Appa Choi yang sedari tadi duduk tenang di sofa nya dengan pandangan yang tak dapat dimengerti oleh pasangan WonKyu.

“Kau membelanya?” Umma Choi kembali meradang.

“Kau lah yang membawa Kyuhyun ke hadapan Siwon 9 tahun yang lalu, kau juga lah yang memaksa Siwon menikah dengan Kyuhyun. Bahkan kau sangat tahu bahwa usia Kyuhyun masih 14 tahun. Usianya masih diharuskan untuk bersekolah bukan menikah, tetapi kau memaksakan kehendakmu karena hanya ingin anakmu bisa mendapatkan seseorang yang bisa merawatnya. Kau menyalahgunakan kekuasaanmu terhadap keluarga Cho, agar mereka mau menikahkan putra semata wayangnya, dengan bermaksud membantu perekonomian mereka tetapi kau mempunyai keinginan lain yakni menjadikan Kyuhyun sebagai menantumu atau.. menjadikan Kyuhyun sebagai seorang perawat untuk Siwon??”

“Yeobo…”

“Dengarkan aku.. aku sudah lama memendam ini, aku diam bukan berarti aku menyetujui segala perbuatanmu. Aku hanya bisa berdoa dan berharap bahwa kau memikirkan ulang semuanya, hanya saja saat itu akupun luluh melihat binar mata Siwon yang menatap penuh harap pada Kyuhyun. Aku pun berharap bahwa putraku bahagia. Tapi apa? Ternyata mereka berpisah, karena kau terlalu ikut campur urusan rumah tangga mereka, aku tidak sepenuhnya menyalahkanmu, hanya saja Kyuhyun kabur dari rumah saat itu ada andilmu disana…”

Umma Choi merasa semakin tersudut dan kini berdiri dengan menatap tajam Kyuhyun. “KAU!! KARENA KAU KELUARGAKU MENYUDUTKANKU”

“Aku bilang diam, Choi Yunhe, aku sudah menjelaskan semuanya kepadamu. Mengapa kau masih menyalahkan anak menantu kita? Dia menantu kita, dialah sumber kebahagiaan Siwon dan juga penyemangat Siwon hingga akhirnya ia bisa sembuh, kau harusnya mengetahui itu. Jika kini Siwon berharap ia bisa kembali merajut pernikahan dengan Kyuhyun, itu sudah sangat wajar”

Umma Choi hanya bisa terdiam, ia pun memang merasa bersalah akan apa yang telah terjadi. Tetapi yang patut di salahkan mengapa Kyuhyun harus kabur dari rumah bahkan kembali lagi 9 tahun lamanya dan merasa tak bersalah, itulah yang menjadikannya seakan terlalu memojokkan Kyuhyun. Melihat semuanya terasa hening, kembali Siwon berusaha membujuk sang Umma.

“Umma.. aku mohon, maafkan Kyuhyun. Ia adalah nafasku, ia adalah cintaku, hidupku.. aku mohon Umma…”

“Hyung…” Kyuhyun mengeratkan pegangan tangannya kepada Siwon, ia menggelengkan kepalanya. Lalu setelahnya melepaskan genggamannya dan kini…

BRUGH…

Ia berlutut di hadapan Umma Choi.

“Nyonya Choi, aku meminta maaf atas perbuatanku yang ku perbuat 9 tahun yang lalu. Aku tahu, bahwa kesalahanku sangat fatal. Tapi.. aku hanya ingin bisa mengejar cita – citaku, agar aku bisa pantas bersanding dengan Siwon hyung. Aku tahu, seharusnya dulu aku tak melakukan ini… hanya saja.. aku masih terlalu kecil hingga aku hanya memikirkan bagaimana aku bisa bersekolah, tidak memikirkan tanggung jawabku sebagai seorang istri untuk Siwon hyung… aku memohon maaf”

Siwon mendekati Kyuhyun dan berusaha untuk membantunya berdiri “Kyunnie.. bangunlah.. jangan melakukan ini, aku mohon…”

“Hyung.. biarkan seperti ini, biarkan… aku tahu kesalahanku lebih banyak dari ini, maka dengan berlutut seperti ini, setidaknya aku bisa memperbaiki walau tidak sepenuhnya”

“Kau tahu kesalahanmu sangat fatal, Siwon mencintaimu tetapi mengapa kau pergi meninggalkannya?” Umma Choi kini memulai untuk menanyakan apa yang sudah lama ia simpan dalam benaknya.

“Umma.. aku sudah mengatakannya dari dulu, bahwa aku lah yang membantunya kabur dari rumah.. jadi Kyuhyun tidak bersalah, aku hanya ingin Kyuhyun bisa menggapai impiannya”

“Tapi itu menyakitimu Siwon??? Bahkan seminggu kepergian Kyuhyun kau bagai mayat hidup”

Kyuhyun menatap tak percaya pada Siwon “Hyung.. benarkah??”

“Kyunnie… itu dulu, tetapi yang terpenting sekarang ini kita bisa bersama” Siwon mencoba untuk menenangkan Kyuhyun yang kini kembali meneteskan air matanya, Siwon tahu benar bahwa Kyuhyun sangat merasa bersalah akan ata apa yang sudah terjadi kepadanya “Umma… aku waktu itu hanya terbawa suasana, aku yang membantunya dan juga membuat janji kepadanya bahwa setelah 9 tahun berpisah maka kami akan kembali bersama. Seusai semua yang di harapkannya bisa tercapai”

“Kyuhyun bangunlah nak…” Appa Choi membantu Kyuhyun untuk berdiri.

“Tuan..”

“Appa… panggil aku Appa.. Siwon bawa Kyuhyun ke kamar, Umma hanya butuh waktu saja”

Siwon memastikan kembali perkataan sang Appa, sehingga setelah melihat Appa Choi menganggukan kepalanya pertanda bahwa semua akan baik – baik saja, Siwon pun langsung membawa Kyuhyun keluar dari ruang keluarga “Kyunnie.. kajja”

Sepeninggal Siwon, Appa Choi menghampiri istrinya dan memeluknya, mencoba menenangkannya “Semua akan baik – baik saja, aku tahu kau perlu waktu. Tapi pikirkan juga dengan kebahagiaan Siwon, ia anak kita satu – satunya.. Kyuhyun adalah kebahagiaannya, lupakan semuanya, kini aku yang memohon kepadamu…”

.

.

.

Seminggu sudah Kyuhyun tinggal kembali di kediaman keluarga Choi tidak banyak perubahan dikarenakan Umma Choi yang masih terkadang menjaga jarak kepada dirinya, tetapi Kyuhyun tidak akan pantang menyerah untuk kembali mendapatkan restu dari Umma Choi, terlebih Appa Choi dan juga Siwon pun selalu berusaha menyemangati dirinya untuk selalu bertahan dalam usaha meluluhkan hati Umma Choi.

Sudah seminggu ini juga ia resmi menjadi seorang huswife yang akan selalu siap sedia di rumah, dikarenakan ia sudah mengundurkan dirinya dari perusahaan, awalnya Changmin menentangnya hanya saja setelah Kyuhyun memberikan penjelasan ia pun bisa mengerti, tetapi semenjak ia tinggal di kediaman keluarga Choi, ia juga harus rela untuk tidak bertemu dengan sahabat – sahabatnya.

Di pagi hari, seperti biasanya Umma Choi sudah bersiap akan membuatkan sarapan untuk semua anggota keluarga dibantu oleh ahjumma Shin yang sudah mengabdi semenjak Appa Choi masih muda bahkan sebelum menikah. Kyuhyun dengan langkah ragu mulai memasuki dapur, ia akan mencoba kembali untuk bisa membuat Umma Choi bisa memaafkan dan juga merestui dirinya bersama dengan Siwon.

“Eum.. apa ada yang bisa aku bantu?”

Umma Choi tidak menolehkan wajahnya, tanpa ia lihat pun ia sendiri sudah tahu suara menantunya itu. Ia kembali dengan tenang memasakkan sarapan, sedangkan Kyuhyun hanya bisa menghela nafas sedih, kembali Umma Choi belum bisa menerimanya walau sudah banyak cara agar ia bisa dimaafkan. Ahjumma Shin sendiri hanya bisa menepuk bahu Kyuhyun agar ia bisa kuat dan hanya dibalas dengan senyuman oleh Kyuhyun.

Kyuhyun pun dengan lesu melangkah keluar dapur tetapi sebelum ia benar – benar meninggalkan dapur terdengar..

“Jika kau ingin membantu, maka bereskanlah peralatan sarapan di meja..” Umma Choi berucap tanpa memandang Kyuhyun.

Walau demikian itu sudah membuat Kyuhyun merasa senang setidaknya dirinya kini merasa sudah di anggap disana, biarkan kali ini Umma Choi masih belum mau menatapnya tapi suatu saat nanti tatapan kasih sayang itu pasti akan didapatnya, pasti…

***

Semenjak itu, Umma Choi seakan sudah mulai menganggap Kyuhyun ada walau masih juga terkadang ia melupakan Kyuhyun, seperti adanya acara perusahaan yang mengharuskan keluarga Choi datang maka Umma Choi terkadang harus bertengkar lebih dulu dengan Siwon untuk permasalahan Kyuhyun yang akan ikut ataupun tidak.

Tetapi Kyuhyun lewati semuanya dengan ikhlas bagaimanapun semua memang tidak akan berjalan dengan mulus, tetapi ia selalu berkeyakinan bahwa suatu saat nanti semua pasti akan kembali membaik.

“Kyuhyun… bisa ikut denganku..”

Kyuhyun yang sedang mengambil minum di dapur dikejutkan dengan kehadiran Umma Choi yang mendatanginya bahkan kini mengajaknya untuk berbicara, ia pun tanpa berlama – lama langsung mengikuti kemana Umma Choi akan membawanya dan disinilah mereka, di taman belakang kediaman Choi. Kebetulan memang, saat itu Appa Choi dan juga Siwon sedang berada di luar untuk urusan pekerjaan.

“Eum.. ada apa Um..ma.. memanggilku?” tanya Kyuhyun dengan menahan debaran jantungnya, seakan ia akan di eksekusi.

“Duduklah..”

Kyuhyun pun menurutinya dan kini hanya bisa mengarahkan tangannya di pangkuannya dengan meremasnya kecil, hanya berusaha menutupi rasa kegugupannya.

“Saat kedatanganmu pertama kali ke kediaman kami, aku merasa sangat senang. Bagaimanapun pancaran kehidupan di mata Siwon yang dulu mati seakan kembali membara setelah ia melihatmu bahkan mengetahui bahwa kau akan menjadi pengantin kecilnya, sedikit ada penolakan saat itu. Hanya saja, aku mencoba untuk memberikan penjelasan hingga akhirnya Siwon mau menerimanya.. Pernikahan kalian membuat dampak yang baik bagi Siwon, tetapi…” Umma Choi memandang kepada Kyuhyun dengan sorotan tajam.

“Saat kau meninggalkannya, ia bahkan jauh lebih buruk kondisinya dibanding saat pertama kali ia tiba dirumah dan diharuskan selalu memakai kursi roda. Kondisinya bagaikan mayat hidup, hingga seminggu kemudian… ia memutuskan menerima tawaranku untuk pergi ke Jepang dan berobat disana, butuh waktu 2 tahun membuat Siwon bisa kembali berjalan secara normal. Saat kami akan membawanya kembali ke Seoul, Siwon menolaknya dengan berbagai alasan.. aku berpikir bahwa saat itu Siwon memang hendak melupakan semua tentangmu, tetapi ternyata.. kalian sudah membuat janji, aku melihat setiap harinya Siwon selalu berusaha memberikan warna yang baik dalam kehidupannya dan saat akan kembali ke Seoul, Siwon seakan menjadi seseorang yang semakin periang yang aku ketahui itu adalah karena dirimu..”

Kyuhyun masih saja terdiam mendengarkan segala ucapan dari Umma Choi.

“Dan.. aku tahu bahwa hari itu akan datang, hari dimana kau akan dibawa oleh Siwon kehadapan kami kembali, aku kecewa karena aku merasa bahwa seharusnya Siwon tak bersamamu.. tetapi melihat besarnya kekuatan cinta kalian berdua dan juga aku selama beberapa hari ini menyelediki segalanya tentangmu, segala kegiatanmu selama 9 tahun yang tak bersama kami, akhirnya aku mengetahui bahwa kau memang mencintai anakku dengan tulus…”

“Kyuhyun…” kini Kyuhyun menatap kembali ke wajah Umma Choi dengan ragu – ragu, ia tidak menemukan tatapan intimidasi yang kini ia lihat adalah tatapan yang menyejukkan hati, tatapan kasih sayang dan penuh rasa cinta.

“Kyuhyun… maafkan Umma yang telah merenggut masa mudamu dengan menikahkanmu bersama Siwon, maukah kau memaafkanku?” Umma Choi kini memberikan senyuman terbaiknya, senyuman tulus kepada menantunya.

Kyuhyun menatap tak percaya, ia hanya bisa memandang dengan air bening telah membasahi wajahnya, ia tak menyangka bahwa Umma Choi mau menerimanya kembali. Kyuhyun akhirnya memberanikan diri mendekati Umma Choi dan memeluknya.

“Umma… Umma…” hanya kata itu yang berulang kali Kyuhyun lantunkan. “Gomawo… gomawo…”

Siwon yang sebenarnya sedari tadi sudah pulang dan mendengar semuanya hanya bisa memandang haru, akhirnya kini apa yang dia inginkan dengan hidup bersama Kyuhyun dan juga bisa membangun hubungan rumah tangga kembali bisa terwujud.

***

Di ruang keluarga, saat ini kehangatan bisa kembali di rasakan di keluarga Choi. Bagaimana tidak seakan gambaran keluarga yang bahagia bisa terjadi. Umma dan Appa Choi yang duduk berdampingan dengan Umma Choi yang telatennya mengupaskan buah untuk dimakan oleh Appa Choi yang sedang sibuk membaca Koran, sedangkan pasangan yang lebih muda yakni Siwon dan Kyuhyun yang duduk tak jauh dari sana. Ikut menikmati suasana itu, Kyuhyun yang menyandarkan kepalanya di dada Siwon, ia sedang asik berkirim pesan dengan sahabat – sahabatnya dan Siwon yang tak hentinya mengusapkan tangannya di kepala Kyuhyun.

Siwon sendiri sedang sibuk membaca beberapa file yang memang ia bawa untuk dijadikan pekerjaan dirumahnya. Hingga akhirnya Umma Choi mencoba berbicara di kala keheningan sedang terjadi

“Yeobo.. Siwon.. Kyunnie.. bagaimana jika minggu depan kita adakan kembali pesta pernikahan Siwon dan Kyuhyun, setidaknya agar semua orang mengetahuinya, bukankah itu baik?” tanyanya.

“Aku tidak berkeberatan, jika Siwon dan Kyuhyun menyetujuinya biarkan nanti sekretarisku untuk mengurus segala keperluannya”

“Bagaimana Siwon? Kyuhyun?” tanya Umma Choi kembali.

“Bagaimana menurutmu sayang?”

“Apa tidak masalah? Maksudku, mungkin mereka akan bertanya – tanya, dikarenakan pernikahan ini sudah semenjak lama tapi pesta baru saja terjadi?”

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, biarkan orang akan berucap apa. Yang terpenting adalah kebahagiaan kalian bisa dirasakan oleh semuanya” Umma Choi menenangkannya.

“Baiklah..”

Keputusan final dari Kyuhyun yang akhirnya membuat suasana hening tadi menjadi suatu ramai dikarenakan antusiasnya Umma dan Appa Choi menyiapkan pesta untuk mereka kembali, mungkin ini bukanlah yang pertama bagi Kyuhyun tapi tentu pasti tetap akan berbeda rasanya.

***

Keduanya sedang menikmati malam hari di kamar setelah seharian ini mereka dilelahkan dengan banyaknya tamu undangan yang hadir di dalam pesta, Siwon dan Kyuhyun patut berbahagia dikarenakan akhirnya semua bisa menerima kebahagiaan mereka dan juga banyaknya mendoakan kelangsungan hubungan rumah tangga mereka. Kyuhyun pun bahagia dimana para sahabatnya bisa datang untuk ikut merayakan kebahagiaan itu dan terlebih melihat Changmin yang datang dengan seseorang yang diketahui Kyuhyun bahwa itu adalah kekasih Changmin, begitulah info yang ia terima dari Jonghyun.

Setidaknya ia tak perlu merasakan kembali rasa bersalah dikarenakan tak bisa membalas perasaan Changmin terhadapnya, melihat senyuman Changmin disana membuatnya seakan bernafas lega dikarenakan Changmin pun sudah menemukan kebahagiaannya.

“Kau senang sayang?”

“Sangat hyung.. sangat senang”

“Akupun ikut merasakannya… sayang, apakah…”

“Apakah.. apa??”

“Bolehkah aku meminta hak ku sebagai seorang suami?” Mendengar ucapan Siwon, sebenarnya Kyuhyun tau akan kewajibannya. Selama ini Kyuhyun memang tak pernah lebih disentuh oleh Siwon, hanya sekedar memeluk saat tidur dan berciuman itu sudah sangat wajar, tetapi jika saat ini Siwon meminta hak nya bukankah itu adalah suatu keharusan?

“Sebelumnya… maafkan aku karena telah membuatmu menahan selama ini..”

“Tak apa.. bukankah dulu kau pengantin kecilku? Maka saat ini kau adalah pengantin tercantikku… Can I?” izin Siwon yang akhirnya di angguki oleh Kyuhyun.

Tak menyiakan kesempatan Siwon pun mendekatkan dirinya untuk hanya sekedar mencoba pemanasan terlebih dahulu, bagaimanapun ini adalah kali pertama bagi mereka berdua. Siwon semakin mengikis jarak antara mereka berdua hingga kedua bibir itu bertemu, awalnya hanya sekedar menempel untuk menyalurkan berbagai rasa yang tak terungkap oleh ucapan, hingga menjadi suatu lumatan panas dan kini biarkan mereka menuntaskannya.

Cinta memang butuh pengorbanan bahkan saat ia dipisahkan pun kesetiaan cinta bisa membuat semua orang menjadi kuat, jikalau memang takdir menentukan jodohnya sekeras dan sekuat apapun badai yang menghadang maka semua bisa dilewati dengan baik.

-END-

note :

Ini apaaaaa??? gak tau lah endingnya gaje dan aneh maafkan saya, jika ini memuakkan maka kembali maafkan saya.. ini sbenrnya terinspirasi sama drama turki Zahra, tapi dibedain dikitlah hahahaha… dan gak nyangka ini panjang dan membosankan bgd hadeuh tpi berani publish… maafkan baim y.. karena gmn lagi soalnya gda ff laennya sih, lagi mandek ide hehehe *plak alasan…

tak pernah ketinggalan untuk slalu berterima kasih kepada semua yang dengan setia datang ke WKC ini, gak pernah nyangka kalian begitu baiknya kepada WKC hingga WKC selalu bisa terupdate dan terdepan (??) hehehehe… hug atu – atu

thanks to magui com. the rempongers, cii, jojo, ang + dedek baby autumn (kami masih menunggumu loh dek,, akhirnya ang diriku g telat post hehehehe), vie umma (hwaiting buat smua ff2na), ka el (ayo smngath miss Tan), twin sansan, anie, ulan, shila, steffy, yanti, fariz, umi, rizka… maksih untuk slalu bersma2 spazzing wonkyu nya…

Advertisements

50 thoughts on “Heilige Liebe

  1. Twinnn tumben ff nya panjang sepanjang jalan kenangan .. Tp ttp swettyy hunny banny ya .. Alias manis bgt dah .. Cinta tak lekang oleh waktu .. Wlopun terpisah 9 tahun lamanya .. Tp ttp saling bisa menjaga hati dan fikirannya … Saluttt deh sama twin rara kesayangan .. Semangatt terus buat ff wonkyu nya .. *muachhjhhh

    1. kan kata diriku juga ini tumben pake kebangetan kadang disitu saya pun merasa aneh hahaha…
      ya 9 tahun apalah artinya jika pada akhirnya kita akan selalu bersama selamanya…

  2. Mwo kyu udh nikah! Di um usia 14 wow !

    won keren ,membiarkan kyu meraih cita2 nya ,ya walopun hrus berpisah smntara ama kyu,,

    Bgus endingnya bagus ,pas lg kkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s