Posted in BL, Family, Oneshoot, Romance

Ours part. 2

FB_IMG_1432624379097

By. Ellena Han

Rate : K+

Warning : BL, OOC, typos, MPREG

Cast : WonKyu and MinSu

 

–for you dear… kkkkk~

 

Ours

Kyuhyun memarkir mobil hitamnya di garasi rumahnya yang luas. Menyandarkan kepalanya sejenak di kursi pengemudi setelah mematikan mesin. Matanya melirik jam di pergelangan tangannya. Hampir tengah malam. Pemuda manis itu kembali menghela nafas lelah. Yeah… Hari ini, untuk kesekian kalinya dalam sebulan, Kyuhyun pulang larut. Bukan maunya, tapi pekerjaannya benar-benar menuntut kerja lebih.

Sebenarnya tanpa dia bekerja pun, Kyuhyun tetap bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Well… Suaminya lebih dari mampu untuk memberi apapun yang Kyuhyun dan 2 putranya inginkan. Tunggu… Apa ada yang bertanya ketika aku menuliskan kata suami dan 2 putra? Oh ayolah… Apa kalian tidak membaca part yang sebelumnya? Ya… Kyuhyun…. ah… Atau mungkin aku harus menyebutnya Choi Kyuhyun agar kalian tahu siapa suaminya, memang sudah menikah dan di karuniai 2 orang putra kembar. Yeah… Walaupun bukan pernikahan dan kelahiran seperti pada umumnya, tapi apakah ada yang keberatan akan hal itu? Aku rasa tidak. Karena jika kita sudah berkata tentang cinta dan takdir Tuhan apapun bisa saja terjadi kan?

Eum… Kembali ke masalah Kyuhyun sekarang, yah… Lagi-lagi karena kekeras kepalaannya dan keegoisannya yang bicara, membuat dia ingin melakukan semua nya sendiri. Mungkin Kyuhyun bukanlah type istri (Apa ada yang keberatan juga jika aku menuliskan dia sebagai Istri?) yang hanya bisa duduk diam di rumah.

Pemuda manis itu memasuki ruang utama rumahnya yang gelap. Tentu saja, ini sudah bukan waktunya seseorang untuk terjaga. Begitupun dengan mereka yang pasti juga sudah terlelap. Lagi-lagi hanya helaan nafas yang bisa dia lakukan ketika Kyuhyun teringat putranya. Putra yang di dapatkannya dengan keajaiban Tuhan 4 tahun lalu. Rasa bersalah itu muncul, ketika sadar jika dirinya tak selalu bisa bersama mereka.

Klleekk…

Lampu yang menyala tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak. Mata bulatnya mengerjap sebentar, menyesuaikan dengan cahaya yang tiba-tiba menusuk penglihatannya. Dilihatnya suaminya yang balas menatap Kyuhyun dengan pandangan yang tak bisa di artikan. Pria tampan itu berdiri bersandar di samping pintu kamar Minho.

Bibir Kyuhyun sudah akan mengatakan sesuatu ketika suara tenang Siwon kembali membuatnya bungkam. Ya… Kalian benar suami Kyuhyun memang Choi Siwon yang itu, yang selalu membuat histeris siapapun dan dimanapun pria itu berada.

“Sudah larut… Segeralah istirahat…”

Kyuhyun membeku mendengar nada yang Siwon gunakan. Membuat pemuda manis itu hanya bisa memandang punggung tegap suaminya yang berlalu memasuki kamar mereka. Entah kenapa, Kyuhyun tahu jika malam ini tak akan berakhir dengan mudah. Hidup bersama Siwon selama hampir satu dasawarsa membuat pemuda manis itu mengerti dan kenal betul bagaimana suaminya itu. Dan saat ini bukanlah sesuatu yang baik….

Kyuhyun memasuki kamarnya dengan langkah pelan, setelah sebelumnya melihat Minho dan Suho di kamar mereka. Ada sesuatu yang sedikit aneh ketika dia menatap wajah Suho, jejak-jejak air mata masih tersisa di pipi putihnya. Sedangkan Minho, Kyuhyun merasa jika putra sulungnya itu sedikit demam.

“Hyung…”

Siwon hanya bergumam tanpa menoleh, masih sibuk menatap buku di pangkuannya, membaca sambil bersandar di kepala ranjang.

“Siwon Hyung…” Kyuhyun kembali mengulangi panggilannya.

“Ya…”

“Apa terjadi sesuatu?” entah kenapa pemuda manis itu gugup, meremas ujung kemeja yang dia kenakan.

“Sesuatu seperti…?” lagi-lagi hanya jawaban lirih tanpa memandang Kyuhyun.

Pemuda manis itu sedikit menahan diri untuk tidak berteriak pada Siwon yang tetap tak mau memandangnya. Tidak… Tidak… Dia tak boleh terbawa emosi, karena nyatanya bukan dia yang berkuasa dalam masalah ini.

“Minho dan Suho… Mereka baik-baik saja?” Kyuhyun kembali memandang lekat pria yang mengubah namanya itu, dengan masih bertahan di posisinya di tepi ranjang.

“Tidak ada… Hanya sedikit drama sebelum tidur.. Seperti biasa…” Siwon kembali menjawab lirih.

“Badan Minho demam…?”

“Ya…”

“Dan kau tidak memberitahuku?”

Siwon menatap Kyuhyun sejenak, memberinya pandangan yang semakin membuat Kyuhyun gugup. “Ada baiknya kau bertanya pada dirimu sendiri tentang kemungkinan aku tak menghubungimu tentang Minho…”

Kyuhyun terdiam, buru-buru meraih tas nya di meja nakas, mengambil ponselnya, membukanya, dan…. mati. Pemuda itu tersenyum kecut. “Ponselku mati… Maaf…”

“Yeah… Jadi… Bukannya aku tak mau menghubungimu kan?” Siwon kembali fokus pada bukunya.

“Hyung… Kau marah padaku?”

“Kita sudah pernah membahasnya Baby… Tidurlah… Sudah hampir pagi…”

Choi Siwon meletakkan buku di pangkuannya ke meja nakas, berbaring tanpa sedikitpun memandang Kyuhyun.

“Hyung… Aku mohon…”

Pria tampan itu tak menjawab apapun, yah… Itu tandanya jika pembicaraan mereka sudah berakhir. Tapi… Masalah ini belum berakhir, dan Kyuhyun tahu itu….

.

.

.

Akhir pekan ini, hari yang Kyuhyun harap bisa membawa sedikit perubahan dalam hubungannya dengan putranya. Sejak hari terakhir dia pulang larut waktu itu, Minho dan Suho masih merajuk pada Kyuhyun. Putra kembarnya itu bahkan tak mau bicara ataupun berada di dekat Kyuhyun.

Yah… Bukan salah mereka. Kata Ayahnya, waktu itu Minho demam karena dia tidak mau makan jika tanpa Kyuhyun dan Suho, tak berhenti menangis karena menunggu Kyuhyun yang tak juga pulang, salahkan dia yang berjanji akan membacakan cerita untuknya sebelum tidur dan nyatanya Kyuhyun tak bisa pulang tepat waktu.

Siwon sendiri sebisa mungkin menghindari pembicaraan apapun yang berhubungan dengan pertengkaran mereka hari itu. Selalu pura-pura tak mendengar atau akan pergi begitu saja jika Kyuhyun mulai membahas tentang masalah itu.

“Minho… Ayo makan sama Mommy…” pemuda manis itu duduk di samping putra sulungnya itu.

“Tidak mau… Minho bisa makan sendiri…” Minho menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari film yang sedang di tontonnya.

“Kalau Suho?” Kyuhyun memandang Suho yang sedang asyik bermain game dengan bersandar pada Ayahnya itu.

“Suho makan sama Daddy saja…” si bungsu menjawab juga tanpa memandang Kyuhyun. Rupanya mereka masih melancarkan aksi mari merajuk pada Mommy hari ini. Kyuhyun menatap Siwon dengan pandangan memelas meminta tolong, yang di balas hanya dengan mengangkat bahu oleh pria tampan itu.

Di luar, rintik hujan mulai terdengar semakin keras. Mereka masih bertahan di posisi masing-masing, hingga apa yang di lakukan si kembar Choi itu membuat Kyuhyun tersentak. Minho dan Suho berlari bersama kearah luar, membuka pintu depan dan mulai bermain di bawah guyuran hujan yang semakin deras.

Astaaggaa…. Apa yang mereka lakukan… Mereka bisa sakit jika seperti itu…

Kyuhyun berlari menyusul putra-putranya, berusaha untuk tidak berteriak pada keduanya.

“Minho… Suho… Jangan main air hujan… Nanti kalian demam…” pemuda manis itu mencoba membujuk mereka yang sama sekali mengacuhkannya, tetap asyik berlarian di bawah hujan.

“Minho… Suho… Kalian tak dengar Mommy…” Kyuhyun sedikit meninggikan suaranya, rasa khawatirnya membuatnya tak bisa menahan diri lagi.

Minho dan Suho serentak menghentikan ulahnya dan menatap Kyuhyun.

“Kami memang ingin sakit Mommy…”

Mata bulat Kyuhyun semakin membola mendengar jawaban Minho. Apa… Apa… Apa maksud nya dengan semua itu…

“Kami ingin sakit… Karena jika kami sakit, maka Mommy akan selalu ada bersama kami…” si kecil Suho berkata lirih, menundukkan kepalanya.

Deg… Ya Tuhan….

Kyuhyun berlari meraih putranya, berlutut di depan mereka dan merengkuhnya dalam dekapannya. Tak peduli pada tetes-tetes air hujan yang mulai membasahi tubuhnya. Tak ada yang dia pedulikan selain putranya.

“Maafkan Mommy… Maaf Nak…” tangisnya sudah tak bisa di tahan lagi. Tak apa jika dunia akan menertawakannya karena menangis, Kyuhyun bahkan sudah pernah menghadapi yang lebih dari itu, dan menangis untuk putranya bukanlah hal yang memalukan.

Ya Tuhan…. Tak pernah sedikitpun terbersit di pikiran Kyuhyun jika Minho dan Suho akan melakukan hal seperti ini hanya untuk membuat dia ada bersama mereka. Betapa berdosanya dia Tuhan… yang menyia-nyiakan titipanMu yang berharga ini, mengabaikan sesuatu yang mungkin di harapkan oleh jutaan orang di luar sana hanya demi pekerjaan yang sama sekali tak berarti.

“Huwaaa… Mommy.. Jangan tinggalkan Mino teruss… Mino janji tak akan nakal….” bocah tampan itu menangis.

“Cuo juga tak akan nakal Mommy… Tak akan makan coklat banyak-banyak lagi… Hikss… Huwaa….” Kyuhyun menggeleng, mengecupi setiap senti wajah putra-putranya yang basah karena air hujan dan air mata mereka.

“Tidak akan Sayang… Mommy janji… Mommy disini…”

“Masuklah… Kita bisa demam jika terus berada disini…”

Kyuhyun menoleh, hanya untuk melihat suaminya tersenyum lembut, membawa sebuah payung besar untuk melindungi tubuhnya dan buah hatinya. Siwon meraih tubuh Minho dalam pelukannya, dan membiarkan Kyuhyun menggendong Suho.

Pemuda manis itu masih terlalu bergetar untuk berkata apapun, tapi kini dia tahu kemana dan apa yang harus dia pilih. Ya… Hanya mereka… Keluarganya…

.

.

.

Well… Selama hidupnya dan selama 8 tahun pernikahan mereka, belum pernah Kyuhyun mengalami suasana secanggung ini dengan suaminya. Mereka hanya saling diam, duduk berdampingan di ranjang mereka. Tak ada yang berniat membuka pembicaraan atau apa… Dan ini sangat menyiksa bagi Kyuhyun.

Siwon masih menatap jauh kedepan, menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, sedangkan Kyuhyun hanya menunduk, memainkan jari-jarinya. Putra-putra mereka tertidur, begitu Kyuhyun selesai mengganti baju mereka yang basah karena hujan.

“Hyung…. Aku…”

Tak ada jawaban.

“Hyung… Aku mohon…. Kau marah padaku…?”

Siwon tetap tak menjawab apapun. Membuat Kyuhyun mulai gelisah dan frustasi.

“Hyung… Please… Say something… Kau boleh memakiku atau apa saja. Tapi katakan sesuatu… Aku mohon…”

Pria tampan itu akhirnya menatap Kyuhyun, masih dengan sorot aneh yang tak terbaca.

“Aku tak marah padamu Baby… Walaupun sebenarnya aku ingin sekali melakukannya. Tapi apa yang aku bisa? Karena keputusan membiarkanmu bekerja sudah menjadi kesepakatan kita bersama. Dan aku menyetujuinya saat itu. Tapi.. Jika aku bisa, aku menyesali keputusanku itu sekarang…”

Kyuhyun terdiam, tak ingin mengeluarkan suara apapun, yah… Dia memang pihak bersalah dalam masalah ini.

“Aku membiarkanmu bekerja karena dulu kau berjanji akan berusaha membagi waktumu sebaik mungkin dengan kami, Sayang… Tapi…” Siwon masih menatap belahan jiwanya itu lekat-lekat, kembali melanjutkan kata-katanya.

“Mungkin kau akan menganggapku tak adil karena dulu pun aku pernah bertingkah seperti itu pada kau dan putra kita. Tapi.. Aku mohon mengertilah… Jika posisi ku dan posisimu berbeda Baby… Aku harus bertanggung jawab pada keluargaku. Dan aku bersumpah akan melakukan apapun untuk keluargaku…”

“Tak apa kau tak memikirkan aku Baby… Tapi… Minho dan Suho masih membutuhkan kita berdua. Bukankah dulu kau yang selalu berkata seperti itu…”

Siwon menghela nafas, pria tampan itu merasa begitu lega telah mengatakan semua yang ingin dia katakan untuk Kyuhyun. Masih menatap Kyuhyun dengan pandangan teduh yang semakin membuat Kyuhyun merasa bersalah.

“A-aku… Aku…” Kyuhyun tergagap.

Entahlah, lidahnya kelu, bahkan untuk mengucapkan satu kata pun. Semua kata-kata Siwon membuat pisau imajiner kembali mengiris hatinya. Rasa sesak itu kembali.

“Kau lihat apa yang terjadi hari ini… Mereka hanya ingin kau ada disisi mereka, setidaknya hingga mereka siap untuk mandiri…”

Ya Tuhan… Kyuhyun tak pernah tahu jika rasanya akan sesakit ini… Rasa bersalahnya pada putranya semakin besar. Pemuda manis itu hanya bisa menunduk dalam-dalam dengan butiran air mata yang kembali mengalir.

“Sudahlah… Aku tak mau memaksakan apapun padamu, BabyKyu…. Kau pendamping hidupku, bukan bawahan yang harus aku dikte ini itu, juga bukan atasan yang harus aku turuti setiap permintaannya. Kau pendamping yang akan selalu aku ingatkan ketika jalan kita mulai tak seirama, Sayang…”

Kyuhyun menggenggam erat telapak tangan yang menangkup pipinya itu, menggumamkan maaf berulang kali. Air mata masih membasahi pipinya, ketika Siwon memeluknya dengan begitu erat, mengecupi pucuk kepalanya.

‘Tuhan… Aku tak akan pernah berhenti berterimakasih padaMu, yang telah mengijinkan pria ini untuk mendampingiku…’

.

.

.

“Kau yakin dengan keputusanmu, Baby?”

“Ya…”

“Tak akan menyesal?”

“Tsk… tsk… Tentu saja tidak…” Kyuhyun mendelik kesal pada pria yang tak berhenti tersenyum di sampingnya itu.

Kyuhyun memutuskan untuk melepaskan semua pekerjaannya. Atau jika dia ingin bekerja, maka dia akan memilih pekerjaan yang bisa Kyuhyun lakukan tanpa membuatnya jauh dari buah hatinya.

“Terimakasih Hyung…”

“Untuk?” Siwon menaikkan sebelah alisnya.

“Selalu menjaga agar jalan kita seirama…” Kyuhyun tersenyum, menepuk lembut pipi Siwon.

“You are welcome, BabyKyu…”

Entah siapa yang memulai, ketika jarak yang ada mulai terkikis, Kyuhyun memejamkan mata ketika hembusan nafas Siwon mulai terasa begitu dekat di wajahnya dan…

“Mommy… Huweee… Hidung Cuo sesak… Mommy…”

“Mino juga Daddy…”

Kyuhyun dan Siwon buru-buru memisahkan diri, ketika dua putranya itu menjejalkan diri di antara mereka. Bergelung disana sambil mengusap hidung mereka yang memerah. Siwon dan Kyuhyun terkekeh pelan.

“Bukankah sudah Mommy katakan, jangan main air hujan, Sayang…” Kyuhyun mengecup kepala Suho.

“Tak apa… Asal Mommy selalu ada bersama kami.. Iya kan Mino Hyung…” Minho mengangguk kecil, kembali menyusupkan kepalanya di dada Daddynya.

“Yeah… Of course my baby boys. Your Mommy never gonna leaving you alone again. He is yours…”, Siwon mengusap kepala Minho dengan penuh sayang.

“Really?” dua pasang mata bulat itu semakin membola.

Siwon mengangguk dan….

“YEEEAAAYYYY….. Uhuk… uhuk.. Mommy… Daddy… Tenggorokan kami sakit…” Kyuhyun dan Siwon tertawa, kembali memeluk dua buah hati mereka yang masih terasa sedikit demam.

Ya… Demi apapun juga, saat ini Kyuhyun yakin, jika keputusannya benar. Karena senyum keluarganya tak akan pernah terganti dengan materi apapun.

“Saranghae.. Mommy… Daddy…”

“We love you too… Ours twins…”

Well… Bukankah harta yang paling berharga adalah keluarga…. ^^

——end for this part——–

note :

Muahahaha…. *ketawa gaje..*

Akhirnya jadi juga WonKyu versinya, hahahaha…. For original version pm me… *abaikan yang terakhir….

Haloo… Miss han disini… Masih mencoba untuk membuat family fict… Semoga enggak gaje ya… Kkkkk~

Buat Suho dan Minho nya Magui.Com… Nih… Udah nih…. Semoga suka yaaa… 😀

Dan Uciiii… Xie xie untuk amazing covernya… *cipok han gege* hahahha….

si bungsu Hyunnie… Trims idenya sudh boleh umma pakai… Dan yuan… Umma love you…kkkkk~

Miss Lee jonghyun kan..? Hahha… Terimakasih banyak yaaa…*peluk erat sampe sesak*

Semua yang sudah mau membaca… TERIMAKASIH BANYAKK… So.. Ripiu ya… *liat kanan kiri*

Ang (curhat nyook)… Jojo (lelepin aye joo)… Moon (ini familynya mana nc nya), annesh…(ayo semngat nulisnya)… annienya kiyu (yg g pernah lupa ngetag aq dan koko..).. Alexa, loezia, xiannie… rina… Semuanya….yg g bisa di tulis atu2… Keluargaku Magui.com… WO AI NI… :*

Terimakasih sudah berkunjung ke WKC ^^

—-miss.han—

Advertisements

Author:

I Love Hangeng ❤❤❤❤❤

92 thoughts on “Ours part. 2

  1. Huweee…Siwon emang TOP dah…bisa nyadarin BabyKyu…maaf nih baru bisa comment,,sibuk nyiapin wisuda

  2. Won mmang suami yg baik ..
    ya walau kyu nya egois ttp kerja tp won gx mrah ..
    Dan mmbuat msalah selesai

    terharu dech sma cara si kembar ..Main hujan hujanan biar sakit demi bisa dpat perhatian dri mommy

  3. Indah binggo ceritannya unnie 🙂
    Wonkyu fam yg sempurna 🙂
    Sempet degdeg an klu siwon bakalan marah besar ke kyu tp karn rasa cintanya y teellu besar hehehe jd ga mngkin siwon marah..
    Daebak banget ff nya unnie..
    Siwon bener2 pwndamping hidup yg sempurna.. Karn dianya sellu membuat kyuhyun berjalan seirama dengannya..
    How sweet :*
    Bersyukur jgg akhirnya kyuhyun mw melepaskan pekerjaanya yg uda menyita waktu kebersamaanya bersm suami n anak anak nya 🙂
    Smg abis ini menjd lebih2 romant lg yee hehe
    Lanjut baca lg ya unnie 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s