Posted in BL, Drama, Family, Romance, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 13

Tentang Kamu – Part 13

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
Panjang membosankan
Berikan cinta kalian dengan komentar
ttp bila ada salah kata atau bagimana jangan salahkan penulis ya???? SALAHKAN JARIKU YANG NAKAL nulis kok gak aturan… ^_^
.
.
.
.
.

” Siitt!!!” Siwon mengumpat kembali dan mengambil ponselnya lalu…

” Mwo?” teriaknya. Siwon menatap Kyuhyun dengan manik mata kelamnya.

” Ada apa Wonnie?” Siwon terdiam menatap istrinya dengan wajah tegang.

” Yonna…”

” Ada apa dengan Yonna?”

” Dia…” ucapan mengantung membuat seribu tanda tanya besar dalam pikiran Kyuhyun. ” Dia ingin bertemu denganku. Keadaanya kritis dan meronta ingin bertemu denganku. Tadi Stella menghubungiku memintaku datang. Apa kau mengizinkan?”

Kyuhyun sedikit linglung namun dia tetap tersenyum kecil lalu kembali membuka lemari es untuk mengambil minum. Siwon hanya terdiam menatap istrinya. ” Pergilah!!” cicitnya lalu menengguk air putih itu dengan terburu-buru. Lalu berjalan menaruh botol minum itu di meja. Siwon meraih pergelangan Kyu.

” Bila kau tak mengizinkan aku pun juga tak akan berangkat. Kau istriku…”

Kyu membalik tubuhnya menatap dengan mata sayut lalu tersenyum, ” Kau ingin aku menjadi pria jahat?” Kyu mengigit bibir bawahnya, ” Pergilah!!!” dia memejamkan mata lalu berusaha melepaskan cengkeraman tangan suaminya di pergelangannya. ” Bisakah kau lepaskan aku? Sungguh aku lelah, wonnie.” rengeknya namun tak mau menatap suaminya.

Siwon menghela nafas, ” Kau tahu bila aku sangat mencintaimu, baby?” Kyu tetap menatap pergelangan tanganya yang terus bergerak ingin lepas, ” kau sungguh ingin aku mati berlahan.” ucapnya dengan desisan kesal.

” Kenapa kau bicara seperti itu? Aku hanya tak ingin menjadi pria jahat yang melarang suaminya bertemu dengan …mantan kekasihnya. Walau aku cemburu dan tak suka.” Kyu memberanikan diri menatap mata kelam itu, ” Kau cukup bertemu dengannya menyelesaikan masa lalu kalian kemudian kembali pulang. Aku akan menunggumu…bila kau masih berniat kembali.” lanjutnya lalu kembali menunduk.

” Kau tahu aku ingin sekali menamparmu walau hatiku menoleknya.” Kyu semakin ketakutan, ” Aku ingin memukul kepalamu dengan keras walau aku tak bisa.” Siwon terlihat sangat marah, ” Sudah aku katakan kita tak punya masa lalu yang perlu aku selesaikan. Aku hanya berteman dengannya. Bila saat ini aku menemuinya karna kau ingin memberikan semangat untuknya.” ucapnya dengan geram.

” Aku tak mau bertengkar denganmu.” cicitnya.

” Aku pun juga.”

” Lalu aku harus bagaimana? Bukan aku sudah mengizinkannya. Aku tak marah atau berteriak padamu. Bila aku terlihat malas menanggapi itu wajar bukan. Bagimana seorang istri tak resah bila seorang gadis yang pernah memintanya menikahinya kini memintanya pertemu. Apa kali ini aku salah lagi?” jelas Kyuhyun.

Siwon mengusap wajahnya kasar lalu menarik Kyu dalam pelukannya, ” Mianhae…” Siwon membelai rambut coklat itu dengan sayang, ” Jongmal mianhae baby…akulah yang salah…aku sendiri yang terlalu takut…” katanya.

” Pergilah sebelum kau menyesal.” gumamnya.

” Kau ikut aku akan pergi. Aku lebih menyesal bila melukaimu…” Siwon melepaskan pelukanya lalu mencangkup wajah itu.

” Aku ingin mempercayaimu. Apa aku salah?”

Siwon menempelkan bibirnya di bibir Kyuhyun dengan lembut. Kyu memejamkan menikmati sentuhan di bibirnya.

” Aku tahu cinta dan kepercayaanmu padaku akan menuntunku pulang. Tapi bisakah…bisakah kau temani aku, menunjukan pada dunia bahwa aku milikmu…itu saja.”

” Dunia sudah tahu kau milik Choi Kyuhyun.”

” Tapi ada sebagian orang belum tahu bagaimana kau dengan rakusnya memenuhi hatiku. Kau bisa menggegam tanganku dengan kuat, menyatakan pada semua orang bila aku milikmu daripada kau melepaskanku dengan rasa percayamu. Aku tak bisa tenang bila meninggalkanmu seperti itu Choi Kyuhyun.”

” Kau aneh. Semua akan nyaman bila kau di lepas dengan kepercayaan.”

” Aku tak perduli. Jadi aku ikut denganku….” Kyuhyun ttersenyum lalu mengangguk. ” Gomawo…”

~ooOoo~
.
.
.
.
.

Kyuhyun menepati janjinya. Sepanjang koridor rumah sakit dia mengenggam tangan suaminya dengan posesif. Siwon tersenyum bahagia walau hatinya sedikit resah ketika Stella menyatakan Yonna sempat kehilangan kesadarannya.

” Dimana dia?” Siwon terlihat panik.

” Dia ada di dalam.” Siwon mengangguk lalu kembali menarik istrinya, ” Siwon…” pria itu menghentikan langkahnya, ” Apa kau akan mengajaknya?”

” Kenapa?”

” Itu akan mempertambah parah kondisinya.” tegas Stella. Terlihat aura tak suka yang di pancarakan Siwon, ” Aku tahu kau mencintainya. Tapi apa tak bisa kau memberikan waktumu untuk orang yang tak akan lama lagi tinggal di dunia ini.”

” Karna itu…” ucap Siwon mengantung. Stella menjengit, ” Karna Choi Kyuhyunlah yang akan menjalani hidup bersamaku… Kau paham jadi biarkan aku masuk.”

” Wonnie…” rengek Kyuhyun. Dia tahu adalah orang baru yang hidup di antar persahabatan.

” Diam!!!” sentak Siwon lalu kembali menatap Stella, ” Biar dia tahu, aku bukan lagi Choi Siwon yang bisa dia miliki kapan saja. Kita tidak hidup di jaman kita.” tegas Siwon.

” Choi Siwon ini rumah sakit. Jangan betengkar disini.” sentak Kyu. Siwon mematahkan pandangan tajamnya pada sahabatnya. ” Temui Yonna, dia menunggumu…” Siwon menghela nafas lalu kembali menarik istrinya namun…

” Wae?”

” Stella benar Lebih baik kau temui dia sendiri.” ucap Kyuhyun dengan melepaskan telapak tangannya.

” Kau sudah berjanji bukan.”

” Memang. Tapi aku tak berjanji menemanimu bertemu dengannya. Sudah!!! Aku malas berdebat denganmu. Bila kau masih terus membatah aku pastikan malam ini kau tak usah memelukku dan tidur dengan laptopmu.” Siwon terkekeh, ” Wonnie…” kyu menghentak-hentakan kakinya karna kesal dengan suaminya.

” Berikan aku satu ciuman.” bisik Siwon ketika istrinya memplout bibirnya.

” Ani. Disini banyak orang Kyunnie malu.” cicit Kyuhyun.

” Kurae. Baiklah!!” namun tetap saja dia mencuri satu kecupan di bibir istrinya. Kyu memuluk lengan suaminya dengan keras. Siwon terkekeh melihat wajah semerah tomatnya. ” Tunggu aku di sini.” Kyu mengangguk. Kyuhyun menunduk dan berjalan ke arah bangku yang terdapat di sekitar UGD. Stella berjalan menghampirinya.

” Kadang itu yang membuatku tak bisa memupakanmu.” Stella menyusul pria cantik itu. Kyu hanya terdiam, ” Apa choi Siwon melarangmu bicara denganku?”

” Anya.” jawab Kyuhyun dengan singkat.

” Atau kau cemburu?”

” Stella-sii.”

” Hmmm…”

” Sebenarnya apa hubungan mereka? Apa begitu dekat?” Kyuhyun menatap Stella dengan tajam, ” Kenapa sampai wanita itu berani meminta menjadi istri kedua Choi siwon?”

” Percaya atau tidak. Mereka hanya sebatas sahabat.” Stella memalingkan wajah. ” Tapi Yonna sangat mencintai Siwon… walau pria dingin itu tak pernah membalas cintanya. Dia pernah berharap suatu hari hati Choi Siwon akan luluh karna cintanya…namun kenyataanya setelah dia pergi Siwon menemukanmu. Dia menyesal telah meninggalkannya waktu itu.” Stela menghela nafas, ” Jadi apa kau sudah tenang?”

Kyu menghela nafas lalu hanya tersenyum tipis, ” Aku masih akan tetap mempercayainya walau kau tak menceritakan ini. tapi aku hanya ingin tahu bagaimana masa lalunya. Bukan untuk cemburu tapi…” Kyuhyun menatap Stella yang tak melepas pandangan dirinya, ” Aku ingin tahu segalanya tentang suamiku…” Stella tersenyum.

” YONNAA…..” teriakkan histeris itu membuat Kyuhyun dan Stella mematangkan pandangan mereka dan berlari ke pintu UGD. Terlihat Siwon keluar dari kamar itu dengan wajah sedih. Kyu langsung mememeluknya dengan erat.
.
.
.
Sampai di rumah Siwon masih terdiam dalam pikirannya. Kyuhyun memeluknya dengan erat memberikan rangsangan agar pria ini sedikit menatapnya. Dia tak tahu kenapa suaminya seperti itu tapi dia berharap bahwa pria ini masih mencintainya. Kyuhyun memberikan ciuman panasnya. Membuatnya hingga kehabisan nafas. Siwon sedikit merespn walau ada sedikit air mata yang memeleh di sudut matanya.

” Tatap aku…” Kyuhyun mencangkup wajah Siwon, ” Apa yang kau pikirkan?’

” Apa aku salah?”

” Tidak. Kau tidak salah apa pun…” Kyuhyun menaydarkan kepalanya di dada Siwon. Walau dia harus membungkuk. ” Apa kau menyesal memilihku dan membiarkan dia pergi?” Siwon mengelengkan kepala.

” Aku mencintaimu…sungguh…namun…” Kyu tak ingin mendengar apa pun itu hingga dia berinisiatif mencium lembut bibir joker itu dengan rakus.

” Aku akan percaya..” cicitnya.

” Harusnya aku tak bicara sedingin itu. Harusnya aku menyurunya bertahan, harusnya aku menyuruhnya untuk melupakanku dan tetap bertahan hidup. Aku..aku membuatnya lemah dan lebih baik pergi daripada aku mengacuhkannya. Padahal…aku tak akan mengacuhkannya..dia tetap bagian dalam hidupku…dia sahabatku…selamanya…” ucap Siwon dengan perasaan yang mengebu-gebu. Kyu hanya tertunduk. Harusnya dia juga tahu bagaimana persahabatana mereka. Tapi ada rasa cemburu hinggap di hati pria cantik itu.

Kyu berdiri dari pangkuannya. ” Kau lelah. Lebih baik tidurlah. Besok kau akan datang kepemakamannya.” Kyu segera berjalan ke kamar tanpa menunggu Siwon. Pria manis itu mengambil pyama tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi. Terasa ada tangan yang menariknya dalam pelukannya.

” Tadi seoalah aku takut kau terluka, tapi pada akhirnya kau tetap terluka…” bisik Siwon dengan suara penuh dengan rasa bersalah, ” Tadi kenapa kau tak melarang aku datang.”

” Supaya kau tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya.” jawab kyu. Siwon sontak melepas pelukan istrinya.

” Kau bicara apa?”

” Tak apa. Aku tak terluka. Kau bilang mencintainya pun aku tak apa? tapi ku mohon beri aku waktu. Aku lelah.” Kyu mendorong tubuh Siwon menjauh.

~ooOoo~
.
.
.
.
.
Pagi yang dingin hanya dentingan suara sendok yang menjadi musik pagi ini. Siwon menyesap kopinya lalu menaruh tabletnya.

” Apa kau akan pergi ke kampus sayang?” Siwon tersenyum menatap istrinya yang sedang menikmati sarapannya. Hanya anggukan yang menjadi jawaban. ” Oh ya tadi Yunho menghubungiku bila pagi ini ada ujian.” lanjutnya.

” Hmm…”

Siwon tersenyum kecut, ” Aku sudah selesai.” Kyu mengakat piring kotornya dan mencucinya.

” Kau masih marah?” Kyu berhentikan langkahnya. ” Rasa ini hanya atas nama kemanusiaan. Sudah aku jelaskan!! Bahwa tak ada rasa apa pun dalam diriku padanya. Aku berani bersumpah atas nama Tuhan. kau yang ku cintai dalam hidupku…aku hanya iba dan ada sedikit rasa bersalah padanya. Membuatnya menderita…tercampakan dan menyia-nyiakan hidup. Itu saja.”

” Aku bermain game dulu. Bila kau ingin berangkat dulu aku akan naik taksi ke kampus.” ucap Kyuhyun dengan dingin lalu berjalan menuju kamar. Siwon hanya menghela nafas lalu tertunduk. Ini sudah hampir satu bulan Kyu bersikap dingin. Walau beberapa kali mereka sempat menikmati malam panjang tapi ke esokan paginya mereka kembali dingin tanpa kata. Siwon mulai resah. Karna Kyu terlihat tak menikmatinya. Hanya terpasah pada sebuah kewajiban. Miris.

~ooOoo~
.
.
.
.
.
” Choi Siwon menghubungku semalam. Kau masih mengacuhkannya?” tanya changmin dengan serius. Kyu tak menjawab, dia masih terfokus dengan laptonya.” Dia mengkhawatikanmu. Kau tak pernah menjawab dari beberapa kata ketika dia bertanya. Dua hari ini kau muntah-mutah dan napsu makanmu berkurang. Dia ingin kau memperiksakan kesehatanmu ke dokter.” nihil tak ada respon sama sekali. Changmin mulai geram, ” Kyu aku bicara padamu…”

Crak!!!

Kyu menatap tajam, ” Kau mau jadi juru bicara Choi Siwon? Berapa yang kali ini dia tawarkan padamu Sim Changmin?”

” Kyu…”

Kyu mematikan laptopnya dan menutupnya dengan kasar. Lalu membereskan semua peralatanya dan berjalan meninggalkan sahabatnya. Beberapa hari ini perutnya terasa aneh dan membuatnya tak napsu makan.
.
.
.
.
Siwon mulai panik ketika tak ada pesan atau telponya di angkat oleh istrinya. Hari ini mereka ada acara makan malam dengan keluarganya. Namun sampai detik ini tak ada kabar? Bahkan Changmin berkata Kyu sudah meninggalkan kampus sejak dua jam yang lalu. Dia menghubungi keluarga Cho dan Choi namun tak ada yang tahu keberadaanya. Tahukah bila pria cantik ini sedang menikmati kembang gula dan duduk di bangku taman. Wajahnya ceria seperti tak ada masalah. Dia mengabaikan semua panggilan itu. Kakinya berayun-ayun menatap lalu lalang anak-anak kecil bermain. Dia membelai perutnya. Berharap ada mahkluk mungil itu dalam perutnya. Pria cantik itu lupa bila Sungmin umma mengundangnya makan malam. Dia melirik jam tangannya lalu segera berlari dengan memakai tas punggungnya dengan buru-buru.

Siwon hampir putus asa dan kerna mencari istrinya kemana-mana. Hampir semua mall dia masuki tapi tak dia temukan. Bahkan anak buahnya pun sudah menyebar di Seoul tapi belum ada kabar sedikit pun. Dia menjambak rambutnya.

“Drrtt…Drrttt..”

”MWO?”

CIIITTT!!!

Siwon menghentikan mobilnya tiba-tiba dan memutar balik mobilnya. Sesampainya di depan rumah Choi dia segera turun dan berlari ke ruang keluarga. Dia tersenyum lega melihat istrinya baik-baik saja. Kyu sedang tersenyum manis menikamti cemilan yang di buat ibunya untuk menantunya. Siwon segera memeluknya dengan erat.

” Demi Tuhan…kau membuatku takut sayang.” Kyu hanya merespon seadannya, ” kau kemana? Kenapa tak menungguku…”

” Aku ingin makan gula kapas.” jawabnya dengan sedikit lembut.

Siwon mendudukan diri di hadapan istrinya, ” Gula kapas? Kenapa tak bilang sayang… aku…”

” Umma…kyu lapar…” pria cantik itu memotong ucapan suaminya. Menaruh kue kering itu di meja lalu berjalan menghampiri meja makan. Siwon hanya tertunduk lalu segera mengekor.

Siwon dengan telaten menambahkan lauk atau hanya sekedar membersihkan sisa makanan yang ada di sela bibir istrinya. Membuat keluarganya tertawa. Meski wajah Kyu masih terlihat pucat tapi Siwon sudah lega melihat napsu makan Kyu kembali membaik.

” Aigooo oppa…kau ingin aku mual?” cerca Jiwon yang mulai kesal dengan tingkah kakaknya. Siwon tersenyum tipis dan tetap melanjutkan. ” Oppa apa bersama istrimu kau sampai lupa makananmu.” omel adik tersayangnya.

” Diamlah!!! dan mulailah berkencan jangan mengkomentariku saja.” jawab Siwon dengan tersenyum bangga.

” Aiisshhh!!! Oppa jangan meledekku. Aku ingin menyelesaikan Studyku.” bantahnya dengan memplout bibirnya.

Tiba-tiba Kyu merasa mual dan pusing. Sontak dia berpamitan ke belakang. Siwon pun menghentikan perdebatannya dan segera menyusul istrinya. Tepat. Istrinya memutahkan semua yang dia makan.

” Sebaiknya kita ke dokter sayang.” Siwon menghampiri istrinya dan meraih pergelangan tangan istrinya.

” Tak usah. Aku tak apa.” Kyu membersihkan bibirnya dan berjalan meninggalkan suaminya. Siwon memejamkan matanya.
.
.
.
.

” Kenapa tak menginap saja, sayang?” rajuk Sungmin.

” Mianhae umma. Tapi Kyunnie banyak tugas.” jawabnya dengan senyuman terbaiknya.

” Wonnie jangan biarkan istrimu terlalu lelah.” omel Sungmin.

Siwon meraih pinggang istrinya dan menariknya di dekatnya, ” Tak akan umma.” jawab Siwon dengan tegas, ” Kami pulang dulu…” pamit Siwon.

Siwon sedikit terbiasa walau terasa aneh. Setiap mereka berdua di mobil Kyu selalu tidur dan mengabaikannya. Bahkan ketika Siwon akan membopongnya Kyu selalu menolak.
.
.
.
.
Kyu tak bisa tidur malam ini. Rasanya dia ingin makan sesuatu. Dia berlahan melepaskan pelukan suaminya dan menghantikannya dengan bonekahnya. Dia berjalan keluar kamar dan mencari sesuatu di lemari es namun tak ada sesuatu yang ingin dia makan. Kyu mendesah kesal. Dia melirik jam dinding. Dia kembali ke kamar dan mengambil switernya dan berjalan keluar rumah. Siwon terbangun karna haus. Namun betapa terkejutnya bila yang dia peluk adalah bonekah? Dia pun segera bangun dan berjalan keluar.

” Kyu…Kyunnie sayang…” dia berjalan mengelilingi rumahnya. Namun sampai kamar mandi luar pun tak dia temukan istrinya. Dia mulai panik. Dia mengambil baju hangatnya dan kunci mobil. Kemana istrinya malam-malam begini. Siwon menghubungi ponsel istrinya namun lagi dan lagi selalu terabaikan. Siwon panik. Jalanan begitu sepi dan tak ada menunjukan tanda-tanda istrinya. ” Sayang..kau dimana? Kau ingin aku cepat mati hanya karna mencemaskanmu…” kali ini mail box yang menjawab telponya. Siwon masih terus berputar-putar walau rasa kantuknya menerpanya. Jam empat pagi Siwon kembali ke Apatermentnya dengan wajah murung. Manik hitam itu membulat sempurna ketika melihat istrinya sedang duduk bersila menikmati Jajangmyum dengan lahap. Siwon mengusap wajahnya kasar. Bagimana bisa istrinya melakukanya. Bahkan dia begitu santai ketika melihat suaminya datang.

” Baby…kenapa kau suka sekali membuatku cemas? Kau benar-benar ingin aku mati…” Siwon berjalan mendekati istrinya yang masih dengan asik menikmati makannya dan melihat kartun kesukaanya. ” Baby…”

” Aku lapar jadi aku keluar mencari makan.” jawabnya tanpa melihat suaminya.

” Kau…aiiisshhh!!! Kau bisa membangunkanku…” suara Siwon mulai meninggi. Ini bukan kedua kalinya Siwon hampir kehilangan nafas karna ulah istrinya. Kyu tak perduli. Dia mengambil air namun di tahan suaminya. Siwon mulai geram. ” Bisa dengarkan aku bicara.” Kyu hanya patuh dan diam menatap suaminya. ” Jangan menatap aku dengan wajah dinginmu…ku mohon…” pinta Siwon dengan meraih kedua tangan istrinya lalu menciumi punggung tangan istrinya.

” Lalu dengan wajah bagaimana?” tanya istrinya.

Siwon mengigit bibirnya karna tak tahu harus bicara apa lagi. Dia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir plum itu.

” Dengan wajah Choi Kyuhyunku…”

” Apa wajahku terlihat seperti orang lain?”

” Bisakah kita menghentikan pembicaraan ini. Aku tak ingin bertengkar.” sergah Siwon. Kyu hanya mengangguk dan itu membuat Siwon mendesah kesal, ” Aku ingin…kau bisa…” Kyu hanya diam ketika suaminya menatapnya dengan wajah berbeda. Siwon kesal dan mendorong istrinya lalu menindihnya. Kecupan itu sudah berubah menjadi lumatan namun sayang tak ada respon sama sekali. Siwon pun kesal lalu bangkit meninggalkan istrinya.

BLAMM!!!

Suara bantingan pintu itu bersamaan dengan lelehan air mata di mata Kyuhyun. Dia memejamkan mata dan tertidur dengan posisi yang sama. Siwon memang tak tertidur selamam dan berharap istrinya menyusulnya. Harapan hanya tinggal harapan. Dia berjalan keluar dan melihat istrinya masih dengan posisi sama ketika dia meninggalkannya. Namun bedanya ada jenjak air mata kering di wajah istrinya.

” Mianhae…” lirihnya lalu membelai wajah istrinya. Dia memindahkan istrinya ke kamar dan menarik selimut sebatas dada. Siwon mengambil ponselnya dan menghubungi ayahnya. Dia meminta izin untuk berlibur selama satu minggu. Kangin sedikit keberatan karna sekarang adalah masa sibuk perusahaanya namun ketika dia mengkatakan Kyu sedang stress dan memperlukan dirinya Kangin hanya mendesah mengiyakan. Bagimanapun dia mencintai menantunya. Siwon menaruh ponselnya dan menyusul istrinya tidur dan memeluknya. ” Aku mencintaimu…sangat ..sangat mencintaimu Choi Kyuhyun…akan aku lakukan apa pun agar kau bisa kembali padaku…” bisik Siwon tepat di telinga istrinya.

~ooOoo~
.
.
.
.
.

Kyu sedang serius dengan apa yang dia baca namun keasikan itu terusik karna Suaminya datang dengan segelas susu. Dia segera menutup web yang dia buka.

” Kau sedang apa sayang?” bisik Siwon tepat di telinga Kyuhyun.

” Mengerjakan tugas.” jawabnya. Siwon melingkarkan kedua tanganya di leher istrinya. ” Kenapa kau tak pergi bekerja.” tanya pria cantik itu.

” Apa kau mulai perhatian denganku atau kau tak menyukai aku di rumah?”

” Keduanya mungkin bisa menjadi nominasi.” jawabnya lalu berdiri meninggalkan Siwon yang terdiam ketika mendapatkan jawaban itu. Siwon berjalan mengikuti istrinya.

” Bisakah kita biacara.”

” Bukan sejak tadi kita bicara.”

Siwon kesal dan berjalan menuju ke dapur dia mengambil pisau lalu memberikan pada Kyuhyun. Pria cantik itu tercengah. Siwon berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya lalu dengan selembar map di tanganya. Kyu tak berani menatapnya. Apa mungkin Siwon akan menceraikannya?

“Ini untukmu..”

DEG!!!

” Ini apa?” dia terlihat gugup.

” Surat perjanjian yang aku ucapkan.” Siwon membuka map itu dan menujukan pada istrinya, ” Sekarang bunuh aku…”

“MWO?” Kyu sontak menjatuhkan pisaunya.

” Wae? Bukan ini yang kau inginkan? Atau kau ingin aku minum racun.”

” Kau bicara apa?” Kyu berjalan mundur ketika Siwon kembali memungut pisau itu dan memberikan pada istrinya.

” Baik bila kau tak mau aku akan melakukannya sendiri.” kata Siwon dengan nyakin.

” Mi Cheo sseo?”

“Iya. Aku lebih baik mati daripada melihatmu mengacuhkanku. Kau pikir aku hanya butuh tubuhmu saja.” sentaknya dengan penuh amarah. Kyu tertunduk. ” Kau seolah tak menganggapku ada jadi untuk apa aku hidup. Bukan lebih baik aku mati dan kau bisa bebas. Karna bila kau menungguku untuk melepasmu itu sama saja mustahil. Karna aku tak akan mungkin melepasmu.”

“BODOH.” umpat Kyu dengan melempar map yang diberikan oleh suaminya. Pria cantik itu berlari menuju kamarnya dan menutup pintunya dengan kasar. Siwon masih terpaku. Bukankah harusnya istrinya akan melarangnya dan mengkatakan dia mencintainya? Siwon mengusap wajahnya kasar. Yunho perlu membayar semua karna kini dia menyesal telah membuat istrinya menangis. Siwon segera menyusul ke kamar. Tapi sial Pintunya di kunci.

Tok…Tok…Tok…

” Kyu..buka pintunya sayang…Kyu…” Siwon begitu panik ketika hanya suara tangisan istrinya yang terus terdengar. “Kyu…Ujimal…ujimal… Awas kau Jung Yunho akan aku potong milikmu. Baby…buka sayang…” Siwon terus berteriak namun tetap tak ada jawaban.

Itulah Cinta membuat bodoh. Setelah Kyu mulai tak terdengar suaranya Siwon baru tersadar bila dia memiliki kunci cadangan. Pria itu segera mengambilnya. Siwon menarik nafas lega ketika melihat istrinya tertidur pulas dengan memeluk bonekahnya.

” Sial!!! Sampai kapan aku kalah dengan bonekah sialan itu. Apa aku buang saja dan mencincangnya menjadi tumpukan sampah? Ahh…lalu setelah itu aku yang akan di tendang. Andwae…andwae… ” gumam Siwon lalu berjalan menuju tepi ranjang. Membelai sayang rambut coklat itu dan berlahan melepaskan bonekah pikacunya. Sedetik muncul senyuman tipis. Bagaimana istrinya begitu cantik malam ini. Bukan…bukan dia tak cantik, tapi malam ini rasanya dia semakin bercahaya. ” Ahh…bila posisi kita tak sedang perang dingin,mungkin aku sudah menerkammu malam ini baby.” monolog Siwon lalu dia tersenyum. Dia merebahkan tubuhnya di dekatnya. Mengantikan posisi bonekah besar itu. Kyu menyamankan diri di pelukan suaminya membuat Siwon tersenyum kecil, ” Baby…sampai kapan kau seperti ini? Membuatku uring-uringan saja.” bisiknya dengan lembut sebelum memejamkan mata.

Kyuhyun semakin mendekatkan tubuhnya dan tersenyum tipis, ” Andai waktu berhenti di detik ini aku rela karna bintangku ada di dekapanku…” batinya.

~ooOoo~
.
.
.
.
.
” Baby…pelan pelan…” Siwon terlihat khawatir dengan cara makan istrinya. Kyu sedang melahap ayam gorengnya dengan rakus. Dia memesan sampai puluhan potong dan dia menikmati tanpa nasi. Siwon membersihkan sisa rempah-rempah di sela bibirnya. Ingin sekali dia mengkecup bibir plum itu. Andai ini bukan tempat umum. Kyu nampak diam menatap ayam gorengnya yang tinggal beberapa potong, ” Hai…kenapa? Apa yang menganggu pikiranmu sayang?” Siwon membelai wajah gembil istrinya.

” Aku ingin pizza…”

” Huh?”

” Pizza…” rengeknya dengan kaki yang di hentak-hentakan.

” Tapi kau sudah menghabiskan lima belas potong ayam dan sama sekali nasi itu tak kau sentuh. Andwae…kita pulang bila kau tak mau makan nasi.” tegas Siwon. Namun apa yang terjadi…

” Huwe… hiks…ahjussi…kau tega padaku…huwaa…hiks…hiks…dia hanya memperdayaku…hiks…” Kyuhyun menangis sejadi-jadinya. Siwon panik dan memeluknya namun terlambat semua orang menatapnya.

” Baiklah!!! Kau menang nona Choi Kyuhyun.”

” Aku bukan wanita.” sentaknya dengan menghapus jejak air mata itu.

” Tapi kau istriku.”

” Huwaa…hiks…lihatlah!!! Ahjussi ini…dia hanya ingin memperdayaku yang tak kuasa…huwaa…hikz…Ahjussi aku lapar…apa kau tak punya hiks,,,hati…”

semua orang menatap aneh ke arah mereka membuat Siwon menutup malu karna mendaaptakan tatapan mematikan dari semua orang. Kau tahu suara Kyu sangat pelan ketika mengucapknnya jadi sudah di pastikan pengunjung mall mendengar. Belum lagi komentar pedas. Bahkan dia di katakan om om…ya Tuhan…dia Choi Siwon? Klo bukan istrinya mungkin dia sudah melempar geranat.

” Kau menang kita pergi…” Siwon segera berdiri. Dia tak ingin bertambah malu. Namun tangan Kyu menahannya.

” Hiks…hiks… Tapi aku lelah…hiks…” Siwon hanya bisa menghela nafas kasar lalu jongkok di hadapan istrinya. ” Gomawo ahjussi…”

” Jangan panggil aku ahjussi baby…aku ini suamimu.Ck.” sentak Siwon kesal.

‘ Hikz…hikz…ahjussi jangan marah…Kyunnie janji akan layani ahjussi…hiks…hiks…tapi Kyunnie tak bisa jalan…hiks…” Kyu menujukan wajah seimut mungkin membuat semua orang percaya. Dalam hati dia menyeringai puas mengerjain suaminya.

” Cih!!! Bila bukan di tempat umum akan aku makan kau baby…berani beraninya kau mempermalukan Choi Siwon…” Siwon berjalan melintasi gerumbulan orang yang berbisik.

” Lihatlah betapa malangnya pria cantik itu…”

” Iya dia terlihat lemah. tuannya begitu kasar dan jahat.”

” Lihat saja itu…tapi kenapa dia begitu tampan dan tak seperti ahjusii genit…”

“Iya dia begitu berkarisma dan mengoda. Walau di siksa pun aku mau…”

Dua wanita paru baya itu terkekeh pelan membuat Kyu memanas sedangkan Siwon tersenyum bangga, ” YAH!!! JANGAN MENATAPNYA AHJUMMA DIA SUAMIKU…” sentak Kyu ketika melintasi ibu-ibu yang menganggumi ketampanan suaminya bukan ikut mencerca seperti yang lain. Siwon terkekeh namun Kyu memplout bibirnya kesal. Sial!!! Dia salah stategi lagi. ” Aku mau pulang saja tidak jadi makan Pizza…”

” Katanya lapar.”

” PULANG…” teriaknya di depan telinga suaminya.

Siwon tersenyum bahagia. Inilah istrinya dan inilah Choi Kyuhyunya.
.
.
.

BLAMM!!!

Suara pintu mobil tetutup kasar ketika mereka sudah sampai di parkiran. Siwon masih tersenyum melihat istrinya terlihat kesal. Siwon mengambil barang belanjaanya lalu berjalan mengikuti istrinya yang kembali dingin. Kyu merebahkan tubuhnya di ranjang tanpa melepas sepatu atau baju hanganya. Dia begitu lelah. Siwon datang menghampirinya lalu duduk di tepi ranjang.

” Baby…” Kyu masih memejamkan mata tak perduli belaian lembut suaminya, ” Kau kembali mengacuhkanku lagi?” Siwon sedikit kecewa, ” Ahh…bukan aku menuruti apa yang kau mau sayang…kenapa begitu sulit mendapatkan maaf darimu?” Kyu menarik selimunya menutupi seluruh tubuhnya. Siwon menarik kembali selimut itu. ” Baby…”

” Bisakah kau diam aku ingin tidur.” sentak Kyuhyun dengan kesal. Dia benar-benar lelah dan punggungnya sakit. Siapa yang memaksa dia untuk belanja kebutuhan rumah? Siapa yang memaksa dia belanja baju? Dia lelah.

” Tapi berikan aku ciuman selamat malam.” Siwon memajukan bibirnya.

Kyu menutupi bibir Siwon dengan tangannya, ” Dalam mimpimu…”

” Baik aku akan mengambil sendiri…” Siwon memaksa pria cantik itu dan Kyu dengan setelah hati menolaknya. Siwon sudah cukup lega kini istrinya kembali…bukan Kyu yang dingin yang menurut apa perintahnya tapi Kyu yang manja dan selalu jual mahal. Pada akhirnya mereka berciuman dan Kyu hanya pasrah ketika dia harus menunda tidurnya.

~ooOoo~
.
.
.
.
.

Pagi ini Siwon begitu bersemangat menyambut pagi. Siapa yang tak bahagia bila istrinya yang dia cintanya tak mengacuhkanya. Bibir plum yang masih terlihat bengkak karna ulahnya. Sungguh dia bersyukur pada Tuhan menciptakan mahkluk ini untuknya. Dia menyematkan anak-anak rambut di daun telinga dan mencium kening itu dengan sayang.

” Morning…” Kyu memplout bibirnya ketika tidurnya terusik karna polah Choi Siwon yang menciumnya. ” Rasanya sudah lama tak melihat wajah merajukmu sayang…” bisiknya tetap di bibirnya.

Namun Kyu tak menjawab pertanyaanya suaminya. Dia buru-buru melepaskan pelukan suaminya dan berlari ke kamar mandi.

” Kyu…” Siwon segera menyusul istrinya. Ini sering terjadi dan itu membuatnya panik.

” Huweekkk…Huweekkk…”

Siwon memijat pundaknya. Kyu terlihat lemas. ” Kau kenapa? Kita ke rumah sakit…” Siwon membelai wajah pucat itu dan air mata yang mengalir di sela matanya. Kyu mengelangkan kepala. ” Tidak…kali ini aku yang mengambil keputusan…mau atau tidak kita ke dokter.” tegas Siwon.

Kyu meraih pergelangan tangan suaminya ketika Siwon meninggalkannya. Pria tampan itu menoleh dan melihat istrinya mengelengkan kepala.

” Baby…aku tak suka kau mengabaikan kesehatanmu…’

” Aku hanya stress ringan karna kecapean kemarin malam”

” Hampir setiap hari kau seperti ini. Tidak…kau kemarin terus menolak tapi kali ini tidak…” Siwon berjalan keluar kamar mandi. Dia mencari baju untuk istrinya namun… Siwon terpaku menatap selembar foto dan beberapa surat. Siwon meremasnya dan berjalan kembali ke kamar mandi. Kyu masih terlalu lemas begitu terkejut Siwon membuka pintunya dengan kasar. ” Apa ini?” tanya Siwon.

” A…aku..bisa jelaskan…itu…”

” JAWAB AKU CHOI KYUHYUN…” sentak Siwon dengan emosi.

TBC

MAKASIH BUAT KOMENTAR KALIAN SORRY BGT GAK BISA BALAS KOMENTAR KALIAN SEMUA SOAL AKU LUM LANGGANAN MODEM LAGI…

TAPI MAKSIH BUAT DUKUNGANYA SOAL ITU YANG MEMBUAT SEMANGAT SAYA LANJUT HEHEHEH

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

104 thoughts on “Tentang Kamu – part 13

  1. kyumom kkk awalnya nangis sok sok an manggil siwon ahjussi
    nah marah marah gara gara ahjumma ahjumma yg liatin wondad ckckck
    lucu ..
    tuh kan bener

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s