Posted in BL, Drama, Family, Romance, Series

WonKyu and the babies (Belalang)

triplets poster

By. Miss Lee

Cast : WonKyu and Triplets

Genre : Family, romance

Rate : K

 

-WonKyu and the babies (Belalang)-

“Bagaimana barang – barangmu sudah di simpan rapih?”

“Sudah hyung, kajja kita tidur”

Kyuhyun menarik suaminya itu untuk berbaring bersamanya setelah Siwon ikut membantunya membereskan baju dan perlengkapan lainnya untuk ia bawa ke Taiwan. Ya.. Kyuhyun akan pergi ke Taiwan sekitar 4 hari dikarenakan untuk kepentingan promosinya, Siwon sendiri sebagai suami sudah terlalu mengerti akan hal ini, dikarenakan bahkan seminggu setelah mereka menikah, dirinya diharuskan terpisah dengan Kyuhyun. Saat itu Kyuhyun dimasihkan untuk melakukan tour ke beberapa Negara sedangkan Siwon sendiri harus melakukan fashion show dan setelahnya kembali pulang ke Korea seorang diri dan menyibukkan dirinya sebagai seorang CEO.

Jadi buatnya hal ini bukanlah hal yang aneh lagi, hanya saja mungkin ini adalah kali pertama dirinya di tinggalkan Kyuhyun dengan ketiga anaknya. Karena dulu saat Kyuhyun dinyatakan hamil, Kyuhyun memilih vakum hingga kini saat melihat triplets sudah bisa menjaga diri mereka masing – masing dan mengerti keadaan maka Kyuhyun kembali menggeluti karirnya dimana karena karirnya itu ia kini menjadi seorang istri dari Choi Siwon.

“Hyung…” Kini mereka berdua sudah tertidur dengan wajah saling berhadapan hingga deru nafas terasa hangat menerpa wajah masing – masing.

“Ne baby..” Siwon menyibakkan poni Kyuhyun lalu mendaratkan kecupan lembut di dahinya.

“Apa tidak…”

“Sudahlah, kau percaya padaku bukan?”

“Tapi, ini pertama kalinya aku akan meninggalkan kalian berempat”

“Ne araseo. Tapi ini juga demi kebahagiaanmu, aku tidak ingin melarangnya, kau sudah cukup untuk berdiam diri di rumah menjaga anak – anak. Kini giliranku, hanya tiga hari, tidak lama. Para jagoan pasti akan mengerti”

“Bagaimana jika mereka merajuk?” Kyuhyun merubah wajahnya semakin sendu.

Siwon mengelus pipi chubby istrinya itu “Baby.. para jagoan kita tidak mungkin akan melakukan hal itu, mereka mungkin sempat memprotesnya. Tapi mereka akan mengerti bahwa kau juga masih dimiliki orang – orang banyak, gwaenchana”

“Aku pasti merindukan mereka bertiga”

“Kau tidak akan merindukanku?”

“Ish…” Kyuhyun memukul jidat Siwon lalu memalingkan mukanya hingga kini ia tertidur terlentang.

Oh…oh.. Kyu kau salah merubah posisi, Siwon sudah  terlihat memandang menggoda maka kita nikmati apa yang akan terjadi selanjutnya. Menyadari Siwon memandang intens dirinya, “Apa yang kau lihat, hyung?”

“Aku menginginkanmu, can i?”

“Oh.. tapi besok aku..”

“Dan aku harus menahannya untuk 4 hari ke depan, baby..”

Kyuhyun hanya memandang Siwon, ia masih berpikir keras untuk mengiyakan. Bagaimanapun permintaan suami, maka istri tidak mungkin bisa menolaknya bukankah itu suatu kewajiban? Terlebih dirinya akan meninggalkan suaminya selama beberapa hari. Kyuhyun pun akhirnya menganggukkan kepalanya. Pertanda baik bagi Siwon hingga kini ia pun merubah posisinya menjadi merangkak di atas Kyuhyun.

“Memulai dari ini kah dulu??”

 Siwon menelusuri lekukan wajah Kyuhyun hingga jari telunjuknya terhenti di bibir tebal berwarna punch itu, sangat menggoda dan selalu menggoda untuk dirinya. Mengikis jarak keduanya hingga Kyuhyun menutup kedua matanya sempurna, menunggu kehadiran bibir tipis suaminya di atas bibirnya, mengecap seluruh rasa, indahnya dunia.

.

.

.

“Jadi mommy athan pelgi, daddy?” Min Guk melirik ke arah daddy nya yang kini sibuk menyimpan makanan di meja makan bersama Kyuhyun.

“Ne Min Guk-ah, jadi untuk 4 hari ke depan kalian akan bersama dengan daddy”

“Yeaaayyy…” Daehan berseru kencang, hingga membuat Kyuhyun menekuk wajahnya.

“Daehannie tidak suka bersama mommy?”

“Anyeo.. Daehan chuka chama mommy, thapi Daehan juga chuka jalan – jalan chama daddy”

Siwon menghampiri istrinya yang seakan merajuk itu, “Baby.. sudahlah, anak – anak akan selalu senang berada di samping ke dua orang tuanya. Bukankah bagus jika mereka tidak protes marah? Jadi kau tidak akan membawa beban dalam pekerjaanmu ini”

“Tapi belum juga aku berangkat aku sudah merindukan mereka, hyung”

Siwon membawa Kyuhyun ke dalam dekapannya, “Aku dan anak – anak juga akan sangat merindukanmu, maka itu. Comeback safely, baby..” Siwon mengecup sekilas bibir Kyuhyun lalu ia kembali mendekapnya erat, mereka menikmati waktu bersama hingga

“Mommy.. Manse juga mau dipeluk mommy” teriak – teriak Manse sembari badannya ia goyang – goyangkan agar bisa keluar dari tempat duduknya.

“Sini.. sini semua anak mommy”

Siwon menurunkan anaknya satu persatu, lalu Daehan, Min Guk dan Manse pun mengelilingi Kyuhyun yang sudah bersiap dengan berjongkok di tengah untuk menunggu dipeluk.

“Mommy sayang kalian, semua..”

“Thami juga, mommy…” ujarnya kompak, Siwon sendiri hanya bisa tersenyum haru melihat pemandangan indah yang terlihat di depan matanya, ia sangat bersyukur bisa diberikan keluarga yang saling pengertian, istri yang mencintai dan setia kepadanya dan diberikan jagoan – jagoan yang tampan serta mandiri.

.

.

.

Dua hari sudah Siwon ditinggalkan oleh sang istrinya, rindu sangat menyeruak di dalam hatinya. Ia tahu juga bahwa anak – anaknya dipastikan sudah merindukan sang mommy. Hari ini ia masih bisa sedikit lega dikarenakan triplets bisa di titipkan kepada Kangin untuk berlatih taekwondo, akan tetapi esok adalah hari libur bagi mereka dan biasanya Kyuhyun akan mengajak ketiga anaknya itu pergi jalan – jalan jika tidak mengajaknya ikut bekerja dengannya. Tetapi saat ini Siwon hanya seorang diri menjaga ketiga anaknya, ia harus memikirkan esok harus membawa kemana ketiga anaknya, sebelum lusa Kyuhyun kembali ke Korea pada malam hari.

“Jiwon-ah.. oppa pulang ne, triplets harus segera di jemput. Oppa merasa tidak enak jika Kangin hyung terlalu lama menjaga ketiga jagoan”

“Ne oppa.. akh, besok oppa tidak akan bekerja kah?”

“Heum.. maafkan oppa yang harus merepotkanmu kembali”

“Gwaenchana, salamkan salamku kepada triplets. Sesekali bawalah mereka ke rumah, aku merindukan mereka semua, oppa”

“Ne.. oppa berangkat”

“Heum.. hati – hati di jalan” Siwon mendekati meja kerja Jiwon, sedikit mengacak rambut yeodongsaengnya itu lalu memberikan kecupan singkat di pucuk kepalanya.

“Ne… annyeong” Jiwon hanya membalasannya dengan senyuman.

Lagi – lagi Siwon pun merasa tidak enak hati, bagaimanapun adiknya itu seumuran dengan Kyuhyun tetapi hingga saat ini, ia belum memiliki kekasih bahkan mungkin belum ada pemikiran untuk menikah. Siwon berjanji dirinya akan segera mencarikan kekasih untuk adiknya itu, setidaknya jika ia mencarikannya maka ia akan lebih tenang dikarenakan sudah memberikan seseorang yang diseleksi dengan baik olehnya.

Selama perjalanan Siwon memikirkan bagaimana dengan hari esok, apakah dirinya hanya akan menemani ketiga anaknya itu di dalam rumah saja atau mengajak mereka berjalan – jalan, tetapi dimana? Hingga tanpa terasa kini ia sudah berada di pelataran parkir gedung olah raga Taekwondo di pusat kota Seoul.

Dari dirinya menginjakkan kaki di dalam gedung, semua mata seakan tidak pernah lepas memandangnya, bagaimana tidak? Seorang pria matang yang masih tampan, bugar bahkan kaya raya siapapun pasti akan terpesona akan charisma yang ada dalam dirinya. Andaikan ada Kyuhyun disana, sudah dipastikan para yeoja paruh baya yang melihat nafsu kepada suaminya itu akan langsung menciutkan hatinya dikarenakan tatapan mematikan Kyuhyun. Hanya saja, izinkan sekali ini untuk membiarkan Siwon menjadi pusat perhatian dengan tanpa bodyguard cantik di sampingnya.

“Kangin hyung..”

“Hey.. Siwon-ah, baru datangkah?” Siwon memeluk Kangin.

“Ne… bagaimana anak – anak hari ini?”

“Min Guk memang benar – benar mengikuti bakatmu, ia bisa cepat mempelajarinya. Daehan sendiri, ya.. kau tau bahwa dia tipe anak sulung yang santai, hingga sepertinya bukan ini bidangnya. Tetapi setidaknya basic ini bisa menjadi bekal untuk dirinya saat dewasa dan jangan tanyakan Manse, karena dia selalu excited akan setiap pelajaran walau dia gagal, dia selalu gigih mengikuti latihan” jelas Kangin.

“Hahaha.. anak – anak memang mempunyai bakat dan minat yang berbeda terkadang, lalu dimana mereka saat ini?”

Kangin mengarahkan jari telunjuknya dimana kini ketiga anak WonKyu itu sedang asik menikmati makan siang yang mungkin akan jadi makan malam nya juga, karena ini sudah terlalu sore jika dikatakan makan siang.

“Maafkan selalu merepotkanmu hyung”

“Ani.. mereka anak – anak yang bisa di atur, sudahlah kau seperti ke siapa saja. Besok libur, lalu kau akan mengajak mereka ikut bekerja kah?”

Siwon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal “Itulah yang jadi permasalahan, aku tidak tau harus mengajak jalan – jalan kemana? Adakah masukan darimu, hyung?”

“Heum.. yang aku tau, Leeteuk hyung mempunyai suatu pertanian di pinggir kota Seoul, setauku juga terkadang sekolah alam memakai pertanian mereka untuk dijadikan pusat pembelajaran dan juga permainan, bagaimana jika kau mengajak triplets kesana?”

Siwon masih tampak berpikir, “Sudahlah.. besok bukannya masih hari sekolah. Sepertinya akan ada sekolahan juga yang datang ke sana, anak – anakmu setidaknya akan bertemu teman – teman sebayanya juga. Aku akan memberikan alamatnya jika kau mau, bagaimana?”

“Baiklah hyung..”

“Okay aku akan mengirimkan alamatnya melalui message, pergilah di pagi hari agar tidak terlalu siang dan kepanasan” Kangin menepuk pundak Siwon, “Aku pamit ne.. ada urusan yang harus aku kerjakan”

“Ne hyung, gomawo sudah mau menjaga anak – anakku, sampai aku datang”

“Heum.. annyeong..”

Sepeninggal Kangin, Siwon pun mendekat menuju triplets.

“Anak – anak..”

“Daddy…” ujar mereka serempak

“Habiskan makanannya, setelahnya berganti baju dan kita pulang, ne.. besok daddy akan mengajak kalian jalan – jalan”

“Jalan – jalan??”

“Ne.. Manse-yah, maka itu habiskan makanannya, berganti baju lalu kita pulang. Setelah sampai rumah, mandi lalu tidur ne.. agar besok pagi kita bisa langsung berangkat tanpa kesiangan”

“Chiap daddy” Min Guk mengangkat tangannya seakan menggaya hormat.

“Chiap daddy” Manse hanya tersenyum kegirangan.

Sedangkan Daehan tersenyum dengan nada rendah “Chiap daddy” lalu kembali melanjutkan makanannya.

.

.

.

Keesokan harinya seperti yang sudah dijanjikan Siwon, maka kini ia mengajak ketiga anaknya itu menuju tempat yang direkomendasikan oleh Kangin. Yakni pertanian di pinggiran kita Seoul, Leeteuk sendiri adalah sahabat baik Kangin yang tanpa sengaja dikenalkan oleh Kangin hingga akhirnya Siwon pun mengenal baik Leeteuk.

“Siwon-ah, apa kabarmu? Wah anak – anakmu sudah besar – besar” Leeteuk menghampiri Siwon sesaat mobil Siwon memasuki perkarangan tempatnya.

“Akh hyung, aku baik – baik saja. Ya.. mereka sudah sangat besar dan berisik, hahaha… bagaimana kabarmu hyung?” Siwon sibuk menurunkan satu persatu anak – anaknya dari mobil.

“Hahaha.. aku baik, terakhir aku bertemu dengan mereka sesaat mereka masih berusia 4 bulan. Kini mereka sudah 2,5 tahun. Waktu berlalu sangat cepat”

“Ne hyung.. dan selama itu juga kau belum menikah”

PLETAK!!

Leeteuk menjitak Siwon dengan keras, “Kau ini… haish..”

“Hahaha… anak – anak, berikan salam untuk Leeteuk ahjussi”

Ketiganya pun memberikan salam dengan serempak dan tak lupa menundukkan sedikit tubuhnya membentuk 90° “Anhyeong jucci”

“Ne.. annyeong.. kajja, kajja.. kita menuju gazebo. Disana sedang ada anak – anak dari sekolah alam yang sedang belajar mengenai pertanian disini” Leeteuk pun mengajak Siwon dan ketiga anaknya untuk masuk lebih dalam ke perkarangan pertanian milik Leeteuk.

.

.

.

“Daddy.. hiks.. daddy cepatuku, daddy..” Min Guk menarik – narik lengan Siwon untuk mengerti akan maksudnya.

“Waeyo?? Waeyo??”

“Cepatu.. cepatu..” Min Guk masih terus merengek meminta sepatunya yang terlepas hingga kini ia hanya memakai satu sepatu saja di sebelah kirinya.

Daehan yang melihatnya dengan baiknya langsung mengambilkan sepatu Min Guk untuk diberikan kepada daddy nya, “Oh Gomawo.. (Siwon menepuk kepada Daehan sayang) kemarilah biar daddy pasangkan kembali sepatumu” selanjutnya dengan telaten Siwon kembali memasangkan sepatu Min Guk.

Sedangkan Manse sendiri dengan asiknya melihat tempat pembakaran daun – daun kering disana, saat kedua anaknya sedang sibuk dengan pembakaran. Siwon kembali menuju mobilnya untuk menggantikan popok Daehan yang sudah penuh. Melihat Siwon sudah tidak berada disana Min Guk pun akhirnya mencari keberadaan sang daddy.

“Daddy.. odieneyo? Daddy…” Min Guk masih sibuk mencari keberadaan Siwon dan juga Daehan, Manse yang melihat Min Guk pergi kembali menuju pelataran parkir akhirnya mulai mengikutinya dari belakang.

Tetapi dimana Min Guk yang terus dengan gigih mencari daddy nya, Manse sendiri sibuk melihat – lihat apa yang ada disana. Min Guk sempat sesekali melihat ke arah belakangnya untuk memastikan bahwa Manse tetap mengikutinya, “Igo mobhil daddy, Manse-yah.. igo.. igo mobhil daddy, Manse-yah” Min Guk terus berulang kali mengucapkannya.

Manse sendiri akhirnya terus mengikuti Min Guk di belakangnya walau ia sendiri seakan menikmati tempat baru baginya itu. Saat Min Guk sibuk mencari sang daddy, kembali sepatunya lepas hingga akhirnya Manse lah yang kali ini membawakan sepatu dan mengembalikannya ke Min Guk.

“Kalian mengapa berada disini?” Siwon yang melihat kedua anaknya berada di dekat mobilnya langsung menghampiri Min Guk dan Manse.

“Daddy chepatu.. chepatu”

“Oh.. sepatumu lepas kembali?” Siwon pun kembali dengan sabar memakaikan sepatu Min Guk yang lepas. “Kajja.. kita kembali ke dalam, bergabung dengan lainnya..”

“Akh Siwon-ah kau disini, aku mencarimu tadi, kajja kita akan mencari methugi (belalang) kalian mau melihatnya?” Leeteuk mencoba untuk bertanya kepada triplets yang di angguki antusias oleh ketiganya.

“Kajja… kita menaiki traktor milik jussi, kajja…” Leeteuk menuntun Daehan, sedangkan Manse dan Min Guk bergandengan dengan Siwon menuju traktor yang dikatakan oleh Leeteuk.

.

.

.

“Ahjucci incimeyo.. (Ahjussi be careful)” Daehan berujar pelan saat tractor yang membawanya bersama daddy dan kedua adiknya itu berjalan pelan menuju hamparan padi yang sudah selesai panen.

Siwon hanya tersenyum melihat ketiga anaknya yang kini sepertinya sudah mulai menikmati liburan bersama dengannya, ia menyangka akan sangat kesulitan tetapi sebenarnya jika dijalani tidak akan sesulit itu, walau ya.. ia pun tidak memungkiri bahwa dirinya lelah saat kini menjaga ketiga anaknya yang aktif dan ia sangat bersyukur bahwa Kyuhyun tidak pernah mengeluh mengurus ketiga anaknya serta pula bagaimana Kyuhyun yang rela harus vakum dari keartisannnya selama kurang lebih 3 tahun hanya untuk focus kepada triplets.

“Nah.. kita sudah sampai..” ucapan Leeteuk seakan membangunkan Siwon dari lamunannya.

“Kita berhenti disini hyung?” tanya Siwon memastikan.

“Ne.. kajja”

Siwon pun akhirnya turun dar traktor dan dengan hati – hati menurunkan satu persatu anaknya, ia pun mencoba untuk mengatur ketiganya agar tidak terlalu pergi jauh dari dirinya.

“Min Guk-ah, coba pegang tangan noona. Nanti kita akan menuju ladang padi itu” Siwon menunjuk ke hamparan yang ada didepannya, Min Guk sendiri seakan sibuk dengan dunianya sendiri.

“Methugi.. methugi. Ahjucci methugi ittoyo (Ahjussi, are there grasshoppers here)” Min Guk terus berulang kali mengucapkannya dan ia menarik – narik celana Leeteuk.

“Belalang berada di ladang padi di sana, Min Guk-ah” Leeteuk dengan sabarnya menjawab pertanyaan berulang kali dari Min Guk.

“Cha.. pegang tangan noona, kita akan menuju ladang” seorang yeoja kecil menghampiri Min Guk, tetapi ia tidak mau memegang tangannya yang akhirnya Daehan yang melihatnya pun memilih agar dirinya saja yang memegang tangan noona, sedangkan ia sendiri tahu bahwa kedua adiknya pasti akan lebih memilih bersama daddy nya.

“Cha… semuanya, mari kita mencari belalang disini” Leeteuk mencoba berbicara dengan keras agar semua orang yang ikut bersama rombongan bisa mendengarkan ucapannya.

Min Guk dan Manse sibuk mencari belalang kesana kemari, Daehan pun tidak ketinggalan ikut mencari walau pada akhirnya dia lebih memilih menontoni anak – anak kecil di atasnya yang sedang sibuk mencari dan memasukkan belalang di kantung yang diberikan Leeteuk tadi sebelum mereka menuju ladang.

“Methugi-ah.. dhimana thamu?” Min Guk masih terus saja mencari – cari belalang tetapi, memang dasarnya anak kecil yang merasa bahwa belalang akan datang saat dipanggil.

“Thaja cali methugi..” Manse menimpali ucapan Min Guk dengan tidak nyambungnya.

“Nah ini belalangnya dapat, sini lihatlah daddy sedang memegang belalang” Siwon pun mendekati Min Guk yang melihat ke arahnya, “Belalang.. lihatlah” Siwon menengadahkan tangannya yang terdapat belalang di atasnya.

“Burowo… methugi burowo (I’m scared of the grasshoppers)” Min Guk berteriak – teriak saat Siwon memberikan belalang didepan wajahnya.

“Tidak.. dia tidak akan menggigitmu, kesinikan tanganmu..” Siwon masih berusaha untuk memberikan belalang kepada Min Guk.

“Anyeo.. daddy, burowo..” Min Guk masih saja menolaknya dan lebih memilih pergi.

Siwon pun akhirnya memilih mendekati Manse yang masih sibuk juga mencari belalang, “Lihatlah daddy sudah menemukan belalangnya..”

“Anyeo daddy, burowo..” Manse pun terlihat ketakutan saat Siwon memberikan belalang.

“Tidak, dia tidak akan menyakitimu”

Dengan perlahan akhirnya Manse pun mau mendekati Siwon dan melihat ke arah tangan Siwon yang terdapat belalang “Methugi annyeong”.

Siwon hanya bisa tersenyum saat dengan polosnya Manse malah memberikan salam kepada belalang yang belum tentu bisa akan menjawabnya, “Akh.. kau anak yang pintar” Setelah menghampiri Manse kini giliran Daehan yang Siwon dekati, tetapi berbeda dengan kedua adiknya, Daehan lebih terlihat tenang bahkan ia menawarkan dirinya untuk bisa memegang.

“Daddy, Daehannie peghang methugi ne..”

“Akh kau ingin memegangnya??” Daehan hanya mengangguknya, “Pegang dengan hati – hati ne..” Siwon pun memberikan belalang itu ke tangan kecil Daehan dan dengan tenangnya Daehan memegang belalang yang akhirnya ia simpan di kantong yang sedari tadi ia pegangnya.

“Akh anak – anak daddy memang hebat dan pintar”

.

.

Karena hari sudah mulai menjelang malam akhirnya Leeteuk pun mulai mengajak rombongan untuk kembali menuju rumahnya.

“Sudah hampir malam, menginaplah disini Siwon-ah. Besok pagi kau baru bisa berangkat kembali, aku tau kau lelah” Leeteuk mencoba mencarikan solusi saat melihat kini triplets sedang antusias memakan cookies yang dibuat oleh eomma Leeteuk.

“Besok Kyuhyun pulang..”

“Bukankah pesawatnya akan sampai siang, aku yakin pasti kau akan tepat waktu untuk menjemputnya”

“Akh begitukah? Baiklah nanti akan aku tanyakan dulu kepada anak – anak, mereka terlalu tidak bisa tidur di lain tempat” Leeteuk hanya tersenyum menanggapi ucapan Siwon, setelahnya Siwon pun menghampiri ketiga anaknya, terlihat perbincangan hangat disana yang dapat Leeteuk lihat sepertinya anak – anak WonKyu menyetujui untuk menginap terbukti dengan Siwon yang tersenyum ke arahnya.

.

.

.

Esok harinya Siwon sudah bersiap bersama ketiga anaknya, mereka tidak akan langsung menuju rumah melainkan akan menuju Incheon menjemput Kyuhyun.

“Anak – anak, ucapkan terima kasih kepada ahjussi” perintah Siwon.

Daehan, Min Guk dan Manse pun berjajar lalu membungkukkan tubuhnya 90° “Ahjucii ghomawo..”

Leeteuk hanya tersenyum “Ne.. cheonmanayo.. sering – sering lah kalian bermain kesini ne?”

“Neee….” jawab mereka kompak.

“Ahjucii nanti thami cemua datang belcama mommy, ne.. menangthap methugi lagi” Min Guk sudah membayangkan bahwa mommy nya pasti akan senang berlibur kemari.

“Ya.. ajaklah mommy kalian kemari, ahjussi juga merindukannya. Sudah lama kami tak bertemu”

“Baiklah hyung, nanti aku akan mampir kembali bersama dengan Kyuhyun. Atau jika hyung datang ke Seoul, mampirlah ke rumah kami”

Siwon dan Leeteuk pun berpelukan. “Ne Siwon-ah, nanti pasti aku akan mampir ke rumah kalian, hati – hati di jalan”

Siwon pun dengan cekatan membawa satu persatu anak nya untuk di dudukkan di kursi khusus yang memang Siwon desain agar ketiga anaknya bisa duduk dengan nyaman di dalam kendaraan.

“Ahjucciii anyeooonnggg…” ketiganya kompak melambaikan tangannya sesaat mobil mulai menjauh dari perkarangan kediaman Leeteuk.

Sepanjang perjalanan Min Guk dan Manse tidak berhentinya menyanyikan lagu – lagu yang mereka sukai, berbeda dengan Daehan yang sepertinya lebih memilih untuk tertidur di iringi lullaby dari kedua adiknya itu. Siwon sesekali melihat ke arah tempat duduk anak – anaknya yang kini sedang  tertidur lelap. Ia pun melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang, dikarenakan tidak ingin anak – anaknya terbangun dari mimpi indahnya jika ia melajukan dengan kencang.

.

.

.

Setelah menjemput Kyuhyun di bandara kini, Choi’s fams akhirnya bisa menikmati kembali kebersamaannya di rumah, Min Guk dan Manse tak pernah ada habisnya memberitahukan kegiatannya selama tidak adanya Kyuhyun di rumah. Kyuhyun sendiri terkadang hanya bisa tertawa saat melihat bagaimana mimic anak – anaknya saat mereka menceritakan mengenai menangkap belalang di tempat Leeteuk kemarin. Daehan sendiri saat Min Guk dan Manse sudah kelelahan menceritakannya maka ia akan melakukan bergilir bercerita, begitulah Daehan selalu mengalah kepada adik – adiknya.

Kini keduanya sedang berada di ranjang, setelah tadi Kyuhyun menyanyikan lullaby untuk anak – anaknya hingga mereka tertidur, maka kini Kyuhyun ingin mendengarkan cerita dari sang suami dan mungkin juga… untuk sedikit berlovey dovey.

“Bagaimana keadaan anak – anak selama 4 hari ku tinggalkan hyung?”

“Ya.. seperti yang kau lihat baby, mereka bisa patuh kepadaku. Aku tidak terlalu kerepotan untuk menjaganya” Siwon masih saja memainkan rambut Kyuhyun dengan mengusapnya lembut.

Sedangkan Kyuhyun sendiri memilih untuk memainkan kancing piyama suaminya itu “Syukurlah… aku sangat merindukan kalian semua saat baru saja tiba di Taiwan”.

“Kamipun sama, saat malam pertama kau tidak ada bahkan mereka semua tidur disini”

“Benarkah?”

“Heum…”

“Mereka menjaga sekali daddy nya dan daddy nya sangat menjaga ke semuanya” Kyuhyun memberikan kecupan ringan di bibir suaminya.

“Karena mereka permata hati kita baby” Siwon membalas mengecup bibir Kyuhyun.

“Ne hyung, araseo”

“Mari kita tidur, sudah sangat malam dan kaupun pasti sangat lelah”

“Ne..”

Mereka berdua pun akhirnya melepaskan rasa penat dan rasa lelah dengan berpelukan sepanjang malam. Karena mereka membutuhkan energy yang lebih banyak lagi esok hari dimana saat sang jagoannya akan memberikan pengalaman yang aktif setiap harinya.

-END-

note :

Malam minggu dengan happy ending kembali dan juga ini hanya fict ringan, mengenai family.. duuuuhhh saya sbenrnya suka sama fict wonkyu fams tapi pas buat emang susah ya? heung….

mana anaknya dibuat triplets itu sungguuuuhhhh menguras tenaga hahahaha…

udah akh gak mau banyak bicara,, makasih banyak buat semuanya para vistors WKC, adminnya, magui community, cii, jo, ang, dedek, ka el, vie umma, twin sansan, anie, ika, annes, ulan, shila, yanti, fariz, umi, rizka, steffy… arigataou, gomawoyo, makasih banyak sudah selalu mewonkyukan diriku, hahahaha….

-Miss Lee-

Advertisements

72 thoughts on “WonKyu and the babies (Belalang)

  1. Walau telat aku dah baca miss…akhir akhir ini mood baca ff menurun drastis…hmm lucu bgt banyangin punya 3 anak huwaa… pasti repot dan gemesin..
    Tapi baby gak rewel
    Semuanya penurut wahhh doanya semoga jadi keluarga sakinah aja decg wkwkwkwk

    1. hahaha…
      sama ulan, kdg pgn bgd baca tp gda satupun yg bs dbaca pas lg g mood brasa bnyak bgd yg bs dbaca hahaha
      aneh mmg..
      iya mereka pnurut karna tw mommy nya skalinya marah daddy pun takut hahaha

  2. lucu banget triplet’s..
    Duh manse sama min guk bener” dah hyper aktif. Hahaha pengen gigit lihat mereka nangkepin belalang, apalgi pas mereka ketaakutan, ihhh gemesin bgt hahaa.. Berarti dr td nangkep ga takut tp pas dideketin takut. Dasar anak-anak XDD

    1. hahaha…
      bgtulah kalo anak2 seneng2 tp pas d hadepin malah takut sndiri hahaha
      ya asl mommy nya g ikut2an takut kalo suatu saat di suruh ikut nangkepin belalang

    1. ya Allah makasih,,, smp sgtunya hehehe..
      iya makasih supportnya juga…
      suka crita wonkyu fams y??
      hehehe… pdhl sulit bgd soalnya susah bayangin anak kcil di ketikannya hahaha…
      makasih udh sering mampir k WKC y…
      hug hug

  3. Bahagia bgt klo seandai’a wonkyu bnran punya anak kek si kembar tiga itu.
    Udah lucu” pinter” pula lagi..g prnah repotin orgtua’a pd mndiri di usia mrka yg sedini itu.gmpang berbaur dgn lingkungan jd won sbgi daddy mrka yg jarang terjun lngsung ngurus mrka (drpda kyu sbgi mommy’a yg lbh sering bareng dan faham bgt) tapi won g kerepotan sama sekali pas dtinggal kyu kerja..
    Yeeyy daddy daebakk

    1. iya dunk scara pmahaman mereka itu udh sdini mungkin sama kyu nya untuk bisa mndiri *plak pdhl sama ortu aslinya hahaha…
      ya mmg karakternya daehan, min guk dan manse bgtu smuanya…

  4. Hoaaa,, triplets emang lucu plus mandiri. . kkk~
    Meskipun kyumom gak ada, wondad gg krepotan ngurusin ank2 mreka. . 😁😁😁
    Wonkyu fams emang kreeen 👍👍👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s