Posted in BL, Family, Romance, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 12

Tentang Kamu – Part 12

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
Panjang membosankan
Berikan cinta kalian dengan komentar
ttp bila ada salah kata atau bagimana jangan salahkan penulis ya???? SALAHKAN JARIKU YANG NAKAL nulis kok gak aturan… ^_^
.
.
.
.
.
.

” Yonna…” Siwon terpaku dengan gadis cantik di hadapannya berdiri mengenaskan dengan selang infus di tangannya. Dengan kaki tanpa alas dan wajah pucat. ” Bagiamana kau bisa kesini?”

” Aku kabur dari rumah sakit.” jawabnya.

” Kenapa kau nekat sekali. Aku antar kau kembali ke rumah sakit. Tunggu disini!!!” namun ketika Siwon ingin beranjak masuk ke dalam Yonna menahanya. Lalu melabuhkan sebuah pelukan. ” Yonna-sii…” Siwon berusaha mendorongnya.

” Jadikan aku istri keduamu…”

DEG!!!

Kyu terpaku dengan pandangan kosong melihat adegan manis itu. Dia hanya mengengam selimutnya dengan kuat di depan dada. Siwon berusaha mendorong tubuh lemah itu hingga terlepas. Siwon menoleh dan mendapati istrinya terdiam. Yonna dengan mata sayutnya berlutut.

” Kyu…ini…” namun kalimat itu terpotong dengan Yonna yang tiba-tiba berlutut di hadapan pria cantik itu.

” Biarkan kau anggap aku wanita murahan perusak rumah tangga orang…tapi ijinkan aku memiliki Siwon…ini tak lama. Aku tak bisa melupakan atau melepaskannya.” ucapnya dengan dengan air mata yang mengalir deras.

Kyu masih terdiam.

” Yonna…” seorang wanita paru baya itu berteriak melihat putrinya berlutut di hadapan pria yang dia cintai. ” Siwon-sii’

Siwon hanya menudukan kepala namun tetap berdiri di tempat. ” Maafkan putriku..” ucap Nyonya Kim.

” Umma tidak tahu perasaanku…” sentak Yonna dengan butiran air mata yang mengalir deras. ” Siwon yang selalu menemaniku selama ini…Selama Umma bersenang-senang dengan suami barumu…” Nyonya Kim hanya tertunduk mengenggam erat tangan putrinya.

” Kita pulang sayang…Umma mohon…kau bisa menghukum umma tapi jangan buat dirimu seperti ini.”

” Tapi aku mencintainya umma…” Yonna pada akhirnya melabuhkan pelukan di wanita paru baya itu.

“Aku tahu…” jawab Nyonya Kim.

Siwon melihat tak melepas pandangan ke arah istrinya. Dia berjalan mendekati pria cantik itu. Kyu terlihat lemah dia mengeratkan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Siwon memeluk pinggang itu lalu menyandarkan keningnya di rambut coklat istrinya. Mencium aroma tubuh Kyuhyun. ” Aku mencintaimu…” bisiknya lembut. Kyu menoleh ke arah suaminya. Siwon mengecup singkat bibir plum itu lalu tersenyum, ” Tak ada yang lain. Kau hanya satu-satunya yang mengisi kekosongan hidupku.” bisiknya tepat di depan wajah Kyuhyun. Dia tersenyum kecil lalu kembali menatap kedua wanita yang sedang menangis itu.

” Tapi…’ ucapan Kyuhyun terpotong ketika Siwon mengecup bibirnya kembali.

” Tak ada kata tapi…kau adalah hidupku.” bisiknya lalu menyatukan kening mereka. Kyu memejamkan mata menikati hembusan nafas suaminya menerpa wajahhnya. Pria cantik itu pun mengangguk membuat Siwon tersenyum kecil menampakan lesung pipinya. ” Terima kasih.” Kyu membuka mata, ” Untuk percaya bahwa hanya kau di hatiku.” Kyu tertunduk malu dan menaruh kepalanya di dada Siwon.

” Maafkan putriku…” nyonya Kim mulai berani membuka suara ketika Yonna kembali pingsan. Terlihat dua pria dengan tubuh kekar sedang membopong wanita tak berdaya itu. ” Dia drepresi dan lelah dengan pengobatan yang dia lakukan. Apalagi… ketika tahu kau sudah menikah.” lanjutnya.

“Yugamimnida.” ucap pria itu dengan sedikit membungkukan kepala.

” Harusnya aku yang meminta maaf. Kau istri Choi Siwon.” Kyu membukukan badan, ” Maafkan putriku…” Kyu hanya tersenyum kecil. “Baiklah!!! Kami permisi dahulu.” ucap nyonya Kim dengan santun. Siwon mengatarkan mereka sampai pintu lalu menutupnya. Siwon menghela nafas lalu melihat istrinya masih terpaku dengan wajah sedih. Siwon berjalan mendekat lalu memeluknya.
.
.
.
.

Kyu menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Dia membelai dada suaminya selagi Siwon terus menciumi rambutnya.

” Apa masih sakit?” tanya Siwon dengan lembut/. Kyu mengangguk. ” Apa obatnya belum bereaksi?”

Kyu menadahkan wajahnya untuk menatap suaminya, ” Sudah tidak sesakit tadi,tapi tetap saja tak nyaman.” jawabnya dengan bibir yang mengkrucut manja. Siwon melumat lembut bibir plum itu dengan singkat. ” Apakah setelah ini aku akan hamil?” Siwon membulatkan manik kelam itu.

” Hmm..kau ingin segera hamil?” tanya Siwon sedikit menyakinkan pendengarannya.

Kyu kembali menyamankan diri di dada bidang suaminya dan memaninkan kaos tipis milik suaminya. ” Aku ingin cepat hamil.” ucapnya namun lebih tepat seperti renggean.

Siwon tersenyum kecil, ” Tapi itu tak semuda itu baby. Kadang bisa langsung berhasil namun kadang kita harus mengulanginya.”

” Lagi…andwae!!! Ini masih sakit. Sekali saja. Aku tak mau lagi. Cukup..aku nyakin cukup membuat aku hamil.” tolaknya.

Siwon hanya menghela nafas, ” Terserah kau saja.” jawabnya dengan nada lemas.

Kyu kembali menatap suaminya dengan wajah takut, ” Apa kau marah?” tanyanya.

” Kenapa kau selalu mengartikan kata mengalahkaku dengan marah sayang.”

” Aku hanya takut kau meninggalkanku.” jujurnya.

” Baiklah!! Apa perlu aku membuat surat perjanjian. Bila nanti Choi Siwon meninggalkan Choi Kyuhyun di pastikan dia akan terjun dari lantai sepuluh lalu semua hak atas wanisan yang di tinggal adalah milikmu.” kesal Siwon.

Kyu mengelangkan kepala, ” Cukup!!! Aku percaya.” ucapnya sambil memukul pelan dada bidang itu. ” Wonnie…”

” Hmm…”

” Aku lapar.” pintanya.

Siwon tersenyum, ” Akan aku buatkan makan? Kau ingin makan apa?”

” Terserah.” Kyu tersenyum manis membuat Siwon gemas dan mengecup bibir plum itu.

” Tunggu disini.” Kyu mengangguk.

~ooOoo~
.
.
.
.
.
.

Kyuhyun mengguap beberapa kali sejak tadi. Meski seharian kemarin dia lebih banyak tidur tapi hari ini masih begitu melelahkan. Lelehan karamel itu membulat sempurna ketika suaminya tercinta sudah terlihat rapi dan ” Tampan.” batinya sambil mengerjap imut. Bagaimana tidak? Siwon mengunakan kemeja biru lalu dengan dasi hitam berjalan menghampirinya. Rambutnya tersisir rapi, dan aroma maskulinya menambah pesona tuan muda choi ini. Sejak malam itu Kyuhyun menjadi semakin terjerat dalam pesona Siwon.

” Kau akan terus tiduran di ranjang sayang…” ucapnya sambil membelai rambut coklat yang masih berantakan. Kyuhyun hanya mengeliat tanpa berniat memnjawab. Dia takut bila Siwon tahu bila dia sedang mengaguminya. Tiba-tiba pipinya memanas. ” Baby…”

” Kau akan pergi bekerja.” cicitnya.

” Ne. Ada apa? Kau memperlukan sesuatu.”

” Anie.Hanya kau terlihat tampan pagi ini…” cicitnya lagi lalu berlari menuju kamar mandi.

” Huh?” Siwon mengerutkan keningnya. Pria berlesung pipi itu mengaruk tengkuknya lalu menggeleng bergegas keluar kamar.
.
.
.
Siwon hampir menghabiskan segelas kopinya namun istrinya belum keluar untuk sarapan. Siwon pun bangkit menaruh koran paginya menunju kamar namun nihil pria cantik itu juga belum keluar dari kamar mandi.

Tok…Tok…

” Baby, mau sampai kapan kau mandi sayang?” teriak Siwon sambil mendekatkan daun telinganya di pintu. ” Baby…kau baik-baik saja sayang…apa ada yang sakit? Wonnie buka pintunya.”

” Aniyo.” akhirnya Kyu menjawab.

” Lalu kenapa kau belum keluar juga sayang.” kembali hening, ” Apa kau marah?”

” Tunggulah di luar wonnie.”

” Tidak. Aku akan disini sampai kau keluar. Ini sudah tiga puluh menit kau di dalam.”

Kyu memplout bibirnya lalu membuka pintu kamar mandi dengan kasar. Siwon dapat bernafas lega istrinya tak apa-apa. Namun…

“Kenapa kau menunduk?” Kyu hanya mengeleng lalu melintasi Siwon dengan cepat. Siwon pun menyengit lalu segera menyusul istrinya. Kyu menengguk susu coklatnya dengan memalingkan wajah, ” Kau kenapa?”

” Aku tidak apa-apa. Berhentilah bertanya.” sentaknya namun tanpa melihat suaminya. Siwon melipat tangan di dada dan terus terfokus pada istrinya, ” Berhenti menatapku…” rengeknya lalu menghentakkan kaki menuju ruang TV. Kyu menyalakan TV dengan volume kencang dan berusaha terfokus pada kartun kesukaanya. Siwon masih di meja makan menatap istrinya yang salah tingkah. Siwon berjalan mendekat dan Kyuhyun mengalihkan perhatian pada cemilannya.

Siwon menghentakan pantatnya dengan keras lalu mengecup pipi gembil itu dengan sayang lalu menyandarkan kepalanya di bahu istrinya. Jantung Kyuhyun seperti mau meledak. Ini bukan pertama kalinya mereka seperti ini, bahkan lebih intim namun kali ini entahlah!!!

” Kau akan pergi ke kampus sayang?” tanya tepat di daun telinga Kyu membuat pria cantik itu merindik.

Kyu mendorong suaminya, ” Tidak. jadi pergilah bekerja.” jawabnya dengan dingin lalu segera berdiri namun Siwon tak suka melihat tingkah istrinya. Dia meraih pergelangan tangan istrinya dan menariknya di pangkuannya. ” YAH!!!”

Siwon memeluk pinggang itu dengan posesif lalu mengecup leher jenjang istrinya, ” Sebenarnya ada apa?” sebelum Kyu melayangkan protes, ” Aku akan berhenti bertanya mengapa kalau kau menjawab pertanyaanku sayang.” kembali Siwon mengecup pipi gembil itu lalu sedikit memberikan gigitan.

Kyu memukul dada Siwon dengan kencang, ” Sakit!!!’ Kyu mengelus pipinya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Siwon terkekeh, ” Berhenti tertawa Choi…”

” Wae?” masih dengan suara tawa.

” Atau kau akan tidur dengan laptopmu…” lanjutnya. Siwon mencium puncuk rambut istrinya.

” Kau suka sekali mengancamku sayang.” bisiknya lembut.

” Karna tak ada yang bisa menghentikanmu kecuali aku?” ucapnya penuh percaya diri.

” Baiklah!! Itu tepat nyonya Choi?” Siwon membantu Kyu berdiri walau pria cantik itu tak rela, “Berdirilah aku akan bersiap ke kantor.” Kyu memplout bibirnya lalu mengentakan kaki dengan keras menunju ke kamarnya. Siwon terkikik.

Seleng beberapa menit Kyuhyun keluar dengan tas di punggungnya berjalan melintasi suaminya.

” Baby…Kau mau kemana? kenapa kau tak mengambilkan tas kerjaku? Baby…”

BLAM!!!

Siwon hanya memejamkan mata ketika sang istri mulai merajuk. Tapi pria tampan itu tak tahu apa yang membuat Kyu kesal? Sial!!! Dia bisa-bisa harus memeluk bonekah sialan itu lagi.
.
.
.
.
Audi hitam itu berjalan keluar pakiran apaterment. Kyu masih merucutkan bibirnya walau sesekali dia mencuri pandangan pada suaminya.

” Baby kenapa sejak tadi kau mencuri pandang sayang?” Siwon menoleh seakan menunggu jawaban.

Kyu mengulurkan tangan, ” Fokuslah menyetir.” jawabnya lalu kembali melipat tangan di dada. Dia seperti orang jatuh cinta saja. Melihat Siwon begitu tampan pagi ini. Apalagi di tambah kaca mata hitam. Deg!!! Jantungnya seakan akan lepas dari sarangnya. Dia terus mencuri pandangan lalu mengigit bibirnya. Rona merah mengiasi wajah manisnya.

” Baby kyunnie sayang apa wajahku begitu tampan dan mempesona hingga kau tak bisa bila tak sedetik melihatku?”

“Berhenti bicara.”

” Hai, kau ini sebenarnya kenapa? Lihat wajahmu memerah.”

” Kau menyebalkan!!! kenapa terlihat tampan hari ini membuat jantungku berdebar saja..” ucapnya dengan suara keras.

Ciitt!!!!

” Argh!!! Wonnie…kau mau membunuhku?” teriaknya sambil menatap tajam ke arah suaminya.

” Kau bilang apa?”

“Bilang apa? Kau menyebalkan!!!”

” Bukan-bukan itu tapi lanjutanya…”

” Kau mau membunuhku?”

” Kyunnie…” rengeknya.

” Cepat jalankan mobilnya.” perintah Kyuhyun. Siwon mengelengkan kepala. ” Wonnie nanti aku terlambat.” dengan sedikit kesal Siwon pun menjalankan mobilnya. Kyu tersenyum tipis ada kelegaan ketika semua kalimat yang ada di otaknya di utarakan.
.
.
.
.
.

Kyu membuka pintu tanpa memperdulikan suaminya. Siwon memijat pelipisnya lalu ikut turun mengekor. ” kenapa kau mengikutiku?”

“Menemani istriku.” jawab Siwon.

Kyu mendororong Siwon menjauhi tubuhnya, ” Pergi saja ke kantor. Pulang larut malam karna aku akan menginap di rumah umma.”

” Yunho menghubungiku bila hari ini tak ada kelas lalu kenapa kau di kampus?”

” Bukan urusanmu.” Kyu mengentakan kaki menjauhi suminya dan menghampiri teman-temannya. Siwon menghubungi sekertarisnya untuk mengcencel semua rapat.
.
.
.
.
.
” Argh!!! Aku bisa gila!!!” ucap Kyu dengan mengacak rambutnya.

” Wae? Kau gila?” Changmin memengang kening Kyuhyun, ” Fix kau gila…”

Kyu memengangi kedua pipinya yang tiba-tiba panas. ” Kenapa tak bilang saja?” Kyu mengelengkan kepala.

Pandangan pria cantik itu masih pada suaminya yang sedang bermain basket bersama teman-temannya. Keringat yang bercucuran deras membuatnya terlihat seksi dan menggairahkan. Dia menjadi teringat dengan permainan panas mereka. Dia semakin gila bila mengingat sebulan yang lalu.

” Aku tak mau terlihat murahan? Kau tahu bukan aku dulu menolak dan sekarang…argh!!!” Dia terihat frustasi dan gila dengan apa yang bersarang di otaknya.” Aku makan es krim saja…” Kyu sontak berdiri meninggalkan kedua temannya. Siwon yang sedang mendribel bola sontak melemparkan pada Yunho.

” Baby…” Siwon berlari keluar lapangan menyusul Kyuhyun dan kedua temannya, ” Kau mau kemana?” Kyu melirik suaminya. DEG!!! Jantungnya berdebar kembali melihat keringat yang bercucuran deras dari pelipisnya.

” Aku mau makan es krim. Kau main saja basket.” Kyu sontak mendorong Siwon dengan sedikit kasar lalu berjalan cepat menuju kantin. Siwon menatap kedua pria yang sedang menatapnya namun Changmin dan Hyukjae hanya mengangkat kedua bahunya lalu kembali menyusul Kyunnie. Siwon mengambil tasnya lalu kembali berlari menyusul istrinya. Kyuhyun berjalan keluar area kampus menuju kedai es krim dengan kedua temannya. Siwon tetap mengekor walau tak mendekat.

” Kau di acuhkan?” tanya Yunho.

” Entahlah!!! Dia selalu seperti itu. Kadang manis namun kadang menjadi menyebalkan.” jawab Siwon.

” Mungkin dia hamil.” cetus Donghae.

PLETAK!!!

” Ini masih satu bulan. Kau gila?” hardik Siwon.

” Ya kan aku hanya menyalurkan pendapatku saja.” Donghae mengusap kepalanya yang terkenal pukulan cantik Siwon.

Tiga seme itu hanya memijat pelipisnya ketika melihat ketiga uke itu duduk dengan tenang di mobil-mobilan. Rasanya tak nyaman duduk di kursi yang membentuk repilka mobil-mobilan. Manik mata kelam itu menatap istrinya yang hanya tertunduk di depanya.

” Harusnya kau duduk saja dengan teman-temanmu..” gumam Kyu sambil menundukan wajahnya melahap es krim yang baru di pesannya.

” Kau tak lihat bila ini adalah tempat untuk pasangan berkencan.” jawab Siwon sambil menikmati kopi hangatnya.

” Tapi jangan melihatku seperti itu. Kau seperti ingin melahapku…” omel Kyuhyun.

Siwon mengulurkan tangan membersihkan sisa es krim di sudut bibir istrinya, ” Kau yang mengundang orang melahapmu baby Kyunnie sayang. Ubah cara makanmu…” Siwon memopang dagunya lalu tersenyum dengan kedua lesung pipi.

” Wonnie…”

” Hmm…” Siwon menatap dengan serius.

” Nanti setelah ini kita ke game center ya?” cicitnya.

” Apa tak puas aku sudah membelaikan satu kamar khusus sayang…” kata Siwon.

” Percumah. Itu tak seru…”

” Kau panggil saja teman-temanmu ke rumah sayang.”

Kyu memplout bibirnya, ” Itu rasanya beda.” jawabnya.

” Aku masih ada pekerjaan kantor. Kau tahu bila aku sedang menjalankan proyek dengan pengusaha Jepang.” kata Siwon.

“Menyebalkan!!! Kau menginap saja di kantor dan tidur di sana jangan pulang sampai urusanmu selesai.” Kyu membanting sedok es krimnya lalu berdiri meninggalkan Siwon yang membeku.
.
.
.

Mobil hitam itu kini berhenti di depan kediaman keluarga Cho. Bagaimana bisa pria ini menyetujuinya? Tentu dengan tangisan putra bungsu tuan Cho Hangeng.

” Selama liburan aku akan menginap disini saja.” Kyu melepas salbet lalu memanjat keluar. Namun Siwon masih terdiam. Dia marah dan kesal dengan istrinya. Dia selalu berharap ketika rasa lelah menerpa hanya dengan melihat wajah cantik istrinya semua akan menguap begitu saja. Tapi istrinya selalu saja marah bila dia lembur di kantor atau di rumah. bahkan Siwon sudah memesan semua game kesukaan Kyunnie dan dipasangkan di kamar Khusus agar dia tak kesepian. Kyunnie mengetuk pintu kaca mobil pengemudi. Siwon dengan malas membukanya. ” Wonnie tak masuk ke dalam ?” tanyanya. Siwon mengelengkan kepala. ” Wonnie marah?” Siwon hanya mengelangkan kepala kembali. ” Lalu kenapa Wonnie tak menjawab pertanyaan kyunnie?”

” Masuklah!!! dan sampaikan salamku pada mereka. Aku masih banyak urusan. ” dingin dan penuh dengan kekesalan.

” Ya sudah!! Tak usah menjemputku sekalian.” Kyuhyun berjalan dengan kesal masuk ke dalam rumahnya. Siwon serba salah. Dia juga ingin marah dan ngambek namun apa daya dia selalu kalah dengan rasa cintanya. Dia membuka pintu mobil dengan lemas berjalan mengikuti istrinya. Terlihat ibu mertuanya sedang berdiri menatap putranya yang berlalu dengan menangis.

” Ada apa?” tanya Heachul. Siwon hanya menundukkan kepala lalu berjalan menyusul istrinya. ” Siwon…” pria tampan itu berhenti, ” Jangan terlalu memanjakan dia. Sesekali berikan dia peringatan tegas. Kau suaminya…walau dia putraku tapi aku juga tak suka kau terlalu memanjakan dia. Sekarang dia sudah menikah. Kau wajib memberikan ketegasan untuknya.” Siwon tersenyum. Inilah yang dia suka dari ibu mertuanya.
.
.
.

” Hiks…hiks…Wonnie jahat…jahat…dia tak sayang dengan aku..hiks…jahat….aku tak mau bertemu dia lagi..hiks…” gerutu Kyu sambil memeluk bantalnya.

” Baby…” Kyu menoleh ke arah suara itu.

” Kenapa kau disini?’ Kyu melempar bantal itu, ” Bukan kau sedang sibuk…kau tak mau turun…hiks… Kyu ini siapa?”

Siwon berjalan mendekat, ” Kau istriku… apa kurang jelas kini semua tanda pengenalmu atas nama Choi.” Siwon mulai geram, ” Aku bekerja untukmu, aku mencari uang untukmu…agar apa yang kau inginkan bisa terwujud.”

Kyu melempar bantal bertubi-tubi dengan amarahnya, ” Kau pikir aku pria mantrealistis?” kini dia memukul dada Siwon.

Siwon meraih kedua tangan Kyu dan mencengkeramnya kuat. Mendorong tubuh itu ke ranjang lalu menindihnya. Siwon melumat kasar bibir plum itu. Berlahan Siwon melepaskan kedua tangan istrinya. Kyu mulai kehilangan nafas lalu melingkarkan tangan di leher suaminya. Bibirnya mendesah ketika Siwon mulai mengkulum telinganya.

” Won..ahh…”

” Ya Tuhan!!!” pekik Kibum ketika melintasi kamar Kyuhyun. Siwon melupakan sesuatu? Ini bukan rumahnya dan pintunya masih terbuka?

” Nunna…” lelehan karamel itu menatap horor dan wajahnya merah meredam.

” Omo…” Heachul pun menutup mulutnya. Pipinya ikut memanas ketika melihat posisi mereka. ” Yah!!! Setidaknya tutup pintunya bodoh…” umpat Heachul.

Kyu sontak mendorong tubuh suaminya dan membetulkan bajunya, ” Umma…” Kyu hanya menunduk dalam sedangkan Siwon mengaruk-garuk tengkuknya.
.
.
.

Hangeng yang pulang untuk makan siang di rumah tertawa terbahak-bahak oleh kejadian tadi. Apalagi tanda merah di leher Kyunnie yang nampak jelas membuatnya semkain tertawa. Putranya kesayanganya kini terlihat menahan malu. Pria paru baya yang sering membelanya sekarang menertawakanya.

” Berhenti tertawa kau seperti orang bodoh.” cerca Heachul. Pasalnya sejak putra kesayangannya menikah suaminya lebih sering mengurung dengan pekerjaan.

” Bagaimana aku bisa berhenti tertawa bila dia terlihat manis…” jawab Hangeng.

” Appa…” rengek Kyuhyun dengan wajah semerah tomat. “Berhenti tertawa atau aku akan pulang…”

“Baiklah!!!Baiklah!!!” Hangeng berusaha menahan tertawanya. Sedangkan Siwon dia tertunduk malu. Pasti mertuanya akan menceritakan pada ibu dan ayahnya. Buktinya sekarang ayah mertunya pun pulang karna mendapat laporan.

” Sudah sekarang kalian makan. Lalu baru lanjutkan progam membuat anaknya dan ingat kunci pintunya.” Heachul berkata dengan santai namun penuh penekanan, sebenarnya dia juga ingin tertawa. Sedangkan Kibum dia juga tak bisa bicara apa-apa gara-gara menahan tawa dan malu.
.
.
.
.
.

” Apa setelah ini kita akan melanjutkan lagi?” goda Siwon ketika mobil itu sudah melaju keluar kediam keluarga Cho.

” Diam.” Kyu menutup daun telinganya.

Namun Siwon terkekeh,” Jadi kau uring-uringan sejak tadi karna hanya ingin…ehhm….”

” Kau diam atau ku lempar keluar.” cetusnya dingin.

” Lalu siapa yang akan menjalan mobil ini sayang?” Siwon melirik sekilas lalu kembali fokus ke depan.

” Aku bisa meminta sebarangan orang. Atau aku bisa menghubungi Stella.” ucapnya cuek dengan melimpat tangan di dada.

Siwon melirik sekilas, “Ok. Kalau gt aku akan turun dan menghubungi sekertarisku…” godanya lagi.

Kyu memukul lengan Siwon dengan keras. ” Ya Sudah sekalian kau tidur sana di kantor.”

Siwon kembali terkekeh lalau meraih tangan kanan istrinya. Walau sebelumnya menolak namun pada akhirnya dia menurut. Siwon mengecup punggung tangan itu bertubi-tubi tapi dengan pandangan ke depan.

” Bila kau menginginkan sesuatu aku bisa bilang sayang. Kenapa kau malu? Aku suamimu…”

Kyu merontak melepaskan tangan tangannya namun gagal, ” Kau… menyebalkan!!!” umpatnya dengan wajah memerah dan matanya ingin menangis.

” Hai…ujimal…ujimal…” Siwon panik ketika Kyu mulai menetihkan air mata. ” Hai sayang…”

“Aku tak mau diam…aku tak mau diam…aku benci..hiks…”

Siwon hanya mengerutkan keningnya.
.
.
.

Sesampainya di parkiran apatermen Siwon jongkok dan Kyuhyun naik ke punggungnya. Siwon meraih tas kerjanya lalu mengkunci mobilnya. Siwon berjalan dengan pelan menikmati moment indah mereka berdua. Kyu melepas sepatunya tanpa mau turun dari punggung Siwon. Pria tampan itu memutar tubuhnya membuat Kyu ikut berputar. Mereka tertawa dan menikmati setiap sentuhan yang Siwon berikan. Mata mereka beradu dan sedetik kemudian kecupan terjadi. Kyu bersembuyi di cengkuk leher suaminya. Siwon terkekeh lalu menurunkan dari punggungnya menganti dengan gendongan ala pengantin. Membawanya ke kamar mereka. Kyu melingkarkan kedua tanganya ketika Siwon mulai menindihnya dan memberikan kecupan-kecupan di bibir atau di wajahnya. Mata mereka beradu sebelum berlanjut dengan dengan ciuman panjang. Nafas mereka saling memburu. Kyu meraba wajah pengeran bak raja Yunani. Dia memberikan kecupan sekilas sengan bibir plum yang mengoda.

” Baby…” Kyu hanya mengangguk tanpa mampu membuka mata ketika kenikmatan itu menjadi satu. Siwon menyeringai dan…

Dok…Dok…Dok…

” Sitttt!!! Darm.” umpat Siwon ketika mendengar ketukan pintu. Dia berdiri meraih celana dan kaosnya. Kyu pun hanya memplout bibirnya dan mulai mengambil kemeja Siwon. Dia mengekor suaminya.

” Oppa…” Siwon ingin sekali mencakar dinding ketika Adiknya datang tak tahu waktu. ” Kenapa jarang pulang? Aku kan merindukan kakak ipar.” Jiwon melirik kakak iparnya yang masih terlihat lemas berantakan. ” Apa sebelum aku kemari terjadi sesuatu?’ Jiwon melihat expresi kakaknya yang kesal dan ke adaan kakak iparnya.

” Iy…”

” Tidak. Duduklah!!!” potong Kyu menarik adik iparnya ke meja makan. Jiwon menatap kedua oppanya bergantian. ” Kau membawa apa?” Siwon mengacak-acak rambutnya dengan kesal lalu duduk disamping istrinya.

” Tadi umma memasak banyak dan aku disuruh mengantarkannya.” Jiwon bangkit dan mengambil beberapa mangkuk dan tempat untuk makanannya. Namun Siwon kembali sibuk dengan istrinya.

” Siwon…jaga tanganmu…” Kyu memukul tangan Siwon yang meraba-raba tubuhnya.

Jiwon kembali namun Siwon masih menciumi tengkuk Kyu.

” Oppa…” rengek Jiwon dan Siwon terpaksa melepaskan istrinya. Kyu hanya menjulurkan lidahnya, ” Apa dia selalu seperti itu?” Kyu hanya mengangguk dan mulai menikmati makanan yang di hidangkan.
.
.
.
.
Hingga sore menjelang Jiwon baru berpamitan pulang itu pun karna paksaan Siwon. Kyu hanya tertawa ketika melihat suami flustasi sendiri.

” Baby…”

” Hmm…” dengan santai pria cantik berjalan menuju dapur mengambil air dingin. Namun ketika pintu lemari es itu tertutup Siwon sontak mengurung istrinya, ” Siwon…”

” Hmm…” hanya gumanannya karna Siwon sedang menikmati aroma tubuh istrinya.

” Siwon aku mau mandi?’

” Nanti saja kita akan berkeringat lagi.”

” Tapi tubuhku lengket semua…”

” Kyunnie…” kembali leher jenjang itu menjadi sasaran empuk sang suaminya namun…

” Drrttt…Drttt…”

” Siitt!!!” Siwon mengumpat kembali dan mengambil ponselnya lalu…

” Mwo?” teriaknya. Siwon menatap Kyuhyun dengan manik mata kelamnya.

” Ada apa Wonnie?” Siwon terdiam menatap istrinya dengan wajah tegang.

” Yonna…”

Tbc

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

56 thoughts on “Tentang Kamu – part 12

  1. jangan jangan kyumom udah hamil ?
    abisnya tingkahnya makin menjadi dan mencurigakan karna tambah manja dan banyak maunnya makin galak juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s