Posted in Angst, BL, Oneshoot, Romance

Only You

By. EllenaCho

Rate : T

Warning : BL, OOC, typos

Cast : Won and his BabyKyu…. And someone else

-for you dear… Kkkk~-

 

Only You

Pemuda bertopi dan bermasker itu berjalan mengendap-endap. Sesekali matanya memandang waspada kekanan dan kekiri. Hahaha… Bukan… dia bukan pencuri… Dia hanya tidak ingin ketahuan… Hah… Sama saja? Tidak.. tidak.. Pemuda ini hanya tidak ingin ketahuan paparazzi China yang bisa menangkap basah dirinya dimanapun dia berada.

Pemuda itu memasuki sebuah rumah makan tradisional khas oriental. Masih tetap waspada pada sekelilingnya. Bibir di balik masker itu berulang kali merutuk. Oh.. lihat saja suatu saat dia akan membalasnya. Tunggu… Apa ada yang bertanya siapa dia? Ah… Aku sampai lupa.. Dia adalah… Kalian tahu Choi Siwon? Oh.. Tidak usah histeris. Yeah… Dia Choi Siwon yang itu. Choi Siwon visual boy band terkenal Super Junior, pemilik tubuh layaknya patung dewa yunani dan Choi Siwon yang kalian tahulah apa maksudku…

Dan kalian bertanya untuk apa disini? Yang pasti bukan untuk bertemu penggemar. Hahaha…. Aku hanya bercanda…. Choi Siwon berencana menemui sesorang. Sahabat lama lebih tepatnya. Dan sialnya sahabatnya itu menolak bertemu di tempat pilihan Siwon yang pasti lebih terjamin privasi dan kenyamanannya, dan memaksa bertemu di restoran milik ibunya ini.

Siwon masih ingat bagaimana percakapannya dengan orang itu via telfon kemarin. Oh astagaa… Choi Siwon bersumpah akan memutilasi orang itu jika dia sampai terkena masalah dengan jurnalis di luar sana. (me: hiperbola… Sw: itu benar author-ssi… Me: yeah, dan jika kau berani melakukan itu, aku akan membuat kekasihmu jadi janda… Sw: okay.. okay.. maaf)

Yah.. yah… Baiklah… Kira ralat, bukan begitu Siwon-ssi? Oh astagaa… Choi Siwon bersumpah akan mencincang tubuh orang itu menjadi beberapa bagian dan membuangnya ke samudra pasifik. (Me: Choi Siwooonn…. Sw: I dieee….)

“Annyeong Siwon oppa…”

Choi Siwon hampir menjerit seperti perempuan ketika bahasa Korea yang di ucapkan secara aneh itu terdengar di telinganya, ditambah dengan lengan yang kini melingkari bahunya. Tapi sedetik kemudian kekagetannya berubah menjadi delikan sebal ketika melihat pemuda oriental yang kini tertawa di sampingnya.

“Bisakah kau menyapaku dengan cara yang biasa, Hyung?” Siwon berdecak kesal.

“Tidak… Karena kau pun bukan orang yang biasa Choi Siwon pabbo…”

Siwon masih melotot sebal ketika orang itu menariknya menuju belakang restoran, ke arah yang Siwon yakin menuju dapur. Yah… mungkin Siwon akan di goreng atau apa… Tak apa Siwon rela. Oh ayolah… hentikan pikiran bodohmu itu Choi Siwon-ssi. Putus cinta bukanlah akhir dari segalanya.

Putus cinta? Ah.. itu akan kita bahas nanti….

Dua orang pemuda itu duduk di sudut dapur, memberi isyarat pada satu-satunya karyawan disana yang sedang menatap penuh kagum pada Choi Siwon, untuk pergi dari sana.

Si oriental menuang segelas air putih dan meletakkannya di hadapan Siwon. “Aku jauh-jauh ke Beijing dan kau hanya memberiku air putih Hyung?” Siwon berkata dengan sebelah alis terangkat.

“Oh.. Aku harap kau ralat kalimatmu, karena kau mengunjungiku ketika kau memang ada di Beijing… Dan lebih baik aku memberimu air putih daripada aku memberimu racun Siwon-ah…”

Siwon memutar bola matanya malas, mendengus sebal yang membuatnya mendapatkan kekehan pelan sebagai balasan.

“Jadi… Ada apa dengan Kyuhyun?”

“Darimana kau tahu jika ini tentang Kyuhyun?”

“Well.. Choi Siwon-ssi… Apa kau lupa jika tak ada hal di dunia ini yang bisa membuatmu berlari padaku dan bertingkah konyol, jika bukan karena setan kecil itu…”

“Wow… Kau sudah tertular sarkasme kekasihmu, Hyung….”

“Jawab saja pertanyaanku Siwon-ah…” pemuda oriental itu menyeruput air dingin yang ada di tangannya, menatap penuh minat pada pemuda tampan yang sudah seperti adiknya sendiri itu.

“Hubungan kami berakhir….”

Bbyyuuurrrrr……

“Uhuk… uhuk…” si pemuda tersedak, membuat Siwon memberinya tatapan mencela.

“Kau… uhuk… Bercandamu tak lucu Siwon-ah…”

“Aku tidak bercanda Hyung… Ini benar-benar terjadi….” nada Siwon berubah sendu.

Si oriental berdehem sebentar dan mulai menatap serius pemuda tampan di hadapannya itu. “Bagaimana bisa?”

“Dia yang memintanya…”

“Hah….”

“Ya… Kyuhyun yang meminta berpisah dariku, dia ingin agar kami fokus pada karir kami, dia tak ingin menyakitiku.. hah… Dan bla.. bla.. bla… lain sebagainya…. entahlah Hyung… Aku benar-benar tak mengerti apa maksudnya melakukan semua ini padaku…”

“Alasan klise?”

“Yah… Kau benar Hyung… Lagi-lagi alasan klise yang dia gunakan…” Siwon menghela nafas, membuat gurat-gurat lelah di wajahnya semakin telihat.

“Aku tak tahu apa yang harus aku katakan padamu Siwon-ah.. Tapi sungguh, berita ini benar-benar membuatku tak percaya, mengingat bagaimana saling menempelnya kalian satu sama lain (Siwon mendengus sebal yang diabaikan oleh lawan bicaranya) aku tak tahu jika alasan klise macam ini membuat kalian menyerah…”

“Aku benar-benar tak mengharapkan ini terjadi Hyung…”

“Kau masih mencintainya?”

“Tentu saja, kau tentu mengerti kan bagaimana perhatian yang aku tunjukkan untuknya, apa ada bagian yang menunjukkan jika aku tak mencintainya?” Siwon menangkup wajahnya dengan tangan.

“Kenapa kau tak mencoba mempertahankan hubungan kalian?”

“Aku… Aku…”

“Kau takut membuatnya tak nyaman karenamu?” Siwon mengangguk, memainkan gelas air di hadapannya.

“Kau terlalu mengalah jika itu tentang Kyuhyun, Siwon-ah… Jika kau memang mencintainya sudah seharusnya kau mempertahankan dia, buktikan pada Kyuhyun jika dengan cinta yang kalian miliki maka kalian akan mampu menghadapi apapun”

“Hyung….”

“Bicaralah pada Kyuhyun, aku yakin, saat ini setan kecil itu pasti sangat merindukanmu” pemuda oriental itu kembali tertawa ketika memandang ekspresi aneh Siwon. “Kau tahu? Di balik sikap dingin dan acuhnya padamu, kata-katanya yang tajam, Kyuhyun sangat mencintaimu”

“Darimana Hyung tahu?” Choi Siwon mengangkat sebelah alisnya, membuat pandangan bertanya.

Pemuda di depannya lagi-lagi hanya tertawa. “Perbaikilah hubungan kalian, jangan membuat perjuangan kalian selama ini hanya seperti permainan ketika kalian menyerah pada alasan konyol yang sama sekali tidak penting”

Choi Siwon terdiam. Kepercayaan dirinya yang sempat luntur kini kembali. Ya.. Pemuda di hadapannya itu benar, jika memang Siwon mencintai Kyuhyun maka tak seharusnya dia melepaskan Kyuhyun semudah itu. Dia harus membuktikan jika perjalanan mereka selama ini masih layak untuk di perjuangkan.

“Aku tak tahu harus berterimakasih seperti apa padamu, Hyung…” Choi Siwon berbisik lirih.

“Aku tak melakukan apapun Siwon-ah, kau yang melakukan semuanya dengan kemampuanmu sendiri. Aku hanya ingin agar dua orang yang aku sayangi tidak mudah menyerah”

Siwon tersenyum tulus. Hah… Sudah lama rasanya dia tidak tersenyum setulus ini. Senyum yang memang benar-benar dari hati, bukan senyum palsu yang biasanya dia tunjukkan di depan kamera. Dan rasa ini begitu melegakan.

“Eum… Ada lagi Hyung…”

“Apa?”

“Bisakah aku mendapatkan makanan gratis, bercerita denganmu membuatku lapar….” Siwon menggaruk belakang lehernya, tersenyum lebar salah tingkah, saat mata sipit di depannya itu membola.

“Choi Siwoooonn!!!!!!”

.

.

.

“Kau yakin dengan keputusanmu?”

Pemuda manis itu hanya mengangguk lemah, memalingkan wajah ke arah lain. Tak berani menatap ke arah pemuda tampan yang berdiri di depannya itu. Dia hanya takut akan merubah keputusannya. Pemuda itu kekasihnya, setidaknya untuk beberapa saat yang lalu ketika dia belum mengucapkan kata berpisah.

“Pergilah… Aku tak akan menahanmu. Kau punya langkah panjang yang harus kau jalani…”

“Lalu kau?”

“Kenapa denganku?” pemuda manis itu masih menolak menatap lawan bicaranya.

“Kau yakin akan baik-baik saja?”

‘Tidak… Tentu saja tidak..’ Ya Tuhan… ingin sekali dia bisa meneriakkan kata yang hanya ada dalam hatinya itu.

“Ya…” jawabnya lirih akhirnya.

“Lalu bagaimana denganku?” pemuda tampan itu masih berdiri dengan canggung.

“Tentu saja kau juga akan baik-baik saja.. kau akan menjalani hidupmu, meraih semua kesuksesan yang kau inginkan, menambah cemerlang karir yang kau bina selama ini. Menjadi Choi Siwon yang hebat seperti yang selalu kau inginkan….”

“Dan itu tanpamu?”

Cho Kyuhyun membisu. Pertanyaan itu menusuk hatinya. Hell… Apakah Siwon tidak mengerti jika Kyuhyun melakukan ini hanya untuk Siwon. Sungguh, dia tak ingin berpisah dari kekasihnya itu, tapi.. semua keadaan mereka yang tetap tidak bisa di benarkan oleh semua orang membuatnya ingin menyerah.

“Pergilah Siwon… Aku mohon…”

“Baby… Dengar.. Jika kau mengambil keputusan ini karena acara sialan itu.. Aku akan membatalkan semua… Aku….” Siwon berusah meraih pemuda manis itu dalam dekapannya.

“Bukan… Bukan… Ini bukan tentang acara itu. Aku tahu perpisahan mungkin bukan jalan keluar yang baik.. Tapi demi kau apapun akan aku lakukan Hyung… Karena aku hanya ingin kau bahagia.. Ada atau tidaknya aku disisimu…” Kyuhyun berbalik, menghindari pemuda tampan yang berusaha menahan lengannya itu.

“Semudah itu kau melepasku, Baby Kyu? Apakah tidak bisa kita memikirkannya sejenak, tanpa harus ada kata berpisah?”

“Aku hanya melakukan apa yang terbaik untukmu Hyung. Kau akan menjadi seseorang yang lebih hebat lagi. Meraih impianmu… Aku mohon… Pergilah….” Pemuda manis itu masih memunggungi Siwon. Hingga perlahan di dengarnya langkah pelan yang sedikit demi sedikit mulai menjauh. Dan saat itulah air mata menuruni pipi bulatnya. Tanpa isak.

Tidak… Dia tidak boleh menangisi hal ini. Ini bukan air mata perpisahan, mereka masih tetap bertemu satu sama lain, tapi tetap saja, rasa sesak karena tak akan ada lagi kekasih untuknya membuat nya tak bisa menahan butir bening itu. Ingin rasanya saat itu dia berbalik, berlari mengejar kekasihnya yang mulai menjauh, mendekapnya erat, memberitahunya jika Kyuhyun tak akan sanggup tanpanya. Lagi-lagi dia harus menekan rasa itu sedalam mungkin.

Ini mungkin memang bukan jalan yang terbaik, tapi, Kyuhyun kira ini akan menjadi awal langkah untuk Siwon. Dia tak ingin menjadi hambatan lagi untuk karir ataupun kesuksesan Siwon. Kyuhyun tahu kekasihnya itu pasti akan berkata dengan keras jika Kyuhyun bukan hambatan atau apapun itu. Tak peduli pada hatinya yang mulai mati rasa, si pemuda manis masih menangis. Dia yang memutuskan hal ini, tapi dia tak pernah tahu jika rasanya akan sesakit ini.

Choi Siwon masih terus melangkah, tak ingin lagi menoleh kebelakang tempat Kyuhyun berdiri. Pemuda tampan ini masih belum sepenuhnya yakin pada apa yang baru saja terjadi padanya.  Dia bahkan berharap jika saat ini Kyuhyun akan berlari padanya, tertawa-tawa sambil meneriakkan ‘April Mop’ atau jika Kyuhyun hanya bercanda dan memberi kejutan ulang tahun untuk Siwon. Tapi seingatnya ini sudah bulan Agustus dan April sudah lama berlalu. Jadi apakah memang hubungan yang selama ini mereka perjuangkan akan berakhir seperti ini, semudah ini?

Choi Siwon sudah mati rasa. Baiklah… Dia akan melakukan apapun yang di inginkan kekasihnya itu. Tak peduli jika keinginan itu membuat dirinya terluka. Siwon mencintai Kyuhyun, dan dia akan melakukan apapun untuk pemuda manis itu. Memenuhi semua alasan klise yang di ucapkan Kyuhyun untuk mengakhiri hubungan mereka.

Choi Siwon tak yakin bisa, karena jika itu bukan Kyuhyun maka tak akan ada lagi kata bahagia untuknya. Tak ada….

.

.

.

Pemuda manis itu berbaring gelisah di tempat tidurnya, ke kiri, ke kanan, kiri lagi, kanan lagi…

“Arrggghhh…..” hingga akhirnya dia bangun dengan mengacak surai coklatnya frustasi. Oh.. Untung saja dorm sedang sepi, jika tidak, sudah pasti akan ada teriakan balasan untuknya yang menyuruhnya agar tak berisik. Cho Kyuhyun menatap jam di dinding kamarnya. Lewat dini hari dan dia belum juga mampu memejamkan matanya. Oh what the…. Well… Bagaimana bisa dia memejamkan mata jika yang ada di otaknya hanya Siwon… Siwon.. Dan Siwon.

Sepertinya dia harus menghubungi seseorang sebelum kepalanya meledak. Pemuda manis itu meraih ponselnya, menekan beberapa tombol dan menempelkan benda kotak itu ketelinganya. Kyuhyun terus bergerak gelisah, sedikit menggigit kukunya saat nada sambung mulai terdengar. Semoga orang itu tidak membunuhnya karena berani menghubunginya pada waktu seperti ini.

“Ya…” suara mengantuk di seberang sana membuat Kyuhyun bernafas lega. Setidaknya orang itu tak berteriak padanya.

“Hyung… Kau tidur?”

“Menurutmu apa yang dilakukan seseorang pada jam seperti ini Xiannie? Ya Tuhan… Ini bahkan sudah hampir pagi…Tak bisakah kau menunggu?” suara di sana terdengar berat.

“Maaf… Hanya kau orang yang terlintas di pikiranku untuk ku hubungi Hyung…”

“Yeah… Dan aku menyesali hal itu…”

Kyuhyun berdecak kesal, mengerucutkan bibirnya. “Hyung… Tak bisakah kau lebih manis padaku?”

“Apa maumu Kyu?”

“Dimana Siwon…?”

“Excusme?”

“Eum.. maksudku.. Apa kau pernah bertemu Siwon akhir-akhir ini?” Kyuhyun beranjak ke arah jendela, membuka tirainya dan memandang gemerlap malam Seoul dari sana.

“Dan untuk apa aku bertemu Siwon?”

“Eum… Karena kalian sama-sama di Beijing…” Kyuhyun menggaruk tengkuknya.

“Oh… Ya ampun.. Dari sekian juta warga Beijing dan aku yang kau tuduh bertemu Siwon? Mengagumkan…”

“Hyung….” pemuda manis itu memutar bola matanya malas.

“Ok.. ok.. Aku tak tahu.. kau puas? Dan kenapa kau tak mencoba menghubunginya sendiri Xiannie….”

Kyuhyun terdiam, menghela nafas sebelum menjawab.  “Andai aku bisa maka aku sudah menghubunginya terlebih dahulu, Hyung…”

“Dan kenapa kau tidak bisa?”

“Aku… Kami…” Kyuhyun tergagap.

“Ya….”

“Kami tak lagi bersama…”

“Dan kau bahagia karena hal itu?”

“Eh…?”

“Jawab saja pertanyaanku, Kyu… kau bahagia dengan keputusanmu melepaskan Siwon?”

Nada tenang yang digunakan orang itu membuat Kyuhyun yakin jika Siwon sudah menceritakan semuanya.

“Aku… Tidak Hyung…” Kyuhyun berbisik lirih. Ya.. Kali ini dia tak akan berbohong lagi. Dia memang tak merasa bahagia sama sekali. Ayolah, kalian pun tentu tak akan merasakan bahagia ketika melihat orang yang kalian cintai ternyata sudah tak bersama kalian lagi. Dan terlebih lagi hal itu karena satu kesalahan bodoh Kyuhyun tentang salah mengambil keputusan.

“Jika seperti itu… kenapa kau melepaskannya Kyu?”

“Aku pikir dia akan lebih bahagia jika tanpaku, Hyung… agar kami bisa lebih fokus pada karir kami, Siwon juga tidak akan terganggu dengan semua pemberitaan tentang kami. Aku hanya tidak bisa melihatnya terluka…”

“Dan kau rela membuat hatimu sendiri terluka?”

“Apapun akan aku lakukan untuk Siwon, Hyung….”

“Kau mencintainya?”

Lagi-lagi Kyuhyun terdiam. Menutup mata bulatnya sejenak hanya untuk melihat bayangan Siwon tersenyum tulus. “Ya… Aku masih mencintainya…”

“Perbaikilah hubungan kalian…”

“Tapi…”

“Menurutmu dia masih mencintaimu?”

“Ya…” pemuda manis itu berbisik lirih, bersandar pada jendela besar di kamarnya.

“Jika memang seperti itu… Jujurlah pada hatimu Kyu… lakukan apapun yang ingin hatimu lakukan. Jika kau memang mencintai Siwon, maka kau tak akan pernah mempedulikan apapun kecuali cinta Siwon, untukmu…”

“Dia kebahagiaanku Hyung… Aku.. Aku tak tahu rasanya akan sesakit ini, melihat dia tersenyum bukan untukku, maaf jika akan terdengar seperti perempuan…” Kyuhyun menggigit bibirnya, menahan isakan yang akan keluar. Dia merindukan Siwonnya.

“Cinta bukan hanya milik perempuan, Kyu… Jika kau yakin pada cintamu, perjuangkanlah, pertahankan apa yang menjadi keyakinan hatimu… tanyakan pada hatimu, maka dia yang akan menunjukkan jalan untukmu…”

“Aku mencintai Siwon, Hyung…”

“Katakan itu padanya Kyu-ah….”

Kyuhyun melemparkan ponselnya ke ranjang setelah pembicaraan selesai. Pemuda manis itu ikut menghempaskan tubuhnya kesana, menutup wajahnya dengan tangannya. Pemuda manis itu kembali menghela nafas ketika kilasan kenangan itu kembali. Ya… Sekarang dia baru menyadarinya jika melakukan hal ini justru akan menambah luka. Dulu dia pikir semua akan baik-baik saja, mengingat juga mereka masih tetap berhubungan baik layaknya saudara, tapi tidak, hal itu sama sekali berbeda.

Kyuhyun merindukan prianya, merindukan panggilan sayang untuknya, merindukan dekapan hangat yang selalu dia dapatkan khusus untuknya. Hah… Lagi-lagi hanya penyesalan. Seperti kata pepatah penyesalan selalu di akhir kan… Semoga masih belum terlambat jika dia menyesal sekarang. Kyuhyun yakin saat ini jika cintanya memang hanya untuk Siwon. Kebahagiaannya hanya Choi Siwon. Dan dunianya hanya akan di penuhi oleh Siwon. Persetan dengan anggapan apapun yang akan di terimanya nanti. Yang dia inginkan hanya Siwon.

Tuhan… Semoga masih ada kesempatan untuknya. Kyuhyun akan memperbaiki semuanya…..

.

.

.

Sekian ribu kilometer dari Seoul, seorang pemuda menatap ponsel putih yang baru saja terputus sambungannya. Pandangan mata sipitnya beralih menatap pemuda lain yang sedang duduk di ruang tamu apartemennya.

“Kau dengar Siwon-ah… Dia masih mencintaimu… pulanglah… Mulailah lagi perjalanan panjang kalian…” Pemuda oriental itu tersenyum, menepuk bahu tegap Choi Siwon.

Pemuda tampan itu beranjak dari duduknya, menatap sahabatnya itu dengan pandangan penuh rasa terimakasih. Siwon membungkukkan badannya dalam-dalam. “Xiexie.. Ge…”

“Oh.. Tak masalah Siwon-ah… Aku akan menagih semua pembayarannya beserta bunganya ke rekeningmu”

Siwon terkekeh pelan. Ya… Sekarang dia yakin pada apa yang akan menjadi tujuannya. Cho Kyuhyunnya. Dia tak akan pernah melepaskan nya lagi. Tak akan pernah…

.

.

.

Pemuda manis itu melangkah tergesa-gesa menuju apartemen orang yang di cintainya itu. Kata manager Hyung, Choi Siwon baru saja mendarat di Korea. Yah.. Kyuhyun tak mau membuang waktu, dia tak ingin penyesalannya akan berbuah panjang. Kyuhyun masih terus melangkah, sesekali membenahi letak masker dan topi yang dia gunakan. Banyak harapan yang dia bawa.

“Ku mohon… Beri aku kesempatan itu Siwon Hyung….”

.

.

Choi Siwon menyeret langkahnya yang terasa berat, dia baru saja tiba dari Beijing. Dan rasa lelah ini hampir membuatnya berteriak.

“Kau tak apa-apa Siwon-ah…”

“Tak apa-apa.. Noona… Kau bisa meninggalkanku sekarang” Siwon berkata lirih.

“Istirahatlah…” Siwon mengangguk, melangkah meninggalkan Kenie Noona yang menatapnya khawatir.

Pemuda tampan itu menekan lift yang akan membawanya kelantai apartemennya. Dia ingin segera merebahkan dirinya. Choi Siwon menekan password apartemennya, bersiap membuka pintu ketika suara lirih itu membuatnya membeku.

“Siwon Hyung….”

Choi Siwon berbalik dan di sana pemuda yang telah memnuhi seluruh pikirannya berdiri dengan gugup. Tangannya meremas ujung hoodie yang dia pakai.

“Kyu…?”

“Hyung…. Siwon Hyung… Aku… Aku…”

Siwon tersenyum, mengulurkan tangannya.  Kyuhyun menatap tangan yang terulur di depannya itu, perlahan jemarinya meraih tangan itu, menggengamnya erat, dan saat itulah kehangatan langsung menyelimutinya. Inilah yang di inginkan oleh hati dan tubuhnya.

“Ayo masuk… Banyak yang harus kita bagi bersama Baby Kyu” Siwon tersenyum, membawa tangan pemuda manis dalam genggamannya itu. Kyuhyun menatap pemuda yang menggandeng tangannya itu dengan penuh kelegaan.

“Ya Hyung… Banyak yang harus kita bagi bersama….”

Yah…. Memang masih banyak yang harus mereka bagi dan mereka selesaikan. Biarkan saja mereka mencari tahu sendiri apa yang di inginkan hati mereka. Dan aku yakin, jika keinginan mereka untuk bersama akan menyelesaikan segalanya.

So… Selamat bicara Wonnie… Kyunnie… ^^

—–END——

note :

Hahahaha… Gaje ya…? *pundung dipojokan*

Buat santisparkyuline (Bener gt g tulisannya?) mian hasilnya jadi seperti ini… *Garuk tengkuk* Semoga suka ya….^^

Semuanya… putri kembarku hyunnie yuan, rina, miss eima, ucii, ang, jojo, annes, dedek autumn *tos dulu dek* semua yg g bisa disebut satu2… keluargaku Magui.com… Ai Lope Iyu Gaes… :*

Semua yang sudah mau membaca semua tulisan saya…. TERIMAKASIIIHHHH BANNYYAAKKK…. *deepbow*

Masih ditunggu ripiu nya ^^ *duduk manis*

My dear Miss.Lee… Saranghae apalah2 pokoknya… Masih mau nyabotase aq lagi g…? Hahhah… :*

Terimakasih sudah berkunjung ke WKC ^^

—miss.han—-

Advertisements

Author:

I Love Hangeng ❤❤❤❤❤

61 thoughts on “Only You

  1. Udah tamat ajah author.
    Baby klo gak bsa pisah sama siwon, jgn mnta putus dong. Jdinya kn kmu lbh sedih lagi.
    Sweet bener author critanya.

  2. Waahh baru baacaaa… Maaf kaelen….
    Syukaaa… Kebahagiaan mereka tercipta dengan kehadiran satu sama lain. Hati tak bida dibohobngi. Ahh gege selalu jadi angel setengah devil buat wonkyu…
    Kaelen syukaaaaa…….

    1. Hah.. angel setengah devil.. gyyaa.. aku suka julukanmu untuk my hannie… hahhaha…

      Karena kehdiran mereka kan untuk saling melengkapi.. ^^ iya kan?

      Terimakasih sudah membaca ang… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s