Posted in BL, Family, Oneshoot, Romance

Ours

By. EllenaCho

Rate : K

Warning : BL, OOC, Typos, MPREG

Cast : WonKyu with MinSu

 

 

-for you, dear….kkkkk~

 

Ours

Kyuhyun memijit pelipisnya yang mulai berdenyut hebat. Sungguh, semua pekerjaan yang menuntut penyelesaian segera ini hampir membuat kepalanya meledak. Di tambah lagi dengan….

“Mommy, kapan Daddy pulang? Mino rindu Daddy….”

“Ne… Cuo juga rindu Daddy…”

Nah.. kalian lihat… Inilah sumber lain dari penyebab denyut-denyut di kepala Kyuhyun. Putra kembarnya.

“Mommy tidak tahu. Minho… Suho…”

Pemuda manis itu masih terduduk di kursi kerjanya. Kyuhyun memijit pangkal hidungnya perlahan, mencoba mengurangi rasa pening yang semakin menggila. Kalian jangan salah paham dengan kalimat Kyuhyun itu. Bukannya Kyuhyun tak punya suami atau apa? Dia masih memilikinya, hanya saja Kyuhyun memang belum tahu ada di belahan bumi bagian mana suaminya itu saat ini. Sejak pagi dia belum sempat membuka akun-akun SNS miliknya untuk tahu kabar terbaru dari suaminya itu.

Mungkin di Hongkong, Daratan China, atau entahlah….

Jangan katakan Kyuhyun bukan istri yang baik karena tak tahu dimana suaminya berada. Eum.. walau sebenarnya agak aneh menyebut sebagai suami istri karena mereka… Kalian tahu apa maksudku, tapi dalam cinta semua bisa saja terjadi kan?

Baiklah.. baiklah, kembali lagi tentang Kyuhyun. Yeah.. jangan sekalipun mengira jika Kyuhyun tidak perhatian pada suaminya, tapi memang itulah kenyataannya.  Suaminya itu orang yang penuh totalitas dalam bekerja. Dia tak akan pernah mencampur urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Jadi, jika dia bekerja, jangan harap Kyuhyun akan tahu dia dimana dan sedang apa jika itu bukan dari media sosial.

Kalian bertanya siapa suami Kyuhyun?

Oh ayolah jangan bercanda… Suami Kyuhyun sudah jelas kan, siapa lagi kalau bukan Choi Siwon. Yeah… Kalian benar, Choi Siwon yang itu. Aktor dan super model kelas atas Asia. Pemilik wajah super tampan, dengan senyum sejuta watt berlesung pipi, juga pemilik badan bagai pahatan Greek’s Sex God itu. (Me: oh.. aku harap Kyu tidak membaca tulisanku yang ini… Kyu: sayang sekali aku sudah membacanya Author-ssi…. Me: Kyu… I can explain…)

“Mommy, suruh Daddy pulang sekarang. Daddy sudah lama tak membacakan cerita untuk Cuo” putra kecil Kyuhyun yang mirip dirinya itu bergelayut di lengan kanannya.

“Mommy tidak bisa Sayang…”

“Kenapa tidak bisa?” kali ini giliran Minho kecil yang mengguncang lengan kirinya.

“Daddy sedang sibuk, mungkin besok Daddy akan pulang”

Namja manis itu mulai kehilangan kesabaran. Oh ayolah… bukan hanya si kembar yang merindukan Siwon, tapi Kyuhyun juga.

“Mommy bohong…”

“Suho…” Kyuhyun berbisik lirih.

“Iya…. Mommy bohong, minggu lalu Mommy juga berkata seperti itu, tapi Daddy belum pulang juga…”

“Minho, dengarkan Mommy…”

“Mommy bohong. Mommy jahat. Mommy tak sayang sama Cuo dan Mino Hyung….”

“Suho… Minho…” Kyuhyun berusah meraih dua putranya yang mundur perlahan.

Ya Tuhan… Andai dia bisa, saat ini juga Kyuhyun akan menyeret kuda bodoh itu pulang.

“Mommy jahat. Cuo benci Mommy…”

“Mommy tak bisa suruh Daddy pulang…”

“Minho… Suho… CUKUP!!!!!!” Nada yang terdengar membuat Kyuhyun tersentak, begitu juga dengan putranya yang langsung terdiam, membeku dengan wajah menunduk.

‘Oh God…. Apa yang aku lakukan?’

Pemuda manis itu mengusap wajahnya. Bukan maksudnya untuk membentak mereka, tapi semua rasa  yang bercampur di dadanya membuat Kyuhyun ingin meledak. Demi apapun juga, dia juga ingin Siwon ada disini sekarang, mendampinginya setiap hari, hingga dia tak perlu repot mencari-cari jawaban atau alasan ketika putra-putra nya merajuk karena merindukan ayah mereka.

Andai dulu Kyuhyun memenuhi keinginan suaminya itu untuk berhenti bekerja dan fokus  pada buah hati mereka, mungkin emosinya tak akan mudah meledak seperti ini. Salahkan kekeras kepalaannya yang tetap mempertahankan egonya. Kyuhyun bukanlah type orang yang mau hanya duduk diam menunggu suaminya.

Jangan kalian pikir Siwon tak sanggup membiayai mereka. Oh.. Sudah jelaskan dengan profesinya itu dia bahkan lebih dari sanggup untuk menanggung semua beban hidup mereka. Membuat mereka bisa hidup berkecukupan, bahkan cenderung berlebih. Tapi, sebagai konsekuensinya, mereka harus siap tidak bisa bersama sesering yang mereka mau. Karena keharusan Siwon pergi kesana kemari. Entah itu promo film terbaru, mengisi suatu acara, atau hanya photoshoot untuk suatu majalah.

“Mommy jahat… hiks…”

Sesorang terisak, membuat Kyuhyun kembali ke dunia nyata. ‘Astaga… Kyuhyun melupakan mereka’

“Suho… Minho… Dengarkan Mommy…”

Si kembar Choi itu masih menggeleng dan terus terisak. “Kami tak mau. Kami mau Daddy…”

“Ada apa ini?”

Suara itu membuat mereka menoleh.

Thanks God… Yeah… Finally.. He is in here…

Siapa? Tentu saja orang yang menjadi bahasan kita secara panjang lebar di atas. Pria yang merubah nama Kyuhyun 6 tahun lalu dan membuat pemuda cantik itu menyandang gelar Nyonya Choi. Pria yang dengan gagah berani membuat Kyuhyun hamil dan melahirkan sepasang putra kembar. Ya… Dia suami Choi Kyuhyun, please wellcome, Choi Siwon.

“Daddy!!!!” dua suara kecil itu berteriak bersama, setelah melihat siapa yang datang. Berlari dengan kaki-kaki kecil mereka ke dalam dekapan tangan yang terentang menyambut mereka.

“Jagoan Daddy, kenapa menangis heemm???” Siwon mengecup pipi chubby Suho yang menyamankan diri di lengan kanannya. Lalu mengecup kening Minho yang berada di lengan kirinya.

“Mommy jahat Daddy. Mommy tak sayang Minho dan Cuo…”

Kyuhyun memutar bola matanya malas, ketika mendengar perkataan putranya. Oh Great… Seingatnya dia tak pernah mengajari mereka mengadu. Mata bulat Kyuhyun masih mengamati setiap interaksi antara ayah dan anak di depannya itu dengan wajah datar.

Choi Siwon melirik pandang ke arah istri manisnya melalui ekor matanya dengan sebelah alis terangkat. “Mommy jahat? Kenapa?” Dahi Kyuhyun berkerut, mendengar kata-kata suaminya itu. Dia pikir Siwon akan sok pahlawan di depan putra mereka dengan membela Minho dan Suho. Tapi…

“Mommy tidak bisa membawa Daddy pulang. Mommy tak sayang kami…” Suho mengerucutkan bibirnya.

Kyuhyun mengeluh pelan.

‘Baiklah anak-anak, semua salah Mommy, dan jangan salahkan Ayah kalian yang sangat jarang pulang’

“Menurut kalian Mommy jahat?” Minho dan Suho mengangguk.

“Menurut Daddy tidak. Daddy lah yang jahat karena tidak bisa selalu bersama kalian. Sedangkan Mommy… Dia selalu ada untuk kalian kan?”

Si kembar Choi itu terdiam, begitupun Kyuhyun. Namja manis itu menatap aneh suaminya yang masih menggendong putra  mereka di dua lengannya. “Sekarang dengarkan Daddy. Saat kalian terbangun pagi hari, siapa yang kalian lihat pertama?”

“Mommy…”

“Yang memasakkan makanan?”

“Mommy…”

“Jika kalian takut petir, siapa yang kalian panggil?”

“Mommy…”

“Saat kalian sakit, siapa yang akan menjaga kalian?”

“Mommy…” Minho berbisik lirih, menundukkan kepalanya. Jawaban putra-putranya entah kenapa membuat mata Kyuhyun memanas.

“Kalian lihat, apa itu artinya Mommy jahat?” Siwon menatap lembut dua buah hatinya itu. Minho dan Suho menggeleng pelan.

“Bahkan tak ada nama Daddy di semua jawaban kalian. Itu artinya Daddy yang jahat”

“Aniyo, Daddy tak jahat…”

“Kami sayang Daddy” ucap Minho yang di sambut anggukan Suho.

“Kalian tak sayang Mommy?”

Siwon memandang ke arah Kyuhyun yang masih terdiam di tempatnya. Pemuda manis itu masih sibuk dengan dunianya sendiri, mencerna setiap detail adegan yang baru saja di lakukan ayah dan anak itu. Ya Tuhan… Sungguh untuk kesekian kalinya Kyuhyun jatuh cinta pada pria tampan itu. Siwon yang selalu mampu bicara pada putra-putra mereka. Ayah yang tegas namun tetap lembut.

Minho dan Suho menatap orang yang melahirkan mereka itu takut-takut. Sedetik kemudian senyum kembali terlukis di bibir mereka saat Kyuhyun juga tersenyum tipis. Pemuda cantik itu bangkit dari duduknya, menghammpiri suaminya yang masih menggendong 2 buah cinta mereka.

“Minho sayang Mommy” Choi Minho mengulurkan tangan mungilnya, berusaha menyentuh wajah Mommynya. Kyuhyun menggapai tangan mungil itu, meletakkannya di pipinya.

“Mommy juga sayang Minho”

“Cuo juga sayang Mommy”

“Mommy juga, Sayang… Mommy juga” Kyuhyun mengecupi tangan Suho.

“Sekarang, minta maaf pada Mommy” pinta Siwon tegas.

“Maafkan kami Mommy…” si kembar itu berucap lirih penuh penyesalan. Membuat Kyuhyun dan Siwon menahan tawa melihat wajah memelas mereka.

“Sekarang waktunya kalian tidur. Ini sudah larut” Kyuhyun mengusap rambut hitam putra mereka.

“Ayo…. Daddy akan menemani kalian”

Kyuhyun memandang wajah teduh Siwon. Saat bertemu dengan kilau hitamnya itulah dia ingin meledakkan semua rasa yang berkeliaran dalam otakknya. Banyak yang harus mereka bicarakan. Begitu banyak yang harus mereka selesaikan.

“Hyung… We need to talk…” Kyuhyun berbisik lirih.

Siwon hanya memberinya tatapan teduhnya yang menyejukkan. Membuat pemuda manis itu semakin ingin mengungkapkan semua rasa yang ada di hatinya. Sorot mata kelam Siwon adalah labirin yang tak pernah Kyuhyun tahu ujung pangkalnya.

Suaminya itu membawa dua putra mereka yang mulai terlelap di pelukannya. Bibirnya masih sempat mengulas senyum lembut sebelum berkata

“Kita pasti akan bicara, BabyKyu…”

.

.

.

Kyuhyun bersandar pada dinding kamar putranya. Melipat tangan di depan dada. Menatap datar pada Siwon yang sedang menyelimuti putra kembar mereka yang tidur nyenyak. Bola mata caramelnya masih mengikuti Siwon, ketika pria tampan itu bangkit, berdiri menghadap jendela besar yang mengarah ke halaman samping. Memang setelah menikah mereka tak lagi tinggal di apartemen.

Siwon dan Kyuhyun memutuskan membeli satu rumah kecil di tepian Seoul yang tenang. Sekali lagi bukan karena mereka tak mampu membeli rumah yang lebih besar, hanya saja mereka ingin hidup sederhana, mengajarkan pada anak-anak mereka jika tidak semua hal bisa di peroleh dengan mudah. Semua tetap memerlukan kerja keras untuk mendapatkannya. Siwon dan Kyuhyun ingin mendidik putra mereka bukan dengan kemewahan dan gelimang harta, mereka hanya ingin agar Minho dan Suho menghargai setiap kemewahan dan setiap sen yang akan mereka peroleh kelak.

“Hyung…”

Siwon menoleh, tersenyum lembut, mengulurkan tangannya, meminta pendamping hidupnya itu bergabung dengannya. Kyuhyun menghampirinya, meraih tangan besar yang langsung mengalirkan getaran yang membuat hati Kyuhyun menghangat begitu menyentuhnya. Siwon kembali memandang ke luar jendela, tempat dimana ratusan kunang-kunang berterbangan indah, membuat halaman rumah mereka layaknya cermin langit di atas sana.

“Hyung… Aku…”

“Kau lelah menghadapi semua ini Baby?” Siwon berbisik lirih. Membuat Kyuhyun terdiam.

“Bukan.. hanya saja…”

“Apa hal seperti tadi, terjadi setiap hari?” Siwon menghela nafas, sungguh dia tak mengira jika akan seperti ini. Kyuhyun tak pernah mengeluh apapun padanya, jadi dia pikir semua baik-baik saja.

“Tidak. Hanya ketika mereka merindukan ayahnya…”

“Apa aku bukan suami dan ayah yang baik, Baby?” nada yang digunakan Siwon semakin membuat Kyuhyun merasa bersalah.

Pemuda manis itu menatap lekat wajah Siwon yang tampak lelah. Dia baru saja mendarat di Seoul entah darimana? Kantung mata yang besar, hingga membuatnya terlihat lebih tua dari usianya. Tatapan Siwon yang teduh membuat Kyuhyun sadar jika dia telah salah berfikir.

Menjadi pasangan hidup dari seorang entertainer kelas atas seperti Choi Siwon bukan hal yang mudah. Selain waktu bertemu yang hanya bisa dihitung jari dalam satu bulan, belum lagi jika terpaan berita miring yang kerap kali menimpa hubungan mereka, atau rasa cemburu yang muncul ketika pasangan melakukan suatu scene romantis dengan lawan main. Well… Semua rasa itu hampir membuat Kyuhyun salah mengambil langkah. Choi Siwon suami yang baik, sangat baik. Dia begitu mencintai Kyuhyun. Siwon juga ayah terhebat di dunia, selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk putra mereka.

Semenjak tahu jika Kyuhyun dinyatakan mengandung, dia semakin semangat bekerja keras untuk keluarga mereka, tanpa peduli pada dirinya sendiri. Selalu berusaha membagi perhatiannya disela kesibukannya untuk Kyuhyun. Apalagi kehamilan Kyuhyun bukan kehamilan seperti pada umumnya. Ya Tuhan… Akan sangat berdosa sekali jika diaa meragukan cinta Siwon yang seperti ini…

“Kau ayah yang baik Hyung. Hanya saja.. terkadang begitu sulit memberi pengertian mereka tentang kenapa ayahnya tak ada dirumah” Kyuhyun berkata dengan bibir bergetar, sedangkan Siwon memilih menunggu apapun yang akan di ucapkan belahan jiwanya itu.

“Hal itu terkadang hampir membuat emosiku tak terkendali. Kau tahu Hyung? Rasa rindu ini bahkan lebih besar dari rasa rindu mereka. Rasa khawatirku padamu, perasaan takut jika kau melupakan kami, rasa tidak sukaku jika kau terlihat bersama lawan main atau apa…”

“Entahlah… Aku tak tahu apa ini wajar, tapi… Memang itulah yang aku rasakan”

Choi Siwon menggenggam jemari lentik itu, mengecupnya perlahan. “Bagaimana aku akan melupakan kalian, jika kalian adalah hartaku yang paling berharga”

“Kau tak suka ketika melihatku melakukan scene romantis Baby.. aku yakinkan kau, demi apapun, bagiku tak ada cerita yang lebih romantis dari keluargaku dan jika kau takut aku akan tergoda atau apa, aku mohon percayalah padaku.. hanya kau, Minho dan Suho yang akan menjadi pengisi hidupku. Kebahagiaan seperti ini tak akan pernah aku tukar dengan apapun BabyKyu…”

Choi Kyuhyun membeku. Terpesona? Sudah pasti. Pemuda manis itu tak pernah menyangka suaminya akan mengatakan hal seromantis ini. Semoga ini bukan salah satu dari dialog dramanya.

“Hyung… Aku.. Maafkan aku…” Kyuhyun berbisik lirih. Dia malu, malu dengan pikiran bodohnya yang masih meragukan cinta Siwon.

“Aku mencintaimu Baby… dan akan selalu begitu…” Choi Siwon menangkup pipi bulat Kyuhyun dengan dua telapak tangannya. Menghapus air mata yang menuruni pipinya dengan ibu jarinya.

‘Tuhan… Terimakasih sudah mengirimkan pria hebat ini untukku’

“Same Here… Siwon Hyung….”

Siwon mempertemukan bibir mereka dalam satu kecupan lembut tanpa ada nafsu, hanya mencoba menyalurkan setiap cinta dan rindu yang mereka miliki. Tangan putih Kyuhyun menyusuri punggung tegap suami tampannya itu. Menemukan jalan hingga akhirnya mengalung sempurna di leher kokoh Siwon. Sementara lengan Choi Siwon melingkar erat di pinggangnya, membawa tubuh mereka semakin mendekat. Jemari lentik Kyuhyun menelusup kedalam surai hitam suaminya itu, memintanya untuk memperdalam ciuman mereka.

“Daddy… Kenapa kami tidak di cium seperti itu??”

Kyuhyun tersentak, begitupun Siwon. Buru-buru melepaskan tautan bibir mereka dan menoleh hanya untuk melihat 2 putra mereka duduk melipat tangan di dada dengan pipi menggembung lucu. Kyuhyun mendelik sebal pada Siwon yang terkekeh pelan. Memberinya pandangan ‘lain kali ingatkan aku dimana kita berciuman’.

Astagaa.. bagaimana bisa dia lupa, jika mereka masih ada di kamar si kembar.

“Daddy…”

“Yess Minho”

Siwon menjawab pertanyaan Minho tanpa melepaskan lengannya dari pinggang Kyuhyun. Mematahkan usaha istri manisnya itu untuk bebas dari dekapannya. Ya Tuhan.. ini di depan anak-anak. Oh Kyuhyun bersumpah akan mencincang kuda bodoh ini jika pikiran putra mereka tercemari.

“Apa kami akan dapat adik baru untuk ulang tahun kami nanti?” Mata bulat Kyuhyun semakin membola mendengar ucapan Suho, menatap horor pada Siwon yang menyeringai.

“Tentu Baby boys. Minho dan Suho mau punya adik?”

“Mau Daddy… 4…”

“Baiklah… Ayo kita berdoa, biar adik kalian cepat datang. Benar begitu kan Mommy??”

Choi Siwon menambah kan kata terakhir dengan berbisik di telinga Kyuhyun, membuat pemuda manis itu kembali merona sebelum menghampiri putra-putra mereka.

“Ayo.. Mommy, sini.. ikut berdoa, biar adik kami segera datang” Suho dan Minho kompak berteriak bersama.

“Mwoya?? Kaliaaannn….”

Kyuhyun ikut menghempaskan diri ke tempat tidur si kembar, mencoba menangkap salah satu putranya yang mulai mencari perlindungan pada ayah mereka dari gelitikan Kyuhyun. Mereka berpelukan bersama, dengan tawa-tawa merdu Minho dan Suho yang terdengar begitu indah.

Mata bulat Kyuhyun menangkap pandangan Siwon, bibirnya bergerak tanpa suara, mengucapkan kata ajaib yang membuat pipi Kyuhyun kembali merona.

“Saranghae….”

Ya… Siwon benar. Kebahagiaan seperti ini siapa yang rela menukarnya dengan apapun. Ini hidup Kyuhyun, hidup mereka. Ini keluarga kecil Kyuhyun, dan inilah dunianya, dunia kecil milik Kyuhyun, Siwon, dan si kembar Minho dan Suho. Dunia kecil yang akan Kyuhyun pastikan hanya akan ada bahagia.

—-FIN—-

note :

Ha.. ha…. Pertama kalinya bikin family yang WonKyu… Maaf jika mengecewakan…. Ini udah pernah aku tulis di fb berupa story singkat aja…*pundung*

My dear Ucii…  Selamat ulang tahun… Semoga yang baik2 selalu buat Ucii…*enggak bisa bikin wish* Mian.. Giftnya jdinya gini… Hehehe… Semoga g mengecewakan ya…. *deepbow*

Buat Diah Kurnia.. Yg minta family sejak 2bulan lalu.. maaf baru bisa sekarang… Semoga suka.. Maafin kakak twins ya… *bow*

Semuanya… Rina, ang, jojo, moona *GWS dear*, putriku Yuan Hyunnie, annesh *trims untuk teman malamnya*, shanty *setelh ini ya*, keluargaku Magui.com *I lope iyu gaes*

Semua yang sudah mau baca tulisan saya… TERIMAKASIH BAAANNNYYAAKKK…. Tanpa kalian aku mah apa atuh…

Jadi, masih ditunggu ripiu nya… *duduk manis*

Terimakasih sudah mampir ke WKC ^^

—ellenhan—

Advertisements

Author:

I Love Hangeng ❤❤❤❤❤

121 thoughts on “Ours

  1. aduh sweet bgt, keluarga impian nihhㅋㅋㅋ
    minho suho minta adik, 4 lagi wkwk semoga babykyu baik2 ajaㅋㅋ

  2. So sweet ..
    Walau daddy sibuk tp tetap meluangkan waktunya buat keluarga ^^ ..
    minsu lucu lucu kkk minta adik 4 kkk

  3. Saya sangat suka dengan wonkyu genre family gini. Keren banget kog thor…. ahh…. jadi berdelusi bang won jadi suami (lupakan thor) ㅋㅋㅋ~

  4. Sukk banget sm wonkyu family nya unni :**
    Siwon memang bener2 sosok suami dan ayah yg baik untuk istri n anak anaknya hehe
    Aigo baby min baby su kalian cerewet banget ya hehehe pasti lucu banget ngebayanginya malah sempet berpikir klu kyuhyun ga sayang mereka lagi hahaha ada2 aja.. Padahal kan memang daddynya yg ga bs sllu ada untuk mereka krn tuntutan pekerjaan hehe
    Bener banget tuh siwon ayah yg tegas tp tetep penuh kelembutan..
    Makin cinto deh :**

    Duhduh ngomong2 minta adek barunya ada2 aja siwon ya.. Pikirnya dengn berdoa debay nya lngsung datang hahaha ngakak dsitu.. Tp bagus jgg sih siwon sllu mengajarkan anak2nya buat berdoa :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s