Posted in BL, Drama, Family, Romance, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 11

Tentang Kamu – Part 11

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
Panjang membosankan
Berikan cinta kalian dengan komentar
ttp bila ada salah kata atau bagimana jangan salahkan penulis ya???? SALAHKAN JARIKU YANG NAKAL nulis kok gak aturan… ^_^
.
.
.
.
.
.

Siwon menuangkan wine terus-menerus dalam gelas Kyuhyun. Tanpa rasa curiga pria cantik itu meminumnya. Siwon menyeringai.

” Kenapa kau tanpa tidak banyak minum, wonnie?” tanya Kyu dengan ke adaan setengah sadar.

” Ahh.. itu perasaanmu saja, baby…” jawab Siwon dengan gugup.

Kyu mulai kehilangan akal sehatnya, ” Wonnie Hik..kau saangat taaampaan hik…” Kyuhyun tersenyum meraba wajah tampan suaminya.

Siwon tersenyum dan mengecup bibir manis itu, “Bagaimana kalau kita bersenang-senang…” Kyu tersenyum manis dengan wajah mengoda. Siwon mengendong istrinya ala pengantin masuk ke dalam kamar mereka. ” Yes!!!” batin pria tampan itu menutup pintunya dengan kakinya.

BRAKKSS!!!!

~ooOoo~
.
.
.
.
.

” Argh!!!!”

“Bugh!!!”

” Yah!! Choi kau mesum!!!” teriak Kyuhyun sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Sedangkan mahkluk bernama Choi Siwon meringis memegangi mata sebelah kananya karna mendapatkan tonjokan manis dari istrinya.

” HAISH!!!KAU…AWW…” teriak Siwon dengan nada kesakitan. ” Kenapa kau memukulku baby?”

“Kenapa kau melepas semua bajuku?”jawabnya dengan nada tinggi.

” Lalu kenapa?”

” Lalu…la..kau mesum…walau aku istrimu kau tak berhak melakukan itu. Oh, jangan-jangan kau sengaja membuatku mabuk karna…”

” Kalau iya kenapa? kau tak suka..kau akan marah? Memukulku lagi…?”

” Wonnie kenapa kau lakukan itu? Kau terlalu banyak berteman dengan Yunho.” Kyu semakin mengeratkan selimutnya. Siwon berdiri dengan telanjang dada, ” Argh!!!” Kyu buru-buru menutupi matanya dan berjalan mundur. ” Cepat kenakan bajumu?”

” Baby…bukan kau sering melihatku seperti ini.”

” Untuk saat ini tidak. kau jadi mesum. Ya Tuhan…kenapa kau lakukan ini padaku” nelangsanya.

” Seharusnya aku yang berdoa dan mengeluh pada Tuhan, kenapa aku punya istri yang takut padaku? Ck Bahkan kau tak paham denganku. Bila aku tidak mencintaimu…mungkin aku akan lakukan itu. Kau tahu… aku sadar cintaku tak sekotor itu. Kita menikah, karna aku ingin hidup bersamamu…”

“Kau menyesal menikah denganku?”

” Argh!!! Sudahlah!!” Siwon menarih kaus tipis yang tergeletak di lantai.

” Kau mau kemana?” Kyu memberanikan bertanya.

” Aku tak ingin bertengkar denganmu…” jawabnya dengan ketus.

” Aku juga. Tapi kenapa kau melakukan ini padaku?”

“Melakukan apa? Aku tak mengerti jalan pikiranmu? BIla kau takut kenapa kita harus menikah?” Kyu membuka matanya dan menatap binggung, ” Bila ini masalah perusahaan, kami akan tetap kerja sama walau…walau kita tidak menikah…” Siwon tertunduk.

” Kenapa jadi masalah perusahaan lagi? Kau ini kenapa? Apa kau masih belum percaya padaku bila aku mencintaimu bukan karna kerja sama perusahan kita.” ucapnya dengan kesal dan penuh kemarahan.

” HARUSNYA AKU YANG BERTANYA SEPERTI ITU BABY. KAU…KAU YANG TIDAK PERCAYA PADAKU…” teriak Siwon dengan manik hitam yang membulat sempurna.

“Kyu percaya pada Wonnie. Kalimat mana yang menyatakan ketidak percayaanku padamu? Kau yang meragukannya. Apa kau pikir aku pria murahan yang menjual diri?” ucap Kyu dengan lantang.

” Sudahlah!!! kita akhiri saja perdebatan ini.” Sergah Siwon. ” Kita baru menikah empat bulan. Aku tak ingin memperkeruh masalah. Apalagi mengkatakan pisah hanya karna keegoisan saja. Lebih baik kita hentikan atau aku yang akan mati karna kehilanganmu. Bagimana lagi aku terlalu mencintaimu? Bukan seharusnya aku bisa menerima semua. ” suasana mendadak hening. Kyu menatap dengan sendu ketika Siwon mengucapkan semua. Ada rasa bersalah.” … Kita jalani seperti ini saja…” Siwon tersenyum kecil, ” Bersihkan dirimu…aku akan menyiapakan sarapan.” Kyu tetap tak bergeming ketika Siwon berjalan menuju pintu, ” Dan satu lagi…aku tak melakukan apa pun padamu…karna aku bukan pria jahat dan kotor.”

BLAM!!!

Kyu mulai resah. Dia segera merapatkan selimutnya lalu berjalan keluar, ” Wonnie…!!! Wonnie!!! apa wajahmu baik-baik saja?” Kyu terlihat panik namun Siwon tak memperdulikanya. ” Apa aku tadi memukulmu terlalu keras?” Kyu meneliti wajah suaminya. ” Omo..Ottokhae..Mianhae…” Kyu membelai wajah Siwon dengan lembut. Siwon masih terus menatapnya. ” Aku akan ambil kompres untukmu…” Kyu sedikit kerepotan dengan selimut tebalnya. Lalu mengambil beberapa es batu dan memasukan dalam kantong. Dia kembali kesulitan berjalan dan menghampiri suaminya. Kyu mengulurkan kantung itu di wajah Siwon namun ditahan, ” Wae? Appayo?” Kyu meringis kesakitan.

” Apakah kau pernah berpikir untuk bisa melakukannya bersamaku?”

” Huh?”

” Sudahlah!!! Cepat pakai bajumu. Aku tak ingin kau sakit.” Siwon berjalan meninggalkan Kyu yang masih membeku dengan tatapan kosong. ” Cepat mandi sayang…atau kau ingin aku memandikanmu?’ Siwon berkata dengan genit. Namun sayang Kyu masih terpaku. ” Baby,cepatlah mandi.” Kyu berlari memeluk suaminya dari belakang. ” Baby…”

” Saranghae…” Siwon hanya tersenyum dan membelai punggung tangan yang melingkar di perutnya.

~ooOoo~
.
.
.
.

” Hari ini absenkan aku lagi ya!!!” dingin namun Siwon masih membelai rambut coklat itu dengan lembut.

Kyu mengangguk, ” Bila kau sibuk , aku tak apa pulang dengan taksi.” Siwon hanya mengangguk. Kyu menundukan kepala. Dia sedikit kecewa karna bisanya suaminnya akan menolaknya mentah-mentah. Kyu tersenyum dan melepas sabuk pengamannya. Bahkan suami tak protes dia tak memberikan ciuman. Mobil itu melaju dengan cepat meninggalkan Kyu sendiri. Tubuhnya terasa lemas dan dia hanya mampu berlutut.
.
.
.

” Apa kalian bertengkar lagi?’ tebak Hyukjae. Kyu hanya diam tak menanggapi pertanyaan temannya.

Changmin hanya menghela nafas, ” Sudah aku bilang ini ide bodoh. Kalian hanya memperkeruh masalah. Kau tahu bagaimana gembul dan Siwon. Lalu bagaimana?” Changmin menatap teman-temannya dengan kesal. Sejak tadi Kyu hanya terdiam bahkan ketika pelajaran dia hanya mencoret-coret bukunya. ” Ahh…sudahlah!!! Kalian hanya memikirkan perasaan Siwon tanpa mempertanyaakan bagaimana Kyuhyun tersiksanya? Kalian pikir Kyu mau seperti itu… kalian salah. Dia setiap hari menangis di hadapanku, mengabaikan PSP hanya untuk belajar memasak tapi Siwon selalu mengabaiknya bila dia merajuk memintanya pulang untuk makan siang. Kalian pikir disini hanya Siwon yang menderita. Bahkan Kyu pernah tahu dia lebih asik bercanda dengan sekertarisnya daripada makan siang dengan istrinya” sentak Changmin membuat ketiga namja itu membeku. ” Kyu…ikut aku saja. Mereka memang tak pernah mengerti bagaimana dirimu? Mereka hanya bisa melihat bagaimana burukmu tapi tak pernah bertanya bagaimana kau berusaha. Ck.” dia membawa Kyu pergi tanpa mendengar panggilan Yunho.

” Ternyata kekasihmu menyeramkan ya?” Donghae menatap Yunho yang menghela nafas.

” Ahh…matilah aku.” desah Yunho lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Tak lama terlihat changmin kembali namun sedirian.

” Ck.” pria tiang listrik itu hanya mengulurkan tangannya. Membuat Yunho bertanya’ apa?’ namun pria itu tetap memberikan tatapan mematikan. Yunho hanya menghela nafas lalu mengelurkan kunci mobilnya. Namun tangan pria itu masih menjulur.

” Minnie…” Changmin tetap memasang wajah dingin. ” Okey…” Yunho menggeluarkan kartu kreditnya.

” Thanks you.” Changmin segera berlari menghampiri Kyu yang masih berdiri.

Donghae dan Eunhyuk hanya saling menatap.

” Apa itu yang membuatmu mendesah Jung Yunho?” tanya Hyukjae. Pria bermata musang itu hanya mengangguk lemas.

” Ahh…aku harus mulai bekerja. Bila tidak lama-lama aku akan di coret dari daftar keluarga.” kaluh Yunho.

” Kau nikahi saja dia.” usul Donghae.

” Aku pernah melamarnya. Namun naas dia menolaknya.” jawab Yunho.

” Apa dia tak takut kau meninggalkanya?” tanya Hyunjae lagi. Yunho menatap dengan tajam, ” Secara bukan kalian pernah…” lanjutnya mengantung.

Yunho menghela nafas, ” Akulah lah yang takut.” Donghae dan Eunhyuk menatapnya dengan tajam, ” Aku mencintainya bagaimana kalian berpikir aku meninggalkannya?” kesal Yunho.

” Lalu kapan kau melamarku, Hae?” tanya Hyunjae.

” Bukan kita masih muda. Kenapa kita tak bersenang-senang dahulu. Untuk apa berhubungan serius bila akhirnya seperti Siwon.” ucapnya dengan santai.

Byurr!!!

Donghae menatap kekasihnya dengan wajah marah namun Lee Hyun Jae hanya terdiam lalu pergi.

” Poor Donghae…” ledek Yunho. Donghae mengusap wajahnya dengan kasar lalu melirik ke arah Yunho dengan sinis. ” Wae?”

~ooOoo~
.
.
.
.
.
.

” Gomawo.” ucap Kyu lirih.

” Apa kau lebih baik?” Changmin masih terlihat khawatir dengan ruwat wajah tak terbaca. Padahal dia sudah membelikan beberapa Cup es krim namun hanya setengah Cup yang dia nikmati itu pun karna paksaan Changmin.

Kyu memaksakan tersenyum, ” Aku tak apa. Hmm…terima kasih kau mau mengantarkanku. Hehehe ini bisa mengirit uang sakuku untuk membeli game terbaru…” ucapnya.

” Apa Siwon tak membelikan untukmu?’

” Aku lebih suka membeli dengan uangku.” jawab Kyu. ” Pulanglah!!! Aku ingin berdua dengan umma.” katanya dengan melepas sabuk pengaman.

” Baiklah!!” Changmin tersenyum tipis melihat Kyu mulai memanjat keluar mobil. Pria cantik itu melambaikan tangan ketika sahabatnya mulai meninggalkan halaman rumahnya. Kyu menghela nafas panjang sebelum masuk ke dalam rumahnya.

” Aku pulang!!!” seru pria manis itu ketika membuka pintu utama. Tapi tak ada jawaban. Dia berjalan mendekati ruang tengah dan terlihat Cho Heachul dengan Choi Sungmin sedang menikmati teh. Seketika Kyu menghentikan langkahnya ketika dia mulai mendengar namanya tersangkut paut dengan pembicaraan mereka.

” Bagaimana pun aku ingin segera menimang cucu? Tapi kau tahu bila Jiwon masih terlalu muda untuk menikah. Sedangkan Siwon…” ucap Sungmin mengantung.

” Mianhae…aku pun berpikiran sama. Namun Tuhan berkata lain. Ini masih berjalan empat bulan masih terlalu dini untuk bicara kehamilan Kyunnie.” jawab Heachul menengakan sahabatnya itu.

Sungmin terlihat sedih, ” Kenapa kau minta maaf. Mungkin saja putraku yang bodoh.” mereka berdua tersenyum, ” Aku akan menyuruh Siwon lebih giat lagi agar Kyuniie cepat hamil…” mereka berdua terkekeh.

” Dan aku akan memberikan ramuan agar Kyunnie juga kuat melayani suaminya.” tawa itu semakin meledak membuat Kyuhyun yang sedih semakin murung. Dia ingin mendapatkan pembelaan dari ibunya namun sayanganya ternyata tak ada yang berpihak padanya.

” Kau perlu membagi resepmu? Bagimana Hangeng bisa jatuh cinta pada ratu iblis sepertimu dan menghasilkan buah cinta yang manis…” goda sungmin.

” Kau tahu bukan…sebagai seorang istri seharusnya kau tahu kebutuhannya.” Heachul mengucapkannya dengan nada genit. ” Bila kau mengabaikannya sudah di pastikan semua akan berakhir bukan?” Sungmin mengangguk. ” Karna itu kau harus lebih perhatian dan memanjakan bila kau tak ingin kehilangan apa yang kau sayang. Kadang bosan bisa menghampiri bila kau tak tahu apa yang menjadi maunya?” Kyuhyun menunduk semakin lemas ketika kalimat terakhir bagai ribuan jarum yang menusuk jantungnya.

” Oh ya kau ingat sekertaris Siwon?” Heachul menaruh gelas tehnya lalu mengangguk, ” Ku dengar dia seorang pengoda?” lanjutnya. ” Bahkan aku melihatnya mengunakan rok pendek dengan gaya mengoda di hadapan Siwon. Menyebalkan!!! Tapi dia sangat cantik dan anggun. ”

” Jinjja?” Sungmin mengangguk, ” Aku pernah melihatnya sekali. Dia memang cantik. Tapi bukan putramu mencintai putraku.” Sungmin hanya mengangguk mengiyakan.

” Tapi bagaimana pun kita perlu waspada. Dia begitu seksi dan mengoda.” tambah Sungmin.

Lelehan karamel itu membulat sempurna, keringat bercucuran ketika ingatanya tertancap pada perkataan teman-temannya, belum lagi ketika dia pernah melihat suaminya tertawa bebas ketika makan siang bersama dan menolak pulang karna urusan bisnis. Kyu mengelengkan kepalanya. Dia tak bisa membayangkan bila nanti…

” Andwae…” teriaknya lalu berlari. Heachull dan Sungmin menoleh ke arah suara itu lalu kembali mengobrol ketika tak mendapati siapapun di sana.
.
.
.
.
.

Kyu berlari ke dalam gedung cakrawala itu setelah taksi menurunkannya di depan gedung. Dia terlihat buru-buru tanpa memperdulikan tatapan orang padanya. Semua penghuni elevator menunduk hormat. Mereka tahu Siapa Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum kikuk dengan mata yang memanas. Entah kenapa dia merasa begitu lama menunggu sampai di lantai teratas. Dia mengengam cincin pernikahannya dengan gusar ketika semua penghuni sudah turun. Pintu terbuka Kyuhyun sontak berlari kembali dan jantungnya berdetak tidak nyaman ketika sekertaris suaminya tak berada di tempat. Ini sudah lebih dari jam makan siang. Pikiranya melalang buana. Dia hampir menangis dan…

BRAKKSS!!!

Siwon dan Jessica menoleh ke arah suara itu.

” Jahui suamiku…” sentaknya dengan luapan emosi. Dia berjalan cepat menghampiri suaminya lalu duduk di pangkuannya. ” Dia suamiku..jadi jangan menggodanya.”

” Joesonghamnida. Saya tidak mengoda president.” jawab Jessica dengan gagap. ” Saya hanya…”

Tanpa berniat menjawab pertanyaan yeoja itu, Kyu sudah mengkalungkan kedua tangannya di leher suaminya dan mengecup lembut. Siwon hanya mengisaratkan sekertarisnya pergi dengan tangan. Jessica pun hanya membungkukkan badan lalu keluar tanpa suara.

” Baby…” Siwon mendorong tubuh istrinya dan tepat pria cantik itu menangis. ” Baby..ada apa?’ Kyu kembali memeluknya, ” Oke..okey… tenangkan dirimu dulu…” Kyu semakin menangis terseguk-seguk.

” Hiks…Wonnie…”

” Hmm…” suaminya masih setia membelai punggung istrinya.

” Apa kau menyesal menikah dengan Kyunnie?” dia mengambil nafas sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya, “Karna Kyunnie tidak cantik dan seksi seperti sekertaris Siwonnie…bahkan Sungmin Umma juga bilang seperti itu…” Siwon masih terdiam. Tak tahu harus berkata apa?” Wonniee..hiks..huu..hiks…ternyata benar huwaa…hiks…”

” Kau salah minum obat?” tanya Siwon dengan ketus lalu melepas pelukan istrinya. Mata indah itu bengkak dan berair. Siwon menghapus dengan ibu jarinya dan mengecup lembut bibir itu. ” Bila aku menyesal aku tak akan bertahan empat bulan ini melihatmu menjauhiku…” jawabnya dengan serius.

” Tapi…” ucapan itu terhenti karna ciuman singkat suaminya.

” Kau sudah makan?” Siwon berusaha mengalihkan perhatian. Kyu mengelengkan kepala. ” Baby…aku benci kau mengabaikan kesehatanmu…” sentak Siwon.

” Aku juga benci kau mengabaikanku…”

” Siapa yang mengabaikanmu?” tanya balik Siwon.

” Kau tak menjemputku tadi siang, kau tak menghubungiku dan kau tak protes ketika tadi pagi aku pergi tanpa menciummu…” Siwon tercengo. ” Dan aku mendengar umma memuji seketarismu…”

” Kau serius di kalimat terakhirmu?’ Siwon tak percaya karna seminggu yang lalu dia baru memarahi Jessica karna roknya yang pendek. Pikir Siwon. Kyu memplout bibirnya. ” Tapi memang dia cantik…’ goda Siwon sontak mendapat pukulan di dadanya. ” Aww…baby…sakit…” Kyu sontak berdiri dan menghentakan kakinya dengan kesal. Siwon tertawa melihat istrinya cemburu. ” Kemarilah sayang…” Siwon merentangkan kedua tanganya namun Kyu melempar tasnya dan duduk di sofa dengan melipat kaki. Siwon tersenyum dan duduk di atas meja menatap istrinya yang merajuk. ” kau ingin makan dimana? Di sini atau di luar…”

” Aku mau makan di tengah jalan.” jawabnya.

Siwon terkekeh, ” Kau nyakin? Baiklah!!! Tapi maaf aku tak bisa menemanimu.” ucapnya dengan santai. Kembali sebuah bantal mendarat di wajah Siwon. Pria tampan itu semakin terkekeh. Kyu memanikan cicin pernikahanya dengan wajah yang sulit di tebak. Siwon meraih kedua tangan istrinya, ” Kau sedang memikirkan apa?”

” Kau…”

” Aku?”

” Iya.”

” Memikirkan soal?”Siwon membelai lembut punggung tangan Kyu, ” Hai…”

” Malam pertama kita.”

” Huh?”

Kyu memberanikan menatap suaminya, ” Malam pertama kita?” ucapnya dengan sedikit berteriak.

Siwon tersenyum lalu membelai pipi cubby yang mulai mengembung itu, ” Jangan terlalu di pikirkan. Semua akan datang pada waktunya. Sudah aku bilang aku akan menunggu…” jawab Siwon dengan nyakin.

” Tapi kau marah dan mengacuhkanku?”

” Hai…aku tak mengacuhkanmu…aku benar-benar sibuk hari ini karna ada sedikit masalah dengan kerja sama perusahaan kita di Jepang. Belum lagi masalah perusahaanmu tentang kontrak tak jelasnya dengan perusahaan China. Ayahmu berusaha mengurusnya namun tetap saja aku harus kembali meneliti kontrak itu dengan pengacara perusahaan kita. Karna itu aku menyetujuimu pulang dengan naik taksi. Aku baru saja kembali ke kantor dan Jessica sudah memberikan tugas baru. Proyek kita di Jeju perlu di tinjau. Kau tahu aku lelah sedangkan appa harus pergi ke Kanada untuk perjalanan bisnis. Dan kau mencurigaku mengacuhkanmu…” ucap Siwon panjang lebar.

” Jadi kau lelah…” Siwon mengangguk. Kyu segera berdiri dan memijat punggung suaminya dengan lembut. Lalu dia merangkul dari belakang. ” Aku mencintaimu …” bisiknya lalu mencium leher suaminya. Siwon menoleh kebelakang. Kini bibir Joker itu menjadi sasaran empuknya. ” Siwonnie..”

” Hmm…”

” Bisakah kita pulang sekarang?”

” Huh?”

” Kita pulang sekarang…” ucapnya dengan malu-malu. Walau Siwon masih binggung dengan ucapan istrinya namun dia mengiyakan permintaanya.

” Baiklah!!!” Siwon bergegas berdiri dan membereskan semuanya. Kyu mengandeng suaminya dengan posesif ketika berjalan melintasi sekertarisnya.

~ooOoo~
.
.
.
.
.
.

Kyu berjalan sedikit mendahuluinya ketika sampai di lorong apatermen. Dia membeli beberapa makan dan wine di tangannya. Siwon hanya tersenyum melihat istrinya kembali seperti masa pacaran mereka. Kadang Siwon menyesal mendesaknya menikah bila akhirnya istrinya menjahuinya.

” Ahh…” kyu mendesah lalu melepas sepatunya sebarangan.

” Kyu taruhlah sepatumu dengan benar!!!’ perintah Siwon namun pria cantik itu mengabaikan perintah suaminya.

” Cepat berikan aku segelas wine?’ perintahnya lalu duduk di sofa dengan kaki bersila.

Siwon mendesah, ” Aku tak akan memberikan wine ini sebelum kau makan?”

” Tapi aku ingin meminumnya segera.” rengek Kyuhyun.

” Andwae!!! Kau makan dulu atau aku akan membuang barang kesayangamu ini…” ancamnya sambil menunjukan botol wine itu. Kyu memplout bibirnya. Dia melepas kaus kakinya dan berjalan menuju kamar mereka. Siwon hanya tersenyum dan menaruh barang belanjaanya. Dengan telaten Siwon membuka makanan cepat saji itu di meja makan lalu pergi ke kamar mandi luar untuk membersihkan diri setelah mengambil baju santainya. Kyu seperti orang gila di kamar mandi. Dia mondar-mandi tanpa tujuan. Dia sudah mandi beberapa kali dan mengosok giginya. Dia kembali bercermin sebelum keluar kamar mandi tapi pada akhirnya dia kembali masuk dan melepas kaosnya dan kembali mandi. Dadanya terasa sesak. Dia berdoa sejenak lalu keluar dengan kaos kebesaran yang sengaja dia beli di Mall tempo hari bersama Changmin. Dia mengigit kuku jarinya karna dia malu tak mengunakan bawahan.

” Kau sudah selesai.” tanya Siwon sambil tersenyum melihat istrinya terlihat cantik dan menawan. Kyu mengangguk. Dia segera duduk di depan suaminya. Mereka menikmati makan malam mereka. ” Makan yang banyak.” pertintah Siwon.
.
.
.
Siwon mulai bergulat dengan pekerjaanya kembali. Kyu pun hanya mondar mandir dengan gelas yang berisi wine. Dia bersenandung membuat suaminya yang bekerja hanya tersenyum kecil.

” Wonnieeeee…” teriaknya sambil membelai punggung suaminya dengan jari tanganya. Siwon sontak menoleh mendapati istrinya tersenyum. ” Berikan aku segelas wine lagi…”

” Ini sudah malam. Pergilah tidur sayang.” jawab Siwon. Kyu memplout bibirmu, ” Tidak. Wine itu akan aku buang bila kau terus memaksa.”

” Fine. Berikan aku segelas lagi lalu aku akan pergi tidur.”

” Baiklah! asal kau tak lupakan perkataanmu.” Kyu mengangguk setuju. Siwon mengambil sebotol wine itu dan menuangkannya.

” Wonnie…bagaimana kalau kita mendengar musik saja?”

” Ku mohon jangan berisik dulu. Aku juga ingin segera tidur memelukmu…” tolak Siwon tanpa melihat istrinya.

Kyu mulai tak sabaran dan dengan kesal dia duduk di meja kerja suaminya dengan kaki mengayun-ayun. Siwon menelan ludahnya ketika pandangan itu tertuju pada kaki jenjang istrinya. ” Wonnie kenapa ruangan ini terasa panas?” Kyu mengangkat kakinya dan memperlihatkan pahanya. Jangan lupa dia hanya mengunakan kaos yang kebesaran.

” Hey!!! cepat kembali ke kamarmu sekarang?’ sentak Siwon.

” sebentar lagi.” jawabnya.

“Argh!!! Bagaimana aku bisa bekerja bila kau duduk di mejaku. Aissshh!!! Cepat pergi tidur…” usir Siwon sambil mengendong Kyu lalu menutup pintu ruang kerjanya dan mengkuncinya. Siwon bernafas lega. ” Apa dia tak sadar bila dia sangat mengoda. Ck/” Siwon tersenyum.

Dok…dok..

” Buka pintunya…” teriak Kyuhyun sambil mengedor pintunya.

” Mau apalagi?”

Dok!!…Dok!!!

” Buka pintunya…!!!”

” Tidurlah!!!”

” Tapi aku tak bisa tidur tanpa memelukmu. Buka pintunya…”

Siwon berlahan membuka pintunya dan melihat istrinya sejenak. Kyu menelan ludahnya namun dia mencoba tenang dan menutup matanya berlahan. Suanana hening sesaat. Siwon tersenyum dan mengecup bibir plum itu dengan buas . Kyu mengalungkan kedua tanganya di leher suaminya. Siwon membawa istrinya ke dalam kamar tanpa melepaskan pautan ciuman mereka. Berlahan mendorong istrinya ke ranjang. Kyu menarik nafas ketika Siwon melepas ciuman panas mereka. Di tatapanya sejenak pahatan sempurna ciptaan Tuhan itu. Bibir plum yang membengkak karna ciuman panas mereka mata coklat yang sayut dan nafas yang tak stabil. Siwon sudah melepas semua baju mereka. Siwon hendak kembali menciumnya namun…

” Jamkka Man…” teriak Kyu sambil menahan dada Siwon dengan kedua tanganya.

Siwon terdiam. Dia sudah siap bila istrinya menolaknya kembali, ” Ada apa?”

” Matikan lampunya.” ucapnya dengan malu-malu. Siwon tersenyum lalu mematikan lampu kamarnya dan mereka kembali berciuman. ” Dan lakukan dengan lembut…” bisiknya.
.
.
.
Malam ini Siwon benar-benar tak bisa tidur. Bukan..bukan karna dengkuran pria manis ini. Karna bagi Siwon itu musik indahnya selama dia tidur sekamar dengan istrinya. Ini karna istrinya. Dia terus membelai rambut coklat yang kini tersungguh di hadapannya. Dia tak percaya bila pria cantik itu miliknya seutuhnya. Sampai dia tak memperdulikan luka cakar dan gigitan di pundak, pinggang atau wajahnya. Dia kembali tersenyum ketika mengingat semuanya dan mengecup kening istrinya berulang kali.

“Morning…” sapanya ketika lelehan karamel itu mulai membuka sempurna. ” Apa kau mimpi indah?” bisik Siwon tepat di depan bibir istrinya.

” Bagaimana aku bisa mimpi indah bila aku lelah.” jawabnya ketus.

Lalu Kyu hanya mengeliat menjauhkan tubuhnya dari Siwon. ” Kau tak ingin bangun sayang…” membelai punggung di hadapanya.

” Wonniee biarkan aku tidur lebih lama lagi…” rengeknya sambil menarik selimut itu menutupi seluruh tubuhnya, menyelusup seperti kepompong.

Siwon tersenyum tipis, ” Baiklah!!! Bila kau masih nyaman dengan tidurmu…” ucap Siwon. Dia tak tahu istrinya masih mendengarnya atau tidak tapi dia tetap mengucapkannya. Pria itu segera memungut celana lalu menuju kamar mandi. Sungguh dia ingin menyusul istrinya namun cacing dalam perutnya terus melonjak ingin makan. Dia keluar dengan telanjang dada untuk sekedar minum kopi dan roti. Dia mengambil tabletnya dan mengecek beberapa e-mail yang masuk sambil menikmati kopinya. Dia memijat keningnya lalu mengambil ponsel.

” Umma…” rengeknya ketika pertama kali sambungan itu terhubung. ” Kau apakan menantu cantikmu itu? Dia datang padaku dengan menangis..” keluh Siwon.

“Jinjja? Apa semua berhasil?” ucapnya girang.

” Jadi ini rencana umma? Umma sudah Siwon bilang…” tawa itu menghentikan ucapan Siwon dan menjauhkan ponselnya sebelum dia tuli. ” Umma…”

Ahh…kalian itu memang payah!!! Apa kita harus turun tangan dulu baru kalian bisa bersatu. Ya..Tuhan bagaimana aku bisa melahirkan anak setolol kau Siwon…” Siwon hanya memplout bibir jokernya, ” hahaha…ingat kalian harus segera mengirimkan berita baik itu. Arrasso?”

” Ku pikir aku hidup di lingkuangan keluarga gila.” ucapnya ngasal.

“Bicaralah sesukamu…bukan kau juga menyukainya? Bilang kalau kau juga suka. Tak perduli bagaimana cara kita kau tetap menyukai hasilnya. Jadi aku hanya mau cucu yang lucu tapi tidak bodoh seperti kalian. Ahh…aku harus segera kesalon lalu menemui Chullie.”

Siwon membenci ketika ibunya mulai turun tangan namun dia juga menyukai kerja wanita paru baya itu. ” Sudahlah umma hentikan senyuman bodohmu itu. Aku tutup.” tanpa menunggu jawaban ibunya dia menutup ponselnya. Dia membuka kotak pesan lalu menulis beberapa kalimat lalu mengirimnya sebelum dia kembali ke kamar melihat istrinya yang sudah satu jam lalu di tinggalkan di kamar. Sebelum membuka pintu kamar terdengar ketukan pintu membuatnya kembali ke ruang utama.

” Yonna…” Siwon terpaku dengan gadis cantik di hadapannya berdiri mengenaskan dengan selang infus di tangannya. Dengan kaki tanpa alas dan wajah pucat. ” Bagiamana kau bisa kesini?”

” Aku kabur dari rumah sakit.” jawabnya.

” Kenapa kau nekat sekali. Aku antar kau kembali ke rumah sakit. Tunggu disini!!!” namun ketika Siwon ingin beranjak masuk ke dalam Yonna menahanya. Lalu melabuhkan sebuah pelukan. ” Yonna-sii…” Siwon berusaha mendorongnya.

” Jadikan aku istri keduamu…”

DEG!!!
TBC
GARING!!! Beginilah nasip penulis galau…

Semoga masih ada yang nunggu kelanjutan FF gaje dan garing ini…

di tunggu komentar kalian… semoga yang komentar banyak kayak waktu mau di password wkwkwkwk

amin

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

58 thoughts on “Tentang Kamu – part 11

  1. akhirnya berhasil juga melakukan ‘itu’.
    tapi kenapa Yonna tiba-tiba datang merusak hubungan mereka.
    makin seru, lanjuuut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s