Posted in Angst, BL, Friendship, Oneshoot, Romance

Undisclosed Desire

FB_IMG_1426495374583

By. EllenaCho

Rate : T+

Warning : BL, OOC, OC, typos

Cast : Wonnie, Kyunnie, and my lovely Koko Hankyung ^^

 

 

Undisclosed Desire-

Choi Siwon menolehkan kepalanya kesana kemari, mencari sesuatu atau seseorang lebih tepatnya. Kakinya melangkah ke halaman samping universitas yang mulai sepi. Hari sudah menjelang sore, tentu saja sudah mulai sepi. Well.. orang kurang kerjaan mana yang masih berada di kampus saat  hampir gelap seperti ini. Eumm.. pengecualian untuk Choi Siwon dan orang yang di carinya.

Pemuda tampan itu masih sibuk mencari, sesekali merutuk kecil ketika matanya tak juga menemukan apa yang di inginkan. Hingga senyum kembali tertata di bibirnya saat iris kelamnya melihat orang yang dicarinya. Orang itu sedang duduk di bawah pohon maple besar di sudut taman, dengan sebuah buku tebal di pangkuannya.

 Siwon segera berlari menghampiri orang itu. Menghempaskan tubuhnya di bangku taman yang sama dengan pemuda yang masih tidak peduli pada kehadirannya itu. Bibirnya sudah akan mengatakan sesuatu, ketika suara tenang itu menghentikan kata-katanya.

 “Cho Kyuhyun?… Lagi?”

Siwon meringis, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Darimana Hyung tahu?”

“Well.. apalagi yang akan membawamu kemari, mencariku, berlarian seperti orang gila, dengan senyum bodoh di wajahmu itu jika bukan setan kecil itu…”

“Dia bukan setan Hyung, dia malaikat…”

“Bagiku dia setan”

“Hei…”

Namja oriental disamping Siwon itu masih tetap asyik memelototi buku tebal yang bahkan Siwon pun tak ingin tahu judulnya itu.

“Ini tahun berapa Hyung?”

“Aku tak tahu Cho Kyuhyun selain membuatmu gila juga membuatmu bodoh Siwon-ah”

“Kenapa Hyung masih membawa buku setebal itu di jaman modern seperti ini kan lebih praktis jika kita membawa ipad atau ebook reader atau…”

“Kau mau tahu kenapa?” Namja itu melepas kacamata minus yang membingkai mata sipitnya.

“Ya…”

Bbuuuuggghhh….

“Aawww…. itu sakit Hyung…”

“Itulah gunanya buku tebalku Siwon-ah, untuk memukul kepalamu” Siwon mengusap kepalanya sambil memelototi orang yang dipanggilnya Hyung yang sudah kembali fokus pada bukunya.

Pemuda tampan itu hanya menghela nafas, masih mengamati wajah oriental di sampingnya itu dengan penuh minat. Wajah sahabat yang sudah seperti kakak untuknya, yang selalu menemaninya sejak dia mulai bisa mengingat.

“Apa ada yang menarik di wajahku Siwon-ah? Kau membuatku takut”

“Apa Hyung tak ingin punya pacar..?”

“Setan kecil itu benar-benar membuatmu gila Siwon”

Siwon memutar bola matanya. Selalu seperti itu jika dia bertanya tentang kekasih pada namja itu. “Aku serius Hyung”

“Apa aku terlihat bercanda Siwon?”

Lagi-lagi Siwon memutar bola matanya. Pemuda oriental itu akhirnya menutup buku tebalnya dan menatap dongsaeng tampannya itu.

“Kau sendiri, kapan kau akan mengatakan pada namja Cho itu tentang perasaanmu?”

Siwon terdiam. “Aku tidak tahu Hyung”

“Kau setiap hari mengerecokiku dengan kalimat jika kau mencintai Kyuhyun, tapi kau tidak tahu kapan akan mengatakannya”

“Kau tahu kan Hyung. Aku dan Kyuhyun tidak akan bisa diam dalam satu tempat selama 5 menit tanpa bertengkar”

“Salahmu..”

“Tsk… memangnya kau pikir mudah mendekatinya?”

“Mudah saja bagiku”

Siwon berdecak kesal. “Hyung… aku benar-benar tak tahu lagi harus melakukan apa? Kau tahu kan aku benar-benar menyukai malaikat”

“Setan kecil”

“Hyung.. dia bukan (Siwon bergidik ngeri ketika mata sipit itu menatapnya tajam) ok.. ok… Hyung tahu kan jika jalan yang aku pilih untuk mendekatinya justru jadi boomerang untukku sendiri, sekarang aku dan Kyuhyun tak bisa untuk tidak saling mengganggu, itu satu-satunya jalan agar aku bisa tetap berkomunikasi dengannya Hyung”

Pemuda oriental itu masih menunggu Siwon untuk melanjutkan ucapannya.

“Dan sekarang, aku benar-benar tak tahu lagi harus melakukan apa Hyung…”

“Kenapa tak kau coba jujur padanya??”

“Yeah.. dan dia akan membunuhku saat itu juga?”

“Lebih baik, daripada kau mati sebelum sempat mengatakan perasaanmu”

“Kau tega pada adik tampanmu ini”

“Lebih dari sekedar tega”

Pemuda itu bangkit dari duduknya, menyimpan buku-bukunya pada ransel hitamnya, sejenak menatap Siwon dan berkata, “Kalau kau tak cepat, maka jangan salahkan aku jika aku merebutnya darimu…”

Mata Siwon membulat. “A-apa…”

“Pikirkan itu Siwon-ah, bukankah kau ingin agar aku memiliki kekasih. Aku rasa Cho Kyuhyun cukup menarik” Pemuda itu melangkah menjauh, sedikit menyeringai ketika mendengar teriakan Siwon.

“Hankyung hyung. Kau tak akan berani melakukan itu padaku!!!!”

Hankyung hanya melangkah santai, melambaikan sebelah tangannya pada Siwon yang masih berteriak-teriak menyumpahinya. Seulas seringai kembali terlukis di bibirnya.

“Ini akan menarik Siwon-ah…”

.

.

.

Hari yang cerah, langit biru bersih, angin yang bertiup hangat, well… nyaris sesempurna seperti dalam novel bagi Cho Kyuhyun. Tapi itu tadi, 1 jam yang lalu ketika dia dengan bersemangat berangkat ke kampus dengan sepeda kesayangannya.

Yah.. mungkin ungkapan tak ada sesuatu yang indah tanpa sesuatu yang buruk itu ada benarnya. Terbukti belum genap 2 jam Kyuhyun menikmati hari indahnya ini, sebuah palu imajiner telah memukul hancur bingkai-bingkai indahnya hingga berkeping-keping.

Bruukkkk….

“Aaawwww… hei you..”

“Kau…”

Dua mata berbeda warna itu saling mendelik galak, hitam bertemu coklat caramel. Dua telunjuk itu juga masih saling menunjuk di depan dada masing-masing.

Oh.. oh.. mari kita reply kembali ke beberapa waktu yang lalu.

Cho Kyuhyun melangkah santai menuju taman samping universitas. Kuliah pertamanya masih 1 jam lagi, jadi dia ingin menemui seseorang dulu sebelum mengikuti kuliahnya hari ini. Dan Kyuhyun tahu orang itu pasti ada di taman. Satu-satunya orang yang bisa dekat dengannya.

Namja manis itu masih melangkah dengan riang, hingga 2 detik kemudian tubuhnya terhempas kelantai dengan bagian depan hoodienya penuh dengan cairan kuning menjijikkan hingga merembes ke dalam kaosnya. Ugh… Matanya membulat, What the hell… dan bertambah bulat ketika melihat namja lain yang juga ikut jatuh terduduk di depannya itu. Dan yah.. seperti yang tertulis di atas, adegan saling tunjuk pun terjadi.

“Ck… dimana matamu?? Pabbo!!!”

“Kau yang pabbo, apa kau tak lihat jika mataku ada diwajahku”

“Kalau begitu pakailah saat berjalan”

“Tsk.. kau ini bodoh atau apa?? Sejak jaman dahulu berjalan itu menggunakan kaki Choi, bukan mata”

“Kau…”

“Apa??”

“Menyingkir dari jalanku Cho”

“Kalau kau bisa melihat dengan baik Choi. Lorong kampus ini masih tersisa 2 meter lagi dan kau bisa memilih jalan manapun yang ingin kau lalui”

“Yeah.. dan aku ingin melalui jalan dimana kau berdiri sekarang”

Jika ini animasi maka akan ada aura gelap dengan petir-petir menggelegar di belakang Kyuhyun. “Seingatku kampus ini bukan milikmu Choi”

“Akan jadi milikku kalau aku mau”

“Yeah… pulang sana!! Minta pada appamu. Dan segera menyingkir dari hadapanku…”

“Ok Fine”

“Fine”

“Kau menyebalkan”

“Kau bodoh”

Kyuhyun menabrak bahu namja yang masih berdiri di depannya itu dengan keras. Eeuumm.. sebenarnya dia menyesal melakukan itu, karena itu membuat bahunya sakit. Ugh sial… Memangnya si Choi itu memakai rompi baja atau apa?? Kenapa bahunya keras sekali?? Sedangkan pemuda tampan yang dipanggilnya Choi tadi hanya sedikit terhuyung dan kembali mematung. Menatap namja manis yang baru saja melewatinya itu dengan tatapan aneh.

Sebelah tangannya memegang dada kirinya. Dahinya sedikit mengernyit saat merasakan sakit di jantungnya atau hatinya. Oh Appa Choi.. maafkan anakmu yang tidak bisa membedakan letak organ tubuh manusia.

Tidak.. tidak.. Choi Siwon tidak terkena serangan jantung, tapi ketika Cho Kyuhyun melewatinya, saat itulah aroma vanilla yang lembut itu membuat jantungnya berdebar sampai nyeri. Aroma yang selalu membuat otaknya kosong dan hanya dipenuhi oleh namja Cho itu.

Lagi-lagi dia merutuki mulutnya sendiri yang sudah merusak moment pertemuannya dengan si mata bulat itu. Tapi apa yang bisa dia lakukan, karena jika sudah berhadapan dengannya, Choi Siwon tak lagi dapat mengontrol fungsi otak, hati, jantung, dan mulutnya.

“My dear Lord… ini tidak akan mudah…”

.

.

.

Bagaimana jika bajumu basah karena seorang pemuda bodoh yang selalu cari gara-gara denganmu? Sound like hell, isnt it?

Dan itulah yang baru saja terjadi pada Kyuhyun. Namja manis itu baru saja memulai perangnya untuk hari ini dengan pemuda tampan ( Kyu: kau harus meralatnya author-ssi, dia tidak tampan… Me: tapi dia tampan Kyu… Kyu: Aku bilang tidak… Me: ugh.. ok.. ok.. aku akan menggantinya). Kita ulangi.

Dan itulah yang baru saja terjadi pada Kyuhyun. Namja manis itu baru saja memulai perangnya untuk hari ini dengan pemuda super tampan dengan senyum maut berlesung pipi …(Me: euumm. .sorry Kyu.. aku tidak bisa membohongi diriku sendiri… Kyu: You were tired of living author-ssi… Me: I will die…)  yang tidak pernah bosan mengganggu ketenangan hidupnya itu.

Kadang Kyuhyun sendiri heran dengan apa yang terjadi antara dirinya dan si Choi pabbo itu. Namja itu selalu punya sejuta cara untuk membuat Kyuhyun kesal. Pemuda manis itu menghentakkan kakinya dengan sebal. Melanjutkan langkahnya ketaman samping untuk mencari orang yang ingin ditemuinya tadi. Langkah kakinya berubah menjadi berlari kecil ketika dilihatnya orang yang di inginkannya ada di bangku taman favoritnya, dengan mata terpejam dan earphone yang terpasang di dua telinganya.

“Ge…” sapanya ketika dia menghempaskan tubuhnya yang sedikit gendut (Kyu: kau benar-benar bosan hidup author-ssi… Me: tsk… lalu aku harus menuliskan apa.. kau memang sedikit gendut Kyunnie baby..)

“Geeeee…” panggilnya sekali lagi, tangannya mengguncangkan bahu pemuda yang masih terpejam itu, membuat si pemilik bahu mengernyit sebelum membuka mata sipitnya. Tangannya melepas earphone yang terpasang di telinganya.

Mata hitamnya memandang Kyuhyun dari atas ke bawah sebelum menghela nafas lelah.

“Choi Siwon? Lagi..? Ya Tuhan…”

“Ge, kau menyebalkan…”

“Bisakah kalian tidak saling mengganggu sehari saja dan biarkan aku hidup tenang??”

Hankyung menghela nafas, memijit pelipisnya yang mulai berdenyut. Dia sendiri tak habis pikir dengan apa yang terjadi pada pasangan tom n jerry paling phenomenal di seantero kampus itu dan sialnya, kini dia harus terjebak di antara 2 orang bodoh itu.

“Lepas hoodiemu… pakai ini” Hankyung berkata datar, menyerahkan hoodie abu-abu yang dipakainya pada Kyuhyun, membuat namja manis itu menerimanya dengan mata berbinar senang. Uh.. untuk kali ini Hankyung harus mengakui jika selera Choi Siwon benar-benar hebat, sungguh Cho Kyuhyun sangat menggemaskan.

“Kau tahu Ge?? Aku kadang heran, kenapa kau yang super baik hati bisa bersahabat dengan namja kuda menyebalkan itu”

“Sudah takdir”

Kyuhyun memutar bola matanya. Namja oriental di depannya itu terkadang bisa sangat irit bicara. Tak jarang Kyuhyun sendiri heran dengan pilihannya kenapa di antara semua mahasiswa universitas ini dia justru memilih Hankyung yang notabene adalah sekutu terdekat musuh bebuyutannya untuk menjadi sahabatnya. Entahlah Kyuhyun tak tahu alasannya, hanya saja Hankyung memang selalu baik padanya dan membuatnya nyaman.

“Ge… Ge…”

“Astaga Xiannie, tak bisakah kau membiarkan aku menikmati hidupku 5 menit saja??”

“Hiperbola…”

“Karena perbuatanmu”

“Jangan panggil aku Xiannie, kau membuatku seperti anak perempuan”

“Dan jangan panggil aku Gege, ini Seoul bukan Beijing”

“Tsk… tsk… Hankyung-Ge. Tolonglah untuk kali ini dengarkan aku”

“Kau juga mengatakan itu saat Siwon mengganggumu kemarin”

“Tidak mau ya sudah” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, memasang muka merajuk yang membuat Hankyung menyerah kalah.

“Baiklah, baiklah, setan kecil. Apa maumu??”

“Ge.. aku bukan, set..”

“Kau ya…”

“Hah.. apapun katamu Ge…”

“Good girl…”

“I’m a boy “

“But you’re more beautiful than a girl”

“Kau membuatku merinding Ge”

Hankyung terkekeh pelan, kembali memandang jauh kedepan. “Lalu…”

“Hari ini sahabatmu yang bodoh itu menggangguku lagi Ge. Dia menyiramku dengan jus sayuran di tangannya dengan pura-pura menabrakku”

“Mungkin dia memang tak sengaja Kyu”

“Itu tidak mungkin Ge”

“Kenapa kau tidak coba tanyakan langsung padanya Kyu??”

Kyuhyun menatap tak percaya pada namja oriental itu, mata bulatnya memicing, memberi tatapan ‘apa kau gila??’

Hankyung kembali terkekeh pelan. “Aku tidak gila Kyu…”

“Kau tahu kan, kalau kami tidak bisa berada dalam satu tempat tanpa pertengkaran Ge”

“Kenapa kau tidak mencoba untuk berdamai saja dengannya Xiannie…?”

“Aku membencinya Ge…” Kyuhyun mendesis. Entah kenapa saat mengucapkan itu membuat hatinya nyeri.

“Well… hanya saran Kyu…”

Kyuhyun masih terdiam, pikirannya mulai menelusuri perasaan tak nyaman yang baru saja melandanya. Kenapa?? Kenapa dia merasa sedih ketika mengucapkan jika dia membenci Siwon…?

Entahlah dia sendiri juga tak mengerti apa yang terjadi padanya. Tanpa disadarinya, mereka sebenarnya semakin dekat dengan segala pertengkaran mereka. Tak jarang Kyuhyun sering mencari-cari Siwon hanya agar pemuda itu melihatnya dan mencari gara-gara dengannya.

“Kau tahu Kyu?? Aku dengar Siwon akan bertunangan..” Hati Kyuhyun mencelos. Hei.. kenapa?? Kenapa sesak… Sedikit seringai menghiasi bibir Hankyung ketika menatap ekspresi Kyuhyun.

“Dia…”

“Hemm… Dia akan bertunangan dengan putri salah satu rekan bisnis appa Choi, kalau aku tidak salah”

“Oh…”

“Kenapa kau sedih Kyu?? Kau merasa kehilangan??”

“A-apa?? Apa.. aku.. Itu tidak mungkin Ge”

Lagi-lagi sebuah seringai terlukis di bibir namja oriental itu. Untungnya Kyuhyun terlalu sibuk dengan pikirannya hingga tak menyadarinya. “Kau menyukainya..?”

“Siapa?!”

“Kau tahu maksudku Xiannie”

“Tidak”

“Kau tidak bohong?”

“Tsk… Ge… jangan menggodaku”

“Oh… kau memerah Kyu…”

“Ge… Please…”

“Bagaimana kalau Siwon benar-benar bertunangan Kyu??”

“Aku akan menikah denganmu…”

“Aku menolakmu”

“What!??”

“Yeah.. aku tak ingin menghabiskan seumur hidupku di neraka dengan setan kecil sepertimu”

“You will die Gege”

Kyuhyun memukuli Hankyung yang sedang menertawakannya. Iris coklat karamel itu membulat, masih sibuk memukul bagian mana saja dari tubuh Hyung nya itu yang bisa dicapainya. Mereka berdua tidak sadar jika sepasang iris kelam sedang mengamati tawa mereka dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

.

.

.

“Hyung…”

“Gege…”

Dua panggilan yang terjadi secara bersamaan itu membuat tubuh Hankyung membeku. Godness… ini masih pagi dan dia harus… Ah… Astaga… tak bisakah untuk sehari saja dia menikmati hari tuanya dengan tenang?? (hei..aku belum tua, Sayang… Me: euumm… tentu laukung^^)

Pemuda oriental itu menghentikan langkah kakinya. Menunggu dua makhluk menyebalkan itu menghampirinya.

“Hyung… Ayo kerumahku” Choi Siwon menarik lengan kanannya.

“Ge… hah.. Ge… ayo.. kau sudah janji akan menemaniku ke game shop kan” si mata bulat itu memegang lengan kirinya. Menatapnya dengan nafas terengah.

“Hei gendut. Hankyung Hyung, akan pergi kerumahku”

“Apa kau bilang, kuda bodoh menyebalkan. Hankyung Ge sudah berjanji padaku akan menemaniku ke gameshop dan aku tidak gendut, hanya sedikit berisi” (Me: tsk…itu sama saja Kyunie baby…  Kyu: Tutup mulut author-ssi)

“Tidak bisa” Siwon menariknya ke kanan.

“Kau yang tidak bisa” Kyuhyun menariknya kekiri.

“Kau gendut”

“Kau pabbo”

“Kura-kura”

“Kuda”

“Kau…”

“Apa??”

Plaakk… plakkk…

“Aww/aduhh…”

“Kalau kalian tidak bisa diam aku akan mengubur kalian berdua hidup-hidup dan lanjutkan pertengkaran kalian di alam baka” Siwon dan Kyuhyun membeku, tapi tetap tidak melepaskan part saling melempar tatapan membunuh antara keduanya. Lagi-lagi Hankyung hanya bisa menghela nafas. Ya Tuhan… dia belum ingin mati muda.

“Maaf Siwon-ah.. Aku sudah berjanji pada Kyuhyun untuk menemaninya ke gameshop”

Mata Siwon membulat, sedangkan Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. “T-tapi.. Hyung, kenapa??”

“Ayo Ge, kita pergi…”

Hankyung membiarkan Kyuhyun menarik tangannya untuk segera pergi. Sedikit seringai kembali terlukis di bibirnya saat dia melirik ekspresi wajah Siwon. Biarlah kali ini dia sedikit jahat….

Choi Siwon hanya mampu menatap pemandangan di depannya itu dengan kepala mendidih. Dia, Kyuhyun, Cho Kyuhyunnya, menggandeng dengan begitu akrab orang lain yang berstatus sebagai sahabat Siwon sendiri. Mata kelamnya semakin menyipit saat melihat bagaimana senyum terlukis di bibir Kyuhyun, bagaimana cara mereka tertawa bersama.

Ah… apa memang benar jika dia telah kalah?

.

.

.

Choi Siwon membanting pintu mobilnya. Dia sedang dalam mode tidak ingin diganggu. Mungkin jika dituliskan dalam hatinya atau jantungnya atau bagian manapun itu dalam tubuhnya yang jelas bagian itu sekarang berbunyi boom.. boomm.. kaboom….

Ugrhhh… mungkin jika di umpamakan akan seperti bom atom yang siap meledak, menghancurkan satu negara bagian atau satu benua. Hiperbola? Dia memang selalu berlebihan jika menyangkut orang yang menjadi penyebab mood buruknya hari ini.

Siapa? Cho Kyuhyun tentu saja, siapa lagi? Apa kalian lihat Siwon mendekati orang lain. Siapa? Yoona? Jessica? Victoria? Ah.. itu hanya sebagian dari korban kebosanannya saja. Dia tidak akan memberikan hatinya kepada orang lain, karena Kyuhyun sudah merampas semuanya dan membawanya pergi. See… dia benar-benar menggelikan kan? Tapi apa yang membuat dia sebal? Hah.. jawaban yang sama untuk pertanyaan di atas. Cho Kyuhyun.

Kenapa? Eum.. entahlah. Alasan yang paling sederhana adalah cemburu. Well…memangnya apa lagi selain kata itu yang bisa membuat seseorang tidak berfikir dengan jernih. Pemuda tampan itu masih melangkah, memasang tatapan membekukan di wajahnya. Dengan gaya cool seperti gaya pemuda-pemuda borjuis dalam drama. Hingga batu imajinasi memukul kepalanya dan membuat gaya yang dibuatnya hancur. Tubuhnya dengan tidak elit menabrak (lagi) tubuh lain yang sedikit empuk di tikungan koridor.

Mata bulat, rambut coklat berantakan, bibir merah, dan kulit putih, Cho Kyuhyun. Great… Tertuduh utama dari kekesalan hatinya ada disini.

“Kau…”

“Tsk…. kau suka sekali menabrakku”

Deng.. deng… Alarm perang sudah di tabuh.

“Apa kau bilang? Suka? Percaya diri sekali”

“Tentu saja”

“Menyingkir dari jalanku”

“Tidak mau”

“Kau…”

“Apa?”

Perempatan merah muncul di dahi Siwon. Godness….

“Kemana kau seharian kemarin?”

“Excusme…” Kyuhyun memicingkan matanya, agak aneh dengan perubahan topik yang tiba-tiba terjadi. Siwon. Choi Siwon…bertanya padanya? Dan hei.. nada apa yang digunakannya tadi? Nada untuk nyanyian ballad? Kemana nada membentak yang biasanya?

“Aku tanya kemana kau kemarin?” Siwon berdecak kesal.

“Apa kita sudah sampai pada tahap saling melapor apa yang kita lakukan Choi..seingatku tak ada hubungannya denganmu”

“Aku bertanya karena kau pergi dengan sahabatku?”

Bagus Siwon, alasan apa itu? Kau mempermalukan dirimu sendiri.

“Tak masuk akal. Yeah… dan seperti yang kau katakan, aku bukan pergi dengan kekasihmu kan, jadi dimana masalahnya?”

‘Masalahnya adalah aku tak suka kau dekat dengan orang lain, Kyu’…. Ya Tuhan…ingin sekali Siwon meneriakkan kata-kata itu.

“Tsk… jawab aku Kyu…”

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, membuat pandangan bertanya. Eum.. tunggu… kenapa dia jadi mengikuti alur pembicaraan si Choi ini. Bukankah lebih baik jika dia pergi saja? Tapi tidak, otaknya tidak memerintahkan seperti itu.

“Tak ada kewajiban aku harus menjawab Choi… Dan tak ada yang menyuruhmu memanggilku Kyu?? “

Astagaa.. ingin rasanya Siwon menggali lubang saat itu juga dan mengubur Kyuhyun hidup-hidup. Jika bukan karena dia mencintai namja manis itu mungkin sudah sejak lama tak akan ada lagi nama Cho Kyuhyun disini.

“Kau harus menjawab”

“Kenapa harus?”

“Karena aku bilang begitu”

“Why should I…”

Kyuhyun memutar bola matanya malas. Namja manis itu menatap Siwon sejenak sebelum melangkah melewati pemuda yang masih bertahan di depannya itu.

Deg.. deg… heck… jangan berdebar jantung sialan, dia hanya seorang Choi Siwon. Bukan hal yang perlu untuk ditakuti atau hal penting yang harus membuatmu berdebar.

“Kyu…”

Kyuhyun masih melangkah, kembali memutar bola matanya. Entah kenapa dia punya firasat jika dia tidak pergi sekarang juga, maka akan berakibat buruk untuk kesehatan jantungnya. Dunia Kyuhyun berputar. Gempa bumi? Atau dia pusing? Bukan… karena detik selanjutnya dia sudah terbanting dengan sedikit keras kedinding koridor. Punggungnya sedikit nyeri. Membuatnya mengeluh pelan.

“Jawab aku Kyu…”

Mata Kyuhyun membola. Apa-apaan ini..posisi ini.. damn.. damn….

Yang terjadi adalah… Choi Siwon menarik lengannya dan memerangkap tubuhnya di antara dinding dan tubuh Siwon sendiri.

“Lepaskan aku”

“Jawab aku”

“Tak ada yang perlu di jawab Siwon”

Kyuhyun memalingkan wajahnya, memandang kemanapun asal jangan kedepan. Tak henti-hentinya dia merutuk dalam hati. Ya Tuhan… dia namja, kenapa jadi seperti gadis belasan yang terperangkap dalam dekapan pemuda lain.

“Lepaskan ak… hmmpppttt…”

Kyuhyun terbelalak. Benda hangat dan kenyal itu menyentuh bibirnya, melumatnya dengan sedikit rakus. Detak jantungnya mulai bertingkah. Choi Siwon… menciumnya… dia tidak sedang berhalusinasi kan?

Dan kenapa… perasaan apa ini?? Kenapa kupu-kupu itu berdemonstrasi dalam perutnya? Ughh… dadanya sakit. Kyuhyun tak tahu apa yang dirasakannya, ciuman ini berbeda. Berbeda karena dia sebagai pihak yang di cium disini. Tapi rasa ini? Rasa nyaman ini. Kenapa??

Sungguh, Kyuhyun tak ingin berfikir apapun sekarang. Otaknya kosong. Siwon dan ciumannya sukses menguras semua fungsi otaknya. Dia hanya ingin menuruti apa yang di inginkan tubuhnya. Dan tubuhnya bereaksi sendiri. Perlahan bibir merahnya mulai membalas ciuman itu. Kyuhyun merasa inilah yang memang seharusnya terjadi.

Dia… Siwon.. dan ciuman mereka…

Tapi kenyataan itu menghantamnya dengan cepat. Tidak.. ini salah. Tidak seharusnya dia menerima ciuman ini. Tak ada ikatan apapun dalam hubungan mereka. Sekuat tenaga Kyuhyun mendorong tubuh Siwon yang masih memeluk tubuhnya. Pandangannya menyala penuh benci menatap pemuda yang terlihat terkejut dengan ulahnya sendiri.

“Aku membencimu Choi!!”

Kyuhyun mendesis sebelum berlari menjauh. Lagi-lagi sakit itu terasa, ketika dia mengucapkan kata benci itu. Tidak… dia tidak benci Siwon. Tidak suka? iya… Tapi benci? tidak….

Sedangkan Siwon, namja tampan itu masih memandang punggung Kyuhyun yang menjauh. Sial, sial, apa yang baru saja di lakukannya?? Sungguh dia tak bermaksud… ah.. sudahlah.. salahkan otaknya yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya. Dan tatapan Kyuhyun.. Juga desisan tak suka itu… Membuat hatinya teriris.

Tatapan itu? Apa.. kenapa… Kenapa Kyuhyun menatapnya seperti itu? Apa memang karena dia benar-benar membenci Siwon?

Sial…. sial.. apa lagi yang harus dia lakukan..

Menyesal, apalagi selain itu.

Bukan… Siwon tidak menyesal sudah mencium namja manis itu, tapi Siwon menyesal dengan tatapan Kyuhyun. Apakah dia memang sudah terlambat? Seandainya dia mengutarakannya lebih awal. Seandainya dia mau jujur dengan perasaannya.

Look, sekarang kata seandainya pun sudah tak berarti apapun untuknya….

Apakah tak akan ada lagi ekspresi menggemaskan dari Kyuhyun untuknya saat dia mengganggu namja itu. Ekspresi yang paling disukainya dan selalu membuatnya jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada namja itu. Atau jika ada, ekspresi itu bukan lagi untuknya. Dia telah kehilangan Kyuhyun. Kalimat itu terus berputar di kepalanya.

“Aarrggghhhh…. Apa yang aku lakukan??”

.

.

.

Kyuhyun sudah lelah berlari. Tubuhnya terduduk lemas ditaman. Bahunya bergetar pelan. Hell.. dia tidak ingin menangis, karena menangis membuatnya begitu lemah. Tapi air mata sialan itu tidak bisa di tahannya. Mereka berebut mengalir di pipi bulatnya.

Namja manis itu menenggelamkan kepalanya di antara kedua lututnya. Kyuhyun tak mengerti, sungguh dia benar-benar tak mengerti apa yang dia rasakan. Kenapa rasa sesak itu datang. Kenapa Siwon melakukan itu padanya, apa pemuda itu ingin mempermainkannya lagi. Apa belum cukup selama ini Siwon mempermainkannya…

“Kyu….” tepukan lembut di bahunya membuatnya mendongak. Orang itu sedikit mengernyit melihat penampilan Kyuhyun. Mata bulat yang merah, jejak-jejak air mata di pipinya.

Kyuhyun sudah tidak tahan. Sekuat tenaga dia melemparkan diri kepelukan orang di depannya itu, menumpahkan semua sesak di hatinya. Sesak karena dia sendiri tak tahu apa yang sebenarnya dia rasakan. Kyuhyun tak peduli apapun, dia hanya ingin sesuatu yang membuatnya nyaman. Dan pelukan hangat ini membuatnya nyaman. Usapan-usapan lembut di kepalanya membuatnya merasa di lindungi. Tangan hangat seorang kakak.

“Kau mencintainya?”

“Aku membencinya”

“Kau mencintainya Kyu, sangat mencintainya….”

Kyuhyun terdiam, masih menyandarkan kepalanya di bahu orang itu. “Apa yang harus aku lakukan Ge??”

“Semua jawaban ada di hatimu Kyu, cari jawabannya disana”

Dan Kyuhyun terdiam, semakin menyamankan diri dalam dekapan Hyung kesayangannya itu. Disisi lain, mata kelam itu menatap miris pemandangan didepannya. Buku-buku jarinya mengepal. Hatinya mendidih, perih, dan berontak.

“Brengsekk…..”

.

.

.

“Aku tak percaya kau benar-benar melakukan ini padaku Hyung”

Choi Siwon menatap dingin pemuda oriental di depannya itu. Mata hitamnya berkilat aneh, membuat siapapun yang memandangnya akan berfikir ulang untuk mendekatinya. Tapi seperti nya itu tidak berpengaruh pada namja lain yang langsung mendapatkan tatapan mematikan itu.

Hankyung hanya balas memandang santai dongsaeng tampannya itu. Dua tangannya masih ada dalam saku celananya. Sementara namja yang sedikit lebih tinggi darinya itu seperti sudah siap untuk membunuhnya. Yeah.. andai saja jika tatapan bisa membunuh, mungkin Hankyung sudah terbujur kaku.

“Apa maksudmu Siwon-ah?”

“Kenapa kau mendekati Kyuhyun-KU Hyung?” Siwon mendesis, menekankan kata terakhir yang dia ucapkan.

“Dia bukan milikmu Siwon-ah”

“Kau…”

“Dimana letak kesalahan kata-kata ku, bukankah kau memang belum menjadikannya milikm.”

Siwon mengepalkan tangannya erat-erat, emosinya siap meledak kapan saja. Angin yang berhembus entah kenapa terasa begitu dingin, sementara senja yang semakin turun membuat bayang-bayang mereka semakin memanjang.

“Kau tahu aku menyukainya Hankyung Hyung”

“Aku tahu Siwon-ah, sangat tahu”

“Tinggalkan dia”

“Aku tak akan pernah meninggalkannya Siwon”

Buugghhhhhh……

Hankyung tersungkur, sudut bibirnya berdarah, sahabat sehidup sematinya baru saja memukulnya, untuk pertama kalinya dalam seluruh usianya. Pemuda oriental itu hanya tersenyum tipis, mengusap darah yang menetes di sudut bibirnya dengan punggung tangannya. Choi Siwon menatap nanar kepalan tangannya yang baru saja dia gunakan untuk melukai sahabatnya itu. Menyesal? pasti, dia tak bermaksud untuk melukai nya. Hanya saja, emosi yang ada tak bisa membuatnya berfikir.

“Geee….” teriakan dan langkah kaki yang mendekat tergesa-gesa itu membuat dua orang itu menoleh. Kyuhyun menghampiri mereka dengan wajah pucat pasi. Segera meraih tangan Hyungnya yang masih terduduk di tanah.

“Kau tak apa-apa Ge??”

“Kyu…”

“Kau pikir apa yang kau lakukan Choi Siwon….”

Hankyung menahan lengan Kyuhyun, memberinya senyuman menenangkan. Ya.. ini urusannya dengan Choi Siwon, dan memang hanya dia yang bisa menyelesaikannya.

“Kau hanya melihat sebatas apa yang ingin kau lihat Siwon-ah”

“Hyung… Aku…”

“Cobalah untuk melihat dengan lebih teliti, jika kau tak keberatan, bisa kau tanyakan pada Kyuhyun sendiri apa yang terjadi di antara kami”

“Ge….”

“Tak apa Kyu…” Hankyung menoleh pada Kyuhyun di sampingnya, sebelum melangkah maju untuk menghampiri Siwon yang masih membeku.

“Aku tak bisa meninggalkan Kyuhyun, karena aku tak pernah memilikinya Siwon-ah”

Ucapan namja itu membuat hati Siwon semakin diliputi persaan bersalah. Harusnya dia tidak boleh emosi sampai seperti itu, harusnya dia tidak kalah oleh rasa cemburu di dadanya dan tidak seharusnya dia meragukan persahabatan Hankyung untuknya. Ya Tuhan.. mereka bahkan sudah bersahabat sejak mereka masih pakai popok.

“Untuk kali ini saja Choi Siwon, aku mohon.. jujurlah pada perasaanmu sendiri”

Hankyung menepuk bahu Siwon yang masih membeku. “Dan kau juga Kyu. Selesaikan masalah kalian, cobalah untuk berdamai dengan perasaan yang kalian miliki” Namja oriental itu melangkah menjauhi 2 orang yang masih terdiam di tempatnya itu.

“Hyung/Ge”

Dia tak menjawab ataupun menoleh, tugasnya sudah selesai sekarang, biarkan mereka merampungkannya sendiri. Hankyung menengadahkan kepalanya, menatap hamparan langit senja yang mulai menggelap, mata sipitnya terpejam sejenak dan terbuka bersama dengan hembusan nafas dan senyum tipis di bibirnya.

“Berbahagialah… Aku menyayangi kalian….”

.

.

.

“Jadi?”

“Apa?”

“Apa yang harus kita lakukan saat ini”

“Kau mengucapkan kata kita seolah kau ada hubungannya denganku”

“Kyu, Aku mohon…”

Kyuhyun berdecak kesal. Dia masih menolak menatap namja tampan disampingnya itu.  Ugh.. bagaimana dia bisa menatapnya, jika dia akan merona seketika karena mengingat ciuman kemarin. Sentuhan yang mampu membuat otak Kyuhyun kosong dan membuatnya gila karena sempat membalas ciuman itu.

“Kau yang harus memberikan aku penjelasan Choi”

“A-aku… aku….”

“Kau kenapa??”

“Tsk… baiklah.. baiklah… aku minta maaf”

“Untuk??”

Choi Siwon memutar bola matanya malas. “Ok.. ok… Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan selama ini. Aku… Itu semua aku lakukan karena aku… err…”

“Ya?”

“Oh damn… aku menyukaimu Kyu dan aku tak tahu cara apa lagi yang harus aku lakukan untuk bisa mendekatimu..  Jika Aku tak bisa dekat denganmu sebagai protagonis dalam hidupmu, maka aku memilih menjadi antagonis agar kau selalu bisa mengingatku”

Siwon menatap merana pada Kyuhyun yang masih terdiam memandangnya. Tatapan merana itu spontan berubah saat pandangan matanya jatuh pada bibir merah Kyuhyun yang terbuka. Ingatan tentang ciuman pertama mereka…. yeah… hari yang indah untuk Siwon mungkin.

Masih jelas di ingatan Siwon bagaimana lembutnya bibir cherry itu, bagaimana hangatnya, lembab, dan oh.. andai dia kemarin melumatnya lebih dalam. Damn… sadar Siwon sadarlah, ini bukan saat yang tepat untuk memikirkan hal itu. Tsk.. tsk.. selesaikan masalahnya lalu dia bisa menikmati bibir itu.

Tuhan… hilangkan pikiran kotor itu dari otaknya.

“Mesum”

“Apa?”

“Kau dan pikiran dikepalamu itu”

“Eh….” Siwon menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

Begitupun Kyuhyun yang lebih memilih memandang ke arah lain. Pipinya memanas jika mengingat kejadian kemarin. Dia tahu Siwon pun pasti memikirkan hal yang sama. Ya Tuhan… selamatkan aku.

“Dan kau dengan bodohnya mengira jika Hankyung Ge akan merebutku darimu…”

“Aku memang bodoh”

“Syukurlah jika kau sadar”

“Lalu…”

“Apa?”

“Kau. aku.. kita…”

“Dari sekian banyak cara yang ada, kau memilih untuk menjahiliku agar kau bisa dekat denganku, oh itu manis sekali Choi…” namja manis itu mendesis sarkas.

“Kyu…”

“Kau tahu? Dalam hidupku kekasih mungkin hanya akan sebagai pelengkap Siwon, tidak sama seperti peran utama sahabat sebagai protagonis, ataupun musuh sebagai antagonis. Tapi kadang seorang kekasih juga bisa menjadi peran antagonis dan berubah menjadi peran utama dalam kehidupanku, tergantung dari sisi mana kita melihatnya”

“Jadi kau… Mau… eumm.. jadi kekasihku?” Choi Siwon memandang tepat kedalam mata bulat Kyuhyun.

“Menurutmu?”

Kyuhyun menyerah sekarang. Ya.. tak ada gunanya dia terus membohongi dirinya sendiri, menahan semua perasaan yang dia miliki hanya akan menyakiti hatinya. Yang dia tahu hanyalah dia ingin bersama Siwon. Ya…jalan itulah yang benar. Namja manis itu hanya tersenyum simpul. Entah siapa yang memulai, ketika dua wajah itu saling mendekat, hingga masing-masing bisa merasakan nafas hangat di wajahnya. Siwon memiringkan kepalanya, menutup mata hitamnya, bersiap mencicipi bibir merah yang menggoda di hadapannya itu. 2 centi lagi dan…

Buugghhh….

“Aww… Itu sakit Kyu.. kenapa memukulku” Siwon memegang pipinya yang memerah. Ugh… ini sakit, yeah.. seimut dan secantik apapun, tetap saja Kyuhyun laki-laki.

“Minta maaf pada Hankyung-ge, baru kau boleh menciumku”

“Mwo…”

“Tsk….”

“Hei.. Baby, tunggu, wait…”

Kyuhyun berbalik meninggalkan pemuda itu, sedikit menyeringai ketika mendengar suara Siwon yang menggerutu di belakangnya. Detik selanjutnya tubuhnya agak miring kekiri ketika lengan Siwon mengalung di bahunya. Choi Siwon tertawa, membuat namja manis di pelukannya itu ikut tertawa, tawa merdu yang terdengar bagai denting lonceng untuknya.

Mungkin setelah ini mereka akan berhutang maaf dan penjelasan pada sahabat mereka. Dan mungkin juga jalan yang mereka lalui tak akan mudah. Tapi baik Kyuhyun ataupun Siwon yakin, selama mereka bersama, semua akan baik-baik saja.

—–finish—–

#sidestory

“Kau menyesal sudah menyatukan mereka?”

“Tidak…”

Pemuda itu masih menatap jauh kedepan ke arah 2 orang yang masih sibuk berkutat di depan sana.

“Kau tidak bohong?”

“Menurutmu…”

Gadis itu masih memandang penuh minat pada pemuda disampingnya.

“Apa ada yang menarik di wajahku…”

“Sedikit…”

“Andai kau tahu betapa merepotkannya mereka berdua, oh ingatkan aku untuk meminta banyak imbalan saat mereka sudah bersama”

Gadis disampingnya kembali terkekeh pelan.

“Akan aku ingatkan Ge dan ganti rugi atas luka di wajahmu itu juga?”

“Untuk ini tidak usah…”

“Eh…”

“Karena luka ini aku jadi menyadari sesuatu”

“Apa?”

“Kau tak perlu tahu…” -Hankyung tersenyum tipis, ada sorot aneh di mata sipitnya- “Yah.. mungkin menyadari jika Cho Kyuhyun bukan typeku…” Mereka tertawa bersama.

“Lalu… kau sendiri apa kau tidak ingin mencari kekasih?”

Hankyung menatap gadis disampingnya itu dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Senyum tipis terulas dibibirnya.

“Katakan padaku… jika bukan seperti Cho Kyuhyun, lalu seperti apa typemu?”

2 mata berbeda itu bertemu.

“Eumm.. sepertinya aku harus pergi, mereka pasti mencariku….” Hankyung menunjuk kebelakang pada Siwon dan Kyuhyun yang melangkah ke arahnya.

“Ohh… Baiklah Ge…”

Hankyung melangkah menjauh, meninggalkan gadis yang di ajaknya bicara tadi.

“Apa kau mengenal dirimu sendiri Rae-ah?”

Langkah kakinya terhenti, masih memunggungi lawan bicaranya.

“Tentu Ge….”

“Jadi kau pasti tau seperti apa typeku… Sampai nanti…”

Hankyung kembali melangkah, tapi kali ini dengan seringai penuh kemenangan di bibir tipisnya.

—-Bukankah cinta itu sederhana…

Hanya perlu satu hati yang siap menampung luka dan senyum bersama-sama, luka untuk cinta yang tak akan pernah terungkap dan senyum untuk binar bahagia di mata yang tersayang…..  Dan 2 hati lain yang siap untuk jujur pada apa yang mereka rasa…… Jadi berbahagialah…..——

—-HLY—-

—–beneran end—–

Hahahaha….*ketawa setan*

Maaf kalau endingnya gaje… *pundung di pojokan*

Apa ini? Hanya sebuah hadiah kecil dari saya untuk rumah ke-3 yang saya cintai..terimakasih sudah mau menampung saya disini… MinSsi…Neng Vira…Ryu-ssi… Dek meonk… Suha semuanya… Saya ngefans sama kalian….^^

Hadiah juga buat Koko saya… Selamat buat rilis film barunya… Even Since We Love 150417^^

Buat Siwonnie…dont be galau..we are still love you… :* baby kiyu… Jaga siwonnie ya… 😀

Yyeaayyy..akhirnya saya bisa membuat 5000kata….*tak ada yg nanya*

Buat DEDEK AUTUMN sayang…. Ini hasil akhirnya… Bagaimana? Big Thankkyu sudah mau saya repotkan dengan pertanyaan gaje saya….Wo ai ni…*deepbow*

Neng… saya pakai ide mu untuk memasukkan OC disini.. Dan…eumm..you know what I mean neng sayang… Saranghae…^^

Ibu Kost nya Magui a.k.a Ucii… Thanks untuk wallpaper yang akhirnya jadi poster FF… Its amazing… :*

Semua yang sudah membaca… TERIMAKASIH BANYAAAKKKKKKKKK *special pake cepslok* tanpa kalian aku mah apa atuh…?

Jadi…saya akan duduk manis menunggu ripiu dari kalian semua….ripiu ne mai lopely readers…. *deepbow*

Dan Keluargaku Magui.com, annes, santy, nana, yuan, shafna, jojo, ang, rina, indah, semuanya….semoga kalian suka gaes… *bighug deepkiss*

—ellen—

Advertisements

Author:

I Love Hangeng ❤❤❤❤❤

59 thoughts on “Undisclosed Desire

  1. 😁😁😁😁😁😁😀😀😀😀😀😀😀😀 Astaga daddy and nommy,,, kkkk,,, seru banget ceritanys ,, jadi ingat cinta monyet q waktu smp, , ha ha

  2. Ff nya keren abiizzz..
    Berantem trus tp akhirnya mereka mau mengakui perasaan mereka sendiri..
    soo sweetttt ..

  3. Emang ya Cinta am bnci toh berdektan… mrk to kyk abg “yg baru kenl cinta hihi.. to kisah sprti itu sngt manis… awl x brantem akhir x so sweet..!! Di tnggu ff lain x ya thor smngt.. 😁

  4. Yaaak kalian kenapa berantem mulu,,
    gak kasian apa sama gege dgn tingkah ajaib kalian, untung gege sabar menghadapi pasangan tom & jery..
    padahal mah suka sama suka tapi ngungkapin nya susah bgt..
    Rae ah itu siapa yaa..?? misterius bgt nih si gege..

    cerita nya bagus ka ellen saya suka 🙂

    1. WonKyu mah gitu orangnya…suka aja susah ngungkapinnya….hehehehe

      Rae-ah? Siapa hayo? Gege misterius….gege mah gtu orangnya..hahahahaha….

      Terimakasih sudah membaca ^^

  5. aku g’ punya aqua umma.. punyanya susu.. *plkkkkk kkkkkkk 😀😀😀😀😀

    mana… mana… pasangan koko appa…*tengok kanan kiri

  6. Gemes bgt liat wonkyu bertengkar terus
    Padahal mah mereka saling cinta tapi susah bgt buat ngungkapin perasaannya
    Tp untungnya wonkyu bersatu
    Usaha hangeng buat menyatukan mereka nggak sia2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s