Posted in Uncategorized

Two People

Two People

By: Siwonniesm

WONKYU

“Meeting you is a fate that I would never regret.”

“Aku ingin kita putus.”

Siwon mengangkat sebelah alisnya sambil menatap wanita yang duduk disebelahnya. Wanita itu menatap lurus kearah taman yang ada dihadapan mereak. Tidak ada ekspresi apapun yang terpancar dari wajah cantik itu. Siwon berdehem pelan sambil mengalihkan pandangannya ke pemandangan di depannya.

“Aku bukan yang terbaik untukmu, Siwon. Maafkan aku.” Wanita itu akhirnya menatap Siwon sambil tersenyum menyesal kearah Siwon yang hanya membalas tatapannya tanpa mengatakan apapun.

Siwon hanya diam saat wanita itu mengecup pipinya dan berlalu meninggalkan Siwon. Namun Siwon mencekal pergelangan tangan wanita itu sebelum dia melewati Siwon. Siwon mengangkat kepalanya dan memberikan tatapan memohon terbaiknya.

“Tidak bisakah kau mengubah keputusanmu, Fanny? Aku akan berubah. Aku mohon.” Siwon mengeratkan genggamannya di pergelangan wanita yang ternyata bernama Tiffany itu.

“Siwon, tidak ada yang perlu diubah dari dirimu. Hanya saja, aku yang tidak cukup baik untukmu. Maafkan aku, Siwon.” Tiffany menarik tangannya sebelum menyentuh wajah Siwon.

Siwon menyandarkan pipinya pada sentuhan lembut Tiffany, namun sentuhan itu langsung menghilang saat Tiffany melangkah menjauhinya dan tidak menoleh lagi kearahnya sedikitpun. Siwon menghempaskan punggungnya disandaran bangku dan memejamkan matanya. Tidak cukup baik untuknya? Klise! Alasan itu semakin membuat Siwon tidak bisa menerima keputusan Tiffany. Siwon mengepalkan tangannya sebelum membuka matanya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Siwon baru saja dicampakkan oleh seorang wanita.

Siwon menengadahkan wajahnya menatap langit sambil menghela nafas untuk kesekian kalinya. Siwon mengedarkan pandangannya sambil menggigit bagian dalam pipinya sampai akhirnya mata Siwon bertemu pandang dengan seorang pria yang juga tengah menatapnya. Pria itu duduk dibangku yang berada tidak jauh dari tempatnya duduk sekarang. Tidak ada yang memutus pandangan itu selama beberapa detik. Seolah tersadar Siwon mengalihkan pandangannya lalu Siwon berdiri dengan cepat dan meninggalkan tempat itu setelah melepaskan jaket yang dia kenakan. Namun pikiran Siwon terus dipenuhi pria yang ada ditaman itu, bertanya pada dirinya sendiri tentang apa yang sebenarnya terjadi pada pria asing itu.

“Kita putus.”

Kyuhyun menatap tidak percaya kearah wanita yang ada dihadapannya itu. Bayangan tentang kencan menyenangkan seketika itu juga hancur dan menghilang dari pikirannya setelah mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut kekasihnya itu… Atau mantan kekasih lebih tepatnya? Wanita itu bergerak tidak nyaman sebelum menyandarkan punggungnya di sandaran bangku.

“Aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kita, Kyu. Maafkan aku, mungkin ini adalah keputusan terbaik untuk kitra berdua.” Wanita itu tersenyum kearah Kyuhyun yang menatapnya tanpa mengucapkan satu patah katapun.

Kyuhyun mendesah sebelum menggigit bibir bawahnya. Kyuhyun tidak percaya kekasihnya ini serius ingin memutuskan hubungan mereka. Kyuhyun tidak merasa melakukan kesalahan padanya. Lalu apa masalahnya?

“Kyu, katakan sesuatu. Aku akan semakin merasa bersalah jika kau tidak mengatakan apapun.”

“Apa yang ingin kau dengar dariku, Vic?”Tanya Kyuhyun dengan suara datar.

“Kyu, maafkan aku. Tapi hubungan kita memang benar-benar tidak akan berhasil. Kita terlalu berbeda, Kyu. Maafkan aku. Aku tidak pernah bermaksud untuk menyakitimu.” Victoria berdiri setelah menoleh kearah Kyuhyun yang tidak juga menatap kearahnya.

“Cih! Tentu saja. Bukankah inilah yang selalu kau lakukan jika kau bosan pada seseorang? Kau mencampakkan mereka, Vic.”

Victoria menatap tajam kearah Kyuhyun, tanpa menjawab ucapan Kyuhyu, wanita itu meninggalkan Kyuhyun dengan langkah yang penuh kekesalan. Sedangkan Kyuhyun sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menyaksikan kepergian wanit itu. Kyuhyun menarik nafasya sebelum menghembuskannya pelan. Kyuhyun melakukan itu beberapa kali. Selalu begini, tidak ada hubungan yang berhasil berlangsung lama. Dan pada akhirnya Kyuhyunlah yang selalu dicampakkan. Kyuhyun mengedarkan pandangan ke taman yang ada disekitarnya. Taman itu terlihat cukup sepi, sesepi hati Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, sampai pandangan matanya tertumbuk pada seorang pria yang duduk tidak jauh dari tempatnya saat ini. Pria itu membalas tatapannya dan mata mereka bertemu selama beberapa detik. Dan waktu Kyuhyun seolah berhenti selama beberapa detik pandangan mereka bertemu. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari orbs hitam itu dengan cepat, namun ketika Kyuhyun menoleh kearah pria itu, Kyuhyun hanya menemukan punggung pria itu berjalan menjauh lalu menghilang dari pandangannya. Pikiran Kyuhyun tidak bisa berhenti memikirkan saat mereka saling bertatapan tadi. Pikiran Kyuhyun seolah bekerja keras ingin mengetahui apa yang terjadi pada pria itu. Karena Kyuhyun seolah dapat merasakan apa yang pia itu rasakan dengan begitu jelas melalu tatapan matanya.

First encounter completed!

Six months later

Kyuhyun mengerutkan keningnya kearah Jonghyun yang belum juga menatap kearahnya. Jonghyun? Dia pacar Kyuhyun yang baru setelah kepergian Victoria. Dan hubungan mereka berjalan lancar selama empat bulan terakhir ini, sampai pada beberapa hari terakhir ini Jonghyun berubah dan Kyuhyun bisa merasakan ada seuatu yang aneh dan sedang dirahasiakan oleh Jonghyun darinya. Sekarang Kyuhyun duduk bersebelahan dengan Jonghyun disalah satu bangku semen yang menghadap kearah Sungai Han dengan angin yang berhembus cukup kencang. Kekhawatiran Kyuhyun semakin menjadi saat ini karena Jonghyun belum juga menatap lurus kearahnya dan mengeluarkan satu kata pun. Kyuhyun sedikit banyak sudah mengetahui apa yang akan dia dengar dari mulut Jonghyun.

“Aku tidak bisa meneruskan hubungan kita ini, Kyu.” Jonghyun akhirnya memandang Kyuhyun yang hanya memasang wajah datarnya kearah Jonghyun.

Kyuhyun mendengus pelan lalu tertawa hambar. Kali kedua seseorang mencampakkannya dalam enam bulan terakhir. How pathetic! Kyuhyun menghembuskan nafasnya sambil menggosokkan kedua tangannya di paha, pria manis menatap Jonghyun dengan sebuah senyuman terpaksa dibibirnya.

“Aku ingin kita putus! Bagian mana dari ucapanku yang tidak kau mengerti?” Kyuhyun baru saja akan mengatakan sesuatu kepada Jonghyun saat suara itu mengalihkan perhatian Kyuhyun dari Jonghyun.

Kyuhyun tidak sendirian, ada orang lain yang juga baru saja dicampakka seperti dirinya. Kyuhyun tersenyum pahit lalu menatap kearah Jonghyun yang masih menunggunya untuk mengatakan sesuatu. Kyuhyun seharusnya mencampakkan pria ini lebih dulu setelah dia beberapa hari ini bersikap begitu aneh. Tapi lagi, Kyuhyunlah yang harus dicampakkan seperti enam bulan yang lalu.

“Aku merasa kita tidak pernah memiliki masalah selama empat bulan kita berhubungan.” Ujar Kyuhyun sambil meraih tangan Jonghyun, Kyuhyun masih bisa belum meerima keputusan Jonghyun. Kyuhyun tidak ingin hubungan yang baru saj dia mulai ini kandas hanya karena masalah sepele.

“Maafkan aku, Kyu. Aku… Aku jatuh cinta lagi. Orang tuaku mempertemukanku dengannya minggu lalu.” Jonghyun melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun.

Kyuhyun dapat merasakan matanya memanas, Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali membuat air matanya lolos melalui kedua pipinya. Kyuhyun hanya bisa menatap ke arah Jonghyun dengan nafas mulai tersengal. Jadi ini yang menjadi alasan kenapa Jonghyun bersikap aneh dan memutuskan hubungan mereka. Pria brengsek dihadapannya ini tanpa perasaan bersalah sedikit pun mengatakan bahwa dia jatuh cinta lagi? Cih! This bastard! Kyuhyun menghapus air matanya dengan cepat lalu menatap tajam ke arah Jonghyun yang hanya bisa diam tanpa melakukan apapun saat melihat Kyuhyun menangis.

“Pergilah! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!” Bisik Kyuhyun dengan nada suara yang begitu dingin tanpa menoleh sedikit pun kearah Jonghyun.

“Kyu, maafkan aku. Aku ben—“

“Pergi!” Kyuhyun setengah berteriak dengan wajah memerah kearah Jonghyun, jika pria brengsek dihadapannya ini belum juga pergi maka Kyuhyun akan kehilangan kewarasannya dan membunuh Jonghyun saat ini juga.

Jonghyun terkesiap mendengar Kyuhyun berteriak, Kyuhyun tidak pernah melakukan ini padanya sebelumnya. But God! He is more than deserve that shout, Kyuhyun should have slap him hard. Jonghyun menatap kearah Kyuhyun dengan tatapan penuh maaf dan penyesalan lalu pria itu berdiri dan meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya hingga memutih, Kyuhyun menahan dirinya sekuat tenaga untuk tidak mengejar Jonghyun dan memohon pada pria itu untuk tetap tinggal. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, Kyuhyun tidak bisa lagi menahan isakan yang sejak tadi ditahannya setengah mati. Kyuhyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan mulai terisak. Kyuhyun tidak peduli jika orang-orang memandang aneh kearahnya. Apa yang bisa dia lakukan selain menangis? Kyuhyun patah hati. Patah hati untuk kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Tidak ada hal lain yang lebih ironis dari yang dialaminya sekarang.

Isakan Kyuhyun mulai reda saat Kyuhyun merasa ada seseorang duduk disebelahnya. Kyuhyun menghapus air matanya saat dia melihat seseorang mengulurkan sapu tangan kearahnya. Kyuhyun menoleh dan menemukan pria.. pria yang dia lihat empat bulan yang lalu. Dan pria itulah yang menulurkan sapu tangan itu padanya.

“Pakailah. Jangan katakan kau juga baru saja dicampakkan seperti yang aku alami beberapa menit yang lalu.”

“Kau pasti bercanda, kan? Dan itu sama sekali tidak lucu, Kim Jaejoong.” Siwon menatap kearah Jaejoong yang menatap kearah permukaan Sungai Han.

Jaejoong menggelengkan kepalanya lalu menatap kearah Siwon yang masih terlihat jelas bahwa pria itu belum mempercayai apa yang dikatakan oleh Jaejoong padanya.

“Aku ingin kita putus! Bagian mana dari ucapanku yang tidak kau mengerti?”

“Tapi apa masalahnya?” Siwon mencengkram lengan Jaejoong membuatnya meringis pelan.

“Kau. Kau yang memiliki masalah. Aku tidak tahan dengan rasa posesifmu yang terlalu berlebihan. Dan demi Tuhan, kita berdua adalah pria yang sudah dewasa dan bisa mengurus diri sendiri. Aku tidak harus melapor tentang semua hal yang akan aku lakukan padamu. Dan aku muak dengan semua itu.” Jaejoong berteriak kearah Siwon, membuat Siwon melepaskan cengkramannya dan mundur beberapa langkah.

Siwon memukul besi pembatas dengan kepalan tangannya. Disaat Siwon mulai nyaman dengan hubungannya dengan Jejoon yang sudah berjalan selama hampir lima bulan ini, kenapa Jaejoong harus melakukan ini padanya? Disaat dia mulai mencintai Jaejoong dengan sepenuh hatinya. Kenapa Jaejoong mencampakkannya disaat Siwon sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Jaejoong dalam hidupnya?

“Jae, aku bisa belajar mengubah semua kebiasaan burukku untukmu. Kumohon, Jae.” Siwon mendekati Jaejoong dan menggenggam tangan Jaejoong sebelum mengecup punggung tangannya.

Jaejoong menghela nafasnya pelan. Jaejoong tahu Siwon pasti melakukan ini tapi Jaejoong tidak boleh lemah dan luluh. Keputusan Jaejoon benar-benar sudah tidak bisa diubah.

“Siwon, maafkan aku. Jika kau bisa berubah pun, keputusanku tidak akan berubah. Hubungan ini.. tidak akan berhasil. Maafkan aku.” Jaejoong menarik tangannya dari genggaman Siwon.

“Pergi!” Saat mendengar teriakan itu Siwon menoleh dan seketika itu juga pria itu lupa jika dia baru saja dicampakkan oleh seseorang. Siwon masih mengingat wajah itu dengan jelas disetiap sudut dan permukaan otaknya. Wajah pria asing yang dia temui enam bulan yang lalu. Pria itu menangis, apa yang terjadi padanya?

“Siwon?” Suara Jaejoong membawa Siwon kembali pada realita, dia baru saja dicampakkan dan dia patah hati.

Siwon menatap Jaejoong sebelum tersenyum hambar dan menarik Jaejoong kedalam pelukannya lalu berbisik, “Pergilah! Semoga kau menemukan seseorang yang jauh lebih baik dari pada aku.”

“Siwon…” Mata Jaejoong terasa begitu panas saat dia menemukan tatapan Siwon yangt begitu tulus padanya.

“Pergilah.” Ujar Siwon sambil tersenyum tulu kearah Jaejoong yang mulai menangis dalam diam.

Jaejoong mengangguk sebelum memeluk Siwon. Jaejoong mengecup pelan pipi Siwon sebelum berbalik dan meninggalkan Siwon yang hanya menatap punggung Jaejoong yang perlahan menghilang dari pandangannya dengan perasaan kecewa dan tidak rela. Siwon memasukkan tangannya kedalam kantong mantel yang dia kenakan dengan helaan nafas berat lolos dari bibirnya. Siwon mengeluarkan sapu tangan dari salah satu kantongnya dan berjalan menghampiri pria asing yang tadi dilihatnya, bahu pria itu sedikit berguncang. Tanpa bertanya pun, Siwon tahu pria itu menangis. Siwon duduk disebelahnya tanpa suara dan mengulurkan sapu tangan miliknya saat pria asing itu menatapnya sebentar sebelum dengan penuh keraguan dia meraih sapu tangan yang diulurkan Siwon.

“Pakailah. Jangan katakan kau juga baru saja dicampakkan seperti yang aku alami beberapa menit yang lalu.”

Tanpa menunggu jawaban dari pria itu Siwon berdiri dan berjalan meninggalkan pria itu tanpa mengatakan apapun, Siwon dapat mendengar gumaman pelan setelah beberapa langkah dia meninggalkan pria itu dengan sapu tangan miliknya.

“Terima kasih.”

Second encounter accomplished!

Four months later…

Kyuhyun mencuri pandang kearah jam tangannya. Sudah lima belas menit berlalu dari waktu yang dijanjikan, Shim Changmin terlambat. Lagi. Kyuhyun menatap gusar kearah pintu masuk kafe, apa yang sebenarnya ingin Changmin bicarakan dengannya? Kyuhyun bahkan meninggalkan beberapa pekerjaannya dikantor. Kyuhyun berdecak kesal saat Kyuhyun mendengar suara bel kafe berbunyi, Kyuhyun langsung menoleh berharap yang baru saja datang adalah kekasihnya itu. Kyuhyun mengembungkan wajahnya tapi Kyuhyun kembali menoleh kearah pria yang baru saja datang. Pria itu! Lagi. Jantung Kyuhyun berdegup kencang. Sapu tangan milik pria itu masih tersimpan rapi disalah satu sudut aman di lemari pakaian Kyuhyun. Apa yang dilakukannya disini? Kyuhyun mengalihkan pandangannya dengan cepat saat pria itu menoleh kearahnya sebelum duduk tempat dibangku yang ada disebelahnya.

“Kenapa kau terlambat?” Kyuhyun mendengar suara pria manis yang duduk dihadapan pria tampan itu. Tunggu dulu! Apa Kyuhyun baru saja berpikir jika pria itu tampan?

Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan. Dan tersentak kaget saat melihat Changmin yang baru saja datang duduk dihadapanya dengan wajah yang sama sekali tidak enak untuk dilihat. Kyuhyun tahu ada yang tidak beres dengan oria dihadapannya ini, pria yang sudah menjadi kekasihnya selama tiga bulan terakhir ini.

“Maafkan aku terlambat. Ada beberapa urusan yang benar-benar tidak bisa aku tinggalkan.” Ujar Changmin, sementara Kyuhyun hanya menjawab ucapannya dengan anggukan.

Saat mereka mulai memakan pesanan mereka, Changmin hanya diam. Bahkan pria itu sama sekali tidak menatap kearah Kyuhyun saat menghabiskan makanan yang ada dihadapannya. Kyuhyun mendesah pelan dan Kyuhyun tidak dapat menahan lehernya yang bergerak mencuri pandang kearah meja yang ada disebelahnya. Kyuhyun melakukan itu beberapa kali, bahkan sesaat membuat Kyuhyun melupakan kehadiran Changmin. Ada apa dengannya? Kyuhyun bahakan tidak mengenal pria itu.

Kyuhyun melirik pria itu dengan ekor matanya tapi Kyuhyun langsung menunduk dan memasukkan makanan kedalam mulutnya saat pria itu memergokinya. Dari tatapan matanya, Kyuhyun yakin pria itu mengenalinya. Memalukan! Kyuhyun mencuri pandang kearah pria lain saat dia sedang makan siang bersama kekasihnya sendiri. Benar-benar memalukan! Kyuhyun meringis pelan sambil menepuk-nepuk pelipisnya pelan.

“Kyu…” Panggil Changmin.

Huh? Eumh..” Kyuhyun bergumam pelan.

“Aku dipindahtugaskan ke Jepang. Minggu depan aku akan pergi kesana.”

“Lalu?” Kyuhyun meletakkan gelas minumannya dan megalihkan perhatian sepenuhnya kepada Changmin.

“Aku ingin kita putus/Aku ingin kita putus.”

Kyuhyun memringkan kepalanya dan menatap kearah pria asing yang memberinya sapu tangan itu juga menatap kearahnya. Tidak ada yang salah dengan indera pendengarannya. Kyuhyun mendengar dua suara mengatakan kalimat yang sama persis diwaktu yang bersamaan. Bibir Kyuhyun berdenyut, dan perutnya terasa begitu tergelitik. Kyuhyun benar-benar ingin menahan dirinya tapi tidak bisa. Kyuhyun tertawa lepas dan Kyuhyun dapat melihat pria asing itu juga tertawa terbahak-bahak seperti dirinya. Sementara Changmin menaikkan sebelah alisnya, menatap heran kearah Kyuhyun yang sedang memegangi perutnya. Lalu Changmin mengalihkan pandangannya kearah pria yang duduk disebelahnya juga sedang tertawa terbahak-bahak sedangkan pria bertubuh mungil dihadapan pria itu memiliki ekspresi wajah yang tidak jauh berbeda dari miliknya.

Kyuhyun memegangi perutnya dengan sisa tawanya. Takdir terkadang bisa menjadi lebih lucu dari lawakan manapun. Dan Kyuhyun mengalaminya hari ini, dengan pria asing yang meminjaminya sapu tangan. Bahkan Kyuhyun tidak merasakan apa-apa lagi mengenai kenyataan bahwa dirinya baru saja dicampakkan (lagi) untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Kyuhyun mengalaminya lagi dan memiliki nasib yang sama lagi. Dengan orang yang sama yang dia temui atau lihat dari jauh sepuluh bulan yang lalu. Kyuhyun tersenyum kearah pria asing yang kini sudah berhenti tertawa dan membalas senyumnya sebelum mengalihkan perhatiannya pada pria mungil dihadapannya.

Kyuhyun berdehem pelan sebelum menatap kearah Changmin yang masih memandangnya dengan bingung. Reaksi Kyuhyun benar-benar keluar dari semua daftar dugaan yang Changmin miliki. Apakah Kyuhyun menganggap hal yang dikatakannya lucu? Bukankah Kyuhyun seharusnya menatapnya dengan ekspresi sedih dan meminta Changmin untuk tidak pergi? Tapi Sial! Lihat yang terjadi sekarang, Kyuhyun tertawa terbahak-bahak seolah hal yang baru saja dikatakannya adalah lelucon paling lucu didunia ini.

“Semoga kau berhasil di Jepang, Chwang. Selamat tinggal.”

Setelah mengatakan itu Kyuhyun keluar dari kafe itu meninggalkan Changmin yang tercengang tanpa bisa menghentikan Kyuhyun. Bukankah seharusnya Changmin yang mengucapkan selamat tinggal?

Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya kearah pria asing yang baru saja berdiri dan mengikuti langkahnya keluar dari kafe itu. Dua orang itu keluar dengan senyum puas di wajah mereka.

Siwon memasuki kafe tempat dia dan Ryeowook, kekasih barunya, berjanji untuk makan siang bersama. Nafas Siwon tertahan saat pandangan tertuju pada pria manis yang masih begitu segara diingatannya. Pria itu juga memandang kearahnya, Siwon dapat melihat ada rasa kaget dalam tatapannya. Siwon yakin pria itu mengenalinya. Siwon menyeringai lalu berjalan dan menemukan Ryeowook duduk di meja yang berada tepat disebelah meja pria asing yang manis itu. Ya, Siwon mengakui bahwa pria asing itu sangat manis, bahkan jauh lebih manis dari Ryeowook. Ralat! Ryeowoonk, kekasihnya jauh lebih manis dari pria asing dia tahu tapi tidak dia kenali itu.

Siwon duduk di hadapan Ryeowook setelah mengecup pelan pipi pria mungil itu.

“Kenapa kau terlambat?” Ryeowook memasang wajah kesalnya kearah Siwon.

Siwon menggenggam tangan Ryeowook sebelum mengatakan, “Maafkan aku, sayang.”

Siwon mencuri pandang kearah pria asing disampingnya itu, pria itu kini sudah ditemani oleh seseorang yang baru saja duduk dihadapannya. Siwon dapat merasakan pria itu beberapa kali memandang kearahnya. Dan benar saja, Siwon memergoki pria itu sedang menatap kearahnya dengan ujung matanya. Siwon meraih gelasnya dan menghabiskan minumannya dengan tatapan yang tidak terlepas dari wajah pria asing itu. Bahkan untuk beberapa detik, Siwon melupakan Ryeowoon yang sedang makan dalam diam dihadapannya.

Takdir apa yang sebenarnya Tuhan rencanakan untuk dia dan pria itu? Siwon bahkan bertemu dengan pria itu selama tiga kali dalam waktu sepuluh bulan. Dan Siwon mengingat dengan jelas setiap pertemuan mereka hingga saat ini. Mereka selalu bertemu dengan nasib sama dan perasaan yang tidak berbeda jauh. Mereka bertemu ketika mereka dicampakkan oleh kekasih masing-masing disaat yang bersamaan. That was so ironic yet funny. Siwon terkekeh pelan jika mengingat itu.

“Siwon…”

“Ya, sayang?” Siwon berdehem pelan dan menatap Ryeowook dengan penuh perhatian.

“Aku ingin kita putus/Aku ingin kita putus.”

Tunggu! Siwon baru saja mendengar dua suara yang berbeda mengatakan kalimat yang persis sama. Perlahan, Siwon menoleh kearah pria asing itu yang kini menatap kearahnya dengan senyum tertahan. Siwon juga tidak dapat menahan perasaan geli yang kini menjalar keseluruh tubuhnya. Seharusnya Siwon sedih dan tidak terima bukan? Tapi kenapa Siwon merasa kalimat yang baru saja Ryeowook katakan sangat lucu? Ada apa dengannya? Siwon menutup mulutnya dan mulai tertawa terbahak-bahak bersama pria asing itu. Siwon dapat melihat Ryeowook menatapnya dengan tatapan aneh dan bingung. Tapi Siwon benar-benar tidak bisa lagi menahan tawanya.

Takdir yang diantara dia dan pria manis yang belum dia kenali itu sangat aneh dan lucu. Mereka putus sebanyak tiga kali di tempat yang sama dan di waktu yang bersamaan. Siwon memegangin perutnya yang mulai terasa sakit karena tawanya yang belum juga reda. Siwon memegangi rahangnya yang terasa pegal sebelum mengalihkan pandangannya kearah Ryeowook yang bingung dengan reaksi yang diberikan Siwon. Reaksi yang sangat diluar dugaan. Ryeowook baru saja akan mengatakan sesuatu saat Siwon mengangkat tangannya dan berdehem.

“Semoga kau bahagia, Ryeong. Selamat tinggal.” Siwon mengecup punggung tangan Reyeowook sebelum berdiri dan meihat pria asing yang manis itu mengedipkan sebelah matanya kearah Siwon.

Siwon membalasnya dengan sebuah senyuman dan mengikuti langkah pria itu, keluar dari kafe meninggalkan mantan pacar mereka yang menatap punggung mereka dengan perasaan bingung dan berbagai spekulasi di dalam pikiran mereka. Siwon tidak peduli tentang apa yang Ryeowook pikirkan, Siwon hanya ingin mengeal pria asing yang manis itu lebih jauh.

Third encounter cleared!

“Choi Siwon.” Siwon mengulurkan tangannya kearah pria itu ketika mereka sudah berada cukup jauh dari kafe.

Kyuhyun melirik kearah uluran tangan Siwon sebelum menyambutnya dan tersenyum kearah pria asing tampan yang ternyata bernama Choi Siwon itu.

“Kyuhyun. Cho Kyuhyun.”

Siwon tersenyum kearah pria asing manis yang ternyata bernama Cho Kyuhyun. Nama yang sangat cocok untuk wajah manisnya. Siwon berjalan disebelah Kyuhyun yang sesekali menatap kearahnya. Siwon terkekeh pelan membuat Kyuhyun menoleh dan mengerutkan keningnya.

“Kenapa kau tertawa?” Tanya Kyuhyun sambil menggeleng pelan.

“Entahlah. Semua tentang pertemuan kita sangat lucu bagiku.” Siwon tertawa sambil meninju pelan lengan Kyuhyun yang langsung meringis pelan.

“Dicampakkan oleh kekasih tiga kali.” Kyuhyun menghela nafas pelan sambil menendang kerikil kecil ditrotoar itu.

“Ditempat yang sama.” Tambah Siwon sambil mengacungkan telunjuknya.

“Dan diwaktu yang bersamaan.” Kyuhyun terkikik geli. Tidak ada perasaan sakit hati seperti yang dia rasakan empat bulan yang lalu. Disaat seperti ini seharusnya Kyuhyun merasakan hal itu, bukan? Tapi tidak ada perasaan itu. Yang Kyuhyun rasakan hanyalah perasaan lega dan ingin tahu. Kyuhyun ingin mengetahui dan mengenal pria yang kini ada disampingnya ini. Kyuhyun menatap Siwon yang memandang kedepan dan berjalan disampingnya dengan megimbangi langkahnya. Kyuhyun merasa jantungnya yang berdetak sangat cepat. Dengan cepat Kyuhyun mengalihkan pandangannya saat Siwon menoleh kearahnya.

“Apa kau akan segera memiliki pacar lagi?” Tanya Siwon membuat Kyuhyun menoleh dan menghentikan langkahnya.

“Ada apa dengan itu?” Kyuhyun balik bertanya dan mengikuti langkah Siwon saat pria itu membawanya sedikit kepinggir trotoar agar mereka tidak menghalangi pejalan kaki yang lain.

“Aku akan mencari pacar lagi jika kau melakukan hal yang sama. Mungkin dengan begitu aku bisa bertemu denganmu lagi.”

“Apa kau baru saja mengatakan kau ingin bertemu denganku lagi? Kenapa kau tidak mengajakku saja untuk berpacaran denganmu? Mudah, kan?” Kyuhyun menatap mata Siwon yang tersenyum geli mendengar ucapan Kyuhyun.

“Aku sangat ingin melakukannya tapi aku tidak ingin jika akhirnya hubungan kita harus berakhir seperti tiga hubunganku selama satu tahu terakhir ini. Dan aku ingin tahu sekuat apa takdir yang terjalin diantara kita.” Bisik Siwon pelan membuat darah Kyuhyun berdesir diseluruh tubuhnya penuh antisipasi.

“Tidak aku tidak akan mencari kekasih lagi. Aku ingin tahu apakah kita bisa bertemu jika kita berdua tidak memiliki kekasih.” Kyuhyun menyeringai kearah Siwon.

Siwon menyukai pria ini. Ya Tuhan! Choi Siwon menginginkannya.

“Tidak buruk! Mari kita lihat apa yang akan terjadi pada kita jika kita tidak memiliki kekasih lagi. Jika nanti kita bertemu lagi, aku tidak akan melepaskanmu.”

Siwon berbisik tepat didepan telinga Kyuhyun dan membuat tubuh Kyuhyun membeku dengan detak jantung yang begitu kencang. Kyuhyun tidak pernah segugup ini sebelumnya. Siwon menyeringai kearah Kyuhyun sebelum dia menghapus jarak diantara mereka. Siwon memagut bibir Kyuhyun dan melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun untuk memperdalam ciuman mereka. Teriakan kaget Kyuhyun berubah menjadi desahan saat dia memejamkan matanya dan mulai menikmati setiap kecupan yang Siwon berikan dibibirnya. Siwon mencium bibir Kyuhyun dengan lembut dan begitu lambat seolah menghapal setiap sudut dan bagian mulut Kyuhyun. Siwon tidak tahu kapan dirinya akan bisa merasakan bibir ini lagi. Setelah menanamkan satu kecupan panjang dibibir Kyuhyun, Siwon mengecup kening Kyuhyun.

Trust me, you want me as much as I want you right now. See you next time, Cho Kyuhyun.”

Siwon melepaskan pelukannya dipinggang Kyuhyun dan menatap wajah Kyuhyun yang masih memejamkan mata sebelum berbalik dan meninggalkan Kyuhyun dengan senyum bodoh dibibirnya, Siwon tahu, cepat atau lambat mereka akan bertemu lagi, dengan atau tanpa adanya kekasih yang lain. Karena Siwon menginginkan Kyuhyun, Siwon jatuh cinta pada pria asing yang manis itu. Pria asing yang baru saja dia kenali sebagai Cho Kyuhyun.

Sementara Kyuhyun perlahan membuka matanya saat dia merasakan sentuhan dan kehangatan Siwon menghilang dari tubuhnya. Kyuhyun melihat punggung pria itu menghilang diantara keramaian. Kyuhyun memegangi dadanya lalu bibirnya. Ciuman Siwon masih sangat jelas terasa dibibirnya. Ya Tuhan! Kyuhyun menginginkan pria asing yang tampan itu. Kyuhyun ingin segera bertemu dengan pria tampan itu, pria tampan yang berhasil membuat jantungnya berdetak seribu kali lebih cepat dari yang seharusnya. Kyuhyun jatuh cinta pada pria asing yang tampan dan baru saja dia kenali sebagai Choi Siwon. Kyuhyun yakin dia akan segera bertemu lagi dengan Siwon, cepat atau lambat. Jika Tuhan mempertemukan mereka terlalu lama maka Kyuhyun akan membuat pertemuan mereka itu terjadi lebih cepat.

“I knew the second I met you that there was something about you I needed. Turns out it wasn’t something about you at all. It was just you.”

Hai selamat malam menjelang dini hari..

Ini ff wonkyu yang ga tau terinspirasi dari mana. Maaf kalo aneh dan bikin mual bacanya T^T maafin yaaa.. plisss pliisss hahhahha

Ayo sayangi wonkyu sebagaimana kita menyayangi pacar kita atau mantan pacar kita (buat yang belum moveon) /ehhh

Buat my lovely unnies (Indy unnie, Sita unnie, Anies Unnie, Rina Unnie, Nao Unnie, Vie Unnie) kecup basah dari jauh ❤

Kunjungi siwonangkyu.wordpress.com yaa, ada ff bagus lho dan ada juga ff disini yang posting beberapa jam sebelum aku punya Miss Lee

Buat Rempongers nan somplak, Vira Unnie, Suci Unnie, Kak Joo, Kak Angg, ayo galakkan WonKyu Happy Ending ❤ ❤

KaK ellena juga ❤

Via Unnie, hhahahha /ketawa canggung/ Udah ga galau kan yaaa?? ❤ dan please stop panggil aku anak kecil -_-“

Buat semua yang baca, I LOVE You SO DAMN MUCH ❤ ❤ ❤ ❤

Give WONKYU a Lot Of LOVE ❤ ❤

Regards,

Siwonniesm

Advertisements

27 thoughts on “Two People

  1. pertemuan mereka bener-bener konyol. Berasa kayak udh disekenario, dimana ada kyuhyun disitu pasti siwon dan keadaannya sm” di putusin. Hahahaha
    aplg yg pertemuan terakhir itu, teriak ngomong putusnya bareng. /ngakak guling-guling/
    duh kalian ini. Takdir bener” lucu 😀 😀 😀

  2. Takdir!
    Wonkyu dipertemukan oleh takdir.
    LOL!
    Kira-kira mereka bakal ketemu lagi ga ya nanti?
    Duh penasaran gue.
    Ah biarkan gue berspekulasi sendirilah.
    Gue akan merangkai kelanjutan cerita ini diotak gue sendiri.
    Haha

  3. thanks yola nae saeng tuk ff nya.
    walopun inspirasi ni ff ga jelas #hehehe tapi suka banget ma ni ff. sering2 aja ya.heee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s