Posted in Angst, BL, Oneshoot, Romance

Please Comeback for Me

By. Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

Other Cast : Ahra, Kijoon, Eunhyuk and Donghae

Genre : Angst, Romance

Rate : T

 

Please Comeback for Me

“Selamat pagi baby Mi.. bagaimana tidurmu??” Si namja tampan yang berperan sebagai kepala keluarga ini sedang mengajak bicara putra semata wayangnya yang kini sudah memasuki usia 4 bulan. Pasti tidak akan ada tanggapan dari sang bayi, karena mereka saja belum mengerti apa yang di ucapkan bagaimana bisa menjawab pertanyaan.

“Baby Mi, sudah gerah ya?? Mari kita mandi bersama” dengan telaten Siwon mencoba membuka bajunya, ia selalu berhati – hati untuk membuka dan memakaikan baju kepada anaknya. Setelahnya dirinya pun menggendong Choi Min Guk yang sering Siwon panggil dengan sebutkan baby Mi, ke dalam kamar mandi.

“Cha.. airnya sudah siap,, sebelum mandi bersama, baby Mi harus mandi terlebih dahulu barulah nanti daddy yang mandi ne..”

Itulah rutinitas Siwon yang selalu ia lakukan di pagi hari semenjak 4 bulan yang lalu, bukan.. jangan berpikiran bahwa Siwon seorang duda keren. Dia masih mempunyai istri yang amat sangat dicintainya, bukan juga karena mereka akan bercerai. Tentu istrinya masih tinggal bersama dengannya hingga sekarang ini, hanya saja setelah melahirkan ada sesuatu hal yang terjadi sehingga membuat seorang Choi Siwon, CEO muda yang kini harus berperan ganda, yakni menjadi pengusaha dan juga daddy siaga.

Lalu dimana keberadaan istri tercinta Choi Siwon itu??

Sudah semenjak 4 bulan yang lalu atau bisa dikatakan setelah melahirkan, Choi Kyuhyun istri sah dari Siwon ini memilih untuk tidur di kamar tamu. Berpisah tempat tidur dengan suaminya, bahkan berpisah juga dengan bayinya yang sudah Sembilan bulan dikandungnya dan enggan untuk menyusuinya dari lahir hingga saat ini.

“Baby Mi.. sudah wangi,, kita ke kamar mommy dulu ne seperti biasa, tapi baby Mi jangan ribut ne..” Siwon pun perlahan membuka pintu kamar Kyuhyun yang memang berhadapan dengan kamarnya.

Membuka sedikit pintunya, melihat ke arah ranjang dimana Kyuhyun masih betah tertidur, andaikan ia bisa. Ia ingin sekali membangunkannya hanya saja pasti akan ada sumpah serapah bila itu dilakukannya. “Baby Mi, sudah melihat mommy kan? Mari kita ke bawah untuk sarapan sebelum ke rumah Jussi..”.

.

.

.

“Tuan muda Siwon, biar saya bantu. Tuan muda bisa sarapan terlebih dahulu” ujar Ahjumma Shin, dia adalah pegawai rumah tangga yang memang sudah membantu kebutuhan pengurusan rumah dari Siwon masih kecil hingga menikah seperti saat ini.

“Gomawoyo ahjumma..” Siwon pun dengan berhati – hati memberikan baby Mi kepada ahjumma Shin, sedangkan dirinya harus bersiap untuk sarapan.

“Ahjumma, sudah buatkan sarapan juga untuk baby Kyu?” Ahjumma Shin hanya menganggukan kepalanya tanpa bermaksud untuk melihat ke arah Siwon dikarenakan dirinya kini sedang membantu memegang susu botol untuk diminum oleh baby Mi, “Aku akan membawa baby Mi seperti biasa, setelah selesai membersihkan rumah. Ahjumma bisa kembali pulang” Siwon tersenyum menampilkan dua dimplesnya.

“Ahjumma akan menunggu tuan muda sampai pulang saja”

Siwon menghentikkan makannya, “Waeyo? Bukankah anak ahjumma juga pasti butuh perhatian ahjumma, aku tidak apa. Nanti malah akan merepotkan ahjumma bila ahjumma hingga malam disini”

“Ahjumma ingin membuatkan makan malam untuk tuan muda Siwon, karena ahjumma tau bila malam, tuan muda Siwon tidak pernah makan malam karena…”

Siwon hanya tersenyum miris ntah untuk siapa?

“Gomawoyo ahjumma, sungguh.. aku tidak ingin merepotkanmu” setelahnya Siwon pun lebih memilih menyudahi sarapannya itu dan mengambil alih baby Mi untuk digendong kembali, “Aku berangkat sekarang. Jangan lupa agar baby Kyu bisa menghabiskan sarapannya” Siwon pun tersenyum kembali, ia hanya ingin selalu mengawali hari dengan senyuman agar semuanya bisa berjalan dengan baik dan semangat yang baik pula.

Sepeninggal Siwon, sang nyonya rumah akhirnya membuka matanya. Sungguh seakan ia lupa untuk melewatkan bisa bercengkrama dengan sang buah hatinya ataupun melihat senyuman dipagi hari saat suaminya pergi berangkat ke kantor. Semua telah berubah semenjak hari itu, dimana hari ia merasa telah dipermainkan oleh seorang Choi Siwon hingga kini yang ada bukanlah Choi Kyuhyun melainkan seorang Cho Kyuhyun yang tidak peduli akan keberadaan Siwon hingga statusnya yang telah bersuami dan mempunyai seorang anak.

Ia melangkah dengan perlahan dan anggun menuju lantai bawah, ini lah yang sudah 3 bulan terjadi. Keheningan yang selalu tercipta di pagi hari saat dirinya membuka mata.

“Nyonya Kyu..”

Kyuhyun menatap sinis ke arah ahjumma Shin saat panggilan yang enggan ia dengar kembali kini selalu salah di ucapkan oleh asisten rumah tangganya. “Mian maksudku, tuan muda Kyu.. sarapan sudah saya siapkan. Saya pamit untuk membersihkan rumah dulu” ahjumma Shin pun dengan sedikit menunduk berlalu meninggalkan Kyuhyun yang kini lebih memilih untuk sarapan tanpa peduli apakah suami dan anaknya telah makan ataupun mungkin masih tertidur.

Ia pun memainkan Iphone touch screen nya, mencari nama yang sudah sekitar hampir 2 bulan ini mengisi relung hatinya kembali. Ntah masih sepenuh hatinya atau memang itu hanya suatu kebohongan bahwa hatinya masih milik namja itu.

“Hyung.. kita bertemu di tempat yang kemarin, othe?”

Kyuhyun meminum susunya lalu mengelap bibirnya dengan lembut, “Jangan terlambat, ne.. saranghae..” Kyuhyun bangkit dari duduknya, tersenyum senang lalu dengan riang menaiki tangga untuk segera mandi dan berdandan agar penampilannya selalu menganggumkan baginya.

Ahjumma Shin hanya menatap miris kepergian Kyuhyun, “Aku berharap semua akan segera kembali seperti semula”.

.

.

.

“Siwon…” panggilan dari seorang namja bertubuh kurus yang merupakan sahabatnya dari semasa ia kecil tidak membuat si namja tampan menolehkan wajahnya, ia terlalu berkonsen dengan file – file yang berada di hadapannya.

“Siwon!!”

“Ck.. wae??”

“Ini jam istirahat, makan dulu. Kalau Kyuhyun tau dia pasti akan marah..” ucapan Eunhyuk sontak membuat Siwon menghentikkan tugasnya.

“Dia tidak mungkin marah, Hyuk.. bahkan mungkin ia akan senang jika aku sakit atau bahkan tidak peduli” ada rasa perih saat Siwon mengucapkan kata – kata itu, membuat Eunhyuk merutuki ucapannya tadi.

Eunhyuk berjalan menuju meja kerja Siwon, “Kajja.. jika kau sakit, bagaimana dengan baby Mi? Donghae sudah memasakkan sesuatu untuk kita, kajja” Eunhyuk mengangkat badan Siwon yang tidak ringan itu untuk berdiri dan menarik tangannya agar ikut bersamanya.

Siwon sendiri hanya bisa patuh akan tindakan Eunhyuk, beruntungnya ia masih mempunyai sahabat yang peduli akan dirinya. Andai masih ada kedua orang tuanya mungkin hal ini akan dilakukan oleh ibunya untuk selalu menjaga kesehatan dirinya, sayangnya kecelakaan itu sudah merenggut nyawa kedua orang tuanya.

Ia menghapus kasar air mata yang sudah dengan lancangnya menuruni kedua pipinya, ia harus kuat. Kuat demi baby Mi dan kuat menghadapi persoalan rumah tangganya bersama dengan Kyuhyun, membawa Kyuhyun kembali menjadi istri yang selalu memanjakannya dan juga mencintainya, membawa kembali Kyuhyun agar bisa menerima kehadiran baby Mi sebagai anak mereka, anak yang selalu ia banggakan.

Disepanjang perjalanan menuju kediaman Eunhyuk, Siwon hanya terdiam menatap jalanan dengan pikiran yang ntah kemana. Eunhyuk sendiri hanya bisa memandang sedih, dia tidak pernah menyangka bahwa Siwon kembali diberikan cobaan hidup yang tidak mudah, setelah meninggal kedua orang tuanya, akhirnya ia bisa bertemu dengan seseorang yang dicintainya hingga bisa menikah. Akan tetapi kini, cobaan kembali di alami Siwon setelah sikap Kyuhyun berubah setelah melahirkan baby Mi.

Siwon mengusap matanya mencoba memperjelas apa yang dilihatnya, hingga… “Hyuk, bisa kita mampir dulu ke supermarket depan?”

“Untuk apa?”

“Aku lupa, persediaan popok baby Mi, sudah hampir habis bahkan susunya juga aku lupa membelinya. Jika menunggu selesai pulang kantor akan terlalu malam”

“Baiklah, tapi jangan terlalu lama..” Eunhyuk pun membelokkan mobilnya menuju pelataran parkir supermarket, setelah memarkirkannya. Siwon pun bergegas masuk menuju supermarket. “Mengapa perasaanku tidak enak?” Eunhyuk pun kini lebih memilih untuk mengejar Siwon masuk ke dalam.

Eunhyuk mencari sosok Siwon di berbagai sudut yang ada dalam supermarket tersebut, hingga akhirnya ia bisa tersenyum senang melihat sosok Siwon yang hanya bisa terdiam di salah satu sudut di area food.

“Siwon…” Eunhyuk menepuk pundak Siwon tetapi penglihatan Siwon masih enggan untuk melepas pandangan dihadapannya, hingga akhirnya Eunhyuk pun mengikuti arah pandang Siwon tepat dimana dihadapan mereka ada dua namja yang Eunhyuk sangat kenal salah satunya.

“Siwon.. kita pergi..” Eunhyuk mencoba menarik tangan Siwon hingga kini Siwon melihat ke arahnya, terlihat kedua mata Siwon yang berembun dan jika ia mengedipkan kedua matanya bisa dipastikan lelehan itu akan mengalir di kedua pipinya, “Kajja…” ajak Eunhyuk kembali.

“Me..reka..”

“Jangan lihat jika kau tak bisa, aku yakin semua pasti bisa kau lalui, aku selalu disampingmu Siwon..”

“Dia benar – benar berubah, mengapa menjadi seperti ini?” ujarnya lirih.

“Oh God.. “ Eunhyuk menarik Siwon keluar, ia hanya tak ingin melihat sahabatnya itu menjadi seseorang yang rapuh. Eunhyuk menghidupkan mesin mobilnya, menembus jalanan yang tidak terlalu padat hingga menuju tempat yang sedari tadi ia tuju.

Setibanya dikediamannya, Eunhyuk kembali menarik lengan Siwon untuk menuju ke dalam rumah. Sudah ada Donghae yang menatap bingung keduanya, tetapi ia tau pasti ada sesuatu yang telah terjadi, beruntunglah kini baby Mi dan baby Daehan (anak HyukHae) telah tidur nyenyak, hingga mereka bertiga kini bisa duduk di ruang keluarga dengan Siwon yang masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Siwon.. minumlah..” Donghae mengelus punggung Siwon yang kini sedikit bergetar, ia menatap Eunhyuk menuntut jawaban atas apa yang terjadi.

“Siwon.. keluarkan segala rasa sakitmu, kau berhak menangis. Aku tau rasa sakitmu pasti telah membuatmu menjadi seperti ini, tapi setelahnya janganlah perlihatkan rasa sakitmu kepada siapapun lagi, cukup pada kami kau mengadu, kami akan selalu bersamamu, selamanya” ujar Eunhyuk yang hanya menatap terluka akan kondisi sahabatnya itu.

Donghae yang memang mempunyai hati sensitive ikut membenamkan wajahnya di bahu Siwon, ia sungguh tidak tega akan penderitaan Siwon. Cukup sudah Siwon mendapatkan segala rasa sakitnya, “Siwon…” Donghae terus berusaha menyemangati Siwon dengan memberikannya pelukan, Eunhyuk sendiri hanya bisa menatap keduanya dengan hati yang sedih andai ia bisa, ia pun ingin menenangkan Siwon, tapi sungguh apa yang dilihatnya tadi pun hatinya tidak kuasa menahan rasa sakit.

Pelukan Kyuhyun kepada namja itu, ciuman Kyuhyun terhadap namja itu. Ia dulu pernah melihatnya saat Kyuhyun bersama dengan Siwon, dulu ia sering mengejeknya andaikan waktu bisa diputar kembali sebenarnya ia senang melihat hal itu dari pasangan WonKyu dan ia tidak akan mengejeknya tetapi akan selalu memuji hal itu.

Siwon mendongakkan wajahnya, menatap kedua sahabatnya mencoba tersenyum menenangkan. “Gomawo, karena kalian sudah membantuku selama ini, gomawo..” Donghae dan Eunhyuk mengangguk sembari membalas tersenyum. Siwon pun beranjak menuju kamar yang sudah menjadi teman sehari – hari baby Mi, selama 3 bulan ini.

Berjalan perlahan berusaha meredam suara agar baby Mi dan baby Daehan tidak terganggu dalam tidurnya. Siwon duduk disamping baby Mi yang kini masih pulas tertidur, mengusap rambut halusnya lalu mencium keningnya lama. “Kau harus kuat baby, agar kita bisa bahagia. Maafkan daddy yang tidak bisa berbuat apa – apa. Daddy terlalu mencintai mommy mu sehingga membuatmu menjadi korban, maafkan daddy..”

“Daddy tidak bisa berbuat banyak, kita hanya bisa berdoa agar mommy bisa kembali ke sisi kita ne.. mommy dan daddy menyayangimu sungguh…” Siwon kembali tak kuasa membendung air matanya, ntah ini sudah ke berapa kalinya ia menangisi akan kehidupannya kini. Andai dulu ia tidak memaksakan kehendaknya maka semua tidak akan seperti ini. Siwon duduk di bawah dengan kepala ia sandarkan di ranjang, meredam suara tangisannya dengan kepalan tangannya ia tutupi di mulutnya.

Eunhyuk dan Donghae yang melihatnya hanya bisa menatap pilu, bahkan kini Donghae hanya bisa menangis dipelukan suaminya. Mereka pun merasakan kesedihan itu, Siwon yang awalnya menutupi semuanya, selalu memperlihatkan baik – baik saja, hingga suatu ketika Eunhyuk mengetahui yang tanpa sengaja melihat Kyuhyun bercengkrama mesra dengan mantan kekasihnya Uhm Kijoon dan akhirnya Siwon menceritakan semuanya kepada mereka.

Siwon jugalah yang berusaha menutupi hal ini dihadapan keluarga Kyuhyun. Berakting sedemikian rupa hingga tidak ada yang mengetahui kebenarannya. Tetapi sungguh ini tidak bisa terus dibiarkan, mereka berdua sudah merasa ini keterlaluan. Siwon berhak bahagia dan baby Mi berhak mendapatkan dekapan hangat dan kasih sayang seorang ibu, ibu kandungnya.

“Kita harus menghubungi Ahra noona” ucap Donghae pelan, tetapi Eunhyuk belum memberikan jawabannya, “Sampai kapan kita akan menutupi fakta ini??”

“Tapi Siwon??”

“Pikirkan hatinya? Pikirkan bagaimana baby Mi?” Donghae berusaha membujuk Eunhyuk, sampai akhirnya Eunhyuk mengangguk setuju.

.

.

.

“Chagi.. setelah ini kita akan kemana lagi?”

“Terserah padamu hyung.. bersamamu aku akan selalu senang dimanapun berada” Kyuhyun kembali memberikan ciuman mesra tepat di bibir Kijoon. Setelahnya ia menggandeng mesra menyusuri taman penuh kenangan mereka berdua.

Hingga dirinya terdiam melihat ke arah danau buatan di tengah taman, seakan merasa dejavu Kyuhyun mengingat dimana ia sedang duduk menangisi sesuatu. Kyuhyun berjalan perlahan menuju bangku yang menghadap langsung ke arah danau, Kijoon yang melihat Kyuhyun duduk di bangku hendak mengikutinya tetapi ia melihat di pinggir taman terdapat penjual es krim dan ia lebih memilih untuk membelikan es krim terlebih dahulu setelahnya ia akan menemani Kyuhyun duduk disana.

Kyuhyun masih dalam pemikirannya, ia sedang menangis sedih seorang diri hingga ada sapu tangan dengan lembut menghapusnya. Ia mendongakkan kepalanya, terdapat sosok namja berbadan tegap dengan tinggi di atas dirinya sedang tersenyum ke arahnya dan mengatakan “Uljimayo..” berulang kali. Hanya saja Kyuhyun masih menatap samar pada namja itu, suatu cahaya menghalangi penglihatan matanya untuk bisa melihat secara jelas siapa orang itu. Semakin ia berpikir maka semakin sakit di kepalanya semakin menjadi.

“Chagi… Kyunnie… gwaenchana??”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya berkali – kali menghalau rasa sakit hingga ia merasa sedikit tenang, “Ne gwaenchana” Kyuhyun tersenyum manis pada Kijoon.

“Benarkah??? Atau apa lebih baik kita ke dokter?” tanyanya khawatir.

Kyuhyun menarik lengan Kijoon agar ia bisa duduk disampingnya, lalu ia rebahkan kepalanya di bahu Kijoon “Tidak perlu, aku tidak apa – apa.. akh sepertinya hyung membelikan es krim untukku??” Kyuhyun mengambil es krim di salah satu tangan Kijoon dan lebih memilih untuk melupakan memory yang sedikit demi sedikit sudah mulai ia ingat kembali.

Mereka berdua menikmati harinya, seperti hari – hari kemarin. Melupakan tanggung jawab yang sebenarnya sudah mereka punyai. Kyuhyun akhirnya meminta untuk di antar pulang setelah waktu memasuki malam hari.

“Gomawo hyung, apa besok kau akan mengajakku kembali pergi?”

“Aku akan melihat dulu jadwalku. Kau tau kan? Bahwa aku harus kembali mengikuti pentas drama musical”

“Heum.. ne araseo, hubungilah aku jika kau free. Aku masuk ne, hati – hati di jalan” Kyuhyun melambaikan tangannya saat mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menembus dinginnya malam.

Kyuhyun bergegas menuju rumah yang asing baginya belakangan ini. Ia pun dengan santainya langsung memasuki rumah tanpa ingin tau apakah Siwon dan bayinya sudah kembali pulang ataukah tidak?

“Kau baru pulang?” Siwon yang sedang menggendong baby Mi dan hendak menuju ke lantai atas pun terhenti langkahnya saat sosok namja cantik hendak berjalan juga menuju tangga.

“Heum..” hanya dehaman dari Kyuhyun sebagai tanda jawaban, setelahnya ia bergegas ke atas melewati Siwon dan anak mereka yang berada di gendongan Siwon, Siwon benar – benar harus bersabar menghadapinya.

Siwon tersenyum dengan berusaha menutupi luka hatinya, ia mengusap pipi chubby anaknya lalu memberikan botol susu ke mulut si bayi. “Suatu saat nanti, mommy pasti akan menggendongmu…” ujar Siwon lalu mencium kening putranya, ia pun kembali berjalan perlahan menuju kamar Min Guk yang juga kamarnya, menatap sekilas kamar yang sudah beberapa bulan ini ditempati Kyuhyun, ada perasaan dari dirinya untuk bisa masuk ke dalam sana. Hanya saja ia terlalu takut dan pengecut, tidak menginginkan bahwa Kyuhyun akan marah kepadanya jika ia nekad.

.

.

.

Hari libur bukanlah hari yang dinantikan oleh Siwon, semenjak berubahnya sikap Kyuhyun maka Siwon lebih memilih untuk menyibukkan dirinya ke dalam pekerjaan dan juga mengurusi si buah hati seorang diri. Hanya saja bahwa kalender memang sudah mencetak angka libur untuk semua orang di dunia, untuk bisa merasakan rehat sejenak dari segala aktifitas di hari biasa.

Seperti biasa Siwon akan memandikan Min Guk lalu setelahnya kini ia akan sarapan bersama dengannya, beruntunglah Min Guk seakan mengerti keadaan walau ini bukanlah keadaan yang menyenangkan dan sulit di masuki akal jika seorang bayi mengerti kondisi seperti ini. Hanya saja memang Min Guk tidak pernah rewel dan menyusahkan Siwon.

“Waffle untukmu tuan muda Siwon.. baby Mi akan saya pegang selama tuan muda sarapan” ahjumma Shin kembali mengambil alih Min Guk jikalau Siwon sedang sarapan dan kali ini pemandangan seakan menjadi dejavu. Kyuhyun turun dari tangga dengan penampilan yang sudah rapih dan duduk dihadapan Siwon.

Sungguh mata Siwon tidak bisa lepas dari pandangan melihat Kyuhyunnya. “Apa yang kau lihat?” ujar Kyuhyun sinis.

“Akh.. eum tidak” Siwon pun lebih memilih kembali melanjutkan makannya, sesekali ia akan melirik Kyuhyun dan Min Guk bergantian, andaikan yang menggendong Min Guk saat ini adalah Kyuhyun maka itu akan menjadi suatu kebahagiaannya.

Ahjumma Shin meletakkan susu botol yang sudah habis diminum Min Guk dan baru akan menggendong Min Guk untuk menyandar di dadanya, tetapi Siwon sudah meminta Min Guk untuk di gendongnya. Siwon berdiri lalu kini berada di samping ahjumma Shin.

“Biar aku saja..” Siwon pun menggendong baby Mi setelahnya membantu baby Mi untuk bersendawa setelah meminum susunya, ahjumma Shin sendiri lebih memilih untuk kembali ke dapur mengerjakan pekerjaannya, meninggalkan keluarga kecil itu di ruang makan. Tanpa Siwon tau kini Kyuhyun sedang menatap kepada dirinya dan juga baby Mi. Ada perasaan aneh yang menggelayuti hati seorang Cho Kyuhyun, ntah apa yang kini ia rasakan hanya saja perasaan itu sungguh hangat sekali sehingga dirinya merasa terharu menyaksikan interaksi Siwon dengan Min Guk.

“Kau akan pergi lagi Ba.. eum.. Kyu?”

“Memangnya kenapa?”

“Akh.. tidak, aku ke kamar dulu” Siwon pun lebih memilih meninggalkan Kyuhyun yang masih menikmati sarapannya itu untuk menuju ke kamar. Kyuhyun sendiri merasa sedih dengan kepergian Siwon dan Min Guk, dirinya seakan masih ingin bisa melihat interaksi itu dan juga wajah lembut dari Min Guk.

Setengah harian ini hanya dilewati Siwon dengan bermain bersama Min Guk di kamar, ia bukan tidak ingin membawa Min Guk untuk berlama – lama diluar kamar. Hanya saja Siwon tidak ingin Kyuhyun merasa terganggu akan kehadirannya dan baby Mi disana, melihat Kyuhyun berada satu rumah walau tidak satu ruangan saja sudah indah baginya. Hingga akhirnya..

“Baby Mi.. kau kenapa??” Siwon panik saat mengetahui suhu badan baby Mi tidak seperti biasanya, ia sungguh panik. Dengan segera Siwon men-dial nomer Donghae untuk membantunya terlebih EunHae memang juga baru mempunyai seorang bayi sepertinya.

Ada apa Siwon?

“Baby Mi.. sepertinya ia demam, bagaimana ini? Aku harus membawanya ke rumah sakit atau??”

“Kompres lah dulu dengan air dingin agar suhu tubuhnya bisa segera stabil. Aku dan Eunhyuk akan segera kesana setelah selesai urusan, jika panasnya masih tinggi lebih baik kau segera membawanya ke dokter. Selalu hubungi kami Siwon”

“Ne.. araseo. Gomawo..”

Siwon pun bergegas menuju arah dapur ia segera menyiapkan air kompresan untuk baby Mi. Kyuhyun sendiri yang berada di ruang TV seakan tidak mau peduli apa yang sedang terjadi, ia malah asik berbicara di telephone yang Siwon ketahui bahwa Kyuhyun sedang menghubungi Kijoon, bisakah ia mengambil handphone itu dan mengatakan bahwa ia tersakiti akan kelakuan istrinya dan mantan.. eum.. mungkin sudah menjadi kekasih istrinya kembali, itu?

Siwon tidak mau terlalu lama ambil pusing, ia lebih memilih untuk segera menangani demam Baby Mi. Hingga akhirnya panas tubuh baby Mi masih saja belum turun dan Siwon berinisiatif untuk segera membawanya menuju dokter anak. Bertepatan dengan dirinya yang akan membawa baby Mi ke dokter, ia pun berpas – pasan dengan Kyuhyun yang sepertinya akan pergi juga.

“Kau akan pergi Kyu?”

“Seperti yang kau lihat..” Kyuhyun sekilas melihat ke arah baby Mi yang Siwon gendong.

“Baby Mi, sakit. Bisakah kita berdua pergi ke dokter terlebih dahulu, setelahnya maka aku akan mengantarkanmu menuju tempat yang di tuju” pinta Siwon dengan sedikit memelas.

Terlihat Kyuhyun yang merasa gundah untuk ikut bersama Siwon terlebih dahulu dan membiarkan Kijoon menunggunya atau lebih memilih langsung menemui Kijoon dan mengabaikan kembali tugasnya sebagai seorang ibu. Hingga suara deringan handphone Kyuhyun membuyarkan lamunan Kyuhyun dan akhirnya ia lebih memilih egois, melepaskan tanggung jawabnya kembali menjadi seorang ibu.

Sungguh Siwon merasa amat kecewa, ia tidak menyangka Kyuhyun tidak bisa merasakan empati sedikitpun kepada anaknya yang sudah ia kandung selama 9 bulan dan ia perjuangkan untuk kelahirannya.

“Kita pergi berdua saja ne baby Mi.. daddy tidak akan pernah meninggalkanmu” Siwon pun langsung menaiki mobilnya dengan sebelumnya menyimpan box bayi di kursi sampingnya. Menembus jalanan ibukota Korea, ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, selama perjalanan Siwon hanya berusaha berkonsentrasi menyetir menahan rasa sakit hati dan juga kecewa yang teramat sangat.

.

.

.

Ting, tong… ting, tong..

“Noona…” Siwon sungguh terkejut dengan kehadiran kaka iparnya di rumahnya kini, Ahra. Cho Ahra adalah kaka kandung istrinya yang sudah hampir 3 tahun belakangan ini menetap di Venessia mengikuti suaminya yang bekerja disana.

“Kenapa kau terkejut?” ujarnya yang langsung memasuki rumah, Siwon semakin terkejut dengan tidak lama kehadiran kedua sahabatnya juga yang sepertinya ikut bersama dengan Ahra.

“Kalian…”

“Hay Siwon..” Eunhyuk hanya menyapanya dan langsung mengikuti Ahra masuk, Donghae pun seakan tidak menanggapi keterkejutan Siwon ia hanya menepuk pundak Siwon dan berlalu memasuki rumah.

“Eum.. aku akan membuatkan minuman untuk kalian”

“Tidak perlu Siwon, biar aku saja” Donghae pun menyuruh Siwon untuk duduk kembali dan lebih memilih dirinya yang membuatkan minuman di dapur.

“Baby Daehan tidak kalian bawa?” Siwon mencoba membuka pembicaraan.

“Aku menitipkannya pada umma..” ujar Eunhyuk. “Lalu bagaimana dengan baby Mi? Apa panasnya sudah turun?” kembali Eunhyuk berbicara.

“Aku sudah membawanya ke dokter dan sudah diberikan obat. Perubahan cuaca maka daya tahan imunnya menurun” jelas Siwon, Ahra yang mendengarnya langsung memfokuskan dirinya pada Siwon.

“Lalu dimana Kyuhyun? Kenapa bisa sampai sakit?” Ahra bergegas menuju kamar atas, ia ingin segera melihat keponakannya. Siwon sendiri lebih memilih menyusul Ahra meninggalkan Eunhyuk yang masih betah untuk duduk di ruang tamu.

Ahra membuka perlahan pintu kamar, ia masuk ke dalam. Melihat dengan tenang, “Apa yang sebenarnya kau sembunyikan Siwon?” Ahra berbicara pelan dengan mata tetap melihat ke arah Min Guk.

“Akan ku jelaskan semuanya..”

Ahra mengangguk lalu ia mendekati dimana Min Guk kini sedang terlelap tidur, mengelus rambutnya halus lalu mencium dahi Min Guk dengan penuh rasa sayang.

.

.

.

Flashback

“Dokter tolong selamatkan istriku..”

“Pasti tuan Siwon, lebih baik anda menunggu diluar. Kami akan memberikan yang terbaik untuk proses persalinan ini.” Siwon hanya bisa mengangguk lemah, ia pun terduduk di kursi tunggu yang berada di samping pintu ruang UGD.

Ia kembali teringat wajah istrinya yang terlihat sangat kesakitan itu. Jika ia bisa sungguh ia akan rela untuk menukar kesakitan itu untuknya. Ia hanya bisa berdoa untuk melancarkan persalinan, hingga pintu terbuka dengan wajah dokter yang sungguh terlihat tidak baik.

“Gwaenchana dokter?? Apa yang terjadi?”

“Istri anda kelelahan untuk melahirkan normal dan itu akan berakibat fatal jika terus dilanjutkan, kami harus melakukan cesar. Dan itu butuh persetujuan anda sebagai suaminya”

Siwon sempat terdiam, ia sangat  teringat dimana Kyuhyun selalu memohon kepadanya agar bisa melahirkan secara normal. Tetapi ia pun tidak ingin terjadi hal – hal yang bisa membahayakan Kyuhyun dan juga anaknya, lama ia berpikir hingga seorang suster memanggil dokter yang masih bersamanya.

“Dokter kita tidak bisa menunggu lama lagi, nadinya melemah”

“Mwo…”

“Siwon..”

Siwon masih terus saja belum mengambil keputusan.

“Siwon…”

“Lakukan yang terbaik dokter” setelah mendengar itu, dokterpun memerintahkan kepada suster untuk menyerahkan surat pernyataan kesediaan operasi. Siwon segera menandatanganinya. Operasi pun segera dilaksanakan.

Siwon masih berdiam diri diluar ruang operasi, ia sebenarnya sangat membutuhkan orang – orang terdekatnya untuk bisa menemani dan menyemangati dirinya. Tetapi tidak mungkin terjadi dikarenakan seluruh keluarga Kyuhyun memang sudah lama tidak menetap di Korea, di saat Kyuhyun masih senior high school. Sedangkan Ahra setelah menikah ia langsung di bawa pergi suaminya untuk menetap di Venessia.

Siwon sendiri sudah menghubungi keluarga istrinya itu, hanya saja kedua orang tua Kyuhyun belum bisa datang dikarenakan terkendalanya cuaca disana hingga beberapa hari ke depan penerbangan tidak bisa dilaksanakan. Sedangkan Ahra sendiri pun tidak bisa cepat datang karena anaknya sedang sakit. Kedua sahabat Siwon yakni Eunhyuk dan Donghae pun tidak bisa datang karena Donghae di hari yang sama ternyata sedang dalam proses melahirkan di kota orang tua Donghae, Mokpo.

Hingga pintu pun terbuka menampakkan seorang dokter yang tadi menangani Kyuhyunnya. “Bagaimana dok?”

“Operasinya berjalan dengan lancar, anak kalian sangat tampan dan juga sehat. Tidak kurang satu apapun, hanya saja..”

“Hanya saja??”

“Kyuhyun..”

“Kyuhyun mengapa dok??”

“Kyuhyun tidak sadarkan diri pasca operasi, jika dalam 24 jam ke depan tidak juga sadarkan diri, maafkan saya jika saya harus mengatakan bahwa istrimu koma. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar hal ini tidak terjadi, tetapi kondisi Kyuhyun yang sangat lemah dan juga terlalu lama menahan sakit, akhirnya hal ini tidak bisa dihindarkan, maafkan saya..”

Siwon hanya bisa menangis dalam diam, ia tidak menyangka bahwa setelah itu. Kyuhyun harus tertidur lama, bahkan ia tidak sempat untuk menggendong dan melihat paras putranya. Hingga di hari kedua, Kyuhyun terbangun dari komanya. Ia senang, sungguh tidak ada kata yang bisa di ungkapkan untuk hal itu, hanya saja kembali Siwon seakan menerima pukulan terberatnya disaat dokter mengatakan bahwa Kyuhyun mengalami amnesia anterograde. Amnesia anterograde adalah gangguan memori atau gangguan daya ingat yang masih mampu mengingat peristiwa masa lalu, tapi tidak dapat mengingat kejadian yang baru saja di alaminya.

Kyuhyun tidak mengenal dirinya terlebih Kyuhyun pun tidak merasa bahwa dirinya sudah menikah dan melahirkan seorang anak. Ia hanya mengingat bahwa dirinya saat ini masih kuliah dan menjalani hubungan dengan seorang sunbae nya yang saat itu sudah merambah menjadi seorang actor. Dari sanalah Kyuhyun merasa di tipu oleh Siwon, ia merasa di perdaya dan ia juga merasa bahwa sudah dimanfaatkan oleh Siwon. Kyuhyun benar – benar seakan melupakan perasaan cintanya kepada Siwon.

Siwon saat itu dengan piawai mencoba membujuk Kyuhyun untuk bersandiwara di depan keluarga Kyuhyun, agar mereka tidak khawatir akan keadaannya. Kyuhyun pun menyemepakatinya dengan catatan bahwa Siwon tidak berhak menyentuh ataupun tidur bersama layaknya sepasang suami istri. Dan Siwon menyetujuinya, hingga itulah awal dimana penderitaan seorang Siwon dimulai, terlebih saat dimana Kyuhyun mengalami amnesia tanpa sengaja Kyuhyun kembali bertemu dengan mantan kekasihnya yang ia anggap masih menjadi kekasihnya, Uhm Kijoon.

Flashback off

.

.

.

“Kau membohongi kami?? Oh Tuhan, Siwon-ah.. apa yang kau pikirkan??” Ahra mengusap wajahnya kasar, ia tidak menyangka bahwa Kyuhyun berlaku sedemikian rupa kepada Siwon juga anaknya.

“Lalu dimana Kyuhyun kini berada?”

Siwon enggan untuk mengatakannya, ia masih lebih memilih bungkam. Hingga suara pintu masuk terbuka menandakan seseorang memasuki ruangan. Kyuhyun, sosok yang sedari tadi dibicarakan pun baru saja menampakkan dirinya.

“Noona..”

PLAK!!!

Tamparan keras dilayangkan Ahra kepada Kyuhyun, sudah cukup ia membendung rasa kesal kepada adiknya itu. Ia tau adiknya itu mengalami amnesia dan jika dipaksakan mengingatpun belum tentu bisa mengingat semuanya, hanya saja bayangan Min Guk yang sedang sakit membuat Ahra nekad melakukannya.

“Apa yang noona lakukan??!”

“Apa yang aku lakukan?? Beginikah kelakuanmu Kyu? Beginikah seorang istri memperlakukan suaminya? Beginikah caramu mengurus anak?” Kyuhyun yang seolah mengerti arah pembicaraan noona nya memalingkan mukanya menghadap Siwon, ia merasa telah di adukan oleh Siwon.

“Apa yang noona lakukan ini karena segala ucapannya? Noona percaya?”

“Kyu..”

“Noona, aku sakit saat dan dia memanfaatkanku. Hingga sepertinya aku diperalat oleh dirinya dan mempunyai anak”

“Kyu..”

“Noona percaya padanya?”

“Diam kau Cho Kyuhyun!!!”

Kyuhyun terdiam saat noonanya meninggikan intonasi ucapannya. “Kau diperdaya? Diperalat? Dimanfaatkan?” Ahra tersenyum sinis. “Disimpan dimana pikiranmu? Jika Siwon melakukan itu, kenapa kami bersikap sangat baik terhadap Siwon saat kami mengunjungi kalian setelah kau melahirkan Min Guk??”

“Jangan kotori pikiranmu dengan berbagai macam hal yang tidak perlu Kyu. Perlu kau ketahui bahwa saat kau sebelum mengalami amnesia, kau sangat mencintai Siwon. Ia banyak berkorban untukmu. Bahkan kau yang meminta Siwon untuk segera menikahimu, karena kau tidak ingin kejadian dulu, disaat kau putus hubungan dengan Kijoon bisa terulang kembali kepadamu, Kyu…”

“Umurku saat ini baru berusia 20 Tahun noona dan mengapa aku sudah menikah dan mempunyai anak?? Itu sangat tidak mungkin bukan?”

“Kyu!! Kau mengalami amnesia anterograde, maka itu kau hanya akan mengingat kejadian di masa lalu bukan masa kini. Perlu kau tau, bahwa kini usiamu sudah 27 tahun. Kau sudah menikah dan 4 bulan yang lalu kau baru saja melahirkan seorang putra. Choi Min Guk, putramu yang sudah kau nantikan selama 9 bulan, kau sangat mencintai Siwon hingga akhirnya kalian berdua menikah. Kalian sudah menikah sekitar 2 tahun yang lalu hanya berselang setahun setelah pernikahanku. Kau sudah putus dengan Kijoon, dia mencampakkanmu hanya untuk mengejar karirnya, yang perlu kau ketahui Kijoon sudah menikah dan juga mempunyai anak sekarang ini. Hubungan kalian ini salah Kyu, kalian berdua sudah menyakiti orang – orang yang tidak bersalah. Andaikan Siwon mengatakan pada kami sedari awal maka kami akan membantumu untuk menyembuhkan sakitmu ini, bukan membiarkan seperti ini hingga kau menyakiti banyak orang karena amnesiamu ini. Sadarlah Kyu”

Kyuhyun masih saja terdiam, air mata yang sedari tadi dibendungnya terpaksa ia tumpahkan. Ntah dirinya merasa sakit dan menyakiti, walau ia belum bisa secara jelas mengembalikan ingatannya tetapi sekilas memory seakan silih berganti datang menghampirinya.

Jangan pergi hyung, aku mencintaimu…”

“Kita harus berpisah Kyunie.. kita tidak bisa bersama, aku harus mengejar impianku”

“Tapi bagaimana dengan hubungan kita?”

“Maafkan aku Kyu… aku benar – benar harus pergi..”

“Kau memang tidak pernah mencintaiku..”

Kyuhyun terduduk di tempat dimana ia tadi berdiri, memukul – mukul dadanya yang terasa sesak dan amat sakit. Siwon ingin sekali memeluknya hanya saja otak dan gerakan tubuhnya seakan tidak bisa di sinkronkan.

Aku mencintaimu Baby Kyu.. jadilah kekasihku, akan ku slalu jaga hatimu, dirimu dan akan ku bahagiakan kau selalu…”

“Tapi aku takut kau menyakitiku sepertinya..”

“Pukulah aku jika aku melakukannya…”

“Anieyo… aku tidak mau mempunyai kekasih yang jelek. Aku pun mencintaimu Wonnie..”

Kyuhyun semakin berderai air mata. Siwon pun tidak jauh berbeda dengan dirinya yang hanya bisa menangis. Sedangkan pasangan EunHae hanya bisa memandang pilu, mereka pun ikut merasakan penderitaan itu.

“Wonnie.. aku hamil… aku hamil Wonnie..”

“Benarkah?? Benarkah baby??”

“Ne… kita akan segera mendapatkan anak. Akh.. aku sungguh tidak sabar untuk memberikan nama kepada anak kita ini..”

“Memangnya kau sudah menyiapkan namanya?”

“Heum.. ntah mengapa aku merasa anak pertama kita adalah namja dan aku ingin memberikannya nama Choi Min Guk”

“Choi Min Guk?? Nama yang bagus..”

“Min Guk… Min Guk-ah..” Kyuhyun seakan tersadar dari mimpinya selama ini dan ia pun berdiri, berlari dengan sekuat tenaga menuju kamar anaknya. Siwon yang melihatnya pun ikut berdiri tetapi saat ia akan menyusulnya, Ahra menahan tangannya.

“Biarkan dia dulu Siwon..”

Siwon mengikuti saran kaka iparnya dengan tetap duduk disana. Donghae mendekati Siwon ia memberikan pelukan kepada sahabatnya itu menyalurkan kekuatan yang ia punya. Agar Siwon semakin kuat dengan apapun yang nantinya akan terjadi.

Sekitar 20 menit mereka berada di ruang tengah tanpa ada satu pun yang beranjak meninggalkan ruangan, hingga suara seseorang yang sedang menuruni tangga membuyarkan segala lamunan mereka. Penampakkan yang sungguh membuat hati siapapun melihatnya bergembira, bagaimana dengan sayangnya Kyuhyun menggendong Min Guk. Terlihat sesekali Kyuhyun mencium gemas pipi chubby Min Guk.

“Wonnie…” Ucapan Kyuhyun yang serasa sudah sangat lama tidak Siwon dengar, membuat Siwon menegang.

“Baby…”

“Wonnie…” Kyuhyun bergegas menghampiri Siwon, ia duduk disampingnya dan memeluk Siwon dari samping tanpa membuat Min Guk tidak nyaman. Ia menyusupkan wajahnya di ceruk leher Siwon, “Miannae… miannae…” mengucapkan kata itu berulang kali, “Maafkan aku yang belum sempurna mengingat semuanya. Hanya saja aku merasa sudah mengingat bahwa kita saling mencintai”

“Kau sudah mengingatku??” Siwon seakan tidak percaya dengan ucapan Kyuhyun tadi. Kyuhyun hanya mengangguk untuk menjawabnya.

Ahra dan begitu juga pasangan EunHae tersenyum haru, akhirnya Kyuhyun bisa kembali mengingat Siwon. Perjuangan tidak mudah agar Kyuhyun bisa mengingat semuanya, setidaknya dibalik kesedihan Siwon selama ini, kebahagiaan itu muncul juga. Kyuhyun mengangkat wajahnya, melihat ke sekelilingnya dimana ada Ahra dan juga EunHae yang hadir disana.

“Gomawo.. karena kalian sudah membantu merawat Min Guk dan juga Siwon selama ini” Kyuhyun tersenyum tulus kepada EunHae yang di tanggapi dengan senyuman juga dari mereka berdua, Kyuhyun pun memalingkan wajahnya kepada noonanya. “Gomawo noona.. dan miannae atas kesalahanku”

Ahra mendekati Kyuhyun, mengelus rambut Kyuhyun sayang. “Gwaenchana.. walau ingatanmu belum 100% pulih, setidaknya aku senang pada akhirnya kehadiranku disini bisa membuat kalian kembali bersama..” Kyuhyun tersenyum bahagia begitu juga dengan semua yang berada disana.

.

.

.

“Wonnie… maafkan atas kesalahanku selama ini kepadamu. Bahkan aku sudah tega kepada Min Guk”

“Gwaenchana, yang terpenting kini kau memilih kami. Yang terpenting hatimu sudah kembali untuk kami..”

“Gomawo sudah mau menungguku dengan sabar.. aku sudah memutuskan hubunganku dengan Kijoon hyung..” Siwon menolehkan wajahnya agar bisa sejajar dengan Kyuhyun yang kini sedang tidur menyamping di sebelahnya.

“Benarkah??”

“Maafkan aku..”

“Ssst…” telunjuk Siwon terarah di bibir tebal Kyuhyun, “Jangan meminta maaf kembali, sungguh aku sudah memaafkanmu. Kau melakukannya karena memang sedang dalam keadaan tidak mengenalku, maka aku tidak apa – apa, sungguh…”

“Aku tau kau tersakiti Wonnie, hati mana yang tidak akan sakit saat melihat orang yang dicintainya malah asik bahagia bersama orang lain terlebih itu adalah orang yang dulu pernah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupnya” Kyuhyun mengambil tangan Siwon, meletakkan telapak tangan Siwon dipipinya terkadang sesekali ia mencium dalam telapaknya.

“Aku bahagia, penantianku ini berbuah hasil kebahagiaan. Yang lalu sudahlah berlalu, andaikan saat itu aku benar – benar mengambil kebijakan untuk memintamu operasi maka kau tidak akan kesakitan hingga akhirnya sempat mengalami koma hingga…”

Kyuhyun beringsut memeluk Siwon, menempatkan kepalanya di dada Siwon. “Sudahlah.. yang terpenting kini kita bisa bersama kembali, ada dirimu, aku dan juga Min Guk. Menyiapkan hari esok dengan penuh suka cita, melupakan segala sesuatu yang buruk dan menggantinya dengan senyuman kebahagiaan”

“Baby.. aku mencintaimu…”

“Aku pun sangat mencintaimu.. sangat…”

Kedua wajah itu kini sedang menatap ke dalam mata pasangan masing – masing, menghantarkan perasaan cinta dan sayang yang begitu dalam. Menghembuskan nafas yang membuat rangsangan mesra, mempersempit jarak. Hingga kini kedua mata sudah menutup sempurna menunggu dan menyambut kecupan lembut nan mesra, hanya kecupan penghantar tidur dan juga rasa terima kasih. Tanpa terasa kecupan itu menjadi suatu lumatan yang semakin dalam dan rasanya biarkan penyaluran rasa itu bisa kembali mereka rasakan. Menjadikan malam ini sebagai saksi penyatuan cinta kedua insan Tuhan dalam ikatan suci yang berikrar sehidup semati dan akan selalu setia hingga akhir hayat memisahkan. Karena kebahagiaan itu sederhana dimana ada kau, aku dan kita dalam cinta yang tulus dan suci.

-END-

Choi Min Guk (beranjak balita)

Permalink gambar yang terpasang

Mommy Kyu…

 Permalink gambar yang terpasang

Daddy Won…

Permalink gambar yang terpasang

note :

Heung… lagi – lagi gtw hasilnya apa??

Lagi pengen buat yang beda dari seperti biasanya, WonKyu yang bukan sebagai member dan sweet – sweet’an hehehe… tapi angst gak tau deh bakal ngfeel ke kalian semua apa gak? Yang penting mah update aja ya.. padahal WONKYU tadi bru update kayak saling sahut menyahut… duh bgus sbenrnya tapi maafkan saya menistakan mereka di ff.

Kalau gak bagus biasanya saya mah update ff nya tapi langsung close, gw mah gtu orangnya *plak hahahaha…. abaikan…

Okay,, makasih selalu buat para penghuni WKC dari mulai para admin, para authornya dan juga para pembaca setianya *deepbow untuk kalian karena selalu meramaikan WP ini sehingga sampai saat ini WKC akan selalu ada untuk kalian.. hug atu – atu…

Makasih juga untuk magui company, para the rempongers. cii, jo, dedek + ang (mari kembali ramaikan ff wonkyu di malming ini), ka el, vie umma, twin sansan kesayang (cepet sembuh y twin jgn skit lagi *hug), anie + ika + annes (ayo pa cepet2 sypa yg kasih undangan, eh.. hahahaha), ulan, shila, yanti, fariz, nadrals (bner g y?? duh lupa, miannae..) pkknya makasih sudah menyemengati hari – hari kewonkyuan ku… hug smuanya…

jangan lupa untuk mampir k wp nya siwonangkyu.wordpress.com dan juga autumnwks.wordpress.com nya y… makasih smuanya…

Advertisements

80 thoughts on “Please Comeback for Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s