Posted in BL, Drama, Romance, WonKyu Story

Tentang Kamu – Part 9

Tentang Kamu – Part 9

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
Panjang membosankan
Berikan cinta kalian dengan komentar
ttp bila ada salah kata atau bagimana jangan salahkan penulis ya???? SALAHKAN JARIKU YANG NAKAL nulis kok gak aturan… ^_
.
.
.
.
.

” Kau pikir ini masih tentang perusahaan appa?” Siwon terkejut ketika tiba-tiba pria cantik itu melepas bajunya. ” Bila kau pikir aku semurahan itu…biarkan aku jadi lebih murahan…bila itu bisa mengembalikanmu…” kini dia sudah terlanjang bulat. Siwon menelan ludahnya. ” Apa aku masih belum menarik?” Siwon benar-benar tak melepaskan pandangan di tubuh polos kekasihnya. Matanya terhipnoptis. Kyu memejamkan mata ketika siwon berjalan mendekatinya.

” Apa kau lupa aku pria normal?” Siwon menutupi tubuh polos Kyu dengan mantel. Menariknya dalam sebuah pelukan erat, ” Jangan lakukan lagi… aku akan kehilangan kewarasanku…” Siwon mencium tengkuk itu ketika dia menengelamkan wajahnya di bahu kekasihnya, ” Kita kembali ke rumah sakit…” Kyu mengelengkan kepala, ” Lalu kau ingin membeku disini…”

Kyu mendorong Siwon menjauh dari tubuhnya. ” Aku tak akan kemana pun sampai kau memaafkanku? Aku tak sungguh-sungguh mengkatakannya. Aku..aku hanya takut..kau begitu mengerikan ketika itu… Kau membentakku…kau mengancamku…” Kyu menunduk, ” Sekarang kau boleh melakukan apa pun padaku? Aku akan menurutinya? kau boleh membentakku, memukulku, menjadiku uke mu atau apa pun aku akan menurut asal kau jangan tinggalkan aku…”

Siwon meraih tekuk Kyu dan mengecup bibir merah muda itu dengan lembut. Kyu melingkarkan kedua tangannya di leher kekasihnya. Hilang sudah kewarasan dan lupakan kata pendosa. Siwon mulai mengecup leher jenjang itu dengan sebuah kecupan menuntut. Hingga terdengar desahan-desahan ringan. Kaki jenjang itu mulai melingkar di pinggang pria tampan itu. Wajah pucat pasih itu merona merah. Namun iman tetap berjalan hingga sang pria tampan itu melepaskan ciumannya dan menyatukan dahi mereka.

” Tak ada gigitan.” godanya membuat pria cantik itu tersipu malu, ” Jangan seperti yeoja…kau namja.” kembali kalimat godaan dia lontarkan.

Kyu memplout bibirnya, ” Kembalilah ke rumah sakit, aku akan menemanimu…” ucap Siwon dengan serius. ” Kyu mengelengkan kepala. ” Wae?”

” Turunkan aku!!!” Siwon sebelah menaikkan alisnya, ” Aku tahu bila aku semakin berat. Kau akan lelah…”

Siwon tersenyum kecil, ” Bila aku lelah…mungkin kita tak akan sampai selama ini baby…” Kyu menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher Siwon, ” Bagaimana seorang seme terlihat seperti ini?” cubitan di pinggang kekasihnya menjadi hadiah dari tawa lebar Choi Siwon. ” Kau tetap tak ingin ke rumah sakit?” Kyu mengelengkan kepala, ” Baiklah!!!” Siwon berjalan menuju kamar. Dia membuka lemari.

” Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun.

” Mencarikanmu baju.Tak mungkin aku biarkan kekasihku terlihat mengenaskan dengan busana rumah sakit.” Kyu menekuk wajahnya namun sedetik kemudian Siwon mengecup bibirnya. ” Cepatlah sembuh!!! Kita akan merencanakan ulang semuanya.” ucapnya.

” Apa kau masih berniat menikahiku?”

” Kau pikir aku bercanda tuan muda Cho?” Kyu menggelengkan kepalanya, ” Aku akan mempercepat tanggalnya. Aku semakin gila bila memikirkan kau tak ingin menikah denganku.” Kyu tersipu malu,” Tapi aku bersyukur bertengkar denganmu kali ini membawa berkah tersendiri. Aku sudah menyelesaikan tugasku dan aku menang dalam kontrak itu.”

” Jadi kau suka berjahuan denganku…”

Siwon menyambar bibir itu kembali, ” Sedikit.”

” Turunkan aku.” sentaknya. Siwon tersenyum puas mengoda kekasihnya. Siwon pun menuruti ke inginan kekasihnya. Kyu mengkancingkan mantel yang dia kenakana lalu keluar kamar.

” Kau mau kemana?”

‘ Pulang.”

” Dengan seperti itu?” Kyu tak menjawab. Siwon mengejar kekasihnya lalu menarik tangan mulus itu. ” Kau mau kemana?”

” Lepaskan!!! Bukan kau senang jauh dariku. Aku beban buatmu… aku tak akan mengejarmu lagi…aku membencimu…” ucapnya dengan tegas namun terlihat mata coklat itu mengalir dengan sendirinya.

” Baiklah…mianhae” Siwon berjalan mendekat. ” Kau marah? Aku tak sunggung-sungguh… kau tahu aku sampai gila kerja karna ingin melupakanmu? Kau tahu… setiap pagi setelah pulang dari kantor aku menikmati kopi di dalam mobil hanya untuk menunggu mobilmu keluar. Bagaimana gilanya aku setiap malam ketika tak bisa mendengarkan suaramu…aku jauh terlihat mengenaskan tanpamu. ” Kyu masih terdiam tak menjawab, ” Ahh…Daripada kau berkeliaran di jalan lebih baik aku punggut kucing manis ini…” Siwon menngakatnya bagai karung beras.

” YAH!! CHOI SIWON TURUNKAN AKU…”

Namun Siwon menulikan telinganya dan membanting pintu kamar dengan kakinya.

” Choi Siwon…berani kau mendekat akan ku bunuh kau…”

” Aku rela mati baby Kyu…” godanya.

” Yah!!! Siwon..Gelii…sudah aku bilang cukur kumismu…Yah!!! Geliii…”

Selanjutnya tawa mereka iringin malam itu.

*******
.
.
.
.
.
” Kau nyakin kita tak perlu membeli baju sayang.” Kyu mengelengkan kepala sambil menikmati sarapan paginya di tempat makan cepat saji. Siwon membersihkan noda saus di sela bibir kekasihnya. ” Kau seperti anak kecil.” tegur Siwon.

” Aku tak perduli.” Kyu tetap memakan sayap ayamnya dengan lahap.

” Setelah ini kita kerumah sakit? Aku masih khawatir dengan kondisimu…”

” Aku sudah sehat.” sentaknya dengan mulut penuh makanan. Siwon menghela nafas panjang, ” Wonnie…”

” Hum..” Siwon menaruh cangkir kopinya dan menatap kekasihnya.

” Nanti kita akan ke WO?” Siwon mengangguk cepat, ” Lalu ke butik…” kembali hanya anggukan yang menjadi jawaban. Kyu mengigit bibirnya lalu dengan tiba-tiba mengambil cangkir kopi Siwon lalu meminumnya. Kyu menjulurkan lidah.

” Baby… Kau?’ Siwon heran sejak kapan pria manis itu menyukai kopi pahit.

Kyu sontak meminum susunya, ” Yehh!! Ihh… sampai kapan pun rasa kopi tetap tak enak. Kenapa kau suka sekali bahkan tanpa gula.”

” Karna aku takut diabetes…”

” Huh?”

Siwon tersenyum dan membelai pipi gembil itu dengan sayang, ” Setiap hari melihatmu yang begitu manis membuat kadar gula dalam tubuhnya semakin banyak… sedangkan aku tak bisa menguranginya… karna itu aku mengurangi minuman manis karna kau sudah cukup memabukkan.” Kyu memutar bola mata dengan malas. Ahhh… kekasihnya paling pandai memujinya hingga terbang ke awan.

” Kau tak bermaksud menjatuhkanku bukan?” Kyu menatap dengan tajam. Walau ke dua pipi itu merah merona.

” Kau yang selalu membuatku jatuh cinta padamu setiap harinya baby…”

” Cheesy!!! Lama-lama aku yang terserang diabetes.” ucap Kyu dengan pelan.

” Jeongmal?”

” Aiiisshhh!!! Choi Pabbo.” umpat Kyu sambil mengalihkan pangannya ke arah jendela. ” Wonnie…”

” Apa?’ suara manja Siwon membuat Kyu mengalihkan perhatianya.

” Kau lihat bayi itu?” Siwon ikut melihat ke arah pandang kekasihnya. Terlihat dua namja sedang membawa bayi mungil berjalan ke arah mereka. ” Lihat!! Lucu sekali…”

” Kau ingin…” Kyu mengangguk secara spontan. Siwon merubah tempat duduknya di dekat kekasihnya dan memeluk pinggang itu dengan posesif. ” Kita akan membuatnya sendiri. Kau mau?” bisik Siwon dengan lembut tepat di daun telinga kekasihnya. Kyu tersenyum membayangkan itu semua. ” Kau menyukainya…” kali ini kepala kekasihnya bersandar di dada kekasihnya.

“Kau lihat Wonnie bagaimana jari-jari mungil itu membelai wajah namja itu.” Siwon tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya. “Aku ingin merasakannya.”

” Benarkah?’ Kyu mengangguk, ” Apa kita perlu kembali ke apatermenku?’ Kyu mendongak menatap wajah kekasihnya, ” Bagaimana?”

Plak!!

” Kau mesum Choi…” setelah tangan cantiknya menmapar wajah tampan Choi Siwon, pria cantik itu berdiri. Siwon hanya tersenyum melihat wajah merah kekasihnya.
.
.
.
.
” Kau akan masuk untuk menjelaskan kepada orang tuaku?” Kyuhyun menarik tangan kekasihnya untuk masuk ke dalam.

Siwon mencium punggung tangan kekasih cantiknya, ” Nanti saja…. aku akan datang bersama dua orang tuaku… rasanya itu lebih sopan.” jawab Siwon membelai wajah pucat kekasihnya. Kyu memplout bibirnya. ” Aku paling benci ketika kau menunjukan wajah imutmu…” Kyu tersenyum tipis.

” Kyunniee….” Heachul terlihat kusut dan menyeramkan di saat bersamaan. Wanita paru baya itu memeluk putra cantiknya dengan erat, ” Kau darimana saja.” bagaimana pun jahatnya dia tetap saja dia putranya. Kyu hanya terdiam menikamti pelukan ibunya. Namun mata wanita paru baya itu menatap tajam pada pria tampan di sampingnya.

” YAH!!! KENAPA KAU KEMARI?” sentak Heachul.

” Umma…” rengek Kyu.

Siwon tiba-tiba berlutut.

” Mianhae… tiba-tiba aku membatalkan cara pernikahan ini padahal aku juga yang ingin menikah cepat. Bukan maksud aku mempermainkan Kyunnie. Namun kali ini saya serius…” Siwon menundukan kepala.

” Kau pikir putraku apa? Kau membatalkan dan sekarang kau minta maaf? Ha.. tidak ada lagi…” jawab Heachul.

” Umma…” rengek Kyunnie.

Heachul membelai wajah putranya, ” Kau putraku…jadi bertahanlah.” ucapnya dengan lembut, ” Kau pulanglah!!! Jangan berharap bisa memiliki Kyuhyun kami hanya dengan hartamu. Ingat dia lebih berharga.” kali ini nada nyonya Cho lebih tinggi dan tegas.

” Umma maafkan aku. Aku berjanji tak akan sakiti anakmu lagi… ku mohon dengan segenap harga diriku… izinkan aku menikahi putramu.” siwon mash berlutut dan kali ini menundukan kepala.

” Dalam mimpimu.” sentak Heachul lalu membawa Kyuhyun yang meronta ingin lepas. ” Kau bisa diam?” sentaknya membuat Kyu membulatkan matanya. ” Pergi dari rumahku tuan muda choi… jangan harap kami akan menerimamu lagi… cukup…”

” Umma… Kyu mau Wonnie…” rengek Kyu dengan terus menatap kebelakang. Namun kedua tangan itu tak bisa bergerak karna di cengkram ibu dan kakaknya.

” Baby…” Siwon berdiri menghampiri namun di halangi oleh penjaga dan Hangeng. ” Appa… maafkan Siwon… Siwon tahu bila ini salah paham… ku mohon appa…” rengek Siwon dengan kembali berlutut.

” Kau tahu dua wanita itu lebih menyeramkan dariku. Mereka terlihat membullynya namun mereka lebih menyanyai dari siapa pun.” jawab Hangeng.

” Aku harus bagaimana? Aku…” Siwon mengusap wajahnya dengan kasar. Dia tak ingin kehilangan kekasih cantiknya.

Hangeng hanya menepuk bahu pemuda itu lalu berlalu dengan di iringi pintu gerbang yang tertutup rapat.

*******
.
.
.
.
.
.

Ini sudah hampir satu minggu lebih Kyuhyun terkurung di dalam kamarnya. Perpisahan kali ini bukan karna ke inginan mereka sendiri. Siwon berulang kali datang menghampiri kediaman Cho namun Nihil hanya teriakan dari nyonya rumah itu mengelegar dengan lemparan barang. Siwon berulang kali berlutut dan meminta maaf tapi tak sekali pun dia di pertemukan dengan kekasihnya. Siwon merindukannya.

” Kyunnie sakit.” kalimat singkat itu mampu membulatkan mata pria berparas tampan itu, ” Dia hanya makan dari selang infus bodoh itu…” kalimat selanjutnya menjatuhkan pria berperawakan tegas itu. Siwon mencengkeram rambutnya. Changmin dan Yunho tak bisa melakukan apa pun. Kecuali menatap Pria itu mengerang dan menitihkan air mata.

********
.
.
.
.
.

Pria cantik bertubuh gembul itu memeluk bonekah pikacunya dengan erat. Selang infus masih tertancam di lenganya. Heachul mengacam bila sekali lagi selang itu di cabut, wanita paru baya itu bersumpah akan membawa dia pergi ke kutub agar Siwon tak bisa menemukannya. Dia terus menangis terseguk-seguk memikirkan kekasihnya. Otaknya mulai berjalan, dia tak bisa tinggal diam di dalam kamar. Dengan jalan mengendap-endap pria cantik itu melihat sekeliling kamarnya. Semua lampu sudah mati, Dia berjalan ke kamar Nunnanya hanya untuk mengambil beberapa ribu Won karna dopetnya pun di sita. Lalu melesat keluar rumah. Entah kemana perginya penjaga, namun itu keberuntungan tersendiri untuk Cho Kyuhyun.

Siwon begitu lelah. Dia terjaga sepanjang malam. Namun entah malam ini dia ingin memejamkan matanya sejenak agar esok pikiranya bisa kembali fress untuk merebut hati ibu mertuanya. Dia mengkutuk siapa pun yang mengedor pintu apatermennya dengan tidak berprikemanusiaan.

” Yah!!! Apa kau tak tahu kata malam?” suara Siwon bagai petir yang menyambar membuat bocah imut itu membulat sempurna. Manik kelam itu tak percaya dengan apa yang dia lihat. Pria cantik itu terlihat mengenaskan dengan baju tidurnya lengkap dengan sepasang sandal kepala kuda, bonekah pikacu yang dia genggam erat di tangan Kirinya dan tangan kanan memegang infus. Pemandangan yang sulit di percaya, ” Bagaimana kau bisa disini?” pria cantik itu memplout bibir pucatnya, ” Baby…”

” Wonniie…” Kyu melabuhkan pelukannya. Walau pasti tak cukup karna Kyu masih memeluk bonkehanya. ” Aku merindukanmu…” rengeknya. Siwon tersenyum bahagia, rasa kantuknya hilang seketika.

” Nado.”

.
.
.
.

” Bagaimana kau bisa kemari sayang? Dan infus ini…” Siwon menatap Kyu yang terdiam di kamar miliknya.

” Umma mengacamku akan membawa ku ke kutub bila merani melepaskan infus ini lagi dan kau tak bisa menemukannku. Jadi aku membawanya.” pria manis itu tersenyum dengan santai. Siwon hampir menangis dan membelai wajah pucat itu, ” YAH!!! KAU SAMA SEKALI TAK PEKA…aku sudah capek membawa ini…” Kyu memplout bibirnya membuat Siwon mengecupnya dengan singkat lalu mengambil alih Infusnya.

” Kita tidak perlu ke rumah sakit…” Kyu mengelangkan kepala, ” Tapi kau terlihat pucat sayang…”

” Aku benci rumah sakit.”

” Baik. Aku panggil dokter pribadi keluarga Choi?” Kyu mengelengkan kepala, ” Kyunnie…”

” Aku hanya mau Wonnie…aku benci dokter…aku benci obat …aku tidak membenci Wonnie…” ucapnya terdengar malu-malu. Siwon pun memeluknya dengan erat namun tetap menjaga tangannya di atas. ” Wonnie…” Siwon melepaskan pelukan, ” Bagaimana kalau kita kabur saja? Lalu kita menikah di luar negeri…” Siwon tak percaya dengan apa yang dia dengar. ” Wonnie masih belum punya tabungan?”

” Huh?”

Kyu menundukan kepala, ” Lalu bagaimana? Umma tetap tak mau mengabulkan permintaan Kyunnie…”

Siwon tersenyum, ” Kabulkan permintaanku maka aku akan kabulkan permintaanmu.” Siwon terlihat serius dengan ucapannya.

” Huh?” Kyunnie terlihat tak mengerti arah pembicaraan mereka.

Siwon mengecup kening kekasihnya dengan lembut, ” Kita ke rumah sakit dan kau harus mau di rawat disana. SEtelah sembuh aku akan mengabulkan apa pun permintaanmu. Bagaimana?” Kyu mengelengkan kepala. Siwon mendengus, ” Lalu…? Kau tak ingin menikah denganku?” Kyu kembali mengelengkan kepala sebagai jawaban. ” Kyuniie…”

” Aku akan tetap disini. Aku takut!!!”

Siwon membelai wajah pucat itu, ” Aku akan menemanimu. Aku berjanji.” ucapnya menyakinkan.

Kyu mengelengkan kepala lagi, ” Aku takut umma menemukanku.” ucapnya.

Siwon tersenyum, ” Aku akan menyuruh penjaga untuk menunggu di luar dan semua identitasmu di samarkan. Tapi ku mohon kita ke rumah sakit dan memeriksakan kesehatanmu. Aku mulai takut, kau akhir-akhir ini sering pingsan.” Kyu memplout bibirnya, ” Baby, aku paling tidak suka kau mengabaikan kesehatanmu…”

” Wonnie…”

” Kau ingin aku membatalkan pernikahan ini…” Kyu mengelengkan kepala, ” Jadi tak ada penawaran lain. Ikuti kataku.” Kyu pun menunduk patuh. Siwon pun tersenyum dan mengendongnya ala pengantin. Kyu hanya bisa pasrah.
~ooOoo~
.
.
.
.
.
.

” Gwenchanha?’ Sungmin melihat calon menantunya terbaring lemah di ranjang dengan selang infus di tanganya.

” Umma…” rengeknya manja.

” Wae? Umma disini…” Kyu hanya memeluk mahkluk imut itu dengar erat. ” Oh…Tuhan… bagaimana wanita iblis itu tega menyiksa buah hatinya sendiri…” gumamnya Sungmin. ” Kau tenang saja umma akan membuat ratu iblis itu menyesal. kau tetap akan menikah dengan Siwon sayang…”

” Jeongmal?” Sungmin mengangguk. ” Gomawo umma…” Kyu memeluk calon ibu mertuanya dengan erat.

Siwon hanya tersenyum mendapati ibunya memeluk erat kekasihnya, ” Apa ada perayaan?” Kyu melepaskan pelukannya dan menatap ke arah sumber suara tersebut.

” Wonnie… kemana saja.” Siwon berjalan mendekat mengeser posisi ibunya.

” Hanya mengecek hasil rongsen saja. Syukurlah!!! tak ada penyakit serius.” Siwon membelai wajah pucat itu dengan lembut.

” Jadi aku akan pulang segera?’ Siwon mengangguk, ” Lalu bagaimana dengan bajuku? Apa…??” ucap Kyu menggantung.

Siwon mencuri kecupan di pipi bulat yang memerah itu, ” Tenang aku pastikan itu muat untukmu.” Kyu semakin merona.

” Aku tidak sabar untuk pernikahan besok. Ahh pasti ahjumma itu akan terlihat senang…” gumam Sungmin.

Kyu hanya mengigit bibirnya menatap Siwon yang terus membelai wajahnya.

~ooOoo~
.
.
.
.
.
.

Wanita paru baya terlihat duduk dengan begitu anggunya di sebuah retoran ternama di kotanya. Dia sesekali menengguk minumannya. Lalu melihat jam tangannya untuk membunuh waktu. Tak lama terlihat orang yang di tunggunya datang. Menenteng tas mahalnya dan berjalan dengan senyuman menawan. Wanira itu duduk dan menengguk minumannya.

” lemon tea dengan sedikit gula. Kau memang tahu sekali apa mauku teman baikku.” ucapnya dengan seringaian.

” Diam kau Sungmin-sii.” wanita itu tertawa melihat expresi kesal sahabatnya. ” Kau tahu aku sudah lama menunggu di sini. Mengorbankan waktu kesalonku..ahh..” keluhnya sambil melihat wajahnya di cermin.

” Kau masih terlihat muda dan cantik Heachul-sii.” goda Sungmin.

Heachull terkikih, ” Ahh… bagaimana?”

Sungmin menghentikan aktifitasnya dan menantap Heachull dengan serius, ” Apa yang bagaimana?

” Jangan menyiram minyak tanah di bara api Sungmin-sii.”

Wanita yang tak kalah cantiknya itu tersenyum, ” Semua berjalan lancar. Bahkan putra manismu mengajak putraku kawin lari. Ohh.. manisnya…tapi sayang si kuda bodoh itu tak mau…”

” Jeongmal?”

” Ne. Tapi Kyu sudah bisa di bujuk Siwon untuk masuk ke rumah sakit. Tak ada penyakit serius hanya kelelahan pikiran yang membuatnya tertekan.” jelasnya.

” Syukurlah!!! Hangeng sudah hampir menceraikanku karna putranya hilang dari kamar. Oh, ya tentang tempat pernikahannya kami sudah mempersiapkannya dan…” Sungmin menatap dengan serius, ” Kau nyakin menikahkan putra-putra kita.” Heachull berkata sedikit lemah.

” kau ini kenpaa?”

” Kau bisa lihat betapa manjanya dia”

“Kurae”

” Dia pemarah, mudah mengambil keputusan tanpa berpikir, dia pria manis yang memiliki rahim.”

” Maja. Wae?’

“Aku takut kalian menyesal memilik menantu seperti dia. Bagaimana pun dia putraku.” ucap Heachul putus asa.

” Kurae…”

“Sungmin-sii”

Sungmin meraih tangan sahahatnya dan mengenggam erat, ” Berapa lama kita bersahabat? Kau membuatku sedih.” Sungmin mulai berkaca-kaca.

” Yah!! Kita bukan remaja lagi…jangan menangis disini.” Sungmin menghapus air matanya lalu berusaha tersenyum, ” Aku hanya takut putramu…” ucap Heachul menggantung.

” Putraku…” heachul mengangguk, “Bukankah ini ke inginanku? kau ingat bukan beberapa tahun yang lalu ketika perusahaanku merayakan ulang tahun. Aku tahu ini akan terjadi, karna mata putraku tak pernah lepas menatap pria ceroboh yang manis itu.” Sungmin tersenyum, ” Bahkan ketika dia bilang akan mendekati Kibum walau dia jatuh hati dengan pria manis itu. Putramu memang menarik…” Heachul masih belum sepenuhnya tersenyum, ” Wae? Kenapa masih terlihat ragu? Kau sudah mengenalku berapa tahun?” Heachul menatap sahabatnya, ” Bila kau meragukanku itu berarti persahabat kita selama ini tak ada gunananya. Kau sudah lihat bagaimana Siwon? Kau sendiri yang sering memujinya.” Heachull tersenyum, ” Sudahlah!!! Bukan kita harus kesalon? Aku tak ingin kalah cantik dengan menantuku…”

” Coba kau ucapkan itu di depannya.”

” Aku tahu. Mungkin aku sudah tak bisa lagi memeluk suamiku.”

Mereka berdua tertawa bahagia.

~ooOoo~
.
.
.
.
.
.

” Kau masih terlihat pucat…” Siwon memapah kekasihnya dengan khawatir. Hari ini kekasihnya keluar dari rumah sakit setelah di nyatakan sehat. Bahkan Siwon membatalkan rapatnya karna kekasihnya merengek akan pulang naik taksi bila Siwon tak menjemputnya. ” Kyu…”

” Aku sudah tak apa-apa? Jadi buat apa membuang uang hanya untuk menginap di rumah sakit.” jawab Kyuhyun dengan santai, ” Ahh… Wonnie aku sudah ada janji dengan Changmin dan Eunhyuk jadi antarkan aku ke kedai es krim.” Kyu menatap wajah kekasihnya yang sudah membulatkan mata mendengar penuturannya.

” Andwae.”

” Wae?’

” Kau masih sakit dan aku harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan beberapa urusan belum lagi aku harus datang ke kampus untuk mengurus tugas. Andwae…kau harus beristirahat.” ucapnya dengan nada suara yang keras dan tegas. Kyu memplout bibirnya, ” Percumah itu tak gunannya. Aku tetap merangmu.”

Kyu menyeringai, ” Kau tak akan bisa menciumku atau memelukku bila tak mengijinkanku pergi.” acamnya.

” Lebih baik aku tak bisa mencium atau memelukmu daripada kau sakit.” Kyu mendukan kepala. Dia akan menangis, ” Baby…”

” Hiks…hiks…”

” Ujimal..baby…baik-baik pergilah!!!” Siwon akhirnya mengalah. Kyu mengelengkan kepala, ” Wae? Apa ada yang sakit?” Kyu mengelang namun tetap menangis membuat semua yang melintas melihatnya dengan pandangan sulit untuk artikan. Siwon panik. Sedangkan Kyu tetap tak mau diam atau melanjutkan langkahnya. Tak ada cara lain keculai dia menggedongnya ala pengantin dan menundukan kepala setiap kali orang menatap menuntut jawaban.
.
.
.

Mereka kini sudah ada di mobil namun tetap saja Kyu tak bisa diam. Siwon panik. Bagimana pun dia tak tega melihat kekasihnya menangis hingga cegukan.

” Baby…Pliase… jangan membuat aku binggung…” Siwon menepikan mobilnya di dekat taman. Akhirnya tangisan Kyu mulai mereda, ” Baby…”

” Apa kau benar-benar menyukaiku?”

” Huh? Keurom. Wae, baby? kau meragukanku lagi? Baby…”

“CUP”

” Gomawo.” wajah pucat pasih itu merona malu, sedangkan Siwon tak sadar membuka mulutnya tercengah tak percaya dengan apa yang dia dengar. Dia sedang bermimpi indah. ” Wonnie…” rengek manja pria cantik itu.

” Geulaeseo…?” Siwon seperti menahan tawa setelah sadar apa yang membuat kekasihnya menangis tadi.

” Berhenti tertawa…!!! Kau…kau…”

Siwon seakan menantang kekasih dengan memajukan dagunya. ” Kau apa?”

” Aku…aku..”

” Hmm… kau akan melakukan apa?’ Siwon mengulurkan tangannya membelai wajah cantik itu, ” Sudah tak usah di lanjut lagi…kau baru keluar dari rumah sakit… aku tak mau kita bertengkar lagi, membatalkan pernikahan lagi… kau sakit lagi. Aku saja belum bisa meraih hati ibumu. Jadi sekarang kau cepat sembuh karna tinggal beberapa hari lagi kita akan menikah.” mendengar kalimat panjang itu membuat Kyu kembali menunduk lemas, ” Kenapa lagi?”

” Kita akan menikah…tanpa restu orang tuaku…”

Bagaikan tertancap ribuan pisau ketika kalimat sederhana itu terucap dari bibir merah muda itu.

” Kita akan menundanya bila kau mau?” Kyu menggengkan kepala, ” Bila itu menyakitimu… aku tak bisa…”

” Tapi aku ingin menikah dengan Wonnie…”

” Nado. Tapi aku bisa bersabar menunggu sampai orang tuamu luluh menikahkan kita.” Kyu tersenyum lalu menarik Siwon dalam sebuah pelukan erat.

” Antarkan aku pulang…” pinta Kyu. Dan Siwon hanya mengagguk menyetujuinya.

~ooOoo~
.
.
.
.
.

Siwon mengenggam erat tangan kekasihnya. Kali ini dia tak perduli bila sampai Heachul akan membunuhnya. Mereka berjalan melintasi pintu utama.

” Kyunnie…” Kibum berteriak histeris ketika melihat adiknya berjalan menunduk dengan, ” Siwon…” semua anggota keluarga sontak berdiri tak kecuali Sungmin.

” Omo… apa yang kalian berdua lakukan disini?” teriak Sungmin, ” Kyu, bukan seharusnya kau masih di rumah sakit. Cepat istirahat di atas…aku tak ingin kau kelelahan. Wonnie harusnya kau jangan ijinkan dia pulang.” lanjutnya.

” Kyunnie…” Heachul berdiri ingin menghampiri putranya namun dia melihat Siwon mengenggam tangannya kuat. Dia tersenyum.

” Ada sesuatu yang ingin aku katakan, eomeonim.”

” Padaku…” Heachul menunjuk dirinya sendiri.

” Ne. Aku akan menikahi Cho Kyuhyun.” Siwon berjalan mendekat lalu berlutut, ” Restui kami berdua. Aku memang pria tak tahu malu, setelah mencapakan dia aku kembali berlutut memohon maaf. tapi aku serius dengan perasaanku, umma. Aku mohon…” Kyu pun ikut berlutut dan memasang wajah memohon.

” Apa kau pikir aku berhati batu?” Siwon memberanikan diri menatap Heachul, ” Kau pikir aku sungguh-sungguh…?” Heachul meninggikan suaranya. Dan terdengar juga suara tawa dari arah belakang wanita paru baya itu. Kyu mengerutkan keningnya. Jadi semua ini hanya sandiwara. ” Kalian pikir ini permainan. Dengan mudah kalian membatalkan dan kembali. Aku bosan mendengar itu. Aku ingin kalian serius tidak menyakiti dengan saling egois. Belajarlah mendengar dan berbicara.”

” Umma…” Kyu segera berdiri dan berlari melabuhkan pelukan, ” Saranghae…saranghae…” Heachul membelai punggung itu dengan lembut dan tersenyum ke arah Siwon yang kembali membungkukkan tubuhnya. Sungmin tersenyum dengan memeluk Jiwon. Kibum dan Handeng hanya menghela nafas lega. Pada akhirnya drama menyedihkan ini berakhir.

`
~ooOoo~
.
.
.
.
.

Kyu masih memplout bibirnya ketika dua teman baiknya datang dengan beberapa kantung makanan. Dia sudah bosan di penjara namun baik keluarga atau kekasihnya pun masih belum mengijinkan dia keluar rumah. Padahal dia sudah membuat alasan selogis mungkin. Menghabiskan masa lajangku dengan teman baikku. Ahh…namun tetap saja Siwon tak ijinkannya. Bahkan dia rela kehilangan beberapa ribu Won hanya untuk menyewa Changmin dan Eunhyuk untuk menginap di rumah kekasihnya.

” Walau aku sudah menyangka kau akan menikah lebih dulu daripada kami. Chukahae…” Changmin tersenyum polos lalu mereka pun berpelukan layaknya yeoja.

” Gomawo.” Kyu menghapus air mata yang mengalir dari lelehan caramel itu.

” Kalian akan bulan madu kemana?” tanya Eunhyuk antusias.

Kyu mengelangkan kepala, ” Wonnie begitu sibuk di kantor dan belum juga akhir bulan ini kita akan ujian. Jadi kita menundanya.” Kyu sedikit mendukan kepala karna impiannya untuk bulan madu ke Paris harus tertunda.

” Salah sendiri menikah di saat seperti ini.” omel Changmin.

Kyu memplout bibirnya, ” Biarkan!!! Asalkan aku bisa menikah dengan Wonnie. Huweee!!!” Kyu menjulurkan lidahnya.

” Tapi bukankan itu menarik. Menghabiskan bulan madu di kamar. Aku rasa itu lebih romantis.” hibur Eunhyuk. Kyu tersipu malu.

Changmin menyeringai, ” Dan membuat gembull tak bisa jalan.” tambahnya.

Kyu menghentikan acara minumanya dan menatap horor, ” Wae? Kenapa aku tak bisa jalan.” tanya Kyu dengan polos.

” Ahh, iya Siwon selalu memperlakukannya dengan lembut. Berbeda dengan Yunho yang kasar.”

” MWO???”

” Yah!!! kalian ini aku tuli.” teriak Changmin dengan wajah kesal menutupi kedua daun telinganya.

” Jadi kalian pernah…” ucap Eunhyuk mengantung. Changmin mengangguk malu, ” Eonjeyo?’

” Eodiyo?” Kyu menambahkan.

” Waktu ulang tahunnya tahun lalu dan kita…” Changmin mengigit bibirnya, ” Melakukannya di Villa keluarganya…” pria penyuka makan itu menudukkan malu.

” Bagaimana rasanya?” Eunhyuk mulai penasaran, ” Bagaimana?” dia terlihat tak sabaran ketika sahabatnya hanya tersipu malu.

Changmin melipat tangan di dada, ” Awalnya sakit namun…” Changmin tak bisa melanjutkan ucapannya. ” Ahhh…itu semua bisa menjadi candu, walau endingnya aku tak bisa berjalan normal selama dua hari. Untung saja ketika itu liburan semester.” Changmin menceritakannya dengan bangga.

” Apa itu begitu menyakitkan?” tanya Kyu dengan wajah ketakutan.

” Keurom. Di posisi seme atau Uke kita tetap seimbang.” jawabnya dengan santai. Changmin menatap sahabat baiknya, ” Apa kalian…?” Kyu mengelengakan kepala. Changmin dan Eunhyuk hanya menepuk jidatnya dan sedikit meringis. Berharap Siwon tetap menepati janjinya akan membayar uang semester mereka. Kyuhyun mulai merindik ketakutan.

~ooOoo~
.
.
.
.
.

Pagi ini adalah pagi yang paling menyegarkan untuk Choi Siwon. Dia bersenandung ketika dua mata kelam itu mulai terbuka sempurna. Dia tersenyum ketika membayangkan bagaimana esok dia akan melihat kekasihnya tidur di ranjangnya dengan status yang berbeda. Dia memeluk gulingnya dan menciumi seperti orang gila.
.
.

Berbeda dengan Cho Kyuhyun. Dia terlihat tegang dan tak bisa tidur semalaman. Dia menghabiskan semua cemilannya dan mempora-porandakan kamarnya.

” Ya Tuhan selamatkan aku!!!” pintanya dengan dengan wajah penuh air mata.

Detingan Piano bergema di ruangan mewah itu menghantarkan pria manis menuju ke altar. Siwon tersenyum menatap kekasihnya yang begitu menawan hari ini. Bunga bertaburan mengiringi jalan sang pengantin, di iringi tepukan tangan. Siwon menundukan kepala dan lalu mengulurkan tangan kanannya. Pendeta mulai berbicara ketika kedua membelai berdiri di depannya. Siwon mengangkat tanggannya.

” Saya Choi Siwon akan menghormati dan mencintai pengantin Cho Kyuhyun apapun yang terjadi akan menghormati yang lebih tua, akan menjadi suami yang baik untuknya. Aku berjanji.”

Kyu tersenyum ke arah Siwon lalu mengangkat tangan kirinya, ” Saya Cho Kyuhyun dan pengantin pria, Choi Siwon akan saling mencintai dan menghormati apapun yang terjadi. Saya berjanji untuk menghormati yang lebih tua dan menjadi istri yang baik untuknya. ”

Silahkan cium pasangan Anda. Ketika Siwon hendak menciumnya tiba-tiba….
TBC

Terima kasih buat komentar kalian yang berjibun…
mungkin baru part depan aku Password… Ini baru mungkin soal aku gak teralu handal buat NC…
Tapi bila yang berniat baca bisa DM aku di @Cat_meonks
sekali lagi terima kasih ya buat komentar kalin
Itu yang buat saya semangat buat lanjut….

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

69 thoughts on “Tentang Kamu – Part 9

  1. ya ampun kyumom nekat ye gara gara rindu wondad kkk
    kyumom lain kali jgn gitu ah
    nanti malah lama sembuhnya loh kkk

    yeeaaay akhirnya WonKyu Nikah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s