Posted in Angst, BL, Genre, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

[Gift From WKC Friend] Wave Of Destiny

CYMERA_20150216_085957

Wave Of Destiny

Author: ApolDes

Maincast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon

Genre: Angst, Romance

Rated: T

Summary: Siwon yang ingin meminta restu kepada orangtuanya dan Kyuhyun yang harus menerima takdir yang mengombang-ambingkan nasibnya. Akankah mereka bersatu saat orang ketiga menyusup diantara mereka?

Wave Of Destiny

Cuaca Korea sedang bersahabat. Pagi yang cerah diwarnai semangat kerja warga negara yang terkenal dengan industri musik tersebut. Jalanan belum begitu ramai mengingat ini adalah hari libur. Namun yang masih betah mendekam di rumah masing-masingpun tak jarang. Salah satunya seorang pemuda manis yang tengah menikmati secangkir hot choco di balkon apartemennya. Kyuhyun, pemuda itu menikmati hari liburnya tanpa ada niatan untuk berkencan. Jarang Ia mendapat waktu libur sepanjang ini sejak Ia mendapat gelar Strata Satu. Berbekal otak geniusnya, diusianya yang baru menginjak duapuluh satu tahun Ia dapat melanjutkan pendidikan dengan beasiswa. Orangtuanya tinggal di Jepang, mengelola perusahaan kakeknya di bidang perkebunan. Sedang Ia sendiri memilih untuk menjalani kehidupan di tanah kelahirannya, karena suatu alasan. Hatinya, hatinya telah terpikat oleh seorang pria yang Ia cintai. Juga, sebuah cobaan besar yang diketahui hanya oleh Siwon dan kenalan appanya. Orangtuanya tidak mungkin Ia beri tahu. Bisa jadi pekerjaan di Jepang porak-poranda karena rasa khawatir mereka yang terlalu berlebihan.

            “Baby, kau disini.”

Kyuhyun menoleh, mendapati seorang pria yang tengah menyandarkan satu tangannya ke daun pintu dengan nafas terengah. Choi Siwon, pria yang merupakan kekasihnya sekaligus anak dari sahabat dekat eommanya.  Siwon mendekat dan memeluk Kyuhyun protektif. Dikecupnya lama pucuk kepala Kyuhyun. Wangi apel mint menguar dari helai rambut kekasihnya.

            “Kufikir terjadi sesuatu, baby. Hyung takut.”

Kyuhyun tertawa kecil lalu mendongak. Melihat wajah Siwon yang menampakkan raut khawatir yang kentara. Dilesakkanlah kepalanya ke dada bidang Siwon hingga membuat kekasihnya itu tertawa geli.

            “Aku akan baik-baik saja selama hyung ada didekatku.”

Ujar Kyuhyun dalam pelukannya dengan tangan yang mengusap punggung Siwon. Berharap dengan begitu Siwon tidak terlalu mencemaskan keadaannya. Ia memang sempat merasakannya tadi, sebuah sensasi terbakar dan mencengkram yang Ia ingin hilangkan. Namun Ia harus menahannya di hadapan Siwon, jangan sampai wajah jeleknya tertangkap mata Siwon yang teduh.

*WK*

            “Baby, kau tidak berniat mengganti password apartemenmu?”

Tanya Siwon ketika Kyuhyun membuatkannya waffle. Sedangkan Ia tengah duduk manis di counter dapur. Memandangi kekasihnya yang tampak begitu cantik saat memasak.

            “Tidak.”

Jawab Kyuhyun singkat. Tangannya sibuk memasukkan adonan kedalam microwave dan mengatur suhu. Setelahnya Ia memotong beef yang Ia pesan dari restoran delivery langganannya. Hingga akhirnya Ia sedikit berjengit kaget saat Siwon yang tiba-tiba memeluknya dari belakang dan meniup tengkuknya. Dengan keadaan seperti ini tentu saja Kyuhyun merasakan bulu romanya berdiri. Biar bagaimanapun tiupan Siwon mampu membuatnya sedikit mengeluarkan suara sexy meski Ia tahan. Hal itu membuat Siwon terkekeh dan beralih menyusupkan kepalanya di ceruk leher Kyuhyun.

            “Kenapa singkat sekali menjawabnya, baby? Baiklah, hyung Tanya sekali lagi. Kau tidak berniat mengganti password apartemenmu?”

            “Karena aku malas mencari password lain”

            “Benarkah? Apa sulit mengganti angka 407, hm?”

            “Tentu saja sulit. Itu kau yang membuatnya, lagipula apartemen ini juga dipilihkan olehmu,kan? Jadi aku tidak ingin menggantinya.”

            “Kenapa tidak bilang dari tadi, baby. Dengan begini kan aku tidak perlu membuatmu mendesah, sayang.”

Ujar Siwon dengan nada menggodanya membuat Kyuhyun merona dan menghentikan acara memotong beefnya. Wajahnya merah padam dan tanpa menunggu godaan lain dari Siwon, Ia menginjak kaki Siwon dengan keras.

            “Yak!! Choi pervert!! Singkirkan tanganmu dari perutku! Kau mengganggu saja!”

Seru Kyuhyun setelah berhasil membuat Siwon mengaduh. Lalu Ia melanjutkan kegiatan memotongnya dengan bibir yang menyunggingkan senyum jahat.

            “Baby, appo…”

Keluh Siwon masih dalam posisi duduk di lantai sambil meniup punggung kakinya yang memerah. Injakkan Kyuhyun tidak bisa dianggap remeh. Airmata bisa saja lolos jika dia tidak memiliki rasa gengsi yang tinggi. Namun Ia tidak bisa menyembunyikan suaranya yang bergetar sehingga membuat Kyuhyun berbalik dan ikut berjongkok dihadapannya.

            “Benarkah? Apa injakkanku terlalu keras? Sakitkah? Maaf,hyung. Sungguh aku minta maaf.”

Siwon dalam kegiatan meniup punggung kakinya sebenarnya tengah menahan tawa. Babynya benar-benar khawatir dan Ia suka itu. Ia ingin menikmati saat dimana babynya merajuk untuk mendapatkan sebuah kata ‘maaf’ darinya. Sehingga tidak lama kemudian Kyuhyun bangkit dan kembali dengan kotak obat ditangannya. Siwon masih diam ketika Kyuhyun mengoleskan salep dipunggung kakinya dengan hati-hati. Kyuhyun menunduk saat  melakukan itu, tidak berani sedikitpun untuk menatap Siwon.

            “Baby, hyung sudah tidak apa-apa. Sakitnya sudah sembuh. Ayo lihat hyung. Hyung tidak marah.”

            “Hiks, aniyo..”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya seperti anak kecil. Masih dengan kepala menunduk, Kyuhyun terisak kecil membuat Siwon terhenyak.

            “Baby, hyung tidak apa-ap…”

Ucapan Siwon terhenti ketika melihat Kyuhyun berdiri dan masuk ke kamar  mandi. Mungkin Ia akan membasuh wajahnya.

Siwon hendak berdiri untuk mengembalikan kotak obat ke lemari sebelum matanya menangkap cairan merah yang berbanding besar dengan airmata Kyuhyun yang sempat menetes tadi. Siwon mengenali cairan itu. Cairan kental yang tidak Ia izinkan keluar dari tubuh babynya kini telah keluar dan menodai lantai. Mata Siwon mulai berair. Tanpa memikirkan niat untuk mengembalikan kotak obat, Siwon bergegas ke kamar mandi menyusul babynya. Beruntung Kyuhyun tidak sempat mengunci pintu setelah masuk kesana. Sehingga memudahkan Siwon untuk mendapati Kyuhyun yang tengah mencengkeram keran dengan kuat. Darah masih tampak menetes diantara philtrum hidungnya. Dengan pandai, Siwon berusaha menyembunyikan kepanikannya. Membantu babynya menyeka darah yang masih mengalir dengan sabar sampai darah itu berhenti.

            “Kau pasti belum minum obat. Dasar anak nakal.”

Ucap Siwon sambil mencubit hidung Kyuhyun. Akhirnya Siwon mengangkat Kyuhyun bridal dan membawanya ke kamar.

            “Hyung, kau belum sarapan. Wafflenya pasti sudah matang. Juga, beefnya belum ak..”

            “Baby, jangan banyak bicara dulu, mengerti? Hyung akan mengambil masakanmu dan kita sarapan disini. Bagaimana?

            “Hyung saja yang makan, aku tidak ingin.”

            “BabyKyu, jangan membantah atau hyung akan menciummu sampai kau…”

            “Arraseo, arraseo!! Pergi sana!”

Siwon tertawa, akhirnya Ia bisa menciptakan semburat merah muda di pipi babynya yang mulai terlihat kurus.

            Setelah mengambil sekotak susu dan menutup pintu kulkas, Siwon tampak merenung. Menundukkan kepalanya dan berakhir dengan Ia yang terduduk di lantai dan menyandar dikulkas. Wajahnya menyiratkan kesedihan. Ia sadar, tidak mungkin hubungan dan babynya akan mampu bertahan dengan keadaannya jika Ia menolak untuk berterus terang kepada keluarganya. Semakin banyak orang yang tahu, maka akan semakin banyak orang yang akan melindungi babynya. Kini pilihan ada di tangan Siwon. Ia harus segera mengatakan pada orangtuanya bahwa Ia mencintai Kyuhyun dan akan menikahinya segera. Ya, Siwon belum berterus terang pada orangtuanya bahwa Ia dan Kyuhyun adalah sepasang kekasih. Yang orangtua Siwon tahu, Ia dan Kyuhyun hanyalah sahabat dekat sehingga saat Siwon menginap di apartemen Kyuhyun, orangtuanya tidak melarang.

            Setelah yakin dengan keputusannya, Siwon berdiri dan membawa nampan berisi sarapan lengkap ke kamar babynya.

            “Baby, ayo sarapan.”

Kyuhyun yang sedang membaca novel menengadahkan kepalanya, tersenyum kecil saat Siwon duduk disampingnya dengan sepiring nasi dan beef sebagai lauknya. Ia membuka mulutnya saat Siwon mengangsurkan suapan pertamanya.

            “Hyung tidak makan?”

            “Hyung akan makan setelah baby minum obat.”

“Baiklah.”

“Buka mulutmu lagi, baby. Pesawat tempur akan memasuki gua! Ayo, jangan sampai terjadi kecelakaan. Pastikan lubang gua yang akan dimasuki terbuka lebar! Ngieeeeng…. Aaaaaa.”

            “Ish! Aku bukan baby, hyung.”

            “Kau tetap baby hyung, sayang. Ayo makan.”

Kyuhyun terkekeh sebelum Ia membuka mulutnya. Siwon benar-benar memperlakukannya seperti saat Ia sehat. Dalam hati, Ia bersyukur. Dibalik kekurangan yang Ia miliki, Siwon tanpa ragu menjadi penopangnya. Bahkan sampai Ia kerepotanpun Siwon tetap menyuguhkan senyum padanya.

            Suapan Kyuhyun berhenti pada sendok kelima. Ia hampir memuntahkan suapan kelima itu kalau Siwon tidak menyemangatinya. Dengan hati-hati, Siwon meminumkan Kyuhyun segelas susu dan mengangsurkan obat yang berjumlah banyak. Siwon saja sampai bergidik melihat usaha babynya saat menelan pil-pil besar itu.

            “Baby, setelah ini kita menemui ahjussi Kim, ya?”

            “Eh? Kenapa tiba-tiba? Aku sudah baik-baik saja, hyung.”

            “Tidak apa-apa tapi wajahmu pucat, sayang.”

            “Bukankah kulitku memang pucat?”

            “Baby, ayolah. Hyung akan membelikan tiga cup ice cream jumbo nanti.”

            “Jinjja? Choaaa.. baiklah. Aku mau.”Siwon tertawa melihat binar wajah Kyuhyun dan mata caramel yang mampu menghipnotisnya itu membentuk eye smile.

Kini giliran Siwon yang sarapan. Ia mengambil wafflenya dan menyalakan TV di kamar itu. Lalu Ia duduk di sofa dan membiarkan Kyuhyun bermain game sambil berbaring di ranjang yang tepat berada dibelakangnya.

            Setengah jam kemudian, sebuah kepala tiba-tiba tergeletak dipaha Siwon membuat si empu paha sedikit terlonjak. Rupanya pelaku itu adalah Kyuhyun, yang kini tengah tertawa renyah mendapati Siwon yang menatapnya sedikit protes. Tanpa ragu, Kyuhyun menyamankan posisi kepalanya dan membiarkan Siwon tetap nyaman saat menonton TV. Sesekali Ia menerima suapan waffle dari Siwon saat tangannya sibuk memencet tombol PSP.

            “Yah, malah tidur.” Gumam Siwon setelah Ia mematikan TV. Dilihatnya mata Kyuhyun yang terpejam dan menampakkan wajah childish yang damai tanpa beban. PSP yang semula digenggam erat kini beralih tergeletak diatas perut Kyuhyun dengan tulisan ‘PAUSED’ dilayarnya. Siwon menatap lama wajah Kyuhyun. Entah mengapa rasanya sesak mengingat kenyataan bahwa Kyuhyun diintai malaikat maut yang akan setia ada saat rasa sakit itu datang. Rasa sakit yang bisa memisahkannya dengan kekasihnya itu. Dan rasa sakit yang belum tentu bisa disembuhkan hanya dengan alat canggih saja.

            Ponsel Siwon bergetar, sebuah panggilan menampakkan nama ayahnya di layar ponselnya. Segera saja Siwon mengambil bantal sebagai penopang kepala Kyuhyun dan melangkah menuju balkon, takut mengganggu babynya yang telah menyelami alam mimpinya.

            “Ne, abeoji. Aku masih di appartemen Kyuhyun”

            “…”

            “Besok malam? Sepertinya jadwalku kosong, abeoji.”

            “…”

            “Makan malam? Bersama eomma?”

            “…”

            “Boleh kuajak Kyuhyun juga?”

            “…”

            “Jebal abeoji, Kyuhyun sedang sakit, tidak mungkin aku meninggalkannya.”

            “…”

            “Arraseo, gamshamida abeoji, ne. “

Siwon menghela nafasnya. Ia tahu ada alasan lain mengapa abeojinya mengajaknya makan malam. Namun entah apa itu, yang pasti Siwon harus mempersiapkan mental untuk mengungkapkan statusnya dengan Kyuhyun pada orangtuanya besok malam.

*WK*

            Keduanya berjalan beriringan memasuki salah satu ruangan dokter spesialis penyakit dalam. Kyuhyun masih menggamit lengan Siwon erat saat dokter Kim yang merupakan teman daripada abeojinya menggiringnya menuju tempat X-Ray. Siwon tersenyum menenangkan dan akhirnya Kyuhyun menjalani serangkaian pemeriksaan yang memakan waktu hampir satu jam lamanya. Setelah keluar dari ruang X-Ray, Kyuhyun berjalan keluar dan menghambur kepelukan Siwon saat kekasihnya itu menyambut di luar ruangan. Kemudian keduanya mengikuti dokter Kim yang membawa mereka menuju ruang kerjanya.

            “Kyuhyun-ah, perkembangan tumor diotakmu mulai menunjukkan perkembangan ukuran. Dibagian ini, tumor itu mulai berkembang.” Terang ahjussi Kim setelah berdebat panjang dengan Kyuhyun yang menanyakan hasil dari pemeriksaan. Beruntung hasil bisa cepat keluar karena kecanggihan alat yang semakin menunjukkan performanya.

Kyuhyun mendengarkan penjelasan dokter dihadapannya dengan wajah yang dibuat sewajar mungkin. Sedangkan Siwon siap melayangkan protes saat dokter itu menunjukkan hasil X-Ray yang tengah ditunjukkan oleh dokter bername tag Kim Young Woon itu. Mengetahui gelagat kekasihnya, Kyuhyun menggenggam erat tangan Siwon membuatnya mengurungkan niat untuk bersuara.

            “Kyuhyun-ah, sebagai teman abeojimu, aku merasa berdosa menyembunyikan hal sepenting ini darinya.”

            “Tidak apa-apa, ahjussi. Aku yang akan menyampaikannya sendiri nanti.”

            “Benarkah? Ah, aku lega mendengarnya. Jadi, apakah kau ingin menjalani kemotheraphy?”

            “Tidak, ahjussi. Biarkan ini berjalan apa adanya.”

            “Baby..”

            “Hyung, kumohon mengertilah. Kau ingin aku mati dengan kepala botak, eoh?”

            “Baby, apa yang kau bicarakan?”

            “Ah, iya ahjussi. Berikan aku resep lagi, ne? aku ingin segera pulang. Siwon hyung menjanjikan tiga cup ice cream jumbo padaku. Iya, kan hyung?”

            “N..ne..”

Dokter Kim hanya menghela nafas. Ia tahu sifat ceria Kyuhyun hanya topeng untuk menutupi air mata yang terlihat mengumpul dikelopak matanya. Dengan tangan bergetar, Ia menulis resep untuk mencegah perkembangan sel tumor di kepala Kyuhyun. Biar bagaimanapun, Ia sudah menganggap Kyuhyun bagian dari keluarganya sendiri.

            “Minumlah dengan rutin, Kyu. Kau bisa menikah dengan Siwon jika kondisi dan semangatmu masih sebagus ini hingga beberapa tahun kedepan.”

            “Ne, ahjussi. Aku akan menikah dengan Siwon hyung dan hidup dengan baik.”

Setelahnya Kyuhyun berpamitan dengan ahjussinya itu dan berjalan didepan Siwon. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar saat matanya membaca resep yang menambahkan jumlah dosis obat disana. Bibirnya mulai bergetar saat dadanya merasa bergemuruh. Ia berlari kecil menuju area parkir. Telinganya bisa mendengar jelas panggilan Siwon agar Ia menunggunya. Namun tidak Ia indahkan dan Ia memasuki mobil dan duduk di jok belakang. Tangisnya meledak, Ia menjambak rambutnya berharap tumornya ikut tercabut dengan beberapa helai rambut yang menempel di telapak tangannya.

            “Sssstt.. baby, hyung disini. Uljimaaa…”

Siwon membawa Kyuhyun dalam pelukannya, mengusap punggung itu untuk ikut menopang beban derita yang dipikul disana. Siwon turut menangis, pernyataan dokter tentang penyakit Kyuhyunnya itu bagai pecut tersendiri bagi luka dihatinya.

            “Benarkah, benarkah kita bisa menikah,hyung? Bisakah aku sesehat ini beberapa tahun kedepan, hyung? Bisakah?”

Isakkan Siwon semakin mengeras saat Kyuhyun melontarkan pertanyaan itu. Ia mengangguk semangat dibalik punggung Kyuhyun. Ia semakin mengeratkan pelukannya saat Kyuhyun berusaha melepasnya. Ia masih menganggukkan kepalanya dan membisikkan kata bahwa semua yang dikatakan Kyuhyun itu benar. Akhirnya Siwon melepas pelukan itu, menghadapkan wajah Kyuhyun didepan wajahnya.

            “Baby? Kau mau menikah dengan hyung, kan?”

            “Hm? Pertanyaan macam apa itu hyung? Tentu saja aku mau.”

            “Baby, kita beli cincin hari ini juga. Besok malam hyung akan mengatakan pada abeoji bahwa hyung mencintaimu dan akan menikahimu. Setelahnya, hyung akan meminta restu abeojimu, eotteokhae?”

            “Hyung?”

            “Trust me…”

Kyuhyun mengangguk, lalu Ia memejamkan matanya saat bibir Siwon mengecup bibirnya lembut. Setelah ciuman mereka berakhir, Siwon menuntun ibu jarinya ke anak sungai airmata Kyuhyun yang masih membekas di kedua sisi pipinya. Akhirnya Siwon beralih ke kursi kemudi dan membiarkan Kyuhyun membaringkan tubuhnya di jok belakang. Mobil Siwonpun berlalu meninggalkan rumah sakit.

*WK*

            Siwon tampak serius memilih cincin dengan intan sebagai penghiasnya. Kyuhyun mengekor dibelakangnya dengan se-cup ice cream blueberry ditangannya. Matanya memperhatikan beberapa perhiasan dimana Ia dan Siwon berada. Mereka memilih membeli cincin di salah satu stand mall yang menyajikan hiburan mata dengan gemerlap kilau batu mulia dan permata yang harganya tidak bisa dijangkau hanya dengan segenggam uang. Namun mampu membawa beberapa koper uang untuk menebusnya. Jangan heran bagaimana mereka memilih stand ini, orangtua Siwon termasuk orang yang juga menaruh saham besar di mall ini. Selain itu, uang penghasilannya juga tidak bisa dianggap kecil. Menjadi seorang CO perusahaan ayahnya menjanjikan masa depannya. Jadi, Siwon tidak begitu khawatir soal uang.

            “Baby, apa kau menyukai model ini?”

            “Whoaa.. cantik sekali.”

            “Jadi kau mau?”

            “Aku tidak bilang kalau aku mau. Itu terlalu mewah. Aku bukan wanita, hyung. Model ini bukankah model untuk wanita?”

            “Tapi kau wanitaku, baby.”

Pipi Kyuhyun bersemu merah, Siwon mengucapkan kata seduktif itu tepat ditelinganya. Pegawai stand yang berada dihadapan mereka tersenyum kagum. Bagaimana bisa pasangan mustahil bisa menghipnotisnya seakan pasangan dihadapannya ini normal? Seorang pria tampan dan kekasihnya, seorang pria yang begitu manis dan cantik. Terlihat sangat sempurna. Namun kekagumannya harus dicukupi ketika Kyuhyun menunjuk sepasang cincin dengan motif separuh hati dengan sebuah intan kecil ditengahnya.

            “Kenapa hatinya tidak sempurna, baby?

            “Jangan salah paham dulu, hyung. Walaupun berbentuk separuh, namun karena bentuk hatinya berlawanan, maka saat kita mempertemukan kedua ujungnya, hyung akan menemukannya.” Kyuhyun menjeda kalimatnya. Lalu melakukan apa yang Ia katakan.

“Menemukan arti dari seniman yang menciptakan design ini, meski separuh dari jiwa kita terpisah, namun ada sekat yang bisa ditembus apabila kita mampu menepis semua halangan yang ada. Bukankah begitu, agashi?” Lanjut Kyuhyun sambil menatap penjaga stand dengan lembut.

            “Eh, ne.. kata-kata itu terdengar begitu manis dan meresap, tuan. Dan saya fikir saya setuju dengan pendapat anda.”

            “Benarkan,hyung? Agashi saja setuju padaku. Kita ambil ini, ya? Ya?”

            “Jangan merengek baby, hyung bisa meraup bibirmu kalau kau mau.”

            “Issshhh!!”

Kyuhyun menjejalkan ice creamnya dengan tergesa untuk menutupi semburat merah diwajahnya. Tinggal seperempat dari cup jumbo ditangannya. Dan Kyuhyun masih ingin merasakan sensasi manis dan dingin dirongga mulutnya. Ia diam-diam memperhatikan Siwon yang serius membayar cincin mereka di meja kasir.

“Ukh..”

Tiba-tiba pandangannya mengabur dan bayangan benda yang tertangkap retinanya menghambur menjadi beberapa bagian. Dipejamkanlah matanya saat benda-benda disekitarnya terasa berputar. Kyuhyun tidak boleh tumbang disini. Beruntung saat Ia membuka matanya, Ia masih berdiri meski dalam keadaan yang sedikit ganjil. Ketika Siwon telah selesai dengan urusannya, Kyuhyun sudah mampu menguasai dirinya.

            “Hyung, ayo kita pulang.”

            “Kau sudah lelah, baby? Piggy back?”

            “Tsk! Aku masih kuat berjalan, hyung.” Mendengar gaya bicara Kyuhyuun, Siwon mengacak rambut kekasihnya itu dan membawanya pulang ke apartemen.

Setibanya di apartemen, Siwon hanya mengantar Kyuhyun hingga didepan pintu saja. Hal itu membuat Kyuhyun sedikit kecewa karena lagi-lagi Ia akan kesepian.

            “Hyung akan kesini lagi, besok. Malam ini hyung harus menyelesaikan bahan presentasi untuk minggu depan. Ingat, jangan terlalu lelah dan setelah ini langsung tidur.” Kyuhyun menganggukkan kepalanya malas.

            “Juga, ini obat dan ice creammu. Makanlah obat ini sebelum tidur, dan ice creamnya untuk besok. Kau sudah menghabiskan satu cup jumbo tadi.”

            “Iya, hyung cerewet.”

            “Baby pintar…” Siwon mengacak rambut Kyuhyun lagi dan mengecup singkat bibir plum itu.

            “Ish! Hyung suka sekali merusak rambutku.”

Siwon tertawa kecil, mendaratkan kecupan dalam dipuncak kepala Kyuhyun sebelum berpamitan untuk pulang.

Kyuhyun menatap punggung Siwon dengan senyum miris. Ditatapnya kantung putih berisi obat ditangannya. Ia meremas kantung itu sebelum menutup pintu dan akhirnya Ia menyandarkan kepalanya di dinding. Kedua kantung ditangannya jatuh bersamaan dengan tubuhnya yang merosot  saat rasa sakit menerkam kepalanya. Menarik ulur saraf otaknya dan membawa pita suara Kyuhyun untuk mengeluarkan suara kesakitan tertahan. Darah mulai mengalir dihidungnya dan menetes mengotori lantai berkarpet bulu yang tengah Ia duduki. Tangannya yang mulai merasa kesemutan mencoba bergerak untuk mengirim pesan. Beruntunglah Ia sanggup mengirim pesan pada orang yang tepat. Setelahnya, tangannya benar-benar mati rasa.

            “Si..won..hhh..hyuung..appo.” Lirih Kyuhyun kala matanya memburam. Kepalanya mengikuti tarikan gravitasi saat dirasa kepalanya memberat. Ia tertidur dengan posisi ganjil dan dalam kondisi yang buruk saat ini. Siwon, andai kau ada disampingnya.

*WK*

            Pagi hari yang seharusnya cerah harus berhiaskan taburan salju tipis. Menjadikan suhu udara semakin menurun. Ahjussi Kim, dokter yang ditemui WonKyu kemarin tengah berada di kamar Kyuhyun. Ia dengan telaten mengompres dahi Kyuhyun yang semalam mendapat demam. Ia datang dengan panik ketika membaca pesan dari Kyuhyun yang mengatakan jika Ia kambuh. Terlebih saat sampai, apartemen Kyuhyun dalam keadaan terkunci dan Ia terpaksa meminta kunci cadangan pada resepsionis meski harus berargumen terlebih dahulu. Jarum infus terpasang ditangan Kyuhyun. Kondisinya bisa benar-benar kritis apabila ahjussi Kim tidak tiba tepat waktu.

            “Young Hwan-ah, kuharap kau segera tahu keadaan anakmu.”

Gumam Young Woon setelah Ia mengganti kompres didahi Kyuhyun dengan yang baru. Ditatapnya wajah Kyuhyun yang tampak damai. Anak sahabatnya ini belum tersadar sejak Ia masuk ke apartemen ini. Hingga akhirnya, satu jari Kyuhyun bergerak disusul bola mata yang bergerak gelisah dibalik kelopak mata yang terkatup rapat.

            “Kyuhyun-ah, kau bisa mendengarku?”

            “Ahjussi?

Kyuhyun membuka kelopak matanya perlahan. Perlu adaptasi untuk menyesuaikan bayangan yang tertangkap matanya masih kabur. Setelahnya, Ia dapat melihat dengan jelas wajah orang yang Ia hubungi semalam. Kyuhyun tersenyum tipis, sedikit meringis saat orang yang dianggap ahjussinya menyuntikkan obat ke lengannya.

            “Kemana Siwon? Ia tidak menemanimu?”

            “Ia pulang semalam, ada presentasi yang harus Ia siapkan bahannya.”

            “Ponselmu mati?”

            “Mungkin.”

            “Kau ini. Pasti setelah dari rumah sakit kau tidak langsung pulang.”

            “Hum.. dan kau tahu ahjussi? Malam ini Siwon hyung akan melamarku, hihi.”

            “Apa? Melamar? Tidak asyik sekali kalau kau sudah tahu.”

            “Maka dari itu, do’akan agar orangtua Siwon hyung merestui. Aku juga meminta restumu, ahjussi.”

Ahjussi Kim tersenyum tipis, lalu mengambil semangkuk bubur yang sempat Ia masak. Ia menyuapi Kyuhyun dengan hati-hati. Terkadang tangannya juga dengan cekatan membersihkan sisa makanan di sekitar bibir Kyuhyun.

            “Tidak ingin menelfon Siwon? Kau perlu istirahat total hari ini. Penyakitmu bisa kambuh kalau keluar malam-malam.” Tanya ahjussi Kim yang sedang mengemas peralatannya karena harus segera bertugas di rumah sakit.

            “Tidak, ahjussi. Aku sudah lebih baik. Terimakasih sudah merawatku hari ini. Juga, jarum infus ini, bisakah kau mencabutnya sekarang? Tanganku gatal untuk tidak menyentuh PSP.”

            “Dasar, kau. Kalau sudah baikan pasti mulutmu akan bicara terus dan lupa kalau saat sakit seperti apa.”

            “Jadi ahjussi ingin aku sakit terus, eoh?”

            “Hahaha. Sehatlah selalu Kyuhyun-ah, ahjussi akan mencari dokter terbaik untuk merawatmu. Hubungi ahjussi kalau terjadi sesuatu.”

            “Ne, ahjussi.”

Ahjussi Kim membenahi infus Kyuhyun dan memasukkannya ke tempat sampah. Setelahnya Ia berpamit dan meninggalkan Kyuhyun yang mulai sibuk dengan PSP-nya.

*WK*

            Siwon menghela nafasnya kasar. Bahan presentasi yang terpampang dilayar laptopnya tidak mampu menarik perhatiannya sama sekali. Sejak Ia sampai di rumah, Ia tidak dapat menghubungi Kyuhyun hingga pagi ini. Siwon gusar, disisi ini Ia ingin menyelesaikan bahan presentasinya dan disisi lain Ia begitu mengkhawatirkan babynya. Hari ini Ia tidak ingin ke kantor, Ia lebih memilih menyelesaikan pekerjaannya di rumah sekaligus merangkai kata untuk meminta restu orangtuanya.

            “Siwonnie?”

Panggil eommanya dari luar kamarnya. Siwon menutup laptopnya dan membuka pintu kamar dengan segera. Dilihatnya sang eomma dengan senyum hangat yang tidak Siwon jumpai selama lima bulan ini. Kesibukan di luar negeri membuat intensitas pertemuannya dengan sang eomma terbatas. Setelah mempersilahkan eommanya masuk, Siwon kembali menutup pintu kamarnya dan duduk disamping eommanya yang tengah memperhatikan beberapa fotonya dengan Kyuhyun.

            “Kalian terlihat begitu dekat.” Komentar eomma Siwon melihat foto dimana Siwon tengah memeluk bahu Kyuhyun erat. Siwon yang dikomentari hanya tersenyum canggung, mungkin inilah saatnya Ia berterus terang kepada eommanya.

            “Eomma?”

            “Ya?”

            “Aku, mencintai Kyuhyun.”

            “Ya, eomma tahu Siwon. Kalian memang cocok.”

            “M..maksud eomma?”

            “Ya, kalian cocok menjadi kakak adik yang serasi. Bahkan eomma jarang menemui kakak adik kandung seakrab kalian.”

            “Tapi eomma.”

            “Wae? Itu pendapat eomma. Oh ya, Siwon. Eomma sudah menyiapkan pakaian untuk makan malam nanti. Pastikan kau terlihat tampan dan berwibawa.”

            “Apakah makan malam formal, eomma?”

            “Tentu, teman abeojimu akan menanda tangani kontrak dengan perusahaan kita. Jadi, kau harus benar-benar tampan.”

            “Eomma tidak berniat menjodohkanku, kan?”

Setelah mendengar kalimat itu, eomma Siwon hanya tersenyum dan keluar. Dengan perkataan panjang eommanya, tidak mungkin Siwon bisa tenang. Eommanya benar-benar menganggap Ia dan Kyuhyun sebagai sahabat bahkan kakak beradik yang impas. Pernyataan cintanya diartikan dalam kata lain oleh eommanya. Dan juga, eommanya tidak menjawab pertanyaannya tadi. Siwon, semoga hari ini berjalan dengan baik.

*WK*

            Malam telah tiba. Salju yang berjatuhan tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti. Ditengah sapuan hawa dingin itu, Kyuhyun tengah memeluk tubuhnya yang mulai menggigil. Lima menit yang lalu, Siwon berhasil menghubunginya dan mengatakan bahwa Ia dalam perjalanan menuju apartemennya. Dengan dibalut mantel merah dan celana hitam dipadu  boots yang senada dengan celananya, Kyuhyun melihat arah dimana mobil Siwon akan datang. Semangat dan gugup tengah berkecamuk didadanya. Mengingat malam ini Siwon akan mengenalkannya sebagai kekasih, Kyuhyun merasa canggung sendiri. Matanya berbinar cerah saat retina matanya menangkap mobil yang dikendarai Siwon menuju ketempat dimana Ia menunggu. Dengan tergesa, Siwon menghampiri Kyuhyun dan memeluknya.

            “Hyung merindukanmu, baby. Kau tidak apa-apa,kan?”

            “Aku juga, hyung. Maaf tidak menghubungimu hari ini, ponselku mati. Aku baik-baik saja, percayalah.”

            “Syukurlah, ayo kita berangkat sekarang. Abeoji sudah menunggu.”

Siwon membuka pintu mobil untuk Kyuhyun dan mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Perjalanan mereka diwarnai dengan godaan Siwon untuk Kyuhyun yang tampak manis dengan penampilannya malam ini. Kyuhyun hanya menanggapinya dengan cubitan kecil dipinggang Siwon saat kekasihnya itu melontarkan kata-kata yang mampu membuatnya melayang. Dan perjalanan mereka berjalan lancar hingga mobil mereka sampai di halaman rumah Siwon.

            “Annyeong, Choi ahjussi, Choi ahjumma, apa kabar?”

            “Baik, Kyuhyunnie. Kudengar dari Siwon kau sakit. Apa sudah lebih baik?”

“Ne, hanya demam biasa. Jadi cepat sembuh. Sekarang saja aku bisa kemari, kan?”

“Lihatlah yeobo, anak Hana terlihat begitu manis. Beruntungnya Cho Young Hwan memiliki anak sepertinya.”

            “Benar sekali. Siwon-ah, ajaklah Kyuhyun untuk sering bermain kemari. Kau tidak keberatan kan, Kyuhyunnie?”

            “Ne, ahjussi.”

            “Ommo, panggil kami dengan eommonim dan abeoji, Kyuhyun-ah. Kau seperti baru mengenal kami saja.”

Kyuhyun tersenyum canggung, sedang Siwon yang duduk disebelahnya tersenyum bahagia. Basa-basi diantara mereka harus diakhiri dengan kehadiran tamu yang disebut-sebut abeoji Siwon sebagai rekan bisnisnya.

*WK*

            Kegiatan makan malam di rumah keluarga Choi sepertinya harus dibubuhi sedikit garam bagi pasangan WonKyu. Rekan bisnis abeoji Siwon rupanya tidak datang sendiri. Selang beberapa menit kehadirannya, seorang wanita cantik datang dengan sopan santun yang tinggi. Terlihat dengan jelas bahwa orangtuanya mendidik dengan begitu baik. Walau hanya firasat, Kyuhyun memiliki keyakinan bahwa kehadiran kedua orang asing yang tidak Siwon beri tahukan sebelumnya merupakan cobaan baru bagi mereka. Dan Ia berharap firasatnya melenceng untuk saat ini.

            “Siwon-ssi, kuharap setelah makan malam ini, kau dan putriku akan saling mengenal lebih jauh, sehingga kalian bisa hidup bersama.”

Seluruh penghuni di ruangan itu tersenyum bahagia, kecuali Siwon yang tersenyum sebagai formalitas dan Kyuhyun yang hanya menarik senyum tipis. Dan itu hanya bertahan dalam satu detik. Detik berikutnya, Ia menunduk dan membiarkan sepasang airmata jatuh tanpa melewati pipinya. Hanya Siwon yang menyadari itu, dan perasaannya benar-benar hancur saat ini. Ia menghujam Kyuhyun secara tidak langsung. Ia menyakiti babynya, dan Ia merasa berdosa.

            “YoonA-ya, perlakukan Siwon-ssi selayaknya suamimu nanti. Agar abeoji dapat memanggilnya dengan Siwon-ah. Bukankah begitu?”

            “Benar, Siwonnie. Eomma tidak sabar melihat kalian bersama. Kalian terlihat serasi. Dan eomma yakin, setelah pertemuan ini, kalian akan jatuh cinta.”

            “Abeoji setuju, Siwon-ah. Bagaimana kalau kalian berkencan saja? Kami akan mengatur tanggal pernikahan kalian sesegera mungkin. Lagipula, YoonA juga cantik. Tidak sulit untukmu mencintainya.”

Kyuhyun semakin tersenyum miris mendengar percakapan yang seolah memancarkan radiasi ketelinganya. Ia gigit bibirnya kuat-kuat untuk menahan isakkan yang akan segera lolos. Matanya menatap Siwon dengan tatapan terluka. Sebelum kedatangan kedua orang asing itu, Kyuhyun sudah menanti kalimat yang sudah Siwon rancang. Namun semuanya pupus, terbakar sudah dengan percakapan yang nyatanya Ia terima jauh dari harapan yang jelas dinantikannya.

            “Abeoji, Aku sudah memiliki Kyuhyun untuk kujadikan is..”

            “Abeoji, maaf kalau saya lancang. Izinkan saya mengakhiri makan malam ini lebih dulu. Saya harus segera pulang.”

            “Baby? Baby, tunggu!”

Tanpa menunggu persetujuan dari orang-orang disekitarnya, Kyuhyun berjalan cepat. Dihapuslah kedua airmata yang mengalir dari matanya. Ia menghiraukan Siwon yang mengejarnya dan berusaha menghentikannya. Hatinya terlanjur sakit, Ia tidak mungkin terus bertahan dengan acara makan malam yang nyatanya ditujukan untuk menjodohkan Siwon dengan orang lain, bukan pengakuan Siwon akan cintanya pada Kyuhyun. Setelah  melihat taxi, Ia menghentikannya dan menumpanginya. Meminta sang supir untuk membawanya pulang dan meninggalkan Siwon yang tengah mengerang frustasi.

*WK*

            Setelah kejadian makan malam itu, Siwon tidak pernah lagi mendapat kabar tentang Kyuhyun. Terhitung dua puluh hari Ia lewati dengan rasa kehilangan. Ahjussi Kim juga sulit ditemui dengan berbagai alasan. Setiap Ia menanyakan keberadaan Kyuhyun, maka Ahjussi Kim akan mengalihkan pembicaraan bahkan menutup panggilan secara sepihak. Terlebih seminggu lalu, tepat dimana tiba-tiba orangtuanya menyebarkan undangan pernikahannya dengan YoonA dan tersebar di media massa, Ia menjadi sorotan penjual tinta dan kalangan pebisnis muda lainnya. Hal ini menyebabkan kontak dengan orang terdekat Kyuhyun benar-benar terputus. Hingga akhirnya, Ia berhasil menghubungi nomor Kyuhyun dan mendapat jawaban dari seberang sana.

            “Baby?”

            “Hyung, apa kabar?”

            “Kau kenapa, baby? Kenapa suaramu lemah sekali? Kau baik-baik saja, kan?”

            “Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku.”

            “Baby? Jangan buat hyung cemas. Kau ada dimana?”

            “Aku di Hokaido, hyung. Ahra noona, eomma dan abeoji disampingku sekarang.”

            “Hokaido? Jepang? B..bagaimana.. bisa?”

            “Chukkae, hyung. Kalian akhirnya akan segera menikah.”

            “B..baby…”

            “Tidak perlu cemas, hyung. Berbahagialah. Aku tenang jika kau bahagia.”

            “Katakan padaku bagaimana keadaanmu, baby. Hyung akan kesana sekarang.”

            “Mianhae, hyung.”

            “Baby,,,”

            “Sekali lagi, selamat hyung.”

Setelahnya, panggilan Siwon terputus sepihak. Airmata tidak berhenti lolos sejak Ia mendengar suara Kyuhyun yang terdengar begitu lelah. Isakkan tertahan juga terdengar dari seberang. Siwon yakin, itu bukan isakkan Kyuhyun, melainkan isakkan orang lain yang Siwon yakini eomma, abeoji dan noona Kyuhyun. Tanpa berfikir lebih lama lagi, Siwon menyiapkan koper dan membeli tiket penerbangan saat itu juga. Meninggalkan hal yang harus Ia persiapkan sebagai pengantin tujuh hari lagi.

*WK*

            Siwon tiba di Hokaido, kakinya dengan cepat melangkah dan mencari taxi untuk membawanya menemui Kyuhyun. Berbekal GPS dengan tempat dimana sinyal ponsel Kyuhyun sebagai acuan, Siwon menunjukkannya dan mendapat anggukkan dari si supir.

            “Pasti ini salah.”

Gumam Siwon saat sampai dimana sinyal GPS-nya menguat dengan lokasi dimana sinyal ponsel Kyuhyun berada. Matanya seakan pecah saat melihat Ahra, noona Kyuhyun menatapnya dengan tatapan nanar dan gelengan kepala lemah. Terlihat Ahra membekap mulutnya dan jatuh terduduk saat Siwon berada tepat dihadapannya. Siwon terpaku ditempat dimana Ia berdiri. Di dalam sana, Ia melihat babynya tengah kesakitan dengan dokter Kim yang juga ikut merawatnya. Erangan tidak lepas dari bibir yang Ia kecupi dulu. Tangannya digenggam dengan kuat oleh beberapa perawat saat tubuh Kyuhyun mengejang. Dan EKG yang tersalur ditubuhnya menunjukkan pergerakan yang tidak stabil.  Siwon melihat dengan jelas, bagaimana Kyuhyun meronta saat dokter yang menanganinya menyuntikkan beberapa cairan ke kantung infusnya. Dan yang membuat jantung Siwon hampir terlepas adalah, saat dimana darah memenuhi masker oksigen yang terpasang di mulut Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun-ssi. Dengarkan aku, kau bisa bertahan!!” Seru dokter yang mulai menekan alat pacu jantung ke dada Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah! Kau ingin menikah dengan Siwon, kan? Jangan mati! Bangun! Lawan tumormu!”

Garis lurus terpajang di EKG dan perlawanan tubuh Kyuhyun berhenti. Ahra memukul lantai tempat dimana Ia duduk, dan orangtuanya meraung saat dokter menyatakan waktu kematian anaknya. Sedangkan Siwon? Ia berjalan tertatih, menghampiri Kyuhyun yang benar-benar sudah terdiam dengan beberapa perawat yang mencabut kabel yang tersalur ditubuh ringkih itu. Airmatanya seolah enggan keluar. Rasanya sudah kering sehingga untuk menatap Kyuhyun dalam kondisi seperti ini terlihat semu baginya.

            “Baby, kau mengganti password apartemenmu, hm? Kenapa hyung tidak bisa masuk? Kau juga ingin mendengar lamaran hyung padamu, kan? Ayo bangun. Hyung akan melakukannya sekarang juga. Pernikahan hyung belum berlangsung. Kau tidak ingin sekedar berfoto bersama? Diatas altar nanti, hyung akan menyebut namamu, bukan namanya baby. Jadi, ayo bangun sayang. Cincinnya bahkan belum sempat kau coba, kan? Kemarikan tanganmu, baby. Kemarikan, b..ba..baby…”

Siwon bersimpuh, Ia seperti orang gila dalam keadaan seperti ini. Orangtua Kyuhyun dan Ahra bahkan meraung lebih keras saat jasad Kyuhyun akan dikremasi. Selamat jalan, Kyuhyun-ah.

*WK*

            “Kyuhyun tiba di Hokaido pagi hari dalam keadaan buruk. Sampai di rumah, Ia jatuh pingsan. Dan saat itu, kami sebagai keluarga merasa tidak berguna kala mengetahui Kyuhyun memasuki stadium akhir.”

“Noona..”

“Dengarkan saja, Siwon! Sepulangnya Ia kemari, bahkan Ia belum sempat mengucapkan salam. Setelah Ia pingsan, dokter menyatakan bahwa Ia koma. Kami menunggunya tanpa lelah.” Ahra menjeda kalimatnya.

“Dan dihari yang  sama saat undanganmu sampai ditangan kami, Kyuhyun terbangun. Ia memaksa menghubungimu dan setelah berbicara denganmu, Ia hanya berbincang dengan kami selama beberapa jam dan setelahnya Ia kembali tidak sadarkan diri.” Ahra menatap Siwon dalam.

“Siwon, seandainya Kyuhyun dan kau berterus terang sejak awal, mungkin setidaknya kita bisa menciptakan senyum diakhir hidupnya.” Lanjutnya dengan airmata mengalir deras.

“Namun sayang, Tuhan berbicara lebih dulu. Ia sudah lelah membiarkan Kyuhyun bertahan dengan sakitnya dan kau bertahan dengan kebodohanmu. Tapi, hiduplah dengan baik setelah ini. Itu pesan Kyuhyun.”

“Noona..”

“Besok pulanglah, Siwon. Kudengar orangtuamu akan kemari.”

Ahra meraih tasnya dan pergi. Berbicara panjang lebar dengan Siwon hanya menambah rasa kecewa pada mantan kekasih adiknya itu.

*WK*

Orangtua Siwon sampai saat jasad Kyuhyun selesai dikebumikan. Airmata tidak berhenti lolos sejak mereka mengetahui bahwa putranya mencintai Kyuhyun. Teriakan Ahra yang memilukan membuat hati mereka berdesir. Meski sulit dipercaya, namun inilah apa adanya. Putranya yang masih terpukul tidak kunjung bangkit dari kegiatannya berbaring di kamar Kyuhyun. Merasa waktu semakin sempit, eomma Siwonpun mengajak Siwon pulang.

“Siwon? Ayo kita pulang.”

“Eomma, Kyuhyun.”

“Dia sudah tenang, Siwon. Ayo pulang. YoonA menunggumu diluar. Ia menyusulmu.”

“Aku tidak mencintainya, eomma.”

“Siwon?”

“Aku bahkan baru kehilangan Kyuhyun. Dan eomma akan menikahkanku dengan gadis yang tidak aku cintai?”

“Gwaenchana, Siwon-ssi.” Tiba-tiba sebuah suara menyela diantara Siwon dan eommanya. YoonA, gadis itu berjalan pelan dan menepuk bahu Siwon.

“Aku paham perasaanmu. Maaf kalau kehadiranku malam itu menjadikan faktor pemisah kalian.”

“YoonA-ssi.”

“Sungguh, kalau kau tidak ingin menikah denganku, tidak apa. Hiduplah dengan orang yang kau cintai. Aku akan meminta abeoji untuk membatalkan pernikahan ini dan aku yang akan menanggung ganti rugi.”

“Tapi..”

“Semua akan baik-baik saja. Hiduplah dengan baik.”

 Walau diucapkan dengan tulus, Siwon melihat dengan jelas bagaimana airmata diwajah gadis dihadapannya ini mengalir. Namun tidak mampu Ia pungkiri, perasaan lega sedikit menyusup relung hatinya. Ia masih terjerat oleh Kyuhyun dan butuh waktu seumur hidup untuk melupakannya. Kyuhyun, andai engkau terlahir kembali, atau ada seseorang yang persis sepertimu. Datanglah lagi ke kehidupan Choi Si Won. Kau sudah mendapat restu jika kau mau kembali. Ya, ‘Jika’.

E N D

 

Advertisements

29 thoughts on “[Gift From WKC Friend] Wave Of Destiny

  1. Sad ending 😭😭😭
    Wonkyu berpisah untuk selamanya
    Nyesek bgt ff nya
    Harusnya wonkyu bisa bersatu andai siwon berani lebih cepat cepat mengungkapkan keinginannya, dan andai eomma choi lebih peka seharusnya ia sadar siwon bukan hanya mencuntai kyu seperti adiknya tapi cinta seseorang terhadap pasangannya

    Keren bgt ff nya

  2. Ah pagi” sukses bkin nyesek nih 😥 duhh sebel sama ortu nya siwon yg amat sangat tidak peka xD dan akhirnya kyu yg jd korban #plak

  3. Ommo,,, knp babykyu musti ninggal. .
    Aq gak ikhlas,. .
    Demi apaaaa,, sad ending buat wonkyu bkin sesak nafas. .
    Ada sequelnya gak yah???
    Aq berharap ada sequelnya. .
    Bneran gg ikhlas, wonkyu gg bsa bahagia. . 😢😢😢😢

  4. nangis lg nangis lg,, ffnya sdih bgt kasian kyumom d akhir hidupnya ia tk bhgia,,smentara daddywon spanjang hdupnya ia mrasakan penyesalan.

  5. Aduh ini bener2 angs banget tapi berharap happy ending..
    Overall ceritanya daebak banget buat akunya teehanyut direlung kesedihan yg sangat2 mendalam huhuhu
    Sumpahan unnii ini kenapa endingnya sedih banget gini ya hehe tapi ga apala tergantung sutradaranya aja..
    Unnie thanks uda nyempeti waktunya buat nulis ttg wonkyu ..
    Tp di kehidupan nyata ini smg ga akn terjd aplagi menderita tumor..
    Aduh jauh jauh lah..
    Hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s