Posted in BL, Genre, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

[Gift From WKC Friend] All Of Me

All_Of_Me_Cover[1]

All Of Me

Author: btbwks

Maincast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun.

Genre: Romance, friendship.

Rated: BL

Summary: Karena kepenasaran Siwon terhadap perasaan Kyuhyun, akhirnya ia melakukan sesuatu yang lumayan nekat. Berhasilkah Siwon mengetahui perasaan Kyuhyun?

***

Siwon masih sama seperti sebelumnya. Ia masih memikirkan keputusannya. Keputusan yang mengharuskan agar dia keluar dari Super Junior. Sungguh, sebenarnya, ia sendiri juga tidak ingin meninggalkan boy band yang membuat namaya melambung. Namun, apa mau dikata, keputusannya sudah bulat untuk meninggalkan Super Junior. Dan, nanti malam ia akan membicarakan masalah ini kepada Hyung dan Dongsaengnya.

***

“Won, keluarlah. Sekarang  sudah memasuki jam makan malam.” Heechul mulai mengetuk pintu kamar Siwon.

“Ah, iya Hyung. Sebentar ya.” Siwon mulai membasuh mukanya. Matanya masih sembab karena menangis tadi.

“Oke, Won. Kami tunggu di ruang makan, ne?”

“Ne, Hyung.”

Selesai membasuh muka dan merapihkan rambutnya, Siwon keluar dari kamarnya dan menuju meja makan.

“Ah, Won. Silahkan, duduk.” Leeteuk memberi isyarat agar para member yang lain memberikan tempat duduk untuk Siwon. Sedangkan Siwon hanya mengangguk. Hatinya sakit. Ia tahu, ia mungkin tidak bisa lagi merasakan kehangatan keluarga keduanya.

“Ryewook-ah~ Cepat sedikit masaknya! Kami sudah lapar!” Eunhyuk, yang duduk di sebelah Siwon mulai merengek. Siwon tahu, ia pasti akan merindukan ini semua. Ia mati-matian menahan tangisannya. Donghae yang sadar dengan perubahan raut muka sahabatnya itu hanya tersenyum maklum. Ya, Donghae sendiri tahu, bahwa Siwon akan meninggalkan Super Junior. Suatu malam, Siwon menghampiri Donghae dan meminta saran. Siwon sedang mengalami suatu masalah. Donghae hanya bilang bahwa Siwon harus bisa menyelesaikan masalahnya itu sendiri. Dengan kepala dingin tentunya.

“Ini dia, Hyung! Mie Ramen ala chef Ryewook!” Ryewook datang dengan membawa masakan yang ia masak tadi. Eunhyuk langsung menyantap Ramen tersebut dengan semangat. Sedangkan Siwon, ia menyantap makanan itu dengan hati perih. Karena mungkin, ini hari terakhir Siwon berada di meja makan dorm mereka.

Siwon memperhatikan membernya satu per satu. Ia pasti akan merindukan kepemimpinan Leeteuk, kemanjaan Heechul, keakrabannya dengan Donghae, dan tentu saja, malaikatnya, seseorang yang membuat Siwon betah berlama lama di dorm. Seseorang yang, meskipun menyebalkan, namun tetap menjadi favorite seorang Choi Siwon. Ya, orang itu ialah Cho Kyuhyun. Kyuhyun-nya. Ya, meskipun Siwon tidak yakin apakah Kyuhyun membalas perasaannya atau tidak. Leeteuk yang sedang memperhatikan membernya satu per satu tiba tiba mengalami keganjalan. Siwon, yang biasanya bercengkrama dengan Donghae ataupun Heechul, kini sedang terdiam. Bahkan, sepertinya anak itu sedang menangis.

“Wonnie, ada masalah?” Leeteuk akhirnya bertanya kepada dongsaeng ke-9nya itu.

Siwon tersentak dari lamunannya dan buru buru menghapus air matanya. Ia melihat sekeliling, semuanya menatap Siwon dengan tatapan yang sama. Seolah sama sama bertnya, ‘ada apa dengan anak ini?’

“Choi Siwon, aku bertanya padamu. Ada apa? Kenapa terlihat tidak bersemangat?” Leeteuk kembali mengulang pertayaannya. Kali ini, dengan nada yang lebih tegas.

“Oke, jadi begini, Hyung. Aku… aku harus meninggalkan super junior.” Siwon kembali menunduk. Ia tidak bisa lagi menahan air matanya.

“MWO?! Tapi, kenapa, Hyung?” Henry, yang paling kecil diantara mereka adalah yang pertama tersadar dari rasa shocknya.

“Appa mempunyai masalah dengan perusahaannya. Dan, ia membutuhkanku.” Alasan itu akhirnya keluar dari mulut Siwon. Donghae menggeleng pelan, ia tahu, sebenarnya, bukan itu alasannya.

“Kau kan bisa seperti Kibum. Kau bisa hiatus, Won. Tidak usah keluar dari Super Junior.” Kangin memberikan saran kepada Siwon.

Siwon menggeleng, “Masalah aku dan Kibum berbeda, Hyung.”

Semua kembali terdiam. Siwon dengan takut takut mengedarkan penglihatannya ke arah Kyuhyun. Siwon kaget setengah mati, anak itu sudah menghilang dari tempatnya tadi. Siwon mengarahkan pandangnya kearah Donghae dan mulai bertanya tanpa suara, ‘dimana Kyuhyun?’. Donghae hanya menggeleng. Menandakan ia juga tidak tahu.

BRAK

Terdengar suara pintu yang dibanting cukup keras. Siwon menoleh kearah suara. Pintu kamar Kyuhyun dan Sungmin baru saja tertutup.

Kyuhyun.

Siwon tahu, itu pasti Kyuhyun.

“Biar nanti aku yang urusi anak itu.” Seolah membaca kepanikan Siwon, Sungmin memberikan sedikit ketenangan kepada Siwon.

“Kau sudah memikirkan ini dengan matang, Won?” Leeteuk, sang Leader yang sudah berlinang air mata akhirnya membuka suaranya.

“Ne, Hyung.” Siwon mengangguk mantap.

“Kau yakin, Won?” Zhoumi yang sedari tadi terdiam akhirnya membuka suara.

“…”

“Kau tidak memikirkan bagaimana perasaan fans kita?” Eunhyuk bertanya. Sekarang dengan sedikit sesenggukan karena air matanya yang sudah lumayan banyak.

“…”

“Bagaimana dengan ELF dan Siwonnest, hm?” Giliran Shindong yang membuka suara. Siwon menggeleng pelan.

“Hyung, ini sangat berat. Jangan menanyakanku dengan pertanyaan seperti itu. Bebanku sudah berat. Lagipula, aku sudah memikirkan apa yang harus kukatakan kepada ELF.” Siwon menangis. Ya, bukan sesuatu yang sering dilakukan oleh seorang Choi Siwon.

“Aku izin mengadakan mini concert, Hyung. Aku harap kalian datang. Sabtu, pukul 8 malam, di dekat rumahku.” Siwon bangkit setelah mengucapkan perkataan itu.

“Ah, iya, Sungmin Hyung. Aku izin ke kamarmu ya. Menghampiri Kyuhyun.” Sungmin mengagguk. Siwon pun bergegas ke kamar Kyuhyun dan Sungmin.

***

‘Choi Siwon bodoh! Mengapa ia harus keluar sih?!’ Kyuhyun memulai kegiatannya yang sedari tadi ia lakukan. Menyumpah-serapahkan seorang Choi Siwon.

‘Dasar kuda!’ air mata yang sedari tadi ia tahan, akhirnya keluar.

“Kyu, boleh aku masuk?” Terdengar suara berat dari luar.

Siwon.

Orang yang sedari tadi ia sumpahi datang menghampirinya.

“Masuklah, Hyung.”

Siwon memasuki kamar itu.

Banyak tisu.

Jangan-jangan,

“Kyu, kau menangis?” pertanyaan yang lumayan bodoh keluar dari mulu Siwon.

“Yah, kau pikir saja Hyung.” Jawab Kyuhyun dengan ketus.

“Hey, hey. Maaf, ya? Hyung harus pergi.” Kyuhyun bisa mendengar helaan nafas panjang dari orang yang selalu Kyuhyun anggap kuat.

“Kenapa?”

“Kenapa apanya?”

“Kenapa kau harus pergi, tentu saja. Kau ini semakin bodoh ya, Hyung?” Siwon tertawa kecil. Ia bisa paham mengapa Kyuhyun sekesal ini.

“Baru beberapa hari yang lalu kita dekat hyung, tapi sekarang, kenapa?” pundak Kyuhyun bergetar.

“Aku kira, saat itu, saat kita ke taman, kau ingin memberikanku hadiah atas albumku, Hyung.” Kyuhyun masih melanjutkan omongannya,

“Bodohnya aku, Hyung.” Kyuhyun tertwa getir. Cukup. Siwon tidak kuat.

“Perusahaan appa mengalami sedikit masalah, Kyu. Aku harus membantunya.” Siwon akhirnya membuka suara.

“Kau kan bisa Hiatus, Hyung.”

“Seperti Kibum? Masalah yang kualami dengan Kibum berbeda, Gui Xian.”

“Kau sengaja, ya? Kau sengaja meninggalkan kami, hm? Yasudah, terserah kau saja, Shi Yuan.” Kyuhyun berbaring dan menyibakkan selimut ke tubuhnya.

“Mian, Kyu. Dan, jika kau ingin bertemu denganku, untuk yang terakhir kalinya, kau bisa datang ke mini concertku. Hari sabtu, pukul 8, di dekat rumahku. Kuharap kau datang, Mian, Kyu. Saranghae.”  Oh, Hebat. Sekarang, Choi Siwon sudah berani mengucapkan kata ‘saranghae’ untuk Kyuhyun.

Siwon keluar dari kamar itu. Kyuhyun menatap sedih pintu kamarnya, “Nado Saranghae, Hyung.” Bisik Kyuhyun pelan. Dan setelah itu, ia mulai terlelap ke alam mimpinya.

***

Sabtu, 15 November 2014.

‘Uh, hebat sekali, si Kuda bodoh itu. Ketika yang lain sibuk memberikan selamat atas kesuksesan albumku, anak itu malah membuat kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan.’ Kyuhyun meracau tak jelas. Ia melihat ke kaca, penampiannya sudah oke. Setelah dipaksa, akhirnya ia mau ikut ke mini concert seseorang yang berhasil mengambil alih hatinya.

Dan disinilah ia berada. Di kamar tidur pribadi seorang Choi Siwon. Tadi, Siwon mati matian menyuruh Kyuhyun agar tunggu di kamarnya saja.

“Kenapa?” Kyuhyun tersentak karena  suara Siwon.

“Kenapa apanya?”

“Kenapa akhirnya ingin datang?”

“Memangnya tidak boleh?” Kyuhyun bertanya dengan nada ketus—walau sebenarnya ia sekuat tenaga menahan keinginan untuk memeluk Hyungnya.

“Ck, bukan begitu. Yang kudengar dari yang lain, kau pada awalnya tidak ingin datang. Kenapa berubah pikiran?”

“Aku hanya tidak ingin melewatkan saat-saat terakhir aku melihatmu.”

“Yak! Aku hanya akan keluar Super Junior! Bukan ingin mati, Kyunnie.” Siwon mendengus kesal.

“Hahaha, bercanda, Hyung. Aku hanya ingin melihatmu tampil saja.” Siwon tersenyum.

‘Setidaknya aku masih bisa membuat anak itu tertawa.’ Siwon membatin.

Krek.

Pintu terbuka, munculah Sungmin dari balik pintu.

“Ehm, maaf, bukannya ingin mengganggu, tapi, acara sudah mau dimulai. Sebaiknya kalian keluar.” Siwon mendesah malas. Sebenarnya, ia masih ingin berduaan dengan Kyuhyun. Begitu juga Kyuhyun. Ia masih ingin berduaan dengan Siwon.

“Ah, iya, Hyung. Terimakasih.” Ujar Siwon sembari menarik tangan Kyuhyun keluar.

Kyuhyun menepis tangan Siwon, “Aku bisa jalan sendiri, Hyung.”

“Ah, baiklah. Maaf.” Ujar Siwon sambil tersenyum singkat. Kyuhyun mengangguk kecil.

***

“Kau sudah tahu kan apa yang harus kau katakan pada ELF?” Leeteuk menatap Siwon sebelum anak itu naik ke atas panggung.

“Sudah, Hyung.” Ujar Siwon mantap.

“Yasudah, kita percaya padamu. Sukses, Dongsaeng!” Kangin memberikan high-five nya untuk Siwon.

“Yasudah, kami ke bangku penonton ya.” Heechul menatap Siwon dengan senyum mirisnya.

“Iya, Hyung.” Siwon akhirnya mulai menaiki panggung. Dan, member super junior lainnya mulai menduduki tempatnya.

.

.

.

Mini-concert berlangsung dengan sempurna. Hingga tiba pada saat acara terakhir.

“Ehm, yah, kalian pasti bingung kenapa aku mengadakan mini-concert ini. Terlebih tanpa adanya member super junior lainnya.” Siwon mengambil napasnya.

“Sebelum aku memberi alasannya, aku ingin seluruh member naik ke atas panggung.” Para ELF terkejut. Ya, yang mereka tahu, hanya Siwon yang akan tampil. Begitu juga dengan member lainnya. Mereka kira Siwon tidak akan memanggil mereka maju. Namun, akhirnya mereka maju juga.

“Sebelumnya, aku minta maaf kepada seluruh ELF, dan Siwonnest juga.” ELF yang sedari tadi heboh mulai terdiam.

“Juga pada seluruh member Super Junior. Ehm, aku-aku akan pamit.” Terdengar jeritan dimana-mana. Dan tangisan semua member—minus Siwon Kyuhyun, dan Donghae—mulai pecah.

“Tapi, kalian tunggu saja. Aku MUNGKIN akan kembali.” Siwon melanjutkan perkataannya sambil membungkuk hormat.

“Dan ini persembahan terakhirku.”

Almost is never enough.

“I like to say we gave it a try

I like to blame it all on life

Maybe we just weren’t right

But that’s a lie, that’s a lie”

Siwon bernyanyi penuh penghayatan. Dengan memikirkan Kyuhyun tentu saja.

“And we can deny it as much as we want

But in time our feelings will show

Cause sooner or later

We’ll wonder why we gave up

The truth is everyone knows”

Sesekali, ia melirik kearah Kyuhyun yang mulai menunduk.

“Almost, almost is never enough

So close to being in love

If I would have known that you wanted me

The way I wanted you

Then maybe we wouldn’t be two worlds apart

But right here in each others arms

 And we almost, we almost knew what love was,

But almost is never enough.”

Kyuhyun mulai menangis. Entah karena alasan apa.

“If i could change the world overnight

There’d be no such thing as goodbye

You’d be stading right where you were

And we’d get the chance we deserve

Try to deny it as much as you want

But in time, our feelings will show

‘Cause sooner or later

We’ll wonder why we gave up

The truth is everyone now.”

Siwon menarik nafasnya, mencoba menenngkan dirinya yang hampir menangis.

“And we almost, we almost knew what love was (baby)

But almost is never enough

Oh, oh Baby, you know, you know, baby

Almost is never enough baby

You know.”

Lagu itu akhirnya selesai. Siwon akhirnya menangis di akhir lagu. Donghae mulai mendekatinya dan memeluk sahabatnya itu. Dan disusul oleh seluruh member lainnya. Ya, seluruh. Dengan Kyuhyun di dalamnya.

“Mianhae, Hyung, Wookie, Kyunnie, Henry. Maaf aku harus meninggalkan kalian. Saranghae.” Semua yang ada disitu terlarut oleh kesedihan yang berasal dari seluruh member super junior.

“Mianhae, ELF. Maafkan aku. Aku harus pergi. Saranghae.” Ujar Siwon sambil masih sesekali menangis.

“SA-RANG-HAE-YO CHOI SI-WON!” Leeteuk berseru. Mengisyaratkan agar semuanya mengikuti seruannya.

Dan itu berhasil. ELF dan seluruh member Super Junior dengan kompak menyerukan seruan ‘sa-rang-hae-yo choi si-won.’ Siwon kini tidak membungkuk. Melainkan sujud. Dan itu kontan membuat ELF dan seluruh member Super Junior bertepuk tangan bangga.

***

“Lee Donghae. Aku yakin kau tahu alasan sebenarnya Choi Siwon keluar. Bisa kau beritahu kami?” Setelah menghadiri farewell party Siwon, mereka pulang dan langsung membuat lingkaran seperti ini. Hanya Kyuhyun yang tidak ada dalam lingkaran ini, katanya, ia kelelahan. Dan, ya. Leeteuk sekarang sedang meng introgasi seorang Donghae.

“Hah, jadi begini, sebenarnya…”

-flashback-

“Hae. Aku butuh saranmu.” Ujar Siwon yang tiba-tiba menghampiri Donghae di atap dorm.

“Ada apa?” Tanya Donghae.

“Ehm, jadi, begini… Aku-aku suka dengan Kyuhyun.” Kata Siwon sambil menunduk.

“MWO? Kau suka dengan maknae evil itu?!” Sungguh, saat itu, Donghae sangat kaget.

“Iya. Tapi, aku tidak tahu apakah dia membalas perasaanku atau tidak.” Ujar Siwon tenang.

“Menurutmu, aku harus bagaimana?” Lanjut Siwon.

“Yah, pura-pura saja keluar Super Junior. Kalau anak itu merengek, artinya ia tidak suka. Namun, kalau dia sok-sokan kuat, artinya ia suka.” Siwon hanya mengangguk tanda paham.

-end flashback-

“Namun, ternyata, esoknya mr. Choi menghubungi Siwon dan berkata bahwa perusahaannya dalam masalah. Dan, ia butuh Siwon dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan. Dan, jadilah. Saran bodohku jadi kenyataan.” Seluruh member masih melongo mendengar penjelasan Donghae. Seorang Choi Siwon mencintai maknae evil seperti Cho Kyuhyun?! Mustahil.

“Dan, aku mohon kalian jangan beritahu Kyuhyun kalau Siwon suka dengan dia. Aku takut ada pertumpahan darah.” Lanjut Donghae.

“Hey, Hae. Apa Siwon akan kembali?” Tanya Leeteuk.

“Entah. Doakan saja.” Donghae pun bangkit dari tempatnya dan menuju ke kamarnya.

***

“Maaf sampai menyuruhmu vakum dari Super Junior, son. Appa benar-benar membutuhkanmu.” Appa Siwon—mr. Andrew— menghampiri Siwon yang sedang menatap lekat-lekat laptopnya.

“Ah, iya, Appa. Tidak apa-apa.” Siwon tersenyum.

“Terimakasih, Won. Appa janji, jika masalah di perusahaan sudah selesai, kau boleh kembali.” Siwon menoleh ke arah Appa-nya. Dan ia hanya bisa mengangguk bersemangat.

“Yasudah, Appa tinggal dulu, ya? Kalau ada apa-apa, Appa ada di kamar.” Mr. Andrew pun keluar dari kamar Siwon dan menuju kamarnya.

‘Baiklah. Aku akan dengan serius mengerjakan masalah ini. Fighting, Choi Siwon!!’ Siwon mulai menyemangati diri sendiri.

***

“Pagi, Kyu.” sapa Sungmin begitu melihat dongsaeng kesayangannya mulai membuka matanya.

“Ah, pagi Hyung.” Kata Kyuhyun sambil menuruni tempat tidurnya.

“Tidurmu nyenyak,  Kyu?”  tanya Sungmin.

“Hm? Tidak terlalu. Aku mimpi buruk.” Jelas Kyuhyun.

“Mimpi apa?” tanya Sungmin penasaran.

“Aku bermimpi, Siwon Hyung keluar dari Super Junior.”

DEG

Sungmin membelakkan matanya. Kaget? Tentu.

“Ehm, Kyu. Siwon memang keluar dari Super Junior.” Kata Sungmin takut-takut.

“Hah? Kau bercanda?”

Sungmin menggeleng lemah. Lalu, ia mengambil handphone-nya dan menunjukkan foto terakhir mereka semalam.

“Sayangnya tidak, Kyu. Ini.” Ujar Sungmin sambil memberika foto itu.

“Hyu-Hyung? Ini serius?” Tanya Kyuhyun terbata-bata.

“Iya, Kyu.” Kyuhyun mulai menangis. Setelah di ingat-ingat lagi, mimpinya—yang ternyata bukan mimpi—memang sangat terasa nyata. Terlebih ketika Siwon Hyung mulai menyayikan lagu ‘Almost is never enough.’ Tak terasa, Kyuhyun menangis.

“Sudahlah, Kyu. Kita pasti bertemu lagi kok dengan Hyungmu yang satu itu.” Sungmin berusaha menenangkan Kyuhyun yang menangis semakin kencang.

“Ne, Hyung. Aku percaya, pasti, ia akan kembali.” Kyuhyun tersenyum mantap dan dibalas dengan acakan rambut oleh Sungmin.

“YAK! HYUNG!” Sungmin tersenyum iseng. Setidaknya, adiknya tidak bersedih lagi.

***

“Pagi, Won.” Sapaan hangat yang Siwon rindukan. Sapaan Ibu-nya.

“Pagi, eomma.” Kata Siwon sambil menyeruput kopinya.

“Siap untuk hari pertama bekerjamu, Son?” tanya mrs. Choi.

“Sudah, Eomma. Aku berangkat dulu, ya!” Siwonpun pamit kepada ibu nya.

“Fighting, Oppa!” kata Jiwon, adik Siwon.

“Gomawo, Jiwon! Aku titip Bugsy, ya!” Jiwon mengangguk. Siwonpun akhirnya mengendarai mobilnya dan menuju Choi Corp.

.

.

.

Begitu sampai di Choi Corp, Siwon langsung memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju ruanganya. Selama perjalanan menuju ruangannya, tak jarang ia menemukan karyawan Appanya menatapnya dengan tatapan kagum.

“Pagi, Son.” Sapa mr. Andrew begitu Siwon sampai di ruangannya.

“Pagi, Appa.” Siwon menunduk hormat kepada Appanya.

“Kau tahu tugasmu, kan?” tanya mr. Andrew memastikan.

“Ya, Appa. Aku tahu.” Kata Siwon mantap.

“Yasudah, appa tinggal, ya?” Siwon mengangguk. Dan appanya pun keluar menuju ruang kerja pribadinya.

‘Semangat, Choi Siwon! demi Cho Kyuhyun!’ Siwon menyemangati dirinya sendiri.

***

Jiwon yang sedang berkunjung ke kantor Ayahnya untuk melihat perkembangan kakaknya lumayan terkejut mendengar pembicaraan para perempuan disini. Pasti, ucapan mereka tidak jauh dari,

‘Hey, apa kau tahu bahwa anak mr. Choi bekerja disini?’

‘Ia sangat tampan.’

‘Berapa umurnya?’

‘Sekali-kali tidak apa kan kalau berpacaran dengan daun muda?’

Dan percakapan lainnya yang sukses membuat Jiwon ingin tertawa. Sebenarnya, antara ingin tertawa dan ingin muntah sih mendengarnya.

“Jiwon?” anak itu menoleh. Appanya sudah berada di belakang Jiwon. Dengan membawa berkas yang banyak tentu saja.

“Appa? Appa mau ngapain dengan kertas sebanyak itu?” tanya Jiwon  penasaran.

“Ini akan appa berikan pada Hyung-mu. Ah, mumpung kau disini, bisa kau saja yang memberikan? Appa sibuk.” Jiwonpun menerima tumpukan kertas itu. Dan sialnya, kertas itu berat.

Dengan perlahan, Jiwon memasuki lift dan memencet tombol ‘4’ yang menujukan lantai tempat kakaknya bekerja.

Ting!

Lift terbuka, Jiwon pun langsung keluar dan menuju ruangan Hyung-nya.

“HYUNG!” Jiwon langsung masuk dan menjatuhkan kertas-kertas sialan itu di meja kakaknya.

“YAK! Apa-apaa kau, Jiwon!” ujar Siwon emosi.

“Dari Appa. Aku disuruh mengantarkan kertas-kertas sialan itu. Dan, aku membelikanmu kopi.” Begitu mendengar penjelasan Jiwon, Siwon sedikit melunak. Namun, ia masih malas-malasan mengerjakan tugas dari Appanya. Sungguh, Jiwon tidak tega melihat kakaknya seperti ini.

“Hyung, makan siang dulu, ya? Kau bisa sakit jika begini terus.” Jiwon mencoba membujuk kakaknya yang luar biasa keras kepala.

“Kalau aku istirahat terus, kapan aku bertemu dengan Kyuhyun?!” Siwon menjambak rambutnya putus asa.

“Hyung? Apa kau suka dengan Kyuhyun Oppa?” Yap. Siwon bodoh. Ia baru saja membeberkan rahasia terburuknya kepada Jiwon, adiknya.

“Ya. Aku suka, eh, bukan. Cinta, eh, bukan. Sayang. Ya, aku, Choi Siwon menyayangi Cho Kyuhyun.”

“Yasudah, kalau begitu, Kyuhyun oppa pasti tidak ingin melihatmu sakit. Oleh karena itu, kita makan dul u ya, Hyung?” setelah pembujukan itu, akhirnya, Siwon mau makan di restoran luar dengan Jiwon.

3 Feburari 2015.

Siwon sudah terbangun. Ya, ini tanggal 3 Februari, dan tepatnya, hari ulang tahun Kyuhyun.

‘Happy Birthday, Kyuhyun-ah~! Wish you all the best! May good bless you! Amen.’

Send.

Ya, Siwon mengirim pesan singkat itu kepada Kyuhyun.

“Siwon!” Terdengar suara Appa-nya dari luar kamar.

Siwon langsung berlari menghampiri Appa-nya, “Ne, Appa? Ada apa?”

“Masalah di CC—singkatan perusahaan Appa— sudah selesai!” Ujar Appa dengan senyum gembiranya.

“Jinjja? Akhirnya! Selamat, Appa!” Kata Siwon sambil memeluk Appa.

“Ini juga berkat kamu, son. Yasudah, kembalilah ke Super Junior. Appa tau, kau pasti sangat merindukan Cho Kyuhyun.” Mata Siwon membelak lebar.

“Appa sudah tahu semuanya. Sana, kejar cintamu.” Siwon menoleh kearah Jiwon dan mrs. Choi. Mereka berdua sama sama tersenyum penuh arti. Siwon mengerti, iapun langusung membungkuk 90 derajat dan berlari kearah mobilnya.

drrtt.. drrtt..

Handphone Siwon bergetar, ia mengecek.

From: Kyuhyunnie.

‘Gomawo, Hyung! Omong-omong, kapan Hyung kembali?’

Siwon sedikit terkekeh membaca pesan dari Kyuhyun.

To: Kyuhyunnie.

‘Entahlah, tidak kembali, mungkin.✌’

Send.

Omong-omong, Siwon harus memberitahu Donghae tentang kabar istimewa ini, kan? Siwon pun akhirnya menelpon Donghae.

‘Yeoboseyo?’

‘Hae! Perusahaan Appa sudah selesai dari masalahnya! Aku akan kembali!’

‘Jinjja? Ah, syukurlah.’

‘Ne! Tapi, aku ingin memberikan kejutan kepada member lain, bagaimana caranya, ya?’

‘Tanggal 7 Februari akan ada SS6 di shanghai. Kau kesana duluan saja. Nanti, saat pertengahan SS6, kau muncul. Bagaimana?’

‘Hae! Kau selalu pintar! Yasudah, tolong beritahu manager dan pihak SM, ya! Gomawo!’

‘Ne, Gwenchana.’

tut.. tut..

Sambungan terputus. Siwon pun akhirnya menuju bandara dan segera terbang ke Shanghai.

drrtt.. drrtt..

From: Kyuhyunnie.

‘Jahat.’

Siwon tertawa lumayan kencang membaca pesan seseorang yang ia sayang itu.

***

7 Februari 2015.

“Konser akan dimulai sebentar lagi. Kalian siap?” Manager Hyung datang menghampiri member lain yang sedang bersiap-siap.

“Siap, Hyung!” Ujar Super Junior berbarengan.

‘Pasti akan berbeda tanpa Siwon Hyung.’ Kyuhyun menunduk menahan tangisanya.

“Ya! Super Junior! Silahkan naik!” Manager mempesilahkan para member untuk naik.

***

Siwon menatap seluruh teamnya dari layar. Siwon bangga dengan kehebatan mereka bernyanyi dan menari.

drrtt.. drrtt..

Ada pesan masuk di handphone Siwon.

From: Fishy.

‘Naik sekarang, Kuda.’

Siwon tersenyum tipis. Di letakkan handhonenya dan ia mulai menaiki panggung.

.

.

.

“Happy Birthday, Kyuhyun. Happy Birthday, Kyuhyun. Saranghaeyo, Cho Kyuhyun. Happy Birthday, Kyuhyun.” Seluruh member langsung menoleh ke arah Siwon.

“Maaf terlambat 5 hari, Maknae.” Kata Siwon sambil tersenyum kuda.

“CHOI SIWON!!!” seruan itu terdengar dari mana-mana. Dari ELF, member, dan bahkan manager.

“Hehehe, Halo.” Siwon melambaikan tangannya sambil masih tersenyum kuda.

“BODOH!” Kyuhyun menghampiri dan memukul lengan Siwon dengan kuat. Dan, ya. Siwon sedikit terkejut dengan ‘sambutan’ Kyuhyun.

“KAU MENGHILANG 2 BULAN DAN KEMBALI DENGAN HANYA BERKATA ‘HAI’?! BODOH!” sungguh, ‘sambutan’ ini sama sekali tidak terpikirkan oleh Siwon. Member lainpun mulai menenangi Kyuhyun.

“Hei, hei. Maaf, ya?” Siwon mencoba meminta maaf. Jujur, anak itu panik.

“Segampang itu kau kira, hah?!” Kyuhyun berlari meninggalkan member lain yang masih tercengang.

“Dia marah?” pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Siwon.

“Iya, dasar bodoh! Kejar ia!” kata Leeteuk. Sementara Siwon mengejar Kyuhyun, Leeteuk memulai super show yang sempat terhenti tadi.

***

“Kyu!” Kyuhyun berhenti. Menghapus air matanya yang sudah tumpah sedari tadi.

“Hey, kamu tidak senang aku kembali?” tanya Siwon sambil mendekati Kyuhyun.

“Kau tahu, aku baru menemukan definisi terbaru dari bodoh.” Kata Kyuhyun sambil menatap Siwon.

“Ohya? Apa itu?” tanya Siwon penasaran.

“Siwon.” Ujar Kyuhyun.

“Eh? Maksudmu?”

“Ya. Kau adalah definisi bodoh. Bodoh adalah Siwon. Siwon adalah bodoh.” Siwon tersenyum kecil.

“Hey, maaf ya? Aku kan sudah kembali. Bukan masalah lagi kan?”

“Dasar bodoh.”

“Ya, itulah aku. Siwon si bodoh.” Kyuhyun tersenyum kecut.

“Kembali ke panggung?” Kyuhyun  mengangguk singkat.

***

“Yah, sepertinya, Siwon sudah menyelesaikan masalahnya dengan maknae kita.” Ujar Heechul begitu melihat Siwon dan Kyuhyun kembali.

“Baiklah, baiklah. Karena Choi Siwon kita sudah kembali, bagaimana jika kita suruh dia untuk membayar hutang selama 2 bulan terakhir?” Henry mulai bercengkrama dengan ELF. Dan tentu saja. ELF setuju dengan usul ‘Siwon-membayar-hutang’.

“Baiklah, apa yang akan kau lakuka, Shiyuan?” tanya Zhoumi.

“Bernyanyi!” Siwonpun memberikan kode kepada Donghae, dan untungnya, Donghae mengerti. Ia langsung duduk di tempat pianis dan membunyikan intro dari lagu yang akan dinyanyikan Siwon.

John Legend – All Of Me

“What would I do without your smart mouth?

Drawing me in, and you kicking me out

You’ve got my head spinning, no kidding, I can’t pin you down

What’s going on in that beautiful mind

I’m on your magical mystery ride

And I’m so dizzy, don’t know what hit me, but I’ll be alright.”

Kyuhyun tersentak. All of me, lagu favoritenya.

“My head’s under water

But I’m breathing fine

You’re crazy and I’m out of my mind”

Siwon menatap tajam Kyuhyun. Seakan mengatakan bahwa lagu ini untuknya.

“‘Cause all of me

Loves all of you

Love your curves and all your edges

All your perfect imperfections

Give your all to me

I’ll give my all to you

You’re my end and my beginning

Even when I lose I’m winning

‘Cause I give you all of me

And you give me all of you, ohoh”

Member lainnya mulai paham. Siwon sedang me’nembak’ Kyuhyun.

“How many times do I have to tell you

Even when you’re crying you’re beautiful too

The world is beating you down, I’m around through every mood

You’re my downfall, you’re my muse

My worst distraction, my rhythm and blues

I can’t stop singing, it’s ringing, in my head for you”

Kyuhyun menangis. Ia merutuki diri sendiri. Mengapa ia jadi sering menangis akhir-akhir ini?

“Give me all of you

Cards on the table, we’re both showing hearts

Risking it all, though it’s hard.”

Siwon sedikit terkejut melihat tagisan Kyuhyun, namun, ia berusaha menutupi keterkejutannya dengan terus bernyanyi.

\

“‘Cause all of me

Loves all of you

Love your curves and all your edges

All your perfect imperfections

Give your all to me

I’ll give my all to you

You’re my end and my beginning

Even when I lose I’m winning

‘Cause I give you all of me

And you give me all of you”

Dan, musik terhenti.

“I give you all of me

And you give me all of you, ohoh”

“Saranghae, Cho Kyuhyun. Whould you be my future?”

Semua terdiam. ELF, member, Kyuhyun, bahkan, Donghae juga terdiam.

“I do, Choi Siwon. Saranghae.” Kyuhyun tersenyum, begitu juga Kyuhyun. Mereka berpelukan. Dan, terdengarlah tepuk tangan riuh dimana-mana.

***

“Sama sekali tidak romantis, kau tahu.” Kata Donghae begitu mereka menyelesaian SS6 Shanghai.

“Hey, yang penting, ia menerimanya.” Kata Siwon sambil sesekali tertawa.

“Kurasa, itu keberatan.” Kata Donghae dengan muka—sok—serius.

“YAK! LEE DONGHAE!!!” Donghae hanya tertawa kecil.

“Asyik sekali, ngomongin apa ya mereka?” tanya Kyuhyun yang sedari memperhatikan pacar barunya.

“Penasaran? Kenapa tidak kesana?” tanya Eunhyuk yang memang daritadi bersama Kyuhyun.

“Eh? Tidak ah.” Kata Kyuhyun.

“Kenapa?” tanya Eunhyuk.

“Aku malas. Hehehe.” Kata Kyuhyun sambil tertawa renyah.

“Eh, omong-omong, kau dan Donghae hyung sudah sampai mana?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Kita, ehm, yah, sebenarnya, kita sudah pacaran. Hehehe.” Mata Kyuhyun terbelak.

“MWO?!” teriakan Kyuhyun sukses membuat seluruh member Super Junior menoleh.

“Ada apa, Kyu?” Siwon lamgsung berlari menghampiri Kyuhyun.

“Berisik kau, Kyu.” Eunhyuk mengumpat pelan.

“Eh? Ani, Hyung. Hehehe.” Eunhyuk bersyukur sahabatnya yang satu itu masih tutup mulut. Donghae menatap Eunhyuk dengan tatapan penuh arti. Eunhyuk mengangguk mengartikan bahwa yang Donghae maksud benar. Kyuhyun tahu mereka berpacaran.

“Ck, kau ini. Yasudah, kita kembali ke hotel sekarang.” Kata Siwon sambil menarik tangan Kyuhyun, dan, ya. Tidak lupa dia mengeluarkan smirk evilnya.

“YAK! CHOI SIWON! JANGAN KAU APA-APA KAN MAKNAE KITA!!!” Siwon hanya tertawa, sedangka Kyuhyun menatap takut Choi Siwon.

Fin.

Advertisements

19 thoughts on “[Gift From WKC Friend] All Of Me

  1. saking cintanya siwon sma kyu smpe mau kluar gtu, ya skalipun awalnya mau pura2 doang.
    hae disini tumben idenya masuk buat siwon haha…
    wonkyu sweet bget siih, udah acra tembak2an didepan member sma elf dapet restu pula dri ortunya siwon.
    aku curiga siwon ngajakin kyu kmbli k hotel, apalgi smirk evilnya itu kode bangeet.

  2. Akhirnya wonkyu bersatu kembali
    Dan wonkyu jadian
    Btw kenapa jiwon manggil siwon “hyung” sedangkan manggil kyuhyun “oppa”?

  3. Hihihi… Gak bisa bayangin kalau Siwon beneran nembak Kyu di Super Show, pasti shipper sebelah pada kejang, wkwkwk… :v
    Ceritanya seru! Ide ceritanya juga unik! Aku suka! Aku suka! 😀

  4. Ecieeeee, yang suka ampe segitunya. .
    Suit, suit. . asyeeeek. .
    Wonkyu so sweet dech,
    Berawal dri ide konyolnya abang ikan, akhirnya jadian jg. Kkkk~
    Wonkyu jjang ❤❤❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s