Posted in BL, Comfort, Hurt, Oneshoot, Romance, Uncategorized, WonKyu Story

Meet After Break Up

image

Meet After Break Up

WONKYU

“I guess we’re breaking up, just so we can make it up.”

Siwon mengepalkan tangannya menahan diri untuk tidak berteriak pada Kyuhyun yang menatap tajam dengan kedua tangan didepan dada. Siwon tahu, memang dia tidak seharusnya datang kemari setelah dua hari yang lalu Kyuhyun mengatakan hubungan mereka dalam masa hibernasi. Just a little break. Tapi sampai mati pun Siwon tidak akan pernah bisa mengerti apa tujuan hibernasi sialan itu!

“Apa kau bahkan mengerti apa yang dimaksud dengan “a little break” yang kau katakan dua hari yang lalu?”

“Jangan memulainya, Siwon. Bukankah sudah kukatakan? We need space from each other.” Kyuhyun setengah berteriak.

Siwon berdecih pelan sambil menatap kearah Kyuhyun dengan tatapan kecewa. Siwon berharap dapat merubah keadaan dan memberikan pengertian pada Kyuhyun, tapi sepertinya keputusan Kyuhyun sudah bulat. Dua bulan? Bahkan satu hari tanpa melihat Kyuhyun saja sudah hampir membuat Siwon gila. Bagaimana dia bertahan hidup selama dua bulan kedepan?

Don’t help me. Don’t call. Don’t ask what happen. Don’t discuss my problem. And that bloody a little break stuff.”

“Itu masalahmu! Kau selalu mempermasalahkan segalanya. Kau selalu ketakutan dan merasa insecure bahkan pada dirimu sendiri.”

Siwon menggeleng pelan. Dadanya yang mulai terasa sesak semakin membuat otaknya berhenti bekerja. Siwon menghela nafasnya lalu memegangi bahu Kyuhyun, menatap dalam mata coklat yang kini balas menatapnya. Sampai kapan pun Siwon tidak akan pernah bisa menerima keputusan ini apapun itu alasannya.

“Kau yang membuatku merasakan semua itu. Kau yang memaksaku untuk kurang mempercayai diriku. Kyu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa menerimanya. Kau tahu, kan?”

“Kau yang punya masalah dengan itu semua.”

“Kita yang punya masalah, Kyu. Bukan hanya aku.” Siwon mengerutkan keningnya saat Kyuhyun menjauh darinya.

Kyuhyun membebaskan dirinya dari Siwon dan duduk diatas ranjangnya. Percakapan ini semakin panjang dan semakin membuat otak Kyuhyun bekerja terlalu keras. Keinginan Kyuhyun hanya satu dan Siwon tidak mengerti. Kyuhyun hanya menginginkan sedikit jarak diantara mereka, dan itu bukan berarti Kyuhyun ingin mereka putus. Tapi kenapa Siwon bereaksi begitu berlebihan dan begitu ketakutan. Kyuhyun memijat keningnya yang mulai berdenyut.

“Aku tidak ingin berurusan dengan masalahmu, Siwon. Dan kau bereaksi terlalu berlebihan.”

“Masalahku? Hei, ini masalah kita, Cho Kyuhyun. Kenapa kau tidak ingin mengakuinya dan selalu beranggapan semua masalah yang muncul diantara kita adalah masalahku? Kau tidak ingin berurusan dengan semua masalah kita dan tidak ingin menyelesaikannya. You’re not taking a break, Kyu. You’re running away.” Suara Siwon hampir tidak terdengar dan sedikit putus asa saat menatap wajah Kyuhyun yang tidak terlihat merasa menyesal atau berubah pikiran sedikit pun.

Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam lalu dihembuskannya perlahan. Segalanya semakin rumit. Hubungan ini hanya akan semakin menyesakkan dadanya. Mereka bahkan tidak tahu lagi apa yang sebenarnya jadi masalah dalam hubungan mereka. Kyuhyun menggeram pelan.

I’m breaking up with you.” Kyuhyun menatap lurus kearah Siwon dengan wajah datar.

“Apa? Kau pasti bercanda!” Siwon berbalik kearah Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya kearah Kyuhyun yang menatapnya tanpa senyum sedikit pun.

I can’t do this anymore.”

Is it your quick fix?”

Kyuhyun berbalik sambil terus menatap Siwon tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, tak ada lagi keraguan di hatinya. Memang inilah jalan satu-satunya untuk mereka. Dan Kyuhyun sudah cukup yakin dengan keputusannya kali ini.

“Kau tahu kita tidak bisa menyelesaikan ini. berhentilah memaksakan keadaan Siwon.” Kyuhyun menyilangkan tangannya didepan dada dengan tatapan frustasi.

“Memaksakan? Kyu, ini sebuah keputusan sepihak. Sebuah hubungan didasari oleh kebersamaan. Jika kau pikir hubungan kita selama enam tahun bisa diakhiri hanya dengan satu jentikan jari maka kau salah.” Siwon menatap tajam kearah Kyuhyun yang sama sekali tidak terpengaruh oleh tatapan Siwon.

“Inilah kelemahanmu. Kau tidak menyukai adanya perubahan. Kau tidak pernah berani mengambil resiko untuk segalanya.” Kyuhyun mendengus sambil memalingkan wajahnya dari Siwon.

Siwon mengerutkan keningnya. Siwon tidak bisa lagi mengimbangi jalan pikiran Kyuhyun yang begitu berbeda dengan pola pikirnya. Selama ini, Siwon mengira dia sudah sepenuhnya mengerti Kyuhyun. Tapi sekali lagi, Kyuhyun membuktikan jika pemikirannya sama sekali tidak benar. Sifat mereka yang begitu berbeda, selama ini tidak pernah menjadi masalah yang besar untuk hubungan mereka. Karena perbedaan itulah yang melengkapi mereka satu sama lain. Atau itu hanya pemikiran Siwon saja? Siwon menghela nafas sembari memposisikan dirinya duduk disebelah Kyuhyun yang masih memalingkan wajahnya dari Siwon.

“Kau benar. Dan sekarang kau benar-benar sudah dibutakan oleh impianmu!” Siwon tertawa pahit sambil mengusap wajahnya.

“Kau yang terlalu posesif, Siwon! Apa salahnya jika kau memberiku waktu sampai waktu debutku dua bulan lagi? Dan setelah itu kita akan memulai. Tapi tidak lagi, lebih baik kita akhiri sekarang.”

“Tidak bisakah kau melakukannya bersamaku? Kau terlalu mementingkan dirimu sendiri, Kyu.” Siwon menunjuk kearah Kyuhyun dengan nada suara yang membuat Kyuhyun sedikit terbelalak. Siwon tidak pernah sekalipun membentaknya.

“Cukup, Siwon. Setidaknya aku lebih baik darimu. Aku tahu apa yang aku inginkan untuk hidupku. Dan aku mengejarnya apapun yang terjadi. Sedangkan kau? Apa kau bahkan menyadarinya? I’m your life. Pusat kehidupanmu adalah aku. Bahkan saat ayahmu mengangkatmu sebagai CEO di perusahaannya kau hanya dia dan menuruti semua keinginanmu. Kau akan mati bosan dan menyesal selama hidupmu karena tidak mengejar apa yang sebenarnya kau impikan selama ini.” Kyuhyun sedikit tersengal setelah mengatakan yang sejak tadi hampir menghancurkan kepalanya.

Kyuhyun menoleh kearah Siwon saat menyadari tidak ada suara sedikitpun yang berasal dari Siwon. Dan seketika itu juga Kyuhyun tahu, dia telah mengatakan hal yang telah menyakiti hati Siwon. Siwon hanya berdiri ditempatnya dengan tatapan kosong kearah Kyuhyun. Ada sedikit penyesalan menyergap hati Kyuhyun. Namun sekuat tenaga, dia berusaha menepis perasaan itu. Kyuhyun berjalan mendekati Siwon.

“Siwon..”

Kyuhyun baru saja akan menyentuh bahu Siwon saat pria itu menjauh dari Kyuhyun. Siwon seolah tersadar dari lamunannya. Siwon tidak menyangka Kyuhyun akan mengatakan itu padanya. Siwon tertawa hambar, membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya. Siwon menepuk pelan puncak kepala Kyuhyun.

“Terima kasih, Cho Kyuhyun. Aku pergi.” Siwon mencium kening Kyuhyun sebelum tersenyum manis dan keluar dari apartemen Kyuhyun.

Kyuhyun membeku, menatap nanar kearah dimana perginya Siwon. Tubuhnya tidak bisa bergerak dan otaknya pun tidak bekerja seperti yang dia inginkan, perasaan macam apa ini? Kenapa dada Kyuhyun terasa begitu sesak? Dan kenapa matanya terasa begitu panas? Kenapa dia merasa begitu buruk saat Siwon meninggalkannya? Tidak ada yang harus Kyuhyun sesali, ini adalah keputusannya dan Kyuhyun juga yang harus menerima segala resikonya. Termasuk kehilangan Siwon.

“Choi Siwon-sshii, sekarang giliranmu?”

“Ah, ya. Aku akan segera kesana.” Siwon tersenyum sebentar kearah asisten sutradara.

Siwon meraih script yang ada di meja riasnya. Pria itu kembali membaca adegan mana dan dialog yang akan harus dia lakukan. Siwon tidak menyadari seseorang menghampirinya sampai bahunya ditepuk pelan. Karena sedikit kaget, Siwon langsung menoleh kearah si pelaku.

“Ya Tuhan, Teddy!! Apa yang kau lakukan?” Siwon memasang wajah kesal sambil memegangi dadanya.

“Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.”

“Aku harus pergi, sutradara sudah mencariku.” Siwon berlalu namun lengannya dicengkram oleh Teddy dan sedikit di dorong untuk kembali duduk dikursinya.

Siwon menoleh kearah Teddy bermaksud memukul kepala pria gempal itu, namun diurungkannya saat melihat perubahan wajah Teddy yang begitu serius. Siwon melemparkan script yang ada ditangannya keatas dan memasang wajah siap untuk mendengarkan Teddy.

“Apa? Cepat katakan!”

“Aku baru saja mendapat telepon dari agensimu. Mereka baru saja menerima tawaran baru untukmu. Sebuah video klip.” Teddy menggosokkan tangan yang sedikit berkeringat di pahanya. Haruskah dia mengatakan ini pada Siwon?

Siwon mengerutkan keningnya, menatap heran kearah Teddy. Tidak biasanya pria yang telah menjadi manajernya sejak dia mulai meniti karir sebagai aktor satu tahun yang lalu ini terlihat gugup dan seperti sedang menutupi sesuatu.

“Lalu apa masalahnya?”

“Kau mengenal penyanyi itu.” Teddy menghela nafasnya dan menhindari tatapan Siwon.

“Siapa?” Siwon memegangi dagunya, tanpa dia tanyakan pun, Siwon sudah mengetahui jawaban yang akan diberikan Teddy untuknya.

“Cho Kyuhyun. Siwon, kau bisa menolaknya jika kau mau?” Teddy berdiri dan bermaksud mengeluarkan ponsel milik Siwon.

Siwon menahannya dan menggeleng kearah Teddy. Siwon tidak akan menolaknya, karena Siwon memang sudah cukup lama menunggu kesempatan untuk bekerja sama dengan Kyuhyun. Dengan kata lain, Siwon ingin bertemu dengannya. Harus bertemu.

Kyuhyun memejamkan matanya dengan kedua telinga disumpal earphones, Kyuhyun menggumamkan lagu yang akan dia rilis bulan depan. Dia harus mengingat lagi liriknya, meskipun itu tidak perlu dia lakukan tapi Kyuhyun ingin melakukannya. Kyuhyun perlahan membuka matanya saat angin dingin bertemu dengan kulit pucatnya. Kyuhyun sangat menyukai angin musim gugur, bahkan pemandangan taman ini jadi lebih indah oleh daun-daun yang berwarna oranye. Kyuhyun merentangkan tangannya kemudian melepaskan earphones ditelingannya. Kyuhyun menguap sebentar dan menoleh kearah kru-kru yang sedang mempersiapkan syuting video klipnya. Ya, mereka akan melakukannya di taman ini. Dan terlalu pagi menurut Kyuhyun.

“Kyuhyun, ayo bersiap! Apa yang kau lakukan disana?” Suara Coordie Noona yang biasa menentukan wardrobe yang akan dikenakannya menyapa telinga Kyuhyun.

“Aku tahu.” Timpal Kyuhyun malas, tapi pria itu tetap mengikuti kemana noona itu akan membawanya.

Kyuhyun duduk didepan cermin setelah mengenakan pakaian yang tadi diberikan padanya. Untuk saja mantel yang dikenakannya cukup hangat. Dan noona yang satu itu benar-benar peduli padanya karena dia diberikan sweater coklat yang terasa begitu hangat ditubuhnya. Kyuhyun kembali menguap.

“Kyu, kau tahu? Orang yang akan jadi model video clip-mu kali ini benar-benar tampan. Dia memang masih baru tapi aku sudah cukup sering melihat wajahnya dibeberapa drama yang tayang baru-baru ini. Ya Tuhan, kau pasti akan berteriak saat melihat wajah tampannya.” Si noona berteriak genit membuat Kyuhyun memutar matanya malas.

“Seingatku, kau selalu mengatakan hal yang sama saat aku syuting video clip. Dan terserah siapa saja yang menjadi model video clip-ku. Aku bahkan sampai sekarang tidak tahu siapa yang mereka pilih.” Kyuhyun bersedekap dan meniup poninya pelan.

Benar. Kyuhyun menyerahkan sepenuhnya pada sutradaranya untuk memilih model yang mereka inginkan, yang dirasa cocok oleh mereka. Karena Kyuhyun percaya, mereka akan memilih model terbaik untuk lagunya. Kyuhyun mematut dirinya sekali lagi sebelum keluar dari tenda itu, karena memang sudah waktunya untuk syuting. Namun Kyuhyun berhenti, dengan sedikit ragu dia berbalik kearah noona yang kini sedang sibuk membereskan peralatannya.

Noona…” Panggil Kyuhyun.

“Ya?”

“Siapa nama aktor yang akan jadi model video clip-ku?” Suara Kyuhyun sedikit ragu untuk menanyakan pertanyaan itu padanya.

“Choi Siwon. Wae?”

Kyuhyun sedikit terhuyung kebelakang saat mendengar jawaban itu. Kyuhyun langsung berbalik keluar dan berpegangan pada meja yang ada didepan tenda. Choi Siwon? Telinga Kyuhyun tidak salah. Bolehkah Kyuhyun berharap Choi Siwon yang lain? Kyuhyun memegangi dadanya yang terasa terhimpit. Dengan nafas tersengal Kyuhyun berjalan mnjauhi tenda itu. Pikirannya terasa begitu penuh dan tubuhnya seolah akan terjatuh saat itu juga. Kaki Kyuhyun terasa seperti tidak lagi menginjak tanah. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

Kyuhyun memang dilahirkan untuk menjadi seorang penyanyi. Pemikiran itulah yang membuat Siwon tersenyum meskipun hatinya tengah bergemuruh setelah mereka melakukan syuting video clip untuk lagu At Gwanghamun milik Kyuhyun. Pada kenyataannya Siwon belum cukup siap untuk bertatap muka dengan mantan kekasihnya itu. Tidak! Didalam hatinya Kyuhyun masih kekasihnya tapi anggapan Kyuhyun tidak lah sama dengannya. Siwon mengacak rambutnya sambil menghela nafas untuk kesekian kalinya.

Siwon menyandarkan punggungnya dengan kepala menengadah keatas. Matahari mengintip melalui celah daun maple yang berwarna oranye. Siwon sudah cukup lama duduk disana setelah syuting yang dia lakukan selesai, mungkin dia memang butuh ruang untuk bernafas. Beruntung Siwon dapat menahan dirinya dengan keahliannya sebagai aktor. Siwon ingin sekali memeluk Kyuhyun dan mengatakan betapa dia merindukan pria itu. Tapi yang dia bisa lakukan hanya mengikuti percakapan yang Kyuhyun lakukan dengannya. Berpura-pura dia tidak lagi memiliki perasaan untuknya itu. Tapi Siwon sudah cukup bahagia melihat Kyuhyun begitu menikmati apa yang dia lakukan sekarang. Dan Siwon bahagia untuk dirinya sendiri berkat Kyuhyun, Siwon tahu apa yang dia inginkan dalam hidupnya.

Namun Siwon tidak bisa membohongi hatinya yang kecewa dan patah hati untuk kedua kalinya. Dan rasa sakit itu masih sama. Rasa sakit yang membuatnya terpuruk tapi juga rasa sakit yang membuatnya bangkit dan bisa jadi seperti sekarang. Siwon kembali tersenyum hambar saat otaknya kembali memutar dari detik pertama pertemuannya dengan Kyuhyun setelah satu tahun berlalu.

Beberapa jam yang lalu…

Kyuhyun tersenyum kearah Siwon yang masih terperangah dengan apa yang dia lihat dihadapannya. Kyuhyun benar-benar ada dihadapannya. Siwon menutup mulutnya dan balas membungkukkan badannya kearah Kyuhyun. Siwon mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Kyuhyun. Suasana itu cukup canggung tapi hal itu biasa untuk kru yang ada disana karena mereka tidak ada yang tahu tentang hubungan Kyuhyun dan Siwon di masa lalu, kecuali Teddy yang kini tengah menatap khawatir kearah Siwon.

“Hai.. Kau terlihat semakin tampan.” Kyuhyun berdiri disebelah Siwon.

Siwon hanya tersenyum menanggapi pujian Kyuhyun. Siwon benar-benar ingin memeluk erat Kyuhyun dan menciumi setiap bagian wajahnya. Membawanya pergi dari sini, menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama. Mengatakan betapa Siwon merindukan Kyuhyun. Ada setitik harapan dihati Siwon ketika dia menerima pekerjaan ini. Berharap bisa membawa Kyuhyun kembali padanya. Tapi, ini diluar ekspektasinya. Kyuhyun bahkan terlihat begitu tenang ketika berhadapan dengannya. Tidak seperti Siwon yang sekarang tengah melawan gemuruh hatinya.

“Kalian sudah mengenal satu sama lain?” Sutradara yang bertanggung jawab untuk syuting hari itu memandang heran kearah Siwon dan Kyuhyun yang terlihat saling menyapa sebelum dia memperkenalkan mereka secara resmi.

“Ya.. Ka—“

“Kami teman lama.” Kyuhyun memotong ucapan Siwon dengan cepat, wajahnya terlihat sedikit cemas tapi hanya sekilas.

“Ya. Kami teman lama.”

Siwon menghela nafasnya dengan wajah putus asa. Bukankah itu semua sudah menjelaskan segalanya. Kyuhyun sudah berdamai dengan masa lalunya.

Kyuhyun menatap sendu ke arah punggung Siwon dengan dua gelas kopi ditangannya. Kyuhyun sudah cukup lama hanya berdiri disana, Kyuhyun ingin mendekati Siwon tapi ada rasa ragu sekaligus takut menyergap hatinya membuat Kyuhyun berhenti disana dan menghabiskan banyak waktu untuk berpikir. Kyuhyun berjalan perlahan mendekati Siwon, saat hatinya sudah cukup yaki bahwa dia bisa melakukannya.

“Hai…” Suara Kyuhyun sedikit parau cukup berhasil membuat Siwon menoleh dengan wajah kaget.

“Oh.. Hai..” Balas Siwon, menggeser tubuhnya saat Kyuhyun duduk disebelahnya dan menyerahkan gelas kertas yang tadi dia bawa.

Tidak ada yang mengeluarkan suara kecuali angin berhembus dan kesibukan lain di belakang mereka. Tapi untuk Siwon dan Kyuhyun waktu terasa berhenti dan hanya mereka yang sekarang berada disana. Mereka hanya berani saling mencuri pandang tanpa berani mengeluarkan suara untuk sekedar menyapa atau menanyakan kabar. Mereka hanya terlalu takut percakapan akan cepat berakhir dan waktunya mereka untuk benar-benar berpisah.

Kyuhyun menatap kearah Siwon saat pria itu menghirup aroma kopi yang Kyuhyun berikan padanya. Kenapa Kyuhyun melepaskan pria ini? Kyuhyun mengerjapkan matanya lalu menatap lurus kedepan. Kyuhyun tidak memiliki hak untuk meminta Siwon kembali padanya karena pada kenyataannya Kyuhyunlah yang telah menghancurkan segalanya.

Siwon menoleh kearah Kyuhyun yang kembali menatapnya. Siwon tersenyum kearah Kyuhyun yang balas tersenyum lalu mengalihkan pandangan dan meminum kopinya sedikit demi sedikit. Kyuhyun menghela nafasnya, dia kemari dengan satu tujuan tapi setelah berada disamping Siwon seperti ini, kenapa terasa begitu nyaman?

“Siwon?”

“Eumh…” Siwon menoleh kearah Kyuhyun yang tengah menggigit bibir bawahnya.

“Aku harus mengatakan sesuatu.” Kyuhyun kembali menggigit bibir bawahnya, seolah sedang mengumpulkan kekuatannya.

“Aku senang kau datang menyapaku. Terima kasih.” Siwon tersenyum tulus.

“Tapi aku harus mengatakannya. Aku senang kau berhasil menjadi aktor sekarang. Aku sangat bangga padamu. Dan…”

Siwon memiringkan kepalanya menunggu Kyuhyun melanjutkan kata-katanya. Sedikit banyak Siwon merasa gugup ketika Kyuhyun ingin mengatakan sesuatu. Entah mengapa hatinya merasa begitu khawatir Kyuhyun akan mengatakan sesuatu yang membuat harapannya menghilang.

I’m sorry.” Bisik Kyuhyun sangat pelan dan menatap kedalam mata Siwon yang tidak bisa menyembunyikan sinar kekagetannya.

“Untuk apa?”

I’m really sorry. I didn’t meant to hurt you.” Suara Kyuhyun terdengar serak dan hampir terdengar putus asa.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Kyu. Bukankah sekarang kita sudah menemukan apa yang kita inginkan?” Siwon tersenyum kecil.

Senyum itu tidak membantu apa-apa. Senyum itu hanya semakin membuat Kyuhyun merasa begitu buruk pada Siwon. Kyuhyun hanya tersenyum hambar dan menatap kedua tangannya yang ada dipangkuannya.

Thank’s to you. Aku berhasil menemukan apa yang sebenarnya aku inginkan. Dan sekarang aku sadar. Apa yang kau katakan dulu benar. Aku terlalu posesif dan mengekang kehidupanmu. Seharusnya aku tahu dan mendukungmu tapi aku malah terlalu sibuk dengan perasaanku tanpa memikirkanmu.”

Kyuhyun mendesis pelan, lalu berkata, “Aku sangat bangga padamu.”

“Aku juga bangga padamu. Kau memilih pilihan yang sangat tepat, karena kau memang dilahirkan untuk menjadi penyanyi. Apa kau bahagia sekarang? Kau terlihat menikmati apa yang kau lakukan sekarang?”

Kyuhyun tersenyum kecil sebelum menjawab. “Aku sedang belajar untuk bahagia.”

Keheningan kembali menyergap Kyuhyun dan Siwon.

“Kau tahu? Dulu, aku tahu jika ucapanmu benar. Tapi aku memang dibutakan oleh impianku. Aku terlalu fokus untuk menggapainya. Dan tidak menyadari jika aku bisa menggapai impian itu bersamamu, tapi aku malah menyakitimu dengan ucapanku dan membiarkanmu pergi begitu saja.” Kyuhyun meremas tangannya yang mulai terasa dingin dan menghindari tatapan Siwon yang kini tertuju padanya.

“Kyu.. tidak ad—“

I even broke us.” Kyuhyun menoleh dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Ingin rasanya Siwon memeluk Kyuhyun sekarang tapi apa yang bisa dia lakukan. Ketika otak dan tubuhnya tidak bekerja sama dengan baik. Siwon hanya bisa memberikan Kyuhyun senyum terpaksanya.

And maybe I’m not meant for love.”

Siwon menoleh kearah Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana bisa Kyuhyun mengatakan itu? Semua orang dilahirkan dengan cinta. Tidak ada yang tidak pantas untuk cinta. Siwon yang sejak tadi telah mencoba membatasi dirinya kini tidak bisa lagi menahan diri. Siwon menarik tubuh Kyuhyun kedalam dekapannya. Dipeluknya begitu erat seolah ingin memberikan Kyuhyun kepercayaan bahwa Kyuhyun dilahirkan juga untuk dicintai.

Hangat. Kyuhyun memejamkan matanya, terasa begitu nyaman. Tapi perasaan ini tidak boleh Kyuhyun rasakan lagi. Kyuhyun tidak pantas untuk meminta Siwon kembali padanya. Dan Siwon pantas mendapatkan yang lebih baik darinya. Dengan pemikiran itu Kyuhyun perlahan mendorong tubuh Siwon dan berjalan menjauh dari tempat itu.

Namun langkah Kyuhyun terhenti saat Siwon memeluknya dari belakang. Kyuhyun dapat merasakan nafas hangat Siwon menerpa lehernya. Kyuhyun memejamkan matanya, Kyuhyun tidak boleh menikmati kehangatan ini tapi kenapa Kyuhyun tidak memiliki keinginan untuk melepaskan diri dari pelukan Siwon?

Siwon membalikkan tubuh Kyuhyun menghadap kearahnya. Siwon mengangkat dagu Kyuhyun dan menatap kedalam mata coklat itu. Siwon menangkup wajah Kyuhyun yang terasa dingin. Kyuhyun mengerjapkan matanya yang terasa begitu panas dan siap menumpahkan air matanya saat itu juga. Kyuhyun mencengkaram mantel yang dikenakannya.

I don’t need a reason to love you, Kyu. I won’t let you go because I never ever let you go from the start.

“S—siwon..”

“Ssshh.. Kau cukup mendengarkan aku.” Siwon meletakkan telunjuknya didepan bibir Kyuhyun.

“Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, Kyu. Semua orang memiliki kekurangannya, termasuk kau dan aku. Kembali padaku, aku akan mengajarimu bagaimana rasanya dicintai dan mencintai seseorang. Tidak ada yang tidak pantas untuk cinta, Kyu. Pikirkanlah!” Siwon mengusap wajah Kyuhyun dengan ibu jarinya.

Siwon menunduk lalu mengecup bibir Kyuhyun. Cukup lama untuk membuat Kyuhyun memejamkan matanya dan terhanyut dalam kecupan panjang itu.

And you are meant for love. Because I love you, Cho Kyuhyun.” Siwon membisikkan kalimat itu didepan telinga Kyuhyun sebelum pergi.

Kyuhyun terdiam ditempatnya kembali menatap nanar punggung Siwon persis seperti dua tahun yang lalu. Kali ini berbeda, ada perasaan hangat yang sulit untuk dijelaskan. Perasaan mendamba dan keinginan untuk kembali ketempat dia seharusnya berada.

Siwon berlari kecil setelah keluar dari lift, melewati lorong apartemen yang cukup panjang untuk mencapai apartemennya. Siwon sudah dua hari ini tidak pulang dan benar-benar kehabisan energi. Siwon hampir tidak memiliki waktu tidur untuk merangkumkan drama yang sedang dia jalankan dan drama itu akan tamat minggu depan, jadi dengan kata lain hari ini adalah syuting terakhir.

Siwon berjalan dengan pandangan kebawah dan dengan malas dia menyeret kakinya keara pintu apartemennya yang tinggal beberapa langkah lagi. Siwon baru saja akan memasukkan pin apartemennya saat dia merasakan dua lengan melingkar diperutnya. Siwon mengedipkan matanya beberapa kali. Karena kurang tidur mungkin dia sedang berhalusinasi. Siwon meletakkan tangannya di atas tangan yang berada diatas perutnya. Nyata.

Siwon berbalik dengan susah payah dan mata pria itu langsung terbelalak kaget saat menemukan Kyuhyun tengah tersenyum kearahnya. Siwon menggosok matanya beberapa kali, membuat Kyuhyun tertawa sedikit keras.

“K—kyu.. A—apa yang k—kau lak—kukan disini?” Siwon menyandarkan tubuhnya dipintu karena masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Siwon tidak berharap banyak Kyuhyun akan datang menemuinya setelah pertemuan mereka satu bulan yang lalu.

“Kau mengatakan padaku untuk kembali padamu. Disinilah aku sekarang.” Kyuhyun mengangkat bahu berusaha menyembunyikan rona merah diwajahnya.

Siwon ternganga, tidakpercaya dengan apa yang baru saja dia dengar. “A—apa maksudmu?”

“Baiklah. Aku pergi.” Kyuhyun melengos lalu berbalik merasa dipermainkan oleh Siwon.

“Tunggu..” Siwon menghentikan Kyuhyun dan mencengkram lengannya, seolah tersadar dengan apa yang dimaksudkan oleh Kyuhyun.

“Maafkan aku. Kau serius dengan ucapanmu?”

Kyuhyun hanya mengangguk pelan.

“Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun. Aku mencintaimu.” Teriak Siwon sambil mendekap erat tubuh Kyuhyun yang sedikit tersentak namun langsung tersenyum puas melihat reaksi Siwon.

Kyuhyun melepaskan pelukan mereka lalu mempertemukan bibirnya dengan bibir Siwon yang kini bersandar didinding. Siwon menekan tengkuk Kyuhyun sementara tangannya yang bebas berusa memasukkan pin apartemennya. Siwon dan Kyuhyun terus berciuman meskipun sudah beberapa kali Siwon salah memasukkan pin. Mereka melepaskan ciuman mereka saat pintu apartemen berhasil dibuka. Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun ala bridal style membawanya masuk sambil sesekali mencuri ciuman dari bibir Kyuhyun yang sudah membengkak.

“Tapi ngomong-ngomong, baby. Dari mana kau tahu alamat tempat tinggalku?”

Love isn’t something you find. Love is something that finds you.”

Happy 1st Anniversary, WonKyu Corp ❤

Advertisements

39 thoughts on “Meet After Break Up

  1. Ahh.. awalnya gk ngerti ceritanya… tpiii setelah makin kebawah makin ngerti.. hahahahhah.. kyuuuu kamuu lucu bgt sihh.. wkkwkwkkw.. bagus ff nya unnie!

  2. Daebak……
    Klu sdh jodoh, pasti akan kembali ke jodohnya …. Kkkkkkk

    WonKyu Happy End 😀

    —–1315—–

  3. Uuugh,,
    Sifat kyu yg susah dmengerti plus egois bkin kesel.
    Arrrgh,
    Tp beruntungnya won bner2 cinta dan mencoba mengerti akan hal itu. .
    Awalnya bkin takut ih, krain mreka gak bkalan balikan lg. .
    Hohoho
    Tp akhirnya, jeng jeng jeng wonkyu bersama lg. . yeeeeeeeey \(^-^)/
    Suka bnget ama ff ini. . ^^v

    Btw, keknya kyu stalkerin won yah mkanya dy bsa tw alamatnya won truz muncul tiba2 gtu. . kkkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s