Posted in BL, Drama, Family, Romance, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 8

Tentang Kamu – Part 8

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll

BL,Yaoi, Mpreg

Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,

cerita gaje namun asli hasil karya sendiri

Panjang membosankan

Berikan cinta kalian dengan komentar

ttp bila ada salah kata atau bagimana jangan salahkan penulis ya???? SALAHKAN JARIKU YANG NAKAL nulis kok gak aturan… ^_

.

.

.

.

.

” Aaa…”

BRUUKKSS!!!!

Mereka terjatuh dari Sofa. Kyuhyun menindih tubuh Siwon. Jarak mereka begitu dekat. Mata hitam itu menatap tajam lelehan karamel di hadapanya. HENING!!! hanya hembusan nafas mereka yang terdengar. Mereka masih belum beranjak dari posisi mereka. Kyu mengigit bibirnya.

” Kau harus pergi tidur ini sudah malam.” ucap Siwon dengan sedikit gugup.

Kyuhyun pun bangkit lalu berjalan mengambil bonekah pikacunya. Tanpa mengucapkan selamat malam dia berlari ke kamar Siwon. Mengambil selimut tebal itu dan menutupi seluruh tubuhnya. Tiba-tiba nafasnya menjadi sesak. Sedangkan Siwon merebahkan tubuhnya di sofa. Dia berulang kali menghela nafas.

” Ya Tuhan Kuatkan imanku. Amin.” doanya.

.

.

.

.

Pagi ini terasa canggung ketika dua mata itu saling bertukar pandang. Ini bukan pertama kali Siwon melihat Kyuhyun bangun. Namun pagi ini terasa berbeda. Kyu pun sedikit kikuk dengan suasan tenang kamar kekasihnya.

” Gunakan bajuku.” Siwon mengulurkan kemeja dan celana tentunya. Dia kemari hanya mengunakan piama. ” Aku akan keluar untuk menyiapkan makanan. Kau ingin sarapan apa?” kali ini terlihat jelas seperti orang asing.

Kyu pun hanya tersenyum tipis lalu, ” Terserah. Apa pun.” lalu dia bergegas menuju kamar mandi dan menutupnya rapat-rapat. Siwon menghela nafas.

.

.

.

Kyuhyun bukan gadis yang harus lama-lama di kamar mandi namun entah hari ini dia begitu gugup menatap dirinya di pantulan cermin sedang mengunakan baju kekasihnya. Kyu mulai kalah dengan cacing di perutnya hingga dia memutuskan untuk keluar kamar. Siwon tersenyum. Ini mimpinya. Melihat kekasih tercintanya ketika dia membuka mata pertama kali.

” Kau begitu lama. Aku sudah lapar.” omel Siwon sambil berkaca pinggang.

Kyu mengagguk kepalanya yang tak gatal. Dia tak mungkin mengkatakan alasannya kenapa dia begitu lama di kamar mandi. Hanya karna gugup melihat kekasihnya bukan?

Kyu sontak menyambar segelas susu yang sudah di siapkan kekasihnya namun Siwon menahan pergelangan tangaannya, ” Setidaknya duduk dan panjatkan doa.” ucapnya dengan lembut membuat Kyu menghentakan pantatnya dengan keras.

” Seharusnya kau menjadi pendeta saja.” umpat pria cantik itu.

Siwon tersenyum lalu menyesap kopi hitamnya, ” Kalu begitu kau biarawatinya…” godanya.

” Wonnie…” rengeknya dengan manja. Siwon hanya tersenyum lalu mengecup kening Kyuhyun dengan lembut.

” Bergegaslah!!! Kita sudah terlambat.” perintahnya. Kyu mengagguk.

*******

.

.

.

.

.

” Kau mengunakan baju Siwon?” tanya Changmin. Kyu hanya memainkan ujung kemejanya. ” Kyuhyun-sii” Kyu mengangguk, ” Bagaimana bisa?”

Kyu menarik satu kursi,” Kau bisa diam. Aku menginap di apatermentnya dan apa salah aku mengunakan baju kekasihku?” sentaknya ketus. Eunhyuk menatap seluruh tubuh Kyuhyun dengan teliti, ” Apa yang kau lakukan Lee Hyuk Jae?”

” Seperti biasa. Memeriksa seluruh tubuhmu…” jawabnya dengan santai.

” Memang apa yang salah dengan tubuhku?” Kyu terlihat kesal.

” Mungkin saja ada bekas injakan kuda, atau gigitan kuda…” sambung Changmin.

” Yah!!! Dia bukan kuda. Bagaimana pun dia kekasihku… jangan katakan dia kuda…” Kyu menunduk malu.

“Lalu siapa yang mengkatakan tak mau menikahinya? Ha…” kata Changmin. Kyu terdiam membatu.

” Siapa yang tak ingin menikah?” suara bass itu mengalihkan pandangan mereka. Changmin hanya mengangkat bahu acuh. Kyu memplout bibirnya. Pasti dia akan terkenak bully bila ada Yunho dan Donghae.

Siwon mencium pipinya dengan kilat lalu mencari kursi menariknya di dekatnya, ” YAH!!! kenapa kau menciumku…” Kyuhyun memukul lengan Siwon.

” Aku belum mendapat ciuman pagi ini…” jawab Siwon dengan santai lalu menaruh kepalanya di bahu Kyuhyun.

” Kau selalu bisa membuatku malu di depan temanmu.” omel Kyuhyun.

Siwon tersenyum, ” Karna aku suka wajahmu yang tersipu malu.” Siwon mengelingkan matanya.

” YAH!!!…YAH!!! apa kalian belum puas semalam?” Yunho mulai muak dengan sikap manis mereka.

Kyuhyun menatap Siwon sinis, namun pria berlesung pipi itu mengelengkan kepala, ” Hey tanpa Siwon memberi tahu pun kami juga akan tahu.” jawab Donghae, ” Kau mengenakan kemeja Siwon. Apa jangan-jangan kuda jantan ini merobek bajumu? Ha…” semua sontak menatap horor.

“Anieyo.” jawab Kyuhyun dengan mengelengkan kepala.

” Hwaksilhaeyo?” selidik Yunho.

” Keurom. Siwon tak pernah merobek bajuku. Kenapa kalian bicara seperti itu? Lagi pula kenapa juga Siwon merobek bajuku.” Kyu sedikit memplout bibirnya. Bagaimana pun Siwon kekasihnya dan dia tak pernah berbuat kasar padanya. Siwon hanya tersenyum kecil. Dia tahu pria cantik itu tak paham arah pembicaraan teman-temannya.

” Jadi dia selalu bersikap lembut?” hardik Changmin.

” Kurae.” jawab Kyuhyun dengan nyakin. ” Dia selalu memanjakanku… Apa yang kalian ragukan?” lanjutnya. Siwon kembali mencuri cium di pipi gembilnya, ” Kenapa kau suka sekali menciumku…” rengeknya.

” Karna aku mencintaimu…” Siwon pun bangkit dari tempatnya duduk menarik tangan kekasihnya cantiknya, ” Jangan terlalu lama di sini… aku takut mereka mengajarimu yang tidak-tidak.” ucap Siwon.

” Yah!! Yah!!! Bukan kau berterima kasih terhadap kami karna membuat kekasih manjamu itu akhirnya sedikit bisa bersikap agresif.” omel Yunho tak terima. Mata hitam Siwon membulat sempurna. Memberi pandangan mematikan,” Benar-benar pria licik.” gumam Yunho.

” Sudahlah!!!” Siwon menggengam tangan kekasihnya, ” Kita pergi sekarang.” kata Siwon.

Kyu menaikan alisnya, ” Kemana?”

” Ke kantor. Ada hal yang aku kerjakan.” Siwon pun berdiri menarik kekasihnya yang terlihat tak bersemangat.

” Bukan harusnya kita pergi ke taman bermain.” gumam Kyuhyun.

Siwon membelai pipi pucat itu, ” Nanti. Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku… agar ketika kita bulan madu semua terselesaikan.” bisiknya dengan lembut. Pipi Kyu merona mendengar ucapan kekasihnya. Siwon mengelingkan mata genit membuatnya semakin tertunduk malu.

******

.

.

.

.

.

Seharian menghabiskan waktu menemani kekasihnya bekerja membuatnya lapar. Walau sebenarnya dia sudah menghabiskan beberapa cemilan yang dia beli sebelum sampai di kantor Siwon. Kyu memesan hampir semeja penuh dan itu juga tidak dalam porsi normal. Dia berpikir akan menghabiskan dengan kekasihnya namun dia sendiri yang menikmatinya. Sedangkan kekasihnya hanya bertugas membersihkan bibir kekasihnya.

” Bisakah kau makan dengan tenang sayang?” Siwon membelai punggung tangan Kyuhyun dengan lembut. Kyu segera menariknya karna dia ingin mengambil segelas lemon tea yang baru saja datang. Ini gelas ke tiga.

Kyuhyun menghabiskan air itu dengan beberapa tegukan, ” Kau yang membuatku seperti ini.” Kyu menaruh gelas itu dengan kasar. Lalu bersendawa. Siwon mengelangkan kepala. Lihat piring-piring itu nampak kosong hanya sisa bumbu masakan. Siwon menghela nafas. Terbuat dari apakah perut kekasihnya.

” Baiklah!!! Setelah ini aku antar kau pulang.” Siwon mengambil dompet dari sakunya dan mengelurkan card.

” Tidak. Aku akan ke apatermentmu.” ucapnya dengan santai.

” Kau akan menginap lagi?” Siwon bertanya dengan wajah serius.

Lelehan caramel itu menatap tajam, ” Anio.” jawabnya dengan singkat.

” Huh?”

” Aku hanya ingin mengambil bonekahku.” Kyuhyun mengucapkannya dengan santai.

” Oh…” siwon seperti bernafas lega.

” Wae?’

” Anio. Kita pulang sekarang.” ucap Siwon dengan gugup. Tak lama pelayan mengembalikan Card lalu dia bergegas berdiri di susul dengan Kyuhyun.

.

.

.

” Wonnie…” suara lembut itu cukup membuyarkan konsentrasinya dalam mengendarai.

” Hmm..”

” Apa Wonnie ingin aku menginap lagi?” ucapnya dengan malu-malu. Siwon sekilas melirik kekasih cantiknya, ” Bila iya maaf…” lirihnya.

Siwon kembali fokus menyetir, ” Tidak sayang. Aku tadi hanya bertanya…”

” Jeongmal?” Siwon mengagguk. Kyuhyun tersenyum, ” Baguslah!!!” kini manik hitam itu menatap tajam. ” Karna appa dan umma sebenarnya melarang aku untuk menginap di tempatmu. Mereka bilang takut terjadi sesuatu padaku.”

UHUKK!!!

Siwon tersedak ludahnya sendiri mendengar pernyataan Kyuhyun.

Kyu mengkerucutkan bibirnya dan menyilakan tangan di dada, ” Mereka melarang sampai kita benar-benar resmi menikah.” ucapnya kesal. ” Jadi bersabarlah Wonnie…” ucap Kyuhyun dengan tenang lalu melontarkan senyuman khasnya.

Siwon hanya menelan ludah ketika merasa tenggoroannya tiba-tiba kering.

*******

.

.

.

.

.

Siwon hanya menggaruk tengkuknya ketika melihat wajah kekasihnya terlihat begitu menyeramkan.

” Kau yang menginginkan pernikahan ini di percepat. TAPI KENAPA AKU YANG MENGURUS SEMUA SEDANGKAN KAU PERGI DENGAN SEKERTARIS CENTIL ITU. HA…” suara itu semakin meninggi dan hampir membuat gendang telinganya hampir pecah.

” Baby…” Siwon menatap dengan wajah memelas.

“Tuks!!!”

” Awwaa.. Umma…” rengek Kyuhyun.

” Apa aku pikir rumahku hutan? Kau berteriak semaumu…” omel Heachul. ” Bahkan kau tak mengangkat pantanmu sedikitpun ketika kita mempersiapakan semua.” lanjut Heachul lalu pergi meninggalkan mereka yang masih terlihat tegang.

” Baby…mianhae… appa memintaku mengantikannya untuk menghadiri rapat di luar kota. Aku dan Jessica tak melakukan apa pun disana. Kita benar-benar bekerja. Tak ada yang lebih indah selain dirimu sayang…” Siwon berjalan meraih tangan kekasihnya lalu membelai punggung tangan itu dengan ibu jarinya. ” Maafkanku… membuat kekasihku lelah. Bagaimana bila kita ke spa atau makan es krim?” Kyuhyun melabuhkan pelukan. Ini sebenarnya bukan masalah Siwon tak ikut serta dalam persiapan pernikahan mereka. Namun karna dia rindu seminggu ini tak bisa bertemu dengan kekasihnya. Siwon tersenyum dan memijat lengan kekasihnya, ” Bagaimana lebih enakkan?”

” Tidak.” sinisnya namun wajahnya semakin tenggelam dalam dada bidang calon suaminya.

” Aku benar-benar tak sabar menjadikanmu milikku… seutuhnya.” Kyuhyun tersenyum tipis lalu…

” Hai… harusnya kau yang ku peluk.” kembalilah ingat bila dia adalah seme. Siwon pun tersenyum dan sedikit membungkukan badan menikamti belaian di rambutnya, ” Ini baru benar!!!” dia tersenyum puas.

******

.

.

.

.

.

Baru saja Siwon kembali satu malam kini pemuda berlesung pipi itu tak lagi nampak batang hidungnya. Hanya sebuah pesan singkat yang membuat Kyu memplout bibirnya sejak sarapan pagi.

From : Kuda Pabbo

” Mianhae hari ini aku tak bisa menjemputmu dan beberapa hari kedepan. Maafkan aku… baik-baiklah jangan nakal tanpa aku dan i love you. Dari seseorang yang selalu merindukanmu.”

Taks!!!

Aura menyeramkan menguak dari wajah cantiknya.

” Choi Siwon…Choi Siwon…AKU AKAN MEMBALASMU!!!”

********

.

.

.

.

Siwon menarik nafas berkali-kali. Dia baru saja turun dari pesawat lalu berlari ke kampus. Karna sejak dua hari yang lalu kekasihnya mengabaikannya. Dia lebih suka di rengek manja daripada di diamkan.

” Lihat Choi Siwon!!!’ Changmin menggol bahu Kyuhyun.

Kyu menoleh ke arah tangan Changmin menunjuk, ” Persetan. Dia datang dan pergi semaunya.” gumamnya.

” Lihatlah!!! Dia seperti bukan manusia.” sambung Eunhyuk. Kyu tetap melipat tangan di dada lalu menanggahkan wajah. Terlihat angkuh namun menawan.

” Baby…” Siwon menelantangan tanganya agar bisa memeluk kekasih tercintanya. Namun Kyu menahan dengan kedua tangannya. ” Baby…” suaranya memelas.

” Jangan mendekat. Aku membencimu…” sentaknya.

” Aku terlihat mengenaskan tanpamu. Please beri aku semangat baru…aku sangat lelah tapi kita akan tetap ke Wedding Organizer dan juga ke butik untuk memastikan baju tak kekecilan lagi. Aku tak ingin kau tiba-tiba menelponku di pagi buta hanya untuk bilang ‘ batalkan pernikahan ini’ Ho.. no.. ” Siwon menampakkan wajah memelas.

” Tanpa menunggu hari itu aku juga sudah ini katakan. Batalkan pernikahan ini… aku sudah tak berniat menikah denganmu…” ucapnya sinis lalu pergi begitu saja.

” Baby…” keluh Siwon.

” Dia selalu berkata seperti itu. Membatalkan pernikahan.. ahh bodohnya Cho Kyuhyun sudah memiliki kekasih yang mencintainya namun dia selalu berkata kasar padanya. Bahkan dia tak berniat menikah dengannya ohh, andai aku tak mencintai Yunho pasti aku sudah sambar kekasihnya, Bukan dia memberikannya padaku. Ahh…benar…” gumam Changmin.

” MWO?” Siwon tak percaya dengan apa yang dia dengar.

” Jangan belagak terkejut monyet. Bukan kau dengar sendiri bila dia tak mau menikah dengan Siwon dan akan menyuruh kita mengantikannya karna dia ketakutan.” jawabnya.

” Chang…” sentak Eunhyuk sambil mencubit pinggangnya. Keduanya menatap horor. Changmin tersenyum kikuk.

” Apa yang kau katakan benar?” mereka berdua terdiam, ” CEPAT KATAKAN!!!” changmin menundukan kepala, ” Jadi… dia tak serius dengan hubungan ini.”

” Yah!! Siwon aku tak bilang begitu dia hanya takut padamu…” Chang kembali menutup mulut liarnya.

Siwon tersenyum miris, ” Jadi dia hanya berpikir ini pernikahan bisnis. Bodoh kau choi Siwon…” ucapnya lalu pergi.

” Yah!!! Choi bukan… mati aku…” Changmin memukuli dahinya. ” Ottokhae…Ottokhae…” Enuhyuk hanya menatap dengan wajah sedih.

” Semoga Siwon benar-benar tak marah.” gumam Lee Hyuk Jae.

.

.

.

.

Malam harinya Siwon berusaha menenangkan diri. Bagaimana pun dia ingin mendengar dari kekasih cantiknya. Dia terseyum manis ketika melihat kekasihnya sedang duduk bersantai di dengan kakaknya di dekat kolam renang.

” Tumben kau di rumah?” tanya Kibum yang sedang menikmati buahnya.

“Aku sedang menikmati masa lajangku dan kekasihku.” ucapnya dengan memeluk PSPnya.

” Pabbo.” Kibum menjontorkan kepala adiknya.

” YAH!!!”

” Kau begitu mencintai PSPmu? Lalu bagaimana choi Siwon?”

” Molla. Ahh… nunna bagaimana perusahaan Appa? sudah lebih membaik?”

Kibum mengangguk, ” Keluarga Choi sangat membantu. Ahh… untung saja appa memiliki jaminan kau…” Kibum tertawa.

” Aiiisshh!!! Kau hanya menikmati hasilnya. Huwaa… Tapi akan aku bunuh penggawai appa itu? Dia membuat keluarga kita sulit. Kenapa Appa begitu mempercayainya. Akan aku bunuh dia.” ucapnya dengan tenang.

Siwon hanya tersenyum kecil dengan alis yang menyatu. Dia sontak membalikan badan. Beruntung hanya pembantu yang mengetahui ke datangannya.

” Kau bahagia?” tanya Kibum.

” Dia mahkluk sempurna yang pernah aku miliki. Tuhan begitu sayang padaku…”

“Aiihhh??”

Mereka tertawa berdua.

*********

.

.

.

.

” Ini sudah dua minggu lebih namun dia tak menghampiriku sama sekali?’ guman Kyu membuat kedua temannya hanya saling menatap, ” Kalian tak melihatnya? Bahkan dia tak menghubungiku atau datang ke rumah.” Kyu melipat tangan di dada. ” Ah..”

” Coba datangi dia ke kantornya. Ujian kampus semakin dekat. Cobalah perhatian!!!” saran Changmin.

Kyu memplout bibirnya. ” Baiklah!!! Antar aku ya!!” ucapnya dengan sebilas senyuman manawan.

.

.

.

.

Pria cantik itu membawa segelas kopi hangat untuk kekasihnya. Dia tersenyum. Ini untuk pertama kalinya dia menghampiri kekasihnya setelah pertengkaran. Ahh…dia merindukannya. Sungguh!!! Setelah pintu tertutup sepuluh menit yang lalu mereka masih saling diam.

” Kau begitu sibuk?”

” Hmm…”

” Aku membawakan kopi untukmu.”

” Gomawo.”

” Tanpa melihatku.” Siwon mengangkat kepalanya lalu kembali melihat file itu walau dia tak benar-benar membacanya. ” Baiklah aku pergi!!! Jangan salahkan aku bila tiba-tiba aku membatalkan pernikahan kita.” acuhnya lalu dia membalik badan.

” Kyuhyun…” Kyu menyeringai, ” Seharusnya aku menyadari dari awal bila ini tak seperti yang aku pikirkan.” Kyuhyun membeku. Dia tak mengerti dengan apa yang di bicarakan kekasihnya, ” Setelah hati ini aku berikan, ternyata ini hanyalah pernikahan bisnis.”

” Kau bicara apa?” Kyuhyun menyilakan tangan di dada, ” Sudahlah!!! kau membuatku lapar.” Kyuhyun menghentakkan kaki lalu membalik badan hendak meninggalkan tempat itu.

” Aku sudah membatalkan pernikahan kita.” Kyu menghentikan langkahnya, ” Kau tak perlu khawatir tentang dana itu. Kami tak akan menghentikannya.” Kyu membalik badanya menatap tajam. Siwon tersenyum kecil lalu berdiri menghampiri kekasihnya, ” Kau tak perlu takut… appa juga akan memproses kasus ini ke pihak berwajib.” Siwon meraih tangan kekasihnya.

” Apa? Berani sekali kau membatalkan pernikahan kita?”

Siwon membelai punggung tangan kekasihnya dengan ibu jarinya lalu tersenyum nyakin, ” Bagaimana aku tega melihatmu tertekan dengan pernikahan ini?”

” Darimana kau berpikir seperti itu? kamu sadar dengan apa yang kau ucapkan? Ha.. ”

” Baby… apa kau sadar bila kau egois? Kamu terlalu berambisi untuk dirimu sendiri. Kau hanya mencintai PSPmu dan aku hanya sebagai selingan ketika kau bosan. Sebenarya kau tidak berniat menikah bukan? Kau tak pernah serius dengan hubungan kita bukan?’

” Ini masalah berbeda. Kau dan PSP itu berbeda.” bantahnya. ” Oh… apa ini karna cinta pertamamu atau karna sekertaris cantikmu… Akuilah!!! kau hanya ingin membatalkan pernikahan ini. Karna kau baru sadar kau masih mencintai cinta pertamamu…atau jangan kau sudah mempunyai wanita lain. eoh?'”

” Sama sekali tak pernah terlintas dalam pikiranku untuk main-main. Aku hanya tak ingin kau tertekan dan takut. Karna itu aku akan membatalkan pernikahan kita? Aku tak akan memaksamu lagi…” Siwon menatap kekasihnya,” Tak usah di lanjutkan lagi. Kita putus saja.” tegasnya.

” Apa maksudmu?”

” Semua sudah jelas.” Siwon membalik badan dan kembali ke meja kerjanya.

Kyu hanya menatapnya dengan butiran air mata yang mengalir. ” Kau serius?”

” Iya.”

” Okey. Terserah!!!” Kyu pun berlari meninggalkan ruangan itu membuat Siwon menatap dengan pilu. Ini pertama kalinya dia meminta putus.

.

.

.

.

Kyu menangis seharian di kamar ketika mendapati Heachul berdiri mempertanyaan soal pembatalan pernikahan mereka. Bahkan Sungmin juga mempertanyakan. Awalnya mereka berpikir hanya masalah baju kekecilan atau apa namun setelah melihat Kyuhyun terlihat kacau semua sudah mendapatkan jawabannya.

” Mianhae…Jeongmal mianhae…” Kyu menatap Changmin dengan mata pandanya. Dia sudah hampir menghabiskan air matanya selama dua hari ini,” Ini semua karnaku… aku salah bicara…”

” Aku tak mengerti…”

” Sebenarnya….” Changmin menceritakan semuanya kepada sahabatnya. Kyuhyun tak percaya dengan apa yang dia dengar. Kyuhyun ingin membunuh sahabatnya namun semua akan percumah bila Siwon meragukan cintanya. Dia hanya bisa menangis.

.

.

.

.

.

Siwon terdiam di depan pintu gerbang rumah Kyuhyun tanpa berniat masuk. Ini sudah dua hari mereka putus. Namun hari ini cukup melegakan karna dia bisa melihat wajah kekasihnya dari jauh. Dia mendukan kepala ketika mobil tuan Cho keluar dari istananya. Siwon hanya menghela nafas. Sesampainya di kantor di terkejut melihat Kyuhyun dengan semangat menghampirinya.

” Wonnie… apa banyak tugas kampus? Aku terlalu lama membolos.” namun sayang Siwon hanya melintasinya. Kyu hanya menarik nafas, ” Wonnie… lihat!!! Aku membeli buku ini untukmu… bukan aku menginginkannya. Aku susah payah meminta ini dari penerbitnya.” ucapnya dengan senyuman menawan. ” Aku sudah membacanya sedikit walau aku cukup binggung…”

” Praakk!!!”

Kyu menatap buku itu tergeletak mengenaskan di lantai dan sekertarisnya hanya menatap dengan tegang.” Kau tak perlu mencoba sekeras ini. Ini bukan kau? Jangan membaca apa yang tak kau suka hanya untuk menyenangkan orang lain.”

” Tapi aku..aku akan berusaha…iya..bahkan bila aku memintaku untuk kembali menjadi seorang … seorang uke aku mau… kau…” Kyuhyun terpatah-patah ketika mengucapkannya. ” Atau kau ingin aku mencoba memasak…aku akan berusaha…atau…”

” Sebaiknya kau pulang…!!!”

” Tapi…”

” Jessica apa saja yang harus aku kerjakan hari ini?’ Siwon menatap sekertarisnya.

” Ehh..ahh Sajangmin…”

Siwon meninggalkan tempat itu dan menutup pintu tempat kerjanya dengan keras membuat Jessica pun terkejut. Kyu tak tahan dia pun berjalan meninggalkan tempat itu dengan butiran air mata yang terus mengalir. Siwon mengusap wajahnya dengan kasar.

.

.

.

.

” Good Morning…” Siwon kembali terkejut dengan apa yang dia lihat kali ini. Kyuhyun dengan baju hangatnya membawakan beberapa kantung makanan. ” Karna aku tak ingin kau mati keracunan jadi aku meminta umma untuk memasakkannya?” dia tersenyum kecil lalu mendorong Siwon masuk kembali, ” Bersiaplah!!! Aku akan menyiapkan sarapan.” Siwon hanya menatapnya dengan wajah datar. Namun Kyu tak memperdulikannya. Siwon hanya memperhatikan bagaimana pria cantik itu menghancurkan dapurnya? ini belum memasak hanya menyiapkan sarapan pagi? Berlebihan. Ck. Tapi itulah Kyu.

” Kau belum mandi?” tanya Kyuhyun. Siwon tak menjawab, ” Baiklah!!! Akan aku pilihkan baju.” dia segera melesat ke kamar Siwon. Pemuda berlesung pipi itu menarik kursi lalu duduk menikmati kopi hangat. ” YAH!!!” Kyuhyun menarik paksa cangkir putih itu lalu menjauhkan dari jangkaun Siwon. ” Setidaknya hargai aku yang bangun pagi…” dia menjulurkan kopi buatannya. Siwon menatapnya sekilas lalu kembali berdiri meninggalkan pria cantik itu. ” Bahkan kau belum memaafkanku…” gumamanya lirih ketika pintu kamar itu tertutup rapat. Kyu terdiam sejenak sebelum mengambil tas punggungnya. Kyu tersenyum kecil dan pergi begitu saja dari Apartemen kekasihnya.

******

.

.

.

.

.

” Wajamu pucat Kyu?’

“Benarkah?” Kyu melihat wajahnya di cermin dan terlihat lingkaran panda. Dia memijat tengkuknya. ” Ahh… melelahkan juga. Bagaimana pun aku harus menulis ini.” dia mengeluh namun tetap melanjutkan aktifitasnya. Bila Siwon mengunakan balon, pria cantik ini mengunakan seribu bunga mawar dan menuliskan pesan cintanya. Changmin terlihat khawatir karna sejak kemarin pria ini tak cukup tidur.

” Isirahatlah!!! Biar aku yang gantikan.” Changmin merebut pena itu.

Kyu mengelengkan kepala. ” Aku tak bisa membiarkan membenciku, aku mencintainya.” ucapan itu bagai riburan pisau yang mengahambur di jantung Changmin. Ini salahnya. Harusnya mulutnya mampu dia jaga.

” Percumah kau lakukan ini semua? Yang di butuhkan Siwon adalah sesuatu yang membuktikan kau adalah miliknya?” ucap Yunho. Kyu menatapnya dengan tajam, ” Kau tahu apa yang ku maksud bukan?”

” Tapi…”

” Kau sendiri tak nyakin..bagaimana dia nyakin aku adalah seseorang yang pantas untuk di nikahi?” hardik Yunho.

Kyu menundukan kepala. Memikirkan semua perkataan Yunho.

********

.

.

.

.

Yunho mengkatakan Siwon akan ke kampus hari ini. Karna itu dia menunggunya di lorong dimana mereka sering berkumpul. Dia terus menunggu. Kyu hampir menangis, namun dia pria. Lelehan karamel itu membulat ketika mendapatkan pria tampan itu berjalan dengan santai menuju ke arahnya. Kyu tersenyum membuka Banner menunjukan pada Siwon. Pria berparas tampan itu terdiam membaca sekilas.

“YOU ARE MY LOVE – KYUHYUN”

Siwon hanya terdiam beberapa saat sebelum Kyu pingsan.

********

.

.

.

.

Siwon tersenyum melihat Apartemen terlihat penuh dengan bunga mawar. Terlihat ada note-note kecil di sekitarnya. Semua bertuliskan permintaan maafnya. Siwon menciumi bunga itu dan memeluknya.

” Apa kau benar-benar mencintaiku?’ gumamnya dengan terus menyelusuri ruangan penuh bunga, ” Kau mengkatakan akan menjadi uke tapi kau memperlakukanku sebagai uke. Ck!! Menyebalkan!!” umpat Siwon. ” Bisakah aku mempercayaimu?’ Siwon terdiam beberapa saat.

” Berikan aku waktu… aku akan membuktikan…” suara manis itu membuyarkan imjinasi Siwon.

” Kyu, bagaimana kau bisa disini…” Siwon terkejut melihat kekasih cantiknya berdiri di hadapannya. Dengan baju rumah sakit dan tanpa alas kaki. Wajahnya pucat dan bibirnya membiru.

” Kau meninggalkanku di rumah sakit jadi aku menyusulmu…” Siwon melihat lengan kirinya masih terlihat darah.

” Aku antar kau ke rumah sakit kembali.” Siwon mengambil mantelnya dan menaruhnya di bahu Kyu. Namun pria cantik itu melepasnya, ” Jangan membantah…” sentaknya. Kyu terisak, ” Kita akan bicara nanti. Tapi tidak sekarang. Okey…”rayu Siwon namun tetap saja pria cantik itu menangis. ” Ku mohon…jangan sakit..jadilah kuat…” pinta Siwon. ” Ujimal…” Siwon menghapus air mata itu dengan ibu jarinya.

” Benarkah bila aku memberikan apa yang ku punya, kau tak akan meninggalkanku?” ucap Kyu terlihat putus asa.

” Huh?”

” Bila benar yang di ucapkan Yunho hyung. Mari kita lakukan?” Kyu menatap tajam mata hitam itu. ” Agar kau nyakain bahwa aku adalah orang yang tepat untuk kau nikahi?” lanjutnya.

” Kau bicara apa? Lebih baik kita kembali ke rumah sakit.” Siwon kembali memungut mantel itu. ” Aku tidak suka kau mendengarkan ucapan orang lain. Kau…” Kyu membuang mantel itu lalu mendorong Siwon ke sofa. Pria cantik itu mengecup kasar bibir joker itu dan membuka satu persatu kacing kemejanya. Siwon memberontak dan kembali berdiri. Kyu terjatuh di lantai.

” Kau tak perlu melakukan itu… aku akan tetap membantu perusahaan appamu…” sentak Siwon.

” Kau pikir ini masih tentang perusahaan appa?” Siwon terkejut ketika tiba-tiba pria cantik itu melepas bajunya. ” Bila kau pikir aku semurahan itu…biarkan aku jadi lebih murahan…bila itu bisa mengembalikanmu…” kini dia sudah terlanjang bulat. Siwon menelan ludahnya. ” Apa aku masih belum menarik?” Siwon benar-benar tak melepaskan pandangan di tubuh polos kekasihnya. Matanya terhipnoptis. Kyu memejamkan mata ketika siwon berjalan mendekatinya.

TBC
Untuk part selanjutnya mungkin saya password hehee tapi masih mungkin heehee…

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

152 thoughts on “Tentang Kamu – part 8

  1. Ini pertama kalinya Siwon bereaksi atas kkecewaannya. Tapi kasian Kyu, sampe rela memberikan “itu” sebelum waktunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s