Posted in BL, Drama, Family, WonKyu Story

Tentang Kamu – Part 7

CYMERA_20150322_220849

Tentang Kamu – Part 7

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
Panjang membosankan
Berikan cinta kalian dengan komentar
Warning : Part 6 ada kesalahan jadi yang benar di
part 7 ini
ttp bila ada salah kata atau bagimana jangan salahkan penulis ya???? SALAHKAN JARIKU YANG NAKAL nulis kok gak aturan… ^_^
.
.
.
.
.

Pagi yang cukup indah bagi Siwon. Mata kelap itu menatap bahagia seorang yang sudah dengan rakusnya menguasai hati dan pikirannya. Dia mencum kening kekasihnya namun tak membuat pria cantik itu membuka mata. Aroma tubuh yang mengkuak dari badannya membuat Siwon gila. Dia butuh mandi kali ini. Dia pun segera bangkit bila dia tak melakukannya mungkin ada yang bangkit lainnya. LOL. Setelah membersihkan diri dan merenggangkan tubuhnya dia membuka tirai kamaranya namun tetap saja kekasih cantiknya tak terusik sama sekali. Dia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar namun ponselnya berbunyi.

From : Stella
” Ada pesan singkat dari Yonna.”

Siwon mengerutkan keningnya lalu menatap kekasihnya. Dia kembali memasukan dalam kantung celana dan mengabaikan pesan itu.

From : Stella
” Aku dengar dia ada di villa keluarganya. Tempat menyimpan banyak kenangan manis bersama kita atau aku bisa menyebutnya bersamamu.”
Siwon mengacak rambutnya dan duduk di tepian ranjang membelai lembut wajah kekasihnya.

” Bisakah kau percaya pada, baby?” gumam Siwon dengan wajah sendu, ” Salahkah bila aku menemuinya. Hanya ingin tahu alasan yang benar kenapa dia meninggalkanku dan Stella tanpa berpamintan. Tak ada perasaan hanya persahabatan. Bisakah kau percaya padaku?” dia tetap bicara walau Siwon tahu kekasihnya tak mendengar ucapannya.

Drrtt…Drtt…

Siwon kembali meraih ponselnya.

From : Stella
” Kenapa tak membalas pesanku? Minimal temui dia sebagai teman. Sebelum kau terlambat. Waktunya tak banyak.”

Siwon mencoba diam. Lalu…

To : Stella
” Bukankah kita memang hanya teman. Tak ada perasaan lain? Akan ku coba menemuinya. Semoga tunanganku mengijinkannya.”

Selang beberapa menit….

From : Stella
” Apa dia belum mempercayaimu? ”

Siwon menarik nafas berat.

To: Stella
” Kami selalu percaya dengan cinta kita. Karna itu kita sudah sampai di tahap serius.”

Siwon mulai bangkit dari ranjang dan berjalan menunju pintu.

From : Stella
” Lalu apa lagi..??”

Siwon mengangguk mantap walau sebelumnya dia melirik kekasihnya yang hanya mencoba mencari posisi nyamannya.

” I Love You, baby…” ucapnya sebelum menghilang dari balik pintu.

********
.
.
.
.
.

” Apa tak masalah bila kau memberi tahukan Siwon bila aku disini?” tanya gadis itu dengan wajah sedih, ” Aku tak enak dengan tunangannya?”

” Kenapa tak enak? Kita sahabat?” jawab Stella.

” Aku dengar kekasihnya begitu pencemburu dan pemarah. Aku tak ingin dia salah paham.”

” Kalian belum berakhir. Jadi tak ada salahnya Siwon tahu alasanmu kenapa pergi tiba-tiba.” Stella kini berlutut di hadapan wanita cantik itu dan membelai tangan pucatnya.

” Bahkan kita tak pernah memulai. Bagaimana aku mengakhirinya, Stel? Ini menyakitkan. Ketika kau masih menyimpan perasaan yang sama bertahun-tahun tapi orang yang berharap menunggumu tak pernah sedikitpun ada di hatinya.” Yonna mulai menitihkan air mata dan Stella segera menghapusnya,” Aku ingin mengulang waktu menghabiskan hariku bersama kalian.”

” Tak perlu mengulang waktu karna kita ada disini untukmu.” sambung Siwon.

Stella segera bangkit dan tersenyum melihat sahabatnya sudah datang.

” Apa kabar? ” Siwon berjalan mendekat.

Yonna menatap dengan butiran air mata, ” Kapan kau datang?” tanyanya.

” Baru.” Siwon berlutut dihadapannya menggantikan Stella. ” Kenapa kau pergi waktu itu? Apa persahabatan kita tak ada artinya? Keluarga kalian menghilang begitu saja.” Siwon membelai punggung tangan sahabatnya.

Stella berlahan menghilang dari Villa Yonna. Walau tak ada yang menyadarinya. Siwon ingin menangis melihat rambut indah Yonna mulai menipis.

” Aku berpikir dengan pergi akan mengurai rasa sakitku? Tapi aku salah… aku semakin merindukan kalian… terutama kau.” ucapnya.

” Tapi…”

” Aku tahu Siwon. Seluruh orang korea juga tahu hubungan kalian. Dimana dia? Aku hanya tak ingin ada salah paham karena kekasihnya menemui wanita cantik.” potongnya dengan nada candaan.

” Dia sedang tidur. Nanti akan aku kenalkan dia denganmu. Kau pasti menyukainya.” jawab pemuda berlesung pipi itu, ” Kemana saja kau?”

” Jinja. Dia pria cantik.” seakan Yonna tak ingin menjawab pertanyaan sahabatnya itu.

” No… jangan sampai kau ucapakan itu di hadapannya. Dia tampan dan dia seme.”

Yonna tertawa kecil, ” Dia terlalu manis untuk menjadi seme,Siwon.” mereka tertawa,” Baru kali ini aku melihat kau mengalah dan bersikap hangat dengan orang lain selain keluargamu. Apa kau benar-benar mencintainya?” Siwon mengangguk dengan mantap, ” Bagaimana bisa kau…”

” Menyimpang” sergah Siwon. Yonna mengangguk lalu. ” Salahkan dia.”

” Huh?”

” Dia terlalu mempesona. Kau tahu dulu aku tertarik dengan kakaknya. Tapi sayangnya pria manis itu yang membuat dadaku bergetar.” Siwon mengigit bibirnya, ” Semua bilang dia tampak mengerikan namun bagiku dia tampak seperti malaikat. Aku terlalu takut dia meninggalkanku. Karna aku sudah terlalu mencintainya.”

Yonna tersenyum manis. ” Bisakah kau memelukku? Sebentar saja. Aku benar-benar merindukanmu.”

” Maaf. Tapi aku tak bisa. Mungkin kau dulu bisa memaksaku karna aku belum memiliki kekasih. Tapi kini…”

” Satu menit. Ku mohon…untuk terakhir kalinya.”

” Permintaan yang cukup berat.” Siwon mengaruk tengkuknya, ” Mianhae…”

” Bahkan untuk temanmu yang tak lama lagi hidup di dunia ini. Aku tak memintamu membalas cintamu…”

Siwon mengagguk.” Aku ingin waktu berhenti di detik ini… agar kau menemaniku di sela sisa waktuku…” tanya gadis itu dengan butiran air mata yang tak berhenti membasahi kemejanya.

“Aku tak bisa… karna….” ucapan Siwon terpotong ketika telinganya menangkap suara tangisan yang tak asing. Dia berdiri melepas pelukan Yonna dan menatap kekasihnya sedang mematung menatapnya dengan butiran air mata. Siwon membulatkan matanya. ” Baby… bagaimana bisa kau disini?”

” Lalu tempatku dimana?’ ucapnya dengan tenang walau air mata itu tak memungkiri perasaan sakit yang mendera jantungnya.

” Baby ini semua tak seperti yang kau lihat.” kata Siwon yang mulai berjalan mendekatinya. Kyuhyun tersenyum dan berjalan meninggalkan Siwon. ” Baby…”

Namun Kyuhyun tetap berlari. Yonna mencoba memanggil Siwon namun sampai dia terjatuh dari kursi roda Siwon juga tak kembali. Siwon meraih lengan pria cantik itu namun…

PLAKKSS!!!

” JANGAN MENYETUHKU.” Kyuhyun kembali berlari namun Siwon menceggahnya walau Kyu berulang kali memukulnya namun pemuda itu membawa kekasihnya ke Villa. Sesampainya disana ke empat temannya hanya mampu melihat tanpa berani bertanya. Siwon membating pintu kamarnya dengan kencang lalu mengkuncinya. Kyuhyun melepas cincin tunangannya dan melemparnya tepat di wajah Siwon.

” Baby…”

” Semua sudah selesai. Benar-benar selesai.” ucap Kyuhyun dengan tegas.

” Kau bahkan tidak membiarkan aku menjelaskan semua.” ucap Siwon.

” Semua sudah jelas bukan.”

” Bila semua sudah jelas. Lalu bagaimana kau menjelaskan tentang ciumanmu dengan Stella tempo hari?”

” Ini situasi berbeda.”

” Bila itu situasi berbeda. Lalu Apa yang kau lakukan dengan Stella tadi? Apa ini juga situasi berbeda?”

” Kenapa kau menjadi menyalahkanku? Padahal dalam situasi sekarang kau yang harusnya aku pertanyaakan?”

” Aku bisa mempercayaimu tanpa mendengar apa pun dari mulutmu? Tapi kau tak pernah mendengar apa pun dariku kau sudah melepas begitu saja. Jadi siapa yang harusnya di pertanyakan?”

Kyu tak menjawab pertanyaan Siwon. Dia berjalan menuju lemari pakean lalu membereskan bajunya namun Siwon dengan kasar membuang tas itu keluar jendela.

” YAH!!” teriak Kyuhyun.

” Wae?’ tantang Siwon.

Pria cantik itu berjalan meninggalkan Siwon lalu membuka pintu dengan paksa. Dia menuruni anak tangga dengan cepat dengan di ikuti Siwon. ” Siapa pun antar aku pulang…” teriak Kyuhyun.

Mereka berempat saling menatap, ” Siapa pun yang berani mengatarkannya pulang… aku akan menghacurkan mobilnya.” teriak Siwon. Tak ada yang berani bergerak.

Kyu menatap menyalang, ” Baik. Aku akan pulang sendiri.” ucapnya lalu berjalan meninggalkan Siwon namun kembali lengan itu dia tarik dalam pelukannya. ” LEPAS!!!”

” Tidak akan.” teriak Siwon dengan lantang,”Kau akan tetap pulang bersamaku.” sentaknya lagi.

” Siapa kau?” Kyuhyun berusaha memberontak lepas.

” Aku tunanganmu.” jawabnya.

” Ck.” Kyu tetap meronta. ” Lepaskan aku…” bentaknya lagi.

Siwon mencangkup kedua pipi itu dan menghapus air mata kekasihnya, ” Ku mohon tenangkan dulu pikiranmu.” Kyu tak menjawab dia membuang muka, ” Iya. Kita akan pulang hari ini.” kali ini dia meraih jemari Kyuhyun dan memasangkan kembali cincinnya. Kyu sempat menolak namun Siwon mencengkeramnya. ” Setelah kita kembali ke Seoul kita akan segera menikah.” tegas Siwon.

Kyuhyun kembali menatap kekasihnya dengan mimik tak percaya, ” Aku tidak mau.” tolak Kyuhyun.

” Aku tak perduli. Kita tetap akan menikah.” tegasnya.

” Siapa kau berani mengaturku? Aku tak akan menikah denganmu.” jawabnya.

” Tak ada alasan kau menolakku. Bila kau berani menolak. Dana segar untuk perusahaan appamu akan aku hentikan. SEperti yang sudah appa kita sepakati.” acamnya.

” Jadi aku mengancamku Tuan Choi?”

“Iya.Jadi menurutlah!!! Kembali ke kamar dan bersihkan dirimu. Aku akan siapkan sarapan.” Siwon membelai wajah pucat itu dan mengecup keningnya. ” Maaf bila aku harus menggunakan cara ini. Dan kalian bersiaplah kita akan pulang hari ini. ”

Kyu masih terpaku. Dia belum mau beranjak dari tempatnya.

” Kau pria jahat.” Kyuhyun berteriak lalu berlari menuju kamarnya kembali. Siwon hanya menatap punggung itu menjauh. Lalu memejamkan mata.

******
.
.
.
.
.

Kyu berdiri di balkon kamarnya. Menatap langsung ke arah perbukitan. Tiba-tiba di rasakan tangan melingkar di pinggangnya.

” Mianhae…jeongmal mianhae.” bisiknya lirih.

” Aku ingin pulang.” jawabnya.

” Makanlah!! Aku sudah menyiapkan semua makanan kesukaanmu.” ucap Siwon dengan lembut dan terlihat tenang.

” Aku tak mau. Aku ingin pulang.” Kyuhyun melepaskan tangan Siwon dari perutnya. ” Lepaskan aku!!!”

” Kita akan pulang. Tapi makanlah dulu!!! Aku akan siapkan mobil. Mereka sudah menunggu kita di bawah.” Kyu tak menjawab. Siwon menghela nafas, ” Bersiaplah!!! Aku tunggu di bawah.” Siwon pun berjalan meninggalkan Kyuhyun yang mulai menitihkan air mata lagi. Namun ketika Siwon berada di ambang pintu terdengar suara gaduh. Siwon menoleh dan menadapatkan kekasihnya tergeletak di lantai.

*******
.
.
.
.

” Mereka akan datang minggu depan untuk membicarakan soal ini…” tegas Siwon.

” Bukan kalian sudah sepakat akan menikah setelah lulus Siwon?” tanya Heachul.

” Aku berubah pikiran umma. Aku akan menjaga putra kalian.” jawab Siwon dengan melirik Kyuhyun yang mulai sadar dari pingsannya.

” Aku percaya padamu sayang.” jawab Heachul.

” Terserah kalian umma dan appa hanya merestui saja.” jawab Hangeng sebari memeluk pinggang istrinya. ” Lalu Kyuniie?”

” Gomawo. Dia begitu bahagia mendengarnya. ” Siwon membungkukkan badan. Lalu kembali ke sisih Kyuhyun yang masih pura-pura memejamkan mata. ” Baby, I love you.” bisiknya tetapt di telinga kekasih cantiknya.

*********
.
.
.
.
.

” Benar yang aku dengar kalian akan segera menikah?” tanya Eunhyuk dengan wajah prihatin. Kyu hanya mengangguk, ” Inikah sifat Choi Siwon yang asli. Pria dingin yang menyebalkan!!! Dia hanya manis padamu saja.” guman tak jelasnya. ” Waktu di villa dia pria menakutkan. Aku tak percaya awalnya namun aku melihatnya sendiri.” gumam Eunhyuk.

” Sebenarnya ada apa? Siwon juga tak menceritakan pada Yunho. Dia hanya bilang bila akan menikah itu saja.” Kyu menarik kedua kakinya dan menenggelamkan wajahnya. Tak lama muncul isakan kecil, ” Jangan menangis? Kau tak ingin kuda itu tiba-tiba mengamuk dan melarang kita bertemu denganmu bukan?” ucap Changmin.

Kyuhyun mengelengkan kepala, ” Dia bertemu Yonna dan mereka berpelukan.” jawabnya singkat tanpa berani melihat teman-temannya.

” Sudah aku duga. Yonna pasti akan jadi sumber masalah bila dia akan muncul kembali.” kata Changmin. Kyu menatap sahabatnya itu, ” Dia hanya sahabat Siwon. Dulu mereka memang menghabiskan waktu bersama. Keluarga Choi mengenal baik siapa Yonna dan Stella. Yonna pernah menyatakan cinta pada Siwon karna itu semua mengaggap mereka memiliki hubungan lebih dari teman. Cinta pertama Choi Siwon…ck. Namun karna Siwon tak pernah memberikan jawaban dia tiba-tiba menghilang.” cerita Changmin. ” Kau jangan terlalu terbakar cemburu dengarkan dulu penjelasan kuda bodohmu itu. Waktu di villa dia benar-benar mengerikan. Kau tahu dia sampai mengancamu agar tak pergi. Mengenasakan!!!” Changmin melipat kedua tangan di dadanya. ” Ahh… Andai Yunho seperti itu…” gumamnya.

” Aku tetap tak ingin menikah dengannya. Aku takut.” ucap Kyu lirih sambil memainkan jarinya. ” Miniie bukan kau suka dengan Siwon. Kau gantikan aku saja. Kau sudah lihat bukan bagaimana kaya dia?” Kyuhyun menatap Changmin dengan penuh kesungguhan.

” Kau gila.” Changmin menjontorkan kepala Kyuhyun, ” Aku masih mencintai Yunho. Ck. Kenapa bukan kibum nunna saja” jawabnya.

Kyu menatap Eunhyuk, ” No…ikan nemoku tetap paling manis. Benar kata cacing pita. bagaimana bila nunnamu saja.” sergah Lee Hyuk Jae.

Kyuhyun menunduk lemas.
.
.
.
.
.

Pulang kerja Siwon langsung ke rumah sakit. Dia membawakan semua makan kesukaan kekasih cantiknya. Dia tahu Kyu tak suka makanan rumah sakit. Kyuhyun yang sedang asik bermain PSP tiba-tiba gugup dan menjatuhkan benda hitam itu.

” Apa aku menakutimu?” Siwon berjalan dengan sekantung belanjaanya dan menaruh disamping ranjang kekasihnya. Dia membelai rambut coklat itu, ” Besok kau boleh pulang. Tapi jangan terlalu banyak aktifitas.” Siwon membelai wajah pucat itu, ” Aku merindukan kemanjaanmu. Bukan sikap dinginmu. Itu mengingatkanku dengan tiga tahun yang lalu.” Siwon terlihat putus asa. Kyu tetap tak menjawab, ” Kau tahu appa mulai menyerahkan kontrak padaku. Itu berarti aku akan segera menggantikan appa.” ucapnya dengan girang, ” Ahh… kau akan tetap mendiamkanku. Apa ini gara-gara aku mengancammu? maafkan aku…” Siwon mencium punggung tangan Kyuhyun dengan lembut, ” Aku janji akan menurut semua perintah semeku. Jadi maafkan aku…” Siwon mendekatkan wajahnya.

Kyu menelan ludah dengan kasar, “Bisakah kau menjauhkan wajahmu? Aku risih?” perintah Kyu.

” Baik. Tapi setelah aku mendapatkan ciuman dari semeku?” jawab Siwon santai.

Kyu memejamkan mata lalu mendekatkan wajahnya.

CUPP!!!

” Sudah menjauhlah!!!” perintah Kyu. Siwon tersenyum dan kembali duduk walau mata kelam itu masih menatap tajam. ” Jangan melihatku seperti itu? Kau menakutiku.” Siwon tersenyum kecil dan merebahkan kepalanya di paha Kyuhyun, ” Siwon…” namun pria tampan itu menarik tangannya mengarahkan membelai rambutnya.

” Sepertinya aku mulai kecanduan dengan aroma tubuhmu…” Siwon mendekatkan hidung di perut Kyuhyun. Membuat Kyu menahan nafas gara perutnya tak mengenai hidung mancung Siwon. ” Rasa lelahku hilang ketika aku menghirup aroma tubuhmu. Bisakah kita selalu seperti ini baby. Aku sudah tak sabar menunggu hari itu…” ucapnya dengan melirik kekasihnya yang terlihat tak nyaman. Tanpa menjawab perkataan kekasihya, Kyuhyun membelai rambut Siwon dengan lembut. ” Aku mencintaimu…” ucapnya lirih sebelum matanya terpejam menikmati belaian itu. Kyu tersenyum.

******
.
.
.
.
.

Kyuhyun melahap Sup ayam dengan lahap. Mertuanyalah yang membuatkannya.

” Maafkan Umma sayang…” Sungmin menyesal karna baru bisa menjenguk karna perjalanan bisnis suaminya. Setelah dia dapat kabar dia langsung terbang ke seoul.

” Tak apa umma. Kyu hanya lelah saja.” jawab Kyu dengan mulut yang penuh makanan. Lalu tersenyum kecil, ” Ini enak umma.” pujinya.

” Pelan-pelan.” Kyuhyun hanya mengangguk saja. Sungmin membelai rambut calon menatunya dengan sayang. ” Kau sangat cantik sayang…” Sungmin tersenyum.

” Yah!!! Membuat aku merasa gagal menjadi wanita.” Jiwon memplout bibirnya.

Kyu mengigit bibir merahnya, ” Dia memang cantik dan aku tidak salah memilih menantu.” sela Siwon setelah dia membereskan adminitrasinya.

” Dengar, kau mempelakukanku sebagai calon istrimu. Tapi aku belum menjawab mau menikahimu.” ucap Kyu dengan sinis.

” Tapi bukan Siwon bilang kau sudah siap.” sahut Sungmin tak percaya dengan yang dia ucapakan menantunya.

Heachul melirik tajam, ” Kalau begitu kau tinggal mengkatakan aku siap menjadi istrimu Siwon. Apakah itu susah? Kau terlalu gangesi Kyunnie?” sinis Heachul. Kyu memplout bibirnya dan menatap tajam pada ibu kandungnya. ” Ck”

Siwon hanya tersenyum lalu membopong kekasihnya. ” Lebih baik kita pulang sekarang.” ucapnya. Kyu terlihat kaget dengan perlakuan Siwon. Mata mereka bertemu membuat Kyuhyun malu dan memalingkan wajah. Mereka mulai meninggalkan kamar inap Kyuhyun.

” Lihat dia begitu manis.” Sungmin menatap teman baiknya.

” Kau perlu memakai kaca mata baru. Lihat tubuhnya yang semakin bulat.” jawab Heachul.

” Tidak. Ini cocok sekali dengan imej dia. Cute.” jawab Sungmin dengan senyuman handalannya.

Mereka pun tersenyum kecil. Apalagi Jiwon dia semakin mengoda calon kakak iparnya yang sedang malu-malu.

*******
.
.
.
.

Kyu mulai beraktifitas seperti biasa. Namun dia begitu terkejut ketika melihat pesan singkat dari Stella untuknya. Dia terdiam ketika dia taman itu Stella tak hanya sendiri.

” Aku tinggalkan kalian berdua.” Stella pergi dengan santai ketika terlihat Kyu sudah datang.

” Untuk apa kau menemuiku?” sengil Kyuhyun, ” Apa kau memang terbiasa dengan sebutan perusak.” sinisnya

Yonna hanya tersenyum lemah. Wajahnya semakin pucat. ” Ya ampun, terima kasih!!” jawab Yonna. ” Mungkin aku tetap masih bukan gadis yang tetap untuk Siwon.” gumam Yonna.

” Huh?”

Yonna tersenyum mengangkat kepalanya, ” Hidup… hidup…. Kau tahu aku juga memikirkan untuk bisa hidup bahagia? Jika orang yang ku sukai berada di bersamaku itu sudah cukup buatku. Tapi…seseorang yang kucintai tak pernah menginginkanku memilikinya. Padahal memiliknya di sekitarmu bisa menjadikanmu lebih kuat.”

” Yonna-Sii…”

” Aku sudah mengkatakan apa yang ingin aku katakan.” terdengar nada lemah di setiap kata yang terucap. ” Kami tak melakukan apa pun? Aku yang memintanya untuk memelukku. Aku memaksanya. Bahkan dia mengkatakan itu permintaan yang berat.” Yonna tersenyum kecil, ” Kau mengagumkan.” Kyuhyun membulatkan mata coklatnya. ” Kau terlihat serani dengannya. Seorang pria sempurna yang membuat pria dingin itu menjadi hangat.” Kyu masih terdiam, ” Siwon melarangku untuk mengkatakan kau Cantik karna kau membencinya. Tapi kau membuat Yeoja iri dengan kecantikanmu… bahkan itu aku.”

********
.
.
.
.
.

Bagaimana Siwon tak terkejut dengan penampakan yang ada di hadapannya. Dengan mata coklat itu menatap manis bagai anjing kehilangan tempat tinggal. Memeluk bonekah pikacu besar dengan kedua tangannya.

” Kau kesini dengan siapa?’ tanya Siwon.

” Dengan Kibum Nunna dan kekasihnya.” jawabnya singkat.

” Lalu kenapa kau malam-malam kemari?”

” Kau tak suka aku kemari.” sentaknya.

” Ustttt…masuklah dulu.’ Siwon menarik tangan Kyuhyun untuk masuk ke dalam Apatermentnya. Siwon mengaruk tengkuknya, ” Bukan aku tak suka. Tapi ini sudah malam. Sebenarnya ada apa? Kenapa kau tak menghubungiku untuk menjemputmu.”

Kyu memplout bibirnya, ” Sengaja. Agar aku tahu kau tidak memasukan yeoja atau namja lain ke dalam Apatermentmu.” Kyu mengucapkannya dengan santai membuat Siwon lagi-lagi mendengus kesal. Kekasihnya selalu mencurigainya.

” Tidak bisakahkah kau percaya.” Kyu mengelangkan kepala. ” Ya sudahlah!!! Tapi kau sudah lihat tak ada siapa pun disini? Jadi?”

” Sebenarnya aku tak bisa tidur.” ucapnya dengan kesal lalu berjalan meninggalkan Siwon. Pemuda berlesung pipi itu tersenyum mengikuti kemana kekasihnya berjalan. Kyuhyun menghentakkan pantatnya dengan keras, ” Karna itu aku kemari.” lanjutnya.

” Memikirkan?” Siwon kini duduk disampingnya.

Kyu mengkerucutkan bibirnya, ” Sebenarnya aku ini namja atau yeoja?”

Siwon hampir tersedak dengan air liurnya karna terkejut.

” Mwo?”

Kyuhyun menyilakan kedua kakinya dan menatap ke arah kekasihnya, ” Kenapa semua bilang aku cantik? Tapi berulang kali aku melihat di kaca aku masih terlihat tampan. Bahkan lebih tampan darimu.” ucapnya dengan percaya diri.

Siwon tertawa lalu memukul kening Kyu dengan pelan, ” Kau membuatku tertawa.”

” Uh!! Kau menyebalkan!!!” Kyu menatap dengan wajah kusut.

Tiba-tiba Siwon menyeringai, ” Bagaimana bila aku melihatnya?”

Kyu terdiam, ” Melihat apa?”

Siwon mendekat, ” Melihat sebenarnya kau namja atau yeoja…” bisiknya dengan suara yang lembut.

Lelehan karamel itu membulat sempurna, ” YAH!!! Kau mesum!!!” Kyu mendorong Siwon menjauh.

” Mesum!! Kau sendiri yang bertanya. Sedangkan aku belum pernah melihatnya. Jadi lebih baik kita membuktikannya bukan.’ Siwon menaik turunkan alisnya.

” Kau seperti ahjushi…ahjushi mesum.” sentak Kyu sambil memukul Siwon dengan bonekah pikachunya. Siwon menahannya ketika Kyuhyun terus memukulnya namun…

” Aaa…”

BRUUKKSS!!!!

Mereka terjatuh dari Sofa. Kyuhyun menindih tubuh Siwon. Jarak mereka begitu dekat. Mata hitam itu menatap tajam lelehan karamel di hadapanya. HENING!!! hanya hembusan nafas mereka yang terdengar. Mereka masih belum beranjak dari posisi mereka. Kyu mengigit bibirnya.

TBC

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

115 thoughts on “Tentang Kamu – Part 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s