Posted in BL, Drama, Fluffy, Oneshoot

Still in Love

By. Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

Rate : K

Genre : fluff, drama

Still in Love

Seorang namja tampan keluar dari mobil audy mewahnya, dengan jalan yang agak tergesa ia memasuki sebuah resto yang berada dipusat kota Los Angeles. Setelah memasuki restoran yang di janjikan, ia segera menuju tempat dimana seseorang sudah menunggunya. Si namja tampan tersenyum saat melihat sosok yang akan ditemuinya sedang duduk melihat ke arah jendela, dimana jendela itu langsung bisa melihat ke arah jalanan.

“Annyeong..” sapa si namja tampan kepada yeoja cantik yang kini berdiri menyambut kedatangannya.

“Annyeong.. calon adik ipar..”

Siwon hanya tersenyum menanggapi candaan calon kaka iparnya itu, “Hay juga calon kaka ipar, maaf membuatmu menunggu lama”

“No problem, lagi pula.. aku baru juga sampai disini, mungkin waktu kedatangan kita hanya kurang dari 10 menit saja, jadi aku tidak terlalu lama menunggumu” jawab Ahra menjelaskan.

Siwon selalu tau bahwa Ahra akan selalu menjelaskan lebih detil, walau iya tidak memintanya. Berbeda dengan Kyuhyun yang tidak terlalu mau menjelaskan apapun yang terjadi, sehingga terkadang dirinya dan Kyuhyun harus terlibat pertengkaran yang seharusnya tidak terjadi.

“Ada sesuatu masalah kah??” tebak Ahra to the point, sesaat setelah Siwon duduk di kursi, dihadapannya.

“Hah?? Hahaha… anieyo, lebih baik kita memesan makanan atau minuman terlebih dahulu??” tawar Siwon sekaligus mengalihkan pembicaraan.

“Ya… disini sangat terkenal kelezatan pastanya, tidak kalah akan rasa dengan pasta asli dari Perancis”

“Baiklah aku akan mencobanya”

Mereka berduapun larut dengan obrolan ringan dan juga makanan yang dipesan, Ahra tau bahkan sangat tau bila Siwon sedang ada suatu masalah dengan adiknya, tetapi ia hanya akan menjadi pendengar saja bila memang dibutuhkan dan ia akan membantunya jika diminta. Untuk saat ini, ia hanya akan berperan menjadi teman yang baik untuk Siwon sampai Siwon mau membuka apa yang menjadi beban pikirannya saat ini.

Pertemuan ketidak sengajaan mereka lah yang akhirnya membuat Ahra dan Siwon kini bisa makan siang bersama, saat itu Siwon baru saja pulang bertemu dengan salah satu sutradara yang memang tertarik untuk berkerjasama dengannya, sedangkan Ahra sendiri saat itu baru saja selesai bertemu dengan teman kuliahnya, ya.. Ahra saat ini sedang mengambil masternya di LA.

.

.

.

“Bagaimana kabar bugsy?”

“Dia tumbuh menjadi anjing yang sehat dan kuat dan eum… menurut Kyuhyun, bugsy sedikitnya mirip denganku”

Ahra tertawa mendengarnya, Kyuhyun selalu punya cara untuk meledek kekasihnya itu. “Lalu kau terima bahwa wajah tampanmu mirip dengan bugsy?”

“Ya.. menurutku memang bugsy mengikuti ketampananku”

“Aigo… hahaha… aku akan mempunyai adik ipar yang sepertinya harus dulu dibawa ke psikiater, sebelum benar – benar akan mempersunting adikku, hahaha…”

Perjalanan dari restoran menuju kediaman Ahra selama di Los Angeles memang agak jauh, tetapi dengan obrolan dan candaan sepanjang perjalanan membuat waktu terasa singkat.

“Aku tidak menyangka perjalanan ini singkat”

“Ya.. dan perlu kau tau, hampir sepanjang perjalanan, aku bagaikan badut yang selalu kau tertawakan”

“Ooowhhh adik iparku merajuk, kau manis bila seperti ini Siwon.. mampirlah, akan aku buatkan Americano”

“Heum.. benarkah??”

“Ya.. ayo turunlah dulu” Ahra tanpa persetujuan langsung keluar dari mobil dan mendekati pintu Siwon, lalu membukanya dan memaksanya untuk mampir ke apartemennya terlebih dahulu.

.

.

.

“Kau membuat Americano? Ini namanya pembohongan public.”

“Yak.. Siwon-ssi, aku tidak terlalu tau seleramu maka itu lebih baik kita delivery saja, lagi pula kafetaria di bawah apartemenku, Americano – nya tidak kalah jauh dengan kafe coffee yang sering kau beli itu”

“Ya.. ya.. araseo”

“Baiklah, sekarang Americano sudah ada di hadapanmu. Minumlah dan ceritakan apa yang terjadi, hingga seorang Choi Siwon bisa terdampar disini” Ahra mendudukan dirinya dengan nyaman di sofa yang berada di ruang tamunya.

Siwon sendiri mengikutinya hingga kini pun duduk di seberang Ahra, “Memangnya aku tidak boleh berada disini??”

Ahra tidak menjawabnya, hanya dengan tatapan saja Siwon sudah mengerti bahwa calon kaka iparnya itu menuntut penjelasan kepadanya. “Aku disini karena ya.. kau tau, bahwa kemarin aku sudah menekan kontrak dengan WME dan kemarin aku dipanggil untuk melakukan casting, hanya itu..”

Tetapi jawaban Siwon tadi masih belum membuat mimic Ahra berubah, dengan sedikit menghela nafas “Apalagi yang perlu aku ucapkan disini??”

“Bebanmu Siwon… bebanmu, katakanlah setidaknya kau butuh seseorang yang bisa membantu meringankan bebanmu, bukan?? Aku tau, kau tidak mau berbicara banyak dengan Kyuhyun akan bebanmu itu, maka aku sebagai temanmu siap untuk mendengar keluh kesahmu”

“Aku tak tau harus memulainya dari mana? Yang ada saat ini aku hanya ingin menyendiri terlebih dahulu, menganggap ini adalah waktu liburanku” jelasnya.

“Masalah apalagi?? Manajemen sialan itu? Changmin? Atau ada hal yang lainnya?” cecar Ahra.

Siwon hanya bisa terdiam lalu ia lebih memilih menyeruput minumannya dengan sesekali membuang nafas lelahnya.

“Siwon.. aku bukanlah Kyuhyun, aku bukanlah kekasihmu yang harus mengerti akan kondisimu saat ini. Tapi aku tau bahwa adikku terkadang tidak peka akan apa yang terjadi terhadapmu dan aku salut padamu yang masih bisa bertahan dalam kondisi dimana adikku yang terlihat tidak peka terhadap perasaanmu itu”

“Dia hanya tidak suka menunjukkannya, sebenarnya dia sangat peka terhadapku, hanya saja… mungkin ada hal yang ingin aku harapkan darinya, tapi aku tidak ingin menyakitinya”

Tanpa sepengetahuan Siwon, Ahra mengotak – atik handphone nya dan mendial nomor yang selalu tersimpan baik di dalam handphonenya, siapa lagi jika bukan, Kyuhyun, setelah terhubung Ahra dengan apiknya menyimpan ponsel yang sedang terhubung ke adiknya itu di samping tempat duduknya.

“Ceritakan bebanmu, maka semuanya akan bisa dilalui dengan lebih tenang dan ringan”

“Tapi aku rasa, bukankah lebih baik aku berbicara langsung dengan Kyuhyun?”

“Jika kau mengatakannya pada Kyuhyun, maka kau tidak akan seperti ini Siwon-ah, ceritakan sekarang juga dan aku memaksa untuk itu..”

Siwon memandang wajah kaka iparnya yang sekilas mirip dengan Kyuhyunnya, perasaan rindu menyeruak di dalam dadanya. Andai yang dihadapannya adalah Kyuhyun, maka dia akan langsung memeluknya dan membenamkan wajahnya di ceruk lehernya untuk menghirup wangi yang selalu bisa membuat dirinya tenang.

“Apa yang harus aku ceritakan??”

“Ck..”

Siwon tersenyum melihat ketidak sabaran Ahra untuk mendengar ceritanya, sangat mirip seperti Kyuhyunnya.

“Ok.. baiklah.. baiklah, haah mengapa aku sanggup bertahan mempunyai kaka ipar kejam sepertimu.” Siwon memperbaiki posisi duduknya hingga ia nyaman dengan menyenderkan punggungnya pada sandaran sofa. “Ntah, aku harus memulai percakapan darimana, aku hanya ingin mengeluarkan apa yang ada dalam hati dan pikiranku saja, tanpa berharap bahwa semuanya akan sesuai dengan apa yang aku harapkan, hanya saja aku ingin melepas bebanku” Ahra mengangguk mendengar penuturan Siwon.

“Aku bekerja bukan karena aku membutuhkan materi, tetapi aku melakukannya dari hati. Aku hanya berharap bahwa apa yang aku lakukan bisa diterima baik oleh semua orang, aku membiarkan siapapun menjudge-ku dengan mengatakan bahwa aku seakan mengejar bayaran atau appaun, semua aku lakukan bukan hanya demi popularitas yang bisa mendongkrak namaku dan juga grup, aku pun melakukannya demi perjanjian s****n itu hanya agar mereka tidak mengusik kehidupan pribadiku dengan Kyuhyun. Aku berusaha melakukannya dengan sepenuh hati, walau terkadang aku, lelah..”

Siwon merehatnya sejenak dan Ahra masih terdiam, setia mendengarkan..

“Rasa lelahku, rasa rinduku akan lepas jika aku sudah kembali ke Seoul dan kembali ke pelukan Kyuhyun. Mungkin ini masalah kecil dan juga aku terlihat kekanakan, tapi apa aku salah jika saat itu kelelahanku bisa tergantikan dengan sambutan senyuman manis dari Kyuhyun? Aku kembali lagi kepadanya setelah aku menuntaskan kerjaku di luar sana, aku tidak menyalahkan jadwalnya. Karena aku sudah sangat mengetahui jadwal dirinya juga yang padat, hanya saja saat itu aku benar – benar merindukannya, bukan berarti selama ini aku tidak pernah merindukannya, hanya saja saat itu aku dalam masa mood ku yang bisa dikatakan buruk. Tetapi dia lebih memilih hangout dengan sahabatnya setelah menyelesaikan dramus. Setelah hari itu, ia tidak menemuiku dan hanya mengirimkanku kabar bahwa dirinya lelah dan akan beristirahat di dorm, akupun lebih memilih beristirahat dirumah kedua orang tuaku, kau tau? Aku pergi ke LA pun tanpa berpamitan dengannya karena ternyata dia memang harus melakukan dramus kembali”

Ahra hanya bisa menghembuskan nafasnya, “Aku tau, bahwa saat ini akan tiba. Aku tidak mendoakan hubungan kalian akan seperti apa? Tapi ada kalanya saat kau tidak menyukai dirinya bersama dengan siapa dan melakukan apa? Lebih baik kau kembali ke sikap posesifmu, sifat posesif terkadang diperlukan dalam suatu hubungan walau itu dalam masih taraf wajar. Aku meminta maaf atas nama adikku, Cho Kyuhyun.”

“Tidak.. tidak perlu meminta maaf, sungguh ini hanya suatu beban yang sebenarnya akan segera hilang dengan sendirinya, aku hanya.. eum.. mungkin aku hanya terlalu kekanakan saat ini”

Ahra menggelengkan kepalanya menolak jawaban Siwon, ia tersneyum menenangkan, “Sudahlah tak perlu malu, Siwon-ah.. aku tau selain masalah adikku, ada hal lain kah??”

“Kenapa sepertinya kau mengintrogasiku??”

“Hey.. demi mengetahui dengan siapa nanti adikku bersanding, maka aku harus tau sikapnya dengan secara baik”

“Ck.. kau berlebihan..”

“Hahahaha.. ayo ceritakan kembali, agar semua bebanmu benar – benar hilang Siwon-ah” paksa Ahra kembali.

“Aku tak tau ini apa hanya aduan, atau aku benar – benar sedang berkeluh kesah layaknya anak labil, hahaha… ya.. eum.. kau tau, bahwa filmku yang bersama uncle Jackie baru saja tayang di Korea, memang film ini tidak ada promo disana, hanya saja.. aku berharap member bahkan Kyuhyun sedikitnya mengapresiasi apa yang sudah aku kerjakan, aku sama sekali tidak meminta seakan simbiosis mutualisme. Tapi bukankah akan lebih senang dan merasa tersanjung saat member dan kekasihmu menonton filmmu bahkan ia mengapresiasikannya kepada public”

Ahra bangkit dari duduknya dan memilih untuk berjalan menuju kulkas yang terletak tidak jauh dari dapur, lalu kembali lagi duduk setelah mengambil botol minuman. “Sepertinya selain adikku, member juga tidak peka akan perasaanmu Siwon-ah.. sabarlah, mungkin mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka dan ya.. sedikitnya lupa akan hal itu, yang terpenting kalian tetap menjaga hubungan baik, bukan?”

“Hahaha.. kau menganggapku anak kecil?? Dengan perkara ini maka aku memusuhi mereka, ckckck.. tidak mungkin Ahra-yah..”

Setelah mengeluarkan segala beban pikiran yang dialaminya, Siwon memilih untuk segera pamit dikarenakan waktu yang sudah akan mendekati malam. Akan tidak nyaman, bila nanti ada yang memergoki dirinya berlama – lama di apartemen Ahra (calon kaka iparnya) terlebih jika itu adalah kamera pemburu berita, bisa akan menjadi gossip nantinya. Maka itu ia memilih untuk segera berpamitan dan mengistirahatkan tubuhnya di hotel.

Sesaat tubuh Siwon menghilang dari balik pintu apartemen, “Kau mendengar semuanya, Kyunnie?? Lakukan sesuatu sebelum semuanya terlambat, keluarlah dari lingkup amanmu. Aku akan selalu mendukung segala tindakanmu” setelahnya Ahra pun mematikan sambungan telephone nya.

.

.

.

“Mian.. aku tidak bisa pergi dengan kalian malam ini, lain kali kita atur ulang jadwal” Kyuhyun pun mematikan sambungan telephone nya, lalu mendial nomer yang selalu ia percayai,”Hyung.. pesankan aku 1 tiket menuju LA malam ini juga, tidak banyak pertanyaan dan ppaliwa..”

Kyuhyun berjalan menuju lemarinya, membawa baju yang seperlunya dan juga membawa barang yang akan ia bawa ke LA. Menyusul seseorang yang sudah mengisi sebagian bahkan sepenuh hatinya, ia tidak ingin menyesali bahwa semuanya akan kembali membaik dengan sendirinya.

Saat noona nya menelphone dirinya dan terdengar suara Siwon disana hingga ia bisa mendengar segala keluh kesahnya, ia tau bahwa selama ini senyuman Siwon bukanlah senyuman kebahagiaan, terkadang senyuman itu menahan perih dan juga beban di hatinya. “Mengapa kau selalu menyimpannya Wonnie??”

Kyuhyun mendudukan dirinya di ranjang, sebelum satu message masuk ke dalam ponselnya dimana Teddy, orang yang ia mintai tolong untuk mencarikan tiket mengatakan bahwa tiket sudah berhasil di pesan dan 2 jam lagi ia bisa berangkat menuju LA, beruntunglah dua hari kedepan dirinya tidak mempunyai jadwal yang padat dan dirinya bisa meliburkan diri, maka kepergian ke LA tidak akan merusak jadwal yang memang sudah disepakati dari awal.

Setelah meminta izin kepada para hyungdeulnya yang juga memang tidak bisa begitu saja memberikan izin kepadanya, tetapi dengan bujuk rayuannya akhirnya Kyuhyun bisa pergi menuju LA dengan catatan, setelah setiba disana Kyuhyun harus segera menghubungi semua orang yang berada di Korea. Kyuhyun sendiri sudah berjanji bahwa Ahra akan selalu menemaninya selama di LA dan akan berusaha menutupi dirinya agar tidak ada yang mengetahui keberadaannya disana.

.

.

.

Setibanya di LA. Kyuhyun dijemput oleh Ahra dan disinilah ia berada, di apartemen Ahra menunggu waktu tiba dimana dirinya akan bertemu dengan Siwon untuk menyelesaikan masalah yang ada. Siwon sendiri menurut Ahra akan datang setelah proses casting film selesai dilaksanakan. Kyuhyun hanya bisa mondar – mandir tidak jelas arah, ntahlah ini seakan menjadi pertemuan yang mungkin canggung bagi dirinya.

“Kyunnie..”

“Noona..”

“Baru kali ini aku melihatmu gugup seperti ini, akh bukan kali ini. Mungkin saat pertama kali kencan kau pun gugup seperti ini??” gurau Ahra.

Kyuhyun hanya tersenyum lalu memeluk noonanya erat, “Gomawo.. bila aku tidak mengetahuinya mungkin aku masih akan bersikap egois, aku terkadang tidak mengerti akan Siwon hyung. Dia terlalu menutupi semuanya dan selalu memberikan senyuman bahwa semuanya baik – baik saja, karena itu aku terlena, aku merasa bahwa ya.. semua baik – baik saja dan lagi – lagi aku tanpa sengaja menyakiti hatinya”

Ahra mengusap punggung adiknya, untuk menenangkan “Sudahlah apapun yang sudah berlalu itu suatu pembelajaran untuk kalian berdua, ini hanya suatu masalah kecil. Jika semua orang tau maka masalah akan semakin besar yang akan dihadapi” Ahra melepaskan pelukannya, ia menelusuri wajah adiknya dengan jari telunjuknya. “Dan aku adalah orang pertama yang akan selalu mendukung kalian. Aku akan selalu menjadi barisan terdepan untuk melindungi kalian, jadi jangan pernah menyerah. Apapun masalahnya hadapi semuanya dan semua pasti akan terselesaikan juga dengan baik, araseo..”

Kyuhyun mencium kening Ahra, noonanya “Gomawo noona.. gomawo…” merekapun kembali berpelukan.

.

.

.

Siwon saat ini sudah berdiri di depan apartemen Ahra, tadi pagi Ahra menghubunginya dan memintanya untuk makan malam bersama. Sebenarnya bukan hal yang aneh, tetapi ia merasa jahat jika saat ini makan malam berdua bersama Ahra akan tetapi itu semua ia lakukan hanya untuk melampiaskan rasa rindu kepada Kyuhyun, karena dengan melihat wajah Ahra maka rindunya akan Kyuhyun seakan tersalurkan.

Setelah berdiam diri dengan pikiran yang melanglang buana, akhirnya Siwon pun memijit bel pintu apartemen Ahra. Hal yang pertama ia jumpai adalah Ahra yang tersenyum manis dengan baju rapih seakan orang yang akan mau pergi. Siwon mengernyitkan dahinya, perjanjiannya saat itu adalah ia dan Ahra akan makan malam di apartemen bukan diluar.

“Ada apa denganmu, Siwon??”

“Akh.. tidak.. eum.. kau??”

Ahra melihat penampilannya hingga kaki, menurutnya tidak ada yang salah. “Ada apa?? Sudahlah, ayo masuk. Dia sudah lama menunggumu”

Ucapan Ahra sontak membuat Siwon semakin dibuat bingung, siapa orang lain yang juga sudah menunggunya. “Duduklah disini, akan aku panggilkan dia” Ahra pun berjalan menuju kamarnya, Siwon sendiri lebih memilih untuk melihat ke arah meja dimana terdapat makanan yang sudah disiapkan salah satunya pizza, makanan kesukaannya.

Pintu pun terbuka hingga menampilkan sosok seseorang yang sudah beberapa hari ini tidak ditemuinya, sosok kekasih hatinya yang terlihat tampan dan cantik secara bersamaan dengan memakai tuxedo berwarna silver. Berjalan perlahan menuju dirinya yang masih tidak menyangka akan kedatangan sosok itu di LA.

“Kyu… kau ada disini??” Siwon berdiri dari duduknya.

“Wonnie…” Kyuhyun memeluk Siwonnya, tanda penyambutan dirinya. Melepaskan segala kerinduan yang ada dalam dirinya.

“Mengapa kau selalu bertindak seperti ini? Mengapa kau selalu berbuat seakan semuanya baik – baik saja, mengapa?” ucapnya kembali dengan intonasi yang terdengar serak menandakan Kyuhyun saat ini sedang menahan tangisannya.

Siwon melepaskan pelukannya, “Baby..”

“Ekhem.. sepertinya aku memang harus mengungsi untuk beberapa jam ke depan. Selesaikan masalah kalian setelah aku kembali, aku tidak ingin ada keributan atau kesalah pahaman lagi, saling terbuka adalah kunci dimana hubungan itu juga kokoh” Ahra pun mengambil tas dan juga blezernya dengan tersenyum dan menepuk pundak ke dua namja di hadapannya, Ahra pun berlalu meninggalkan keduanya.

Setelah kepergian Ahra. Siwon dan Kyuhyun hanya bisa saling berpandangan tanpa ada niatan untuk memulai pembicaraan, hingga suara perut Kyuhyun membuat suasana romantic itu sedikitnya terasa berbeda….

“Sepertinya baby Kyu, sudah lapar. Kajja kita makan..” seakan tidak ada permasalahan sebelumnya Siwon memilih untuk mengajak Kyuhyunnya makan malam terlebih dahulu.

.

.

.

Kini keduanya sedang berduduk santai di balkon apartemen. Masih dengan menikmati bintang – bintang dan tangan yang tidak pernah lepas dari genggaman satu sama lain.

“Mengapa tidak pamit?” tanya Kyuhyun tanpa melihat ke arah Siwonnya.

“Aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir dan sedih, terlebih saat kemarin kau sibuk. Aku tidak bisa bertemu denganmu”

“Kau bisa memaksaku untuk bertemu, hyung..”

“Kau tau, aku tidak suka memaksa, baby”

“Tapi kali ini kau harus melakukannya. Andaikan noona tidak memaksamu, maka kaupun tidak akan mengeluarkan segala bebanmu, bukan?? Aku mendengarnya, semua yang kau ceritakan pada Ahra noona, hyung..”

Kini Kyuhyun bisa melihat wajah Siwon dari dekat, wajah yang ia rindukan dan ia kagumi. “Mengapa tak mengatakannya kepadaku?”

“Aku hanya tidak ingin menambah bebanmu, kau sudah terlalu banyak pekerjaan. Kau juga butuh waktu untuk hidupmu sendiri, tidak selalu denganku”

“Tapi kau tersakiti akan hal itu, Wonnie..”

“Aku rela tersakiti, asal kau bahagia, baby..”

“Dan aku membenci hal itu. Aku benci jika melihatmu tersakiti, bantu aku untuk bisa merubah ketidak pekaanku terhadapmu”

“Aku mencintaimu apa adanya, baby”

“Tapi bila seperti ini terus, kau akan terus tersakiti. Aku tidak ingin menjadi egois, aku mencintaimu maka itu aku akan merubah sikapku ini agar kaupun bisa merasakan perasaan nyaman. Maafkan aku jika aku terlalu mementingkan sahabatku, maafkan aku yang selalu memintamu untuk mensupport karirku sedangkan aku lalai untuk kembali mensupport karirmu. Karna bagiku kau selalu membanggakan, hingga aku merasa menutup mataku bahwa kau pun membutuhkan dukunganku, maafkan aku, Wonnie…”

“Tidak perlu ada kata maaf baby, karena ini pun kesalahanku yang tidak jujur kepadamu. Maafkan aku..”

Kyuhyun menempelkan bibirnya di atas bibir Siwon, hanya sekedar menempel untuk menyalurkan rasa cinta yang ada di dirinya kepada Siwon. Sedikit melumatnya hingga terlibat pergulatan ciuman panas.

“Jadi..”

“Heum..”

“Jadi, kau memaafkanku, Wonnie?”

Siwon tersenyum dan kembali mencuri ciuman di bibir tebal kekasihnya itu,”Aku selalu memaafkanmu apapun hal itu, karena kau cintaku.. aku tidak mungkin bisa lama merasa sakit ini”

“Jangan pernah meninggalkanku begitu saja” rajuk Kyuhyun.

“Tidak akan lagi, baby.. maafkan membuat moodmu jelek saat itu”

“Heum..”

“Aku mendapatkan fanacc, mengatakan saat malam keberangkatanku. Setelah pulang dramus moodmu sangat kacau, maafkanku karena sudah membuatmu menjadi gelisah dan kesal”

Kyuhyun hanya tersenyum geli mengingat dimana ia memang saat itu merasakan mood yang kacau, dirinya lelah ditambah mendapatkan kabar bahwa kekasihnya pergi tanpa pamit menuju LA.

Kyuhyun pun memeluk cintanya, “Maka itu, jangan pernah lakukannya lagi..” Siwon mengangguk dalam pelukannya, “Saranghae..”

“Nado saranghae..”

“Kita harus berterima kasih pada Ahra noona”

“Pasti, nanti aku akan membelikannya violin terbaru” Kyuhyun hanya tersenyum menanggapinya.

Kyuhyun berjanji akan menjadi pribadi yang lebih peka lagi terhadap kekasihnya, ia tau pondasi kuat dalam hubungannya bukan hanya suatu kejujuran dan juga kepercayaan akan tetapi adanya feedback dari pasangan yang membuat hubungan itu semakin kuat dan kokoh.

-end-

Note :

Finally, hadduuuuhhhh selesai juga…

Dan hasilnya, silahkan menilai sendiri, sebenarnya saya malu tetep ngepost ini. Tapi apa mau dikata ini adalah project mingguan untuk memeriahkan malam minggu bersama ff wonkyu.. gak minta kalian suka, dengan baca aja asal gak muntah juga udah alhamdulilah, hahahaha… waktu semingguan ngetik selalu aja mepet ngerjainnya dan hasilnya dapet ide saat tau abang ke LA, hasilnya… tara….. gak tau lah, hahahaha…

Makasih buat para pembaca setia di WKC ini, selalu diucapkan bahwa kami tidak akan pernah bisa bertahan sampai sekarang ini tanpa dukungan dari kalian semuanya, loph u pull..

Makasih juga buat the rempongers nan somplak, cii, dedek baby autumn (dedek cpet comeback), jojo, ang (masih berduaan nih kt, hehehe..), twin kesayangan sansan, vie umma, ka Ellen, ika, annie, mona, amha, annes, yanty, ulan, shilla, makasih semuanya udah selalu menemani hari – hari ku lalui, eeaaaa hahahahaha

ini project kesekian kalinya, lupa hahahha..

jangan lupa untuk mampir ke

siwonangkyu.wordpress.com

Advertisements

90 thoughts on “Still in Love

  1. Heeemm… aku jg sring kpikiran knpa mmber sj yg lain kyknya nggak prnh mnnjukan dkungan mreka buat siwon ya? Ini sweet bgt eonni 😉 coba klo ahra nggak maksa siwon dan nggak nlfn kyuhyun, psti kyuhyun msih sma sfat cueknya nggak peka sma apa yg dirasain siwon slama ini. Smoga hbngn wonkyu kdepannya bsa lbih saling terbuka ☺

    1. saya pun merasakan hal yg sama..
      bhkan smp detik ini brharap ada kah mereka dgn bangga ksh lyt tiket bioskop kalo mereka hbs ntn dragon blade, tp smp saat ini mmber gda prgerakan sma skali
      makasih udh baca…

  2. Woaaaaahh sweet ceritanya sangat manis ~~~~~
    Siwon yang ingin mendapatkan perhatian babykyu dan babykyu yang tidak menyadarinya awww bikin greget pokoknya hoho
    Cerita WonKyu tidak pernah abis selalu dan selalu adaaaa ajaaa ceritanyaaa hihi

  3. Yeay baikann , ceileh dady makanya k0munikasi ntu penting jd gx ada salah paham kan ama m0mykyu ^_^
    keren missLee hayo banyakin ff wonkyu yg udah langka . Pigthing nee

  4. Ahra eonnie gomawo udh buat wonkyu nggak salah paham lagi
    Suka bgt baca ff nya, ngena bgt

    Aq kira cuma aq yg mikir kalo siwon serasa dicuekin sama member lain, disaat member lain main film atau ngeluarin album semua terlihat mendukung mereka tp disaat siwon yg main drama atau film jarang bgt ada member yg support atau promoin film siwon di dpn publik
    Tp aq selalu positif thinking aja mungkin member support siwon secara langsung

    1. iya slalu mikirnya mungkin mmber dukung dr blkang aja…
      tp bukankah lbh baik jg dtunjukkan d publik byr klytn sling mndukungnya.. hehehhee…
      suara hati aja sih ini, hahahaha

      1. Setuju bgt
        Aq udh dr dulu mikir ini juga
        Sekalipun aq nggak pernah lihat member suju ngepromosiin apa yg siwon lakukan
        Sedangkan siwon keliatan bgt support member lain
        😭😭

        1. kadang suka merasa sedih
          tp mw gmn lg…
          iya mgkn dblkang kt mereka support bgd, tp apalah arti support dblkang layar, karna fans jg kudu mlht keakraban dluar layar jg..

  5. hm…seperti yg aq pikirkan,siwon memgejar karier di hollywood kyuhyun pun nantinya akan bermain d broadway untuk dramus dan tidak ada lagi halangan hubungan mereka d luar negeri

  6. Ya ampun wonkyu…benar2 dipisahkan sm kerjaan.
    Untung ada ahra noona yg bikin siwon membagi bebannya..
    Makanya baby kyu, jangan cuek aja sm hubby

  7. aw aw aw… sumpah, fanfict ini so sweet banget… hha
    apalagi hri ini banyak moment wonkyu, jdi makin melalang buana ni pikiran.. hhe
    good job chingu 😀
    ditunggu karya- karya selanjutnya ..
    mumumumumu :*:*:*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s