Posted in BL, Drama, Family, Genre, Series, WonKyu Story

Tentang Kamu – Part 4

B_LKJoRU8AAguk1

Tentang Kamu – Part 4

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
Panjang membosankan
Berikan cinta kalian dengan komentar

dan

Semoga tak bosan
.
.
.

Semua terasa hampa ketika setelah malam itu. Kyuhyun mulai mengila dengan keputusannya. Dia ingin seperti biasanya, berlari memeluk kekasih itu dan mengakatakan semua baik-baik saja. tapi harga dirinya lebih besar daripada rasa rindunya.

GAME OVER

” Siit!!! Damn!!!” dia sekali lagi kalah. Dia menaruh ponselnya dan kembali meneguk jus buahnya dengan sekali tegak. Menyebalkan!!! Dia selalu memikirkan Siwon sejak tadi pagi. Pria itu telah merusak akal sehatnya.

” Kyu, kau kenapa?” suara lirih itu menadapatkan pandangan mematikan dari Kyuhyun. ” Aku hanya bertanya, bila kau tak ingin menjawab aku juga tak apa…” Eunhyuk kembali menikamti makan siangnya.

” Es Krim…” ucap Changmin memecah keheningan. ” Ini dua cup buat kamu…? Vanilla dan Coklat.” Kyuhyun menatap tajam. Tak biasanya cacing pita ini membelikan secara gratis. Bila tak ada maunya, ” Gembull jangan menatapku seperti itu? Aku tahu apa yang kau pikirkan dalam kepala cantikmu itu…”

” Dalam rangka apa kau belikan aku es krim.” selidik Kyuhyun.

Changmin pura-pura berpikir, ” Humm…mungkin saja untuk mengembalikan moodmu yang buruk.” jawabnya.

Kyuhyun melihat penjuru kampus dan BINGGO!!! Dia menadapatkan sosok yang dia cari sedang menikmati secangkir kopi dengan teman-temannya. Bahkan di situ ada Stella. Kyuhyun melipat tangannya di dada.

” Makanlah!! Aku tak menaruh racun…” kata Changmin. Lelehan karamel itu semakin menatap tajam, ” Ya..ya.. itu pembelian kekasihmu…” jujurnya Changmin yang tak tahan dengan tatapan mematikan yang siap melubangi dahinya, ” kau ini kenapa sich? Dia mencintaimu kau malah meninggalkannya. Kalau aku jadi kau ku pastikan akan menjaganya. Apa kau tak takut bila dia benar-benar meninggalkanmu karna sifatmu… semua manusia punya batas kesabaran…” gumam Changmin.

” Diam kau. Kenapa bukan kau saja yang menjadi kekasihnya dan biarkan aku bersama Yunho hyung” teriak Kyuhyun dan sontak berdiri meninggalkan mejanya.

Changmin hendak menjawab umpatan Kyuhyun namun pria manis itu sudah berlalu. Siwon hanya menghela nafas berat mendengar teriakan kekasihnya. Dia tak tahu harus bagimana lagi agar kekasih cantiknya tak marah lagi. Mengirimkan game terbaru yang ingin sekali dia beli namun di bakar. Es krim selalu di buang. Siwon sudah kehabisan akal. Dia segera berdiri mengambil tas punggungnya tanpa berpamitan dengan teman-temanya dan berjalan mengikuti langkah kekasihnya.

” Mau sampai kapan kau marah?’ tanya Siwon sedikit keras karna takut Kyuhyun tak mendengarnya. Pria cantik itu masih terus melangkah tak memperdulikan pertanyaan Siwon. ” Ayolah!!! Jangan kekanak-kanakan.”

Kyuhyun mengepalkan tanganya, ” Kalau aku kekanak-kanak kenapa? Ini aku apa adanya. Memang kau siapa?” teriaknya dengan kencang. Dia sengaja berjalan menuju lorong kampus yang jarang di kunjungi mahasiswa ketika tahu Siwon mengikutinya.

” Aku tahu itu dan aku menyukaimu apa adanya.” Siwon tersenyum kecil, ” Sudahlah!!! Aku tak mau membahas itu. Bagimana kalau kita jalan-jalan saja.” tawar Siwon.

” Kau selalu begitu…mengampangkan masalah. Kau anggap aku apa?’ teriaknya lebih kencang.

” Dan kau memperbesar masalah . Kau ini kekasihku…baby kyu sayang bisakah kita akhir masalah ini… aku benar-benar tak tahan bila tak di dekatmu. Jadi biar kali ini aku mengalah. Maafkan aku sayang telah membuatmu marah…” kali ini Siwon berjalan semakin mendekat, ” Maukan kau memaafkan Siwon yang bodoh ini karna membuat baby kyu menangis sepanjang malam.” lirihnya dengan membelai wajah pucat itu.

” Aku belum bisa memaafkanmu.” jawabnya dengan nada dingin.

Siwon menghela nafas, ” Tak apa. Tapi kau mau aku antar pulang…?”

” TIDAK MAU. aku sudah ada janji.’ jawabnya.

” Oke. Seperti biasa aku akan menunggumu sampai selesai. Sebenarnya kau ada janji dengan siapa, uhm?” wajah Siwon benar-benar dekat lagi ini membuat otak Kyuhyun berhenti bekerja.

Kyuhyun nampak berpikir sejenak, “Zhoumi Hyung.” jawabnya dengan tegas, ” Pulanglah!!! Aku akan lama dengannya dan dia juga akan mengantarku pulang dengan selamat.”

” Baiklah bila itu maumu. Sampai jumpa besok.” Siwon berjalan mendekat dan mengecup kening Kyuhyun cukup lama. Mau tak mau Kyu hanya memejamkan mata menikmatinya. ” Jangan pulang terlalu malam. Hati-hati.” setelah mengkatakan itu Siwon pergi meninggalkan Kyuhyun yang mematung.

” Bodoh!!” gumam kyuhyun lirih dengan bibir yang mengkerucut. Dia hanya ingin Siwon memohon. Itu saja.

Sedangkan di sisi Siwon dia hanya tersenyum kecil. Dia tahu kekasih manjanya sedang merajuk. Tak apalah mengodanya sedikit. Dia tahu pria jangkung itu sedang tak masuk. Jadi sudah di pastikan Kyuhyunya aman.

*****
.
.
.
.

” Aku baru tahu orang patah hati masih bisa makan sebanyak itu?’ ledek Kibum.

Kyuhyun menaruh mangkuk mie ke tiganya dan menatap ke arah nunnanya itu, ” Diam dan pergi.” ucapnya dengan tegas lalu kembali menikmati mie ramennya.

” Kau tak takut berat badanmu bertambah? Banyakan Uke menjaga pola makannya? Kau tak ingin kekasihmu malu dengan tubuh seksimukan?”

” Persetan.” jawabnya dengan mulut yang penuh dengan makanan. ” Aku tak punya kekasih.” lanjutnya.

” Aku heran. Bagimana Siwon bisa mencntaimu sampai segila ini? Hai.. bahkan aku lebih cantik dan pintar.” ucapnya dengan wajah sebal.

Kyuhyun kembali membanting bangkuknya, ” KAU BISA DIAM CHO KIBUM ATAU KAU INGIN AKU MELEMPARKAN SEPULUH PETASAN DALAM KAMARMU.”

” wah!!! Kau ini..” wajah Kibum sedikit gusar dia tahu adiknya tak pernah main-main.

” Karna itu diam dan jangan sebutkan nama itu…” sergah Kyuhyun.

Kibum melipat tangannya di dada, ” Kau ini. Nunna hanya prihatin denganmu. Tiap malam menangis saja.” kali ini suara gadis cantik itu melembut. Kyuhyun berhenti mengunyak mie dalam mulutnya menatap kakaknya dengan wajah sendu, ” Berusahalah dewasa.”

” Nunna…”

” Kali ini dengarkan aku. Nunna tak perduli kau akan melempar sepuluh petasan dalam kamarku atau menaruh bubuk gatal di selimutku. Aku tak perduli, yang aku perdulikan hanya adikku. Aku tak ingin adikku menyesal.” Kyuhyun menunduk, ” Kau tak ingin kehilangan Siwon bukan? Lalu kenapa selalu menunjukan sikap egoismu. Bila di hadapan aku, umma, apalagi appa kau bisa sayang… mereka akan mengertimu semarah apapun dia? sedangkan Siwon? Dia bisa pergi kapanpun dia mau? Ayolah!!!”

” Kalau dia mencintaiku dia akan menerimaku apa adanya?”

” Aku tahu. Dia sudah sabar tiga tahun lebih menghadapai tingkahmu…” jawabnya.

” Lalu aku harus bagimana?” Kyuhyun tertunduk dengan butiran air mata, ” Bila aku tak seperti itu … aku takut Siwon akan meninggalkanku.”

Kibum memeluk adiknya yang kini telah menangis tersedu-sedu, ” Minta maaf padanya dan buat dia melihat sisi manismu…” ucapnya dengan membelai punggung adiknya. Kyuhyun mengangguk.
.
.
.
Dari arah tangga…

” Baru kali ini melihat mereka akur sebagai kakak adik.” ucap Heachul.

” Kau harusnya bersyukur bukan mengumpatnya.” jawab Hangeng.

” Ya..ya..ya.. kadang aku merasa bukan istrimu…”

Tuan Cho hanya menghela nafas lalu pergi meninggalkan istrinya. ” Benarkan? Aku bukan istrinya.” gumamnya sinis.

********
.
.
.
.

” Selamat pagi, baby.”

Lelehan karamel itu membulat sempurna terkejut melihat kekasihnya sudah di depan pintu membawa seikat bunga.

” Kenapa kau kemari? Aku akan berangkat bersama appa…” ucapnya acuh.

Siwon tersenyum lalu membungkukkan badan. Kyuhyun menoleh kebelakang.

” Siwon sudah datang, jadi appa tak perlu antar kamu ke kampus sayang.” ucap Hangeng.

” Appa..” rengek Kyuhyun dengan manja.

Hangeng mengecup pipi istrinya lalu berlalu meninggalkan putranya.

” Sudahlah!!! Siwon jaga Kyunnie baik-baik. Lihat matanya sudah seperti panda.” omel Heachul dengan santai lalu meninggalkan mereka.

” Baik, umma.’ jawab Siwon dengan tegas.

” Norak.” umpat Kyuhyun dengan tangan di lipat di dada.

” Ahh.. padahal baru beberapa hari tak mendengar pujianmu sayang namun pagi ini begitu indah rasanya.”

Kyuhyun hanya memicingkan mata.

” Kau tak menerima bunga ini?” tanya Siwon kecewa karna sejak tadi seikat bunga itu tak kunjung di terima.

” Aku bukan Yeoja aku namja.” tegasnya.

” Oh”

” CHOI SIWON.”

Siwon tersenyum geli, ” Tak ada morning kiss.” godanya.

” Sudah aku bilang aku belum memaafkanmu. Jadi jangan harap.” Kyuhyun menyambar bunga di tangan Siwon lalu masuk ke dalam audi hitam itu dan menutup pintunya dengan keras.

Siwon hanya tertawa kecil. Dia tahu babynya akan memaafkan sebentar lagi. Ahhh …rasanya ingin sekali Siwon memeluk pemuda gembul itu dan membawanya jauh dari semua agar hanya dia yang memiliki.

” Kau masih mau di situ seperti orang bodoh.” gertak Kyuhyun dengan membuka kaca mobilnya.

” Aku hanya gila untukmu.” jawabnya dengan riang lalu berlari kecil menuju pintu mobil.

********
.
.
.
.

Kyuhyun kembali kesal karna harus pulang di antar Changmin dan Eunhyuk karna tiba-tiba Siwon menghilang di jam kedua. Tiba di rumah dia tak langsung ke meja makan untuk menikmati makan malam. membanting tas di sofa ruang tengah membuat Kibum yang sedang melihat TV terkejut. Berjalan menuju dapur mengambil segelas air lalu berjalan ke arah tangga untuk menuju kamar tercinta.

” Awas saja kau,Choi…”

“PYARRR!!!!

Kembali lelehan karamel itu membulat dan bibir yang membentuk huruf O. Dia tak percaya dengan apa yang dia lihat di dalam kamarnya. ” Make A wish” lirihnya menatap tajup. Dia berjalan mengambil satu persatu balon yang berterbangan di kamarnya. Semua berwarna biru.

” Kyuhyun aku mencintaimu. CSW.”

” Baby kyunnie maukah kau memaafkan aku. CSW”

” Kau adalah pahatan sempuran yang di ciptakan untukku.”

” Maukah kau selalu jatuh cinta setiap hari denganku, Baby?”

” Aku tak bisa bernafas tanpamu. CWS”
Kyuhyun tersenyum dan mengigit bibirnya. Ketika tanganya akan mengambil balon selanjutnya. Dia terusik dengan balon warna berbeda. Kakinya melangkah berlahan dan mengambil balon itu. Namun tak ada tulisannya. Kyuhyun memplout bibirnya. Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang dan menaruh dagunya di bahu Kyuhyun.

” Maukah kau memberikan seluruh hatimu padaku? Aku bersumpah akan menjaganya dan tak akan mengkecewakanmu.” bisiknya tepat di daun telinga Kyuhyun membuat pemiliknya merindik geli.

” Kekanak-kanakan.” Kyuhyun menyikut perut Siwon dengan lenganya.

” Aww!!! Baby…”

” Kau masuk ke kamar orang tanpa izinya dan sekarang mengkotorinya. Lalu siapa nanti yang akan membersihkannya? BODOH!!” umpat Kyuhyun dengan berkaca pinggang.

Siwon hanya mendengus kesal. Dia cukup lelah menulis ribuan kata cinta dan mengikatnya di balon itu tapi kekasihnya?

” CEPAT BERSIHKAN!!!” teriaknya.

Siwon hanya menghela nafas. ” Tak bisakah kau lembut? Aku melakukan ini untukmu?”

” Aku tak memintanya. Jadi cepat bersihkan.” teriak Kyuhyun dengan melipat kedua tanganya di depan dadanya.

” Kau membuatku menyesal melakukannya?” sesal Siwon dengan nada kecewa. Seharusnya dia tak melakukan hal konyol ini. Kyuhyun hanya diam dan membuang muka. ” AIsh!!” pria tampan itu mengacak rambutnya lalu pergi begitu saja. Kyuhyun tersenyum kecil.

********
.
.
.
.
.

Kyuhyun menatap wajahnya di cermin berulang kali. Perasaan tak tenang sejak siang hari. Hari ini sikap Siwon begitu dingin padanya. Apa semalam dia keterlaluan? Dia kembali berjalan ke balkon kamarnya namun tak ada tanda-tanda mobil kekasihnya. Sejak tadi dia keluar dengan nunnanya dan sampai sekarang mereka belum pulang.

” Kemana mereka pergi?’ gumam pria cantik itu ketika melirik jam didingnya menujukan pukul 22.10. ” Untuk apa aku perduli? Kita sudah putus dan dia bebas berkencan dengan siapa pun…termasuk dengan Kibum nunna.” ucapnya lagi walau sedikit ada rasa tak rela. ” Keurom… jadi lebih baik aku tidur…” Kyuhyun mulai melangkahkan kakinya di dekat ranjang. Namun ketika telinganya menangkap suara mobil kakinya berlari menuruni anak tangga dengan cepat.

” Kau akan kemana?’ tanya Hechul melihat putra manisnya berlari dengan buru-buru menuruni anak tangga. Namun Kyuhyun tak menjawabnya dia hanya terfokus pada satu titik. Siwon. Namja chingunya. ” Aiissh anak itu…” umpat Heachul.
Dengan nafas terenggah-enggah dia melihat dua orang yang dia cintai sedang bicara dengan wajah gembira membuatnya terluka.

” Eodiseo osyeosseoyo?” tanyanya dengan nada ketus.

” Huh?”

” Apa kau tuli? Kau darimana?’ teriak Kyuhyun dengan emosi.

” Kami baru saja makan malam dan ada sedikit urusan. Kau belum tidur?” jawab Siwon dengan nada lembut.

Kyuhyun hanya terdiam menatap dalam ke mata kelam itu. Siwon tak tahu apa yang di pikirkan pria cantik itu. Tangan Kyuhyun mengepal hingga buku-buku jarinya memutih.

” Aku masuk dulu.” pamit Kibum memecahkan keheningan itu.

Siwon mengangguk dengan sebilas senyuman khasnya. Pria cantik itu masih memperhatikan setiap gerak-gerik pria tampan itu.

” Kau sudah makan malam…?” tanya Siwon setelah memastikan Kibum menghilang dari balik dinding. Kyuhyun hanya terdiam tak melepaskan manik kelam itu dengan tajam. ” Maaf aku lupa tak membelikanmu es krim.” sesalnya. ” Kau marah? mianhae…”

Tanpa berniat menjawab ucapan Siwon, pria cantik itu berjalan meninggalkannya begitu saja. Siwon sontak menarik lengan pria cantik itu dan membawanya keluar rumah. Kyuhyun terus memukul lengan kekarnya namun Siwon tak perduli dengan teriakan dan pukulan pria cantik itu.
.
.
.
Audi hitam itu menembus malam. Kyuhyun hanya diam di bangku pengemudi dengan mata coklat yang berair. Kini dia tiba di parkiran apartemen. Siwon membuka pintu mobilnya dan masih mendapati Kyuhyun terdiam tak menatapnya. Dengan nekat pria tampan berlesung pipi itu mendekatkan wajahnya. Menarik wajah Kyuhyun dan mengecup bibir merah itu dengan paksa. Pria cantik itu memberontak namun dengan liar Siwon terus mengecupnya. Tak perduli air mata itu mengalir dengan deras dan pukulan di dadanya. Kyuhyun masih menangis ketika ciuman itu sudah berakhir. Siwon berlutut di hadapan pria cantik itu mengecup berulang kali punggung tangan itu. .
.
.
.
.

Siwon meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di ruang tamu miliknya. Apatermen itu begitu indah dan megah. Seperti mimpinya semua terhiasi warna biru.

” Kau suka?” Siwon kembali dengan dua gelas jus jeruk. Dia menaruhnya di meja dan kembali menarik namja chingunya duduk di pangkuannya. ” Selama kita berpisah aku memikirkan masa depan dan kenyataan.”

Kyuhyun menatap kekasihnya, ” Apa maksudmu?’

” Hubungan kita cukup lama terjalin tak membuat cara berpikir kita sama. Kadang perasaan kita satu sama lain tak cukup membentengi hubungan kita. Karna kau bahkan mungkin tidak memikirkan bagimana kita ke depan.”

Kyuhyun tertunduk, ” Aku pikir dengan kita bersama sudah menyatakan bagimana ke inginanku bersamamu.” ucapnya lirih.

Siwon tersenyum dan membelai wajah pucat cantik itu dengan lembut, ” Sesaat aku sudah memikirkan bagimana nanti aku akan menjadi istri yang baik untukmu.” pria manis itu menundukan wajahnya karna malu. ” Memikirkan bagimana setiap pagi pertama yang ku lihat adalah kau, bagimana nanti aku akan memilihkan bajumu, memasangkan dasi, dan menunggumu hingga pulang kerja. Apa itu tak cukup?” kini pria cantik itu berani menatap kekasihnya dengan mata berkaca-kaca.

” Jinjja?” Kyuhyun mengagguk lalu menyandarkan kepalanya di dada Siwon dan melingkarkan tangan kananya di pinggang pria tampan itu, ” Bagimana bila kita hidup bersama?”

Sontak Kyuhyun menatap kekasihnya, ” Mwo?”

” Wae? Ada sayang salah?”

” Anieyo.” Kyuhyun tertunduk.

Siwon tersenyum dan menari dagu itu lalu mengecup bibir merah merona itu dengan lembut dan cukup lama. Hingga tak terasa sebuah cincin melingkar di jari manisnya. Kyuhyun menarik kepalanya dan melihat tangan kanannya terlihat cincin.

” Siwonnie??”

” Aku pikir akan melakukan besok pagi. Tapi aku tak ingin melihat kau menangis lagi. Aku pergi dengan Kibum Nunna untuk memilih cincin ini dan beberapa perabot rumah yang sesuai seleramu.” Cerita Siwon. Kyuhyun masih terpaku, ” Kita resmikan hubungan kita.” lelehan karamel itu membulat sempurna.

Kyuhyun mengecup singkat bibir itu lalu mengangguk mengiyakan. Siwon sontak memeluknya dengan erat.

” Gomawo… ”

******
.
.
.
.
.

” Chukahae…” ucap Changmin dan Eunhyuk bersamaan.

Kyuhyun hanya tersenyum dalam pelukan Siwon.

” Aku pikir kalian benar-benar akan berpisah.” ucap Changmin sontak mendapat tatapan maut dari Yunho. ” Arra…arra.. aku akan menutup mulutku…” ucapnya lalu memplout bibirnya. Yunho sontak melayangkan kecupan singkat, ” Hyung, kenapa kau melakukan di tempat umum..?”

” Lalu apa harus di tempat sepi?” goda Yunho dengan keliangan mata genit.

” YAH!!! Aiissh!!! Menyebalkan!!”

Semua tertawa. Hingga tak sadar ada sepasang mata menatap kecewa.

.
.
.
.
.

Sejak tadi Kyuhyun hanya melihat cincin yang melingkar di jarinya. Senyuman terukir indah di bibir.

” Bisakah kita bicara?” suara itu sontak menghentikan langkah kaki Kyuhyun. Pria cantik itu mengangguk lalu mengikuti langkah kaki gadis itu.

” Ada apa?’ tanya Kyuhyun ketika mereka berhenti di gedung serba guna yang jarang ada pengunjung lalu lalang.

” Bisakah kau tinggalkan Siwon?’ ucap Stella dengan tegas.

” Mwo? Kenapa?”

” Karena…karena… aku mencintamu, oppa…”

DEG!!!

Lelehan karamel itu membulat sempurna ketika bibirnya merasakan sebuah kecupan kasar. Stella meraih tangan kanan Kyuhyun dan mengarahkan ke dadanya. Pria canti itu terkejut dengan perlakuan wanita anggun itu sontak mendorong kasar tubuh Stella.

” Apa kau sudah gila?”

” Ya. Aku sudah gila.”

Kembali Stella mendorong tubuh Kyuhyun dan mengecup leher pria manis itu.

” Baby… Stella…”

suara itu sontak membuat Kyuhyun mendorong tubuh Stella hingga terjatuh di lantai. ‘

” Siwon…”

TBC

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

86 thoughts on “Tentang Kamu – Part 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s