Posted in BL, Drama, WonKyu Story

Tentang Kamu – Part 3

Tentang Kamu – Part 3

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
Panjang membosankan
Berikan cinta kalian dengan komentar
.
.
.
Siwon tersenyum seperti orang gila memengai bibirnya. Ciuman tadi adalah ciuamn terpanas yang dia lakukan dengan kekasih cantiknya. Apalagi dia membiarkan kekasih cantiknya itu mendominasi ciuman mereka. Hingga muncul luka pada bibirnya. Dia benar-benar gila… ingin sekali dia merendam tubuhnya di air dingin karna tubuhnya masih merasakan panas ketika pemuda cantik itu berada di pangkuannya.
” Argh!!! Baby kau buatku gila…” teriaknya.
“Choi Siwon kau lupa kata malam…” teriak Choi Sungmin ketika mendengar teriakan cantik dari putranya.
Dan putranya hanya mengaruk kepalanya lalu segara menyembunyikan wajahnya di bantal. Dia tak sabar ingin esok hari.
********
.
.
.
” YAH!! CHOI SIWON KENAPA DENGAN BIBIRMU?”teriak Yunho ketika melihat teman sekelasnya datang dengan bibir terluka.
” Kau bertengkar?” tambah Donghae.
” Ha..tidak..hanya..aku kurang hati-hati saja.” ucanya dengan kikuk.
Yunho memicingkan mata menatap dengan curiga. ” Oh, jadi…”
” Jadi apa?”
” Apa gembul itu yang melakukannya?’
Donghae menatap kedua temannya secara bergantian. Siwon tersenyum kecil dengan mengigit bibirnya. Dia seperti seorang wanita yang sedang jatuh cinta.

” Yah!!! Katakan!!!”
” Iya. Dia pelakuknya. Kadang aku lupa dia juga seorang pria. Ini gila…” dia mengaruk kepalanya dengan senyuman tampannya.
” Ya kau memang sudah gila dengan gembull satu itu.”
” Hyung… aku tak pernah mengkatakan kekasihmu cacing pita?’
Yunho hanya tersenyum bodoh. ” Dia cacing pita terseksi yang pernah ada dalam hidupku. Kau tahu itu…”
” Begitu pula dia. Kau tahu Kyunnie adalah segalanya dalam hidupku. Bahkan melebihi cinta pertamaku,hyung.” jwabnya dengan enteng. ” Jangan persulit jalanku mendapatkannya. Bila kau terus membuat kami bertengkar bagimana dia bisa mencintaiku…” keluhnya.
” Dia sudah mencintaimu, Siwon. Hanya dia tak tahu letak kau di hatinya.” sambung Donghae.
Siwon tersenyum, ” Akan ku buat dia sadar bagimana arti seorang Choi Siwon yang tampan ini.” ucapnya dengan percaya diri.
” Kadang aku lupa bila tingkat narsisya melebihi wanita.” gumana Yunho dan di sertai anggukan Donghae.
******
.
.
.
Kyuhyun menutup kedua wajahnya dengan telapak tanganya. Dia malu benar-benar malu… dia merasa bodoh telah melakukan itu semua. Dia menyalahkan akal sehatnya yang begitu terpengaruh dengan perasaanya.
” Harusnya aku tak melakukannya?” sesalnya dengan sedikit butiran air mata.
” Yah!! kalau kau sudah melakukan ya sudah” kata Changmin.
” Benar kata cacing pita. Itu bisa menjadi bukti kalau Siwon adalah milikmu.” tambah Eunhyuk.
” Hai…siapa yang kau bilang cacing pita ha…” tanya Changmin dengan wajah kesal.
” Tentu kau. Siapa lagi? Kau begitu banyak makan tapi kenapa kau tak seperti Kyuhyun. Itu perlu di tanyakan dalam perutmu…” terang Eunhyuk tanpa rasa bersalah.
” Kau pikir dirimu siapa monyet?”
” Yah!!”
” Apa?”
” Tak bisakah kalian diam. Itu membuatku pusing.’ lerai Kyuhyun. Dia sedang dalam mode mood yang jelek. Dia kembali menundukan kepala. ” Semua orang juga sudah tahu Siwon milikku lalu aku akan membuktikan pada siapa lagi? Ini mempermalukanku. Bahkan tadi pada ibuku juga mempertanyaakan bibirnya ketika dia menjemputku. Bodoh.” ceritanya.
” Tapi aku lebih suka kau berbuat seperti itu temanku…” tegas Eunhyuk.
Kyuhyun hanya terdiam.
” Hai, baby mbull yang suka gigit…” teriak seseorang yang membuat penjuru kantin melihat ke arah sumber suara itu tak kecuali Kyuhyun.
” Hyung jangan membuat aku malu…” rengek Siwon lalu memukul lengan Yunho.
Kyuhyun cemberut, ” Pantas kalian serasi Cwang..” umpat Kyuhyun dengan tatapan membunuh. Siwon tahu kekasihnya akan segera membunuh teman baiknya karna itu dia segera merangkul pinggangnya.
” Jangan menunjukan wajah seperti itu.” bisiknya dengan lembut, ” Dia hanya bercanda..” lanjutnya dengan senyuman handalanya. Kyuhyun tak menjawab bahkan dia tak menatap Siwon sama sekali. Pemuda itu sedikit terluka.
“Bagaimana bila kita kencan?’ usul Changmin. Semua mengangguk setuju tapi Siwon hanya menatap kekasihnya yang menunduk.
” Bagimana dengan kalian?” tanya Donghae.
” Kalian pergi saja. Kyuhyun sepertinya tak mau.” jawab Siwon sambil membelai wajah kekasihnya yang menunduk.
*******
.
.
.
” Kenapa sejak pagi kau mendiamkanku?” tanya Siwon kesal karna ke acuhan kekasihnya. Dia lebih suka Kyuhyun merajuk padanya. ” Singkirkan ponsel bodohmu itu… aku sedang bicara padamu baby.” Siwon mulai geram. Ingin sekali dia membuang benda balok berwarna putih itu.
“Bisakah kau diam. Aku sedang butuh keheningan…” dia masih terfokus pada layar ponselnya.
” Baiklah!!! Aku pergi.” ucapnya lalu beranjak dari sisih kekasihnya.
” Bila kau menghubungi Yunho hyung bilang Cwang untuk temui aku di rumah.” jawab Kyu. Siwon hanya menghela nafas. Siwon benar-benar pergi dan Kyuhyun tak menahannya. Kyu mengigit bibirnya lalu menatap ke arah punggung itu. Dia malu… karna itu dia tak berani menatap kekasihnya sejak tadi pagi. Bukan maksud untuk mengacuhkannya.
********
.
.
.
Siwon berjalan-jalan mengitari rak buku perpustakaan. Inilah yang akan di lakukan bila teman baik mereka sedang berkencan dan Kyu kekasih cantiknya mengacuhkannya.
” Kau sendirian?’ Siwon cukup terkejut mendengar suara disampingnya, “Kau melamun? Maaf membuatmu terkejut…”
Siwon hanya tersenyum kecil, ” Kau sudah terlihat segar.”
Stella mengangguk, ” Ku dengar Jiwon sakit? Apa benar?”
” Hanya demam.” jawabnya singkat lalu mencari tempat duduk untuk membuat mereka nyaman.
” Nanti aku akan kesana menjenguknya.” gumamanya. ” Apa kau tak pergi berkencan?’ Siwon sontak memberikan tatapan heran. ” Hem!! tadi aku melihat Yunho hyung pergi dengan kekasihnya. Aku pikir kau juga…” Stella seperti tak bisa melanjutkan kalimatnya, “Maaf… apa kau masih bertengkar dengan dia?”
Siwon mengambil nafas dalam lalu menutup buku tebalnya, ” Tidak. Sebenarnya kita dalam masa membaik. Tapi tadi pagi dia terlihat aneh?’ Siwon menatap jendela dengan tatapan sendu.
” Semua sedang membicarakan bibirmu. Apa dia pelakunya?”
Siwon terkikik, ” Berita itu juga tak luput dari pendengaranmu. Ya Tuhan… pasti ini akan menjadi mimpi buruk.”
Stella menundukan kepala, ” Siwon-ah.” Siwon sontak menatap sahabatnya itu, ” Apa yang akan terjadi jika aku seorang pria?’ Siwon menatap dengan binggung, ” Apa kau juga akan memiliki perasaan lain terhadapku?’
” Tapi aku tak bisa membayangkannya.”
Stella tersenyum kecil, ” Apa hanya Kyuhyun dimatamu? Bukan dulu kau…”
” Normal.” sergahnya. Stella mengangguk, ” Aku pikir juga seperti itu. kau tahu sendiri dulu aku lebih tertarik dengan kakaknya. Dia wanita lembut dengan kedewasaan yang alami. Aku menyukainya walau dia lebih tua dariku.” Siwon kembali menatap sahabatnya, “Tapi hatiku mengatakan lain.” kali ini dengan tegas dan senyuman. Dia mengaruk kepalanya yang tak gatal, ” Memikirkannya membuat hatiku berdebar-debar seperti akan meledak dengan sejuta bunga…” ceritanya dengan mata berbinar,” Dan aku tak perduli bagimana besok… dia adalah pria yang ingin aku miliki untuk berada disampingku.”
“Begitukah?’ seakan ada nada tak rela. ” Kenapa harus dia?”
” Karna aku tidak bisa melihat orang lain sebagai seorang ku cintai kecuali dirinya.”
Stella membuang nafas berat lalu tersenyum. ” Aku merindukan Yonna..” lirihnya.
Siwon sontak menatap sahabatnya, ” Dia tak akan merasakan sakit lagi. Kau tahu itu bukan…” Siwon mulai memperpendek jarak mereka dan memeluk sahabatnya dengan erat, ” Aku pun juga kehilangan dirinya…”
” Tapi aku rasa dengan perasaan berbeda.”
” Tidak.”
Stella melepas pelukan sahabatnya, ” Kau masih…”
Siwon tersenyum, ” Bukan perasaanku tetaplah teman…” jawabnya.
” Bukan dulu….”
” Itu hanya masa lalu… mungkin hanya perasaan ingin melindungi. Dia tetap teman seperti dirimu…” Stella terenyum kecut.
******
.
.
.
” Apa kau tak mengajak ATM berjalanmu?” tanya Changmin dengan wajah polos.
” Berhenti mengkatakan kekasihku ATM berjalan.” hardik Kyuhyun.
” Maaf.” Changmin menatap sahabatnya dengan wajah ragu, ” Hmm Kyu…”
” Apa?” ketusnya.
” Kau tahu siapa Yonna?” Kyu menatap tajam ke arah temannya. ” Ahh… sudah lupakan!!!” Changmin tersenyum bodoh lalu kembali terfokus pada acara.
Changmin dan Kyuhyun mulai larut dalam dunia mimpi mereka. Berkumpul dengan sesama penyuka game dan bahkan kini sudah hampir larut malam. Ponsel Kyuhyun tak berhenti berdering namun di abaikan begitu saja. Dia sedang asik membicarakan topik yang hanya bisa dia nikamti bersama teman-temannya disini.
********
.
.
.
Pagi ini begitu indah. Awan putih membentuk hiasan di langit biru. Taman kampus yang di penuhi pepohonan membuat tempat nyaman memadu kasih.
” Baby…”
” Uhmm.. ” Kyuhyun sedang menikamti makan siangnya.
” Kau tak ada rencana menjenguk Jiwon?’
” Bukan kau bilang dia hanya demam.”
” Deman itu juga sakit. Datanglah ke rumah malam ini.” tawarnya.
” Jangan malam ini. Aku sedang taruhan dengan Cwang untuk menambah level. Kau tahukan bila cacing pita itu makanya banyak. Bisa-bisa dia menghabiskan uang jajanku selama sebulan.” jawabnya.
” Bisakah kau tinggalkan permainan bodohmu itu…” Kyu membulatkan matanya, ” Apa kau lebih mencintai dia daripada aku?”
” Kau ini kenapa? Jelas aku mencintainya.”
Siwon memejamkan mata, ” Datanglah malam ini. Jiwon menanyakanmu… aku akan membayar semua taruhanmu… bagaimana?’
” Tidak. Daripada kau belikan makan si cacing pita lebih baik aku tabung uangmu dan belikan saja makan itu untukku..” Kyuhyun tertawa.
” Tak bisakah kau serius?”
Kyuhyun menghentikan acara makan siangnya, ” Aku sedang serius dengan permainanku…” jawabnya.
” Kyu…”
“Sudahlah!!!”
Siwon memejamkan mata, ” Stella sudah menjenguk Jiwon.”
Kyuhyun menghentikan langkahnya. Dia mengepalkan kedua tangannya, ” Kau ingin membandingkanku, Wonnie?’
” Aku tak membandingkanmu. Hanya saja…”
” Cukup. Aku tahu arah pembicaraan ini. Kau akan bilang Stella hanya sahabatku saja mengkhawatirkan adiku dan kau adalah kekasihku. Dan kenapa? Kau bosan denganku? Mau membandingkan? Apa dia tipe idelamu? Kenapa tak pacaran dengan dia? Bukan semua orang mendukungmu?”
” Sudahlah sayang… kita pulang…” Siwon mulai meredam emosinya dan kembali lembut dengan mengengam tangan kekasihnya. Namun pemuda cantik itu mengibaskannya, ” Maafkan aku…”
” Kau menyesal mempunyai kekasih pria? Apa kau ingin kembali Normal…” ucap Kyu dengan luapan emosi.
” Baby, kau ini bicara apa? Bagimana kau bisa menyimpulkan kalimat itu…”
Kyuhyun menatap sekitar taman tempatnya berdiri, “Kau yang membuatku menyimpulkannya.”
” Aku…” Siwon menujuk dirinya sendiri, ” Bagimana bisa? baby kenapa kau selalu melimpah kekesalanmu padaku… sudahlah aku tak mau bertengkar denganmu dan berakhir kau akan memgigit bibirku lagi.” godanya.
Namun semua tak membuat ruwat wajah kesal Kyuhyun berubah, “Itu tak membuatmu meredam amarah..ahh baiklah kita pulang saja… lalu kita mampir ke toko es krim dan kue. Bagimana?” tawar Siwon untuk meredam emosi kekasih cantiknya.
” Aku membencimu…” teriak Kyuhyun lalu berlari meninggalkan Siwon.
” Baby…” Siwon mengusap wajahnya kasar. Dia kadang lupa bagimana sifat kekasihnya. Dia berlari mengikuti walau dia tertinggal jauh. Bagimana pun Kyuhyun adalah pria.
.
.
.
Inilah Kyuhyun seberapa pun marahnya dengan Siwon dia akan tetap menunggunya di dekat mobilnya. Namun sampai sepuluh menit kekasihnya belum nampak menghampirinya.
” Dia tak mungkin tersesatkan?’ pikirnya.
Pada akhirnya dia berjalan mencari kekasihnya. Dia tahu kekasihnya hanya ingin mendekatnya dengan keluarganya. Namun ketika kakinya menginjak koridor.
“Turunkan dia…” sentaknya dengan luapan emosi.
“Aku harus segera membawannya ke rumah sakit. Kau tak lihat hidungnya berdarah?”
” Itu bukan urusanku… Turunkan!!! Kau bisa meminta orang lain. Ada Yunho hyung…”
” Baby jangan kekanak-kanakan. Dia temanku.” kata Siwon menyakinkan.
” Turunkan aku saja.” pinta Stella. Dia tak ingin menjadi pemicu pertengkaran mereka.
” Tidak. Kau sedang sakit.” larang Siwon.
” Wonnie…”
” Baik aku yang pergi.” tegasnya.
” Siwon turunkan aku…” bentak Stella. Namun tubuhnya lemas dia tak bisa bergerak leluasa.
” Biarkan. Kadang aku tak tahu apa yang ada di otak pintarnya. Yang dia pikirkan hanya game saja. Sekarang apa salah bila aku mementingkan sahabatku. Ini juga bukan hal sepele.” Kyuhyun mengepalkan genggaman semakin erat hingga buku-buku jarinya memutih, ” Dia juga perlu belajar dewasa… mengerti mana yang perlu dia utamakan selain game dan makan.” Kyuhyun terdiam.
” Sudahlah, baby kita bicara nanti. Aku akan antar Stella ke rumah sakit dulu . Kau tunggu di sini dulu nanti aku akan menjemputmu lalu makan malam di rumahku.” ucapnya mulai bisa menguasai emosinya sambil berjalan melintasi Kyuhyun yang hanya terdiam.
” Emang kau siapa menyuruhku menunggu…?”
” Kalau begitu ikut bersamaku.” tegas Siwon tanpa melihat ke arahnya.
Kyuhyun terseyum kecil, ” Aku tak mau menganggu kalian. Bukan kau sudah menunggu ini.” lirihnya.
Siwon menghela nafas menurunkan Stella dari gendonganya. ” Hyung bawa Stella…” Yunho yang dari tadi diam hanya mengangguk dan memapah temannya itu menjauh dari mereka. Dia berjalan mendekati kekasih cantik lalu tersenyum. ” Maafkan aku. Aku hanya ingin kau hanya melihatku. Sekarang kau ingin apa sayang…?” Siwon membelai wajah pucatnya dan tersenyum dengan dua lesung pipi yang nampak menawan.
” Putus…”
Siwon tersenyum kecil tak menindahkan ucapan kekasihnya. Ini sudah sering terjadi bukan. Inilah pasang surut hubungan Siwon dan Kyuhyun,” Kita pulang saja. Makan malam di rumahku besok saja. Bukan kau ingin menyelesaikan level gamemu,baby.” Siwon mendekatkan wajahnya dengan wajah kekasihnya hingga mereka mampu merasakan hembusan nafas masih-masing.
” Aku serius…”
” Kau ingin aku mengedongmu .” godanya.
” KALI INI AKU SERIUS AKU INGIN KITA PUTUS.” teriaknya.
” Baik. Aku juga tak bisa membuatmu bertahan di sisihku. Jadi sekarang… ”
Kyuhyun meninggalkan Siwon begitu saja. Kali ini sepertinya serius.

TBC

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

93 thoughts on “Tentang Kamu – Part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s