Posted in BL, Oneshoot, Romance

Pervert Couple (sequel)

By.  Lana

Pair: WonKyu

Rate: T

Genre : Romance

 

 

Pervert Couple (Sequel)-

Seminggu telah berlalu, saat ini Siwon dan Soohae tengah menghabiskan waktu berdua di apartment Soohae. Sebetulnya Siwon mempunyai janji dengan Kyuhyun tapi karena Soohae terus merengek ingin bertemu akhirnya Siwon membatalkan janjinya dengan Kyuhyun, disinilah Siwon dan Soohae berakhir diatas sofa dengan duduk berdampingan.

”Oppa” Soohae memulai pembicaraan.

”Ne?” Siwon meletakkan IPhone yang sedari tadi dimainkannya keatas meja. Soohae menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Siwon membuat Siwon mengernyit bingung, ‘Ada apa?’

”Aku ingin bertanya, kenapa selama ini oppa tidak pernah menyentuhku? Apa kurangnya diriku eoh?” Siwon cukup terkejut mendengar pertanyaan frontal Soohae apa lagi matanya yang terus menatap tajam Siwon seolah menuntut sebuah kejujuran. Tidak mungkin Siwon mengatakan alasan yang sebenarnya kenapa dia tidak menyentuh Soohae meskipun mereka sudah berpacaran 3 tahun lamanya. Bukan sekali ini saja Soohae bertanya, baru minggu lalu dia mempertanyakan hal yang sama.

” Kenapa oppa diam saja? Apa oppa punya yang lain?” Soohae terus mendesak Siwon untuk berkata jujur. Terus terang saja Soohae sangat bingung pada Siwon, kenapa namja yang begitu dia cintai ini tidak pernah menyentuhnya lebih dari ciuman panas padahal mereka sudah sama-sama dewasa, Soohae terus menatap Siwon yang tengah berdiri.

“Aku punya alasan tersendiri Soohae-ya, bukannya kau tidak menarik, hanya saja aku benar-benar tidak bisa” Siwon menatap Soohae dengan pandangan bersalah. Sungguh demi apapun dia lebih baik menghadapi kemarahan Kyuhyun dibandingkan dia berada dalam situasi sulit seperti ini. Soohae berdiri dan tiba-tiba menarik leher Siwon dan mencium bibirnya kasar. Siwon cukup terkejut dengan aksi tiba-tiba Soohae, Siwon tidak membalas atapun menolak. Soohae terus mencumbu bibir Siwon hingga kebutuhan akan oksigen memaksa Soohae untuk berhenti. Siwon menundukkan kepalanya merasa bersalah kepada Soohae yang kini wajahnya dipenuhi air mata.

“Oppa angkat wajahmu dan tatap aku, lihatlah kesungguhanku padamu huks huks” Mata Siwon terbelalak ketika melihat aksi Soohae. Soohae sedang membuka kancing bajunya dengan tangan gemetar dan bulir air mata yang senantiasa menetes bahkan ada yang menetes sampai leher membuatnya terlihat sexy.

1 2 3, kancing bajunya mulai terlepas dan menunjukan payudaranya yang tidak seberapa besar dengan bra pink yang menutupinya. Sungguh apabila pria lemah iman pasti akan tergoda melihat aksi erotis Soohae. Namun, tidak berlaku bagi Siwon, Siwon yang melihat aksi Soohae yang hampir membuka seluruh kemejanya segera menghentikannya, namun dengan kasar Soohae menepis tangan Siwon dan tidak memperdulikan ucapan Siwon bahakan dia terus menanggalkan pakaiannya. Kini dia hanya menggunakan bra dan underware saja dan berjalan mendekati Siwon yang tengah meneguk ludah paksa sambil berjalan mundur untuk menghindari Soohae yang terus berjalan mendekatinya.

“Ja-jangan Soohae-ya hentikan itu” Soohae terus maju menghimpit Siwon yang kini terduduk di sofa. Siwon sangat panik saat ini apa lagi dengan Soohae yang tiba-tiba duduk di atas pangkuannya tepat di atas kejantanan Siwon yang masih tertidur.

“Bahkan ini tidak bangun?” Siwon berusaha mati-matian menahan emosi agar tidak membentak Soohae karena perbuatannya ini biar bagaimanapun Soohae itu seorang yeoja.

“Kau tidak terangsang meskipun aku menekannya seperti ini? Kenapa oppa? Apa kau punya kelainan? Kau tidak menyukai yeoja? Atau aku kurang sexy? Harus kah aku naked di hadapanmu seperti pelacur?” Soohae terus mencecar Siwon dengan berbagai pertanyaan dengan suara bergetar karena menangis. Namun, kesabaran Siwon ada batasnya tanpa berfikir lagi Siwon membentak Soohae karena Soohae terus-terusan menggerakan tubuhnya di atas kejantanan Siwon yang anehnya masih tertidur.

“Hentikan Soohae Kim” Soohae langsung menghentikan aksinya dan memandang Siwon dengan pandangan tidak percaya. Soohae cukup terkejut dengan bentakan Siwon, jujur saja selama ini semarah apapun Siwon dia tidak pernah membentak apa lagi mengeluarkan kata-kata kasar tapi sekarang Siwon membentaknya. Siwon menyingkirkan Soohae dari atas pangkuannya dan Siwon juga menulikan pendengarannya dari tangisan Soohae yang sangat memilukan.

“Hiks hiks” Siwon menghela napas dan meraih kunci mobil serta Iphonenya di atas meja dan berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Soohae yang tengah terduduk di sofa dan menangis.

“Aku tidak bisa Soohae-ya selamanya tidak bisa, mianhae. Aku memang namja brengsek bukan namja baik seperti impianmu”

Blam

Tangisan Soohae semakin keras terdengar. Namun, di sela tangisan itu terucap sebuah janji.

“Akan aku buktikan oppa.. akan aku buat kau selamanya menjadi milikku, tidak akan ada yang bisa memilikimu selain aku. Aku berjanji”

.

.

.

Hubungan Siwon dan Soohae kembali baik-baik saja, mereka tidak pernah lagi menyinggung masalah itu. Sekarang Soohae berada di apartment Siwon, jangan berharap Soohae bisa berduaan dengan Siwon karena ternyata sahabat setia Siwon yaitu Kyuhyun berada di sana. Soohae mengenal Kyuhyun? Jawabannya tentu saja iya, karena yang menjadi saksi terjalinnya asmara Siwon dan Soohae dulu adalah Kyuhyun. Tapi meskipun mereka saling mengenal mereka tidak pernah akrab selayaknya teman. Situasi seperti inilah yang paling Soohae benci, Siwon tidak akan perduli apapun atau siapapun lagi kalau sudah ada Kyuhyun di sampingnya. Soohae jadi curiga benarkah mereka ‘hanya’ sepasang sahabat ??

“Kyu temani aku membuat minum dan mengambil camilan di dapur ya?”

“Ne” Soohae melirik Siwon dan Kyuhyun yang berjalan menuju dapur. See bahkan sepertinya mereka berdua tidak menganggap Soohae ada di situ.

“Hyung”

“Sstt” Siwon mengecup sekilas bibir sintal Kyuhyun ketika mereka sudah berada di dapur. Tangan nakal Siwon meremas pantat montok Kyuhyun, membuat Kyuhyun mengeluarkan desahan namun segera di tahannya ketika sadar kalau ada Soohae di dekat mereka.

“Hyung jangan macam-macam ada Soohae” Siwon hanya bisa nyengir mendapat tatapan tajam dari Kyuhyun.

“Mian aku lepas kendali karena kau begitu amazing” Kyuhyun merona sekaligus merinding mendengar bisikan lembut dan tiupan basah Siwon di leher dan telinganya.

“Ngghh hentikan” Dengan pelan Kyuhyun mendorong dada Siwon, sebenarnya dia sedang menahan hasrat yang bangkit karena godaan Siwon tapi dia masih ingat situasi dan kondisi yang sama sekali tidak mendukung. Siwon terkekeh geli melihat ketidaknyamanan Kyuhyun. Well dia merasakan juga  tapi dia tidak bisa menyalahkan Soohae atas ketidaktepatannya dia berada di sini. Siwon dengan cepat menuju kulkas dan mengambil beberapa camilan dan minuman, mereka segera kembali ke ruang tengah agar Soohae tidak curiga.

“Apa yang kalian lakukan? Lama sekali?” Kyuhyun cukup terkejut dengan pertanyaan Soohae, matanya melirik Siwon yang terlihat biasa bahkan dia hanya tersenyum. Entah kenapa Kyuhyun tidak suka apabila Siwon tersenyum pada orang lain selain dirinya meskipun itu pada kekasihnya sendiri. Kyuhyun menggeleng pelan mengusir pikiran bodohnya itu. Tanpa sadar kelakuannya itu di perhatikan oleh Siwon dan Soohae.

“Kau tidak apa-apa?” Kyuhyun tersenyum meyakinkan pada Siwon yang tengah menatapnya khawatir..

.

.

.

“Ck kemana namja tampan tapi pabbo itu eoh?” Kyuhyun terus menggerutu sambil berdiri di depan gerbang kampusnya tanpa peduli pada tatapan orang yang berlalu lalang di hadapannya. Apa yang di lakukannya? Well dia sedang menunggu sang sahabat yang katanya akan menjemputnya untuk pergi jalan-jalan. Namun, sampai sekarang sang sahabat tampannya belum juga muncul.

Tin-tin-tin

Kyuhyun menatap tajam namja yang baru keluar dari mobil yang baru saja berhenti di hadapannya.

“10 menit” Siwon, orang yang di tunggu, hanya bisa tersenyum menyebalkan.

“Mianhae princess, eomma menyuruhku mengantarnya ke rumah temannya dulu makanya aku terlambat” Kyuhyun mendengus dan berjalan mendekati mobil Siwon kemudian masuk begitu saja. Siwon hanya tersenyum maklum atas kelakuan Kyuhyun, kemudian dia masuk juga. Mereka berjalan meninggalkan kampus Kyuhyun tanpa menyadari sebuah mobil sedan hitam mengikuti. Pengemudinya menyeringai.

.

.

.

“Kita makan dulu, aku tahu kau belum makan siang” Siwon dan Kyuhyun masuk ke sebuah restaurant cepat saji untuk makan siang, mereka memilih meja dekat jendela dan memesan makanan. Selagi menunggu mereka mengobrol ringan.

“Bagaimana hubunganmu dengan Soohae?”

“Entahlah, kemarin Soohae ke rumah, appa sangat menyukainya” Kyuhyun tersenyum miris, well tentu saja appa Siwon menyukai Soohae karena Soohae adalah yeoja impian keluarga Choi, sudah cantik, lembut, baik , humble dan juga dia bisa memberikan keturunan untuk keluarga Choi, berbanding terbalik dengannya yang hanya dari keluarga biasa saja. Diam-diam dia mengelus perutnya pelan.

“Kyu”

“Eum?” Siwon meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya di atas meja. Kyuhyun bergerak gelisah ingin melepaskan genggaman Siwon namun, Siwon meremasnya dengan agak kuat.

“Tenanglah Kyu di sini sepi tidak ada yang memperhatikan” Siwon melihat sekeliling. Benar saja, restaurant ini sepi hanya ada beberapa pengunjung itupun berada agak jauh dari mereka.

“Haaaah aku bosan hidup dalam kebohongan seperti ini Kyu” Kyuhyun menatap Siwon tidak mengerti

“Ya hidup dalam drama yang sama sekali tidak benar alias palsu, aku tidak bisa terus-terusan menutupi orientasiku yang menyimpang, aku juga tidak bisa membohongi orang tua dan Soohae lebih lama lagi” Kyuhyun hanya mampu tertunduk lesu pasalnya dia ikut andil dalam perubahan orientasi seksual Siwon.

“Won… eumm”

“Apa? Bicaralah” Kyuhyun menggeleng dan lebih memilih mengganti topik yang lain.

Mereka terus mengobrol sampai pesanan mereka datang.

Klik.

“Dengan ini kau berakhir Choi Siwon” Ujar namja misterius yang duduk tidak jauh dari meja WonKyu.

.

.

.

“Ini sesuai dengan yang kau inginkan. Jadi, bayaranku bagaimana?” Namja yang memakai pakaian hitam elegan itu mengambil amplop yang di serahkan oleh namja yang memakai kemeja biru. Dia mengeluarkan lembaran demi lembaran photo yang di cetak dengan ukuran sedang menampilkan berbagai potret dua orang pria yang sedang menunjukkan kemesraan mereka.

“Kerja bagus, dengan ini Choi Siwon akan tamat” Ujar namja itu sambil menyeringai.

“Apa kau yakin Choi Seunghyun?” Seunghyun mengangguk yakin.

“Ini lah yang aku inginkan selama ini, gara-gara Choi Siwon brengsek itu yeoja impianku meninggalkanku dan lebih memilih dia” Seunghyun meremas photo yang ada di tangannya sampai hancur tak berbentuk.

“Baiklah itu urusanmu, aku hanya ingin bayaran saja” Seunghyun mengeluarkan amplop dan memberikannya pada namja itu. Setelah mengucapkan terimakasih namja itu pergi meninggalkan Seunghyung yang tenggelam dalam lamunan.

.

.

.

Pagi ini kampus begitu ramai, Kyuhyun berjalan seorang diri di koridor tanpa Siwon yang setia menemaninya. Namun, sedari tadi dia merasa aneh dengan mahasiswa lain yang menatapnya dengan intens sambil berbisik-bisik, khususnya yeoja.

“Kyuhyun” Kyuhyun berbalik dan melihat Jinki berlari menghampirinya. Setelah berhasil mengatur nafas Jinki menatap Kyuhyun intens.

“Kau sudah melihat mading kampus?” Kyuhyun menggeleng dengan heran. Dengan tiba-tiba Jinki menarik tangan Kyuhyun dan membawanya ke koridor setelah belokan di mana mading kampus terletak. Dengan mata terbelalak Kyuhyun melihat beberapa photo dirinya bersama sang sahabat dengan berbagai pose yang di yakininya di ambil secara sembunyi-sembunyi.

“Tidak mungkin ini tidak mungkin. Siapa yang melakukannya?” Dengan kasar dan bringas Kyuhyun merobek photo itu dari mading dan berlari secepat mungkin menghindari orang-orang bahkan dia tidak memperdulikan teriakan Jinki yang memanggilnya.

.

.

.

“Soohae-ya aku ingin bertemu bisa kan?”

“Di tempat biasa”

“Ok, aku tunggu” Klik. Sambungan telepon itu terputus. Seunghyun menatap layar ponselnya yang telah berwarna hitam kemudian menyeringai.

“Kita lihat sejauh mana hubungan kalian bertahan”

.

.

.

“Oppa” Soohae menghampiri Seunghyun yang sedang duduk di bangku taman.

“Ah Soohae ayo duduk”

“Ada apa oppa?” Soohae melihat sesuatu yang di pegang Seunghyun dengan pandangan bingung.

“Buka saja” Soohae membuka amplop itu dan terbelalak kaget melihat isinya.

“Tidak mungkin” Soohae masih menatap salah satu photo yang menampilkan Siwon dan Kyuhyun sedang berpelukan dibawah pohon dengan tatapan tidak percaya.

“Tidak mungkin Huks huks” Soohae terus terisak namun, matanya terus menatap tajam beberapa photo di genggamannya.

“Soohae-ya itulah kenyataan yang selama ini Siwon sembunyikan darimu karena itulah dia selalu bersikap acuh padamu. Sudahlah putuskan saja Choi Siwon itu” Seunghyun membujuk Soohae sambil mengelus pundaknya lembut.

Soohae berdiri dan menggeleng kuat dengan kasar dia menepis tangan Seunghyun.

“Soo…”

“Tidak akan, aku mencintai Siwon oppa, dia milikku” Pengunjung yang berada di taman itu melihat Soohae yang berteriak dengan pandangan aneh

“Soohae sadarlah Siwon itu menyimpang dia tidak menyukai perempuan termasuk dirimu, buat apa kau mempertahankan namja sepertinya, apa kau tidak menyadari ada aku orang yang sangat mencintaimu jauh sebelum kau bersama Siwon” Soohae terperangah mendengar perkataan Seunghyun. Dia tidak menyangka kalau selama ini Seunghyun yang dia anggap sebagai kakak menaruh hati padanya. Soohae menggeleng keras, dia menatap Seunghyun dengan pandangan berkaca-kaca.

“Tidak oppa. Aku tidak mencintaimu, kau hanya ku anggap sebagai kakak tidak lebih” Pandangannya beralih pada photo di genggamannya. Dipandanginya photo itu dengan mata berkilat tajam.

“Tidak akan aku biarkan mereka bersama tidak Siwon oppa adalah milikku, selamanya akan begitu. Lihat saja kau Cho Kyuhyun” Seunghyun hanya menatap Soohae dengan pandangan terluka. Dengan penuh dendam dan sakit hati Soohae meninggalkan Seunghyun seorang diri di taman itu.

.

.

.

Kring kring kring

“Yeobseo?”

“Ah ne suruh masuk”

“Ahjussi”

“Ah Soohae-ya, duduk lah” Kiho meletakkan berkasnya dan menghampiri Soohae yang terlihat kacau.

“Ada apa Soohae? Kenapa kau begini?” Soohae tersenyum menenangkan mendengar nada khawatir itu, dengan pelan dia membenarkan rambut serta bajunya yang bisa di bilang awut-awutan.

“Ahjushi aku mohon tolong nikahkan aku segera dengan Siwon oppa, aku tidak rela… dia menyimpang…”

“Apa yang terjadi sebenarnya? Apa maksudmu dengan Siwon menyimpang?” Kiho sungguh bingung dengan pertanyaan Soohae.

“Ini, lihatlah Siwon oppa yang sebenarnya lakukan dengan sahabat yang di sayanginya secara berlebihan” Kiho mengambil dengan pelan amplop di tangan Soohae. Matanya terbelalak kaget melihat photo-photo itu.

“APA INI?” Soohae diam-diam menyeringai melihat ekspresi kaget di wajah Kiho. ‘Rasakan Cho Kyuhyun, kau akan segera menjauh dari Siwon oppa, haha’

“Siwon kau benar-benar, Soohae persiapkan dirimu dan sampaikan pada ayahmu, kau dan Siwon akan menikah satu minggu lagi”

“Benarkah ahjushi?” Soohae sungguh senang akhirnya dia bisa menikah dengan Siwon. Kiho mengangguk dan meminta Soohae untuk keluar meninggalkannya dengan segudang rencana untuk memisahkan Siwon dan Kyuhyun.

.

.

.

Kiho menghela napas lelah, dengan pelan dia mengetuk pintu apartment sederhana yang dia datangi. Terdengar derap langkah dari dalam.

Ceklek

“Ne? Eoh ah-ahjushi?” Kiho tersenyum, dia tidak mungkin langsung marah-marah pada sosok di hadapannya.

“Aku tidak boleh masuk?” Kyuhyun -sosok itu- sadar dari keterkejutannya, dengan gugup dia mempersilahkan Kiho untuk masuk.

“Ahjushi mau minum apa?” Kiho menggeleng.

“Tidak usah, ahjushi hanya sebentar saja, duduklah ahjushi ingin bicara” Kyuhyun duduk berhadapan dengan Kiho.

“Ahjushi tahu kau sangat dekat dengan Siwon tapi apa hubunganmu dengan Siwon hanya sebatas sahabat?” Kyuhyun gugup setengah mati namun dia berusaha tenang. Apa Kiho sudah tahu hubungannya dengan Siwon?

“Maksud ahjushi?” Tangan Kyuhyun mengelus dengan pelan perutnya yang agak menonjol. Jantung Kyuhyun berdegup kencang menanti pertanyaan Kiho berikutnya. Demi apapun Kyuhyun tidak siap dan tidak rela kalau dia berpisah dari Siwon.

“Jangan berpura-pura tidak tahu Kyu, kau pasti sangat mengetahuinya, rumor itu pasti sampai ketelingamu kan?” Mata Kyuhyun terbelalak dan otomatis mengangkat wajahnya menatap tepat di mata Kiho. Entah kenapa dia menjadi emosi.

“Jadi ahjushi ingin memisahkan aku dengan Siwon hanya kerena rumor itu?” Kiho terkesiap mendengar nada tinggi dalam suara Kyuhyun.

“Ya, ahjushi ingin kalian berpisah, hubungan kalian itu tidak wajar. Kalian namja dan satu lagi kau tidak bisa memberikan keturunan untuk Siwon, mengerti? Dan ahjushi minta kau tinggalkan Siwon biarkan dia hidup bahagia dengan pasangan yang seharusnya atau kalau kau masih dekat-dekat dengan Siwon maka kau akan menanggung resikonya” Perkataan Kiho sangat menusuk ke hati Kyuhyun. Kyuhyun hanya mampu terdiam menahan tangis yang siap tumpah. Setelah kepergian Kiho, Kyuhyun hanya mampu menangis meratapi nasibnya ini. Dia tentu ingin bicara dengan Siwon tapi dia tidak mungkin berani karena ada ancaman Kiho yang pastinya tidak main-main. Tapi dia sungguh tidak rela kalau dia harus kehilangan Siwon, tidak sebelum Siwon mengetahui yang sebenarnya.

.

.

.

Saat ini anggota keluarga Choi sedang berkumpul untuk sarapan. Hanya ada Choi Kiho, Choi Hyeebin, Choi Siwon dan Choi Jiwon. Mereka makan dengan tenang, Choi Kiho lebih dulu menyelesaikan makannya dan di susul oleh yang lain. Masih di meja makan sambil menikmati desert, Kiho memulai pembicaraan.

“Siwonnie kau tahu kan hubunganmu dengan Soohae sudah sangat appa restui lalu kapan kau akan menikahinya?” Siwon tersendak mendengar pertanyaan sang appa.

“Uhuk, appa kenapa bertanya seperti itu? Aku belum tahu, aku tidak pernah memikirkan sampai sejauh itu” Jawab Siwon. Kiho menghela napas

“Segeralah lamar dia biar dia jadi menantu keluarga kita dan juga supaya kau ada yang mengurus” Siwon tiba-tiba berdiri membuat kedua orang tuanya dan Jiwon menatapnya heran.

“Aku tidak bisa appa, tidak bisa”

“Apa karena rumor kau dengan Kyuhyun?” Mata Siwon terbelalak dan otomatis memandang Kiho yang menyeringai padanya, Hyeebin dan Jiwon hanya diam saja mendengarkan.

“Kau pikir appa tidak tahu kau begitu dekat dengan Kyuhyun lebih dari sepasang sahabat? Itu menjijikan Siwon, kalian sesama lelaki tidak pantas begitu” Wajah Siwon mengeras karena menahan amarah mendengar perkataan Kiho seolah dia dan Kyuhyun begitu buruk di matanya.

“Appa tidak berhak mencampuri urusan hubunganku dengan Kyuhyun, kami telah lama bersahabat jadi rumor itu tidak ada hubungannya” Jawaban tegas Siwon membuat seringaian Kiho semakin lebar.

“Jadi, rumor kalian memiliki hubungan special itu tidak benar?” Kiho berdiri

“Kalau begitu buktikan dengan menikahi Soohae, kalau kau tidak melakukannya jangan harap kau dan Kyuhyun bisa bertemu lagi” Siwon mengepalkan tangannya, dia hanya diam memikirkan segalanya. Dia tidak mungkin menikahi Soohae karena sejak awal dia tidak mencintainya. Dia berpacaran dengan Soohae karena permintaan appanya dan juga untuk menutupi orientasinya yang sebenarnya. Kini dia ada dalam 2 pilihan yang sulit. Menikahi Soohae atau siap kehilangan Kyuhyun, keduanya adalah pilihan yang buruk.

“Baiklah aku akan menikahi Soohae tapi appa jangan pernah sekalipun menyakiti Kyuhyun” Kiho tersenyum menang atas jawaban Siwon.

“Itulah yang ingin appa dengar darimu Siwon, malam ini kita akan pergi ke rumah Soohae untuk melamarnya” Siwon mengangguk pasrah atas keputusan Kiho. Hyeebin dan Jiwon hanya memandang Siwon dengan miris. Sepeninggal Kiho, Jiwon mendekati Siwon dan menepuk bahu oppa yang di sayanginya itu

“Apa pun keputusanmu, aku selalu mendukungmu oppa” Siwon mengangguk dan tersenyum tulus, setidaknya masih ada yang mendukungnya.

“Eomma juga” Mereka semua meninggalkan meja makan dengan pikiran yang kalut, terutama Siwon yang belum siap untuk bertemu dengan Kyuhyun, sahabat specialnya.

.

.

.

“Aish jinjja, kemana si pabbo itu? Beberapa hari ini tidak terlihat dan susah di hubungi” Kyuhyun terus menggerutu sepanjang jalan di koridor kampusnya sambil mengotak-atik IPhone pemberian sang sahabat. Dia sebenarnya tidak ingin bertemu dengan Siwon karena ancaman Kiho kemarin tapi ini darurat karena tugas, jadi dia harus bertemu dengan Siwon. Dibelokan dia tiba-tiba berhenti karena melihat Soohae sedang berbincang dengan teman satu jurusannya. Kyuhyun, Siwon dan Soohae memang satu fakultas tapi berbeda jurusan. Siwon dan Kyuhyun di jurusan Bahasa Asing sedangkan Soohae di jurusan seni. Jarak Kyuhyun dan Soohae tidak begitu jauh jadi memungkinkan Kyuhyun untuk mendengar pembicaraan Soohae, agar tidak ketahuan Kyuhyun bersembunyi di belakang tembok.

“Kau tahu, akhirnya aku bisa mendapatkan Choi Siwon seutuhnya” Terdengar sekali kalau Soohae sedang bahagia, temannya tertawa.

“Haha bagaimana caranya? Bukan kah Siwon sedang tersandung rumor dengan sahabatnya?” Soohae mengangguk

“Kau benar, kemarin aku mendapatkan foto Siwon dan Kyuhyun, lalu aku ceritakan pada Kiho ahjushi dengan sedikit di dramatisir, lalu Kiho ahjusi terlihat marah sekali dan dia bilang aku dan Siwon akan segera menikah. Dan kemarin malam Siwon melamarku”

Deg

“Jadi karena ini, Kiho ahjushi berkata begitu dan Siwon tidak menghubungiku lagi” Kyuhyun meremas dadanya yang tiba-tiba terasa sesak, dengan air mata yang menumpuk di sudut matanya Kyuhyun pergi dari situ.

“Brengsek kau Choi, lalu apa artiku selama ini? Hanya sebagai pelampiasan? Berarti benar kata Soohae kemarin yang mengatakan kalau aku hanya pelampiasanmu saja huks” Kyuhyun terus berlari tanpa memperhatikan jalan dan orang yang dia lewati.

Bruk

“Akh” Pekik Kyuhyun kaget

“Kyu?” Kyuhyun mendongak dan segera melepaskan rangkulan namja yang di tabraknya.

“Kyuhyunnie” Kyuhyun terus berlari tanpa menghiraukan panggilan Siwon -namja yang ditabraknya- Siwon tidak tinggal diam. Dia mengejar Kyuhyun hingga dia berhasil menangkap pergelangan tangan Kyuhyun dan menyeretnya menuju mobil Siwon, yang tentu saja dibalas  Kyuhyun dengan memberontak.

Di dalam mobil Siwon dan Kyuhyun tidak banyak bicara, mereka terdiam dalam keheningan yang menyayat hati dan menguras emosi. Siwon menghentikan mobilnya di pinggir sungai Han dan keluar.

“Keluar Kyu aku ingin bicara” Kyuhyun mengusap air matanya kasar dan keluar dengan emosi yang menguasai dirinya. Kyuhyun berjalan mendekati Siwon dan…

Plak

Sebuah tamparan bersarang di pipi kanan Siwon yang telah berubah kemerahan. Siwon diam saja dia merasa pantas mendapat tamparan dari sahabat yang ternyata dia sangat cintai itu.

“Kau puas sekarang hah? Kau puas mempermainkanku? Setelah semua yang aku beri tanpa ikatan dan kini kau ingin menikah dengan orang lain? Begitukah caranya Siwon? Jawab aku! Apa aku hanya sekedar sahabat tempatmu melampiaskan hawa nafsu? Tempatmu memuaskan hasrat seksualmu yang menyimpang? Hanya itu?” Lepas sudah teriakan Kyuhyun. Untung tempat itu sepi karena hampir senja jadi Kyuhyun bisa berteriak melepaskan semua kekecewaannya.

“Mianhae” Siwon berucap kecil, Kyuhyun tertawa mengejek

“Hahaha apa hanya itu Choi? Cih bajingan kau” Siwon menatap Kyuhyun tepat di matanya dengan emosi

“Ya aku memang bajingan Cho, kau benar kau cuma tempat pelampiasan hasrat dan nafsuku yang menyimpang, kau hanya sebatas itu. Kau sahabat yang murahan mau memberikan segalanya padaku” Siwon berseru mengeluarkan segala emosi yang bersarang di otaknya tanpa memperdulikan perkataannya yang melukai Kyuhyun begitu dalam.

“Begitukah? Hahaha aku berharap kau memiliki perasaan yang sama padaku tapi tidak aku sangka, ya aku memang murahan karena aku mencintai bajingan sepertimu”

Brugh

Siwon jatuh terduduk karena pukulan telak Kyuhyun di perutnya tidak hanya itu kaki dan pipi Siwonpun menjadi sasaran.

“Selamat atas penikahanmu, lupakan semuanya, lupakan aku yang pernah menjadi sahabatmu, aku tidak akan pernah mengganggu hidup mu lagi, selamanya” Dengan berurai air mata Kyuhyun meninggalkan Siwon yang mengacak rambutnya frustasi.

“Arrrrrggggghhhhhhtttttt” Tangisan Siwon akhirnya pecah, dia menangis sejadinya meratapi segala masalah dalam hidupnya kini dia telah kehilangan sahabat yang di cintainya. Bahkan dia belum sempat membalas ucapan cinta Kyuhyun dan dia bahkan mencaci maki Kyuhyun dengan kasar.

“Arrrrggghhhtttt”

Di kejauhan Kyuhyunpun tidak berbeda, dia juga menangis sepanjang jalan pulang meratapi nasib cinta dan dirinya yang sangat pedih. Hatinya kosong.

.

.

.

Beberapa hari kemudian

Siwon telah berusaha menata kehidupannya kembali dia tidak bertemu lagi dan bahkan berhubungan dengan Kyuhyun, saat ini dia fokus menghadapi acara pernikahannya. Walaupun berat namun dia berusaha agar ancaman Kiho untuk mencelakaan Kyuhyun tidak terjadi. Walau bagaimanapun Siwon mencintai Kyuhyun dan biarlah mereka berpisah dengan jalan seperti ini.

Saat ini Siwon sedang berada di rumah calon istrinya -Soohae Kim- untuk menjemputnya fitting baju, langkahnya terhenti di depan sebuah ruangan yang dia duga adalah ruang kerja karena mendengar percakapan serius di dalamnya

“Kerja bagus Soohae appa bangga padamu” Siwon mendekatkan telinganya kedaun pintu yang sedikit terbuka untuk berusaha mencuri dengar.

“Ne gomawo appa, aku juga senang akhirnya cita-citaku tercapai hahaha”

“Ne benar sekali, aku tidak menduga Kiho yang meminta kau untuk menikah dengan Siwon hanya karena rumor itu” Kim Myungbin tergelak sambil menatap putrinya Soohae yang duduk di sofa. Soohae tersenyum senang dan tertawa.

“Ne, perjuanganku selama 3 tahun ini tidak sia-sia akhirnya Choi Siwon akan menjadi milikku selamanya terlepas dari benar tidaknya rumor itu. Kalau pun benar, aku yang akan mematahkannya”

“Dan kita bisa menikmati atau mengambil alih Choi Corporation suatu saat nanti Soohae dan pangeran Choi mu itu tidak bisa kemana-mana hahahahaha” Soohae dan Myungbin tertawa menikmati euforia kemenangan mereka tanpa mengetahui kalau Siwon mendengar semuanya dan menyeringai.

‘Baiklah kita lihat saja siapa yang akan tertawa setelah ini’

.

.

.

Besok adalah hari pernikahan Siwon dan Soohae, keluarga besar Soohae dan Siwon berkumpul di halaman belakang kediaman Choi yang luas. Mereka bercanda dan saling tertawa

“Ah aku tidak sabar untuk melihat putra-putri kita bersanding di altar besok” Ucap Kiho sembari menyesap winenya. Myungbin di sebelahnya mengangguk setuju. Mereka semua serentak menoleh kearah Siwon ketika mendengar IPhone Siwon yang berbunyi.

“Mianhae, silahkan teruskan” Soohae menatap kepergian Siwon dengan tajam.

“Yeobseo?”

“Mwoya?” Baiklah aku akan segera kesana. Dengan terburu-buru Siwon pergi tanpa menghiraukan panggilan Soohae maupun yang lainnya. Sedangkan Jiwon menatapnya dengan senyuman penuh arti.

‘Kau sadar sekarang oppa’

Siwon mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata dan beberapa kali menerobos lampu lalu lintas dan bahkan dia tidak perduli kalau sekarang malam hari, di pikirannya cuma hanya ada satu, semoga tidak terlambat.

‘Semoga belum semoga belum’ Do’anya dalam hati, kurang dari 1 jam dia telah sampai di bandara Incheon dan berlari ke arah penerbangan internasional sambil matanya sibuk mencari-cari seseorang. Siwon tersenyum lebar dan sedikit mengatur napasnya ketika dia telah sampai di depan orang yang di carinya,sepertinya namja itu tidak menyadari kedatangannya karena fokus memainkan psp pemberiannya tahun lalu.

“Syukurlah aku belum terlambat” Mata Kyuhyun membulat ketika mendengar suara yang begitu familiar di telinganya. Dengan jantung yang berdebar dia mendongak dan seketika terbelalak melihat namja yang di cintainya dan membuatnya berani menyerahkan segalanya itu tengah berdiri di hadapannya dengan senyuman manis.

“Ka-kau apa yang kau lakukan di sini dan ba-bagai hey” Kyuhyun belum menyelesaikan perkataannya ketika dengan tiba-tiba Siwon menarik tangannya dan menyeretnya pergi dari bandara itu membuat orang-orang menatap mereka dengan heran.

“Yak lepaskan aku brengsek, lepas” Kyuhyun terus meronta tapi itu tidak ada gunanya mengingat genggaman Siwon di tangannya lebih kuat, akhirnya karena lelah dan merasa nyeri Kyuhyun berhenti memberontak dan mengikuti Siwon masuk kedalam mobil.

“Bagaimana kau tahu aku di sana?” Kyuhyun menatap tajam Siwon yang tengah terkekeh.

“Dari noonamu” Kyuhyun mendengus, dasar yeoja bermulut besar, rutuk Kyuhyun dalam hati.

“Dengar Kyu aku minta maaf atas perbuatanku selama ini, aku sadar aku memang seorang bajingan yang tidak pantas dan kotor. Tapi apa yang aku katakan kemarin bukan berasal dari hatiku, kau tidak seperti itu bagiku kau sahabat specialku dan kau bukanlah pelampiasan nafsu sesaat” Jelas Siwon panjang lebar sambil tetap fokus menyetir.

“Lagi pula aku belum membalas ucapanmu tempo hari” Siwon memperlambat laju mobilnya ketika sampai di lampu merah, dengan tatapan tajam penuh keyakinan Siwon mengutarakan perasaannya yang sebenarnya.

“Aku mencintaimu sangat mencintaimu dan aku akan berusaha untuk membahagiakanmu. Kita akan bahagia dengan atau tanpa restu appa”

“Tapi kau akan menikah besok” Suara Kyuhyun bergetar ketika mengucapkan frasa itu, dia sadar kalau dia tidak rela dan tidak akan pernah rela untuk melepas Siwon pada siapa pun, tapi Kyuhyun bisa apa kalau Siwon telah memutuskannya.

“Tidak akan terjadi kalau mereka tahu yang sebenarnya” Kyuhyun sudah akan bertanya ketika lampu berubah hijau. Mereka tidak bicara lagi sepanjang jalan hingga mereka sampai di kediaman Siwon, mendadak Kyuhyun jadi takut dan bahkan dia tidak berani masuk kalau saja Siwon tidak menyeretnya -lagi-

Semua yang ada di ruang tamu terbelalak kaget melihat siapa yang datang bersama Siwon terutama Soohae.

“Siwon Kyuhyun” Choi Hyeebin berdiri dan segera memeluk putranya dan Kyuhyun bergantian dengan senyuman hangat.

“Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting” Semua menahan napas mendengar perkataan Siwon tak terkecuali Kyuhyun yang sedari tadi menunduk takut.

“Aku ingin membatalkan pernikahanku besok” Semua mata terbelalak kaget, Soohae berdiri dan berjalan mendekati Siwon dengan tatapan tidak percaya, Siwon berani membatalkan pernikahan mereka yang sudah di depan mata? Namja ini benar-benar.

“Apa oppa bilang? Oppa ingin membatalkan pernikahan kita besok?” Siwon mengangguk mantap, Hyeebin dan Jiwon tersenyum kecil. Siwon menggenggam tangan Kyuhyun lembut membuat Kyuhyun senam jantung lebih cepat lagi.

“Ne benar, aku sebenarnya sudah lama ingin jujur padamu dan semuanya, aku dari 3 tahun lalu tidak pernah mencintaimu Soohae, aku berpacaran denganmu hanya untuk menutupi orientasiku yang menyimpang, aku berterima kasih dengan appa yang telah mempertemukan aku dan kau dulu jadi terbesit ide seperti itu, sejak dulu aku telah mencintai Kyuhyun sahabatku sendiri” Entah kenapa hati Kyuhyun menghangat ketika mendengar perkataan Siwon.

“Eomma dan Jiwon telah mengetahui hubunganku dan Kyuhyun yang telah semakin jauh” Kiho menatap istri dan putrinya dengan pandangan sulit diartikan.

“So, Cho Kyuhyun aku mencintaimu lebih dari sahabat special, ini tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam” Siwon menatap Kyuhyun dengan penuh cinta yang di balas Kyuhyun dengan senyuman malu-malu, tidak memperdulikan Soohae yang berdiri di depan mereka dengan berderai air mata. Kiho yang merasa di permainkan berdiri dengan murka dan tiba-tiba menampar pipi Siwon cukup keras.

“Kalian menjijikan, Kau tetap menikah dengan Soohae besok.Titik” Soohae dan Myungbin tersenyum puas, Siwon mengangkat wajahnya dan menyeringai juga membuat semua yang ada di sana, mengeryit bingung.

“Appa akan membatalkannya kalau appa tahu yang sebenarnya” Myungbin dan Soohae terkejut luar biasa dan menjadi gugup ketika Kiho menatap mereka tajam.

“Apa maksudmu?”

“Ini, coba dengarkan”

“Kerja bagus Soohae appa bangga padamu”

 

“Ne gomawo appa, aku juga senang akhirnya cita-citaku tercapai hahaha”

 

“Ne benar sekali, aku tidak menduga Kiho langsung meminta kau untuk menikah dengan Siwon hanya karena rumor itu hahaha”

 

“Ne, perjuanganku selama 3 tahun ini tidak sia-sia akhirnya Choi Siwon akan menjadi milikku selamanya terlepas dari benar tidaknya rumor itu. Kalau pun benar, aku yang akan mematahkannya”

 

“Dan kita bisa menikmati atau mengambil alih Choi Corporation suatu saat nanti Soohae dan pangeran Choi mu itu tidak bisa kemana-mana hahahahaha”

Clik. Myungbin dan Soohae berdiri mematung dan mencoba untuk berkilah.

“Ini adalah rekaman yang aku ambil beberapa hari lalu di rumah Soohae ketika aku akan menjemputnya untuk fitting baju”

“Itu mustahil, oppa jangan main-main itu pasti editan, ahjushi jangan percaya”

“Sudah cukup Soohae Kim, jangan berkilah lagi kau pikir selama ini aku tidak mengetahui semua akal bulusmu? Kau juga telah mengkhianati oppaku” Jiwon akhirnya bersuara dan melempar lembaran photo yang sedari tadi di simpannya di saku bajunya ke atas meja, Soohae terkejut melihat hasil di foto-foto itu, yang terlihat dia sedang bersama seorang pria seumuran Siwon yang sedang bermesraan di taman dan di beberapa tempat lainnya.

“Apa alasanmu Soohae?”

“Itu bukan, aku dan namja itu hanya teman lagi pula aku dan Seunghyun tidak pernah melakukan itu aku di jebak”

“Lalu kalau tidak ada apa-apa kenapa sangat mesra begitu eoh?”

“I-i-itu itu” Soohae sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi dan hanya bisa menangis. Kiho yang sudah berhasil menguasai diri dari rasa shocknya akhirnya bersuara.

“Keluar kalian dari rumahku dan jangan pernah menampakkan diri kalian lagi, kerjasama perusahaan kita batal” Myungbin yang terlanjur malu pun segera menarik Soohae untuk keluar dari rumah itu meninggalkan keluarga Choi dalam keheningan dan kecanggungan.

“Yeobo”

“Terserah kalian saja, semuanya terserah kalian resiko tanggung sendiri” Setelah itu Kiho berlalu dan masuk ke kamarnya diikuti sang istri yang memasang senyum manis dan hangat.

“Selamat ne kalian berdua” Suara Jiwon menyadarkan Siwon dan Kyuhyun yang masih kaget karena perkataan Kiho.

“Terserah kalian berdua, ini hidup kalian aku yakin appa tidak akan mencampuri urusan kalian lagi” Jiwon pun berlalu sambil mengedipkan mata, dengan gerakan lambat Siwon melihat Kyuhyun dan dengan tawa bahagia serta kebahagiaan yang berlebihan Siwon menggendong Kyuhyun dan berteriak kesenangan, akhirnya dia menemukan kebahagiaannya bersama dengan sang sahabat special.

.

.

.

“Kau bahagia Kyu?” Setelah permasalahan yang menimpa mereka dengan menerima omelan Kiho di hari berikutnya, membatalkan undangan yang tersebar, mengurus  kerjasama perusahan yang gagal dan mengurus tugas kuliah serta membujuk Kiho agar mendapat restu, akhirnya mereka bisa bernapas lega. Siwon dan Kyuhyun kini berada di apartment Siwon untuk menghabiskan waktu sepanjang malam berdua.

“Sangat bahagia Siwon, sangat” Bisik Kyuhyun di depan bibir Siwon yang tengah menciumnya mesra. Kemudian Kyuhyun dengan pelan dan tersenyum kecil mengarahkan tangan Siwon ke perutnya yang kalau diperhatikan sedikit buncit.

“Memasuki 4 bulan, aku baru mengetahuinya 3 hari lalu” Mata Siwon sukses terkejut dengan senyuman lebar dan tangis haru Siwon segera memeluk Kyuhyun dengan erat dan mengecupi pucuk kepalanya berkali-kali.

“Gomawo Kyu kau telah memberi pelengkap dalam hidupku, kau adalah anugrah luar bisa dalam hidupku gomawo baby, gomawo” Siwon terus menangis bahagia malam itu. Mereka bercanda ria dengan calon bayi mereka. Rasa hangat melingkupi hati sepasang sahabat yang telah menjadi sepasang kekasih itu dan akan segera menjadi sepasang suami istri serta daddy dan mommy.

“Kau harus segera menikahiku arra?”

“Ne arraseo,mommy”

-END-

Note :

Jangan minta sequel lg please? Ini sequelnya mudahan sesuai harapan. And buat Miss Lee thanks buat sarannya, sangat bermanfaat meski mungkin ada beberapa yang gak di masukkan dalam cerita 😀

Dan jangan bunuh aku karena ngaret sekali. Ohya WonKyunya sengaja gk dinikahkan sekarang hehe.Tapi yang pasti mereka akan nikah kok 😉

Advertisements

35 thoughts on “Pervert Couple (sequel)

  1. Abang kuda nulis diary???
    Omegaaaaad😱😱😱
    Kuda liar berubah jdi kuda poni. . wkwkwkwkw
    Drimu so sweet skalee bang, tp jngan ampe babykyu tau itu diary yeh. .kkk~
    Ntar gk dksi jatah loh, mueheheheh 😏😏😏

  2. ye…….bakalan dapat dedek bayi ni….
    selamat y mommy..daddy…..
    ada sequel kelanjutannya lagi kah ???
    penasaran sm dedek bayi nya nih..kira2 namany siapa y??hehehehehe
    keren cingu ceritanya..mantap…

  3. Trima kasih author-nim sudah memberikan sequel cerita ini… dengan begitu cerita ini terasa lengkap terutama adanya ending yg memuaskan bagiku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s