Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Oneshoot, WonKyu Story

For You

tumblr_static_blz4xuaccaa5-_r (1)

For You

Siwon& Kyuhyun

Romance, drama, family & fluff

BL, M-Preg, DLDR, OOC, AU

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang! (= ̄▽ ̄=)V

***

FY

ssiihee©2015

Totally Reserved

***

The Right One‘s Sekuel

Alert: Very long story. Pastikan kalian free dan dalam posisi enak saat membacanya 😁☺😊

 

Kyuhyun mendengus kesal melihat pemandangan di depannya. Ia menyesal mengikuti ajakan Eunhyuk untuk datang kesalah satu pesta ulang tahun temannya. Karena walau pesta tersebut diadakan di sebuah rumah namun hingar bingar musik begitu terdengar memekakan telinga. Sama seperti di klub malam dan Kyuhyun sangat membenci tempat-tempat seperti ini. Tidak apa jika ia disebut kampungan atau anak rumahan yang jelas ia tidak suka.Ditambah para pelayan yang tidak henti-hentinya membawakan minuman keras. Membuat suasana bertambah kacau.

Kyuhyun memilih keluar menuju balkon di lantai dua. Setidaknya di sana lebih tenang dan ia dapat menghirup udara segar. Sekali lagi Kyuhyun mengehela nafas kemudian merogoh saku jas karena ponselnya berdering. Ia berdecak kesal melihat ID sang penelpon.

“Ada apa?” Terdengar suara kekehan di ujung sana. “Kau menertawakanku Lee Hyukjae-ssi?”

“Ya! Kau masih marah?” Diseberang sana Hyukjae atau Eunhyuk kembali tertawa. Tidak terganggu dengan nada ketus yang diberikan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah kau ini….. Eunhyuk berhenti berbicara sejenak. Sayup terdengar ia sedang berbicara dengar orang lain. Kyuhyun hampir saja mematikan sambungan telpon mereka karena kesal kalau saja suara Eunhyuk tidak terdengar lagi.

“Kyuhyun-ah tidak jadi. Mianhae. Aku ada urusan, kau bisa pulang sendirikan?”Tanya Eunhyuk.

Kyuhyun memandang ponselnya kesal dan berdesis. “Yaks! Lee Hyukjae kau…..”Sebelum Kyuhyun selesai berbicara terdengar nada panjang tanda panggilan terputus.

Kyuhyun mengusap wajahnya kesal lalu menarik nafas untuk menenangkan dirinya. Awas saja kau Lee Hyukjae. Kyuhyun memasukan ponselnya ke dalam saku setelah beberapa kali mengumpat pelan. Tiba-tiba saja terdengar kekehan di belakangnya. Kyuhyun berbalik dan menatap seorang pria yang kini berjalan kearahnya.

Dilihat dari wajah dan cara berjalannya yang sedikit terhuyung Kyuhyun mengetahui bahwa pria berkemeja putih dengan jas dan celana hitam itu sedang mabuk.

Demi rumus Matematika yang sangat menyenangkan ia mengutuk dirinya yang saat ini sedang kesal dan harus bertemu pria meyebalkan dan tidak jelas.

Akhirnya Kyuhyun memilih menyingkir pergi karena tidak ingin mencari masalah. Namun saat akan melewati pria tersebut tangan kanannya di tarik dan yang Kyuhyun tahu tubuhnya membentur pagar balkon. Aish. Apa pria ini ingin membunuhnya? Bagaimana kalau ia terjatuh dan mati mengenaskan?

Kyuhyun mengerjapkan mata menghilangkan pikiran anehnya dan saat itu ia baru menyadari bahwa wajah pria yang Kyuhyun amati ternyata memiliki lesung pipi itu berada tepat di depan wajahnya. Dan sejak kapan tubuhnya dihimpit pria tersebut?

Dengan cepat Kyuhyun berusaha untuk mendorong tubuh pria tersebut yang kini masih menatapnya intens. Namun pria tersebut tidak bergerak sama sekali. Akhirnya ia memilih untuk menatap mata pria tersebut.

“Kau, apa yang kau lakukan? Kau mabuk agashi.”

Kyuhyun menekan tubuhnya agak kebelakang sementara tangannya berpegangan pada pagar balkon mencegah tubuhnya terjungkal kebelakang. Ia tidak bisa berkutik karena kedua tangan pria itu mengunci pergerakannya.

Pria itu menatap mata Kyuhyun dan tersenyum menampilkan lesung pipinya yang dalam. Dan demi PSPnya tercinta Kyuhyun merasakan sesuatu meletup dalam dadanya. Ia juga merasakan sesuatu terbang dalam perutnya, menggelitiknya dan membuatnya merinding. Astaga. Pria tersebut tidak sedang menghipnotis dan mengirimkannya penyakit bukan. Hell. Sadarlah Cho Kyuhyun. Kau pria berpendidikan dan hal itu tidak ada.

“Kau…”

Tiba-tiba pria itu berbicara dan semakin memajukan wajahnya dan mengamati Kyuhyun dengan intens. Helaan nafas hangat menyapu wajahnya yang terasa dingin karena udara malam. Dan entah mengapa jantung Kyuhyun tiba-tiba saja berdetak dengan kencang. Ya Tuhan bahkan jantungnya saja bisa merasakan kalau pria di depannya ini tidak baik.

“Kau sangat manis.”

Kyuhyun membulatkan matanya dan menahan nafas mendengar perkataan pria tersebut. Baiklah. Ia mengaku sudah mendengar kata-kata manis terlalu sering dari ibunya dan ia sangat benci mendengarnya karena ia tampan bukan manis. Namun sepertinya pria itu benar-benar telah menghipnotisnya karena saat ini Kyuhyun justru senang mendengarnya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya agar pikirannya tersadar tapi lagi-lagi ia terdiam kaku saat tangan kanan pria tersebut menyentuh pipinya pelan, mengelusnya dengan menggunakan ibu jarinya, membuatnya seperti tersengat dan membuat tubuhnya mematung.

Pria tersebut kembali tersenyum dan semakin memajukan wajahnya. Ia memiringkan wajahnya dan menatap Kyuhyun dalam. Seharusnya saat ini Kyuhyun mendorong tubuh pria tersebut dan lari. Namun kakinya terasa lumpuh dan tubuhnya melemas seketika saat bibir pria tersebut menyentuh bibirnya.

Benar. Pria itu menciumnya!

Kembali Kyuhyun membulatkan mata. Ini pelecehan seksual dan ia masih pria normal yang masih menyukai wanita. Walaupun ia belum pernah berkencan sebelumnya. Baiklah tidak perlu membahas hal itu sekarang. Karena yang penting adalah bagaimana cara agar Kyuhyun dapat menggerakan tubuhnya yang lumpuh mendadak.

Pria tersebut masih menempelkan bibirnya pada bibir Kyuhyun. Ya. Hanya menempelkannya saja. Seharusnya Kyuhyun dapat dengan mudah menjauhkan kepalanya kalau saja tangan kanan pria tersebut tidak menahan kepalanya.

Dan demi ibunya yang cerewet namun sangat menyayanginya Kyuhyun merasa pria di depannya benar-benar telah menghipnotisnya. Karena aliran darah Kyuhyun bergerak cepat, jantungnya kembali berdetak kencang dan ia meyakini jika saat ini wajahnya memanas saat pria itu melumat bibir atas dan bawahnya bergantian. Rasanya sangat manis dan lembut membuat sebagian diri Kyuhyun berpikir untuk membalasnya.

Untuk beberapa detik yang terasa sangat lama bagi Kyuhyun posisi mereka tetap sama. Hingga ciuman pria tersebut terlepas dan ia menundukan kepalanya. Kyuhyun masih tidak bergerak namun ia sadar bahwa tangan kanan pria tersebut yang memegang belakang kepalanya mulai mengendur dan terlepas begitu saja.

Kyuhyun juga mulai sadar bahwa tubuh pria itu kini bersandar sepenuhnya pada dirinya. Hingga tiba-tiba saja tubuh pria itu merosot dan tergeletak di lantai. Hal itu tidak membuat Kyuhyun langsung tersadar. Ia masih syok dengan apa yang sedang terjadi.

Beberapa saat kemudian seorang pria datang dan menghampiri tubuh pria itu. Ia membalikan badannya dan menepuk wajah pria yang tidak sadarkan diri itu.

“Siwon-ah sadarlah. Aish kau menyusahkan saat mabuk.” Pria yang dipanggil Siwon dan telah menjungkirbalikan dunia Kyuhyun itu masih tidak bergeming.

“Donghae-ah ada apa?” Kembali ada seseorang yang menghampiri Siwon dan Kyuhyun. “Bukankah dia temanmu?” Lanjutnya seraya menatap tubuh Siwon yang saat ini telah dipapah oleh Donghae.

Ne. Dia mabuk Hyuk. Sepertinya kita tidak bisa pulang bersama. Aku harus mengantarkannya pulang. Dan….” Donghae menoleh menatap Kyuhyun. “Bukankah dia temanmu? Sebaiknya kau lihat dia. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka berdua.”

Eunhyuk langsung menghampiri Kyuhyun dan menyentuh lengan pemuda itu. Kyuhyun mengerjap dan menatap Eunhyuk bingung.

“Kau tidak apa-apa? Apa terjadi sesuatu?” Kyuhyun menggeleng entahlah ia tidak tahu harus memberitahu temannya itu atau menyimpannya sendiri.

“Kalau begitu ku antar kau pulang.” Eunhyuk menarik tubuh Kyuhyun yang menurut saja.

Saat diparkiran Kyuhyun sempat menoleh kepada Siwon yang sedang didudukan di dalam mobil oleh Donghae.Dan itu adalah hal terakhir yang ia lihat karena Kyuhyun jatuh tertidur saat berada di dalam mobil.

Kejadian itu berlalu begitu saja. Eunhyuk sama sekali tidak menanyakan apa yang terjadi dan Kyuhyun juga tidak ingin membahasnya. Sepertinya Siwon juga lupa dengan kejadian tersebut, terlihat dari sikap Eunhyuk yang biasa-biasa saja. Kyuhyun yakin jika pria itu menceritakannya kepada Donghae maka Donghae akan bercerita dengan Eunhyuk, karena Kyuhyun tahu keduanya sudah bersahabat cukup lama.

Dan Kyuhyun sendiri berusaha untuk tidak memikirkan hal itu namun gagal. Karena bayangan saat Siwon menciumnya terus berputar dalam ingatannya bahkan hingga ke alam bawah sadarnya. Dan beberapa hari lalu Kyuhyun menanyakan hal ini kepada salah satu temannya yang ia yakin handal dalam hal ini dan tentu saja tidak menyebutkan detailnya secara langsung. Dan dia menyimpulkan bahwa dirinya hanya sedang jatuh cinta.

Saat itu Kyuhyun menolak dengan tegas. Ia bukan seorang gay. Namun seiring berjalannya waktu Kyuhyun mulai merasakan rindu. Ia mulai mencari tahu tentang Choi Siwon yang ternyata seorang pebisnis muda sama sepertinya. Ia juga mengetahui track record Siwon dalam hubungan asmaranya. Hal yang membuat Kyuhyun menghindar seketika.

Dan ia menyadari bahwa perasaannya ini salah. Tidak akan berhasil melihat bagaimana keluarganya dan keluarga Choi. Ia mungkin akan mengecewakan orang tuanya jika tahu Kyuhyun memiliki orientasi seksual yang berbeda. Hal terpenting adalah bahwa hanya Kyuhyun yang merasakannya. Siwon bahkan mungkin tidak mengingatnya dan tidak akan percaya bahwa saat itu ia menciumnya.Pria itu hanya mabuk dan Siwon pria normal.

Kyuhyun menghela nafas dan memandang foto Siwon yang ia ambil di salah satu situs dunia hiburan dan menyentuhnya dengan telunjuknya. Ciuman pertamanya diambil begitu saja oleh Choi Siwon dan terlebih lagi Kyuhyun harus melupakannya karena bagaimanapun hal ini tidak mungkin. Ia sudah memutuskan untuk melupakan kejadian itu dan melanjutkan hidupnya. Semangat Cho Kyuhyun.

.

.

.

Siwon tidak pernah menyangka bahwapemandangan terbaik dalam hidupnya adalah saat pertama kali ia membuka mata, ia menemukan wajah damai Kyuhyun yang tertidur dalam pelukannya. Tidak ada tatapan tajam dan sinis, hanya ada wajah polos yang sangat menggemaskan. Walau begitu Siwon menyukai semua hal dalam diri Kyuhyun, baik wajah marah dan kesalnya atau saat pemuda itu bersikap manis kepadanya. Siwon menyukainya. Ia menyukai semua yang ada pada diri Cho Kyuhyun. Atau sekarang bisa kita panggil Choi Kyuhyun.

Siwon tersenyum dan mengelus pipi chubby Kyuhyun perlahan membuatnya menggeliat pelan. Kemudian mengusap punggung telanjang Kyuhyun berusaha menenangkan pemuda manis itu agar kembali tertidur. Namun Kyuhyun sudah terlanjur membuka matanya dan mendongakan wajahnya menatap Siwon, lalu tersenyum manis.

“Pagi Hyung.”

“Pagi baby. Mimpi indah?” Siwon merapihkan rambut Kyuhyun yang menutupi dahinya agar membuat pemuda itu nyaman.

“Hem…. jam berapa ini?” Kyuhyun kembali menyusupkan wajahnya pada dada Siwon membuat pria itu tersenyum bahagia.

“Baru jam 9 sayang. Tidurlah jika kau masih lelah.” Siwon tertawa saat Kyuhyun mencubit dadanya pelan.

Dengan malas Kyuhyun mendudukan dirinya dan memungut kemeja putih Siwon yang tersangkut di nakas dan memakainya asal untuk menutupi tubuh polosnya. Hal itu tidak luput dari pandangan Siwon. Baginya saat ini Kyuhyun terlihat sangat seksi dan menggoda. Kulit putih pucatnya bersinar cerah terkena bias sinar matahari pagi yang mengintip dari balik jendela dan pintu balkon yang Siwon buka.

“Jangan menatapku seperti itu Choi-ssi.” Ucap Kyuhyun pelan dengan mata memicing menatap Siwon yang saat ini sedang memandangnya lapar. Dan Siwon hanya tertawa lalu menarik Kyuhyun agar kembali bersandar dalam pelukannya.

“Kau tahu aku tidak pernah bosan memandang wajahmu?”

Cheesy? Oeh?” Kyuhyun mendongak dan menatap Siwon yang akhirnya membuat kedua mata, hidung, pipi dan bibirnya mendapat kecupan dari bibir joker Siwon. “Mengambil kesempatan?”

Morning kiss.” Siwon hanya tertawa kecil dan mengecup helai rambut Kyuhyun dalam, menghirup aroma yang menenangkannya.

Keduanya terdiam untuk beberapa saat menikmati waktu tanpa banyak kata. Berada seperti ini dengan Kyuhyun dalam pelukannya adalah hal favorit yang Siwon lakukan. Mereka hanya akan saling berpelukan tanpa banyak bicara.

“Aku… sangat mencintaimu sayang.” Sekali lagi Siwon mengecup kepala Kyuhyun penuh sayang dan Kyuhyun hanya mendongak dan membalasnya dengan sebuah senyuman manis. “Aku tidak tahu jika aku harus menghabiskan waktu dengan banyak wanita hanya untuk bertemu denganmu.”

Kyuhyun terkekeh pelan. Mungkin dulu ia akan bergidik ngeri jika mendengar hal itu dari ibunya. Namun ternyata rasanya sangat menyenangkan jika mendengar hal-hal seperti ini dari orang yang benar-benar mencintaimu.

“Aku tahu. Dan aku juga sangat mencintaimu.” Balas Kyuhyun yang kini memposisikan dirinya menghadap Siwon. Lebih tepatnya ia kini berada di atas tubuh Siwon.

“Kau sudah tidak marah?”

“Soal apa?” Kyuhyun menautkan kedua alisnya bingung membuat Siwon gemas dan akhirnya memberikan satu kecupan lain di bibir yang merah dan menggoda itu. “Ish.” Keluh Kyuhyun membuat Siwon tertawa.

“Ku kira kau masih kesal karena aku tidak mengingat pertemuan pertama kita.”

“Kau mau aku tetap menghukummu?” Kyuhyun memicingkan matanya membuat Siwon dengan segera menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya dan memberikan kecupan-kecupan di wajah Kyuhyun.

Andwe. Andwe. Andwe. Maafkan aku.”

Siwon tidak ingin memikirkan soal hukuman yang Kyuhyun katakan. Sudah cukup Kyuhyun melarang Siwon untuk menyentuhnya di malam pertama mereka 6 bulan lalu, dan sifat keras kepala Kyuhyun yang tidak akan mengatakan bahwa ia mencintai Siwon. Untung saja semua berakhir saat dua minggu kemudian Siwon mengalami kecelakaan. Walau tidak terlalu parah namun berhasil membuat Kyuhyun ketakutan setengah mati dengan berteriak kencang bahwa ia sangat mencintai Siwon. Dan tentu saja Siwon tidak boleh mengungkit hal itu karena Kyuhyun melarangnya.

“Bukankah sudah ku katakan, aku tidak akan memaksamu untuk mengingatnya. Dan aku pikir itu tidak penting lagi sekarang saat kau ada di sini bersama ku.”

Siwon memajukan wajahnya dan kembali mendaratkan sebuah kecupan di bibir Kyuhyun yang tersenyum manis. Ia juga mengelus pipi Kyuhyun yang kini sedikit merona.

“Terima kasih sudah menerimaku dan menghabiskan sisa hidupmu bersama ku.”Balas Siwon.

Kali ini Kyuhyun yang memajukan wajahnya dan mengecup bibir Siwon singkat. Keduanya tersenyum dengan hidung yang saling bersentuhan hingga akhirnya Siwon kembali menepis jarak diantara keduanya. Mengecup, menghisap dan menjilati bibir atas Kyuhyun bergantian. Hingga berubah menjadi lumatan-lumatan cepat dari keduanya.

Dengan cepat Siwon membalikan posisi keduanya memberi jeda sejenak disela ciuman mereka untuk sekedar mengambil nafas sebelum kembali meraup bibir Kyuhyun yang memerah dan bengkak.

“Haruskah kita melakukannya lagi?” Tanya Kyuhyun dengan nafas terengah saat Siwon memutus ciuman mereka.

Siwon tidak langsung menjawab. Ia hanya memandang wajah Kyuhyun lekat. Betapa ia sangat suka melihat wajah Kyuhyun saat pemuda itu terengah di bawahnya. Begitu indah dan menggemaskan.

Setelah puas memandangi dan merekam semua ekspresi Kyuhyun dalam ingatannya, Siwon menundukan kepalanya dan menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher Kyuhyun, menghirup aroma tubuh Kyuhyun yang juga sudah tercampur dengan aroma tubuhnya sendiri. Kemudian memberikan kecupan dan gigitan kecil pada leher putih bersih itu.

Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan mengalungkan kedua lengannya pada leher Siwon, membiarkan pria itu kembali melepaskan pakaiannya yang hanya berupa kemeja putih Siwon dan melakukan hal yang akan membuatnya tidak berhenti mendesah nikmat. Betapa ia sangat bahagia saat ini.

.

.

.

“Oeh kau mau kemana sayang?”

Siwon yang baru saja kembali dari dapur mendudukan dirinya di ranjang dan menatap Kyuhyun yang saat ini sedang duduk di depan meja rias mereka. Melihat Kyuhyun sudah rapih dan sibuk dengan ponselnya. Padahal biasanya jika hari libur mereka hanya akan menghabiskan waktu berdua di kamar dengan saling berpelukan.

“Aku mau kerumahmu. Umma mengundangku untuk makan siang bersama.” Jawab Kyuhyun. Ia tersenyum pada refleksi Siwon di cermin.

“Hanya kau?” Kyuhyun mengangkat bahu.

“Mungkin karena aku sangat menyukai masakan umma makanya ia hanya mengundangku. Bahkan menurutku masakan umma Choi yang terbaik.” Siwon terkekeh dan beranjak dari ranjang dan berdiri di belakang Kyuhyun, menyentuh kedua pundak bahu pemuda itu pelan.

“Bagaimana jika ummamu merajuk karena kau lebih suka masakan ummaku?”

“Kan ada kau menantu kesayangannya.” Kyuhyun mendongak dan tertawa pelan.

“Tsk. Sepertinya umma benar-benar menemukan korban untuk semua eksperimen masakannya.”

“Maksudmu?”

Siwon membungkuk dan mensejajarkan kepalanya dengan Kyuhyun. Memandang wajah cantik Kyuhyun di cermin yang juga mereflesikan wajahnya.

“Karena kini kau terlihat lebih berisi.” Bisik Siwon pelan.

“Ish. Katakan saja kalau aku gendut Siwon-ssi.” Kyuhyun memicingkan mata menatap Siwon yang kini tengah tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Kyuhyun tidak mengelak mengenai ucapan Siwon. Ia menyadari pipinya yang semakin chubby juga… -aigo Kyuhyun bencimengatakan ini- ia merasaperutnya mulai membuncitwalau tidak terlihat. Nafsu makannya memang meningkat sebulan ini dan ditambah mertuanya yang sering mengajaknya makan bersama membuat Kyuhyun tidak bisa mengontrol makanannya sendiri.

“Aish sudahlah aku tidak peduli. Jika kau tidak suka kau boleh mencari wanita lain.” Kyuhyun berdiri dan mengambil tasnya.

“Yakin?” Siwon menaikan alisnya dan menatap Kyuhyun dengan senyum meledek.

“Tentu saja tidak Siwon-ssi.” Kyuhyun mengecup pipi Siwon singkat. Lalu bergegas keluar. “Aku berangkat dulu.”

Ne, hati-hati. Pulangnya aku jemput.”

Setelah pintu kamarnya tertutup Siwon kembali membaringkan tubuhnya di ranjang. Kenapa ia tidak ikut dengan Kyuhyun? Bukankah itu rumahnya dan juga ibunya? Alasannya karena Nyonya Choi hanya ingin makan berdua dengan menantu kesayangannya. Untuk itulah Siwon tidak menanyakan apakah dirinya harus ikut atau tidak.

원❤규

Aigo, benar kata Siwon Hyung. Umma bisa membuatku kelebihan berat badan.”

Kyuhyun menatap takjub pada makanan yang tersedia di meja makan. Mereka hanya akan makan berdua tapi ibu mertuanya itu memasak seakan keluarga mereka akan kumpul. Nyonya Choi menghampiri Kyuhyun dan memeluknya. Ia mengecup pipi kanan Kyuhyun dan tersenyum.

“Aish biarkan saja. Soal Siwon umma yang akan membereskannya. Lagi pula ini hanya uji coba Kyuhyun-ah. Masakan yang sebenarnya akan umma masak sore nanti saat Siwon dan keluarga mu datang.”

“Oeh? Umma mengundang umma dan appa?” Kyuhyun mendudukan dirinya di kursi dan mengambil sepotong kue yangtidak ia ketahui namanya lalu memasukannya ke dalam mulutnya.

Ne.” Nyonya Choi kembali meletakan semangkuk pudding di hadapan Kyuhyun. “Sudah lama kita tidak berkumpul.”

Kyuhyun hanya mengangguk dan kembali memasukan potongan kue tersebutke dalam mulutnya. Nyonya Choi hanya tersenyum sebelum duduk di samping Kyuhyun.

Kajja kita makan. Kali ini umma membuat masakan baru lagi dari Kimchi. Kau harus coba.” Nyonya Choi mengambil sendok dan mengambil masakan hasil kreasi yang ia maksud dan meletakannya di mangkuk nasi Kyuhyun.

Kimchi?” Kyuhyun berhenti mengunyah dan memandang bingung nyonya Choi.

Ne. Kajja.”

Annie.” Tolak Kyuhyun cepat membuat nyonya Choi sedikit terkejut. Biasanya Kyuhyun tidak pernah menolak mencoba masakannya walaupun rasanya aneh dan itu jarang sekali terjadi.

“Ehm. Mian umma aku tidak bermaksud….” Kyuhyun tersenyum kaku. “Hanya saja aku sedang tidak bisa makan Kimchi.” Lanjutnya.

Waeyo? Kau baik-baik saja kan Kyuhyun-ah.” Tanya nyonya Choi dengan raut wajah penuh kekhawatiran. Ia mengambil kedua tangan Kyuhyun dan menggenggamnya. “Katakan pada umma apa yang terjadi.”

Annie umma aku baik-baik saja.” Jawab Kyuhyun cepat. “Hanya saja… entahlah aku tidak yakin. Tapi aku akan selalu muntah saat makan Kimchi. Aish rasanya tiba-tiba saja menjadi tidak enak seperti biasanya.”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya membayangkan isi perutnya terkuras habis saat ia beberapa kali memakan Kimchi. Tidak mungkin tiba-tiba saja ia menjadi alergi dengan Kimchi. Hell. Bagaimana bisa dia disebut orang Korea kalau tidak suka Kimchi.

Sementara itu nyonya Choi memandang Kyuhyun dengan beribu pertanyaan di kepalanya. Ia lalu memandang tubuh Kyuhyun lekat. Tidak mungkin. Apa yang dibayangkannya tidak mungkin terjadi.

“Apa kau merasa mual?” Pada akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut nyonya Choi. Hanya bertanya bolehkan.

Ne. Bahkan hanya menghirup aromanya saja membuatku pusing. Jika tercampur dengan makanan lain maka aku akan muntah-muntah.” Jawab Kyuhyun santai dan kembali memasukan potongan ke tiga kue yang dimakannya.

“Kue ini enak umma. Bisa buatkan lagi? Aku mau bawa pulang.” Kyuhyun mulai mencoba masakan lain kecuali yang ditawarkan ibu mertuanya. Nyonya Choi hanya mengangguk dan tersenyum lalu mengikuti Kyuhyun untuk mencicipi masakannya.

원❤규

“Sedang apa Siwon-ah?”

Siwon yangsedang terduduk di ranjang menoleh ke arah ibunya dan menggeser tubuhnya agar ibunya bisa duduk di sebelahnya. Ayah, mertuanya dan Kyuhyun sedang berbincang di ruang tamu sedangkan ia mengambil beberapa baju Karena mereka akan menginap di kamar tempat ia menghabiskan masa kecilnya. Dan pada akhirnya Siwon malah bernostalgia di kamar tersebut.

“Hanya sedang mengenang masa kecilku umma.” Siwon tersenyum dan memandang meja di depannya yang memajang banyak fotonya bersama keluarga dan teman-temannya. Kamarnya sama sekali tidak berubah.

“Ada apa umma? Umma memerlukan sesuatu?”

Annie. Umma hanya ingin bertanya sesuatu.” Nyonya Choi menatap Siwon ragu. Namun melihat Siwon yang memandangnya khawatir maka ia melanjutkannya. “Apaterjadi sesuatu dengan Kyuhyun? Apa akhir-akhir ini sikapnya aneh?”

Siwon mengernyitkan dahi dan terlihat berpikir.

“Ia mengatakan bahwa ia akan muntah-muntah jika memakan Kimchi. Umma hanya khawatir Siwon-ah.” Lanjut Nyonya Choi.

“Oeh. Kyuhyun pernah mengatakannya kepadaku tapi ia tidak ingin diperiksa. Lalu…..” Siwon menyentuh dagunya mencoba mengingat sikap aneh Kyuhyun yang lain.

“Sudah seminggu ini Kyuhyun selalu pulang dari kantor pada jam makan siang. Kemudian tidur hingga menjelang sore.” Nyonya Choi mendengarkan ucapan putranya dengan intens. Aigo apa yang dipikirkannya tidak mungkin terjadi.

“Saat ku tanya apa dia sakit, Kyuhyun hanya akan menjawab bahwa ia hanya merasa lelah dan ingin tidur. Seperti itu dan satu lagi kebiasaan Kyuhyun yang baru, ia suka sekali makan buah sebelum tidur dan jika aku tidak menemaninya maka ia akan mendiamkanku seharian.” Siwon menghadap ibunya dan memandangnya dengan wajah penuh tanya.

Umma, mungkinkah Kyuhyun menyembunyikan sesuatu dariku? Apa yang harus aku lakukan agar ia mau mengatakannya?”

Nyonya Choi tersenyum dan menggenggam tangan Siwon. “Tenang saja. Umma yang akan berbicara dengannya. Kau tetaplah berada di sisinya.”

“Ku mohon umma. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan Kyuhyun.”

Nonya Choi kembali tersenyum. Mendengar ucapan Siwon ia justru berharap sesuatu yang tentunya baik terjadi pada Kyuhyun. Ia tidak terlalu berharap namun ia berdoa hal yang ia pikirkan benar-benar akan terjadi.

원❤규

Umma apa yang umma lakukan? Istirahat saja.”

Kyuhyunterkejut saat ibunya menghampirinya dan ingin  membantunya membereskan dapur. Walau mertuanya mengatakan akan ada pembantu yang membereskannya esok hari namun Kyuhyun merasa tidak enak.

Annie. Tidak apa-apa Kyunnie. Umma ingin membantu putra umma membersihkan dapur mertuanya.” Nyonya Cho tertawa dan mulai membantu Kyuhyun mengembalikan piring dan gelas ke tempatnya.

“Kyuhyun-ah apa kau dan Siwon pernah memikirkan tentang anak?”

Kyuhyun berhenti mengelap gelas kaca di tangannya dan memandang ibunya bingung. Nyonya Cho hanya tersenyum kecil. Besannya sudah mengatakan hal-hal aneh yang sedang terjadi dengan Kyuhyun dan ia berniat untuk sekedar menanyakan pendapat Kyuhyun.

“Apa kau dan Siwon berniat mengadopsi seorang anak mungkin?”

Kyuhyun menghembuskan nafas yang entah sejak kapan ia tahan. Pembicaraan soal anak selalu jadi sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Ia tahu ia tidak akan pernah bisa memberikan cucu bagi keluarganya dan keluarga Siwon. Dan meski Siwon mengatakan untuk tidak pernah memikirkannya namun ia merasa tidak enak dengan orang tuanya.

“Siwon hyung pernah memikirkannya. Namun tidak dalam waktu dekat ini umma. Kami masih ingin menikmati waktu berdua.” Kyuhyun tersenyum tipis dan kembali melakukan pekerjaannya.

“Tapi kau tidak keberatan bukan soal anak?” Nyonya Cho kembali bertanya.

“Tentu saja. Jika itu membuat kalian dan hyung bahagia aku tidak keberatan berperan seperti seorang ibu. Tentunya dengan bantuan umma. Kau tau sifatku bukan.” Kyuhyun tertawa membuat nyonya Cho ikut tertawa dan berdoa dalam hati semoga kebahagiaan lain menyertai putranya.

원❤규

Siwon menguap dan berusaha membuka matanya lebar-lebar saat menuruni tangga pagi ini. Saat ia membuka mata ia tidak melihat Kyuhyun berbaring di sampingnya. Karena ia haus ia memutuskan untuk turun ke dapur sekaligus mencari dimana Kyuhyun berada.

“Kyuhyun-ah!!! Kau kenapa?”

Siwon mempercepat langkahnya saat mendengar teriakan ibunya dari arah dapur. Ia langsung berbelok ke arah kamar mandi dekat dapur dan menemukan ibunya yang sedang berusaha mengangkat tubuh Kyuhyun yang terduduk lemas di lantai.

Umma apa yang terjadi? Sayang kau mendengarku?”

Umma tidak tahu Wonnie. Saat sedang ke dapur umma melihat Kyuhyun sedang muntah-muntah di kamar mandi.” Jawab nyonya Choi cepat. Ia menyingkir agar Siwon bisa mengangkat tubuh Kyuhyun.

Siwon membawa Kyuhyun ke kamarnya diikuti nyonya Choi. Saat di depan pintu kamar, nyonya Cho melihat mereka dan menatap khawatir putranya yang tidak sadarkan diri.

“Ada apa?” Tanyanya.

“Sebaiknya kita bawa masuk Kyuhyun dulu.” Nyonya Choi membuka pintu kamar dan membiarkan Siwon masuk.

Siwon membaringkan Kyuhyun di ranjang dan segera melepas piyamaKyuhyun yang basah. Dengan sigap nyonya Cho memberikan kaos milik Siwon yang ia ambil dari lemari.

Umma akan menghubungi dokter Kim.” Nyonya Choi segera melesat keluar kamar.

Umma tolong ambilkan selimut di lemari. Tubuh Kyuhyun sangat dingindan juga tolong naikan penghangatnya.” Nyonya Cho membuka lemari dan mengambil selimut yang di maksud Siwon lalu segera melebarkannya dan menutupi tubuh Kyuhyunjuga melakukan apa yang diminta menantunya.

Ia naik ke ranjang dan menggenggam tangan kiri Kyuhyun dan mengusapnya sayang. Sedangkan Siwon berkali-kali mengecup tangan kanan Kyuhyun dan mengusap pipi Kyuhyun perlahan. Pemuda itu tidak sadarkan diri dengan wajah pucat dan bibir membiru.

Siwon ingin menangis melihat Kyuhyun seperti ini. Ia tidak suka Kyuhyun yang diam saja. Ia lebih suka pemuda itu mencerewetinya dengan hal apapun. Siwon merasa ia tidak bisa menjaga Kyuhyun dengan baik karena Siwon tidak tahu bahwa mungkin saja selama ini Kyuhyun merasa sakit.

“Sayang bagaimana keadaan Kyuhyun?” Tuan Cho bertanya. Ia dan tuan Choi memasuki kamar Siwon dengan cepat setelah mendengar kabar bahwa Kyuhyun pingsan dari nyonya Choi.

“Ia belum sadar.” Nyonya Cho kembali mengusap lembut tangan kiri Kyuhyun.

“Tenanglah Siwon. Sebentar lagi dokter Kim datang.” Ucap tuan Choi. Ia mengusap bahu putranya pelan mencoba menenangkan putranya.

Beberapa menit kemudian pintu kamar terbuka dan masuklah nyonya Choi dan seorang pria dengan membawa tas berwarna hitam.

“Dokter Kim disini. Untung saja rumahnya dekat jadi umma bisa menjemputnya langsung.” Nyonya Choi berbicara dengan nafas tersenggal. Siwon tahu ibunya sangat mengkhawatirkan Kyuhyun.

Dokter Kim menghampiri Kyuhyun dan duduk di ranjang tempat dimana sebelumnya Siwon duduki. Ia dan nyonya Cho menyingkir agar dokter Kim bisa leluasa memeriksa Kyuhyun.

Nyonya Choi memeluk tuan Choiyang tidak berhenti mengelus punggung istrinya untuk menenangkannya. Begitu juga dengan tuan Cho yang melakukan hal sama dengan istrinya.

Siwon terlihat beberpa kali mengigit kuku jarinya khawatir karena ia melihat beberapa kali dokter Kim mengernyit bingung dan menggelengkan kepalanya berkali-kali. Dokter yang masih memakai piyama itu juga terlihat berkali-kali memeriksa nadi Kyuhyun seakan tidak yakin dengan hasil pemeriksaannya sendiri membuat Siwon semakin khawatir.

“Bagaimana adjusi?” Tanya Siwon akhirnya. Ia sudah mengenal dokter Kim sejak kecil sehingga terbiasa memanggilnya dengan sebutan paman.

Dokter Kim menghela nafas. Ia berdiri dan menatap Siwon dan kedua keluarga itu bergantian. “Aku tidak yakin. Tapi bisa kita bicara di luar.”

“Keluarlah. Umma akan menjaga Kyuhyun.” Nyonya Choi menatap Siwon dan mengusulkan diri untuk menjaga Kyuhyun. Tuan Choi segera menarik Siwon keluar diikuti dokter Kim dan orang tua Kyuhyun.

Setelah mereka keluar, nyonya Choi mendudukan dirinya di pinggir ranjang dan menggengam tangan kanan Kyuhyun. Ia tersenyum dan berharap firasatnya benar bahwa akan ada kabar gembira di tengah keluarga mereka.

“Kyuhyun-ah.” Panggil Nyonya Choi pelan saat melihat mata Kyuhyun mengerjap. “Kau sudah sadar sayang? Syukurlah.”

Umma. Ada apa denganku?” Tanya Kyuhyun pelan. Ia merasa seluruh badannya sakit semua.

“Kau pingsan di kamar mandi sayang. Sepertinya kau habis muntah-muntah.” Jawab nyonya Choi.

“Ah ne benar.” Kyuhyun bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang dibantu oleh ibu mertuanya. Ia mengernyit pelan merasakan kepalanya yang pusing. “Maaf membuat kalian khawatir dan dimana Siwon hyung?”

“Mereka sedang berbicara dengan dokter Kim yang memeriksamu. Sebenarnya apa yang terjadi sayang?”

“Ah aku hanya haus umma. Tapi saat membuka kulkas aku mencium bau Kimchi yang sangat kuat. Sepertinya aku salah buka pintu. Lalu aku tidak berhenti mengeluarkan isi perutku sampai lemas. Untung ada umma. Terima kasih.” Kyuhyun tersenyum kepada nyonya Choi yang semakin merasa yakin dengan firasatnya.

원❤규

“A-apa itu benar?” Tuan Choi bertanya ragu kepada dokter Kim setelah mendengar diagnosanya tentang apa yang terjadi dengan Kyuhyun.

Nyonya Cho tersenyum senang tebakannya benar. Sementara ekspresi suaminya sama saja dengan tuan Choi.

Siwon seperti orang bodoh yang hanya beberapa kali mengedipkan matanya. Di wajahnya terdapat beribu pertanyaan yang ingin ia sampaikan. Ia juga beberapa kali mengusap wajahnya berharap apa yang didengarnya bukan candaan belaka.

Ne. Awalnya aku merasa ragu karena bagaimanapun hal ini tidak mungkin melihat Kyuhyun yang seorang pria. Tapi ini yang bisa kukatakan bahwa saat ini Kyuhyun sedang mengandung.” Dokter Kim membenarkan letak kacamatanya sebelum melanjutkan ucapannya.

“Usia kandungannya memasuki minggu ke enam. Jadi wajar jika morning sick terjadi karena ini trimester awal. Aku menyarankan untuk memeriksakan Kyuhyun pada ahlinya. Mungkin mereka bisa menjawab apa yang ada dalam pikiran kalian saat ini.”

Mendengar sekali lagi dokter Kim mengatakan bahwa Kyuhyun sedang mengandung anaknya membuat Siwon ingin berlari dan memanjat Namsan Tower lalu berteriak bahwa ia akan jadi ayah. Sesuatu dalam dirinya kini meletup-letup membuatnya tidak berhenti tersenyum. Ia sangat bahagia. Ia dan Kyuhyun akan memiliki seorang anak. Terlebih itu darah dagingnya sendiri. Hal yang tidak pernah mereka bayangkan.

Jja. Sekali lagi selamat Siwon-ah.” Dokter Kim berdiri dan menepuk pundak Siwon pelan membuat pria yang sedang tersenyum bahagia itu tersadar dan segera berdiri menjabat tangan dokter Kim yang terulur.

“Terima kasih banyak adjussi.”

Ne. Aku pergi dulu.”

“Biar ku antar dokter.” Nyonya Cho berdiri dan mempersilahkan dokter Kim.

“Ya! Kalian! Selamat karena sebentar lagi kalian akan menjadi seorang kakek.” Ucap dokter Kim kepada Choi Junghon dan Cho Seunghan dua sahabatnya yang sepertinya masih dalam frase terkejut menbuat nyonya Cho hanya menggelengkan kepalanya sebelum berjalan mengikuti dokter Kim keluar.

“Hei Junghonie aku akan menjadi kakek.” Ucap tuan Cho menatap Choi Junghon sahabatnya dengan mata penuh haru.

Ne. Seunghanie aku juga.” Balas tuan Choi.

Keduanya berdiri lalu berpelukan dan tertawa bersama dengan berpuat-putar karena bahagia. “Aku akan jadi kakek.” Ucap mereka bersamaan.

Siwon hanya tertawa melihatnya sebelum ia juga ditarik oleh kedua ayahnya untuk berpelukan. “Kau akan jadi ayah Siwonnie.” Ucap keduanya kembali bersamaan. Siwon tersenyum dan memeluk kedua ayahnya untuk melepaskan kebahagiaan yang hampir membuatnya gila.

원❤규

Hyung.”

Kyuhyun merentangkan tangannya seolah meminta dipeluk saat melihat Siwon masuk ke kamar mereka diikuti oleh orangtua dan mertuanya. Nyonya Choi tertawa kecil melihat sikap Kyuhyun dan berdiri agar Siwon bisa duduk.

“Aku baik-baik saja. Mengapa memanggil dokter membuat yang lain khawatir.” Ucap Kyuhyun saat Siwon memeluknya membuat ia bisa menghirup aroma tubuh Siwon yang menenangkannya.

“Aku juga mengkhawatirkanmu sayang.” Balas Siwon. Kedua orang tua mereka hanya tersenyum kecil melihatnya.

“Lalu apa yang dikatakan dokter? Aku sedang tidak alergi dengan Kimchikan?”

Kyuhyun bertanya dengan wajah polos dan nada manja. Efek kehamilannyakah? Karena biasanya Kyuhyun jarang bersikap seperti ini jika ada orang lain, termasuk di depan kedua orang tua mereka.

“Sayang.” Siwon menggenggam kedua tangan Kyuhyun dan menciumnya. “Ada yang ingin aku katakan. Kau mungkin akan terkejut tapi percayalah, aku, umma dan juga appa, akan selalu berada disampingmu, mendukungmu.” Lanjut Siwon membuat senyum Kyuhyun hilang karena takut sesuatu yang buruk terjadi padanya.

Siwon menatap Kyuhyun intens memikirkan kata-kata yang setidaknya tidak terlalu membuat Kyuhyun terkejut. Karena bagaimanapun Kyuhyun yang mengalaminya. Mereka yang mendengarnya saja sangat terkejut.

“Ada apa Hyung?” Tanya Kyuhyun saat Siwon tidak mengatakan apapun. Ia menatap kedua orangtuanya yang hanya membalas dengan senyuman.

“Kyuhyun-ah….” Kembali jeda tercipta. “Sayang. Disini…” Siwon menyentuh perut Kyuhyun dan mengelusnya perlahan membuat Kyuhyun semakin bingung. “Disini, di dalam perutmu sedang tumbuh dan berkembang buah cinta kita.”

Kyuhyun terdiam tidak mengerti ucapan Siwon. Ia ingin sekali memukul kepala Siwon karena berbicara berbelit-belit tapi tidak akan ia lakukan karena itu pasti akan menyakiti Siwon.

Hyung bicaralah yang jelas.” Pinta Kyuhyun.

Siwon berdehem pelan. Ia menatap kedua orang tuanya yang mengangguk memintanya melanjutkan ucapannya.

“Dengar. Kau tidak sedang alergi Kimchi.” Terdengar helaan nafas lega dari Kyuhyun. “Kau hanya sedang mengandung sayang. Kehamilanmu membuatmu tidak bisa memakan Kimchi.”

“Tunggu hyung. Ada yang salah.” Sela Kyuhyun. Siwon menatap ekspresi pemuda dihadapannya khawatir.

“Kau bilang apa tadi? Aku sedang mengandung?” Tanya Kyuhyun dengan mata bulatnya menatap Siwon bingung.

Ne. Kau sedang hamil sayang.” Kyuhyun tertawa kencang dan mencubit pipi Siwon pelan.

“Aish. Jangan bercanda Hyung.”Kyuhyun menatap Siwon tidak percaya. Ia menatap kedua orang tuanya yang tidak menyangkal apa yang dikatakan Siwon padanya membuatnya terdiam seketika.

“A-apa, apa itu benar? Aku sedang ha-hamil?”

Siwon dapat merasakan getaran disetiap kata yang Kyuhyun ucapkan. Ia lalu memeluk Kyuhyun dan mengusap punggung pemuda itu perlahan mencoba menenangkannya.

“Dokter Kim mengatakan usianya baru memasuki 6 minggu.”

“Tapi aku pria hyung. Bagaimana itu bisa terjadi? Apa aku pria yang aneh?” Kyuhyun melepaskan pelukan Siwon dan memaksa pria itu menatapnya.

“Kami tidak bisa menjawabnya sayang.” Nyonya Cho membuka suaranya melihat putranya yang sepertinya sangat shock. “DokterKim mengatakan hal yang sama dan meminta kami membawamu ke ahli kandungan. Dan… kau tidak aneh. Kau hanya special sayang.” Lanjut nyonya Cho. Ia takut dengan penolakan yang akan Kyuhyun berikan.

“Sayang tenanglah. Apapun yang terjadi padamu ingatlah bawa kami selalu bersamamu.” Nyonya Choi menambahi.

Kyuhyun menatap wajah orang tuanya satu persatu dan ia dapat melihat sorot kebahagian disana saat mereka menatapnya. Begitu juga dengan Siwon yang matanya kini telah berkaca-kaca. Ia menyentuh perutnya perlahan seakan tidak percaya ada makhluk yang kini hidup dan bergantung padanya.

Kyuhyun memejamkan matanya. Sekeras apapun ia memikirkannya ia tidak akan menemukan jawaban dari segala pertanyaannya. Kenyataan bahwa saat ini dirinya tengah mengandung buah cintanya dengan Siwon membuatnya bahagia walau ada perasaan lain yang mengganggunya namun ia abaikan saat melihat senyum bahagia di wajah Siwon.

.

.

.

“Baby ada yang kau butuhkan? Atau kau menginginkan sesuatu?”

Siwon menatap Kyuhyun yang begitu sampai di kamar mereka langsung berbaring di ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Sejak perjalanan pulang dari rumahnya ke apartement mereka Kyuhyun lebih banyak diam membuat Siwon khawatir. Ibunya menyarankan agar hari itu juga Kyuhyun diperiksa di rumah sakit namun Kyuhyun menolaknya dengan alasan dia masih sedikit terkejut dan meminta pulang ke apartememt mereka.

“Aku baik-baik saja hyung.” Jawab Kyuhyun tanpa menatap Siwon yang berdiri di belakangnya. Merasa Siwon masih menatapnya khawatir ia berbalik dan tersenyum kecil.

“Aku hanya lelah dan ingin tidur seperti biasa. Dan kini aku tau ini karena dia.” Kyuhyun menepuk pelan perutnya membuat senyum lebar menghiasi bibir Siwon.

“Baiklah.” Siwon duduk dipinggir ranjang dan menggenggam tangan Kyuhyun. “Berjanjilah untuk selalu mengatakan apa yang kau pikirkan dan apa yang kau inginkan. Aku akan selalu disisimu.”

“Suami siaga oeh?” Kyuhyun tertawa pelan diikuti Siwon yang menyelimuti tubuhnya. Ia lalu mengecup dahi Kyuhyun singkat.

“Istirahatlah. Aku di depan jika kau membutuhkan sesuatu.”

Kyuhyun mengangguk dan mulai memejamkan matanya. Setelah Siwon yakin Kyuhyun sudah tertelap ia mendekatkan wajahnya ke depan perut Kyuhyun dan berbisik pelan.

“Jaga mommy ne.” Setelahnya Siwon keluar dan menutup pintu kamar mereka perlahan agar tidak mengganggu Kyuhyun.

원❤규

“Kau yakin tidak ada yang kau inginkan sayang?”

Siwon bertanya di suatu pagi saat mereka sedang sarapan dan itu adalah pertanyaan yang sudah berkali-kali Siwon tanyakan sejak beberapa hari lalu. Kyuhyun bahkan sangat bosan mendengarnya.

“Tidak ada hyung.” Jawab Kyuhyun setelah ia menenggak susu yang disiapkan Siwon untuknya. Awalnya ia menolak untuk meminumnya namun karena ini baik untuk perkembangan bayinya maka ia menurutinya.

“Aneh.” Siwon melipat koran yang dibacanya lalu menatap Kyuhyun bingung. “Di beberapa buku yang ku baca, biasanya saat seseorang sedang hamil maka ia akan menginginkan sesuatu yang aneh atau biasa di sebut ngidam.”

Kyuhyun hanya mendengus pelan melihat sikap Siwon namun ia memahaminya. Pria itu pasti sangat bahagia.

“Bukankah tidak suka Kimchi dan hobi tidur siang sudah sangat aneh. Dan mungkin karena aku seorang pria hyung, makanya aku tidak mengalami hal-hal seperti itu.”

Siwon menatap Kyuhyun intens dan berdehem pelan.”Baby apa kau….” Siwon meminum kopinya sebelum melanjutkan ucapannya. “Apa kau kecewa karena sebagai seorang pria kini kau sedang mengandung?”

Kyuhyun menghentikan aktifitasnya yang sedang mengolesi selai coklat pada selembar roti di tangannya lalu menatap Siwon. Hening sejenak sebelum Kyuhyun mengeluarkan suaranya.

“Jika benar aku kecewa apa yang akan kau lakukan hyung? Apa kau akan tetap memilihku atau anak yang sedang aku kandung.”

Untuk sejenak Siwon merasa Kyuhyun tengah menancapkan busur panah yang tepat sasaran mengenai jantungnya. Ia tidak tahu bagaimama menjawabnya yang jelas ia tidak ingin kehilangan keduanya.

“Aku… aku…”

Terdengar suara tawa kencang yang berasal dari Kyuhyun. Ia sangat senang melihat wajah Siwon yang terlihat bingung dan bodoh saat ini.

“Aku bercanda hyung. Aigo lihatlah bukankah Choi Siwon sangat mencintaiku? Tapi kenapa kau terlihat bingung.” Kyuhyun kembali tertawa dan meletakan roti yang sudah selesai ia beri selai.

Siwon kembali tidak berkutik dan hanya menatap Kyuhyun yang masih tertawa. Entahlah Siwon merasa ada sesuatu di balik tawa Kyuhyun kali ini. Ia merasa pemuda itu menyembunyikan sesuatu darinya.

Kajja hyung makanlah. Kau akan terlambat.”

Siwon mengerjap lalu tersenyum.Ia mengusap rambut Kyuhyun perlahan. “Kau juga makan.”

Annie. Aku nanti saja. Tenang saja hyung aku akan makan dengan baik.” Ucap Kyuhyun saat Siwon masih menatapnya.

Setelah itu keduanya kembali terlibat beberapa obrolan kecil seperti yang biasa mereka lakukan. Lalu Kyuhyun akan mengantar Siwon berangkat kerja. Biasanya mereka akan ke kantor bersama namun beberapa hari ini Siwon meminta Kyuhyun istirahat sementara kantor menjadi tanggung jawabnya.

Saat ini Hyundai Corp dan Cho Grup sedang dalam tahap penyatuan. Maka dari itu Siwon dan Kyuhyun masih memegang posisi mereka masing-masing. Setelah semuanya selesai maka Siwon akan mengambil alih semuanya sementara Kyuhyun berada dibawah sedikit dari Siwon.

.

.

.

Kyuhyun yang saat ini sedang mengelilingi sebuah mall milik keluarga Siwon yang bisa disebut milikanya juga menghentingkan langkahnya di depan sebuah FO peralatan bayi. Ia menyentuh perutnya perlahan lalu memutuskan untuk masuk ke outlet tersebut dan langsung disambut oleh seorang sales wanita

“Selamat datang tuan ada yang bisa saya bantu.”

Kyuhyun tersenyum kaku dan berjalan melewati sales tersebut yang mengikutinya. Ia menyentuh sebuah pakaian bayi yang sangat kecil dan halus ditangannya. Kemudian beralih kepada beberapa sepatu yang terlihat lucu.

“Anda pasti sangat bahagia tuan?”

Ne?” Kyuhyun menatap sales wanita itu bingung.

“Apakah anda ingin memberi kejutan untuk istri anda? Karena pelanggan kami biasanya datang bersama dengan istrinya dan memilih perlengkapan terbaik untuk anak mereka bersama-sama.” Sales wanita itu tertawa bahagia.

“Sangat senang melihat mereka bahagia menunggu kehadiran seorang malaikat kecil.” lanjutnya lagi. Kyuhyun tersenyum kecut lalu memutuskan untuk meninggalkan outlet tersebut.

Dan dipintu keluar ia berpapasan dengan seorang pria yang menuntun istrinya yang sedang hamil dengan mesra. Kyuhyun menudukan kepalanya meminta maaf karena ia hampir saja menabrak mereka lalu segera berlalu dari sana.

.

.

.

“Jadi menurutmu ia seorang laki-laki atau perempuan sayang?”

Siwon mengusap punggung Kyuhyun perlahan. Mereka sedang berbaring dengan Kyuhyun dalam pelukannya. Namun sepertinya pemuda itu tidak mendengarkan ucapannya.

“Baby.”

Ne?” Kyuhyun mengerjap dan mendongak menatap Siwon. “Mian hyung. Kau bertanya apa tadi?”

Siwon menghela nafas dan mengusap pipi Kyuhyun perlahan. “Ada apa? Ada sesuatu yang mengganggumu? Atau kau menginginkan sesuatu?”

Kyuhyun menggeleng dan menyembunyikan wajahnya pada dada Siwon. “Annie hyung aku baik-baik saja. Hanya mengantuk.”

“Benarkah?”

Ne. Mianhae bolehkan aku tidur duluan?”

“Tapi kau belum makan malam sayang.” Ucap Siwon mengingat Kyuhyun hanya meminum susunya saat menemaninya makan malam.

“Aku tidak lapar hyung.”

“Tapi baby…”

“Ku bilang aku tidak lapar.” Sela Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca membuat Siwon menyerah.

“Baiklah. Tidurlah.” Siwon mengusap punggung Kyuhyun pelan mencoba menenangkan pemuda itu.

Seharusnya mereka ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Kyuhyun namun Kyuhyun selalu menolaknya dengan alasan ia baik-baik saja. Padahal kedua ibunya sangat khawatir dengan kondisi Kyuhyun yang terlihat pucat. Namun jika mereka memaksa sesuatu maka Kyuhyun akan menangis dan berdiam diri dikamar. Oleh karena itu mereka mutuskan akan memanggil dokter tersebut ke rumah jika mood Kyuhyun sedikit membaik.

.

.

.

Kyuhyun mematut dirinya didepan cermin dan memperhatikan perutnya yang sedikit membuncit. Usia kandungannya baru akan memasuki minggu ke enam belas. Perlahan Kyuhyun mengusapnya. Ia jarang sekali melakukan hal ini Siwon yang lebih sering menyentuh dan mengajaknya bicara.

“Apa kau benar-benar ada?” Guman Kyuhyun.

Ia menghela nafas dan mencoba membayangkan bagaimana dirinya saat usia kandungannya bertambah. Ia masih tidak percayadan sekeras apapun ia memikirkan bagaimana hal ini bisa terjadi ia tetap tidak mendapat jawabannya, dan itu membuatnya takut.

“Baby.”

Ne?”

“Sedang apa?”

Kyuhyun menoleh dan menatap Siwon yang berdiri di depan pintu dengan senyum di wajah tampannya.

“Keluarlah. Filmnya sudah siap.”

“Ah. Sepertinya aku ingin mandi dulu hyung. Sangat panas.” Kyuhyun mengibaskan kemeja putih yang dipakainya. “Kau bisa tunggu sebentar.”

“Ok. Perlu ku temani?” Siwon menaikan sebelah alisnya dan tersenyum lebar. Kyuhyun sangat tahu arti senyuman itu.

Anni. Kau nonton film yang lain dulu saja. Tapi film yang ku beli harus kita tonton berdua.” Jawab Kyuhyun. Mereka memang akan bersantai dengan menonton film bersama.

“Baiklah.” Jawab Siwon lemah lalu berlalu begitu saja. Kyuhyun hanya tertawa lalu bergerak menuju kamar mandi. Ia ingin sedikit berendam dengan air hangat untuk merilekskan tubuhnya.

원❤규

Siwon mengernyitkan dahi dan menatap jam di ponselnya. Sudah 30 menit berlalu dan Kyuhyun belum selesai. Biasanya Kyuhyun tidak akan selama ini di kamar mandi. Siwon memutuskan untuk mengeceknya di kamar. Mungkin saja pemuda itu sedang tertidur.

“Sayang kau belum selesai?” Teriak Siwon di depan pintu kamar mandi saat tidak menemukan Kyuhyun di ranjang. Ia menebak pemuda itu masih di kamar mandi saat mandengar gemercik air.

“Sayang. Jangan lama-lama nanti kau sakit.” Tidak ada jawaban membuat Siwon khawatir.

Ia memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi dan segera masuk. Siwon menyibak tirai yang menutupi bath tube dan menemukan Kyuhyun sedang bersandar dengan memejamkan matanya. Pemuda itu berendam masih dengan pakaian lengkap. Awalnya Siwon mengira Kyuhyun tertidur namun saat berkali-kali ia memanggil namanya dan menyentuh pipinya. Siwon menyadari bahwa Kyuhyun pingsan.

“Sayang… kau kenapa?” Siwon menepuk pipi Kyuhyun pelan.

Ia dapat melihat wajah pucat dan bibir Kyuhyun yang membiru. Sesak mendera Siwon melihat kondisi Kyuhyun saat ini. Namun ia meyakinkan diri untuk kuat demi Kyuhyun dan bayi mereka.

Dengan cepat Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun yang sedikit berkerut dan meletakannya di ranjang lalu melepaskan pakaian Kyuhyun dan menggantinya dengan pakaian kering dan menutupi tubuh itu dengan selimut. Bagaimanapun ia harus menghangatkan tubuh Kyuhyun sebelum membawanya kerumah sakit.

Bagai robot Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Persetan dengan lampu merah dan segalanya. Kepanikannya berhasil membuatnya hilang akal. Ia tidak menyadari tindakannya akan membahayakan mereka bertiga.

Saat ini Siwon sangat takut dan bingung. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan Kyuhyun. Ia merasa gagal melindungi orang yang paling berharga dalam hidupnya juga calon anaknya. Setetes cairan bening akhirnya meleleh dan tumpah sebagai wujud dari apa yang kini berkecamuk dalam hatinya.

“Bertahanlah sayang. Ku mohon.”

원❤규

“Siwon-ah! Apa yang terjadi?”

Siwon yang sedang terduduk di bangku tunggu depan ruang emergency mengangkat wajahnya dan menatap ibuserta mertuanya. Ia tidak menjawab dan kembali tertunduk. Namun kali ini bahunya bergetar hebat tanda bahwa pria itu kini menangis. Nyonya Choi duduk di samping putranya dan mengelus punggung Siwon pelan mencoba menenangkannya. Walau ia juga sangat khawatir. Ini pertama kalinya ia kembali melihat Siwon menangis setelah beberapa tahun lalu saat ia kehilangan nenek kesayanyannya, membuat nyonya Choi memahami bahwa saat ini Siwon sangat takut dengan keadaan Kyuhyun.

“Tenanglah. Umma yakin mereka akan menangani Kyuhyum dengan baik.”

Tiba-tiba saja pintu terbuka dan keluarlah seorang pria dengan jas putihnya. Ia di temani beberapa orang dibelakangnya yang Siwon yakini sebagai bahawannya. Siwon segera menghampiri dokter tersebut diikutioleh ibunya dan nyonya Cho.

“Bagaimana keadaanya dok?” Tanya Siwon langsung.

“Anda?”

“Saya suaminya.” Jawab Siwon cepat membuat dokter itu mengangguk dan beberapa orang di belakangnya seperti berbisik namun Siwon tidak peduli.

“Bisa kita bicara didalam. Pasien akan dipindahkan ke ruang inap jadi nyonya-nyonya bisa menunggunya.” Ucap dokter tersebut menatap nyonya Choi dan nyonya Cho, menegaskan bahwa ia hanya ingin berbicara dengan Siwon.

“Duduklah Siwon-ssi.” Ucap dokter Lee yang Siwon lihat dari papan nama di meja tepan di hadapannya.Siwon menurut dan duduk menghadap dokter Lee.

“Jadi bagaimana keadaan Kyuhyun dok? Apa ia dan bayi kami baik-baik saja.” Dokter Lee menghela nafas dan membaca hasil pemeriksaannya.

“Kondisi Kyuhyun-ssi baik-baik saja saat ini Siwon-ssi. Mungkin saat ini ia sudah sadar. Hanya saja kondisi kandungannya sedikit melemah. Kyuhyun-ssi mengalami keram yang disebabkan karena kondisi janin yang mengalami stress sehingga melakukan gerakan yang berlebihan.”

“Stress?”

Ne. Ini dipengaruhi oleh ketegangan mental dan kondisi psikologis ibunya. Apakah ada yang sedang dipikirkan oleh Kyuhyun-ssi hingga membuatnya stress Siwon-ssi?”

Siwon menutupi wajahnya sejenak. Bagaimana bisa ia tidak menyadari bahwa Kyuhyun menyembunyikan sesuatu darinya.

“Selama ini dia baik-baik saja dok. Ia juga tidak menunjukan sikap bahwa ia menolak kehadiran bayi tersebut mengingat Kyuhyun seorang pria. Awalnya memang ia sangat terkejut namun ia tidak menolaknya… secara langsung.” Tiba-tiba Siwon merasa tidak yakin dengan ucapannya.

“Hanya saja ia menjadi lebih pendiam dan sensitif. Saat ku tanya ia hanya akan mejawab lelah sebagai alasannya. Dan aku menyesali menuruti keinginannya untuk menunda makan.” Siwon tertunduk dan memikirkan hal yang terjadi belakangan ini. Mengapa ia tidak bisa menyadari sikap Kyuhyun selama ini.

“Siwon-ssi. Apa kau sangat bahagia dengan kehamilan ini? Bagaimanapun ini adalah suatu keajaiban dalam kehidupan rumah tangga kalian. Saya sebagai seorang dokterpun merasa takjub.”

Siwon tersenyum kecil. Ia memang sangat bahagia. “Ne. Aku sangat bahagia. Bahkan tidak sabar untuk menanti kelahirannya.”

“Dan saya pikir itulah hal yang membuat Kyuhyun menutup mulutnya. Menekan segala kecemasan dan pikiran-pikiran yang berujung pada kondisi mentalnya yang tertekan. Ia tidak ingin membuat anda mengkhawatirkannya. Bisa saja Kyuhyun-ssi terlihat menerima keadaanya saat ini namun tanpa sadar ia menolaknya karena alasan tertentu. Salah satunya anda.”

Siwon menatap dokter Lee lekat. Ia tidak pernah memikirkan hal sejauh itu. Apa karena ia sangat bahagia sehingga ia tidak berjuang untuk mengetahui perasaan Kyuhyun sesungguhnya. Bahkan Kyuhyun pernah menunjukannya saat ia meminta dirinya untuk memilih antara Kyuhyun dan bayi mereka. Tidak. Saat itu Siwon menyadari hal aneh namun ia mengabaikannya. Itulah salahnya.

“Ini adalah kehamilan langka Siwon-ssi. Jadi bicaralah dengan Kyuhyun-ssi dari hati ke hati. Tempatkan diri anda dalam posisinya. Pahami apa yang ia inginkan dan rasakan. Dukungan penuh dari anda sangat ia perlukan sehingga ia dapat memahami apa yang kini terjadi padanya. Agar ia dapat menerima kehadiran makhluk mungil dalam dirinya dengan senang hati, tanpa ada paksaan atau alasan lain. Hanya karena ia mencintai bayinya dan menginginkannya. Setelah itu baru kita akan melakukan tindakan agar kandungannya kembali sehat. Tentunya dengan dukugan kedua orang tuanya.” Dokter Lee mengakhiri ucapan panjangnya dengan sebuah senyum tulus.

Siwon membalasnya dengan senyum yang menampilkan dua dimplesnya. “Aku akan melakukanya dok. Aku akan berusaha untuk menyelamatkan keduanya.”

Ne. Ingatlah tempatkan pikiranmu bagaimana jika berada di posisi Kyuhyun-ssi.”

Siwon mengangguk dan menjabat tangan dokter Lee. Lalu segera keluar menuju kamar rawat Kyuhyun. Ia sudah merindukan pemuda tersebut dan bayi mereka.

Umma.” Panggil Siwon pelan saat ia masuk ke ruang rawat Kyuhyun.

“Duduklah Siwon-ah.” Nyonya Choi menepuk kursi di samping ranjang Kyuhyun. “Kyuhyun sudah sadar, hanya saja ia kembali tertidur karena pengaruh obat. Kau tunggulah disini. Umma akan mengurus administrasi.” Nyonya Choi tersenyum untuk menenangkan putranya.

Ne. Dimana umma Cho?” Siwon tidak melihat mertuanya di kamar tersebut, ia juga tidak berpapasan di luar.

Umma Cho pulang untuk mengambil beberapa pakaian. Kau fokus saja pada Kyuhyun. Jangan memikirkan apapun.”

Siwon tersenyum tulus. “Terima kasih umma. Maaf merepotkan kalian, ini semua kesalahanku.”

“Sstt… bukan saatnya menyalahkan diri sendiri Choi Siwon. Kau harus berjuang untuk Kyuhyun dan bayi kalian arraso?”

Ne umma.”

Jja, umma tinggal dulu.”

Setelah ibunya pergi Siwon mengambil tangan kanan Kyuhyun dan menggenggamnya. Ia berkali-kali mencium kedua tangan Kyuhyun seraya berucap maaf berkali-kali hingga tanpa sadar tertidur. Suster yang kebetulan bertugas untuk mengawasi Kyuhyun hanya tersenyum melihatnya. “Cepatlah sembuh Kyuhyun-ssi.”

원❤규

Siwon perlahan mengangkat kepalanya dengan mata yang masih terpejam saat merasakan belaian lembut pada rambutnya. Ia mengerjapkan matanya perlahan untuk menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya dan baru menyadari bahwa kini Kyuhyun sedang menatapnya dengan kekehan kecil.

“Apa aku mengganggumu hyung?”

Annie.” Jawab Siwon dengan suara serak. Ia menatap Kyuhyun dengan senyum kecil lalu menyentuh pipi pemuda itu dengan tangan kirinya. “Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja?”

Ne. Mian. Merepotkanmu.” Kyuhyun meletakan kedua tangannya di perutnya. “Apa dia baik-baik saja?” Kyuhyun menatap Siwon sejenak. Ia ingat saat sedang berendam tiba-tiba saja perutnya terasa sangat sakit bahkan sampai membuatnya tidak bisa berteriak.

Annie. Dia tidak sedang baik-baik saja.”

Mwo?! Apa maksudmu hyung? Apa aku melukainya?”

Siwon menatap Kyuhyun yang kini berkali-kali mengusap perutnya. Apa pemuda itu benar-benar tidak menginginkan bayi mereka. Saat ini Kyuhyun terlihat sangat menyayangi janin yang kini ada dalam dirinya.

“Ia sedang gelisah sayang. Bayi kita sedang gelisah, itu membuatnya bergerak sangat aktif hingga membuatmu keram.”

Mwoya? Jangan bercanda hyung.” Kyuhyun tertawa bingung mendengar ucapan Siwon.

“Ia gelisah karena memikirkan perasaanmu.”

Aigo hyung, dia bahkan baru empat bulan. Bagaimana bisa dia memikirkanku.” Kyuhyun tertawa pelan mendengar perkataan aneh Siwon. Ia meletakan tangan kanannya pada dahinya merasa ucapan Siwon benar-benar membuatnya tidak mengerti.

“Sayang. Kyuhyun-ah. Kau tau.” Siwon bangun dan duduk di pinggir ranjang lalu menarik kedua tangan Kyuhyun dan menggenggamnya.

“Kau mungkin dapat dengan mudah mengatakan bahwa kau baik-baik saja. Menyembunyikan segala kecemasan dan ketakutanmu dalam hatimu padaku dan orang lain. Tapi kau lupa saat ini ada makhluk kecil yang bergantung padamu. Hidup bersamamu. Memakan apa yang kau makan dan merasakan apa yang kau rasakan. Kau tidak dapat menyembunyikannya dari dia.”

Hyung kau ini kenapa. Aku tidak menyembunyikan apapun. Oh iya dimana umma tadi aku melihatnya.” Kyuhyun mengalihkan tatapannya tidak pada mata Siwon dan Siwon tahu pemuda itu sedang mengalihkan pembicaraan mereka.

“Dokter mengatakan padaku bahwa jika kondisi psikis seorang yang sedang hamil terganggu dan mengalami stress. Maka sang bayi juga akan mengalami stress dan mengakibatkan ia bergerak cepat, membuat sang ibu kram.Kondisinya juga melemah.”

“Jadi kau mau bilang ini semua salahku? Bayi ini sakit karenaku? Apa kau hanya memikirkannya saja? Hah?”

“Hey baby. Itu bukan salahmu? Tenanglah.” Siwon meraih pundak Kyuhyun dan memaksa pemuda itu menatapnya.”Aku hanya….”

“Kalau begitu kau saja yang mengandungnya! Aku tidak ingin menjadi pria aneh yang bisa hamil. Kau pasti akan merawatnya dengan baik tidak seperti aku. Aku tidak perlu takut bahwa orang-orang akan membenciku dan membenci keluarga kita. Aku tidak perlu takut jika mereka semakin menghina mu juga umma dan appaseperti saat kau menikahiku. Aku tidak perlu takut melihat diriku sendiri dengan perut buncit.”

Kyuhyun memberontak dengan memukuli tubuh Siwon pelan. Air mata mulai membanjiri wajahnya yang memerah dengan nafas terengah karena marah. Sedangkan Siwon terus memeluk Kyuhyun dan mengusap punggung Kyuhyun berusaha menenangkannya.

“Aku tidak perlu takut jika aku tidak bisa menjaganya dengan baik dan membuat kalian kecewa seperti saat ini. Aku juga tidak perlu takut apa aku bisa melahirkannya dengan selamat. Aku tidak perlu takut memikirkanapa aku bisa menjadi ibu yang baik untuknya hyung.”

Kyuhyun berhenti memukul Siwon dan beralih memeluk pria itu erat. Menangis sekencang-kencangnya meluapkan apa yang selama ini ada dalam pikirannya. Segala kecemasan dan ketakutan yang bersarang di dalam hatinya. Ia tidak bisa mengatakannya setiap melihat sinar kebahagiaan terpancar dari wajah Siwon dan orang tuanya. Namun secara tak sadar ia juga menyakiti dirinya sendiri. Ia tidak tahu kemana akal sehatnya hingga membuatnya bisa seperti ini.

“Aku takut jika besar nanti ia menyesal karena lahir dari seorang pria sepertiku. Aku takut mereka akan menghinanya dan menyakitinya. Aku takut hyung… aku…”

“Sstt… baby dengarlah.” Siwon melepaskan pelukannya dan menangkup wajah sembab Kyuhyun dan memaksa pemuda itu menatapnya.

“Maafkan aku yang tidak mengerti perasaanmu dan segala kekhawatiranmu. Tapi satu hal yang harus kau sadari dan kau ingat. Kau tidak sendiri sayang. Aku selalu bersamamu. Umma dan juga appa. Kami berulang kali mengatakan bahwa kami akan selalu di sisi mu apapun yang terjadi. Kita hadapi semuanya bersama. Kita. Bukan hanya kau.”

Siwon mengecup dahi Kyuhyun lama, lalu menghapus air mata Kyuhyun yang membentuk anak sungai kecil di kulit wajahnya yang memerah.

“Maafkan aku karena tidak memahamimu. Maafkan aku karena sempat menyangka bahwa kau tidak menginginkannya.”

Annie.” Kyuhyun memeluk perutnya erat. “Aku menginginkannya hyung. Aku sangat mencintainya hingga takut membuatnya menderita.”

Siwon tersenyum kecil saat Kyuhyun menghapus air matanya. Siwon tidak menyadari bahwa ia juga menangis.

“Dia juga menginginkanmu sayang. Jika tidak dia tidak akan bertahan sampai saat ini. Suatu saat dia akan tahu bahwa kau orang yang sangat baik, untuk itulah Tuhan menitipkannya kepadamu.”

Kyuhyun kembali memeluk Siwon erat dan menangis menyesali segala pemikirannya selama ini. Ia akan berjuang agar anaknya bisa lahir dengan selamat dan sehat, tumbuh menjadi anak yang cerdas dan membanggakan.

“Maafkan aku hyung. Mianhae.”

“Maafkan aku juga. Mulai sekarang kita hadapi semuanya bersama.” Kyuhyun mengangguk dalam pelukan Siwon.

Tiba-tiba saja pintu terbuka dan masuklah orang tua Kyuhyun dan Siwon. Nyonya Cho dan Nyonya Choi terlihat terisak dipelukan suaminya. Mereka mendengar semua yang Kyuhyun katakan saat mereka hendak masuk untuk melihat keadaan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah maafkan umma karena tidak bisa jadi ibu yang baik untukmu.” Nyonya Cho melepaskan pelukannya dan segera beralih memeluk Kyuhyun. “Maafkan umma sayang.”

Kyuhyun kembali menangis. Hari ini menjadi hari terbanyak ia menangis. “Annie. Umma tidak salah. Akulah yang belum dewasa dan selalu membuat umma khawatir. Mianhae.”

“Kau tidak perlu memikirkan orang-orang yang akan menghina atau membenci kami Kyuhyun-ah.” Tuan Choi mengeluarkan suaranya. “Kami lebih baik kehilangan mereka daripada kehilangan anak sekaligus cucu kami. Orang-orang seperti itu, yang merasa dirinya tidak pernah berbuat salah tidak pantas untuk diberikan simpati. Jadi buang semua pikiranmu itu. Apa yang Siwon katakan benar, kami akan selalu berada disisimu. Appa akan jadi kakek yang siaga.” Lanjut tuan Choi.

Ia terkekeh dengan kalimat terakhirnya membuat semua orang tertawa. Kyuhyun mengangguk dan tersenyum bahagia menatap ke dalam mata Siwon.

“Sekali lagi maafkan aku karena membuat kalian khawatir. Aku akan berjuang agar dapat membuatnya hidup dengan baik dan bahagia. Aku akan melakukan yang terbaik.”

Siwon tersenyum begitu juga dengan kedua orang tua itu. Satu persatu mereka bergantian memeluk Kyuhyun mencoba memberikan kekuatan untuk putra dan menantu mereka. Bagaimanapun perjalanan hidup mereka masih sangat panjang. Dan mereka akan selalu berada di sisi Siwon dan Kyuhyun. Mencoba memberikan masukan dan dorongan semangat untuk membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia.

.

.

.

“Aish ini tidak sama hyung! Kau terlalu banyak menuangkan gula. Ini terlalu manis. Kau mau membuatku diabetes oeh?”

Kyuhyun mendorong piring kue yang dicobanya ke arah Siwon dengan wajah kesal sambil mengelus perut buncitnya. Ini adalah piring dari kue ketiga yang Siwon buat. Kyuhyun memintanya membuat kue buatan ummanya yang ia makan sehari sebelum ia dinyatakan hamil dengan rasa yang harus sama persis dan harus Siwon yang buat.

Kue pertama Siwon mengakuinya bahwa ia gagal karena terlalu banyak memasukan tepung. Namun kue ketiga ini merupakan kue yang menurut Siwon sangat percis. Ia mengikuti setiap intruksi ibunya lewat ponsel dan mengukur semua bahan tepat sesuai takarannya. Namun Kyuhyun tetap tidak puas. Jika saja Kyuhyun tidak mengawasinya dengan duduk di kursi makan dan memperhatikannya memasak mungkin Siwon sudah berlari ke rumah ummanya dan membawa kue yang di buat ibunya ke hadapan Kyuhyun dengan begitu masalah ngidam Kyuhyun akan terselesaikan. Namun ia sama sekali tidak bisa berkutik.

Saat ini usia kandungan Kyuhyun memasuki bulan ke tujuh dan ia sedang dalam frase selalu menginginkan sesuatu, sedikit terlambat memang dan jika tidak dituruti maka ia akan melakukan silent treatment sampai keinginannya terkabul. Terkadang Siwon mengingikan saat dimana Kyuhyun tidak menginginkan apapun jika mengetahui hal seperti inilah yang akan terjadi. Namun memikirkan bahwa Kyuhyun pernah menyimpan semua perasaanya sendiri membuat Siwon kembali berpikir. Ia akan melakukan apapun yang ia bisa selama itu bisa membuat Kyuhyun tersenyum.

Terkadang Siwon akan tertawa mengingat semua yang pernah ia lakukan untuk memenuhi keinginan Kyuhyun. Termasuk saat ia harus berkeliling Seoul hanya untuk mencari buah manggis dengan mata sebanyak 10 dan 13 sesuai dengan tanggal pernikahan mereka 13 Oktober.

Bagaimanapun menemukan buah manggis sangat sulit saat bukan musimnya, ditambah dengan mata berjumlah 10 dan 13. Siwon menyerah dan menerima segala amukan Kyuhyun yang tetap menginginkanya mencari buah manggis. Namun untunglah semua berakhir saat tiba-tiba saja perut Kyuhyun keram membuatnya harus dibawa kerumah sakit. Bukannya Siwon senang jika Kyuhyun sakit. Hanya saja keadaan tersebut terjadi karena Kyuhyun terlalu bersemangat memarahi Siwon dan membuat bayi mereka bergerak cepat. Dan itu membuat Kyuhyun melupakan keinginannya. Siwon sangat berterima kasih pada anaknya saat itu.

Siwon menghela nafas pasrah. Terigu dan telor mengotori wajah tampannya, tangan, pakaian juga apron pink yang digunakannya. Ia menarik nafas dan menghembuskannya kembali berusaha menenangkan pikirannya. Kau harus sabar Siwon-ah.

“Sayang. Ini sudah pas cobalah sedikit lagi.” Bujuk Siwon.

Annie.”

“Tapi…”

“Bagaimana Siwonnie?”

Siwon dan Kyuhyun menoleh dan melihat nyonya Choi masuk mendekati mereka.

Umma.” Ucap Siwon dan Kyuhyun bersamaan namun tidak diindahkan oleh nyonya Choi.

Ia mengambil sendok dan mengambil potongan kue buatan Siwon yang tadi Siwon berikan kepada Kyuhyun dan mencobanya. Ia tersenyum lalu duduk di samping Kyuhyun.

“Sayang, umma rasa Siwon berhasil. Ini sangat mirip dengan buatan umma.” Ucap nyonya Choi. Sebenarnya tidak terlalu mirip namun rasanya pas dan tidak aneh. Nyonya Choi hanya berusaha membujuk Kyuhyun.

“Benarkah?” Tanya Kyuhyun ragu. “Menurutku ini terlalu manis.”

Annie menurut umma kau lebih manis.” Wajah Kyuhyun memerah mendengar ucapan nyonya Choi. Salah satu dari banyak hal yang Siwon sukai karena kehamilan Kyuhyun. Ia sangat mudah tersipu.

“Kalau begitu Hyung tolong letakan di kulkas. Aku akan memakannya nanti.”

Ne?” Nyonya Choi memberikan kode lewat matanya kepada Siwon agar segera melakukannya. “Ah ne aku akan meletakannya di kulkas.” Jawab Siwon lega. Ia lalu melakukan apa yang di pinta Kyuhyun.

“Kyunnie.” Panggil nyonya Choi.

Ne.”

“Mau temani umma jalan-jalan? Disekitar taman saja. Umma merindukannya.” Ucap nyonya Choi dengan mengelus perut buncit Kyuhyun.

“Ah ne. Tentu saja.” Kyuhyun mengangguk dan menyusul berdiri di bantu Siwon yang sudah bersiap memakaikan sweeter kepada Kyuhyun. “Kau jelek sekali hyung!” Ucap Kyuhyun saat melihat wajah Siwon yang penuh tepung membuat Siwon dan nyonya Choi tertawa.

“Dan janga lupa bersihkan ini semua!” Kyuhyun mengedarkan pandangannya pada dapur yang berantakan dan kotor. “Kau menghancurkan dapurku!”

Siwon tersenyum dan melakukan hormat pada Kyuhyun. “Baik sayang. Kau tidak perlu khawatir.” Ucap Siwon.

Kyuhyun tertawa dan memberikan senuah kecupan pada bibir Siwon sebelum berjalan bersisihan degan Nyonya choi. Siwon menghembuskan nafas lega karena misi kali ini selesai dengan bantuan ibunya.

“Istirahatlah.”

Siwon mengangguk membaca gerakan bibir ibunya. Lalu a mengambil ponselnya dan melakukan selca. “Ini akan jadi kenangan yang indah.” Siwon tertawa lalu segera membersihkan semua kekacauan di dapur. Agar ia bisa cepat beristirahat.

.

.

.

“Aish kau terlalu pelan hyung! Tidak terasa. Lebih kencang sedikit.”

Ne sayang.”

Siwon sedang memijat kaki Kyuhyun di ranjang karena pemuda itu merasa seluruh badannya sakit dan pegal. Padahal Kyuhyun tidak melakukan apapun. Ia hanya melakukan olah raga ringan. Namun Siwon selalu mengingat ucapan ibu dan mertuanya untuk tidak membantah ibu hamil. Ia menghela nafas dan mencoba memijat kaki Kyuhyun yang sedang bermain PS agak kencang.

“Ya! Itu terlalu keras hyung! Kau mau mematahkan kakiku? Kalau tidak mau melakukannya bilang saja jangan seperti ini.”

Siwon terdiam mendengar Kyuhyun meneriakinya padahal menurutnya tidak terlalu keras. Ia menatap pemuda itu dengan nafas tertahan. Siwon menghirup nafas lalu menghembuskannya perlahan untuk menenangkan dirinya. Kau harus sabar Siwon.

“Kenapa menatapku seperti itu? Kau marah?” Tanya Kyuhyun kembali dengan wajah merah.

Annie.”

“Kalau begitu kau saja yang hamil. Kau tidak tahu kan susahnya berjalan dengan perut buncit dan kaki yang bengkak. Bahkan tidur dengan posisi yang nyaman saja sulit. Kau hanya perlu memijat kakiku apa sangat sulit?”

“Sayang, maafkan aku karena tidak memahamimu. Aku akan memijatnya sekali lagi dengan lembut. Bagaimana? Maafkan aku?”

Siwon tersenyum tulus. Bagaimanapun ini masa yang sangat sulit untuk Kyuhyun. Usia kandungannya memasuki masa akhir dan Siwon yakin pemuda itu sangat khawatir dengan proses persalinan.

“Aish. Mengapa kau selalu minta maaf? Kau tahu ini bukan salahmu. Annie. Ini memang salahmu, karena kau yang membuatku hamil.”

Kyuhyun membaringkan tubuhnya dan tidur menyamping membelakangi Siwon yang saat ini terkekeh. Sebenarnya Kyuhyyn menyesal berbicara kepada Siwon seperti itu dan menyuruhnya melakukan hal-hal aneh padahal pria itu pasti sangat lelah setelah bekerja seharian. Namun Kyuhyun tidak bisa menahan sisi sensitifnya jika apa yang Siwon lakukan selalu salah di matanya. Walau pria itu hanya akan tersenyum penuh pengertian membuat Kyuhyun merasa bersalah setelahnya.

Mianhae Hyung.” Ucap Kyuhyun pelan namun Siwon masih bisa mendengarnya.

Dengan perlahan Siwon menarik selimut untuk menutupi tubuh Kyuhyun dan mengecup kepala pemuda itu penuh sayang.

“Aku mencintaimu.”

Nado

원❤규

Kyuhyun memandangi wajah Siwon yang kini terlelap menghadapnya. Ia menyentuh alis Siwon dengan telunjuknya mengikuti garis dengan bulu tebal berwarna hitam itu. Kyuhyun tertawa pelan saat alis Siwon bergerak karena merasa terganggu.

Kemudian Kyuhyun menurunkan telunjuknya pada hidung mancung Siwon. Hidung yang sangat ia sukai saat bersentuhan dengan hidungnya sendiri. Kemudian turun ke bibir Siwon yang sangat ia sukai saat mengecupnya. Kyuhyun kembali tertawa dan mengecup bibir Siwon singkat. Hal yang membuat pria itu akhirnya membuka matanya.

“Sayang ini sudah malam. Tidurlah. Kau bisa sakit.” Ucap Siwon dengan suara serak memandang mata bulat Kyuhyun yang menatapnya sambil tersenyum.

“Aku tidak bisa tidur hyung. Ia ingin bermain denganmu.” Kyuhyun menepuk perutnya pelan. Awalnya ia memang tidak bisa tidur karena bayinya terus bergerak. Namun setelah ia bermain dengan wajah Siwon bayinya berhenti bergerak. Jadi ia menyimpulkannya seperti itu.

“Benarkah?”

Ne.” Jawa Kyuhyun yang merubah posisi tubuhnya dengan duduk bersandar pada head board ranjang.

Siwon bangun lalu menempatkan bantal di belakang Kyuhyun agar pemuda itu merasa nyaman. Ia melirik jam di nakas yang menunjukan pukul tiga pagi.

“Sapa dia hyung.”

Ne. Sepertinya ia marah karena sebelum tidur aku tidak menyapanya.”

“Itu karena kau sangat lelah hyung.”

Siwon tersenyum dan menelungkupkan tubuhnya menghadap perut Kyuhyun lalu menarik piyama Kyuhyun hingga dada sehingga ia bisa memandang perut Kyuhyun yang membuncit sempurna. Kulit putihnya membuat gurat hijau atau urat sangat terlihat jelas. Siwon sangat suka memandangnya. Kyuhyun yang melihatnya hanya tersenyum penuh haru.

Perlahan tangan besar Siwon menyentuh perut Kyuhyun dan ia langsung bisa merasakan sesuatu seperti menyentuhnya dengan tendangan kecil. Makhluk kecil di dalam perut Kyuhyun sepertinya terkena insomnia.

Aigo lihatlah dia menendang dengan keras.” Ucap Kyuhyun.

“Apa sakit?”

Annie. Hanya bahagia.”

Siwon tertawa pelan lalu kembali mengusap perut Kyuhyun dan menciumnya. Ia selalu takjub setiap buah hatinya menunjukan kehadirannya. Rasanya sangat menyenangkan. Bahkan Siwon menangis saat pertama kali merasakannya tendangan pertama buah hatinya.

“Baby.”

Ne.” Jawab Kyuhyun dengan mata terpejam. Ia selalu menyukai sentuhan Siwon di perutnya.

“Terima kasih karena telah bertahan hingga saat ini.”

“Ini menyenangkan hyung. Dan aku sangat bahagia, walau aku masih khawatir apakah bisa melahirkannya dengan selamat.”

Siwon menggenggam tangan Kyuhyun berusaha memberikan kekuatannya. “Tenanglah. Aku selalu berada di sisimu.”

Untuk beberapa menit keduanya terdiam menikmati keheningan malam dan keberadaan diri satu sama lain. Hingga mata Kyuhyun terbuka dan menatap Siwon intens.

Hyung sudah lama kita tidak melakukannya.”

Mwo? Apa maksudmu baby?

Kyuhyun tidak menjawab. Ia membuka kancing piyamanya hingga membuatnya setengan telanjang, memperlihatkan dadanya yang putih dan lebih berisi meskipun tidak ada air susunya. Kyuhyun memang bisa mengandung namun ia tidak bisa menghasilkan ASI.

Hanya saja putingnya mejadi sedikit lebih besar dan sensitif. Terutama di awal kehamilannya membuat ia uring-uringan karena sakit.

“Ayo hyung kenapa dia saja?” Kyuhyun menunjuk putingnya kepada Siwon dengan pandangannya.

Siwon yang melihatnya hanya mampu menelan ludah. Ia sudah sangat gatal ingin memasukan puting yang seolah menantangnya itu kedalam mulutnya. Menghisap dan menjilatinya. Namun ia khawatir tidak bisa menahan dirinya dan melakukan hal lebih dari ini.

Memang menurut dokter bagus melakukannya saat usia kehamilan mendekati kelahiran namun tetap saja Kyuhyun harus istirahat.

Hyung.”

Siwon menoleh dan menatap mata Kyuhyun yang memandangnya bertanya. Akhirnya Siwon memajukan tubuhnya. Ia menggunakan tangan kanannya untuk mengusap dada Kyuhyun perlahan dan menyentuh putingnya. Lalu menciumnya perlahan sebelum memasukannya kedalam mulutnya.

Kyuhyun tersenyum bahagia dan mengusap rambut Siwon. Ia memejamkan matanya dan menggigit pelan bibir bawahnya menahan desahan saat merasakan lidah basah Siwon bermain di putingnya. Sebelum ia merasakan sakit yang sangat tidak tertahankan di perutnya

Omo! Hyung! Sepertinya ia mau keluar!”

.

.

.

Aigo kau cantik seperti mommy.”

Siwon memandang gemas wajah putrinya dalam gendongannya. Mata bulatnya yang seperti boneka mengingatkannya pada Kyuhyun, juga kulit putih dan bibir merahnya.

“Ya! Hyung jangan mengajari anak-anakku dengan panggilan mommy! Aku ini namja.” Ucap Kyuhyun sinis. Ia lalu menghampiri Siwon yang sedang duduk di ranjang dengan menggendong bayi perempuan mereka.

“Dengar tampan kau tidak boleh mendengarkan ucapan daddy. Appa tidak senang mendengarnya.”

Kyuhyun mencium dahi mungil bayi laki-laki dalam gendongannya. Alis hitam tebalnya sangat mirip dengan Siwon juga hidung mancungnya. Dan jangan lupakan dimpel kecil yang walau tidak terlalu terlihat akan membuat putranya sama persis dengan Choi Siwon jika dia sudah tumbuh dan besar.

Aigo. Bukankah mommy lebih cocok untukmu sayang?”

Kyuhyun hanya mendesis sinis. Lalu memperhatikan putrinya yang mulai memejamkan matanya. “Sepertinya ia mengantuk hyung.”

Siwon menyentuh pelan pipi gempal putrinya dan tersenyum. Lalu ia berdiri dan meletakan putrinya ke dalam box bayi. Kyuhyun pun mengikuti Siwon dan meletakan putranya di samping adik perempuanya karena ia tidak berhenti menguap. Lalu menepuk pelan pahanya agar putranya tertidur.

“Mimpi indah Choi Jinho dan Choi Jihyun. Kami selalu mendoakanmu.” Kyuhyun mengecup pelan kedua pipi putra-putrinya.

Siwon yang melihatnya tersenyum lalu melingkarkan kedua tanganya di pinggang Kyuhyun. Memeluk pemuda itu dari belakang. Kyuhyun membalasnya dengan meletakan kedua tangannya di atas tangan Siwon dan menyandarkan tubuhnya pada dada Siwon.

“Kau bahagia baby?”

“Sangat.”

Sebulan lalu Kyuhyun melakukan operasi cesar dengan keadaan setengah sadar. Ia tidak benar-benar dibius secara total. Jadi ia bisa merasakan dinginnya pisau bedah saat pertama kali menyentuh kulitnya. Dan rasa sakit itu masih terasa hingga saat ini. Kyuhyun tahu bagaimana ibunya melahirkan dengan bertaruh nyawa walau tidak hampir sama. Ia merasa bersalah karena selama ini selalu menyusahkan ibunya.

Kyuhyun melahirkan bayi kembar dengan jenis kelamin berbeda. Choi Jinho putra pertama mereka lahir dengan selamat dan sehat. Sementara Choi Jihyun putrinya lahir 5 menit kemudian karena Kyuhyun pendarahan dan harus menerima transpusi darah terlebih dahulu untuk melanjutkan operasi.

Siwon yang saat itu menemani Kyuhyun diruang operasi menggendong kedua bayinya bergantian saat masih berlumuran darah dan ia tidak bisa menahan tangis harunya melihat makhluk mungil yang menangis kencang di dalam gendongannya. Rasanya apa yang ia lakukan selama ini ternyata tidak sepadan dengan apa yang terjadi saat itu. Ia masih harus berjuang membesarkan putra-putrinya agar dapat tumbuh dengan baik dan menjadi kebanggan bagi orang tua, kakek nenek dan kehidupannya di masa mendatang.

“Aku juga sangat bahagia. Terima kasih karena bersedia melahirkan putra dan putri kecil kita dengan selamat.”

Kyuhyun tersenyum dan kembali memandang bayi kembarnya yang juga tersenyum dalam tidurnya. Lagi keduanya bertahan dengan posisi seperti itu untuk beberapa saat menikmati hembusan nafas tenang bayi kembar mereka yang kini menjadi nafas Siwon dan Kyuhyun. Hingga tiba-tiba saja Siwon mengecup leher Kyuhyun pelan.

“Kalau begitu sayang, bisakah dua atau tiga tahun lagi kita menambahnya jadi empat?” Bisik Siwon.

Mwo?!”

Kyuhyun melepaskan pelukan Siwon dan menatap tajam pria yang kini tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang Kyuhyun yakin tidak gatal. Memangnya mengandung dan melahirkan semudah mereka membuatnya.

“Kau saja yang mengandung Siwon-ssi.” Ucap Kyuhyun ketus lalu meninggalkan kamar mereka.

Siwon hanya tertawa dengan menutup mulutnya, takut membuat tidur anak-anaknya terganggu. Namun setelahnya ia berhenti tertawa saat tiba-tiba Kyuhyun muncul kembali di balik pintu dengan senyum lebar.

“Untuk seminggu ke depan kau tidur di sofa Siwon-ssi.”

Lalu pintu kembali tertutup meninggalkan Siwon yang terpaku dengan wajah bodoh. Saat tersadar ia langsung berlari menghampiri Kyuhyun yang sedang membersihkan dapur.

“Ya…ya… baby maafkan aku.”

Annie

“Yak! Baby kau tau kan aku tidak bisa tidur nyenyak jika tidak memelukmu.”

“Itu masalahmu Siwon-ssi.”

“Memangnya kau tahan tidak berada di bawah ku selama seminggu sayang.”

“Kau tidak perlu khawatir sayang. Aku bisa mengatasinya.”

“Aku tidak akan membantumu menjaga si kembar.”

“Kalau begitu jangan temui mereka.”

“Ya! Sayang. Kau tega sekali.”

“Kau baru tahu Siwon-ssi.”

.

.

.

E.N.D

.

.

.

Note:*ini bisa di skip*

10.000+++ words dengan hamper 85 hal….. fiuh… *ganjel jari* semoga gak ada yang bosen dan pusing bacanya. Ini adalah FF terpanjang yang aku buat hanya dalam waktu sekitar 1 minggu itu juga gak full… mau di bagi 2 bingung motongnya di mana… so bablas ajah di upload semuanya. Hamper mendekati skripsinya ryunee… XDDDDD

Maaf kalo ada kata-kata yang aneh dan janggal… sorry for typo… seinget aku udah berkali-kali aku cek… tapi aku hanya manusia bodoh… #eh manusia biasa bukan serigala apalagi vampir… 😂😂😂😂

Untuk scene tentang niple Kyu adalah hasil obrolan gaje bareng tetua di grup yang ngebahas video Siwon yang gatel megang2 dada Kyu… dan Kyu yang anteng ajah di cemek2 Siwon… #plakk mau naikin rate tapi jari aku keburu pegel, gak jadi deh…..👿😂😁

aduh Siwon kamu ganteng2 tapi demennya yang masih pake miniset… sini sama aku yang udah pake beha walo gak gede2 banget…. #duar *ditimpuk masa*😇😇

Temanya juga umum, tapi kalo nulis sendiri tetep ajah susah… Mian kalo ada kalimat yang berulang dan tidak nyambung….. di situ kadang saya merasa tidak enak…. #jeder

Paling suka sebenernya nyiksa Siwon, tapi berhubung jari dah mulai keriting jadi dah sigini ajah….

Awalnya gak mau bikin m-preg, tapi entah kenapa itu adalah delu saya yang paling susah untuk jadi kenyataan makanya saya wujudin dalam dunia FF…. hahahahahaha…. Udah gitu beberapa waktu ada moment siwon ngelus2 perut kyu jadinya kan nunna gatel…. LoL

Thanks buat readers yang udah mau baca dan koments di ff aku juga ff dari author lain di wkc…

Tolong selalu dukung mereka dengan menuliskan sesuatu di kolom komentar. Tidak perlu panjang hanya beberapa kata saja sudah cukup, agar aku dan authors disini tau bahwa selalu ada yang baca dan berkunjung ke WKC…

Aku memang jarang balas koment, tapi selalu aku baca setiap koment kalian yang masuk dan itu bikin aku tetap semangat…

Jangan lupa kalo kita ada event… aku tau beberapa reader juga adalah author dirumah mereka masing2… jadi di tunggu partisipasinya….

Ommo serius ini panjang ajah ocehan aku… udah ah…

Last but not least…

See you next time and keep spreading WonKyu Love !!! ❤

Annyeong~~~~

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

56 thoughts on “For You

  1. Bayix kembar wah umma dan appa choi dan cho seneng bgt pastinya…
    Selamat wonkyu….
    nuna buat lanjutanx lagi dong…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s