Posted in BL, Drama, Romance

Tentang kamu – part 2

Tentang Kamu – Part 2

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
Berikan cinta kalian dengan komentar
.
.
.

Sekarang disinilah Siwon dan Kyuhyun. Terperangkap dalam tumpukan buku-buku itu. Bagimana ruangan ini bisa menjadi neraka buat Kyuhyun dan surga untuk Siwon…? Mereka memilik sifat yang bertolak belakang namun saling mengisi kekurangan baik kelebihan. Tak ada iri ketika Siwon di juluki pria tertampan, kaya dan pandai. Dia merasa juga pandai, kaya dan tampan walau semua bilang Kyuhyun pemalas dan cantik.

” Wonnie…” bisiknya tetap di daun telinga kekasihnya, ” Aku lapar…” ucapnya lagi.

” Bukan kau sudah makan siang tadi.” jawab Siwon dengan lirih. ” Dan cemilan sebelum kita kemari..” lanjutnya.

” Tapi sekarang aku lapar Wonnie. Kau tak kasihan dengan cacing-cacing di perutku yang sudah bersolo.” rengeknya.

” Bila itu keinginan baby kita pasti aku akan mewujudkannya. Kalau cuma cacing… suruh dia bertahan.” candanya.

Kyu sontak memukul lengan Siwon, ” Yah!! kau…” kesalnya lalu pria cantik itu pun memplout bibirnya. Siwon tersenyum manis dan membelai pipi gembul yang memerah. Dia selalu menikmati setiap polah kekasihnya yang merajuk terhadapnya.

” Ehemm!!!”

Suara itu sontak membuyarkan pandangan mereka.

” Setidaknya jangan lupakan aku dan pengujung perpustakaan yang lainnya. Wonnie…” goda Stella.

Kyu memicingkan mata menatap sebal pada teman akrap kekasihnya itu. Kadang dia suka curiga pada pandangan wanita itu pada kekasihnya. Namun baik Siwon atau Stella mengelak bila mereka memiliki rasa. Bahkan sebagian dari teman-teman lama Siwon dan Stella mempertanyaakn kenapa sampai sekarang mereka tak pernah menjalin hubungan lebih seperti yang terlihat?Stella lebih manis bila di jadikan teman. Mana ada pencuri mengaku, penjara penuh. Itulah pikiran cantik Kyuhyun.

” Baiklah!!! Tunggu aku disini aku akan carikan makanan di kantin.” kata Siwon yang langsung berdiri.

” Jangan…” sontak Siwon menghentikan langkanya, ” Aku mau pizza..”

” Bukan itu lebih mudah…’ sambung Stella.

Siwon pun segera mengambil ponselnya dan … ” Aku ingin makan disana…”

Siwon pun hanya tersenyum dan membelai wajah pucat kekasihnya, ” Baiklah!!! Stella kau…”

Gadis itu langsung berdiri, ” Baiklah Oppa aku pulang saja. ” Stella pun bangkit, ” Ahh, Kyu cobalah untuk berpikir memakan sayuran…”

Kyu mengangguk dengan tersenyum kecil. Ahh.. dasar ular betina kau hanya ingin mengkatakan aku gendut bukan.Umpatnya dalam hati sambil memandangnya pergi menjahui mereka.

” Kita berangkat sekarang.” suara itu membuyarkan lamunan pemuda mbul itu. Melirik sekilas dengan tatapan tajam, ” Ayo!!” kali ini tangan kekar itu meraih pinggang pemuda itu.

” Lepaskan!!” sentaknya lalu pergi menjauh. Siwon mengaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal. Kenapa kekasihnya susah sekali di tebak? Ahh.. pasti setelah ini dia akan di acuhkan.

*******
.
.
.

” Sudah aku bilang jangan pesan terlalu banyak. Sekarang kau mengeluh perutmu sakit.”

” Ck. Bilang saja kau takut uangmu habis…”

“Bukanya aku pelit aku selalu membelikan semua apa yang kau mau. Tapi jangan berlebihan. Aku tak suka melihatmu ke sakitan.”

“Bilang saja jangan tambah gembul dan kau tak kuat mengendongku…” omelnya namun tanpa menatap kekasihnya.

” Cho Kyuhyun…”

” Terserah kau mau bilang apa, aku tak perduli.” sergahnya lalu kembali memejamkan mata. Siwon paling benci dengan ke adaan ini. Pemuda ini akan berbinar ketika di hadapkan makanan namun bila makanan itu habis berarti habis pula senyuman manisnya.

Audi hitam itu berhenti di depan rumah keluarga Cho. terlihat satpam membukakan pintu gerbang.

” Aku mau turun disini…” perintahnya. Sontak pemuda tampan berlesung pipi itu menghentikan mobilnya seketika. Menghela nafas karna dia tahu akhirnya.

” Kau nampak lebih berat dari terakhir aku mengendongmu…” gerutu Siwon.

Kyuhyun semakin semakin menengelamkan diri di leher sang kekasih.

” Bilang saja kalau aku tambah gembul. Semua juga bilang begitu…”

Siwon tertawa, ” Baby mbul. Manis juga… tapi kalau menurutku hanya hanya tambah berisi. Aku merasa hangat di punggungku…” godanya.

” YAH!!”

” Aw!! Jangan berteriak di depan telingaku, baby.”

” Biar kau tuli jadi tak akan ada yang menyukaimu dan kau akan mengemis cinta padaku…”

” Bukan selalu aku lakukan, baby..”

” Cih!!!” Siwon hanya tersenyum, ” Wonnie…”

” Uhmmm!!!”

” Apa yang kau sukai dariku?”

” Entahlah!! Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa menjadi kekasih pemuda gembul ini.”

” YAH!!”

” Kau bener-benar ingin membuatku tuli, baby.”

Kyu memplout bibirnya, ” Aku hanya ingin mengikuti hatiku saja, baby. Kadang kita tak punya alasan kenapa kita mencintai orang tersebut. Karna aku takut pada akhirnya akan membuatku meninggalkanmu. Oleh karena itu aku tak tahu…”

Hening!!!

Namun kaki Siwon masih melangkah walau sedikit terseok karna beratnya tak cukup di bilang ringan. Sedangkan Kyu tersenyum semakin mempererat pelukan di leher kekasihnya.

” Kyunnie sayang Wonnie..” bisiknya lirih dengan semu merah di kedua pipinya.

Siwon terseyum kecil, ” Wonnie bahkan tak tahu mengunakan kalimat apa untuk membalas kata sayang dari Kyunnie karna perasan wonnie pada Kyunnie lebih dari kata cinta.”

” Pembual.”

” Entah kenapa kata pedas itu terdengar sepertii pujian.”

Kyu hanya tersenyum dan tak menjawab. Dia benar-benar harus memperiksakan dirinya ke dokter. Suasana kembali hening dan kaki kokoh itu semakin dekat dengan pintu. Jujur meski lelah pria berlesung pipi ini begitu menyukai ke adaan ini.

” Ahh, Siwon-ah kenapa adikku…” terlihat Cho kibum berdiri seketika melihat adiknya berada di gendongan kekasihnya.

Siwon hanya tersenyum.

” Apa kau tak lelah membawa karung beras, Siwon.” suara wanita paru baya itu membuat Kyu merengut.

” Yah!! Umma aku anakmu…” sentak pria cantik itu. Siwon lagi-lagi harus menerima suara keras itu hanya diam.

” Tapi aku melihat sebuah karung.”

” Sayang…” Wanita paru baya itu menahan seyum ketika suaminya membelai punggungnya.

” Sudahlah!!! Aku tahu kau lelah Siwon. Segera bawa masuk kantung beras itu ke dalam.”

Siwon sedikit membungkukkan kepala lalu kembali melangkah melintasi anak-anak tangga untuk sampai di kamar kekasihnya.

” Kadang aku iri pada adikku.” guman Kibum.

” Tapi kau kalah pesona dengan adik gembulmu.” jawab Cho Heachul.

Kibum hanya memplout bibirnya. Andai dia tahu hampir mempunyai kesempatan itu. Namun benar kata Cho Heachul dia kalah dengan pesona adiknya.

*******
.
.
.
.

Hari ini Siwon datang sendiri ke kampus karna kekasih cantiknya sedang asik berkencan dengan kekasih tercintanya. Dia mulai di abaikan kembali setelah tugas kampus mulai sedikit rampung. Ingin sekali dia menariknya kembali kedekapanya dan seolah melupakan sakit pinggangnya. Namun dia tak mungkin bisa melakukan itu…

Drrtt…Drrtt…

Siwon yang sedang asik bermain basket menghentikan permainannya.

” Yoboseyo?”

” Aku membencimu.”

” Hah, Baby…”

Klik!! Sambungan telpon tertutup. Siwon memejamkan mata. Matilah dia.

” Siwon ada apa?’ tanya Yunho.

” Yun, kau bilang apa pada Changmin…”
Pemuda itu hanya tersenyum kecil dan di sambut dengan dengusan Siwon.

******
.
.
.
.

Pagi indah hampiri kamar yang super berantakan itu. Tumpukan buku berserakan di mana-mana bersama baju, sepatu dan entah apa lagi. Selimut tebal itu masih menghangatkan tubuhnya. Ribuan mimpi indah berhambur senyuman manis dari sang fajar. Cahaya matahari masih mengambang di antara kabut-kabut pagi. Nafas bumi masih belum sepenuhnya tercemar. Elok rupa wajah sang namja ketika pertama kali membuka mata dengan senyuman mematikan karna terganggu bunyi pesan.

From : Wonnie Pabbo
” Morning Baby. I Miss U”

Mata memutar malas.

To : Wonnie Pabbo
” Aku membencimu. Kenapa kau menghubungiku? hate you.”

Selang beberapa menit…

From : Wonnie Pabbo
” Aku mencintaimu, baby.”

Kyuhyun terkikik lalu bangun dari ranjangnya menuju kamar mandi tanpa membalas pesan Siwon.

*********
.
.
.
.

” Sayang kamu belum berangkat.” wanita paru baya itu menghampiri anaknya yang masih duduk manis di sofa tamu sambil bermain ponselnya. Pemuda manis itu tak menjawab, ” Tak biasanya Siwon datang terlambat menjemputmu?”

” Dia pabbo umma.” kesalnya dengan wajah yang memerah.

Heachul hanya menghela nafas. Kyu dalam mode on kesal itu sama mengerikannya dengan dirinya. Wanita itu mengusap lembur rambut coklatnya.

” Tak coba tanyakan dulu…”

” Aku membencinya..” ucapnya serius.

” Lalu kenapa kau masih menunggunya disni.” godanya.

” Baik. Aku pergi.” pria cantik itu segera meraih tas punggungnya dan berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya.

” Tak perlu aku panggilkan pak Kim.” tanya Heachul.

” Tidak. Aku bisa berangkat sendiri.” teriknya sebelum menghilang di balik pintu. Heachul hanya tersenyum lembut. Dia tahu anaknya mencinta pria tampan itu walau lebih suka jual mahal. Tapi apa nyakin Dia akan naik angkutan umum?

*******
.
.
.
.

” Kau nyakin tak apa?” tanya Siwon resah melihat gadis cantik berwajah pucat sedang berada dalam pelukannya. Gadis cantik itu pun mengangguk, ” Tapi wajahmu pucat? Lebih baik aku antar kau pulang, Stella?’ khawatirnya.

Gadis itu mengelengkan kepala, ” Aku benar-benar tak apa? Kau tahu bukan aku bukan wanita lemah?’

” Aku tahu..aku tahu… tapi jangan paksakan dirimu sendiri. Manusia juga punya batas.”

Stella tersenyum. Dia beruntung memiliki teman sebaik Siwon. Andai dia bisa berharap lebih, ” Tapi aku terlatih untuk kuat oppa. Kau tahu bukan aku harus siap menghadapai kemungkinan apa pun?” dia tertunduk lemah.

” Jangan terlalu memvonis. Aku antar kau ke ruang kesehatan. Bagimana?’

Gadis itu mengangguk lalu berusaha berdiri namun gagal.

” Awww…”

Spontan Siwon membopongnya dan berjalan melintasi kampus. Terlihat Changmin dan Eunhyuk berjalan berlawan arah. Siwon bahkan tak melihat dia hanya terfokus pada Stella yang melingkarkan tangan di lehernya.

” Kemana bocah gembul itu?’ tanya Changmin. Eunhyuk hanya mengelangkan kepala, ” Bisa mati kepanasan dia melihat itu semua.” tambahnya.

” Karna itu jaga mulut embermu.” sentak Eunhyuk yang matanya masih tertuju pada punggung Siwon, ” Apa kau nyakin mereka hanya sebatas teman?”

Changmin buru-buru menelan makanannya, ” Kata Yunho Hyung mereka memang berteman sejak kecil.” jawabnya. ” Dan ke dekatan mereka seperti sodara kembar.”

” Tapi aku tak mengerti persahabatan macam apa itu? Tapi apa mungkin? Kau tak lihat? Aku dan Donghae juga teman baik sejak kita bangku sekolah. Lama-lama kita menyadari perasaan kita.” terang Eunhyuk. ”

” Kau pikir aku tahu… menjelaskan pada Kyuhyun sama saja mencari mati. Kau tahu bocah itu memiliki emosi yang tak stabil. Bisa-bisa Siwon Hyung tak mentraktirku makan lagi…”

” Kau masih memikirkan itu?’

” Tidak juga. Aku hanya sedang tak ingin membandingkan mereka berdua.”

” Maksudmu?’

” Lihatlah!!! Stella bagimana dia memilik sikap dewasa dan mandiri. Dia sudah mampu menangani tender perusahaannya sedangkan Kyu… ”

” Apa mungkin mereka bisa bertahan? Tapi orang Tua Kyu bersahabat dekat.”

” Dan kau tahu Stella… dia dekat dengan semua lebih dahulu dari Kyu…”

” Lalu…”

” Entahlah!!! itu tergantung pada Kyu…” ucapnya acuh sambil kembali melahap sisa roti isinya. Eunhyuk hanya menghela nafas lalu kembali berjalan ke kelas. Sepasang lelehan karamel itu masih mematung di tempat. Sejak tadi dia berdiri di balik dinding itu menyaksikan semua dan mendengar semua.

*******
.
.
.
.
Langkah kaki terhenti di pintu kesehatan. Kepalanya menunduk melihat bagimana perhatiannya pria sempurna itu pada wanita yang nyaris tak memiliki cacat. Kyu menghela nafas lalu mengembungkan pipinya berusaha menahan air matanya. Kaki berjalan menjauh namun sepasang mata mata kelam itu menangkap bayangan itu. Siwon heran tak biasanya kekasihnya tak langsung masuk menghampirinya bila melihat dia berduaan dengan sahabatnya.

” Hai…” pemuda berlesung pipi itu meraih lengan kekasihnya. Kyu masih membantu dengan kepala tertunduk, ” Baby… kenapa tak bilang bila kau datang ke kampus…” Siwon membelai wajah pucat itu dengan lembut. ” Maaf… aku tak bermaksud membuatmu marah.. hanya saja ketika Yunho memaksaku…” ucapan Siwon terhenti ketika menatap kediaman Kyu. ” Kau sakit sayang…” kali ini dia menyentuh keningnya. Kyu menyingkirkan tangan Siwon lalu berjalan menjauhinya. Tidak biasanya babynya marah selama ini. Apalagi tadi pagi dia masih membalas pesannya.

” Berhenti mengikuti CHOI SIWON…” sentak Kyuhyun.

” Siwonnie…” ulang Siwon sambil melempar senyum terbaiknya. ” Kau kenapa? Apa sedang datang bulan?” godanya.

” Berhenti menganggapku wanita karna aku pria.” ucapnya dengan nada tinggi dan kesal.

Siwon mengerutkan keningnya. Alisnya menyatu membawa kesan seram namun dia benar-benar tak mengerti. Hanya karna Siwon bilang dia sakit pinggang karna mengendongnya dia marah besar.

” Kau ini kenapa baby? aku hanya bercanda… aku tahu kau pria… dan kau pria termanis dan tercantik yang aku miliki. Milik Choi Siwon…” Siwon tak ingin membuat kekasihnya semakin marah dan membelai wajah kekasihnya dengan lembut.

” TAPI BERCANDAMU TAK LUCU…” teriaknya lalu dia berlari begitu saja. Siwon sontak mengejarnya.
.
.
.
Kali ini mereka berdiri di halte. Siwon meraih jemari kekasihnya dan mencium punggung tangannya.

” Kenapa kau kemari? Aku membawa mobil sayang?” tanya Siwon. Biasanya bila seperti ini dia tetap akan naik ke mobilnya tapi kali ini…

” Lepaskan tanganku!!!” teriaknya.

” Hari ini cukup ya berteriaknya. Aku tak mau kau sakit. Kita kembali ke kampus dan kita pulang. Hmm..aku lupa bukan besok kau ada janji dengan Changmin untuk menghandiri peluncuran game terbaru…”

Inilah Siwon. Selalu mampu bersikap dewasa dan membuat bocah gembul ini terlihat seperti adiknya daripada kekasihnya. Namun dia menikmatinya.

” Aku bisa pulang sendiri.”

” Baiklah!!! Tapi jangan naik bus. Aku panggilkan taksi.” jawabnya.

” Tidak. Aku mau naik Bus.”

” Tidak.Aku tak ingin ada orang yang melukaimu lagi…” kali ini suara Siwon sedikit tinggi. Cukup sekali dia melihat kekasihnya di lecehkan oleh orang asing. Dia tak bisa melihatnya lagi. Kyuhyun masih menatapnya. ” Lebih baik kau pulang bersamaku…”

” Tidak.”

” CHO KYUHYUN DENGARKAN AKU. KAU PULANG DENGAN KU TAK ADA PILIHAN.” teriaknya.

FINAL!!!

Kyu meronta-ronta ketika dia angkat bagikana karung beras. Semua menatap heran.

” Turunkan aku…”

” Nanti setelah kita sampai di mobil.”

” Kau akan mati setelah itu…”

” Baik. Setelah aku pastikan kau pulang dengan selamat.”

” Ck.” kali ini Kyu hanya diam menatap semua orang yang melihatnya aneh. Bagimana pun mereka orang terpandang di kampus. Mereka sampai di parkiran dan audi hitam itu melaju dengan cepat melintasi jalanan kampus.

Audi hitam itu berhenti di depan pagar rumah keluarga Cho. Siwon melirik kekasihnya yang dari tadi tertunduk.

” Maaf… tadi aku memaksakan kehendak. Kau tak marah kan?’ tanya Siwon sebari membelai rambut coklat itu.

” Wonnie…”

” Hum…”

Tiba-tiba saja pria cantik itu melepaskan sabuk pengamannya dan ….

TBC

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

42 thoughts on “Tentang kamu – part 2

  1. cie, yg cmburu,jealous,nerveous/? Manjanya keterlaluan bgt, tpi wondad ttp syang
    Tebese nya itu loh trkesan ambigu gtu. Bkin prasaan. Dripd capcusnya kpanjangan mnding lngsung go to part3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s