Posted in BL, Oneshoot, Sad, WonKyu Story

Memories-Oneshoot

CYMERA_20150127_041113

Memories-Oneshoot

Autor : Cat meonks

Cats : cho Kyuhyun,choi siwon. Eunhyuk, donghae

Yaoi,sad

Warning : typo berserakan bahasa kurang jelas,

cerita gaje namun asli hasil karya sendiri

Berikan cinta kalian dengan komentar…

.
.
.
.
.
.

*******

“Siwon kamu dimana?”

“….”

Tes…..

“Baik. Iya..”

“…..”

“Iya.”

Klik…

Pemuda cantik itu menghela nafas menikmati air matanya yang mengalir begitu derasnya di wajah cantiknya. Dia meniup lilin yang sudah hampir habis meleleh di kue coklat itu. Tersenyum pahit sebelum melanjutkan isak tangisnya. Tahukah ini adalah hari jadi ketiga mereka dan tanpa perasaan sama sekali, sekalipun tak pernah. Miris…

********

Pemuda manis berbaju pink itu menatap dengan senyuman kecil ketika kekasihnya datang siang itu. Sudah lama tak pernah dia melihat pemuda tampan itu begitu rapi dan manis.

“Kau ingin makan apa??” tanyanya dengan ramah.

“Tadi aku sudah makan siang. Aku kemari hanya ingin temani kamu makan.”jawabnya dengan membelai rambutnya.

Senyuman pemuda cantik itu tiba-tiba luntur.Pantas saja dia terlambat satu jam setengah….dan bodohnya dia masih menunggu.

******
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Kini pria cantik itu sedang berdiri didepan toko kue langgannya. Dengan senyuman manisnya pria itu menyakinkan dirinya untuk melangkah maju. Menghela nafas dan membuyarkan kepedihanya.

“ Hai—“ sapanya pada penjual kue itu.

Namun bukan senyuman ramah yang terhias namun wajah masam dengan tatapan membunuh.

“ Aku ingin membeli kue tapi kali ini pilihkan yang tak terlalu besar karna aku takut tak bisa habiskan—“ ucapnya dengan lengkungan manis di wajahnya.

“ Jelas—karna kau tak mungkin habiskan sendiri—“

“ Bukan—karna Siwon tak suka manis namun aku tetap membelikanya. “

“ Hai—apa menurutmu aku bodoh? Kadang aku menyesal kenapa memperkenalkanmu dengan Siwon dan membuatmu jatuh cinta dan tergantung denganya.” kata pria manis itu dengan nada dingin.

“ YAK!!! Hyukjae bisakah kamu bicara yang lebih manis. Harusnya kamu memberikan ucapan selamat padaku karnamu aku bisa hidup bahagia—“

“ Bahagia—“ tawa mengelegar tak memperdulikan pembeli lain memperhatikan mereka. “ Yak!!! Kamu memang terbebas dari sangkar maut dan terjerumus lubang derita apa bedanya?’ hardik Hyukjae

“ Ku mohon—“

“ Bisa kamu buka mata? Dia bukan pangeran berkuda putihmu—“

“ Hyung dia keajaiban yang kupunya—Tuhan begitu sayang padaku hingga setelah ayahku pergi masih ada Siwon yang melindungiku, bahkan menghidupiku—“

“ CHO KYUHYUN“

Pria manis itu menunduk lemas. Dia tak akan menang bila melawan Hyung namun dia tahu di balik kata pedasnya sahabatnya menyayanginya. Sungguh!!!

“Choi Kyuhyun,hyung.”

“ Terserah—“ Hyukjae berlalu meninggalkan pemuda cantik itu yang tertunduk lemas.

“Aku hanya takut—takut sendiri—karna aku mudah tergantung dengan orang—“ batin Kyuhyun.

*****
.
.
.
.
.
.

Pria itu duduk manis di depan meja makan mewah yang sudah di tempatinya selama dua tahun lebih. Apaterment mewah dan luas itu dia tempati sendiri walau sesekali kekasihnya menginap. Miris!!! Mungkin dia kini menemukan pangerannya yang telah di nanti Cinderella tapi mungkin kisahnya berbeda. gadis itu hidup bahagia namun dia?? Dia hanya di manjakan kemewahan yang ada. Bukan—bukan itu yang di nanti Kyuhyun selama menderitanya. Dia tak hanya butuh bank hidup namun dia ingin CINTA? salahkah? Pemuda pecandu narkoba dan minuman keras itu memang mulai mengurangi kadar pemakaiannya namun dia tetap tak bisa meninggalkan dunia hitamnya hanya untuk memanjakan kekasihnya.

1 jam

2 jam

3 jam

Hingga pukul 00.00 pemuda itu tak ada kabar di hari ulang tahun kekasihnya itu? Mungkinkah dia lupa lagi? ini sudah 3 tahun mereka jadian dan 1 tahun pendekatan. Apa tak begitu penting dia untuk Siwon? Memang pemuda itu begitu baik padanya, meski dia menghidupi kekasih pemuda berlesung pipi itu tak pernah meminta balasan hanya menyuruh pria manis itu mencintainya dan sabar ketika temperamental pemuda itu sedang kambuh.

Clik!!!

Pintu bercat hitam itu terbuka.Kacau dengan sebuah bunga dan kado. Pemuda tampan berlesung pipi itu berjalan mendekat dan berlutut menatap wajah cantik itu tertidur lelap di meja makan berbatalkan kedua lengannya. Tangan kekarnya membelai lembut wajah cantik itu dan menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah cantiknya. Pria cantik itu terusik oleh belaian lembut di wajahnya.

“ Wonnie—“ pekik Kyuhyun.

“ Selamat Ulang tahun sayang—“ ucapnya lalu mengecup kening pria manis itu cukup lama.

Pemua cantik itu melingkarkan kedua tanganya dipinggang pemuda tampan itu dan memejamkan matanya menikmati kehangatan kecupan itu.

‘’ Ku pikir kamu lupa—“ lirihnya.

Siwon melepaskan kecupan itu dan mencangkup kedua pipi cubby itu, “ Maaf aku lupa dan tadi aku buru—buru kemari dan mengedor pintu toko bunga untukmu—“ ucap jujur Siwon.

Haruskan Kyuhyun bahagia? Sedih? atau bangga? Entah? Kegilaan Siwon kadang mampu membuat Kyuhyun makin larut dalam cintanya namun kekecewaaanya juga tak luput dari pikiranya.

“ Bagimana kalau kita memotong kuenya karna aku lihat lilinya sudah habis memeleh di kue itu—“ dengan santai pemuda tampan itu berdiri dan menarik kursi di hadapan kekasihnya itu. “ Wah—kamu masak banyak—ku rasa kau memang layak menyandang nyonya Choi—“ pemuda itu tersenyum lebar namun di tanggapi datar oleh Kyuhyun. Ucapan itu sering terucap dan kadang membuatnya melambung namun akhir-akhir ini terasa hambar.

*******
.
.
.
.
.
.
.
Berhari-hari Kyuhyun mengelilingi kota mencari pekerjaan yang bisa menerima pria lulusan SMU itu namun apa? tak ada pekerjaan walau hanya pelayan. Nasip? atau Takdir. Kakinya sudah bengkak karna berjalan beberapa hari ini. Bukan tak punya uang. Tapi karna dia tak ingin boros.

Ting—

Pintu lift terbuka. Pemuda manis itu berjalan pelan menuju tempat tinggalnya. Dia terdiam sejenak melihat pemuda tampan yang sudah menjadi kekasihnya selama tiga tahun berdiri di ambang pintu sambil memainkan kakinya.

“ Kenapa tak langsung masuk saja.” cetus dingin Kyuhyun.

Pemuda tampan itu tersenyum tipis, “ Aku menunggumu—“ jawab Siwon.

“ Di luar dingin—kamu kan bisa menungguku di dalam seperti biasa—“ kata Kyuhyun sambil berjalan mendekat.

“ Aku ingin melihatmu datang saja—“ entengnya. “ Darimana saja kamu?”

Kyuhyun menundukan kepala, “ Aku mencari pekerjaaan—“

“ Untuk apa?’

“ Aku—harus melanjutkan hidup bukan?’

“ Apa uang dariku tak cukup? Kenapa tak bilang—kau selalu saja begitu. Kenapa malu, kau calon istriku pasti aku akan menghidupimu.”

Kyuhyun memencet nomer sandi alpatermentnya.

Ceklekk!!!

Ketika tangan kanannya membuka pintu terasa ada yang menahanya untuk masuk. Pemuda manis itu menoleh dengan lemas.

“ Ada apa lagi?’ tanya Kyuhyun tak bertenaga lagi.

“ Bisa kita bicara—“ kata Siwon.

Gadis itu melepaskan tanganya dari handel pintu itu dan menatap Siwon.

“ Sebenarnya aku juga ingin bicara—“kata Kyuhyun dengan mata sayutnya.

“ Begitukah—“ kata Siwon dengan senyuman manisnya.

“ Bisakah aku yang bicara dulu—“ kata Kyuhyun dengan nada memohon.

Siwon berpikir sejenak, “ Baiklah—aku tak pernah menang darimu—“ kata siwon melepaskan tangan pemuda manis itu lalu tersenyum tipis.

“ Siwom—bisakah kita putus—“

HENING!!

Siwon tersenyum tipis, “ Ini aprilmom—sejak kapan kau su—“ Siwon menghentikan ucapannnya dan menatap kekaksihnya dengan tajam, “ Kamu tak bercanda—“

“ Jujur aku juga ingin begitu—namun aku lelah bersamamu—“

Siwon mencengkeram kedua bahunya dan mengoncang tubuh pemuda cantik itu kuat, “ Kenapa? Aku hanya suruh kau bersabar—sebentar lagi—kau akan jadi nyonya Choi—“

“ Bukan—aku bukan nyonya Choi melainkan bonekah hidup.”

“ Kamu bicara apa? Kyuhyun—“

“ Dulu kamu sosok pangeran yang selalu di nantikan Cinderella untuk menyelamatkan dari ibu tirinya setelah ayahnya meninggal. Letih, perih, sedih kau selalu memperlakukanku seenaknya. Dulu aku pikir akan hidup bahagia bersamamu, mengabaikan semua ocehan teman-temanku tentangmu dan sabar menunggu—Tapi kali ini—aku akan selesaikan cerita ini. Biarkan aku pergi—“

CHU—

Siwon mengecup kasar bibir merah itu.Mendorong pemuda cantik hingga menghimpit dinding mengkunci kedua tangan yang dia genggam kuat.

Tes…

Butiran air mata mengalir dengan derasnya. Dia tak pernah melihat Siwon sekasar ini padanya. Perih—sungguh ini semakin membulatkan tekadnya.

“Hosh—hosh”

Siwon melepaskan ciuman iu dan menempelkan dahi mereka berdua. Mengecup kelopak mata pemuda cantik itu.

“ Maaf—“ setelah mengucapkan kata itu dia pun meninggalkan Kyuhyun yang terus menitihkan air mata. Setelah pikirannya cukup tenang kini pemuda cantik itu membuka pintu kamarnya. Dan

“ Klik”

Suara lampu utama menyala dan betapa terkejutnya. Sebuah pesta makan malam romantis terpampang di hadapannya. Kyuhyun meremas dadanya yang cukup sakit namun sayang dia harus pergi dan tak bisa membelok kembali. Dia harus menyelesaikan semuanya. Menggapai hidup yang terus berganti.
.
.
.
.
.
2 Hari kemudian—

Siwon meraih hendel pintu setelah memasukan beberapa digit. Sepi—itulah yang di rasakan pemuda tampan itu. Rapi seperti sudah tak ada kehidupan di dalamnya. Meraih amplop putih yang ada di meja.
.
.
.
.
.
.
Ahh…aku tak mampu bernafas. kala rindu mencekik batin. namun kemana kamu?? tak bisakah kau mengerti cinta. ku rindu kehangatan yang nyata bukan kebohongan janji permata yang menyilaukanku. pergi…pergilah…bila ujung mimpi hanya sakiti akumembuangku ke sudut yang gelap bersama sisa buih kala pagi ku lelah bermimpi…biar kan ku bangkit dan nikmati hembusan nafas ke bebasanku.bila tak bersama luka. Jujur aku ingin memiliki kekuatan itu, kekuatan agar aku mampu tetap disampingmu. Tapi aku manusia—ku tahu aku akan menjadi kuat ketika ku ingin menjadi kuat, dan akan jadi lemah bila ku lemah—tapi aku manusia Siwon mempunyai batas kelemahan yang tak bisa ku kendalikan. Terima kasih untuk semua kebaikkanmu, cintamu,biarkan aku pergi memilih jalanku, dan kau tetap pada jalanmu. Ini buku tabungan atas namaku—terima kasih—atas semua kebaikkanmu—Maaf aku harus pergi—. Aku mencintaimu—bahkan lebih dari yang kau tahu Biar semua menjadi memori . –Cho Kyuhyun-
.
.
.
.

Siwon tersimpuh dengan lelehan air mata sebelumnya rumah itu sudah pora-poranda dan bahkan tanganya sudah bersimpuh darah.
*****
.
.
.
.
.
.
.
.
..
“ Kau nyakin pergi?” Kyuhyun mengangguk nyakin. “ Jujur aku tahu kau masih mencintainya lalu kenapa kau terima tawaran Donghae—?”

“ Cinta ku sudah goyah untuk dia. Cukup aku menunggu dia berubah. Ketika itu aku melihat dia masih menyimpan obat-obatan dalam saku jasnya. Dia bilang akan berubah karna akulah candu baginya namun apa? Dia masih menyimpan obat latnat itu—“ jawab tegas pemuda cantik itu.

Hyukjae memeluk pemuda cantik itu dengan erat, “Hati—hati disana—ku harap kau akan temukan kebahagiaan.” Kyuhyun mengangguk, ‘Donghae jaga dia—“

“Iya sayang—“ Donghae membelai lembut rambut kekasihnya itu.

“ Aku pergi dulu—‘ Hyukjae dengan berat melepaskan pelukan temannya dan melihat kekasihnya dengan sahabatnya berjalan menjauh meninggalkannya. Setelah tak terlihat Hyukjae berbalik pergi dan kedua insan itu berlahan mempautkan kedua tangannya dengan erat lalu saling melempar senyum manis. Sebelum akhirnya tangan pemuda itu meraih pinggang pemuda cantik itu dan mendekatkan tubuh mereka.

“Kita akan kemana?’ tanya Donghae,

“ Kemana pun asal kau tak tinggalkanku— seperti dia…“jawab Kyuhyun lirih lalu menyandarkan kepalanya di pundak pemuda itu. Dia menemuka inang barunya.

Chu—

Kecupan di kening pun menjadi penghangat sebelum masuk dalam pesawat.

♡♥The End♥♡

Sebarkan cinta WONKYU..

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

47 thoughts on “Memories-Oneshoot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s