Posted in BL, Romance

Loving You

By. Ellena Cho

Cast : Siwon x Kyuhyun

Genre : Romance

Rate : K

 

Loving You

Bagaimana rasanya punya berjuta ide di otakmu tapi tak ada satupun yang bisa kau wujudkan?

Apa kau akan marah, frustasi, atau kau merasa bahwa rasa sesaknya bisa membuatmu punya keinginan untuk loncat dari Jembatan Banpo ke Sungai Han. Oke, mungkin opsi yang terakhir tadi cukup gila. Uummm…ayolah..jangan menatapku seperti itu…itu terlalu berlebihan.

Yeah…itu hanya gambaran kecil….oh, reader please…. Oke..oke..kita ulangi…

Yeah…itu hanya gambaran yang terlalu berlebihan untuk apa yang sedang aku alami.

Eerrrrr…apa kalian suka kalimatku? Oke..thank you…

Setelah memaksa otak jeniusku jangan protes lagi reader, aku memang jenius, yah walaupun mana ada orang jenius yang mengaku kehabisan ide…tapi tetap saja, jangan pernah meremehkan kemampuan otakku..kekekeke… untuk mengeluarkan semua ide yang dimilikinya dan berakhir dengan kepalaku yang berdenyut sakit. Well, disinilah aku, di taman kota. Menghirup aroma caramel machiato panas, sebenarnya ini sudah dingin, dengan laptop menyala dan kertas-kertas penuh coretan berserakan di hadapanku.

Kepalaku masih berdenyut, entah sudah berapa kali aku membuang keberuntunganku hari ini dengan menghela nafas dan menghembuskannya kuat-kuat. Udara bulan Oktober mulai terasa dingin, entah musim dingin yang datang terlalu cepat atau apa, tapi seingatku selama 25 tahun hidupku, belum pernah Seoul sedingin ini di bulan Oktober. Oke, lupakan saja pembahasan cuaca yang sama sekali tidak penting tadi.

Langit sore Seoul berubah kelabu, mungkin akan turun hujan lagi. Ahh..hujan.. Salah satu hal favoritku saat kehabisan ide seperti ini. Klise? Biar saja….

Hujan, caramel machiato panas, dan sudut taman ini adalah 3 hal favoritku. Kenapa? Alasan klise lagi, karena suasana ini…yaahhh… 3 hal yang membuatku akan selalu mengingat dia. Kalian penasaran siapa dia? dia… Eerrr… Dia… Tampan, nyaris sempurna, tanpa cela. Hahahahaha…. Ya..kalian pasti sudah bisa menebaknya kan… Dia…pemuda yang aku sukai. Hah..reader kalian harus bertanggung jawab menghilangkan rona merah dipipiku sekarang.

Kami bertemu musim gugur 2 tahun lalu, tepatnya bukan kami, tapi aku yang melihatnya di taman ini. Dia pemuda tinggi, sedang mengenakan topeng superhero, sambil membawa banyak balon di tangannya, dan jangan lupakan bocah-bocah kecil yang mengerubunginya. Awalnya aku hanya memandang sekilas dan mendecih sebal, tsk…kenapa pemuda itu mau-maunya bertingkah seperti itu. Tapi pandanganku padanya berubah ketika pemuda itu membuka topengnya dan memandangku, maksudku benar-benar menatapku yang sedang terang-terangan mengamatinya. Aaiiggooo…kalian tahu, saat itu juga dunia blur dan hanya menyisakan aku dan pangeran tampanku itu. Hehehehehe..aku tak peduli jika kalian menganggapnya seperti roman picisan di drama-drama, memang begitulah nyatanya.

Apakah dia akan menghampiriku dan mengajakku berkenalan? Jawabannya tidak…yeah… T-I-D-A-K. Pemuda itu kembali memalingkan wajahnya dan kembali asyik dengan dunianya dan bocah-bocah itu.

Yeah..itulah awal pertemuanku dengannya, dan kalian tahu, sekarang, setelah 2 tahun berlalu, kami tetap tidak saling kenal. Entahlah, apa dia tidak berani mendekatiku karena aku terlalu tampan (baca: cantik) –kekekeke– atau dia yang menungguku untuk mendekatinya. Kalau jawabannya yang terakhir, maka yang benar saja…..tsk…tidak mungkin aku memulai terlebih dahulu. So, beginilah akhirnya, kami tetap tanpa saling kenal, ah, mungkin lebih tepatnya lagi aku yang tidak mengenalnya.

Angin dingin menerbangkan rambut coklat ikalku, membuat poniku menusuk-nusuk mata sewarna karamel-ku. Kepalaku semakin berdenyut, mungkin ada baiknya aku segera membereskan pekerjaan ku dan pulang ke apartemenku yang hangat.

Tapi, tidak, aku belum melihatnya hari ini. Melihat siapa kata kalian? Tentu saja melihat pangeran tampanku. Aaaiiissshh…lagi-lagi kalian membuatku malu. Tsk…benar-benar menggelikan, penulis novel terkenal Cho Kyuhyun bertingkah layaknya remaja belasan yang sedang kasmaran. Aku merapatkan jaket tebal yang ku kenakan, menyeruput minumanku dan mulai menggoreskan pensil untuk sekedar mencari kesibukan dan sedikit mengalihakn dari rasa dingin.

Dan… He’s come. Dia disana, duduk di bangku taman yang biasanya. Kali ini dia mengenakan kostum beruang coklat yang memakai pita merah di lehernya. Kalian bertanya bagaiman aku bisa yakin itu dia? Oh ayolah…sudah 2 tahun aku mengamatinya, semua gerak tubuhnya sudah di luar kepala.

Dia melepas topeng beruangnya, sedikit mengusap-usap tengkuknya dan merapikan rambut hitamnya. Perlahan dia merebahkan kepalanya pada sandaran bangku taman, menengadahkan kepalanya memandang langit Seoul yang semakin gelap. Mata sekelam malam itu terpejam. Oh..Tuhan…kenapa jantungku terasa sakit, apa aku akan terkena serangan jantung. Oh..aku yakin akan segera terserang bila jantungku tidak berhenti berdetak seperti ini.

Aku menepuk-nepuk pipiku sendiri, mencoba mengembalikan ku ke bumi. Astaga…aku benar-benar menggelikan. Reader, apakah juga akan terdengar menggelikan jika aku katakan bahwa dia inspirasiku menulis semua bestseller-ku. So chessy…!

Aku mengulas senyum hangat, entah untuk siapa, karena orang yang aku inginkan untuk melihat senyumku, masih tidak mengetahui keberadaanku. Lagi-lagi aku membuang keberuntunganku hari ini, mungkin lain kali aku akan punya kesempatan untuk mengenalnya. So, pangeran tampanku, sampai jumpa lagi, ne…!

.

.

.

Mematikan laptop, membereskan kertas-kertasku yang berserakan dan bersiap untuk kembali ke apartemenku yang hangat, melanjutkan mengabadikan pangeran tampanku di baris-baris kata novelku.

Aku sudah akan berdiri ketika tangan beruang itu mengulurkan Love Heaven –salah satu novelku– kehadapanku. Maksutku tangan seseorang yang memakai kostum beruang coklat. Tunggu…kostum beruang…beruang coklat..apa?? Aku mendongak dan langsung berhadapan dengan kepala beruang coklat dengan pita merah di leher. Dia….

“Maaf… Nona Cho… Aku penggemar anda..eerrr…apa anda tidak keberatan memberiku tanda tangan di buku ini….”, suara husky si beruang terdengar.

Oh my God…aku akan benar-benar terkena serangan jantung. Dan apa-apaan dia, tidak melepas topengnya untuk sekedar menyapaku. Dan hell..dia memanggilku apa…demi kura-kura hyungku aku ini namja.

“Aku namja…”

“Aku tau….”

Aku tersenyum, mengambil novelnya dan pena.”Jadi..apa yang harus aku tulis?”

“For my heaven….”

Deg…Aku memandangnya lagi, pemuda itu sudah melepaskan topeng bodohnya dan tersenyum hanya padaku, menampilkan dimple dalam di kedua pipinya. Dia masih memandangku, tepat di kedua bola mataku. Dan aku pun dengan bodohnya hanya bisa terpaku tanpa berniat mengalihkan pandanganku.

“Dear Heaven, kau tahu apa alasanku selalu datang ke taman ini, memakai kostum boneka bodoh untuk menyembunyikan wajahku dan selalu duduk di bangku yang sama..?”, beruang tampanku masih melanjutkan kata-katanya. Sedangkan aku, jangankan untuk menulis, mengedipkan mata saja enggan.

“Karena kau, Heaven, kau yang telah memporak porandakan duniaku, hanya untuk membangun dunia yang baru, dimana hanya ada kau dan aku, hanya kita. Tahu kah kau sakitnya hanya melihat dalam diam, dan mengagumi diam-diam? Aku sudah tidak bisa menahannya, jadi aku akan ungkapkan semua…. Nona Cho…”

“Eh….”

“Apa kau mendengarkanku…Nona Cho?”

“A-aku….aku…”

“Choi Siwon imnida….”, pemuda itu mengulurkan tangannya. Aku menyambut uluran tangannya sambil bergumam lirih menyebutkan namaku.

“So…Nona Cho… Would you be my heaven?”

“Eh…” Siwon tersenyum lebar. Tuhan…aku tak tahu dengan apa aku harus berterimakasih pada-Mu.

“Bisakah kau tidak memanggilku Nona..”

Senyumnya semakin melebar dan membuatku terpesona untuk kesekian kalinya. “Ya.. Kyunnie, my heaven..” ucapnya dengan terus merekahkan senyumannya.

~~Thanks Heaven, for have given me, my stupid one~~

-END-

Haloo… makasih yang sudah menyempatkan membaca drabble ini.. maaf bila ada kata dan mungkin jalan cerita yang kurang berkenan, ini fict pertamaku dan semoga suka ya… eum.. makasih buat WKC yang sudah mau mempublishkan, makasih juga buat anak – anak Magui community yang selalu menambah keceriaan hari – hari.. pokoknya makasih juga untuk WK yang telah memberikan inspirasinya.. dan salam kenal buat semua penghuni WKC disini 😀

Advertisements

Author:

I Love Hangeng ❤❤❤❤❤

28 thoughts on “Loving You

  1. Aawww singkat tapi kerasa cintanya.. kyuhyun psti seneng bgt tuh akhirny bsa kenalan sama siwon plus jd org paling spesial bwt siwon.. kyuhyun surganya siwon.. aiihhhhh yg baca jd ikutan merona 🙂

  2. Yaa! Cowok suka bertingkah aneh kalo udah berhadapan sama orang yang disukain dia. Dan rupanya itu alasan Siwon tiap hari duduk disitu sambil pake kostum beruang. Kkkkkkkk. Harusnya Kyu nyadar dong. Ciyee yang ga mau ngajak kenalan dulu. Gengsi lah yaa. Secara kan harusnya Siwon yang deketin dulu, bukan Kyu. Ciyeee 😗

    Ohh, baru nyadar. Yang Simple Giftbitu juga lanjutannga ini ya unnie? 😄

  3. Aigoo choi siwon..masa harus nunggu smpe 2th dulu baru berani deketin kyu…
    Siwon pake kostum aneh” kek gtu cuma buat narik prhatian kyu apa emg itu bagian dr pkrjaan’a??

    Tapi..romantis bgt ending’a wlopun g tau jawabn’a kyu tp yakin bgt bkaln d trima…iyalah org kyu jg dr awal dah suka ma won kan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s