Posted in Genderswitch, Genre, Romance, Series, WonKyu Story

I Love Stupid Vol 8 (End)

180

 

I Love Stupid – Vol 8

Author: Cat meonks0705

Cast: Choi Siwon (namja ), Cho kyuhyun (yeoja), Charming (namja), Lee donghae (namja), Eunhyuk (Yeoja) Kangin (Namja) Leeteuk (yeoja) Heechul (yeoja) Hangeng (namja) Kim Ryeowook (yeoja), kibum (yeoja)

Genre: GS, Romance

Warning : typo bertebaran, gaje, nggak jelas,

Maksih juga buat yang masih suka komentar pada cerita nggak jelas saya…

Sorry yang pada bosen
Oke
.
.
.

“Ti..tidak. Aku berani. Maaf aku bukan bocah ingusan.”tantang gadis itu.

Siwon tertawa. “Baiklah. Buka bajumu… aku tunggu…”Siwon kini duduk di pinggir ranjang menatap tajam pada gadis yang mulai satu persatu melepas kancing bajunya.

Gadis itu memejamkan mata. Sedangkan Siwon. Entah kenapa dia begitu?? Ini bukan dirinya. Pria itu berdiri, sebenci apa pun dia? Semarah apa pun dia? Ini tidak benar?? Tidak mungkin dia memperlakukan wanita seperti ini. Mendekat dan mulai mengkancingkan kembali kemeja gadis itu.

“Aku antar kau pulang. Aku tahu kau lelah.”setelah selesai mengkancingkan kemeja gadis itu dia menjauh.

“Kenapa? Apa tubuhku kurang bagus?? Apa teman kencan butamu lebih cantik…”

“Aku lelah. Bisakah kau tak usah banyak bicara.”

“Kau menolakku… “gadis itu hampir menangis.

Siwon memejamkan mata sejenak menarik nafas dalam-dalam.

“Iya. Puas. Sekarang kita bisa pulang.”

Tak ada jawaban. Siwon yang mulai tak bisa mengusahi dirinya pun keluar dari kamar hotel itu. Gadis itu bersimpuh, menangisi kebodohannya.

.
.
.
30 menit cukup mengrutui kebodohanya pada akhirnya berjalan menghampiri Siwon di mobil. Gadis itu masih terdiam ketika audi hitam itu melaju menembus jalanan kota. Pemandangan malam luar jendela terasa lebih nyaman daripada berbicara satu sama lain. Siwon memijat pelipisnya. Ini hal berkomplikasi. Antara bahagia dan terluka. Mobil hitam itu Berhenti di rumah bak istana berpagar hitam menjulang tinggi. Pemilik Manik hitam itu spontan turun membuka pintu bagasinya. Mengeluarkan koper merah dan menaruhnya dekat gadis yang sudah berdiri mematung. Tak ada ucapan, bahkan Siwon langsung meninggalkannya.

Gadis itu tak kuasa lagi menahan air matanya. Lelehan karamel itu basah. Kakinya menghentak-hentak ke tanah.

“Choi Siwon bodoh…bodoh…hikz.. pria besar bodoh…”gumamnya lirih.

Siwon yang sudah membuka pintu mobilnya menutup kembali dan berjalan menghampirinya. Membelai rambut ikalnya dan mengecup kening gadis itu. Cukup lama hingga gadis itu memejamkan mata menikmatinya.

“Ini sudah malam. Aku tahu kau juga lelah. Tidurlah. Besok kita bicara.”dengan lembut pria berlesung pipi itu membelai pipi cubby wanita itu. Rengenan itu terhenti dan hendak menolak. “Masuklah!!! Aku tunggu disini…”final. Tak ada penolakan hingga dengan lemas gadis itu menarik koper beratnya melalui pagar besi yang sudah lama terbuka oleh petugas keamanan. Menghela nafas sebelum menyerahkan tas berat itu kepada satpam rumahnya. Tak ada lambaian tangan hanya senyuman menawan pengantar tidur.

********
.
.
.
.
.
.

Pagi cukup indah di musim ini. Burung berkicau laksana menyambut sang surya. Semua orang mulai beraktifitas dengan masalahnya namun tidak dengan wanita 26 tahun ini. Sejak dia memutuskan berhenti dari pekerjaanya dan pulang kampung walau masih satu malam. Dia tak ingin merepotkan bangun pagi. Namun suara gelak tawa di lantai dasar lambat laun bangunkan perawan cantik ini. Selangkah demi selangkah hatinya mulai berdesir resah. Setelah malam kemarin harusnya semua masih baik-baik saja.

“Bagimana kencan butamu kemarin? Bukan pilihan umma bagus.”tanya Leeteuk sambil menuangkan susu vanilla di gelas pria muda itu.

Siwon menengguk kopi pahitnya lalu menatap dengan senyuman menawan. “Cukup bagus. Tapi terlalu cantik umma. Dia mirip dengamu.”semua terkekeh senang mendengar penuturan Siwon. “Aku suka.”

“Lalu kapan kalian menikah?”kali ini pria tua itu mengajukan pertanyaan. “Aku tak sabar. Kau tahu Hangeng tak kalah mengeluh karna terlalu dekatnya kau dengan istriku daripada mereka…”

“Aku tidak tahu appa. Karna ini masih pertemuan kita yang pertama.”jawabnya lalu melahap sisa roti coklat miliknya. “Dan semoga ada pertemuan berikutnya…”

“Perlu beberapa pertemuan lagi Siwon-ah…”hardik Kangin.

“Entahlah. Tadi pagi bahkan Eomma juga menanyakannya dan bila tak ada kemajuan lusa ada kanidat baru.”entengnya.

“Umma pikir dengan mencarikan wanita yang secantikku kau akan segera menikah.” Leeteuk memberikan tatapan yang sulit di artikan. Siwon hanya menghela nafas. “Siwon…”

“Umma menikah bukan hal tentang hari ini dan esok… aku tak ingin cepat mengambil keputusan… hubungan singkat terlalu menakutkan.”

“Menakutkan… atau kau yang masih belum bisa…”

“Aku takut saja tiba-tiba pengantinku pergi lagi.”jawabnya dengan nada gurau walau terbesit luka dalam barisan kalimat yang terlontar.

Gadis itu tak tahan lagi mendengar percakapan itu. Hingga dia menghentakan kaki mencari perhatian.

“Kau sudah bangun sayang. Maaf umma tak membangunkanmu…”wanita paru baya itu berdiri mengambil selembar roti dan menggoleskan sedikit coklat.

“Tak apa umma.”gadis itu mulai melangkah menghampiri meja makan. Mata hitam itu hanya tertunduk menikmati lincahnya ponsel pintarnya bekerja. Ck… lelehan karamel menyipit tak terima kecantikannya kalah telak dengan ponsel putih itu.
HOP!! dengan tiba-tiba dia duduk di pangkuan pria itu. Mengalihkan dunia binisnya dengan kemanjaanya. Gadis itu menyandarkan kepalanya di dada bidang lalu memainkan kancing kemeja pria muda itu.

“Bahkan kalian tak malu dengan kami…”guman Kangin geram melihat polah putrinya.

Gadis itu tersenyum. Namun pudar sudah rasa bahagianya ketika pria tampan itu mengangkat tubuhnya lalu berdiri.

“Kau dengan mudahnya menganggap tak pernah ada masalah.”suara berat itu melontarkan kalimat dengan sejuta kecewa bahkan luka membuat gadis itu hanya diam.

“Kejarlah!!”perintah Leeteuk. “Banyak hal yang perlu kalian jelaskan…”

Satu menit mengambil nafas dan memperkuat langkahnya gadis itu berlari mengejarnya. Meraih lengan pria tampan itu.

“Siwon kita perlu bicara.”pintanya.

“Tak ada yang perlu kita bicarakan lagi.”tegasnya.

“Ada.”

“Apa?”

“Tentang kita. Bukan semalam…”entah kenapa Kyuhyun tak bisa melanjutkan kalimatnya.

“OH…aku hanya basa basi…”

“Tapi aku berharap lebih dari kata basa basi…”

“Maaf, tapi saya benar-benar sibuk.”

“Kau sempat bicara dengan mereka tapi kenapa kau tak memberiku waktu barang sekejap. Aku…”

“Memberi waktu.” Gadis cantik itu mengangguk nyakin. Siwon tertawa. “Memberikanmu waktu menambah luka. Sudah cukup waktu yang ku beri untukmu… jadi kau ingin waktu yang mana lagi?”

“Wonnie…”

“Aku rasa pembicaraan ini cukup sampai di sini.”pria itu pun berjalan meninggalkan gadis itu. Melajukan audinya meninggalkan halaman rumah bah istana itu.

*********
.
.
.
.
.
.
Kehidupan Siwon kembali kacau. Sama persir seperti dulu ketika gadis itu meninggalkannya. Lambat laun dia mulai bangkit karna wanita tua bermarga Cho itu. Menenangkan… bahkan memberikannya dukungan penuh. Namun kali ini hatinya kembali resah. Dia masih terlalu gila mencintai gadis yang jelas-jelas dengan rakus menguasahi hatinya namun meragukan ketulusannya. Menyakitkan.

BRAKKK!!!

“KAU INGIN MEMBUNUH DIRIMU SECARA BERLAHAN TUAN MUDA CHOI…”suara itu bagai gelegar petir. Dia tahu sahabatnya ingin bunuh diri. Terbukti dari sikapnya jarang makan hanya menikmati minuman berwarna hitam pekat itu.

“Untuk apa kau kemari? Apa laporan yang ku minta sudah kau bereskan.” tak ada tanggapan dalam pertanyaan pemuda bermarga Lee.

“Kau pria dingin menyebalkan!!!”

“Terserah. Bila kau tak ada urusan lebih baik kau keluar. Aku masih banyak pekerjaan.”

“Cih!!! Kau tak lebih pecundang. Untuk apa kau menyembunyikan lukamu dengan setumpuk file-file itu…”

Brakk!!!

Tangan kekar itu mengebrak meja kaca itu.

“Demi Tuhan bisa kah kau diam. Segera urus laporan itu lalu serahkan padaku.”

Pria tampan itu mendengus, “Choi Siwon. Ahh… sudahlah!! Percumah aku bicara. Lebih baik segeralah kau buat surat wasiat dan bagilah denganku sebelum kau mematikan sistem kerja tubuhmu. Baik. Selamat siang…”Lee Donghae pun pergi tanpa menunggu jawaban dari Siwon.

Siwon memejamkan mata sejenak lalu berjalan keluar.

“Stella-sii aku sedang tak ingin di ganggu oleh siapa pun.Ingat siapa pun.”tegas dan memanarkan aura membunuh.

“Baik sa-jang-nim..”wanita itu tergagap mendengar nada marah dari atasanya.

.
.
.
.
.
.

Brakk!!!

Rasanya Stella ingin periksa telinganya. Ini bukan satu atau dua kali mendengar suara keras. Wanita bermata hitam itu menatap kesal.

“Kau tak tahu aku ini calon istrinya…”sentaknya.

Stella menghela nafas, “Dengar nona hampir semua gadis kemari bicara seperti itu dan hal ini menambah pusing saya. sudah sering gadis-gadis muda seperti Anda di usir jadi jangan rendahkan diri Anda.”ucap Stella.

“Cih!!! Merendahkan diri. Sebelum wanita-wanita itu aku lebih dulu di posisi hatinya.”gumam Kyu dengan sebal.

“Sudahlah nona. Sajangnim tidak ingin di ganggu.”

“Kau ingin di pecat…”habis sudah kesabaran gadis berambut ikal itu. “Aku cukup menghubungi Hangeng appa dan kau akan enyah dari sini.”ancamnya.

“Tetap saja saya tak bisa ijinkan Anda masuk nona. Ku mohon sajangnim sangat menakutkan ketika dia marah. Saya sudah dua tahun di sini dan sudah beberapa kali saya menganti vas, meja ahh…sudahlah jangan persulit saya. Ku mohon…”

“Persetan. Aku ingin tahu seberapa tidak ingin dia menemuiku…”dengan kasar Kyu mendorong wanita yang sejak tadi menghalangi langkahnya.

Pintu kokoh itu terbuka.

“STELLA-SII SUDAH AKU BILANG TAK INGIN BERTEMU SIAPA PUN TERMASUK KAU…”sentak Choi Siwon dengan geram.

“Bahkan itu aku.”Siwon sontak mengangkat kepalanya, “Kau juga akan mengusirku seperti gadis kencan butamu…”

“Maafkan saya Sajangnim nona ini…” ucap Stella ketakutan.

“Keluarlah, Stella-sii.”perintah Siwon.

“Baik.”sedikit ada rasa terkejut ketika atasanya tak memanggil satpam untuk mengusir lebah nekat itu dengan Vas.

“Ck… sudah aku bilang bila aku calon nyonya Choi sesungguhnya…”guman Kyu.

Setelah pintu kembali tertutup sempurna Siwon mulai berkutat dengan lembaran-lembaran terkutuk itu. Kyu masih berdiri menggenggam bekal makan siang yang dia buat bersama Heechul.

“Ada apa?”

Kyu masih terdiam.

“Bila kau hanya ingin diam silahkan.”Siwon kembali bekerja dengan laptopnya. “Aku masih banyak kerjaan.”

“Singkirkan jari bodohmu dari keybord itu atau kau ingin aku menyiramnya dengan air.”ancam gadis itu. Siwon menatapnya tanpa rasa takut, “Kemarilah. Aku membawakan bekal makan siang untukmu…”

“Aku tak selera.”

“Bahkan ketika makan aku menyuapimu..” godanya.

“Aku tak suka wanita murahan.”

Telak. Kyu terdiam. Dia berusaha tersenyum. “Baiklah. Aku tunggu sampai kau selera makan.”Kyu mengambil duduk di sofa yang menghadap ke arah meja Siwon. Lalu menaruh bekal itu di meja kaca. Dia sedikit mengigit bibirnya menahan tangis dan lapar. Dia belum makan dari pagi hanya ingin memasak untuk Siwon. Tapi tak di hargai. Bahkan sudah lebih satu jam dia terdiam di sofa.

Tess… lelehan karamel itu menitihkan air mata. Dia segera menghapusnya.

“Mungkin kau tak suka aku disini. Baiklah aku pergi… jangan lupa makan,Wonnie.”

Kyu meraih tas jinjingnya lalu berjalan meninggalkan tempat duduknya.

Brukks!!

Terdengar suara bantingan barang. Kyu hanya tersenyum ketika bekal makan siangnya di buang di tong sampah.

“Baiklah!!! Mungkin kau tak suka menunya. Besok aku bawakan menu lainnya. Hmm…Wonnie apa… pintu rumahmu masih sama…?”Siwon menatap ke arah gadis itu, “Hmmm… kata Heechul Eomma lebih baik aku tinggal disana…”ucapnya dengan riang.”Apa kau setuju?” Siwon membulatkan mata, “Besok aku akan pindah. Jadi…sudahlah aku pergi…”Belum sempat menjawab Kyu sudah berlalu pergi.

BRUKKKSS…

“NONNA…”teriakan gadis itu membuat Choi Siwon segegas keluar.

“Kyunnie….”

Resah dan pria itu mengutuk kebodohannya. Dia sudah terlihat pucat ketika pertama kali datang namun acuh dengan egonya.

********
.
.
.
.
.
.
.
.
Tiga hati pasca pingsan gadis itu. Dia kembali mengantarkan makan siang namun hasilnya tetap sama. Kini dia pun tinggal ditempat siwon namun pemuda itu lebih nyaman bermalam di kantor. Kata sabar selalu dia tanamkan dalam dirinya dan tetap menunggu sampai pria itu memaafkannya.

Hari ke empat Kyu tinggal di rumah Siwon. Ini sudah hampir tengah malam namun rumah megah ini masih tampak sunyi. Berjajar menu makan malam tersaji rapi dan sang pembuat sudah hampir mati kelelahan. Siwon mengambil kunci di saku celananya setelah mobilnya terpakir rapi garasi. Biasanya dia akan tidur di kantor. Entah kenapa dia ingin pulang. Merindukan seseorang. Pandangan pertama ketika mata hitam lelah itu mengantuk adalah koper merah yang tak asing bertengger di depan pintu. Tak berubah sejak pertama Kyu memutuskan tinggal disana. Siwon berjalan mendekati gadis itu. Merebahkan kepalanya di meja makan beralaskan kedua lenganya. Wajahnya tetap saya. Cantik. Puji Siwon dalam hati sebelu berlahan tangan kekarnya meraih rambut ikal dan membelai lembut. Namun sentuhan lembutnya mengusik tidur gadis itu. Segera tangan kekar itu menjauh dan kembali memasang wajah dingin.

“Euh… Wonnie…kau pulang…”gadis itu mengerjapkan mata coklatnya. “Kau sudah makan malam. Biar aku panaskan atau kau ingin aku siapkan air hangat dulu…”ucapnya panjang lebar namun tak ada satu kata yang terucap. Wajah itu tetap dingin.

Kyu menarik nafas dalam mengambil tas kerja dan jasnya. Berjalan menuju kamar. Kyu sebenarnya ingin menangis dan menyerah namun dia harus kuat. Siwon mengikuti jejaknya.

“Air hangatnya sudah aku siapkan. Ini baju gantinya dan aku tunggu di bawah untuk makan. Karna aku lapar…”wanita itu berlalu meninggalkan Siwon dalam kamar.

30 menit lamanya Kyu harus menelan pil pahit. Rasa lapar membuatnya gila ketika melihat Siwon terlihat tidur di ranjangnya, bahkan tak menggukanan baju yang dia siapkan. Kyu mengunyah kasar semua makanan yang sudah dia hangatkan. Menelannya walau belum hancur sempurna. Lelehan karamel itu tak kuasa menahan tangis. Tapi dia masih bersabar menghabiskan semua. Pada akhirnya ketika dia hendak tidur semua makanan itu kembali terkeluarkan.

Siwon cukup panik. Dia ingin sekali mengosok punggung itu dan memberikan pelukan hangat. Namun kembali ego yang bekerja.

******
.
.
.
.
.
.
.
Hari berjalan semakin lamban. Entah kenapa Kyu belum bosan menjalankan misinya. Walau kini Siwon sedang ada perjalanan bisnis gadis cantik itu masih setia menyiapkan makan malam kalau saja Siwon tiba-tiba datang. Dia menghela nafas sejenak melihat cincin yang masih melingkar indah di jari manisnya. Berharap kelak akan tergantikan menjadi cincin pasangan yang mengikat mereka selamanya. Dia tersenyum tipis walau lelehan karamel itu tak bisa pungkiri kepiluan hatinya. Butiran krital itu mengalir deras walau bibirnya tetap tersenyum. Malam ini dia kembali tidur sendiri. Di rumah besar dan megah ini.

Satu minggu berlalu. Siwon tak ada kabar. Bahkan sekertarisnya juga sudah kembali dari perjalanan binisnya. Kemana pria tampan itu? Hati Kyu sedikit terluka. Siwon benar-benar menghilang. Haruskah dia pergi…

Ceklek!!!

Pintu coklat tua itu terbuka menapakan wajah lelah sang pemilik rumah. Mata hitam kelam itu menatap di penjuru ruangan. Sepi. Bahkan koper merah itu sudah tak nampak di ruang tamu. Dia pergi. Buru-buru Siwon menaruh tas kerjanya dan berlari ke semua sudut ruangan. Namun nihil. Dia pergi. Bodoh!!! Bahkan pria ini sudah menunggunya dua tahun dan dia hanya tak lebih dari satu bulan. Ck. Siwon menghela nafas. Dia menyesal melepas gadis yang jelas-jelas di cintainya.

“Wonnie, kau sudah pulang…”

PYARRR!!!

Gelas krital itu lepas dari gengaman tangan kekar itu ketika suara merdu itu terdengar di gendang telinganya.

“Ya…Tuhan… Wonnie… kau kenapa?” Kyu menaruh belanjaanya dan berjalan menghampiri pria yang masih terdiam. “Menyingkirlah!!! Biar aku bereskan.”

Siwon pun masih membatu menatap punggung itu yang mulai sibuk dengan pecahan gelas itu.

“Duduklah!! Aku buatkan kopi dan makan siang.”ucap Kyu setelah membuang pecahan gelas itu dan mencuci tangannya.

Dengan telaten dia menyalakan api dan mulai merebus sesuatu dalam panci dan tangan lihai memotong berbagai sayuran. Siwon terkejut dulu gadis itu tak tahu apa itu garam dan gula namun kali ini kopi yang dia buat sungguh nikmat. 30 menit kemudian semua sudah tertata rapi di meja makan. Hanya makanan sederhana namun aromanya memikat cacing dalam perut Siwon untuk mencobanya.

“Cobalah!! Aku tak menaruh racun atau obat perangsang… jadi jangan takut…”ucapan Kyu sungguh membuat dia terkejut.

“Kyu..”

“Bicaralah nanti. Sekarang makanlah dulu…”potong Kyu sambil mengambilkan lauk dan manaruhnya di piring Siwon.

“Terima kasih.”

Kyu tersenyum tipis, “Ku dengar dari Stella-sii kau sedikit kurang sehat. Besok aku akan membuatkanmu sup ayam. Kau mau?”

Siwon masih terdiam. “Dan aku dengar dari Donghae hyung kau juga lebih suka minum kopi dan akohol. Kurangilah!! Jaga kesehatanmu. Kau tak muda lagi.”tegurnya.

“Kau seolah tahu apa yang aku butuhkan namun sebenarnya kau hanya berpura-pura tahu apa yang aku butuhkan. Kyu…”

“Baby kyu… itu panggilan sayangmu…”potong Kyu dengan percaya diri.

“Bisakah kau hentikan permainan ini. Kau pasti lelah…begitu pula aku.”

Hening. Cukup lama. Hingga terdengar helaa nafas pria tampan itu.

“Bagimana rasanya? Ku rasa tak buruk… selama ini aku belajar dengan umma dan ku rasa…”

“Baby…”

“Apa salah bila kali aku serius? Wonnie…”

“Serius untuk apa?”

“Menjalani perjodohan ini. Apa aku salah kembali? Ini membebanimu…” kyu menaikkan intonasi bicaranya. Dia mulai bosan bersuara lirih.

Siwon tersenyum sinis,” Jangan pernah aku anggap ini ada kisah dalam novelmu. Seolah kau kembali dan mampu menyembuhkan lukaku. Kau tahu… aku bukan aktor dalam kisahmu…”

“SIAPA BILANG AKU ADALAH TOKOH DALAM NOVELKU. Sudah aku bilang sejak dulu, kau adalah kau. Aku hanya coba mendengar dan belajar mengerti. Kau tak tahu betapa sakitnya aku. Aku mencoba belajar disana memahami bahwa kau adalah segalanya.”

“Berarti kau tetap membadingkanku dengan Kangin appa…Itulah letak kesalahanmu…”

“Iya. Apa aku salah … ?? Aku takut cinta membutakan ku…”

“Berarti selama ini kau tak melihat dimana letak aku di hatimu…”

“Tapi kini aku melihatnya. Dua tahun ini aku bisa dengan jelas bagimana kau menguasahi hatiku…”

“Lalu tujuh tahun itu…kau anggap sampah…”

“Wonnie…”

“Cukup. Aku akan menjual rumah ini. Jadi berkemaslah.” Siwon pun bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan menuju kamar. Kyu menahan air matanya. Dia sudah berjanji tak akan menangis lagi.

Selesai membereskan semua makanan di meja makan. Dia masuk dalam kamar yang sama dengan Siwon. Dengan santainya dia mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi. Tak lama dia keluar dengan piamanya birunya.

“Bila kau tak nyaman tidur disini. Aku akan tidur di sofa,”sinis Kyu ketika melihat Siwon akan bangkit dari tidurnya ketika Kyu berjalan mendekati ranjang.

“Bukan…”

“Sudahlah!!”gadis itu sudah menarik satu bantal dan selimut lalu berjalan keluar kamar. Siwon memejamkan matanya. Bukan itu…

*********
.
.
.
.
.
.
.

Detik dan hari semakin susah terlalui. Ribuan resah tak kunjung halangi hati mahkluh ciptaan Tuhan ini. Beribu tanya terlalui namun tak kunjung ada jawaban. Gadis itu hampir menyerah dengan nasip yang membawanya pilu. Pria tampan itu belum luluh meski hampir dua bulan tinggal bersama. Lelah. Iya cukup sudah.

“Apa kau masih suka menulis?”pertanyaan itu sontak mengejutkan gadis 26 tahun itu. Mengejutkan.., ahh mereka memang jarang saling bicara. Kyu menghentikan mengetiknya. Ini hari libur dan entah kenapa Siwon ada di rumah.

“Masih. Changmin mengkatakan akan menerbitkan novelku.”jawabnya lalu kembali menatap layar laptopnya.

“Kyu..Kyunnie…”

“Bila kau membicarakan soal akan menjual rumah ini. Silahkan tentukan harganya aku akan membelinya…”hardik Kyuhyun. Iya sudah lelah ketika Siwon terus mengusirnya dengan dalang akan menjual rumah yang konon akan jadi tempat mereka dulu.

“Bukan…”

“Lalu…”

“Bisakah kita berciuman…”

“Apa…?” Gadis itu merasa telinganya mulai rusak, “kau bicara apa?”

“Bisakah kita berciuman…”

“Apa kau gila?”

“Sedikit.”Siwon mengaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali. “Bukan kita sedang mencoba…”

“Mencoba apa?”

“Kita masih menjalankan kencan buta itu kan.”

Oh Tuhan.. ingin rasanya Kyu menampar pria itu. Cukup sudah dia termainkan oleh sikap tak tentunya. “Kau meminta aku menciummu. Apa wanita kencan butamu tak memberimu jatah sama sekali.Oh… atau hanya karna aku tetap bertahan disini kau anggap aku gadis gampangan.”suara itu terdengar menyayat hati.

“Baby.”

Kyu sedikit merasakan panas di kedua bola matanya. Siwon kembali dalam posisi sulit. Dia hanya mengikuti saran Donghae itu memperbaiki jalan hubungan mereka. Dan bodohnya Siwon meminta gadis itu menciumannya.

“Bukan…Donghae bilang aku sudah tua san harus mulai hubungan serius, bahkan Leeteuk umma memintaku segera tentukan siapa yang aku pilih. Aku binggung di sela tugas kantor yang menumpuk mereka mendesakku menikah.”

“Lalu kenapa kau tak menikah dan memintaku menciummu… apa hubungannya…” gerutu Kyuhyun.

“Entahlah!!! Aku cuma pria bodoh yang tak bisa meski berusaha untuk mencoba melupakan tapi aku tak bisa kau tahu….”

“TERLALU LAMA… AKU MEMBUATKU PUSING… AKU HARUS MENYELESAIKAN NOVELKU.”teriak gadis itu dengan kesal.

Kyu menghela nafas dengan kediaman Siwon. “Baiklah!!! Kau coba cium saja bantal dengan aroamku dan bila kau menyukainya berarti kau menyukaiku…”

“Sudah. Dan itu sering aku lakukan ketika kau sedang mandi atau pergi ke dapur.”jujurnya.

Kyu menahan tawanya, “Aku sudah tidak tahan, baby.”

“Kau anggap ini sebuah permainan…”

“Bukan. Aku serius.”

PLAAAKKKSSS!!!

“Ku pikir kau sudah berubah hikz…tapi…”

GREEP!!!

“Jangan marah. Maafkan aku… maaf aku tahu… bila aku menyakitimu…jangan tinggalkan aku…Aku sudah hampir mematikan sistem kerja tubuhku karna ingin menjahui rasa cintaku…padamu…”

“Choi bodoh melopatkah dari atap baru aku akan memaafkanmu.”ketusnya.

Siwon melepaskan pelukannya dan menatap serius wajah gadis itu. Tanpa pikir panjang dia berjalan menjauh. Siwon tetap bodoh. Kyu mengutuk bibirnya. Dia mengkuti pria tampan itu.

“Choi… aku hanya bercanda…”teriak Kyuhyun. “Jangan gila… kau bisa mati…”

“Bukan itu yang kau minta agar bisa termaafkan…”

“Bodoh…kau tetap bodoh dan dungu…”umpatnya kesal.

“Lalu… apa kau mau jadi nyonya Choi…”

Kyu terdiam mengenggap jari yang terhias cincin.

“Aku pikirkan. Turunlah dulu…”

“Tidak sebelum kau menjawabnya.”

“Cepat turun jangan seperti anak kecil. Kau sudah berumur dua puluh delapan.”

“Aku tak perduli.”

Hening.

Kyu menghela nafas, “Baiklah. Tapi aku tak suka cara melamarmu… gunkan cara yang manis…” keluhnya.

Tak lama muncul orang-orang yang dia kenal membawa seikat bunga mawar merah. Kyu tersenyum tipis dan hampir menangis. Tak lama nampaklah Siwon dengan setangkai mawar putih lalu berlutut.

“Maukah kau menjadi nyonya Choi, menjadi istriju dan ibu dari anak-anakku nanti. Berbagi suka dan duka.”ucap Choi Siwon dengan mengulurkan kotak merah ke arah gadis itu.

“Bodoh. Kau hanya buang-buang uang.”cibir gadis itu menyembuyikan rasa bahagianya.

Muncul lipatan di dahi Siwon, “Bukan kau sudah melamarku… “Kyu menunjukan cicin yang selalu dia kenakan dua tahun ini.

Siwon termenung, “Ku kira kau…”

“Bodoh…kadang aku heran kenapa bisa cinta mati padamu…”gerutu Kyu sambil memukul kepala Siwon.

“Au… sakit..”

“Jangan manja.”

Semua tertawa melihat kekonyolan Siwon.

*********
.
.
.
.
.
.
.
.

“Kau tahu kenapa hidup ini rumit? Apa tak bisa kau mencari wanita lain…”omel Kyu yang kini sedang duduk manis di kafe.

“Bagimana lagi? Aku sudah terpikat dengannya…” jawabnya dengan memelas, “Kau tahu dia sebenarnya manis…”

“Cih!!! Wanita ular itu kau bilang manis…dari jutaan wanita di dunia ini kenapa kau memilihnya.”

“Ayolah,Kyu restui kami.”

“Dalam mimpimu.”

“Kau jahat. Bukan sebentar lagi kau akan menikah…”

“Tak ada hubungannya.”

“Aku juga ingin menikah.”

“Menikahlah. Siapa yang melarangmu?”sinisnya.

“Bagimana aku bisa menikah bila kau tak merestui kami.”

“Kau pikir aku ibumu”ketusnya.

“Cih menyebalkan. Bagimana Siwon bisa mencintai wanita menyebalkan sepertimu…Ha..”

“Aku punya sejuta kharisma…kau tahu…”

Changmin tertawa, “Hai, gendut kharisma apa yang kau pancarkan?? Apa pipimu yang semakin membulat dan perutmu yang sudah hampir melebihi dadamu…”

“YAH!!!”teriak gadis itu membuat semua pengujung melihatnya.

“Hai, pelankan suaramu…”tegur halus seorang pria tampan yang tiba-tiba merengkuh pinggangnya.

“Dia bilang aku gendut.”rengeknya manja.

“Kenyataan. Kau sudah tiga kali merubah ukuran baju pengantinmu.”

“Wonnie…”

“Changmin…kau masih mencintai perusahaanmu…”

“Cih…menyebalkan. kau selalu gunakan kekuasanmu semaumu Choi…”

Kyu menyeringai puas. Rasakan. Batin Kyu melihat Changmin yang mulai tutup mulut.

“Kenapa kau lama sekali. Aku sudah di bully habis-habisan oleh pemuda di depanku ini.” Changmin ingin memutakan semua yang ada dalam perutnya.

“Benarkah?? Maafkan aku baby. Kau tahu bukan aku harus menyelesaikan tugas kantor karna tak ingin acara bulan madu kita terganggu.”

Kyu menyandarkan kepalanya di dada siwon. Changmin sudah ingin melopat keluar bila saja dia tak ada janji menunggu dambatan hatinya disini. Siwon membelai perutku dengan sedikit kasar. Bahkan Kyu ikut meraba telapak tangan kekar itu.

“Kira-kira kapannya disini akan tubuh Choi junior.”

Kyu membulatkan mata coklatnya.

“Aku sudah tidak sabar.”bisiknya membuat bulu kudu kyu berdiri.

“Mesum. Jauhkan pikiran kotormu itu…” sergah Kyuhyun lalu menusuk pipi Siwon dengan telunjuknya. Pria tampan itu terkekeh.

“Yah!! Bisakah kalian hentikan tingkah remaja kalian. Sungguh itu membuatku muak.”omel Changmin.

“Kau hanya iri padaku.”ketus Kyu.

“Cih!! Iri dari hongkong. Hai, ratu makan cobahlah kau lihat bagimana bentuk wanita sebenarnya. Kau tak punya body yang bisa membuat semua iri.”cerca pria bertubuh tinggi itu.

“WONNIE…”rengek Kyu manja dengan bibir merah yang mengerucut imut.

Chup!!!

“Yah!!”teriak mereka berdua dengan serampak.

Siwon hanya tersenyum bodoh.

“Kau…kenapa menciumku…”

“Karna babyku hari ini banyak bicara dan membuatku gemas.”

“Cih!! Pasangan aneh dan memuakan.”gerutu Changmin.

Tak lama suasan ribut itu tiba-tiba hening ketika sosok gadia cantik bermata hitam dan berkukit sehalus salju berjalan ke arahnya. Gadia dingin itu mulai melengkungkan senyuman di bibir merah ranumnya.

“Hai, maaf menunggu lama.”gadis ity bergegas duduk disamping kekasihnya.

Siwon membelai rambut ikal kekasihnya. Dia tahu Kyu terlihat tegang.

“Kenapa jadi hening..? Bukan kita akan makan siang…?”ucap kibum memecah keheningan.

“Ahh… iya kita pesan.”sahut Changmin.

“Apa kehadiranku membuatmu tak nyaman,Kyu.”tanyanya dengan ruwat wajah sendu.

“Tidak.”Siwon dengan lancang karna melihat kebungkaman kekasihnya.

“Benarkah.” Kibum tak terlalu nyakin.

Siwon tersenyum dan kembali membelai perut Kyu.

“Dia sedang mood yang buruk. Kau tahu Choi Junior…”

Ketiga mahkluk ciptaan Tuhan itu menatap horor dengan pemikirannya masing-masih. Dua orang menatap tajam perut gadis berpipi bulat itu. Dan gadis berpipi bulat sedang melangsungkan tatapan laser itu.

“Yah!! CHOI SIWON JANGAN BICARA SEMBARANGAN. Bagaimana aku bisa hamil, kita saja belum pernah melakukannya.”

Tittttt……

Seperti dunia terhenti mendengar teriakan bodoh gadis gembul itu. Semua menatap. Siwon hanya tersenyum bodoh.

♡♥♡ THE END ♡♥♡

.
.
..
Makasih buat semua yang baca dan komen
Maaf akhirnya jadi gaje kayak gini…
Oke semoga berkenan dengan ff wonkyu GS
Hmm saya sedang mencoba membuat yang Yaoi semoga berhasil.
Thanks…
Sebarkan CINTA WONKYU.. MUAHH!!!

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

55 thoughts on “I Love Stupid Vol 8 (End)

  1. owh yg d ajak k hotel oleh siwon itu kyu toh..
    tapi aneh deh.. kan yang tersakiti slama ini siwon
    gimana dy berusaha keras agar kyu mw nerima dy tanpa mmbandingkan dirinya sama kangin appa
    tapi ttp aja siwon yang disini minta maaf, hehehe…
    pdhl hrusnya kyu baru dua bulan gtu jangan nyerah, siwon aja udh berulang kali bahkan bertahun2…

  2. Yahhh udahhh abissss, ngga nyangka hehehe akhirnyaaa mereka bersamaaa walaupun penuh perjuangann … Siwon emng ngga pernah bisa berpaling ama kyukyu hehehe pleasseeee bikinnnn afterstory atau apanyaaaa pleaseeeeeee…. Hwaitingg and thankyu krana bikin ff yg seruuu :):):)

  3. Hallo… . I am new reader here……

    I love this story…..
    Buat squel ya….
    Baru baca satu part ini aja…….

    Salam kenal

  4. What????
    Cwek itu ternyata si kyu yaaah.
    Etdaaaah, kirain ada cwek lain. . ugh. .
    Tp syukur dech. . kkk~

    Aaaaaah,, akhirnya mreka bersama jg, stelah keegoisan berkepanjangan dri kyu ma won.
    Greget bnget ama mreka, musti sling skitin dlu bru mau breng. . ―,.―
    Endingnya seru euuuy. . kkkkk~
    Won udh ngebet keknya pngen punya baby. . hahaha

  5. Setelah melewati sekian banyak ujian akhirnya mreka bersatu juga
    duhh wlaupun sbenernya pngen liat smpe choi junior lahir sih..
    Tapi ya sudahlah begini juga udah puassssssssss kekeke
    good job for author (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s