Posted in Genderswitch, Series, WonKyu Story

I Love Stupid Vol 7

I Love Stupid – Vol 7

Author: Cat meonks

Cast: Choi Siwon (namja ), Cho kyuhyun (yeoja), Charming (namja), Lee donghae (namja), Eunhyuk (Yeoja) Kangin (Namja) Leeteuk (yeoja) Heechul (yeoja) Hangeng (namja) Kim Ryeowook (yeoja), kibum (yeoja)

Genre: GS, Romance

Warning : typo bertebaran, gaje, nggak jelas,

Maksih juga buat yang masih suka komentar pada cerita nggak jelas saya…
.
.
.
.
.
.
.
.

Gadis berbaju hitam itu duduk di bangku bandara. Memeluk bonekah pikacu kesayangannya. Bonekah itu ketika dia dapat ketika masih duduk di bangku sekolah. Ada seorang pria bodoh yang mengguminya memberikan dengan setangkai bunga mawar. Jepit rambut sederhana dan dress hitam yang dia beli di pasar malam ketika kencan mereka pertama. Kyu berharap mampu menemui cinta pertamanya lagi dan bisa meracut cinta dengan pengeran berkuda putihnya dulu.

“Kau masih menyimpanya…”suara itu sontak membuyarkan lamunan gadis itu. Dia mengedarkan pandangan ke arah suara itu lalu membulatkan mata. .
.
.
.
.
.
.
.

Gadis itu mengedarkan pandangan ke semua sisi mencari arah suara yang mengetarkan jantungnya. Cinta pertamanya. Suara berat yang dia rindukan. Hingga setiap malam merelakan mata indahnya bengkak karna terjaga sepanjang malam karna rasa cinta yang terbelenggu.

“Ku kira kau sudah melupakan bonekah pikacu yang aku belikan ketika di pasar malam tempat pertama kali kita kencan. Bukan begitu banyak bonekah yang lebih mahal bertengger di kamarmu dengan harga jauh dari uang jajan anak sekolah. Aku tertengun kau masih menyimpan kenangan itu padahal kau jelas sudah membuang cinta itu…”pria berlesung pipi itu jelas menyeringai puas setelah terpuruknya beberapa hari ini. Meletakan kedua telapak tanganya di saku celana dan berjalan mendekat ke arah gadis cantik yang terpaku. “Apa kau masih begitu mencintaiku sampai semua barang yang ku belikan masih tersimpan rapi, lalu kenapa kau pergi?”lanjutnya.

Tersadar dari rasa terkejutnya, wanita cantik itu segara membereskan bonekah yang dari tadi di dekapannya. Setelah itu menarik kopernya dan tas jinjing meninggalkan pria tampan bermarga Choi itu.

“Kau masih akan pergi…dengan rasa cinta itu…”

Wanita itu tak bergeming dan terus menarik koper miliknya semakin menjauh.

“Aku kemari bukan hanya untuk diriku sendiri. Ini juga untuk ayahmu… ayah kandungmu yang terbaring sakit karna keegoisanmu membawa kebahagiannya pergi…”

Deg!!!

Langkah wanita itu kini terhenti. Membulatkan mata tak percaya.

PYAARRR!!!

Bahkan kini lelehan caramelnya menatap lekat wanita paru baya dengan sejuta kegusaran yang bergulat di pikirannya. Ponsel yang dari tadi di genggam pecah menjadi beberapa bagian. Cukup lama wanita cantik itu terpaku sampai tak sadar pria bermarga Choi itu sudah tepat di hadapannya. Mata indah itu menatap manik hitam dengan terpesona. Bersyukur dia pernah memiliki manusia nyaris sempurna itu. Tangan besar itu membelai wajah pucat namun tetap cantik. Menempelkan kedua kening mereka. Kyu terpesona sesaat dengan aroma maskulinnya , membiarkan lalu lalang orang memperhatikan tingkah drama mereka.

“Tak bisakah kau tetap tinggal. Membiarkan hari laki-laki tua itu bahagia di sisa umurnya. Atau Kau bisa memikirkanku… bagimana gilanya aku nantinya…”

“Kau tak tahu…”

“Karna itu berbagilah denganku…”tegasnya dan dengan usapan lembut di pipinya. “Bagimana aku tahu bila selalu kau simpan sendiri. Masih tak cukup seperempat hidup kita habiskan bersama namun kepercayaan itu belum tumbuh. Ini tujuh tahun lebih kita bersama…”sedikit ada luapan emosi tersirat dalam setiap kalimat yang terucap. “Ayahmu nyaris kehilangan nyawa karna serangan jantung. Bukan manusia tak ada sempurna. Tuhan maha pemaaf sedangkan kau hanya mahkluk kecil dari sejuta ciptaanya…”

Kyu masih tak berani menatap mata itu.

“Bila kau bosan menungguku percaya kau berhak pergi… ”

Siwon menarik nafas dalam dan berat. Ingin sekali menampar mulut manis itu. Tapi dia tak bisa. Dia menahannya.

“Bahkan tak sebesit pun kata bosan dalam hidupku,Kyu.”

Wanita itu mendorong tubuh Siwon menjauh namun lagi pria itu menarik pinggangnya.

“Biarkan aku pergi…”rengeknya. Dia tak bisa. Ya wanita itu pasti lemah ketika Siwon mulai memanjakannya dengan sentuhan.

“Kenapa kau masih egois?” Siwon mulai menaikkan nada suaranya.

“Iya aku egois. Jadi lepaskan aku… kau pria sempurna dengan sejuta kharisma… kau bisa memilih wanita mana pun yang kau inginkan…”

“Baik. Bila itu yang kau inginkan.” Siwon sedikit berjalan mundur. Memberi jarak pada mereka. Kyu bernafas lega. Tenaganya kembali. “Aku ingin kau…”

“Siwon…”

“Bukan kau bilang aku bisa mendapatkan wanita mana yang aku inginkan bukan…”

Kyu terdiam. “Tapi bukan aku. Banyak pilihan selain wanita yang selalu membuatmu terluka dan kadang gila dengan ketakutannya. Bukan aku Siwon…”

“Aku tidak pada posisi memilih.”

“Cobalah!!”lirihnya.

“Bahkan aku lebih suka ketika sifat tak warasmu. Aku merasa jahat ketika memikirkan itu. Tapi ketika semua kerja otakmu kembali kau selalu meninggalkanku, mencampakanku. Aku bagai sepotong daging busuk yang harus kau jahui.”suara Siwon semakin mengusik penghuni bandara.

Kyu terhenyak mendengar pengakuan Siwon. Padahal menurutnya Siwon adalah heroin yang memabukkan. Membuatnya tenang,nyaman namun sifat egoisnya membuatnya harus meninggalkan Siwon yang menurutnya narkoba yang harus di jauhkan sebelum dia tak bisa lepas.

“Berikan sedikit hati nuranimu. Bukan untuk aku, tapi untuk orang tua yang sudah susah payah mengeluarkanmu di dunia ini. Kau tak lihat mata tua itu terlihat cemas.”suara itu seperti berbisik namun jelas terdengar di telinga Kyu.

“Kyunnie…”wanita paru baya itu masih memiliki hak untuk bicara kali ini ketika melihat putrinya mulai kalut. Dia tak ingin putrinya gila lagi.

“Umma kau masih bisa tinggal di sini…jadi tak usah buang tenagamu untuk memutar kalimat yang logis…” Kyu tahu benar ibunya masih mencintai ayahnya. “Tetaplah tinggal. Karna umma kebahagian appa…”

“Tidak. Kau juga kebahagianku. Kau adalah putriku…”jawab tegas wanita paru baya itu. “Aku sudah berjanji tak akan egois membiarkan putri umma menderita. Tidak…tidak lagi.”

Kyu tersenyum tipis, “Maafkan mulut pedasku… umma.” Wanita cantik itu mendekat dan memeluk tubuh ibunya, ” Entah setan mana yang merasukiku…bagimana mungkin aku kembali membentak umma ketika kita mulai berdamai dengan rasa sakit.”wanita paru baya itu tersenyum tipis membelai punggung putrinya.

“Apa pun keputusanmu umma akan selalu bersamamu, nak.”kali ini Leeteuk menyakinkan putrinya.

“Tetaplah tinggal. Appa membutuhkanmu… aku tak apa bila umma bahagia…”jawabnya lalu melepas pelukan mereka.

“Tapi kebahagian ku adalah putriku.”

“Aku akan tetap pergi. Sesekali kunjungi aku nanti bersama Appa…”wanita paru baya itu membelai wajah putih pucat itu.

“Apa kau nyakin?”pertanyaan itu terkesan ambigu terdengar. Kyuhyun sendiri tak nyakin sama sekali. Ah.. pada akhirnya dia mengangguk. Tersenyum tipis. “Baiklah. Bila itu keputusanmu. Umma akan menunggumu.”

Kyu mengambil tas jinjingnya yang sempat terjatuh lalu menatap mata hitam yang sejak tadi tak berpaling darinya. Hatinya melemah kembali namun

GREEPP!!!

Pekukan spontan itu membuat pria berlesung pipi itu terdiam. Ketika sadar akan membalas pelukan itu buru-buru wanita itu melepaskan. Siwon kecewa.

“Bila masih ada kata maaf untukku. Ku mohon maafkanlah aku, Siwon.” Suara lemah itu membuat pria itu mengulurkan tangan kekarnya membelai pipi gembil itu. Tersenyum lalu mengangguk. “Terima kasih.”lagi pria itu mengangguk.

Wanita cantik itu mulai menarik kopernya menjauh lalu dengan tangan kirinya melambai dengan ringan. Ketika punggung itu menghilang dari pandangan Siwon masih belum bergeming.

“Siwon…” Leeteuk mengejutkan dengan gengaman di tangan pria muda yang sudah sukses dengan perusahaannya sendiri. “Kau tak mengejarnya…”

Siwon tersenyum menapakkan lesung pipi yang membuatnya menawan, ” Eomma tenang saja. Dia akan baik-baik.”

“Lalu kau…”

Siwon mengambil tas milik wanita tua itu, “Paling tidak Kangin appa bisa menjalani hidupnya lagi. Kita ke rumah sakit sekarang…”

Leeteuk mengangguk. Wanita paru baya berhati malaikat itu membelai wajah tampan pria itu, “Putriku memang bodoh.”

Lagi hanya sebuah senyuman menawan yang terlontar.

*********
.
.
,
,
.
.

Wanita cantik bertubuh mungil itu terdiam memeluk tas mahalnya. Hampir setengah jam dia berdiri di tepi danau indah masa kenangan mereka. Dedaunan gugur di musim dingin semakin melukis indah mimpi. Sesekali dia melirik jam tangan berliannya hanya untuk membunuh waktunya.

“Ada apa.”dingin lebih dingin dari suhu 3derajat

Wanita itu menoleh menampakkan senyuman cantiknya. Ini adalah alasan kenapa pria itu mencintai wanita ini. Bahkan hatinya masih termiliki.

“Akhirnya kau datang juga.”wanita itu berjalan mendekat dan pria bernama Lee Donghae terpaku. “Hampir aku putus asa. Ku pikir sudah tak ada maaf untukku.”

“Memang.”

Ryeowook terdiam. Lalu kembali mengangkat wajahnya dan tersenyum. Dia tahu pria itu berhati mulia.

“Oh”

Suasana kembali hening. Hanya suara angin yang semakin membuat tubuh mungil itu mengigil. Inilah kebiasan buruk wanita itu. Tak pernah ingat baju hangatnya.

“Kapan kau berubah?”tanya donghae membuat Ryeowook membulatkan mata indahnya. Donghae berjalan mendekat melepas jas kerjanya dan hendak memasangkan pada pundak wanita itu. “Kau bisa sakit dengan suhu udara dingin.”

“Kau pun sama tak pernah berubah.”

HENING!!!

Ryeowook menarik nafas dalam memberanikan diri memutuskan jarak mereka. Wanita itu mulai lupa niatan utamanya. Dia tak mungkin lagi merusak rumah tangga orang bukan. Ahh… namun cinta itu masih ada. Entah kenapa dia begitu bodoh meninggalkan pria baik itu demi lelaki tua beristri. Menyesal ada ketika dia mulai melumat lembut bibir tanpa balasan. Ketika tangan mulai melingkar di leher pria itu, seketika di rasakan lidah mereka bertautan. Sakit. Apa dia tak pantas di cintai?? Kangin pun mengucapkan hal yang menyakitkan. Apa Donghae akan sama? Menciumnya namun membayangkan istrinya. Pada akhirnya mereka menyerah karna butuh bernafas, seketika jari manisnya membersihkan sisa ciuman panas mereka.

“Maafkanku…”

Donghae masih terdiam. Dia tahu ini dia tak benar. ” Eunhyuk… Eunhyuk …Eunhyuk …Eunhyuk… Eunhyuk …Eunhyuk…”dia mulai memusatkan pikiran pada satu nama berjalan menjauh meninggalkan wanita cantik bertubuh mungil dalam keadaan terisak.
.
.
.
.
.
.
Donghae melajutkan mobil hitamnya dengan cepat. Menembus ramainya kota. Tak lama dia memakirkan mobilnya di halaman rumah baru mereka. Membanting pintu rumah dan mencari keberadaan nama yang selalu di gumamnya tadi.

BRAKS!!!

Pintu terbuka kasar. Wanita itu masih membersihkan diri. Pria itu menerobos masuk memeluknya dengan erat. Tak perduli kemejanya akan basah. Yang dia pikirkan menghilangkan bau wanita itu.

“Oppa….”

“Biarkan seperti ini.”

“Tapi aku…”

Susana menjadi hening ketika mata hitam itu menatap tajam. Menarik kembali tubuh basah itu semakin erat sebelum berlanjut ke ciuman basah dan panas tentunya.

*********
.
.
.
.
.
.
.
“Siwon… dengarkan Eomma dulu…”teriak wanita paru baya yang masih terlihat cantik dan segar di umurnya yang tak muda lagi.

“Bila eomma hanya ingin membicarakan soal wanita itu, lebih baik siwon pergi.”

“Siwon apa kau tak memikirkan Eomma? Eomma hanya ingin anak kecil.”

“Kenapa eomma tak hamil lagi. Tak apa siwon punya adik. Eomma belum terlalu tua dan appa ku rasa dia mau.”

“CK.. Anak kurang ajar.” Hampir saja tas mahal itu melayang di kepala putra tunggalnya kalau saja Siwon tak lelas kabur. “Ck… aku tak nyakin dulu melahirkannya…”gumamnya sambil melihat kuku manisnya.

*******
.
.
.
.
.
.

Ini sudah dua tahun sejak putusnya hubungan siwon dan kyuhyun. Namun pria tampan dan sukses ini belum menemukan dabatan hatinya. Beberapa kali melakukan kencan buta hanya berhasil sampai pertemuan kedua. Mungkin dia masih mencintai wanita itu.

“Umma…”

“Eum…” kini pemuda berlesung pipi itu menatap lekat wajah tua yang sedang membuat kue untuknya.

“Apa kau tak memiliki jodoh untukku? Entah kenapa aku ingin menikah?”ucapnya.

Wanita bermarga Cho tersenyum tipis, “Ahh., iya aku sampai lupa. Kemarin Heechul mengumpat umma mati-matian meminta mengembalikan putranya semata wayangnya.”

Siwon terkekeh, “Bukan dia ingin membunuhku karna tak mau memberikannya cucu.”kini oemuda itu berjalan ke arah kulkas untuk mengambil minuman dingin.

“Siwon…” pria itu menghampiri wanita paru baya itu dan memeluk pinggangnya. “Menikahlah!! Kau tak ingin Heechul terserang darah tinggi bukan.”pria tampan itu mengelengkan kepala, “Umma akan mencarikan jodoh untukmu…”

“Benarkah?? Baiklah aku mau,asal secantik umma…”jawab Siwon.

Leeteuk menatap pria yang sudah di anggap putranya itu, “Lusa aku dan Heechul akan menjenguk Kyunnie…”Siwon melepaskan pelukannya, “Siwon…kau tak ingin ikut…”

“Umma lebih baik aku tunggu di meja makan. Jangan lama-lama aku juga ingin kopi hangat.”

Leeteuk menarik nafas, “Baiklah tuan muda choi…”jawab wanita paru baya itu sambil melempar senyum. Siwon membalas dengan senyuman manis. Pria itu duduk membungkungi wanita tua itu menyembunyikan keresahannya. Dia tak ingin kembali rapuh walau dia masih belum melupakanya.

********
.
.
.
.
.
.
.
Victoria gadis cantik multitalenta anak salah satu pejabat ternama. Paras cantik dan enerjik kini duduk berhadapan dengan putra tunggal Choi Hangeng. Heechul tak percaya setelah kepulangannya menjenguk Kyuhyun, putranya meminta kencan buta. Dia terlalu takut bila anaknya sedang kilaf, namun ini pertemuan ketiga dalam bulan ini belum ada keluhan dari sang calon mertua.

“Hmmm…Oppa apa akhir minggu ini kau bisa menemaniku belanja? Ahh.. maksudnya beberapa hari lagi pertemuan keluarga kita aku…hanya ingin memilih busana yang menawan untuk acara itu.”

“Eum..” Victoria tak pernah mengeluh dengan jawaban singkat siwon selama ini. Dia yang banyak bicara, dia yang aktif memberi sentuhan. Tak masalah karna cinta akan tumbuh bersamaan dengan waktu.

“Oppa…”

“Vic, bagimana kalau kita ke pasar malam?”

“Ha…”gadis itu tak percaya dengan apa yang dia dengan. Siwon sedang mengajaknya kencan. “Baik.”gadis itu mengangguk setuju.
.
.
.
.
.
.
.
Siwon mengenggam telapak tangan Victoria dengan posesif. Dia takut gadis itu menghilang di tengah ramainya pasar malam. Dia menghampiri penjual gulali, memberikanya pada gadis itu. Wajahnya memerah ketika Siwon membersihkan sudut bibirnya. Duduk di taman setelah puas bermain sambil menikmati es krim vanila.

“Apa kau lelah?”Siwon sadar untuk pertemuan kali ini dialah yang semangat.

Gadis itu mengelengkan kepala.

“Benarkah?? Apa kau suka?”

Gadis itu mengangguk, “Sangat suka Oppa..”

Siwon menghela nafas melirik kopi kaleng yang dia pegang. Entah kenapa rasanya tak sama. Dia meraik sesuatu dari kantong jasnya.

“Ini…”pria bermata elang itu memberikan jepitan rambut.

“Ne..”

“Untukmu..”

Gadis itu hampir menangis rasanya. Perlakuan Siwon seperti pasangan yang saling mencintai. Dia sudah dengan beberapa wanita bangsawan sudah di tolah mentah-mentah olehnya. Tapi kini dia? Mungkin pemuda itu sudah berubah. Iya berubah menjadi manis.

*********
.
.
.
.
.
.
.
“Kemarin malam tumben kau tak kemari?”

Pemuda yang sedang bermanja dengan wanita itu itu menghentikan memakan buahnya.

“Kemarin nenek sihir mengatur kencan.”

“Oh ya. Bagimana dia?”

Siwon yang awalnya tidur di paha wanita tua itu kini bangkit dan duduk bersila di hadapnya.

“Hmmm…. belum ada yang secantik umma.”

Leeteuk terkekeh, “Benarkah? Berarti biar kali ini aku yang mencarikan. Bagimana? Atau kau bersaing saja dengan kangin appa…”

“Terserah.”Siwon kembali merebahkan kepala di paha wanita tua itu. “Asal dia secantik Umma…aku tak mau umma… kau tahu sendiri bagimana laki-laki itu menjagamu. Aku bisa jadi bulan bulananya bila merebut istrinya.”

Leeteuk membelai lembut rambut hitam itu.

“Itu pasti Siwon-ah… kau selalu mengalihkan perhatian istriku.”sahut Kangin yang baru saja pulang kerja.

“Kau sudah pulang sayang…”

“Iya, dan kau mengabaikanku demi bocah tengik itu.”keduanya terkekeh, “Cepat nikahkan dia saja agar duniamu kembali berpaling padaku…”

“Ck… aku sudah bosan memberi tahunya sayang… dia tetap bersikukuh meminta wanita yang cantik sepertiku…”

“Menikah…menikah…menikah… seperti tak ada pembahasan lain.”geram Siwon.

“Ahhh… karna kami juga ingin melihatmu bahagia sayang…” Leeteuk memberikan pukulan kecil pada bahu Siwon.

“Kebahagianku sudah hilang lama. Jadi percumah mencarinya”ucapnya lalu bangkit dan berjalan menuju dapur meninggalkan dua orang tua yang menatap sendu.

*********
.
.
.
.
.
.
.

Siwon memijat pelipisnya karna mulai bosan dengan tumpukan file-file ini. Kopi pun tak bisa hilangkan rasa lelahnya. Dia menghirup dalam-dalam bunga yang baru saja di berikan sang Eomma untuk kencan buta kali ini. Kali ini gadis cantik teman Eomma. Dia mulai bosan, namun sore ini dia tetap akan datang.

Jas biru dengan kemaja putih. Pria berlesung pipi itu melajukan audi menuju rumah makan tempat dia berkencan. Manik hitam itu menatap jalan dengan pikirannya. Mencoba menyakinkan dia bisa kali ini. Gadis itu mengenakan dres biru muda. Sedang duduk manis menikmati minumannnya. Siwon menghela nafas lalu berjalan mendekat.

“Maaf saya terlambat.” Siwon melontarkan senyuman.

“Tidak apa. Aku juga baru sampai.”

Siwon tersenyum. Seperti biasa. “Apa kau tak pulang dulu ke rumah…”

“Tidak. Umma mengatakan sore ini aku harus menemuimu jadi aku langsung kemari.”

“Oh”

Hening. Sampai seorang pelayan memberikan buku menu. Setelah mereka berbincang tentang apa yang akan di nikmati susana kembali hening.

“Lalu biasanya setelah makan malam kita kemana?”tanya gadis itu dengan sorotan tajam.

“Hotel.”

“Ne…”

“Hotel.”

“Apa kau selalu seperti itu pada wanita kencan butamu…?”

Siwon menenguk red wine sampai habis, “Tidak. Hanya ingin mencoba hal baru. Mungkin kau bisa mengantikan posisi seseorang di hatiku. Apa kau keberatan?”dinginnya.

Gadis itu terlihat gugup. “Baiklah.”

Siwon tak percaya. Biasanya semua gadis akan menolak, menampar, atau pergi begitu saja. Namun kali ini.

“Kau nyakin?”

Gadis itu mengangguk. “Kau begitu nekad.ck”guman siwon dalam hati.

********
.
.
.
.
.
.
.

“Kau ingin mandi dahulu atau langsung ke intinya.”tawar Siwon.

Gadis itu terlihat gugup dan menyesali ucapannya tadi. Pria ini sungguh-sungguh.

“Kau takut…”kini Siwon mulai mendekat, “Pergilah pengecut!”perintahnya.

“Ti..tidak. Aku berani. Maaf aku bukan bocah ingusan.”tantang gadis itu.

Siwon tertawa. “Baiklah. Buka bajumu… aku tunggu…”Siwon kini duduk di pinggir ranjang menatap tajam pada gadis yang mulai satu persatu melepas kancing bajunya.

Gadis itu memejamkan mata. Sedangkan Siwon. Entah kenapa dia begitu?? Ini bukan dirinya.

TBC

Mungkin 1 part lagi….
Semoga gak bosan

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

21 thoughts on “I Love Stupid Vol 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s