Posted in BL, Genre, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

Breath

BREATH

SIWON KYUHYUN

WONKYU

“Please let me hear, at least your breath.”

by: Siwonniesm

 

❤ WONKYU ❤

 

Kyuhyun melepas kacamatanya, memijat pelan pelipisnya yang sedikit berdenyut. Hampir tiga jam penuh dia berkutat dengan tumpukan laporan akhir tahun perusahaan tempatnya bekerja. Dan akhirnya, semua laporan itu sepertinya sudah bisa dia hadapkan pada bosnya besok pagi. Kyuhyun menghempaskan punggungnya kesandaran kursi sambil memejamkan matanya. Wajah itu lagi. Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. Bahkan pekerjaan yang menumpuk pun tidak dapat mengalihkan pikirannya dari sosok itu sepenuhnya. Hampir tiga tahun sejak perpisahan mereka pun, semuanya masih terasa sama. Perasaan Kyuhyun masih sama.

“Choi Siwon.” Gumam Kyuhyun pelan sambil mengusap wajahnya.

Kyuhyun membuka matanya dan menoleh kearah kalender yang ada di meja kerjanya. Kyuhyun menopang dagunya lalu membawa kalender itu lebih dekat padanya. Ada angka yang dilingkari dengan spidol merah oleh Kyuhyun. 11 Desember. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke tanggal hari itu. 8 Desember. Dua hari lagi akan genap 3 tahun.

“Kau benar-benar mengagumkan.” Lanjut Kyuhyun, menggelengkan kepalanya. Tidak percaya pada dirinya sendiri. Masih saja terperangkap dalam masa lalu.

Kyuhyun menghela nafas panjang sambil mengetukkan jarinya di meja. Tiga tahun? Kenapa terasa begitu singkat untuk Kyuhyun yang telah menghabiskan sepanjang tahun itu dengan memikirkannya dan masih dengan perasaan yang sama. Ya, memang terdengar begitu dramatisir jika Kyuhyun mengatakan bahwa perasaan Kyuhyun masih sama dan untuk pria yang sama. Itu bukan berarti Kyuhyun tidak melanjutkan hidupnya sebagaimana seharusnya. Kyuhyun bahkan mendapatkan semuanya lebih dari yang dia bayangkan. Karirnya bisa dikatakan berjalan dengan baik dan memiliki banyak kemajuan selama tiga tahun terakhir ini. Semua aspek dalam hidup Kyuhyun sudah bisa dikatakan berada dalam level yang lebih dari cukup. Yeah, semuanya, kecuali satu hal, cinta. Well, let say, he isn’t move on yet. Itulah satu-satunya masalah yang Kyuhyun hadapi selama tiga tahun terakhir.

“Kita tidak perlu bertemu agar kau membuatku terus memikirkanmu. Bahkan tanpa kau lakukan apapun, wajahmu itu selalu muncul diotakku tanpa aku minta. Waah.. bukankah itu sangat tidak adil. Apa kau bahkan memikirkan aku sesering aku memikirkanmu selama ini?” Kyuhyun terus bicara sendiri tanpa mempedulikan dirinya yang kini terlihat seperti orang gila.

Sedikit ragu Kyuhyun meraih ponselnya yang berada tidak jauh dari kalender yang sejak tadi telah mencuri perhatiannya. Kyuhyun membuka aplikasi chat yang memiliki dua icon yang mirip beruang dengan warna coklat dan putih. Tunggu, bukankah yang berwarna putih itu lebih tampak seperti kelinci bukan beruang? (Abaikan)

Kyuhyun mencari id milik Siwon. Kapan terakhir mereka bertegur sapa? Satu bulan lalu? Enam bulan lalu? Duh, Kyuhyun tidak bisa lagi mengingatnya tapi seingat Kyuhyun dia cukup rutin mengirimi Siwon pesan Singkat walau tekadang dia tidak mendapatkan balasan. Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan dan mulai mengetik dengan rasa ragu dan gugup.

Hai, apa kab–.

Kyuhyun menghapus semua huruf yang baru saja dia ketik. Lalu di letakkannya I-Phone keluaran terbaru itu diatas meja kerjanya. Sementara dia menyandarkan punggungnya dan memandang kearah langit2 kantornya sambil sesekali melirik kearah ponselnya yang masih menampakkan chatroom yang masih terlihat kosong tanpa satu obrolan pun.

“Ya Tuhan. Seharusnya aku tahu bagaimana caranya menahan diri.” Gerutunya pelan.

Selalu saja begini. Kyuhyun benar-benar sulit untuk menahan dirinya jika sudah melihat id atau nomor kontak Siwon. Kyuhyun akan selalu sulit menahan dirinya untuk tidak mengirim pesan singkat. Meskipun pesan itu di penuhi oleh hal-hal yang sangat tidak penting. Pada awalnya, Kyuhyun akan menahan dirinya mati-matian untuk tidak mengirim pesan singkat pada Siwon. Tapi pada akhirnya, Kyuhyun kalah. Dia kalah pada perasaannya sendiri. Karena, percaya atau tidak! Dengan begitu perasaan Kyuhyun menjadi tenang. Meskipun balasan Siwon sangatlah singkat, padat dan jelas, bagi Kyuhyun itu sudah lebih dari cukup untuknya dapat melanjutkan hidup hingga esok hari. Klise memang, tapi itulah cinta Kyuhyun untuk Siwon.

Bukankah mencintai bukan berarti memiliki? Tapi merelakan orang yang kita cintai bahagia dengan pilihannya. Kyuhyun tersenyum bangga untuk dirinya sendiri. Kyuhyun meraih kembali ponselnya dan mulai mengetik,

Choi Siwo–.

Kyuhyun kembali menghapus huruf-huruf itu dengan nafas memburu. Tidak!!! Kyuhyun harus kuat dan belajar untuk menahan dirinya. Kyuhyun tidak boleh terus begini! Kyuhyun memijat pelipisnya yang kembali berdenyut. Kenapa dia jadi begitu lemah jika sudah bersangkutan dengan Choi Siwon? Kyuhyun berpikir sejenak sambil menatap lama kearah chatroom-nya yang masih kosong.

“Tapi, tidak ada salahnya kan jika aku mengirimkan satu pesan singkat. Bukankah itu akan membantu kami dalam mempertahankan hubungan baik diantara kami sebagai teman lama. Mungkin orang akan berpikir kami mantan kekasih tapi tidak ada salahnya kan berteman dengan mantan kekasih sendiri.” Gumamnya pelan sambil tersenyum lebar. Kyuhyun meyakinkan dirinya sendiri dengan pendapatnya sendiri.

“Siwonnie.” Tulis Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tidak langsung menekan tombol send. Ada keraguan yang terus menggelayuti hatinya.

Kyuhyun baru saja akan menekan tombol send yang tiba-tiba saja terlihat begitu angker baginya saat itu. Namun hal itu terhenti saat pintu ruangannya diketuk oleh seseorang.

“Ya!! Kyu, aku sudah lama menunggu sejak setengah jam yang lalu. Jadi makan bersama tidak? Jongsuk dan Ryeowook sudah menunggu kita di cafetaria.” Donghae berteriak dengan kepala yang menyembul melalui pintu.

Kyuhyun menepuk dahinya. Dia benar-benar lupa jika berjanji akan makan siang dengan mereka. Oh shit!! Semua ini gara-gara Choi Siwon sialan. Kyuhyun menyimpan ponselnya di dalam laci tanpa menekan tombol send atau pun menghapus pesan yang dia ketik. Ada alasan kenapa Kyuhyun memilih untuk tidak membawa ponselnya. Dengan begitu Kyuhyun dapat mengalihkan perhatiannya pada apapun itu, kecuali Siwon.

“Iya. Maafkan aku. Aku baru saja menyelesaikan semua laporan sialan ini. Ya Tuhan, kenap kau begitu cerewet! Ayo.”

❤ WONKYU ❤

Flashback

“Putus. Aku pikir itu yang terbaik untuk keadaan kita sekarang.” Kyuhyun menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Siwon menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Siwon tidak menyangka kata yang begitu dihindarinya selama mereka berhubungan, meluncur dengan sangat lancar dari mulut Kyuhyun. Sementara Siwon terdiam meresapi ucapan Kyuhyun tadi. Ada Kyuhyun dihadapannya, masih menundukkan kepalanya sedalam mungkin, menyembunyikan matanya yang kian memanas dan mulai memproduksi air mata. Kyuhyun ingin Siwon mempertahankannya tapi ada sebagian dari dirinya yang meyakinkan Kyuhyun jika keputusannya adalah keputusan yang benar.

B—baby. Kau sedang bercandakan sekarang?” Tanya Siwon dengan suara terbata, takut mendengar jawaban Kyuhyun selanjutnya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu mengangkatnya, menatap langsung kedalam mata Siwon yang dipenuhi oleh bingung yang bercampur rasa takut. Kyuhyun harus memutuskan sekarang atau tidak sama sekali. Jika Siwon memberinya kesempatan untuk melarangnya pergi dari Korea ke London demi melanjutkan kuliahnya dan meraih impiannya untuk menjadi seorang pengacara. Mungkin Kyuhyun akan mencegah kepergian Siwon yang tinggal menghitung hari, tapi Kyuhyun juga tidak ingin menjadikan dirinya dan cinta mereka sebagai batu sandungan bagi impian mereka berdua. Bagaimana pun juga mereka masih muda dan masih begitu banyak hal yang belum mereka raih. Bahkan bagi orang tua, mereka masih terlalu muda untuk mengerti apa itu artinya cinta sejati.

“Tidak! Aku serius dengan keputusanku. Kita putus. Kau bisa mengejar impianmu disana.” Kyuhyun memaksakan sebuah senyuman kearah Siwon sambil menghapus air matanya.

Baby..”

“Ayolah, Siwon ini bukan berarti kita tidak akan pernah bertemu lagi.” Ucap Kyuhyun entah mengapa terkesan berusaha meyakinkan Siwon.

“Tapi aku mencintaimu, Kyu. Tidak bisakah kita bertahan dan berpacaran jarak jauh? Aku yakin kita bisa bertahan, sayang. Eumh?” Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dengan kedua tangannya sementara matanya menatap Kyuhyun dengan penuh harap.

“Aku juga mencintaimu, Siwon. Percayalah.”

“Lalu apa yang menjadi masalah kita sekarang?” Tanya Siwon hampir tak terdengar.

“Siwonnie. Mengertilah! Ada hal yang tidak bisa dijelaskan tentang ini. Aku yakin kita tidak akan menyesali keputusan ini di kemudian hari. Kejarlah impianmu. Dan aku akan mengejar impianku disini. Dan saat kita bertemu nanti, kita akan bertemu dengan senyuman bangga untuk satu sama lain. Jangan jadikan cinta kita sebagai penghalang untuk impian itu, jadikan dia sebagai penyemangat kita. Aku akan terus menjadikanmu sebagai salah satu alasanku untuk meraih impianku.” Kyuhyun menyentuh wajah Siwon dengan tangannya yang bebas, saat mata pria itu terlihat berkaca-kaca.

“Apa ini akan membuatmu bahagia, Kyu?”

“Siwon. Jangan menanyakan hal bodoh. Tentu saja ini sangat menyedihkan untukku. Bahkan kau akan meninggalkanku dalam beberapa hari ini. Ini sulit untukku. Percayalah! Aku sangat mencintaimu. Tapi bukankah walaupun kita putus, tidak pernah ada larangan bagi kita untuk tetap mencintai satu sama lain dalam diam?”

Siwon menarik nafasnya dalam sebelum mencium punggung tangan Kyuhyun cukup lama.

“Baiklah, aku menerima keputusanmu. Putus. Tapi bukan sekarang tapi setelah aku berada di London kita baru akan resmi putus. Aku juga tidak akan memintamu untuk tidak berpacaran dengan pria lain setelah aku pergi nanti. Karena semua itu adalah sepenuhnya hak dan keputusanmu. Tapi kau hanya perlu tahu, aku sangat mencintaimu, Cho Kyuhyun.” Siwon mencium bibir Siwon sambil memejamkan matanya, berusaha menanamkan dalam ingatannya betapa bibir ini memabukkan dan membuatnya lupa segalanya.

“Aku juga sangat mencintaimu, Choi Siwon.” Balas Kyuhyun setelah Siwon melepaskan tautan bibir mereka.

❤ WONKYU ❤

“Jadi kau belum juga memberinya kabar dan memberi tahunya bahwa kau sudah kembali ke Korea?” Woobin menatap Siwon yang duduk disebelahnya dengan segelas wine dihadapannya.

“Belum. Aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat.” Balas Siwon santai sambil tersenyum jahil kearah Woobin yang menggeleng tak percaya.

Wow. You are amazing! You can restrain your self and your heart for this past five years.” Woobin menepuk bahu Siwon.

“Ya Tuhan. Berhentilah mengatakan hal seperti itu, Kim Woobin. Kau hanya membuatku semakin merasa bersalah pada Kyuhyun.” Siwon meneguk wine yang ada digelasnya.

Woobin hanya tertawa mendengar ucapan Siwon. Woobin bukan tidak tahu tentang apa yang Siwon lewati sepanjang lima tahun terakhir ini. Pria dihadapannya ini mendapatkan gelar Master Hukum dengan predikat nilai tertinggi di Oxford University. Pria itu hanya mengenal buku dan tugas saat berkuliah disana. Beruntung Woobin sudah bersahabat cukup lama selain statusnya sebagai pacar dari sepupu Siwon, Lee Jongsuk. Jadi selama mereka berkuliah di London mereka menyewa satu apartemen, dan hal itu cukup berhasil membuat seorang Kim Woobin sedikit tertular dengan kebiasaan Siwon itu, Woobin jadi ikut belajar terus menerus. Dan terima kasih pada Siwon, Woobin meraih peringkat lima besar di universitas.

Siwon seperti kesetanan jika sudah berurusan dengan belajar dan kuliah. Woobin bukan tidak tahu bahwa pria itu mencari kambing hitam demi mengalihkan pikirannya dari Kyuhyun. Dan Orang tua Siwon harus bersyukur karena Siwon menemukan kambing hitam yang tepat karena bisa menjamin cerahnya masa depan Siwon seperti sekarang ini. Siwon mendapatkan tawaran untuk menjadi salah satu staff dosen pengajar di Inha University. Dan kebetulan atau bukan, itu adalah almamater Kyuhyun. Lalu Siwon juga mendapatkan tawaran menjadi salah satu pengacara di Lembaga Hukum paling bergengsi di Korea karena hanya menangani kasus dari petinggi-petinggi dan public figure Korea. Woobin bahkan sangat iri pada Siwon.

Dan pria itu dapat bertahan selama lima tahun tanpa berhubungan dengan siapapun. Bukan sedikit orang-orang yang mendekati Siwon. Berusaha mencari perhatiannya dengan cara apa saja. Tapi memang dasar pria itu sama sekali tidak tertarik, karena otaknya telah dipenuhi oleh pasal-pasal hukum dan … Kyuhyun.

“Ya! Kau harus menghubunginya. Setidaknya katakan padanya kau sudah kembali ke Korea. Apa sulitnya?” Woobin menyikut Siwon yang langsung meringis dan balas memukul belakang kepala Woobin.

“Jika tidak memikirkan Jongsuk, aku pasti sudah menggelamkanmu di Sungai Han, jika kau membuka mulutmu sekali lagi.” Siwon berdecih pelan.

“Kau itu terlalu lama berpikir. Jika kau membuat Kyuhyun terlalu lama berpikir, kau jangan merengek jika Kyuhyun sudah bersama orang lain nanti.” Woobin menggerutu sambil mengelus belakang kepalanya yang terasa panas menyengat akibat pukulan ‘kasih sayang’ Siwon tadi.

“Ya!! Tutup mulutmu.” Teriak Siwon kesal.

Woobin terkekeh.

“Lalu, tunggu apalagi. Kau harus menghubunginya.”

Siwon hanya memaksakan sebuah senyuman tanpa membalas ucapan dari sahabatnya itu. Siwon hanya membutuhkan waktu yang tepat. Atau Siwon takut perasaan Kyuhyun tak sama lagi? Tak sama seperti saat sebelum mereka berpisah lima tahun yang lalu.

Masih saling mencintai, lalu apa masalahnya? Bukankah cinta ada untuk dipertahankan? Bukan hanya diserahkan pada permainan takdir.

❤ WONKYU ❤

Kyuhyun memperbaiki letak kacamatanya sambil membalikkan halaman buku yang sedang dia baca. Kyuhyun membaca setiap baris dari novel yang ber-genre horror itu dengan kening yang mengkerut dan jantung berdetak kencang. Ini adalah salah satu metode Kyuhyun untuk mengalihkan perhatiannya dari orang yang selalu memenuhi pikirannya jika dia tidak memiliki pekerjaan atau kesibukan lain. Konsentrasi Kyuhyun terpecah saat mendengar suara getar ponselnya di meja yang ada dihadapannya. Tanpa menoleh Kyuhyun meraih ponselnya. Dengan malas Kyuhyun meletakkan pembatas halam di halaman yang terahir dia baca lalu dengan malas dia mengecek ponselnya. Kyuhyun membuka pesan yang baru saja diterimanya sekilas.

“Ahh Siwon.” Kyuhyun melempar ponselnya di sofa yang dia duduki lalu meraih buku yang dibacanya tadi dengan santai. Namun pergerakan tangannya langsung terhenti saat menyadari sesuatu.

“APA? SIWON!!” Teriak Kyuhyun dengan heboh lalu meraba-raba keberadaan ponsel malangnya tadi.

Kyuhyun kembali membuka ponselnya dan membaca kembali pesan dari Siwon. Benar. Kyuhyun sama sekali tidak berhalusinasi. Ya Tuhan! Kyuhyun menepuk pipinya beberapa kali.

  • Kyu, sedang sibuk apa sekarang?

Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali.

“Cihh, bahkan dia benar-benar tidak mengenal kata basa-basi. Apa ini yang dipelajarinya selama belajar di Oxford.” Gerutu Kyuhyun.

  • Sedang sibuk menyelesaikan laporan akhir tahun perusahaan.

Kyuhyun menekan tombol send dengan kesal. Setelah sekian lama mereka tidak berkomunikasi, Choi Siwon sialan itu mengirimkan pesan seperti itu. Tidak bisakah dia menanyakan kabar Kyuhyun terlebih dahulu? Lalu ponsel Kyuhyun bergetar lagi, meskipun kesal namun tangan Kyuhyun secepat kilat meraih ponselnya.

  • Kau pasti benar-benar sibuk sekarang.

Kyuhyun mendengus lalu dengan setengah hati dia membalas pesan Siwon.

  • Ya aku sangat sibuk. Apa maumu?
  • Tidak ada. Apa kabar orang tuamu?

“Ya Tuhan! Lihat pria tidak tahu diri ini. bagaimana bisa dia menanyakan kabar orang tuaku dulu sementara dia sama sekali tidak tahu apa kabarku.”

  • Kabar orang tuamu bagaimana?
  • Aku baru saja berlibur bersama mereka.
  • Maksudmu? Mereka ke London

Kyuhyun mengerutkan keningnya sedikit bingung. Tidak mungkinkan Siwon sudah kembali ke Korea? Kyuhyun menutup mulutnya saat membaca balasan dari Siwon yang sudah masuk kedalam chatroom-nya dalam waktu kurang dari satu menit.

  • Aku sudah di Korea sekarang.

“Ya Tuhan. Bagaimana ini!!” Kyuhyun berteriak tertahan meraih bantal sofa untuk menutup mulut lancangnya.

Kyuhyun memegangi dadanya yang terasa sesak karena perasaan yang campur aduk. Kyuhyun bahagia karena Siwon sudah kembali. Kyuhyun gugup karena takut belum siap untuk bertemu dengan Kyuhyun dan Kyuhyun BAHAGIA. Kyuhyun masih terus berteriak tertahan tanppa mempedulikan ponselnya. Bahkan dia lupa untuk membalas pesan yang siwon kirimkan. Informasi tentang Siwon yang sudah kembali ke Korea itu sudah terlalu berat untuk diterima oleh hati dan pikiran Kyuhyun mendadak melemah jika hal itu bersangkutan dengan Siwon.

❤ WONKYU ❤

“Kau yang meminta putus, dan kau yang menyesal. Sulit dipercaya. Dan kau merahasiakan ini dari kami kecuali Jongsuk selama lima tahun terakhir. Kau telah memberikanku alasan untuk membencimu.” Ryeowook melipat tangannya di depan dada, sementara Jongsuk hanya terkekeh melihat Donghae dan Ryeowook yang merajuk.

“Oh Ya Tuhan! Ayolah. Aku sedang dalam masalah dan kalian ingin merajuk hanya gara-gara itu.” Kyuhyun cemberut menatap kearah Donghae dan Ryeowook bergantian.

“Hanya gara-gara itu? Itu?” Donghae mendengus.

“Ya! Jangan tertawa, Lee Jongsuk. Ini sama sekali tidak lucu.” Teriak Ryeowook.

“Maafkan aku. Okay?” Kyuhyun meraih tangan Donghae dan menatap penuh harap kearah Ryeowook.

Ryeowook hanya mengangkat bahu lalu keluar ruangan tanpa mendengarkan permohonan maaf dari Kyuhyun. Ryeowook tidak marah pada Kyuhyun, hanya saja dia membutuhkan waktu untuk menerima semua itu. Lalu Donghae hanya meremas pelan tangan Kyuhyun dan tersenyum kecil.

“Tenang saja. Aku dan Ryeowook tidak marah tapi kami kesal padamu dan dia.” Donghae menunjuk kearah Jongsuk. Setelah mengatakan itu, Donghae keluar dari ruangan itu.

Kyuhyun menoleh ke arah Jongsuk, seolah meminta pertolongan. Tapi Jongsuk hanya mengangkat bahu dengan tatapan yang mengatakan ‘aku tidak tahu, selesaikan sendiri’. Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di sebelah Jongsuk. Masalah ini hanya membuat kepalanya semakin berdenyut. Bahkan perasaan overwhelming yang dia rasakan tadi malam masih membuat perasaannya berdegup sangat kencang. Ponsel Jongsuk berbunyi saat Kyuhyun sibuk dengan pikirannya sendiri.

Eoh. Ada apa, Woobin?”

“…”

“Sekarang? Baiklah.” Kyuhyun mengangkat dagunya sedikit kearah Jongsuk mengisyaratkan dia ingin mengetahui apa yang terjadi.

“…”

“Okay, aku mengerti, sayang.” Jawab Jongsuk lalu memasukkan ponselnya kedalam saku kemejanya.

“Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun penasaran saat Jongsuk berjalan menuju pintu.

“Ayo ikut aku. Woobin membawa titipan untukmu. Dia sudah menunggu kita di lobby.

Dengan malas Kyuhyun berjalan mengikuti Jongsuk. Sementara Jongsuk hanya tersenyum penuh arti kearah Kyuhyun.

❤ WONKYU ❤

“Woobinnie.” Teriak Jongsuk sambil berhambur kepelukan Woobin yang sudah merentangkan tangannya selebar yang dia bisa.

Kyuhyun yang melihat adegan itu, menoleh kearah lain sambil berdecak pelan. Dia harus mulai terbiasa melihat adegan seperti ini jika Kim Woobin itu sudah kembali ke Korea.

“Maaf menunggu lama.” Ucap Jongsuk.

“Tidak apa. Seribu tahun pun tidak terasa lama untukku jika menunggumu. Hai, Kyu.” Woobin mencubit sayang pipi Jongsuk, lalu menoleh kearah Kyuhyun yang berdiri tidak jauh darimu.

“Hai.” Jawab Kyuhyun singkat. Kyuhyun hanya perlu mengambil titipan miliknya dari Woobin dan kembali keruangannya tanpa terancam menjadi obat nyamuk disana.

“Kau sudah makan siang?” Tanya Jongsuk sambil melingkarkan tangannya di pinggang Woobin yang meperbaiki rambut yang menghalangi mata Jongsuk.

Kyuhyun memutar bola matanya melihat itu semua. Apa mereka tidak sadar ada orang yang menderita karena tidak memiliki pacar tidak jauh dari mereka?

“W—woobin-sshii, mana titipanku?” Kyuhyun memberanikan diri untuk bertanya membuat Woobin dan Jongsuk menatap kearah Kyuhyun.

Woobin tersenyum kearah Kyuhyun lalu berpindah kearah Jongsuk yang membalas tatapan Woobin tanpa terganggu untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Seolah kedua orang itu memiliki dunia mereka sendiri.

“Ya! Kalian—“

“Ada disini.” Suara yang begitu Kyuhyun kenal datang dari belakangnya.

Kyuhyun terdiam dan menatap nanar ke arah Jongsuk yang memonyongkan bibirnya menginstruksikan Kyuhyun untuk membalikkan badannya. Kyuhyun menggeleng sambil terus menatap kearah Jongsuk yang menepuk keningnya. Kyuhyun terlalu takut untuk membalikkan badannya. Bagaimana jika itu hanya mimpi dan ketika dia terbangun tidak ada Siwon disana?

Kyuhyun mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya. Kyuhyun tidak memiliki keberanian sama sekali untuk membalikkan badannya atau sekedar menoleh ke belakang. Kyuhyun membeku di tempatnya berdiri dengan jantung hampir melompat melalui mulutnya. Nafasnya tersengal. Pria itu. Apa dia benar-benar ada disana? Kyuhyun tidak sedang bermimpi, bukan? Atau indera pendengarannya sedang bermasalah? Atau Kyuhyun terlalu banyak membaca Novel Horror sampai-sampai dia berhalusinasi seperti ini?Kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat. Namun perlahan tapi pasti langkah kaki itu semakin mendekat dan indera penciuman Kyuhyun disapa oleh aroma yang memabukkan dan masih sama persis dengan aroma pria yang dicintainya lima tahun yang lalu. Ya Tuhan! Kaki Kyuhyun mendadak lemas dan mati rasa. Kyuhyun ingin berlari keluar dari sana tapi sebagian dari diri Kyuhyun ingin berlari ke arah Siwon dan melemparkan tubuhnya kedalam pelukan Siwon.

Siwon masih tersenyum saat telah berada di belakang Kyuhyun. Siwon terkekeh saat melihat Kyuhyun yang tak juga bergerak satu inci pun dari tempatnya berdiri. Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali. Berdoa dalam hati agar dia tidak pingsan dan mempermalukan dirinya sendiri. Jongsuk menutup wajahnya, tidak percaya pada sahabatnya yang terlihat begitu bodoh sekarang.

Siwon mengambil satu langkah lagi, sampai tubuhnya hampir bersentuhan dengan punggu Kyuhyun. Menarik nafasnya dalam-dalam, Siwon merengkuh tubuh Kyuhyun kedalam pelukannya tanpa membalikkan tubuhnya. Kyuhyun terhenyak saat lengan Siwon memeluknya dari belakang. Hangat. Kyuhyun memejamkan matanya dan tanpa sadar tangan Kyuhyun menyentuh tangan Siwon yang berada di perutnya. Siwon tersenyum diceruk leher Kyuhyun sebelum berbisik lirih di depan telinga Kyuhyun,

“Hai, Cho Kyuhyun. Lama tidak berjumpa.”

❤ WONKYU ❤

“Kenapa kau tidak mebalas pesanku saat aku mengucapkan selamat atas kelulusanmu?” Tanya Kyuhyun sambil memejamkan matanya saat Siwon mencium punggung telanjangnya.

Jangan tanyakan bagaimana Kyuhyun bisa berakhir diranjang Siwon seperti sekarang. Bahkan belum sampai seminggu mereka kembali bersama, tapi Kyuhyun sudah menyerahkan dirinya pada Siwon tanpa perlawanan yang berarti. Jika mengingat itu, Kyuhyun merasa dirinya adala orang yang paling memalukan sekarang.

“Aku? Apa kau tahu alasanku mengapa tidak selalu membalas pesan darimu?” Tanya Siwon sambil mengecup pipi Kyuhyun dan memeluknya dari belakang, Siwon mengecup bahu Kyuhyun cukup lama.

“Tentu saja. Apa kau tahu sangat membencimu saat kau tidak membals satu pun pesanku?” Kyuhyun cemberut.

“Tapi kau mencintaiku, baby. Kau ingin aku memberikan jawaban jujur atau bohong?” Siwon tersenyum jahil.

“Tentu saja jujur.”

“Kau yakin? Aku tidak ingin kau menyesal jika mendengar jawabanku.”

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Siwon. Lalu melepaskan tubuhnya dari rengkuhan Siwon dan bersandar di kepala ranjang, dengan wajah yang tertekuk.

“Sudahlah! Aku tidak memerlukan jawabanmu.” Kyuhyun menarik selimut hingga menutupi dadanya dan melipat tangannya. Entah kenapa Kyuhyun benar-benar terbakar cemburu. Bahkan Siwon belum memberikan jawabannya, tapi otak Kyuhyun sudah membayangkan hal-hal yang membuat hatinya benar-benar terbakar.

Aww. So cute!” Siwon mencubit pipi Kyuhyun.

Kyuhyun menepis tangan Siwon sambil menatap kesal kearah Siwon yang hanya tersenyum tidak jelas dihadapannya. Dan itu semakin membuat Kyuhyun kesal karena merasa dipermainkan. Terlambat untuk menyesali semuanya, dia sudah menyerahkan diri seutuhnya pada Siwon. Kyuhyun menutup wajahnya tak percaya.

“Ya Tuhan Kyuhyun! berhentilah memikirkan hal yang tidak-tidak tentangku. Percayalah! Apapun yang ada di pikiran cantikmu itu, itu semua hanya pikiran burukmu saja. Jika kau tidak percaya, kau bisa menanyakannya pad Woobin atau Jongsuk. Bahkan aku belum memberikan jawabanku.” Siwon merangkul bahu Kyuhyun dan mengecup puncak kepalanya.

Kyuhyun mendongak dengan tatapan memelas, lalu menyandarkan kepalanya didada Siwon dan melingkarkan tangannya di pinggang Siwon sambil bergumam tidak jelas. Bagaimana mungkin Kyuhyun meragukan Siwon?

“Apa kau masih mau mendengar jawabanku, baby?”

“Ya.”

“Aku tidak membalas semua pesanmu karena aku takut aku tidak akan bisa bertahan sampai tercapai gelar Master-ku. Aku mendadak lemah jika sudah bersangkutan denganmu. Aku merindukanmu, Kyu. Sangat. Tapi aku harus bisa dan harus menahan diriku sendiri untuk berkomunikasi denganmu, karena saat aku tidak bisa menhan diriku lagi, itu berarti aku sudah benar-benar merindukanmu. Dan jika itu aku lakukan terus meneru maka aku tidak akan bisa menhan diriku untuk menemuimu. Aku akan gila jika mengobrol denganmu tapi tidak bisa melihat wajahmu atau menyentuhmu. Ya Tuhan! Bisakah kau bayangkan bagaimana aku jadi gila belajar disana? Yang menjadi semangat utamaku menyelesaikan pendidikanku adalah Cho Kyuhyun. Karena semakin cepat aku menyelesaikannya, maka semakin cepat aku bertemu denganmu. Aku mungkin akan menyerah dan meninggalkan semua yang ad di London jika aku tidak lulus tahun ini. kenapa? Karena jika aku harus menunggu satu tahun lagi untuk bertemu denganmu, mungkin aku akan mati kehabisan nafas. Karena kau yang membuatku bertahan dan terus bernafas hingga sekarang. Karena kau nafasku.”

Cheesy.” Kyuhyun memutar bola matanya dan memukul dada Siwon pelan tapi pipinya tidak bisa berbohong jika dia merasa senang sekaligus malu akibat ucapan Siwon tadi.

But true.” Siwon mencium bibir Kyuhyun.

Siwon melumat pelan bibir Kyuhyun lalu ciuman itu turun ke leher Kyuhyun, dada Kyuhyun, bahu Kyuhyun… Kyuhyun yang memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan hangat Siwon, namun tiba-tiba Kyuhyun membuka matanya dan menghentikan pergerakan Siwon. Kyuhyun bukan ingin menolak sentuhan Siwon yang membuatnya lupa tentang apa yang tengah terjadi di dunia ini, namun Kyuhyun harus memberitahu Siwon satu hal yang sangat penting.

“Apa aku sudah memberitahumu, Siwonnie?” Siwon menoleh kearah Kyuhyun dengan tatapan bingung lalu menggeleng pelan.

“Aku juga sangat mencintaimu. Jika aku adalah nafasmu, maka kau adalah masa depanku.”

Kyuhyun tersenyum menggoda setelah mengatakan itu dan menarik kepala Siwon untuk mempertemukan kembali bibir mereka dan melanjutkan kegiatan mereka yang tadi sempat terhenti. Siwon menjatuhkab tubuhnya diatas tubuh Kyuhyun. Menghukum Kyuhyun, karena telah menginterupsi aktivitasnya tadi. Menghukumnya dengan ciuman yang bertubi-tubi. Di kening, di mata, di hidung, di leher, di bibir…. dimana-mana. Disetiap inci bagian tubuh Kyuhyun. Dan Kyuhyun tidak akan bisa melakukan apapun selain mendesahkan nama Siwon dari mulutnya.

❤ WONKYU ❤

“Because even if it was about yesterday, now and tomorrow, it wil always be you.”

❤ WONKYU ❤

Halo, aku datang lagi kemari dengan story ini. semoga kalian suka. Dan maafkan untuk typo atau kesalahan lainnya. Hahhahah

Greatest love from WonKyu ❤ ❤

regards,

Siwonniesm

Advertisements

38 thoughts on “Breath

  1. Kirain wonkyu ini pisah krn bnr” dah g da kcocokn lg ato apa gtu yg bikn mrka bisa canggung klo ktmuan lg.apalgi kyu kliatn g bisa move on.ehh trnyta putus cma krn kspakatn yg mrka bikn demi untk kbrhsiln karir mrka dan stlh itu mrka bisa balikn lg krn mmg 22’a jg msh sling mncintai.
    Keren crita’a Author-ssi.

  2. Akkhh!! so sweeeeet,,sampai berkaca-kaca..
    Siwonnie,,Love you to muchh..

    and baby..sok jual mahal..semahal apapun siwonnie sanggup bayar kox,,jadi menyerah saja,,
    oohohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s