Posted in Angst, BL, Genre, Hurt, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

Painkiller (진통제) – CHAPTER 2 (End)

Painkiller (진통제) – CHAPTER 2

Author : Han Eun Kyo a.k.a AmandaKyo

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun

Pair: WonKyu (Siwon Kyuhyun)

Genre : HurtAngts, Romance

Rated : T a.k.a remaja

 

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka dan SM entertaiment. Ide dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.

 

Note : Makasi banyak buat eonnideul WKC yang bersedia (lagi dan lagi) ngepost FF Kyo 😀 Makasi juga buat chingudeul yang ngasih komentar 😀 Yang dicetak miring berarti Flashback. Songfict dari lagu Painkiller (진통제) dari ‘THE SEE YA & 5DOLLS & SPEED’ dan juga dari Music Video nya.

 

Warning : YAOI! JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, alur membosankan, DON’T LIKE DON’T READ! Please don’t bash the pairing!

 

Summary : Just a short story of WonKyu. Songfict dari lagu Painkiller(진통제). “Love is a bad memory”. “Love is a hurt memory”

Penasaran?

Check it out!

 

Painkiller

CHAPTER 2

진통제

Han Eunkyo

Present

HAPPY READING

 

Tepat tanggal 13 Oktober di tahun berikutnya setelah kejadian itu, aku mendapat beasiswa melanjutkan S2 ke Jepang.

Dan setelah tiga tahun bersekolah sekaligus bekerja disana, akhirnya aku kembali ke ‘rumah’. Sebenarnya tujuanku kembali juga untuk mengurus cabang perusahaan tempat aku bekerja disana. Yah, kupikir tidak ada salahnya jika aku kembali tidur di apartemen ini daripada apartemen yang direkomendasikan oleh perusahaan.

Aku telah bersusah payah melupakannya selama di Jepang. Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku sudah tidak mencintainya lagi.

Dan kini, disinilah aku.

.

.

.

 

Sarangeun apaya sarangiya

Love is love only when it hurts

Aku duduk di sebuah sofa yang tepat menghadap Televisi. Mengingat kembali kenanganku saat masih bersamanya.

13 Oktober 2009

Aku mengganti channel TV dengan remote -yang berada di genggamanku- dengan kesal.

Hari ini adalah anniversary kami yang ke tiga. Tapi kenapa Siwon sudah pergi pagi-pagi sekali? Lagipula pagi sampai siang ini kan dia tidak ada jadwal kuliah ataupun kerja.

Aku bahkan sudah membeli kue yang cantik dan kelihatan enak.

Uh! CHOI SIWON MENYEBALKAN! AKU MEMBENCIMU!

Pluk!

“KYAAAAAAAAA!!!”

Aku kaget setengah mati. Tiba-tiba ada yang melemparkan ular –mainan- tepat ke pangkuanku.

Aish! Siapa orang iseng yang berani-beraninya menakutiku? Dia tidak tahu apa, kalau aku sangat takut dengan ular?

Aku menolehkan kepalaku saat mendengar suara tertawa yang tidak asing untukku.

“CHOI SIWON!”

“Hahahaha!”

Aish! Dia malah semaki tertawa. Menyebalkan!

Aku kembali ke posisiku semula. Lalu menggembungkan pipiku, sebal.

“Aigoo! Kyunnieku sayang marah ne?”

Aku masih bungkam.

Ia mendekatiku. Lalu menyentuh-nyentuh pipiku dengan jarinya.

“Jangan pegang-pegang!” ucapku jutek.

Ia malah tersenyum lebar. Ish!

“Mianhaeyo baby. Aku tadi sengaja. Eh! Maksudnya tidak sengaja”

Tidak sengaja apanya? 

Aku menatapnya sebal. Masih dengan pipi menggembung dan bibir yang mengerucut.

Cup

Sial! Dia malah mencuri ciumanku!

“Apa sih?” jutekku. Memalingkan wajahku agar ia tidak dapat melihat rona merah yang entah bagaimana caranya ada di pipiku.

Ia malah menyolek-nyolek pinggangku genit.

“Ish!”

“Mianhae BabyKyunnieku sayang. Tadi pagi aku pergi ke mall untuk memberikanmu hadiah.” Sesalnya sambil menyodorkan sebuah kotak kecil padaku.

“Apa ini?”

“Buka saja, baby”

Aku membuka bungkusan kotak ini dengan penasaran.

Cincin emas putih? Wah! Ini indah sekali!

“Wah~”

“Kau senang, baby?” tanyanya semangat.

Aku menganggukan kepalaku lucu.

Ia mengacak suraiku gemas. “Biar aku pakaikan ne”

Ia memakaikan cincin ini dengan hati-hati.

“Ini hadiahku di anniversary ketiga kita, baby. Happy anniversary. Saranghaeyo Cho Kyuhyun”

“Nado saranghae!” Aku memeluknya erat.

.

.

.

Eonjejjeum gwaenchanha jiryeona
Haeneun eonje dasi tteuryeona
Wollae ibyeori da ireoke
Jugeul deusi apeunyago
Mogi maeyeo sumdo mot swigo
Sigani gado soyongeobseo
Jogeumina useul su itge
Nae mam jom chiryohae jwoyo

When will things be okay?
When will the sun rise again?
Are all farewells this painful to death?
I’m choked up and I can’t even breathe
Time goes by but it’s no use
Please heal my heart so I can smile a little

Aku menatap cincin pemberiannya yang masih melekat di jariku. Bahkan tidak pernah aku lepas barang sedetikpun.

“Hiks…”

Sial! Kenapa aku cengeng sekali?

Yah, kurasa mendatangi tempat ini adalah hal yang salah.

Karena ternyata sehebat apapun aku melupakannya, aku tidak bisa.

Aku masih mencintainya. Bahkan setelah ia pergi dan selingkuh di hadapanku, aku masih tetap mencintainya.

Aku meremas kain putih diatas sofa yang kududuki.

Eoh? Apa ini?

Aku membuka kain putih ini, lalu menatap heran pada sebuah kertas tebal berbentuk hati.

Seperti undangan pernikahan.

Penasaran, aku membukanya.

 

Choi Siwon

and

Lee Sungmin

October 6th 2016

 

Aku membiarkan kertas itu jatuh ke lantai.

Air mataku kembali mengalir deras.

Ternyata ia benar-benar tidak mencintaiku lagi.

Ia menikah dengan orang lain?

Haha! Mengapa nasib baik tidak pernah mendatangiku?

Dan…

6 Oktober?

Besok?

Lalu aku harus apa?

Apa yang harus aku lakukan?

Lagi-lagi hatiku sakit karena orang yang sama.

Tega sekali!

.

.

.

Jintongje pillyohae
Help me take my pain away
Neul naege neoneun haeroun aeyeotdago saenggakhaetgeonman
Ma mistake
Geudae eobsi nan mossaneunde
Nae momhana chaenggiji motaneunde
Ireul eojjae aigo ya
Ireodaga saram japgenne

I need a painkiller
Help me take my pain away
I always thought you were a harmful person to me
Ma mistake
I can’t live without you
I can’t even take care of my body
What do I do?
At this rate, this will kill me

 

Aku berjalan ke arah kamar yang dulunya kutempati bersama Siwon.

Masih rapi. Masih sama seperti aku meninggalkannya tiga tahun lalu.

Aku membuka lemari pakaian kami.

Semua bajuku yang kutinggalkan masih disini. Dan juga…

Baju yang aku berikan padanya saat anniversary kami yang pertama.

Aku membuka baju yang aku kenakan dengan tergesa-gesa. Lalu memakai baju Siwon yang penuh kenangan ini.

 

Inomui dutongi natjil anhayo
Du pare begaereul kkeureo anhayo
Gasiga simjangeul jakku jjilleoyo
Bul kkeojin bangane bimyeongeul jilleoyo
Jidokhan gamgineun natjil anhayo
Mul eobsi duseal yageul samkyeoyo
Deoreoun achim jidokhan gamgie
Wae tto gichim

This headache won’t get better
I pull my pillow into my arms
The thorns keep piercing my heart
I scream in my unlit room
This severe cold won’t get better
I swallow two, three pills without water
A dirty morning, a severe cold
Why am I coughing again?

 

Aku membaringkan tubuhku di ranjang.

Entah kenapa kepalaku terasa sakit sekali. Dan juga dadaku terasa sesak.

Air mata lagi-lagi menghiasi pipiku yang semakin tirus.

ku tidak kuat lagi!

Terburu-buru aku mengacak-acak isi tasku.

Dapat!

Aku membuka tutup botol obat anti depresiku. Lalu mengambil lima butir obat itu dan meneguknya tanpa air.

“Uhuk! Uhuk!”

Aku terbatuk.

Dadaku terasa semakin sakit, namun kepalaku terasa ringan.

Aku berbaring lelah. Menatap kosong bingkai foto kami yang saat itu kuletakkan di atas meja nakas. Entah kenapa foto itu masih ada disini.

Mengapa ia tidak membuangnya saja? Sebenarnya maksudnya apa?

 

Eonjejjeum gwaenchanha jiryeona
Haeneun eonje dasi tteuryeona
Wollae ibyeori da ireoke
Jugeul deusi apeunyago
Mogi maeyeo sumdo mot swigo
Sigani gado soyongeobseo
Jogeumina useul su itge
Nae mam jom chiryohae jwoyo

 

When will things be okay?
When will the sun rise again?
Are all farewells this painful to death?
I’m choked up and I can’t even breathe
Time goes by but it’s no use
Please heal my heart so I can smile a little

 

06 Oktober 2016

Aku membuka mataku yang terasa berat.

Andwae! Bukankah hari ini Siwon akan menikah?

Andwae! Aku tidak akan pernah bisa merelakan Siwon!

“Wonnie… Jangan tinggalkan aku… Wonnie…”

Aku mengambil ponselku yang tergeletak di atas meja nakas.

Lalu menekan beberapa nomor yang sudah kuhapal luar kepala.

Tuut… Tuut…

“Wonnie…”

Dengan panik aku mengulanginya beberapa kali.

Namun hasilnya tetap sama. Tidak ada jawaban.

“WONNIE!” aku berteriak frustasi.

Siwonku tidak boleh meninggalkanku!

Siwonku tidak boleh menikahi orang lain!

Siwon hanya milikku!

Siwon hanya mencintaiku!

Aku kembali mencari botol obat anti depresi dalam tasku.

Lalu kembali meneguk beberapa butir tanpa minum. Kali ini delapan.

“Uhuk!”

Sarangeun motdoen gieogiya
Sarangeun dachin chueogiya

Love is a bad memory
Love is a hurt memory

Aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi.

Disana aku menemukan shampoo yang biasa Wonnie gunakan.

Aku mencium wanginya.

“Wonnie…”

Aku menumpahkan seluruh isi shampoo itu ke baju Wonnie yang aku pakai.

Aku menciumi bajunya.

“Wonnie… Bogoshippo”

Benar-benar terasa seperti Wonnie ada di dekatku.

Aku duduk di lantai kamar mandi yang dingin, menyenderkan punggungku. Dan memeluk tubuhku sendiri. Seakan aku sedang memeluk Wonnie.

“Wonnie…”

“Wonnie…”

“Wonnie…”

“Wonnie…”

 

Jugeuldeusi apado ne saenggangman
Jeongmallo geudaen naui yagingabwa
Imi kkeutnabeorin yaegingabwa
Naega naega unda
(Gamgineun dangchwe natjiranhayo)

 

Though I’m sick to death, I only think of you
I guess you really are my medicine
I guess the story is already over
I am, I am crying
(My cold won’t get better)

 

Aku kembali hanyut dalam kenangan-kenangan indahku bersama Wonnie.

“Uhuk!”

Aku membekap mulutku. Terasa sakit. Seperti ingin muntah.

“Uhuk!”

Deg

Aku terkejut.

Darah?

“Uhuk!”

Berulang kali aku batuk darah, hingga membuat baju dan sebagian lantai kamar mandi ini berwarna merah.

“Hahaha”

Aku tertawa. Beberapa detik kemudian menangis.

Aku rasa aku benar-benar sudah gila.

Gila hanya karena seorang namja.

Mungkin appa, eomma dan noonaku sedang menertawaiku disana.

Namun inilah yang kurasakan.

Aku kembali tertawa. Lalu menginjak-injak lantai yang terkena darahku kesal.

“Hiks… Hahaha! Wonnie… Saranghaeyo!”

 

Eonjejjeum gwaenchanha jiryeona
Haeneun eonje dasi tteuryeona
Wollae ibyeori da ireoke

When will things be okay?
When will the sun rise again?
Are all farewells this…

 

13 Oktober 2016

Sudah berapa hari aku disini?

Sudah berapa hari aku tidak makan?

Sudah berapa hari aku tidak tidur?

Sudah erapa hari aku menangis?

Aku menatap kosong sebuah foto yang kugenggam.

Fotoku bersama Wonnieku. Diambil tepat saat satu bulan kami berhubungan.

“Wonnie…”

Lagi-lagi nama itu yang keluar dari bibirku.

Aku sudah tidak kuat lagi.

Biarkan aku mati disini.

Apakah Wonnie akan sedih jika aku pergi?

Atau dia tidak memperdulikanku lagi?

“Wonnie…”

Aku mengambil jam usang yang sudah tidak ada kacanya.

 

Pukul 10.13?

Haha! Entah kenapa itu mengingatkanku pada Wonnie.

Aku memutar jarum panjang dan jarum pendek jam ini mundur.

Sama seperti harapanku yang ingin waktu berjalan mundur.

Aku ingin kembali ke masa lalu.

Saat Wonnie menyatakan cintanya padaku.

Saat Wonnie memelukku,menciumku,menggodaku.

Saat hari-hariku terisi dengan kemesraan bersama Wonnie.

Dan jika saat-saat itu sudah terulang kembali, aku ingin mengulangnya kembali sekali lagi.

 

Namun seakan mengejekku, jarum jam yang tadi aku putar mundur malah maju. Kembali ke pukul 10.13.

Aku kesal. Aku kembali memutar jarumnya. Namun lagi-lagi jam itu tetap menunjukkan waktu yang sebenarnya.

Aku membanting jam itu kesal.

Aku melirik tasku. Seingatku aku membawa obat lain yang sering aku konsumsi selain anti depresi.

Aku mengacak tasku.

Lalu membuka tutup botol yang sebenarnya racun ini.

Aku menelan seluruh obat yang ada dalam botol itu.

Tak cukup sampai disitu, aku juga menelan semua obat yang kubawa.

Obat anti depresi dan racun yang lain.

Aku mencengkram dadaku yang semakin sakit. Kepalaku juga terasa dihantam ribuan batu. Juga mataku, semakin lama pandanganku buram.

“Painkiller…”

Yah, painkiller. Aku harap semua obat ini bisa membunuhku dan lukaku.

Karena obat yang sebenarnya aku butuhkan tidak akan bisa kulihat lagi.

“Choi Siwon…”

Aku tertidur di ranjangku dan Siwonnie sambil memeluk foto kami.

Walau ragaku pergi, namun hatiku masih disini, Wonnie.

Aku hanya bisa mendoakan agar kau bahagia dengan istrimu.

Aku akan menjaga kalian dari atas sana.

‘Saranghae Choi Siwon…’

 

Sarangeun motdoen gieogiya
Sarangeun dachin chueogiya

Love is a bad memory
Love is a hurt memory

-Painkiller-

 

.

.

.

.

.

END

Done~

 

Makasih banyak buat chingudeul yang udah baca & comment  ya~ 😀

 

Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.

Terimakasih sudah membaca~ \^O^/

GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *

Salam hangat anak HaeHyuk adek Kyuhyun.

Han EunKyo

Advertisements

13 thoughts on “Painkiller (진통제) – CHAPTER 2 (End)

  1. Aduhh miris banget kalo liat kyu…
    Ini ada sequel nya apa ga? Soalnya dibaca dari atas kyu pov semua..pengen tau kalo siwon nya gmna? Apa dia emg bener” udh ga perduli apapun tentang kyu? Jadi ga tug dia nikah sama sungmin……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s