Posted in Angst, BL, Hurt

At Gwanghwamun

cover at gwanghwamun

By : Jum_NT

Cast : Siwon, Kyuhyun, etc

Genre : Hurt and Angst

Rate : T

 

 

Seperti orang bodoh

Aku menunggumu

Kenangan kita

Berharap kau berdiri di sana – At Gwanghwamun

.

.

.

“Hyung, bisakah kau datang kali ini saja? Aku sangat membutuhkanmu,” ucap Kyuhyun setelah sekian lama tak ada suara dari seseorang di line seberang sana.

Masih tak ada jawaban. Kyuhyun mengira telepon mereka telah berakhir. Tapi Kyuhyun melihat layar iphonenya, masih terhubung dengan Sang Kekasih. Dan yang terdengar hanya helaan nafas berat, sepertinya Siwon –orang yang dihubungi Kyuhyun- terbebani dengan pertanyaan yang diajukan kekasihnya.

“Mian Kyu, Hyung tak bisa. Stella sangat membutuhkanku,” ungkap Siwon dengan nada penuh penyesalan. Dan Kyuhyun hanya bisa tertawa miris. Lagi dan lagi, dia menjadi yang kesekian di hidup namja tampan itu. Tanpa menjawab lagi pernyataan Siwon, Kyuhyun mengakhiri telepon.

Tanpa terasa bulir air mata membasahi pipinya.

.

.

.

Suara burung bersautan. Aroma guguran daun maple telah tercium. Musim gugur telah tiba. Dan terlihat di beranda sebuah apartemen, seorang namja manis tertidur di lantai sendirian.

Masih terlihat jelas bekas air mata dan lingkaran hitam di sekitar matanya. Kyuhyun, namja manis itupun perlahan membuka kelopak matanya yang terasa berat. Dia baru menyadari, kemarin malam setelah menelpon kekasihnya dan berakhir tangisan. Dia tertidur. Tanpa selimut ataupun sweater untuk melindungi tubuh rapuhnya dari belaian angin kencang musim gugur.

Sesaat Kyuhyun mengingat penolakan dari Sang Kekasih, dan hanya senyum miris yang dapat dia lakukan.

Dia terlalu bodoh. Masih mempertahankan hubungan penuh luka ini.

Tak ingin berlarut dengan kesedihan, Kyuhyun beranjak dari lantai. Menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan melanjutkan lagi aktifitasnya sebagai pekerja paruh waktu di Restoran cepat saji.

.

.

.

“Kyuhyun meja nomor 3! Semangat!” teriak salah satu rekan kerja Kyuhyun.

“Ne, Donghae Hyung. Mana pesanannya?”

“Di meja dapur. Tanyakan pada Hyuk Jae.”

Kyuhyun nampak berjalan dari dapur menuju meja nomor 3 di Restoran milik Sang Sahabat, Shim Changmin.

“Ini pesanannya Tuan. Selamat menikmati.”

Setelah mengantar pesanan tersebut, Kyuhyun menyeka bulir keringat di sekitar wajahnya. Hari ini restoran nampak ramai daripada biasanya.

“Kyu, tadi pagi sebelum kau tiba. Dia datang mencarimu lagi.”

“Abaikan dia Hyung.”

“Tapi Kyu. Apa kau tidak ingin kembali? Ah ani. Sekedar bertemu atau menyapanya.”

“Aku lelah Donghae Hyung. Aku ingin istirahat mumpung pelanggan telah banyak yang pergi.”

Donghae hanya dapat menggelengkan kepala melihat kelakuan Kyuhyun. Dia selalu menghindar bila diajak bicara tentang hal ini. Donghae merasa kasihan dengan Kyuhyun. Dia sempurna, tapi dalam sekejap mata semua hilang hanya karena satu orang. Yang hanya bisa membuat Kyuhyun mati perlahan. Choi Siwon.

.

.

.

“Kyu, lihat bintang yang itu!” tunjuk Siwon pada salah satu bintang, yang menurut dia paling bersinar.

Tampak Kyuhyun yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Siwon. Saat ini sepasang kekasih itu menikmati acara kencan. Jauh dari keramaian. Di sebuah kota. Jauh dari pusat Negara Korea Selatan.

Mereka bukan sedang kabur dari rumah. Tetapi hanya ingin menikmati suasana santai. Layaknya sepasang kekasih normal. Hubungan mereka memang tak normal.

Katakan ini aib keluarga. Seorang calon doktor, penerus harta kekayaan keluarga Cho. Orientasi seksualnya menyimpang. Dan seorang pengusaha muda, Choi Siwon.

Hidup mereka miris. Masih banyak wanita cantik dan sexy di luar sana. Tapi entah kenapa hanya pada Choi Siwon, Cho Kyuhyun merasakan debaran aneh nan menyenangkan. Begitu juga Choi Siwon. Hanya dengan Cho Kyuhyun dia dapat merasakan hidup normal. Tempat dia bersandar saat tugas dan beban berat menjadi CEO mengisi hari-harinya.

“Ahh yang itu Hyung. Kenapa?” tunjuk Kyuhyun pada bintang yang dimaksud Siwon.

“Dia cantik, secantik dirimu. Sinarnya paling terang, seterang senyumanmu. Dan kelap-kelipnya sangat lembut, selembut hatimu.” Ucap Siwon tanpa melepas pandangan dari namja di sampingnya.

Dan sang namja manis hanya mampu tersenyum. Untung saja ini malam, dan di Taman ini cukup gelap sehingga Siwon tak mungkin melihat rona merah di pipinya. Ini sangat memalukan. Mereka berdua bukan lagi anak kemarin sore yang baru jadian. Siwon cukup sering menggodanya tetapi rona merah akan selalu menghiasi pipi Kyuhyun.

“Hahaha.. Kau kenapa Baby?”

Cup

Kyuhyun kaget. Tanpa aba-aba setelah melontarkan pertanyaan singkat bernada candaan, Siwon mencuri sebuah kecupan di bibir plumnya.

“Hhyyyuunngggggggg!” teriak Kyuhyun sambil memukul kecil bahu Siwon.

Siwon yang tak tahan dengan tingkah imut Kyuhyunpun, memeluknya dengan erat. Dan sesekali memberikan kecupan ringan di rambut Kyuhyun. Kyuhyun dengan manja menyembunyikan wajahnya di dada bidang Siwon.

,

,

,

Hhhaa

Hhaaaa

Hhhaaaa

Terdengar deru nafas memburu sang namja manis. Kyuhyun bangun dari tidurnya. Lagi, dia memimpikan kenangan manisnya dengan Sang Kekasih.

Kyuhyun mengusap kasar wajah lelahnya. Dan air mata mengalir lagi.

“Bodoh Kyu! Kenapa kau masih memimpikan kenangan-kenangan ini,” inner Kyuhyun.

Kyuhyun nampak berjalan tergesa menuju kamar mandi. Menyalakan kran air di wastafel. Membasuh wajahnya.

“Kau. Orang paling bodoh dan tolol!” ucap pada bayangan wajahnya di cermin

Menyedihkan.

.

.

.

“Sayang, hari ini aku pulang agak malam. Tidurlah dulu, jangan terlalu lelah. Aku ada rapat dengan Client dari London.”

Cup

Pamit  Siwon kepada Sang Istri, Stella. Dengan memberikan sebuah kecupan mesra di bibir indah Stella.

“Lalu, Baby tidak bisa bermain dengan Appanya? Uuhh Baby ayo kita benci Appa! Appa tidak sayang dan cinta kita. Lebih mementingkan pekerjaan daripada bermain dengan Eomma dan kamu.”

“Yah yah yah! Aku sangat mencintaimu sayang. Dan baby kita. Oppa akan pulang cepat.”

Cup

“Thanks Honey.”

Kecup balik Stella pada bibir sexy Sang Suami. Tampak Siwon mulai berjalan menuju pintu depan masion.

.

.

.

“Hyung siapkan berkas untuk meeting dengan Client dari London.”

“Ok, semua sudah beres Siwon. Tinggal menunggumu sampai perusahaan dan mengecek kelengkapan berkas.”

“Ok Hyung. Thanks.”

Tut

Tutup Siwon pada sambungan telepon dengan Sang Sekretaris, Leeteuk.

.

.

.

“Hyung, inikan?”

“Ya Siwon. Client kita yang dari London. Mr.Cho bukan lain adalah Appa dari Kyuhyun.“

“Hyung. Bisakah kau membatalkan kerjasama dengannya?”

“Maaf Siwon, kerjasama ini sangat menentukan nasib perusahaan ke depannya.”

Siwon menghela nafas. Selama satu tahun ini dia telah menghindari Kyuhyun. Dia tak ingin menyakiti pemuda itu. Dan dia juga tak punya muka bila bertemu dengan orang tua Kyuhyun. Dia merasa malu, pengorbanannya dulu dengan Kyuhyun tak mempunyai arti apa-apa. Karena pernikahannya dengan cinta pertamanya, Stella.

“Apa ini masih ada hubungannya dengan Kyuhyun? Oh come on Siwon. Kau harus bisa membedakan urusan pekerjaan dan pribadi,” saran Leeteuk.

“Hyung, ini akan sulit.”

“Kau yang membuat sulit keadaan ini.” Pungkas Leeteuk dan meninggalkan ruangan Siwon untuk menuju tempat rapat.

.

.

.

“Rapat selesai. Dan kerjasama ini akan berjalan selama 6 bulan ke depan. Semoga Anda tidak keberatan dengan beberapa syarat umum dan khusus dari Perusahaan saya, Choi Corporation,” akhir Siwon dalam rapat dengan menjabati Mr. Cho.

“Ya, semoga kita dapat bekerjasama dengan baik.”

Semua peserta rapat nampak meninggalkan ruangan. Tinggal Siwon yang masih merapikan beberapa kertas di meja. Serta Mr.Cho.

“Siwon, apa kabarmu?”

Seketika Siwon mendongak. Dia kira, dia sendirian di ruangan ini. Tetapi masih ada satu orang yang paling dia hindari. “Ya, baik. Anda? Alangkah baiknya bila kita mengobrol dengan ditemani secangkir kopi?”

“Oh syukurlah kau baik. Istrimu? Tak usah basa-basi. Aku hanya ingin menanyakan kabarmu. Bila kau baik-baik saja mungkin tidak dengan putraku. Ahh ini sudah sore, aku akan pulang.”

Siwon terpaku. Dia cukup tertohok dengan ucapan tanpa henti dari Mr.Cho.

.

.

.

“Kyu, Dia datang mencarimu. Temuilah.”

“Donghae Hyung, aku sibuk.”

“Kali ini saja Kyu. Apa kau tak merindukan dia?”

“Tapi Hyung pekerjaan ini?”

“Serahkan padaku. Aku akan mengantar pesanan-pesanan ini. Dia di ruang khusus pegawai.”

“Terima kasih Hyung.”

Setelah mengucapkan terima kasih. Kyuhyun berjalan menuju ruangan khusus pegawai.

.

.

.

Kriietttt

Pintu terbuka. Kyuhyun cukup takut menemui orang di dalam sana. Tapi dia juga merindukan sosok tersebut.

Di tempat duduk dekat locker. Terlihat dari belakang. Seseorang dengan pakaian formal. Orang tersebutpun menoleh setelah mendengar suara pintu terbuka. Bibir dia kelu, akhirnya setelah sekian lama Sang Anak mau bertemu dengannya.

“Kyuhyun.”

Kyuhyun termangu. Dia mendengar suara ini setelah sekian lama menghindar atau lebih tepatnya pergi.

“Kyu duduklah dulu.”

Setelah Kyuhyun berjalan mendekat dan duduk di samping sosok tersebut yang adalah Mr. Cho. Cukup lama dua orang tersebut saling diam. Sampai suara Mr. Cho terdengar.

“Kyu. Pulanglah. Tak ada alasan lagi untukmu tetap tinggal di Apartemen itu. Dia telah memiliki istri dan sekarang istrinya sedang hamil.”

“Aku tahu Tuan dia telah memiliki sebuah keluarga. Pulang? Hahaha.. kemana? Apa Tuan lupa dengan perkataan Tuan 2 tahun lalu?”

“Kyu, saat itu Appa hanya emosi. Apa kau tahu? Eommamu sangat merindukanmu. Appa juga. Kembalilah. Kau masih anakku. Lupakan kejadian 2 tahun lalu. Lupakan dia dan kembalilah menjadi Cho Kyuhyun sebelum berhubungan dengan Choi Siwon.”

“Maaf Tuan.”

“Kyu, panggil aku Appa.”

Kyuhyun hanya diam. Dia masih ingat kejadian 2 tahun lalu. Dimana Sang Appa mengusirnya dan menghapus namanya dari daftar keluarga Cho. Kyuhyun masih merasakan sakit saat kedua orang tuanya mengusirnya. Tapi memang itu pantas dan Kyuhyun telah memperkirakan reaksi kedua orang tuanya saat mengetahui putra kebanggannya mempunyai orientasi yang menyimpang.

Tapi Kyuhyun tak menyangka. Sakitnya tetap terasa sampai sekarang. Masih basah luka di hatinya. Dan sekarang orang tersebut, datang ke hadapannya. Memintanya untuk kembali.

“Kyu. Appa Mohon.”

Dan sekali lagi Kyuhyun tetap diam. Menundukkan kepalanya. Meremas kuat jari-jari tangannya. Keringat dinginpun mulai keluar di pelipisnya.

Mr. Cho yang mengetahui respon Kyuhyun hanya diampun berdiri dari duduknya. Sebelum mencapai pintu keluar, dia sempat berucap “Datanglah kapanpun. Kau masih Anakku. Appa dan Eomma akan sangat senang dan mengharapkan kau kembali.”

Setelah itu Mr. Cho keluar dari ruangan khusus pegawai. Kyuhyun yang mendengar suara pintu tertutup mulai mendongakkan kepalanya. Air mata mengalir dari mata bonekanya.

Jujur. Dia ingin kembali. Dia merindukan saat-saat Sang Eomma mengelus lembut rambutnya. Bermanja dengan Eommanya. Dan saat Sang Appa selalu menuruti semua keinginannya.

.

.

.

Pagi datang. Di sebuah Apartemen nampak namja manis yang sibuk merapikan beberapa barangnya. Dia telah memikirkan semuanya. Benar kata Sang Appa, tak ada alasan lagi untuk tinggal di sini.

Kekasihnya, aahhhh apa masih pantas seorang Choi Siwon disebut sebagai kekasihnya? Tak pernah memperdulikannya lagi. Dia telah lelah. Selama satu tahun ini dia hanya menjadi bayangan dalam hidup Choi Siwon.

Hhhhaa

Mengingat Choi Siwon selalu membuatnya mengingat luka-luka selama ini.

“Uhh. Capeknya akhirnya selesai juga. Semoga ini menjadi pilihan yang terbaik. Semangat Cho Kyuhyun!” teriakan semangat Kyuhyun mengalun merdu di pagi nan cerah tersebut.

Setelah selesai merapikan barang-barangnya. Kyuhyun beranjak membersihkan diri.

.

.

.

“Mungkin aku akan merindukan kenangan indah denganmu di Apartemen ini. Tapi semua hanya menjadi kenangan sekarang. Dan aku akan pergi.”

Kyuhyun menatap sendu setiap ruangan di Apartemen ini. Setelah ini dia akan pergi dan tak mungkin kembali ke Apartemen ini. Meninggalkan semua kenangan dengan Choi Siwon, cintanya.

Perlahan dengan menarik koper dan mengangkat beberapa kardus, Kyuhyun melangkah pergi. Membuka pintu apartemen. Menutup dan menguncinya.

Kyuhyun telah berjanji pada dirinya sendiri, setelah dia keluar dari Apartemen ini. Dia akan melupakan semuanya. Dan berharap Choi Siwon dapat sekali saja memberikan kejelasan akan hubungan mereka selama ini.

.

.

.

“Bos. Kyuhyun sepertinya pergi dari Apartemen.”

“Bukankah setiap pagi dia memang pergi bekerja?”

“Bukan seperti itu Bos. Dia pergi meninggalkan Apartemen dengan membawa koper dan kardus-kardus. Sepertinya dia akan pindah. Tapi maaf Bos, saya tak tahu dia pindah kemana.”

Lapor seorang suruhan Choi Siwon, yang dia utus untuk selalu mengawasi Kyuhyun. Meskipun Siwon tak pernah mempedulikan Kyuhyun. Tapi lelaki tampan itu mengawasinya lewat orang suruhannya.

Siwon mengusap wajahnya kasar. Apa dia keterlaluan? Dia hanya mencari waktu yang tepat selama ini untuk memutuskan hubungannya dengan Kyuhyun. Dia masih mencintai namja manis itu. Tapi di sisi lain, ada Stella. Istrinya yang sedang mengandung buah cinta mereka. Siwon dilema.

“Oppa, ada apa?” tanya Stella penuh perhatian saat melihat suaminya yang tampak gusar.

“Tidak. Hanya masalah pekerjaan. Aku berangkat.”

Cup

“Kau tak bisa membohongiku Oppa. Selama ini kau tak bisa lepas dari bayangan Kyuhyun. Apa aku harus pergi dan merelakanmu dengannya? Tapi aku mencintaimu dan anak ini juga membutuhkan sosok ayah,” ucap Stella setelah Siwon pergi dari hadapannya.

.

.

.

Terlihat sebuah taxi yang berhenti di depan sebuah rumah mewah kawasan perumahan elit. Kyuhyun turun dari taxi tersebut dan berjalan menuju bagasi untuk mengambil barang-barangnya. Supir taxipun membantu Kyuhyun mengangkat kardus-kardus sampai depan gerbang yang menjulang tinggi. Menyembunyikan kemewahan sebuah rumah keluarga Cho.

“Tuan Kyuhyun? Andakah itu?” tanya seorang satpam dari balik gerbang tinggi itu.

Kyuhyun hanya tersenyum dan menjawab seadanya. “Ya, Pak Kim.”

“Nyonya dan Tuan Cho akan sangat senang mengetahui anda kembali. Silahkan masuk, ah biar Pak Kim yang membawa barang-barang Tuan Kyuhyun.”

Setelah Pak Kim membukakan gerbang dan membantu Kyuhyun membawakan barang-barangnya. Dia berjalan perlahan menuju pintu depan rumah. Melewati halaman depan yang luas.

Dia merindukan ini semua.

Cklekkk

Terdengar suara pintu di buka dari dalam. Padahal Kyuhyun belum mengetuk pintu. Kyuhyun cukup terkejut karna yang membuka pintu adalah seorang perempuan paruh baya yang cantik.

“Kyuhyun? Ini kamu Nak? Yeobo, Kyuhyun pulang. Yeobo,” teriak heboh Nyonya Cho yang adalah Eomma Kyuhyun.

“Kyu. Kau tidak mau memeluk Eomma?”

Seketika Kyuhyun berlari mengambur kepelukan Sang Eomma. “Huks. Eomma. Hukksss. Maafkan Kyunnie.”

“Sssttt Kyunnie ga punya salah. Kyunnie ga perlu minta maaf.”

“Kyuhyun? Akhirnya kau kembali,” ucap suara dari arah belakang Eomma Kyuhyun.

“Aaapppaaa.”

Appa Kyuhyunpun berjalan menghampiri istri dan anaknya. Turut ikut berpelukan.

Inilah yang mereka harapkan selama ini. Keluarga mereka kembali utuh. Tapi Eomma Kyuhyun yakin. Anaknya kembali karena telah berada di batas kelelahannya. Putranya dalam keadaan tidak baik-baik saja.

.

.

.

“Kyu, bolehkah eomma masuk?”

“Masuk saja eomma.”

“Apa yang kau lakukan sayang?” tanya Eomma Kyuhyun dengan mengusap rambut halus Kyuhyun.

“Hanya merapikan beberapa barang. Dan selesai.”

“Apa kau ingin istirahat sayang?”

“Tidak eomma. Ada apa?”

“Tidak ada apa-apa. Hanya ingin mengobrol dengan putra eomma ini. Kkkkk”

Dan keheningan selanjutnya yang menyelimuti. Kyuhyun dan Eomma Kyuhyun sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai sebuah pertanyaan yang cukup membuat Kyuhyun terkejut.

“Ini sakit bukan?”

“Apa?”

“Semua hal. Selama ini. Jujurlah pada eomma. Sangat menyakitkan bukan?”

“Apa maksud eomma?”

“Eomma hanya ingin tahu sayang. Alasan apa sampai satu tahun lalu. Eomma menerima undangan pernikahan Siwon dan Stella. Eomma kira itu hanya lelucon. Sampai akhirnya eomma menyuruh Appamu diam-diam mencari faktanya. Dan itu sangat mengejutkan eomma. Kyuhyun sayang eomma aniya? Cerita pada eomma.”

“Eommmmaaaa.”

“Kyunnie chagi,” panggil lembut Eomma Kyuhyun. Sambil menidurkan kepala Kyuhyun di pangkuannya. “Ceritalah pada eomma. Pasti sangat sakit, tak ada yang bisa kau jadikan pelampiasan sakit selama ini. Eomma bersyukur kau tidak melakukan tindakan gila.”

“Eomma salah,” batin Kyuhyun.

Eomma Kyuhyunpun membelai lembut kening dan rambut Sang Putra.

.

.

.

2 tahun lalu

Sebuah kenyataan pahit diterima Kyuhyun. Dia telah diusir keluarganya karena mengakui di depan sang Appa dan Eomma mengenai hubungannya dengan Siwon. Sejak kejadian itu, Kyuhyun pergi dari rumah mewahnya. Meninggalkan kekayaan yang selama ini melengkapi hidupnya.

Dia hidup berdua dengan Choi Siwon di sebuah apartemen. Siwon tidak mengajak Kyuhyun tinggal di Mansion mewahnya, karena alasan yang sama. Sang Eomma Siwon tidak menerima hubungan sejenis yang dijalani putranya. Tapi Siwon masih beruntung, Eommanya tidak mengusir dia.

Setahun berlalu. Kyuhyun dan Siwon menjalani hari selayaknya sepasang suami istri. Hanya saja, semua terasa tabu. Kyuhyun merasa kebahagiaan tanpa restu kedua orang tua akan cepat berlalu. Tapi Kyuhyun berusaha menepis segala pemikirannya selama ini.

Pagi itu. Tepatnya musim dingin bulan Desember 2013. Kyuhyun dan Siwon tengah menikmati acara sarapannya. Sebelum Siwon berangkat bekerja.

“Hyung, tadi ada kurir mengirimkan paketan untukmu.”

“Apa isinya baby?”

“Sepertinya surat. Dari bentuknya yang tipis. Tapi entahlah, Hyung lihat saja sendiri. Aku taruh di meja nakas samping ranjang kita.”

“Kau buka saja baby. Hyung tidak akan sempat. Nanti sms atau telpon hyung, Hyung akan berangkat. Ada meeting.”

Cup

Pamit Siwon setelah menghabiskan sarapannya. Dan tak lupa mengecup sekilas bibir Kyuhyun. Kyuhyunpun hanya mengangguk, dan mengantar Siwon sampai pintu depan apartemen.

“Hati-hati hyung. Cepat pulang.”

“Iya baby. Hati-hati di Apartemen.”

Siwonpun berangkat ke Kantor. Dan Kyuhyun berlalu menuju meja makan, membawa piring dan gelas bekas sarapan untuk dia cuci. Selesai mencuci, Kyuhyun beranjak menuju kamar. Membuka paketan untuk Siwonnya.

“Ini? Tidak. Oh Tuhan. Kenapa aku merasakan firasat buruk. Semoga ini hanya perasaanku saja. Semoga ini hanya acara reunian biasa,” ucap Kyuhyun.

Terlihat sebuah surat, tepatnya undangan reunian yang ternyata isi paketan untuk Siwonnya.

.

.

.

“Baby, hyung pulang.”

“Hyuuungggggggg.”

Kyuhyun berlari menerjang tubuh Siwon. Siwon cukup terkejut, jarang sekali Kyuhyun bersikap manja seperti ini bila tidak ada maunya.

“Ada apa baby?”

“Tidak ada apa-apa hyung. Hanya kangen hyung.”

“Awww. Babyku manis sekali.”

“Hahhahaa.”

Tawa Kyuhyun terdengar saat Siwon dengan asyiknya menggesengkan kepalanya di dada dan perut Kyuhyun.

“Uhhh. Stop it hyung! Hyung mandi sana, aku sudah menyiapkan air hangat. Biar Kyunnie merapikan makanan di meja makan.”

“Hhmm. Iya baby. Padahal hyung masih ingin memelukmu.” 

“Tapi hyung bau. Kyunnie ga mau dipeluk terus sama hyung kalau masih bau keringat.”

.

.

.

Seusai makan malam bersama, Kyuhyun tengah berbaring di ranjang dengan berbantal lengan kiri Siwon. Sedangkan tangan kanan Siwon sibuk mempermainkan rambut Kyuhyun.

“Hyung isi paketan tadi surat undangan reunian angkatan hyung saat SMP. Apa hyung akan datang?”

“Reuni SMP? Ahh hyung akan datang baby. Lumayan mengobati rasa rindu dengan teman-teman SMP. Apa kau ingin ikut dengan hyung baby?”

“Ahhh tidak hyung. Aku kan adik kelasmu waktu itu. Akan sangat ganjil bila aku ikut. Aku bukan seangkatan hyung.”

“Benar juga baby. Acaranya kapan?”

“Besok hyung. Jam 7 malam di Ballroom Rising Star Hotel.”

“Mmmm. Hyung akan datang baby. Bisa kau siapkan pakaian untuk hyung besok?”

“Pasti hyung.”

“Sudah malam baby. Ayo kita tidur. Hyung juga mengantuk.”

Siwonpun mengubah posisi tidurnya. Dengan memeluk pinggang Kyuhyun dari belakang. Tak lama terdengar dengkuran halus menandakan Siwon telah terbuai mimpi. Sepertinya Siwon cukup lelah hari ini. Berbeda dengan Siwon, Kyuhyun belum bisa memejamkan matanya.

Dia takut.

Dia gelisah.

Apa Siwon tak menyadari raut kegelisahannya dari tadi? Apa Siwon tak menyadari dengan menghadiri acara tersebut bukan hanya bertemu teman-teman lamanya. Tetapi juga cinta pertamanya, Stella.

Kyuhyun hanya berharap ketakutannya tak akan menjadi kenyataan. Siwon tulus mencintainya dan telah sepenuhnya melupakan Stella. Dia yakin ini tak akan mengubah takdir mereka. Tapi.

Hati kecil Kyuhyun berkata lain.

.

.

.

Malam telah datang. Siwon telah pergi sejak beberapa menit lalu menghadiri acara reunian tersebut. Dan Kyuhyun di dalam apartemen hanya berharap-harap cemas, Stella masih di Amerika dan tak menghadiri acara tersebut.

Tapi.

Harapan tetap harapan seorang Cho Kyuhyun. Nyatanya di salah satu sudut Ballrom Rising Star Hotel. Terlihat Siwon tengah mengobrol seru dengan Stella.

Dan sejak kejadian itu. Semua berubah.

Sifat Siwon.

Sikap Siwon.

Dan Siwon sering ke luar kota dengan beralasan kepada Kyuhyun menemui Client langsung ke Perusahaan mereka masing-masing.

Nyatanya?

Siwon menghabiskan malam panas dengan Stella. Benih-benih cinta Siwon tumbuh kembali. Siwon belum seutuhnya melupakan Stella. Gadis cantik nan periang penguasa hatinya.

Siwon buta akan semuanya. Dia melupakan Kyuhyun yang setia menunggunya pulang.

Siwon perlahan-lahan mulai mengabaikan Kyuhyun. Menghindari Kyuhyun.

Bila Siwon pulang ke Apartemen. Dia hanya mengucapkan kalimat-kalimat seadanya untuk Kyuhyun. ‘Aku berangkat. Aku pulang. Aku lelah. Aku ingin tidur’ hanya kalimat seperti itu yang Kyuhyun dengar selama satu bulan ini.

Kyuhyun mencoba bersabar dengan semua kelakuan Siwon. Kyuhyun mencoba percaya akan cinta Siwon. Kyuhyun belum mengetahui perselingkuhan Siwon, merajut cinta dengan Stella. Meskipun hati kecil Kyuhyun mengatakan ketidakberesan ini. Tapi Kyuhyun menyangkal ini semua.

Sampai.

Sebuah sms dari Stella terbaca Kyuhyun.

Harapan Kyuhyun hancur. Hati Kyuhyun hancur. Hidup Kyuhyun hancur. Kepercayaan Kyuhyun terhadap Siwon musnah.

-Kyuhyun Oppa. Ini Stella. Oppa aku hamil anak Siwon Oppa. Usia kandunganku 3 minggu.-

.

.

.

1 Februari 2014. 20.15 KST

Terlihat Siwon berjalan gontai memasuki apartemen yang selama satu bulan ini jarang dia kunjungi. Siwon memasuki apartemen dengan wajah lesu. Nampak apartemen dalam keadaan gelap gulita. Mungkin Kyuhyun telah tidur, pikir Siwon. Tapi apakah kau tau Siwon? Kyuhyun tengah menangis terisak di sudut kamar kalian.

Siwon masuk ke dalam kamar. Dia cukup terkejut melihat keadaan Kyuhyun yang cukup mengenaskan di sudut kamar. Kyuhyun menekuk kakinya, membenamkan mukanya di lutut dan terdengar isakan-isakan.

“Kyuhyun. Apa yang terjadi?”

Dan Siwon melupakan panggilan sayangnya untuk Kyuhyun. Baby ataupun Kyunnie.

Kyuhyun terkejut mengetahui Siwon pulang. Seketika Kyuhyun mengusap air matanya dan berdiri dari posisi duduknya.

“Hyung, bisa kau jelaskan ini?” tanya dan tunjuk Kyuhyun pada layar iphonenya yang menunjukkan pesan dari Stella.

“Kyu, hyung bisa jelaskan. Ini bukan seperti yang kau pikirkan.”

“Hyung cukup menjelaskan maksudnya,” tekan Kyuhyun pada setiap katanya. “Apa ini benar hyung? Apa perkiraanku selama ini benar? JAWAB AKU HYUNG. APA ARTIKU UNTUKMU? APA CINTAMU KEPADAKU TELAH MUSNAH? APA PENGORBANANKU SELAMA INI SIA-SIA. KAU BRENGSEK HYUNGGGGG. HUKSSS HUKSSS.”

Siwon hanya diam. Karena yang terdapat dalam pesan tersebut merupakan kebenaran. Dia menyesali semua ini.

“HYUNG APA KAU TULI? APA KAU BISU? HYUNGG. AKU BUTUH JAWABAN.”

“Ya semua itu benar kyuhyun,” ucap Siwon sambil menundukkan kepalanya.

Seketika tubuh Kyuhyun merosot ke lantai. Isakan keras terdengar. Kyuhyun terpukul dengan kenyataan ini. Siwonnya, orang yang dia cintai melebihi apapun di dunia ini. Mengkhianati cinta tulusnya. Oh Tuhan. Kyuhyun tak sanggup.

“Kyu. Maafkan hyung. Hyung benar-benar menyesal.”

“Menyesal katamu hyung? Bertanggung jawablah.”

“Tapi Kyu. Hyung masih mencintaimu.”

“Cinta? Ini yang kau sebut cinta? Kau manusia paling brengsek di dunia ini.”

“Kyu. Hyung minta maaf. Kyuhyun. Huksssss.”

Siwonpun duduk bersimpuh di depan Kyuhyun. Memeluk namja manisnya yang masih menangis dengan keras.

“Hyung. Aku mohon bertanggung jawablah.”

.

.

.

Dan itu merupakan kado paling menyakitkan yang di dapat Kyuhyun tepat di ulang tahunnya yang ke 23.

Tepat tanggal 3 Februari 2014. Hubungan dia dan Siwon tak mempunyai kepastian.

Dua minggu kemudian, Siwon melaksanakan pernikahannya dengan Stella di sebuah gereja di Seoul. Pernikahan yang diselenggarakan dengan meriah.

Dan sejak Siwon menikah.

Siwon melupakan Kyuhyun sepenuhnya.

Siwon melupakan janjinya kepada Kyuhyun untuk dapat membagi waktunya dengan tetap berhubungan dengan Kyuhyun. Nyatanya? Siwon telah sepenuhnya dikuasai Stella. Perhatian, kasih-sayang, dan rasa cinta Siwon hanya untuk Stella.

.

.

.

Tes

Kyuhyun merasakan keningnya basah. Bukan itu bukan air matanya, melainkan air mata Eommanya.

Eomma Kyuhyun nampak menangis terisak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Ini hal yang sangat menyakitkan untuk dijalani putranya seorang diri. Tak jauh beda dengan Sang Eomma, Kyuhyun juga menangis. Dia mengingat lebih tepatnya membuka luka lama.

“Kyu. Eomma mohon akhiri ini. Temui Siwon.”

“Aku telah mencoba Eomma. Menghubungi Siwon Hyung dan meminta mengakhiri hubunganku dengannya yang nyatanya sudah tak memiliki arti apapun. Tapi dia selalu menolak.”

“Sekarang, telepon dia dan paksa untuk bertemu. Selesaikan hubungan penuh luka ini. Eomma mohon Kyunnie sayang. Eomma tidak mau setiap hari kau hidup dengan luka.”

“Akan aku lakukan Eomma.”

.

.

.

Seminggu berlalu sejak Kyuhyun pulang ke Mansion mewahnya. Dan Siwon telah mengetahui akan hal itu. Selama seminggu ini, Siwon selalu merasa cemas dan gusar. Karena bila orang tua Kyuhyun tahu akan hal yang sebenarnya. Bisa saja Mr. Cho membatalkan kerjasamanya.

Katakan Siwon egois. Di saat seperti ini, dia tak lagi memikirkan keadaan Kyuhyun melainkan nasib perusahaannya.

Di tengah kegundahan. Siwon mendengar iphonenya berdering. Tanpa melihat ID yang menelpon, Siwon langsung mengangkatnya.

“Hyung. Hari ini jam 4 sore, aku tunggu di Gwanghwamun.”

“Kyuhyun?”

“Ya. Apa kau bisa Hyung? Untuk yang terakhir kalinya.”

“Aku akan datang. Apa maksud ucapanmu Kyu?”

Tut

Tut

Belum sempat Siwon mendapat jawaban atas pertanyaannya. Kyuhyun telah mengakhiri telponnya.

.

.

.

Dan di sini lah mereka berdua.

Berdiri berhadapan di Taman sekitar Gerbang Gwanghwamun.

Tak ada yang terucap baik dari bibir Siwon maupun Kyuhyun. Keheningan yang tercipta sejak 10 menit yang lalu Siwon tiba. Entah Siwon tak tahu sudah berapa lama Kyuhyun berdiri di Taman ini.

“Hyung. Aku lelah,” ucap Kyuhyun setelah sekian lama mereka terdiam.

Siwon termangu dengan ucapan Kyuhyun. Apa maksud lelah ini?

“Kita akhiri sampai di sini Hyung. Aku tak mau kau ikat terus tanpa kejelasan. Aku benar-benar lelah. Rasa lelah ini telah mengikis perasaan cinta dan sayangku untukmu.”

Siwon hanya diam. Dia sadar selama ini, sejak dia memutuskan menikah dengan Stella. Dia tak memutuskan hubungannya dengan Kyuhyun. Dia mengikat Kyuhyun untuk tetap di sisinya. Nyatanya? Kyuhyun telah dilupakan Siwon. Siwon terlalu sibuk dengan perusahaan dan keluarga barunya.

“Pergilah. Hyung tak akan melarangmu.”

Tanpa ada pelukan apalagi sebuah ciuman perpisahan. Di bawah guguran daun maple, di tempat pertama kali mereka mengikat untuk menjadi sepasang kekasih. Di tempat ini pula, Siwon melepaskan Kyuhyun.

“Terima kasih Hyung. Kembalilah ke Stella. Dia mungkin menantimu pulang.”

“Aku akan pergi. Berjanjilah untuk hidup bahagia.”

Setelah itu Siwon mulai melangkah pergi meninggalkan taman.

Sedikit demi sedikit air mata turun mengaliri pipi tirus Kyuhyun. Sedari tadi Siwon tak menatap wajah Kyuhyun. Dia tak tahu bahwa keadaan Kyuhyun tak baik-baik saja. Bibirnya terlihat pucat dan kering. Dan Kyuhyun tak berjanji untuk hidup bahagia. Tapi dia berjanji akan pergi.

Selamanya.

.

.

.

Di saat Siwon tengah mengemudikan kendaraannya di jalanan menuju Seoul. Di saat itu pula perlahan tubuh Kyuhyun ambruk ke Tanah.

Kanker hati stadium akhir. Tanpa ada yang tahu bahwa selama Siwon meninggalkannya untuk menikah dengan Stella. Selama itu pula Kyuhyun mengkonsumsi obat depresan untuk menenangkan pikirannya.

Tanpa tahu bahwa obat tersebut bukan hanya membuat Kyuhyun melupakan masalahnya dan merasa tenang. Tetapi juga menggerogoti tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri telah mengetahui sejak 2 bulan yang lalu. Bahwa dia tengah mengindap penyakit ini. Tapi dia tak ingin melakukan pengobatan agar sembuh. Dia ingin cepat meninggalkan dunia ini tanpa mengakhiri dengan perbuatan keji, yaitu bunuh diri.

Mungkin Tuhan terlalu menyayangi Kyuhyun. Sehingga Tuhan mengambil nyawa Kyuhyun tepat setelah dia mengakhiri hubungannya dengan Siwon. Tuhan tak ingin Kyuhyun terus merasakan kejamnya dunia ini.

Kyuhyun telah pergi.

Selamanya.

.

.

.

Tepat saat Kyuhyun menutup mata selamanya, mobil yang tengah dikemudikan oleh Siwon mengalami oleng. Menabrak pembatas jalan.

Nampak bagian depan mobil ringsek. Darah mulai mengucur dari mulut, hidung, dan telinga Siwon. Siwon rasa ini akhir dia hidup.

“Kyuhyun maafkan Hyung. Selama Hyung hidup sering membuatmu terluka dan menangis. Stella hiduplah dengan baik.”

Itulah kalimat yang sempat Siwon ucapkan untuk yang terakhir kali meski tak ada orang yang mendengar, Siwon berharap Kyuhyun maupun Stella dapat mendengarnya, meskipun itu hanya sebuah harapan.

.

.

.

Hyung, aku menagih janjimu. Dulu kau pernah bilang tak bisa hidup tanpaku. Dan sekarang setelah aku pergi. Aku juga mengajakmu untuk pergi selamanya denganku. – Kyuhyun

Aku berharap di kehidupan kita nanti. Kita akan menjadi sepasang kekasih yang tak pernah menyakiti satu sama lain. Maafkan aku. Dan terima kasih telah mengajakku. – Siwon

Biarkan mereka pergi dengan tenang. Tuhan hanya memanggil dua malaikatnya untuk kembali ke sisi-Nya. Tuhan terlalu menyayangi mereka. Tak ingin dua malaikat-Nya mengukir dosa dan luka dalam setiap tarikan nafasnya.

***END***

Jangan timpuk saya ! Ini FF hancur kah ??

Ini FF pertama saya.

Mohon maaf bila FF nya abal dan ide pasaran.

Kritik dan saran sangat dibutuhkan ^^

Advertisements

56 thoughts on “At Gwanghwamun

  1. Haduhh knp skrg bertebaran sad end bgini?? huftthh nyesek bgt bacanya,,
    Tp ceritanya seru n bagus,, apalagi end nya qu suka bgt,,
    SEmangatt ya buat ff wonkyu yg banyak ,

  2. kenapa harus mati?? kenapaaa? TT hikssss
    siwon jahat banget sama baby kyuu hmm :((
    tapi jalan certianya bagus thor semangat dan terus berkarya yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s