Posted in Genderswitch, Genre, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

Love Story – Janji

BfXfc57CYAIdEWr

Love Story – Janji

Author: Cat meonks

Genre: GS, Romance

Cast : Choi Siwon (najma ) Cho Kyuhyun (yeoja) Changmin(najmA)

Maaf buat yang nggak suka
Boleh minta komentarnya bagi yang mau baca…
Maaf Typo bertebaran soal saya manusia biasa hahahaa piss..

.
.
Siwon sedang memandangi wajahnya di cermin di kamar mandi. Mengusap wajahnya kasar. Salahkah yang dia lakukan? Entahlah!! Dia tak berani mengakui perasaannya, namun dia tak bisa mendiamkan amarahnya ketika melihat gadis cantik itu tersenyum pada orang lain. Dia saja hampir tak pernah menikmati. Pilu? Dia menghianati kekasihnya? Tidak… dia sudah melupakannya seiring tiap malam melihat wajah damai sang istri. Sedangkan Kyuhyun sendiri baru tidur menjelang pagi hanya karna bermain game. Salah juga …. dia tak mampu memejamkan mata. Dia pikir bila dia memejakan mata dia akan terbangun dari mimpinya. Karna itu dia terjaga. Konyol!!

Setelah membersihkan tubuhnya, Siwon membereskan semua tumpukan kaset,kabel dan semua yang berserakan di lantai. Tentu saja setelah dia mengendong istrinya ke ranjang lalu menarik selimut sebatas dada.

“Mengapa terasa begitu jauh… padahal kau ada di depanku…” ucap Siwon sebelum akhirnya mendaratkan bibir jokernya di pipi, kening, dan bibirnya. Mengeliat tak nyaman ketika Siwon hampir lepas kendali. Menghela nafas lalu segera bangkit sebelum datang kembali pikiran untuk menyentuhnya.

*******

Lihatlah gadis cantik ini sedang memanjakan perutnya. Kamar ini tak lagi mampu di sebut kamar. Berbagai bungkus makanan dan mangkuk mie pun berserakan di mana-mana. Seharian gadis ini mengurung diri di kamar dengan suara musik yang berdetuk kencang tanpa memperdulikan ponselnya. Gadis itu semakin gila dan semakin mencuci otaknya dengan makanan.

“Kau apakan kamarku?”suara itu seketika menghentikan lamunan Kyu yang membiarkan es krim vanillanya mencair.

“Ini juga kamarku.”sentaknya terkesan tak mau kalah. Namun itulah kyuhyun.

Siwon hanya mengelengkan kepala. Memaklumi. Melepas sepatu hitamnya dan menaruh tas kerjanya di sofa. Kyu tetap merebahkan tubuhnya di lantai menatap langit-langit kamar. Siwon keluar dari kamar mandi dengan baju santai. Menghela nafas panjang sambil tangannya memunguti sampah yang berserakan.

“Kadang aku berpikir kau ini manusia atau benar-benar setan. Lihatlah!! Semua bungkus makanan ini hampir satu toko kau habiskan. Apa perutmu tak meledak…?”

Kyu memicingkan matanya, “Ah… berhentilah makan? Apa yang kau cemaskan?”kini Siwon berdiri tepat di hadapan gadis itu. Kyu tersentak bagimana dia tahu kalau dia sedang cemas. “Hechull umma yang memberitahu aku. Bila cemas kau bisa menghabiskan semua makan yang kau suka. Apa yang kau cemaskan? Pernyataan cemburuku padamu…?”

Kyu membatu. HENING. “Choi Kyuhyun aku serius dengan pernyataan cemburuku. Aku tak suka melihatmu di sentuh orang sedangkan aku mencoba menahanny. Entah sejak kapan? Jangan pernah tanyakan karna aku juga belum menemukan jawabnya.”

‘Menahanya’ itulah kata yang terikat dalam pendengaran gadis cubby itu dari deretan kalimat yanh siwon ucapkan. Kyu tertawa untuk mengalihkan rasa gugupnya. Siwon menjengit. ‘Bagimana mungkin gadis itu tertawa ketika dia sedang berusaha jujur dengan perasaanya’ pikir siwon.

“Ku rasa otakmu mulai rusak Choi karna flustasi kehilangan kekasih gelandangnmu…”

“Ayolah!! Hentikan kata-kata pedasmu. Agnes bukan gelandangan.”

“Cih!!! Ini belum lima menit kau menyatakan cinta.”

“Kyuhyunnie…”

“Ah… cukup aku muak. Jangan kau buat aku memuntahkan semua makananku. Sayang… karna semua makananku harganya mahal. Kau tahu itu…”Kyu pun mulai beranjak berdiri. Namun ketika dia ingin beranjak pergi sebuah telapak tangan menggapai lengannya. “Bisa lepaskan aku…”Kyu sudah tak punya tenaga lagi untuk berteriak. Matanya memanas, hatinya teriris.

Siwon menghela nafas, “apa kau tak percaya bila aku benar mencintaimu…kau anggap aku membual hanya untuk membuat orang tuaku senang.”

“Bagimana bisa wanita percaya dengan pria yang masih menyimpan foto wanita lain didalam dompetnya.”

“Aku seperti mendengar nada cemburu…”

“Kali ini telingamu yang rusak.”cercanya.

GREPP

Siwon memeluk gadis itu dengan hangat, “Terserah kau anggap telingaku rusak atau apa? Aku hanya ingin menikmati detik ini. Detik dimana aku bisa menjamahmu, menghirup aroma tubuhmu tanpa harus menahan diriku dari pikiran bila aku menghianati kekasihku…”Kyu kembali menenggang,”Kau tahu memelukmu membuat rasa lelahku hilang. Andai saja aku sadari dari dulu bila rasa ini akan hilang bila memelukmu akan aku lakukan. Kali ini aku sudah lebih dari nyakin bahwa hati dan ragaku mrnginginkanmu…”Siwon tersenyum tipis menghirup aroma tubuh yang ingin dia nikmati.

Kyu mendorong tubuh kekar itu. Jantungnya berdetak tak normal. “Ku mohon lepaskan aku… ini sesak… kau ingin cepat menjadi duda dan segera menikah dengan kekasih gelandanganmu…”pinta Kyu dengan memelas.

Siwon merenggangkan pelukannya. Tak mengindahkan protes Istrinya.

Chu…

“Yah!!! KENAPA KAU MENCIUMKU…??”teriak gadis itu.

“Perduli. Kau hak ku. Dan aku bebas melakukannya. Sudahlah!!! Lanjutkan protesmu nanti setelah aku selesai ….”

CHu…

Kyu mematung dia tak habis pikir Siwon akan menciumnya lagi dan kali ini lebih lama. Lembut.Hangat. Meski tak mendapatkan respon darinya Siwon tetap melumat bibir merah itu dengan buas. Ingin rasanya tangannya meremas rambut suaminya. Namun tubuhnya dan pikirnya tak bisa di kompromi seimbang. Siwon kembali kehilangan akal sehatnya. Berlahan melepas pelukannya dan mulai membelai lembut lengan putih pucat itu dengan ringan. Ribuan kupu-kupu mulai melayang-layang di kepala gadis itu. Semakin liar menyelipkan tangan kekarnya membelai lembut sesuatu dibalik kemaja itu. Kyu memejamkan mata dan itu membuat laki-laki yang berhasil membuat bibirnya bengkak menghentikan ketidak warasannya. Ini bukan ciuman pertama untuk siwon namun ini ciuman tergila dalam fantasinya hanya teruntuk istrinya bukan kekasihnya. Dia sadar lalu mengurungkan niatnya. Melepaskan ciuman itu dan menempelkan kedua kening mereka dengan nafas yang memburu.

“Berhenti berpikir aku sandiwara…aku ingin memilikimu seutuhnya…”bisik Siwon dengan lembut membuat bulu kudunya Kyu merinding. “Aku tak pernah memikirkan ini, namun denganmu aku harus terus berdoa pada Tuhan agar tak menyakitimu…”

“Kau gila…”segera Kyu mendorong tubuh kekar itu dan berlari ke kamar mandi. Siwon mengejarnya namun.

BLAAAMMM, CEKLEK

Pintu tertutup kasar. Terkunci.

“YAH!! CHOI KYUHYUN…”

“Cho Kyuhyun bodoh…”

“Choi kyuhyun…”

“Tidak, cho kyuhyun jangan seenak jidatmu mengganti margaku…”

“YAH!! KAU ISTRIKU JELAS KAU IKUT MARGAKU…”

“ISTRI GADUNGAN. JADI KAU TAK BERHAK MENGANTI MARGAKU.”teriak Kyu tak mau kalah.

“Gadungan. Kau itu istri sahku… ”

“Argh!!! Mana ada istri sah yang tak pernah di sentuh.”fortalnya.

BLUSS!!! Kyu membekap mulutnya yang tak bisa di kontrol.

Siwon menyeringai, “Oho… jadi istriku ingin aku sentuh…tapi aku tadi sudah menyetuh bibirmu dan….”ucapan Siwon mengantung.

Reflek Kyu menutupi tubuhnya dengan kedua tangan,”Yah!! Mesum jangan pikiran yang tidak-tidak. Aku .. aku hanya salah bicara…”

“Baik. Kalau salah bicara. Aku tunggu di luar untuk makan malam atau kau ingin makan malam yang lain.”

“YAH!!! KUDA LIAR KELUAR…”teriaknya.

Kyu menghela nafas lega ketika mendengar suara pintu tetutup. “Dasar mulut sialan…”umpatnya lalu memukul bibirnya pelan.

******

Makan malam kembali tegang karna Kyu mengundang Changmin ke rumah. Siwon menolak mentah-mentah ketika mendengar gadis itu menghubunginya. Gila!! Bahkan pria itu membawakan bunga mawar membuat suasana rumah yang damai mendadak horor karna pandangan mematikan dari seorang Choi.

“Min, aku punya game terbaru nanti setelah makan kita main. Membosankan sekali di rumah tak ada teman.” Ucap Kyu dengan menatap Changmin.

“Hmm…”tanpa mengangkat wajahnya karna choi Siwon terus menatapnya.

“Oh, ya… aku akan ambilkan es krimnya.”Kyu segera berdiri menuju dapur,

“SHIM CHANGMIN… BUKAN TADI AKU SUDAH PERINGATKAN KAU TAK USAH DATANG KENAPA KAU MASIH SAJA DATANG HA…KAU INGIN MENGALIH LUBANG KUBURANMU SENDIRI…”tegas Siwon dengan nada pelan.

“Kau tak tahu bagimana anak ratu iblis itu bila aku sampai menolak permintaanya…” ya siapa yang tak kenal Cho Heechul.

“Apa kau juga tak tahu bagimana putra dari choi sungmin ini marah?”gertak siwon.

“Lalu aku harus bagimana? Kalian semua itu sama-sama keturunan iblis dan moster.”omel changmin.

“Kau pergi saja diam-diam.”tawar Siwon.

“Kau tahu… aku bagai di tengah jurang. Mau mati pun susah…”keluh Changmin.

” kenapa kau ingin mati? Lalu bagimana dengan aku?”terdengar nada tak rela dan sedih.

Siwon menolehkan kepalanya. Mendapati istrinya yang hendak menangis.

“Masih ada aku suamimu bila si tiang listrik ini mati.”jawab Siwon dengam enteng.

“YAH..YAH…kenapa kesannya jadi aku di sumpahi mati ya…”keluh pemuda tiang listrik itu.

“Bukan kita sudah berjanji akan selalu bersama. Melalui suka maupun duka… kenapa kau ingin mati, min… hikz…hikz…”

Kali ini Changmin hanya memutar dua bola mata dengan malas sedangkan Siwon sudah melayangkan tatapan mematikan.

“Janji…”cicit Siwon.

******

Siwon tak mampu memejamkan mata malam ini. Ini sudah tengah malam namun pikirnya belum bisa tenang. Siwon terus melakukan gerakan yang membuat Kyuhyun juga tak bisa tidur. Mereka bergelut dengan pikirannya masing-masing.

“Kyu, kau sudah tidur.”tanya Siwon lirih.

“Sudah,”jawab Kyu dengan dingin.

“Lalu kalau kau sudah tidur, kenapa bisa menjawab pertanyaanku?”entahlah… apa mereka berdua bodoh atau …

“Aku bicara dalam tidur.”

“Oh..”Siwon mengangguk. “Kyu…”

“Apa lagi?”kali nadanya lebih tinggi.

“Kenapa kau suka berteriak?”

“Pertanyaan tak penting.”

Siwon terdiam beberapa saat, “Kyu,..”siwon membuat jeda, “Janji apa yang kau ucapkan bersama manusia tiang listrik itu?”

Tak ada jawaban. HENING BEBERAPA SAAT. “Bukan urusanmu…”kyu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.

“Bagimana…”Siwon menggantung ucapannya dan itu membuat Kyu berdecik kesal. “Kalau…”kembali membuat jeda dan itu semakin membuat gadis itu kesal.

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan? Aku tahu choi kuda bila otakmu hilang tapi cepat katakan kau mengganggu waktu tidurku….”omelnya yang tak tahan dengan sikap Siwon yang seenaknya.

“Bisakah kau berikan dimensimu…aku ingin menjadi bagian dari hari-hari yang menggerikan sekalipun…”Siwon menghela nafas, “aku tahu kau mengaggap ini bualan saja namun aku sudah bicara dengan hatiku bila memang aku mencintaimu…seberapa pun aku memungkiri aku ingin senyuman itu, senyuman manis ketika hari pertama kali kita bertemu dan bibir merah itu mengeluarkan mantra yang mampu kendalikan otakku.Kau tahu aku lupa bagimana cara kekasihku ,wajah, hatinya yang ingin aku pertahankan dalam ingatanku…karna semua telah tergantikan …” Siwon bangkit dari tidurnya menyandarkan tubuhnya di punggung ranjangnya beralasakan bantal putih. “Apa ini di sebut dengan penghianatan…?”

Kyu tak bergeming. Hening kembali suara nafas mereka mendominasi.

“Aku tak bisa janjikan apa pun untuk kedepan. Bukan aku tak serius… aku hanya takut bila umurku tak mampu penuhi… dulu aku pernah berjanji padanya untuk menjaga cinta kita tapi pada akhirnya aku mengakhirnya. Kali ini aku ingin serahkan pada Tuhan … ”

Kyu pun kali ini ikut menyandarkan tubuhnya di punggung ranjangnya. Mereka berdua menatap dinding di depannya yang terdapat foto pernikahan mereka berdua.

“Karna Tuhanlah yang mempersatukan kita dan memisahkan kita. Bagimana bila kita mencoba dari awal… mencoba saling mengenal, mencoba memahami satu sama lain.”

“Apa aku bisa mempercayainya?kau bagai seorang aktor yang pandai tersenyum dan sedih secara bersamaan. Itu menakutkan… aku tak tahu mana wajah tulusmu… kadang aku takut sampai waktu habis kita masih pada dimensi kita.” Kali ini Kyu mulai bicara.

Siwon tersenyum, “Kau tahu aku tak seperti dia… yang diam ketika dia terluka, aku tak bisa seanggun dia… aku adalah Kyu si ratu iblis…”lanjutnya dengan nada sendu.

Siwon kali ini menatap istrinya yang mulai terlihat menitihkan air mata, “Dan aku suami yang pada hari pernikahan masih memiliki hati wanita lain. Kau tahu kita manusia selalu memiliki kelurangan dan kesalahan…”

“Kyunnie…”

Kyu tersenyum dan mengulurkan tangannya. Muncul garis-garis di kening Siwon tak paham.

“Hai, kau Choi Siwon…” Siwon tersenyum ketika tersadar memori pertama kali mereka bertemu beberapa bulan yang lalu. “Aku Cho Kyuhyun….”

Siwon terdiam. Dia pun balik mengulang. Beberapa detik baru dia mengulurkan tangannya, “Choi Siwon…”

Mereka tertawa kecil. Ini pertama kali muncul tawa dalam kamar dingin itu.

******

Pagi indah ini terhiasi hujan. Pintu kaca itu dengan jelas memperlihatkan daun berguguran tertiup angin. Kyu sedikit kecewa kala pagi itu dia bangun sendiri. Dia masih ingat semalam tangan kekar itulah yang menjadi tempatnya bersandar dan aroma maskulin itu masih melesat dalam indra penciumannya. Hingga dia bernafas pagi ini masih terasa. Dia meraih ponselnya.

“Kau sudah bangun…”itulah pertama kali yang Kyu dengar. “Ku harap susu coklat dingin mampu memanjagakan perutmu… karna aku lihat sudah cukup siang,…”

Kyu tersenyum. Ternyata laki-laki itu banyak bicara juga. “Saranghae….”kembali gadis itu membeku.

“Saranghae… Saranghae choi kyuhyun…”

“Na..nado.. nado saranghae choi siwon…”

*******

Kyu tak nyakin bila ini akan berjalan normal. Dia hanya ingin mencoba menujukan rasa cintanya pada pria yanh telah menjadi suaminya. Dia tak menampik kebahagiaan yang dia tunggu hampir setengah tahun setelah pasca pernikahan. Kadang lelah namun semua berbuah manis. Siwon membalas cintanya.

“Aku sudah berjanji menjaga perasaan ini ketika sebuah ciuman mendarat pertama kali waktu itu… jadi tak ada salahnya bila kini aku percayakan hati dan ragaku untuknya. Menjadi miliknya seutuhnya…”

Siwon tersenyum mengamati wajah pucat dan gugup itu. Tetesan air hujan terlihat di balik cendela kamar. Menampakan indahnya malam. Kyu mengigit bibirnya menahan senyuman merona di wajahnya. Tuhan tak adik padanya, wajahnya pucat dan pasti terlihat jelas sembuat merah itu.

“Terjebak dalam dimensimu membuatku tahu inilah cinta… cinta yang Tuhan berikan… karna walau kau bukan yang pertama tapi menjadi yang terakhir Tuhan berikan padaku…”

Gadis itu pasti menunduk malu dengan bualan yang semakin mengelitik tubuhnya.

“Terima kasih untukmu yang bertahan menghapus masa laluku. Kau masa depanku dan seutuhnya menjadi bagian hidup hingga akhir hayatku…”

“Berjanjilah!!!Agar tak ada sisa keraguan…Wonnie…”

Siwon tersenyum ketika gadis itu merajuk.

“Aku berjanji menjaga cinta Tuhan yang di titipkan untukku. Aku berjanji menjaga ciptaan Tuhan yang dia berikan untukku… dan berjanji akan membuatnya tersenyum. Hukum aku Tuhan bila aku membuatnya menangis lagi… hukum aku …”

Entah sejak kapan tubuh itu sudah mendekap menyalurkan rasa hangat dan ribuan kupu-kupu bersarang di hati mereka. Semoga pagi tak segera datang. Menyambutnya dengan kejutan baru…. mereka masih ingin di detik itu. Detik dimana mereka menjadi satu.

*******

Next….

Love Story – Kenangan dan penyesalan

“Siwon….”

Mata hitam kelam itu membulat sempurna. Dia kenal sekali itu suara siapa? Dia gugup setengah mati melihat wanita yang ada disampingnya masih berbalut selimut mulai mengeliat tak nyaman.

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

23 thoughts on “Love Story – Janji

  1. akhir nya wonkyu bersama juga. Won beriaya nakluki hati nya Kyu. Ommo pasti nanti ada Siwon junior muncul kan Otak nya Won tu pervert. Lanjutin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s