Posted in Angst, BL, Hurt, Romance

Let’s Not

By. Miss Lee & Siwonniesm

Cast : Siwon x Kyuhyun

Genre : angst, hurt

Rate : K

Let’s Not

“Baby.. aku ada sesuatu untukmu, kau mendengarkannya?” Siwon menyerahkan iphone 6 nya yang sedang memutar lagu, ke telinga Kyuhyun dengan dibalas sedikit malas – malasan oleh si namja cantik yang tak lain, kekasihnya selama hampir 3 tahun ini.

“Eum.. bagus” setelahnya Kyuhyun mengembalikan kembali iphone nya.

“Hanya itu baby?” seketika rasa bahagia Siwon yang sedari tadi membuncah hilang begitu saja, saat lagi – lagi respon monoton dari Kyuhyunnya. “Eum.. baby, bukankah kau akan merilis album solomu? Bagaimana bila hyung menyumbangkan lagu hyung untukmu?”

Kyuhyun yang memang sedari tadi sedang bermain PSP sembari tiduran di kasur king sizenya menolehkan wajahnya ke arah Siwon, setelah sebelumnya mempause gamenya terlebih dahulu, “Wonnie, kau tau kan? Bila albumku sudah hampir rampung, lalu bila aku memakai lagumu di albumku selain memperlama proses album solo ku ini, tetapi juga bisa membuat curiga banyak orang”

“Maksudmu baby?”

“Wonnie, hubungan kita saja harus selalu ditutupi, lalu jika tiba – tiba di albumku ternyata ada lagumu, bukankah akan membuat spekulasi ntah itu positif dan negative dari para fans kita?” Kyuhyun kembali memainkan gamesnya, “Lebih baik lagumu dipakai album solomu saja nanti, lagumu bagus koq”.

Tanpa Kyuhyun sadari bahwa ini sudah keberapa kalinya tanpa ia sadari menaykiti hati Siwonnya, walau itu hanya hal sepele, sesungguhnya lagu yang Siwon buat dikhususkan untuk Kyuhyun dan Siwon sangat amat berharap lagunya bisa dipakai oleh Kyuhyun tapi sayang respon negatiflah yang didapatnya dan untuk kesekian kalinya Siwon harus meredam rasa sakitnya sendiri, demi keutuhan hubungan mereka.

.

.

.

Siwon sedang duduk dengan mata terfokus ke layar televisi sedangkan pikirannya ntah terbang kemana? Hingga suara seseorang membangunkannya dari lamunan.

“Siwon-ah..”

“Teuk hyung” Leeteuk duduk disamping Siwon sembari meletakkan iphone 6 nya disamping iphone 6 warna putih milik Siwon.

“Gwaenchana?”

Siwon tersenyum ke arah Leeteuk sembari menampilkan kedua dimples milinya “Gwaenchanayo..”

“Ya sudah bila kau tak ingin bercerita. Oia Siwon-ah, ada applikasi yang aku kurang mengerti cara menggunakannya, kau kan sudah lumayan lama memiliki iphone pasti kau bisa membantuku” setelahnya Leeteuk mengambil iphone 6 yang berada didepannya, yang ternyata itu adalah milik Siwon. Jangan salahkan mata Leeteuk yang salah mengambil, salahkan saja member SJ yang tergiur untuk membeli iphone dengan tipe dan warna yang sama dengan milik Siwon.

“Loh mengapa fiturnya sedang memutar lagu?” Siwon yang melihatnya langsung, hendak mengambil iphone miliknya dari Leeteuk.

“Ini punyamu hyung dan itu punyaku”

“Chakama, sepertinya ini lagu baru, punya siapa??” Leeteuk yang penasaran pun memplay lagu itu. “Wah lagunya sungguh menyentuh, kau menciptakan lagu indah ini??”

Siwon hanya tersenyum lalu mengambil iphonemiliknya dari tangan sang leader sembari menukarnya dengan iphone yang memang milik Leeteuk ke tangan Leeteuk, “Ya begitulah..”

“Mengapa kau seperti yang tidak suka??”

“Aku akan mendelete nya hyung” ujar Siwon dengan mimic muka datar.

“Mwo?? Heiy lagu sebagus itu kau akan mendeletenya? Tidak.. tidak boleh”

“Tapi Kyu tidak menyukainya hyung” tanpa Siwon sadari, akhirnya ia membicarakan kesedihannya.

“Jadi karena itu kau akan mendeletenya? Haah.. Siwon, sudahlah.. jangan terlalu dipikirkan, eum.. bagaimana jika lagumu dipakai saat konser saja??” Siwon menolehkan wajahnya, menatap tak percaya kepada hyung tertuanya itu. “Waeyo??”

“Tapi hyung, kita sudah merilis track list lagu yang akan dibawakan saat konser, jadi tidak mungkin laguku bisa masuk?”

“Tenang, hyung yang akan atur, setelah ini lebih baik kau memikirkan pembagian part di lagu untuk dinyanyikan para member, araseo.. eum hyung menanyakan applikasinya nanti saja, sekarang hyung harus pergi ke SM lagi, apa kau akan menginap?”

“Aku menginap hyung” Siwon kembali tersenyum simpul.

“Baiklah hyung pergi dulu ne..” setelah kepergian Leeteuk, Siwon hanya bisa tersenyum , mungkin lagunya bukan tercipta untuk satu orang terkhusus, tapi bisa juga menjadi tercipat untuk banyak orang.

Let’s Not

Hari sudah berganti hari, hingga waktu konser pun tiba. Semua fans yang tau bahwa lagu Siwon akan dinyanyikan di konser, sungguh membuat Siwon merasa tidak tenanf. Ia hanya takut bahwa lagunya tidak diterima baik oleh para fans, saat ini Siwon membutuhkan seseorang untuk memberikan kepercayaan pada dirinya, tapi sosok yang diinginkannya malah lebih senang bercengkrama dengan sahabat yang bisa dibilang sangat dekat kekasihnya itu.

“Aku membutuhkanmu Kyu..” inner Siwon dengan mata yang tidak lepas memandang dua orang sahabat yang terlihat asik mengobrol seakan dunia milik mereka.

“Siwon..” suara yang Siwon sudah hafal orangnya, ya.. siapa lagi jika bukan leader SJ. “Percayalah padanya. Mereka hanya bersahabat”.

“Aku selalu mempercayai, mencintai, mengasihi dan menyayanginya. Sesakit apapun hatiku, aku selalu yakin bahwa Kyuhyun hanya mencintaiku”.

Leeteuk bukan tidak tau bahwa Siwon sudah sering kali disakiti oleh Kyuhyun, bukan karena Kyuhyun mempunyai seseorang. Tetapi cara Kyuhyun yang terlalu cuek dan Siwon yang super perhatian, tidak jarang atau bahkan sering menimbulkan keributan diantara mereka berdua dan Leeteuk pun tau bahwa Siwon lah yang selalu dan akan selalu meminta maaf terlebih dahulu kepada Kyuhyunnya.

“Sebentar lagi kita perform, jangan tunjukkan wajah sedihmu itu, semangat Siwon” Leeteuk si malaikat tanpa sayap yang akan selalu berdiri dibelakang adik – adiknya dimana mereka membutuhkannya, seperti saat ini dimana Siwon kembali mengalami krisis kepercayaan hingga membuat hatinya gundah.

.

.

.

Konser berakhir dengan sukses, Siwon selalu punya cara untuk melakukan skinship dengan Kyuhyun, terlebih di hari pertama konser orang tua Kyuhyun hadir menyaksikan. Dirinya hanya ingin membuat mereka percaya bahwa dirinya sangat mencintai Kyuhyunnya.

“Lelahnya..” Kyuhyun berjalan perlahan disamping Siwon.

“Baby, bagaimana bila kita makan malam diluar?” Siwon sudah lama menginginkan makan malam romantic berdua, kesibukan mereka setidaknya memang menimbulkan kendala yang membuat intensitas pertemuan semakin sedikit.

“Miannae Wonnie, mala mini sepertinya aku akan makan malam bersama dengan keluarga. Lain kali kita makan diluar ne..” Kyuhyun pun mempercepat langkahnya dan langsung menuju ruang ganti.

“Siwon..” lagi – lagi wajah kesedihan itu yang harus dilihat kembali oleh Leeteuk.

“Gwaenchana hyung, eum.. bagaimana bila kita makan malam diluar saja??” ajak Siwon yang hanya dibalas anggukan oleh Leeteuk.

.

.

.

Setelah semua member selesai berganti baju, Kyuhyun berpamitan kepada Siwon dan juga hyungdeul lainnya karena ia harus pergi bersama keluarganya untuk makan malam bersama. Tanpa Kyuhyun tau, Siwon diam – diam mengikuti Kyuhyun dari belakang. Disamping gedung terdapat pintu untuk masuk dan keluarnya para staff dan artis, maka itu Kyuhyun berjalan menuju kesana karena dipastikan orang tuanya menunggu disana. Terlihat appa Cho yang sedang menunggu Kyuhyun, tapi bukan itu yang membuat buliran bening mengalir indah di pipi tirus si namja tampan, melainkan sosok namja tinggi dan kurus yang tak lain adalah sahabat kekasihnya ternyata ikut makan malam bersama dengan keluarga Cho.

“Apa artiku untukmu Kyu?” Siwon memejamkan kedua matanya mengizinkan air mata yang sudah memabasahi kedua pipinya untuk membanjiri wajah tampannya.

Let’s Not

Serangkaian awal konser Super Show sudah selesai dilaksanakan dengan baik oleh semua member tanpa terkecuali Siwon dan Kyuhyun. Kini mereka harus memulai kembali menjalani serangkaian tour konser SM Town yang esok akan digelar di Japan. Semua member dan artis SM lainnya kini bergegas menuju bandara Incheon untuk menuju Japan, Siwon sendiri tidak ikut dalam rombongan dikarenakan ia harus mendatangi pernikahan sepupunya terlebih dahulu, tetapi selesai acara Siwon akan langsung terbang ke Japan menyusul yang lainnya.

.

.

.

Setibanya di Hotel, Siwon berjalan menuju kamar yang akan dihuninya bersama dengan kekasihnya. Sangat bahagia sekali hari ini Siwon, sudah lama tak bertemu dengan sepupunya dan kembali bertemu di hari kebahagiaannya, kini ia akan bermalam bersama dengan sang kekasih hati. Saat ia sudah memasuki kamar yang memang diberitahukan oleh manager kepadanya, tetapi yang dapati hanya kekosongan.

“Baby..baby..” Siwon emncoba mencari sosok kekasihnya didalam berbagai sudut ruang kamar hingga kamar mandi, tetapi tak nampak Kyuhyun berada disana, “Mungkin dia sedang makan siang” baru saja Siwon akan menghempaskan tubuhnya diranjang,

Tok,tok,tok..

“Hyung..”

“Kau sudah tiba ternyata” Leeteuk langsung masuk kamar tanpa meminta izin terlebih dahulu.

“Heum.. aku baru sampai tadi, ada apa hyung?” Siwon berjalan menuju kopernya lalu membukanya dan mengambil kaos tanpa lengan untuk ia pakai.

“Kyu..”

“Ada apa dengan Kyu?”

“Eum.. dia.. dia..”

“Dia kenapa hyung?” Siwon panik saat ini, apakah Kyuhyunnya sakit? Apakah Kyuhyunnya mencarinya? Atau apa?

“Dengar dulu Siwon-ah, Kyu tadi memintaku untuk mengizinkannya, eum.. berpindah kamar” belum sempat Leeteuk melanjutkan ucapannya, Siwon langsung memotongnya,

“Berpindah ke kamar siapa hyung? Mengapa?”

“Changmin.. Siwon-ah kau harus yakin mereka..”

“Araseo hyung, sepertinya aku lebih baik tidur dulu sebelum latihan nanti, aku lelah hyung..”

“Baiklah, apakah kau ingin aku temani? Atau mungkin Heechul berpindah kamar bersamamu?” Leeteuk mencoba menawarkan solusi.

“Tidak usah hyung, bukankah lebih enak sendiri? Aku bisa menguasai tempat tidur sendirian, gwaenchana” setelahnya Siwon lebih memilih memejamkan matanya, terdengar jelas olehnya suara pintu tertutup. Siwon kembali membuka matanya, “Ya aku lelah hyung.. lelah menjalani ini semua..”

.

.

.

SM Town Japan berjalan sukses, walau di day 2 sempat terkendala oleh cuaca buruk, tetapi semua performance bisa tampil maksimal. Terlebih Kyuhyun pun sedikitnya ada rasa perhatian saat itu kepada Siwon, sehingga rasa sakit Siwon bisa terobati walau tidak sepenuhnya.

Pagi haripun tiba, waktu untuk kepulangan semua artis SM ke korea tinggal beberapa jam lagi untuk penerbangan. Tetapi di sebuah kamar terdapat sepasang kekasih yang seakan terlibat obrolan serius,

“Baby.. kenapa kau tidak akan pulang bersamaku?”

“Wonnie mengertilah, jadwalku akhir – akhir ini sangat padat dan aku diberikan izin untuk berlibur, mengapa tidak aku memanfaatkannya, lagi pula aku disini bersama Heechul hyung dan Henry”

Siwon sebenarnya berat untuk mengizinkan, tetapi wajah memelas Kyuhyun sungguh membuat pertahanan Siwon runtuh, ia tidak suka melihat kekasihnya itu bersedih.

“Baiklah, tetapi cepatlah kembali kepadaku” setelah itu, Kyuhyun langsung memeluk Siwon dan mencium pipinya sekilas setelahnya melesat kembali ke kamarnya. Siwon sendiri harus segera menuju lobi hotel, dimana semua artis yang akan kembali ke Korea sudah berkumpul disana.

.

.

.

Sesampainya di Korea, Siwon menidurkan tubuh lelahnya di ranjang apartemennya. Tetapi ia merasa rindu yang teramat kepada BabyKyunya walau baru sebentar mereka berpisah, hingga akhirnya ia iseng membuka twitternya. Terbelalaknya ia saat melihat fans memposting kegiatan Kyuhyun dan juga pict Kyuhyun bersama dengan Changmin dan juga manager DBSK di taman bermain fuji, “Harus berapa lama lagi aku bertahan untukmu, baby?”

Siwon mengusap wajahnya kasar, “Aku mencintaimu, benar – benar mencintaimu. Tetapi apa harus kembali meragukan cintamu, baby.. jika kini kau kembali memperlakukanku seperti ini, apa arti diriku dalam hidupmu selama ini?”

Let’s Not

“Kyu, kau merasakannya atau tidak?” Donghae menggamit lengan Kyuhyun dengan suara yang setengah berbisik.

“Merasakan apa?” Kyuhyun menoleh kearah Donghae yang semakin mendekat kearah Kyuhyun yang sedang beristirahat dipinggir panggung.

Super Junior sedang mempersiapkan Super Show 6 di Hongkong dan mereka tengah melakukan reharsal yang terakhir sebelum mereka benar-benar menghibur penggemar mereka malam ini. Dan Donghae yang selama beberapa hari ini memang memperhatikan tingkah laku Siwon yang menurutnya sangat aneh, karena sahabatnya itu biasanya jadi salah satu orang yang paling cerewet diantara mereka namun setelah beberapa kali mereka berkumpul sebelum ini Siwon terlihat lebih pendiam dari biasanya dan cenderung menghindari keramaian. Dan beberapa kali Donghae menangkap sosok Leeteuk yang menghampiri Siwon. Donghae tidak berani bertanya langsung karena Siwon tergolong orang yang selalu memendam semuanya sendiri. Bukan tipe orang yang terlalu terbuka tentang semua hal.

“Siwon. Apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan kekasihmu itu? Dia bahkan lebih pendiam dari biasanya.” Ucap Donghae pelan.

“Pendiam? Ah itu perasaanmu saja, hyung. Mungkin dia terlihat lebih pendiam karena dia terlalu lelah. Kau tahu sendiri bukan bagaimana padatnya jadwal yang Wonnie miliki. Bahkan kami sangat jarang menemukan waktu untuk dihabiskan berdua.” Jawab Kyuhyun sambil mengibaskan tangannya beberapa kali.

Kyuhyun menoleh kearah Siwon yang tengah berdiri ditengah panggung dengan beberapa dancer yang menemaninya di penampilan solonya. Benarkah? Tanpa sadar otak Kyuhyun mulai mengingat kembali bagaimana kelakuan Siwon beberapa minggu belakangan ini. Tidak ada yang salah dengan ucapan Donghae, Siwon memang tidak secerewet dulu. Memang mereka sangat jarang bertemu dan Kyuhyun pun terlalu sibuk dengan aktifitasnya dan dia juga sibuk mempersiapkan albumnya yang akan segera rilis. Jadi saat bertemu dengan Siwon pun, mereka hanya berinteraksi seperlunya. Jika tidur bersama pun, kadang Kyuhyun pulang terlambat dan menemukan Siwon sudah tertidur. Kyuhyun menghela nafas panjang. Menepis semua perasaan aneh yang mulai menggelayuti perasaannya.

.

.

.

Tidak ada hal yang istimewa yang terjadi saat Super Show 6 Hongkong. Disana masih ada Siwon yang seolah tidak terjadi apa-apa dengan hatinya. Siwon masih tetap menjadi Siwon yang dikenal oleh para fansnya, Siwon yang selalu mengejar kemanapun Kyuhyun dan selalu berusaha melakukan skinship dengan maknae Super Junior itu setiap dia mendapatkan kesempatan. Tidak ada balasan yang berarti dari Kyuhyun namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat Siwon untuk mengganggu Kyuhyun dengan tangan jahilnya. Tapi Siwon tidak sadar ada sepasang mata yang menatap simpati kearahnya. Sosok inilah yang begitu mengenal Siwon bahkan lebih dari kedua sahabat idiotnya yang selalu bersama setiap mereka memiliki kesempatan.

“Siwon-ah. Kau harus bicara pada Kyuhyun. Jika begini dia tidak akan tahu bagaimana perasaanmu. Bahkan dia lebih memilih lagu yang dibuat oleh sahabatnya dibandingkan lagu yang kau ciptakan sendiri khusus untuknya. Dan kau ini adalah kekasihnya, Siwon. Dia mulai berlebihan menurutku.” Leeteuk sengaja menghampiri Siwon yang baru saja kembali dari Hongkong, dan pria itu kini tengah melamun di ruang TV tanpa tahu apa yang sebenarnya dia tonton.

Siwon menoleh dengan tatapan datarnya dan itu semakin membuat Leeteuk prihatin. Leeteuk tahu Siwon benar-benar sedang tidak baik-baik saja. Leeteuk tidak pernah melihat Siwon seputus asa ini. Leeteuk dapat mengerti kekecewaan Siwon pada Kyuhyun yang semakin menjadi bom waktu yang siap meledak. Leeteuk tahu betapa Siwon kecewa saat Kyuhyun tidak menemaninya ketika dia sedang cidera leher akibat syuting film. Kyuhyun bahkan bersikap seolah dia bukan kekasih Siwon. Kyuhyun tidak selalu berada disamping Siwon saat itu, Kyuhyun terlalu sibuk dengan Shim Changmin dan dunia mereka yang mulai tak tersentuh oleh orang-orang disekitar mereka. Siwon memang tidak mengeluarkan protesnya pada Kyuhyun. Siwon hanya tersenyum terpaksa disana dan terus berkata pada Kyuhyun dia tidak apa-apa dan tidak separah yang Kyuhyun pikir tapi Leeteuk bisa menangkap kekecewaan dan luka dari tatapan mata Siwon.

Ani. Itu sepenuhnya hak Kyuhyun untuk memilih lagu yang akan dia masukkan kedalam album solonya, hyung.” Siwon tersenyum pahit sambil mengalihkan pandangannya ke arah TV yang sejak tadi menemaninya. Entah mengapa TV itu membuat Siwon merasa tidak sendirian sebelum Leeteuk datang menemaninya disini.

“Kau ini… Tidak pernah berubah. Selalu saja menekan semua emosi yang kau alami. Apa kau tahu itu tidak sehat?”” Leeteuk mendengus pelan.

Siwon hanya tertawa kecil menanggapi ucapan Leeteuk. Dan Leeteuk menepuk pahanya saat seolah teringat sesuatu.

“Siwon, kau tidak diperbolehkan oleh Kim Young Min mengahadiri Show Case Musim Gugur Kyuhyun dua hari lagi.”

Mata Siwon terbelalak saat mendengar ucapan Leeteuk. Bagaimana bisa dia tidak diperbolehkan. Bencana besar akan terjadi jika begini. Kyuhyun pasti akan marah besar. Siwon menepuk dahinya pelan. Dan memberikan tatapan memohon kearah Leeteuk yang langsung mengangkat tangannya, sebagai tanda bahwa dia tidak bisa melakukan apapun tentang itu. Siwon hanya bisa menghela nafas saat menyadari tidak akan ada hal yang bisa dia lakukan untuk keputusan itu.

.

.

.

“Kyu. Ayolah. Ini benar-benar sudah diluar kuasaku, baby.”

Kyuhyun melengos dan berdiri dari tempatnya duduk dambil berkacak pinggang dihadap Siwon yang tengah memohon pengertian dari Kyuhyun. Bahkan berita inilah yang Siwon berikan saat Kyuhyun telah dengan susah payah dari bandara langsung menuju apartemen Siwon. Lihatlah sekarang apa yang dia dapatkan? Siwon mengatakan bahwa dia tidak bisa datang ke Show Case pertamanya sebagai seorang penyanyi solo. Kyuhyun menghela nafasnya dengan kasar. Kyuhyun sangat kecewa. Siwon yang sedang tidak memiliki jadwal saja tidak bisa menyempatkan diri untuk menghadiri acara yang paling penting dalam hidupnya. Debutnya sebagai penyanyi solo.

“Aku benar-benar tidak habis pikir sekarang. Apa aku sebegitu tidak pentingnya untukmu, Siwonnie? Besok adalah hari yang paling penting dalam hidupku. Aku ingin kau menjadi salah satu orang yang hadir disana. Apakah itu sangat sulit untuk kau lakukan?” Kyuhyun berusaha kuat untuk menahan emosinya yang kini semakin meledak-ledak.

“Kyu. Kau sangat penting untukku. Dan semua ini sama sekali bukan keinginanku.” Siwon berbisik dan mendekati Kyuhyun.

“Jangan dekati aku. Aku benar-benar kecewa padamu.” Kyuhyun berjalan menjauh dari Siwon dan menuju kamar meninggalkan Siwon yang mentap nanar kearah punggung Kyuhyun.

Tak lama kemudian, Kyuhyun keluar dari kamar dengan membawa koper yang tadi dia bawa dari bandara. Kyuhyun memang bermaksud bermalam disana dan menghabiskan waktu bersama Siwon. Tapi sekarang Kyuhyun sedang tidak ingin bersama dengan Siwon. Kekecewaan telah mengacaukan hati dan pikiran Kyuhyun. Namun langkah Kyuhyun terpaksa terhenti saat dia sudah berada sangat dekat dengan pintu apartemen. Kyuhyun merasakan tangannya dicekal oleh tangan besar Siwon.

Baby, kau mau kemana?” Siwon menahan tangan Kyuhyun.

“Lepaskan aku!” Suara Kyuhyun terdengar begitu datar dan dingin ditelinga Siwon.

“Tapi Kyu—“

“Lepaskan aku! Kau bahkan lebih memilih menuruti perintah Kim Young Min sialan itu daripada datang menghadiri Konserku. Hah? Ya tentu saja. Choi Siwon tidak akan level untuk datang ke konser kecil seperti itu. Bahkan kau lebih memilih untuk diam dirumah sedangkan aku akan melakukan konser itu tanpa support darimu. Aku membutuhkanmu Siwon. Apa aku harus mengatakan itu semua dulu agar kau sadar kehadiranmu begitu penting? But fuck you,now! Ada atau tidaknya kau, aku tetap akan melakukan debut soloku. Akan ada orang tuaku disana. Dan kau tenang saja. Changmin pasti akan datang untuk menemaniku. Kau bahkan memang tidak pernah mempedulikan apa yang sedang dan akan aku lakukan sejak awal. Aku bertanya-tanya apa sebenarnya yang ada diantara kita ini? Apa ini benar-benar cinta?”

Kyuhyun tertawa pahit sambil melepaskan cengkaraman Siwon dari tangannya, tanpa menoleh Kyuhyun meninggalkan Siwon yang membeku ditempatnya. Ucapan Kyuhyun berputar-putar dikepalanya. Apa ini benar-benar cinta? Kata itu membuat Siwon ingin menangis sekuat-kuatnya. Kyuhyun meragukan cinta mereka. Bahkan Kyuhyun tidak pernah menyadari perasan apa yang selama ini terus Siwon tahan. Bagaimana tersiksanya Siwon akan luka-luka yang tanpa sadar Kyuhyun torehkan dihatinya? Ironis. Bukankah seharusnya Siwon yang meragukan hubungan mereka? Bukankah seharusnya Siwon yang meragukan cinta Kyuhyun padanya?

.

.

.

Ada sesuatu yang aneh dengan Siwon hari ini. Kenapa dia tidak bisa merasakan apapun? Semuanya terasa begitu kosong. Bahkan suara TV yang dia naikkan volumenya pun tidak bisa membantu Siwon menghilangkan kekosongan itu. Siwon menatap kearah jam dinding yang berada diatas TV, mungkin Kyuhyun sedang melakukan mini konsernya sekarang. Siwon mendengus pelan, bahkan Kyuhyun sudah tidak mengharapkan kehadirannya lagi. Ada Changmin disana. Siwon memegangi dadanya dan merasakan detak jantungnya yang berdegup begitu kencang bukan karena cinta yang membuncah tapi degup jantungnya meningkat karena telah begitu banyak emosi yang dia tahan sejak beberapa bulan belakangan ini.

Shim Changmin. Siwon muak mendengar nama itu. Siwon bukanlah orang yang begitu mudah mengekspresikan emosinya. Jika masih bisa dia tahan dan pendam, tentu saja Siwon akan menghindarinya. Siwon selalu lebih memilih diam untuk menghindari masalah. Karena Siwon menyadari waktu yang dia miliki untuk bersama Kyuhyun sangat terbatas. Jadi jika ada sesuatu yang mengganggunya Siwon akan lebih memilih menepisnya dan bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Itu bukan hanya dilakukannya dihadapan Kyuhyun tapi dihadapan semua orang. Siwon tidak memiliki pilihan lain. Selain dia terlalu mencintai Kyuhyun, Siwon tidak ingin mengambil resiko yang paling ditakutinya. Siwon tidak ingin kehilangan Kyuhyun.

Siwon mengusap wajahnya dengan kasar. Ingin rasanya Siwon pergi ke konser Kyuhyun, tapi ada sebagian suara hatinya yang mengatakan percuma jika dia pergi kesana. Kyuhyun tidak membutuhkan kehadirannya lagi. Siwon lebih baik diam disana dan menunggu Kyuhyun pulang, jika pria manis itu memutuskan untuk menemuinya hari ini. Siwon meraih i-pad miliknya dan membuka akun yang sudah sangat sering dia buka.

Mungkin ada banyak postingan fansnya tentang konser itu. Bibir Siwon tidak bisa tidak tersenyum saat melihat betapa hebohnya fans mereka tentang album solo Kyuhyun ini. Begitu banyak pujian yang datang. Bahkan Kyuhyun telah merajai beberapa charts terkenal yang ada di Korea. Siwon tersenyum bangga melihat prestasi yang telah diraih oleh Kekasihnya itu. Sejenak pertengkaran mereka tadi malam menghilang dari otak Siwon. Otaknya kini dipenuhi oleh kebanggaannya pada Kyuhyun. Siwon sadar Kyuhyun sangat pantas mendapatkan ini semua. Sebersit kekecewaan pada dirinya sendiri menghinggapi Siwon. Seharusnya dia mendukung Kyuhyun sekarang, sekarang dia malah hanya melihat melalui Twitter di apartemen mereka tanpa melakukan apa-apa. Kekasih macam apa yang hanya bermalas-malasan dirumah sementara Kyuhyun sedang melakukan mini konsernya sekarang. Siwon terus meng-scroll timeline Twitter-nya sambil sesekali tersenyum geli menanggapi tweet dari fans mereka. Namun mata Siwon menangkap tweet dari akun yang begitu dikenalnya dan seketika itu juga senyum dibibir Siwon memudar.

@gaemgyu : Nae Shim Chwang (My Shim Chwang)

.

.

.

Kyuhyun begitu kaget saat menemukan Siwon berada di kamarnya yang ada di dorm. Kyuhyun tidak menyangka Siwon akan menunggunya disini. Kyuhyun masuk kedalam kamarnya tanpa mengeluarkan suara atau menegur Siwon yang menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang. Siwon pun tidak langsung berhambur kearah Kyuhyun seperti yang biasanya dia lakukan. Kyuhyun meninggalkan Siwon menuju kamar mandi. Jika memang Siwon ingin bicara dengannya atau minta maaf tentang masalah semalam Kyuhyun benar-benar butuh mandi sekarang jika tidak pikirannya tidak akan jernih menghadapi Siwon. Kyuhyun benar-benar kehabisan tenaganya hari ini.

Sementara Siwon berusaha keras menahan emosinya yang kini telah berada di ubun-ubun. Panas. Hatinya benar-benar panas. Ada rasa sakit juga yang menjalari hatinya. Kyuhyun sudah keterlaluan untuk hal ini. Bahkan Kyuhyun tidak pernah melakukan itu secara terang-terangan padanya. Siwon memejamkan matanya serapat mungkin berharap emosinya akan teredam dan sedikit mereda. Saat dia memejamkan mata, Siwon mendengar suara kamar mandi terbuka. Perlahan Siwon membuka matanya dan menemukan Kyuhyun tengah menatapnya seolah meminta penjelasan tentang apa yang dia lakukan disini. Siwon menarik nafas dalam-dalam sebelum berjalan mendekati Kyuhyun.

“Nae Shim Chwang. Serius Kyu?”

Kyuhyun mendengus, perkiraannya salah besar. Bukan maaf yang Kyuhyun dapatkan, Siwon datang kemari untuk protes mengenai hal yang sangat sepele seperti itu.

“Serius? Kau yang serius, Siwon? Kau datang kemari untuk membahas tentang hal yang begitu sepele.” Ejek Kyuhyun sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain menghindari tatapan Siwon yang begitu tajam kearahnya.

“Sepele Kyu? Kau bahkan tidak pernah melakukan itu untukku. Selalu saja tentang Shim Changmin.”

Kyuhyun menatap kearah Siwon yang menahan marah dengan rahang yang mulai mengeras. Kyuhyun berkata, “ Siwon, itu hanya sebuah postingan twitter. Tidak ada yang spesial disitu.”

“Bagimu itu hanya sekedar postingan tapi tidak untukku. Nae? Kata itu sangat berlebihan jika dia Shim Changmin-mu. Lalu aku? Aku ini siapamu, Cho Kyuhyun?” Suara Siwon sedikit meninggi membuat Kyuhyun sedikit takut.

Masalahnya, Siwon tidak pernah bertingkah seperti ini padanya selama mereka berpacaran beberapa tahun ini. Tapi lihatlah sekarang, Siwon ini bukanlah Siwon yang Kyuhyun kenal selama ini. Kyuhyun mundur beberapa langkah dan membalas tatapan Siwon.

“Berhentilah bersikap kekanakan. Kau cemburu buta pada sahabatku. Kami hanya bersahabat, Siwonnie. Percayalah.” Kyuhyun berkata sedikit lembut dan menggenggam lembut tangan Siwon.

Siwon menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun. Siwon tidak bisa menerimanya, Kyuhyun tidak menjawab pertanyaannya. Bagaimana bisa Siwon mempercayai semua itu saat sudah dengan jelas Kyuhyun menulis kata yang sangat dibencinya sekarang.

“Aku menyerah Kyu. Semua ini terlalu melelahkan. Cintaku. Usahaku. Segalanya. Aku akui aku memang sangat sibuk dan kita sangat jarang memiliki waktu untuk bersama. Dan Changmin selalu menemanimu disaat aku tidak bisa melakukannya untukmu. Dan aku sangat berterima kasih padanya untuk itu semua. Tapi entah kenapa aku merasa, dia lebih terlihat seperi kekasihmu daripada aku yang notabene kekasihmu yang sebenaranya. Kau tahu betapa kecewanya aku pada diriku sendiri ketika tahu aku tidak bisa menemanimu di mini konsermu, Kyu. Tapi sekarang aku sadar, mungkin jika pun aku datang. Aku tidak akan banyak membantu disana. Karena disana sudah ada Shim Changmin-mu itu.” Siwon tertawa pahit dan mengangkat tangannya kearah Kyuhyun saat Kyuhyun membuka mulutnya untuk menjawab ucapan Siwon.

“Kau hanya perlu mendengarkan aku sekarang. Untuk terakhir kalinya biarkan aku bersikap kekanakan dan memuaskan rasa cemburu butaku terhadap sahabatmu itu. Segalanya tentang Shim Changmin. Changmin begitu, Changmin begini. Saat dijepang pun kau mengatakan ingin jalan-jalan bersama Heechul dan Henry, tapi apa yang aku temukan. Kau pergi bersama Changmin. Disaat anniversary hubungan kita, apa yang kau lakukan, Kyu? Kau mem-posting foto liburanmu bersama Changmin di Twitter, Kyu. Aku tahu hubungan kita ini sangat rahasia, tapi apakah sebegitu sulitnya untukmu untuk mengerti perasaanku, Kyu? Aku bisa juga terluka. Aku bisa merasa kecewa. Tapi aku menekan semua itu. Karena aku terlalu takut kehilanganmu. Aku terlalu mencintaimu. Aku bahkan tidak berani membayang bagaimana hidupku jika itu harus aku lalui tanpamu. Aku bahkan hampir gila Kyu, karena perasaanku yang tertahan ini.”

“Siwonnie..” Suara Kyuhyun terdengar lirih dan sarat akan rasa takut. Kyuhyun takut Siwon akan melakukan hal yang ada dalam otaknya saat ini.

Dont leave me? Aku sangat ingin mengucapkan kata itu sekarang. Tapi apa kau mengingat lagu yang aku ciptakan itu? Itu lagu khusus untukmu. Aku memmbuat itu sendirian tanpa bantuan siapapun. Berharap lagu itu akan berada dalam list lagu yang ada di album pertamamu. Apa kau tahu alasan aku melakukan itu, Kyu? Menyanyi adalah impian terbesarmu. Dan lagu adalah perantara mimpi-mimpi besarmu. Aku ingin menjadi bagian dari mimpimu, Kyu. Melalui lagu yang aku ciptakan. Lagu yang aku tuangkan dengan segenap perasaan dan rasa cintaku padamu. Perasaan ini kini jadi neraka untukku, Kyu. Neraka karena aku mulai meragukan perasaanmu untukku.”

“Siwonnie. Aku—“ Mata Kyuhyun mulai berkaca-kaca sementara tangannya mulai berusaha meraih tangan Siwon, namun pria itu langsung menjauhi Kyuhyun.

Ekspressi Siwon begitu datar dan menatap kosong kearah Kyuhyun. Hal ini yang semakin membuat Kyuhyun takut. Mana tatapan yang penuh cinta? Tatapan yang sering membuat Kyuhyun melayang.

Let’s break up! and let’s not to see each other for some time.

“Apa? Sulit dipercaya. Kau ingin kita putus hanya karena hal seperti ini? Kau selalu memutuskan segalanya seenaknya sendiri. Kau tidak pernah ada saat aku membutuhkanmu. Apa aku pernah mengeluh tentang itu semua? Dan sekarang kau ingin kita putus hanya karena sebuah postingan Twitter.” Suara Kyuhyun sedikit meninggi dan menatap tajam kearah Siwon yang masih dengan wajah datarnya.

“Lalu bagaimana denganmu? Kau selalu memilih sahabatmu. Apa kau ada disampingku saat aku cidera? Aku membutuhkanmu, Kyu tapi apa pernah aku mengeluh saat kau begitu sibuk dengan latihan kolaborasimu? Saat kau berbohong mengatakan akan pergi bersama Heechul tapi kau malah bersenang-senang bersama sahabatmu, apa aku pernah mengeluh tentang hal itu? Saat kau lebih memilih pergi bersama sahabat-sahabatmu dihari ulang tahunmu dibandingkan bersamaku yang telah menyiapkan surprise party tapi harus aku batalkan karena kau akan pergi bersama sahabat-sahabatmu, apa aku pernah mengeluh tentang hal itu padamu? Tidak pernah, Kyu.”

“Aku sering berpikir apa aku benar-benar kekasihmu? Aku bahkan selalu menyerah tanpa satu protes pun padamu. Aku hanya memintamu untuk sedikit mengerti perasaanku. Apakah begitu sulit untukmu melakukan itu untukku? Aku akan melepaskanmu jika bersamaku kau tidak bahagia. Lebih baik kita putus. Hubungan ini tidak akan berhasil, dan lebih baik kita berpisah jika kita akan terus saling menyakiti seperti ini. Maafkan aku, Kyu.”

It hurt, for them both.

Let’s Not

Seminggu sudah semenjak kejadian yang menggemparkan seisi dorm terjadi, setelah pengucapan kata yang sangat enggan didengar oleh Kyuhyun itu, Siwon langsung meninggalkan dorm dengan wajah yang amat sulit diartikan. Sedangkan semua member hanya bisa berlarian ke kamar Kyuhyun setelah mendengar suara tangisan dan beberapa benda yang pasti dari kaca pecah begitu saja di kamar milik Kyuhyun dan mungkin bukan milik Siwon lagi.

“Kyu, ada Changmin di ruang tengah. Temui lah dia, kau sudah mendiamkannya selama seminggu ini. Dia tidak salah dan tidak mengetahui apapun” suara Leeteuk membuyarkan konsentrasi Kyuhyun dalam layar PSP nya. “Kyu…” panggil Leeteuk sekali lagi.

“Berikan aku waktu hyung, sungguh. Aku saat ini sangat membutuhkan dirinya, aku.. aku tidak tau betapa sakitnya hati dirinya selama ini, aku jahat hyung.. aku jahat padanya”

“Kyu sudahlah semua sudah terjadi. Aku akan mengatakan pada Changmin kau sedang tidak enak badan dan tidak bisa diganggu, sekali lagi mungkin ini yang terbaik Kyu dan juga mungkin minggu kemarin adalah hari terakhirmu bertemu dengan Siwon”

“Maksudmu hyung??”

“Siwon.. Siwon memajukan jadwal wamilnya, ia akan pergi bersama dengan Shindong akhir bulan ini. Mungkin dengan seperti ini kalian bisa lebih mengerti dan memahami perasaan masing – masing”

“Tapi hyung..”

“Datanglah bila memang kau merindukannya, hyung harus keluar. Kasihan Changmin sudah menunggu lama” Leeteuk pun keluar meninggalkan Kyuhyun yang hanya bisa terdiam dan kembali buliran bening yang memang seakan menemaninya dikala sedih kini hadir kembali membasahi wajahnya.

.

.

.

“Siwon kau tampak gagah memakai baju militer ini, aku tidak menyangka kau memilih untuk lebih dulu mengambil keputusan ini” Eunhyuk menepuk – nepuk bahu Siwon.

“Kau pun akan bertemu denganku nanti bukan? Lebih cepat aku mengambil jadwalku, maka akan lebih cepat aku bisa kembali bersama dengan kalian?” Siwon membenarkan topi militernya.

Dari jauh namja cantik itu hanya bisa memandang penuh rindu kepada sosok namja tampan yang bahkan berkali lipat tampannya karena memakai kostum militer itu, ingin rasanya ia berlari memeluknya. Tetapi apa ia masih mempunyai muka??

“Kyu.. kajja..” Leeteuk mengajak Kyuhyun untuk mendekati Siwon yang masih bercengkrama dengan Eunhyuk dan juga Donghae.

“Siwon-ah..” seakan gerakan slow motion, Siwon pun membalikkan badannya menuju arah suara. Ia bisa menemukan Leeteuk yang tersenyum bangga kepadanya dan dibalik badan Leeteuk, dia pun menemukan sosok yang akan selalu menjadi spesial dihatinya, walau kini hubungannya hanya akan menjadi hyung-dongsaeng tapi cintanya tidak akan pernah padam untuknya.

“Hyung…” Siwon memeluk Leeteuk, setelahnya ia memandang Kyuhyun, “Kyu..” saat Kyuhyun melangkah maju dan ingin juga memeluknya, Siwon lebih memilih mengulurkan tangannya, “Gomawo kau sudah datang” uluran tangan Siwon masih menggantung di udara, Kyuhyun bukan enggan membalasnya tapi ia pun ingin sama diperlakukan seperti semua member yang bisa dipeluk Siwonnya.

“Ne Wonnie..”

“Hyung… hyung, Kyu.. aku hyung mu” Siwon menegaskan kembali status mereka.

Kyuhyun benar – benar tidak tahan dengan semua ini, ia seakan merasa bahwa kini dunia tidak berpihak kepadanya, air mata yang menggenang dipelupuk matanya kini mulai mengalir keluar.

“Aku merindukanmu Wonnie.. aku mencintaimu, miannae” 

 

-end-

Advertisements

88 thoughts on “Let’s Not

  1. Huhuhu 😢😢😢😢 ga wajar kan kalau aku nangis. Kan cowok masa cengeng. Tapi ceritanya terlalu mengharukan. AUTHOR daebak! Untung air matanya ga keluar wkwkwkwk. Ada sequelnya ngk author? Kkkk keep writing ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s