Posted in Fluffy, Genderswitch, Genre, Oneshoot, WonKyu Story

Tempting The Photographer

10801501_1535675790005314_5924956511230938116_n

TEMPTING THE PHOTOGRAPHER

by: Siwonniesm

WONKYU

Warning!GenderSwitches, Un-betaed, Nonsense story-line!

“When you give your all to a men without burden, even you throw your dignity away.What you feel is just hotness and lust when he is around you”

“Kau harus berhenti memandangi dia. Euh!! Kyu, you are even drolling!” Jaejoong meletakkan kedua telapak tangannya dibawah dagu Kyuhyun.

Kyuhyun menepis tangan Jaejoong sambil tertawa pelan. Namun tatapannya tidak pernah berhenti memperhatikan pria yang sedang terlihat sibuk memotret model-model yang sedang berpose sesuai dengan keinginannya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya bahkan dia sudah duduk disana hampir sejak dua jam yang lalu tapi belum terlihat tanda-tanda pria itu akan menghampirinya untuk sekedar menyapa. Cih, dia pikir aku akan menyerah semudah itu. Kyuhyun menyeringai saat dia mengingat rencana-rencana yang telah berputar-putar dikepalanya sejak sebelum dia berangkat ke studio milik Siwon.

“Kau masih belum menyerah, Kyu?” Tanya Jaejoong saat melihat seringaian Kyuhyun.

“Huh? Tidak kata menyerah dalam kamus Cho Kyuhyun, Jae. Bahkan jika aku ingin meruntuhkan Namsan Tower pun itu pasti dan harus terjadi. Apalagi yang ini, aku bahkan tidak bisa menemukan alasan untuk berhenti mengejar Siwon. Aku wanita single yang bebas begitu juga dengan pria tampan itu. Jika aku terus berusaha pasti gunung es itu akan mencair. And Bam!!” Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya kearah Jaejoong yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu.

“Aku tidak tahu jika kau bisa jadi seperti ini hanya karena Siwon.” Jaejoong menatap kearah Siwon yang menurutnya biasa saja. Ya, Jaejoong akui memang Siwon tampan tapi Jaejoong tidak pernah merasakan efek apapun dari wajah tampan itu.

“Kau bisa mengatakan itu karena dia sepupumu! Jangan kau tanyakan apa yang membuatku jadi gila dan tak karuan, Jae. Terlalu banyak! Seribu malam pun tak akan cukup untukku menyebutkan semua alasan-alasan itu.” Kyuhyun berujar sambil memejamkan mata dan memeluk dirinya sendiri.

“Terserah. Aku harus pergi sekarang! Yunho sudah ada didepan. Dah, Kyu!” Setelah mencium pipi Kyuhyun, Jaejoong berlari keluar dari Studio sepupunya itu.

“Itu.. itu satu lagi alasan kenapa dia tidak tertarik pada Siwon. Dasar!” Gerutu Kyuhyun sambil menopang dagunya dan kembali memperhatikan Siwon yang mulai berkeringat karena bergerak kesana kemari demi mendapatkan foto yang terbaik.

Kyuhyun menelan ludahnya saat melihat Siwon mengangkat-angkat bagian atas kausnya karena kepanasan. Kyuhyun dapat melihat dada bidang Siwon mengintip malu-malu kearahnya. Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini. Kyuhyun dapat melihat dengan jelas keringat yang turun dari pelipis siwon lalu turun kedagu, pelan-pelan keringat itu menulusuri lekuk leher Siwon yang entah mengapa membuat Kyuhyun ingin berubah menjadi vampire dan menggigit leher itu. Ya Tuhan keringat itu sudah menghilang dibalik kaus yang Siwon kenakan. Ah beruntungnya! Seketika itu juga Kyuhyun merasa sangat iri dengan keringat-keringat itu, dia bisa dengan bebas menelusuri setiap lekuk tubuh Siwon dengan leluasa tanpa mendapat kemarahan dari sang pemilik tubuh.

Kyuhyun mengipasi wajahnya yang mulai memerah karena panas, melihat Siwon dari jauh saja sudah membuat dia jadi begini. Kyuhyun tak akan sanggup menahan diri jika mereka berdekatan. Atau lebih buruk Kyuhyun dengan tidak tahu malunya melompat ketubuh Siwon dan mencium bibir pria itu sepuas hatinya. Menelusuri setiap jengkal tubuh Siwon dengan jari-jarinya dan menghirup aroma tubuh Siwon yang memabukkan sebanyak-banyaknya. Kyuhyun bahkan rela mati jika aroma itu ada dalam nafas terakhir yang di hirup. Tsk! Pikiran macam apa itu?

Kyuhyun mengetuk-ngetukkan pumps yang dikenakannya hari itu dengan tidak sabar, lalu dia meraih air minum yang tadi disediakan oleh asisten Siwon hingga tandas. Kerongkongannya terasa begitu kering. Tubuhnya langsung menegang saat dia mendengar derap langkah yang begitu dikenalnya mendekatinya. Perlahan namun pasti indera penciumannya dapat menangkap aroma musky spicy yang begitu dikenalnya bercampur dengan keringat. Aroma itu membuatnya memejamkan matanya menikmatinya sepuas mungkin. Aroma tubuh Siwon. Memabukkan. Tunggu! Aroma ini tidak akan membuat Kyuhyun hamil, kan?

“Hei, maaf lama menunggu.” Kyuhyun sedikit terlonjak saat bahunya ditepuk oleh Siwon atau karena dia sedang memikirkan hal yang iya-iya dan itu berkaitan dengan pria yang baru saja menepuk bahunya.

“T—tidak masalah sama sekali. Walaupun harus menunggu sehari semalam pun aku tidak apa-apa.” Jawab Kyuhyun sambil memberikan senyuman semanis mungkin kearah Siwon yang membalas senyuman Kyuhyun lalu duduk di hadapan wanita yang terlihat salah tingkah.

Siwon hanya menggeleng pelan sambil terkekeh saat melihat Kyuhyun menatapnya tanpa berkedip sama sekali. Ini sudah sangat biasa. Bahkan ini belum apa-apa jika dibandingkan dengan yang terjadi selama mereka bekerja sama untuk launching baju-baju rancangan Kyuhyun untuk musim gugur dan musim dingin. Dan sejak kerja sama mereka berakhir, Kyuhyun telah beberapa kali muncul di studio pribadi miliknya dengan alasan untuk menemui Jaejoong yang memang membantu Siwon di sana. Tapi pada kenyataan yang ditemukan oleh Siwon setelah beberapa kunjungan Kyuhyun. Kyuhyun sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Jaejoong. Tapi wanita itu duduk di meja kopi dengan dua bangku yang biasa diduduki oleh klien Siwon untuk memperhatikan jalannya pemotretan dengan leluasa disana. Bahkan tidak jarang Siwon memergoki designer ternama itu menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bukan berarti Siwon tidak suka tapi dia merasa risih karena sulit untuk berkonsentrasi akibat tatapan Kyuhyun yang menurutnya begitu intens dan seolah sepasang lelehan karamel itu mengabsen setiap jengkal dari tubuh Siwon hingga ke bagian yang terdalam.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon cepat saat melihat tangan Kyuhyun terulur kearah wajahnya.

“Menyentuhmu. Kau sexy.” Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya.

Don’t start, Kyu.” Siwon menatap tajam kearah Kyuhyun yang tengah cekikikan dengan semburat merah di pipinya.

Start what? Aku serius. Kau memang terlihat sangat sexy saat berkeringat. Aku sempat merasa iri dengan keringat-keringat itu dia begitu leluasa menempel disetiap bagian tubuhmu tanpa membuatmu marah. Dan itu adalah hal yang tidak bisa aku lakukan. Kau tidak suka aku sentuh.” Kyuhyun merengut sambil menatap Siwon dengan puppy eyes andalannya.

Siwon mendengus pelan.

“Aku bukan manekin-manekin pakaianmu yang bisa kau sentuh seenak hatimu. Dan lagi apa yang kau lakukan di studio ku? Bukankah Jae sudah pergi sejak tadi?”

Aww! Kau terlihat sangat menggemaskan saat marah.” Kyuhyun mencubit kedua pipi Siwon lalu tanpa berpikir panjang Kyuhyun mengecup pipi itu dengan kecepatan cahaya sebelum Siwon sempat protes atau sekedar bergerak untuk menghindar.

“Apa yang baru saja kau lakukan?Ya Tuhan, Kyuhyun.”

What?” Kyuhyun menatap Siwon dengan wajah innocent-nya.

“Oh God! Kyuhyun, Apa yang harus aku lakukan padamu?” Siwon mengacak rambutnya frustasi.

“Apapun. Terserah padamu.” Kyuhyun menatap Siwon sambil menggigit bibir bawahnya dengan tatapan penuh antisipasi.

Seketika Siwon menyerah dengan menghela nafas. Wanita ini memang keras kepala jika sudah memiliki keinginan. Dan yang diinginkan oleh wanita keras kepala itu adalah dirinya.. atau tubuhnya. Bagian pikiran tentang Kyuhyun hanya menginginkan tubuhnya membuat Siwon sedikit kecewa dan tidak yakin dengan semua sikap-sikap agresif yang Kyuhyun berikan. Somehow, sikap-sikap agresif itulah membuat Siwon takut dan ingin menghindar dari Kyuhyun.

“Ya Tuhan! Cho Kyuhyun.”

Flashback

DAMN! Apa kata itu cukup untuk menggambarkan pria ini? Pria dihadapan Kyuhyun adalah pria yang wanita mana saja akan dengan sukarela menyerahkan dirinya. Kyuhyun merasakan gelenyar aneh menghinggapi tubuhnya. ‘Ya Tuhan ini tidak baik. Berikan aku pegangan.’bisik Kyuhyun dalam hati. Padahal pria itu hanya berdiri dihadapannya dengan menenteng tas kameranya di bahu kirinya. Si siwon-siwon ini—seperti yang pernah dikatakan oleh Hae—hanya mengenakan kemeja biru langit pas badan yang membuat absnya dapat mengintip melalui celah kancing. Ya, Kyuhyun melihatnya, tubuhnya sangat proporsional menurut Kyuyun. Bukanlah hal yang sulit untuk Kyuhyun yang memang seorang designer , dia sudah sering melihat tubuh-tubuh model pria. Tidak terlalu gemuk dan tidak kurus tapi.. hei lihatlah! Itu lengannya terlihat menonjol dan membuat jari-jari Kyuhyun mulai gatal untuk merasakan betapa kencangnya otot-otot lengan itu. Wait! Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.

Donghae yang berada disamping Kyuhyun hanya menggeleng-geleng saja saat melihat Kyuhyun menganga menatap nanar kearah pria yang tengah mengulurkan tangan dihadapan mereka. Choi Siwon. Fotografer yang sejak dua puluh menit yang lalu mereka tunggu-tunggu kedatangannya. Kemana perginya rengekan-rengekan, protes, komplain, dan gerutuan yang Kyuhyun curahkan kepada Donghae tadi mengenai betapa fotografer itu tidak menghargai waktunyalah. Atau fotografer itu sangat lamban. bla bla bla. Donghae tidak bisa menyebutkan dan mengingatnya lagi. Donghae menyikut Kyuhyun saat menyadari wanita itu belum juga menyambut uluran tangan Siwon.

“Huh?” Kyuhyun menoleh kearah Donghae dengan tatapan hopeless-nya.

Mata Donghae mengerling kearah tangan Siwon yang masih terulur. Sementara Siwon mulai mengernyit dan merasa ragu apakah dia harus menarik uluran tangannya. Karena ini mulai terasa canggung. Wanita itu menatapnya tanpa berkedip dengan mulut yang sedikit menganga. Siwon sedikit bergidik negri. Padahal wanita itu sangat cantik dan terlihat elegan dengan terusan kerja yang sangat pas badan. Terkesan seksi dan anggun. Siwon sedikit tersentak saat merasakan tangan halus menyambut uluran tangannya. Sangat halus dan menimbulkan gelenyar aneh yang tidak bisa Siwon gambarkan.

“Cho Kyuhyun. Selamat Datang.” Siwon menemukan Kyuhyun tersenyum sangat manis padanya.

“Siwon. Choi Siwon.” Siwon membalas senyuman Kyuhyun lalu menatap kearah tangannya yang masih digenggam erat oleh Kyuhyun.

“Ah! Silahkan duduk, eum…” Kyuhyun terlihat bingung harus memanggil Siwon apa.

“Kau bisa memanggilku Siwon.” Siwon duduk sambil meletakkan tasnya diatas meja.

Kyuhyun duduk dihadapan Siwon dengan menyilangkan kedua kakinya dan meletakkan kedua tangannya diatas paha. Kyuhyun tidak berhenti tersenyum dan meletakkan rambut yang menghalangi penglihatannya di balik telinganya. Saat Kyuhyun baru saja akan memulai pembicaraan mereka, Donghae muncul dengan dua teh hangat diatas nampan. Setelah mempersilahkan Siwon untuk minum dan mendapatkan hadiah tatapan membunuh dari Kyuhyun, Donghae keluar dari ruangan itu meninggalkan dua orang itu dalam suasana yang sangat canggung.

Siwon berdehem pelan saat kembali memergoki Kyuhyun menatapnya dan hal tersebut sukses membuat Kyuhyun kembali ke dunia nyata dengan tawa canggu yang dibuatnya semenggoda mungkin (?). Kyuhyun tertarik dengan pria ini. Ya Tuhan, Kyuhyun tidak pernah merasa setertarik ini pada pria mana pun. Bahkan meskipun sudah begitu banyak pria yang mengaku ingin memulai hubungan dengannya pun Kyuhyun tolak mentah-mentah dengan alasan utama karir designer-nya jauh lebih penting daripada sebuah hubungan dengan lawan jenis. Tidak pernah selama 25 tahun kehidupan Kyuhyun terpikir olehnya dia akan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pria dihadapannya. Tunggu? Mungkin dikatakan jatuh cinta terlalu cepat, ya katakanlah Kyuhyun sangat tertarik dan ingin mendekati pria ini apapun yang terjadi.

“Apa kau sudah memiliki pacar, Siwon-sshii?” Kyuhyun menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Dia dan mulut bodohnya. Seharusnya mereka membahas pekerjaan bukan pertanyaan itu yang seharusnya dia lontarkan.

Siwon menaikkan sebelah alisnya dan menatap heran kearah Kyuhyun. Siwon hanya tersenyum kecil, seolah dia sudah begitu biasa menghadapi sikap-sikap aneh dari wanita yang ada disekitarnya. Tapi kali ini mungkin sedikit berbeda karena wanita dihadapannya ini tidak bisa dikatakan wanita biasa. Cantik, anggun, berkelas dan yang paling penting wanita ini berprestasi.

“Apa itu akan mempengaruhi kerja sama kita?” Tanya Siwon.

Kyuhyun hanya menggeleng sambil menggigit bibir bawahnya. Sebut saja Kyuhyun sedang menahan diri untuk tidak melompat dan berpindah tempat duduk disebelah Siwon. Disana Kyuhyun akan lebih leluasa memperhatikan lekuk wajah Siwon. Aroma tubuh Siwon. Rambut hitam yang sedikit berantakan itu., jari-jari Kyuhyun mulai gatal untuk menyisirnya. Menenggelamkan jari-jarinya diantara rambut halus itu. Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Berusaha menghilangkan pikiran-pikiran aneh yang semakin menguasainya.

“Aku single. Jika itu memang penting untukmu.” Siwon tidak mengerti sama sekali namun dia menemukan dirinya menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Great! Mari kita mulai bekerja. Mungkin kau bisa memulainya dengan baju khusus musim gugur lalu diteruskan dengan musim dingin.” Kyuhyun berdiri dan meraih lengan Siwon membawanya keluar untuk memperlihatkan koleksi baju-bajunya. Entah mengapa tiba-tiba Kyuhyun menjadi sangat bersemangat sekarang.

“Ayolah Siwon. Aku hanya meminta satu jam waktumu saja.” Kyuhyun terus merengek sambil terus mengikuti kemanapun Siwon bergerak dengan memegang kameranya.

“Tidak bisa, Kyu! Aku sibuk.” Siwon berbohong. Karena ini adalah pemotretan terakhir yang dia lakukan hari ini dan Kyuhyun? Wanita itu memaksa Siwon untuk ikut ke apartemennya dengan alasan dia memiliki begitu banyak es krim di kulkas dan dia tidak ingin memakannya sendirian.

Ouch!! Why do you always playing hard to get?” Kyuhyun bersedekap dan memandang tajam ke arah Siwon.

Siwon membalas tatapan Kyuhyun lalu mendekati wanita itu sebelum berkata, “Aku tidak pernah melakukan itu. Malah sikap-sikapmu itu yang membuatku takut, Kyu.”

“Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut.

Siwon menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya pelan. Bagaimana cara dia menjelaskannya pada Kyuhyun? Dia menyukai Kyuhyun. Tapi melihat sikap Kyuhyun yang begitu terang-terangan, bahkan kadang wanita itu sering menggodanya dengan gesture-gesture tubuhnya yang menurut Siwon terkadang membuatnya risih. Hal itu membuat Siwon ragu, apa Kyuhyun melakukan hal itu pada semua pria yang membuatnya tertarik? Bukan pada dirinya saja? Atau apa Kyuhyun benar-benar tulus suka padanya? Pertanyaan-pertanyaan itu begitu sering muncul dibenak Siwon sejak mereka berkenalan.

“Sudahlah, Kyu. Aku harus menyelesaikan pemotretan ini. lebih baik kau pulang sekarang.” Suara Siwon terdengar cukup putus asa karena menghadapi Kyuhyun yang masih keras kepala ingin mengajaknya ke apartemennya.

“Tidak! Aku akan menunggu. Seribu tahun pun akan aku tunggu.” Kyuhyun berjalan menjauhi Siwon menuju tempat duduknya semula.

Namun baru beberapa langkah, Kyuhyun kembali menghampiri Siwon yang sudah kembali memotret. Kyuhyun mendekatkan bibirnya di telinga Siwon lalu di tiupnya dengan lembut sebelum dikecupnya pipi Siwon cukup lama. Model yang melihat kelakuan Kyuhyun hanya membuang muka.

Siwon menggelinjang geli saat merasakan angin dingin dari bibir Kyuhyun ditelinga dan lehernya. Dan ciuman yang diberikan Kyuhyun tadi sama sekali tidak membuatnya terkejut. Kyuhyun sudah beberapa kali melakukan itu untuk menggodanya. Tapi entah kenapa kali ini ciuman itu membuat jantungnya bekerja lebih keras dan dia merasa sedikit panas. Siwon menoleh kearah Kyuhyun yang tersenyum kearahnya lalu mengedipkan sebelah matanya. Siwon benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Kyuhyun. Wanita itu.. Tsk! Apa yang harus Siwon lakukan padanya?

“Kau benar-benar unpredictable woman, Kyu.” Siwon setengah berteriak sambil memandangi satu cup besar es krim dengan dua sendok didalamnya.

“Dan kau sexy.” Kyuhyun tertawa kecil sambil meletakkan gelas wine dan satu botol wine kesukaannya diatas meja makan.

Jangan salah sangka, Kyuhyun sama sekali tidak memiliki niat untuk membuat Siwon mabuk. Kyuhyun hanya butuh asupan alkohol untuk menambah keberaniannya sebelum Kyuhyun melancarkan rencananya.

Siwon duduk disalah satu kursi setelah meletakkan tas kameranya dikursi tamu. Siwon akhirnya menyerah dan menuruti keinginan aneh Kyuhyun yang sampai sekarang masih belum bisa Siwon mengerti. Begitu banyak bagian dari wanita itu yang Siwon tidak paham namun anehnya Siwon selalu menemukan dirinya tidak bisa menemukan alasan untuk menolak atau tidak menerima ajakan dan permintaan aneh Kyuhyun. Mungkin pada awalnya Siwon akan menolak mentah-mentah, tapi Kyuhyun yang dia tahu adalah Kyuhyun yang keras kepala dan tidak mengenal kata tidak untuk semua keinginannya. Maka hari ini pun, disinilah Choi Siwon. Duduk di meja makan bersama Kyuhyun dengan es krim dan wine. And there is that crazy woman, wanita paling agresif yang pernah dia temui. Wanita itu sedang memandanginya dengan tatapan kagum dan tanpa berkedip seolah menunggu Siwon untuk memuji penampilanya hari ini.

“Apa ada sesuatu diwajahku?” Tanya Siwon sambil memegangi sekitar dagu dan rahangnya.

“Tidak. Aku hanya ingin memastikan kau benar-benar berada di apartemenku sekarang.” Kyuhyun menopang dagunya sambil tersenyum kearah Siwon.

“Kau ada-ada saja. Bukankah kau sendiri yang begitu memaksaku untuk ikut denganmu. Dan sekarang kau belum juga mempersilahkanku menikmati es krimnya.” Siwon memasang wajah pura-pura kesal.

“Tidak perlu aku persilahkan jika kau ingin memakannya. Anggap saja apartemenmu sendiri.” Ujar Kyuhyun lalu berdiri dan menepuk-nepuk kepala Siwon pelan dan menghilang masuk kedalam kamarnya.

Siwon terperangah dengan tepukan pelan yang diberikan oleh Kyuhyun tadi. Siwon memegangin puncak kepalanya dan tanpa sadar bibir itu membentuk lengkungan yang membuat lesung pipinya terlihat sempurna. Sejak kapan Siwon menikmati sentuhan-sentuhan kecil yang Kyuhyun berikan padanya? Siwon menggelengkan kepalanya dan mengambil satu sendok es krim sebelum memasukkannya kedalam mulutnya. Vanilla. Siwon mengedarkan pandangannya ke sekitar apartemen Kyuhyun yang tidak terlalu besar. Apartemennya simple dan sangat nyaman. Siwon melihat kearah meja yang ada didepan televisi, ada banyak kertas yang bertebaran disana. Sedikit penasaran, Siwon mendekati meja itu dan meraih satu kertas yang terdapat design pakaian setengah jadi.

Tangan Kyuhyun memang keajaiban. Apa yang dia buat selalu berubah menjadi sesuatu yang lebih indah. Siwon tersenyum lalu meraih satu kertas lain yang membuat kedua bola matanya hampir keluar. Siwon mengenali wajah yang ada didalam sketsa itu. Sketsa yang telah jadi dengan sentuhan halus yang membuat wajah itu terlihat lebih tampan dibandingkan aslinya. Mulut Siwon menganga saat menemukan tidak hanya ada satu sketsa dirinya disana tapi ada beberapa lainnya yang tertutupi oleh kertas-kertas sketsa design yang ada diatas meja. Ada sketsa wajahnya dari samping, sketsa setengah wajah, sketsa wajah penuh dan sketsa wajahnya hingga bagian dada.

“Apa yang kau lihat? Tidak sopan.” Kyuhyun langsung merebut sketsa yang ada ditangan Siwon lalu mendorong tubuh Siwon kembali ke meja makan.

“Aku..” Siwon tidak bisa menemukan kata-kata yang pas untuk dia katakan.

Siwon menatap Kyuhyun yang sedang merapikan meja yang tadi berantakan dalam diam. Kenapa ada wajahnya disana? Kyuhyun kembai duduk dihadapannya dengan semburat merah muda dipipinya. Siwon ingin bertanya tapi dia terlalu bingung untuk memulainya dari mana.

“Apa kau tahu truth or dare?” Tanya Kyuhyun sambil menyelipkan rambutnya dibelakang telinga.

Siwon mendongak dan bertatapan langsung dengan Kyuhyun lalu berkata, “Ya. Tapi aku belum pernah mencobanya.”

Kyuhyun tersenyum lebar mendengar jawaban Siwon yang cukup memuaskan. Kyuhyun lalu meletakkan satu botol wine kosong dalam posisi terbaring. Lalu memutar botol itu lalu kembali menatap kearah Siwon.

Do you want to try?”

Siwon mengangkat sebelah alisnya sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun. Siwon beberapa kali menatap kearah botol yang sudah berada ditengah meja lalu wajah Kyuhyun secara bergantian. Kyuhyun yang tak kunjung mendapat jawaban dari Siwon mulai bergerak tidak sabar ditempat duduknya.

“Kau tahu, aku tidak pernah bisa berkata tidak untuk kemauanmu, Kyu. Dan aku yakin jika sekarang aku menolakku kau akan terus memaksaku untuk melakukan permainan bodoh ini.” Siwon mengangkat tangannya menyerah.

Yes! Peraturan permainan ini mudah saja. Jika pangkal botol mengarah kearahmu. Maka kau harus memilih Truth or Dare? Jika kau memilih Truth kau harus menjawab pertanyaan yang aku berikan sejujur-jujurnya. Dan jika kau memilih Dare maka kau harus melakukan semua hukuman yang aku berikan padamu. Begitu pula sebaliknya.” Siwon mengangguk-angguk pelan mendengarkan penjelasan Kyuhyun.

Lady’s first.” Siwon mendekatkan botol wine kosong itu kearah Kyuhyun agar Kyuhyun lebih mudah memutarnya.

Kyuhyun membasahi bibir bawahnya sambil menggosokkan kedua tangannya beberapa kali. Saat tangannya akan memutar botol itu, Kyuhyun menatap kearah Siwon sebentar dalam hati dia berharap pangkal botol itu akan berhenti kearah Siwon. Kyuhyun sangat yakin Siwon akan memilih truth. Kyuhyun menyeringai, dia harus segera menyiapkan pertanyaan yang bagus. Lalu botol itu diputar oleh Kyuhyun, menanti harap-harap cemas gerakan botol itu mulai melambat dan berhenti diarah Siwon. Siwon yang sejak tadi memperhatikan pergerakan botol itu pun hanya bisa pasrah dengan apapun yang akan Kyuhyun lakukan.

Truth.” Bisik Siwon.

“Apakah kau menyukaiku?” Pertanyaan itu dengan lancar mengalir dari mulut Kyuhyun.

“Pertanyaan macam apa itu.” Protes Siwon, tapi setidaknya pertanyaan ini lebih baik daripada dia harus memilih dare dan mengikuti permintaan aneh dari Kyuhyun.

“Jawab saja dengan jujur. Kau tidak perlu merasa malu.” Kyuhyun tersenyum sambil berkedip beberapa kali kearah Siwon yang baru saja melepaskan jaketnya.

Ini baru putaran yang pertama tapi tubuh sudah terasa begitu panas. Ya Tuhan. Siwon menghembuskan nafasnya beberapa kali. Mungkin untuk Kyuhyun, akan sangat mudah untuk mengaku bahwa dia menyukai seseorang tapi tidak untuk Siwon. Banyak hal yang harus dia pertimbangkan dan lagi Siwon harus benar-benar yakin dan percaya bahwa perasaan mereka benar-benar mutual sebelum memulai suatu hubungan. Siwon bukanlah tipe pria yang asal pilih dan gegabah.

“Kau ingin aku jawab dengan jujur atau bohong?” Tanya Siwon sambil menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

“Terserah. Tapi karena ini permainan truth or dare, Aku rasa aku menginginkan jawaban yang paling jujur darimu.” Kyuhyun mencondongkan wajahnya kearah Siwon sambil menopang dagunya.

Kyuhyun benar-benar penasaran, apa yang membuat ibu Siwon bisa melahirkan anak sesempurna ini? Apa dia pergi ke gereja setiap hari? Atau dia makan es krim vanilla setiap minggu? Hah.. Kyuhyun benar-benar jatuh cinta pada sosok ini. Baiklah! Sekarang semua kegilaan kecil dan kegilaan besar yang telah Kyuhyun lakukan selama satu bulan belakangan ini sudah bisa disebut cinta. Cinta gila. Yang membuat dia melakukan hal-hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya bahkan Kyuhyun tidak lagi mengenal kata harga diri jika sudah berhadapan dengan pria ini.

“Ya. Aku suka padamu.” Dengan tenang Siwon mengucapkan kalimat itu.

Siwon lalu mendongak dan menemukan Kyuhyun tengah membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan sebelah tangan sebelum wanita itu berdiri dari tempat duduknya dan melompat-lompat dengan pekikan tertahan. Siwon mengernyit, padahal Siwon masih akan melanjutkan ucapannya, setelah Siwon melihat Kyuhyun kembali duduk dengan goofy smile-nya. Siwon melanjutkan.

“Tapi… Aku kadang merasa takut dengan sikap-sikapmu, Kyu. Kau.. bagaimana cara mengatakannya? Euhm… agresif. Apa kau melakukan itu pada semua pria yang membuatmu tertarik? Pertanyaan itu sering berputar putar dikepalaku.”

Kyuhyun menatap lurus kearah Siwon yang juga tengah menatapnya dalam. Kyuhyun menahan nafasnya saat menatap mata elang itu, Kyuhyun dapat dengan jelas menangkap keraguan dalam mata Siwon. Ini bukanlah hal yang tidak Kyuhyun tahu, dan wajar saja Siwon merasa takut dengan sikapnya yang mungkin bisa dikatakan super agresif. Well, jatuh cinta adalah hal baru untuk Kyuhyun. dia bahkan sangat bingung harus bersikap bagaimana dihadapan Siwon. Namun, Kyuhyun begitu sulit untuk menahan dirinya sendiri saat berdekatan dengan Siwon. Kyuhyun menemukan dirinya selalu mendapatkan celah untuk sekedar menyentuh Siwon, tapi setelah menyentuh Kyuhyun menginginkan lebih. Lalu dia mencari celah untuk sekedar melingkarkan lengannya dilengan Siwon atau bahkan jika ada kesempatan dia melingkarkan lengannya dipinggang Siwon, dan semua itu juga tidak cukup membuat Kyuhyun puas. Kyuhyun lalu mencari cara bagaimana agar bisa mengecup pipi Siwon? Kyuhyun beberapa kali melakukannya secara spontan, dan setelah semua itu terjadi, Kyuhyun akan menutupi rasa malunya dengan celotehan nonsense atau akan menutupinya dengan terkekeh menanggapi gerutuan Siwon tentang dirinya yang seenaknya saja melakukan apa yang dia inginkan.

“Aku tidak pernah melakukan semua ini pada siapapun.” Ucapan Kyuhyun sangat mengejutkan Siwon yang masih terus menatapnya.

“B-benarkah? Sulit dipercaya, seorang designer ternama sepertimu tidak pernah melakukan hal seperti itu. Sebuah hubungan mungkin?”

Kyuhyun menggeleng pelan sambil menundukkan kepalanya. “Aku bahkan belum pernah berpacaran serius.”

“Baiklah. Lupakan saja! Kita mulai lagi permainannya. Aku akan menanyakan itu padamu jika kau yang kena, Kyu. Tunggu saja!” Lalu Siwon memutar botol itu sekeras yang dia bisa.

I choose dare!” Kyuhyun tersenyum nakal sambil mengangkat-angkat kedua alisnya kearah Siwon saat pangkal botol itu berhenti tepat dihadapannya.

What?” Siwon memijat pelan keningnya yang mulai berdenyut karena tingkah Kyuhyun yang selalu diluar dugaan.

“Beri aku hukuman, Choi Siwon.” Tubuh Siwon seketika menegang saat mendengar suara Kyuhyun yang begitu lirih. Wanita ini memang akan segera membuat Siwon gila dan hilang kontrol diri.

“Buktikan apa yang membuatmu yakin jika kau benar-benar tertarik dan menyukaiku?” Seketika hati Siwon penuh dengan antisipasi. Jantungnya berdegup kencang ingin segera tahu apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya.

Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Siwon. Lalu menjalinkan jari-jarinya dengan jari-jari Siwon membuat Siwon mendongak dan menatap wajah Kyuhyun yang tengah menunduk membalas tatapannya dengan senyuman tipis. Lalu jari-jari lentik Kyuhyun yang bebas, pelan-pelan menelusuri wajah Siwon yang rahangnya mulai ditumbuhi oleh rambut-rambut kecil yang seperti mengintip malu-malu melihat apa yang akan dilakukan Kyuhyun selanjutnya.

“Aku menyukai Choi Siwon. Rambutnya. Matanya. Hidungnya. Telinganya. Bibirnya. Rahangnya. Dagunya.” Kyuhyun menelusuri bagian-bagian yang disebutkannya dengan lembut dan sangat hati-hati. Siwon tanpa sadar telah memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan yang Kyuhyun berikan. Hatinya mulai mendamba Kyuhyun untuk menyentuhnya lebih dari itu.

“Aku menyukai semuanya. Bahkan lehermu sangat seksi, membuatku ingin berubah jadi vampire setiap kali lehermu seolah memanggil namaku. Tapi dari semua itu aku menyukai ini.” Kyuhyun menunjuk kearah dada Siwon, lalu menempelkan telinganya disana.

Siwon menahan nafasnya saat dia merasakan hangat pipi Kyuhyun berada didadanya, membuat degup jantungnya semakin tak karuan. Siwon dapat mencium aroma tubuh dan rambut Kyuhyun yang begitu memabukkan. Siwon sudah hampir setiap hari mencium aroma ini. Tapi kenapa aroma tubuh Kyuhyun malam ini terasa begitu lain. Begitu menggoda dan mendominasi seluruh tubuh Siwon.

“Aku suka bunyi detak jantungmu. Aku seolah bisa bertahan hidup hanya dengan mendengarkan irama ini. Sangat indah.” Suara Kyuhyun terdengar seperti bisiklan paling indah ditelinga Siwon yang masih terus memejamkan mata.

Kenapa efek Kyuhyun begitu dahsyat malam ini? Siwon sepertinya tidak akan bisa menahan dirinya lagi. Persetan dengan pria lain yang pernah membuat Kyuhyun tertarik. Siwon menemukan kenyataan yang seharusnya dia sadari lebih cepat. Siwon yakin dia telah jatuh cinta pada wanita gila ini. Siwon merasakan wajahnya ditiup lembut oleh Kyuhyun, saat dia membuka mata, dia dan Kyuhyun bertemu pandang. Kyuhyun menyentuh wajah Siwon dan mereka terus bertatapan cukup lama. Lalu Kyuhyun perlahan mendekatkan bibirnya dengan bibir Siwon. Dikecupnya bibir itu dengan penuh perasaan. Hanya seuah kecupan malu-malu dan hangat tanpa melibatkan lidah.

“Aku menyukai semua yang ada pada dirimu karena.. aku, Cho Kyuhyun, mencintaimu, Choi Siwon.” Like finally, she say that the magic words.

Siwon mengerjapkan matanya beberapa kali, Kyuhyun menyatakan cinta padanya disaat dia baru saja menyadari bahwa dia jatuh cinta pada wanita itu beberapa menit yang lalu.

“Truth or dare?” Bisik Kyuhyun ditelinga Siwon yang masih belum mengeluarkan suara.

Siwon terlalu lamban untuk menyerap semua informasi yang baru saja dia dapatkan. Kyuhyun menyatakan cinta padanya. Dan dia baru saja menyadari bahwa sebenarnya dia pun merasakan hal yang sama. Seharusnya Siwon bahagia, tapi dia sedikit kecewa karena Kyuhyun mendahuluinya dalam membuat pengakuan. Siwon menghela nafas panjang.

I choose truth and dare.” Jawab Siwon.

Kyuhyun tersenyum lalu dengan berani wanita itu duduk dipangkuan Siwon dan mengalungkan lengannya dileher Siwon. Dan berkata, “Apa kau suka.. ah tidak. Apa kau mencintaiku?”

You are the only person that can make my heart beats faster an make my heart stop at the same time. And I, Choi Siwon, desperatly in love with you, Cho Kyuhyun. Altough I just realize it about a moment ago. But still count as I love you.”

“Dan Dare. Make a love to me.” Kyuhyun mengeratkan pelukannya dileher Siwon.

“Kyu, kau yak—“

Siwon tidak sempat lagi menyelesaikan ucapannya saat Kyuhyun mengunci bibirnya dengan ciuman. Ciuman yang agak terburu-buru, tapi sentuhan Kyuhyun mengalirkan perasaan hangat yang membuat perasaan bahagia dalam dirinya semakin membengkak seolah akan membuat Siwon meledak sewaktu-waktu. Namun Siwon perlu meyakinkan sesuatu sebelum semuanya berjalan terlalu jauh.

“Kau yakin ingin melakukan ini, Kyu? Jangan lakukan hal yang akan membuatmu menyesal nantinya.” Tanya Siwon dengan berat hati melepaskan bibir manis Kyuhyun yang mulai membuatnya kecanduan.

“Aku tidak akan menyesal. Jika iya pu, maka ini akan jadi penyesalan terindah.”

Siwon mencium Kyuhyun dengan gairah yang semakin menggebu. Lidah Siwon mendesak masuk kemulut Kyuhyun. melumat bibir Kyuhyun dengan intensitas gairah yang diluar dugaan. Kyuhyun mengerang pelan, rasa es krim vanilla dan wine yang tadi mereka minum masih bersisa dalam mulut mereka yang tengah beradu lidah dengan gairah yang sama. Begitu mendamba dan dan haus akan kebutuhan satu sama lain.

I love you, Kyuhyun.” Ucapan Siwon begitu lirih ditelinga Siwon karena ciuman yang telah mengcengkram erat kewarasannya.

Kyuhyun hanya membalas ucapan itu dengan lenguhan pelan dari bibirnya. Siwon telah membuat Kyuhyun lupa segalanya, efek pria ini bukan hanya pada hati dan pikirannya tapi juga pada tubuhnya yang berteriak mendamba sentuhan Siwon disetiap bagiannya. Yang Kyuhyun tahu sekarang hanyalah sebuah kenyataan bahwa Siwon akan dan telah membuatnya menjadi wanita paling bahagia sejagat raya.

Now, I don’t want to wait another minute, I just want to spend my life with you.”

Hai… Perkenalkan saya baru disini. Mohon kerja samanya. Dan jangan tanya ff macam apa ini. saya bahkan ga tau kenapa jadi begini.

Buat Via unnie, Happy Belated Birthday yak {} Thank’s for the idea and this is for you ^^

Dan dengan beberapa rintangan yang bisa dilewati, ff ini bisa di posting. Semoga ga mengecewakan. Ini postingan pertama saya disini jadi maaf kalo misalnya ga sesuai sama keinginan kalian T__T

Dan karena dapet poster dari Unnie yang baik hati dan tidak sombongnya dua, jadi aku kasih bonus deh 😀 (Maacih unnie @SuciiCho)

10600638_1535675793338647_3273272590299088612_n

Salam kenal!! Dan selamat menikmati 🙂

Advertisements

25 thoughts on “Tempting The Photographer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s